FINALLY, THE ROOM OF JERRY IS KIDNAPPED IN 2021 VISION? #GaDramaGaMakan
KeGN0JRqOQc • 2021-03-31
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[musik]
Hey, [musik]
let me show you that boy Benny
di bawah.
Yo, Geng. Tekan tombol subscribe, geng.
[musik]
Io. Oke, sebenarnya jujur aja gue enggak
mau bikin hal-hal kayak gini. Ini
klarifikasi-klarifikasi tuh udah biasa
banget kan di Indonesia udah terlalu
banyak. Dan tadinya niat gua tuh kayak
ya udah gua enggak ngonten dulu di kamar
Jerry, gua pengen ngonten di Watg TV.
Kenapa? Alasannya cuma satu, ini belum
sembuh di saat itu. Nah, sekarang nih
udah lumayan goresannya udah mulai aman
gitu ya. Kalau misalkan kalian lihat
lagu di awal tadi gua masih pakai
perban, itu disyuting beberapa hari yang
lalu dan ini disyuting setelah gue agak
mendingan gitu. Nanti gua cerita kenapa
dengan kondisi kepala gue ini. Kenapa
juga gua memilih untuk konten di Watchg
TV terlebih dahulu karena konten di
Watchg TV tuh terbilang ringan. cuman
reaction memes dan konten-konten cringe
di sana. Jadi, gua gak perlu riset, gua
gak perlu nyari-nyari data gitu. Cukup
simpel. That's why gua lebih milih
ngonten di sana dulu. Nah, akhirnya nih
ya kenapa gua memilih untuk bikin
klarifikasi ini? Karena makin banyak aja
hal-hal konyol gitu yang dilakukan oleh
oknum-oknum kreator atau oknum-oknum
youtuber yang membahas gua. Huh,
semuanya pada sotoi gitu. Wah, jadi
Taufik kayak gini jadi Taufik di sini.
Jadi Taufik di situ, what the [ __ ] man.
Bahasan-bahasannya tuh anjing, [ __ ]
Bikin gua jadi benar-benar toxic gitu.
Gua, gua di kamar Jeri tuh anjing.
Jarang-jarang, men gua ngomong toxic.
Gua jarang-jarang e bersikap kayak
ngata-ngatain gini. Tapi ya untuk kali
ini gua pengucualian gitu, ya. Nah, tapi
sebelum ini mulai lebih jauh atau lebih
panjang lagi, gua pengen buat para
bocil-bocil emote batu nih ya,
bocil-bocil toxic yang entah dari mana
datangnya, tiba-tiba ramai aja di
channel gua. Lu boleh komen pakai hashag
drama enggak makan. Karena buat gue itu
benar-benar kata yang something banget.
Dan gua baru pernah dengar kata-kata
itu. Gua gak tahu tuh asalnya dari mana.
Ada yang tahu asal dari mana? Boleh
tinggalkan komentar di bawah ya. Dan
kata-kata tersebut justru menginspirasi
gua untuk membuat lagu tadi gitu. Dan di
lagu itu ada giveaway-nya. Giveaway has#
enggak drama enggak makan. Kalian bisa
cek hadiahnya jutaan rupiah. Lumayan
loh. Nah, mungkin bagi sebagian
bocil-bocil emot batu itu buulian. Tapi
bagi gue itu gu gue malah biasa aja sih,
malah senang gue. Tapi tapi nih, Geng,
kalian juga harus hati-hati dalam
berkomentar di YouTube. Karena sekarang
kepolisian itu makin ketat nih dalam
menjalankan UT. Jadi kalau lu pada
komennya tuh terlalu toxic atau terlalu
kelewatan, kalian entar bisa dilaporkan
ke polisi. Contoh kayak kasus Yonglex
kemarin, terus kasusnya Om Dedy Coozer
pernah ngelaporin haters-nya. Jadi agak
dihindarilah kalau mau toxic sewajarnya
aja. ya. Oke. Nah, sekarang kita bahas.
