File TXT tidak ditemukan.
Transcript
bG7OAXSIqlc • Kitab Al-Kabair #33: Dosa Besar Menceritakan Maksiat Yang Dilakukan - Ust Dr. Firanda Andirja, MA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2519_bG7OAXSIqlc.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Alhamdulillahi al ihsani wasukr ala
taufiqihiani asadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhuasul
ridwan allahumma shli alaihi waa alihi
wa ashabi wa ikhwani. Hadirin hadirat
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Kita masuk pada pembahasan berikutnya
dari kitab alkabair babun attahaddusu
bil maksih. Bab tentang menceritakan
maksiat yang dilakukan ya. menceritakan
maksiat yang dilakukan.
Kemudian ee al Imam Muhammad bin Abdul
Wahab rahimahullah membawakan hadis.
Beliau berkata, "Walahuma an Abi
Hurairah radhiallahu anhu marfuan dari
sahabat Abu Hurairah dari Nabi
sallallahu alaihi wasallam secara marfu.
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda,
"Kullum umati muafa ilal mujahirin."
Seluruh umatku muafa. Muafa maksudnya
akan diberikan alafiah. Alafiah dia itu
akan selamat. itu Rasulullah berkata,
"Setiap umatku akan selamat." Di antara
bentuk keselamatan akan diampuni ilal
mujahidin. Kecuali orang yang melakukan
maksiat secara terang-terangan.
Wa inna minal mujaharah. Dan di antara
bentuk melakukan maksiat
terang-terangan, analarjulu amalan bila
yaitu seorang lelaki di malam hari
melakukan maksiat. Tma yusbihu waqad
satarahullahu alaih. Kemudian di pagi
hari Allah telah menutup aibnya
tersebut. itu enggak ada yang tahu.
Allah Taala menutup aib tersebut dan
tidak ada yang tahu. Fayakul. Kemudian
di pagi hari dia cerita, dia berkata,
"Ya Fulan, wahai fulan, amiltul barihata
kad waad. Wahai fulan, tadi malam saya
melakukan maksiat ini dan itu." Waqad
bata yasturuhu. Padahal dia semalam
suntuk, Allah telah menutup aibnya.
Allah tidak bongkar aibnya. Wa asbaha
yaksyifu sitrallahi alaih. Kemudian di
pagi hari dia pun menyingkap tirai Allah
yang Allah telah menutupnya dengan tirai
tersebut.
Ee kita tahu di antara dosa besar adalah
almujaharah, yaitu melakukan maksiat
dengan terang-terangan. Maksiat sendiri
sudah melakukan sudah merupakan suatu
dosa. Ditambah lagi kalau dia melakukan
maksiat dengan terang-terangan, dia
tampakkan. Dan ini ee bukan dosa biasa
karena seakan-akan dia bangga dengan
maksiat tersebut. Ya, dampaknya banyak.
Pertama dia selain dosa. Yang kedua
seakan-akan dia bangga dengan dosa
tersebut. Kemudian yang berikutnya
seakan-akan dia meremehkan
ee hukuman Allah dari Allah subhanahu wa
taala sehingga dia terang-terangan. Yang
ketiga, dia juga memotivasi orang lain
untuk melakukan seperti apa yang dia
lakukan. Karena orang kalau melihat
maksiat yang dilakukan termotivasi untuk
bisa melakukan seperti itu. Makanya di
antara larangan para ulama agar kita
tidak pergi-pergi ke negara-negara kafir
karena negara-negara kafir banyak
maksiat sehingga mata ini melihat mereka
melakukan sehingga seakan terbiasa
terbiasa dan bisa juga termotivasi
melakukan seperti apa yang mereka
lakukan.
Ya, ini ee jadi orang yang mujaharah itu
melakukan maksiat terang-terangan di
depan banyak orang tidak peduli.
Kemudian dia terkadang dia shoting
dirinya. Kalau zaman sekarang dia
shoting dirinya kemudian dia sebarkan
tanpa ada rasa malu. Ya, ini bukan
sekedar maksiat. Ini namanya
almujaharah. Terang-terangan dalam
bermaksiat. Maka ee dosanya lebih parah
lagi dan tidak selamat. Maka ini dosa
besar karena Rasulullah ancam tidak
selamat. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Kulu ummati muafan." Setiap
umatku akan selamat. Termasuk pelaku
maksiat akan selamat. Allah mungkin
ampuni. Ya. Tetapi yang jadi masalah
ilal mujahidin. Kalau orang yang
terang-terangan
melakukan maksiat di hadapan banyak
orang ini tidak selamat ya. Karena tadi
hal-hal yang dia lakukan bukan sekedar
maksiat tetapi dia seperti meremehkan ee
maksiat tersebut. Kemudian dia berbangga
dengan maksiat tersebut. Bahkan dia bisa
memotivasi orang lain untuk melakukan
maksiat tersebut. Ya.
Dan akhirnya maksiat tersebut menjadi
hal yang biasa. Apa istilah kita
normalisasi sekarang. Iya. Jadi biasa
itu istilah baru ya. Normalisasi
maksiat. Semua orang melakukan jadi
biasa. Jadi biasa. Makanya kalau
seorang sering misalnya nonton film-film
ee luar ya, jadi nanti orang buka urut
biasa aja bagi dia karena dia sendiri
sering melihat akhirnya terjadi maksiat
tersebut jadi normalisasi dalam hatinya.
Anggap itu apa biasa sampai akhirnya
nanti kalau anaknya tidak anaknya jalan
sama orang
yang ngobrol sama orang dia merasa biasa
aja karena dia sering nonton hal itu
biasa. Jadi orang lihat maksiat biasa
tersebar hal yang biasa. Kemudian juga
orang akhirnya lakukan maksiat sudah
biasa
sudah bikin sudah bikin aja biasa aja ya
karena sebab apa? Sebab ada mujaharah.
Tapi kalau tidak seorang ingin melakukan
dia malu karena tidak belum normalisasi
itah bagus ya normalisasi benar ya
maksudnya ya dianggap suatu yang
terbiasa ya.
Kemudian Rasulullah menjelaskan di
antara bentuk mujaharah bukan sekedar
seorang maksiat depan umum, artis di
podium atau di panggung ya atau seorang
menyuting dirinya kemudian buka auratnya
dia sebarin. Bukan cuma itu. Ternyata di
antara mujaharah adalah seorang di malam
hari bermaksiat. Dia bersendirian enggak
ada yang tahu dia maksiat. Kemudian
Allah sudah sayang kepadanya. Allah
tutup aibnya. Allah tidak umbar aibnya.
Kemudian besoknya Allah turunkan tirai
untuk menutup aibnya. Besoknya dia robek
tirai tersebut. Dia buka tersebut. Dia
cerita sama orang, "Semalam saya
begini. Ini merupakan salah satu bentuk
dari almuhajarah,
al-mujaharah. Oleh karenanya
ee ee
rahimahullah taala tahad bil maksih,
menceritakan maksiat. Menceritakan
maksiat. Maka jika seorang melakukan
maksiat meskipun
jangankan tadi malam, meskipun sudah
lama maka jangan dia cerita. Jangan dia
cerita, ya. Jangan
karena Allah sudah menutup aibnya ya.
