Transcript
3E3lOfgdF5Q • Peringatan Keras Bagi Pengumpul Donasi - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/0004_3E3lOfgdF5Q.txt
Kind: captions
Language: id
Hai jadi panitia jadi Pengurus pengurus
masjid kah pengurus anak yatim lah
panitia pembangunan masjid kah pokoknya
yang ngurusin duit masyarakat untuk
mengirim bantuan ke ke orang-orang
terkena musibah terkena bencana atau ke
luar negeri misalnya maka jadi waspada
bahwasanya berhati-hati mengurus
tersebut dengan sebaik-baiknya kita saja
ngurus duit kita terkadang kita pelit
kita perhitungan tidak ingin uang kita
terbuang sembarangan apalagi ngurus uang
orang lain oleh orang-orang lain di
tersebut untuk dibangun benar-benar agak
berat
Hai karena orang Pekalongan rezeki uang
itu untuk banget masjid sementara menara
itunya besar dan fungsi tidak begitu
besar benar atuh biayanya besar fungsi
tidak misalnya beliau sangat
berhati-hati mengurusi uang atau membuat
suatu masyarakat pakai uang saja
masyarakat karena masyarakat tentunya
tidak tidak bentuk buat masalah ini buat
panah saya jadi malu saya hati-hati
kalau kita mengurus uang masyarakat ini
uang kita akan diminta
pertanggungjawabannya oleh Allah
subhanahuwata'ala lebih hati-hati
daripada mengurus uang sendiri Keluar
kita merah masalah menghabiskan masalah
itu kita sendiri tergolong orang lebih
hati-hati maka di hati bagi para
pengurus yang ngumpulin dana tiada
bertanggung jawab kemudian formulirnya
dipotong digergaji dirinya sendiri
terserah dia berapa persen ya hati
jika demikian juga ngurus anak yatim
orang-orang kasihan lihat anak yatim
kasih dan kemudian makan sendiri
hartanya atau dia beri gaji anak yatim
cuma dikasih 50% dia Indonesia Saya
selalu saya dalam setiap kita bisa punya
orang memakan heart-shaped Herb untuk
lemon sebelumnya mereka seperti makan
masukkan bara api ke dalam perut mereka
dan mereka akan masuk neraka jahanam
dalam mengelola dana masyarakat sebagian
orang memperoleh dana misalnya bentuk
Yayasan atau bentuk sekolah begini
lama-lama duitnya jadi kalau orang tahu
sekolah bukan untuk umat untuk ente
tidak akan bantu ente orang-orang tuh
kasih bantuan untuk manfaat kepada
masyarakat bukan untuk Antum kelola
ambil untung sebanyak-banyaknya
udah untuk memasukkan kantong pribadi
haram boleh seperti sebagai kejadian
seperti itu mempunyai alasan kemudian
orang bantu dari nol kemudian
besar-besar jadi keluarga Sejak kapan ya
sendiri milik keluarga anda kalau udah
masyarakat dulu tahu bakalan seperti
nggak ada yang bantu Anda meskipun Hanya
Satu Rupiah ada
Hai maka bertakwalah kepada Allah nasib
Anda banyak yang cukup Makan tidak
amanah memakan uang titipan masyarakat
yang harusnya buat umat anda gunakan
untuk kantong pribadi