Transcript
6OAcA9m0Gns • Beratnya Amanah & Besarnya Pahala Di Akhirat - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2648_6OAcA9m0Gns.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Alhamdulillahi ala ihsaniukr ala taufihi asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhu waasuluh ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali ini kita akan bahas tentang ee salah satu sifat orang beriman yaitu amanah. Ya, pembahasan ini pembahasan yang sangat penting ya, karena kita dapati fenomena sebagian orang yang kelihatannya ee secara penampilan orang beriman namun ternyata tidak amanah. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah mengabarkan bahwasanya awal mauqadu minaddin al amanah. Yang pertama hilang dari agama adalah amanah. ya. Ee dan apalagi di zaman semakin banyak keburukan maka semakin sulit kita mencari orang yang amanah. Dari situ kita harus punya gambaran yang jelas dan terang benenderang tentang amanah dan pada perkara-perkara apa saja ee amanah harus kita tegakkan, harus kita terapkan dan apa faedahnya dan apa bahayanya kalau seorang tidak amanah. Ya. Ee ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala. Ee tentunya seharusnya amanah memiliki keterkaitan erat dengan agama. Karenanya Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan la imana liman la amanata lahu. Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah. Wadina liman la ahum. Wadina liman la ahu. Dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menunaikan ee janjinya. Ya. Jadi Allah subhanahu wa taala mengatakan atau Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "La imana liman la amanata lahu." Tidak ada iman bagi orang yang tidak ada amanahnya. Bahkan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menjadikan tanda orang munafik yaitu tidak amanah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ayatul munafik salat." Tanda orang munafik tiga. Haddasa kadaba. Kalau dia berbicara dia berusta. Waidza waada akhlafa. Kalau dia berjanji dia menyelisihi. Waidza tumina kona. Dan kalau dia diberi amanah, dia berkhianat. Tentunya tidak ada yang suka jika memiliki sifat kemunafikan. Ya, dalam ayat hadis yang lain kata Rasul sahu alaihi wasallam, waidza ahada gadaro waidza khas fajaro. Kalau dia sudah berjanji, maka dia membatalkan janji. Gadar, curang. Waidza khasama khasama fajar. Kalau dia bertikai, bersengketa, maka dia licik. Maka dia licik. Dan ini ciri-ciri orang munafik di antaranya tidak memiliki amanah. Maka di awal ee kajian ini saya akan menyebut tentang urgensinya amanah. Urgensinya amanah kita bisa tahu dari beberapa poin. Yang pertama bahwasanya amanah adalah sifat para nabi. Sifat para nabi. Ketika Allah menyebutkan kisah para nabi dalam surat Ala'raf, di antaranya perkataan Nabi Hud. Dia berkata kepada kaumnya, "Wa ana lakum nasihun amin." Dan aku adalah orang ingin kebaikan bagi kalian. Nasih yaitu ingin kebaikan bagi kalian. Amin. Yang terpercaya. Yang terpercaya. Demikian juga ketika Heroklius ee membawa Abu Sufyan ketika setelah perjanjian Hudaibiyah antara kaum muslimin dengan kaum musyrikin pada tahun 6 Hijriah terjadi perjanjian namanya ee suluhul Hudaibiyah yaitu gencatan senjata selama 10 tahun dan boleh berinteraksi antara kaum musyrikin dengan kaum muslimin. Maka ketika itu Abu Sufyan dan beberapa rombongannya sedang biasa berdagang di negeri Syam. Ternyata ada raja Heroklius yaitu kaisar Romawi yang mengetahui keberadaan Abu Sufyan. Dan Abu Sufyan adalah kepala gembong kaum Quraisy ketika itu. Pengganti Abu Jahal. Abu Jahal sudah tewas, dia yang menggantikannya. Maka dipanggillah Abu Sufyan. Dihadirkan di hadapan Heroklius. Kemudian Herlis bertanya tentang sifat-sifat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Karena dia dia sudah mendengar ada seorang yang mengaku nabi di Jazirah Alarab. Dan dia sudah dia sedang menanti-nanti hadirnya nabi terakhir. Dia sudah nanti-nanti. Maka dia pengin cek, cross check. Maka dia tanya kepada Abu Sufyan dengan beberapa pertanyaan. Di antara pertanyaannya Abu Sufyan bertanya. Heraklis bertanya kepada Abu Sufyan, wad yammurukum. apa yang ee Muhammad perintahkan kepada kalian. Maka Abu Sufyan mengatakan, "Kana yuruna eh wyrudullahaqulaha wyr Muhammad mengatakan, sembahlah Allah dan jangan berbuat syirik sama sekali." yuruna dia menyuruh kamiat untuk salat wasiddiq untuk jujur wal af untuk memiliki akhlak yang mulia menjaga diri walfa bil ahdi dan untuk menunaikan janji. Wail amanah dan untuk menunaikan amanah. Salah satu pertanyaan Heroklius adalah demikian yang dijawab Abu Sufyan dengan jawaban tadi. Setelah banyak pertanyaan diinterogasi diinterogasi apa namanya si Abu Sufyan. Akhirnya Herlis mengatakan eh ketika aku bertanya kepada engkau fainnaka zaamta engkau menyangka annahu yammurukum bisat bahwasanya Muhammad menyuruh kalian untuk salat wasiddiq untuk jujur wal afaf untuk menjaga diri berakhlak mulia wal wafa bil ahad dan untuk menunaikan janji. Wa adail amanah dan untuk menunaikan amanah. Kemudian kata dia, "Demikianlah sifatun nabi. Demikianlah sifat para para nabi." Demikianlah sifat para nabi. Jadi sifat para nabi seluruhnya dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam di antaranya adaul amanah, menunaikan amanah. Contoh lagi misalnya kisah Nabi Musa Alaih Salam. Nabi Musa alaihi salam Allah sebutkan bagaimana amanahnya dalam Al-Qur'an ketika seorang wanita berkata kepada ayahnya ya abatjirhu innair manjarta alqawiyul amin. Wahai ayahanda pekerjakanlah Musa. Sesungguhnya sebaik-baik orang yang kau pekerjakan adalah seorang yang kuat lagi amin. Lagi terpercaya. Lagi terpercaya. Timbul pertanyaan, dari mana wanita ini tahu Nabi Musa adalah orang terpercaya? Dalam Alqur'an Allah mengatakan maana wajun kabirqah inzalirinir. Ketika Musa Alaih Salam kabur dari kejaran Firaun dan bala tentaranya, maka dia kabur tanpa membawa bekal sama sekali. Maka dia berjalan dengan perjalanan yang sangat jauh dari Mesir menuju ke China, yaitu dari benua Afrika menuju ke benua Asia. Ee di sampai di Madian khilaf Madyan di mana lokasinya? Ada yang mengatakan di Yordan, ada yang mengatakan di Tabuk di Saudi Arabia. Intinya perjalanan ratusan kilo dia tempuh dan dia tidak bawa bekal sehingga dia kelaparan. Sampai disebutkan dia sering makan daun sehingga tubuhnya kelihatan ada warna hijau saking banyak daun yang dia makan. Kemudian dia tiba di Madyan ketemu orang-orang sedang kumpul di sebuah sumur. Tiba-tiba dia melihat ada dua wanita yang menghalang-halangi kambingnya tidak ikut ambil air di sumur tersebut. Rupanya penduduk negeri situ penduduk yang tidak baik. Ya, harusnya wanita di luaran, ya. Harusnya ladies first katanya demikian ya. Ini perempuan cuma dua orang ternyata dibiarkan. Harusnya kalau perempuan cuma dua orang udah mereka berdua dulu berlaki-laki ternyata mereka tidak demikian. Laki-laki dulu ambil air. Maka Musa datang kepada kedua wanita tersebut. Musa alaihi salam berkata, "Ma khotbukuma? Apa yang buat kalian? Apa gerangan kalian? Kenapa kalian tidak ambil air?" Maka mereka berdua mengatakan nastai. Kami tidak akan air akan ambil air sampai laki-laki semua pergi dulu. Wa abuna sikhun kabir. Adapun ayah kami sudah tua ya sehingga tidak bisa ngambil air. Harusnya laki-laki yang ambil air tapi ayah kami sudah tua kami yang ambil ambil air. Maka Musa pun mengambil air bagi mereka berdua. Kemudian beliau pun bernaung di bawah sebuah pohon kemudian berdoa kepada Allah agar dibeli ya ee kebaikan dari Allah itu beliau minta makan. Kemudian akhirnya datanglah wanita, salah satu dari wanita tersebut kepada Nabi Musa ehdah alasya jaatahumsi altihya. Maka salah seorang dari dua orang wanita ini ada yang mengatakan adiknya datang dengan berjalan malu-malu, tersipu maluat inna abia liajak ajqana. Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk ee mengundangmu untuk memberi ganjaran karena kau telah mengambilkan air bagi kami. Karena Musa ambilkan air buat buat mereka. Tib wanita ini setelah setelah Nabi Musa ketemu dengan bapaknya, wanita ini mengatakan, "Wahai ayahanda, kerjakanlah Nabi Musa. Sesungguhnya dia kuat dan dia terpercaya." Dari mana tahu Nabi Musa kuat? disebutkan oleh para ulama karena ketika itu Nabi Musa mengangkat tutup sumur yang harusnya hanya bisa diangkat oleh 8 orang. Ternyata diangkat sen sendiri. Diangkat sendiri. Diangkat tutup sumur kemudian ditutup kembali dan ini sangat berat. Namun Nabi Musa bisa mengerjakan sendiri. Maka kedua wanita tersebut heran dengan kekuatan Nabi Musa. Timbul pertanyaan berikutnya, dari mana wanita ini tahu bahwasanya Nabi Musa amanah? Tentunya dari perilaku Nabi Musa yang hanya sekejap tidak lama. Nabi Musa ketika ketemu mereka berdua dengan penuh adab, ingin menolong tanpa ada ee keinginan apa-apa. Padahal dia dalam kondisi kecapekan, dalam kondisi kelaparan, dalam kondisi kelelahan, dan dia orang asing. Tetapi dia berani untuk datang men wanita tersebut karena kasih sayang pengin menolong dua wanita tersebut. Ini orang amanah seperti ini ya. Ketika melakukan sesuatu tanpa pamrih, ingin melakukan kebaikan. Ini ciri-ciri orang amanah dan dia berbicara secukupnya saja. Kemudian setelah dia bantu, dia tidak minta apa-apa. Setelah dibantu, selesai urusan dia pergi meninggalkan dua wanita tersebut. Ini menunjukkan amanahnya Nabi Musa. Kedua, dari mana dia tahu Nabi Musa? Disebutkan ketika dari dalam arar yang sahih dari Umar bin Khattab ketika tersebut datang men Nabi Musa datang dengan jalan malu-malu kata Umar bin Khattab qilatan bubiha ala wajhiha laisat eh bisalfa khaja wallaj wanita ini pun datang dengan penuh malu-malu maka dia tutup wajahnya dengan kainnya kemudian dia bukan wanita yang kemudian Dan salfa yaitu berani ketemu laki-laki asal apa? Nimbrung dengan laki-laki ketemu dengan tidak. Tapi dia wanita yang tidak suka seperti laki-laki, tidak berani seperti laki-laki dan tidak bukan wanita yang suka keluar masuk rumah ya. Tapi dia ada keperluan keluar rumah untuk ngambil air dari sumur atau untuk mengundang Musa karena