Gue pengen bahas kenapa hal ini semakin
terlihat seperti sebuah drama yang
konyol. Yang bertanggung jawab atas
hebohnya hal ini, yaitu oknum-oknum
YouTuber tadi di mana mereka membuat
konten-konten yang menurut gua tidak
bertanggung jawab dengan
informasi-informasi yang mereka katakan
gitu ya. Mereka cuman melihat konten
gua. Oh, dia pakai perban, oh dia
diculik, oh dia diramal gitu. lalu
ditambah dengan bumbu-bumbu yang menurut
gue lah apaan sih lu hidup di Indonesia,
men. Di Indonesia kita hidup itu
bersosial gitu. Jadi gak mungkin banget
yang terjadi sama gua itu terjadi di
Indonesia gitu ya. Seharusnya mereka
kalau mau jadiin fenomena gua ini
sebagai konten harusnya El bikin simpel
aja men. Jelaskan kepada penonton Jerry
Taufik sedang bikin TikTok. Cukup sampai
di situ aja. Ngapain lu bilang? Wah, di
sini Jerry sedang meminta tolong. Sini
man. Kalau hal itu terjadi sama
contonent kreator luar negeri, ya
mungkin aja di luar negeri bisa terjadi.
Tapi ini Indonesia, Bro. Gue di dicubit
sama orang aja bisa heboh dan lapor
polisi, man. Jadi aduh berpikirnya tuh
yang logika-logika aja, yang logis aja
gitu. Nah, yang parahnya adalah sampai
bikin part-partnya ada part 1, part 2,
part 3. Wah, gila cerita tentang gua.
Padahal nih ya, ketika dia meng-upload
part 2 dan part 3 nih ya, gua itu udah
aktif lagi di Instagram. gua udah aktif
lagi di TikTok, tapi dia masih aja
ngegoreng goreng terus gitu kan. Yang
gua aneh, buat apa sih gitu ya. Dan
bahkan nih ya gua sampai lihat ada yang
bikin durasinya itu 1 jam. Wah anjing
niat banget ngebahas sampai durasi 1
jam. Gua enggak tahu apa mungkin lu
memang peduli dengan kasus gua kemarin
atau justru cuman mau dijadiin konten
doang. Gua enggak tahu nih kalau lu
memang peduli ya gua alhamdulillah
syukur, terima kasih banyak lu udah
peduli. Tapi kalau cuman buat konten
doang ya silakan nikmati hasilnya gitu
ya. Dan seperti yang gua bilang tadi
harusnya para oknum-oknum ini
menjelaskan simpel aja. Bilang aja Jerry
sedang bikin konten TikTok. Kenapa
seperti itu? ya, karena kalian bisa
lihat setiap video yang gua upload itu
pakai backsound
dan gua edit dulu, Geng, pakai backsound
horor. Secara logika kalau memang gua
real diculik, mana mungkin gua
sempat-sempatnya upload TikTok tapi
pakai backsound. Minimal kalau gue
memang mau ngasih kode atau atau meminta
tolong melalui media sosial, gua akan
video-video yang sederhana aja yang
absurd gitu kayak ngambil cepat
nyuri-nyuri take gitu gua upload ya. itu
mungkin masih masih make sense gitu ya.
Tapi di situ gua jelas-jelas pakai back
sound supaya mood videonya itu semakin
horor, semakin seram. Logikanya mana ada
orang diculik pakai backsound gitu.
Terus gua harus apa? Gua harus jelaskan
ke kalian ini. Ini setting geng, ini
drama. Buat apa? Buat apa? Seharusnya
sebagai orang di zaman era digital,
kalian tahu kan TikTok itu adalah tempat
membuat konten gitu. Jadi konten yang
gua buat itu sama aja kayak
konten-konten dari akun-akun horor
lainnya. Contoh yang kayak gini.
Kalian bisa lihat sendiri kan mereka
membuat konten horor dengan back sound.
