Kitab Riyaduh Shalihin #2.86: Anjuran Memudahkan Jangan Menyusahkan Orang Lain
KMKs_FYIIio • 2025-08-18
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahianiukradu
[Musik]
ilahaillallah wahdahu laarikahu
muhammadan abduhu
alaihi.
Hadirin hadirat, kita masih pada
pembahasan bab alhil wal anat tentang
lemah lembut dan tidak tergesa-gesa
dan apa kesabaran ya.
Kita masuk pada masih pada pembahasan
hadis yang keenam yang di mana Rasul
sahu al wasallam bersabda yassiru w
tuassiru wiru wiru mudahkan, jangan
susahkan, beri kabar gembira dan jangan
membuat orang lari. Pada pertemuan
terakhir pekan lalu telah kita bahas
bagaimana pernyataan
ee Syekh Muhammad bin Salh Alimin
rahimahullah bahwasanya
ee yang menjelaskan bahwasanya maknanya
masyaqah itu atau kesulitan dalam
beribadah ada dua. Yang pertama adalah
kesulitan yang tidak bisa kita hindari
ya. Seperti bangun malam, seperti
melangkahkan kaki ke masjid, tawaf, sai.
Ini kesulitan yang tidak bisa kita
hindari. Maka itu kalau kita
menjalaninya maka ee adalah ibadah.
Rasulullah bersabda, "Ajruki ala qodri
nasabik." Pahalamu sesuai dengan kadar
keletihanmu. Ya, misalnya kita hajian
tahu-tahu ada halangan sehingga kita ee
harus berjalan jauh ya karena mungkin
jalan ditutup, bis tidak bisa masuk. Ini
kesulitan tidak bisa kita hindari.
Seperti ini yang kita tidak cari
kesulitan ini. Kalau datang kita sabar
maka semakin sulit semakin dapat pahala.
Adapun kesulitan yang kedua, kesulitan
yang ee tidak melazimi dalam suatu
ibadah maka jangan dicari-cari. Maka
jangan dicari-cari. Kalau bisa pilih
yang mudah, maka jangan pilih yang
susah. Kemarin sudah kita sebutkan ya.
Karena hukum asal syariat tidak ingin
menyulitkan. Allah berfirman,
bikumus wikum
wikum fid min haraj. Kata Allah
subhanahu wa taala, Allah menginginkan
bagi kalian kemudahan dan Allah tidak
inginkan kesulitan. Kemudian juga Allah
berfirman, Allah tidak menjadikan
kesulitan dalam agama kalian. Ya. Ya.
Oleh karenanya jangan cari susah kalau
memang ada cara yang mudah. Makanya
ketika saudari dari sahabat Uqbah ya
bernazar untuk berhaji jalan kaki, maka
Rasul alaihi wasallam pun ee suruh dia
untuk naik kendaraan. Wal tarkap
hendaknya dia naik tunggangan. Ya e
fainnallaha ghaniyun anzi ukhtika
nafsaha. Kata kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Sesungguhnya Allah
tidak, Allah tidak butuh dengan sikap
saudarimu yang menyiksa dirinya dengan
memaksa diri untuk berhaji jalan kaki."
Nabi sallallahu alaihi wasallam aja
berhaji dengan naik ee kendaraan. Ya,
artinya kesulitan itu tidak di tidak
dimaksudkan. Kesulitan tidak
dimaksudkan.
Kalau orang sengaja mencari-cari
kesulitan, maka ini tidak benar. Oleh
karenanya pada pertemuan lalu telah kita
sampaikan perkataan Syekh Utsimin
rahimahullahu taala dalam syarah Riyadus
Shihin. Beliau berkata, "Kalau misalnya
engkau di musim dingin ada dua air di
hadapanmu. Ada air yang hangat, ada air
yang ee dingin, maka gunakan yang mudah
bagimu. Kalau ternyata lebih nyaman air
hangat, gunakan air hangat." Ya, selama
ada dua. Beda kalau tidak ada
penghangat, ya sudah sabar. Di situlah
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Abigil wudu alal makarih."
Sempurnakanlah wudu meskipun dalam
kondisi yang tidak menyenangkan. Yaitu
kita lagi di daerah pegunungan tidak ada
pemanas air. Mau wudu ya sudah mau apa
lagi. Tapi selama kalau ternyata ada
pilihan air hangat, air dingin, maka
jangan pilih yang dingin. Nah, ini aja
lebih susah lebih banyak pahalanya
enggak ya? Karena tidak semua yang lebih
susah lebih banyak pahalanya enggak
mesti ya. Sebagai contoh kalau kita
safar mana lebih afdal salat dua rakaat
atau empat rakaat? Dua rakaat ya tanpa
qabliah, tanpa ba'diah. Itu lebih afdal,
lebih sesuai dengan sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Jesti lebih
banyak, lebih capek, lebih banyak
pahala. Bahkan ee kalau bisa mudah
kenapa cari yang su susah? Ya. Ya.
Demikian juga kata beliau, saya bacakan
wa yumkinu anahuja alaratinahja
al bairin wasarah ashal fal hajuju
alarati afdal. Kalau mungkin bagi engkau
untuk haji naik mobil atau naik unta dan
ternyata lebih mudah naik mobil ya haji
dengan naik mobil jangan naik on unta.
Ya fal muhim anna kulla kana aisar fahua
afdolu maam yakunman. Intinya kata Syekh
Utsimin rahimahullahu taala, segala
sesuatu yang lebih mudah itu lebih afdal
selama bukan do dosa. Karena Aisyah
radhiallahu anha berkata nanti akan
datangkan hadisnya pembahasan secara
tersendiri yaitu kata Aisyah kana Rasul
sallallahu alaihi wasallam ma yukir
baina aisarahuma malam yakunman.
tidaklah Nabi di hadapan dia ada dua
pilihan kecuali dia akan pilih yang
lebih mudah selama bukan merupakan dosa.
Oleh karenanya kata Syekh Utsimin, unzur
ilum lihatlah bagaimana ibadah puasa.
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "La
yazalunasuirin majalul fitar."
