File TXT tidak ditemukan.
Transcript
bG7OAXSIqlc • Kitab Al-Kabair #33: Dosa Besar Menceritakan Maksiat Yang Dilakukan - Ust Dr. Firanda Andirja, MA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2519_bG7OAXSIqlc.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Alhamdulillahi al ihsani wasukr ala taufiqihiani asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridwan allahumma shli alaihi waa alihi wa ashabi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita masuk pada pembahasan berikutnya dari kitab alkabair babun attahaddusu bil maksih. Bab tentang menceritakan maksiat yang dilakukan ya. menceritakan maksiat yang dilakukan. Kemudian ee al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah membawakan hadis. Beliau berkata, "Walahuma an Abi Hurairah radhiallahu anhu marfuan dari sahabat Abu Hurairah dari Nabi sallallahu alaihi wasallam secara marfu. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Kullum umati muafa ilal mujahirin." Seluruh umatku muafa. Muafa maksudnya akan diberikan alafiah. Alafiah dia itu akan selamat. itu Rasulullah berkata, "Setiap umatku akan selamat." Di antara bentuk keselamatan akan diampuni ilal mujahidin. Kecuali orang yang melakukan maksiat secara terang-terangan. Wa inna minal mujaharah. Dan di antara bentuk melakukan maksiat terang-terangan, analarjulu amalan bila yaitu seorang lelaki di malam hari melakukan maksiat. Tma yusbihu waqad satarahullahu alaih. Kemudian di pagi hari Allah telah menutup aibnya tersebut. itu enggak ada yang tahu. Allah Taala menutup aib tersebut dan tidak ada yang tahu. Fayakul. Kemudian di pagi hari dia cerita, dia berkata, "Ya Fulan, wahai fulan, amiltul barihata kad waad. Wahai fulan, tadi malam saya melakukan maksiat ini dan itu." Waqad bata yasturuhu. Padahal dia semalam suntuk, Allah telah menutup aibnya. Allah tidak bongkar aibnya. Wa asbaha yaksyifu sitrallahi alaih. Kemudian di pagi hari dia pun menyingkap tirai Allah yang Allah telah menutupnya dengan tirai tersebut. Ee kita tahu di antara dosa besar adalah almujaharah, yaitu melakukan maksiat dengan terang-terangan. Maksiat sendiri sudah melakukan sudah merupakan suatu dosa. Ditambah lagi kalau dia melakukan maksiat dengan terang-terangan, dia tampakkan. Dan ini ee bukan dosa biasa karena seakan-akan dia bangga dengan maksiat tersebut. Ya, dampaknya banyak. Pertama dia selain dosa. Yang kedua seakan-akan dia bangga dengan dosa tersebut. Kemudian yang berikutnya seakan-akan dia meremehkan ee hukuman Allah dari Allah subhanahu wa taala sehingga dia terang-terangan. Yang ketiga, dia juga memotivasi orang lain untuk melakukan seperti apa yang dia lakukan. Karena orang kalau melihat maksiat yang dilakukan termotivasi untuk bisa melakukan seperti itu. Makanya di antara larangan para ulama agar kita tidak pergi-pergi ke negara-negara kafir karena negara-negara kafir banyak maksiat sehingga mata ini melihat mereka melakukan sehingga seakan terbiasa terbiasa dan bisa juga termotivasi melakukan seperti apa yang mereka lakukan. Ya, ini ee jadi orang yang mujaharah itu melakukan maksiat terang-terangan di depan banyak orang tidak peduli. Kemudian dia terkadang dia shoting dirinya. Kalau zaman sekarang dia shoting dirinya kemudian dia sebarkan tanpa ada rasa malu. Ya, ini bukan sekedar maksiat. Ini namanya almujaharah. Terang-terangan dalam bermaksiat. Maka ee dosanya lebih parah lagi dan tidak selamat. Maka ini dosa besar karena Rasulullah ancam tidak selamat. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Kulu ummati muafan." Setiap umatku akan selamat. Termasuk pelaku maksiat akan selamat. Allah mungkin ampuni. Ya. Tetapi yang jadi masalah ilal mujahidin. Kalau orang yang terang-terangan melakukan maksiat di hadapan banyak orang ini tidak selamat ya. Karena tadi hal-hal yang dia lakukan bukan sekedar maksiat tetapi dia seperti meremehkan ee maksiat tersebut. Kemudian dia berbangga dengan maksiat tersebut. Bahkan dia bisa memotivasi orang lain untuk melakukan maksiat tersebut. Ya. Dan akhirnya maksiat tersebut menjadi hal yang biasa. Apa istilah kita normalisasi sekarang. Iya. Jadi biasa itu istilah baru ya. Normalisasi maksiat. Semua orang melakukan jadi biasa. Jadi biasa. Makanya kalau seorang sering misalnya nonton film-film ee luar ya, jadi nanti orang buka urut biasa aja bagi dia karena dia sendiri sering melihat akhirnya terjadi maksiat tersebut jadi normalisasi dalam hatinya. Anggap itu apa biasa sampai akhirnya nanti kalau anaknya tidak anaknya jalan sama orang yang ngobrol sama orang dia merasa biasa aja karena dia sering nonton hal itu biasa. Jadi orang lihat maksiat biasa tersebar hal yang biasa. Kemudian juga orang akhirnya lakukan maksiat sudah biasa sudah bikin sudah bikin aja biasa aja ya karena sebab apa? Sebab ada mujaharah. Tapi kalau tidak seorang ingin melakukan dia malu karena tidak belum normalisasi itah bagus ya normalisasi benar ya maksudnya ya dianggap suatu yang terbiasa ya. Kemudian Rasulullah menjelaskan di antara bentuk mujaharah bukan sekedar seorang maksiat depan umum, artis di podium atau di panggung ya atau seorang menyuting dirinya kemudian buka auratnya dia sebarin. Bukan cuma itu. Ternyata di antara mujaharah adalah seorang di malam hari bermaksiat. Dia bersendirian enggak ada yang tahu dia maksiat. Kemudian Allah sudah sayang kepadanya. Allah tutup aibnya. Allah tidak umbar aibnya. Kemudian besoknya Allah turunkan tirai untuk menutup aibnya. Besoknya dia robek tirai