Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufikihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuimani wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwan eh hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala pada kesempatan kali ini kita akan mulai masuk pada pembahasan rukun iman yang terakhir yaitu al iman bilqadar iman kepada takdir. ya, iman kepada takdir. Dan insyaallah pembahasannya kita menjadikan ee tiga pembahasan ya atau ya mungkin sekitar tiga pembahasan ya. Ada pembahasan yang pertama tentang ee maratib yaitu maratib iman. Iman kepada takdir. Maratib maksudnya tahapan-tahapan atau tingkatan-tingkatan. Ya, maratib maksudnya tahapan-tahapan atau tingkatan. Tahapan-tahapan. Kemudian nanti kita akan bahas juga tentang ee yang berikutnya adalah kaidah-kaidah terkait takdir ya. kaidah-kaidah terkait iman kepada takdir. Setelah itu kita akan bahas juga insyaallah yang ketiga adalah penyimpangan-penyimpangan terkait takdir. Penimbangan-penyimbangan terkait iman kepada takdir yang nanti kita bisa bagi menjadi dua penyimpangan tersebut. kita bisa bagi jadi dua. Pertama, penyimpangan yang mengeluarkan dari Islam. Yang mengeluarkan dari Islam. Ee yang kedua yang tidak sampai mengeluarkan. Yang kedua ee penyimpangan yang tidak mengeluarkan. Mungkin yang keempat nanti kita bahas tentang syubhat dan bantahan ya. Empat, syubhat dan bantahan. Tib. Ee ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala, kita masuk pada pembahasan yang pertama ya tentang ee maratib aliman bilqadar. Ini sudah, Ibu-ibu. Tib. Jadi, pertama kita akan bahas tentang maratibul iman bilqadar. Kita boleh terjemahkan dengan rangkaian tahapan. Rangkaian tahapan iman kepada takdir. Iman kepada takdir. Kita buka dengan perkataan al Imam Ahmad. Al Imam Ahmad berkata, Qala Ahmad rahimahullah, al-qadar qudratullah. Kata Imam Ahmad dalam perkataan yang masyhur, takdir adalah kekuasaan Allah. Kekuasaan Allah. Sehingga siapa yang mengingkari takdir, maka dia telah mengingkari kekuasaan Allah Subhanahu wa taala. Kenapa dikatakan takdir adalah qudratullah? Logikanya karena takdir ini menjelaskan sebelum Allah menciptakan alam semesta, Allah merencanakan terlebih dahulu, mengkonsep terlebih dahulu Allah catat baru Allah eksekusi. Ya, baru Allah eksekusi. Sederhananya seperti kalau kita kalau kita insinyur di dunia atau misalnya ee apa namanya developer ketika ingin bangun rumah atau membangun perumahan maka dia pasti menggambar terlebih dahulu. Dia menyusun rencana kemudian dia menulis tahapan-tahapan ee pelaksanaan. Setelah dia tulis semuanya, setelah dia rencanakan, dia siapkan bahan-bahannya. Dia rencanakan dalam waktu setahun akan selesai. Kemudian dia eksekusi. Ini kalau di di kalau kita manusia maka disebut dia mentakdirkan sebelum dia mengeksekusi. Mentakdirkan itu mengkadarkan terlebih dahulu. Gampangannya merencanakan terlebih dahulu. Namun di kalau kita lihat manusia sering mereka merencanakan ternyata gagal. Sering atau tidak? Sering. Kenapa gagal? Karena ilmu dia tidak luas. Ilmu dia hanya ee sebagian parsial tidak makro. Kemudian juga ee kesiapan terbatas, kemampuan dia terbatas, kemampuan dia terbatas untuk membayar pekerja juga terbatas, pekerjanya juga kemampuannya terbatas. Terkadang ada perubahan rencana di tengah jalan. Banyak hal yang akhirnya menjadikan gagal atau memperlambat atau menunda atau merubah. Merubah dari rencana awal. Ini sering terjadi banyak. Kita lihat sekarang kenyataan ya proyek ternyata gagal atau berubah ya atau mangkra. Banyak hal. Kenapa? Karena semuanya kembali pada ketidakmampuan. Paham? Perhatikan. Adapun manusia, adapun makhluk, maka betapa sering berencana. [Musik] Berencana tapi eksekusinya tidak sesuai dengan apa? Rencana. tidak sesuai rencana. Yang ini sebabnya banyak kenapa tidak sesuai? Terkumpul pada sebab utama ketidakmampuan. [Musik] Apanya? Kurangnya apa? Kemam kemampuan. Tidak memiliki kdrah. Yaitu kudrahnya kurang. Kudrah naqisah. Kudrahnya kurang. Adapun Allah Subhanahu wa taala kalau merencana pasti terjadi sesuai dengan apa yang dia rencanakan. Allah kalau rencana Allah catat pasti terjadi sesuai dengan yang dia rencanakan. Paham, Ibu-ibu? Makanya masalah iman kepada takdir ini terkait dengan rububiyah, terkait dengan sifat apa? Kudrah, kekuasaan Allah Subhanahu wa taala. Makanya saya katakan tadi ini manusia. Adapun Allah kalau berencana pasti terjadi. [Musik] Kalau merencanakan pasti terjadi. Kenapa pasti terjadi, Ibu-ibu? Kenapa terjadi? Karena Allah maha kuasa. Karena Allah maha kuasa. Karena Allah qadirun ala kulliin qodir. Innallah maha kuasa. [Musik] Innallah ala kulli saaiin qodir. Tib. Jadi inilah kira-kira gambaran filosofi tentang takdir. Takdir itu sebenarnya perencanaan yang Allah ee tetapkan sebelum Allah menciptakan. Sebelum Allah menciptakan sebelum Allah mengeksekusi. [Musik] Dari sini para ulama membahas tentang maratibul iman bilqadar. Rangkaian tahapan iman kepada tadi secara sederhana ada empat. Ada empat. Yang pertama adalah al-ilm. Yang kedua adalah al-kitabah, penulisan. Yang ketiga adalah al-masyia'ah, kehendak. Yang keempat adalah al-khalq. Terjemahannya alilm adalah ilmu kitabah penulisan. Masyiah itu kehendak. Khalq itu penciptaan. Penciptaan atau eksekusi. Baik. Ilmu maksudnya apa? Al-masyiah. Ya. Almasyiah. Ilmu. Maksudnya Allah sebelum menciptakan Allah telah mengilmui apa yang akan dia ciptakan. Ibarat kita mau