Transcript
6OAcA9m0Gns • Beratnya Amanah & Besarnya Pahala Di Akhirat - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2648_6OAcA9m0Gns.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Alhamdulillahi ala ihsaniukr ala taufihi
asadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhu waasuluh
ridwan allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin
dan hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali
ini kita akan bahas tentang ee salah
satu sifat orang beriman yaitu amanah.
Ya, pembahasan ini pembahasan yang
sangat penting ya, karena kita dapati
fenomena
sebagian orang yang kelihatannya
ee secara penampilan
orang beriman namun ternyata tidak
amanah. Dan Nabi sallallahu alaihi
wasallam pernah mengabarkan bahwasanya
awal mauqadu minaddin al amanah. Yang
pertama hilang dari agama adalah amanah.
ya. Ee dan apalagi di zaman semakin
banyak keburukan maka semakin sulit kita
mencari orang yang amanah.
Dari situ kita harus punya gambaran yang
jelas dan terang benenderang tentang
amanah dan pada perkara-perkara apa saja
ee amanah harus kita tegakkan, harus
kita terapkan dan apa faedahnya dan apa
bahayanya kalau seorang tidak amanah.
Ya.
Ee ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh
Allah Subhanahu wa taala.
Ee tentunya seharusnya
amanah memiliki keterkaitan erat dengan
agama. Karenanya Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan la imana liman la
amanata lahu. Tidak ada iman bagi orang
yang tidak amanah. Wadina liman la ahum.
Wadina liman la ahu. Dan tidak ada agama
bagi orang yang tidak menunaikan ee
janjinya. Ya. Jadi Allah subhanahu wa
taala mengatakan atau Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengatakan, "La imana
liman la amanata lahu." Tidak ada iman
bagi orang yang tidak ada amanahnya.
Bahkan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
menjadikan tanda orang munafik yaitu
tidak amanah. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Ayatul munafik salat."
Tanda orang munafik tiga. Haddasa
kadaba. Kalau dia berbicara dia berusta.
Waidza waada akhlafa. Kalau dia berjanji
dia menyelisihi. Waidza tumina kona. Dan
kalau dia diberi amanah, dia berkhianat.
Tentunya tidak ada yang suka jika
memiliki sifat kemunafikan. Ya, dalam
ayat hadis yang lain kata Rasul sahu
alaihi wasallam, waidza ahada gadaro
waidza khas fajaro. Kalau dia sudah
berjanji, maka dia membatalkan janji.
Gadar, curang. Waidza khasama khasama
fajar. Kalau dia bertikai, bersengketa,
maka dia licik. Maka dia licik. Dan ini
ciri-ciri orang munafik di antaranya
tidak memiliki amanah. Maka di awal ee
kajian ini saya akan menyebut tentang
urgensinya amanah. Urgensinya amanah
kita bisa tahu dari beberapa poin. Yang
pertama bahwasanya amanah adalah sifat
para nabi. Sifat para nabi. Ketika Allah
menyebutkan kisah para nabi dalam surat
Ala'raf, di antaranya perkataan Nabi
Hud. Dia berkata kepada kaumnya, "Wa ana
lakum nasihun amin." Dan aku adalah
orang ingin kebaikan bagi kalian. Nasih
yaitu ingin kebaikan bagi kalian. Amin.
Yang terpercaya. Yang terpercaya.
Demikian juga ketika Heroklius
ee membawa Abu Sufyan ketika setelah
perjanjian Hudaibiyah antara kaum
muslimin dengan kaum musyrikin
pada tahun 6 Hijriah terjadi perjanjian
namanya ee suluhul Hudaibiyah
yaitu gencatan senjata selama 10 tahun
dan boleh berinteraksi antara kaum
musyrikin dengan kaum muslimin.
Maka ketika itu Abu Sufyan dan beberapa
rombongannya
sedang biasa berdagang di negeri Syam.
Ternyata ada raja Heroklius yaitu kaisar
Romawi yang mengetahui keberadaan Abu
Sufyan. Dan Abu Sufyan adalah kepala
gembong kaum Quraisy ketika itu.
Pengganti Abu Jahal. Abu Jahal sudah
tewas, dia yang menggantikannya. Maka
dipanggillah
Abu Sufyan. Dihadirkan di hadapan
Heroklius. Kemudian Herlis bertanya
tentang sifat-sifat
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Karena dia dia sudah mendengar
ada seorang yang mengaku nabi di Jazirah
Alarab. Dan dia sudah dia sedang
menanti-nanti hadirnya nabi terakhir.
Dia sudah nanti-nanti. Maka dia pengin
cek, cross check. Maka dia tanya kepada
Abu Sufyan dengan beberapa pertanyaan.
Di antara pertanyaannya Abu Sufyan
bertanya. Heraklis bertanya kepada Abu
Sufyan, wad yammurukum.
apa yang ee Muhammad perintahkan kepada
kalian. Maka Abu Sufyan mengatakan,
"Kana yuruna
eh
wyrudullahaqulaha
wyr
Muhammad mengatakan, sembahlah Allah dan
jangan berbuat syirik sama sekali."
yuruna dia menyuruh kamiat untuk salat
wasiddiq untuk jujur wal af untuk
memiliki akhlak yang mulia menjaga diri
walfa bil ahdi dan untuk menunaikan
janji. Wail amanah dan untuk menunaikan
amanah. Salah satu pertanyaan Heroklius
adalah demikian yang dijawab Abu Sufyan
dengan jawaban tadi. Setelah banyak
pertanyaan diinterogasi diinterogasi apa
namanya si Abu Sufyan. Akhirnya Herlis
mengatakan
eh ketika aku bertanya kepada engkau
fainnaka zaamta engkau menyangka annahu
yammurukum bisat bahwasanya Muhammad
menyuruh kalian untuk salat wasiddiq
untuk jujur wal afaf untuk menjaga diri
berakhlak mulia wal wafa bil ahad dan
untuk menunaikan janji. Wa adail amanah
dan untuk menunaikan amanah. Kemudian
kata dia, "Demikianlah sifatun nabi.
Demikianlah sifat para para nabi."
Demikianlah sifat para nabi. Jadi sifat
para nabi seluruhnya dari Nabi Adam
sampai Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam di antaranya adaul amanah,
menunaikan amanah.
Contoh lagi misalnya
kisah Nabi Musa Alaih Salam.
Nabi Musa alaihi salam Allah sebutkan
bagaimana amanahnya dalam Al-Qur'an
ketika
seorang wanita berkata kepada ayahnya ya
abatjirhu
innair manjarta alqawiyul amin. Wahai
ayahanda pekerjakanlah Musa.
Sesungguhnya sebaik-baik orang yang kau
pekerjakan adalah seorang yang kuat lagi
amin. Lagi terpercaya. Lagi terpercaya.
Timbul pertanyaan, dari mana wanita ini
tahu Nabi Musa adalah orang terpercaya?
Dalam Alqur'an Allah mengatakan
maana wajun
kabirqah
inzalirinir.
Ketika Musa Alaih Salam kabur dari
kejaran Firaun dan bala tentaranya, maka
dia kabur tanpa membawa bekal sama
sekali. Maka dia berjalan dengan
perjalanan yang sangat jauh dari Mesir
menuju ke China, yaitu dari benua Afrika
menuju ke benua Asia. Ee di sampai di
Madian khilaf Madyan di mana lokasinya?
Ada yang mengatakan di Yordan, ada yang
mengatakan di Tabuk di Saudi Arabia.
Intinya perjalanan ratusan kilo dia
tempuh dan dia tidak bawa bekal sehingga
dia kelaparan. Sampai disebutkan dia
sering makan daun sehingga tubuhnya
kelihatan ada warna hijau saking banyak
daun yang dia makan. Kemudian dia tiba
di Madyan ketemu orang-orang sedang
kumpul di sebuah sumur. Tiba-tiba dia
melihat ada dua wanita yang
menghalang-halangi kambingnya tidak ikut
ambil air di sumur tersebut. Rupanya
penduduk negeri situ penduduk yang tidak
baik. Ya, harusnya wanita di luaran, ya.
Harusnya ladies first katanya demikian
ya. Ini perempuan cuma dua orang
ternyata dibiarkan. Harusnya kalau
perempuan cuma dua orang udah mereka
berdua dulu berlaki-laki ternyata mereka
tidak demikian. Laki-laki dulu ambil
air. Maka Musa datang kepada kedua
wanita tersebut. Musa alaihi salam
berkata, "Ma khotbukuma? Apa yang buat
kalian? Apa gerangan kalian? Kenapa
kalian tidak ambil air?" Maka mereka
berdua mengatakan nastai. Kami tidak
akan air akan ambil air sampai laki-laki
semua pergi dulu. Wa abuna sikhun kabir.
Adapun ayah kami sudah tua ya sehingga
tidak bisa ngambil air. Harusnya
laki-laki yang ambil air tapi ayah kami
sudah tua kami yang ambil ambil air.
Maka Musa pun mengambil air bagi mereka
berdua. Kemudian beliau pun bernaung di
bawah sebuah pohon kemudian berdoa
kepada Allah agar dibeli ya ee kebaikan
dari Allah itu beliau minta makan.
Kemudian akhirnya datanglah wanita,
salah satu dari wanita tersebut kepada
Nabi Musa
ehdah
alasya
jaatahumsi altihya. Maka salah seorang
dari dua orang wanita ini ada yang
mengatakan adiknya datang dengan
berjalan malu-malu, tersipu maluat
inna abia liajak ajqana. Sesungguhnya
ayahku mengundangmu untuk ee
mengundangmu untuk memberi ganjaran
karena kau telah mengambilkan air bagi
kami. Karena Musa ambilkan air buat buat
mereka. Tib wanita ini setelah setelah
Nabi Musa ketemu dengan bapaknya, wanita
ini mengatakan, "Wahai ayahanda,
kerjakanlah Nabi Musa. Sesungguhnya dia
kuat dan dia terpercaya." Dari mana tahu
Nabi Musa kuat? disebutkan oleh para
ulama karena ketika itu Nabi Musa
mengangkat tutup sumur yang harusnya
hanya bisa diangkat oleh 8 orang.
Ternyata diangkat sen sendiri. Diangkat
sendiri. Diangkat tutup sumur kemudian
ditutup kembali dan ini sangat berat.
Namun Nabi Musa bisa mengerjakan
sendiri. Maka kedua wanita tersebut
heran dengan kekuatan Nabi Musa. Timbul
pertanyaan berikutnya, dari mana wanita
ini tahu bahwasanya Nabi Musa amanah?
Tentunya dari perilaku Nabi Musa yang
hanya sekejap tidak lama. Nabi Musa
ketika ketemu mereka berdua dengan penuh
adab, ingin menolong tanpa ada ee
keinginan apa-apa. Padahal dia dalam
kondisi kecapekan, dalam kondisi
kelaparan, dalam kondisi kelelahan, dan
dia orang asing. Tetapi dia
berani untuk datang men wanita tersebut
karena kasih sayang pengin menolong dua
wanita tersebut. Ini orang amanah
seperti ini ya. Ketika melakukan sesuatu
tanpa pamrih, ingin melakukan kebaikan.
Ini ciri-ciri orang amanah dan dia
berbicara secukupnya saja. Kemudian
setelah dia bantu, dia tidak minta
apa-apa. Setelah dibantu, selesai urusan
dia pergi meninggalkan dua wanita
tersebut. Ini menunjukkan amanahnya Nabi
Musa. Kedua, dari mana dia tahu Nabi
Musa? Disebutkan ketika dari dalam arar
yang sahih dari Umar bin Khattab ketika
tersebut datang men Nabi Musa
datang dengan jalan malu-malu kata Umar
bin Khattab qilatan
bubiha ala wajhiha
laisat eh bisalfa khaja wallaj wanita
ini pun datang dengan penuh malu-malu
maka dia tutup wajahnya dengan kainnya
kemudian dia bukan wanita yang kemudian
Dan salfa yaitu berani ketemu laki-laki
asal
apa? Nimbrung dengan laki-laki ketemu
dengan tidak. Tapi dia wanita yang tidak
suka seperti laki-laki, tidak berani
seperti laki-laki dan tidak bukan wanita
yang suka keluar masuk rumah ya. Tapi
dia ada keperluan keluar rumah untuk
ngambil air dari sumur atau untuk
mengundang Musa karena perintah ayahnya.