tersebut. Dia buka tersebut. Dia cerita sama orang, "Semalam saya begini. Ini merupakan salah satu bentuk dari almuhajarah, al-mujaharah. Oleh karenanya ee ee rahimahullah taala tahad bil maksih, menceritakan maksiat. Menceritakan maksiat. Maka jika seorang melakukan maksiat meskipun jangankan tadi malam, meskipun sudah lama maka jangan dia cerita. Jangan dia cerita, ya. Jangan karena Allah sudah menutup aibnya ya. Kalau dia harus bertanya maka dia gunakan misalnya kata ganti orang ketiga, bagaimana hukum ada orang yang melakukan begini begini begini. Dan dia bilang, "Tadi malam saya begini gak usah." Jadi bilang bagaimana hukum orang yang begini begini? Ada saya ceritain sama kawan seorang ustaz cerita ee apa namanya? Ada orang sampaikan ke ustaz, ustaz, apa hukum ee ee zina dengan apa namanya si Fulanah misalnya, apakah mungkin diterima tobatnya? Kata ustaz tersebut, mungkin bisa. Insyaallah bisa. Kata dia, "Ustaz, tapi saya tidak bisa apa namanya lega kecuali saya cerita siapa yang zina tersebut." Gak usah, yang penting Allah insyaallah Allah ampuni. Bertobat Allah ampuni. Enggak, Ustaz? Saya tidak tidak lega kecuali saya cerita ustaznya kepancing. Ya sudah, terus siapa yang berzina? Kata dia, "Saya dengan si Fulanah dengan istri temannya atau siapa?" "Kurang ajar." Kata Ustaz Allah ampuni. "Kalau saya tidak," katanya. ee kalau kita bisa tidak sebutkan diri kita itu lebih baik ya kitaanya bagaimana hukum seorang begini, bagaimana hukum seorang begini karena itu aib aib ya seperti dosa-dosa aib seperti mencuri, berzina, kemudian misalnya homoseksual tidak perlu diceritakan pernah narkoba enggak boleh cerita karena itu dosa-dosa yang terkait dengan apa? aib maka seorang tidak menceritakannya. Ya, kecuali dia cerita ada maslahat dalam dengan cerita umum. Cerita apa? Umum atau maslahat yang jelas. Seperti Salman al-Farisi bercerita tentang bagaimana peranan dari syirik menjadi apa? Bertauhid. Ya, seperti ini tidak jadi masalah. Adahatnya seperti contohnya ee Jafar bin Abi Thalib ketika bercerita di hadapan Raja Najasyi. Dia berkata, "Kunna fil jahiliyah." Kami dahulu di zaman jahiliah ya nusiul jiwar kami berbuat buruk kepada tetangga wulul j kami makan bangkai ya kemudian wulu alqawu minadif yang kuat makan yang lemah nabudul asnam kami menyembah berhala kami begini kami begini secara umum sampai datang ee seorang nabi yang kami kenal ya ini secara umum ada ada maslahat seperti mereka sama-sama tahu perbuatan maksiat yang bukan terkait dengan ee keburukan seperti menyembah berhala. Sahabat dalam masjid disebutkan mereka sering cintang masa jahiliah mereka. Mungkin kau dulu nyembah apa? Nyembah batu bentuk bagaimana? Mungkin akhirnya mereka tertawa di masjid dan Nabi hanya tersenyum ketika melihat mereka itu. Mereka menyebutkan tentang masalah mereka untuk syukur kepada Allah. Kita dulu seperti apa coba? Kita dulu nyembah batu, nyembah ini, nyembah anu. Ini masa lalu. Tapi mereka sama-sama tahu. Mereka sama-sama apa? tahu. Maka ini seperti begini insyaallah tidak dilarang karena bukan hal yang aib dan itu hanya untuk membuat kita semakin bersyukur kepada Allah. Tapi kalau saya dulu pernah berzina, saya pernah homosek, saya pernah nipu orang, saya pernah begini, itu ditutup, enggak boleh dicerita sama sekali. Ya, itu ee aib yang yang buruk. Siapa yang menceritakannya maka maka ee dia berdosa. Dia termasuk melakukan almujaharah terang-terangan. Dikhawatirkan tidak diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala. Pernah ada seorang datang pada saya ee saya dulu berzina. Saya mau cerita ini. Saya dulu berzina puluhan perempuan. Jangan cerita. Enggak saya jangan cerita. Saya bilang dia zina sama puluhan perempuan, dia bangga. Jadi kadang orang bangga dengan masa lalunya yang buruk. Ya gak usah bangga ya. Tutup aib jangan cerita. Sebalnya pernah jadi bajingan kemudian mungkin misalnya ada tato khusus menunjukkan bajingan kurang ajar maka dia pamer-pamer. Ngapain sudah hijrah tutup itu tato kecuali meang enggak sengaja kebuka tapi ini sengaja pamer supaya orang tahu dia dulu bekas penjahat. Ya enggak enggak ini aib. Enggak, enggak perlu. Misalnya dia ini tato kelompok perampok ini jangan dipakai lagi ya. Ya, tutup aja ya. Enggak usah kita banggain maksiat yang kita ee lakukan. Karena kalau kita bangga-banggakan, kita cerita-cerita Allah sudah tutup aib kita, ya beda kalau memang semua orang sudah tahu kita dulu ee begini-begini, ya kita perlu jelaskan itu haram, saya sudah tinggalkan. Tapi kalau gak ada yang tahu, enggak ada yang tahu kecuali Allah, kita enggak boleh cerita. Siapa yang cerita maka dia tidak selamat. Tidak selamat berarti dia tidak dimaafkan. Dan ini hadis ini menunjukkan dua hal. Pertama, dua hal yang yang sering berlawanan. Pertama menunjukkan rahmat Allah dan kasih sayang Allah. Ini dalil bahwasanya kalau orang melakukan maksiat kemudian dia tidak cerita sama orang, dia berlindung di balik tirai yang Allah turunkan kepadanya. Mudah-mudahan dia selamat. Karena Rasulullah yang mengatakan, "Kullu umati muafan." Seluruh umatku akan sela selamat. Sebaliknya menunjukkan ee makna lawannya. Kalau dia terang-terangan dia bongkar aibnya sendiri maka dia tidak sela selamat. Jadi ini subhanallah hadis menyeb menjelaskan tentang rahmat Allah sekaligus dengan bagaimana azab Allah. rahmat Allah. Allah sangat sayang kepada hamb-Nya. Sampai hambanya melakukan maksiat, Allah pun tutup dan Allah ampuni. Ya, makanya dalam hadis ketika Allah