bikin rumah, kita punya ilmu tentang rumah tersebut enggak? Ya, gampangannya demikian. Kalau kita bikin ilmu, ilmu yaitu ilmu tentang apa yang akan Allah ciptakan. Ilmu tentang apa yang akan diciptakan. Apa yang akan diciptakan? diciptakan. Kemudian ilmu tersebut ditulis. Ilmu tersebut ditulis di lauhil mahfuz di lauh almahfuz. Paham ibu-ibu? Jadi ini sedeki sederhana. Mau mau bikin sesuatu ilmui dulu kemudian di dicatat. Catatnya di mana? Luhil mahfud. Kemudian semua rencana tersebut atas kehendak Allah. Semua rencana tersebut atas kehendak Allah. Tidak ada yang keluar dari kehendak Allah. Tidak ada yang keluar dari kehendak Allah Subhanahu wa taala. Sehingga semua rencana tersebut di atas kehendak Allah Subhanahu wa taala. Ini namanya Al-Masyiah. Kemudian setelah itu eksekusi. Eksekusi semua yang dicipta. dicipta sesuai renca rencana. Nah, ini sederhananya seperti itu. Inilah konsep takdir. Kalau kita mau apa namanya ee maratib kita rangkaian tahapan tahapan atau kita bilang apa? Konsep konsep takdir. Bahasa sederhananya lah. Apa sih konsepnya? Konsep sederhana ee apa? berilmu tentang apa yang akan diciptakan perencanaan tersebut. Perencanaan tersebut ditulis sesuai semua perencanaan sesuai dengan kehendak Allah. Kemudian eks eksekusi. Paham sampai sini ibu-ibu, Bapak-bapak? Ini logikanya. Coba kita akan masuk perincian setelah ini. Kita akan masuk perincian setelah setelah ini. [Musik] Bedanya kalau manusia merencanakan sering meleset. Ya, kenapa meleset? Karena kudrahnya ku kurang. Kudrahnya kurang. Mungkin ilmunya kurang, kemampuannya kurang. Ilmunya kurang sehingga berubah-rubah. tidak tahu tentang masa depan, tidak tahu ilmunya cuma mikro, tidak makro, sehingga sering berubah. Sering berubah. Itu banyak sekali rencana yang mereset. Banyak sekali ya. Banyak sekali tidak sesuai dengan kehendak yang terjadi tidak sesuai dengan apa? Kehendak. Bertentangan dengan kehendak tapi tetap harus dijalankan. Ketika dieksekusi ternyata juga tidak sesuai banyak. Adapun kalau Allah karena dia adalah innallah ala kulliin qodir, maka semuanya pasti tidak ada yang mele meleset. Tib ini secara sederhana konsep tentang tahir. Sekarang perinciannya perinciannya [Musik] perincian pertama tadi apa? Pertama ilmu. Terus apa? Alkitab penulisan terus apa? Kehendak terus apa? Khalq. Khalq penciptaan atau eks eksekusi. Eksekusi. Ingat ya filosofinya. ilmu dulu ilmunya terus dica dicatat setelah dicatat kemudian sesuai dengan kehendak enggak ada yang meleset dari kehendak tidak terpaksa sesuai kehendak baru kemudian penciptaan atau eksekusi. Sekarang kita bahas tentang ilmu. Sekarang martabah yang pertama atau marhala al-ula namanya alilm. Ilmu. Ilmu Allah ini luas ya. Ilmu Allah luas. Allah bikulliin alim. Minallah bikulliin Allah. Ilmu Allah luas. Ilmu Allah mencakup. Perhatikan. Ee ilmu Allah mencakup yang telah terjadi ya, mencakup semua yang telah terjadi. Kemudian yang sedang terjadi, semua yang sedang terjadi, yang sedang terjadi. Perhatikan sini ada telah, ada apa se sedang. Kemudi yang berikutnya semua yang akan terjadi, yang akan terjadi ah ini ada akan berarti belum terjadi tapi akan terjadi. Terakhir semua yang tidak terjadi. Semua yang tidak terjadi. Seandainya terjadi kayak apa terjadi? Seandainya terjadi seperti apa? seperti apa yang ya seandainya terjadi seperti apa bab ini ilmu Allah Subhanahu wa taala dan ilmu Allah ee TB semua yang telah terjadi yang sedang terjadi akan terjadi. Bahkan yang tidak terjadi kalau terjadi seperti apa? Seperti Allah Subhanahu wa taala dalam surat at-Taubah 47. Perhatikan. Quran surah at-Taubah ayat 47. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Lau khju fikumukum khala." Ya, jika mereka orang-orang munafik berangkat bersama kalian, niscaya mereka tidak menambah kalian kecuali kerusakan belaka. Jadi, orang munafik tidak ikut perang. Yang terjadi mereka tidak ikut perang. Tapi kalau mereka ikut perang, mereka pasti bikin kacau. Ya, tapi Allah mengatakan yang terjadi adalah mereka tidak berangkat perang. Namun seandainya mereka berangkat perang akan bikin kacau. Seperti juga Quran surah Al-An'am ayat 28, Allah berfirman tentang orang-orang di neraka yang mereka ingin minta dikembalikan ke dunia untuk beramal saleh kembali. Kata Allah, "Walau ruddu seandainya orang-orang kafir yang di neraka dikembalikan ke dunia laadu limanuhu maka mereka akan kembali lagi pada apa yang mereka dilarang." Wa inahum lakadibun. Dan sesungguhnya mereka berdusta. Orang-orang yang sudah masuk neraka bisa kembali lagi ke dunia enggak? Enggak bisa. Orang sudah masuk neraka bisa kembali ke dunia enggak? Enggak bisa. Tapi Allah mengatakan yang terjadi sekarang mereka tidak bisa balik ke dunia. Tapi kalau mereka balik ke dunia mereka pasti kembali lagi na nakal. Kembali lagi kafir. Maka Allah tahu apa yang tidak terjadi. Seandainya terjadi seperti apa, Allah juga tahu. Tib. ini ilmu Allah terkait dengan takdir ya. Jadi ee kemudian Allah catat ilmu tersebut. Kita masuk pada tahapan kedua namanya apa? Pen pencatatan alkitabah. ini tadi yang pertama [Musik] Paham Ibu? Kira masuk yang kedua namanya alkitabah. Yang kedua namanya alkitabah. pencatatan ilmu tersebut. [Musik] Baik. Ee Allah berfir atau apa namanya? ee Allah subhanahu wa taala Nabi sallallahu alaihi wasallam mengabarkan ya atau Allah mengabarkan dalam Al-Qur'an ya dalam Al-Qur'an saya bacakan dalam surah Al-An'am 59 Quran 6 kata