Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihiani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan dari kitab alkabair karya asyekh al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala. Bab berikutnya, babun tasyiul fahisyati fil mukminin. Bab tentang menyebarkan perbuatan keji di tengah-tengah kaum mukminin. Kemudian beliau membawakan firman Allah waqulullahi taala dan firman Allah subhanahu wa taala. Innalladzina yuhibbuna tasal fahisyatu filladina amanu lahumzabun alimun fid dunya wal akhirah. Wallahu yam antum la tamun. Maknanya sesungguhnya orang-orang yang suka agar perbuatan keji tersebar di kalangan orang-orang beriman, maka bagi mereka azab yang pedih di dunia maupun di akhirat. Kita tahu ayat ini ee turun terkait pembelaan Allah terhadap Aisyah radhiallahu taala anha yang Aisyah ee dituduh berzina dengan Safwan bin Muatthal Assulami dalam kisah Haditatul Iq. Kisah yang masyhur yang di mana Aisyah kehilangan ee kalungnya kemudian dia mencari kalungnya. sehingga dia tidak kembali-kembali. Akhirnya rombongan ee musafirin berangkat meninggalkan lokasi. Mereka menyangka Aisyah sudah balik di kerandanya. Dan para pengawal Aisyah tidak sadar ketika mereka keranda diletakkan di atas unta, mereka tidak sadar. Kata Aisyah, "Wakunnanisa khifafan." Dahulu wanita kurus-kurus ya. Sehingga ada di atas keranda atau enggak beratnya mirip-mirip. Sehingga para sahabat ketika meletakkan keranda mereka enggak tahu kalau Aisyah ternyata belum belum balik. Akhirnya mereka pergi Aisyah ternyata tertinggal. Aisyah radhiallahu ketika tertinggal gara-gara cari kalung, akhirnya dia menetap di tempat tersebut sampai akhirnya ada orang yang Rasulullah tugaskan memang selalu di belakang. Tujuannya adalah mencari barang-barang yang tertinggal, ada yang terjatuh. namanya Safan bin Muatthal Assulami. Maka dia pun di pagi hari jalan, tiba-tiba dia lihat dari kejauhan ada seseorang ee kemudian ketika dia dekati maka dia mengatakan inna ilaihi waaihi rajiun. Kemudian Aisyah terjaga. Kemudian kata Aisyah radhiallahu anha, "Fahammartu wajhi." Aku pun menutup wajahku. Maka kemudian Sufan bin Aht Assulami suruh Aisyah naik di atas unta. Kemudian dia nuntun Aisyah masuk ke kota Madinah di siang hari bolong. Ya, masuk ee di kota Madinah siang hari siang hari bolong. Maka kemudian orang-orang munafik menjadikan ini kesempatan untuk menuduh Aisyah yang tidak-tidak. Maka mereka menyebarkan berita dusta. Dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul yang mengatakan bahwasanya Aisyah telah berzina dengan Safan bin Atthal Asulami radhiallahu taala anhuma. Tentunya ini kedusaan besar. Kalau mereka berzina, ngapain siang bolong jalan berdua? Tentunya mereka akan sembunyi-sembunyi. Dan ini menunjukkan mereka tidak kepikiran sama sekali untuk melakukan hal demikian. Akhirnya Rasulullah tidak tahu apa yang terjadi sampai hampir sebulan atau sebulan. Baru kemudian Allah turunkan ayat. Ringkasnya Allah turunkan ayat banyak membela Aisyah radhiallahu taala anha. Kemudian Allah mencela orang-orang yang menyebarkan berita dusta tentang Aisyah. Di antaranya turunlah firman ayat firman Allah ini. Innalladina yuhibbuna al fahisyah. Sesungguhnya orang-orang yang menyukai tersebarnya perbuatan keji filladina amanu di tengah-tengah orang beriman lahumzabun alimun fid dunya wal akhirah. Bagi mereka azab yang pedih di dunia maupun di akhirat. Wallahu ya'lamu wa antum laun. Allah yang tahu. Sementara kalian tidak ee mengetahui. Tib. Kita jelaskan ayat ini ya. Perhatikan. Pertama Allah berfirman, "Innalladzina yuhibbun." Sesungguhnya orang-orang yang menyukai tersebar keburukan di tengah kaum mukminin. Sekedar menyukai saja sudah berdosa. Diancam dengan azab yang pedih. Maka para ulama mengatakan menyukai tersebarnya berita yang tidak-tid keburukan di tengah kaum mukminin, maka itu sudah merupakan dosa. Demikian juga sama dengan tidak mengingkari. Ada berita tidak benar atau keburukan terjadi di tengah kaum mukminin. Tidak mengingkari juga sama. Semuanya sama dengan melakukan. Sama dengan melakukan. Maka Ibnu Qayyim dalam kitab Badul Fawaid beliau menyatakan menyukai tersebar saja sudah berdosa. Apalagi ikut menyebarkan apalagi ikut menyebarkan berita yang tidak tidak benar. Kemudian al-fahisyah maksudnya perkataan atau perbuatan yang buruk. Al-fahisyah itu maknanya perkataan perbuatan yang buruk yang sangat buruk. Bahkan menurut orang berakal meskipun tidak datang syariat maka orang tahu itu buruk. Tarulah syariat tidak datang menjelaskan tentang haramnya hal tersebut, tapi orang tahu itu adalah perbuatan keji, perbuatan buruk. Karena diambil dari kata fuhs. Fuhy itu artinya berlebihan. Berlebihan seperti apa? Seperti zina. Zina semua orang tahu buruk. Hal meskipun tidak datang dalil orang tahu ini hal yang buruk ya. Minum khamar misalnya