meng ee apa namanya? menghisab seorang mukmin, Allah bertanya, "Ya alaihifahu, Allah menutup dia sehingga tidak ada yang tahu. Allah hisab antara dia dengan Allah saja gak ada yang lain." Maka Allah bertanya, "Alaisa qod fa'alta kad wa yauma kad waz?" Bukankah kau telah melakukan maksiat ini pada hari ini? Kata dia, "Benar, ya Rabb." "Bukankah kau telah melakukan maksiat ini pada hari ini?" Kata dia, "Benar, ya Rabb." Kata Allah, "Waqad satq satartuha alaika fid dunya." Saya dulu pernah menutup aib ini semua kepada engkau ketika di dunia. Alya agfirullahu agfir laka agfirakal yaum agfirakal yaum. Dan hari ini aku ampuni dosa-dosamu tersebut. Ya. Jadi, Subhanallah tutup di dunia, di akhirat Allah ampuni. Luasnya rahmat Allah Subhanahu wa taala. Siapa sih di antara kita tidak pernah bermaksiat ya? Tatkala dia bersendirian, tatkala tidak ada yang tahu, tatkala jauh dari keluarganya, tatkala jauh dari ee anaknya ya tatkala dia sedang bersafar ke luar negeri, sangat mudah orang dibisikin oleh setan kemudian terdominasi oleh oleh maksiat, oleh hawa nafsunya. J karenanya seorang kalau dia melakukan segera bertobat kepada Allah Subhanahu wa taala dan jangan pernah cerita kepada orang lain. Jangan pernah cerita sama orang-orang lain karena Allah telah memberi karunia dengan menutup aibmu. Makanya dikatakan tidaklah seorang dibongkar aibnya kecuali itu bukan pertama kali dia lakukan. Sudah berulang-ulang maka Allah bongkar apa aibnya. Biasanya kebiasaan Allah kalau pertama 2 3 4 biasanya Allah masih tu tutup. Tapi jangan kemudian lengah dan menggampangkan. Bisa saja Allah membongkar aib seseorang kapan saja. Dan ini nikmat yang luar biasa. Makanya ada seorang salaf mengatakan, "Saya tidak tahu mana nikmat yang lebih besar kepadaku. Apakah nikmat aku menjalankan amal saleh ataukah nikmat aibku ditutup oleh Allah Subhanahu wa taala." Saya tidak teman yang lebih lebih besar. Kita kalau dibongkar aib kita ya semua orang tidak ada yang mau duduk dengan kita. Sebagian perkataan Muhammad bin Wasi, lauana lidzunubi rih ma jalasa ilai ahad. Kalau seandainya setiap dosa ada aromanya, tidak ada yang mau duduk dengan saya, tidak ada yang mau bermajelis dengan saya. Karena dosa ini ada aroma baunya, dosa ini ada bau busuknya. Tidak ada yang mudur dengan dengan kita. Tetapi di antara nikmat Allah, Allah menutup aib seorang. Kemudian dia bongkar, dia robek tirai tersebut. Ya. Dan di antara makna Allahumagfirli atau rabbighfirli atau astagfirullah yaitu maknanya, "Ya Allah, tutuplah aibku dan jauhkanlah aku dari dampak maksiatku. Tutuplah aibku dan jauhkanlah aku dari dampak maksiatku." Saya ingin sampaikan bahwasanya ee Allah menutup aib kita itu nikmat yang yang besar. Ya, oleh jangan dibuang nikmat tersebut dengan kita malah cerita kepada orang lain. Apapun yang terjadi jangan cerita ya. Jangan cerita bab. Bab berikutnya bahkan sama istri jangan cerita istri sama suami juga jangan apa cerita. Ada orang ngelamar. Jangan cerita sama yang tukang ngelamarnya. Afwan, saya pernah berzina. Jangan cerita. Jangan cerita. Enggak boleh cerita. Coba dia tanya gadis atau tidak. Ya harus jujur. Sudah enggak gadis lagi. Tapi kalau dia enggak tanya enggak perlu cerita. Afwan, perlu. Akhi ketahui aja bahwasanya saya pernah berzina. Ngapain akhi ketahui? Enggak boleh. Enggak boleh cerita. Enggak boleh cerita. Itu aib. Gak boleh cerita ya. Kecuali kalau dia tanya masih gadis atau tidak. Itulah yang cerita. Terpaksa sudah tidak gadis tolong tutup aib saya. Jangan cerita sama orangor. Tapi kalau dia enggak tanya enggak perlu cerita. Babun maja'a fiatmi bizzina. Bab tentang mencela orang lain dengan menduduhnya berzina. Ini termasuk dosa juga ya, dosa besar. An Abi Hurairat radhiallahu anhu marfuan dari Abu Hurairah secara marfu itu dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Man qodfa mamlukahu bizzina yuqamu alaihil haddu yaumal qiamah illa any yakuna kama qala." Siapa yang ee menuduh budak yang dia miliki dengan zina, dia marah. Dia bilang sama, "Dasar budak pezina, dasar budak wanita pezina." Dia tuduh budaknya lelaki atau perempuan dengan zina. Budak lelaki atau budak wanitanya. Maka kalau tidak benar tuduhan tersebut, majikannya pemilik budak tersebut yang menuduh akan ditegakkan hukum had pada hari kiamat kelak kecuali yang dia tuduhkan itu benar. Ya kita tahu di antara dosa besar adalah qful mukminatil muhsatil gfilat ya inin muhsatilatil mminati luin fid dunya wal akhirah wahumabunim. Sesungguhnya orang-orang yang menuduh-nuduh wanita yang baik-baik, wanita mukminat, maka dilaknat di dunia dan akhirat. Dan kalau dia menuduh zina, dia harus mendatangkan saksi. Kalau enggak, dia akan dicambuk. Dia akan di dicambuk. Tapi lain halnya kalau majikan menuduh budaknya sendiri karena budak milik dia. Zaman dulu ada budak ya dan ee apa namanya ee ee budak tersebut bisa dia jual belikan ya. Kemudian kalau dia nuduh budak miliknya sendiri, bahwasanya budak itu berzina, apakah dia harus datangkan saksi empat saksi kalau tidak dia dihukum? H tentunya ini tidak berlaku. Ini berlaku kalau antara merdeka dengan mer merdeka. Tapi kalau majikan sama budaknya enggak berlaku. Oleh karenanya Nabi berkata, "Memang dia nuduh budaknya tanpa bukti. Dia tidak akan ditegakkan hukum ha di dunia karena itu budaknya sendiri. Tapi dia akan ditegakkan hukum ha di mana?" di akhirat. Kenapa bisa demikian? Karena di akhirat semuanya sama. Gak ada budak, gak ada merdeka, gak ada raja, gak ada rakyat. Semua