Tujuannya apa? Ya, itu cuman konten
dengan konsep yang seperti itu. That's
why ketika ada orang-orang yang
ngata-ngatain drama, drama ya gue engak
marah. Silakan lu ngatain drama. Lah,
emang drama. Toh pada akhirnya ada yang
menikmati, akhirnya ada juga yang
berdebat. Yait urusan dia, dosa-dosa dia
ketika dia udah ngata-ngatain orang lain
gitu kan. Dan gua tidak pernah
menyalahkan orang-orang yang percaya.
Menurut gue orang-orang yang percaya
terhadap konten gue ini yang mereka
khawatir gitu ya dengan kondisi gua.
Wah, gimana Jerry? Apakah benar diculik?
Gue sama sekali tidak marah dan tidak
menyalahkan kalian karena menurut gue
ada dua hal yang membuat kalian seperti
itu. Yang pertama mungkin kalian beneran
sayang sama gue, kalian beneran
khawatir, ya kan? Jadi kalian akhirnya
mengekspresikan itu sehingga kalian
percaya dengan konten itu. Yang kedua,
alasannya adalah ya ini
YouTuber-YouTuber tadi yang harusnya dia
bisa menjelaskan kalau itu cuman konten,
"Eh, malah digoreng katanya." Wah, Jerry
memberi kode ini. Memberi kode itu. Iya,
benar. Gua memberi kode. Gua memberi
kode yang kayak gini-gini. Benar banget
gitu. Tapi balik lagi, Men, kayak orang
bikin film di dalam konsepnya. Misalkan
ada konsep cara menembak dan cara
membunuh, ya. Di film itu ya
dipraktikkanlah cara nembaknya gini,
cara bunuhnya gini, cara gorok gini, ya
kan? Ya itu adalah sebagai pelengkap
dari scriptnya gitu. That's why gua
bikin kode-kode gini ya. Skript gua
memang gitu. scrip gua nanti gua ada
adegan diculik, ada adegan dikejar
orang, ada adegan gua minta tolong itu
termasuk ke dalam adegan. Oke. Kalau
misalkan yang bilang gini, "Lah, kita
mana tahu konten lu itu konten TikTok."
Kan kita lihat adanya di YouTube gitu.
Lu lu live pakai perban terus enggak ada
backsound gitu. Nyata lu minta tolong.
Kita khawatir. Lu lihat lagi deh di
video live itu. Pertama, kenapa enggak
pakai backsound? Karena itu video live.
Enggak mungkin gua edit pakai back
sound. Setelah gua live, gua langsung
upload gitu. Jadi enggak ada editan
lagi. Yang kedua, di situ lu perhatiin
di awal-awal kata-kata gua. Gua bilang
apa?
Geng, eh mungkin kalian udah lihat dari
TikTok gue ee apa yang gua alamin. Nah,
gua udah bilang kan itu artinya gua
memberitahu kalian kalau itu adalah
sambungan dari TikTok. Tapi masih ada
aja yang protes katanya lah, gimana
kalau misalkan kita itu enggak punya
TikTok atau kita itu bukan subscriber lu
atau followers lu di TikTok. Kita tuh
subscriber lu di YouTube. Ya makanya
ketika kalian menyerap suatu informasi
carilah dengan jelas. Jangan cuman
menyimpulkan dari satu hal dulu. Kalau
memang lu peduli nih, tapi kalau lu
enggak peduli atau kalau misalkan lu
enggak mau nge-research lagi atau nyari
sumber data yang lain untuk
menyimpulkan, ya udah lu enggak usah
komen. Karena informasi yang lu dapat
itu enggak lengkap, Men. Gitu. J cuma
lihat dari video YouTube tersebut gitu.
Ada juga yang bilang, "Kenapa el
nge-private e apa ngghapus?" Katanya gua
enggak nghapus. Gua nge-private video
itu, man. Gua nge-private sara karena
kenapa? Ya, itu tadi banyak banget
kreator-kreator yang menggoreng hal itu.