ya seperti orang gila ya. Ini perbuatan yang yang buruk ya. ee dan banyak hal yang disebut dengan mencuri. Ini hal yang secara akal sehat adalah buruk namanya apa? Alfahisyah. Ya, ini namanya al-fahisyah. Makanya ee di antara ee di antara fahisyah atau fahsya adalah pelit. Ya, asyaitanu ymurukum bil fahsya. Yaidukumul faqarurukum bil fahya. Setan nakut-nakutin kalian kalau kalian bersedekah nanti jadi miskin dan memerintahkan kalian untuk berbuat perbuatan keji. Sebagian ulama menafsirkan maksudnya pelit. Wallahu yaidukum magfiratan minhu wa fadla. Adapun Allah menjanjikan kalau kalian bersedekah Allah kasih tambah rezeki ya dan beri ampunan dari Allah subhanahu wa taala. Maka di antara bentuk perbuatan keji adalah kaya tapi pelit. Kalau kaya tapi pelit semua orang tahu itu buruk atau tidak? Semua orang tahu. Enggak usah diomong. Kaya pelit semua orang pasti mengingkari. Ada orang kaya pelit semua orang mengingkari. Makanya termasuk dari perbuatan keji. Jadi intinya perbuatan keji fahy itu maksudnya apa? Perbuatan yang buruk yang secara akal sehat orang tidak suka meskipun tidak ada dalil yang menunjukkan hal tersebut. Jadi dia sepakat syariat dan akal sehat menunjukkan perbuatan yang berlebihan yang buruk. Di antaranya zina apalagi zina dengan istri orang, wanita zina dengan suami orang. Ya, ini perbuatan keji. Ee filladzina amanu. Dia suka tersebar perbuatan keji di tengah kaum mukminin. Maksudnya apa? Maksudnya di antaranya adalah menyebarkan kaum mukminin keburukan orang-orang mukmin yang saleh yang tidak dikenal dengan perbuatan buruk. Jadi kalau ada orang saleh terjatuh, tergelincir, dan dia tidak dikenal dengan orang yang suka ee terang-terangan berbuat kemungkaran, maka kewajiban kita jangan kita sebarkan. Kalau kita sebarkan, maka termasuk dalam ayat ini. Lain halnya kalau memang dia sudah terang-terangan berzina depan banyak orang, dia buka aurat depan banyak orang, ya kita enggak sebarin pun sudah tersebar. Tapi kalau seorang mukmin, seorang saleh, namanya orang saleh tidak ada yang maksum. Dia akan terjatuh. Kita tahu ada orang yang salat tahu-tahu ternyata dia bermuamalah dengan riba. Ya kita tahu ya sudah jangan kita sebarkan nih si fulan riba, riba, riba jangan. Dia bukan terang-terangan dan dia tergelincir satu dua kesalahan. Maka wajib bagi kita untuk menutupi ya man satara musliman satarahullahu yaumulqiamah. Siapa yang menutup aib seorang muslim Allah tutup aibnya di hari kiamat kelak. Bukan malah kita sebarkan. Ya beda kalau orang ini memang perusak ya. Ya, dia sendiri yang menyebarkan kita enggak sebarin pun sudah tersebar. Ini tidak boleh ya. Yang kedua, atau seorang mukmin tertuduh padahal dia tidak melakukannya. Seperti kejadian Aisyah radhiallahu taala anha dan Safwan bin Muatthal Assulami. Mereka berdua dituduh berzina padahal mereka tidak melakukannya. Maka jangan sepatcepat ada berita kemudian kita ikut menyebarkan. Apalagi Aisyah wanita salehah dan Sufan bin Ahtal Assulami seorang yang saleh ya. Seorang yang biasa-biasa saja kalau tertuduh kita enggak boleh ikut menyebarkan kecuali kita tahu itu benar. Kalau enggak benar ya ngapain kita apa namanya membicarakan hal tersebut. Oleh karenanya kalau ada orang tertuduh kemudian dia berlepas diri maka kita jangan ikut menyebarkan berita tersebut. Ya. Maka para ulama mengatakan ayat ini menunjukkan adab menutup aib saudara ya. Adab menutup aib saudara jangan disebarin. Kemudian adab di antara adab sibuk cari aib sendiri. Jangan jangan cari aib orang lain ya. Jangan cari aib orangor lain. Tib. Kenapa Allah mengatakan lahum adzabun alimun fid dunya wal akhirah? Wallahu y'lamu wa antum la tlamun. Orang yang seperti ini suka perbuatan keji tersebar di tengah-tengau mukminin. Bagi mereka azab yang pedih dunia dan akhirat. itu kalau mereka tuduh zina tidak benar maka akan dicambuk dan di akhirat ada azab lagi yang menanti azab yang pedih. Karena di antara mudarat tersebarnya perbuatan keji pertama di antaranya bisa menggambarkan masyarakat sudah rusak. Kalau misalnya ada terjadi zina di sana benar-benar zina. Si A berzina, si B berzina, si Sy berzina. Jangan kita ikut sebarin. Sudah kita tutup. Jangan kita ikut sebarin. Tapi kalau kita sebarin berita, si A berzina, si B berzina, si C berzina, si D berzina, orang jadi biasa zina. Ini masyarakat sudah rusak. Yang berikutnya orang yang tidak pernah terpikirkan untuk zina, akhirnya jadi kepikiran. Orang yang tadinya malu untuk berzina, akhirnya jadi berani. Kenapa? Karena semua orang sudah berzina. Orang sudah zina, di mana-mana kok ngapain malu? Satu selingkuh, satu selingkuh. Jadi biasa akhirnya normalisasi ya. Jadi biasa. Ini di antara dampak buruk kalau sebar sebar sebar sebar. Jadi orang akhirnya menganggap itu biasa dan menganggap kaum muslimin sudah rusak luar biasa. Sehingga orang akhirnya