perintah ayahnya. Makanya ketika kita Nabi Musa ketemu, dia datang dari jauh, Nabi Musa lihat ternyata wanita. Nabi Musa langsung menundukkan pandangan. Wanita Nabi Musa alaihi salam langsung menundukkan pandangan apalagi wanita tersebut sambil menutup wajahnya. Padahal ketika itu tidak wajib bagi dia untuk menutup wajahnya. Tapi dia sangat pemalu. Dan Nabi Musa pun ketika melihat dia, dia pun segera menundukkan pandangannya. Ya. Kemudian ketika berjalan menuju rumah ayahnya, ternyata Nabi Musa berjalan di depan dan perempuan tersebut di belakang. Nabi Musa ajarin saya sekarang jalan depan, kamu di belakang. Kalau saya jalan lurus, biarkan saya berjalan. Kalau belok kanan, lemparkan kerikil ke kanan. Kalau belok kiri, lemparkan kiri, kelikir ke kiri. Jadi, Nabi Musa jalan. Kalau belok kanan, dia lempar ke kanan. Mis belok kanan. Belok kiri, lempar kiri ke lempar kerikel ke kiri sampai ke rumahnya. Ini laki-laki amanah atau tidak amanah? Mungkin kalau sebagian kita langsung aja ngobrol, "Ukhti, masyaallah ya. Masyaallah, masyaallah. Saya lagi lapar-laparnya, Ukhti. Masyaallah, anti datang pada waktunya Allah telah kirim anti buat saya." Subhanallah. Mungkin kalau sebagian kita demikian. Tapi Musa tidak. Subhanallah. Dia tahu jaga diri. Kalau perempuan itu jalan di depan, dia akan melihat lekuk tubuh wanita tersebut. Kalau jalan di samping bisa tengok-tengokan, bisa ngobrol-ngobrolan. Padahal mereka berdua tidak ada hubungan kemahraman. Maka cara agar amanah tetap terjaga, Nabi Musa di depan, perempuan tersebut di belakang. Dari sini Nabi dari sini wanita ini tahu bahwasanya Nabi Musa adalah seorang yang amanah. Maka dia mengatakan, "Innair manjarta alqawiyul amin." Sesungguhnya orang terbaik yang kau pekerjakan adalah orang yang kuat lagi amanah. Karena Nabi Musa aman. Demikianlah sifat para nabi. Terlebih lagi Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam diberi kelar dengan al-amin oleh kaum musyrikin. Kaum musyrikin ketika masih zaman jahiliah, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dikenal dengan orang yang amanah. Tidak pernah bohong sama sekali. Makanya ketika dia memanggil kaumnya kemudian dia berkata, "Wahai kaumku, kalau saya kabarkan di balik gunung ini, di atas Bukit Safa, Nabi Nabi Muhammad panggil mereka. Mereka kumpul semua orang Quraisy. Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Kalau saya kabarkan di balik buku ini ada pasukan berkuda ingin menyerang kalian. Akuntum musoddiqiya, apakah kalian akan membenarkan aku?" Kata mereka, "Ma jarabna alaika kadiba." Kami enggak pernah tahu kau dusta meskipun sekali. Maana alikaidq. Yang kami tahu kau selalu jujur. Kami pasti benarkan. Maka Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Fairakumadid." Sesungguhnya aku memberi peringatan pada kalian sebelum datang azab yang pedih. Yaitu hati-hati akan datang hari kiamat. Bertakwalah, tinggalkanlah kesyirikan." Ketika Rasulullah menyebutkan hal tersebut maka mereka marah. Maka berdirilah Abu Lahab pamannya Nabi sendiri. Maka dia berkata, "Tabban laka ya Muhammad sairal yaum jamana." Celaka engkau wahai Muhammad sepenuh hari. Cuma gara-gara ini kau kumpulkan kami. Kami kira ada apa? Ternyata kau cuma memperingatkan katanya akan ada hari kebangkitan. Celaka engkau wahai Muhammad. Maka turunlah firman Allah, tabtiada Abi Lahabi watab. Celaka kedua tangan Abu Lahab masuk neraka. Tapi yang jadi perhatian kita, Rasulullah tidak pernah berdusta sama sekali. Tidak pernah berdosa sama sekali. Ya, maka dia digelar dengan amanah. Ya, saking Rasulullah amanah sampai akhirnya disebutkan dalam buku-buku sejarah, buku sirah, Khadijah pun tertarik karena mendengar amanahnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Makanya Khadijah melalui perantara menawarkan Nabi untuk jadi pekerjanya. Bekerja sama Khadijah. Tidak lain Nabi Khadijah pengin tahu bagaimana amanahnya Nabi karena berita sudah banyak. Tetapi namanya kalau mau cari suami harus pasti ya. Cuma dengar-dengar saja ternyata berita bu burung ya. Katanya saleh ternyata kurang ajar. Katanya amanah ternyata tukang bohong. Maka Khadijah pun meminta Nabi untuk bekerja dengan dia, yaitu dengan mudarabah, yaitu modal dari Khadijah. Kemudian yang jualan adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian mereka, Nabi pun bersafar ditemani oleh budaknya yaitu Maisarah. Jadi boleh dikata Maisarah ini adalah kalau mau dibilang informannya Khadijah sehingga berjalan dengan Nabi dan itu perjalanan jauh dari Makkah menuju Syam. kemudian berdagang, kemudian balik lagi. Dan dalam perjalanan tersebut akan tersingkap bagaimana hakikat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di mata Maisarah. Kemudian Maisarah pun melaporkan kepada Khadijah. Maka Khadijah semakin yakin bahwasanya Rasul sahu alaihi wasallam memang utama untuk dijadikan suaminya. Padahal yang melamar Khadijah banyak namun dia tidak mau radhiallahu taala anha. Jadi kenapa kata Rasulull sallallahu alaihi wasallam amanah. Dan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam pun setelah menjadi nabi pun amanah. Di antara kebiasaan orang-orang Quraisy adalah menyimpan wadiah. Wadiah yaitu barang berharga di sisi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi meskipun mereka menuduh Nabi sebagai pendusta, sebagai orang gila ya, tapi mereka karena tahu Rasul Sallahu Alaihi Wasallam adalah orang yang amanah, mereka menitipkan wadiah mereka, barang-barang berharga mereka kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Saking amanahnya Nabi, bahkan ketika Nabi hijrah, Nabi tidak bawa lari sepeser pun dari titipan-titipan tersebut. Saking banyaknya titipan tersebut, sampai Nabi tugaskan Ali bin Abi Thalib, "Kau jangan dulu hijrah, saya dulu. Kau tugas di Makkah 3 hari kembalikan wadiah-wadiah tersebut." Ali bin Abi Thalib butuh 3 hari untuk mengembalikan barang-barang titipan yang dititipkan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bayangkan mereka orang-orang kafir bilang Muhammad di siang hari gila, sinting, dukun, penyihir, penipu. Tapi mereka ternyata menitipkan barang-barang mewah mereka kepada siapa? Nabi. Ya. Ya. Makanya Allah mengatakan, "Wama shahibukum bimajnun." Ketika mereka duduk Muhammad gila-gila. Kata Allah, "Wama shahibukum." "Bukanlah teman kalian orang gila." Itu Muhammad kalian sudah kenal sejak dulu. itu kawan kalian hidup bersama, tumbuh bersama kalian di Makkah. Muhammad dulu main-main sama Abu Jahal. Kalian tahu dia, masa kalian bilang dia gila. Hanya kebohongan ya. Fainnahum la yukadzibun wakinimina biayatai jahadun. Kata Allah, "Sungguhnya mereka tidak mendustakan engkau wahai Muhammad. Tapi mereka ngeyel," kata Allah. Jadi dalam hati mereka, mereka tahu Muhammad bukanlah pendusta. Jadi bukanlah orang yang tidak pengkhianat. Rasul Sallahu Alaihi Wasallam amanah sampai barang-barang semua di dikembalikan baru Ali bin Abi Thalib nyusul Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ini di antara amanahnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ya dan diakui oleh mereka ya. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam diberi gelar dengan al-amin. Diberi gelar dengan al-amin. Tib. Jadi di antara urgensinya amanah bahwasanya amanah adalah sifat di antara sifat utama para nabi. Kalau mereka tidak amanah maka umatnya tidak akan percaya kepada kepada mereka. Karena Rasulull sahu alaihi wasallam adalah amanah maka mereka percaya. Saking amanahnya Nabi sampai ada ayat-ayat yang turun yang di situ menegur Nabi, Nabi tetap sampaikan. Ada beberapa ayat menegur Nabi, Nabi tidak sembunyikan. Seperti firman Allah abasa wa tawalla jaahul a'ma w yudrika lahu yazakka. Ketika eh salah seorang sahabat ya Abdullah Ibnu Ummi Maktum yang buta datang kepada Nabi sementara Nabi sedang mendakwahi kaum Quraisy, pembesar-pembesar Quraisy. Nabi ingin kalau pembesar Quraisy ini sadar maka pengikutnya banyak. Dan Nabi lagi konsen. Tiba-tiba datang Ibnu Ummi Maktum minta diajarin ilmu. Maka Nabi berpaling darinya dengan bermuka masam. Nabi berpaling darinya dan bermuka masam. Karena Nabi lagi konsen ini seakan-akan nanti ajalah kau belakangan kau kan sudah Islam. Nanti dulu saya lagi konsen sama orang-orang kafir. Maka Nabi pun berpaling dan bermuka masam. Abdullah bin Ummi Maktum dia buta. Dia tahu enggak Nabi berpaling dia enggak lihat. Dia tahu enggak Nabi bermuka masam? Dia enggak lihat. Tetapi Allah tahu. Allah tahu. Maka Allah turunkan firmannya, Abasa wa tawalla. Dia bermuka masam dan berpaling. Dan Rasulullah tidak menyembunyikan ayat tersebut. Rasulullah sahu alaihi wasallam tetap menyampaikan ayat tersebut meskipun ayat tersebut menegur dirinya sendiri. Bahkan Nabi setelah itu memuliakan Abdullah bin Ummi Maktum. Ya, kalau Nabi sedang bersafar terkadang Ibnu Umi Maktum dijadikan pengganti Nabi di Kota Madinah. Ibnu Abi Maktum meskipun buta dia adalah dia adalah ee tukang azannya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ini tukang azannya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya. Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Inna Bilalan yuadinu bail." Sesungguhnya Bilal mengumandangkan azan masih malam. Yaitu waulu wasrabu makan minumlah terus. Hatta yuadzina ibnu Ummi Maktum. sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan padahal dia buta. Bagaimana dia bisa liat fajar ada yang lihatin. Subhanallah. Jadi Rasulullah muliakan dia sebagai tukang azan. Meskipun dia buta yang penting ada yang liihatkan fajar bagi dia. Dan kalau datang Ibnu Umi Maktum maka Rasulullah berkata, "Marhaban, selamat datang orang yang gara-gara dia Allah pun menegurku." Maksud saya Rasul wasam banyak ayat ya seperti ayat ini menegur Nabi demikian juga ya. Wahai Nabi kenapa kau mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu? Allah tegur Nabi. Nabi sampaikan ayat tersebut Allah juga berfirmanahu lahum. Allah maafkan engkau Muhammad. Kenapa kau biarkan orang-orang munafik tidak ikut jihad? Allah tegur dan semua ayat-ayat yang menegur Nabi Rasul sahu alaih wasallam tidak pernah sembunyikan. Kalau Nabi berkhianat tentu ayat-ayat seperti itu akan Nabi sembunyikan. Tib di antaranya di antara urgensinya amanah. Allah juga mensifati ee malaikat Jibril nazala bihir ruhul amin. Bahwasanya Al-Qur'an itu dibawa oleh arruh yaitu malaikat Jibril alamin yang terpercaya. Yang terpercaya ya. Karena Allah menjelaskan bahwasanya Al-Qur'an sampai kepada Rasulullah melalui malaikat yang terpercaya. Dan Allah memuji ee apa ee Nabi ee malaikat Jibril alaihi salam ya. Bahwasanya malaikat Jibril adalah malaikat yang terpercaya yang amanah tidak salah dalam memberikan wahyu. Tidak seperti ada sekelompok Syiah yang mengatakan malaikat Jibril salah kasih wahyu. Harusnya buat Ali ternyata salah kasih siapa? Muhammad sallallahu alaihi wasallam. kelompok siang seperti itu. Yang benar malaikat Jibril tidak mungkin salah karena dia adalah malaikat yang amanah. Diberikan kepada Rasulullah yang amanah juga. Sampailah Al-Qur'an kepada kita melalui para sahabat yang amanah. Tib. Di antara urgensinya sifat amanah bahwasanya amanah akan mempercepat seorang melewati sirat atau akan menghalangi orang lewat sirat pada hari kiamat kelak. Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan watursalu arahimu wal amanah fakumani jambat. Ketika orang-orang sedang melewati sirat dikirimlah amanah. dan rahim. Maka mereka berdua berdiri di samping kanan kiri sirat yaminan wa syimalan. Dan kita tahu sirat jembatan yang sangat tipis yang diletakkan di atas neraka jahanam. Ahadum minasif lebih tajam daripada pedang. Waqu minar dan lebih tipis daripada rambut. Kemudian di sampingnya ada khatatif dan kalalif. Ada beti-besi yang tajam yang siap mencapik-capik orang yang melewatinya. Ada yang melewati dengan cepat. Kalbar seperti petir, seperti cahaya. Ada yang seperti rihel mursalah, seperti yang berhembus ke ajawidil. Ada yang lari seperti kuda yang cepat, ada yang seperti unta yang berlari, ada yang sampai tertatih-tatih. Ada yang sampai merangka dan banyak yang kemudian tercabik-cabik. Yang tercabik-cabik juga ada dua. Ada yang tercabik-cabik langsung masuk di neraka. Ada yang tercabik-cabik namun lolos. Siapa yang amanah, maka amanah akan percepat dia. Maka ketika dia sedang lewat, tiba-tiba rahim dan amanah menghadanginya. Siapa yang suka menyambung silaturahmi, dia akan cepat. Siapa yang suka menunaikan amanah, dia akan cepat. Tapi kalau ternyata dia suka memutuskan silaturahmi dan dia tidak amanah, dia repot ketika di sirat. Dia repot ketika di sirat. Oleh karenanya orang yang tidak amanah biasanya terjerumus dalam kezaliman. Ya, makanya disebutkan orang-orang beriman ketika di sirat mereka berdoa, "Rabbana atmana nurana wagfirlana." Ya Rabb kami, sempurnakanlah cahaya kami dan ampunilah dosa-dosa kami. Kapan disebutkan oleh para ahli tafsir kenapa mereka berdoa gitu? Kapan mereka berdoa demikian? Ketika di sirat ketika mereka melihat orang-orang munafik dikasih cahaya oleh Allah Subhanahu wa taala. Ketika mereka sudah senang, ternyata cahayanya diredupkan oleh Allah. Sehingga mereka dipermainkan oleh Allah subhanahu wa taala karena selama ini di dunia mereka menipu. Ya, yudukiunallaha walladzina amanu. Mereka menipu Allah dan menipu orang beriman. Seakan-akan mereka beriman ternyata mereka tidak beriman. Pada hari kiamat Allah permainkan mereka. Mereka disuruh lewat sirat. Dikasih cahaya mereka sudah senang. Ternyata cahaya mereka dimatikan. Ketika itu orang-orang beriman berdoa sebagaimana Allah sebutkan dalam surat at-Tahrim. Rabbana atmim lana nurana wagfirlana. Ya Rabb kami, sempurnakanlah cahaya kami agar kami bisa lewat sirat. Kalau enggak ada cahaya enggak bisa. Gelap mati pasti langsung masuk neraka. Harus ada cahaya agar bisa lihat jalan, agar bisa lihat jembatan. Atmimlana nurana. Sempurnakanlah cahaya kami wagfirlana dan ampunilah kami. Mereka tahu yang menyebabkan cahaya redup adalah dosa-dosa. Dan di antara dosa-dosa yang membuat cahaya cepat rebut, redup adalah kezaliman. Kezaliman. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Adzulmuatun yaumalqiamah." Bahwasanya kezaliman adalah kegelapan yang bertubi-tubi pada hari kiamat kelak. Di antaranya kegelapan ketika melewati sirat. Dan di antara bentuk banyak kezaliman adalah tidak amanah dan khianat. tidak amanah dan khianat. Maka di antara bahwasanya urgensinya amanah bahwasanya amanah akan mempercepat. Siapa yang amanah akan cepat lewat sirat, siapa yang tidak amanah dia akan terhambat ketika lewat sirat. Baik. Di antara urgensinya amanah Rasul Sallahu Alaih Wasallam mengajarkan kalau ada orang mau safar kita doakan dia. Kita mengatakan asta dinaka wa amanataka wa khawatima amalik. Aku menitipkan kepada Allah agamamu, dinaka wa amanat dan amanahmu amalik dan penutup amalmu. Kalau orang yang mau bersafar bilang sama yang ditinggal dia bilang, "Astudiukallah allatiu w aku titipkan engkau kepada Allah karena saya mau pergi. Kalau saya titipkan sama engkau pada Allah, Allah tidak pernah tersia-siakan titipan kalau titipan kepadanya. Jadi saya titipkan engkau kepada Allah. Yang dititipi ya yang yang ditinggalkan berdoa tadi. Astaudi aku titipkan kepada Allah apa? Dinaka agamamu wa amanatak amanahmu amalik dan penutup amalanmu. Kata para ulama ketika menafsirkan hadis ini, karena orang musafir dia akan mengalami banyak kesulitan dan dia juga mungkin mengalami marah bahaya. Dia bisa saja meninggal dunia. Maka di antara yang perlu dijaga bagi orang yang musafir yang pertama adalah agamanya. Karena orang musafir kadang-kadang dia jauh dari kampung halamannya, dia bisa jadi agamanya goyang. Bisa jadi agamanya goyang. Dia bisa jadi maksiat di luar. Dia bisa jadi lupa diri. Banyak godaan di di luar. Namanya musafir. Ya terkadang agamanya bisa goyang. Ya, aganya bisa goyang. Luar biasa ya. Apalagi pergi ke negeri-negeri yang tidak jelas ya. Saya masih ingat ada kawan dia, dia cerita, "Ustaz, saya kapan-kapan pas pulang lewat suatu kota, waktu itu lagi ada ee kortingan ya, bayar sekian ribu dolar bisa menggauli 10 lebih wanita dari berbagai macam negara." Terus dia tawarin ke saya, "Kapan lagi nih? Kapan lagi nih? Murah ini, 10 wanita. Silakan bayar sekian ribu dolar. Ini lagi korting lagi apa lagi apa namanya istilahnya lagi diskon. Diskon diskon. Teman saya bilang alhamdulillah saya goyang juga waktu itu. Akhirnya teman saya maju saya pergi. Teman saya sudah meninggal rahimahullahu taala. Subhanallah. Kita lagi safar ada godaan bisa jadi goyang. Ya. Maka yang perlu dititipkan agama. Astaudi Allahdinak aku titipkan agamamu kepada Allah. Allah yang bisa jaga agamamu ketika kau sedang ber bersafar. Kemudian di antaranya wa amanatak dan amanahmu. Ya, artinya jangan sampai ketika kau bersafar kau tidak amanah dalam bersafar. Kemudian mungkin ada kerjaan mungkin apa ya. Dan kalau jangan lupa amanahmu jangan sampai kau lalaikan ya. Ingat amanah ya. Jangan sampai kau meninggal sementara kau tidak amanah. Yang terakhir khawatim amalik. Agar kau kalaupun meninggal, maka amal terbaikmu adalah husnul khatimah. Adalah husnul khatimah. Kau meninggal dalam kondisi amal penutup yang terbaik. Maka ini di menjelaskan bahwasanya pentingnya amanah jangan sampai seorang meninggal dalam kondisi tidak amanah. Maka ketika seorang mendoakan orang yang sedang bersafar, dia khususkan menitipkan kepada Allah amanahmu agar kau tetap menjaga amanahmu ketika sedang mukim maupun ketika sedang sedang safar. Ini menunjukkan tentang urgensinya amanah tayib. Di antara urgensinya amanah, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pernah berdoa agar Allah melindunginya dari khianat. Dari khianat. Dan khianat lawan daripada amanah. Di antara doa Nabi sallallahu alaihi wasallam, Allahumma inni azubika minal ju fnahu baji. Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari kelaparan ketika sedang tidur. Ya, kalau sudah lapar, lapar yang sangat parah sehingga seorang tidak bisa. Maksudnya bukan tidak sedang tidur, tapi ini lapar yang sangat parah yang membuat seorang tidak bisa beraktivitas sehingga dia harus melazimi tempat tidur. Kalau seorang sampai harus terkapar di tempat tidur gara-gara kelaparan ini sangat berbahaya sehingga dia tidak bisa menjalankan aktivitasnya sulit untuk beribadah. Maka Rasulullah berlindung dari kelaparan yang sampai seperti ini. Kemudian kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Waubika minal khianah fahaal bitah. Ubika minal fainnaha balah. Dan aku berlindung kepada engkau dari khianat karena dia adalah seburuk-buruk teman atau seburuk-buruk bitanah itu ee batin seseorang. Seburuk-buruk batin seseorang. Itu kata para ulama, Rasul Sallahu Alaihi Wasallam berlindung jangan sampai seorang batinnya diisi dengan khianat dan jangan sampai dia dikhianati oleh orang lain. Jangan sampai dikhianati oleh orangorang lain. Karena kalau kita dikhianati memang sangat menyakitkan. Sangat menyakitkan. Terkadang dikhianati terkait dengan dunia kita, terkadang dikhianati terkait dengan agama agama kita. Sudah banyak orang dikhianati. sudah kerja sama dari awal dengan kawan sampai besar tahu-tahu kawan ini kurang ajar kemudian diambillah segala segala aset perusahaannya. Ini ini terjadi. Dia kasih modal untuk kerja. Tentu kau anak buah saya, Bos. Ternyata dia bikin usaha atas nama dia sendiri. Dia kembangkan, kembangkan, kembangkan. Setelah sukses, si bos menyangka semua adalah hasilnya buat dia. Kata dia, "Bos, saya sudah punya usaha sendiri." Padahal pakai uang di uang bosnya. Ini khianat atau bukan? Khianat ya. Menyakitkan ya. Seorang ketika punya pegawai seperti itu sudah dia ambil dari tidak bisa apa-apa sampai berhasil ternyata dia menikam dari belakang. Maka ini sangat menya menyakitkan. Seorang memiliki pasangan hidup sudah dia baikin ternyata berkhianat selingkuh menyakitkan. Sudah dikasih masuk salon ya sudah bayar mahal-mahal ternyata buat orangor lain menyakitkan atau tidak menyakitkan. Khianat itu paling tidak enak. Makanya Rasul mengatakan minal khianah fainnaha balah. Aku berlindung kepada engkau dari khianat. Baik, baik saya berkhianat atau saya dikhianati ya. Karena seburuk-buruk sikap apa perangnya seseorang. Seburuk-buruk albitanah itu lawan dari lahiriah batin ya itu batin seseorang. Seburuk-buruk batin seseorang ya. Seburuk-buruk perange seseorang. Dan ketika Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mengkhususkan untuk berlindung dari khianat menunjukkan bahwasanya khianat adalah perkara yang sangat buruk. Ee dan amanah lawannya adalah perkara yang sangat indah. Tayib. Di antara urgensinya amanah sampai Rasulullah sallallahu alaihi wasallam melarang orang membalas khianat dengan khianat. Jadi jangan kau lepaskan amanah meskipun sedikit pun gara-gara ingin balas dendam enggak boleh. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Adil amanata ila ahliha wun man." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tunaikanlah amanah kepada pemiliknya." Wunat dan jangan kau khianat kepada orang mengkhianatimu. Enggak boleh. Dia khianat, kita balas khianat, enggak boleh. Enggak boleh. Khianat itu apa? Khianat itu melakukan keburukan di saat kita dipercayai. Enggak boleh. Ada orang khianat kita, kita enggak boleh. B misalnya waliyadubillah si A istrinya berkhianat dengan seorang laki-laki kemudian dia balas dia zinai lagi istri temannya tersebut. Enggak boleh balas-balas kan. Enggak boleh. Gak boleh balas khianat dengan khianat. Kalau kita balas, balas dengan tapi gak boleh ketika dia sudah percaya sama kita, kita balik khianat. Enggak boleh. Gak boleh seorang mukmin melepaskan baju amanah dari tubuhnya. Gak boleh sama sekali. Rasul mengatakan w takun man khana. Jangan kau berkhianat kepada orang yang berkhianat kepadamu. Kalau kau balas bukan dengan cara khianat. Balas depan benar-benar nyatakan tidak. Jangan tikam dari belakang benar-benar depan-depan balas dengan jelas dan nyata. Bukan kita merawih seakan-akan dia percaya sama kita kemudian kita khianati. Itu enggak boleh. Seorang mukmin tidak boleh berkhianat. Sedikit pun tidak boleh berkhianat. Ini menunjukkan buruknya sifat khianat dan pentingnya sifat amanah pada diri seseorang. Tib. Ee kemudian di antara urgensinya ee amanah datang perintah untuk amanah dalam Al-Qur'an. Ya, dalam Al-Qur'anul Karim Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam surah An-Nisa ayat 58. Innallaha ymurukum an tuaddul amanati ila ahliha. Allah memerintahkan kepada kalian ya untuk menunaikan amanah kepada pemiliknya. Waamumasi anum inallahumlahan. Jika kalian berhukum di antara manusia hendaknya berhukum dengan adil. Jangan sampai tidak amanah. Sesungguhnya Allah sebaik-baik memberi nasihat kepada kalian. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha melihat. Ya, di sini Allah memerintahkan untuk amanah. Pertama menyampaikan amanat kepada pemiliknya. Jangan sampai kita berkhianat. Ada amanah, ada kepercayaan tidak kita berikan kepada pemiliknya. Kemudian yang kedua, kalau berhukum di antara manusia hendaknya berhukum dengan keadilan. Sebagian ulama berpendapat ayat ini khusus kepada wulatul umur, kepada para pejabat yang mereka diperintahkan untuk menunaikan amanah kepada pemiliknya dan mereka diperintahkan untuk adil dalam berhukum. Meskipun ee sebagian ulama di antaranya seperti Asyaukan dalam Fathul Qadir merojikan bahwasanya ayat ini umum. Ayat ini umum kepada siapapun yang disahkan diserahkan amanah harus dia kembalikan kepada pemiliknya. Dan siapapun yang ditugaskan untuk menghukum di antara manusia maka dia harus adil. Kenapa? Jika tidak dia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah pada hari kiamat. Karena Allah samian innallaha kana samian basir. Sesungguhnya Allah mendengar lagi maha melihat. Demikian dalam surat Al-Ahzab ayat 72 Allah berfirman, "Inna amati insan inahu jahula." Kata Allah, "Kami tawarkan amanah kepada gunung, kepada langit, kepada bumi, kepada gunung." Itu Allah tawarkan. Mau enggak kalian mengemban amanah? Wahai langit, wahai bumi, wahai gunung, Allah tawarkan tidak diwajibkan. Tapi mau enggak pahalanya besar kalau kalian ingin mengembannya. Tetapi kata Allah, faabainahmilnaha. Ternyata langit, bumi, dan gunung enggan untuk mengemban amanah tersebut. Wafaqana minha dan mereka takut tidak bisa menunaikan amanah tersebut. Wahamal insan. Tapi manusia nekad memikul amanah tersebut. Kata Allah, "Innahu kanaluman jahula." Sesungguhnya manusia itu sering berbuat zalim dan sering berbuat kejahilan. Mereka menggeman amanah di atas kezaliman, di atas kejahilan. Ini dalil bahwasanya amanah adalah perkara yang sangat agung ya, yang dibebankan kepada manusia dan mereka harus menunaikan dengan baik. Sampai begitu agungnya amanah, langit, bumi dan gunung enggan takut. Padahal langit begitu kokohnya seperti apa, bumi begitu kokohnya seperti apa, gunung koknya seperti apa. Mereka takut memikul amanah. Ini Allah kasih gambaran bahwasanya amanah perkara yang sangat berat. Jangan disepelekan. Gunung yang begitu kokoh, langit yang begitu kokoh, bumi yang begitu kuat tidak mau memikul amanah. Dan kalian sekarang mikul amanah tersebut, maka tunaikanlah dengan baik. Jika tidak akan menjadi malapetaka bagi kalian di akhirat kelak. Di akhirat kelak. Allah Subhanahu wa taala demikian juga dalam Al-Qur'an menyebutkan ciri-ciri penghuni surga. Di antaranya kata Allah, walladina hum lianatihim wa ahdihim ro'un. yaitu orang-orang yang memperhatikan amanah-amanah mereka dan perhatikan janji-janji mereka. Allah sebutkan dalam surat Q aflahal mukminun alladina humatih khunzina humun fail. Kemudian di akhir ayat kata Allah, "Uika humul waritun allina yaritunal firdausa humha khidun." Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. Siapa mereka? Kata Allah di akhir, "Merekalah para pewaris juga firdaus." Setelah Allah sebutkan sifat-sifat mereka, sifat-sifat spesifik, spesial. Yang pertama khusyuk dalam salat mereka. Yang kedua mereka meninggalkan perkara-perkara yang sia-sia. Sampai Allah mengatakan, "Walladina hum liamanatihim wa ahdihim roun. Orang-orang yang senantiasa perhatian terhadap amanah yang dibebankan kepada mereka. Perhatian terhadap janji mereka. Kita nanti baru kita tahu ternyata amanah itu banyak. Ngurus istri amanah. Ngurus anak amanah. Ngurus suami amanah. Ngurus rumah amanah. Ngurus yayasan amanah. Ngurus uang umat amanah. Didik anak orang amanah. Ustaz ngajar orang juga amanah. Amanah tentang ilmu banyak amanah. Amanah terhadap tetangga banyak amanah yang Allah bebankan. Orang beriman, dia ngurusin amanah-amanah tersebut dengan baik sehingga menjadi penghuni surga firdaus. Menjadi penghuni surga firdaus. Tibh dan akhwat yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. tadi sudah kita jelaskan ya tentang urgensinya amanah dari banyak sisi ya entah berapa poin tadi sudah sebutkan. Sekarang kita ingin tahu apa sih perkara-perkara yang merupakan bagian dari amanah. Perkara-perkara apa saja agar kita waspada dan kita jangan menganggap itu bukan amanah. Ternyata ini amanah. Kalau ini amanah berarti kita akan diminta pertanggungjawaban oleh siapa? Allah. Kalau ini amanah kita akan dihentikan di sirat. Kalau ini amanah tidak kita tunaikan, berarti kita zalim. Kita zalim ya. Hak orang kita tahan, kita tidak amanah. Tib apa sih perkara-perkara yang merupakan ee amanah? Ya, sekarang kita akan ee bahas tentang hal-hal terkait dengan amanah ya. Tentang terkait dengan amanah. Apa sih medan-medan amanah? bagian-bagian mana yang kita diberi amanah oleh Allah Subhanahu wa taala. Pertama ee amanah yang terkait dengan ibadah-ibadah yang Allah wajibkan bagi kita. Maka ini semua adalah amanah. La takunullaha warasul watakunu amanatikum. Janganlah kalian berkhianat kepada Allah, berkhianat kepada Rasulullah dan kalian berkhianat amanah-amanah kalian. Allah sudah bebankan untuk salat. Allah telah bebankan untuk bayar zakat. Kalau punya uang harus berhaji ya. Maka ini semua adalah amanah ya. Ya. Maka ibadah-ibadah yang kita kerjakan kepada Allah adalah semuanya amanah yang akan Allah tanya kepada kita. Oleh karenanya dalam hadis awalu ma yuhasabul abdu min amalihi asat yaumalqiamah. Yang pertama kali Allah hisab dari hamba pada hari kiamat kelah yang Allah tanya tentang apa? Salat. Berarti salat adalah amanah. Salat adalah amanah. Maka seorang ketika merasakan salat adalah amanah yang akan ditanya oleh Allah, maka dia berusaha menjalankan salat dengan sebaik-baiknya. Kalau seorang meyakini bahwasanya ee zakat adalah amanah, maka dia akan menunaikan zakat dengan sebaik-baiknya, seindah-indahnya, secermat-cermatnya, secepat-cepatnya, tepat-tepatnya. Bagaimana dia bisa menunaikan ibadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Bab yang berikutnya ya amanah terkait dengan sesama manusia ya. Pertama, amanah yang terkait dengan harta. Ini saya akan banyak gambaran ya. Di antara bentuk-bentuk amanah terkait dengan harta ya, yaitu menjaga diri. Menjaga diri agar tidak mengambil harta orangorang lain. Agar tidak menggunakan harta orang lain. Ini berarti kita amanah. Jangan sampai kita menggunakan harta orang lain, mengambil harta orang lain kecuali dengan izinnya dan keridaannya. Izinnya dan keridaannya ya sebagai bentuk amanah terhadap diri kita. Sampai para ulama mengatakan kalau kita pinjam sesuatu harus minta izin. Ya. Ya. Di antara yang saya ingatkan kalau ke masjid kalau mau wudu jangan pakai sendal orang. Sendal dia dia taruh karena bagus dia pakai sendal orang. Padahal sendal orang lebih mahal daripada sendal dia. Akhirnya sendal kulit jadi basah, jadi mengganggu. Ini namanya tidak amanah ya. Menggunakan harta orang tanpa izin ya. Kemudian juga menunaikan harta orang lain yang dibebankan kepadanya ya. Dan ini ee banyak seperti yang terkait dengan nafkah-nafkah wajib itu amanah ya. Kita punya nafkah wajib kepada anak istri harus kita tunaikan. Orang-orang yang wajib kita nafkahi, kita wajib tunaikan. Kita punya kewajiban untuk memberi gaji kepada para pegawai itu amanah. Jangan sampai kita gampangkan. Ya, bahkan Rasulullah menganjurkan kita untuk memberi gaji kepada al-Ajir, kepada orang pekerja sebelumjifa arqu