Al-Hammadun, Merekalah Yang Terbaik - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
55U9Fa3UjvQ • 2025-12-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Innalhamdalillah nahmaduhu wainuhu
wafiruhu
ilaih wa naud nauzubillahi min syururi
anfusina
wasayiati a'malina yahdihillahu fala
mudillalah w yudlil fala hadialah asadu
alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalahu
muslimun
haditabullahir
Muhammadinallahu alaihi wasallam umuh
wa muhin bidah wainalah wain finar
maasiral musliminah
faq fazal muttaquun sesungguhnya ayat
yang agung yang selalu kita baca ketika
salat. Alhamdulillahi rabbil alamin.
Segala puji bagi Allah Rabb penguasa,
pemilik, pengatur alalamin alam semesta.
Alhamdu di sini dijelaskan oleh para
ulama alif lamnya adalah istighraq yang
mencakup seluruh pujian. Oleh karena
kita terjemahkan alhamdulillah segala
puji hanya milik Allah subhanahu wa
taala. Maksudnya yang ber benar-benar
berhak untuk dipuji hanyalah Allah
Subhanahu wa taala. Adapun selain Allah
Subhanahu wa taala maka bukan dipuji
karena zatnya. Kalau kita memuji makhluk
maka yang memberikan kelebihan pada
makhluk tersebut adalah Allah Subhanahu
wa taala. Maka segala pujian kembali
kepada Allah Subhanahu wa taala.
Karenanya orang yang sedang ee berihram
berkata labbaik Allahumma labbaik.
Labbaik la syarika laka labbaik. Innal
hamda nikmata laka wal mulk la syarika
lak. Yang artinya, sesungguhnya segala
pujian,
segala nikmat dan segala kerajaan
hanyalah milik Engkau. Tidak ada sekutu
bagimu. Yaitu yang benar-benar berhak
untuk dipuji secara hakikat hanyalah
Allah Subhanahu wa taala. Alhamdu
maknanya adalah memuji dengan mencintai
dan mengagungkan. Bukan sekedar pujian,
tetapi ketika kita mengatakan
alhamdulillah, kita memuji Allah
subhanahu wa taala disertai dengan
kecintaan dan pengagungan. Hal ini
berbeda dengan almadhu. Adapun almadhu
bahasa Arab dalam bahasa Arab maknanya
juga pujian, tetapi tidak mesti disertai
dengan kecintaan dan pengagungan. Kita
bisa saja memuji orang yang kita benci
bahkan musuh kita karena dia memiliki
kelebihan tertentu. Kita mengatakan
madahtuhu saya puji dia meskipun saya
benci dengan dia. Tetapi kalau kata
alhamdu maknanya memuji dengan cinta dan
pengagungan. Maka seorang ketika memuji
Allah subhanahu wa taala dihadirkan
dalam dirinya dia memuji Allah subhanahu
wa taala dengan mencintai Allah dan
mengungkan Allah subhanahu wa taala.
Alhamdulillahi rabbil alamin. Segala
puji bagi Allah subhanahu wa taala.
Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala
dipuji karena dua hal utama. Pertama
karena nikmat-nikmat yang Allah berikan
kepada kita. Dan yang kedua, karena
kemuliaan sifat-sifatnya. Adapun karena
nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada
kita. Maka misalnya dalam Al-Qur'an
Ibrahim Alaih Salam berkata,
"Alhamdulillahilladzi
wahabali alal kibari Ismail wa Ishaq.
Sungguhnya segala puji bagi Allah yang
telah menganugerahkan kepadaku di masa
tua anak yaitu Ismail dan Ishak. Dan
Allah Subhanahu wa taala juga di antara
nama-namanya adalah Alhamid yang maha
terpuji. Makanya Allah berfirman nukil
perkataan para malaikat. Atajabina min
amrillah rahmatullahi wabarakatuhu
alaikum ahlal bait innahu hamidum majid.
Ketika Sarah dikabarkan bahwasanya dia
bakalan punya anak, maka dia pun heran.
Malaikat mengatakan, "Apakah engkau
heran dengan keputusan Allah Subhanahu
wa taala, rahmat Allah dan keberkahan
bagi kalian wahai keluarga Ibrahim?