mendengar berita-berita tersebut akhirnya tergerak hatinya. Disebut oleh Thahir bin Asyur dalam Tahir w Tanwir. Kalau sering disebarkan berita-berita buruk ngeri seperti berita ini zina begini, ini zina begini, ini zini begini. orang biasa akhirnya. Dan sekarang sudah semua berita keburukan disebarkan sehingga orang tidak malu lagi untuk melakukan hal tersebut. Satu korupsi terangkap, koruptor tertangkap. Eh, koruptor aja orang koruptor juga di mana-mana juga orang apa korup korupsi biasa aja ya. Jadi ini harus dipertimbangkan. Tidak semua berita harus disebarkan. Tapi sekarang orang berita justru wartawan atau cari berita yang semakin buruk semakin ingin disebarkan ya supaya ya laris beritanya dan semakin banyak orang iklan di beritanya. Allah mustaan. Kata Allah wallahu ya'lamu wa antum la taklamun. Allah yang tahu, kalian tidak mengetahui. Yaitu Allah tahu hati kalian yang suka agar tersebar kaum musyrikin ee fahisyah, perbuatan keji di antara kaum mukminin. Maka di antara ancaman berat bagi orang-orang yang suka keburukan tersebar di kaum mukminin. Seperti dia menyebarkan narkoba, dia membuka ee membuka sarana-sarana zina, ya. Dia menjual tontonan-tontonan yang merusak moral dan akhlak. Dia menyeru menyebarkan. Ini semua orang-orang yang suka kaum muslimin rusak. Suka kaum muslimin apa? Ru rusak. Dia memfasilitasi, dia ikut menyebarkan. Maka mereka ini diancam dengan azab yang pedih. Dan di antara dosa besar adalah suka kerusakan tersebar di kaum mukminin. Maka seorang jangan ikut-ikutan. Kalau terjadi, maka hendaknya dia ingkari. Jangan dia biarkan, dia ingkari. Dia tidak setuju dengan hal tersebut. Tayib. Ini dosa besar yang ee tentang menyebarkan keburukan di antara kaum mukminin. Kita lanjutkan dosa besar berikutnya kata Syekh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala, babun arrisywah yaitu tentang sogok. Apalagi ini zaman sogok-sogokan ya. Sogok ini luar biasa ya. Sogok-sogokan sangat luar luar biasa. Sogok rywah ya. Waqulullahi taala Allah berfirman walaaru biayati tamananan qolila. Dan janganlah kalian membeli membayar dunia yang sedikit dengan ayat-ayatku. itu wala tasaru yaitu jangan kalian beli dunia yang sedikit dengan menjadikan ayat-ayatku sebagai sebagai jualan atau jangan kalian menjual ayat-ayatku hanya untuk mendapatkan dunia yang sedikit. Kenapa? Kalau orang yang melakukan rywah atau menerima rywah, menyogok atau disogok, berarti dia nekad melanggar aturan-aturan Allah Subhanahu wa taala. Yang penting dia mendapatkan apa? Dunia. Maka Syekh Muhammad Ab Wahab rahimahullahu taala memasukkan perbuatan ini seperti menjual ayat-ayat Allah untuk mendapatkan secercah dunia yang sedikit. Yang sedikit dunia sebanyak apapun mau triliun mau miliar itu sedikit dibandingkan dengan akhirat. Maka siapa yang menyogok atau menerima sogokan untuk mendapatkan dunia berarti dia termasuk dalam ayat ini menjual ayat-ayat Allah demi mendapatkan sedikit dunia. Kemudian rwah ini adalah sifat orang-orang Yahudi. Allah berfirman dalam Al-Qur'an, waqlihimus. Waqlimusud, yaitu orang Yahudi yang memakan harta yang haram. Sebagian ahli tafsir menafsirkan assuhud harta yang haram maksudnya adalah riswah, yaitu sogokan. Sogokan mereka. Sogok menyogok ya. Ulamanya bisa disogok untuk berfatwa yang tidak benar. Penguasanya bisa disogok untuk mengambil keputusan yang tidak benar. Ya, sehingga mereka makan dari hasil sogokan. Demikian juga Allah berfirman, "Akaluna lisod." Mereka hobi makan dari hasil yang haram. Di antaranya hasil yang haram tersebut adalah hasil sogokan. Hasil sookan. Maka inilah sifat-sifat orang Yahudi. Menjual ayat-ayat Allah untuk mendapatkan secercah dunia. Berfatwa disogok, maka fatwanya bisa berubah. Yang penting dapat fasilitas ya. yang haram jadi halal ya atau menyogok pejabat agar urusannya lancar. Ini adalah sifat-sifat orang Yahudi. Dan kemudian Syekh Muhammad Abdul Wahab rahimahullahu taala membawakan hadis an ibni Amr radhiallahu taala anhuma marfuan. Dari Abdullah bin Amr radhiallahu anhuma marfuan. Qala qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Laanallahur ras wal murtasy shahahu tirmidzi." Allah melaknat yang membayar sogoan itu arrasyi dan almurtasyi yang menerima sogokan. Yang menerima sogokan dua-duanya terlaknat. Terlaknat maksudnya terjauhkan dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Dan ini menunjukkan menyogok atau disogok adalah dosa besar. Karena di antara definisi dosa besar adalah dosa yang mendapatkan hukum H di dunia atau diancam dengan azab khusus atau dilaknat atau di dilaknat pelakunya. Maka tidak ragu lagi bahwasanya riswah membayar sogok atau menerima sogok adalah dosa besar karena terlaknat oleh Allah Subhanahu wa taala. Kemudian hadis berikutnya, wali Ahmad an Tsuban. Al Imam Ahmad meriwayatkan dalam mustadnya dari Tsubban radhiallahu