Transcript
cUV7vJ5cUrY • Nikmatnya Kemerdekaan - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2529_cUV7vJ5cUrY.txt
Kind: captions Language: id Innalhamdalillah nahmaduhu wainuhu wafiruhu watubu ilaih wa naud nauzubillahi min syururi anfusinaati a'alina may yahdihillahu fala mudillalah w yudlil fala hadiyaalah ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu anna muhammadan abduhuasuluhu Muhammadinallahu alaihi wasallam bidah muslimin. Sesungguhnya di antara nikmat yang Allah berikan kepada negeri ini, Allah menjadikan negeri kita adalah negeri yang sangat kaya raya, sangat subur, sangat makmur. Namun kekayaan tersebut akhirnya menjadikan orang-orang yang jauh tamak kepada kekayaan negeri ini. Maka datanglah mereka dari tempat-tempat yang jauh bahkan sampai dari benua Eropa yang ribuan kilo dari sini untuk menjajah negeri ini. sili berganti mereka datang untuk menguasai negeri ini. Ada Portugis, ada Spanyol, ada Inggris, ada Perancis dan ada Belanda. Dan juga negeri terdekat ada Jepang yang mereka pun datang kemudian menjajah negeri ini sampai sekitar 4 abad. Dan salah satu negara yang dijajah sangat lama adalah negara Indonesia 4 abad lebih. Mereka datang bukan cuma mengambil kekayaan negeri ini, bukan cuma merebut kemakmuran negeri ini, bahkan mereka juga merebut kemerdekaan penduduknya. Mereka berbudak penduduk negeri ini. Nenek moyang kita lama diperbudak oleh mereka. Disiksa dan dibunuh. Bisa kita baca dalam sejarah bagaimana kekejaman mereka. Ada ada namanya kerja rodi, ada namanya ramusa yang bagaimana nenek moyang kita disiksa dan para wanita diperkosa, dilakukan lebih hina daripada hewan. Kemudian muncullah para pejuang-pejuang, para pahlawan-pahlawan yang mereka mengorbankan segalanya untuk kemerdekaan ini. Mereka mengorbankan harta, mengorbankan jiwa dan raga untuk bisa meraih nikmat kemerdekaan. Dan akhirnya setelah perjuangan yang sangat lama dengan nikmat dari Allah Subhanahu wa taala, akhirnya merdekalah bangsa ini pada tahun 1945. Nikmat yang sangat agung yang disertai dengan takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah subhanahu wa taala. Maasyiral muslimin. Kita sebagai bangsa yang telah merasakan nikmat kemerdekaan, jangan lupa akan perjuangan para pahlawan kita. Jangan lupa akan penderitaan-penderitaan yang pernah dirasakan oleh nenek moyang kita. Untuk mudahnya, lihatlah bagaimana saudara-saudara kita yang masih terjajah di saat ini. Lihat belum lama saudara-saudara kita di Suriah dijajah oleh pemerintahnya. sehingga tersiksa, dibunuh, anak-anak, disiksa, wanita diperkosa sehingga mereka harus kabur dan dii mereka. Dan sekarang saudara-saudara kita di Gaza, di Ghazah masih dalam penderitaan dijajah oleh orang-orang Yahudi yang bangsat dan brengsek. Ketahuilah dulu nenek moyang kita tidak jauh dari kondisi mereka dengan penuh siksaan menjalani kehidupan dengan siksaan yang sangat lama. Oleh karenanya sebagai warga negara Indonesia yang baik hendaknya kita tidak lupa dengan jasa para pahlawan. Perjuangan mereka harusnya ditulis kembali dengan tulisan yang indah yang menggugah. nasionalisme yang menggugah cinta kepada kebangsaan agar generasi ke depan paham akan bagaimana perjuangan nenek moyang kita. Bahwasanya kemerdekaan ini tidak tidaklah diraih dengan mudah, tapi dengan pengorbanan harta dan darah, jiwa dan raga seluruh rakyat cinta kepada tanah airnya, tidak berkhianat kepada bangsanya. Lihatlah zaman sekarang nasionalisme mulai luntur, mulai hilang. Betapa banyak orang-orang dari negeri ini yang berkhianat kepada bangsanya. Di antara bentuk pengkhianatan yang terjadi saat ini lagi marak adalah bentuk korupsi, mencuri harta negara, menghancurkan bangsa dan negara, tidak mempedulikan