Allah Subhanahu wa taala wama taskutu warqatin illa yaamuha ya tidak ada satu daun yang gugur pun kecuali Allah mengetahuinya. W habin fiulumatil ardi w ratbin. Tidak ada suatuun ee biji dalam kegelapan bumi yang tenggelam dalam kegelapan bumi. Biji-bijian. Watbin wala yabisin. Tidak ada suatu yang basah maupun kering. Illa fi kitabi mubin. Kecuali telah tercatat di lauhil mahfuz. Jadi semua sudah tercatat di lauhil mahfuz. Jadi dalilnya ini dalil. Kemudian juga seperti Allah berfirman, ma musibatin f ar fi anfusikum fi kitabin minqabaha inikaahi kitabin minqobli anabaraaha dalam surah eh al-hadid surah al-hadid ee 22 Ya Quran surah Al-Hadid. Surah ke berapa itu? Surah 57 ayat 22. Saya bacakan ya. Tidak ada musibah yang menimpa di bumi atau menimpa diri kalian kecuali telah tercatat di kitab di lauhil mahfud. Minqobli anabroah. Sebelum kami mengeksekusinya, sebelum kami menciptakannya. Jadi sebelum musibah terus menimpa sudah tercatat. Innzalika alallahi yasir. Semuanya mudah bagi Allah. Ini di antara ayat yang menunjukkan ini semua masalah qudratullah. Apapun yang menimpa kalian sudah tercatat sebelumnya di lauhil mah M mahfuz sebelum kami mengeksekusinya. Innzalika alallahi yasir itu mudah bagi Allah. Maka ini ee takdir terkait dengan qudratullah tayib. Demikian juga Allah berfirman dalam surat Yasin ayat 12. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Wlu waaiin ahsainahu fi imamin mubin." Ya, tidak ada suatu segala sesuatu kecuali kami telah catat di lauhil mahfud. Tib dalil dalam Al-Qur'an ini dalil. Kemudian yang kedua, pembahasan kedua, kapan pencatatan? Kapan pencatatan terjadi? Datang dalam hadis Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Kataballahu maqir alkalaik qlaq samawati wal ard bs alfanah." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, Allah mencatat seluruh takdir makhluk. Takdir makhluk 50.000 1000 tahun sebelum Allah ciptakan langit dan bumi. Sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. [Musik] Sekarang pertanyaan Ibu-ibu, bumi dan langit kapan diciptakan? Ada yang tahu enggak? Enggak tahu. Saya tahu. Yaitu 50.000 tahun setelah dicatat lauhil mahfuz. [Tertawa] Nah, sekarang pertanyaannya kapan Allah ciptakan langit dan bumi? Kita enggak tahu kapannya. Nah, takdir itu 50.000 tahun sebelum sebelum itu. Adapun kapan pencipta langit dan bumi enggak ada yang tahu ya. Kata Allah, "Ma asuhum khqamawati wal khq anfus mudinaud." Kata Allah Subhanahu wa taala, "Kami tidak pernah membuat mereka menyaksikan penciptaan langit dan bumi." Enggak ada yang tahu. Semuanya hipotes aja dugaan. Entah jutaan lalu, entah ada yang bilang miliaran miliaran tahun yang lalu, wallahuam. Yang lebih tahu adalah Al. Nah, takdir itu dicatat di Lauhil mahfuz 50.000 tahun sebelum sebelum itu. Paham? Tib. Pembahasan berikutnya ini kapan pencatatan yang ketiga, apa yang dicatat? Apa yang dicatat? Yang dicatat adalah takdir seluruh makhluk ya yang akan diciptakan adalah takdir seluruh makhluk yang akan diciptakan. Dalilnya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Awalu ma khalaqallahu alqalam." Pertama kali ciptakan pena. Pena berkata, "Wam aktub." Kata Allah, "Uktub wahai pena tulislah." Kata pena, "Wamza aktub." Apa yang aku tulis? Kata Allah, "Uktub maqadir alkalaiq. Uktub maqadir kainin yaumilqiamah." Ya, catatlah seluruh takdir makhluk sampai hari kiamat. Ya, jadi takdir seluruh makhluk yang akan diciptakan hingga hari apa? Hingga hingga hari kiamat. [Musik] Uktub maqadiru kulli hatta takum masaah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Uktub maqir kulli syaaiin hatta taquumasaah." [Musik] Tulislah takdir segala sesuatu sampai tiba hari kiamat. Berarti pembahasan berikutnya, pencatatan lauhil mahfuz itu ada batasan dari awal sampai akhir. Ibu-ibu perhatikan sini. Ini yang keempat. Berarti kesimpulan data yang ditulis ditulis di lauhil mahfuz almahfuz terbatas. Terbatas. Coba batasnya di mana, Ibu-ibu? Rentang apa? E jadi dari pertama kalau kita awal sama a akhir. Kalau awalnya tadi apa? 50.000 tahun sebelum langit dan bumi. [Musik] Awalnya adalah 50.000 1000 tahun [Musik] sebelum cipta sebelum langit dan bumi. [Musik] Akhirnya kapan, Ibu-ibu? Hingga hari kiamat. Hingga tegak hari kiamat. [Musik] Dari sini kita tahu. Ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. J ada rentannya di sini. Ada rentannya ini. Ada apa namanya? rentan ya atau ranahnya ada ranahnya tuh cuma ini sampai sini ini ranahnya ya dari sini kita tahu tidak semua ilmu Allah ditulis lauhil mahfud benar atau tidakb kita sekarang kalau saya kasih gambaran begini Allah kan qadim qadim itu apa azali Allah qadim qadim atau apa azali qadimun atau azali atau bahasa kalau hual awal wahual awal hual awal itu tanpa permulaan kalau bahasa kita tanpa per permulaan semua makhluk pasti dimulai dari tidak ada kemudian menjadi ada adapun Allah tanpa permulaan kemudian Allah juga al-akhir. Al-akhir. Allah al al-akhir atau disebut abadi ya abadi tanpa apa penghujung Tib sekarang ilmu Allah juga azali ilmu Allah juga azali ilmu Allah juga azali dan ilmu Allah juga abadi [Musik] Kalau kita bikin titik di sini, titik ini garis waktu misalnya ini garis waktu. Taruhlah kita bilang di sini poin ini penciptaan langit dan bumi. Terlalu pendek ya garisnya. Ulang. kita kasih garis panjang [Musik] ini dan seterusnya. Ini juga dan se seterusnya. Iya enggak? Waktu itu kan ab tidak ada pengujung dan juga tidak ada awal kalau terkait dengan Allah Subhanahu wa taala ya. Tayib ini azali. Ini apa? Aba abadi. Taruhlah di sini titik ini. Penciptaan langit dan bumi. Berarti lauhil mahfuz pencatatannya di mana? Sebelumnya atau sesudahnya? Sebelumnya. Di sini. Ini pencatatan lauhul mahfud. Lauh mahfuz. Nah, ini jaraknya adalah berapa? 