Kalau dia harus bertanya maka dia
gunakan misalnya kata ganti orang
ketiga, bagaimana hukum ada orang yang
melakukan begini begini begini. Dan dia
bilang, "Tadi malam saya begini gak
usah." Jadi bilang bagaimana hukum orang
yang begini begini?
Ada saya ceritain sama kawan seorang
ustaz cerita
ee apa namanya?
Ada orang sampaikan ke ustaz, ustaz, apa
hukum
ee
ee zina dengan apa namanya si Fulanah
misalnya, apakah mungkin diterima
tobatnya? Kata ustaz tersebut, mungkin
bisa. Insyaallah bisa. Kata dia, "Ustaz,
tapi saya tidak bisa
apa namanya lega kecuali saya cerita
siapa yang zina tersebut."
Gak usah, yang penting Allah insyaallah
Allah ampuni. Bertobat Allah ampuni.
Enggak, Ustaz? Saya tidak tidak lega
kecuali saya cerita ustaznya kepancing.
Ya sudah, terus siapa yang berzina?
Kata dia, "Saya dengan si Fulanah dengan
istri temannya atau siapa?" "Kurang
ajar." Kata Ustaz Allah ampuni. "Kalau
saya tidak," katanya.
ee
kalau kita bisa tidak sebutkan
diri kita itu lebih baik ya kitaanya
bagaimana hukum seorang begini,
bagaimana hukum seorang begini karena
itu aib aib ya seperti dosa-dosa aib
seperti mencuri, berzina, kemudian
misalnya homoseksual tidak perlu
diceritakan pernah narkoba enggak boleh
cerita karena itu dosa-dosa yang terkait
dengan apa?
aib maka seorang tidak menceritakannya.
Ya,
kecuali dia cerita ada maslahat dalam
dengan cerita umum. Cerita apa? Umum
atau maslahat yang jelas. Seperti Salman
al-Farisi bercerita tentang bagaimana
peranan dari syirik menjadi apa?
Bertauhid. Ya, seperti ini tidak jadi
masalah. Adahatnya seperti contohnya ee
Jafar bin Abi Thalib ketika bercerita di
hadapan Raja Najasyi. Dia berkata,
"Kunna fil jahiliyah." Kami dahulu di
zaman jahiliah ya nusiul jiwar kami
berbuat buruk kepada tetangga
wulul j kami makan bangkai ya kemudian
wulu alqawu minadif yang kuat makan yang
lemah nabudul asnam kami menyembah
berhala kami begini kami begini secara
umum sampai datang ee
seorang nabi yang kami kenal ya ini
secara umum ada ada maslahat seperti
mereka sama-sama tahu
perbuatan maksiat yang bukan terkait
dengan ee keburukan seperti menyembah
berhala. Sahabat dalam masjid disebutkan
mereka sering cintang masa jahiliah
mereka. Mungkin kau dulu nyembah apa?
Nyembah batu bentuk bagaimana? Mungkin
akhirnya mereka tertawa di masjid dan
Nabi hanya tersenyum ketika melihat
mereka itu. Mereka menyebutkan tentang
masalah mereka untuk syukur kepada
Allah. Kita dulu seperti apa coba? Kita
dulu nyembah batu, nyembah ini, nyembah
anu. Ini masa lalu. Tapi mereka
sama-sama tahu. Mereka sama-sama apa?
tahu. Maka ini seperti begini insyaallah
tidak dilarang karena bukan hal yang aib
dan itu hanya untuk membuat kita semakin
bersyukur kepada Allah. Tapi kalau saya
dulu pernah berzina, saya pernah
homosek, saya pernah nipu orang, saya
pernah begini, itu ditutup, enggak boleh
dicerita sama sekali. Ya, itu ee aib
yang yang buruk. Siapa yang
menceritakannya maka
maka ee dia berdosa. Dia termasuk
melakukan almujaharah terang-terangan.
Dikhawatirkan tidak diampuni oleh Allah
Subhanahu wa taala. Pernah ada seorang
datang pada saya ee saya dulu berzina.
Saya mau cerita ini. Saya dulu berzina
puluhan perempuan. Jangan cerita. Enggak
saya jangan cerita. Saya bilang dia zina
sama puluhan perempuan, dia bangga.
Jadi kadang orang bangga dengan masa
lalunya yang buruk. Ya gak usah bangga
ya. Tutup aib jangan cerita. Sebalnya
pernah jadi bajingan kemudian mungkin
misalnya ada tato khusus menunjukkan
bajingan kurang ajar maka dia
pamer-pamer. Ngapain sudah hijrah tutup
itu tato kecuali meang enggak sengaja
kebuka tapi ini sengaja pamer supaya
orang tahu dia dulu bekas penjahat. Ya
enggak enggak ini aib. Enggak, enggak
perlu. Misalnya dia ini tato kelompok
perampok ini jangan dipakai lagi ya. Ya,
tutup aja ya. Enggak usah kita banggain
maksiat yang kita ee lakukan. Karena
kalau kita bangga-banggakan, kita
cerita-cerita Allah sudah tutup aib
kita, ya beda kalau memang semua orang
sudah tahu kita dulu ee begini-begini,
ya kita perlu jelaskan itu haram, saya
sudah tinggalkan. Tapi kalau gak ada
yang tahu, enggak ada yang tahu kecuali
Allah, kita enggak boleh cerita. Siapa
yang cerita maka dia tidak selamat.
Tidak selamat berarti dia tidak
dimaafkan. Dan ini hadis ini menunjukkan
dua hal. Pertama, dua hal yang yang
sering berlawanan. Pertama menunjukkan
rahmat Allah dan kasih sayang Allah. Ini
dalil bahwasanya kalau orang melakukan
maksiat kemudian dia tidak cerita sama
orang, dia berlindung di balik tirai
yang Allah turunkan kepadanya.
Mudah-mudahan dia selamat. Karena
Rasulullah yang mengatakan, "Kullu umati
muafan." Seluruh umatku akan sela
selamat.
Sebaliknya menunjukkan ee makna
lawannya. Kalau dia terang-terangan dia
bongkar aibnya sendiri maka dia tidak
sela selamat. Jadi ini subhanallah hadis
menyeb menjelaskan tentang rahmat Allah
sekaligus dengan bagaimana azab Allah.
rahmat Allah. Allah sangat sayang kepada
hamb-Nya. Sampai hambanya melakukan
maksiat, Allah pun tutup dan Allah
ampuni.
Ya, makanya dalam hadis ketika Allah
meng ee apa namanya? menghisab seorang
mukmin, Allah bertanya, "Ya alaihifahu,
Allah menutup dia sehingga tidak ada
yang tahu. Allah hisab antara dia dengan
Allah saja gak ada yang lain." Maka
Allah bertanya, "Alaisa qod fa'alta kad
wa yauma kad waz?" Bukankah kau telah
melakukan maksiat ini pada hari ini?