Senantiasa manusia dalam kebaikan jika
menyegerakan berbuka. Rasulullah tidak
suruh tunda buka biar tambah haus gak.
Kalau begitu matahari terbenam, segera
berbuka
dan pahalanya lebih besar dan itu lebih
mudah. Ya. Sebaliknya ketika sahur kata
Rasul sahu alaihi wasallam, waakharus
sahur dan mengakhirkan sahur ya. Nah,
jangan kita sahur jam .00 malam, jam .
malam cepat lapar ya. Tapi kalau kita
sahur menjelang subuh, menjelang azan,
maka kita lebih kuat dan itu lebih
afdal. Itu lebih afdal.
Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam
bersabda
ee wala tuassiru jangan ee jangan
merepotkan, ya. Jangan merepotkan ya
dalam segala aktivitas jangan merepotkan
orang lain. Dalam dakwah jangan
merepotkan orang lain ya. Jangan
menyulitkan orang lain ya.
Eh kemudian kata Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam, "Basyiru," yaitu
kata Syekh Utsimin, "Yakni ijalu thqokum
daiman al bisyarah. Jadikanlah jalanmu
senantiasa ada kabar gembira." Ya, beri
kabar gembira buat dirimu dan juga beri
kabar gembira kepada orang lain.
Maksudnya apa? Kata beliau, "Jika kau
melakukan suatu amalan, maka
bergembiralah." Yaitu berilah
kegembiraan pada dirimu. Ya kau
husnuzon, insyaallah amalanku diterima.
Insyaallah Allah mudahkan jalan.
Insyaallah dipermudah oleh Allah
subhanahu wa taala. Dalam hati kita
istifsyar yaitu kita gembira dan kita
husnuzan kepada Allah subhanahu wa
taala. Makanya Rasulull sahu alaihi
wasallam yjibuhul fa'lu. Rasul sahu
alaihi wasallam suka kalau ada alfaal.
Fa'al itu optimis ya. Sementara
Rasulullah tidak suka tasyaum. Tasyaum
itu pesimis ya. Ada ada burung ini. Wah
ada burung hantu. Ah ini kayaknya ada
yang mati. Ngapain ada burung hantu?
Ada ini kayaknya begini. Jadi enggak
kita optimis ada kita dengar orang
namanya bagus wah namu bagus insyaallah
Allah datangkan baikan ini enggak
apa-apa karena namanya husnudan husnudan
kepada Allah alfa'lu Rasulullah suka
Rasulullah kalau mendengar orang namanya
bagus Rasulullah suka ya karena ee apa
namanya Rasulullah husnuzan kepada Allah
dengan nama yang baik ini semoga
dimudahkan urusan namanya alfa'lu
optimis tapi kalau tasyaum
ate tiarah yaitu mengkait-kaitkan
keburukan dengan nama dengan waktu itu
suudan kepada Allah Subhanahu wa taala.
Oleh karya kalau kita beramal saleh maka
kita ee mudah-mudahan diterima.
Insyaallah diterima. Kita bertobat
insyaallah Allah terima tobat tobat kita
seperti itu ya. Kita berusaha insyaallah
dimudahkan, insyaallah ada hasilnya. Ee
kita dakwah insyaallah mereka terima
seperti itu. Jadi kita berusaha
memudahkan diri kita dan juga memudahkan
orang orang lain. Jangan enggak percuma
kau dakwahi dia. Percuma. Hatinya sudah
terkunci gemboknya tujuh. Percuma. Jadi
sudah buat orang putus asa duluak
percumaak enggak bisa enggak bisa sudah
enggak usahlah enggak usah enggak bisa
enggak enggak enggak ada faedahnya ya
artinya
Nabi Nuh alaihi salam berdakwah sampai
1950 saya kalau pikir Nabi Nuh alaihi
salam berdakwah 950 tahun siang malam
terang-terangan secara
sembunyi-sembunyi.
Ya.
Eh sampai akhirnya uhya ila nuhin annahu
ymika
qod aman. Setelah itu baru Allah
kabarkan, "Wahai Nuh, yang beriman cuma
ini aja, enggak ada lagi yang bakalan
beramal. Tidak yang akan beriman cuma
sekitar 80 orang. Baru Nuh kemudian
berdoa agar mereka binasa." Sebelumnya
Nuh alaihi salam tidak pernah berdoa
agar mereka binasa. Nuh selalu bersabar,
bersabar, bersabar sampai Allah kabarkan
cuma ini saja yang beriman. Tidak ada
lagi selain ini. Maka Nuh lihat di situ
Alaih Salam sebaiknya mereka meninggal
karena kalau mereka tidak bakalan
beriman dan mereka beranak-pinak semakin
banyak orang kafir semakin rusak bumi
ini, semakin banyak kerusakan, semakin
banyak dakwah menuju kekufuran. Mending
mereka binasa baru Nuh Alaih Salam
berdoa agar mereka binasa. Ya,
sebelumnya enggak. Sebelumnya enggak.
Ya, oleh karenanya seorang kalau ee
beribadah
dia basyiru beri kabar gembira pada
dirinya sebelum kepada orang-orang.
Kalau dia berdoa insyaallah dikabulkan.
Insyaallah dikabulkannya. Insyaallah
dimudahkan. Allah kasih saya ilham untuk
berdoa, berarti ada jalan keluar,
berarti ada solusi. Ya, seperti itu.
[Musik]
Ee
demikian juga misalnya kalau kita pergi
apa namanya menyung orang sakit, sabar
insyaallah insyaallah sembuh. Jangan
kita bilang, "Aduh, kayaknya entar lagi
kau nih."
Jadi psikologi dia sudah jatuh, dia
sudah bentar lagi ya, bentar lagi ketemu
bidadari. Insyaallah
dia sudah putus asa, ya. Jangan. Jadi
kita kasih semangat. Insyaallah
insyaallah sembuh, insyaallah mudah,
insyaallah sabar, insyaallah ini ujian,
insyaallah ada solusinya. Ya seperti
jadi kita jangan kita beri kabar
gembira. Ini berhasil enggak berhasil
urusan Allah Subhanahu wa taala ya.