Makanya ketika kita Nabi Musa ketemu,
dia datang dari jauh, Nabi Musa lihat
ternyata wanita. Nabi Musa langsung
menundukkan pandangan. Wanita Nabi Musa
alaihi salam langsung menundukkan
pandangan apalagi wanita tersebut sambil
menutup wajahnya. Padahal ketika itu
tidak wajib bagi dia untuk menutup
wajahnya. Tapi dia sangat pemalu. Dan
Nabi Musa pun ketika melihat dia, dia
pun segera menundukkan pandangannya.
Ya. Kemudian ketika berjalan menuju
rumah ayahnya, ternyata Nabi Musa
berjalan di depan dan perempuan tersebut
di belakang. Nabi Musa ajarin saya
sekarang jalan depan, kamu di belakang.
Kalau saya jalan lurus, biarkan saya
berjalan. Kalau belok kanan, lemparkan
kerikil ke kanan. Kalau belok kiri,
lemparkan kiri, kelikir ke kiri. Jadi,
Nabi Musa jalan. Kalau belok kanan, dia
lempar ke kanan. Mis belok kanan. Belok
kiri, lempar kiri ke lempar kerikel ke
kiri sampai ke rumahnya. Ini laki-laki
amanah atau tidak amanah? Mungkin kalau
sebagian kita langsung aja ngobrol,
"Ukhti, masyaallah ya. Masyaallah,
masyaallah. Saya lagi lapar-laparnya,
Ukhti. Masyaallah, anti datang pada
waktunya Allah telah kirim anti buat
saya." Subhanallah. Mungkin kalau
sebagian kita demikian. Tapi Musa tidak.
Subhanallah. Dia tahu jaga diri. Kalau
perempuan itu jalan di depan, dia akan
melihat lekuk tubuh wanita tersebut.
Kalau jalan di samping bisa
tengok-tengokan,
bisa ngobrol-ngobrolan. Padahal mereka
berdua tidak ada hubungan kemahraman.
Maka cara agar amanah tetap terjaga,
Nabi Musa di depan, perempuan tersebut
di belakang. Dari sini Nabi dari sini
wanita ini tahu bahwasanya Nabi Musa
adalah seorang yang amanah. Maka dia
mengatakan, "Innair manjarta alqawiyul
amin." Sesungguhnya orang terbaik yang
kau pekerjakan adalah orang yang kuat
lagi amanah. Karena Nabi Musa aman.
Demikianlah sifat para nabi. Terlebih
lagi Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam diberi kelar dengan
al-amin oleh kaum musyrikin.
Kaum musyrikin ketika masih zaman
jahiliah, Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam dikenal dengan orang
yang amanah. Tidak pernah bohong sama
sekali.
Makanya ketika dia memanggil
kaumnya kemudian dia berkata, "Wahai
kaumku, kalau saya kabarkan di balik
gunung ini, di atas Bukit Safa, Nabi
Nabi Muhammad panggil mereka. Mereka
kumpul semua orang Quraisy. Rasul sahu
alaihi wasallam berkata, "Kalau saya
kabarkan di balik buku ini ada pasukan
berkuda ingin menyerang kalian. Akuntum
musoddiqiya, apakah kalian akan
membenarkan aku?" Kata mereka, "Ma
jarabna alaika kadiba." Kami enggak
pernah tahu kau dusta meskipun sekali.
Maana alikaidq. Yang kami tahu kau
selalu jujur. Kami pasti benarkan. Maka
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
mengatakan, "Fairakumadid."
Sesungguhnya aku memberi peringatan pada
kalian sebelum datang azab yang pedih.
Yaitu hati-hati akan datang hari kiamat.
Bertakwalah, tinggalkanlah kesyirikan."
Ketika Rasulullah menyebutkan hal
tersebut maka mereka marah. Maka
berdirilah Abu Lahab pamannya Nabi
sendiri. Maka dia berkata, "Tabban laka
ya Muhammad sairal yaum jamana." Celaka
engkau wahai Muhammad sepenuh hari. Cuma
gara-gara ini kau kumpulkan kami. Kami
kira ada apa? Ternyata kau cuma
memperingatkan katanya akan ada hari
kebangkitan. Celaka engkau wahai
Muhammad. Maka turunlah firman Allah,
tabtiada Abi Lahabi watab. Celaka kedua
tangan Abu Lahab masuk neraka. Tapi yang
jadi perhatian kita, Rasulullah tidak
pernah berdusta sama sekali. Tidak
pernah berdosa sama sekali. Ya, maka dia
digelar dengan amanah. Ya, saking
Rasulullah amanah sampai akhirnya
disebutkan dalam buku-buku sejarah, buku
sirah, Khadijah pun tertarik karena
mendengar amanahnya Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Makanya
Khadijah melalui perantara menawarkan
Nabi untuk jadi pekerjanya. Bekerja sama
Khadijah. Tidak lain Nabi Khadijah
pengin tahu bagaimana amanahnya Nabi
karena berita sudah banyak. Tetapi
namanya kalau mau cari suami harus pasti
ya. Cuma dengar-dengar saja ternyata
berita bu burung ya. Katanya saleh
ternyata kurang ajar. Katanya amanah
ternyata tukang bohong. Maka Khadijah
pun meminta Nabi untuk bekerja dengan
dia, yaitu dengan mudarabah, yaitu modal
dari Khadijah. Kemudian yang jualan
adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Kemudian mereka, Nabi pun bersafar
ditemani oleh budaknya yaitu Maisarah.
Jadi boleh dikata Maisarah ini adalah
kalau mau dibilang informannya Khadijah
sehingga berjalan dengan Nabi dan itu
perjalanan jauh dari Makkah menuju Syam.
kemudian berdagang, kemudian balik lagi.
Dan dalam perjalanan tersebut akan
tersingkap bagaimana hakikat Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam di mata
Maisarah. Kemudian Maisarah pun
melaporkan kepada Khadijah. Maka
Khadijah semakin yakin bahwasanya Rasul
sahu alaihi wasallam memang utama untuk
dijadikan suaminya. Padahal yang melamar
Khadijah banyak namun dia tidak mau
radhiallahu taala anha. Jadi kenapa kata
Rasulull sallallahu alaihi wasallam
amanah.
Dan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam pun
setelah menjadi nabi pun amanah. Di
antara kebiasaan orang-orang Quraisy
adalah menyimpan wadiah. Wadiah yaitu
barang berharga di sisi Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Jadi meskipun mereka
menuduh Nabi sebagai pendusta, sebagai
orang gila ya, tapi mereka karena tahu
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam adalah
orang yang amanah, mereka menitipkan
wadiah mereka, barang-barang berharga
mereka kepada Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Saking amanahnya Nabi, bahkan
ketika Nabi hijrah, Nabi tidak bawa lari
sepeser pun dari titipan-titipan
tersebut. Saking banyaknya titipan
tersebut, sampai Nabi tugaskan Ali bin
Abi Thalib, "Kau jangan dulu hijrah,
saya dulu. Kau tugas di Makkah 3 hari
kembalikan wadiah-wadiah tersebut." Ali
bin Abi Thalib butuh 3 hari untuk
mengembalikan barang-barang titipan yang
dititipkan kepada Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Bayangkan mereka orang-orang
kafir bilang Muhammad di siang hari
gila, sinting, dukun, penyihir, penipu.
Tapi mereka ternyata menitipkan
barang-barang mewah mereka kepada siapa?
Nabi. Ya.
Ya. Makanya Allah mengatakan, "Wama
shahibukum bimajnun." Ketika mereka
duduk Muhammad gila-gila. Kata Allah,
"Wama shahibukum." "Bukanlah teman
kalian orang gila." Itu Muhammad kalian
sudah kenal sejak dulu. itu kawan kalian
hidup bersama, tumbuh bersama kalian di
Makkah. Muhammad dulu main-main sama Abu
Jahal. Kalian tahu dia, masa kalian
bilang dia gila. Hanya kebohongan ya.
Fainnahum la yukadzibun wakinimina
biayatai jahadun. Kata Allah,
"Sungguhnya mereka tidak mendustakan
engkau wahai Muhammad. Tapi mereka
ngeyel," kata Allah. Jadi dalam hati
mereka, mereka tahu Muhammad bukanlah
pendusta. Jadi bukanlah orang yang tidak
pengkhianat. Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam amanah sampai barang-barang
semua di dikembalikan baru Ali bin Abi
Thalib nyusul Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Ini di antara amanahnya
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
ya dan diakui oleh mereka ya.
Makanya Rasul sahu alaihi wasallam
diberi gelar dengan al-amin. Diberi
gelar dengan al-amin.
Tib. Jadi di antara urgensinya amanah
bahwasanya amanah adalah sifat di antara
sifat utama para nabi. Kalau mereka
tidak amanah maka umatnya tidak akan
percaya kepada kepada mereka. Karena
Rasulull sahu alaihi wasallam adalah
amanah maka mereka percaya. Saking
amanahnya Nabi sampai ada ayat-ayat yang
turun yang di situ menegur Nabi, Nabi
tetap sampaikan. Ada beberapa ayat
menegur Nabi, Nabi tidak sembunyikan.
Seperti firman Allah abasa wa tawalla
jaahul a'ma w yudrika lahu yazakka.
Ketika eh salah seorang sahabat ya
Abdullah Ibnu Ummi Maktum yang buta
datang kepada Nabi sementara Nabi sedang
mendakwahi kaum Quraisy,
pembesar-pembesar Quraisy. Nabi ingin
kalau pembesar Quraisy ini sadar maka
pengikutnya banyak. Dan Nabi lagi
konsen. Tiba-tiba datang Ibnu Ummi
Maktum minta diajarin ilmu. Maka Nabi
berpaling darinya dengan bermuka masam.
Nabi berpaling darinya dan bermuka
masam. Karena Nabi lagi konsen ini
seakan-akan nanti ajalah kau belakangan
kau kan sudah Islam. Nanti dulu saya
lagi konsen sama orang-orang kafir. Maka
Nabi pun berpaling dan bermuka masam.
Abdullah bin Ummi Maktum dia buta. Dia
tahu enggak Nabi berpaling dia enggak
lihat. Dia tahu enggak Nabi bermuka
masam? Dia enggak lihat. Tetapi Allah
tahu. Allah tahu. Maka Allah turunkan
firmannya, Abasa wa tawalla. Dia bermuka
masam dan berpaling. Dan Rasulullah
tidak menyembunyikan ayat tersebut.
Rasulullah sahu alaihi wasallam tetap
menyampaikan ayat tersebut meskipun ayat
tersebut menegur dirinya sendiri. Bahkan
Nabi setelah itu memuliakan Abdullah bin
Ummi Maktum. Ya, kalau Nabi sedang
bersafar terkadang Ibnu Umi Maktum
dijadikan pengganti Nabi di Kota
Madinah. Ibnu Abi Maktum meskipun buta
dia adalah
dia adalah ee tukang azannya Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Ini
tukang azannya Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Ya. Rasul sahu alaihi
wasallam mengatakan, "Inna Bilalan
yuadinu bail." Sesungguhnya Bilal
mengumandangkan azan masih malam. Yaitu
waulu wasrabu makan minumlah terus.
Hatta yuadzina ibnu Ummi Maktum. sampai
Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan
padahal dia buta. Bagaimana dia bisa
liat fajar ada yang lihatin.
Subhanallah. Jadi Rasulullah muliakan
dia sebagai tukang azan. Meskipun dia
buta yang penting ada yang liihatkan
fajar bagi dia. Dan kalau datang Ibnu
Umi Maktum maka Rasulullah berkata,
"Marhaban, selamat datang orang yang
gara-gara dia Allah pun menegurku."
Maksud saya Rasul wasam banyak ayat ya
seperti ayat ini menegur Nabi demikian
juga ya.
Wahai Nabi kenapa kau mengharamkan apa
yang Allah halalkan bagimu? Allah tegur
Nabi. Nabi sampaikan ayat tersebut Allah
juga berfirmanahu
lahum. Allah maafkan engkau Muhammad.
Kenapa kau biarkan orang-orang munafik
tidak ikut jihad? Allah tegur dan semua
ayat-ayat yang menegur Nabi Rasul sahu
alaih wasallam tidak pernah sembunyikan.
Kalau Nabi berkhianat tentu ayat-ayat
seperti itu akan Nabi sembunyikan.
Tib di antaranya di antara urgensinya
amanah. Allah juga mensifati ee
malaikat Jibril nazala bihir ruhul amin.
Bahwasanya Al-Qur'an itu dibawa oleh
arruh yaitu malaikat Jibril alamin yang
terpercaya.
Yang terpercaya ya. Karena Allah
menjelaskan bahwasanya Al-Qur'an sampai
kepada Rasulullah melalui malaikat yang
terpercaya.
Dan Allah memuji ee apa
ee Nabi ee malaikat Jibril alaihi salam
ya.