Kata dia, "Benar, ya Rabb." "Bukankah
kau telah melakukan maksiat ini pada
hari ini?" Kata dia, "Benar, ya Rabb."
Kata Allah, "Waqad satq
satartuha alaika fid dunya." Saya dulu
pernah menutup aib ini semua kepada
engkau ketika di dunia. Alya agfirullahu
agfir laka agfirakal yaum agfirakal
yaum. Dan hari ini aku ampuni
dosa-dosamu tersebut. Ya. Jadi,
Subhanallah tutup di dunia, di akhirat
Allah ampuni.
Luasnya rahmat Allah Subhanahu wa taala.
Siapa sih di antara kita tidak pernah
bermaksiat ya? Tatkala dia bersendirian,
tatkala tidak ada yang tahu, tatkala
jauh dari keluarganya, tatkala jauh dari
ee anaknya ya tatkala dia sedang
bersafar ke luar negeri, sangat mudah
orang dibisikin oleh setan kemudian
terdominasi oleh
oleh maksiat, oleh hawa nafsunya. J
karenanya seorang kalau dia melakukan
segera bertobat kepada Allah Subhanahu
wa taala dan jangan pernah cerita kepada
orang lain. Jangan pernah cerita sama
orang-orang lain karena Allah telah
memberi karunia dengan menutup aibmu.
Makanya dikatakan tidaklah seorang
dibongkar aibnya kecuali itu bukan
pertama kali dia lakukan. Sudah
berulang-ulang maka Allah bongkar apa
aibnya. Biasanya kebiasaan Allah kalau
pertama 2 3 4 biasanya Allah masih tu
tutup. Tapi jangan kemudian lengah dan
menggampangkan. Bisa saja Allah
membongkar aib seseorang kapan saja. Dan
ini nikmat yang luar biasa. Makanya ada
seorang salaf mengatakan, "Saya tidak
tahu mana nikmat yang lebih besar
kepadaku. Apakah nikmat aku menjalankan
amal saleh ataukah nikmat aibku ditutup
oleh Allah Subhanahu wa taala." Saya
tidak teman yang lebih lebih besar. Kita
kalau dibongkar aib kita ya semua orang
tidak ada yang mau duduk dengan kita.
Sebagian perkataan Muhammad bin Wasi,
lauana lidzunubi rih ma jalasa ilai
ahad. Kalau seandainya setiap dosa ada
aromanya, tidak ada yang mau duduk
dengan saya, tidak ada yang mau
bermajelis dengan saya. Karena dosa ini
ada aroma baunya, dosa ini ada bau
busuknya. Tidak ada yang mudur dengan
dengan kita. Tetapi di antara nikmat
Allah, Allah menutup aib seorang.
Kemudian dia bongkar, dia robek tirai
tersebut. Ya. Dan di antara makna
Allahumagfirli atau rabbighfirli atau
astagfirullah yaitu maknanya, "Ya Allah,
tutuplah aibku dan jauhkanlah aku dari
dampak maksiatku. Tutuplah aibku dan
jauhkanlah aku dari dampak maksiatku."
Saya ingin sampaikan bahwasanya ee Allah
menutup aib kita itu nikmat yang yang
besar. Ya, oleh jangan dibuang
nikmat tersebut dengan kita malah cerita
kepada orang lain. Apapun yang terjadi
jangan cerita ya. Jangan cerita
bab. Bab berikutnya bahkan sama istri
jangan cerita istri sama suami juga
jangan apa cerita.
Ada orang ngelamar. Jangan cerita sama
yang tukang ngelamarnya. Afwan, saya
pernah berzina. Jangan cerita. Jangan
cerita. Enggak boleh cerita. Coba dia
tanya gadis atau tidak. Ya harus jujur.
Sudah enggak gadis lagi. Tapi kalau dia
enggak tanya enggak perlu cerita. Afwan,
perlu. Akhi ketahui aja bahwasanya saya
pernah berzina. Ngapain akhi ketahui?
Enggak boleh. Enggak boleh cerita.
Enggak boleh cerita. Itu aib. Gak boleh
cerita
ya. Kecuali kalau dia tanya masih gadis
atau tidak. Itulah yang cerita. Terpaksa
sudah tidak gadis tolong tutup aib saya.
Jangan cerita sama orangor. Tapi kalau
dia enggak tanya enggak perlu cerita.
Babun maja'a fiatmi bizzina. Bab tentang
mencela orang lain dengan menduduhnya
berzina. Ini termasuk dosa juga ya, dosa
besar.
An Abi Hurairat radhiallahu anhu marfuan
dari Abu Hurairah secara marfu itu dari
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasul
sahu alaihi wasallam bersabda, "Man
qodfa mamlukahu bizzina yuqamu alaihil
haddu yaumal qiamah illa any yakuna kama
qala."
Siapa yang ee
menuduh
budak yang dia miliki dengan zina, dia
marah. Dia bilang sama, "Dasar budak
pezina, dasar budak wanita pezina." Dia
tuduh budaknya lelaki atau perempuan
dengan zina. Budak lelaki atau budak
wanitanya. Maka kalau tidak benar
tuduhan tersebut, majikannya pemilik
budak tersebut yang menuduh akan
ditegakkan hukum had pada hari kiamat
kelak kecuali yang dia tuduhkan itu
benar. Ya kita tahu di antara dosa besar
adalah
qful mukminatil muhsatil gfilat ya inin
muhsatilatil mminati luin fid dunya wal
akhirah wahumabunim. Sesungguhnya
orang-orang yang menuduh-nuduh
wanita yang baik-baik, wanita mukminat,
maka dilaknat di dunia dan akhirat. Dan
kalau dia menuduh zina, dia harus
mendatangkan saksi. Kalau enggak, dia
akan dicambuk. Dia akan di dicambuk.
Tapi lain halnya kalau majikan menuduh
budaknya sendiri karena budak milik dia.
Zaman dulu ada budak ya dan ee apa
namanya ee
ee budak tersebut bisa dia jual belikan
ya. Kemudian kalau dia nuduh budak
miliknya sendiri, bahwasanya budak itu
berzina, apakah dia harus datangkan
saksi empat saksi kalau tidak dia
dihukum? H tentunya ini tidak berlaku.
Ini berlaku kalau antara merdeka dengan
mer merdeka. Tapi kalau majikan sama
budaknya enggak berlaku. Oleh karenanya
Nabi berkata, "Memang dia nuduh budaknya
tanpa bukti. Dia tidak akan ditegakkan
hukum ha di dunia karena itu budaknya
sendiri. Tapi dia akan ditegakkan hukum
ha di mana?" di akhirat. Kenapa bisa
demikian? Karena di akhirat semuanya
sama. Gak ada budak, gak ada merdeka,
gak ada raja, gak ada rakyat. Semua sama
di hadapan Allah Subhanahu wa taala.
Semua atribut-atribut lepas ketika itu.