sebelum keringatnya kering. Kalau kita bisa kasih gaji sebelum waktunya lebih lebih baik. Misalnya pegawai kita gaji tanggal 25 harusnya kita kasih 24. Oke, lebih baik ya. Lebih baik ya. Sehingga perhatian terhadap gaji-gaji orang kerja sama sama kita. Jangan menggampangkan. Itu hak orang. Ah, cuma segitu bagi kita. Segitu bagi dia itu sangat berharga. Bagi dia sangat berharga. Begini orang apa sih cuma R1 juta kok ribut sekali bagi dia. Dia buat makan. Dia buat makan buat dia, buat anak istrinya. Jangan gampangkan ya. Di Jakarta aja masih ada orang kerja supir gaji R juta. Padahal ke Jakarta kehidupan kayak apa beratnya ya? Ya. Terus kita tunda-tunda lagi gajinya setengah mati. Kasihan. Ya. Kemudian juga warisan jangan ditahan-tahan. Ini juga hak orang lain. Kalau kita ada termasuk ahli waris, kemudian ada warisan, kita bilang, "Nanti aja dijual, nanti aja dijual." Padahal ada adik kita yang miskin yang butuh uang warisan. Kita bilang, "Nanti aja, nanti aja. Kau tamak sekali, uang segini aja." Padahal bagi adik kita itu uang sangat banyak. Akhirnya kita tahan-tahan, rumah ini enggak dijual. Rumah waris yang dijual dijual. Sampai adik kita mati enggak dapat apa-apa. Padahal senya rumah ini dijual mungkin laku 20 miliar misalnya atau 5 miliar. Paling tidak dia bisa senang-senang R00 juta meskipun setahun habis. Kita tahan-tahan sampai dia mati. Dia tidak merasakan kenikmatan harta warisan tersebut. Enggak boleh. Mentang-mentang kita kakak nomor satu, akhirnya kita menghalangi. Sudah ada yang mau beli rumah kita jual dengan harga yang tinggi. Akhirnya enggak laku-laku sampai adik kita mati. Nah, mati kan kita dapat horisan lagi dari adik kita. Ini Subhanallah. Hati-hati pewarisan harus segera ditunaikan ya. Barang pinjaman. Kalau kita minjam barang, ingat-ingat jangan sampai lupa pinjam barang orang ya harus dikembalikan ya. Utang harus di dibayar. J sudah utang orang sudah baik menjamin uang sama kita kemudian kita tidak bayar-bayar. Padahal kita punya uang. Kita punya uang akhirnya kita beli ini beli anu. Ternyata hak uang orang tidak kita bayarkan. Padahal sudah jatuh tempo. Rasulullah mengatakan matlul ghani zulmun. Ya, menunda-nunda pembayaran utang padahal dia mampu adalah kezaliman. Nanti punya harta, punya aset, jual bayar hutang. Itu orang dia butuh uang. Sudah waktu jatuh tempo. Ada orang kasih minyak uang sama kita orang baik. Dia sudah baik ternyata kita tidak baikin dia. Air susu dibalas dengan air air tuba. Ya. Nah, ini banyak keja kejadian. Sampai akhirnya yang minjamin uang jadi ngemis-ngemis ya. Mengemis. Bayar dong, bayar dong. Kasihan saya. Bayar dong. Subhanallah. Dia punya uang. ini zalim hati-hati hak orang tidak di dikembalikan ya. Kemudian wadiah ada harta yang dititipkan kepada kita maka kita jaga, jangan kita ee lalaikan ya. Kalau kita tidak mampu jangan. Saya enggak mampu. Kalau mampu kita jaga dapat pahala menjaga harta orang. Saatnya dikasih maka kita kembalikan. Maka kita kem kembalikan, maka kita kembalikan. Tib ini terkait ee harta ini contoh-contoh saja agar kita waspada. Jangan sampai hak orang kita tahan, hak orang tidak kita kembalikan. Makanya Rasul sahu alaih wasallam mengatakan tuadunnal huquqa ila ahliha atau ladanal hukqu ahliha yaumalqiamah hatta yuqarti al jalha minartilna. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Sesungguhnya semua hak akan dikembalikan kepada pemiliknya hari kiamat kelak. Jangankan manusia sampai kambing yang ditanduk akan minta qisos dari kambing yang menanduknya." Rasulullah mengatakan, "Kambing saja hewan akan minta haknya. Amanahnya dia minta." Bagaimana lagi dengan manu manusia? Jangan pernah menyempelekan ee masalah harta meskipun sedikitp. meskipun sedikit pun kita berusaha, kita meninggal tidak ada hak orang lain kita tahan. Semua amanah sudah kita kembalikan. Berusaha jangan menggampangkan. Jangan menggampangkan ya. Jangan menggampangkan. Saya pernah menghadapi masalah kasus di persidangan. Terus orang yang menahan cuma segitu aja. Saya bilang, "Ya, akhi segitu. Bagi dia penting, bagi ente tidak penting. Bagi dia penting segitu." Baru dia ngeh, baru dia terdiam. Bagi dia penting. Bagi orang mungkin miliarder uang R juta apa nilainya? Tapi bagi dia yang tidak punya uang apa-apa. Bagi dia sangat besar uang segitu. Dia bisa gunakan untuk macam-macam ya. Kemudian kita gampangkan hati-hati. Kemudian juga di antaranya amanah terkait dengan harga diri ya. Harga diri. Maka seorang ee jangan ya harus menjaga harga dirinya dan juga menjaga harga diri orang orang lain ya. Menjaga harga dirinya jangan dia rusak harga dirinya ya dengan mengumbar aib-aibnya. Jangan harga dirinya amanah ya. Kemudian juga misalnya ee jangan juga menjatuhkan harga diri orang lain ya. Jangan menjatuhkan harga diri orangor lain ya. Seperti kita menuduh orang tidak-tid bukti ya. Jangan ikut-ikutan orang tuduh-tid sudah kita enggak usah ikut-ikutan ya. Kalau kita ikut nuduh kita harus punya buk bukti. Kalau enggak punya bukti enggak usah ikut nuduh. Lihat aja apa yang terjadi. Gak usah ikut menuduh. Apalagi terkait dengan harga diri dia. Menuduh dia berzina, menuduh dia selingkuh. Ini hati-hati. Jangan ikut-ikutan kecuali memang punya bukti. Kalau enggak, maka jangan ikut-ikutan menjatuhkan harga diri orang lain. Kemudian juga amanah terkait dengan badan dan ruh. Badan dan ruh kita dibebani oleh amanah. Badan kita, roh kita adalah amanah dari Allah Subhanahu wa taala. Maka tidak boleh kita merusak tubuh ini. Makanya dilarang kita untuk bunuh diri. Ya, badan milik kita, tapi kita enggak boleh merusaknya. Siapa yang bunuh diri dengan sesuatu maka dia akan disiksa pada hari kiamat dengan suatu tersebut. Manqotala nafsu biadidatin fadidatuhu biyadihi. Siapa yang bunuh diri dengan benda tajam dengan besi, maka hari kiamat dia akan pegang besi tersebut. Dia tusuk-tusuk perutnya sebagaimana ketika dia di dunia bunuh diri. Siapa yang bunuh diri dengan melemparkan tubuhnya dari gunung maka dia akan disisa pada hari kiamat dengan demikian. Waman taahasumman. Siapa yang bunuh diri dengan minum racun, maka dia akan mati. Disiksa juga pada hari kiamat dengan racun. Ya, kalau di dunia pakai racun baigon, di neraka racunnya bukan baigon. Bagion super plus. Tidak akan sama dengan baigon di dunia. Ngeri ya. Karena tubuh kita ini amanah. Tubuh kita ini aman. Gak boleh kita merusaknya. Makanya di antara dalil yang mengharamkan rokok. Rokuk merusak tubuh atau tidak merusak tubuh. Enggak boleh. narkoba merusak tubuh atau tidak merusak tubuh. Maka gak boleh kita merusak tubuh tubuh kita ya. Merusak tubuh kita gak boleh. Apalagi kita merusak tubuh orang lain. Hati-hati ya. K merokok kita mengganggu tubuh orang lain. Orang lain terganggu kesehatannya. Kita tidak jaga. Tapi ada orang berapa kasus orang meninggal istrinya gara-gara suaminya yang merokok. Istrinya sakit meninggal gara-gara suaminya yang merokok. Karena perokok pasif lebih bahaya daripada perokok aktif. Saya pernah menghadapi kasus ini langsung. Jadi ada perawat di Madinah, orang Indonesia kenal juga kenal dengan keluarga. Dia sakit parah, dia tidak merokok, suaminya yang merokok. Suaminya tidak meninggal, dianya yang meninggal. Ini gimana istri meninggal gara-gara dia merokok? Mungkin kalau dia ini istrinya yang dia cintai. Ya kadang kadang orang sudah merokok kadang dia tidak peduli orang lain, cuek aja. Saya pernah negur orang, anak saya masih kecil, saya bilang, "Pak, bisa merokok sebelah sana. Kamu yang pergi sana." Katanya, Subhanallah. Dia bukan tempat merokok umum, tapi dia kalau sudah enjoy, dia tidak peduli dengan orang lain. Ganggu ya mengganggu kesehatan orang. Sama sonhorak suara gede-gede ganggu kesehatan orang enggak? Orang budek enggak bisa tidur terganggu. Dia pikir santai-santai. Dia diso-disko dia joget-joget. Kemudian orang di samping enggak bisa tidur. Dia pikir semua orang suka dangdutan seperti dia. Orang sead enggak bisa tidur, kepala pusing, terganggu pendengarannya. Ini ganggu jasad tubuh orang lain. Nah, ini tidak amanah. Ini hati-hati. Ini bahaya. Ya, tadi saya lupa juga di antara amanah terkait dengan harta adalah harta Allah bagi kita adalah amanah. Karena kita akan ditanya pada hari kiamat kelak dari mana kau dapatkan harta dan ke mana kau infakkan? Maka seorang amanah dalam mencari harta harus halal dan dia konsumsikan, dia belanjakan harus jelas. Setiap yang kita belanjakan kita harus siap ditanya oleh Allah Subhanahu wa taala. Kalau kita enggak bisa jawab enggak usah belanjakan. Mau beli ini bisa jawab enggak kalau ditanya Allah? Kalau bisa beli. Kalau enggak bisa, enggak usah beli. Ya. Ya. Kalau enggak punya uang enggak mau beli apa, Ustaz? Ya sudah. Kalau enggak punya uang, saya bicara yang punya uang. Yang punya uang gak boleh beli sem sembarangan. Mentang-mentang duit dia triliun, dia mau berfoya-foya enggak bisa. Itu harta amanah. Kalau kau berfoya-foya yang tidak perlu, belanja-belanja yang tidak perlu, ya beli barang-barang yang hanyalah ee mubazir atau israf berlebih-lebihan, maka ini repot pada hari kiamat kelak ya. Manfaatnya kecil, harganya mahal. Manfaatnya kecil, harganya mahal. Itu di antara bentuk israf. Manfaatnya kecil, harganya mahal. Ya, apalagi untuk bangga-bangga, untuk sombong-sombongan. Waliyadzubillah. Kemudian juga contoh amanah terkait dengan ilmu. Amanah terkait dengan ilmu ya. Maka ini terkait dengan para dai. Ketika dia ee menyampaikan ilmu dia harus amanah. Ya, kesalahan mungkin terjadi, tapi dia berusaha seamanah mungkin. Dia belajar dengan baik. Apa yang dia sampaikan memang benar. Dia tidak merubah-rubah ee dalil, tidak merubah perkataan para ulama, tidak memelinti pemahaman yang benar, ya. Ee tidak berbohong atas nama ulama, ya. Kalau ketergelinciran terkadang itu semuanya dimaklumi. Tapi kalau sengaja sengaja kemudian merubah, sengaja mengganti-ganti, ya ini namanya tidak amanah. Tidak amanah. Bahkan kita dalam dunia akademis ya. Misalnya saya menulis sebuah tulisan kalau ini adalah hasil karya orang lain saya harus cantumkan. Tidak boleh