sama di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Semua atribut-atribut lepas ketika itu. Raja-raja yang hebat pun tidak berani menunjukkan atributnya. Makanya Allah berkata ketika hari kiamat, Allah Subhanahu wa taala berkata, "Anal malik anad dayyan aina muluk ard." Saya adalah raja dan saya adalah maha pemberi balasan. Mana raja-raja dunia? Mana raja-raja? Tidak ada yang berani menampakkan batang hidungnya. Semua ketakutan. Tunduk ketakutan. Kata Allah, "Limanil mulkulum lillahil wahidil qohar." Kerajaan pada hari ini milik siapa? Milik siapa kata Allah? Milik Allah yang maha esa dan maha kuasa. Maka budak dan majikan sama saja nanti akan disidang oleh Allah. Bos, anak buah, majikan pembantu, semua sama. Semua sama akan dihadapkan ati yaumalqiamati abda. Semuanya akan datang pada hari kiamat sebagai hamba. Jadi jangan terpedaya dengan atribut-atribut yang kita miliki. Mentang-mentang kemudian kita nuduh orang-orang rendahan ya. Karena kalau orang tinggi kedudukannya tinggi, dia mudah menjatuhkan orang yang menurut dia hina di hadapan dia. Ya. Contoh seperti tadi majikan nunduh budaknya. Dasar budak berzina. Mentang-mentang itu budak milik dia, kemudian dia tuduh seenaknya. Kata Nabi, "Kalau tidak ada bukti tidak benar, maka ini majikan akan ditegakkan hukum H di akhirat kelak. Hari kiamat kelak. Masih mending ditegakkan hukum ha di dunia. Kalau di akhirat parah. Ya, di akhirat pa parah. Maka hati-hati biasanya zalim itu kezaliman terjadi dari orang yang atasan kepada orang yang dianggap sepele. Seorang majikan ngomong sama anak buahnya, sama pembantunya, ngomong yang seenak dia aja karena mentang-mentang dia yang gaji. Mentang-mentang pembantu tersebut butuh dengan dia. Dia ngomong seenaknya dengan sopirnya, dengan kata-kata kasar. Dia hina sopirnya, dia hina pembantunya, dia hina anak buahnya, dia hina misalnya ee penjaganya, satpamnya itu mudah kepancing dia untuk mudah menzalimi. Dia lupa bahwasanya diapan ini juga manusia. Pembantu dia itu juga manusia, sopir dia juga manusia, satpam rumahnya juga apa? Manusia, pegawai dia juga manusia. Sama sama-sama bani Adam. Tapi karena strata yang tinggi, sementara mereka kerja sama dia, dia lupa. Ya. Ya. Maka Rasulullah menyebutkan dalam ee hadis bagaimana ee pembantu-pembantu adalah ya ee ikhwanukum, saudara-saudara kalian. Sampai Rasulullah menganjurkan hendaknya para budak, para pembantu makan dari makan yang kalian makan. Kalau bisa berpakaian dengan berpakaian yang kalian pu punya, itu sunahnya demikian. lebih baik demi ee demikian ya. Hati-hati. Jadi kezaliman itu sangat mudah. Seperti ini. Majikan dengan ee mudahnya menuduh budaknya macam-macam. Tidak tidak ada hal yang menghalangi dia untuk menjelek-jelekkan budaknya. Tapi ingat ada hari kiamat. Ada hari kiamat. Makanya ketika Nabi melihat Abu Mas'ud memukul budaknya, kata Rasulullah, "Innallaha aqdaru alaika minka alaihi." Wahai Abu Mas'ud, Allah lebih mampu terhadap engkau daripada engkau terhadap budakmu. Kaget. Akhirnya Abu Mas'ud merdekakan budak tersebut. Bab, babun annahyu an tasmiatil fasiqi sayyida. Bab larangan untuk memberi nama kepada orang fasik dengan ee sayid. Sayid maksudnya orang yang mulia, orang yang terhormat. Sayid ya, sayid fulan kalau kita ya. Yang terhormat, yang mulia sama terhormat, yang mulia, yang itu namanya istilah sayid ya. Ini orang fasik jangan panggil sayid ya. Fasik dipanggil sayid ya. Ini dia tidak sesuai dengan kedudukannya. Wong dia fasik, ngapain kita muliakan dia? Wong dia fasik. Fasik maksudnya apa? Fasik maksudnya orang yang melakukan dosa besar. Ya, melakukan dosa dosa besar. Dan fasik ini bisa dua, ada fasik dari kaum mukminin atau fasik dari orang munafik. Ya, ini kalau fasiknya orang munafik sampai pada tingkat kekufuran. Ya, maka jangan muliakan dengan manggilnya sebagai si sayid dilarang oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. An Buraidah radhiallahu anhu marfuan dari Buraidah radhiallahu anhu secara marfu qala beliau berkata qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasuah alaihi wasallam bersabda la taquulu lil munafii sayyid. Jangan kalian berkata kepada orang munafik sayid. Fa innahu iaku sayidan faqad asumakum. Sesungguhnya kalau dia adalah sayid tentu kalian telah membuat rab kalian murka. Rahu Abu Daud bisanadin shah. Diriwayatkan Imam Abu Daud dengan sanad yang sahih. Artinya kalau orang terkenal melakukan kezaliman, fasik, mujrim, menzalimi orang, suka dusta, suka, jangan kita muliakan dia. Enggak boleh ya kita orang ini terkenal dengan keburukan. Semua orang tahu orang ini buruk, maka jangan muliakan dia. Ya, karena kalau dia diberi laqab, diberi gelar yang mulia, yang terhormat ya gelar-gelar yang luar biasa ya ee maka dia akan terus melakukan kezaliman tersebut. Dia terus melakukan dan dia bangga melakukan kezaliman tersebut. Dan ini membuat Allah murka. Bagaimana orang yang melanggar aturan-aturan Allah, yang meninggalkan syariat Allah, yang melakukan dosa-dosa, kemudian kita malah muliakan. Kita malah muliakan. Maka ini bentuk secara tidak langsung penentangan terhadap Allah. Ini orang Allah hinakan, kau malah muliakan. Bukankah orang terkenal dengan keburukan dihinakan oleh Allah? Dihinakan tapi kau malah memuliakan. Maka ini bahaya. Maka Rasulullah mengatakan, "Jangan kau berkata kepada orang munafik. sayid ya. Maka segala kata-kata yang kemudian membuat kita memuliakan orang-orang yang buruk di mata Allah, maka hati-hati ya. Ada orang