Berhasil enggak berhasil, sembuh enggak
sembuh urusan siapa? Allah. Tapi kita
jangan buat orang putus asa. Ya. Apapun
kesulitan dihadapi, yang buat putus asa.
Insyaallah mudah. Coba dulu. Insyaallah
jangan putus asa. Belum dicoba. Coba
dulu ya. Ya, coba dulu.
Ya,
seperti diceritakan ada seorang wanita
ngeluhkan suami. Suami saya sulit, sulit
sulit, sulit, sulit. Caranya gampang itu
ada singa. Coba kasih makan. Akhirnya
perempuan itu kasih makan. Caranya mau
dekat singa nga. Takut lama-lama tapi
pelan-pelan dekat kenalan. Akhirnya dia
bisa kasih makan apa? Singa. Singa aja
bisa kasih makan apalagi suamimu
singa yang sangat itu bisa kau cari trik
supaya bisa kasih makan dia. Apalagi
suamimu yang buka. Cuma seekor kucing
bukan bukan singa. Maksudnya kalau
seorang wanita niat untuk menundukkan
suaminya dengan trik-trik, dengan
cara-cara harusnya bisa. Harusnya apa?
Bisa. Maksudnya jangan kita buat orang
putus asa. Coba usaha dulu. Usaha dulu
seperti itu. Kemudian kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Wala
tunaffiru." Jangan buat orang kabur.
Jangan buang orang apa? Repot. Ya,
seperti ee ketika Nabi menegur Muad bin
Jabal radhiallahu taala anhu. Muad bin
Jabal dia salat dua kali. Dia salat
bersama Nabi di Masjid Nabawi. Setelah
itu dia pulang, dia salat mengimami
kaumnya. Ketika dia pulang salat mengg
kaumnya,
dia salatnya panjang.
Padahal orang mau istirahat besok mau
kerja. Akhirnya ada salah seorang jemaah
yang begitu tahu Muad baca surah
Albaqarah. Waduh, Albaqarah lagi.
Akhirnya dia niat apa? Mufaraqah.
Akhirnya dia salat sendiri. Dia lanjutin
sendiri. Assalamualaikum. Asalam pergi.
Dan ini boleh. Orang boleh niat
mufaraqah meninggalkan, memutuskan dari
makmum menjadi salat munfarid, menjadi
salat sendiri. Kalau kondisi darurat.
Seperti antum lagi salat tahu-tahu nama
antum dipanggil di bandara. Si fulan, si
fulan. Oh, nama saya ini. Sudah salat
sendiri kabur. Ini boleh ya karena
darurat. Atau misalnya antum salat,
antum imam ini baca bakalan lama,
sementara antum mau muntah. Kalau saya
tahan lagi, saya enggak kuat, saya
bakalan jatuh. Ya sudah selesaikan
segera kemudian apa? Pergi. Ini boleh
kalau ada ee haja atau kebutuhan
mendesak. Seperti Muad bin Jabal
radhiallahu anhu ketika dia ee jadi
imam. Ada jemaah yang ini kelamaan
Albaqarah kapan selesainya?
Mending saya niat mufaraqah berpisah
dari imam kemudian dilanjutkan dia
sendiri. Setelah itu, Muad bin Jabal pun
dikabarkan ada jemaah tadi yang salat
lanjut sendiri. Maka Muad berkata,
"Nafqa fulan." Dia telah munafik. Dia
telah apa? Munafik. Orang ini ketika
dibidang oleh Muad munafik, maka dia pun
tersinggung. Maka dia lapor kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Kenapa dia
niatkan mufaraqah salat sendiri? Karena
salatnya terlalu panjang. Maka Rasul
sahu alaihi wasallam pun panggil Muad
bin Jabal. Kemudian Rasul sahu alaihi
wasallam pun ee menegur kata Rasul sahu
alaihi wasallam, "Inna minkum
munafirin." di antara kalian ada yang
membuat lari orang orang lain. Yayyukum
amas falyukif. Siapa di antara kalian
jadi imam maka ringankanlah. Jadi imam
ringan jangan panjang-panjang. Di
belakang kalian ada orang sakit, ada
orang tua, ada yang punya kebutuhan. Ya
jangan jadi imam. Murajaah waktu jadi
imam. Murajaah di rumah. Mumpung jadi
imam, murajaah baca enggak jadi imam. Di
belakang banyak orang susah. Ya, bahkan
dalam riwayat Rasulullah tegur dengan
perkataan yang keras. Kata Rasul sahu
alaihi wasallam, "Affatanun anta ya
Muad, kau pembuat fitnah wahai Muad.
Aina anta minibikal." Kenapa kau tidak
baca surat sabihbikal aa? Ya, kemudi
yaksya. Ada surat-surat yang pas dibaca
ketika salat Isya, yaitu apa namanya?
Eh, awasitul mufassal yang tengah-tengah
ya.
Gasiah. Kemudian apa? Walla yama
ya surat at-Tqwir. Kenapa baca surah
Albaqarah? Rasulullah tegur keras kepada
Muad bin Jabal radhiallahu taala anhu.
Maka kita dakwah jangan bikin orang
berat. Pelan-pelan, pelan-pelan,
pelan-pelan
ya. Kalau mengajak dia sedekah juga
pelan-pelan. Baru ngaji. Eh, ada R
miliar kah? Wih, R miliar. Memang dia
memang uangnya banyak. Tapi jangan
langsung tembak begitu ya. Kadang-kadang
orang enggak siap. Pelan-pelan.
pelan-pelan ya, maksa dia, maksa dia.
Akhirnya orang kabur, orang lari ya
mengesankan agama ini berat, susah, ee
repot ya. Di situlah perlu hikmah bagi
seorang seorang dai.
Saya pernah salat di satu daerah ee ini
masjid umum yang salat, Ikhwan kenal,
saya kenal ustaz, dia baca rakaat
pertama
surat panjang. Pokoknya kalau misalnya
surat ee misalnya dia baca surat ee apa
namanya? Tabarakalladzi biyadihil mulk
itu satu rakaat. Satu rakaat. Masyaallah
panjang ini. Bagi saya gak tapi bagi
orang awam apa? Berat. Panjang loh itu
ya. Misalnya surah at-Tur satu rakaat.
