Kind: captions Language: id Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu ala taufiqih wainanih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu takziman lisan wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh da ridwan allahumma shli alaih Ikhwi. Hadirin dan hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas kiat-kiat agar dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Sesungguhnya dicintai oleh Allah subhanahu wa taala adalah anugerah yang luar biasa. Ass'di rahimahullah dalam tafsirnya berkata, "Fainna mahabbatallahi lil abdi hiya ajallu nmatin an'ama biha alaihi. Sesungguhnya cintanya Allah kepada seorang hamba adalah anugerah yang paling mulia yang Allah berikan kepada sang hamba. Wa afdolu fadilah dan karunia atau kemuliaan yang paling baik. Tafadallahu biha alaihi yang Allah karuniakan kepadanya. Waidza ahaballahu abdan yassarahu yassar lahul asbab. Kalau Allah sudah mencintai seorang hamba, maka Allah akan mudahkan sebab-sebab kebaikan untuknya. Wahwana alaihi asir. Dan Allah akan mudahkan bagi dia segala kesulitan. Wafaqahu li'ilirat. Dan Allah beri taufik kepadanya untuk melakukan kebajikan-kebajikan watarkil munkarat dan meninggalkan perkara-perkara kemungkaran. Waqbala biqulubi ibadihi ilaihi bil mahabbati wal widad. Dan Allah akan menjadikan hati para hamba mencintainya dan sayang kepadanya. Ini di antara pernyataan indah dari Syekh Sidi rahimahullahu taala bahwasanya jika Allah telah mencintai seorang hamba, maka ini adalah anugerah yang terindah. Karena kalau Allah sudah mencintai seorang hamba, Allah akan mudahkan dia segala urusan. Allah akan beri taufik dia untuk mudah melakukan kebajikan dia. Mudah juga meninggalkan kemungkaran. Kenapa? Karena Allah mencintainya dan Allah menjaganya. Oleh karenanya di antara keutamaan telah dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala sebagaimana disinggung tadi oleh As Syekh S'di rahimahullahu taala yaitu diberi taufik oleh Allah Subhanahu wa taala yaitu akan dibimbing dan diarahkan langsung oleh Allah subhanahu wa taala dalam hadis yang dikenal dengan haditul wali kata Allah subhanahu wa taala dalam hadis qudsi waidza ahbabtuhu kuntu samahulladzi yasma bih Jika aku sudah mencintainya, maka aku menjadi pendengarannya, aku menjadi penglihatannya, aku menjadi tangannya, dan aku menjadi kakinya. Dalam sebagian riwayat, walisanah ytiqu bihi, aku menjadi lisannya yang dia berucap dengan lisan tersebut. Waqbahulladzi yaqilu bihi dan aku menjadi hatinya yang dia berpikir dengan hatinya tersebut. Maksud dari hadis ini yaitu Allah akan membimbingnya sehingga orang yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala pandangannya terjaga, pendengarannya terjaga, ya tulisannya, kegiatan tangannya terjaga, langkah kakinya dijaga oleh Allah subhanahu wa taala, lisannya terjaga, komentarnya terjaga, hatinya pun terjaga. Dia tidak sembarang berpikir, tidak menghabiskan energinya untuk memikirkan yang tidak bermanfaat. Maka jika seorang ya merasakan tanda-tanda tersebut bahwasanya pandangannya dijaga oleh Allah Subhanahu wa taala, pendengarannya dijaga oleh Allah Subhanahu wa taala, hatinya tidak dia biarkan liar memikirkan apapun, tapi terarah. Lisannya tidak dia jadikan lihat berbicara apa yang dia sukai, tapi semua diarah kepada kebaikan. Maka mudah-mudahan itu tanda bahwasanya Allah telah mencintainya. Karena Allah jika telah mencintai seorang hamba, Allah akan membimbingnya. Kemudian dia mudah meninggalkan kemungkaran. Bagi dia mudah meninggal kemungkar. Tidak berat baginya untuk meninggalkan kemungkaran. Kenapa? Dia dibimbing oleh Allah Subhanahu wa taala. Dia begitu mudah juga melakukan kebajikan. Hatinya termotivasi untuk melakukan kebajikan. Kenapa? Karena dia telah dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Maka ini di adalah keutamaan yang paling mulia jika seorang telah dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Kemudian keutamaan yang kedua, jika seorang telah dicintai oleh Allah subhanahu wa taala, mustahil Allah akan mengazabnya. Mustahil Allah akan mengazabnya. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa taala. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Waqtil yahudu nasara nahnu abnaullahi wa ahiba falima yadibukumikumal antum mimman khalaq." Kata Allah subhanahu wa taala, "Berkata orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasra, kami adalah putra-putra Allah dan kami adalah kekasih-kekasih Allah. Wa ahibbauh maksudnya kami adalah habib-habibnya Allah itu. Kami adalah kekasih-kekasih Allah." Maka Allah bantah, qul falima yadibukum bidunubikum. Kalau kalian memang kekasih-kekasih Allah, kenapa Allah azab kalian? Kalian tidak ada bedanya dengan yang lain. Bal antum basyarun mimman khalaq. Allah, kalian hanyalah manusia sebagaimana yang lainnya. Ada yang Allah azab dan Allah ada yang Allah rahmati. Maksudnya Nabi disuruh membantah orang-orang Yahudi yang mengaku-ngaku mereka adalah ras yang dicintai oleh Allah. Mereka adalah suku yang dipilih oleh Allah Subhanahu wa taala dan manusia diciptakan adalah untuk melayani mereka dan mereka adalah kekasih kekasih Allah. Maka bantahannya mudah. Kalau kalian kekasih-kekasih Allah, kenapa kalian disiksa oleh Allah? Bukankah para pendahulu kalian ada yang pernah dirubah menjadi babi-babi dan monyet-monyet? Apakah mungkin sang kekasih menjadikan kekasihnya menjadi babi-babi dan monyet-monyet? Mustahil. Berarti kalian dulu sebagaimana yang lain, ada di antara kalian yang mulia, ada di antara kalian yang diazab oleh Allah. Karena para pendahulu Yahudi dahulu ada yang dirubah menjadi babi-babi dan monyet-monyet. Maka ini bantahan telak bahwasanya kekasih tidak akan mengazab kekasih-Nya. Oleh karena jika seorang telah dicintai oleh Allah subhanahu wa taala, tidak mungkin dia diazab oleh Allah subhanahu wa taala. Karena bagaimana kekasih akan mengazab kekasih-Nya. Maka inilah keutamaan yang sangat besar. Seorang dicintai oleh Allah, dibimbing oleh Allah, dan tidak akan diazab oleh Allah subhanahu wa taala. MaaSyiral muslimin, ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Pembahasan kita tentang bagaimana dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Adapun mengaku-ngaku mencintai Allah atau menggangaku dicintai oleh Allah kalau hanya sekedar pengakuan maka butuh butuh bukti. I makanya Ibnu Qayyim punya perkataan indah. Dia berkata, "Laisa sanu an tuhib wa innama syau sya'ni an tuhab." Bukan perkara yang penting adalah engkau mencintai Allah, tapi yang paling penting, apakah kau juga dicintai oleh Allah subhanahu wa taala? Betapa banyak orang mengaku cinta kepada Allah, namun cinta mereka bertepuk sebelah tangan. Ternyata Allah tidak mencintai mereka. Dari sini pada kesempatan malam hari ini kita akan bahas kiat-kiat apa yang bisa membuat Allah cinta kepada kita. Secara umum tentunya segala amal saleh membuat Allah mencintai kita dan segala maksiat membuat Allah semakin jauh dari kita. Ya, saya ulangi secara umum segala amal saleh sekecil apapun akan mendatangkan kecintaan Allah Subhanahu wa taala. Dan segala kemaksiatan sekecil apapun mempengaruhi kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Namun pada kesempatan kali ini kita hanya memfokuskan tentang dalil-dalil yang datang secara spesifik yang menyebutkan siapa yang melakukannya dicintai oleh Allah. Saya ulangi secara umum amal saleh itu mendatangkan cinta Allah. Tetapi pada malam hari ini kita hanya menyampaikan dalil-dalil Al-Qur'an dan sunah yang secara spesifik menyebutkan ciri-ciri orang-orang yang dicintai oleh Allah. Siapa yang melakukannya? maka dia akan dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Adapun amalan-amalan tersebut yang pertama adalah ittibaus sunah mengikuti sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Datang turun satu ayat yang dikenal oleh para ulama dengan ayatul imtihan, yaitu ayat ujian. Ayat ini turun untuk meminta bukti dari orang-orang yang mengaku-ngaku cinta kepada Allah. Sebagaimana disinggung oleh Ibnu Katsir, yaitu iddaa kaumun. Sebagian kaum mengaku-ngaku cinta kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya, maka perlu bukti. Mana bukti cinta kalian kepada Allah subhanahu wa taala? Allah turunkan firmannya, qul in kuntum tuhibbunallah fattabiuni yuhbibukumullah wagfir lakum dunubakum wallahu gfurur rahim. Katakanlah wahai Muhammad kepada mereka, kepada orang-orang yang aku ngaku cinta kepada Allah. Inuntum tuhibbunallah. Kalau kalian cinta kepada Allah, fattabiuni maka ikutilah aku. Yaitu ikutilah sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka balasannya apa? Yuhbibukumullah. Niscaya Allah akan mencintai kalian. Kenapa mengikuti sunah Nabi? Berarti tanda cinta kepada Allah. Karena kaidah menyatakan kalau kita mencintai Allah subhanahu wa taala maka kita mendahulukan apa yang disukai oleh Allah daripada apa yang kita sukai. Apa yang isar mahabbillah mendahulukan apa yang Allah cintai daripada yang kita cintai. Berarti bukti kita cinta kepada Allah seperti misalnya seorang suami yang cinta kepada istrinya maka dia berusaha mencari apa yang disukai oleh istrinya. Berarti dia mencari-cari tahu apa yang disukai istrinya. Kemudian dia akan menghadirkan, menghidangkan apa yang disukai oleh istrinya. Ya, dia mendahulukan kesenangan istrinya daripada kesenangannya diri sendiri. Ini di antara manusia. Walillahil matsalul a'la. Dan bagi Allah perumpamaan yang lebih tinggi. Maka demikian pula kalau seorang cinta kepada Allah Subhanahu wa taala tentunya dia mendahulukan apa yang Allah cintai daripada apa yang dia cintai. Pertanyaannya, dari mana kita tahu apa yang Allah cintai? Yang paling tahu tentang apa yang Allah cintai adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka di sinilah rahasia kenapa kalau kita ittiba kepada sunah Nabi berarti kita mencintai Allah. Karena yang paling tahu tentang apa yang dicintai oleh Allah adalah siapa? Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka seorang berusaha menjalankan sunah Nabi sebisa mungkin. Sunah dalam segala hal, dalam akidah, dalam akhlak, dalam amal ibadah, ee dalam interaksi dengan orang tua, dengan istri, dengan anak-anak, dengan suami. Kita jangan membatasi sunah Nabi hanya pada ibadah, tata cara salat. Kita membatasi sunah Nabi hanya pada tata cara salat, tata cara puasa, ya. Tidak. Sunah Nabi luas. Sunah Nabi luas. Bukan hanya terkait dengan tata cara ibadah, demikian juga masalah akidah. Ketika kita berakidah ikut sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Oleh karenanya para ulama dahulu ketika menulis tentang buku-buku akidah mereka beri nama dengan asunah. Dengan apa? Asunah. Untuk menjelaskan bahwasanya berakidah tentang Allah harus ikut dalil. Harus ikut dalil. Apa yang Nabi bilang, apa yang Allah sebutkan, maka itulah akidah kita. kita tidak berimprovisasi, berinovasi dalam berakidah tentang Allah Subhanahu wa taala. Ya, oleh karenanya bukti kita cinta kepada Allah, kita ikut sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka semakin kita perhatian sunah ketika makan, sunah ketika tidur yang sering kita lalaikan ya kalau kita perhatian. Sederhana, sunah makai sendal, sunah lepas sendal. Apa sunah pakai sendal? Sunah pakai sendal, kaki kanan dulu baru kaki kiri. Sunah buka sendal bagaimana? Kaki kanan atau kaki kiri dulu? Kaki kiri dulu baru khanallah. Kelihatannya sepele. Tapi ketika kita buka sendal, kita ingat Nabi. Ini sunah Nabi. Kita dibuat connecting sebentar. Saya buka sendal ini karena Allah Subhanahu wa taala. Sunah Nabi kaki kiri dulu baru kaki kanan. Banyak orang kalau pakai sendal benar kanan dulu baru kaki kiri. Tapi kalau buka sendal kanan juga di luar baru kiri. Kalau pakai baju jangan lupa kanan dulu baru kiri. Yang sederhana kanan Nabi sallallahu alaihi wasallam yjibayamunu fanaulihi wafiturihi wafnii kullih adalah rasul sahu alaihi wasallam suka mendahulukan yang kanan dalam bersuci ya kemudian dalam ee pakai sendal tarjulihi demikian juga kalau bersisir kanan dulu baru kiri ya. Rasulullah sahu alaihi wasallam juga kalau ee cukur rambut ketika bertahalul kanan dulu baru apa? Kiri dan dalam segala urusannya pakai baju juga kanan dulu baru kiri dulu. Ini contoh. Tetapi kalau kita melakukannya karena Allah subhanahu wa taala maka ini akan mendatangkan cinta Allah kepada kita. Makanya diriwayatkan dari sebagian salaf kalau tidak salah Asauri rahimahullah beliau berkata, "La alla tahuaka illa bununah faf'al." Kalau kau mampu tidak menggaruk kepalamu kecuali ada dalilnya, maka lakukanlah. Maksudnya apa? Dia mengatakan kalau dalil cara menggaruk datang dalam Nabi dalam sunah, garuk kanan dulu, baru kiri dulu, lakukanlah. Seandainya ada sunahnya, lakukanlah. Artinya dalam segala kegiatan kalau memang ada sunahnya, maka kita lakukan. Ini perlu kita belajar sedikit demi sedikit. Sunah ketika makan, sunah ketika tidur, sunah ketika bangun malam, sunah ketika salat, sunah ketika masuk rumah, sunah ketika bertemu dengan istri, sunah terhadap anak-anak dalam segala hal. Karena apa yang disunahkan oleh Nabi itulah yang dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Jika demikian kata Allah subhanahu wa taala, yuhbibukumullah, maka niscaya Allah akan mencintai kalian. Tib. Dalil yang berikutnya, selain ayat ini, hadisul wali yang tadi saya sudah singgung kata Allah subhanahu wa taala, "Wzalu abdiq nawafilta uhibbahu." Senantiasa hambaku mendekatkan dirinya kepadaku dengan perkara-perkara sunah sampai aku mencintainya. Sampai aku mencintainya. Faid ahbabtuhu. Kalau aku sudah mencintainya, maka aku menjadi pendengarannya, penglihatannya, tangannya, kakinya, lisannya, kalbunya. Ya. Tetapi kata Allah dalam hadis tersebut, wala yazalu abdi yataqarabu ilaiya bin nawafil. Hambaku senantiasa berusaha mendekatkan dirinya kepadaku dengan perkara-perkara sunah. Yaitu perkara fardu sudah dia kerjakan. Namun dia tidak mencukupkan dirinya dengan perkara fardu aja. Maka dia berusaha mendekat dirinya perkara-perkara sunah. Nah, maka ini perlu kita ngaji tentang sunah-sunah Nabi, belajar tentang kutubus sunah seperti Sahih Albukhari, Sahih Muslim ya, Sunan Abi Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, Sunan Nasai. Seorang belajar baca atau buku-buku yang ringkas seperti Riyadus Shihin yang sudah dikumpulkan oleh Imam Nawawi rahimahullahu taala tentang sunah-sunah Nabi dalam berbagai macam perkara. Sunah terhadap orang yang berbuat zalim kepada kita. Apa misalnya memaafkan. banyak hal ya sunah-sunah kita kerjakan tinggal menghadirkan ini sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam maka saya melakukannya maka Allah mencintai kita mencintai kita semakin banyak sunah semakin dicintai oleh Allah subhanahu wa taala jangan bikin bidah ya tidak ada dalam halil siapa yang bikin bidah semakin dicintai oleh Allah subhanahu wa taala gak sunah Nabi sudah kebanyakan kalau kita mau sibuk dengan sunah Nabi, kita enggak bakalan punya kesempatan untuk melakukan bidah-bidah kreasi-kreasi manusia dalam beribadah. Kenapa? Karena sunah Nabi sudah terlalu banyak mau kita ikuti, maka kita ya mungkin enggak bakalan mampu. Tapi fattaqulah ma'tum. Bertakwalah semampu kalian. Tapi ini yang pertama. Yang kedua, amal yang kedua agar dicintai oleh Allah subhanahu wa taala itu zuhud kepada dunia. Zuhud kepada dunia. Ini perjuangan hebat agar kita bisa menjadi zuhud kepada dunia. Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, tunjukkan kepada aku amalan ahabbani Allah yang Allah mencintaiku dan amalan ahabbanianas yang menjadikan orang-orang cinta kepadaku." Dia minta diajarin suatu amalan yang membuat Allah cinta kepadanya. Maka Nabi menjawab, "Izhad fid dunya yuhibbakallah." Zuhudlah kepada dunia, maka niscaya Allah akan mencintaimu. Apa itu zuhud? Zuhud adalah tarqu ma la yanfau fil akhirah. Sebagaimana penjelasan Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala, zuhud adalah meninggalkan perkara yang tidak ada faedahnya di akhirat itu tidak ada pahalanya. Gampangannya demikian. Zuhud itu apa? Meninggalkan perkara yang tidak ada pahalanya. Nah, mulai sekarang kita melatih diri tidaklah beraktivitas kecuali yang ada pahalanya. Kalau tidak ada pahalanya maka tinggalkan. Karena itu konsekuensi zuhud. Berarti kita orientasi selalu akhirat. Zuhud itu apa? Memandang rendah dunia. Kalau memandang rendah dunia berarti orientasinya ke mana? Ke akhirat. Kalau orientasi ke akhirat berarti pikiran kita selalu cari pahala. Kalau pikiran selalu cari pahala berarti kegiatan yang tidak ada pahalanya kita tinggalkan. Kalau kita terus cenderung dalam perkara yang tidak ada pahalanya, berarti kita bukan orang zuhud kepada dunia. Tapi kita cenderung kepada dunia. Orientasi kita bukan akhirat. Latih diri kita, latih istri kita, latih anak-anak kita. Selalu pikirannya ada enggak pahalanya di akhirat? Kalau ada kerjakan. Kalau enggak enggak usah. Kalau enggak enggak usah. Maka ini mengkonsekuensikan kita untuk selalu ketika melakukan kegiatan ingat kepada akhirat. Dan kalau kita zuhud, maka kita bisa mengamalkan firman Allah Subhanahu wa taala. W khalaqtul jinna wal insa illa liyabudun. Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku. Karena asal kita diciptakan, seluruh kegiatan kita harusnya untuk ibadah. Seluruh kegiatan kita harusnya untuk ibadah. Karena tidaklah Allah ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa taala. Dan kita mengatakan Allah berfirman, "Qul inna shati wausuki wahyaya waamati lillahi rabbil alamin." Katakanlah salatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah. Bagaimana kita bisa mengamalkan ayat ini? Hidupku seluruhnya untuk siapa? Untuk Allah. Berarti untuk akhirat. Nah, oleh karenanya dalam kegiatan sehari-hari kita selalu sering pasang niat. Ya, kalau perkara-perkara akhirat seperti salat, baca Quran, insyaallah ada pahala akhirat. Tapi jangan lupa perkara-perkara dunia yang kita kerjakan, kita harus niatkan akhirat ya. Bercengkerama dengan istri niatkan karena Allah subhanahu wa taala. Manjain anak-anak niatnya karena Allah subhanahu wa taala. Ya. Senyum kepada tetangga niatkan karena Allah subhanahu wa taala. olahraga niatkan karena Allah supaya bisa kuat berdakwah, bisa kuat untuk bangun malam, bisa kuat untuk misalnya harus silaturahmi ke sana kemari ya untuk kegiatan aktivitas bisa kuat untuk cari nafkah untuk anak istri niatkan karena Allah. Cari nafkah niatkan karena Allah. Dalam hadis wahua yahtasibuha kata Nabi sallallahu alaihi wasallam seorang berinfak kepada keluarganya wahua yahtasibuha dan dia berniat mencari pahala karena Allah maka dia dapat pahalaqallah tidaklah kau menginfak apapun kau mencari wajah Allah kecuali kau dapat pahala sampai suapan yang kau suapkan ke mulut istrim ya dan ini kata syurahul hadis ketika Jika seorang suami sedang menyuap istrinya, berarti dia sedang dalam kemesraan. Ya, mana ada suami sambil ngomel nyuapin istri. Ada atau tidak? Tidak. Ini biasanya kalau suami nyuapin istri lagi mesra. Makanya biasanya dilakukan waktu masih bulan madu. Setelah bulan madu lewat sudah enggak lagi. Ya. Ya. Itu pun kalau dia lakukan karena Allah ya yabtaqi biha wajah. Ada syaratnya. Dia mencari wajah Allah berarti dia melakukannya karena Allah. dapat pahala. Allah mencintainya karena dia zuhud. Karena dia zuhud. Zuhud meninggalkan perkara yang tidak ada pahalanya di akhirat. Maka saya ingatkan diri saya pribadi dan juga para hadirin hadirat, setiap melakukan aktivitas hadirkan niat sebisa mungkin. Kalaupun kita terlupakan, lupa kadang-kadang kita melakukan kebaikan, kita lupa menghadirkan niat. Mudah-mudahan hukum asal kalau pernah kita meniatkan niat itu masih berlanjut terus selama tidak kita batalkan niatniat niatat niat-niat yang lain. Ya, misalnya seorang keluar rumah dia niat, "Pagi ini saya pengin cari nafkah untuk anak istri." Tentu ketika dia niatkan karena Allah, dia akan milah-milih karena dia tahu dia cari nafkah karena Allah. Yang haram dia akan tinggalkan, yang syubhat dia akan tinggalkan. Apakah dianjurkan besok lagi dia niatkan lagi setiap hari kalau bisa? Tapi kalau ternyata hari-hari berikutnya dia lupa, Seb mengatakan diharapkan niat awalnya masih berlanjut terus. Tapi kalau dia bisa hadirkan setiap hari itu lebih lebih baik agar segala aktivitasnya berpahala karena Allah subhanahu wa taala. Maka kalau kita benar-benar zuhud sekarang kita praktikkan diri kita, apapun kegiatan kita coba cek kembali, kita revisi kembali. Saya di grup ini ada enggak pahalanya? Kalau enggak ada left. Maassalamah kalian tidak ada pahalanya live Tib. Saya kumpul sama teman-teman ya. Kita bikin aktivitas ada enggak pahalanya? Enggak ada. Ya sudah enggak usah. Ibu-ibu kalau pengin beli tas mahal ada enggak pahalanya di akhirat? Ini beli tas ada pahalanya enggak? Pahala dari mana? Beli tas mahal dari sisi mana pahalanya? Kalau enggak ada pahalanya enggak usah, enggak usah. Ya sudah. Istri saya pernah minta belikan sesuatu yang mahal. Saya bilang, "Abi, belikan." Kamu siap dihisab, "Abi, jangan gitu. Kamu siap dihisab enggak?" "Ya enggak lah, Bi." "Ya udah ya udah enggak usah." Padahal saya enggak mau beliin. Mau saya mulai latih diri kita seperti itu. Beli apapun siap dihisab enggak? Siap. Kenapa? ada manfaatnya silakan, enggak ada masalah. Saya misalnya beli mobil bagus buat apa? Buat bisa safar, bisa silaturahmi. Kalau mobil bagus, kalau punya uang jangan maksakannya. Kalau enggak mampu ya sudah. Kalau selama mampu dan bisa dihisab dan ada manfaatnya kerjakan. Itu namanya zuhud. Zuhud. Dulu waktu saya pernah nemani Syekh Saad Syekhri hafidahullahu taala. Setiap saya Syekh kita ke sini kata Syekh entah dia bercanda terus dia mengatakan hal yanfauni fil akhirah ini kok ajak saya ini ada manfaatnya enggak di akhirat ada Syekh ayo jalan siapa ajak sesuatu ayo Syekh kita ke sana ke sini hal yanfauni fil akhirah ini kegiatan ini ada manfaat buat saya di akhirat enggak ada bismillah jalan ya mungkin dia maksudnya untuk ingatkan kita bahwasanya hendaknya ketika beraktivitas harus ada manfaatnya di akhirat agar kita dicintai oleh Allah. Ya, bagaimana kita tidak dicintai oleh Allah sementara yang kita pikirkan rotiasi kita adalah akhirat. Mencari wajah Allah, mencari akhirat. Maka zuhud itu bukan berarti kita pakai pakaian lusuh. Enggak. Zuhud itu masalah hati. Hati kecenderungan dunia atau kecenderungan akhirat. Kapan kita menjadikan akhirat kita sebagai orientasi, maka dia selalu yang menjadi tolak ukur kita dalam segala kegiatan. Ini ada faedahnya enggak di akhirat? Enggak ada. tinggalin ngapain? Ngapain kumpul-kumpul sana ada faedahnya? Enggak, enggak ada faedah akhirat mohon maaf saya cari komunitas yang lain. Kegiatan ngabisin waktu dari pagi sampai sore ada enggak manfaat di akhirat? Ada. Kalau ada lanjutin, kalau enggak gak. Itulah zuhud di dunia. Izhad fid dunya yuhibbakallah. Maka Allah akan zuhudlah terhadap dunia, maka Allah akan mencintaimu. Tib. Di antara sebab amalan yang mendatangkan cinta Allah Subhanahu wa taala adalah mencintai saudara karena Allah subhanahu wa taala. Ya, mencintai saudara karena Allah bukan karena dunianya, bukan karena fisiknya, bukan karena uangnya, bukan karena sukunya, bukan karena satu hobi. Timbul relasi saling mencintai di antara