kafir datang kemudian kita muliakan luar biasa kita seakan-akan dia orang hebat. Orang nanti ketika dia dimuliakan palebar kesyirikan, penyebar kemaksiatan kemudian kita muliakan. Akhirnya banyak orang yang terpesona akhirnya ikut-ikutan. Enggak usah. Ya sudah. Ngapain kita kemudian muliakan-muliakan? Ya. Ya sudah. Kalau dia sebagai manusia sebagai manusia tapi tidak perlu kita beri gelar-gelar yang terhormat, yang ini, yang anu, yang ini, yang anu, yang ini. Ah, ngapain? Apalagi orang yang menyeru kepada kekufuran. Ada yang menyeruh kepada kekufuran yang mengatakan homoseksual halal. Kemudian kita malah yang mulia, yang mulia, yang mulia. Gimana di hadapan Allah? Ini orang penyeru kepada kesyirikan, orang penebar kesyirikan, orang ini pembela golongan homoseks. Kemudian kita malah yang mulia, yang mulia berbangga-bangga dengan dia. Ini hal yang tidak tepat ya. Karena orang yang melakukan perbuatan-perbuatan yang Allah benci malah kita muliakan. Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Faqad asum rbakum." Sungguh kalian telah membuat murka Rabb kalian. Karena harusnya dihinakan malah kalian muliakan. Ya, banyak bayangkan kalau ada tukang misalnya saya gampang misalnya ada tukang maksiat taruhlah tukang penyanyi dangdut di kemudian pakai baju-baju yang terbuka kemudian kita muliakan. Silakan yang mulia, yang mulia. Kayak kita lagi iklan maksiat, iya enggak? Kita iklan maksiat karena kita memuliakan dia dengan maksiatnya. Seadang kita melegalkan maksiat tersebut harusnya enggak usah wong dia tukang maksiat. Ngapain kita muliakannya? Malah kita bangga-banggakan. Nah, ini membuat Allah mur murka. Kenapa? Orang ini fasik terkenal dengan maksiat yang dia lakukan. Terang-terangan dia lakukan. Terang-terangan dia auratnya. terang-terangan dia bermaksiat kemudian kita muliakan ya jangan Tib kita lanjutkan bab berikutnya babun annahyu anil halfi bil amanah bab larangan bersumpah dengan amanah bersumpah dengan amanah kita tahu bahwasanya di antara sumpah yang dibolehkan adalah bersumpah dengan nama Allah ya atau dengan ee sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala ya. Kita bersumpah demi Allah warabbil Ka'bah ya ini kita bersumpah dengan ee nama Allah atau kita bersumpah misalnya dengan firman Allah ya ee seperti orang bersumpah dengan Al-Qur'an karena Al-Qur'an adalah firman Al Allah ya. Namun kita enggak boleh bersumpah dengan selain Allah. Selain dengan nama Allah, selain dengan sifat Allah. Enggak boleh. Seperti kita bersumpah dengan amanah. Demi amanah. Berarti amanah tentu baik, tapi enggak boleh. Karena amanah bukan Allah Subhanahu wa taala. Dia salah satu syariat Allah Subhanahu wa taala perkara yang baik. Tapi gak boleh kita bersumpah dengan amanah. Adapun Allah, Allah bersumpah dengan siapa yang Allah kehendaki. Dengan apa yang Allah kehendaki. Bersumpah dengan matahari, dengan rembulan, dengan siang, dengan malam. bersumpah dengan umur Nabi sallallahu alaihi wasallam terserah Allah. Tapi kalau manusia tidak boleh bersumpah kecuali dengan Allah Subhanahu wa taala. Rasulullah bersabda dari Buraidah radhiallahu anhu secara marfu, manfa amanati falaisa minna. Siapa yang bersumpah dengan amanah yaitu demi amanah aku akan memperjuangkan hal ini. Demi amanah aku akan begini. Gak boleh. Harusnya bilang demi Allah. Maksud dia baik tapi gak boleh. Ini syirik dalam lafal. Rawahu Abu Daud bisanadin shah. Hadis riwayat Abu Daud dengan sanad yang sahih. Makanya Rasul sahu alaih wasallam bersabda, "Manana halifan falyahlif billah." Siapa yang bersumpah hendaknya dia bersumpah dengan Allah, nama Allah subhanahu wa taala. Dalam hadis yang lain Rasulullah tegaskan, "Man khalafa bighirillah faqad kafar au asroq." Siapa yang bersumpah dengan nama selain Allah maka dia telah kufur atau dia telah syirik. Ya, di antara selain Allah adalah bersumpah dengan amanah. Gak boleh kita bersumpah demi amanah, demi misalnya tumpah darah, misalnya demi orang tua, demi kakek, demi nenek moyang. Ini semua enggak boleh. Ini semua makhluk enggak boleh bersumpah dengan nama Allah. Demi Allah. Rasulullah bersabda, "La tahlifu biikum wa ummahatikumana halifan falyahlif billah." Janganlah kalian bersumpah dengan nama-nama bapak-bapak kalian ataupun nama ibu-ibu kalian. Siapa yang bersumpah makanya bersumpah dengan nama Allah. Yang bilang, "Demi bapakku, bersumpah. Demi ibuku, demi nenekku, ini mbahku enggak boleh ya. Demi moyangku gak boleh. Ya, kita semua mengagungkan nenek moyang kita. Kita semua mencintai orang tua kita, tapi tidak boleh kita bersumpah demi abi, demi ayah. Gak boleh sumpah harus dengan dengan nama Allah karena ini syirik. Makanya Rasulullah mengatakan, "Man khalafa bighirillah." Siapa yang bersumpah dengan nama selain Allah faqad kafaro au asroq. Dia telah kafir atau dia telah syi syirik. Seperti di antaranya bersumpah dengan amanah. Maka gak boleh demi negeri, demi bangsa, demi tumpah darah, demi nenek moyang, demi tradisi, demi dengan nama dengan niatnya untuk sumpah. Ya, beda kalau demi maksudnya untuk ya. Kalau untuk beda. Untuk orang tuaku aku akan begini. Untuk membela negeri itu lain. Tapi kalau sumpah maksudnya, sumpah maksudnya maka tidak boleh kecuali dengan Allah Subhanahu wa taala. Tib. Bab berikutnya, babun annahyu anil khf billati bimillatin giri islam. Ya, bab larangan bersumpah dengan agama selain Islam. Ee maksudnya dia mengatakan, "Kalau saya bohong, saya Yahudi." Misalnya gitu. Benar. Ini kalau saya bohong, saya Nasrani. Kalau