jadi plagiator. Seakan-akan karya saya enggak boleh. Kesimpulan ini bukan saya yang dapatkan, tapi kesimpulan ini disimpulkan oleh seorang ulama. Maka saya di antara amanah saya harus nukilkan bahwasanya ini dari si fulan, dari ulama ini. Tidak boleh terkesan seakan-akan saya yang menyimpulkan sehingga terkesan seakan-akan saya yang pintar. Ini gak boleh namanya plagiator. Dan ini dalam dunia akademisi sangat terlarang. Salah satu bentuk tidak amanah adalah melakukan plagiat. Ya, plagiat yaitu menukil hasil karya orang lain, mengatasnamakan dirinya meskipun satu paragraf, enggak boleh dalam dunia akademisi untuk menjaga keamanahan ilmiah. Ya gak boleh. Ya gak boleh. Ini contoh amanah dalam menunai menyampaikan perkataan ustaz. Ustaz bilang begini, "Harus amanah benar-benar." Bahwasanya Ustaz mengatakan demikian dalam konteks apa? Jangan ditambah-tambahin, jangan dilebai-lebaiin, jangan di terlalu dibesar-besarin padahal tidak seperti itu. Jangan kemudian di ee diterapkan pada seorang padahal ustaz tidak menerapkan pada seorang. Maka ini harus amanah karena kita menukil perkataan guru kita, perkataan ustaz. Karena kalau kita tidak amanah, sering terjadi kacau balau, pertikaian, keributan. ditambah-tambahin, dikurang-kurangin sehingga digambarkan tidak sesuai sebagaimana mestinya. Makanya para ulama menyebutkan terkadang nukilannya benar persis. Ustaz ngomong A B C D E dia nukil. Ustaz tadi ngomong A B CD tapi cara dia menukil dia kasih mukadimah, dia kasih kesimpulan sehingga orang yang mendengar seakan-akan ustaz mengikuti kesimpulannya. Ini namanya tidak amanah dalam menyampaikan. Harusnya dia bilang, "Saya dengar ustaz ngomong begini. Apa mungkin ustaz maksudnya begini?" Itulah yang cerita sehingga orang tahu oh ini kesimpulan dia sendiri. Tapi mengesankan seakan-akan itu kesimpulan ustaz maka itu namanya tidak amanah. Hati-hati. Apalagi ditambah-tambahin dikurang-kurangi. Tidak ditambah tidak dikurangi saja harus disampaikan sebagaimana yang disampaikan. Jangan menggambarkan berlebih-lebihan atau menggiring kepada suatu yang tidak dimaksud oleh sang guru, oleh sang ustaz. Ini amanah dalam ilmu ya. Ya. Kemudian juga dalam menisbah perkataan kepada seseorangseorang mengatakan demikian harus benar-benar dicek benar atau tidak. Ya, oleh karenanya saya dulu waktu S2 menukil ee tesis saya judulnya Ajwibat Syekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala syubhatil muattilah f siifat datiah. Jawaban Ibnu Taimiyah rahimahullah terhadap syubhat-syubhat para penolak sifat sifat zatiah. Saya Ibnu Taimiyah rahimahullah ketika menukil dia sangat amanah. Ketika dia bilang, "Si fulan bilang begini, saya cek di bukunya benar ada." Ketika si fulan bilang gini, saya cek di bukunya. Ibnu Taimiyah tidak nama-namain, tidak kurang-kurangin. Bahkan dia menukil dari ahlul bidah sebagaimana mestinya. Kesimpulan saya, orang ini sangat amanah. Makanya Allah berfirman, "Janganlah sampai kebencian kalian kepada seorang buat kalian tidak adil." Adillah itu lebih dekat pada ketakwaan. Ayat ini kata Ibnu Taimiyah terkait orang kafir dan ahli tafsir menyatakan orang kafir meskipun orang kafir musuh kalian, kalau kalian menukil dari mereka jangan ditambah-tambahin. Meskipun kalian benci sama mereka gak boleh berbuat adilah. Berbuat adilah. Kita sekarang ahlul bidah nukil dari kita aneh-aneh. Ini kalau begini katanya kalau wahabi begini makan begini ngomong kosong. Tapi ditambah-tambahin itu tidak adil dalam menukil. Kita nukil seadanya. Kalau enggak enggak. Kalau iya- iya. Jangan menggambarkan yang berlebihan. Allah akan tanya pada hari kiamat kelak. Ya. Sa kalau Wahabi menguasai suatu negara akan dibunuh orang-orang. Ini mana bunuh Arab Saudi? Emang tukang bunuh orang. Antum kalau umrah ketakutan enggak masuk Arab Saudi bakalan dibunuh? Takut enggak? Enggak ada. Tapi ada yang mengesan kalau Wahabi ya kan mereka bilang Arab Saudi Wahabi ya enggak ada masalah saya. Kalau Wahabi menguasai suatu negara, yang lainnya akan dibunuh, ditumpahkan darahnya. Subhanallah. Apakah seperti itu kenyataannya? Lihat kenyataan. K ada ulama yang bilang begitu. Kamu kan bisa lihat kenyataan bisa ulama ini benar, kau bisa nilai kenyataannya bagaimana. Kau saja ke sana tidak ketakutan. Jadi maksudnya seorang jujur meskipun musuh. Meskipun musuh. Dan saya dapati Ibnu Taimiyyah rahimahullah ketika dia menukil perkataan ahlul bidah, baik Muktazilah, Jahmiyah atau Asyairah, dia nukil sebagaimana mestinya. Tidak ditambah, tidak dikurang-kurangi, tidak dibubuin. Tidak. Kemudian dia bantah secara ilmiah. Jauh dari kata-kata kasar. Ilmiah murni. Ilmiah murni seakan-akan dia seorang akademisi. Makanya orang kalau baca bukit tenang karena dia tidak maki-maki. Berbeda dengan sebagian ulama. Kalau kita baca mulutnya masyaallah maki-maki ada se ulama seperti itu. Bahkan ulama terdahulu, Ibnu Timiyah enggak. Bahkan dia terkadang memuji musuh terkadang dia bandingkan antara satu kelompok dengan kelompok dia. Bahkan falasifah Yunani saja dia puji sebagian, dia bantai sebagian. Ya, adilnya Ibnu Taimiyah. Dan Allah mengatakan, "Wriakumil." Ya, jangan karena kebencianmu kepada suatu kaum buat kau tidak adil. Maka dalam masalah ilmiah kita harus amanah. Kita harus apa? Amanah. Saya cerita, saya pernah waktu di majelis S2 kita ada beberapa teman. Kemudian waktu itu kita kebetulan diajar oleh Syekh Abdur Razzaq hafidahullahu taala. S3 bukan S2, S3. Eh S2 apa S3 ya? S3. S3 Majelis S3. Kemudian ada tugas. Tugas satu orang tulis kemudian dibuat paper atau dibuat makalah bagi semua misalnya bagi 10 sama guru satu. Setelah itu tugas teman-teman cari kesalahannya orang. Kalau cari kesalahan dapat bonus yang bisa bela diri juga dapat bonus dilatih supaya ilmiah. Qadarullah ada kawan saya tulis terus dia nukil perkataan orang ulama tapi dia tidak nisbahkan kepada ulama tersebut. Jadi terkesan pelagiat. Maka saya liat ketu Syekh Abdul Rozaq sangat marah karena ini tidak amanah. Dia marah. Saya jarang hampir jarang lihat dia marah tapi dia marah sekali. Karena maksud dia kita kamu sudah sampai S3 kemudian tidak amanah. Ini perkara besar bagi saya ya. Sampai saya bilang saya bisa keluarkan kau dari sekolah juga saat ini kalau saya mau. Maksudnya saya benar-benar marah karena plagiat artinya amanah dalam ilmiah itu sangat penting. Kecuali tidak sengaja. Tidak ada orang yang luput dari apa? Kesalahan. Tidak sengaja tapi menyengaja. Nah, ini yang berat. Oleh karenanya masalah amanah ilmiah ee itu juga penting ya. Kalau karya orang, kita sebut karya orang. Jangan kita nukil seakan-akan karya kita sendiri. Ya. Kemudian juga amanah banyak ya. Di antaranya amanah dalam menyimpan rahasia yaitu menyimpan rahasia jangan diumbarkan. Ya kata rasul sahu alaihi wasallam hadas rajul arjula biaditin tummaltafathu fahiya amanah. Kalau ada seorang laki ngomong sama kita empat mata kemudian dia berpaling maka itu amanah. Ini amanah gak boleh kita sebarkan. Ada yang mengatakan dia berpaling. Dia ngelihat gini ke kanan oh enggak ada orang baru dia ngomong. Ketika dia melihat kanan kiri dia tidak pengin ada orang yang dengar berarti ama amanah. Ada yang mengatakan ketika dia bertemu kita, dia meskipun tidak lihat kanan kiri, dia berpaling sudah jadi amanah. Karena dia ingin omong empat mata. Tidak mesti dia mengatakan rahasiakan. Tidak harus dia mengatakan demikian. Kita tahu dia datang kepada kita empat mata berarti suatu raha rahasia. Ketika di grup kemudian dia keluar dari grup dia japri jarul pribadi. Berarti dia amanah. Tidak boleh kita sebarkan di grup. Gak boleh. Ini banyak orang tidak amanah ya. Kadang dalam satu grup ini pernah terjadi grup sekian orang, 10 orang. Ini rahasia di antara kita ya. Jangan sampai ada yang tahu siap tahu-tahu di screenshot keluar anggota cuma 10 orang. Gimana kalau anunya 20 orang apalagi banyak ya? Jadi enggak boleh pembicaraan japri tidak boleh keluar. Ini bukan konsumsi umum. Beda antara konsumsi umum dengan konsumsi apa? Pribadi. Ya gak boleh hati-hati ya. Oleh karenanya kalau ada orang bicara dengan kita, kita amanah. Jangan kita bangga. Oh, saya tahu rahasia orang. Saya tahu oh si fulan gini, si fulan gini. Itu namanya ember. Ember. Mulut apa? Em ember ya. Ya, enggak boleh. Kalau sudah amanah maka rahasia maka tidak boleh kita sebarkan. Apalagi rahasia rumah tang tangga. Allah berfirman, "Hunna libas lakum wa antum libasul lahun." Mereka istri adalah pakaian bagi kalian. Kalian adalah pakaian bagi istri. Kita namanya suami istri banyak kekurangan di antara kita yang tidak diketahui oleh orang tua kita, tidak diketahui oleh kakak kita, tidak diketahui oleh adik kita, tidak diketahui oleh kawan karib kita yang tahu istri kita atau suami kita. Maka ini rahasia di antara kita tidak boleh keluar rumah, baik dalam masa pernikahan maupun sudah cerai. Enggak boleh. Enggak boleh. Ini amanah. Sudah cerai aja enggak boleh. Apalagi masih dalam masa ber pernikahan. Ada seorang bertanya kepada seorang alim, maknanya dia bilang, "Bagaimana dia sudah cerai wanita lain?" Ee intinya ditanya, "Bagaimana perempuan itu?" "Kalau dia istriku, maka tidak boleh ceritakan apalagi dia orang la orang lain." Kalau dia istri saya tidak apalagi orang orang lain. Ya, maka hati-hati e kita berusaha menjadi pakaian yang menutup aurat pasangan pasangan kita. Di antaranya juga Rasulullah menjelaskan ya di antara syarasi manzilatan orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah tidak amanah dalam urusan ranjang. Kata Nabi yaitu seorang lelaki mendatangi istrinya, istrinya mendatangi suaminya kemudian mereka melakukan hubungan intim. Kemudian suaminya cerita, "Saya tadi malam berhubungan istri saya begini, saya begini, saya begini. Ini enggak boleh. Ini buruk sekali. Buruk sekali. Bahkan Rasulullah melarang jika seorang wanita bertemu dengan wanita lain, fatanatuha." Kemudian dia ceritakan wanita tersebut kepada suaminya seakan-akan suaminya lihat wanita tersebut. Ini enggak boleh amanah. Makanya para ulama ketika membahas apakah seorang wanita muslimah boleh