50.000 tahun. 50.000 tahun. Tib. Tarah di sini titik hari kiamat. Titik kiamat ada waktunya. Titik enggak tahu kapan titik terjadinya hari kiamat. Ada yang tahu kapan terjadi hari kiamat? Enggak ada yang tahu. Meskipun ada yang apa ngarang. Ada. Ada yang sudah bilang entar lagi 20 tahun lagi, 30 tahun lagi. Dulu ada yang pernah hitung. Dia hitung mungkin 10 tahun lalu di ceramah dia bilang hari kiamat tinggal 30-an tahun ya berarti tinggal 20 tahun lagi. Ya tentunya terjadinya hari kiamat TB. Sekarang sebelum pencetan lauhul mahfuz berapa waktu sebelum ini? Ini berapa lama di sini? Berapa? Berapa juta tahun di sini? Gak tahu. Miliar tahun gak ada ujungnya. Karena Allah ada tanpa ada permu permulaan. Jadi berapapun waktu sebelum pencatatan lahil mahfuz banyak tidak ada ujungnya. Paham? Tidak ada ujungnya. Dan di sini ada hal-hal tentang ilmu Allah Subhanahu wa taala. Ini ada di sini terkait ilmu Allah. Terkait ilmu Allah ya. Yang sebelum pencatatan lauhil mahfuz. Paham? Sebelum pencatatan lauhil mahfuz dan ke belakang. Ini juga ilmu Allah punya ilmu tentang hal tersebut. Nah, ranah dari catatan lauhil mahfuz cuma ini terkait dengan makhluk sampai hari kiamat. Ini ranah lauhil mahfud, ranah pencatatan lauhil mahfuz di lauhil mahfuz. Lauh mahfuz. Baik. Setelah hari kiamat juga tanpa batas. Setelah hari kiamat ini abadi tanpa batas. Ini tidak tercatat ini tidak dicatat. [Musik] Maksud saya, Ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala ya dicatat tauhid mahfud itu tidak semua ilmu Al paham. Yang dicatat adalah apa yang akan terjadi ya sejak pena dicatat sampai tegaknya hari kiamat. Apa yang teristilah hari kiamat? Tanpah penghujung. Kalau semua dicatat maka pena tidak akan pernah berhenti mencatat. Kalau semua ilmu Allah dicatat tidak pernah berhenti mencatat. Karena ilmu Allah yang sabqali juga tidak ada penghujungnya. Dan ilmu Allah yang abadi juga tidak ada penghujungnya. maksudnya tentang makhluk-makhluk akan terjadi setelah hari kiamat di surga kayak apa kan tidak akan berhenti kegiatan kalau semua dicatat maka lauhil mahfuz tidak akan ber berhenti. Jadi maksud saya ranah lauhil maf ada yaitu yang dicatat sejak pena diciptakan oleh Allah kata Allah awalu ma khalaqallahul qqalam yang pertama kali diciptakan adalah pena Allah berkata ukttu tulislah kata pena w aktub apa yang aku tulis kata Allah uktub hua kainqiamah tulislah apa yang akan terjadi sampai hari kiamat situ setelah tertulis baru berhentufiatil aqlam wfati suhuf pena telah diangkat dan lembaran telah kering mengerti ibu-ibu Bu, Bapak-bapak Tib. Jadi ini secara sederhana. Jadi setelah itu [Musik] pena diangkat, lembaran telah kering. Maksudnya apa, Ibu-ibu? Tidak bisa ditip lagi, tidak bisa dirubah lagi. Tidak bisa dirubah lagi. [Musik] Ini marhala yang kedua namanya alkitabah. Ya, yang ini. Ini. Oke, silakan. [Musik] Ini terkait ilmu Allah yang sebelumnya tidak dicatat, tidak dicatat di Lauh Mahfuz. Jadi yang dicatat cuma ini aja. Ini yang dicatat. Ini yang dicatat. [Musik] Setelah ini tidak dicatat lagi. [Musik] Mana? Oh, enggak sal lagi yang mana? ini. Oke. [Musik] Tayib. Sudah. Sekarang kita masuk pada marhala yang ketiga. Yang ketiga namanya Almasyiah. Yang ketiga namanya apa? Almasih Almasyiah yaitu kehendak. Saya ingatkan lagi kepada para hadirin dan hadirat dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Filosofi takdir yaitu Allah mengilmui apa yang akan dia cipta ciptakan. Setelah itu ilmu tersebut Allah catat di mana? Lauhil mahfuz. Allah catat selesai kering tidak bisa beru berubah. Setelah itu Allah mengeksekusi dan semua yang Allah catat tadi sesuai dengan kehendak Allah. Adakah di luar kehendak Allah? Enggak ada. Ya. Jadi kehendak Allah ini kalau kita boleh katakan semua yang Allah catat, [Musik] yang Allah catat yaitu berarti yang Allah rencanakan kan rencanakan tidak ada yang keluar dari kehendak Allah. keluar dari kehendak Allah. Paham? Demikian juga semua yang akan Allah eksekusi. Jadi dua poin satu dua. Semua yang akan Allah eksekusi. Eksekusi. Eksekusi maksudnya Allah cipta ciptakan Allah wujudkan dalam alam nyata. Paham? itu Allah cipta ciptakan eksekusi atau ciptakan atau wujudkan dalam alam nyata. Allah jadikan ya jadikan tidak ada yang keluar dari kehendak Allah. Maksud saya semua kejadian itu pasti atas kehendak siapa? Allah. Paham? Sekarang ternyata kalau kita lihat apa yang Allah catat dan apa yang Allah ciptakan ini ada dua hal. Kalau kita mau bagi apa yang Allah catat atau apa yang akan terjadi ada dua model. Yang pertama yang baik. Yang kedua yang tidak yang tidak baik. Yang tidak baik. Kata jamanya iblis, Firaun, musibah-musibah yang kita tidak suka, bencana alam dan yang lainnya musib-musibah ya terjadinya maksiat-maksiat [Musik] dan lain-lain. Ya. Adapun yang baik-baik misalnya ketaatan ee Jibril alaih salam, Nabi Musa, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, para nabi dan lain-lain. Ini namanya kebahagiaan-kebahagiaan ya. Ternyata maka itulah yang disebut dengan anumina bil qadari khairi wa syarihi. Inilah yang kalau kita sederhananya kita bilang, "Engkau beriman kepada Allah, iman kepada takdir, baik maupun bu buruk." Baik maupun buruk. Maksudnya sebagaimana kau beriman yang baik dicatat oleh Allah, yang buruk juga yang catat siapa? Allah. Sebagaimana kau beriman, yang baik yang ciptakan Allah, yang buruk juga yang ciptakan siapa? Allah Subhanahu wa taala. Sampai sini paham? Sampai sini masih paham? Adakah di alam semesta ini yang terjadi di luar kehendak Allah? Enggak ada. Kalau ada yang selain kehendak Allah berarti ada Tuhan selain Allah. Atau ternyata Allah kecil ternyata di luar di kehendak Allah. Berarti Allah tidak maha bukan maha kua kuasa. Oleh karena semua yang terjadi baik atau buruk pasti atas takdir Allah. Itulah iman. Aliman bilqadar khairihi waarrihi. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "An tummina bilqadar." An tummina bilqadar khairi wa syarrihi khairihi wa syarrihi. Engkau beriman kepada takdir baik maupun buruk. Timbul pertanyaan, kenapa Allah menghendaki suatu yang buruk? Nah, ini timbul pertanyaan. Pertanyaannya, kok bisa Allah kehendaki yang buruk? Pertanyaan, kenapa Allah Kenapa Allah menghendaki [Musik] yang buruk? Perkara-perkara yang buruk. Paham, Ibu-ibu? Tunggu dulu saya nanti saya yang jawab yang ini pertanyaan. Iya benar jawabannya ujian ya. Sampai sini masih paham Tib kita jelaskan. Kehendak Allah ada dua. Iradatullah ee atau almurad ee apa iratul atau bukan iradah apa almurad yang dikehendaki. [Musik] Yang dikehendaki oleh Allah oleh Allah. ada dua dua macam. Yang pertama adalah dikehendaki secara zatnya. Dikehendaki Allah secara zatnya. [Musik] Secara zatnya atau secara langsung? Atau secara langsung. [Musik] Kalau kita bilang apa? Muradan lidzatihi. Anyakuna muradun lidzatihi lidati. Dikehendaki oleh secara secara langsung. Ini semua kebaikan-kebaikan. Ini semua kebaikan-kebaikan. Yang kedua adalah dikehendaki untuk lainnya, tidak secara zatnya. dikehendaki terjadi untuk perkara lain di balik itu. Perkara lain di balik itu. Perkara lain yang baik di balik itu. Perkara lain yang baik di balik itu namanya muradun lighhairihi. muradun lihairihi. Artinya jika ditinjau dari sisi zatnya maka dia buruk. Tapi di balik itu keburukan tersebut ada keba kebaikan. Contoh Allah firmankan lihat surat Arrum 41. Contoh sederhananya Quran surah Ar-Rum 41 saya baca saya tuliskan ya ee biar biar biar gampang, biar sederhana. Kata Allah, "Doharal fasadu fil barri wal bahri bima kasabat aidinas." Saya rusak, saya rasa ayat ini banyak yang hafal karena dulu kita belajar agama disuruh belajar ayat ini. Ingat enggak? [Musik] amum baad ba'dalladzi amilu la'allahum yarjiun tib ibu-ibu saya bacakan artinya telah nampak kerusakan alfasad artinya apa kerusakan telah nampak di mana di lautan dan di daratan aki Akibat ulah perbuatan manusia bimbat aidinas akibat ulah manusia kerusakan nampak akibat manusia buat apa ba'dalladzi amilu agar Allah merasakan mereka akibat ulah mereka membuat mereka merasa akibat Allah menjadikan Mereka [Musik] merasakan akibat perbuatan mereka, akibat sebagian perbuatan mereka. Ulah mereka. Laahum yarjiun. Semoga mereka sadar. Semoga mereka sadar. Tib. Jadi Allah menciptakan kerusakan. Kerusakan Allah suka atau tidak, Ibu-ibu? Gak ada. Wallahu la yuhibbul fasad. Dalam Al-Qur'an Allah mengatakan Allah tidak mencintai apa? Kerusakan. Tapi Allah menghendaki kerusakan tersebut terjadi. Allah menghendaki terjadi Allah ciptakan juga kerusakan tersebut di daratan maupun di lautan. Ternyata ada tujuannya. Tujuannya itu agar mereka terkena akibat ulah mereka. Semoga mereka sa sadar. Jadi kalau ditinjau dari kerusakan tidak baik tapi ditinjau dari akibat maka baik. Itu yang disebut dengan suatu yang dikehendaki karena lainnya. Yaitu suatu yang buruk dikehendaki tapi karena ada kebaikan di balik itu. Paham, Ibu-ibu? Ini sederhananya agar kita bisa ee mengambil logika. Sekarang contoh kenapa diciptakan iblis? Contoh hikmah di balik cipta iblis. Hikmah di balik adanya iblis. Iblis yang ciptakan siapa? Allah. Iblis. Bahkan iblis ketika mau mati dia minta ditangguhkan. Kata dia, "Rabbi faanirni ila yaun." Ya Allah tangguhkan aku. Jangan mati sekarang nanti hari kiamat. Buat apa saya ingin menggoda anak-anak Adam? Allah izinkan. Allah tidak izinkan? Izinkan. Silakan kata Allah. Silakan. Padahal iblis bikin rusak tapi Allah izin izinkan. Kenapa Allah izinkan? Ini rahasia Allah. Tapi di balik iblis kata para ulama banyak maslahat. Apa maslahat adanya iblis? Pertama Allah menguji manusia dengan adanya iblis. Ada bahan ujian. Kalau enggak ada iblis semuanya saleh. Semua wanita salehah. Enggak enggak ada yang angkat suara. Enggak ada yang beli tas branded. Semuanya salehah. [Musik] Enggak ada yang macam-macam ya. Semua tidak tertarik dengan dunia ya. Iblis ini yang bikin kita macam-macam ya. Maka dengan adanya iblis ada para mujahid. Para mujahid. Kalau enggak ada iblis, enggak ada penjahat, enggak ada orang kafir. Dengan adanya iblis, maka ada muncul mujahid melawan orang kafir. Ya, adanya iblis, ada yang berkorban untuk bersedekah, berkorban untuk berjihad misalnya. Kalau enggak ada jihad, dia enggak akan berkorban mengeluarkan ha hartanya. Dengan adanya iblis ada orang yang bertobat. Kalau enggak ada iblis semuanya baik, enggak ada yang berdo berdosa. Padahal Allah suka dengan ibadah tobat. Maka dalam hadis kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Laamnibahaballahu bikum, kalau kalian tidak