Membentengi Keluarga Dengan Tauhid - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
tiQApn1VrdA • 2025-08-08
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrul lahu ala taufiqihi wamtinanih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuimni wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh da ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin dan hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Tentu telah diketahui bersama oleh kita semua bahwasanya tujuan kita diciptakan oleh Allah adalah untuk mengesakannya, untuk mentauhidkannya. Dalam ayat yang kita tahu semua, wama khalaqtul jinna wal insa illa liya'budun. Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku. Yaitu illa liuahidun, mentauhidkan aku. Yaitu hanya Allah yang diibadahi. Dan selain Allah tidak berhak untuk diibadahi. Oleh karenanya para nabi seluruhnya diutus untuk mengingatkan tujuan ini. Ya Allah subhanahu wa taala berfirman walaq baatna fi kulli ummatin rasulanudullaha wtanibutagut. Sungguh kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyeru sembahlah Allah semata dan jauhilah thaagut. Yaitu tugas para nabi adalah mengingatkan tujuan kita diciptakan. Ya demikian juga Allah sebutkan, waila adin akhahum huda qala ya qumibudullaha maum min ilahin ghairuh. Dan kepada kaum Ad kami utus saudara mereka yaitu Nabi Hud yang menyeru kepada kaumnya, "Beribadahlah kepada Allah semata. Tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah." Demikian juga Nabi Saleh. Waamuda akhumhan qabudullaha maakum min ilahin giriruh. Dan kepada kaum Tsamud kami utus Nabi Saleh yang menyeru kepada kaumnya sembah Allah semata. Tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Terus berlangsung hingga Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam berkata kepada kaumnya, "Qulu lailahaillallah tuflihuni." Ucapkanlah lailahaillallah yaitu bertauhidlah. maka kalian akan beruntung. Maka ini tujuan utama kita hidup di atas muka bumi ini. Maka segala yang mencoreng tujuan utama ini adalah dilarang. Oleh karenanya dosa paling besar adalah syirik. Karena syirik langsung mencoreng tujuan utama kita di diciptakan. Maka syirik ya meskipun terbagi menjadi dua, syirik besar maupun syirik kecil, tetap saja syirik kecil adalah dosa besar. Tetaplah dosa besar. Dia hanya dibedakan besar dan kecil dari tinjauan. Kalau kecil tidak mengeluarkan orang dari Islam. Kalau besar mengeluarkan orang dari Islam. Tetapi syirik kecil pun merupakan dosa besar. Riya adalah dosa besar. Kenapa? Karena syirik langsung kontradiktif dengan tujuan utama kita diciptakan. Kemudian Allah turunkan syariat. Ya, Allah turunkan syariat-syariat. Allah turunkan Al-Qur'an. Kata Ibnu Qayyim rahimahullahu taala, semua isi Al-Qur'an intinya tauhid. Intinya tauhid. Tidaklah Allah ceritakan tentang hukum-hukum Islam kecuali dalam rangka agar orang bisa bertauhid dengan menjalankan perintah Allah. Jadi Allah menceritakan tentang kabar-kabar baik kabar orang-orang yang beriman maksudnya kabar ahli tauhid bagaimana nasib mereka. Dan Allah bercerita tentang orang-orang yang melanggar yaitu orang-orang musyrikin yang melanggar tauhid. Tidak Allah sebutkan tentang akhirat surga kecuali balasan bagi orang bertauhid. Motivasi agar mereka bertauhid dan tidak Allah sebutkan tentang neraka kecuali peringatan bagi orang yang melanggar tauhid. Maka tauhid adalah tujuan utama dakwah para nabi untuk mengingatkan manusia tentang sebenarnya mereka diciptakan buat apa. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam berkata, "Nahnu masyaral anbiya abnaun liallat." Ya abuna wahid wahatuna satta. Kami para nabi adalah seperti anak-anak yang satu bapak lain ibu. Ibu beda-beda tapi bapak satu. ditafsirkan oleh para ulama, maksudnya seluruh nabi menyeru kepada tauhid meskipun syariat mereka berbeda-beda. Maka ini sudah sangat menjelaskan dengan tegas bahwasanya tauhid adalah sangat urgen bagi setiap manusia. Di situlah bukti dia sebagai seorang makhluk. Apa bukti seorang makhluk? Dia adalah makhluk, yaitu dia hanya beribadah kepada sang khaliq. Apa buktinya kamu adalah hamba? Buktinya saya hanya menyembah pencipta saya. Itulah tauhid. Adapun ada seorang hamba kemudian menyembah kepada makhluk yang lain, kepada hewan, kepada pohon, kepada batu, kepada jin, kepada malaikat, kepada wali, kepada mayat, kepada nabi, nabi Isa, kepada orang saleh seperti Uzair dan yang lainnya. Maka itu dia mengeluarkan kodratnya sebagai makhluk. Bagaimana makhluk menyembah kepada makhluk yang yang lain. Hakikat hubungan paling kuat antara makhluk dengan khali yaitu sang makhluk tidak beribadah kecuali kepada penciptanya. Ya, makanya seperti dalam doa sujud, Nabi berdoa, "Sajada wajhi lilladzi khalaqahu wasarahu wasyaqqo sam'ahu wa basarhu." Telah sujudlah wajahku kepada zat yang telah menciptakan wajahku ini, yang telah memberi bentuk kepada wajahku ini. Wasarahu wasyaqah basar. Yang menjadikan wajahku ini bisa mendengar dan bisa melihat. Karena wajah ini adalah makhluk, maka dia hanya sujud kepada yang mencip menciptakannya. Nah, ini hendaknya kita tanamkan pada seluruh ya manusia, terutama kita kepada keluarga kita, kepada istri kita, kepada anak-anak kita. Bahwasanya tujuan kita diciptakan ini adalah untuk menunjukkan ubudiyah kita ini makhluk dan kita hanya beribadah kepada Allah dan itu adalah tauhid. Ya, saya sering sampaikan bahwasanya semua yang Allah ciptakan ada tujuannya. Allah ciptakan matahari ada fungsinya. Allah ciptakan bulan ada fungsinya. Allah ciptakan udara ada fungsinya. Allah ciptakan antum ini fungsinya apa? Apa tujuannya? Allah ciptakan kita tujuan apa? Untuk berta tauhid. Semua yang Allah siapkan sarana prasarana alam semesta untuk kita agar kita bisa bertauhid kepada Allah Subhanahu wa taala. Karenanya tauhid adalah amal utama dan amal terbaik dari semua amalan tauhid yang paling utama. Semua amalan selain tauhid hanyalah pendukung tauhid. Pendukung apa? Tauhid. Jangan, jangan pernah meremehkan masalah tauhid. Makanya tauhid adalah pembahasan yang tidak pernah selesai. Pembahasan yang terus-menerus diulang-ulang. diulang-ulang oleh para nabi dan diulang-ulang oleh Nabi sejak beliau berdakwah di Makkah sampai beliau mau meninggal dunia. Apa kata Nabi sebelum meninggal dunia? Lnatullah alal yahudi w nasara itaku qubur anbiya masajida. Semoga Allah melaknat Yahudi Nasrani menjadikan kuburan-kuburan nabi mereka sebagai masjid. Kenapa? Karena mereka menjadikan kuburan-kuburan, nabi-nabi mereka, orang-orang saleh mereka sebagai tempat ibadah. Ini sarana yang bisa mengantarkan kepada kesyirikan. Yang bisa mengatarkan kepada kesyirikan. Dan demikianlah dakwah Nabi dari awal sampai akhir adalah lailahaillallah. Tib. Pembahasan kita kali ini judulnya adalah membentengi keluarga dengan tauhid. itu membanding keluarga dari segala keburukan dengan tauhid kepada Allah Subhanahu wa taala. Siapa yang bertauhid maka dia akan masuk dalam benteng keamanan yang terbesar dari Allah Subhanahu wa taala. Jadi Allah punya benteng yang sangat kokoh. Siapa yang masuk dia pasti aman. Benteng apa? Benteng tauhid. Perkataan indah dari Ibnu Qayyim rahimahullah. Beliau berkata, "Atauhidu hisnullahil a'zam. minal aminin dalam badail fawaid beliau berkata, "Tauhid adalah benteng Allah yang terkokoh, yang teragung. Siapa yang masuk dalam benteng tersebut maka dia termasuk orang-orang yang aman. Karena sebelum dia masuk sudah ada orang-orang yang aman dalam benteng tersebut. Sehingga dia masuk, dia akan