anhu secara marfu marfuan laana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam arasyi wal murtasiyi waris. Yakni alladzi yamsyi bainahuma. Kata yaitu Rasul sahu alaihi wasallam melaknat arrasyi ya. Arrasyi maksudnya yang bayar sogok. Yang kedua almurtasyi yang menerima sogok. Yang ketiga, arrais brokernya yang perantara antara yang bayar sogok maupun yang dibayar sogok. Jadi tiga orang terlaknat. Tiga orang terlaknat. Yang bayar sogok juga terlaknat. Bukan yang terima sogok aja, tapi yang bayar sogok juga terlaknat. Yang nerima sogok apalagi terlaknat, yang menjadi broker di antara keduanya perantara mempertemukan ya menawarkan. Mau enggak biar lancar? nanti dapat persen maka semuanya ter terlaknat. Semuanya ter terlaknat. Tib. Apa saja bentuk-bentuk riswah yang terlarang? Para ulama menyebutkan di antara bentuk siswa yang terlarang pertama untuk mengalahkan kebenaran. Ada kebenaran maka dia sogok supaya kebenaran tersebut dikalahkan. Ya. Ya. Misalnya dalam undang-undang, misalnya dalam pengadilan ya. Kebenaran dilawan. Sogok. Hakimnya disogok. Selesai ya. Hakimnya di disok ini mengalahkan kebenaran. Atau kedua untuk mendukung kebatilan. Mendukung kebatilan misalnya ada undang-undang untuk dihalalkannya homoseksual misalnya. Hakim-hakim menolak ada dis sogok hakim supaya akhirnya melegalkan apa? Homo seksual. Sehingga akhirnya keluar undang-undang bahwasanya homoseksual boleh misalnya. Ini berarti mendukung kebatilan dia menerima apa? Sokoan. Walyadzubillah. Atau yang ketiga meniadakan hak orang lain. Menjatuhkan hak orangorang lain. Dia sogok sehingga dia mengambil hak orang lain. Orang lain terhalangi dari haknya. Ya. Ini banyak dalam apa? Dalam pengadilan ya. Ya. Dia ngerebut tanah orang. Kemudian dia bayar hakim, akhirnya tanah orang dia rebut, hak orang dia dia rebut. Ya, sementara yang pemilik tanah tidak mampu membayar hakimnya. Jangankan bayar hakim, bayar pengacara aja tidak mam mampu. Ya pasrah diambil tanahnya, ya sudah mau diapain ya dengan sogoan maka hak-hak orang diambil. Maka ini seperti ini sogok-sogok ini ya menimbulkan dampak yang sangat buruk. Dampak buruk merusak tatanan masyarakat. Hilang muruah. Orang tidak punya malu sekarang minta minta katanya apa bahasa istilah kita kalau minta sogoan? Minta apa? Uang kerahiman ya. Apa? Pelicin, uang pelicin. Pelicin menuju neraka. Uang apa? Uang kerahiman. Uang apalagi? Uang pengertian. Ya, macam-macam. Sokok. Banyak kezaliman terjadi. Orang nekad buat zalim zalim. Yang penting dia punya duit dia bisa nyogok. Dia menang. Dia menang, dia menang. Dia aja kezaliman tersebar. Ya. Kemudian orang-orang miskin semakin terpuruk. Orang miskin mau diapain? Dia enggak bisa memperjuangkan keadilan. Kalau enggak punya duit, enggak ada keadilan. Keadilan hanya kemenangan hanya berpihak kepada yang punya duit, yang punya kekuasaan. Miskin-miskin mana mau sogok ya enggak ada mau sogok. Sudah sogok juga enggak menang. Percuma yang musuhnya lebih banyak sogo sogokannya percuma. Ya sudahlah. Sehingga banyak orang miskin terzalimi. Muncul pejabat-pejabat yang tidak layak ya sogok, sogok, sogok akhirnya dipilih oleh rakyat. Sogok atasan, akhirnya diangkat jadi pejabat. Mau jadi ini, mau jadi anu, bawa uang apa namanya? Maharnya katanya. Mahar. Maharnya. Nanti ada brokernya ngerjain dan itu ada ya ada mau daftar ke mana mau naik pangkat ada brokernya sekian miliar sekian miliar broker kamu yang terima yang kurang ini kembalikan duitnya ada brokernya ini ngeri. Sehingga muncullah pejabat-pejabat yang tidak layak untuk menjadi apa? Pejabat semua gara-gara sogokan. Keadilan dibuang jadi rusak rusak. Urusan di mana-mana jadi sulit. Harus ada pelicin. Urusan di mana-mana sulit. Urusan ini harus bayar, urusan itu harus bayar, urusan ini harus bayar. Saya zaman dulu pernah mengurus saya waktu terima ke Madinah. Saya masih ingat ini zaman dulu ini sogokan zaman dulu ya. Mudah-mudahan sekarang sudah enggak ada ya. Waktu saya mengurus paspor ada orang bilang, "Sudahlah dek biar saya yang ngurus aja tinggal 300.000 selesai. Zaman dulu 300.000 itu banyak." Ya enggaklah saya enggak mau. Saya mau ngurus sendiri. Saya ngurus sendiri. Akhirnya ngurus di suatu kantor imigrasi. Saya enggak usah sebutin di mana ya. Saya ngurus ngurus ngurus ngurus ngurus ngurus sendiri semua saya kerjain besok datang besok datang besok datang sudah selesai mungkin cuma berapa 70 murahlah sebelum saya keluar enggak bisa, Dek. Itu om-om kasih semua wah sama aja R500.000 mending saya kemarin sogok Rp300.000 kemari akhirnya saya sogok semua supaya saya dapat paspor tersebut. Padahal mau ke Madinah sudah tahu saya mau ke Madinah sudah tahu enggak punya duit. Subhanallah ya. Sudah tahu ke Madinah bukan mau naik haji, mau belajar. Harusnya mahasiswa kan ditolong ini malah dikerjain. Akhirnya saya enggak