manusia karena sebab duniawi banyak sekali. Saya senang sama dia karena sama hobi main bola. Saya senang sama dia karena sama-sama hobi mungkin misalnya hobi tertentu, sama-sama para pedagang ya. Sama-sama suka minum kopi, majelis kopi misalnya. Saya cinta sama dia. Kenapa? Mungkin sebagian orang cinta kepada temannya gara-gara maksiat. Sama-sama suka nonton bioskop misalnya banyak. Kenapa saya suka sama dia? Karena sama-sama dari Sulawesi misalnya atau sama-sama dari jemaah misalnya. Ini namanya cinta karena dunia. Bukan itu yang dimaksud. Yang dimaksud adalah kita mencintai saudara karena Allah. Kenapa saya cintai dia? Karena dia beriman kepada Allah. Saya suka bergaul dengan dia. Karena saya bergaul dengan dia, saya semakin dekat kepada Allah Subhanahu wa taala. Saya bergaul dengan dia karena dia ingatkan saya kepada Allah. Saya bergaul dengan dia, cinta sama dia. Karena kalau salah saya salah, dia nasihati. Itu namanya cinta karena Allah subhanahu wa taala. Ya, makanya Rasulullah bersabda, "Inna rajulan zarar akhu qyatin ukhra." Ada seorang laki menyenggut saudaranya di kampung yang lain. Faarsadahullahu malakan aladati malakan alad. Maka Allah kirim malaikat dalam bentuk manusia nunggu di tempat dia lewat. Akhirnya dihat tempat tersebut malaikat tegur, "Aina turit? Ke mana kau gak pergi?" Fulan kata dia, "Aku ingin menyengut saudaraku. Hadil qarah di kampung ini." Malaikat bertanya, "Hallaka minatinbuhu alaiha." Apakah kau kejenguk saudaramu? Ada urusan bisnis, ada kebun yang kau urus atau atau ternak yang kau urus? Adakah urusan duniawi? Kata dia, "La illa anni ahbabtuhu fillah." Saya jenguk dia, tidak ada kepentingan lain. Saya mencintai dia karena Allah Subhanahu wa taala. Dan kecintaan karena Allah di antaranya mengkonsekuensikan saling berziarah. Maka malaikat berkata, "Fainni rasulika ilaika anallah ahabbaka liannaka ahbabtahu fih." Kata malaikat, "Aku adalah utusan Allah kepadamu untuk mengabarkan kepada engkau bahwasanya Allah mencintaimu karena engkau telah mencintainya karena Allah subhanahu wa taala." Oleh karenanya, siapa yang mencintai saudaranya karena Allah maka ini sangat bernilai di sisi Allah subhanahu wa taala. Maka Allah mengatakan, "Wajabat mahabbati lil mutazwirina fiya wal mutabadilina fiya wal mutajalisina fiya." Maka wajib kecintaanku mengenai orang-orang yang saling berziarah karena aku, yang saling mengunjungi karena aku, yang saling berkorban karena aku, yang saling duduk bermujalasah karena aku. Maka di antara sebab seorang dicintai oleh Allah, dia mencintai saudaranya karena Allah subhanahu wa taala. Kita mulai coba kita mulai menata kembali, ya. Bukan dilarang kita bergaul sama saudara, teman karena dunia. Tidak dilarang hukum. Asalnya boleh. Saya dekat dia kenapa? Supaya dapat proyek. Saya dekat sama dia kenapa? Ya, supaya kecipratan keuntungan. Saya sama dia kenapa? Karena kalau sama dia selalu ditraktir gratis. Ini duniawi bukan dilarang ya. Tetapi bukan itu yang cinta karena Allah Subhanahu wa taala. Cinta karena Allah saya kenapa dengan dia? Karena pertemanan kita mendekatkan kita kepada Allah. Maka saya dengan dia. Kalau enggak, enggak. Saya berteman dengan dia. Kenapa? Karena dia ingatkan saya kepada akhirat. Lihat dia, saya ingat akhirat. Yang satu kalau berteman sama dia ingat dunia melulu. Sejak bergaul dengan dia kok pikirannya selalu dunia melulu. Mending saya putuskan hubungan. Ini salah pergaulan bahaya. Sebagian umahat salah bergaul. Bergaul dengan umahat yang suka pamer kekayaan. Akhirnya dia terbawa. Suka pamer tentang barang-barang brandednya. Ya, sendal branded, jubah branded, kacamata branded, tas branded, semua branded. Jangan-jangan suaminya bandit. Akhirnya si akhwat ini berubah. Kalau sudah berubah pengin brandit, yang susah siapa? Suaminya. Sebentar suaminya miskin mau jadi bandit. Oleh karenanya kalau berteman ternyata teman ini malah ngingatin akhirat, bicaranya selalu besar-besar. saya ke luar negeri jalan-jalan ke Eropa selalu sehingga orientasi kita berubah dari akhirat menjadi dunia tinggalkan ini teman tidak pantas kita mencintainya karena Allah dan tidak bisa karena berteman karena Allah itu membuat hasilnya adalah mendekatkan kita kepada Allah, mendekat kita kepada akhirat, membuat kita termotivasi untuk beribadah. Adapun teman buat kita semakin jauh dari Allah, semakin lupa dengan akhirat, sibuk dengan dunia, maka ini bukan teman karena Allah Subhanahu wa taala. Kalau dia bilang, "Saya cinta kamu karena Allah, omong kosong, bohong." Buktinya kau membuat aku semakin apa? Semakin cinta dengan dunia. Semakin cinta dengan dunia. Semakin tidak berani berkorban karena Allah subhanahu wa taala. Berarti ini teman tidak benar. Oleh karenanya, di antara sebab Allah mencintai seorang hamba jika dia mencintai saudaranya karena Allah subhanahu wa taala. Ya, di antara bukti dia mencintai saana Allah, dia berusaha memberi manfaat kepada saudaranya sebisa mungkin. bagaimana memberi manfaat kepada saudaranya dengan apa yang dia bisa karena konsekuensi cinta karena Allah. Dia berusaha membantu saudaranya apa dengan ilmunya, apakah dengan tenaganya? Apakah dengan materi yang dia punyai makanya Allah mengatakan, "Wajabat mahabbati di antaranya lil mutabadilina fiya." Wajib kecintaanku mengenai orang-orang yang saling badal, yaitu berkorban karena aku. Karena aku. Tib. Di antara sebab yang menjadikan Allah mencintai seorang hamba, ya Allah mengatakan, "Ya ayyuhalladzina amanu yartad minkumini fasafa yatillahu biquin yuhibbuhum wauhibbunillin alal mminin al kafirin yujahiduna fillahi fibilillahi wako laim." Kata Allah subhanahu wa taala, "Wahai orang beriman, siapa di antara kalian yang murtad, maka Allah akan datangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka cinta kepada Allah Subhanahu wa taala." Apa sifat-sifat mereka? Di antaranya Allah berfirman, alal mukminin aizatin alal kafirin. Yaitu mereka merendah sesama kaum mukminin dan mereka tegas kepada orang-orang kafir. Kemudian yujahiduna fiabilillah. Mereka berjihad di jalan Allah subhanahu wa taala. Kemudian sifat yang berikutnya wala yakfuna laumalaim. Dan mereka tidak takut dengan celaan orang-orang yang mencela. Ini tiga sifat Allah sebutkan dalam satu rangkaian ayat. Di antara ciri-ciri orang-orang yang Allah cinta kepada mereka yang pertama Allah mengatakan adillatin alal mukminin. Yaitu mereka ramah dan tawadu. Ya. Berkata Thair bin Asyur atau sebag ahli tafsir berkata wautlaquzul al lil janib wat tawadu disebut dul yaitu merendah maknanya adalah linil janib ya ituu ramah tidak angkut tidak sombong tidak kasar wat tawadu dan rendah diri di hadapan kaum yang lain ini mendatangkan cinta Allah kepada seseorang orang. Meskipun mungkin kita punya uang banyak, meskipun kita punya kedudukan, meskipun kita dihormati oleh orang sama orang, kita ramah. Ramah karena kita mencari rida Allah Subhanahu wa taala. Kita yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Jangan kita hanya senyum sama orang kaya sama miskin kita enggak senyum. Kalau sama miskin rugi kayaknya senyum sama orang miskin. Orang kaya baru mau senyum sama sopir kayaknya berat. Apalagi senyum sama pembantu. Waduh berat sekali. Kenapa ya akhi? Sopir kita orang mukmin bukan mukmin. Pembantu kita mukminah atau bukan? Mukminah. Adillatin alal mukminin. Rendahkan dirimu ya kepada sesama mukmin ya. Meskipun dia mungkin pekerja kasar, mungkin dia bawahanmu, senyum, tawadu, rendah diri ya ramah, jangan kasar, jangan sombong. Kalau ingin dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Man tawad alillah rafaahullah. Siapa yang merendahkan dirinya karena Allah, Allah akan angkat dia. Bukan merendahkan karena pencitraan. Ya. Ya. Tawadu niatnya apa? Pen pencitraan. Enggak. Tapi