bertobat Allah akan sirnakan kalian." Kemudian Allah datangkan satu kaum yang mereka berdosa, kemudian mereka beristigfar kemudian Allah ampuni mereka. Jadi Allah suka dengan orang bertobat. Tobat ini enggak mungkin terjadi kecuali ada iis. [Musik] Allah mengatakan, "Innallaha yuhibbut tawwabin." Allah mencintai orang yang bertobat. Kalau enggak ada iblis, enggak ada maksiat, enggak ada orang yang bertobat. Tobat itu terjadi setelah maksiat. Maka dengan ada iblis, adanya orang yang ber taubat. Dengan adanya iblis nampak maha pengampun Allah, nampak jelas maha pengampun Allah, maha pengampun, maha menerima tobat dan lain-lain. Sifat-sifat Allah akan nampak. Paham, Ibu-ibu? Kalau enggak ada iblis, enggak ada yang diampuni. Kemudian juga nampak nampak Allah syadidul iqab. Siksanya keras. Siksa Allah keras. Kalau enggak ada iblis, enggak ada yang masuk nera neraka. Dengan adanya iblis, maka nampak sisa Allah yang maha keras. Ya, dengan adanya iblis ada dua hal, dua perkara-perkara yang saling kontradiktif menunjukkan maha kuasa Allah, yaitu Allah mampu menciptakan dua hal yang kontradiktif. Allah mampu menciptakan dua hal yang kontradiktif. [Musik] Kontradiktif apa saja di antaranya, Ibu? Banyak di antaranya contoh Jibril lawannya apa? Syekh Iblis. Contohnya lagi apa? Muhammad Abu Jahal. Abu Abu Jahal. Kemudian apa? Surga dan neraka. Ya. Mengampun, menyiksa apa? Sifat Allah. Bukan bukan bukan makhluk tapi ee penghuni surga, penghuni nera neraka. Nikmat dan azab. Nikmat lawannya apa? A azab. Ini semua kalau enggak ada iblis enggak bisa. Ini semua kalau enggak ada iblis enggak enggak bisa. Yang ada iblis ada seperti itu. Maksudnya iblis aja yang luar biasa buruknya. Ternyata di balik itu ada hik hikmah. Ini yang kira-kira dibuka oleh sebagian ulama. Tiib sampai sini paham, Ibu-ibu? Paham tidak? Nah, saya lanjutkan. Kalau kita bicara tentang muradun liha yang kedua ini, model kedua ini, saya lanjutkan halaman berikutnya. tadi kita bilang bahwasanya Oh belum ya [Musik] sudah ibu-ibu baik ketika saya bilang yang dikehendaki Allah ada dua. Yang dikehendaki Allah ada dua. Ada dua macam. Yang pertama tadi apa? Dikehendaki secara zatnya, secara langsung. Secara zatnya itu secara langsung. Yang kedua tadi apa? Dikehendaki tidak secara langsung. dikehendaki karena yang la lain, karena perkara baik yang lain. Kalau bahasanya kita sederhana yaitu karena ada hikmahnya. Karena ada hikmahnya. [Musik] Nah, kita bicara hikmah ini ada yang dibuka oleh Allah, ada hikmah yang dibuka sebagian oleh Allah. Ada yang tidak dibuka dan otak kita buntuuk. Ada yang bisa kita kiaskan. ada yang ditutup tidak di tidak ada yang tahu. Tidak ada yang tahu. Di sinilah Allah berfirman dalam surah ee [Musik] dalam surah Al-Anbiya. [Musik] Kata Allah Subhanahu wa taala, "La yus'alu amma yaf'alu wahum yus'alun." Ayat 23 Quran surah Al-Anbiya 21 ayat 23. Kata Allah, "Allah tidak ditanya apa yang dikerjakan." Merekalah yang ditanya. Allah tidak ditanya apa yang Allah lakukan. Perbuat merekalah yang Namun merekalah yang ditanya. Merekalah yang ditanya. [Musik] Jadi tidak ada yang menghisab Allah. Kita yang dihisab oleh siapa? Allah. Ya. Surat Al-Anbiya 21 ayat 23. Banyak hal kita enggak tahu kenapanya. Kenapa Allah ciptakan ini? Kenapa ada gempa bumi sekarang? Misalnya, kenapa ada ini? Kenapa misalnya saudara-saudara kita di Palestina menderita begitu berkepanjangan? Kita enggak tahu dulu zaman dulu kenapa Firaun sampai puluhan tahun menyiksa terus enggak ada yang kita enggak tahu. Ternyata ada cerita akan muncul Nabi mu Musa Alaih Salam. Banyak hal. Oleh karenanya otak kita bakalan buntu pada pertanyaan ini. La kita kenapa? Kenapa? Kalau sudah timbul pertanyaan kenapa Allah begini? Kenapa Allah begitu maka kita bilang azubillahiminasyaitanirrajim. Yang tahu hanya siapa? Allah. La yus'alu amma yaf'alu. Otak kita sangat terbatas. Saya bacakan perkataan Al Imam Abul Mudhaffar Assam'ani rahimahullah ya tentang masalah takdir. Ini masalah hikmah. Kata beliau, "Sabilu makrifati hadal bab attauqifu minal kitabi wasunah." Cara untuk memahami tentang takdir. Attauqifu minal kitabi wasunah itu ikut saja Al-Qur'an dan sunah. Ayat bilang apa, sunah bilang apa, ikuti aja. Enggak usah banyak protes. Duna mahilasil. Jangan ikut-ikut analogi dan jangan ikut akal kita. Akal kita terbatasan. Walam yabl syifa nafs. Siapa yang berpaling dari Al-Qur'an dan sunah dari dalil maka dia akan tersesat dan dia akan tenggelam dalam kebingungan dan tidak akan mencapai kepuasan. W yasiluinnu bihilqbu. Karena dia dan dia tidak akan mencapai suatu yang menenangkan hatinya kalau dia gunakan akalnya. Lianalqar. Perhatikan.Aalqar sirrun minillahi taala. Karena takdir itu rahasia dari rahasia-rahsia Allahun astar. Yang di mana rahasia tersebut dikasih tirai oleh Allah tertutup. Was subhanahu bihi wajabahu. Dan hanya Allah yang tahu dan Allah mengkhususkan untuk diri yang tahu dan Allah menghijabnya. Yang tidak bisa disampai oleh akal akal manusia warifim. Dan ilmu pengetahuan mereka tidak bakalan sampai. Waqad hajaballahu taala ilmal qadar anil alam. Seluruh ilmu tentang takdir Allah tutup. Fala yaamuhu malak. Malaikat tidak tahu. Wala nabiun mursal. Demikian juga nabi yang diutus tidak tahu. Waqila dikatakan kataani iniral qadarifahum akul jannah wifu qblik. Sesungguhnya rahasia takdir mungkin akan tersingkap kalau mereka sudah masuk surga. Kalau sekarang belum terungkap. Itulah