dapat pos itu setelah saya kasih duit semua. Ya sudahlah mau diapain. Alhamdulillah saya berangkat dulu 5.000 itu banyak ya. Jadi semua urusan jadi ruet jadi sulit. Yang punya duit lancar. Tinggal sogok-sogok selesai urusan. Yang enggak punya duit ngantri. Ngantri sebulan, 2 bulan enggak diurus-urusin. Enggak di ada kawan ngurus izin semua diikuti. Dia enggak mau bayar itu. Ini ini perusahaan dia bayar semua lengkap. Semua lengkap-lengkap. Belum bisa. Ini semua sudah lengkap, Pak. Cuma satu yang kurang katanya. Ngerti enggak, Pak? Ngerti. K. Subhanallah. Kalau enggak, enggak bakalan jadi. Padahal semua peraturan semua sudah dilengkapi. Besok dia minta ini, dia datangin lagi. Besok minta ini, semua permintaan diturutin. Tetap saja tidak bisa tembus. Ini semua lengkap persyaratan cuma satu kurang. Ngerti enggak? Ngerti. Ya sudahlah. Uang pengertian sogok ini ngeri ingat arrasyi wal murtasi mal'un. Yang menyogok dilaknat, yang menerima sogok dilaknat brokernya juga terlaknat. Namun sogok diperbolehkan. Ulama berfatwa jika pertama untuk menolak kezaliman dari dirinya. Ada orang menzalimi dia, dia tidak bisa selamat dari kezaliman tersebut. Cuma dia sogok. Dia enggak ada masalah dipermasalahkan oleh pejabat. Mau dijebak, mau dianu, mau dianu, ya daripada bayar aja. Kalau enggak dia dizalimi, tokonya enggak bisa lancar, urusannya enggak bisa lancar. Kalau enggak dia dizalimi, ya. Dan tidak ada cara untuk menolak kezaliman tersebut kecuali harus ba bayar. maka dia tidak berdosa. Yang berdosa yang menerima sogo sogokan. Yang kedua atau untuk mengembalikan hak yang direbut. Hak dia diambil, dirampas, dia mau ngambil enggak bisa, harus bayar supaya haknya dikembalikan. Ya sudah. Istiraddi haqqihi, istirdad haqqihi. Untuk mengembalikan haknya dia harus bayar. Ya sudah. Dia harus sogok. ini enggak ada masalah karena dia yang dizalimi atau untuk meraih haknya harusnya dia ngurus sesuatu bisa. Harusnya harusnya bisa tapi kalau tidak sogok tidak akan keluar surat izinnya. Ya, kalau tidak sogok tidak akan keluar apa surat surat izinnya. Ngurus ini ngurus anu, ngurus ini ngurus anu. Kalau enggak bayar enggak akan dapat surat izin. Ya mau surat izin anu, surat izin ini, surat izin anu karena sudah sogok di mana-mana. sudah hal biasa. Ada yang bilang sudah zaman sejak zaman Belanda. Benar atau tidak? Wallahualam. Jadi ngeri ini. Sogok di mana-mana, laknat di mana-mana. Banyak orang dilaknat. Sogok dan disogok, sogok dan disogok. Sehingga terbiasa orang terbiasa tidak ikut aturan. Yang penting apa? Sogok. Kalau dia seperti ini, maka dia tidak berdosa. Yang menerima tetap berdosa. Yang menerima sogok. Yang menyogok dia tidak berdosa karena dia terpaksa untuk merebut haknya atau untuk menolak kezaliman darinya. Maka dia tidak berdosa. Tiib. Pembahasan berikutnya. Hukum orang yang mendapat pekerjaan dengan cara menyogok. Misalnya jadi ASN sogok, maka dia jadi ASN, jadi pejabat. Dia mau kerja di suatu perusahaan, dia sogok. Sogok bagian penerimaan. Akhirnya dia di terima. Bagaimana hukumnya orang ini? Jelas dia berdosa, jelas dia terlaknat. Dia menyogok dilaknat, yang menerima sogokan juga diilaknat. yang kasih tahu caranya. Kamu mau selamat, mau dapat terima begini, saya ketemuin kamu dengan pengurusnya bagian HRD-nya biar kamu diterima. Saya dapat duit juga ya. Ya, sama tiga-tiganya diilaknat. Yang nyogok dilaknat, yang menerima sogoan dilaknat, brokernya juga di dilaknat. Tiga-tiga, arrasyi wal murtasyi warraisy. Tiga-tiganya dilaknat. Nah, kalau dia sudah kerja terus dia sadar gimana ini hukumnya? Maka kondisi orang yang dapat pekerjaan dengan cara menyogok ada dua kondisi. Kondisi pertama, kondisi kedua. Perhatikan. Kondisi pertama, jika dia tidak mampu menjalankan pekerjaan, ternyata dia enggak bisa kerja. Bukan keahliannya. Apalagi terkait dengan jabatan kenegaraan. Dia enggak ahli sama sekali, enggak ngerti sama sekali. Menjalankan tidak benar, ngawur. Gak bisa. Orang seperti ini dia wajib bertobat dan wajib berhenti. Wajib bertobat dan wajib berhenti. Karena dia enggak bisa jalankan amanah. Gimana menjalankan aman? Dia enggak punya kemampuan. Saya sudah tobat, sudah jujur. Iya jujur tobat tapi kau enggak punya kemampuan. Maka kau wajib untuk berhenti. Jangan paksa, serahkan kepada yang mampu. Rasulullah mengatakan, idusal amru ila giri ahlihi saah. Kalauurusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, tunggulah hari kiamat. Gak boleh. Apalagi terkait dengan negara. Kalau urusan perusahaan dia sendiri, enggak apa-apa. Yang rugi yang rugi dia sendiri. Tapi kalau ini urusan negara, yang rugi negara. Harusnya maju enggak maju-maju jalan di tempat atau jalan mundur. Repot. Harusnya negara untung malah jadi ru rugi. Harusnya produktivitas tinggi jadi lambat. Kenapa? Karena dia tidak punya kemampuan. Maka kalau dia ternyata