Bahwasanya malaikat Jibril adalah
malaikat yang terpercaya yang amanah
tidak salah dalam memberikan wahyu.
Tidak seperti ada sekelompok Syiah yang
mengatakan malaikat Jibril salah kasih
wahyu. Harusnya buat Ali ternyata salah
kasih siapa? Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. kelompok siang seperti itu.
Yang benar malaikat Jibril tidak mungkin
salah karena dia adalah malaikat yang
amanah. Diberikan kepada Rasulullah yang
amanah juga. Sampailah Al-Qur'an kepada
kita melalui para sahabat yang amanah.
Tib.
Di antara urgensinya
sifat amanah
bahwasanya
amanah
akan mempercepat seorang melewati sirat
atau akan menghalangi orang lewat sirat
pada hari kiamat kelak.
Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan
watursalu
arahimu wal amanah fakumani jambat.
Ketika orang-orang sedang melewati sirat
dikirimlah amanah.
dan rahim. Maka mereka berdua berdiri di
samping kanan kiri sirat yaminan wa
syimalan. Dan kita tahu sirat jembatan
yang sangat tipis yang diletakkan di
atas neraka jahanam. Ahadum minasif
lebih tajam daripada pedang. Waqu minar
dan lebih tipis daripada rambut.
Kemudian di sampingnya ada khatatif dan
kalalif. Ada beti-besi yang tajam yang
siap mencapik-capik orang yang
melewatinya. Ada yang melewati dengan
cepat. Kalbar seperti petir, seperti
cahaya. Ada yang seperti rihel mursalah,
seperti yang berhembus ke ajawidil. Ada
yang lari seperti kuda yang cepat, ada
yang seperti unta yang berlari, ada yang
sampai tertatih-tatih. Ada yang sampai
merangka dan banyak yang kemudian
tercabik-cabik. Yang tercabik-cabik juga
ada dua. Ada yang tercabik-cabik
langsung masuk di neraka. Ada yang
tercabik-cabik namun lolos.
Siapa yang amanah, maka amanah akan
percepat dia. Maka ketika dia sedang
lewat, tiba-tiba rahim dan amanah
menghadanginya. Siapa yang suka
menyambung silaturahmi, dia akan cepat.
Siapa yang suka menunaikan amanah, dia
akan cepat. Tapi kalau ternyata dia suka
memutuskan silaturahmi dan dia tidak
amanah, dia repot ketika di sirat. Dia
repot ketika di sirat.
Oleh karenanya orang yang tidak amanah
biasanya terjerumus dalam kezaliman.
Ya, makanya disebutkan orang-orang
beriman ketika di sirat mereka berdoa,
"Rabbana atmana nurana wagfirlana." Ya
Rabb kami, sempurnakanlah
cahaya kami dan ampunilah dosa-dosa
kami. Kapan disebutkan oleh para ahli
tafsir kenapa mereka berdoa gitu? Kapan
mereka berdoa demikian? Ketika di sirat
ketika mereka melihat orang-orang
munafik dikasih cahaya oleh Allah
Subhanahu wa taala. Ketika mereka sudah
senang, ternyata cahayanya diredupkan
oleh Allah. Sehingga mereka dipermainkan
oleh Allah subhanahu wa taala karena
selama ini di dunia mereka menipu.
Ya, yudukiunallaha walladzina amanu.
Mereka menipu Allah dan menipu orang
beriman. Seakan-akan mereka beriman
ternyata mereka tidak beriman. Pada hari
kiamat Allah permainkan mereka. Mereka
disuruh lewat sirat. Dikasih cahaya
mereka sudah senang. Ternyata cahaya
mereka dimatikan. Ketika itu orang-orang
beriman berdoa sebagaimana Allah
sebutkan dalam surat at-Tahrim. Rabbana
atmim lana nurana wagfirlana. Ya Rabb
kami, sempurnakanlah cahaya kami agar
kami bisa lewat sirat. Kalau enggak ada
cahaya enggak bisa. Gelap mati pasti
langsung masuk neraka. Harus ada cahaya
agar bisa lihat jalan, agar bisa lihat
jembatan.
Atmimlana nurana. Sempurnakanlah cahaya
kami wagfirlana dan ampunilah kami.
Mereka tahu yang menyebabkan cahaya
redup adalah dosa-dosa. Dan di antara
dosa-dosa yang membuat cahaya cepat
rebut, redup adalah kezaliman.
Kezaliman. Makanya Rasul sahu alaihi
wasallam bersabda, "Adzulmuatun
yaumalqiamah." Bahwasanya kezaliman
adalah kegelapan yang bertubi-tubi pada
hari kiamat kelak. Di antaranya
kegelapan ketika melewati sirat. Dan di
antara bentuk banyak kezaliman adalah
tidak amanah dan khianat. tidak amanah
dan khianat. Maka di antara bahwasanya
urgensinya amanah
bahwasanya amanah akan mempercepat.
Siapa yang amanah akan cepat lewat
sirat, siapa yang tidak amanah dia akan
terhambat ketika lewat sirat. Baik. Di
antara urgensinya amanah Rasul Sallahu
Alaih Wasallam mengajarkan kalau ada
orang mau safar kita doakan dia. Kita
mengatakan asta dinaka wa amanataka wa
khawatima amalik.
Aku menitipkan kepada Allah agamamu,
dinaka wa amanat dan amanahmu
amalik dan penutup amalmu.
Kalau orang yang mau bersafar bilang
sama yang ditinggal dia bilang,
"Astudiukallah
allatiu w aku titipkan engkau kepada
Allah karena saya mau pergi. Kalau saya
titipkan sama engkau pada Allah, Allah
tidak pernah tersia-siakan titipan kalau
titipan kepadanya. Jadi saya titipkan
engkau kepada Allah. Yang dititipi ya
yang yang ditinggalkan berdoa tadi.
Astaudi aku titipkan kepada Allah apa?
Dinaka agamamu
wa amanatak amanahmu
amalik dan penutup amalanmu. Kata para
ulama ketika menafsirkan hadis ini,
karena orang musafir
dia akan mengalami banyak kesulitan dan
dia juga mungkin mengalami marah bahaya.
Dia bisa saja meninggal dunia. Maka di
antara yang perlu dijaga bagi orang yang
musafir yang pertama adalah agamanya.
Karena orang musafir kadang-kadang dia
jauh dari kampung halamannya, dia bisa
jadi agamanya goyang. Bisa jadi agamanya
goyang. Dia bisa jadi maksiat di luar.
Dia bisa jadi lupa diri. Banyak godaan
di di luar. Namanya musafir. Ya
terkadang agamanya bisa goyang. Ya,
aganya bisa goyang. Luar biasa ya.
Apalagi pergi ke negeri-negeri yang
tidak jelas ya.
Saya masih ingat ada kawan dia,
dia cerita, "Ustaz, saya kapan-kapan pas
pulang lewat suatu kota, waktu itu lagi
ada ee kortingan ya, bayar sekian ribu
dolar bisa
menggauli 10 lebih wanita dari berbagai
macam negara."
Terus dia tawarin ke saya, "Kapan lagi
nih? Kapan lagi nih? Murah ini, 10
wanita. Silakan bayar sekian ribu dolar.
Ini lagi korting lagi apa lagi apa
namanya istilahnya
lagi diskon. Diskon diskon. Teman saya
bilang alhamdulillah saya goyang juga
waktu itu.
Akhirnya teman saya maju saya pergi.
Teman saya sudah meninggal rahimahullahu
taala. Subhanallah. Kita lagi safar ada
godaan bisa jadi goyang. Ya. Maka yang
perlu dititipkan agama. Astaudi
Allahdinak aku titipkan agamamu
kepada Allah. Allah yang bisa jaga
agamamu ketika kau sedang ber bersafar.
Kemudian di antaranya wa amanatak dan
amanahmu. Ya, artinya jangan sampai
ketika kau bersafar kau tidak amanah
dalam bersafar. Kemudian mungkin ada
kerjaan mungkin apa ya. Dan kalau jangan
lupa amanahmu jangan sampai kau lalaikan
ya. Ingat amanah ya. Jangan sampai kau
meninggal sementara kau tidak amanah.
Yang terakhir khawatim amalik. Agar kau
kalaupun meninggal, maka amal terbaikmu
adalah husnul khatimah. Adalah husnul
khatimah. Kau meninggal dalam kondisi
amal penutup yang terbaik. Maka ini di
menjelaskan bahwasanya pentingnya amanah
jangan sampai seorang meninggal dalam
kondisi tidak amanah. Maka ketika
seorang mendoakan orang yang sedang
bersafar, dia khususkan menitipkan
kepada Allah amanahmu agar kau tetap
menjaga amanahmu ketika sedang mukim
maupun ketika sedang sedang safar. Ini
menunjukkan tentang
urgensinya amanah
tayib.
Di antara
urgensinya amanah, Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam pernah berdoa agar Allah
melindunginya dari khianat. Dari
khianat. Dan khianat lawan daripada
amanah. Di antara doa Nabi sallallahu
alaihi wasallam, Allahumma inni azubika
minal ju fnahu baji. Ya Allah, aku
berlindung kepada Engkau dari kelaparan
ketika sedang tidur. Ya, kalau sudah
lapar, lapar yang sangat parah sehingga
seorang tidak bisa. Maksudnya bukan
tidak sedang tidur, tapi ini lapar yang
sangat parah yang membuat seorang tidak
bisa beraktivitas sehingga dia harus
melazimi tempat tidur.
Kalau seorang sampai harus terkapar di
tempat tidur gara-gara kelaparan ini
sangat berbahaya sehingga dia tidak bisa
menjalankan aktivitasnya sulit untuk
beribadah. Maka Rasulullah berlindung
dari kelaparan yang sampai seperti ini.
Kemudian kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Waubika minal khianah fahaal
bitah. Ubika minal fainnaha balah. Dan
aku berlindung kepada engkau dari
khianat karena dia adalah seburuk-buruk
teman atau seburuk-buruk bitanah itu ee
batin seseorang. Seburuk-buruk batin
seseorang. Itu kata para ulama, Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam berlindung
jangan sampai seorang batinnya diisi
dengan khianat dan jangan sampai dia
dikhianati oleh orang lain. Jangan
sampai dikhianati oleh orangorang lain.
Karena kalau kita dikhianati memang
sangat menyakitkan. Sangat menyakitkan.
Terkadang dikhianati terkait dengan
dunia kita, terkadang dikhianati terkait
dengan agama agama kita. Sudah banyak
orang dikhianati. sudah kerja sama dari
awal dengan kawan sampai besar tahu-tahu
kawan ini kurang ajar kemudian
diambillah segala segala aset
perusahaannya.
Ini ini terjadi. Dia kasih modal untuk
kerja. Tentu kau anak buah saya, Bos.
Ternyata dia bikin usaha atas nama dia
sendiri. Dia kembangkan, kembangkan,
kembangkan. Setelah sukses, si bos
menyangka semua adalah hasilnya buat
dia. Kata dia, "Bos, saya sudah punya
usaha sendiri." Padahal pakai uang di
uang bosnya. Ini khianat atau bukan?
Khianat ya.
Menyakitkan
ya.
Seorang ketika
punya pegawai seperti itu sudah dia
ambil dari tidak bisa apa-apa sampai
berhasil ternyata dia menikam dari
belakang. Maka ini sangat menya
menyakitkan.
Seorang memiliki pasangan hidup sudah
dia baikin ternyata berkhianat selingkuh
menyakitkan.
Sudah dikasih masuk salon ya sudah bayar
mahal-mahal ternyata buat orangor lain
menyakitkan atau tidak menyakitkan.
Khianat itu paling tidak enak. Makanya
Rasul mengatakan minal khianah fainnaha
balah. Aku berlindung kepada engkau dari
khianat. Baik, baik saya berkhianat atau
saya dikhianati ya. Karena seburuk-buruk
sikap apa perangnya seseorang.
Seburuk-buruk albitanah itu lawan dari
lahiriah batin ya itu batin seseorang.
Seburuk-buruk batin seseorang ya.
Seburuk-buruk perange seseorang. Dan
ketika Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
mengkhususkan untuk berlindung dari
khianat menunjukkan bahwasanya khianat
adalah perkara yang sangat buruk. Ee dan
amanah lawannya adalah perkara yang
sangat indah.
Tayib. Di antara urgensinya amanah
sampai Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam melarang orang membalas khianat
dengan khianat.
Jadi jangan kau lepaskan amanah meskipun
sedikit pun gara-gara ingin balas dendam
enggak boleh. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Adil amanata ila ahliha wun
man." Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Tunaikanlah amanah kepada
pemiliknya." Wunat dan jangan kau
khianat kepada orang mengkhianatimu.