Surah misalnya wadzariyati darwa satu
rakaat. Wah ini panjang ya. Di
masjid-masjidil Haram aja enggak begitu.
Maksudnya
ini ngal-ngalin Masjid Nabawi panjang
sekali.
Sampai saya setelah itu saya pulang,
saya tanya sama panitia, "Itu memang
begitu kan ee panjang begini masyarakat
kuat enggak?" Kata dia, "Enggak, Ustaz."
Makanya ada orang kalau lihat ustaz itu
jadi imam langsung dia pulang salat ke
rumah katanya. Eh, waduh enggak mending
pulang.
Jadi berat ya artinya beda kalau kita di
pondok. Di pondok memang memang
murid-murid hafal Quran, murajaah ya.
Murid-murid kita sendiri yang sudah
memang kita biasa ya.
Ada yang seperti itu. Ada ya
Tib. Jadi ee basyiru wala tunaffiru,
yassiru wala tuassiru. Mudahkan, jangan
repotkan, beri kabar gembira, jangan
membuat orang lari. Ya, di sini
menunjukkan kelaziman ya, hukum asal.
Kalau Rasulullah mengatakan basyiru,
beri kabar gembira seakan-akan sesekali
gak apa-apa, sesekali bikin susah gak.
Ketika Rasul mengatakan basyiru mereka
bergembira jangan sekali-sekali bikin
lari berarti
asal hukum dakwah kita memudahkan
sama yasiru mudahkanlah. Kalau
Rasulullah hanya mengatakan yasiru
mudahkanlah seakan-akan sesekali kita
susahin enggak apa-apa tapi Rasulullah
timpali setelah itu yassiru wala
tuassiru jangan bikin repot. Ini
penjelasan Imam Nawawi rahimahullah
menunjukkan bahwasanya ee taisir
memudahkan itu suatu yang melazimi. Ini
hukum asal. Melazimi selalu memudahkan,
tidak merepotkan, selalu memberi kabar
gembira tidak membuat la lari. Tidak
membuat lari. Ya,
maka
seorang ee mengambil fikih dakwah
seperti itu. Tib kita lanjutkan
ee hadis berikutnya. Wa jarir bin
Abdillah radhiallahu anhu radhiallahu
anhu qala samu Rasulullah sahu alaihi
wasallam yaakul aku mendengar Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam bersabda
man yuhir riifqo yuhramil khairo kullahu
ya man yuhram yuhramir rifq itu di
majzum ya siapa yang terhalang dari
kelembutan maka dia telah terhalangi
dari segala kebaikan yuh rifq yuhilir
kullahu
ee ini tentang keutamaan berbuat
kelembutan. Nabi mengatakan, "Siapa yang
terhalangi dari sifat lembut, maka dia
akan terhalangi dari banyak kebaikan."
Kenapa? Karena sifat lembut ini
dibutuhkan dalam segala urusan. Urusan
sama pasangan hidup ya harus lembut,
sama anak-anak butuh kelembutan,
sama pegawai butuh kelembutan, apalagi
sama atasan, sama tetangga butuh
kelembutan, sama kakak adik butuh
kelembutan, sama kendaraan kita juga
kita perlu lembut. ya. Banyak hal kita
perlu dengan tenang, dengan penuh lembut
dalam ee mengoperasikan suatu butuh
kelembutan, tidak tergesa-gesa, ya.
Sehingga kalau ada seorang kehilangan
sifat kelembutan, maka dia akan
terhalangi dari banyak kebaikan. Sama
istrinya masalah, sama anaknya masalah,
ribut sama tetangganya, ribut sama
kawannya, ribut sama orang tuanya, sama
kakaknya, sama adiknya. Kenapa? Karena
dia tidak lembut. Dan kalau orang tidak
lembut, maka potensi bermasalah sama
bahkan masalah sama mobilnya. Mobilnya
enggak nyali, dia cabut setirnya
misalnya.
Sedikit emosi. Sedikit apa? Emosi. Kalau
dia suka hilang kelembutan, maka dia
akan kehilangan dari banyak apa?
Kebaikan. Karena muamal dalam segala
sesuatu butuh apa? Butuh kelembutan.
Hukum asal. Tapi kalau dia melakukan
sesuatu dengan lembut, dengan tenang,
maka dia akan mendapatkan banyak
kebaikan. Maka ee mafhum mukhalafah dari
hadis ini, siapa yang diberi kelembutan
oleh Allah Subhanahu wa taala maka dia
akan mendapatkan seluruh keba kebaikan.
Lihatlah sabda Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Aradallah biahli baitin
khairan adkala alaihim rifq. Kalau Allah
menghendaki kebaikan pada suatu rumah
tangga, Allah masukkan kelembutan dalam
rumah tangga tersebut. Dalam riwayat
yang lain, eh idza ahabballahu ahl
baitin adkhala alaihimu riifq. Kalau
Allah mencintai suatu keluarga, Allah
masukkan dalam keluarga tersebut
kelembutan. Sungguh indah rumah tangga.
Suami berkata bertutur kata halus, istri
bertutur kata halus. Tidak ada teriak
sana teriak sini. Ya, manggil istri
dengan kata-kata yang lembut. Istri
manggil suami dengan kata-kata penuh
penghormatan. Rumah tangga bahagia
dicintai oleh Allah. Didatangkan
keberkahan oleh Allah subhanahu wa
taala. Dan akan banyak kebaikan.
kebaikan tersebut muncul juga pada
anak-anaknya. Anaknya pun demikian,
bersikap lembut dan seterusnya.
Tapi kalau sudah kasar maka banyak
kebaikan yang akan terluput darinya,
terhalang darinya. Hadis berikutnya. Wa
Abi radhiallahu taala anhu an rajulan qa
lin shallallahu alaihi wasallam. Ada
seorang berkata kepada Nabi, "Aini ya
Rasulullah berilah wasiat kepadaku."
Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "La
taqd jangan kau marah."
miraran. Dia ulangi lagi, "Berilah
wasiat kepadaku." Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "La taqd." Dia minta ulang
lagi. "Ya Rasulullah, berilah wasiat
kepadaku." Kata Rasulullah, "La takdab.
Jangan marah." Hadis riwayat Bukhari.
Ee orang ini minta wasiat dari Nabi.
Ketika Rasulullah mengatakan, "Jangan
kau marah." Dia menganggap wasiat
kurang. Mungkin ada yang lebih bagus
daripada ini. Ya, jangan marah. Emang
kenapa? Semua orang juga ya. Jangan
marah ya. Orang semua tahu jangan marah.
Baik, ya. Tapi adakah wasiat yang lebih
daripada ini? yang lebih spesifik, yang
lebih bernilai. Ternyata Rasulullah
tidak kasih wasiat lain sampai dia ulang
berulang-ulang berulang kali tetap
jawaban sama. La taqlab. Seakan-akan dia
ingin wasiat lain, tetap Rasulullah
suruh wasiat tersebut. Tentunya banyak
sahabat yang minta wasiat dan jawaban
Nabi berbeda-beda.
Dan ini menunjukkan Rasulullah berfatwa
atau memberi nasihat ee menyaksikan
memperhatikan alfuruql fardiyah itu
perbedaan psikologi masing-masing orang,
sifat orang-orang ya. Seperti ketika Abu
Hurairah dan
Abu Dzar minta wasiat, maka Rasul sahu
alaihi wasallam mengatakan eh tiga
perkara. Sebagai kata Abu Hurairah,
khili balasannya
kekasihku yaitu Rasul sahu alaihi
wasallam kata Abu Hurairah, kekasihku
yaitu Rasul sahu alaihi wasallam
berwasiat kepadaku dengan tiga perkara.
Di antaranya alwit qoblan naum yaitu
tidur eh apa? salat witir sebelum tidur
siamu salti ayam syahr kemudian puasa 3
hari dalam dalam sebulan warakat duha
dan dua rakaat salat dhha wasiat sama
juga diberikan kepada Abu Dzar jadi
tergantung ada yang mengatakan Abu
Hurairah adalah penuntut ilmu sehingga
terkadang dia begadang tidurnya larut
maka baik bagi dia untuk salat malam
sebelum ti sebelum tidur sebelum tidur
beda-beda orang ya ee dan
untuk wasiat jangan marah. Disebutkan
ada beberapa sahabat yang datang atau
beberapa riwayat. Dalam sebagian riwayat
sahabat yang berkata Rasulullah dullani
ala amalin id amiltakul dakul jannah. Ya
ee wala tuksir alaiya. Dia mengatakan,
"Ya Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku
suatu amalan yang jika aku melakukannya
ya amalan yang mudah. Aku masuk surga
tapi jangan jangan banyak-banyak
amalnya. Ada enggak amal sedikit saya
lakukan masuk surga?" Kata Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam, "La taqd wakal jannah."
Jangan kau marah maka kau masuk surga.
Apakah ini orang sama atau orang lain?
Wallahuam. Ya, disebutkan dalam kitab ee
oleh Ibnu Rajab al-Hambali ya. Dalam
riwayat yang lain juga ada seorang
berkata, "Ya Rasulullah, dullani ala
amalin
yubaiduni minabillah."
Ya Rasulullah, tunjukkanlah aku suatu
amalan yang menjauhkan aku dari
kemurkaan Allah. Kata Nabi, "La taqd."
Jangan marah. Jangan marah ya. Kalau
kalau kau tidak marah, Allah pun tidak
marah kepadamu. Aljazail amal pas dengan
perbuatan. Jadi ada tiga riwayat. Satu
minta wasiat. Satu ingin amalan yang
mudahkan masuk surga. Satu ingin amalan
menjauhkan dari neraka dari kemurkaan
Allah. Jawabannya sama. Nabi mengatakan
la takdab. Apakah ini riwayat Rasulullah
wasiat kepada tiga orang atau orang yang
sama dengan berbagai macam redaksi?
Wallahuam bisawab. Tetapi intinya wasiat
ini sangat penting. La tagqab. Jangan
marah. Jangan marah. Dan ini menunjukkan
bahwasanya orang yang ya yang baik
adalah orang yang tahammal. Dia mudah
sabar, tidak cepat tidak cepat marah.
Disebutkan dalam riwayat orang ini
merenungkan,
aku merenungkan tentang wasiat Nabi.
Nabi kau bilang jangan marah, jangan
marah, jangan marah.
Faidal gad jim syarhi. Ternyata saya
dapati bahwasanya kemarahan adalah kunci
segala keburukan. Kunci segala keburukan
adalah marah. Karena orang kalau sudah
marah dia tidak bisa mengontrol dirinya
dan akhirnya dia melakukan
tindakan-tindakan yang di luar kontrol
yang tidak terduga dampaknya.
Dan demikian juga dia berkata berucap
kata-kata yang di luar kontrol sehingga
dampaknya terkadang lebih tidak dia
duga. Ya, betapa banyak perceraian
gara-gara apa? Marah.
Asalnya suaminya enggak marah, tapi
istrinya bikin marah. Ceraikan aku kalau
kau jantan. Waduh, ini kurang ajar kamu.
Dia bikin marah. Kalau kau laki-laki
ceraikan saya. Ini kan kurang ajar
perempuan seperti ini. Akhirnya harusnya
kalau kamu laki-laki jangan terpancing.
Yang terpancing baper tuh perempuan.
Bilang justru saya laki-laki saya tidak
ceraikan engkau. Duduk situ diam.
Kalau laki terpancing akhirnya jatuhkan
apa? Cerai. Ya, betapa banyak orang ya
akhirnya marah sama anaknya. Akhirnya
berpisahlah anak dan orang tuanya ya.
Betapa banyak gara-gara marah terjadi
bunuh-bunuhan
antara seorang dengan seorang, antara
kabilah dengan kabilah, antara klub
dengan klub. Banyak gara-gara apa?