meraih pekerjaan dengan cara menyogok, ternyata dia tidak bisa mengerjakan pekerjaan tersebut, wajib bagi dia bertobat karena dia telah terlaknat, pernah menyogok. Dan yang kedua, dia harus berhenti. Yang berikutnya, yang kedua, jika ternyata dia mampu mengerjakan pekerjaan, mau lamar jadi pejabat, kemudian dia bayar, kemudian dia jadi pejabat, tapi dia punya kemampuan. Memang dia ahli. dia ahli politik, dia ahli ahli sosial, ahli macam-macam atau dia ahli administrasi, pekerjaan terkait dengan administrasi, dia punya keahlian. Nah, bagaimana dengan dia? Yang pertama, dia wajib bertobat karena dia pernah mendapatkan pekerjaan dengan cara menyo menyogok. Nah, ketika dia bertobat, apakah dia harus berhenti atau tidak? Bagaimana dengan gajinya? Apakah gajinya akan selalu haram karena dibangun di atas kebatilan? Maka ada khilaf di kalangan para ulama. Sebatakan harus tetap berhenti karena mengambil hak orang lain. Harusnya yang kerja bukan dia. Ada orang yang diterima jadi gagalin dia yang maju. Rezeki orang dia ambil. Gampangannya bahasa kita. Hak orang dia ambil maka selama itu dia mengambil hak orang. Harusnya orang lain yang kerja maka dia makan haram selama-lamanya. Ini pendapat sebagian ulama. Dia harus berhenti. Namun pendapat yang kedua, pendapat yang dipilih oleh banyak ulama, difatil oleh banyak ulama. Di antara Syekh bin Bas rahimahullah dan juga saya juga pernah dengar langsung dari Syekh Abdul Musir Abbad hafidahullahu taala. Jika dia punya kemampuan maka dia bertobat dan gajinya halal. Gajinya halal karena secara fikih dia dapat gaji karena dia bekerja dan kerjaan memang dia mampu. Cuma cara dia untuk meraih pekerjaan cara yang haram. Jadi dua hal yang berbeda. Cara meraih kerja cara yang haram. Adapun kerjaannya digaji sesuai dengan pekerjaannya maka ini halal. dengan syarat dia bertobat kepada Allah Subhanahu wa taala. Ini difatwakan oleh banyak ulama di antaranya Syekh bin Bas rahimahullahu taala. Bertobat dan kerja yang baik. Kerja yang yang baik ini sudahs sogok terus tidak bisa kerja. Tayib. Contoh di masyarakat meraih jabatan dengan sogokan ya banyak sekali. Di antaranya menyogok masyarakat serangan fajar. Serangan fajar duit. Serangan fajar. Masyarakat akhirnya dapat duit ya akhirnya pilih dia. Menanglah dia di DPR atau di pemerintahan. Cara yang haram. Akhirnya saing-saingan dalam sogok-sogokan. Siapa yang sogok paling banyak, dia yang me menang. Oh, ini ngeri ya. Yang menyogok dilaknat, yang disok juga menerima juga di dilaknat. Yang ngajarin untuk sogok menyogok, broker juga di laknat. Makanya saya bilang terlalu banyak laknat tersebar. Orang nyogok disogok, nyogok disogok ngeri. Dia sogok masyarakat untuk pilih dia. Iya. Tidak. Berarti dia menyogok. Ini menyogok hukumnya haram. Rakyat tidak boleh menerima sogokan tersebut. Tidak boleh menerima serangan apa? Fajar. Ini diserang, Ustaz. Serangan yang menyenangkan. Ya, kemarin saya ketemu kawan pejabat yang jujur sudah ngaji dia. Dia cerita, "Ustaz, subhanallah ya." Kemarin ada orang mau ketemu saya karena dia bagian penerimaan pekerjaan. Ada yang datang pejabat besar ngobrol di mall kalau tidak salah. Terus dia bilang, "Pak Fulan, ini ada makanan, saya lupa nama makanan daerah dari Palembang. Tapi dalam spritas kecil gitu dikasih plastik atau apa ini pas Palembang. Tolong dimasukkan ke kulkas." Oh, dia enggak pikir itu. Oh, iya syukran, makasih. Terus habis itu dia bilang, "Mohon maaf, saya mau salat magrib sudah azan. Bapak tunggu dulu ya." Dia turun ke mall, musala mall. Dia salat. Dia penasaran. ini kok kasih kue suruh sumpan di kulkas. Dia buka ternyata batangan emas. Akhirnya dia balik. Wah, berat kata dia. Dia bilang, "Maaf, kalau kita berteman, saya enggak mau cara berteman begini. Saya enggak mau." Dia kembalikan. Ini dia baru selamat dari satu sogokan. Sogokan kedua. Wallahualam. Dia cerita lagi sama saya. "Enggak. Berat. Berat. Ngeri dapat batangan emas. Ya. Dan ini hukumnya haram. Yang menyogok dilaknat, yang menerima sogoan juga terlaknat. Di antara kasus yang lagi ramai sekarang, kasus korupsi haji ya, kuota haji. Kuota haji itu kan jatahnya reguler ya, jadi 20.000 kuota tambahan. Namun sebagian oknum menamakan dengan visa percepatan supaya ada nilainya. Kalau visa tambahan orang ngerti gratis. Paham? Itu cara iblis menamakan suatu nama yang menarik. Ya, seperti pohon yang dimakan oleh Nabi Adam dimakan sajaratul khuldi, pohon keabadian. Padahal tidak benar. Padahal tidak tidak benar. Cuma diberi nama demikian supaya Adam Alaih Salam dan Hawa tertarik untuk makan dan akhirnya mereka makan. Cara Iblis adalah menamakan sesuatu tidak dengan hakikatnya. Riba dinamakan dengan faedah. Faedah atau bunga. Berbunga. Kalau dia bilang riba enggak ada yang mau. Bilang bunga faedah. Oh faedah. Ya seperti itu ya. Di antaranya visa kuota