ketemu dengan wanita kafirah dengan membuka maksudnya jilbabnya membuka sebagaimana ketemu wanita muslimah yang lain sebagian ulama mengatakan tidak boleh. Sebatakan boleh meskipun yang benar boleh. Di antara sebab kenapa tidak boleh? Karena khawatir wanita ini tidak amanah sehingga dia cerita kepada orang lain. Ya, kalau muslimah mungkin sesama amanah ya. Cerita, "Oh, perempuan ini begini, dadanya begini, wajahnya begini." Ya, terkadang seorang cerita kepada suaminya sehingga suaminya mengkhayal. seakan-akan melihat wanita terbut ini enggak boleh. Dan pernah ada kasus kenyataan karena kawan saya sendiri. Jadi istrinya ada ada wanita ee suaminya meninggal kemudian teman saya jenguk. Jenguk akhirnya istri teman saya itu ketemu wanita janda tersebut. Setelah itu dia pulang cerita sama teman saya, "Itu janda begini begini begini begini." Akhirnya teman saya nikahin habis itu terbayang bagi dia. Maksudnya yang salah siapa? Istrinya sendiri. Ngapain cerita? Coba cerita jelek jelek cerita gini gini gini. Akhirnya teman saya tertarik dia cerita sama saya gara-gara istri saya sendiri ustaz. Akhirnya setelah masa idahnya dia langsung ya dia terfitnah gara-gara cerita aja belum lihat langsung. Enggak boleh enggak boleh ya. Apalagi kita cerita istri kita sama orang. Istri saya kalau saya gauli gini-gini kan istri orang mengkhayal istri kita. Enggak boleh. Enggak boleh. Oleh karena enggak boleh seorang wanita kemudian punya teman-teman di HP cewek-cewek, "Eh, Mas lihat ini teman saya ini loh gini." Enggak boleh. Memang suami anti bencong tidak tertarik sama wanita. Dia tertarik sama wanita. Ya enggak boleh. Ini amanah. Kita kalau pegang foto orang gak boleh kita pamer-pamerkan amanah. Enggak boleh. Enggak boleh. Jadi intinya ee ini di antara amanah yang harus dijaga rahasia istri terutama masalah kaitan ranjang. Kadang-kadang suami ngobrol-ngobrol akhirnya bawa obrolannya ke arah situ atau wanita ngobrol akhirnya tentang suami mereka. Ini hati-hati ada. Kalau ada masalah, ada problem, maka ketemu dengan orang yang perlu untuk didiskusi karena mencari solusi. Kemudian juga yang berikutnya, amanah terkait pendengaran dan penglihatan dan juga terkait dengan ee indra-indra yang lain. Ya, kita tahu Rasul Sallahu Alaihi Wasallam melarang seorang mencuri berita, mencuri mencuri pendengaran. Ada orang ngobrol, kita dekati, kita ikut dengar, enggak boleh. Ini di telinganya akan dituangin dengan apa? Ee emas ee apa namanya? ee cairan tembaga yang panas pada hari kiamat kelak-kelak enggak boleh. Ngeri. Kalau ada orang kita tahu dia tidak pengin kita dengar, jangan kita berusaha dengar. Kalau kita kedengaran, kita pergi aja, enggak usah dengar. Kecuali enggak sengaja, ya sudah jangan kita lanjutin. Kita pergi. Kalau enggak kita minta izin, boleh saya ikut bicara? Boleh saya ikut dengar? Kalau enggak, enggak. Kita lagi space khusus ya. Amanah kita enggak boleh. Kemudian juga enggak boleh curi-curi pandangan. Gak boleh lihat-lihat gitu. Hati-hati pengkhianatan mata. Hati-hati kalau enggak sengaja sekit kita balik. Teman kita lagi buka HP kitahat enggak boleh ya akhi. Kita lihat lagi istrinya lagi apa? Lagi nonton apa? Lagi nonton Korea. Biar aja maksiat sampai lihat-lihat ya. Kalau nanti yang mau tegur tegur ya. Itu amanah antara kita dengan Allah Subhanahu wa taala. Mata ini harus kita jaga, pendengaran juga kita ja jaga. Ya terkait dengan hak orang. Terus amanah dari Allah, kita tidak boleh gunakan indra tersebut untuk hal-hal yang haram. Di antara amanah adalah amanah untuk memberi nasihat ketika diajak bermusyawarah. Kata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, "Almustasyar muktaman." Orang yang dimintai pendapat adalah diberi amanah. Diberi amanah. Misalnya ada orang datang sama saya, "Ustadz, bagaimana si fulan? Saya harus tidak boleh nyembunyikan sesuatu." Saya bilang dia sesuai saya itu benar-benar kita ingin memberi nasihat si fulan begini begini begini begini. Ada datang saya pernah dong saya saya ustaz ini ada si fulan antum kenal-kenal dia ada proyek 80 miliar sama saya. Ustaz gimana menurut antum? Saya bilang afwan. Saya cuma bermuamalah dengan dia. Bukan tidak pernah urusan duit. Kalau urusan agama oke urusan duit tanya orang lain. Saya enggak tahu. Saya enggak boleh bilang, "Oh, dia begini gak. Saya harus jujur." Enggak. Enggak. Enggak tahu. Tahu. Kalau enggak enggak. Kalau ada masalah oh dia pernah ada masalah sama saya. Kemudian dia tidak jujur. Harus kasih tahu. Enggak kasih tahu. Ada orang pernah kejadian aja datang kepada saya, "Ustadz, antum aduh saya ketipu sama siapa?" Sama si fulan. Si fulan ya. Kenapa? Dia saya percayakan untuk bangun rumah saya. Saya ketipu ratusan juta. Yang benar ya? Katanya dia pernah kerja sama antum. Iya, dia pernah kerja di rumah saya juga dan dia nipu juga saya. Antum kenapa sih enggak tanya-tanya? Saya enggak tanya kadang dia tunjukkan nih saya pernah kerja di rumah Ustaz Firanda. Ya benar itu untuk nipu kamu. Kata coba kalau kau tanya saya kasih. Saya enggak mungkin nyebar-nyebar keburukan dia. Harusnya kau tanya dulu, "Ustadz, benar enggak dia pernah kerja di rumah antum?" Harusnya kan gitu. Ini kau langsung percaya aja. Aduh, akhirnya ketipu banyak. Jadi ee kalau diberi minta nasihat atau musyawarah ingat kita akan ditanya oleh Allah Subhanahu wa taala. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Almustasyar muktaman yang dimintai pendapat harus punya. Kalau enggak punya ilmu, bilang saya enggak tahu. Kalau punya ilmu tentang si fulan, tahu. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam ketika ditanya oleh Fatimah bin Abi Qais, dia mengatakan, "Ya Rasulullah, sesungguhnya Abu Jaham dan Muawiyah melamarku, siapa yang saya pilih?" Rasulullah jelaskan kekurangan mereka. Amma Abu Jaham eh fadun linisa lahui. Adapun Abu Jaham suka mukul istrinya. Kalau nikah suka pukul apa? Perempuan. Dia tidak pernah menanggalkan tongkat dari pundaknya. Itu sering bawa tongkat pukul istrinya. W Muawiyah fasluk lamal. Muawiyah miskin tidak punya uang. Kemudian kata Rasulullah, "Ingkahi Usamah ibn Zaid." Nikahlah Usamah bin Zaid. Maka akhirnya dia menikah dengan Usama bin Zaid. Itu Rasulullah menyebutkan kekurangan orang tersebut karena ini sedang minta apa? Pen pendapat. Minta pendapat. Ya. Maka ini juga di antara terkait dengan amanah. Maka kita harus amanah. Secara umum amanah adalah tanggung jawab yang Allah bebankan kepada kita yang akan diminta pertanggungjawaban. Makanya Rasulullah mengatakan roin waukum masulunatihi. Setiap kalian adalah penanggung jawab dan setiap kalian ditanya akan tanggung jawabnya. Dan yang paling berbahaya adalah amanah terkait dengan kekuasaan. Ini yang paling berbahaya. Amanah terkait dengan kekuasaan. Ini paling ber berbahaya ya. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, makanya ketika ada yang bertanya, "Ya Rasulullah, mata saah? Kapan hari kiamat? Apa tanda hari kiamat?" Rasulullah jelaskan atil amanah. Kalau amanah sudah disia-siakan maka tunggulah hari kiamat. Bagaimana amanah disia-siakan? Rasulullah menjelaskan amri ahli. Jika perkara jabatan diserahkan kepada yang bukan ahlinya. Jika jabatan diserahkan kepada yang bukan apa? ahlinya. Di antaranya ini penting masalah berat ya. Oleh karenanya di antara amanah yang sangat berat amanah yang terkait dengan banyak orang ketika seorang menjadi pejabat maka pejabat itu kalau dia tunaikan amanah pahalanya sangat besar. Tapi kalau dia melalaikan amanah maka ancaman nerakanya juga sangat besar. Dia kalau enggak mendapat menggapai surga yang tertinggi, dia menggapai neraka yang paling parah. Makanya ketika Nabi menyebutkan tujuh golongan yang Allah naungi pada hari kiamat kelak Allah Nabi sebutkan yang pertama imamun adil. Imam yang adil. Makanya Ibnu Taimiyah mengatakan, "Fal imamul adil ya afdolul mujahidina fiamani aqal." Beliau berkata, "Imam yang adil adalah mujahid terbaik di zamannya. Karena untuk bisa adil, untuk jujur, untuk menunaikan amanah sangat berat. Tapi kalau dia bisa pahalanya sangat besar tapi kalau tidak maka binasa. Rasul sahu al wasam berkata inakumahir kalian akan semangat untuk menggapai jabatan jabatan kekuasaanqiamah dan jabatan tersebut akan menjadi penyesalan pada hari kiamat. Kata Rasulullah murdiatu wabah. Sungguh sebaik-baik kesenangan tetapi seburuk-buruk hari akhirat. Fatimah itu yang berhenti dari sebaik-baik bayi yang menyusui. Namun ujungnya kalau selesai selesai menyusui sangat parah kata Nabi. Itu enak memang kalau jabatan dihormati ke mana-mana ini di orang hormat semua dikawal macam. Tapi hari kiamat sangat mengerikan kalau tidak ama amanah. Kalau amanah alhamdulillah. Kalau tidak amanah binasa. Abu Dzar pernah berkata, "Ya Rasul, al tastiluni. Wahai Rasul, tidakkah kau jadikan aku untuk urusin jabatan kenegaraan?" Fadoraba biyadi alqibi. Kata Abu Dzar, Rasulullah pun menumpukkan tangannya di pundakku. Kemudian Abu Rasulullah berkata, "Ya Abaar, wahai Abu Dzar, innaka diif. Sesungguhnya kau lemah." Bukan lemah iman, tapi lemah untuk ngurus-ngurus manajemen enggak gampang. Wa innaha la amanah. Sesungguhnya jabatan lah amanah. Wa innaha yaumalqiamatiunamah. Dan jabatan itu pada hari kiamat hanyalah kehinaan dan penyesalan. Ak bihaqiha. Kecuali yang menunaikannya dengan haknya. menunaikan amanah yang wajib dia tunaikan. Kalau itu oke. Kalau enggak binasa alfatimah ya. Maka seorang eh waspada dan semua tanggung jawab yang dibandingkan kepada kita adalah amanah tadiukumin waukumatihi. Setiap kalian adalah pemimpin, penanggung jawab dan kalian akan ditanya atas apa yang ditanggung jawab kepada kalian. Saya punya anak, punya istri, mereka Allah akan tanya saya tentang mereka. Sudahkah saya jalankan tugas sebagai suami terhadap istri saya? Dan sudahkah saya jalankan tugas sebagai bapak terhadap anak-anak saya? Jangan enak aja bikin anak, jangan enak aja kawin-kawin. Semua ada apa? Tanggung jawabnya. Semua tanggung jawabnya. Seorang yang punya yayasan dia akan ditanya oleh Allah atas uangnya uang umat yang dia kumpulkan. Pasti