Enggak boleh. Dia khianat, kita balas
khianat, enggak boleh. Enggak boleh.
Khianat itu apa? Khianat itu melakukan
keburukan di saat kita dipercayai.
Enggak boleh.
Ada orang khianat kita, kita enggak
boleh. B misalnya waliyadubillah si A
istrinya
berkhianat dengan seorang laki-laki
kemudian dia balas dia zinai lagi istri
temannya tersebut. Enggak boleh
balas-balas kan. Enggak boleh.
Gak boleh balas khianat dengan khianat.
Kalau kita balas, balas dengan tapi gak
boleh ketika dia sudah percaya sama
kita, kita balik khianat. Enggak boleh.
Gak boleh seorang mukmin melepaskan baju
amanah dari tubuhnya. Gak boleh sama
sekali. Rasul mengatakan w takun man
khana. Jangan kau berkhianat kepada
orang yang berkhianat kepadamu. Kalau
kau balas bukan dengan cara khianat.
Balas depan benar-benar nyatakan tidak.
Jangan tikam dari belakang benar-benar
depan-depan balas dengan jelas dan
nyata. Bukan kita merawih seakan-akan
dia percaya sama kita kemudian kita
khianati. Itu enggak boleh.
Seorang mukmin tidak boleh berkhianat.
Sedikit pun tidak boleh berkhianat. Ini
menunjukkan buruknya sifat khianat dan
pentingnya sifat amanah pada diri
seseorang.
Tib.
Ee
kemudian di antara urgensinya ee amanah
datang perintah untuk amanah dalam
Al-Qur'an.
Ya, dalam Al-Qur'anul Karim Allah
Subhanahu wa taala berfirman dalam surah
An-Nisa ayat 58. Innallaha ymurukum an
tuaddul amanati ila ahliha. Allah
memerintahkan kepada kalian ya
untuk menunaikan amanah kepada
pemiliknya. Waamumasi
anum
inallahumlahan.
Jika kalian berhukum di antara manusia
hendaknya berhukum dengan adil. Jangan
sampai tidak amanah.
Sesungguhnya Allah sebaik-baik memberi
nasihat kepada kalian. Sesungguhnya
Allah maha mendengar lagi maha melihat.
Ya, di sini Allah memerintahkan untuk
amanah. Pertama menyampaikan amanat
kepada pemiliknya. Jangan sampai kita
berkhianat. Ada amanah, ada kepercayaan
tidak kita berikan kepada pemiliknya.
Kemudian yang kedua, kalau berhukum di
antara manusia hendaknya berhukum dengan
keadilan. Sebagian ulama berpendapat
ayat ini khusus kepada wulatul umur,
kepada para pejabat yang mereka
diperintahkan untuk menunaikan amanah
kepada pemiliknya dan mereka
diperintahkan untuk adil dalam berhukum.
Meskipun ee sebagian ulama di antaranya
seperti Asyaukan dalam Fathul Qadir
merojikan bahwasanya ayat ini umum. Ayat
ini umum kepada siapapun yang disahkan
diserahkan amanah harus dia kembalikan
kepada pemiliknya.
Dan siapapun yang ditugaskan untuk
menghukum di antara manusia maka dia
harus adil. Kenapa? Jika tidak dia akan
dimintai pertanggungjawaban oleh Allah
pada hari kiamat. Karena Allah samian
innallaha kana samian basir.
Sesungguhnya Allah mendengar lagi maha
melihat.
Demikian dalam surat Al-Ahzab ayat 72
Allah berfirman, "Inna amati
insan inahu jahula." Kata Allah, "Kami
tawarkan amanah kepada gunung, kepada
langit, kepada bumi, kepada gunung." Itu
Allah tawarkan. Mau enggak kalian
mengemban amanah? Wahai langit, wahai
bumi, wahai gunung, Allah tawarkan
tidak diwajibkan. Tapi mau enggak
pahalanya besar kalau kalian ingin
mengembannya. Tetapi kata Allah,
faabainahmilnaha. Ternyata langit, bumi,
dan gunung enggan untuk mengemban amanah
tersebut. Wafaqana minha dan mereka
takut tidak bisa menunaikan amanah
tersebut.
Wahamal insan. Tapi manusia nekad
memikul amanah tersebut.
Kata Allah, "Innahu kanaluman jahula."
Sesungguhnya manusia itu sering berbuat
zalim dan sering berbuat kejahilan.
Mereka menggeman amanah di atas
kezaliman, di atas kejahilan. Ini dalil
bahwasanya amanah adalah perkara yang
sangat agung ya, yang dibebankan kepada
manusia dan mereka harus menunaikan
dengan baik. Sampai begitu agungnya
amanah, langit, bumi dan gunung enggan
takut. Padahal langit begitu kokohnya
seperti apa, bumi begitu kokohnya
seperti apa, gunung koknya seperti apa.
Mereka takut memikul amanah. Ini Allah
kasih gambaran bahwasanya amanah perkara
yang sangat berat. Jangan disepelekan.
Gunung yang begitu kokoh, langit yang
begitu kokoh, bumi yang begitu kuat
tidak mau memikul amanah. Dan kalian
sekarang mikul amanah tersebut, maka
tunaikanlah dengan baik. Jika tidak akan
menjadi malapetaka bagi kalian di
akhirat kelak. Di akhirat kelak. Allah
Subhanahu wa taala demikian juga dalam
Al-Qur'an menyebutkan ciri-ciri penghuni
surga. Di antaranya kata Allah,
walladina hum lianatihim wa ahdihim
ro'un. yaitu orang-orang yang
memperhatikan amanah-amanah mereka dan
perhatikan janji-janji mereka.
Allah sebutkan dalam surat Q aflahal
mukminun alladina humatih khunzina humun
fail.
Kemudian di akhir ayat kata Allah, "Uika
humul waritun allina yaritunal firdausa
humha khidun."
Sungguh beruntung orang-orang yang
beriman. Siapa mereka? Kata Allah di
akhir, "Merekalah para pewaris juga
firdaus." Setelah Allah sebutkan
sifat-sifat mereka, sifat-sifat
spesifik, spesial. Yang pertama khusyuk
dalam salat mereka. Yang kedua
mereka meninggalkan perkara-perkara yang
sia-sia. Sampai Allah mengatakan,
"Walladina hum liamanatihim wa ahdihim
roun.
Orang-orang yang senantiasa perhatian
terhadap amanah yang dibebankan kepada
mereka. Perhatian terhadap janji mereka.
Kita nanti baru kita tahu ternyata
amanah itu banyak. Ngurus istri amanah.
Ngurus anak amanah. Ngurus suami amanah.
Ngurus rumah amanah. Ngurus yayasan
amanah. Ngurus uang umat amanah. Didik
anak orang amanah. Ustaz ngajar orang
juga amanah. Amanah tentang ilmu banyak
amanah. Amanah terhadap tetangga banyak
amanah yang Allah bebankan. Orang
beriman, dia ngurusin amanah-amanah
tersebut dengan baik
sehingga menjadi penghuni surga firdaus.
Menjadi penghuni surga firdaus.
Tibh
dan akhwat yang dirahmati Allah
Subhanahu wa taala. tadi sudah kita
jelaskan ya
tentang urgensinya amanah dari banyak
sisi ya entah berapa poin tadi sudah
sebutkan. Sekarang kita ingin tahu apa
sih perkara-perkara yang merupakan
bagian dari amanah. Perkara-perkara apa
saja agar kita waspada dan kita jangan
menganggap itu bukan amanah. Ternyata
ini amanah. Kalau ini amanah berarti
kita akan diminta pertanggungjawaban
oleh siapa? Allah. Kalau ini amanah kita
akan dihentikan di sirat.
Kalau ini amanah tidak kita tunaikan,
berarti kita zalim. Kita zalim ya.
Hak orang kita tahan, kita tidak amanah.
Tib apa sih perkara-perkara yang
merupakan ee
amanah? Ya, sekarang kita akan ee bahas
tentang hal-hal terkait dengan amanah
ya. Tentang terkait dengan amanah. Apa
sih medan-medan amanah? bagian-bagian
mana yang kita diberi amanah oleh Allah
Subhanahu wa taala. Pertama ee amanah
yang terkait dengan ibadah-ibadah yang
Allah wajibkan bagi kita. Maka ini semua
adalah amanah. La takunullaha warasul
watakunu amanatikum. Janganlah kalian
berkhianat kepada Allah, berkhianat
kepada Rasulullah dan kalian berkhianat
amanah-amanah kalian. Allah sudah
bebankan untuk salat. Allah telah
bebankan untuk bayar zakat. Kalau punya
uang harus berhaji ya. Maka ini semua
adalah amanah ya. Ya. Maka ibadah-ibadah
yang kita kerjakan kepada Allah adalah
semuanya amanah yang akan Allah tanya
kepada kita. Oleh karenanya dalam hadis
awalu ma yuhasabul abdu min amalihi asat
yaumalqiamah. Yang pertama kali Allah
hisab dari hamba pada hari kiamat kelah
yang Allah tanya tentang apa? Salat.
Berarti salat adalah amanah. Salat
adalah amanah. Maka seorang ketika
merasakan salat adalah amanah yang akan
ditanya oleh Allah, maka dia berusaha
menjalankan salat dengan sebaik-baiknya.
Kalau seorang meyakini bahwasanya ee
zakat adalah amanah, maka dia akan
menunaikan zakat dengan sebaik-baiknya,
seindah-indahnya,
secermat-cermatnya, secepat-cepatnya,
tepat-tepatnya. Bagaimana dia bisa
menunaikan ibadah kepada Allah Subhanahu
wa taala.
Bab yang berikutnya ya amanah terkait
dengan sesama manusia ya. Pertama,
amanah yang terkait dengan harta. Ini
saya akan banyak gambaran ya. Di antara
bentuk-bentuk amanah terkait dengan
harta
ya,
yaitu menjaga diri. Menjaga diri agar
tidak mengambil harta orangorang lain.
Agar tidak menggunakan harta orang lain.
Ini berarti kita amanah. Jangan sampai
kita menggunakan harta orang lain,
mengambil harta orang lain kecuali
dengan izinnya dan keridaannya. Izinnya
dan keridaannya ya
sebagai bentuk amanah terhadap diri
kita. Sampai para ulama mengatakan kalau
kita pinjam sesuatu harus minta izin.
Ya. Ya. Di antara yang saya ingatkan
kalau ke masjid kalau mau wudu jangan
pakai sendal orang.
Sendal dia dia taruh karena bagus dia
pakai sendal orang. Padahal sendal orang
lebih mahal daripada sendal dia.
Akhirnya sendal kulit jadi basah, jadi
mengganggu. Ini namanya tidak amanah ya.
Menggunakan harta orang tanpa izin ya.
Kemudian juga menunaikan harta orang
lain yang dibebankan kepadanya ya. Dan
ini ee banyak seperti yang terkait
dengan nafkah-nafkah wajib itu amanah
ya. Kita punya nafkah wajib kepada anak
istri harus kita tunaikan.
Orang-orang yang wajib kita nafkahi,
kita wajib tunaikan. Kita punya
kewajiban untuk memberi gaji kepada para
pegawai itu amanah. Jangan sampai kita
gampangkan. Ya, bahkan Rasulullah
menganjurkan kita untuk memberi gaji
kepada al-Ajir, kepada orang pekerja
sebelumjifa
arqu sebelum keringatnya kering. Kalau
kita bisa kasih gaji sebelum waktunya
lebih lebih baik. Misalnya pegawai kita
gaji tanggal 25 harusnya kita kasih 24.
Oke, lebih baik ya. Lebih baik ya.
Sehingga perhatian terhadap gaji-gaji
orang kerja sama sama kita. Jangan
menggampangkan. Itu hak orang. Ah, cuma
segitu bagi kita. Segitu bagi dia itu
sangat berharga. Bagi dia sangat
berharga. Begini orang apa sih cuma R1
juta kok ribut sekali bagi dia. Dia buat
makan. Dia buat makan buat dia, buat
anak istrinya. Jangan gampangkan ya.
Di Jakarta aja masih ada orang kerja
supir gaji R juta. Padahal ke Jakarta
kehidupan kayak apa beratnya ya? Ya.
Terus kita tunda-tunda lagi gajinya
setengah mati. Kasihan.
Ya. Kemudian juga warisan jangan
ditahan-tahan. Ini juga hak orang lain.
Kalau kita ada termasuk ahli waris,
kemudian ada warisan, kita bilang,
"Nanti aja dijual, nanti aja dijual."