tambahan. Kalau tambahan tahu berarti tambahan dari pemerintah Saudi. Berarti apa? Gra gratis. Nah dikasih nama dengan percepatan. Kalau percepatan kan berarti ada usaha, berarti ada biaya tambahan. sehingga namanya sendiri sudah nama penipuan. Kemudian visa tersebut sebagaimana dari berita yang tersebar 20.000 harusnya buat atau 12.000 eh atau 18.000-an buat kuota reguler ya buat plus cuma sekian cuma 8% saya lupa berapa persen sedikit ya ternyata dibagi du wallahuam dibagi du ber 10.000 10.000 jadi 10.000 jadi sekitar ada 8.000 atau 9.000 Ibu jatah orang diambil jatah orang-orang miskin yang haji paham. Kemudian dijual kepada orang-orang kaya. Ya, ini namanya nyogok untuk mengambil hak o orang. Dia bayar dapat jatah untuk haji. Menzalimi orang-orang miskin yang harusnya ngantri tidak jadi berangkat haji. Bisa jadi orang-orang yang ngantri tadi mungkin sekarang sebagian sudah meninggal. Bisa jadi meninggal bisa jadi. Bisa atau tidak? Bisa. Orang tua enggak dapat meninggal. Ini kezaliman pertama. Kezaliman kedua menjadikan kapasitas tenda yang ada di Mina sangat padat. Orang yang ngantri 7 tahun akhirnya tidak dapat tempat banyak sekali. Ini kezaliman kedua. Numpuk di situ. Over kapasitas. Kasihan. Haji tahun 2024 paling menyedihkan bagi jemaah haji plus yang ngantri-ngantri sudah lama tidak nyaman karena numpuk di situ. Tiba-tiba ada tambahan ribuan. orang ya sudah tenda-tenda tersebut tidak cukup. Yang tidak dapat apa namanya tenda banyak sekali ya harus tidur di luar tidak dapat kasur. Allah mustaan. Maka ini kalau dimasukkan dalam sogok ada jenis riswah ada atau ya sehingga dimasukkan dalam apa korupsi karena membayar untuk mengambil apa hak orang lain. Saya husnudan teman-teman saya yang teman-teman yang beli ya mungkin mereka tidak tahu namanya jemah dia tidak pikir banyak yang penting ustaznya bilang boleh maka dia apa berangkat. Dia enggak mikir panjang, tapi yang travel-travel ini harusnya tahu. Harusnya tahu. Maka hati-hatilah. Maksud saya kita berusaha menjauhi sogok dan mejogok sebisa mungkin ya. Kecuali darurat. Kecuali apa? Darurat ya. Darurat hak kita tidak bisa diambil ya kita bayar. Kalau hak orang lain kita ambil tidak boleh. Tib kita lanjutkan. Babun hadayal umara. Hadayal umara. Bab hadiah kepada para penguasa adalah gulul. Adalah gulul. Gulul itu adalah pengkhianatan. Ya. Dan dalam hadis hadayal ummal gulul, hadiah yang diberikan kepada para pejabat, para pegawai, pegawai pemerintah adalah gulul. Dan gulul adalah dosa besar. Gulul itu asalnya maknanya adalah pengkhianatan. Asalnya adalah kalau terjadi jihad kemudian akhirnya para mujahidin menang dan mereka dapatkan ghanimah. Gonimah itu dikumpulkan dulu. Dikumpulkan dulu. Setelah dikumpulkan baru kemudian dibagi oleh sang panglima. Kalau ternyata diambil sebelum dikumpulkan, itu namanya gulul. Itu namanya apa? Gulul. Dan datang dalam hadis-hadis peringatan akan hal tersebut. Ya. Ya. Dahulu ada seorang nabi dari Bani Israil. Ya, Bani Israil dulu ghanimah tidak halal kecuali bagi umat Islam. Dahulu kalau ada jihad para nabi Bani Israil, maka gonimahnya dikumpul. Terus datang api membakar gonimah tersebut. Suatu saat sang nabi berperang. Ya, ada yang mengatakan apa namanya Nabi Yusya bin Nun ya. Ketika dia sedang berperang, dia kumpulkan gonimah, ternyata api tidak turun-turun. Kenapa tidak turun-turun? Ternyata ada yang ngambil sebelum dikumpulkan. Itu gulul namanya. Gulul. Oleh karena Rasulullah pernah mengingatkan gulul, siapa yang melakukan gulul maka diancam neraka. Akhirnya ada yang kembalikan syiraq. Syirq itu apa? Tali sendal. Kata Rasulullah, "Ini tali sendal dari neraka." ngeri yang diambil cuma tali sendal. Tali sendal mungkin menarik atau apa diambil sebelum dikumpulkan itu namanya gulul. Wani labiyin ayagul w yaglul yati bima yaumalqiamah. Tidak pantas bagi seorang nabi untuk melakukan gugul gulul. Siapa yang mengambil harta gulul yaitu ngambil sebelum dibagi, dia akan hadirkan pada hari kiamat membawa harta tersebut sebagai bahan untuk menyiksanya. Dan ternyata gul yang merupakan dosa besar yang diancam neraka oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam ternyata bukan terbatas pada harta gonimah yang diambil sebelum dibagi. Di antara gulul adalah seorang pegawai menerima hadiah dari masyarakat karena dia sebagai pega pegawai untuk memperlancar urusan. Kapan dia terima hadiah, maka dia telah melakukan gul. Saya bacakan an Abi Humaid qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam rajulan alqah. Rasul sahu al wasallam menugaskan seseorang untuk sedekah yaitu untuk menarik harta sedekah untuk mengarik di antaranya harta zakat. Falam qadima tatkala orang ini setelah mengumpulkan sedekah ternyata dia dikasih hadiah oleh masyarakat. Ya, mungkin dia baik atau tidak terlalu supaya tidak terlalu kencang ketika narik