ditanya. Makanya harus amanah menyalurkan uang tersebut yang terbaik bagi sebagai bagi sebagai bagi donator agar bermanfaat bagi donator tersebut pada hari kiamat kelak. Jan asal uang sudah kumpul, asal janjangan belanja-belanja ini bikin masjid salah bongkar lagi, bongkar lagi. Ini uang umat, bukan uang endasmu ya, bukan uang mamak lu ya. Ini uang umat ya, bukan uang maklo ya. Ini uang umat kau harus bagaimana uang ini bisa optimal mereka dapat pahala pada hari kiamat kelak. Kadang orang bikin masjid hanya estetika yang diperhatikan. Duit habis banyak masjidnya ternyata kecil, sempit. Untuk bangun masjid tersebut ternyata sampai puluhan miliar ternyata tidak efektif, tidak optimal. Ini dilarang oleh para ulama. Enggak boleh. Kan dibahas dalam buku-buku fikih. Di antaranya fikih seperti alfiqhul manhaji. Enggak boleh. Uang umat jangan sembarang. Uang kita aja enggak boleh sembarang, apalagi uang orang orang lain. Kalau enggak mampu untuk menyalurkan uang umat, enggak usah. Ngapain jebak diri dalam kesulitan? Dihisab oleh Allah Subhanahu wa taala. Apalagi kemudian kumpulkan umat, kemudian bikin yayasan, kemudian bikin suatu kegiatan sosial, kemudian diwariskan kepada ahli warisnya. Ini dari mana? Ini uang umat bukan uang emak lo ya? Enggak. Gimana kemudian diwariskan kepada anak-anakmu, kepada istri-istrimu? Enggak boleh memalukan. Gimana hari kiamat kelak? Intinya masing-masing kita akan punya amanah yang akan ditanyakan oleh Allah subhanahu wa taala. Sudah apa lanjut saya sampaikan kisah orang terdahulu tentang menjaga amanah. Terakhir saya tutup pengajian kita dengan ee bagaimana amanah yang dilakukan oleh umat-umat umat terdahulu. Ada dua kisah disebut oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam tentang atau beberapa kisah banyak tapi di antaranya kisah dari Abu Hurairah radhiallahu anhu. Rasul sahu alaihi wasallam bercerita tentang orang terdahulu. Kata Rasulullah sahu alaih wasallam, rajulun min rajulin aqon lahu. Ada seorang membeli bangunan dari temannya, tanah dan bangunan. Fawaajuladziaro alqar fi iqarihi jarratan fihazahab. Ternyata ketika dia beli, dia dapati ada gentong isinya emas. Di bangunan tersebut. Entah dalam tanah, entah dalam gentong isinya emas. faq lahu allzi aqarhabaka minni maka dia pergi kepada penjualnya bilang, "Eh, fulan, fulan ini punya kamu ambil." Subhanallah, dia jujur, amanah. Bayangkan itu emas harganya berlipat-lipat daripada rumah yang dia beli. Dia bilang, "Ini emas ambil." Innamaru minkal ard walam abta minkadhab. Saya cuma beli tanah dari kamu. Saya tidak beli emas ini. Ambillah ini emasmu. Subhanallah. Berkata penjual, "Saya jual engkau tanah dan isinya." Ambil aja. Saya enggak perlu. Ambil aja. Subhanallah. Apakah ada orang seperti di zaman ini? Sulit. Amanah banget ya. Sampai fatahakama ilajul. Akhirnya mereka ribut. Mereka bertahakkim, berhukum kepada seorang. Bayangkan. Betul ya kalau kita betul ya. Rida ya rida ya. Jangan. Betul. Tanda tangan. Tanda tangan. Panggil notaris rida ya. Itu kalau kita enggak enggak enggak ayo ambil enggak ambil. Ribut sampai suruh ambil sampai enggak mau ambil ribut. Luar biasa amanah bagaimana luar biasa. Maka akhirnya mereka pergi ke seorang kayaknya orang itu bertanya kau punya anak? Kok punya anak? Punya satu punya anak laki perempuan kawinin berdua. Itu sudah kawin anak-anak kalian ini harta buat ngurusin apa mereka pada ribut ya. Luar biasa. Karena hakim juga enggak bilang punyamu. Karena sama-sama enggak mau. Takut amanah ditanya oleh Allah pada hari kiamat. Luar biasa. Ini kisah pertama. Kisah kedua saya pernah sampaikan ini cerita Nabi juga namun panjang cuma saya singkatkan aja ada kajian khusus tentang kisah tawakal dalam ada kajian saya pernah di YouTube. Saya ceritakan aja kisahnya. Ada seorang dari Bani Israil dia minta pinjam uang 1.000 dinar. Saya punya uang 1.000 dinar. 1000 dinar itu berapa? 1 dinar 4 1/4 gram emas. 1000er berarti 425 gram emas 1/2 kilo. 1/2 kilo sekarang banyak atau sedikit? Banyaklah. 12 kilo berapa juta sekarang? 1 gram berapa? 1 miliar lebih. 12 kilo 1 miliar lebih. Banyaklah itu ya. Banyak. Maka dia punya uang 1 miliar atau 12 kilo 1000 dirham 1000 dinar. Kemudian orang yang dipinjamin yang yang yang mau dipinjam yang mau kasih pinjam bilang, "Mana saksi banyak ini bukan sedikit 1000 dinar." Kata orang tersebut cukup Allah jadi saksi yang mau pinjam 1000 dinar Allah jadi saksi. Waduh, agak repot juga. Kata dia, "Kalau gitu datangkan penanggung jawab. Kalau kau enggak bisa bayar, harus ada kafil penanggung jawab." Kata dia, "Cukup Allah penanggung jawab." Waduh. berat kata yang mau yang mau pinjamin engkau benar. Ya sudahlah cukup Allah jadi saksi, cukup Allah sebagai penanggung jawab. Kemudian dikasih 1000 dinar nanti bayar waktunya ada waktu sekian kau harus bayar. Ada jatuh tempo. Maka akhirnya waktu berjalan ketika waktu jatuh tempo dia mau bayar orang ini dia sudah cukup 1.000 dinar. Maka dia cari kapal untuk nitip orang untuk antar 1.000 dinar ini kepada yang pinjam kindan uang. Dia tepat waktu orang ini. Ketika dia cari cari cari ternyata kapal enggak ada. Kapal enggak datang-datang padahal sudah jatuh tempo. Dia tidak ingin melanggar jatuh tempo tersebut. Kalau dulu kan kalau sekarang ya ada WhatsApp eh kapal enggak ada besok ya. Atau kapal mungkin datang sekali-sekali cuma 1 bulan sekali 1 bulan. Jadi kalau tidak bayar sekarang mungkin kapalnya telat dan tidak ada telepon ketika itu. Akhirnya dia tawakal kepada Allah. Dia ambil kayu kemudian dia lubangi. Kemudian dimasukin 1000 dinar 1 miliar dimasukin kemudian dia lepas ke laut. Ya. Dia bilang, "Ya Allah, Allahumma innaka tlamu anni kuntu tasallaftu fulan alfa dinar." Ya Allah. Ini Nabi cerita kisah ini. Dia bilang, "Ya Allah, engkau tahu aku punya uang sama si fulan R miliar dan dia minta kepadaku penanggung jawab." Saya bilang, "Engkaulah penanggung jawabku." Dia minta kepadaku saksi. Aku bilang, "Engkaulah saksiku dan dia rida engkau sebagai saksiku dan dia rida engkau sebagai penanggung jawabku. Dan aku sudah mencari kapal untuk mengirim uang ini kepadanya tapi aku tidak dapat kapal dan aku titip uang ini kepada Engkau ya Allah." Kirimkan kepadanya. Dia lempar ke laut. Subhanallah. Kalau kita bilang majnun kalau kita 1 miliar nanti dimakan ikan paus. Subhanallah. Dia bilang begitu. Yakin kepada Allah dan amanah. Tidak pengin telat sesuai dengan jatuh temok. Kapal enggak datang maka dia lempar. Ini menakjubkan. Dia lempar ya. Kemudian dia pergi lagi terus dia tidak pasrah. Ya sudahlah kalau sampai-sampai enggak enggak saya sudah berusaha. Enggak. dia tetap berusaha cari uang lagi. Karena itu belum tentu sampai, belum tentu sampai. Akhirnya dia masih cari kapal yang lain. Akhirnya dia pun dapat kapal dan dia naik kapal tersebut menuju kampung yang kasih pinjam uang. Ya. Dan ketika waktu jatuh tempo yang minjemen uing tunggu di laut. Ini mana kapal enggak datang-datang nih. Katanya kapal ini datang dia sama uangnya. Ternyata tidak ada kapal, berarti tidak ada u tidak ada uang. Akhirnya tiba-tiba dia lihat ada kayu yang ada uang tadi. Dia ambil untuk ee jadi kayu bakar tadinya. Subhanallah gerakkan hatinya untuk ambil kayu itu. Ini kayu apa? Buat kayu bakar. Iseng aja dia ambil, bawa ke rumah. Tatkala dia buka ternyata ada duitnya 1000 dinar dan ada tulisan. Ya, tulisan ini uang untuk si fulan, si fulan dari saya. Subhanallah. Oh, sudah selesai. Berarti sudah bayar uang. Bayangkan kalau itu sampai Allah yang kasih sampai ada tulisan duit. Ternyata orang itu cari kapal, dapat kapal dia nyusul. Bayangkan akhirnya dia bawa uang lagi 1.000 dinar. Subhanallah. Bawa lagi 1.000 dinar karena dia belum tentu sampai. Kan dia daripada dosa dia kan. Yang penting daripada dosa dia taruh uang. Akhirnya dia bawa lagi. Meskipun terlambat bawa 1.000 dinar. Kemudian dia datang kepada orang yang kasih pinjam uang. Terus dia minta maaf karena keterlambatannya. Dia bilang, "Wallahi mailtu jahidan fiintik." Kata dia, "Demi Allah saya sudah berusaha cari kapal supaya ngantar duit kamu. Saya enggak dapat-dapat. Ini kapal yang paling cepat yang saya dapat. Qadarullah saya terlambat minta maaf. Subhanallah. Orang ini bilang, "Heh, kok ada kirim sesuatu enggak? Kayu-kayu." Cuman orang ini dia bilang, "Saya kan sudah bilang." Dia tidak bilang, "Saya ada kirim." Enggak. Subhanallah. Saya kan sudah bilang saya tidak dapat kapal. Saya baru dapat kapal sekarang ini. Dia tidak ngaku saya pernah kirim. Se orang kalau kita, "Woh wali ya. Ternyata sampai saya wali ternyata lihat orang ini luar biasa. Dia tidak cerita, dia tidak ngaku, dia tidak bilang tidak, dia langsung nimpali kan kok pernah kirim sesuatu enggak? Kan saya sudah bilang, "Demi Allah ini kapal tercepat yang saya dapatin, makanya saya terlambat." Akhirnya orang ini juga amanah. Dia ngaku, dia bilang, "Sudah cukup. Allah sudah bayarin kamu." Subhanallah. Allah kirim lewat kayu. Kemudian dia pulang. Subhanallah. Mana yang lebih amanah antara dua orang ini? Coba. Luar biasa. Mana yang lebih amanah kira-kira? Kalau pikiran kita dua orang gila dua-duanya. Kalau orang zaman sekarang nih ini orang gila. Subhanallah. Dua-duanya orang saleh. Yang satu dengan tawakalnya ngirim dan dia tidak bilang, "Oh iya memang saya yang kirim." Ternyata Allah sampaikan ya luar biasa. Kemudian bikin podcast, bikin apa dia enggak ada. Dia enggak ngu. Subhanallah. Dan orangnya juga jujur. Kalau dia enggak jujur, eh kasih lagi, kasih lagi. Sini. Saya cuma bercanda tadi nanya-nanya sini, sini duit miliar. Ya, bohong sekali. Gak apa-apa tinggal bertobat sama Allah katanya. Jadi ini kisah amanah luar biasa yang pernah terjadi. Rasulullah ceritakan ada manusia model begini ada. Dan setiap yang kita lakukan Allah melihat dan mendengar apa yang kita lakukan. Bab demikian saja yang sampaikan. Wallahu taala alam. Sawab sudah malam sekali. Insyaallah kita lanjutkan pengajian kita besok. Tanya jawab tunda besok aja ya. Demikian subhanakallah wabihamdika asadu alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.