Innahu hamid." Dialah maha terpuji,
yaitu memberikan anak kepada kalian di
masa tua kalian. Demikian juga Allah
berfirman, "Wahu
baitu
rahmatahu wahual waliul hamid." Dialah
Allah yang menurunkan hujan setelah
tadinya musim kemarau orang-orang
berputus asa. Lalu Allah tebarkan
rahmatnya. Wahual waliyul hamid. Dan
dialah yang maha melindungi dan maha
terpuji. Yaitu dengan menurunkan hujan
di musim kemarau. Oleh karenanya ketika
orang-orang masuk surga mereka memuji
Allah. Mereka berkata,
"Alhamdulillahilladzi hadana lihadza
wama kunna linahtadiya laula an
hadanallah." Segala puji bagi Allah yang
telah memberikan kami petunjuk hingga
sampai ke surga. Kalau bukan petunjuk
Allah, tentu kami tidak bakalan bisa
sampai ke surga. Mereka juga memuji
Allah. Alhamdulillahilladzi
adhabal hasan inna rabbana lagfurun
syakur. Kata mereka ketika menginjakkan
kaki di surga, "Segala puji bagi Allah
yang telah menghilangkan dari kami
segala bentuk kesedihan. Sesungguhnya
Allah Subhanahu wa taala maha syakur
yaitu maha membalas dengan kebaikan yang
berlimpah. Dan maha gfur, yaitu maha
mengampuni. Maka Allah Subhanahu wa
taala
dipuji karena begitu banyak nikmat yang
Allah turunkan kepada kita. Namun
ternyata Allah Subhanahu wa taala dipuji
bukan hanya sekedar karena nikmat,
tetapi Allah dipuji juga karena zatnya
yang mulia, sifat-sifatnya yang agung.
Allah sebutkan hal ini dalam banyak ayat
dalam Al-Qur'an. Di antaranya Allah
menyebutkan bahwasanya dirinya terpuji
karena Dia Maha Esa. Kata Allah,
"Wailhamdulillahilladzi
lamattakam
yakun lahu fil mulkam yakun lahu waliyun
minadul wakabbirhu takbir." Katakanlah
alhamdulillah segala puji bagi Allah
yang tidak punya anak. Yang tidak punya
anak dan tidak punya syarikat dalam
pengaturan alam semesta dan tidak punya
penolong dan Allah tidak butuh penolong.
Dan agungkanlah Allah dengan
seagung-agungnya. Di sini Allah memuji
dirinya bahwasanya Dia Maha Esa sehingga
tidak perlu anak, tidak perlu istri,
tidak perlu pendamping, tidak perlu
penolong, tidak perlu rekan. Karena
Allah Subhanahu wa taala maha esa dalam
segala hal. Allah memuji dirinya dengan
keesaannya. Di antaranya Allah Subhanahu
wa taala memuji dirinya karena Dialah
satu-satunya yang menguasai alam
semesta. Allah mengatakan,
"Alhamdulillahi rabbil alamin." Segala
puji bagi Allah. Dialah Rabb. Rabb
artinya yang memiliki rububiyah. Dialah
yang mengatur. Dialah yang menciptakan.
Dia yang menguasai. Dia yang mengurusi
makhluknya. Dia bersendirian dalam
mengurusi seluruh makhluknya yang
beraneka ragam dan begitu banyaknya.
Alhamdulillahiabbil alamin. Allah juga
memuji dirinya karena dia yang telah
menciptakan langit dan bumi.
Alhamdulillahilladzi khalaqas samawati
wal ard walulumati wur. Segala puji bagi
Allah yang telah menciptakan langit dan
bumi dan menjadikan
kegelapan dan juga cahaya. Demikian juga
Allah Subhanahu wa taala memuji dirinya
telah menciptakan malaikat.
Alhamdulillahi fair samawati wal ard
jail malaikati rusulan uli ajtin matna
yazidu khqi ma yasya. Segala puji bagi
Allah yang telah menciptakan langit dan
bumi. Telah menjadikan malaikat memiliki
sayap. Ada yang sayapnya dua, ada yang
sayapnya tiga, ada yang sayapnya empat.
Yazidu fil khqi ma yasya. Dan ada
sayapnya lebih daripada itu semua.
Contohnya malaikat Jibril yang memiliki
600 sayap.
Demikian juga Allah Subhanahu wa taala
memuji dirinya dengan menurunkan
Al-Qur'an yang begitu hebat.
Alhamdulillahilladzi anzala ala abdihi
kitaban. Alhamdulillah anzala ala abdihi
kitaban walam yajalahu iwaja. Segala
puji bagi Allah subhanahu wa taala yang
telah menurunkan kepada hamb-Nya yaitu
Al-Qur'an yang tidak ada kebingukan sama
sekali.
Dan Allah memuji dirinya karena
Al-Qur'an begitu sempurna. Tidak ada
kebengkakan sama sekali dalam
Al-Qur'anul Karim. Laihil batil baini
wfihi. Tidak ada kebatilan mau dicari
dari arah depan maupun dari arah
belakang. Tidak ada kebatilan sama
sekali dalam Al-Qur'an. Oleh karenanya
Allah puji dirinya karena telah
menurunkan Al-Qur'an. Alhamdulilladzi
anzala ala abil kitaba yajalahu iwaja.