masuk dalam barisan minal aminin orang-orang yang aman." Ini perkataan yang indah yang menunjukkan siapa yang semakin mengkokohkan tauhidnya maka dia akan diberi keamanan dari Allah karena Allah memberi benteng baginya sehingga dia akan aman. Adapun dalilnya banyak. Di antaranya Allah berfirman tentang perdebatan antara Ibrahim Alaih Salam dengan kaumnya. Penyembah matahari, penyembah rembulan, penyembah bintang yang Allah sebutkan dalam surah Al-An'am. Mereka menakut-nakuti Ibrahim dengan sembahan-sembahan mereka. Jangan-jangan kau kualat wahai Ibrahim kalau tidak menyembah sembahan-sembahan kami. Atau TB ketika Ibrahim berdakwah dan dia mencela sesembahan-sesembahan mereka, matahari, rembulan, bintang-bintang, ya. Maka mereka nakut-nakuti Ibrahim. Maka Ibrahim berkata, "Wai ak ma asum wakum asum billahiam bihiq intum mukminin ya intuntumin ya alladina amanu walam yalbisu imanahum bulmin ulaika lahumul amnu wahum muhtadun ya kata Allah subhanahu wa taala Taala dalam surah Al-An'am yaitu ayat 82. Eh dalam ayat 81 Nabi Ibrahim berkata, "Bagaimana aku takut dengan sembahan-sembahan kalian yang kalian sekutukan Allah dengannya." [Musik] Bagaimana saya mau takutum? Sementara kalian tidak takut berbuat syirik kepada Allah Subhanahu wa taala. Harusnya kalian yang takut bukan saya. Maka sebenarnya mana yang lebih berhak merasa aman? Kelompokku atau kelompok kalian? Intumamun jika kalian mengetahui. Setelah itu Allah turunkan statement dari Allah. Alladina amanuam yalbisu imanahummin. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan tidak mencampurkan keimanannya dengan syirik apapun. Ulaika lahumul amnu. Mereka itulah yang berhak mendapatkan keamanan. Wahum muhtadun. Dan mereka mendapat petunjuk. Jadi ketika Ibrahim berdebat dengan kaumnya, mereka nakut-nakuti Ibrahim. Hati-hati kau Ibrahim. Hati-hati Ibrahim. Kau cela-cela tuhan-tuhan kami. Kau cela-cela sembahan kami. Maka Ibrahim bantah. Bagaimana saya mau takut dengan sembahan-sembahan kalian? Sementara kalian tidak takut kalian berbuat syirik. Sebenarnya siapa yang lebih merasa aman? Yang bertauhid atau yang berbuat syirik? Maka Allah turunkan statement Allah. Alladzina amanu. Orang-orang yang beriman. yalbahum tidak mencampurkan iman mereka dengan tauhid dengan kesyirikan tidak mencampurkan iman mereka dengan kesyirikan lahumul amnu mereka itulah orang-orang yang aman dapat keamanan secara mutlak wahum muhtadun dan mereka dapat petunjuk ini. Dalil bahwasanya siapa yang bertauhid dia akan diberi keamanan. Demikian juga Allah sebutkan dalam surah Annur ayat 55 kalau tidak salah atau ayat 50 saya carikan ayatnya. Allah berfirman, waadallahuladina amanu minkum wail shihati yastaklifannahum fil ard kakakfalladina minqoblihim ayat 55 Allah menjanjikan waallahina amanuum Allah berjanji menjanjikan bagi orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal saleh arkan menjadikan mereka berkuasa di atas muka bum Dan Allah akan buat mereka bisa menjalankan agama yang Allah ridai bagi mereka. Kemudian kata Allah dan Allah akan mengganti rasa takut mereka dengan keamanan. Syaratnya apa? Mereka beribadah kepadaku semata dan tidak berbuat syirik sama sama sekali. [Musik] Siapa yang kafir setelah itu, maka mereka orang fasik. Ini surat Annur ayat 24. Siapa yang bertauhid pasti Allah menangkan, pasti Allah jayakan, dan pasti Allah berikan rasa rasa aman. Pasti Allah berikan rasa rasa aman. Maka tauhid mendatangkan keamanan. Oleh karenanya kalau seorang sudah tauhidnya tinggi meskipun dan sudah kualitas sangat tinggi, meskipun ditakut-takutin orang maka dia akan tetap tenang. Buktinya siapa? Buktinya Nabi Hud Alaih Salam. Nabi Hud di antara mukjizatnya adalah beliau berhadapan dengan kaum Ad yang tinggi-tinggi, besar-besar, dan