tawadu karena Allah Subhanahu wa taala. Maka coba renungkan diri kita ya. Apa kita sudah demikian sama tetangga kita ramah enggak? Senyum sama mereka sama orang miskin kita ramah. Sebagian salaf dahulu mereka undang orang-orang miskin makan di rumah. Mereka makan sama orang miskin. Mereka makan sama orang miskin. Panggil sehingga kita memaksa diri untuk tawadu. Karena kalau kita selalu high class ya, levelnya tinggi, akhirnya kita kadang-kadang merendahkan yang di bawah merendahkannya. Ya. Dan itu sangat berbahaya apalagi menimba para penuntut ilmu. Kalau mau ditemui kayaknya seorang susah sekali ada 10 ring harus ditembus. Ini bagaimana seperti ini? Kemudian dengan dalil harus hormat kepada ulama ya namanya cari cari penghormatan yang wajar-wajar saja. Yang wajar-wajar saja ya. Saya pernah ada orang ketemu saya ya mengantar makanan pas hajian dia heran sih. Dia bilang loh ya masuk aja. Kenapa ada ustaz? Kalau ustaz enggak istirahat kasih. Kenapa? Dia dia bilang, "Kok kok muda ya? Ini bukan hal muda. Ini biasa biasa ada ustaz ketemu kalau saya ada waktu dia bilang ada yang lain harus ikut ring satu, ring 2, ring 3. Begitu ternyata ini apa seperti ini. Ini talbis iblis itu bukan tawadu, itu sombong namanya. Angkuh. Sombong. Mau ketemu saya harus lewat 10 ring, sekian ring. Ini sombong. Tapi dengan nama pakai dalil untuk hormat kepada apa? Ulama. Apa begitu cara penghormatan sama ulama? Ya, kecuali dia lagi tidur lagi sibuk. Ya tahu dirilah masa ustaz lagi tidur kemudian ustaz mie ayam mauak. Ya enggaklah ya. Tapi kalau yang normal kita bukan juga semua orang ngerubung. Enggak ya normal-normal saja biasa saja. Saya bukan sedang membicara saya maksudnya saya aneh karena saya tahu ustaz-ustaz ustaz searang juga seperti itu. Seperti saya tidak ada bedanya artinya mereka juga mudah biasa kok ada yang aneh kemudian dengan dalil bahwasanya akhlak mulia justru itu akhlak yang buruk. Akhlak yang buruk meninggikan diri bukan tawadu. Tawadu bukan demikian. Oleh karenanya adillatin alal mukminin aizzatin alal kafirin. Sama orang kafir tegas punya izzatun nafs. Kita tidak merendah-merendah, tidak menghinakan diri kita di hadapan orang-orang kafir. Kalau ada majelis jangan biarkan mereka bicara terus. Kita juga bicara. Kenapa kita merendah diri di hadapan mereka? seperti itu izzatun nafs. Tapi di antara agar kita dicintai Allah, merendahkanlah dirimu karena Allah kepada kaum mukminin. Latih diri kita merendah kepada orang yang mungkin hina secara materi dia hina tapi belum tentu dia hina di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Ya, oleh karenanya kadang-kadang kita terbawa sehingga sok penting, sok sibuk ya. Kalau sibuk ya enggak ada masalah. Tapi kalau jangan sampai seorang kemudian memasang dirinya di level yang tinggi, hati-hati ya kita tidak dalalil alal mukminin. Di antara perkataan indah ya dari Thari bin Asyur, dia berkata ee wahua syiddatur rahmah wasa'yu lin nafaq. Namanya zalil dalam ayat ini Allah tidak mengatakan dalil lilil mukminin tapi Allah menggunakan ala. Ini dalam ilmu tafsir, ilmu bahasa ya. Allah mengatakan adillatin lil mukminin. Bukan Allah tidak mengatillatin lilmin tapi Allah mengatakan adillatin alal mukminin. Kenapa pakai ala? Wahuaiddat rahm wasu linfa. Yaitu dia sangat sayang kepada orang beriman dan dia berusaha memberi manfaat kepada orang beriman di depannya. Gimana saya bisa beri manfaat kepada orang depan saya? Walidzalikaq bihiu alal mukminin. Oleh karenanya dipakai perkataan ala alal mukminin. Walitadmin adillah makna musyfikin hanina udya biala dun lam. Karena ketika Allah mengatakan ala menunjukkan dia sangat sayang kepada orang beriman, lembut kepada orang beriman. Maka dikatakan ala bukan pakai lil mukminin. Seharusnya kalau secara bahasa mungkin adillatin lil mukminin. Tapi Allah menggunakan ala. Oleh karenanya di antara cara kita agar kita dicintai oleh Allah kita merendah kepada kaum mukmin siapapun kita berusaha mikir kasih manfaat sama dia. Makanya di antara doa Nabi sallallahu alaihi wasallam Allah minasaluka hubbak wah hubba man yuhibbuk wahubba kulli amalin yuqorbuni hubbik. Rasulullah berdoa agar dijadikan cinta kepada orang-orang miskin. Sehingga kita ada kerasa kepeka lihat orang miskin kasihan. Lihat orang jualan es enggak laku kasihan. Jualannya musim hujan lagi. Waduh. Kalau kita beli esnya enggak usah tawar. Jangan bilang mumpung musim hujan setengah harga ya daripada enggak laku. Sudah enggak laku kita kasih. Udah ambil aja gerobaknya gratis mungkin ya. Oleh karenanya sehingga timbul rasa diri kita peka karena kita mencintai sesama mukmin karena Allah Subhanahu wa taala kasihan sama sama dia. Meskipun kita enggak mampu menolongnya terkadang. Cuma rasa kasihan itu sendiri sudah menunjukkan sebab Allah cinta sama kita. Karena kita adillah, kita kasihan sama orang beriman yang susah. kita peka ya, kita enggak tega sama dia seperti itu dan jangan sombong ya. Makanya ketika Allah Subhanahu wa taala menyebutkan sifat-sifat ibadurrahman yang pertama Allah sebutkan adalah orang-orang yang tawadu. Wa ibadurahmanilladina yamsyuna alal ardhi hauna. Dan hamba-hamba arrahman di antara sifat yang pertama mereka berjalan di atas muka bumi hauna yaitu mutawadiin. Tawadu tidak menunjukkan keangkuhan. Tidak dengan gestur tubuhnya yang menunjukkan keangkuhan. Tidak melihat orang dengan merendahkan, tidak. Dia tawadu terutama kepada orang-orang beriman. Tahu ini orang iman? Beriman dia tawadu. Kenapa Allah yang suruh? Saya tawadu kepada dia karena Allah Subhanahu wa taala. Kemudian di antaranya yujahidu fiabilillah, berjihad di jalan Allah. Jihad ada dua. Kalau ada dibuka jihad yang syari'i dengan pedang, maka dia berangkat. Karena Allah Subhanahu wa taala jika tidak ada jihad yang syari dengan pedang, ada jihad dengan lisan. Bisa dengan kalau tidak ada jalan dengan lisan, dengan harta. Jihad dengan harta pintu jihad terbuka. Yujahiduna fisabilillah. Dia berjuang karena Allah subhanahu wa taala. Sekarang jihad yang mudah terbuka, jihad dengan lisan. Jihad dengan lisan. Di mana-mana saudara-saudara kita berjihad di negeri-negeri nonmuslim dan banyak orang Islam, orang nonmuslim masuk Islam. Mereka berdakwah, mereka menulis tulisan, mereka berjihad dengan lisan, dengan tulisan yang Allah Subhanahu wa taala mengatakan kepada Nabi ketika Nabi masih di Makkah, fala tutil kafirina wajahidhum bihi jihadan kabir. Dan janganlah engkau mengikuti orang kafir dan jihadlah kepada mereka bihi aibil Quran jihadan kabir dengan jihad yang besar. Jadi, Nabi ketika di Makkah belum boleh berjihad dengan pedang, tapi Nabi disuruh berjihad dengan hujah dan bayan, dengan Al-Qur'an, dengan argumentasi. Dan Allah namakan jihad tersebut dengan jihadan kabira, jihad yang besar. Ikhwan. Makanya saya katakan orang yang punya duit jangan ragu-ragu. Kalau ada pintu-pintu dakwah, keluarkan uang Anda untuk dakwah. Ya, Nabi dulu ketika berdakwah, Allah siapkan orang-orang kaya di sekitar Nabi. Istrinya kaya. Siapa? Khadijah. Kalau antum enggak punya istri kaya, sudah qadarullah. istri kaya, istri kaya keluatnya duitnya semua keluar untuk jalan dakwah. Kemudian sahabat pertama masuk Islam, Abu Bakar kaya raya yang dia keluarkan semua hartanya di jalan Allah Subhanahu wa taala. Allah beri taufik. Ada Abdurrahman bin Auf, ada Utsman bin Affan. Orang-orang pertama masuk Islam orang kaya-kaya. Orang kaya-kaya karena memang butuh perjuangan dakwah itu butuh harta. Butuh harta. Kalau ada orang kaya yang ingin berjihad dengan hartanya kita terima. Silakan bikin proyek-proyek dakwah di mana-mana. Masih banyak orang butuh dakwah, masih daerah-daerah masih banyak. Keluarkan uang untuk dakwah agar cahaya Islam tersebar di mana-mana. Ya, jangan ambil uang dari