Marah. Ya, oleh karenanya marah ini
sumber segala bencana ya. Sumber segala
bencana. Maka seorang berusaha tidak
marah ya. meskipun muncul potensi untuk
marah masak itulah dia tahan dirinya
makanya rasul sahu alaih wasallam
mengatakan laisasadidu bisurah
innamaadidu man yamlik nafsahualab
bukanlah orang pegulat sejati atau
jagoan sejati adalah yang menang dalam
pergulatan, dalam perkelahian tetapi
jagoan yang sesungguhnya adalah yang
bisa mengontrol dirinya ketika sedang
sedang marah dia kontrol dirinya
sehingga dia tidak ee melakukan di luar
daripada ya di luar kontrol maka Maka
orang seperti ini orang yang dipuji oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Orang
jangan jangan suka marah ya. Jangan suka
suka marah.
Sampai saya ketemu dengan seorang yang
selalu marah-marah. Ada sampai ketika
itu ada yang tegur dia,
"Pak Ustaz, jangan marah-marah.
Saya tidak marah. Saya kalau ngomong
memang begini." Ya, itu namanya marah,
Pak Ustaz. Ini saya tidak marah lah. Mau
kamus mau dirubah ya. Namanya marah itu
teriak, keluar urat. Itu namanya marah.
dalam bahasa Indonesia ini Pak Ustaz
pakai bahasa apa ya? Mau kamus mau dia
rubah. Dia bilang saya memang saya
begini cara ngomongnya. Saya tidak
marah. Waduh. Saya bilang ini istrinya
kasihan di rumah kalau tiap hari begini.
Ini tidak marahnya seperti ini.
Bagaimana marahnya? Ya orang bicara
baik-baik ya.
Sebagian orang malah bangga. Saya ini
pemarah y. Pemarah kok dibanggain ya?
Saya temperamen ya. Ya, itu tidak baik.
Hal yang buruk kenapa di dibanggakan?
Tapi maka seorang berusaha untuk
meninggalkan sikap suka marah. Marah
boleh sesekali kara karena Allah
subhanahu wa taala. Tapi jangan
menjadikan suatu kebiasaan
ya. Kecuali dalam kondisi terpaksa. Itu
pun mengontrol diri. Marah karena Allah
subhanahu wa taala ya bukan kemudian
kesetanan sehingga dia lepas kontrol.
Karena kalau seorang marah, ada setan
yang sedang membisikan yang membuat dia
emosi. Makanya di antaranya untuk
meredakan marah dengan berwudu ya karena
kemarahan dari apa? Sy setan. Maka dia
harus ingat dia sekarang sedang
dikontrol oleh setan maka segera dia
kontrol dirinya. Bisakah orang marah
dengan mengontrol diri? Bisa. Dalam
jihad orang bisa marah tapi dengan
mengontrol apa? Diri. Seorang bisa marah
kepada istrinya tapi mengontrol diri.
Bisa marah sama anaknya tapi dia bisa
kontrol diri. Ini marah yang terarah.
Ini pun bukan hukum asal. Hukum asal
seorang tidak marah, berusaha
menyebarkan dirinya.
Hadis berikutnya. Waan Abi Ya'la Syaddad
bin Ausin radhiallahu anhu an
Rasulillahi sallallahu alaihi wasallam
dari Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Beliau bersabda ini masih
dalam bab tentang lemah lembut ya.
Innallaha katabal ihsana ala kulli.
Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat
ihsan dalam segala perkara. Faid
qataltum faahsinulitlah. Kalau kalian
membunuh maka bunuhlah dengan cara yang
baik. Waabahtum faasinha. Kalau kalian
menyembelih maka sembelihlah dengan cara
yang baik. Walyuuhidda ahadukum
syafratahu walurihu. Hendaknya salah
seorang dari kalian ketika akan
menyembelih dia tajamkan pisaunya
kemudian dia mudahkan sembelihannya. Ya.
Hadis riwayat Muslim
ini ee tentang keutamaan berbuat ihsan,
berbuat baik. yang ini mengisyaratkan
akan adanya kelembutan. Kelembutan ya.
Bahkan digambarkan pada perkara yang
paling buruk itu membunuh orang. Ada
orang berhak untuk dibunuh. Misalnya
dalam peperangan misalnya orang tersebut
terkena hukum H harus di ee penggal
kepalanya
atau diraja misalnya ya atau dikisos
orang tersebut ya. Maka ketika pun
membunuh harus dengan cara yang yang
baik ya.
Maksud saya Rasulullah mengatakan Allah
mewajibkan ihsan. Bahkan perkara
kemurkaannya pun tidak boleh sembarang
dalam membunuh. Makanya Rasul sahu al
wasam orangang mutlah dalam muslah dalam
peperangan. Gak boleh orang kemudian
mencabik-cabik mayat, merobek-robek,
mutilasi menci enggak boleh dalam Islam.
Enggak boleh. Sudah meninggal selesai.
Sudah meninggal apa selesai. Bukan
kemudian dicabek-cabek, kemudian di
pajang di tiang semua orang suruh lihat
ya atau dimasukkan di ini supaya
diludah-ludiin orang enggak ya. Ya,
kalau mati sudah selesai ya. Bahkan
ketika Rasulullah dalam perang Badar
para orang-orang kafir mati dikuburin.
Rasulullah masukin ke sumur yang penting
sudah selesai mereka sudah mati. Ya
bukan kemudian disuruh belasendam,
dicabik-cabik robek-robek kau yang
kurang ajar. Enggak. Karena itu
dilarang. Maka untuk membunuh pun dengan
cara yang ee baik ya.
Ee
kemudian Syekh Utsimin rahimahullah ya
menyebutkan juga tentang misalnya
membunuh tadi membunuh manusia yang
berhak untuk dibunuh ya
ada yang tidak baik ya seperti disebut
seba ulama ya seperti ini terjadi di
kalangan Arab bahkan saya saya punya
kawan juga mengalami demikian jadi kalau
ada satu kabilah dibunuh
mereka balas bukan dengan orang dicari
orang yang paling baik di kabilah
lawannya. Misalnya ada satu orang awam
dari satu kabilah A dibunuh oleh kabilah
B. Kabilah A balas nama apa caranya? Dia
cari orang yang paling dihormati di
kabilah B. Untuk apa? Tasyafi untuk
melampiaskan dendam agar membalas dengan
cara yang lebih buruk. Kalau bunuh yang
sama orang awam enggak. Sampai ada kawan
saya dia orang paling terpandang di
kabilahnya. Dia kuliah,
dia mau dibunuh karena dia yang paling
alim di situ.