Raja-raja yang hebat pun tidak berani
menunjukkan atributnya.
Makanya Allah berkata ketika hari
kiamat, Allah Subhanahu wa taala
berkata, "Anal malik anad dayyan aina
muluk ard." Saya adalah raja dan saya
adalah maha pemberi balasan. Mana
raja-raja dunia? Mana raja-raja? Tidak
ada yang berani menampakkan batang
hidungnya. Semua ketakutan. Tunduk
ketakutan. Kata Allah, "Limanil mulkulum
lillahil wahidil qohar." Kerajaan pada
hari ini milik siapa? Milik siapa kata
Allah? Milik Allah yang maha esa dan
maha kuasa. Maka budak dan majikan sama
saja nanti akan disidang oleh Allah.
Bos, anak buah, majikan pembantu,
semua sama. Semua sama akan dihadapkan
ati yaumalqiamati abda. Semuanya akan
datang pada hari kiamat sebagai hamba.
Jadi jangan terpedaya dengan
atribut-atribut yang kita miliki.
Mentang-mentang kemudian kita nuduh
orang-orang rendahan ya. Karena kalau
orang tinggi kedudukannya tinggi, dia
mudah menjatuhkan orang yang menurut dia
hina di hadapan dia. Ya. Contoh seperti
tadi majikan nunduh budaknya. Dasar
budak berzina. Mentang-mentang itu budak
milik dia, kemudian dia tuduh seenaknya.
Kata Nabi, "Kalau tidak ada bukti tidak
benar, maka ini majikan akan ditegakkan
hukum H di akhirat kelak. Hari kiamat
kelak. Masih mending ditegakkan hukum ha
di dunia. Kalau di akhirat parah. Ya, di
akhirat pa parah.
Maka hati-hati
biasanya zalim itu kezaliman
terjadi dari orang yang atasan kepada
orang yang dianggap sepele.
Seorang majikan ngomong sama anak
buahnya, sama pembantunya, ngomong yang
seenak dia aja karena mentang-mentang
dia yang gaji. Mentang-mentang pembantu
tersebut butuh dengan dia. Dia ngomong
seenaknya dengan sopirnya, dengan
kata-kata kasar.
Dia hina sopirnya, dia hina pembantunya,
dia hina anak buahnya, dia hina misalnya
ee penjaganya, satpamnya itu mudah
kepancing dia untuk mudah menzalimi. Dia
lupa bahwasanya diapan ini juga manusia.
Pembantu dia itu juga manusia, sopir dia
juga manusia, satpam rumahnya juga apa?
Manusia, pegawai dia juga manusia. Sama
sama-sama bani Adam.
Tapi karena strata yang tinggi,
sementara mereka kerja sama dia, dia
lupa. Ya. Ya. Maka Rasulullah
menyebutkan dalam ee hadis bagaimana ee
pembantu-pembantu adalah ya ee
ikhwanukum, saudara-saudara kalian.
Sampai Rasulullah menganjurkan hendaknya
para budak, para pembantu makan dari
makan yang kalian makan. Kalau bisa
berpakaian dengan berpakaian yang kalian
pu punya, itu sunahnya demikian. lebih
baik demi ee demikian ya. Hati-hati.
Jadi kezaliman itu sangat mudah. Seperti
ini. Majikan dengan ee mudahnya menuduh
budaknya macam-macam. Tidak tidak ada
hal yang menghalangi dia untuk
menjelek-jelekkan budaknya. Tapi ingat
ada hari kiamat. Ada hari kiamat.
Makanya ketika Nabi melihat Abu Mas'ud
memukul budaknya, kata Rasulullah,
"Innallaha aqdaru alaika minka alaihi."
Wahai Abu Mas'ud, Allah lebih mampu
terhadap engkau daripada engkau terhadap
budakmu. Kaget. Akhirnya Abu Mas'ud
merdekakan budak tersebut.
Bab,
babun annahyu an tasmiatil fasiqi
sayyida. Bab larangan untuk memberi nama
kepada orang fasik dengan ee sayid.
Sayid maksudnya orang yang mulia, orang
yang terhormat. Sayid ya, sayid fulan
kalau kita ya. Yang terhormat, yang
mulia sama terhormat, yang mulia, yang
itu namanya istilah sayid ya. Ini orang
fasik jangan panggil sayid ya. Fasik
dipanggil sayid ya. Ini dia tidak sesuai
dengan kedudukannya. Wong dia fasik,
ngapain kita muliakan dia? Wong dia
fasik.
Fasik maksudnya apa? Fasik maksudnya
orang yang melakukan dosa besar. Ya,
melakukan dosa dosa besar. Dan fasik ini
bisa dua, ada fasik dari kaum mukminin
atau fasik dari orang munafik. Ya, ini
kalau fasiknya orang munafik sampai pada
tingkat kekufuran. Ya, maka jangan
muliakan
dengan manggilnya sebagai si sayid
dilarang oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. An Buraidah radhiallahu anhu
marfuan dari Buraidah radhiallahu anhu
secara marfu qala beliau berkata qala
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Rasuah alaihi wasallam bersabda la
taquulu lil munafii sayyid. Jangan
kalian berkata kepada orang munafik
sayid. Fa innahu iaku sayidan faqad
asumakum.
Sesungguhnya kalau dia adalah sayid
tentu kalian telah membuat rab kalian
murka. Rahu Abu Daud bisanadin shah.
Diriwayatkan Imam Abu Daud dengan sanad
yang sahih. Artinya kalau orang terkenal
melakukan kezaliman, fasik, mujrim,
menzalimi orang, suka dusta, suka,
jangan kita muliakan dia. Enggak boleh
ya kita orang ini terkenal dengan
keburukan. Semua orang tahu orang ini
buruk, maka jangan muliakan dia. Ya,
karena kalau dia diberi laqab, diberi
gelar yang mulia, yang terhormat ya
gelar-gelar yang luar biasa ya ee maka
dia akan terus melakukan kezaliman
tersebut.
Dia terus melakukan dan dia bangga
melakukan kezaliman tersebut. Dan ini
membuat Allah murka. Bagaimana orang
yang melanggar aturan-aturan Allah, yang
meninggalkan syariat Allah, yang
melakukan dosa-dosa, kemudian kita malah
muliakan. Kita malah muliakan. Maka ini
bentuk secara tidak langsung penentangan
terhadap Allah. Ini orang Allah hinakan,
kau malah muliakan.
Bukankah orang terkenal dengan keburukan
dihinakan oleh Allah? Dihinakan tapi kau
malah memuliakan. Maka ini bahaya. Maka
Rasulullah mengatakan, "Jangan kau
berkata kepada orang munafik.
sayid ya. Maka segala kata-kata yang
kemudian membuat kita memuliakan
orang-orang
yang buruk di mata Allah, maka hati-hati
ya.
Ada orang kafir datang kemudian kita
muliakan luar biasa kita seakan-akan dia
orang hebat. Orang nanti ketika dia
dimuliakan palebar kesyirikan, penyebar
kemaksiatan kemudian kita muliakan.