Sungguhnya segala puji bagi Allah yang
telah menurunkan Al-Qur'an kepada
hamba-Nya dan menjadikan Al-Qur'an
tersebut lurus. Tidak ada kebengkokan
sama sekali. Bahkan Allah Subhanahu wa
taala memuji dirinya ketika memberi
keputusan-keputusannya baik di dunia
maupun di akhirat. Di antaranya ketika
Allah memutuskan
untuk menghancurkan orang-orang zalim.
Kata Allah subhanahu wa taala,
walhamdulillahiabbil alamin. Maka Allah
binasakan orang-orang zalim sampai
akar-akarnya.
Walhamdulillahi rabbil alamin. Segala
puji bagi Allah penguasa alam semesta.
Demikian juga pada hari kiamat kelak
Allah memberi keputusan dan Allah muji
segala keputusannya pada hari kiamat
kelak. Kata Allah wataral malaikata
minil arsi yusabbihuna bihamdibbihim
wainahum bilhaq. Waqil
alhamdulillahiabbil alamin. Engkau
melihat para malaikat mereka berkumpul
di sekitar arsy bertasbih kepada Allah
subhanahu wa taala. Kemudian kata
Allahum bilhaq. Maka diputuskan
keputusan Allah bagi mereka waqil
alhamdulillahiabbil alamin. Maka
dikatakan segala puji bagi Allah
subhanahu wa taala penguasa alam
semesta. Maasyiral muslimin. Ini
menunjukkan bahwasanya Allah Tuhan kita
maha terpuji. Dialah alhamid yang maha
terpuji. Kita memujinya karena berbagai
macam nikmat yang Allah berikan kepada
kita dan kita mujinya karena
sifat-sifatnya dan keagungannya dan
keputusan-keputusannya dan
perbuatan-perbuatannya.
Astagfirullahumfiru
inahuahim.
Alhamdulillahi ala insaniukrulahu ala
taufiqihin asadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuim
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh ridwani allahumma sholli alaihi
wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani
maasyiral muslimin.
Karenanya di antara hamba yang terbaik
adalah hamba yang sering memuji Allah.
Dalam hadis Rasul sahu alaihi wasallam
bersabda yang disahihkan oleh Syekh
Albani rahimahullahu taala. Inna afdola
ibadillahi yaumalqiamah alhammadun.
Sesungguhnya
hamba Allah yang terbaik pada hari
kiamat adalah al-hammadun. Yaitu
orang-orang yang sering memuji Allah
subhanahu wa taala. Allah suka jika
hamba-hambanya sering memujinya. Dalam
hadis kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Inallahmadahu
alaihamahu
alaiha." Sesungguhnya Allah rid kepada
hambanya jika memakan makanan lalu
memuji Allah dan ketika meminum-minuman
memuji Allah. Seorang berusaha
senantiasa memuji Allah subhanahu wa
taala. Oleh karenanya Rasul sahu al
wasallam atahu alr yasuruhu
kalau ada perkara yang menyenangkan
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam
maka Nabi berkata alhamdulilladzi
bihi binikmatihihat
segala puji bagi Allah dengan nikmatnya
maka sempurna segala kebaikan atahul
amru yakruh kalau datang perkara yang
Rasulullah tidak suka q Rasulullah
berkata alhamdulillah alal segala puji
bagi Allah atas segala kondisi maka kita
dianjurkan sering memuji Allah subhanahu
wa taala. Di antara kondisi-kondisi yang
kita dianjurkan untuk memuji Allah, di
antaranya ketika hendak tidur. Datang
dalam hadis Rasul sahu alaihi wasallam
mengatakan, "Siapa yang hendak tidur
maka dia berdoa atau dia memuji Allah
dan berkata, "Alhamdulillahilladzi
atamana wasaqana wa kafana wawana
fakimman la kafi lau wi." Kita
mengatakan segala puji bagi Allah yang
telah memberikan makanan kepada kami,
yang telah beri minuman kepada kami,
yang telah memberi kecukupan kepada
kami, dan telah memberi naungan kepada
kami. Betapa banyak orang yang tidak
diberi kecukupan dan betapa banyak orang
tidak diberi naungan. sehingga kita
bersyukur kepada Allah sebelum tidur.
Dan ketika kita bangun tidur, kita
berdoa, "Alhamdulillahilladzi
eh alhamdulilladzi eh
alhamdulillahilladzi afani fi jasadi."
Segala puji bagi Allah yang telah
memberikan kesehatan kepada jasadku.