Jadi semakin ke sini semakin ke sini gua
jadi khawatir kayak anjir ini
dimanfaatin banget video gue untuk bikin
konten mereka. Dibilang inilah, dibilang
itulah, sampai ada thumbnail-nya gua
berdarah masuk rumah sakit lah. Wah,
segitunya banget, man. Jadi akhirnya gua
private supaya tidak berkepanjangan
gitu. Tapi ternyata makin ke sini yang
gua tadinya udah upload gua itu
baik-baik aja. Eh, ini orang makin ke
part 2, part 3. What the [ __ ] Mau
sampai kapan? Sekarang yang jadi
pertanyaannya adalah yang ngebohongin
publik, yang melakukan pembohongan
publik itu siapa? Gua atau
kreator-kreator ini? Oke, kalau misalkan
ada yang nganggap gua melakukan
pohon-bohongan publik, sekarang gua
balikin ke kalian. Bagaimana dengan
sutradara-sutradara yang membuat film
atau sutradara-sutradara yang membuat ee
dokumenter, film dokumenter yang katanya
asli segala macam. Padahal itu script
semuanya bilang, "Wah, itu asli tuh di
ye itu ada yang di skript, Bro." Apakah
itu pembohongan publik? Tidak, Men. Itu
adalah sebuah konten yang tujuannya
untuk menghibur. Terus yang membohongi
siapa? Orang-orang yang memberikan
informasi-informasi yang tidak sesuai
dengan kenyataannya. Tuh, orang-orang
tuh enggak nanya ke gue dulu, "Jer, lu
kenapa? Halo, Bro Jer, itu kenapa?"
Jadi menurut gua sumber masalah pertama
adalah dari orang-orang yang
mengembangkan cerita ini. Tapi terserah
lagi, balik ke kalian lagi. Itu menjadi
penilaian bagi kalian terutama
bocil-bocil emote batu yang toxic
banget. Nah, terus kita lanjut ke
pembahasan bagaimana sih ini berawal
gitu. Kenapa gua bisa membuat sebuah
konsep di TikTok sampai sebegini heboh?
Oke, gua ceritain dulu dari kronologi
awalnya ya. Kejadian awalnya adalah dari
sebuah konten gua di TikTok tentang
ramalan
2021 vision atau 2021 Vision yang di
mana di situ ada nama gua, Geng. Gua
hari ini tuh iseng nih
searching-searching dari akunnya 21
Vision kan yang ngeramal kematian
orang-orang terkenal nih. Banyak banget
sama at-artis luar. Terus tiba-tiba pas
gua scroll paling atas,
the [ __ ] ada nama gua keng.
Mei
2021.
Anjir, sebulan lagi gua mati dong.
[ __ ]
Tiba-tiba nama gua muncul diramalkan
mati kalau enggak salah 2 Mei. Apa ya?
Lalu gua react itu di TikTok dan di mana
gua juga tidak percaya dengan keberadaan
2021 Vision itu udah gua sebutkan di
konten gue yang ini. Jadi bisa gua
pastikan kemungkinan besar 2021 Vision
itu palsu. Ya tuh gua di situ udah
bilang gua enggak percaya sama 2121
Vision ini. Bahkan gua bilang situ
kemungkinan itu palsu gitu kan. Ternyata
konten gua 21 vision yang nama gua ada
di situ itu rame banget geng. ternyata
mendapatkan atensi dari bocil-bocil emot
batu dan para Jeng dan orang-orang di
TikTok yang percaya kalau itu terjadi
gitu. Jadi semuanya pada komen. Nah, di
saat itulah gua mempunyai ide untuk
membuat konsep di mana seolah-olah gua
diramalkan mati dan mengalami hal-hal
yang menakutkan.
Gua takut banget ini sebenarnya bukan
ramalan [musik] malah rencana
pembunuhan. Tujuan gua cuma dua. Yang
pertama, gua pengen bikin konten untuk
menyambung hal tersebut. Yang kedua, gue
pengen si empunya atau si pembuat akun
2021 Vision yang ada nama gue tersebut
merasa kayak, "Wih, Jerry tertekan nih,
Jerry panik nih." Karena kita bikin nama
dia di channel 2021 Vision. Jadi, gua
bikin senang aja dulu gitu. Pas di
akhirnya baru gue ketawain. Rencana gua
seperti itu, tapi endingnya jadi enggak
enak gitu. Semuanya pada berdebat di
sana, pada ngata-ngatain satu sama lain.