Akhirnya banyak orang yang terpesona
akhirnya ikut-ikutan. Enggak usah. Ya
sudah. Ngapain kita kemudian
muliakan-muliakan? Ya. Ya sudah. Kalau
dia sebagai manusia sebagai manusia tapi
tidak perlu kita beri gelar-gelar yang
terhormat, yang ini, yang anu, yang ini,
yang anu, yang ini. Ah, ngapain?
Apalagi orang yang menyeru kepada
kekufuran.
Ada yang menyeruh kepada kekufuran yang
mengatakan homoseksual halal. Kemudian
kita malah yang mulia, yang mulia, yang
mulia.
Gimana di hadapan Allah?
Ini orang penyeru kepada kesyirikan,
orang penebar kesyirikan, orang ini
pembela golongan homoseks. Kemudian kita
malah yang mulia, yang mulia
berbangga-bangga dengan dia. Ini hal
yang
tidak tepat ya. Karena orang yang
melakukan perbuatan-perbuatan yang Allah
benci malah kita muliakan. Maka kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Faqad asum rbakum." Sungguh kalian
telah membuat murka Rabb kalian. Karena
harusnya dihinakan malah kalian
muliakan. Ya,
banyak bayangkan kalau ada tukang
misalnya
saya gampang misalnya ada
tukang maksiat taruhlah
tukang penyanyi dangdut di kemudian
pakai baju-baju yang terbuka kemudian
kita muliakan. Silakan yang mulia, yang
mulia. Kayak kita lagi iklan maksiat,
iya enggak? Kita iklan maksiat karena
kita memuliakan dia dengan maksiatnya.
Seadang kita melegalkan maksiat tersebut
harusnya enggak usah wong dia tukang
maksiat.
Ngapain kita muliakannya?
Malah kita bangga-banggakan. Nah, ini
membuat Allah mur murka. Kenapa? Orang
ini fasik terkenal dengan maksiat yang
dia lakukan. Terang-terangan dia
lakukan. Terang-terangan dia auratnya.
terang-terangan dia bermaksiat kemudian
kita muliakan
ya jangan
Tib kita lanjutkan bab berikutnya babun
annahyu
anil halfi bil amanah bab
larangan bersumpah dengan amanah
bersumpah dengan amanah
kita tahu bahwasanya di antara sumpah
yang dibolehkan adalah bersumpah dengan
nama Allah ya atau dengan ee sifat-sifat
Allah Subhanahu wa taala ya.
Kita bersumpah demi Allah warabbil
Ka'bah ya ini kita bersumpah dengan ee
nama Allah atau kita bersumpah misalnya
dengan firman Allah ya ee seperti orang
bersumpah dengan Al-Qur'an karena
Al-Qur'an adalah firman Al Allah ya.
Namun kita enggak boleh bersumpah dengan
selain Allah. Selain dengan nama Allah,
selain dengan sifat Allah. Enggak boleh.
Seperti kita bersumpah dengan amanah.
Demi amanah. Berarti amanah tentu baik,
tapi enggak boleh. Karena amanah bukan
Allah Subhanahu wa taala. Dia salah satu
syariat Allah Subhanahu wa taala perkara
yang baik. Tapi gak boleh kita bersumpah
dengan amanah.
Adapun Allah, Allah bersumpah dengan
siapa yang Allah kehendaki. Dengan apa
yang Allah kehendaki. Bersumpah dengan
matahari, dengan rembulan, dengan siang,
dengan malam. bersumpah dengan umur Nabi
sallallahu alaihi wasallam terserah
Allah. Tapi kalau manusia tidak boleh
bersumpah kecuali dengan Allah Subhanahu
wa taala.
Rasulullah bersabda dari Buraidah
radhiallahu anhu secara marfu, manfa
amanati falaisa minna. Siapa yang
bersumpah dengan amanah yaitu demi
amanah aku akan memperjuangkan hal ini.
Demi amanah aku akan begini. Gak boleh.
Harusnya bilang demi Allah.
Maksud dia baik tapi gak boleh. Ini
syirik dalam lafal.
Rawahu Abu Daud bisanadin shah. Hadis
riwayat Abu Daud dengan sanad yang
sahih. Makanya Rasul sahu alaih wasallam
bersabda, "Manana halifan
falyahlif billah." Siapa yang bersumpah
hendaknya dia bersumpah dengan Allah,
nama Allah subhanahu wa taala. Dalam
hadis yang lain Rasulullah tegaskan,
"Man khalafa bighirillah faqad kafar au
asroq." Siapa yang bersumpah dengan nama
selain Allah maka dia telah kufur atau
dia telah syirik. Ya, di antara selain
Allah adalah bersumpah dengan amanah.
Gak boleh kita bersumpah demi amanah,
demi misalnya tumpah darah, misalnya
demi
orang tua, demi kakek, demi nenek
moyang. Ini semua enggak boleh. Ini
semua makhluk enggak boleh bersumpah
dengan nama Allah. Demi Allah.
Rasulullah bersabda, "La tahlifu biikum
wa ummahatikumana
halifan falyahlif billah." Janganlah
kalian bersumpah dengan nama-nama
bapak-bapak kalian ataupun nama ibu-ibu
kalian. Siapa yang bersumpah makanya
bersumpah dengan nama Allah. Yang
bilang, "Demi bapakku, bersumpah. Demi
ibuku, demi nenekku, ini mbahku enggak
boleh ya. Demi moyangku gak boleh. Ya,
kita semua mengagungkan nenek moyang
kita. Kita semua mencintai orang tua
kita, tapi tidak boleh kita bersumpah
demi abi, demi ayah. Gak boleh sumpah
harus dengan dengan nama Allah karena
ini syirik. Makanya Rasulullah
mengatakan, "Man khalafa bighirillah."
Siapa yang bersumpah dengan nama selain
Allah faqad kafaro au asroq. Dia telah
kafir atau dia telah syi syirik. Seperti
di antaranya bersumpah dengan amanah.
Maka gak boleh demi negeri, demi bangsa,
demi tumpah darah, demi nenek moyang,
demi tradisi, demi dengan nama dengan
niatnya untuk sumpah. Ya, beda kalau
demi maksudnya untuk ya. Kalau untuk
beda. Untuk orang tuaku aku akan begini.
Untuk membela negeri itu lain. Tapi
kalau sumpah maksudnya, sumpah maksudnya
maka tidak boleh kecuali dengan Allah
Subhanahu wa taala.
Tib. Bab berikutnya, babun annahyu anil
khf billati bimillatin giri islam. Ya,
bab larangan bersumpah dengan agama
selain Islam.
Ee
maksudnya dia mengatakan, "Kalau saya
bohong, saya Yahudi." Misalnya gitu.