Padahal ada adik kita yang miskin yang
butuh uang warisan. Kita bilang, "Nanti
aja, nanti aja. Kau tamak sekali, uang
segini aja." Padahal bagi adik kita itu
uang sangat banyak. Akhirnya kita
tahan-tahan, rumah ini enggak dijual.
Rumah waris yang dijual dijual. Sampai
adik kita mati enggak dapat apa-apa.
Padahal senya rumah ini dijual mungkin
laku 20 miliar misalnya atau 5 miliar.
Paling tidak dia bisa senang-senang R00
juta meskipun setahun habis.
Kita tahan-tahan sampai dia mati. Dia
tidak merasakan kenikmatan harta warisan
tersebut. Enggak boleh. Mentang-mentang
kita kakak nomor satu, akhirnya kita
menghalangi. Sudah ada yang mau beli
rumah kita jual dengan harga yang
tinggi. Akhirnya enggak laku-laku sampai
adik kita mati. Nah, mati kan kita dapat
horisan lagi dari adik kita.
Ini Subhanallah. Hati-hati pewarisan
harus segera ditunaikan ya.
Barang pinjaman. Kalau kita minjam
barang, ingat-ingat jangan sampai lupa
pinjam barang orang ya harus
dikembalikan ya.
Utang harus di dibayar. J sudah utang
orang sudah baik menjamin uang sama kita
kemudian kita tidak bayar-bayar. Padahal
kita punya uang. Kita punya uang
akhirnya kita beli ini beli anu.
Ternyata hak uang orang tidak kita
bayarkan. Padahal sudah jatuh tempo.
Rasulullah mengatakan matlul ghani
zulmun. Ya, menunda-nunda pembayaran
utang padahal dia mampu adalah
kezaliman. Nanti punya harta, punya
aset, jual bayar hutang. Itu orang dia
butuh uang. Sudah waktu jatuh tempo. Ada
orang kasih minyak uang sama kita orang
baik. Dia sudah baik ternyata kita tidak
baikin dia. Air susu dibalas dengan air
air tuba. Ya. Nah, ini banyak keja
kejadian. Sampai akhirnya yang minjamin
uang jadi ngemis-ngemis ya. Mengemis.
Bayar dong, bayar dong. Kasihan saya.
Bayar dong. Subhanallah. Dia punya uang.
ini zalim hati-hati hak orang tidak di
dikembalikan ya.
Kemudian wadiah ada harta yang
dititipkan kepada kita maka kita jaga,
jangan kita ee lalaikan ya. Kalau kita
tidak mampu jangan. Saya enggak mampu.
Kalau mampu kita jaga dapat pahala
menjaga harta orang. Saatnya dikasih
maka kita kembalikan. Maka kita kem
kembalikan, maka kita kembalikan. Tib
ini terkait
ee harta ini contoh-contoh saja agar
kita waspada.
Jangan sampai hak orang kita tahan, hak
orang tidak kita kembalikan. Makanya
Rasul sahu alaih wasallam mengatakan
tuadunnal huquqa ila ahliha atau ladanal
hukqu ahliha yaumalqiamah hatta yuqarti
al jalha minartilna. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam,
"Sesungguhnya semua hak akan
dikembalikan kepada pemiliknya hari
kiamat kelak. Jangankan manusia sampai
kambing yang ditanduk akan minta qisos
dari kambing yang menanduknya."
Rasulullah mengatakan, "Kambing saja
hewan akan minta haknya. Amanahnya dia
minta." Bagaimana lagi dengan manu
manusia? Jangan pernah menyempelekan ee
masalah harta meskipun sedikitp.
meskipun sedikit pun kita berusaha, kita
meninggal tidak ada hak orang lain kita
tahan. Semua amanah sudah kita
kembalikan. Berusaha jangan
menggampangkan. Jangan menggampangkan
ya. Jangan menggampangkan.
Saya pernah menghadapi masalah kasus di
persidangan. Terus orang yang menahan
cuma segitu aja. Saya bilang, "Ya, akhi
segitu. Bagi dia penting, bagi ente
tidak penting. Bagi dia penting segitu."
Baru dia ngeh, baru dia terdiam.
Bagi dia penting. Bagi orang mungkin
miliarder uang R juta apa nilainya? Tapi
bagi dia yang tidak punya uang apa-apa.
Bagi dia sangat besar uang segitu. Dia
bisa gunakan untuk macam-macam ya.
Kemudian kita gampangkan hati-hati.
Kemudian juga di antaranya amanah
terkait dengan harga diri ya. Harga
diri. Maka seorang ee jangan ya harus
menjaga harga dirinya dan juga menjaga
harga diri orang orang lain ya. Menjaga
harga dirinya jangan dia rusak harga
dirinya ya dengan mengumbar aib-aibnya.
Jangan harga dirinya amanah ya.
Kemudian juga misalnya
ee
jangan juga menjatuhkan harga diri orang
lain ya. Jangan menjatuhkan harga diri
orangor lain ya. Seperti kita menuduh
orang tidak-tid bukti ya.
Jangan ikut-ikutan orang tuduh-tid sudah
kita enggak usah ikut-ikutan ya. Kalau
kita ikut nuduh kita harus punya buk
bukti. Kalau enggak punya bukti enggak
usah ikut nuduh. Lihat aja apa yang
terjadi. Gak usah ikut menuduh. Apalagi
terkait dengan harga diri dia. Menuduh
dia berzina, menuduh dia selingkuh. Ini
hati-hati. Jangan ikut-ikutan kecuali
memang punya bukti. Kalau enggak, maka
jangan ikut-ikutan menjatuhkan harga
diri orang lain.
Kemudian juga amanah terkait dengan
badan dan ruh. Badan dan ruh kita
dibebani oleh amanah. Badan kita, roh
kita adalah amanah dari Allah Subhanahu
wa taala. Maka tidak boleh kita merusak
tubuh ini. Makanya dilarang kita untuk
bunuh diri. Ya, badan milik kita, tapi
kita enggak boleh merusaknya. Siapa yang
bunuh diri dengan sesuatu maka dia akan
disiksa pada hari kiamat dengan suatu
tersebut. Manqotala nafsu biadidatin
fadidatuhu biyadihi. Siapa yang bunuh
diri dengan benda tajam dengan besi,
maka hari kiamat dia akan pegang besi
tersebut. Dia tusuk-tusuk perutnya
sebagaimana ketika dia di dunia bunuh
diri. Siapa yang bunuh diri dengan
melemparkan tubuhnya dari gunung maka
dia akan disisa pada hari kiamat dengan
demikian. Waman taahasumman. Siapa yang
bunuh diri dengan minum racun, maka dia
akan mati. Disiksa juga pada hari kiamat
dengan racun. Ya, kalau di dunia pakai
racun baigon, di neraka racunnya bukan
baigon. Bagion super plus. Tidak akan
sama dengan baigon di dunia.
Ngeri ya. Karena tubuh kita ini amanah.
Tubuh kita ini aman. Gak boleh kita
merusaknya.
Makanya di antara dalil yang
mengharamkan rokok. Rokuk merusak tubuh
atau tidak merusak tubuh. Enggak boleh.
narkoba merusak tubuh atau tidak merusak
tubuh. Maka gak boleh kita merusak tubuh
tubuh kita ya.
Merusak tubuh kita gak boleh. Apalagi
kita merusak tubuh orang lain. Hati-hati
ya. K merokok kita mengganggu tubuh
orang lain. Orang lain terganggu
kesehatannya. Kita tidak jaga. Tapi ada
orang berapa kasus orang meninggal
istrinya gara-gara suaminya yang
merokok. Istrinya sakit meninggal
gara-gara suaminya yang merokok. Karena
perokok
pasif lebih bahaya daripada perokok
aktif. Saya pernah menghadapi kasus ini
langsung. Jadi ada perawat di Madinah,
orang Indonesia kenal juga kenal dengan
keluarga.
Dia sakit parah, dia tidak merokok,
suaminya yang merokok. Suaminya tidak
meninggal, dianya yang meninggal. Ini
gimana istri meninggal gara-gara dia
merokok? Mungkin kalau dia ini istrinya
yang dia cintai. Ya kadang kadang orang
sudah merokok kadang dia tidak peduli
orang lain, cuek aja. Saya pernah negur
orang, anak saya masih kecil, saya
bilang, "Pak, bisa merokok sebelah sana.
Kamu yang pergi sana." Katanya,
Subhanallah.
Dia bukan tempat merokok umum, tapi dia
kalau sudah enjoy, dia tidak peduli
dengan orang lain. Ganggu ya mengganggu
kesehatan orang.
Sama sonhorak suara gede-gede ganggu
kesehatan orang enggak? Orang budek
enggak bisa tidur terganggu. Dia pikir
santai-santai. Dia diso-disko dia
joget-joget.
Kemudian orang di samping enggak bisa
tidur. Dia pikir semua orang suka
dangdutan seperti dia. Orang sead enggak
bisa tidur, kepala pusing, terganggu
pendengarannya. Ini ganggu jasad tubuh
orang lain. Nah, ini tidak amanah. Ini
hati-hati. Ini bahaya. Ya,
tadi saya lupa juga di antara amanah
terkait dengan harta adalah harta Allah
bagi kita adalah amanah. Karena kita
akan ditanya pada hari kiamat kelak
dari mana kau dapatkan harta dan ke mana
kau infakkan? Maka seorang amanah dalam
mencari harta harus halal dan dia
konsumsikan, dia belanjakan harus jelas.
Setiap yang kita belanjakan kita harus
siap ditanya oleh Allah Subhanahu wa
taala. Kalau kita enggak bisa jawab
enggak usah belanjakan. Mau beli ini
bisa jawab enggak kalau ditanya Allah?
Kalau bisa beli. Kalau enggak bisa,
enggak usah beli. Ya. Ya. Kalau enggak
punya uang enggak mau beli apa, Ustaz?
Ya sudah. Kalau enggak punya uang, saya
bicara yang punya uang. Yang punya uang
gak boleh beli sem sembarangan.
Mentang-mentang duit dia triliun, dia
mau berfoya-foya enggak bisa. Itu harta
amanah.
Kalau kau berfoya-foya yang tidak perlu,
belanja-belanja yang tidak perlu, ya
beli barang-barang yang hanyalah ee
mubazir atau israf berlebih-lebihan,
maka ini repot pada hari kiamat kelak
ya. Manfaatnya kecil, harganya mahal.
Manfaatnya kecil, harganya mahal. Itu di
antara bentuk israf. Manfaatnya kecil,
harganya mahal. Ya, apalagi untuk
bangga-bangga, untuk sombong-sombongan.
Waliyadzubillah.
Kemudian juga contoh amanah terkait
dengan ilmu. Amanah terkait dengan ilmu
ya. Maka ini terkait dengan para dai.
Ketika dia ee menyampaikan ilmu dia
harus amanah. Ya, kesalahan mungkin
terjadi, tapi dia berusaha seamanah
mungkin. Dia belajar dengan baik. Apa
yang dia sampaikan memang benar. Dia
tidak merubah-rubah ee dalil, tidak
merubah perkataan para ulama, tidak
memelinti pemahaman yang benar, ya. Ee
tidak berbohong atas nama ulama, ya.
Kalau ketergelinciran terkadang itu
semuanya dimaklumi. Tapi kalau sengaja
sengaja kemudian merubah, sengaja
mengganti-ganti, ya ini namanya tidak
amanah. Tidak amanah. Bahkan kita dalam
dunia akademis ya. Misalnya saya menulis
sebuah tulisan kalau ini adalah hasil
karya orang lain saya harus cantumkan.