Warda ilai ruhi dan kembalikan ruhku
kepadaku. Wainali bidikri dan
mengizinkan aku untuk berzikir kembali
kepada Allah Subhanahu wa taala. Nah,
kenapa? Karena ketika kita tidur ruh
kita ditahan oleh Allah Subhanahu wa
taala. Ada orang yang tidur maka tidak
bangun lagi karena rohnya ditahan dan
ada rohnya dikembalikan oleh Allah
sehingga dia bisa bersyukur kepada Allah
dan bisa lagi berzikir lagi kepada Allah
subhanahu wa taala. Ya,
demikian juga kita berdoa,
"Alhamdulilladzi ahyana ba'da ma amatana
wa ilaihin nusyur." Segala puji bagi
Allah yang telah menghidupkan kita
kembali setelah mematikan kita dan
kepadanya kita akan dikembalikan kepada
Allah subhanahu wa taala. Jangan lupa
ketika kita makan kita memuji Allah.
Ketika kita minum kita memuji Allah. Di
antara doa yang diajarkan Rasul sahu
alaih wasallam mengajarkan
alhamdulillamani
alhamdulillah
warqani miniri minni w quwah. Segala
puji bagi Allah yang telah memberikan
aku makanan atau minuman ini ya tanpa
ada upaya dan daya dariku ya. Kita
memuji Allah subhanahu wa taala karena
makanan datang murni dari Allah
subhanahu wa taala. Demikian juga
tatkala kita sedang salat jangan kita
lupa memuji Allah. Ketika baca
Al-Fatihah, Alhamdulillahiabbil alamin
kita hadirkan pujian dalam hati kita.
Kemudian ketika misalnya rukuk kita
mengatakan subhana rabbiyal adzim
wabihamdihi. Wabihamdih itu juga pujian.
Subhana rabbiyal adzim wabihamdihi.
Maha suci Allah yang maha agung dengan
memujinya. Setelah itu
kemudian kita mengatakan samiallahu
liman hamidah yang maknanya Allah
mendengar siapa yang memujinya. Ini di
antara peringatan kepada kita jika kita
muji Allah pasti mendengar. Maka kita
meng samiallahu liman hamidah. Setelah
itu kita lanjut lagi memuji Allah.
Rabbana lakal hamdu milus samawati wal
ard w min ba.
Ya Allah, segala puji bagimu. Sepenuh
langit, sepenuh bumi kita puji Allah
Subhanahu wa taala. Di antara kondisi
kita memuji Allah ketika kita bersin,
kita bilang apa? Alhamdulillah.
Alhamdulillah. Kemudian juga ketika kita
mendapatkan kenikmatan, kita katakan
alhamdulillah.
Bahkan di antara hal dituntut kita
memuji Allah ketika kita mendapatkan
cobaan, hal yang tidak kita sukai. Ini
sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam.
atahul amru yakrahuhu. Kalau datang
perkara yang Rasulullah tidak suka,
Rasulullah mengatakan, "Alhamdulillah
ala kulial." Segala puji bagi Allah atas
segala kondisi. Agar kita ingat
bahwasanya segala keputusan Allah itulah
yang terbaik. Itulah yang terbaik. Oleh
karenanya dalam hadis ketika ada seorang
anaknya meninggal dunia kemudian dia
memuji Allah maka dia dibangunkan
baginya istana di surga. Datang dalam
satu hadis Allah bertanya kepada para
malaikatnyaum
apakah kalian telah mengambil nyawa
putra hambaku? Kata malaikat
apa kalian telah mengambil nyawa buah
hatinya? Kata malaikat iya ya Allah.
Allah bertanya abdi apa yang dikatakan
hambaku ketika anaknya diwafatkan?
Hamidaka wastarja. Kata para malaikat,
"Hambamu memujimu dan mengucapkan
alhamdulillah dan mengatakan innillahi
wa inna ilaihi rojiun." Maka malaikat
Allah berkata kepada para malaikat,
"Ubnu liabdi baitan fil jannah."
Bangunkan bagi hambaku tersebut istana
di surga. Wasammuhu bibaitil hamdi. Dan
namakan dengan istana pujian. Yaitu
seorang ketika diuji, dia tetap memuji
Allah subhanahu wa taala. Karena Allah
maha sempurna. Segala keputusannya pasti
yang terbaik bagi seorang hamba jika dia
bersabar dan menerima keputusan Allah
Subhanahu wa taala. Semoga Allah
menjadikan kita hamba-hambnya yang
senantiasa memuji Allah subhanahu wa
taala, menjadi hamba-hambanya yang
terbaik pada hari kiamat yaitu
orang-orang alhammadun yang suka memuji
Allah subhanahu wa taala. Innallah
malaikatahu yusuna alan nabi. Ya
ayyuhalladzina amanu shu alaihi
wasallimu taslima. Yeah.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:18:45 UTC
Categories
Manage