saya bohong, saya ateis. misalnya ini dia ini enggak boleh seperti ini. Dia maksudnya baik dia untuk menekankan tapi enggak boleh enggak boleh. Karena orang yang mengatakan demikian dia kayak menganggap agama lain tuh ada nilainya gitu atau dia menganggap agama Islam tuh ya ya dia j kok berani dia ngomong gitu. Kalau saya bohong saya Yahudi. Ngapain ya agama Yahudi Nasrani agama Islam tidak diterima oleh Allah ya. ee harusnya dia tidak nyerempet-nyerempet ke situ. Enggak boleh ya. Kalau dia mau menekankan suatu pernyataannya, bersumpahlah dengan nama Allah ya. Atau dengan yang lain yang ee penekanan-pekanan lain. Tidak mesti dengan sumpah. Nah, seperti orang yang mengatakan demikian ee maka ini buruk ya. An Abi Zaid radhiallahu taala anhu qala. Dari Abu Zaid radhiallahu anhu sahabat yang mulia beliau berkata qala qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Man halafa bimillatin giril islam kadiban mutaammidan fahua kamaqal akhrajahu." Siapa yang bersumpah dengan agama selain Allah dan dia dusta dan sengaja, maka dia seperti apa yang dia ucapkan. Kalau dia jujur aja enggak boleh, apalagi kalau dia bohong. Kalau saya yang curi barang itu, saya Yahudi. Nah, ini misalnya ternyata dia yang curi. Ini gimana? Kata Nabi, "Fahua kamaqal dia seperti apa yang dia ucapkan. Ya. Ya. Maka ngeri ya. Kalau saya kalau saya begini maka saya Yahudi atau saya Nasrani atau saya najusi majusi ya tentu ini tidak boleh. Karena semua agama selain Islam adalah agama yang syirik tidak diterima oleh Allah. Allah berfirman, "Ilqbala minah akhir minirin." Siapa yang mencari agama selain Islam tidak akan diterima oleh Allah dan dia pada hari kiamat kelak termasuk orang-orang yang merugi. Ya innaddinaallahi al Islam. Agama yang benar cuma agama Islam. Rasul sahu alaih wasallam bersabda dalam Sahih Muslim beliau berkata ee apa namanya? Siapa yang eh mendengar tentangku eh apa Yahudi Nasrani lam ymin billadzi bihi illaana min ahlinar. Ya, siapa yang mendengar tentang aku Yahudi atau Nasrani kemudian dia tidak berimanma mata walam yad ursilu bihi illa min ahlinar. Kemudian dia meninggal dalam kondisi tidak beriman terhadap apa yang aku bawa maka dia termasuk penghuni neraka jahanam. Semua agama. Kalau penganut agama mana pun kalau sudah dengar tentang Nabi kemudian dia tidak beriman, maka masuk neraka jahanam. Karena semua agama tidak benar. Yang agama tauhid satu-satunya cuma agama Islam. Ini adalah dalil-dalil yang mengancam luar biasa bahaya. Orang bercanda begini, main-main begini ternyata dia bohong. Maka mengerikan. Hadis berikutnya. Abi wa Buraidah radhiallahu anhu qala qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ini menunjukkan bagaimana Islam itu perhatian terhadap lafal. Jangan main-main masalah syirik. Jangan nyerempet-nyerempet masalah apa? Syirik. Sumpah dengan amanah tidak boleh. Kayak gini tadi. Kalau saya bohong, saya Yahudi, saya majusi. Ini juga enggak boleh. Ya. Man halafa faqala ana bariun minal Islam. Siapa yang bersumpah dan dia berkata, "Saya berlepas diri dari Islam." Fainana kadiban fahua kamaqal. Kalau ternyata dia dusta, maka dia seperti apa yang dia ucapkan, dia berlepas dari Islam. Wain kanana shodqan falan yarji Islam saliman. Kalau dia ternyata jujur, dia tidak akan kembali kepada Islam dengan selamat. Yaitu ada kekurangan dalam Islamnya. Karena kalau Islamnya sempurna, dia enggak akan ngomong begitu. Dia enggak akan ngomong, "Saya kalau bohong." Meskipun dia jujur, saya kalau bohong saya Yahudi. Dia enggak akan ngomong begitu. Dia tahu buruknya Yahudiah, buruknya Nasrania, buruknya agama lain. Kemudian dia ngomong begitu, berarti dia kayaknya meremehkan Islam. Kalaupun ternyata dia jujur kata Nabi, wainana shodqon kalau dia jujur atas sumpahnya tadi falan yarji ilal islami saliman. Dia tidak akan kembali lagi dalam Islam seperti selamat seperti sediakala karena ada masalah dalam apa? akidahnya. Orang yang mengagungkan Islam tidak akan ngomong seperti itu. Rohu Abu Dawud. Ya, bab. Kita lanjutkan ee bab berikutnya. Babun majaa fil gibah. Dosa berikutnya tentang dosa gibah. Ya gibah. Allah berfirman, waqulullahi taala. Allah berfirman, wala yakb ba'dukum ba'd. Janganlah sebagian kalian menggibah sebagian yang yang lain. Gibah adalah dosa besar menurut jumhur ulama. Benar. Ada yang mengatakan dosa kecil karena sulitnya untuk dihindari. Ya. Namun mayoritas ulama mengatakan gibah dosa besar karena dalil menunjukkan gibah adalah dosa dosa besar. Ya, di antaranya ayat ini dalam surah Alhujarat ayat 12 Allah berfirman, "Ya ayyuhalladzina amanuibu minadon in ba'm w tajassasu." Wahai orang yang beriman, jauhilah kalian dari kebanyakan persangkaan karena sesungguhnya sebagian persangkaan adalah dosa. Wajassasu dan jangan cari-cari kesalahan orang lain. Dan janganlah sebagian kalian menggibah sebagian yang lain. Ayuhibbu ahadukum akita. Apakah salah seorang dari kalian suka memakan bangkai daging saudaranya yang yang sudah mati? Fakarihtumu. Tentu kalian tidak suka. Wattaqulah. Bertakwalah kepada Allah. Innallaha tawwabur rahim. Sesungguhnya Allah maha penerima tobat dan maha penyayang. Ini dalil bahwasanya wajib bertobat dari perbuatan gi gibah. Sampai Allah mengal wattaqulah. Bertakwalah. Sesungguhnya Allah maha tawab, menerima taubat. Nah, gibah ee banyak sisi yang menjadikan gibah itu dosa besar. Di antaranya Allah menyamakan gibah seperti makan bangkai saudara sendiri. Ya kita makan bangkai manusia boleh atau tidak? Gak