Benar. Ini kalau saya bohong, saya
Nasrani. Kalau saya bohong, saya ateis.
misalnya ini dia ini enggak boleh
seperti ini. Dia maksudnya baik dia
untuk menekankan tapi enggak boleh
enggak boleh. Karena orang yang
mengatakan demikian
dia kayak menganggap agama lain tuh ada
nilainya gitu atau dia menganggap agama
Islam tuh ya ya dia j kok berani dia
ngomong gitu. Kalau saya bohong saya
Yahudi. Ngapain ya agama Yahudi Nasrani
agama Islam tidak diterima oleh Allah
ya.
ee harusnya dia tidak
nyerempet-nyerempet ke situ. Enggak
boleh ya. Kalau dia mau menekankan suatu
pernyataannya, bersumpahlah dengan nama
Allah ya. Atau dengan yang lain yang ee
penekanan-pekanan lain. Tidak mesti
dengan sumpah.
Nah, seperti orang yang mengatakan
demikian ee maka ini buruk ya. An Abi
Zaid radhiallahu taala anhu qala. Dari
Abu Zaid radhiallahu anhu sahabat yang
mulia beliau berkata qala qala
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda,
"Man halafa bimillatin giril islam
kadiban mutaammidan fahua kamaqal
akhrajahu." Siapa yang bersumpah dengan
agama selain Allah
dan dia dusta dan sengaja, maka dia
seperti apa yang dia ucapkan.
Kalau dia jujur aja enggak boleh,
apalagi kalau dia bohong.
Kalau saya yang curi barang itu, saya
Yahudi. Nah, ini misalnya ternyata dia
yang curi. Ini gimana? Kata Nabi, "Fahua
kamaqal dia seperti apa yang dia
ucapkan.
Ya.
Ya. Maka ngeri ya.
Kalau saya kalau saya begini maka saya
Yahudi atau saya Nasrani atau saya
najusi majusi ya tentu ini tidak boleh.
Karena semua agama selain Islam adalah
agama yang syirik tidak diterima oleh
Allah. Allah berfirman,
"Ilqbala
minah akhir minirin." Siapa yang mencari
agama selain Islam tidak akan diterima
oleh Allah dan dia pada hari kiamat
kelak termasuk orang-orang yang merugi.
Ya innaddinaallahi
al Islam. Agama yang benar cuma agama
Islam. Rasul sahu alaih wasallam
bersabda dalam Sahih Muslim beliau
berkata ee
apa namanya? Siapa yang eh mendengar
tentangku eh apa Yahudi Nasrani
lam ymin billadzi
bihi illaana min ahlinar. Ya, siapa yang
mendengar tentang aku Yahudi atau
Nasrani kemudian dia tidak berimanma
mata walam yad ursilu bihi illa min
ahlinar. Kemudian dia meninggal dalam
kondisi tidak beriman terhadap apa yang
aku bawa maka dia termasuk penghuni
neraka jahanam. Semua agama. Kalau
penganut agama mana pun kalau sudah
dengar tentang Nabi kemudian dia tidak
beriman, maka masuk neraka jahanam.
Karena semua agama tidak benar. Yang
agama tauhid satu-satunya cuma agama
Islam.
Ini adalah dalil-dalil yang mengancam
luar biasa bahaya. Orang bercanda
begini, main-main begini ternyata dia
bohong. Maka mengerikan.
Hadis berikutnya. Abi wa Buraidah
radhiallahu anhu qala qala Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Ini
menunjukkan bagaimana Islam itu
perhatian terhadap lafal. Jangan
main-main masalah syirik. Jangan
nyerempet-nyerempet masalah apa? Syirik.
Sumpah dengan amanah tidak boleh. Kayak
gini tadi. Kalau saya bohong, saya
Yahudi, saya majusi. Ini juga enggak
boleh. Ya. Man halafa faqala ana bariun
minal Islam. Siapa yang bersumpah dan
dia berkata, "Saya berlepas diri dari
Islam." Fainana kadiban fahua kamaqal.
Kalau ternyata dia dusta, maka dia
seperti apa yang dia ucapkan, dia
berlepas dari Islam. Wain kanana shodqan
falan yarji Islam saliman. Kalau dia
ternyata jujur, dia tidak akan kembali
kepada Islam dengan selamat. Yaitu ada
kekurangan dalam Islamnya. Karena kalau
Islamnya sempurna, dia enggak akan
ngomong begitu. Dia enggak akan ngomong,
"Saya kalau bohong." Meskipun dia jujur,
saya kalau bohong saya Yahudi. Dia
enggak akan ngomong begitu. Dia tahu
buruknya Yahudiah, buruknya Nasrania,
buruknya agama lain. Kemudian dia
ngomong begitu, berarti dia kayaknya
meremehkan Islam. Kalaupun ternyata dia
jujur kata Nabi, wainana shodqon kalau
dia jujur atas sumpahnya tadi falan
yarji ilal islami saliman. Dia tidak
akan kembali lagi dalam Islam seperti
selamat seperti sediakala karena ada
masalah dalam apa? akidahnya. Orang yang
mengagungkan Islam tidak akan ngomong
seperti itu. Rohu Abu Dawud. Ya,
bab. Kita lanjutkan ee bab berikutnya.
Babun majaa fil gibah. Dosa berikutnya
tentang dosa gibah. Ya gibah. Allah
berfirman, waqulullahi taala. Allah
berfirman, wala yakb ba'dukum ba'd.
Janganlah sebagian kalian menggibah
sebagian yang yang lain.
Gibah adalah dosa besar menurut jumhur
ulama. Benar. Ada yang mengatakan dosa
kecil karena sulitnya untuk dihindari.
Ya. Namun mayoritas ulama mengatakan
gibah dosa besar karena dalil
menunjukkan gibah adalah dosa dosa
besar. Ya, di antaranya ayat ini dalam
surah Alhujarat ayat 12 Allah berfirman,
"Ya ayyuhalladzina amanuibu minadon in
ba'm w tajassasu."
Wahai orang yang beriman, jauhilah
kalian dari kebanyakan persangkaan
karena sesungguhnya sebagian persangkaan
adalah dosa. Wajassasu dan jangan
cari-cari kesalahan orang lain.
Dan janganlah sebagian kalian menggibah
sebagian yang lain. Ayuhibbu ahadukum
akita. Apakah salah seorang dari kalian
suka memakan bangkai daging saudaranya
yang yang sudah mati? Fakarihtumu. Tentu
kalian tidak suka. Wattaqulah.
Bertakwalah kepada Allah. Innallaha
tawwabur rahim. Sesungguhnya Allah maha
penerima tobat dan maha penyayang. Ini
dalil bahwasanya wajib bertobat dari
perbuatan gi gibah. Sampai Allah mengal
wattaqulah. Bertakwalah. Sesungguhnya
Allah maha tawab, menerima taubat. Nah,
gibah
ee banyak sisi yang menjadikan gibah itu
dosa besar. Di antaranya Allah
menyamakan gibah seperti makan bangkai
saudara sendiri. Ya kita makan bangkai
manusia boleh atau tidak? Gak boleh.