zakat. kasih hadiah. Kasih hadiah. Karena kalau tidak dikasih hadiah mungkin tegas ya, supaya ringan-ringan sedikit ya, supaya tidak terlalu tegas. Maka dia mengatakan, "H lakum w uhdiya ilaiya." Ini hewan-hewan sedekah ini buat baitul mal. Ini saya ini khusus bukan ini bukan jatah. Ini saya dikasih hadiah dari masyarakat yang ini bagian zakat ini hadiah buat saya. Maka rasul sahu alaihi wasallam sampai kabar kepada Nabi. Nabi pun marah. Nabi berkata, "Mallah faku, kok ada seorang yang kami tugaskan sebagai petugas, sebagai pegawai dari pekerjaan yang Allah tugaskan kepada kami." Fayak kemudian dia berkata, "Hakum w uhdiya ilaiya." Ini punya kalian, yaitu punya kaum muslimin baitul mal. Dan adapun yang ini adalah hadiah datang untukku. Kata Nabi, "Fahal jal baiti abihi baiti umihi." Coba dia duduk di rumah bapaknya atau rumah ibunya itu kalau seandainya dia bukan pegawai, apakah dikasih hadiah? Tentu tidak. Nabi suruh dia berpikir, "Kalau kau bukan pegawai, emang mau dikasih hadiaht?" Jalas fi coba dia duduk di rumah bapaknya atau rumah ibunya.Aaihi, apakah dia dikasih hadiah amla atau tidak dikasih? Tentunya tidak akan dikasih apa-apa. Walladzi nafsu muhammadin biyadii. Demi zat yang jiwa Muhammad berada di tangannya. Tidak seorang pun mengambil suatu yang bukan haknya kecuali dia akan datang pada hari kiamat kelak dan dia membawa barang tersebut. Barang buktinya dia bawa yang dia ambil. Wamanul bla yaumalqiamah. Siapa yang melakukan gul akan bawa barang yang khianat tadi. Dia akan bawa pada hari kiamat kelak. Inah kalau dia mengambil unta yang bukan haknya, unta tersebut akan dia pikul. Dan unta tersebut akan punya suara unta. Rugha namanya. A baqarah laha khar. Atau kalau dia mengambil sapi yang bukan hanya dia akan pikul sapi tersebut dan sapi tersebut mengeluarkan suara. Suara sapi bahasa Indonesia apa nih? Hah? Kalau kambing tahu mbek. Kalau sapi apa? Hah? Moh. Oh. Moh. Kalau kambing kita sepakat ek. Kalau unta kita enggak tahu. Kita enggak punya unta. Kalau kuda kita bilang ringkikan apa? Kuda. Kalau unta gak tahu ini bahasa Arab memang luas ya. Atau kambing yang mengembek. Kemudian Rasulullah angkat tangannya sampai kami melihat. Angkat tangannya sampai kami melihat putih ketiaknya.Q Allahumma halq. Ya Allah saksikanlah aku telah menyampaikan hujah ini. Qala talan Rasulullah mengucapkan tiga tiga kali. Ini juga di antara penyakit yang tersebar dalam pemerintahan yang merusak pemerintahan. Mak kita bilang kita di hari kemerdekaan ini harusnya kita menanamkan rasa nasionalisme. Di antara nasionalisme adalah mencintai negeri. Di antara bentuk cintai negeri tidak merusak bangsa ini. Di antara bentuk merusak bangsa ini adalah menyogok, disogok, gratifikasi, dan yang lainnya. korupsi itu kan namanya tidak cinta sama negeri. Makanya kadang kita sedih nilai-nilai Pancasila, undang-undang dicampakkan, dihafal oleh lisan, diucapkan dengan gagah perkasa, tetapi dilanggar. Bahkan ada sebagian orang yang paling sok Pancasilais dan sok nasionalis ternyata paling korup koruptor. Kita berharap e nilai-nilai Pancasila diperjuangkan dan diamalkan ya nilai-nilainya baik ya sebagai bentuk cinta kepada negeri. Maka jangan sampai korupsi dan jangan mendukung apa korupsi Tib. Maka siapa yang menerima pemberian dari masyarakat? Ya, ini saja dikasih dengan sukarela, tidak boleh diterima apalagi minta. Dikasih sukarela aja enggak boleh terima apalagi minta. Kecuali pemberian tersebut memang sudah biasa dia terima ketika dia bukan pejabat. Misalnya ada orang kenal dia sebagai kawan. Sebelum jadi pejabat pun sering dikirim kue, dikirim dikirim pisang goreng, dikirim apa kayak biasa teman. Setelah jadi pejabat itu dilanjutkan itu enggak ada masalah. Berarti dia dikasih hadiah bukan karena sebagai apa? Pejabat, tapi karena sebagai teman dari dulu. Ada kawan saya, dia jadi pejabat, tahu-tahu dia dikasih hadiah R500 juta oleh saudaranya. Dia telepon saya, "Ustaz, saya dapat hadiah dari saya dapat hadiah dari saudara R00 juta. Boleh saya terima enggak?" Saya bilang, "Kau dikasih sebagai pejabat atau enggak, Dik? Ini saudara saya sebelum saya jadi pejabat memang sering kasih saya duit." Terus saya bilang, "Ya terserah kau. Kau yang lebih tahu. Kau dikasih duit sebagai pejabat atau sebagai saudara?" Kalau sebagai saudara ambil karena itu kebiasaan saudaramu. Tapi kalau karena kau sebagai pejabat inilah gulul. Gimana Ustaz? Yang mikir aja sendiri. Sendiri. Jangan husnuzon husnuzan. Ini insyaallah karena saudara enggak tanya sama dirimu. Saya dikasih R00 juta ini sebagai saudara atau sebagai sebagai pejabat? Subhanallah ya. Ada ada juga pegawai-pegawai yang jujur masyaallah yang takut kepada Allah subhanahu wa taala. Takut kepada Allah subhanahu wa taala. Wallahu taalawab. Wabillahi taufikah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.