boleh. Apalagi bangkai ya. Apalagi saudara sendiri ya. Manusia kafir aja kita enggak boleh makan. Apalagi teman pengajian sendiri kita makan. Apalagi bangkai ustaz yang kita makan. Jangan tentu enggak boleh. Oleh karenanya makan bangkai dosa maka demikian juga dosa besar. Merusak merobek-robek mayat muslim dosa besar enggak boleh ya. Sesungguhnya melukai muslim mati sama dengan ketika melukainya ketika apa? Hidup. Terus kita makan daging tersebut maka ini tidak boleh. Ketika Allah menyamakan gibah seperti makan bangkai saudara sendiri, maka ini menunjukkan gibah dosa dosa besar. Adapun disamakan dengan bangkai karena gibah itu kita menceritakan keburukan orang lain dan dia tidak di hadapan kita. Kalau di hadapan kita, kita namanya maki-maki. Paham ya? Maki-maki. Kalau kalau maki kita belum tentu berani karena berhadapan. Tapi kalau gibah orang berani karena orang yang digibai tidak di depan di depan dia. Kalau depan di kalau depan silakan maki juga enggak boleh. Cuma dia ada konsekuensinya. Mungkin dia marah, mungkin dia ngamuk, mungkin dia bantah. Beda kalau yang dia caci ini tidak di hadapan dia. Sehingga seperti orang mati yang tidak bisa bela diri dijatuhkan. Dia tidak bisa karena yang digibahi ini tidak di depan dia. Adapun kalau depan dia, dia akan bisa bela diri. Dia akan bisa balik membantah, bisa mungkin berkelahi. Maka disamakan seperti makan bangkai orang yang sudah mati. Makanya di gibah. Gibah zikruka akhaka bima yaqra. Engkau menyebutkan keburukan saudaramu yang dia tidak suka. Jadi ee gibah ee dosa besar. Yang kedua di antara dal yang menunjuk gibah dosa besar bahwasanya Rasulullah menyebutkan bahwasanya ketika Rasulullah berjalan dengan Jibril, Rasulullah melihat apa namanya? Orang-orang yakmisuna eh alai apa eh apaarun min nuhas yahmisuna biha alujim sudurihim. Rasulah melihat orang-orang yang memiliki kuku-kuku dari tembaga kemudian dia cakar wajahnya dan cakar apa? Dada-dadanya. Rasulullah berkata manula ya Jibril. Siapa itu Jibril? Mereka kok disiksa seperti itu mencakar-cakar wajah, mencakar-cakar dada. Kata Jibril alaihi salam, "Haulailladina yaakuluna luhuna ikhwanim." Mereka adalah orang-orang yang makan apa? Daging saudara-saudara mereka sendi itu orang-orang yang gibah. Orang-orang yang yang gibah. Sehingga dia menguatkan bahwasanya gibah dosa dosa besar. Bahkan sebagian salaf memandang jika seorang puasa kemudian dia gibah maka puasanya bukan batal aja pahalanya batal puasanya. Batal apa puasanya? Sebagian salaf berpendapat demikian. Namun yang benar bukan puasanya yang batal. Cuma pahala puasa yang batal. Namun bagaimana pahala puasa bisa batal dengan gibah? Menunjukkan gibah ini dosanya besar. Namun dia dosa yang sangat diremehkan. Ya, sangat diremehkan. Seorang bisa saja kuat salat malam, tidak mau berzina, dia bisa menundukkan pandangan ya. Dia tidak mau makan yang haram ya, dia tidak mau menipu orang, dia tidak mau berdusta. Dia bisa lakukan. Bahkan dia kuat bangun salat malam, dia kuat puasa sunah, dia dermawan, mudah untuk bersedekah, tapi dia tidak kuat untuk tidak gibah. Dia tidak kuat untuk tidak apa? Gibah. Dan gibah itu kita memberikan pahala kepada orang yang kita gibahi. Makanya sebenah mengatakan orang gibah itu seperti dia sudah punya istana yang besar kemudian dia hancurkan istana tersebut dengan gibah-gibahnya. Karena setiap dia gibah pahalanya diambil. Setiap gibah pahalanya di diambil. Dan ini tentu menyakitkan bagi seorang penggibah. Kenapa? pada hari kiamat. Gibah itu kan biasanya dia gibah kepada orang yang dia tidak sukai. Ternyata hari kiamat kelak dia bertemu dengan orang yang dia tidak sukai tadi. Ternyata orang yang tidak disukai tadi ngambil pahala dia. Kenapa? Karena telah dia gibahi ketika di dunia. Biasanya yang saya ngomongin benar kok. Lah itu yang benar itu namanya gibah. Kalau enggak benar namanya buhtan. Kata Rasulullah, giibah. Tahukah kalian apa itu gibah? Sahabat berkata, "Allah wa rasulah alam." Allah rasul mengetahui kata nabiikruka ak bima yak engkau menyebutkan suatu yang buruk tentang saudaramu yang dia tidak suka diceritakan kata sahabat inana fi akhi maqul kalau aku yang aku sampaikan tentang saudaraku ternyata benar adanya kata Rasulullah faqad iktabtaahu itulah gibah wailla faqad bahattaahu kalau ternyata yang kau sampaikan tidak benar maka kau gibah plus gibah plus dusta jadi sebagian orang terkadang dia termotivasi untuk gibah. Dia berkata, "Ini benar kok. Benar kok, saya enggak bohong." Ya, itulah gibah. Kita punya aturan dalam bersosial, bersosial dengan sesama kaum muslimin. Tidak boleh kita mengibahi. Kecuali ada maslahat mau kita diskusikan orang ini apa yang kita lakukan sama dia ataupun kita cerita ke sana ke sini tanpa ada tujuan. Ya, yang jelas hanya sekedar untuk memuaskan hawa nafsu, menceritakan kejelekan orang, jadi bumbu majelis. Ya, kalau tanpa gibah kayaknya kurang enak, kurang nyaman. Maka ini dosa dosa besar. Waspada waspada. Adapun sebagian ulama mengatakan gibah dosa kecil karena sulit dihindari maka pendapat tersebut tidak kuat. Bukan berarti dosanya tersebar kemudian jadi dosa kecil. Banyak dosa tersebar banyak tapi tidak bisa dijadikan dosa kecil. Riba tersebar enggak? Tersar menjadi dosa kecil kan? Enggak. Zina tersebar juga tidak jadi dosa kecil. ya buka aurat di sana sini tersebar juga tidak menjadikan dia statusnya berdosa apa kecil tayib kemudian kita lanjutkan qala rahimahullahu taala maka alimamdul wahab rahimahullah membawakan hadis yang panjang tentang bahayanya gibah ee banyak hadis salah satu satunya hadis yang pertama ini kita baca anbirah radhiallahu anhu anna rasul sahu alaihi wasallam q fi khutbatihi yauman nahar. Dari Abu Bakar radhiallahu anhu bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berkata ketika khotbahnya di hari nahar itu ketika haji. Umum nahar tanggal berapa itu? 10 Zul Zulhijah. Sebelumnya hari Arafah. Tanggal berapa? 