Tidak boleh jadi plagiator. Seakan-akan
karya saya enggak boleh. Kesimpulan ini
bukan saya yang dapatkan, tapi
kesimpulan ini disimpulkan oleh seorang
ulama. Maka saya di antara amanah saya
harus nukilkan bahwasanya ini dari si
fulan, dari ulama ini. Tidak boleh
terkesan seakan-akan saya yang
menyimpulkan sehingga terkesan
seakan-akan saya yang pintar. Ini gak
boleh namanya plagiator. Dan ini dalam
dunia akademisi sangat terlarang. Salah
satu bentuk tidak amanah adalah
melakukan plagiat. Ya, plagiat yaitu
menukil hasil karya orang lain,
mengatasnamakan dirinya meskipun satu
paragraf, enggak boleh dalam dunia
akademisi untuk menjaga keamanahan
ilmiah. Ya gak boleh. Ya gak boleh. Ini
contoh
amanah dalam menunai menyampaikan
perkataan ustaz. Ustaz bilang begini,
"Harus amanah benar-benar." Bahwasanya
Ustaz mengatakan demikian dalam konteks
apa? Jangan ditambah-tambahin, jangan
dilebai-lebaiin,
jangan di terlalu dibesar-besarin
padahal tidak seperti itu. Jangan
kemudian di ee diterapkan pada seorang
padahal ustaz tidak menerapkan pada
seorang. Maka ini harus amanah karena
kita menukil perkataan guru kita,
perkataan ustaz. Karena kalau kita tidak
amanah, sering terjadi kacau balau,
pertikaian, keributan.
ditambah-tambahin, dikurang-kurangin
sehingga digambarkan tidak sesuai
sebagaimana mestinya. Makanya para ulama
menyebutkan terkadang nukilannya benar
persis. Ustaz ngomong A B C D E dia
nukil. Ustaz tadi ngomong A B CD tapi
cara dia menukil dia kasih mukadimah,
dia kasih kesimpulan sehingga orang yang
mendengar seakan-akan ustaz mengikuti
kesimpulannya. Ini namanya tidak amanah
dalam menyampaikan.
Harusnya dia bilang, "Saya dengar ustaz
ngomong begini. Apa mungkin ustaz
maksudnya begini?" Itulah yang cerita
sehingga orang tahu oh ini kesimpulan
dia sendiri. Tapi mengesankan
seakan-akan itu kesimpulan ustaz maka
itu namanya tidak amanah. Hati-hati.
Apalagi ditambah-tambahin
dikurang-kurangi. Tidak ditambah tidak
dikurangi saja harus disampaikan
sebagaimana yang disampaikan. Jangan
menggambarkan berlebih-lebihan atau
menggiring kepada suatu yang tidak
dimaksud oleh sang guru, oleh sang
ustaz. Ini amanah dalam ilmu ya.
Ya.
Kemudian juga dalam menisbah perkataan
kepada seseorangseorang mengatakan
demikian harus benar-benar dicek benar
atau tidak. Ya, oleh karenanya saya dulu
waktu S2 menukil ee tesis saya judulnya
Ajwibat Syekhul Islam Ibnu Taimiyah
rahimahullahu taala syubhatil muattilah
f siifat datiah.
Jawaban Ibnu Taimiyah rahimahullah
terhadap syubhat-syubhat para penolak
sifat sifat zatiah.
Saya Ibnu Taimiyah rahimahullah ketika
menukil dia sangat amanah. Ketika dia
bilang, "Si fulan bilang begini, saya
cek di bukunya benar ada." Ketika si
fulan bilang gini, saya cek di bukunya.
Ibnu Taimiyah tidak nama-namain, tidak
kurang-kurangin.
Bahkan dia menukil dari ahlul bidah
sebagaimana mestinya. Kesimpulan saya,
orang ini sangat amanah.
Makanya Allah berfirman,
"Janganlah sampai kebencian kalian
kepada seorang buat kalian tidak adil."
Adillah itu lebih dekat pada ketakwaan.
Ayat ini kata Ibnu Taimiyah terkait
orang kafir dan ahli tafsir menyatakan
orang kafir meskipun orang kafir musuh
kalian, kalau kalian menukil dari mereka
jangan ditambah-tambahin. Meskipun
kalian benci sama mereka gak boleh
berbuat adilah. Berbuat adilah. Kita
sekarang ahlul bidah nukil dari kita
aneh-aneh.
Ini kalau begini katanya kalau wahabi
begini makan begini ngomong kosong. Tapi
ditambah-tambahin itu tidak adil dalam
menukil. Kita nukil seadanya. Kalau
enggak enggak. Kalau iya- iya.
Jangan menggambarkan yang berlebihan.
Allah akan tanya pada hari kiamat kelak.
Ya. Sa kalau Wahabi menguasai suatu
negara akan dibunuh orang-orang. Ini
mana bunuh Arab Saudi? Emang tukang
bunuh orang. Antum kalau umrah ketakutan
enggak masuk Arab Saudi bakalan dibunuh?
Takut enggak? Enggak ada. Tapi ada yang
mengesan kalau Wahabi ya kan mereka
bilang Arab Saudi Wahabi ya enggak ada
masalah saya. Kalau Wahabi menguasai
suatu negara, yang lainnya akan dibunuh,
ditumpahkan darahnya. Subhanallah.
Apakah seperti itu kenyataannya?
Lihat kenyataan. K ada ulama yang bilang
begitu. Kamu kan bisa lihat kenyataan
bisa ulama ini benar, kau bisa nilai
kenyataannya bagaimana. Kau saja ke sana
tidak ketakutan.
Jadi maksudnya seorang jujur meskipun
musuh. Meskipun musuh. Dan saya dapati
Ibnu Taimiyyah rahimahullah ketika dia
menukil perkataan ahlul bidah, baik
Muktazilah, Jahmiyah atau Asyairah, dia
nukil sebagaimana mestinya. Tidak
ditambah, tidak dikurang-kurangi, tidak
dibubuin. Tidak. Kemudian dia bantah
secara ilmiah. Jauh dari kata-kata
kasar. Ilmiah murni. Ilmiah murni
seakan-akan dia seorang akademisi.
Makanya orang kalau baca bukit tenang
karena dia tidak maki-maki.
Berbeda dengan sebagian ulama. Kalau
kita baca mulutnya masyaallah maki-maki
ada se ulama seperti itu. Bahkan ulama
terdahulu, Ibnu Timiyah enggak. Bahkan
dia terkadang memuji musuh terkadang dia
bandingkan antara satu kelompok dengan
kelompok
dia. Bahkan falasifah Yunani saja dia
puji sebagian, dia bantai sebagian. Ya,
adilnya Ibnu Taimiyah. Dan Allah
mengatakan, "Wriakumil."
Ya, jangan karena kebencianmu kepada
suatu kaum buat kau tidak adil. Maka
dalam masalah ilmiah kita harus amanah.
Kita harus apa? Amanah. Saya cerita,
saya pernah waktu di majelis S2 kita ada
beberapa teman. Kemudian waktu itu kita
kebetulan diajar oleh Syekh Abdur Razzaq
hafidahullahu taala. S3 bukan S2, S3. Eh
S2 apa S3 ya?
S3. S3 Majelis S3. Kemudian ada tugas.
Tugas satu orang tulis kemudian dibuat
paper atau dibuat makalah bagi semua
misalnya bagi 10 sama guru satu. Setelah
itu tugas teman-teman cari kesalahannya
orang.
Kalau cari kesalahan dapat bonus yang
bisa bela diri juga dapat bonus dilatih
supaya ilmiah. Qadarullah ada kawan saya
tulis terus dia
nukil perkataan orang ulama tapi dia
tidak nisbahkan kepada ulama tersebut.
Jadi terkesan pelagiat. Maka saya liat
ketu Syekh Abdul Rozaq sangat marah
karena ini tidak amanah. Dia marah. Saya
jarang hampir jarang lihat dia marah
tapi dia marah sekali. Karena maksud dia
kita kamu sudah sampai S3 kemudian tidak
amanah. Ini perkara besar bagi saya ya.
Sampai saya bilang saya bisa keluarkan
kau dari sekolah juga saat ini kalau
saya mau. Maksudnya saya benar-benar
marah karena plagiat artinya amanah
dalam ilmiah itu sangat penting. Kecuali
tidak sengaja. Tidak ada orang yang
luput dari apa? Kesalahan. Tidak sengaja
tapi menyengaja. Nah, ini yang berat.
Oleh karenanya masalah amanah ilmiah ee
itu juga penting ya. Kalau karya orang,
kita sebut karya orang. Jangan kita
nukil seakan-akan karya kita sendiri.
Ya.
Kemudian juga
amanah banyak ya.
Di antaranya amanah dalam menyimpan
rahasia yaitu menyimpan rahasia jangan
diumbarkan. Ya kata rasul sahu alaihi
wasallam hadas rajul
arjula biaditin tummaltafathu fahiya
amanah. Kalau ada seorang laki ngomong
sama kita empat mata kemudian dia
berpaling maka itu amanah. Ini amanah
gak boleh kita sebarkan.
Ada yang mengatakan dia berpaling. Dia
ngelihat gini ke kanan oh enggak ada
orang baru dia ngomong. Ketika dia
melihat kanan kiri dia tidak pengin ada
orang yang dengar berarti ama amanah.
Ada yang mengatakan ketika dia bertemu
kita, dia meskipun tidak lihat kanan
kiri, dia berpaling sudah jadi amanah.
Karena dia ingin omong empat mata. Tidak
mesti dia mengatakan rahasiakan. Tidak
harus dia mengatakan demikian. Kita tahu
dia datang kepada kita empat mata
berarti suatu raha rahasia. Ketika di
grup kemudian dia keluar dari grup dia
japri jarul pribadi. Berarti dia amanah.
Tidak boleh kita sebarkan di grup. Gak
boleh. Ini banyak orang tidak amanah
ya. Kadang dalam satu grup ini pernah
terjadi grup sekian orang, 10 orang. Ini
rahasia di antara kita ya. Jangan sampai
ada yang tahu siap tahu-tahu di
screenshot keluar anggota cuma 10 orang.
Gimana kalau anunya 20 orang apalagi
banyak ya? Jadi enggak boleh pembicaraan
japri tidak boleh keluar. Ini bukan
konsumsi umum. Beda antara konsumsi umum
dengan konsumsi apa? Pribadi. Ya gak
boleh hati-hati ya. Oleh karenanya
kalau ada orang bicara dengan kita, kita
amanah. Jangan kita bangga. Oh, saya
tahu rahasia orang. Saya tahu oh si
fulan gini, si fulan gini. Itu namanya
ember. Ember. Mulut apa? Em ember ya.
Ya, enggak boleh. Kalau sudah amanah
maka rahasia maka tidak boleh kita
sebarkan. Apalagi rahasia rumah tang
tangga. Allah berfirman, "Hunna libas
lakum wa antum libasul lahun."
Mereka istri adalah pakaian bagi kalian.
Kalian adalah pakaian bagi istri. Kita
namanya suami istri banyak kekurangan di
antara kita yang tidak diketahui oleh
orang tua kita, tidak diketahui oleh
kakak kita, tidak diketahui oleh adik
kita, tidak diketahui oleh kawan karib
kita yang tahu istri kita atau suami
kita. Maka ini rahasia di antara kita
tidak boleh keluar rumah, baik dalam
masa pernikahan maupun sudah cerai.
Enggak boleh. Enggak boleh. Ini amanah.
Sudah cerai aja enggak boleh. Apalagi
masih dalam masa ber pernikahan. Ada
seorang bertanya kepada seorang alim,
maknanya dia bilang, "Bagaimana dia
sudah cerai wanita lain?"
Ee intinya ditanya, "Bagaimana perempuan
itu?" "Kalau dia istriku, maka tidak
boleh ceritakan apalagi dia orang la
orang lain." Kalau dia istri saya tidak
apalagi orang orang lain. Ya, maka
hati-hati e kita berusaha menjadi
pakaian yang menutup aurat pasangan
pasangan kita. Di antaranya juga
Rasulullah menjelaskan ya di antara
syarasi manzilatan orang yang paling
buruk kedudukannya di sisi Allah tidak
amanah dalam urusan ranjang. Kata Nabi
yaitu seorang lelaki mendatangi
istrinya, istrinya mendatangi suaminya
kemudian mereka melakukan hubungan
intim. Kemudian suaminya cerita, "Saya
tadi malam berhubungan istri saya
begini, saya begini, saya begini. Ini
enggak boleh. Ini buruk sekali. Buruk
sekali.
Bahkan Rasulullah melarang jika seorang
wanita bertemu dengan wanita lain,
fatanatuha." Kemudian dia ceritakan
wanita tersebut kepada suaminya
seakan-akan suaminya lihat wanita
tersebut. Ini enggak boleh amanah.
Makanya para ulama ketika membahas
apakah seorang wanita muslimah boleh
ketemu dengan wanita kafirah dengan
membuka maksudnya jilbabnya membuka
sebagaimana ketemu wanita muslimah yang
lain sebagian ulama mengatakan tidak
boleh. Sebatakan boleh meskipun yang
benar boleh. Di antara sebab kenapa
tidak boleh? Karena khawatir wanita ini
tidak amanah sehingga dia cerita kepada
orang lain. Ya, kalau muslimah mungkin
sesama amanah ya. Cerita, "Oh, perempuan
ini begini, dadanya begini, wajahnya
begini." Ya, terkadang seorang cerita
kepada suaminya sehingga suaminya
mengkhayal. seakan-akan melihat wanita
terbut ini enggak boleh. Dan pernah ada
kasus kenyataan
karena kawan saya sendiri. Jadi istrinya
ada ada wanita
ee suaminya meninggal kemudian teman
saya jenguk.