ujian. Ya, saya katakan kalau semua kita tahu hikmahnya, kita enggak diuji namanya. Coba Nabi Mus, Nabi Yusuf Alaih Salam ketika dibuang di sumur, kalau dia tahu dia bakalan jadi bangsawan, di sumur dibuang, dia ketawa-ketiwi. Iya enggak? Oh, ya memang ya. Silakan, silakan buang saya. Silakan jadikan budak, silakan ditangkap, silakan diuji, silakan dipenjara. Dia tahu ternyata ujungnya jadi apa? Jadi bangsawan. Tetapi di menjadi ujian bagi dia ketika dia tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia husnuzan sama Allah. Nabi Yakub alaihi salam kalau tahu anaknya hilang, Yusuf bakalan jadi bangsawan. Kira-kira dia nangis atau tidak? Ini enggak perlu nangis. Tapi dia nangis sampai matanya buta karena dia tidak tahu anaknya bakalan jadi bangsawan. Tapi dia husnudon. Dia mengatakan innahu huwal alimul hakim. Sesungguhnya Allah maha mengerti. Allah maha bijak. Dia tutup semua hal dengan pernyataan Allah maha tahu dan Allah maha bijak. Pokoknya dia tahu ada hikmah meskipun dia tidak tahu hikmahnya apa, tapi di balik semua pasti ada hik hikmah. Makanya takdir itu rahasia. Karena kalau kita ikuti akal kita, kita akan selalu bertanya, "Kenapa? Kenapa? Kenapa Firaun? Kenapa iblis? Kenapa saya miskin? Kenapa suami saya begini? Kenapa istri saya begini? Kenapa anak saya begini? Kenapa rumah saya reot? Kenapa rumah dunia bagus? Kenapa? Kenapa? Kenapa harus ini yang jadi pemimpin? Kenapa harus ini enggak jadi mimpin? Kenapa ini? Nah, kita enggak bakalan tahu. Ada sebagian Allah ungkapkan sebagai pelajaran bagi kita agar apa yang tidak kita ketahui kita kiaskan. Bahwasanya sebagaimana yang kita ketahui ada hikmahnya, yang tidak kita ketahui pasti juga ada apa hikmahnya. Paham Ibu-ibu? Tib. Ada yang ditutup tidak tahu hikmahnya. Tapi kita mengkiaskan bahwasanya pasti ada hikmahnya. Tapi kita yakin pasti ada hikmahnya. [Musik] Kenapa demikian, Ibu-ibu? Karena untuk mengetahui rahasia Allah, kita harus setara, mohon maaf, setara level ilmu kita dengan ilmu Allah Subhanahu wa taala. Sehingga kita baru tahu, "Oh, begini-begini." Jangankan kita, jangankan ilmu kita ini enggak ada apanya dengan ilmu Allah ya. W utitum minal ilmi illa qolila. Ya, kalian tidak diberi ilmu kecuali sangat apa? Sangat sedikit. Sebagai sederhana, contoh sederhana sekarang misalnya anak kita ya ee kita larang dia, dia lagi main, kita larang. Anak masih kecil umur 2 tahun kita larang. Enggak boleh begini. Dia nangis atau tidak nangis? Bisakah kita menjelaskan? Enggak bisa ini karena ah pokoknya dia nangis. Nangis dia enggak ngerti. Karena kita menjelaskan secara ilmiah otak dia tidak sampa itu antara anak kita dengan kita, antara manusia dengan manusia. Ya, kita tidak anak ini tidak bisa paham. Saya sering bilang anak saya ketika Abdur Razak ketika mau sunat mau jelaskan ini sunat bersih, Dek. Bagus untuk kesehatan. Mana dia paham ya pokoknya enggak mau takut begitu masukin tinggal kasih hadiah dia diam itu yang dia paham kemul jelaskan masih kecil dijelaskan ini karena gini karena nanti najis dia ngerti najis-najis itu apa dia enggak ngerti itu antara anak dengan kita sama-sama manusia terkadang kita tidak bisa menjelaskan terkadang kita engak bisa menjelaskan sama orang yang sama-sama dewasa kita lakukan suatu aduh saya jelaskan dia pasti enggak paham dia pasti suuzon sudahlah nanti dia tahu sendiri kadang-kadang begitu enggak itu jangankan kita sama anak kecil, sama sesama kita aja terkadang tidak bisa kita jelaskan. Saya enggak bisa jelasan deh. Pokoknya nanti tunggu aja deh ya. Menjelaskan pasti dia salah sangka nanti dia uzon. Enggak sampai ilmu dia sama dengan apa yang mau kita jelaskan. Terkadang kita lihat seorang melakukan, kita percaya aja, "Ah, dia pasti benar. Saya enggak tahu apa yang dia bikin. Tapi yang pasti dia pasti ada tujuan yang baik. Saya enggak bisa paham. Tapi saya yakin ini orang baik, orang saleh pasti ada yang lakukan dia. Saya enggak ngerti kenapa dia bisa begitu, tapi pasti ada sesuatu di balik itu. Paham enggak? Sering begitu, enggak? Saya enggak tahu kenapa dia begitu, tapi pasti di balik itu ada sesuatu yang buat dia jadi be begitu. Pasti ada kebaikan. Jadi, ilmu kita luas. Ilmu kita terbatas ya. Terbatas sehingga terkadang kita tidak memahami sama makhluk. Makanya sering bilang, jangankan masalah itu, masalah kita aja, saya sering bilang, "Ini HP saja bisa video call, gimana? Saya sampai sekarang enggak bisa paham." Ibu-ibu tahu kenapa HP bisa video call? Dari sini bisa telepon Madinah, bisa video call dengan gimana? Kalau orang fisika mungkin dia ngerti ini akan berubah jadi gelombang, gelombang ini berubah jadi apa? Kemudian terbang ke mana, ke satelit, kemudian satelit wanjang. Kalau orang enggak paham, saya tahu, Ustaz. Kenapa? Karena ada kuotanya. Kalau kuota habis enggak bisa ya top ya. Jadi intinya bahwasanya akal kita ini terbatas. Nah, tidak mungkin semua Allah buka karena pertama akal kita terbatas. Yang kedua memang Allah ingin jadikan sebagai apa? Ujian. Maka Allah kasih kunci untuk semua hal yang tidak bisa kita pahami. La yus'alu amma yaf'alu wahum yus'alun. Allah tidak ditanya apa yang dikerjakan, tapi mereka yang bakalan di ditanya. Paham sampai sini, Ibu-ibu? Oke, kita masuk pada tahapan yang terakhir yaitu eksekusi. Sudah ini ya. [Musik] Empat adalah alkhalqu. Alkalq itu maknanya penciptaan. Penciptaan. Kalau bahasa kita istilahnya eksekusi perencanaan. tadi kata Allah