Jadi gua bingung, aduh bocil bocil. Tapi
ya udahlah. Dan bahkan parahnya lagi ada
yang menuduh kalau 2021 vision itu punya
gue. Man, gua berani sumpah. Siapa Tuhan
lu? Yesus. Gua berani sumpah demi Yesus.
Tuhan gue. Allah Subhanahu wa taala. Gua
berani sumpah demi Allah Subhanahu wa
taala. atau lu Yahudi mungkin atau apa,
sumpah demi Yahweh, sumpah demi apapun
itu bukan punya gue. Kenapa 2021 vision
ini bisa ada? Ini tebakan gue doang ya.
Itu gara-gara candaan gue dengan Brandon
Ken. Jadi gue sama Brandon Ken itu lagi
chatting-chatingan karena kita punya tim
basket bareng-bareng. Nah, pada saat itu
si Brandon ngomong ke gua nih masih ada
nih chatnya. Nah, Jer nama lu kapan
masuk di 2020 Vision katanya gitu. Terus
gua bilang, "Anjing janganlah geli gue."
Maksud gua geli di situ adalah ketika
nama gua masuk anjing hoax banget gitu.
Nama gua masuk di antara Kobe Bry, di
antara Taiga, masa nama gue masuk aneh
banget gitu. Nah, akhirnya gua capture,
gua posting dan ternyata itu ramei
mendapatkan respon. Nah, gua yakin salah
satu dari viewers atau subscriber yang
bikin akun 2021 Vision ini, gua yakin
banget nih dari salah satu kalau enggak
dari followers-nya Biken, kalau enggak
dari followers-nya gue setelah kejadian
tersebut. Jadi dia punya ide untuk bikin
nama gue 2021 Vision. Akhirnya video itu
gua react gitu ya. Dan gue lanjutkan
dengan konten-konten gue yang lain yaitu
di mana gua lagi makan sate, gua
pura-pura ketusuk. Nah, lucunya adalah
video-video gua tersebut kalau kalian
perhatikan itu pakai backsound. Anjing.
Anjing. Ngapain nih orangnya? Ikutin gue
nih anjing. Gua ributin lu anjing. Gua
pikir benar-benar pakai backsound.
Gimana bisa nih ya orang-orang ini
sebagian ada yang percaya. Gua enggak
nyalahin sih kalau misalkan yang percaya
mungkin dia khawatir dengan gue. Enggak
apa-apa mungkin lu enggak tahu. Tapi
yang gua keselin adalah para oknum-oknum
YouTuber atau content creator ini.
Ngapain el bilang, "Wah, di sini Jerry
begini begitu." Ya elah, Bro. Lu kan
orang dewasa. Masa iya lu masih membuat
story story palsu untuk diberitahu ke
orang. Lu kan sebagai storyteller nih
ceritanya. Masa ya data palsu yang lu
sajikan kepada pendengar lu gitu. Dan
basic gua adalah sutradara rapper dan
juga gua content creator di YouTube.
Kamera roll
and action.
Kamera roll, musik and [musik] action.
Nah, ketika gua membuat sebuah konsep
yang horor dan ada jalan ceritanya, nah
itu adalah cara gua mengekspresikan
status gua sebagai sutradara yang mana
gua juga bisa bikin script begitu. Oh,
ternyata gua dapat atensi dan dapat
viewers atau dapat subscriber atau dapat
followers di TikTok yang besar. Ya, itu
bonusnya. Kan gua udah bikin karyanya
gitu, gua udah bikin karyanya, terus gua
dapat followersnya, gua dapat
viewers-nya. Salahnya di mana? Gua udah
mikirin konsepnya matang-matang salahnya
di mana. Hal lain yang bikin gua ngakak
adalah bocil-bocil emote batu pada
berdebat, ini drama, ini drama. Ya emang
drama,
mau ngomong apa juga ya emang drama. Itu
konsep gitu. Salahnya drama di mana?