Apalagi bangkai ya. Apalagi saudara
sendiri ya. Manusia kafir aja kita
enggak boleh makan. Apalagi teman
pengajian sendiri kita makan. Apalagi
bangkai ustaz yang kita makan. Jangan
tentu enggak boleh. Oleh karenanya makan
bangkai dosa maka demikian juga dosa
besar. Merusak merobek-robek mayat
muslim dosa besar enggak boleh ya.
Sesungguhnya melukai muslim mati sama
dengan ketika melukainya ketika apa?
Hidup. Terus kita makan daging tersebut
maka ini tidak boleh. Ketika Allah
menyamakan
gibah seperti makan bangkai saudara
sendiri, maka ini menunjukkan gibah dosa
dosa besar. Adapun disamakan dengan
bangkai karena gibah itu kita
menceritakan keburukan orang lain dan
dia tidak di hadapan kita.
Kalau di hadapan kita, kita namanya
maki-maki. Paham ya? Maki-maki. Kalau
kalau maki kita belum tentu berani
karena berhadapan. Tapi kalau gibah
orang berani karena orang yang digibai
tidak di depan di depan dia.
Kalau depan di kalau depan silakan maki
juga enggak boleh. Cuma dia ada
konsekuensinya. Mungkin dia marah,
mungkin dia ngamuk, mungkin dia bantah.
Beda kalau yang dia caci ini tidak di
hadapan dia. Sehingga seperti orang mati
yang tidak bisa bela diri dijatuhkan.
Dia tidak bisa karena yang digibahi ini
tidak di depan dia. Adapun kalau depan
dia, dia akan bisa bela diri. Dia akan
bisa balik membantah, bisa mungkin
berkelahi. Maka disamakan seperti makan
bangkai orang yang sudah mati. Makanya
di gibah. Gibah zikruka akhaka bima
yaqra. Engkau menyebutkan keburukan
saudaramu yang dia tidak suka. Jadi ee
gibah ee dosa besar. Yang kedua di
antara dal yang menunjuk gibah dosa
besar bahwasanya Rasulullah menyebutkan
bahwasanya ketika Rasulullah berjalan
dengan Jibril, Rasulullah melihat apa
namanya? Orang-orang yakmisuna
eh alai apa eh apaarun min nuhas
yahmisuna biha alujim sudurihim. Rasulah
melihat orang-orang yang memiliki
kuku-kuku dari tembaga kemudian dia
cakar wajahnya dan cakar apa?
Dada-dadanya. Rasulullah berkata manula
ya Jibril. Siapa itu Jibril? Mereka kok
disiksa seperti itu mencakar-cakar
wajah, mencakar-cakar dada. Kata Jibril
alaihi salam, "Haulailladina yaakuluna
luhuna ikhwanim." Mereka adalah
orang-orang yang makan
apa? Daging saudara-saudara mereka sendi
itu orang-orang yang gibah. Orang-orang
yang yang gibah.
Sehingga dia menguatkan bahwasanya gibah
dosa dosa besar. Bahkan sebagian salaf
memandang jika seorang puasa kemudian
dia gibah maka puasanya
bukan batal aja pahalanya batal
puasanya. Batal apa puasanya? Sebagian
salaf berpendapat demikian. Namun yang
benar bukan puasanya yang batal. Cuma
pahala puasa yang batal. Namun bagaimana
pahala puasa bisa batal dengan gibah?
Menunjukkan gibah ini dosanya besar.
Namun dia dosa yang sangat diremehkan.
Ya, sangat diremehkan.
Seorang bisa saja kuat salat malam,
tidak mau berzina, dia bisa menundukkan
pandangan ya. Dia tidak mau makan yang
haram ya, dia tidak mau menipu orang,
dia tidak mau berdusta. Dia bisa
lakukan. Bahkan dia kuat bangun salat
malam, dia kuat puasa sunah, dia
dermawan, mudah untuk bersedekah, tapi
dia tidak kuat untuk tidak gibah.
Dia tidak kuat untuk tidak apa? Gibah.
Dan gibah itu kita memberikan pahala
kepada orang yang kita gibahi.
Makanya sebenah mengatakan orang gibah
itu seperti dia sudah punya istana yang
besar kemudian dia hancurkan istana
tersebut dengan gibah-gibahnya. Karena
setiap dia gibah pahalanya diambil.
Setiap gibah pahalanya di diambil. Dan
ini tentu menyakitkan bagi seorang
penggibah. Kenapa? pada hari kiamat.
Gibah itu kan biasanya dia gibah kepada
orang yang dia tidak sukai. Ternyata
hari kiamat kelak dia bertemu dengan
orang yang dia tidak sukai tadi.
Ternyata orang yang tidak disukai tadi
ngambil pahala dia. Kenapa? Karena telah
dia gibahi ketika di dunia. Biasanya
yang saya ngomongin benar kok. Lah itu
yang benar itu namanya gibah. Kalau
enggak benar namanya buhtan.
Kata Rasulullah,
giibah. Tahukah kalian apa itu gibah?
Sahabat berkata, "Allah wa rasulah
alam." Allah rasul mengetahui kata
nabiikruka
ak bima yak engkau menyebutkan suatu
yang buruk tentang saudaramu yang dia
tidak suka diceritakan kata sahabat
inana fi akhi maqul kalau aku yang aku
sampaikan tentang saudaraku ternyata
benar adanya
kata Rasulullah faqad iktabtaahu itulah
gibah wailla faqad bahattaahu kalau
ternyata yang kau sampaikan tidak benar
maka kau gibah plus gibah plus dusta
jadi sebagian orang terkadang dia
termotivasi untuk gibah. Dia berkata,
"Ini benar kok. Benar kok, saya enggak
bohong." Ya, itulah gibah. Kita punya
aturan dalam bersosial, bersosial dengan
sesama kaum muslimin. Tidak boleh kita
mengibahi. Kecuali ada maslahat mau kita
diskusikan orang ini apa yang kita
lakukan sama dia ataupun kita cerita ke
sana ke sini tanpa ada tujuan. Ya, yang
jelas hanya sekedar untuk memuaskan hawa
nafsu, menceritakan kejelekan orang,
jadi bumbu majelis. Ya, kalau tanpa
gibah kayaknya kurang enak, kurang
nyaman. Maka ini dosa dosa besar.
Waspada waspada.
Adapun sebagian ulama mengatakan gibah
dosa kecil karena sulit dihindari maka
pendapat tersebut tidak kuat. Bukan
berarti dosanya tersebar kemudian jadi
dosa kecil. Banyak dosa tersebar banyak
tapi tidak bisa dijadikan dosa kecil.
Riba tersebar enggak? Tersar menjadi
dosa kecil kan? Enggak.
Zina tersebar juga tidak jadi dosa
kecil. ya buka aurat di sana sini
tersebar juga tidak menjadikan dia
statusnya berdosa apa kecil
tayib kemudian kita lanjutkan qala
rahimahullahu taala maka alimamdul wahab
rahimahullah membawakan hadis yang
panjang tentang bahayanya gibah
ee banyak hadis salah satu satunya hadis
yang pertama ini kita baca anbirah
radhiallahu anhu anna rasul sahu alaihi
wasallam q fi khutbatihi yauman nahar.