rakyat demi untuk kesenangan pribadi dan keluarganya. Dan ini sudah di sebutkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Beliau beliau bersabda, "Inna rijalanillahiri falahumunaru yaumalqiamah." Sungguh akan ada sekelompok orang yang mereka mengelola harta negara tanpa hak. Itu untuk kepentingan pribadi, untuk kesenangan keluarga. Bagi mereka neraka jahanam pada hari kiamat kelak. Pantas mereka untuk mendapatkan neraka jahanam. Kenapa? Ketika mereka di dunia, mereka mengorbankan kebahagiaan rakyat yang banyak demi untuk kesenangan pribadi dan keluarganya. Inilah para pengkhianat yang tidak cinta lagi kepada negerinya. Sebagian mereka mengaku-ngaku paling nasionalis, paling cinta kepada negeri, paling tunduk kepada Pancasila dan undang-undang. Tapi itu hanyalah omongan belaka. Mereka mencampakkan nilai Pancasila dan mereka mencampakkan nilai undang-undang dan mereka rebut-rebutan korupsi berjamaah untuk menghancurkan negeri ini. Inilah pengkhianatan dan bentuk tidak menghargai perjuangan nenek moyang kita, para pahlawan kita. Sebagian mereka berkhianat dengan loyalnya bukan ditujukan kepada bangsa ini, tapi loyalnya ditujukan kepada negara luar. loyal cintanya untuk bukan bangsa ini, tapi untuk bangsa luar. Maasyiral muslimin, ketahuilah bahwasangsanya negeri kita, negeri yang kita cintai. Benar penghuninya bineka tunggal ika, banyak suku dan banyak juga agama. Tetapi nota bene, penghuni paling banyak adalah kaum muslimin dan pejuang paling banyak adalah kaum muslimin. Dan negeri ini merdeka dengan takbir dan perjuangan para pahlawan. Maka jangan pernah kita lupakan ini. Kita jaga kemerdekaan kita dan kita waspada dari bentuk penjajahan modern di mana kita tidak merdeka dalam mengatur bangsa ini, tapi diteror dan diatur oleh orang-orang yang ingin dan bercita-cita agar bangsa ini menjadi rusak dan sirna. astagfirullahumagfiru inahuahim alhamdulillahi ala ihsani wasukrulahu ala taufiqihi wamtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu lni wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan Maasyiral muslimin. Kita sebagai umat Islam, Allah mengajarkan kepada kita akan kemerdekaan kemerdekaan yang sesungguhnya. Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah seorang muslim tunduk dan taat dan hanya beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa taala sehingga dia terlepas dari belenggu dari belenggu-belenggu dunia yang ada. Siapa yang meninggalkan tauhid kepada Allah Subhanahu wa taala, maka hatinya akan diperbudak oleh dunia. Oleh karenanya, tidak ada manusia yang kosong dari sesembahan. Kalau dia tidak beribadah kepada Allah, maka dia akan beribadah kepada selain Allah Subhanahu wa taala. Bahkan Firaun yang berkata, "Ana rbukumal a'la." Dia berkata kepada penduduk Mesir, "Aku adalah Tuhan kalian yang maha tinggi." Ternyata dia juga punya sesembahan-sembahan. Allah berfirman, "Firaunsidu berkata pembesar-pembesar Firaun dari kaum Firaun." Mereka menasehati Firaun. Mereka berkata, "Wahai Firaun, apakah kau tinggalkan Musa dan kaumnya untuk melakukan kerusakan di atas muka bumi? dan meninggalkanmu dan sesembahan-sesembahanmu. Dan benar bahwasanya Firaun punya sembahan-sembahan. Kalau kita pergi ke Mesir dan kita belajar sejarah Mesir, banyak sekali sesembahan-sesembahan kaum Qibti di zaman Firaun. Sehingga Firaun juga ternyata punya sembahan-sembahan. Dan kaidah menyatakan, "Siapa yang tidak beribadah kepada Allah, maka dia akan beribadah kepada selain Allah." Hal ini telah ditegaskan oleh Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam risalah al-Ubudiyah. Siapa yang tidak menyembah Allah maka dia akan memperbudak dirinya kepada selain Allah. Apakah kepada harta dia jadi budak hartanya? Dia