Jenguk akhirnya istri teman saya itu
ketemu wanita janda tersebut. Setelah
itu dia pulang cerita sama teman saya,
"Itu janda begini begini begini begini."
Akhirnya teman saya nikahin habis itu
terbayang bagi dia. Maksudnya yang salah
siapa? Istrinya sendiri. Ngapain cerita?
Coba cerita jelek jelek cerita gini gini
gini. Akhirnya teman saya tertarik dia
cerita sama saya gara-gara istri saya
sendiri ustaz. Akhirnya setelah masa
idahnya dia langsung ya dia terfitnah
gara-gara cerita aja belum lihat
langsung. Enggak boleh enggak boleh ya.
Apalagi kita cerita istri kita sama
orang. Istri saya kalau saya gauli
gini-gini kan istri orang mengkhayal
istri kita. Enggak boleh. Enggak boleh.
Oleh karena enggak boleh seorang wanita
kemudian punya teman-teman di HP
cewek-cewek, "Eh, Mas lihat ini teman
saya ini loh gini." Enggak boleh. Memang
suami anti bencong tidak tertarik sama
wanita. Dia tertarik sama wanita. Ya
enggak boleh. Ini amanah. Kita kalau
pegang foto orang gak boleh kita
pamer-pamerkan amanah. Enggak boleh.
Enggak boleh. Jadi intinya ee ini di
antara amanah yang harus dijaga rahasia
istri terutama masalah kaitan ranjang.
Kadang-kadang suami ngobrol-ngobrol
akhirnya bawa obrolannya ke arah situ
atau wanita ngobrol akhirnya tentang
suami mereka. Ini hati-hati ada. Kalau
ada masalah, ada problem, maka ketemu
dengan orang yang perlu untuk didiskusi
karena mencari solusi. Kemudian juga
yang berikutnya, amanah terkait
pendengaran dan penglihatan dan juga
terkait dengan ee indra-indra yang lain.
Ya, kita tahu Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam melarang seorang mencuri
berita, mencuri mencuri pendengaran. Ada
orang ngobrol, kita dekati, kita ikut
dengar, enggak boleh. Ini di telinganya
akan dituangin dengan apa? Ee emas ee
apa namanya? ee cairan tembaga yang
panas pada hari kiamat kelak-kelak
enggak boleh. Ngeri. Kalau ada orang
kita tahu dia tidak pengin kita dengar,
jangan kita berusaha dengar. Kalau kita
kedengaran, kita pergi aja, enggak usah
dengar. Kecuali enggak sengaja, ya sudah
jangan kita lanjutin. Kita pergi. Kalau
enggak kita minta izin, boleh saya ikut
bicara? Boleh saya ikut dengar? Kalau
enggak, enggak. Kita lagi space khusus
ya. Amanah kita enggak boleh. Kemudian
juga enggak boleh curi-curi pandangan.
Gak boleh lihat-lihat gitu. Hati-hati
pengkhianatan mata. Hati-hati kalau
enggak sengaja sekit kita balik. Teman
kita lagi buka HP kitahat enggak boleh
ya akhi. Kita lihat lagi istrinya lagi
apa? Lagi nonton apa? Lagi nonton Korea.
Biar aja maksiat sampai lihat-lihat ya.
Kalau nanti yang mau tegur tegur ya. Itu
amanah antara kita dengan Allah
Subhanahu wa taala. Mata ini harus kita
jaga, pendengaran juga kita ja jaga. Ya
terkait dengan hak orang.
Terus amanah dari Allah, kita tidak
boleh gunakan indra tersebut untuk
hal-hal yang haram.
Di antara amanah adalah amanah untuk
memberi nasihat ketika diajak
bermusyawarah. Kata Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam, "Almustasyar muktaman." Orang
yang dimintai pendapat adalah diberi
amanah. Diberi amanah. Misalnya ada
orang datang sama saya, "Ustadz,
bagaimana si fulan? Saya harus tidak
boleh nyembunyikan sesuatu." Saya bilang
dia sesuai saya itu benar-benar kita
ingin memberi nasihat si fulan begini
begini begini begini.
Ada datang saya pernah dong saya saya
ustaz ini ada si fulan antum kenal-kenal
dia ada proyek 80 miliar sama saya.
Ustaz gimana menurut antum?
Saya bilang afwan. Saya cuma bermuamalah
dengan dia. Bukan tidak pernah urusan
duit. Kalau urusan agama oke urusan duit
tanya orang lain. Saya enggak tahu. Saya
enggak boleh bilang, "Oh, dia begini
gak. Saya harus jujur." Enggak. Enggak.
Enggak tahu. Tahu. Kalau enggak enggak.
Kalau ada masalah oh dia pernah ada
masalah sama saya. Kemudian dia tidak
jujur. Harus kasih tahu.
Enggak kasih tahu.
Ada orang pernah kejadian aja datang
kepada saya, "Ustadz, antum aduh saya
ketipu sama siapa?" Sama si fulan. Si
fulan ya. Kenapa? Dia saya percayakan
untuk bangun rumah saya. Saya ketipu
ratusan juta. Yang benar ya? Katanya dia
pernah kerja sama antum. Iya, dia pernah
kerja di rumah saya juga dan dia nipu
juga saya. Antum kenapa sih enggak
tanya-tanya? Saya enggak tanya kadang
dia tunjukkan nih saya pernah kerja di
rumah Ustaz Firanda. Ya benar itu untuk
nipu kamu. Kata
coba kalau kau tanya saya kasih. Saya
enggak mungkin nyebar-nyebar keburukan
dia. Harusnya kau tanya dulu, "Ustadz,
benar enggak dia pernah kerja di rumah
antum?" Harusnya kan gitu. Ini kau
langsung percaya aja. Aduh, akhirnya
ketipu banyak.
Jadi ee
kalau diberi minta nasihat atau
musyawarah ingat kita akan ditanya oleh
Allah Subhanahu wa taala. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Almustasyar
muktaman yang dimintai pendapat harus
punya. Kalau enggak punya ilmu, bilang
saya enggak tahu. Kalau punya ilmu
tentang si fulan, tahu. Makanya Rasul
sahu alaihi wasallam ketika ditanya oleh
Fatimah bin Abi Qais, dia mengatakan,
"Ya Rasulullah, sesungguhnya Abu Jaham
dan Muawiyah melamarku, siapa yang saya
pilih?" Rasulullah jelaskan kekurangan
mereka. Amma Abu Jaham
eh fadun linisa lahui.
Adapun Abu Jaham suka mukul istrinya.
Kalau nikah suka pukul apa? Perempuan.
Dia tidak pernah menanggalkan tongkat
dari pundaknya. Itu sering bawa tongkat
pukul istrinya. W Muawiyah fasluk lamal.
Muawiyah miskin tidak punya uang.
Kemudian kata Rasulullah, "Ingkahi
Usamah ibn Zaid." Nikahlah Usamah bin
Zaid. Maka akhirnya dia menikah dengan
Usama bin Zaid. Itu Rasulullah
menyebutkan kekurangan orang tersebut
karena ini sedang minta apa? Pen
pendapat. Minta pendapat. Ya.
Maka ini juga di antara terkait dengan
amanah. Maka kita harus amanah. Secara
umum amanah adalah tanggung jawab yang
Allah bebankan kepada kita yang akan
diminta pertanggungjawaban. Makanya
Rasulullah mengatakan roin waukum
masulunatihi.
Setiap kalian adalah penanggung jawab
dan setiap kalian ditanya akan tanggung
jawabnya. Dan yang paling berbahaya
adalah amanah terkait dengan kekuasaan.
Ini yang paling berbahaya. Amanah
terkait dengan kekuasaan. Ini paling ber
berbahaya ya.
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda,
makanya ketika ada yang bertanya, "Ya
Rasulullah, mata saah? Kapan hari
kiamat? Apa tanda hari kiamat?"
Rasulullah jelaskan
atil amanah.
Kalau amanah sudah disia-siakan maka
tunggulah hari kiamat. Bagaimana amanah
disia-siakan? Rasulullah menjelaskan
amri ahli. Jika perkara jabatan
diserahkan kepada yang bukan ahlinya.
Jika jabatan diserahkan kepada yang
bukan apa? ahlinya. Di antaranya ini
penting masalah berat ya. Oleh karenanya
di antara amanah yang sangat berat
amanah yang terkait dengan banyak orang
ketika seorang menjadi pejabat maka
pejabat itu kalau dia tunaikan amanah
pahalanya sangat besar. Tapi kalau dia
melalaikan amanah maka ancaman nerakanya
juga sangat besar.
Dia kalau enggak mendapat menggapai
surga yang tertinggi, dia menggapai
neraka yang paling parah. Makanya ketika
Nabi menyebutkan tujuh golongan yang
Allah naungi pada hari kiamat kelak
Allah Nabi sebutkan yang pertama imamun
adil. Imam yang adil. Makanya Ibnu
Taimiyah mengatakan, "Fal imamul adil ya
afdolul mujahidina fiamani aqal." Beliau
berkata, "Imam yang adil adalah mujahid
terbaik di zamannya. Karena untuk bisa
adil, untuk jujur, untuk menunaikan
amanah sangat berat. Tapi kalau dia bisa
pahalanya sangat besar tapi kalau tidak
maka binasa. Rasul sahu al wasam berkata
inakumahir
kalian akan semangat untuk menggapai
jabatan jabatan kekuasaanqiamah
dan jabatan tersebut akan menjadi
penyesalan pada hari kiamat. Kata
Rasulullah murdiatu wabah.
Sungguh sebaik-baik kesenangan tetapi
seburuk-buruk hari akhirat. Fatimah itu
yang berhenti dari sebaik-baik bayi yang
menyusui. Namun ujungnya kalau selesai
selesai menyusui sangat parah kata Nabi.
Itu enak memang kalau jabatan dihormati
ke mana-mana ini di orang hormat semua
dikawal macam. Tapi hari kiamat sangat
mengerikan kalau tidak ama amanah. Kalau
amanah alhamdulillah. Kalau tidak amanah
binasa.
Abu Dzar pernah berkata, "Ya Rasul, al
tastiluni. Wahai Rasul, tidakkah kau
jadikan aku untuk urusin jabatan
kenegaraan?"
Fadoraba biyadi alqibi. Kata Abu Dzar,
Rasulullah pun menumpukkan tangannya di
pundakku. Kemudian Abu Rasulullah
berkata, "Ya Abaar, wahai Abu Dzar,
innaka diif. Sesungguhnya kau lemah."
Bukan lemah iman, tapi lemah untuk
ngurus-ngurus manajemen enggak gampang.
Wa innaha la amanah. Sesungguhnya
jabatan lah amanah. Wa innaha
yaumalqiamatiunamah.
Dan jabatan itu pada hari kiamat
hanyalah kehinaan dan penyesalan.
Ak bihaqiha. Kecuali yang menunaikannya
dengan haknya.
menunaikan amanah yang wajib dia
tunaikan. Kalau itu oke. Kalau enggak
binasa
alfatimah ya.
Maka seorang eh waspada dan semua
tanggung jawab yang dibandingkan kepada
kita adalah amanah tadiukumin
waukumatihi. Setiap kalian adalah
pemimpin, penanggung jawab dan kalian
akan ditanya atas apa yang ditanggung
jawab kepada kalian. Saya punya anak,
punya istri, mereka Allah akan tanya
saya tentang mereka. Sudahkah saya
jalankan tugas sebagai suami terhadap
istri saya? Dan sudahkah saya jalankan
tugas sebagai bapak terhadap anak-anak
saya? Jangan enak aja bikin anak, jangan
enak aja kawin-kawin. Semua ada apa?
Tanggung jawabnya. Semua tanggung
jawabnya.
Seorang yang punya yayasan dia akan
ditanya oleh Allah atas uangnya uang
umat yang dia kumpulkan. Pasti ditanya.
Makanya harus amanah menyalurkan uang
tersebut
yang terbaik bagi
sebagai bagi sebagai bagi donator agar
bermanfaat bagi donator tersebut pada
hari kiamat kelak. Jan asal uang sudah
kumpul, asal janjangan belanja-belanja
ini bikin masjid salah bongkar lagi,
bongkar lagi. Ini uang umat, bukan uang
endasmu ya, bukan uang mamak lu ya. Ini
uang umat ya, bukan uang maklo ya. Ini
uang umat kau harus bagaimana uang ini
bisa optimal mereka dapat pahala pada
hari kiamat kelak.