Dari Abu Bakar radhiallahu anhu
bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam berkata ketika khotbahnya di
hari nahar itu ketika haji. Umum nahar
tanggal berapa itu? 10 Zul Zulhijah.
Sebelumnya hari Arafah. Tanggal berapa?
9 Zulhijah. Setelahnya hari Arafah 11,
12, 13 di hari Arafah. Eh hari apa?
Tasyrik. Hari tasyrik. Ee ketika hari
nahar Rasulullah berkhotbah. Dan
disebutkan ketika Rasulullah berhaji
Rasulullah berkhotbah dalam beberapa
tempat. Di antaranya ketika hari Arafah
Rasulullah berkhotbah. Ketika hari nahar
juga Rasulullah berkhotbah. Ketika di
tengah-tengah hari tasyrik Rasulull sahu
alaihi wasallam juga berkhotbah. Ya
Rasulullah sering kasih nasihat ketika
haji. Di antaranya dan ini Rasulullah
berkhotbah di hadapan ada yang
mengatakan 120.000 orang. 120.000 orang.
Karena yang berhaji bersama Nabi ada
khilaf. Ada yang mengatakan Rp80.000,
ada yang mengatakan 100.000, ada yang
mengatakan 120.000. Dan itu jumlah yang
banyak di zaman itu. Zaman itu di mana
manusia cuma masih sedikit.
Maka Rasulullah berkata, "Ayu syahrin
had?" Tahukah kalian ini bulan apa?
Fasakatna hatta donanna annahu
sayusammihi bighir ismihi. Kami bingung.
Rasulullah tanya bulan apa? Ya, kita
sama-sama tahu ini bulan Zulhijah.
Para sahabat bingung. Para sahabat diam.
Masa Rasulullah enggak tahu mau jawab
bagaimana? Kami diam.
Kami khawatir Rasulullah merubah
namanya. Jangan-jangan namanya beda. Ayu
syahrin had. Tahu enggak bulan apa ini?
Diam aja. Padahal semua tahu. Rasulullah
berkata, "Alaisahijah."
Bukankah ini bulan Zulhijah? Qulna bala.
Tentu ya Rasulullah. Ya, sama-sama tahu.
Rasulullah bertanya lagi, "Faayyu
baladin hadza." Ini negeri apa ini?
Semua orang tahu tanah haram, kota
Makkah.
Fasakatna. Kami pun diam, enggak berani
jawab.
sampai kami menyangka Rasulullah akan
merubah namanya dengan nama yang lain.
Faqala Rasulullah jawab sendiri. Alisa
baladallahil haram. Bukankah ini adalah
tanah haram Mekah? Qulna bala kata kami
tentu ya Rasulullah. Q fau yaumin h. Ini
sekarang hari apa ini? Semua tahu hari
nahar. Tapi enggak ada yang berani
jawab. Fasakatna. Kami pun diam.
Sampai kami menyangka Rasulullah akan
memberi nama dengan nama yang lain.
Bukankah ini adalah hari nahar? Faqulna
bala. Kami berkata tentu ya Rasulullah.
Rasulullah ingin menekankan bahwa sini
semua kita sekarang sedang berada di
bulan haram di tanah haram di hari yang
sangat mulia. Hari terbaik afdolu ayyami
sanah. Hari terbaik sepanjang tahun hari
apa? Nahar. Kalau malam terbaik, malam
lailatul qadar. Tapi kalau hari terbaik,
hari nahar. Di bulan haram, di tanah
haram. Maka Rasulullah berkata,
"Faakum amwalakum waakum alikum haramati
yaumikum fiahum fi baladikum.
Sesungguhnya darah kalian haram tidak
boleh kalian tumpahkan. Harta kalian
haram tidak boleh kalian ambil rampas
harta orang. Waum alaikum haram dan
harga diri kalian juga haram. Tidak
boleh dijatuhkan.
Sebagaimana kehormatan hari ini,
sebagaimana haramnya hari ini,
sebagaimana haramnya bulan ini, bulan
haram, bulan Zulhijah, dan sebagaimana
haramnya tanah Makkah.
Ya, sebagaimana haramnya tanah Mekah.
Ini ini menjadi perhatikan di sini
Rasulullah mengatakan, "Ingat, yang
diharamkan untuk dilanggar bukan cuma
darah, bukan cuma harta, harga diri pun
tidak boleh dilanggar." Kebanyakan orang
kalau suruh numpahkan darah tidak berani
atau nyuri harta orang tidak berani.
Tapi kalau melanggar harga diri orang
berani menggibah, menjatuhkan,
meremehkan, merendahkan.
Ee kemudian kata Rasul sahu alaihi
wasallam, wasalquunbakum
fasalukum a'alikum. Kalian akan bertemu
dengan Rabb kalian dan dia akan bertanya
tentang amalan kalian. Ini perhatian
bagi kita semua. Kita akan bertemu
dengan Allah dengan amal yang kita
lakukan. Maka seorang jika ingin beramal
dia pikir dulu ridakah dia bertemu Allah
dengan bawa amal ini? Kalau dia rida,
lakukan. Kalau enggak berhenti. Al baar
baukumq ba. Janganlah setelah
sepeninggalku kalian balik menjadi kafir
saling membunuh di antara kalian. Ala
falyuballighidu minkumul gaib. Hendaknya
yang hadir menyampaikan kepada yang
tidak hadir.
Ya, ini dalil bahwasanya ilmu
disebarkan. Seorang ilmu untuk perbaiki
dirinya sendiri
dan untuk menyampaikan kepada orang
lain. Yaalauhu
yakuna
mimiahu. Bisa jadi orang yang
disampaikan lebih ngerti daripada yang
mendengar langsung. Ini mungkin terjadi.
Maka sampaikan siapa tahu yang
disampaikan lebih paham. Qal ala hal
ballagt. Tidakkah aku telah menyampaikan
wahai kalian? Qulna naam. Ya, engkau
telah menyampaikan. Qala Allahumhad. Ya
Allah saksikanlah. Qalan Rasulullah
begini. Allahummashad
Allahummashad.
Allahum Allah persaksikan karena mereka
telah mengaku aku telah menyampaikan
seluruh amanah. Maka kata kata Nabi, "Ya
Allah saksikanlah persaksian mereka."
Ini sepanjang tapi intinya saya ingin
sampaikan bahwasanya ee Nabi
menyampaikan yang tidak boleh dilanggar
bukan cuma darah, bukan cuma harta, tapi
juga apa? harga di diri. Dan di antara
bentuk pelanggaran terhadap harga diri
orang lain adalah dengan menggibahnya,
meremehkannya, menjatuhkannya sementara
dia tidak hadir. Demikian saja kajian
kita. Insyaallah kita lanjutkan pada
kesempatan yang masih tentang bab gibah.
Insyaallah pekan depan ada ee pengajian.
Bab demikian saja kajian kita. Wabillahi
taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.