masyarakat. Ya, orang kaya keluarin duitnya. Orang suruh ngaji, suruh bayar. Kasihan ya. Kasihan. Yang dekat Rp1.300, 300 yang jauh Rp600.000 kalau bisa ada yang bayarin kenapa harus mereka bayar? Akhirnya dakwah hanya orang kaya yang bisa menikmati ya. Kalau ada yang bisa orang kaya keluarin doang, kenapa? Ya, ya silakan. Begitu cara yang yang terbaik ya. Biar orang kaya yang ngeluarkan duit. Kecuali orang kaya pelit semua itu lain cerita. Insyaallah enggaklah. Masih banyak orang-orang yang baik hatinya. Kalau orang-orang yang menyumbang, "Ustaz, saya support." Oke. Tapi tolong tulis produk saya. Jangan ente sumbang karena Allah. Karena Allah mengatakan fisabilillah. Bukan fisabili produk. Bukan fisabili duit. Fisabilillah. Kau sumbang aja, barangmu enggak usah ditempelin. Support dari ini, dari produk ini, produk ini, produk kecantikan ini, produk latih diri, latih audiens untuk berjuang karena Allah, latih mereka. Jangan sebaliknya, ayo taruh duit nanti saya taruh ee iklanmu gede banget. Itu malah kita ngajarin dia bukan fisabilillah. Sehingga tidak ada dia keluarkan untuk Islam kecuali dia pengin ada timbal balik duniawi. Kita latih orang-orang kalau nyumbang sudah namamu enggak usah muncul. Kau akan lebih bahagia, lebih ikhlas. Kita latih begitu bahkan bahkan bukan sebaliknya. Eh ayo ayo ayo mana? Nanti kita tampilkan produkmu. Taruh di belakang layar sini ya. Oke. Sip. Jangan jangan latih orang-orang untuk berjuang fi sabilillah. Karena itu menangkan cinta Allah Subhanahu wa taala. Wala yakfuna laumalaim dan tidak takut dengan cercaan manusia. Kalau dia mendan kebenaran tentunya dia tidak takut kepada cercaan manusia tapi tentu dengan segala pertimbangan. Karena sekarang dakwah pun perlu dengan ee siasat ya untuk melihat maslahat dan mudarat bukan karena takut cerca atau tidak. Sebagian orang ketika takut dijauhi oleh audiens, akhirnya dia rubah cara dakwahnya. Tidak ada berbicara tentang tauhid lagi, tidak ada berbicara tentang syirik lagi, tidak ada berbicara tentang kemungkaran lagi, tidak ada bicara tentang bidah lagi. Untuk menjaga maintenance audience. Ini khianat. Khianat. Orang kalau diberi kemudahan, kemampuan untuk menjelaskan kebenaran, ya tentu dia jelaskan dengan cara dia ya. Mumpung orang banyak mendengarnya, ini malah mulai merubah supaya maintenance audience, follower semakin banyak. Ketika followersnya semakin banyak, dia takut bicara sedikit salah, takut ditinggal sama followers. Ini berarti berdakwah bukan karena Allah subhanahu wa taala, tapi berdakwah untuk menuju dirinya sendiri, menyuruh masyarakat untuk ikut kepadanya. Maka di antara ciri-ciri orang dicintai oleh Allah wala yakfuna laumat laim. Dia tidak takut dengan cerca manu manusia tentu dengan segala perhitungan dan strategi. Tetapi al-Haq dia sampaikan meskipun orang mencerca. Meskipun orang mencerca. Oleh karenanya ketika Muawiyah radhiallahu anhu menulis surat kepada Aisyah, "Wahai Aisyah, beri nasihat kepadaku, tapi jangan panjang-panjang." Maka Aisyah menukil Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Maniltamasa ridallah bisakatinas radhiallahu anhu waardasa anhu." Siapa yang mencari keridaan Allah dengan kemurkaan manusia, Allah akan rida kepadanya. Itu Allah cinta kepadanya. Allah rida kepadanya. Dan Allah akan menjadikan orang-orang rida kepadanya. Siapa yang mencari keridaan manusia dengan kemurkaan Allah, maka Allah akan murka kepadanya. Allah menjadikan orang murka kepadanya. Maka seorang mencampaikan menyampaikan al-Haq dengan hujah ya dengan adab ya. Dan tidak usah takut dengan omongan manusia karena itu salah satu cara agar dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Tapi semuanya bukan ngawur tanpa strategi. Dak. Semuanya perlu siasat strategi. Tapi al-Haq tetap harus disampaikan. Tib. Di antara ciri-ciri atau amal saleh yang menjadikan Allah mencintai seorang hamba. Di antaranya Allah berfirman, "Wallahu yuhibbul muttaqin." Allah mencintai orang-orang yang bertakwa, yaitu yang melakukan kebajikan dan meninggalkan kemaksiatan. Ketahuilah ikhwan, setiap bentuk melakukan kebajikan menambah ketakwa, menambah kecintaan Allah dan setiap bentuk meninggalkan kemaksiatan, maka itu adalah menambah cinta Allah kepada kita. Allah berfirman, "Waawanu alal birri wat taqwa. Tolong-menolonglah kalian dalam kebajikan dan ketakwaan. Saling tolong-menolong untuk beramal saleh. Saling tolong-menolong untuk meninggalkan maksiat. Di antara makna spesifik terhadap takwa yaitu meninggalkan apa? Maksiat. Maka ketika kita sedang browsing di internet, kemudian ada cewek di HP dan sering muncul cewek-cewek yang tidak jelas, makhluk halus muncul di HP, maka segera tundukkan pandangan. Ketika kita tundukkan pandangan, pengaruh Allah semakin cinta kepada kita. Kalau kita mengumbar, maka cinta semakin luntur. Semakin luntur. Allah mengatakan, "Kullil mukminina yagudu min absorim wahfadu furujahumika azk lahum innallah khabirun bima yasnaun." Katakanlah kepada orang beriman yagudu min absorihim. Hendaknya mereka menundukkan pandangan mereka. Seakan-akan konsekuensi dari keimanan adalah mampu menundukkan pandangan. Kita hidup di zaman sulit sekali tundukkan pandangan. Di mana-mana terumbar aurat, di mana-mana terbuka ya kecantikan wanita di benar-benar dipublish sebisa-bisanya. Semua iklan ada perempuan. Iklan mobil-mobilnya kecil perempuannya gede. Iklan HP HP-nya kecil, perempuannya apa? gede iklan apapun isinya apa? perempuan itu yang menarik perhatian. Semakin cantik semakin diperhatikan. Oleh karena seorang bertakwa kepada Allah dia tundukkan pandangan. Dia tundukkan pandangan karena Allah subhanahu wa taala. Dia tundukkan pandangan maka Allah mencintainya. Subhanallah. Satu pandangan mempengaruhi nasibmu di alam barzakh. Satu pandangan kau umbar ada pengaruhnya. Kau tundukkan ada pengaruhnya. Semua kemaksiatan kita tinggalkan karena Allah maka Allah semakin mencintai kita. Oleh karenanya Allah berfirman, "Waliman khafa maqbihi jannatan." Bagi orang yang takut dengan maqabbihi maqahu amamal hisab itu dia takut ketika beri di depan Allah akan dihisab. Dia takut maka dia akan mendapatkan dua surga. Sebagaian ahli tafsir mengatakan hamma bil maksih. Dia ingin maksiat tahu-tahu dia ingat dia akan dihisab. Dia pengin melihat yang haram, tahu-tahu dia ingat yang akan dihisab. Maka dia tidak jadi. Dia mau telepon cewek nanti dihisab repot. Gak usahlah. Dia mau browsing lihat apa yang tidak benar, dia takut akan dihisab oleh Allah Subhanahu wa taala. Dia pengin dengar musik-musik ketika bersendirian, dia takut kepada Allah Subhanahu wa taala. Karena sebagian orang subhanallah di antara kita banyak yang masa lalunya kelabu eh apa gelap gulita bukan kelabu. Ketika dia sudah ngaji terkadang timbul nostalgia masa lalu. Ya, saya pernah jalan sama kawan safari dakwah ngobrol di jalan tahu-tahu bukan kawan yang sekarang bukan ya. pernah zaman dahulu. Jadi kawan itu ternyata kita ke restoran ternyata dia menjauh. Menjauh ternyata saya lihat dia dari jauh dia nyanyi. Wow sepuas-puasnya mumpung ustaz di sana katanya. Subhanallah ya. Kita semua seperti dulu banyak bukan semua banyaknya kita masalunya buruk ya. Oleh karena ketika datang setan menggoda kita untuk nostalgia maksiat kita ingat Allah. Kita akan dihisab. akan dihisab. Allah berfirman, "Innalladinaq." Ini ciri orang bertakwa. Inallina thum minar humubsirun. Dalam surat Ala'raf kata Allah Subhanahu wa taala, "Sesungguhnya orang bertakwa jikaahum min, setan bisik mulai mengitarinya. Ada sentuhan-sentuhan setan. Tiba-tiba ada ide-ide, inovasi. Pengin lihat ini, pengin lihat anu, pengin telepon sana, telepon sini, pengin lihat bagaimana kabar CLBK. Mulai itu bisikan setan. Tiba-tiba ingin nostalgia maksiat, pengin dengar