menyembah hartanya ataukah kepada jabatan dia menjadi budak jabatannya ataukah kekuasaan ataukah dia menjadi budak hawa nafsunya? Oleh karenanya Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Ta isa Abdul dinar, Taisah Abdul Dirham, Taisah Abdul Khamilah, Taisa Wantakasa." Celaka budak harta, celaka budak dinar, celaka budak dirham, celaka budak kain yang indah. Celaka dan tersungkur orang-orang seperti ini. Benar ada orang yang menjadi harta sebagai Tuhannya. Apapun dia kerjakan adalah untuk mengejar harta. Ada sebagian orang menjadikan jabatan sebagai Tuhannya. Tidaklah dia bergerak, tidaklah dia beraktivitas, tidaklah dia berkorban, tidaklah dia membunuh, tidaklah dia berdusta, tidaklah dia melakukan segala perbuatan kecuali untuk bisa meraih jabatan tersebut, maka dia adalah budak jabatan. Ada orang menjadi budak syahwatnya, maka dia ingin memenuhi segala perintah syahwatnya. Innan nafs laaratun. dan jiwa menyuruh kepada keburukan dan dia hanya taat kepada syahwatnya. Jadilah dia tawanan syahwatnya tersebut. Siapa yang tidak beribadah kepada Allah, tidak taat kepada Allah, maka dia jadi budak dan jadi jajahan, tidak merdeka. Adapun orang yang bertauhid kepada Allah Subhanahu wa taala, bertawakal kepada zat yang maha agung. Alal azizirahim. Wakal alal hayadzi la yamut. Bertawakallah kepada Allah yang maha perkasa, yang maha menyayangi. Bertawakallah kepada Allah yang maha hidup yang tidak mati. Maka dia akan bahagia, dia akan merdeka. Dia terlepas dari segala belunggu dunia. Di situlah dia akan merasakan ketentraman yang luar biasa. Situlah dia tidak akan tunduk kepada manusia manaun. Dia hanya tunduk kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan orang seperti ini akan diberikan keamanan oleh Allah Subhanahu wa taala. Bukankah kita ingin kemerdekaan agar kita merasakan keamanan? Siapa ingin merasakan keamanan yang sempurna, maka bertauhidlah. Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Alladinauam [Musik] [Tepuk tangan] wah muhtadun." Dan orang-orang yang beriman dan tidak mencampurkan keimanan mereka dengan kesyirikan apapun, maka merekalah orang-orang yang mendapatkan keamanan. Allah berfirman, [Tepuk tangan] Allah menjanjikan, "Siapa di antara kalian yang beriman dan beramal saleh, maka Allah akan menjadikan mereka berkuasa di atas muka bumi dan Allah akan menjadikan memperkokoh agama yang Allah ridai bagi mereka. Dan Allah akan menggantikan kekhawatiran mereka dengan keamanan dan ketentraman. Syaratnya ya'budunani w yusuna bi mereka beribadah kepadaku, bertauhid kepadaku dan tidak berbuat syirik sama sekali. Dan siapa yang bertauhid bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala maka Allah bukan hanya memberikan kebahagiaan di akhirat bahkan di dunia Allah juga berikan ketentraman. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Ahlanuqah minalaku." Seandainya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, maka kami akan bukakan keberkahan dari langit maupun dari bumi. Keberkahan, rezeki yang berlimpah, kenyamanan Allah akan berikan bagi orang-orang yang menundukkan dirinya hanya kepada Allah Subhanahu wa taala. Kalau kita mau berbicara apa yang kurang dari negeri kita? Apa yang kurang dari negeri kita? Kekayaan penuh luar biasa. Tanah yang subur, berbagai macam mineral di bawah tanah ini, berbagai macam kekayaan, tinggal kita perbaiki ketakwaan, maka negeri ini akan menjadi lebih makmur sebagaimana yang diharapkan oleh semuanya. Semoga Allah Subhanahu wa taala menjadikan negeri kita negeri yang senantiasa merdeka, negeri yang makmur, negeri yang tumbuh dalam ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa taala. Inallahikatahu nabi ya aina amanu sh alaihi wasallimu taslima