Ngeri. Dia yang paling alim, maka dia
dicari-cari, dikabur. Ya, karena mereka
tidak membunuh orang biasa. Kalau bunuh
orang biasa katanya apa? Sama satu sama
satu. Enggak. Kita bunuh yang paling top
di antara mereka biar mereka jengkel.
Ini bisa berkelanjutan. Akhirnya ini
kabilah A bunuh B. Balas lagi. Cari yang
paling alim dari yang paling terkenal.
Entah kepala sukunya entah apa orang
berpendidikan dibunuh. Dia tanpa ada
dosa sama sekali.
ini ngawur dalam cara membunuh. Ngawur
dalam cara membunuh. Seperti dilihat
bagaimana model peperangan orang-orang
non muslim. Semua cara mereka lakukan.
Pembantaian dengan bahan kimia apapun
mereka lakukan. Mereka cincang mereka.
Islam bahkan dalam membunuh yang benar.
Membunuh karena ada hak untuk dibunuh
pun harus dengan cara yang yang baik.
Dengan cara yang yang baik.
Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Waahumha,
[Musik]
demikian juga kalau kau ingin
menyembelih." Ya, bagaimana cara berbuat
ihsan? Berbuat baik dalam menyembelih.
Ya, ya disembelih tapi cara berbuat
ihsan. Rasulullah berkata, "Asyah
rahimtaha rahimakallah." Ada seorang
datang, "Ya Rasulullah, saya mau
nyembelih menjelih kambing, tapi saya
kasihan." Kata Rasulullah, "Kambing
kalau kau sayang sama dia, Allah akan
sayang kepadamu." Artinya kalau kau
kasihan, maka kau sembelih dengan cara
yang yang baik. Jangan kasihan kemudian
enggak dimakan. Memang Allah ciptakan
buat dimakan.
Ah caranya bagaimana? Cara yang baik
caranya kata Nabi, di antaranya
tajamkanlah pisaumu. Ya, pisaumu,
belatimu, tajamkan. Sehingga ketika
menyembelih dengan dengan mudah. Kalau
tidak kasihan ya kambingnya atau sapinya
ya. Ada kawan kemarin dia menyesal dia
punya alat beratih yang tajam. Biasanya
dia sudah tajamkan sebelum acara Idul
Adha. Kemarin dia lupa. Dia pikir dia
sudah kirim ke tukang apa ya, tukang
asah. Ternyata belum. Ketika dia ini,
wah berat. Kasihan sapinya menderita
karena dia butuh waktu yang lama untuk
nyembelih sapi tersebut karena belatinya
tidak tajam maka seorang nyembelih
dengan cara yang baik. Demikian Syekh
Utsim rahimahullah juga berkata, "Di
antara cara menyembelih yang baik,
misalnya menyembelih kambing yaitu
ditidurkan di lambung kiri kemudian kaki
tindih ke lehernya, tangan kiri pegang
kepalanya kemudian sembelih dengan
tangan kanannya. Jangan kaki dan kakinya
diikat. Jangan jangan lima orang. Satu
orang pegang kaki kanan, satu orang peg
kaki kiri kemudian kaki kiri kemudian
akhirnya kambing itu malah susah dia
malah tegang sehingga darahnya tidak
lancar. Biarkan aja kakinya gerak. Yang
penting bagian airnya disembelih. Satu
orang sudah cukup. Saya enggak pernah
nyembelih. Ya, ini cuma saya cerita aja.
Saya ayam aja belum pernah nyembelih.
Kalau makan ayam sering
saya kata saya tidurkan sebelah lambung
kiri dengan kemudian kaki pijakan
lehernya, tangan kiri pegang kepala
kemudian apa? Sembelih. Ya. Kemarin
waktu mau nyembelih sapi, "Ustaz
sembelih." Aduh saya ini percobaan
pertama janganlah kasihan saya nonton
aja. L mungkin kalau kambing mau saya
coba. Tetapi kalau sapi enggak tega,
saya enggak tega ya. Khawatir saya
enggak pintar. Akhirnya sapinya yang
menderita. Maka berbuat baiklah dalam
menyembelih. Caranya dengan seperti
tadi, sehingga ketika bergerak-gerak
ee darahnya mudah keluar. Kemudian
sebelum dia diam jangan dulu dikuliti.
Bagian sapi sembelih dia masih
gerak-gerak langsung dikuliti. Kasihan
dia masih ada rasa buktinya dia masih
apa? Gerak-gerak. Coba tanyain kalau
enggak percaya.
Masih gerak-gerak. Sudah dikuliti.
Kasihan. Tunggu dia tenang dulu, biarin
sampai selesai baru dikulitin. Ya.
Kemudian jangan asah pisau di depan mata
dia. Kasihan dia mati dua kali. Mati
pertama sudah lihat pisau tersebut. Atau
jangan sembelih temannya di hadapan dia.
Kalau bisa dipisahin. Kambing juga hewan
juga punya pera perasaan. Begitu lihat
temannya disembelih
langsung dia sudah kasihan. Jadi
terbunuh dua kali. Ya, oleh karena ini
perlu diperhatikan kalau kalau
menyembelih pun sembelihlah dengan cara
yang ee yang baik dengan penuh
kelembutan sehingga yang penting ee
tujuan tercapai.
Bahkan kata Syekh Utsimin, hewan-hewan
ada hewan-hewan
yang memang dibolehkan untuk dibunuh.