9 Zulhijah. Setelahnya hari Arafah 11, 12, 13 di hari Arafah. Eh hari apa? Tasyrik. Hari tasyrik. Ee ketika hari nahar Rasulullah berkhotbah. Dan disebutkan ketika Rasulullah berhaji Rasulullah berkhotbah dalam beberapa tempat. Di antaranya ketika hari Arafah Rasulullah berkhotbah. Ketika hari nahar juga Rasulullah berkhotbah. Ketika di tengah-tengah hari tasyrik Rasulull sahu alaihi wasallam juga berkhotbah. Ya Rasulullah sering kasih nasihat ketika haji. Di antaranya dan ini Rasulullah berkhotbah di hadapan ada yang mengatakan 120.000 orang. 120.000 orang. Karena yang berhaji bersama Nabi ada khilaf. Ada yang mengatakan Rp80.000, ada yang mengatakan 100.000, ada yang mengatakan 120.000. Dan itu jumlah yang banyak di zaman itu. Zaman itu di mana manusia cuma masih sedikit. Maka Rasulullah berkata, "Ayu syahrin had?" Tahukah kalian ini bulan apa? Fasakatna hatta donanna annahu sayusammihi bighir ismihi. Kami bingung. Rasulullah tanya bulan apa? Ya, kita sama-sama tahu ini bulan Zulhijah. Para sahabat bingung. Para sahabat diam. Masa Rasulullah enggak tahu mau jawab bagaimana? Kami diam. Kami khawatir Rasulullah merubah namanya. Jangan-jangan namanya beda. Ayu syahrin had. Tahu enggak bulan apa ini? Diam aja. Padahal semua tahu. Rasulullah berkata, "Alaisahijah." Bukankah ini bulan Zulhijah? Qulna bala. Tentu ya Rasulullah. Ya, sama-sama tahu. Rasulullah bertanya lagi, "Faayyu baladin hadza." Ini negeri apa ini? Semua orang tahu tanah haram, kota Makkah. Fasakatna. Kami pun diam, enggak berani jawab. sampai kami menyangka Rasulullah akan merubah namanya dengan nama yang lain. Faqala Rasulullah jawab sendiri. Alisa baladallahil haram. Bukankah ini adalah tanah haram Mekah? Qulna bala kata kami tentu ya Rasulullah. Q fau yaumin h. Ini sekarang hari apa ini? Semua tahu hari nahar. Tapi enggak ada yang berani jawab. Fasakatna. Kami pun diam. Sampai kami menyangka Rasulullah akan memberi nama dengan nama yang lain. Bukankah ini adalah hari nahar? Faqulna bala. Kami berkata tentu ya Rasulullah. Rasulullah ingin menekankan bahwa sini semua kita sekarang sedang berada di bulan haram di tanah haram di hari yang sangat mulia. Hari terbaik afdolu ayyami sanah. Hari terbaik sepanjang tahun hari apa? Nahar. Kalau malam terbaik, malam lailatul qadar. Tapi kalau hari terbaik, hari nahar. Di bulan haram, di tanah haram. Maka Rasulullah berkata, "Faakum amwalakum waakum alikum haramati yaumikum fiahum fi baladikum. Sesungguhnya darah kalian haram tidak boleh kalian tumpahkan. Harta kalian haram tidak boleh kalian ambil rampas harta orang. Waum alaikum haram dan harga diri kalian juga haram. Tidak boleh dijatuhkan. Sebagaimana kehormatan hari ini, sebagaimana haramnya hari ini, sebagaimana haramnya bulan ini, bulan haram, bulan Zulhijah, dan sebagaimana haramnya tanah Makkah. Ya, sebagaimana haramnya tanah Mekah. Ini ini menjadi perhatikan di sini Rasulullah mengatakan, "Ingat, yang diharamkan untuk dilanggar bukan cuma darah, bukan cuma harta, harga diri pun tidak boleh dilanggar." Kebanyakan orang kalau suruh numpahkan darah tidak berani atau nyuri harta orang tidak berani. Tapi kalau melanggar harga diri orang berani menggibah, menjatuhkan, meremehkan, merendahkan. Ee kemudian kata Rasul sahu alaihi wasallam, wasalquunbakum fasalukum a'alikum. Kalian akan bertemu dengan Rabb kalian dan dia akan bertanya tentang amalan kalian. Ini perhatian bagi kita semua. Kita akan bertemu dengan Allah dengan amal yang kita lakukan. Maka seorang jika ingin beramal dia pikir dulu ridakah dia bertemu Allah dengan bawa amal ini? Kalau dia rida, lakukan. Kalau enggak berhenti. Al baar baukumq ba. Janganlah setelah sepeninggalku kalian balik menjadi kafir saling membunuh di antara kalian. Ala falyuballighidu minkumul gaib. Hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir. Ya, ini dalil bahwasanya ilmu disebarkan. Seorang ilmu untuk perbaiki dirinya sendiri dan untuk menyampaikan kepada orang lain. Yaalauhu yakuna mimiahu. Bisa jadi orang yang disampaikan lebih ngerti daripada yang mendengar langsung. Ini mungkin terjadi. Maka sampaikan siapa tahu yang disampaikan lebih paham. Qal ala hal ballagt. Tidakkah aku telah menyampaikan wahai kalian? Qulna naam. Ya, engkau telah menyampaikan. Qala Allahumhad. Ya Allah saksikanlah. Qalan Rasulullah begini. Allahummashad Allahummashad. Allahum Allah persaksikan karena mereka telah mengaku aku telah menyampaikan seluruh amanah. Maka kata kata Nabi, "Ya Allah saksikanlah persaksian mereka." Ini sepanjang tapi intinya saya ingin sampaikan bahwasanya ee Nabi menyampaikan yang tidak boleh dilanggar bukan cuma darah, bukan cuma harta, tapi juga apa? harga di diri. Dan di antara bentuk pelanggaran terhadap harga diri orang lain adalah dengan menggibahnya, meremehkannya, menjatuhkannya sementara dia tidak hadir. Demikian saja kajian kita. Insyaallah kita lanjutkan pada kesempatan yang masih tentang bab gibah. Insyaallah pekan depan ada ee pengajian. Bab demikian saja kajian kita. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.