Semua hal yang ada di TikTok itu drama.
Orang nge-dance itu drama. Itu adalah
sebuah pengaplikasian, sebuah konsep.
Semuanya dikonsepin dulu baru di-upload
ke TikTok. Balik lagi ke fungsinya
TikTok itu tempat apa? Emang fungsinya
TikTok tempat minta tolong? Emang
fungsinya TikTok tuh untuk melaporkan
tindak kejahatan? Tidak men. Di situ
tempat orang bikin karya, bikin konten,
atau mengekspresikan ide-idenya gitu.
Itulah fungsi TikTok. Kecuali nih gue
bikin TikTok itu tanpa backsound
mungkin. Wah, gua ngelihatin gue
ditusuk. Lagian di TikTok ggak akan
bisa, Men, lu upload hal-hal yang
benar-benar eksplisit gitu ya. Kayak lu
lagi disekap. Enggak mungkin, man.
Enggak mungkin. Itu pasti bakal di-take
down sama TikTok-nya. Nah, TikTok-nya
aja paham kalau gua cuman lagi bikin
kayak sejenis drama pendek, film pendek
gitu karena pakai backsound. Orang-orang
berlogika, orang-orang cerdas pasti
paham. Ini cuman konsep el yang
seharusnya udah tahu enggak perlu
berdebat. Ya udah sih nonton aja gitu.
Yang enggak tahu, ternyata khawatir, ya
udah dikasih tahunya baik-baik. Karena
gini, "M, masa iya gue goblok banget
untuk enggak lapor polisi kalau memang
gua diculik gitu. Gue enggak enggak
mungkin lah gua gila, gua mesti minta
tolong di TikTok" gitu. Enggak lah, man.
kemarin aja nih ya. Nih nih gue
sebenarnya kemarin mau upload ee sebuah
tragedi yang sangat sedih nih. Kucing
gua si keju yang sering gua ajak
nge-vlog itu tiba-tiba dicuri orang
dimalingin dalam kondisi gua lagi taruh
dia itu di ee kandang luar waktu itu nih
ada videonya nih. Tadinya gua mau upload
ini cuman karena banyak banget
bocil-bocil emote batu gua malas ya.
Entar dibilang, "Wah, drama drama." Ya,
gua enggak bisa terima. Kenapa? Karena
itu gua lagi berduka banget karena itu
adalah kucing kesayangan gue yang
tiba-tiba diambil. Dan hal itu gua lapor
ke polisi. Ini lu bisa lihat tuh.
[musik]
Kalau memang kejadiannya real, gua akan
ke polisi. Gua akan ke polisi. Kejadian
gua kemarin memang ada gua shoot gua
ngambil video polisi yang lagi patroli.
Gua shoot dari mobil [musik]
itu. Gua perjalanan dari Jogja ke
Jakarta. Ya udah, gua rekam. Dan itu
juga gua pakai back sound. Gua pakai
back sound yang jelas-jelas itu konsep
gitu.
Nah, sekarang kita berlanjut ke kenapa
kondisi kepala gua bisa gini. Sekali
lagi gua jelasin ini udah lumayan, udah
agak alhamdulillah ya. E kalau yang di
pas gua ng-rap itu, itu beberapa hari
lalu lah gua syuting. Jadi masih
perbannya masih cukup gede karena takut
masukan debu. Dan kejadiannya adalah gua
sedang ada di Jogja. Kalian bisa lihat
tuh. Di saat itu gua lagi ada kerjaan di
Yogyakarta. Ketika gua syuting di
Yogyakarta ini kalian bisa lihat itu
lokasinya adalah di sebuah persawahan
ya. Jadi gua dari Semarang, Jogja,
Madiun, terus balik ke Jogja, terus baru
balik ke Jakarta. Nah, kejadiannya
ketika gue sedang syuting di lokasi
persawahan itu ada sebuah pondok petani
tingginya itu setinggi kepala gua.