musik-musik masa lalu, pengin nonton film-film masa lalu. Tadakaru mereka ingat Allah Subhanahu wa taala. Maka kapan kita meninggalkan maksiat karena Allah? Berarti kita bertakwa. Kalau kita bertakwa, wallahu yuhibbul muttaqin. Allah mencintai orang yang bertakwa. Allah mencintai orang yang bertakwa. Berat zaman sekarang takwa berat. Takwa berat. Makanya sayaing bilang bukan wali Allah adalah yang bisa terbang menurunkan hujan susu. Bukan. Ada di mana? Di internet. Ada orang di Yaman ya, dia ngaji sama wali-wali katanya wali-wali. Kemudian disebutkan ada wali nurunkan hujan susu di suatu kota. Wah, luar biasa. Para sahabat a enggak pernah turunkan hujan susu. Nabi pun tidak pernah turunkan hujan apa? Susu. Ini ada wali Habib Fulan turunkan hujan susu. Maka dia pun pergi ke kota tersebut. Dia pergi ke masjid, dia cari orang yang paling tua-tua. Karena ini kan cerita turun-temurun. Mungkin orang tua masih tahu cerita kisah itu. Maka dia datang ke masjid ketemu orang tua kayak Ami. Om sudah tua ini. Ee Om, pernahkah ada hujan susu di kota ini? Kata Ami yang sudah tua tadi, "Ente ke rumah sakit?" [Tertawa] Bukan, bukan itu wali. Wali itu adalah saya bilang di zaman ini yang bisa menundukkan pandangannya itu waliullah. Buktinya apa? Karena Allah mencegah dia dari maksiat. Berarti Allah membimbing penglihatannya, Allah membimbing pendengarannya. Faid ahbabtuhu kuntu samahulladzi yasma bihi waadzi yubsiru bihi. Kalau aku sudah mencintainya, aku jaga pendengarannya, aku jaga penglihatannya. Dia kalau lihat dengar musik, dia gelisah. Dia melihat maksiat, dia gelisah. Siapa yang bisa tundukkan pandangannya di zaman sekarang ini maka dia waliullah. Kalau masih belum bisa, masih wali murid. Subhanallah. Siapa bertakwa Allah cinta. Maka meraih cinta Allah ini bukan bukan hanya angan-angan. Perlu perjuangan. Perlu perjuangan. Wallahu yuhibbul muttaqin. Allah mencintai orang yang bertakwa yang ketika digoda oleh setan dia sadar saya sedang digoda. Maka dia lawan. Dia ingat bahwasanya dia akan dihisab. Dia ingat malaikat sedang-sedang mencatat. Dia ngapain nih? Tergoda. Pengin nostalgia maksiat. Malaikat sudah siap catat tinggal dia browing. Klik atau tidak lanjut atau tidak. Kalau dia lanjut malaikat catat maka cinta Allah berkurang darinya. Waliyadzubillah. Tib. Di antara amal yang mendatangkan cinta Allah, Allah berfirman, "Wallahu yuhibbus shobirin." Allah mencintai orang-orang yang sabar. Ya, akhi. Sabar berat zaman sekarang. Berat. Kapan Anda bersabar, Anda dicintai oleh Allah. Semakin tinggi level sabar Anda, semakin tinggi level cinta Allah kepada Anda. Sabar. Hidup ini ujian. Hidup ini ujian dan godaan untuk kita tidak sabar dari banyak sisi. Banyak sekali. Banyak sekali kita tidak sabar. Oleh karena seorang bersabar dengan tiga model sabar. Sabar dalam menjalan ketaatan. Sabar dalam meninggalkan maksiat dan sabar ketika terkena musibah. Orang menyangka sabar hanya ketika terkena musibah. Gak. Sabar itu juga sabar yang luar biasa. Di antara sabar dalam jalan ketaatan, sabar dalam negat. Makanya ketika Allah sebutkan tentang ciri-ciri ibadurrahman, Allah sebutkan banyak amal. Di akhir ayat Allah mengatakan, "Uikazal bimau." Mereka itulah orang-orang yang diberi ganjaran gurfah surga yang tinggi karena kesabaran mereka. Apa kesabaran mereka? Ternyata amal-amal saleh. Allah mengatakan, "Walladina yabitunahim sujad waqiamah." Butuh sabar salat malam. Waidza khatabahumul jahiluna qu salam. Kalau ada orang-orang bodoh kemudian menghina mereka, merendahkan mereka, mereka sabar tidak menggubris. Sabar. Mereka sabar salat malam. Kemudian di antara kesabaran mereka wau billagu kirama wallinazura. Orang-orang tidak pernah menghadiri Azzur, tidak pernah bersaksi palsu. Zur di antara makna zur adalah maksiat. Mereka tidak pernah hadir acara maksiat. Mereka tidak pernah menghadiri acara ee keagamaan agama lain. Di antara makna zuhur ditafsirkan oleh para salaf yaitu acara-acara keagamaan lain. Kemudian wa marru billag maru kirama. Kalau mereka melewati perkara sia-sia mereka lewat aja tidak mampir. Ini semua butuh kesabaran ya. Orang-orang yang bersabar mendidik anak istri. Walladinaquabana hablana min azwajina minyatina qayun. Mereka sabar mendidik anak dan istri. Set itu Allah berkata ulika gurfah. Mereka diberi surga yang tinggi bimaar. Karena kesabaran mereka ternyata salat malam butuh sabar. Kalau enggak sabar enggak bisa continue salat malam. Tawadu butuh sabar. Alal ardhi hauna. Tawadu butuh sabar. Kadang-kadang ya biar tahu kau siapa saya. Tunjukkan keangkuhan, tunjungan kesombongan. Butuh sabar. Butuh sabar. Ada seorang bertemu dengan seorang alim. Dia berkata, "Tahukah engkau siapa saya?" Dia ingin tunjukkan dia jagoan. Kata orang alim tadi, "Engkau iya saya tahu. Kau berasal dari air mani yang hina. Keluar dari kemaluan." Dua kali dari kemaluan bapakmu masuk kemuluan ibumu, keluar lagi dari kemaluan ibumu. Sekarang kau lagi berjalan, dalam perutmu ada kotoran. Kalau mati tidak dikubur jadi bangkai yang bau. Itulah hakikatnya. Alam nakluqum mim maim mahin. Kata Allah, "Tidakkah kami menciptakan mereka dari air yang hina?" Falyandzuril insanu mimma khuliq. hendaknya manusia merenungkan dari mana dia diciptakan. Khuliq mim mafi dan air terpancar dari kemaluan. Untuk tawadu butuh sabar, untuk meninggalkan zina butuh sabar. Allah sebutkan di antara ciri Abdurrahman. Mereka tidak syirik, mereka tidak zina, mereka tidak membunuh orang. Tidak zina butuh sabar. Sebab-sebab zina kita tinggalkan butuh kesabaran. Jadi sabar itu bukan hanya ketika terkena musibah. Menjalan ketaatan, butuh sabar meninggalkan mesej juga sabar. Dan kita sekarang ini sangat butuh sabar meninggalkan maksiat, sangat butuh sabar yang luar biasa. Dan siapa yang bersabar maka akan dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Jadi Allah berfirman, "Innallaha maobirin." Allah mencintai orang yang bersabar. Kalau kita lagi enggak mau sabar, aduh saya pengin dicintai oleh Allah. Saya ingin ditolong oleh Allah. Sabar, sabar, sabar. Sabar. Mau marah? Sabar lagi. Mau ngeklik sabar. Jangan sabar. Matikan HP. Kuota dihabiskan segera. Gimana caranya? Tayib. Di antaranya Allah berfirman, "Innallaha yuhibbul mutawakilin." Sesngnya Allah mencintai orang yang bertawakal. Sering kita bertawakal, maka semakin dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Tertawakal dalam segala hal. Jangan pde dengan diri sendiri. Tapi pah kalau kita sudah bertawakal kepada Allah. Ya, pedah kalau kita sudah bertawakal kepada alaziz alhy yang maha perkasa yang maha hidup. Kata Allah, watwakal aliz rahim alladzi yara takumqaka fajidin watwakaladzi la yamut. Bertawakallah kepada yang maha hidup, yang tidak mati. Bertawakallah kepada yang maha perkasa yang sangat sayang. Bertawakal kepada Allah. Maka setiap kegiatan ingat tawakal kepada Allah. kita keluar rumah paling tidak kita baca bismillahi tawakaltu alallahi la haula wala quwwata illa billah jangan lupa. Dan tawakal itu bukan cuma ketika mencari rezeki, bukan ketika hanya melamar akhwat. Ya, banyak orang tawakal kalau mencari rezeki sama melamar ditolak tawakal alallah diterima tawakal enggak tawakal dalam ibadah. Allah mengatakan watwakal alal azizirahim alladzi yarum. Bertawakallah kepada Allah yang melihat engkau ketika kau sedang salat. Salat butuh fa'buduhu watwakal alai kata Allah beribadahlah bertawakal kepadanya. Haji tawakal umrah tawakal puasa tawakal dakwah butuh tawakal. Wana allawak alallah waq hadana subulana. Para rasul ketika diganggu, dia mengatakan, "Kenapa kami tidak bertawakal kepada Allah dalam dakwah kami? Sementara Allah telah memberi petunjuk kepada kami." Jadi, jangan batasi tawakal hanya urusan dunia. Salat tawakal agar kita khusyuk. Salat