Subhanahu wa taala musibatin ardum kitabin minqabaha tidak ada musibah yang menimpa pada diri kalian atau menimpa e dunia ini kecuali telah dicatat di lauhil mahfud sebelum kami mengeksekusinya inalikaallah itu semua adalah perkara yang mudah ya kalau begitu ee tadi sudah kita bilang semua yang dicatat semuanya berdasarkan Kehendak apa? Allah. Enggak ada yang keluar dari kehendak Allah. Apa yang Allah ciptakan juga pasti semua dengan kehendak siapa? Al Allah. Ee berarti semua yang terjadi ciptaan Allah. Intinya semua terjadi adalah ciptaan Allah. Di antaranya. Sekarang saya tanya ibu-ibu. Ibu-ibu, bumi yang ciptakan siapa? Allah. Langit Allah. Matahari Allah. Rumah ini yang bikin manusia. Tapi yang ciptakan sesungguhnya siapa? Allah. Karena manusia Allah yang ciptakan, bahan-bahan juga Allah yang ciptakan. Allah yang buat dia bergerak sehingga dia beraktivitas sehingga terjadilah rumah. Ya, kita ini ciptaan Allah bukan? Kita ini makhluk atau bukan? Makhluk. Berarti yang keluar dari makhluk makhluk juga bukan. Berarti perbuatan kita juga diciptakan oleh Al. Karena kita ini makhluk maka yang muncul dari makhluk juga adalah makhluk. Jadi semua adalah ciptaan Allah. Tidak ada terjadi dalam semesta ini bukan ciptaan Allah. Semuanya pasti ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Ini di antara perkara yang penting. Makanya Allah berfirman, "Wallah khalaqakum wama tam'malun." Ya, di antaranya dalil surah Az-Zumar. Misalnya Quran surah Az-Zumar ayat 62. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Allahu khaliqu kulli. Allahu khaliqu kulli. Allah mencipta segala sesuatu. [Musik] Kemudian juga dalam surah ee Assfat ayat [Musik] kata Allah subhanahu wa taala, "Wallahu khalaqakum Allah wallahu khalaqokum wama tammalun. Allah yang menciptakan kalian ada dan juga amal perbuatan kalian. Allah ciptakan kalian [Musik] yang ciptakan kalian dan amal perbuatan kalian [Musik] dan perbuatan kalian. [Musik] Semua perbuatan kita yang ciptakan Allah Subhanahu wa taala. Makanya Allah mengatakan, "Wama tasyauna illa ayasyaallahu rabbul alamin." Kata Allah subhanahu wa taala, "Tidak ada yang kalian kehendaki kecuali di bawah kehendak Allah." Ini di antara ee dampaknya. Buktinya Quran surah Takwir [Musik] ayat 29. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Wama tasyauna illa yasyaallahu rabbul alamin. Tidak ada kehendak kalian kecuali di bawah kehendak siapa? Allah Subhanahu wa taala." Ya, [Musik] Tib. Ini sementara yang bisa kita sampaikan ya. Saya kasih contoh contoh tentang konsep ini. Contoh contoh kisah Nabi Adam. Kisah Nabi Adam Alaih Salam. Tib. Allah berfirman tentang kisah Nabi Adam dalam surat Albaqarah ayat 30 ya 2 30 dan seterusnya. Kata Allah subhanahu wa taala, waidqbuka lil malaikati inni jailun fil ardhi khalifah. Ketika Allah mengabarkan kepada malaikat tentang sebagian rencananya, Allah mengatakan, "Aku akan jadikan penghuni bumi." Gampangannya demikian. Itu penguasa di bumi. Maksudnya Adam dan keturunannya malaikat bertanya, "Wahai Allah, apgau ciptakan di bumi makhluk yang akan mukan kerusakan dan menumpahkan darah? Wabihamdika sementara kami senantiasa bertasbih kepadamu dan mensucikanmu. Kata Allah, "Inni a'lamu ma laun." Aku tahu apa yang kalian tidak tahu. Jadi, Allah bilang Allah akan bikin manusia di atas muka muka bumi. Allah belum cipta nih, baru cerita mau bikin rencana manusia di bu di bumi. Malaikat bilang, "Kita sudah kalau untuk ibadah kami sudah bertasbih. Sementara itu manusia akan melakukan kerusakan." Kenapa? timbulnya kenapa? Tolong jelaskan. Kata Allah, "Inni aamu ma laun." Aku tahu apa yang kalian tidak ketahui. Terus saya tanya sama ibu-ibu sekalian, Allah ketika menciptakan manusia Adam di bumi atau di langit? Di langit. Allah ciptakan Adam di mana? Di di langit. Terus Allah suruh malaikat sujud kepada Adam. Allah suruh iblis sujud kepada Adam. Adam, iblis tidak tidak mau. Ini semua sudah skenario. Kemudian Allah masukkan iblis e Adam ke mana? ke surga. Padahal Allah bilang bakalan bikin dia di bumi. Pokoknya intinya Allah ingin turun ke bumi. Dia turun ke bumi tapi ada ceritanya. Nah, cerita ini sudah Allah susun sebelumnya. Akhirnya Allah ciptakan Adam, Allah ciptakan Hawa kemudian masukkan ke surga. Allah bilang, "Jangan makan dari buah tersebut." Kemudian iblis balas dendam. Kemudian cemburu. Kemudian hasad. Goda Adam. Akhirnya Adam makan. Akhirnya tu turun. Jadi ini semua contoh rencana Allah bilang, "Saya akan bikin manusia di bumi." Ternyata Allah ciptakannya di mana? Di langit. Berarti suatu saat pasti akan tu turun. Ternyata untuk turun tersebut ada proses. Prosesnya Allah sudah siapkan iblis. Iya. Enggak sudah siapkan sur surga. Kemudian Allah sudah siapkan juga buah tersebut. Allah sudah siapkan Hawa. Ternyata iblis iblis dihasad sama Adam disuruh sujud enggak mau. Kemudian iblis menggoda Adam. Akhirnya Adam makan. Akhirnya Adam turun ke bumi. Kenapa harus ini semua? Agar di bumi beranak-pinak kemudian akan diuji berikutnya supaya mereka kembali kepada kampung halaman mereka yang sebelumnya. Itu di mana? Di surga. Semua ada skenario, semua ada takdirnya. Ini saja yang saya sampaikan. Ee Bapak dan Ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Insyaallah kita lanjutkan lagi pada pembahasan berikutnya. Kalau ada yang bertanya saya persilakan. Wallahu taala alam bisawab. Demikian saja. Wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.