Ketika gua lagi ngelihat ke sana terus
gua ngelangkah, gua engak sadar pas gua
lihat ke arah kiri itu sengnya atau
atepnya itu ngegores palai gue sampai
berdarah waktu itu. Nah, pasti akan ada
yang nanya, "Lah, kenapa lu enggak kasih
lihat? Mana coba bukti?" segala macam,
"Man, konten berdarah kan enggak boleh
di YouTube. Jadi, gua enggak akan
upload. Gua enggak akan sebodoh itu
nge-upload." Jadi akhirnya ya udah
ketika hal itu terjadi, gua diperban dan
di saat itu gua sudah mulai bikin konten
yang pipi gua tertusuk sate waktu itu
yang gua bilang. Nah, akhirnya karena
kondisi kepala gue sedang diperban dan
itu relate dengan konsep TikTok gua, ya
udah gua lanjutin konten gua dengan
kondisi kepala gua sedang diperban dan
banyak yang berasumsi kalau gua dipukuli
oleh sang penculik. Ya, hal itu kan
semakin mematangkan konsep gua gitu.
Nah, lalu penjelasan yang ada di YouTube
yaitu terima kasih 2021 live itu
sebenarnya real kejadiannya gua luka.
Tapi tetap aja yang gua bikin kayak gini
itu adalah sambungan dari konsep TikTok
dan di situ gua bilang gua enggak akan
upload dulu untuk beberapa hari ke
depan. Dan itu benar-benar gua lakukan.
Gua tidak mengupload beberapa hari ke
depan. Alasannya kenapa bukan karena
diculik. Alasannya karena gua lagi sakit
gitu. Gua enggak bisa nge-research dan
mengumpulkan data-data yang berat-berat
untuk konten kamar Jerry. gitu, Geng.
Terus, Geng, kalau kalian perhatikan
nih, ya, ketika gua e live streaming di
YouTube yang gua pakai kode minta tolong
kayak gitu, masa banyak yang enggak
ngeh, ya? Maksudnya kalian sebegitu
hebohnya tapi tidak mencari informasi
sedalam mungkin, kalian bisa cek tuh
dinding kamar hotel gue itu sama dengan
dinding kamar hotel timnya gua dan
bahkan mereka hefan-hefan aja gitu bikin
konten yang bisa dibilang tidak seperti
sedang mengalami masalah, ya kan. Nah,
kalian bisa lihat tuh dindingnya sama.
Terus juga kalian bisa lihat cewek gua,
dia masih party. Tapi jangan salah, foto
dia yang ini nih, yang merah nih. Ada
yang bilang itu gue. Itu bukan gue, Men.
Gue masih di Jogja posisinya. Lu bisa
lihat tanggalnya terus lu bisa lihat
tanggal postingan gua. Gua posisinya
masih di Jogja. Jadi itu siapa? Gua
enggak tahu sih. Jangan-jangan cewek gua
selingkuh. Enggak, enggak. Itu
teman-temannya dia, teman-teman
kuliahnya dia. Nah, jadi logika aja masa
iya semua orang heboh ketika cewek gua
biasa-biasa aja. buat kalian semua ini
kayaknya cukup kali ya. Gua juga capek
sih maksudnya ngebahas ini terus. Capek
sih gua ngelihat komenan-komenan tentang
konten TikTok gua terus karena menurut
gue enggak ada yang salah di sini. Gue
bikin konten dan itu jelas banget konten
gua pakai backsound yang artinya konten
gua itu sudah dikonsepkan, sudah dibuat
dan diedit. Jadi ketika lu mencari
informasi dari para oknum-oknum YouTuber
itu, apakah kalian tidak melihat gitu?
Sumber yang mereka dapatkan kan dari
TikTok gitu. Nah, buat semua para
bocil-bocil emote batu, lo bisa komen
sepuasnya tapi ingat ada batasan karena
loh toxic tapi masih harus ada
aturannya. Oke, thank you geng udah
nonton kamar Jerry untuk next besok
karena kondisi gua udah alhamdulillah
jadi kita akan kembali ke konten-konten
konspirasi. Okay.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:39 UTC
Categories
Manage