Kadang orang bikin masjid hanya
estetika yang diperhatikan. Duit habis
banyak masjidnya ternyata kecil, sempit.
Untuk bangun masjid tersebut ternyata
sampai puluhan miliar ternyata tidak
efektif, tidak optimal. Ini dilarang
oleh para ulama. Enggak boleh. Kan
dibahas dalam buku-buku fikih. Di
antaranya fikih seperti alfiqhul
manhaji. Enggak boleh. Uang umat
jangan sembarang. Uang kita aja enggak
boleh sembarang, apalagi uang orang
orang lain.
Kalau enggak mampu untuk menyalurkan
uang umat, enggak usah. Ngapain jebak
diri dalam kesulitan?
Dihisab oleh Allah Subhanahu wa taala.
Apalagi kemudian kumpulkan umat,
kemudian bikin yayasan, kemudian bikin
suatu kegiatan sosial, kemudian
diwariskan kepada ahli warisnya. Ini
dari mana? Ini uang umat bukan uang emak
lo ya? Enggak. Gimana kemudian
diwariskan kepada anak-anakmu, kepada
istri-istrimu? Enggak boleh memalukan.
Gimana hari kiamat kelak? Intinya
masing-masing kita akan punya amanah
yang akan ditanyakan oleh Allah
subhanahu wa taala.
Sudah apa lanjut
saya sampaikan kisah orang terdahulu
tentang menjaga amanah. Terakhir saya
tutup pengajian kita dengan ee bagaimana
amanah
yang dilakukan oleh umat-umat umat
terdahulu.
Ada dua kisah disebut oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam tentang atau
beberapa kisah banyak tapi di antaranya
kisah dari Abu Hurairah radhiallahu
anhu. Rasul sahu alaihi wasallam
bercerita tentang orang terdahulu. Kata
Rasulullah sahu alaih wasallam, rajulun
min rajulin aqon lahu. Ada seorang
membeli bangunan dari temannya, tanah
dan bangunan.
Fawaajuladziaro
alqar fi iqarihi jarratan fihazahab.
Ternyata ketika dia beli, dia dapati ada
gentong isinya emas.
Di bangunan tersebut. Entah dalam tanah,
entah dalam gentong isinya emas.
faq lahu allzi aqarhabaka minni maka dia
pergi kepada penjualnya bilang, "Eh,
fulan, fulan ini punya kamu ambil."
Subhanallah, dia jujur, amanah.
Bayangkan itu emas harganya
berlipat-lipat daripada rumah yang dia
beli.
Dia bilang, "Ini emas ambil."
Innamaru minkal ard walam abta
minkadhab. Saya cuma beli tanah dari
kamu. Saya tidak beli emas ini. Ambillah
ini emasmu.
Subhanallah.
Berkata penjual,
"Saya jual engkau tanah dan isinya."
Ambil aja. Saya enggak perlu. Ambil aja.
Subhanallah.
Apakah ada orang seperti di zaman ini?
Sulit.
Amanah banget ya. Sampai fatahakama
ilajul. Akhirnya mereka ribut. Mereka
bertahakkim, berhukum kepada seorang.
Bayangkan. Betul ya kalau kita betul ya.
Rida ya rida ya. Jangan. Betul. Tanda
tangan. Tanda tangan. Panggil notaris
rida ya. Itu kalau kita enggak enggak
enggak ayo ambil enggak ambil. Ribut
sampai suruh ambil sampai enggak mau
ambil ribut. Luar biasa amanah bagaimana
luar biasa.
Maka akhirnya mereka pergi ke seorang
kayaknya orang itu bertanya kau punya
anak? Kok punya anak? Punya satu punya
anak laki perempuan kawinin berdua. Itu
sudah kawin anak-anak kalian ini harta
buat ngurusin apa mereka pada ribut ya.
Luar biasa. Karena hakim juga enggak
bilang punyamu. Karena sama-sama enggak
mau. Takut amanah ditanya oleh Allah
pada hari kiamat. Luar biasa. Ini kisah
pertama.
Kisah kedua saya pernah sampaikan ini
cerita Nabi juga namun panjang cuma saya
singkatkan aja ada kajian khusus tentang
kisah tawakal dalam ada kajian saya
pernah di YouTube. Saya ceritakan aja
kisahnya. Ada seorang dari Bani Israil
dia minta pinjam uang 1.000 dinar.
Saya punya uang 1.000 dinar. 1000 dinar
itu berapa? 1 dinar 4 1/4 gram emas.
1000er berarti 425 gram emas 1/2 kilo.
1/2 kilo sekarang banyak atau sedikit?
Banyaklah. 12 kilo berapa juta sekarang?
1 gram berapa?
1 miliar lebih. 12 kilo 1 miliar lebih.
Banyaklah itu ya.
Banyak. Maka dia punya uang 1 miliar
atau 12 kilo 1000 dirham 1000 dinar.
Kemudian orang yang dipinjamin yang yang
yang mau dipinjam yang mau kasih pinjam
bilang, "Mana saksi
banyak ini bukan sedikit 1000 dinar."
Kata orang tersebut cukup Allah jadi
saksi yang mau pinjam
1000 dinar Allah jadi saksi. Waduh, agak
repot juga. Kata dia, "Kalau gitu
datangkan penanggung jawab. Kalau kau
enggak bisa bayar, harus ada kafil
penanggung jawab." Kata dia, "Cukup
Allah penanggung jawab." Waduh.
berat kata yang mau yang mau pinjamin
engkau benar. Ya sudahlah cukup Allah
jadi saksi, cukup Allah sebagai
penanggung jawab. Kemudian dikasih 1000
dinar nanti bayar waktunya ada waktu
sekian kau harus bayar. Ada jatuh tempo.
Maka akhirnya waktu berjalan ketika
waktu jatuh tempo dia mau bayar orang
ini dia sudah cukup 1.000 dinar. Maka
dia cari kapal untuk nitip orang untuk
antar 1.000 dinar ini kepada yang pinjam
kindan uang. Dia tepat waktu orang ini.
Ketika dia cari cari cari ternyata kapal
enggak ada. Kapal enggak datang-datang
padahal sudah jatuh tempo. Dia tidak
ingin melanggar jatuh tempo tersebut.
Kalau dulu kan kalau sekarang ya ada
WhatsApp eh kapal enggak ada besok ya.
Atau kapal mungkin datang sekali-sekali
cuma 1 bulan sekali 1 bulan. Jadi kalau
tidak bayar sekarang mungkin kapalnya
telat dan tidak ada telepon ketika itu.
Akhirnya dia tawakal kepada Allah. Dia
ambil kayu kemudian dia lubangi.
Kemudian dimasukin 1000 dinar 1 miliar
dimasukin
kemudian dia lepas ke laut. Ya. Dia
bilang, "Ya Allah, Allahumma innaka
tlamu anni kuntu tasallaftu fulan alfa
dinar." Ya Allah. Ini Nabi cerita kisah
ini. Dia bilang, "Ya Allah, engkau tahu
aku punya uang sama si fulan R miliar
dan dia minta kepadaku penanggung
jawab." Saya bilang, "Engkaulah
penanggung jawabku." Dia minta kepadaku
saksi. Aku bilang, "Engkaulah saksiku
dan dia rida engkau sebagai saksiku dan
dia rida engkau sebagai penanggung
jawabku. Dan aku sudah mencari kapal
untuk mengirim uang ini kepadanya tapi
aku tidak dapat kapal dan aku titip uang
ini kepada Engkau ya Allah." Kirimkan
kepadanya.
Dia lempar ke laut. Subhanallah.
Kalau kita bilang majnun kalau kita 1
miliar nanti dimakan ikan paus.
Subhanallah. Dia bilang begitu. Yakin
kepada Allah dan amanah. Tidak pengin
telat sesuai dengan jatuh temok.
Kapal enggak datang maka dia lempar. Ini
menakjubkan. Dia lempar ya. Kemudian dia
pergi lagi terus dia tidak pasrah. Ya
sudahlah kalau sampai-sampai enggak
enggak saya sudah berusaha. Enggak. dia
tetap berusaha cari uang lagi. Karena
itu belum tentu sampai, belum tentu
sampai. Akhirnya dia masih cari kapal
yang lain. Akhirnya dia pun dapat kapal
dan dia naik kapal tersebut menuju
kampung yang kasih pinjam uang.
Ya. Dan ketika waktu jatuh tempo yang
minjemen uing tunggu di laut. Ini mana
kapal enggak datang-datang nih. Katanya
kapal ini datang dia sama uangnya.
Ternyata tidak ada kapal, berarti tidak
ada u tidak ada uang.
Akhirnya
tiba-tiba dia lihat ada kayu
yang ada uang tadi. Dia ambil untuk ee
jadi kayu bakar tadinya. Subhanallah
gerakkan hatinya untuk ambil kayu itu.
Ini kayu apa? Buat kayu bakar. Iseng aja
dia ambil, bawa ke rumah. Tatkala dia
buka ternyata ada duitnya 1000 dinar dan
ada tulisan.
Ya, tulisan ini uang untuk si fulan, si
fulan dari saya. Subhanallah.
Oh, sudah selesai. Berarti sudah bayar
uang. Bayangkan kalau itu sampai Allah
yang kasih sampai ada tulisan duit.
Ternyata orang itu cari kapal, dapat
kapal dia nyusul. Bayangkan akhirnya dia
bawa uang lagi 1.000 dinar. Subhanallah.
Bawa lagi 1.000 dinar karena dia belum
tentu sampai. Kan dia daripada dosa dia
kan. Yang penting daripada dosa dia
taruh uang. Akhirnya dia bawa lagi.
Meskipun terlambat bawa 1.000 dinar.
Kemudian dia datang kepada orang yang
kasih pinjam uang. Terus dia minta maaf
karena keterlambatannya.
Dia bilang, "Wallahi mailtu jahidan
fiintik."
Kata dia, "Demi Allah saya sudah
berusaha cari kapal supaya ngantar duit
kamu. Saya enggak dapat-dapat.
Ini kapal yang paling cepat yang saya
dapat. Qadarullah saya terlambat minta
maaf.
Subhanallah.
Orang ini bilang, "Heh, kok ada kirim
sesuatu enggak?
Kayu-kayu."
Cuman orang ini dia bilang, "Saya kan
sudah bilang."
Dia tidak bilang, "Saya ada kirim."
Enggak. Subhanallah. Saya kan sudah
bilang saya tidak dapat kapal. Saya baru
dapat kapal sekarang ini. Dia tidak
ngaku saya pernah kirim.
Se orang kalau kita, "Woh wali ya.
Ternyata sampai saya wali ternyata lihat
orang ini luar biasa. Dia tidak cerita,
dia tidak ngaku, dia tidak bilang tidak,
dia langsung nimpali kan kok pernah
kirim sesuatu enggak? Kan saya sudah
bilang, "Demi Allah ini kapal tercepat
yang saya dapatin, makanya saya
terlambat." Akhirnya orang ini juga
amanah. Dia ngaku, dia bilang, "Sudah
cukup. Allah sudah bayarin kamu."
Subhanallah. Allah kirim lewat kayu.
Kemudian dia pulang. Subhanallah. Mana
yang lebih amanah antara dua orang ini?
Coba.
Luar biasa. Mana yang lebih amanah
kira-kira?
Kalau pikiran kita dua orang gila
dua-duanya. Kalau orang zaman sekarang
nih ini orang gila. Subhanallah.
Dua-duanya orang saleh.
Yang satu dengan tawakalnya ngirim dan
dia tidak bilang, "Oh iya memang saya
yang kirim." Ternyata Allah sampaikan ya
luar biasa. Kemudian bikin podcast,
bikin apa
dia enggak ada. Dia enggak ngu.
Subhanallah. Dan orangnya juga jujur.
Kalau dia enggak jujur, eh kasih lagi,
kasih lagi. Sini. Saya cuma bercanda
tadi nanya-nanya sini, sini duit miliar.
Ya, bohong sekali. Gak apa-apa tinggal
bertobat sama Allah katanya.
Jadi ini kisah amanah luar biasa yang
pernah terjadi. Rasulullah ceritakan ada
manusia model begini ada. Dan setiap
yang kita lakukan Allah melihat dan
mendengar apa yang kita lakukan. Bab
demikian saja yang sampaikan. Wallahu
taala alam. Sawab sudah malam sekali.
Insyaallah kita lanjutkan pengajian kita
besok. Tanya jawab tunda besok aja ya.
Demikian subhanakallah wabihamdika asadu
alalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.