Hewan-hewan kita bisa bagi tiga. Ada
hewan-hewan yang mulai dibolehkan untuk
dibunuh karena kebutuhan seperti sapi,
kambing. Kita mau makan. Ada hewan-hewan
yang memang harus gak nakak disunahkan
dibunuh karena mengganggu. Hukum asal
mereka mengganggu. Seperti kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, khams minal
fawasiq yuk wal haram. Lima hewan yang
fasik yaitu yang keluar dari kebiasaan
hewan-hewan yang lain, hewan kurang ajar
dibunuh di tanah haram maupun tanah
halal. di antaranya ee ular ya akrab apa
namanya ee
kalajengking. Alkalbul akkur yaitu
anjing yang kemudian menggigit yang
mengganggu ini boleh di dibunuh. Di
antaranya
algurab yaitu maksudnya ee gagak yang
ada putihnya ya itu mengganggu manusia.
Adaah ada hewan yang suka mencuri. Ada
itu hewan yang suka nyopet. Hewan tukang
nyopet. Hewan seperti ini mengganggu
manusia kata Nabi dibunuh, dianjurkan
untuk dibunuh. Di antaranya juga cicak
ya, cicak kotor kadang bawa penyakit
jatuh ke apa namanya? Ke makanan maka di
dibunuh. Hewan seperti ini disunahkan
untuk dibunuh.
Ada hewan yang dilarang untuk dibunuh
seperti semut ya, kecuali dia
mengganggu. Kalau dia mengganggu dia
gigit kita, ya kita boleh bunuh dia.
Jangan kita bilang, "Silakan gigit
terus." Enggak boleh kita bunuh dia.
Enggak ada masalah. Asalnya kalau kita
bisa usir tanpa harus membunuh baik,
tapi kalau dia mengganggu kita boleh
buuh.
Tapi kita bicara kata Syekh Utsim
tentang hewan yang disunahkan untuk
dibunuh. Itu pun kata Syekh Utsimin
rahimahullah kalau dibunuh gak boleh
kita dengan cara yang buruk. Contoh
beliau contohkan seperti tikus. Tikus
kita pasang lem. Setelah pasang lem dia
kejerat kemudian dibiarin sampai 3 hari
dia mati. Dia ini menderita dia. Kalau
sudah ketangkap sudah bunuh aja. Mau
ditenggelamin, mau diapain jangan
disiksa. Jangan di siksa ya. Adapun
dibiarin maka dia akan tersiksa. Kalau
matiin matiin aja ya. Ya. Matiin matiin
aja ya. Jadi adapun bahkan Syimin saya
khawatir orang yang membunuh tikus
dengan cara seperti ini takut dosa,
takut zalim, takut neraka jahanam. Ya,
kalau mau bunuh bunuh aja. Adapun
dibiarin sampai dia menderita susah ini
tidak tidak boleh. Ya, ini bahkan hewan
yang dianjurkan untuk dibunuh ya. Maka
ee tidak boleh dibunuh dengan cara yang
buruk.
Demikian juga beliau menyebutkan kalau
seperti cicak. Cicak kalau bisa sekali
pukulan mati lebih baik ya. Jangan
kemudian potong ekornya dulu, kakinya
dulu. Kasihan. Sudah sekali bunuh
langsung mati baik ya. Itu kan? Sekali
pukul lebih bagus, sekali mati lebih
lebih baik ya.
Karena kita disuruh ketika membunuh
dengan cara yang yang baik ya.
Kecuali ada dalil-dalil yang menunjukkan
cara pembunuhan tertentu seperti orang
berzina maka dirajam. Ya, orang yang
sudah menikah kemudian dia berzina maka
dirajam. Maka itu memang cara pembunuhan
sepertinya buruk tapi ada tujuan
syariat. Kata para ulama karena ketika
orang berzina sekujur tubuhnya merasakan
kelezatan, maka dia dirajam dengan batu
yang mengenai sekujur tubuhnya. Makanya
tidak boleh terlalu kecil karena terlalu
menyiksa dan tidak boleh juga terlalu
besar karena langsung mati. Jadi
merasakan dia siksaan di tubuhnya itu
ada tujuan dari syariat untuk
menggugurkan dosa-dosanya. Maka diram
dengan batu tidak boleh terlalu besar
dan tidak boleh terlalu apa? Kecil. Ya.
Demikian juga ee qisas juga bisa.
Seperti kisah ada seorang wanita
meninggal, wanita muslimah.
Dia meninggal dibunuh oleh orang Yahudi.
Yahudi itu ambil batu kemudian ditaruh
di kepalanya kemudian dihantamkan ya.
Maka wanita tersebut sebelum meninggal
dunia maka Rasulullah sahu alaihi
wasallam tanya ee atau ditanya dia masih
ada ramak, masih ada nafas terakhir.
Siapa yang bunuh engkau? Dia sudah tidak
bisa jawab. Maka didikte si fulan, si
fulan yang kemungkinan musuh-musuhnya.
Si fulan ketika sebut nama Yahudi
kemudian dia mengangguk.
Akhirnya dia pun meninggal dunia.
Akhirnya dipanggil Yahudi tadi ditanya,
"Benar kau bunuh dia?" Dia ngaku.
Akhirnya Rasulullah menyuruh membunuh
Yahudi dengan cara yang sama. Supaya
pelajaran agar orang tidak membunuh
orang dengan cara yang buruk. Qisas.
Maka Yahudi tadi dibunuh, ditaruh batu
kemudian dihantamkan dari dua sisi
sebagaimana dia membunuh. Siapa?
Membunuh ee wanita tadi.
Sama seperti kisah al-uraniyin, kalau
bunuh-bunuh saja. Karena kalau kau
melakukan cara bunuh yang salah, kau
bisa dibalas dengan cara yang yang sama.
Ya, ini di antara pelajaran namanya
qisas. Namanya qisas dan ini keluar dari
hukum asal. Hukum asal membunuh yang
penting mati tidak perlu ee melakukan
demikian kecuali qisas. Ya.
Tib. Ee mungkin sampai di sini masih ada
dua hadis ya atau beberapa hadis lagi.
Insyaallah kita lanjutkan pertemuan eh
berikutnya. Kalau demikian wabillahi
taufik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:19:12 UTC
Categories
Manage