malam tawakal. Sebelum tidur minta kepada Allah bangunkan untuk bisa salat salat malam. Menghafal Quran butuh tawakal. Taklim butuh tawakal. Ngurus anak istri butuh apa? Tawakal. Ya, akhi. Kita gak bisa mengandalkan diri kita. Gangguan di luar sana yang bisa menyesatkan anak-anak kita sangat besar. Gangguan di sana yang bisa menyesatkan istri kita sangat besar. Kita enggak mampu hanya mengandalkan kemampuan kita harus bertawakal kepada Allah Subhanahu wa taala. Kita enggak mampu tawakal. Cari rezeki tawakal ibadah tawakal haji tawakal. Yang benar jangan haji visa enggak benar. Haji pakai visa enggak benar terus bilang saya tawakal. Ini tawakal ngawur seperti itu. Tawakal itu jalan yang benar. Baru bertawakal kepada Allah. Bukan pakai cara yang haram. Kemudian bilang apa? bertawakal. Oleh karenanya, semakin kita sering bertawakal, semakin sering menyandarkan diri kita kepada Allah, maka Allah mencintai kita. Ibu-ibu ngurus anak butuh tawakal. Kalau enggak susah ngurus anak-anak. Anak-anak berat zaman sekarang mereka punya dunia sendiri, mereka punya teman sendiri, mereka punya mindset sendiri. ngeri. Maka kita bertawakal kepada Allah, berusaha mendidik mereka disertai dengan doa bentuk tawakal kepada Allah Subhanahu wa taala. Kemudian di antaranya innallaha yuhibbul muqsitin. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang adil. Adil dalam kegiatannya, adil kepada anak-anaknya, adil kepada istri-istrinya. Kalau lebih dari satu, kalau cuma satu ya adil melulu insyaallah. Adil dalam menghukum, adil dalam menilai orang. Adil ya harus adil. Terkadang kita tidak adil dalam menilai orang lain. Terkadang kita tidak adil terhadap anak-anak kita. Terhadap kita tidak adil kepada keluarga kita. Adil. Ya Allah mengatakan, "Wrimannakuman ala allailuilu akrqwa." Jangan kebencianmu kepada orang-orang kafir membuat kau tidak adil terhadap mereka. Bahkan kepada orang kafir. Kita tidak boleh berkata tidak adil. Harus adil. harus adil apalagi kepada sama kaum kaum muslimin. Keadilan sangat di diperlukan dan Allah mencintai orang-orang yang yang adil. Tib di antara ayat-ayat yang menunjukkan juga cinta Allah kepada seorang tadi kita sudah singgung yaitu orang-orang yang bertakwa. Dan di antara ciri-ciri orang bertakwa, Allah sebutkan dalam Ali Imran allinafiquata Allah, muttaqin Allah siapkan surga bagi orang-orang yang bertakwa. Siapa orang bertakwa tersebut? Allah sebutkan tiga ciri. Allinafiqual wali. Yaitu orang-orang senantiasa berinfak dalam kondisi lapang maupun susah. Dalam kondisi lapang dia berinfak, dalam kondisi susah dia berinfak. Meskipun mungkin kurang nominalnya, tapi dia tetap berinfak. Apalagi Allah menggunakan fi'il mudhar yaitu yang menunjukkan continuous tense yaitu berkesinambungan. Alladina yunfiquuna yang senantiasa berinfak far dalam kondisi lapang dalam kondisi susah. Walkadi minal ghaid. Orang-orang yang senantiasa meredam amarah ini susah. Alkad minal gis itu dia mampu melampiaskan tapi dia redam dan berat. Kenapa? Alkadimin itu marah sudah di puncak. Ibarat air sudah di puncak akan luber dia ikat. Itu namanya alkadimin. Sudah mendidih kemarahan dia lawan. itu Allah cinta orang seperti ini. Mau lampiaskan atau mau dicintai Allah? Ha sudah lepas. Allah cinta saya. Bismillah. Kalau emosi emosi. Melampiaskan bisa tapi ingat cinta Allah mudah kita tinggalkan semua. Walina aninas. Mau marah bisa, mau digampar bisa, mau dipatahin tulangnya bisa. Tapi wal afina aninas orang-orang yang memaafkan orang-orang yang menzaliminya. Ya wallahu yuhibbul muhsinin. Allah mencintai orang yang berbuat ihsan. Subhanallah. Allah buka dengan ini sifat-sifat orang muttaqin. Senantiasa berinfak. Dia yakin tentang janji Allah. Dia meredam amarah dan dia maafkan orang menzaliminya. Setelah Allah tutup di akhir ayat. Wallahu yuhibbul muhsinin. Allah mencipta orang berbuat lisan. Karena kata para ulama, tidak ada yang bisa melakukan ini. Senantiasa berinfak, berkesinambungan, tidak berhenti, dan senantiasa bisa meredam amarah, dan senantiasa berlapang dada memaafkan orang lain, kecuali yang telah mencapai derajat ihsan, derajat yang tinggi. Merasa senantiasa dilihat oleh Allah subhanahu wa taala sehingga dia tahu bahkan urusan dadanya, urusan hatinya, Allah melihat apa yang bergulir di dadanya. Kalau dia maafkan, Allah tahu. Dia meredam amarah, Allah tahu. Meskipun tidak ada yang melihatnya. Tapi dia tahu Allah melihatnya, maka dia telah mencapai derajat ihsan. Demikian mungkin ada satu terakhir saya sampaikan juga ee hadis di mana Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Innallaha yuhibbul abdqial ganial khfi." Ini hadis terakhir hadis Saad bin Abi Waqqas radhiallahu taala anhu dalam Sahih Muslim. Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertakwa. Sudah kita bahas tadi bertakwa abdqiya alghaniyal khofi alghani yaitu dia merasa cukup. Ada yang mentafsirkan qanaah. Dia tidak merasa cukup ya dengan apa yang dia miliki. Dia juga mendatangkan cinta Allah kepadanya. Dia tidak tamak dia merasa cukup. Qanaah qanu. Kemudian alkhafi yang suka menyembunyikan dirinya tidak suka tampil. Seorang berusaha tidak suka tampil kecuali dia terpaksa untuk tampil. Ya, Ustaz terpaksa tampil tapi jangan bertampil berlebihan yang tidak perlu. Kalau bisa tampil untuk taklim, taklim untuk taklim aja. Di luar itu tidak perlu apa tampil. Ya, tidak perlu tampil kecuali diperlukan. Ya, kalau antum panitia tidak usah tampil, kalau bisa jangan tampil. Karena penampilan itu bikin masalah. Kalau antum tampil hati antum tidak mudah untuk ikhlas. Saya katakan tidak mudah ikhlas. Makanya saya ingatkan kepada para kawan-kawan, para dai, kita amanah di hadapan Allah. Kita juga perhatikan masalah audiens. Jaga keikhlasan mereka. Ikhlas itu tidak mudah. Kalau kita tampilkan murid kita baru ngaji, kita pamerkan, khawatir dia goyang niatnya. Tidak mudah. Siapa tidak bangga foto sama ustaz? Bangga atau tidak? Apalagi makan sama ustaz. Apalagi sudah bayar 2,5 juta makan sama ustaz. Bangga atau tidak? Senanglah. Cuma hatinya bagaimana? Wallahualam. Kita enggak tahu. Jaga hati audiens. Jangan suka tampilkan mereka. Ya, kalau kita dekat sama mereka tidak perlu harus dibuat konten sedikit-sedikit konten-konten kontainer ya. Oleh karenanya khafi khofi itu orang yang tidak suka tampil dia sibuk mencari keridaan Allah Subhanahu wa taala yang pikiran dia bagaimana Allah tahu sudah cukup. Allah mengatakan fainnallaha bihi alim. Apapun yang kalian infakkan, apa yang kalian perbuatan kebaikan fainnallaha bihi alim. Allah sudah tahu, sudah cukup. Allah tahu, selesai. Sebisa mungkin tidak tampil, jangan tampil. Saya punya kawan-kawan luar biasa infak mereka. Mereka tidak mau tampil. Mereka tidak mau tampil sama sekali. Sedikit pun tidak pengin tampil. Itu kita lihat nyata. Ada teman-teman kita yang begitu. Padahal infak mereka miliar-miliaran. Ini yang baru infak Rp00.000 pengin tampil. Oke. Jaga jaga in R.000 latihan jangan tampil ya. infak miliar-miliar tidak pengin tampil. Bahkan kalau disebut marahnya muka disebut namanya dia marah. Marah serius muka merah marah. Kenapa sebut-sebut nama saya? Latih murid-murid kita seperti itu. Bukan kita tampilkan mereka ya, Guys. Guys, akhirnya dia terbiasa tampil. Padahal Allah mencintai hamba yang suka alkfi, tidak pengin tampil. Kalau tidak diingin tampil, dia lebih dekat kepada ikhlasan, jauh daripada ria. Demikian saja ikhwan dan akhwat kajian kita karena sudah malam tidak ada tanya jawab. Sampai sini saja. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Amin. Apa yang saya sampaikan semoga bisa kita praktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Subhanakallah wabihamdik asadu alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.