kuat-kuat. Bahkan kalau kita baca tentang kisah kaum Ad ini, suku Ad kalau ingin hancurkan suku lain cuma utus satu orang aja. Satu orang sudah bikin kacau satu suku yang lainnya karena tubuh mereka apa? Besar ya. Tetapi mereka tidak mampu menghabisi Nabi Hud Nabi Hud sendirian. Allah sebutkan dalam surat Hud mereka berkata, "Innaqu baina." Wahai Hud, menurut kami engkau sudah kualat terkena keburukan dari sebagian tuhan-tuhan kami. Karena kau mencela Tuhan-tuhan kami, kau pasti kualat. Kau pasti sudah ciloko kalau bahasa kita ya. Ya. Apa kata Nabi Hud? Qala inni ushidullah. Saksikanlah. Inni usidullah. Aku persaksikan Allah sebagai saksiku. Washadu. Dan kalian juga jadi saksi bagiku. mruna minuni. Aku berlepas diri dari kesyirikan yang kalian lakukan kecuali hanya Allah yang aku tidak berlepas diri. Kemudian kata Nabi Hudunian kalian semua berbuat makarlah kepadaku seluruhnya bersatu padu. Kalian, dukun-dukun, kalian, sembahan-sembahan, kalian, suku kalian, semua bikin makar kepadaku. Tma tunzirun. Dan jangan tunda-tunda sekarang juga. Inni tawakaltu alallahibikum ma minbatin akid biniha inbiat mustaqim. Adapun aku, aku bertawakal kepada Allah. Rabbku dan rab kalian. Tidak ada makhluk melata kecuali Allah pegang ubun-ubunnya. Semua diatur oleh Allah. Ini sebagian ulama mengatakan inilah mukjizat Nabi Hud. Dia sendirian berhadapan dengan orang-orang hebat, tapi dia tidak bisa celaka. Padahal dia tantang. Kalian kompaklah semuanya. Serang aku sekarang. Ini tauhidnya ketinggian. Nantang PD. Nabi Hud alaihi salam. Luar biasa. Sama ketika Nabi Muhammad takut-takutin allina lahumas inasqakumahum imana waq hasbunallah wikmal wakil. Ketika datang utusan dari Abu Sufyan nakut-nakutin kepada Rasulullah, "Wahai Muhammad, Abu Sufyan sedang kumpulin pasukannya ingin nyerang balik kalian. Takutlah kepada mereka. Nabi Muhammad tidak takut. Dia mengatakan, "Hasbunallah wanikmal wakil. Cukuplah Allah sebagai penolongku." Ternyata mereka enggak jadi nyerang, takut. Inilah kalimat tauhid yang diucapkan oleh Ibrahim ketika seluruh penduduk negerinya, bayangkan, ibnu lahu bunyan waqu waqu fil jahim. Bikin bangunan untuk taruh kayu bakar. Bikin bangunan. J Ibrahim ditahan dulu. Ditahan dulu. suruh bikin bangunan. Ada yang bilang dia dipenjara ditahan. Dibikinlah bangunan. Ditumpuklah twi bakar. Dibikin bangunan supaya apa? Supaya apinya tidak keluar. Supaya jadi seperti apa? Presto untuk bakar Ibrahim Alaih Salam. Setelah itu dilempar Ibrahim. Lemparkan di tengah api yang menyala-nyala. Ketika dilempar dia bilang apa? Hasbiallah wanikmal wakil. Dia tidak bergeser. Dia rela mengorbankan dirinya untuk membela tauhid dan Allah tolong dia. Kita mungkin tidak sampai derajat tersebut. Tetapi semakin tauhid semakin kokoh, semakin Allah berikan apa? Keamanan. Semakin Allah berikan keamanan. Itu janji Allah Subhanahu wa taala. Oleh karenanya kita tanamkan pada diri kita, pada istri kita, pada anak-anak, bertauhidlah. Karena engkau kalau bertauhid selalu menggantungkan dirimu kepada Allah, maka kau akan diberi apa? Keamanan oleh Allah Subhanahu wa taala. Bagaimana tidak kita bersandar kalau bahasa kita, bahasa kita, bahasa bahasa dunia kita backingan kita. Kalau bahasa kita punya backingan jenderal, kita berani enggak? Berani. Jenderal bintang tuuh. Ini bagaimana kalau kita bertawakal kepada Allah Subhanahu wa taala yang kata Nabi Hud, ma min dabatin illa hua akidum biniatiha. Tidak ada makhluk, binatang melata, hewan apapun, manusia manaun kecuali Allah pegang ubun-ubunnya. Allah yang mengaturnya. Maka segala urusan di tangan Allah Subhanahu wa taala. Jadi seorang merasa aman. Allah akan berikan keamanan meskipun di tengah kekacauan yang ada, meskipun di tengah kesulitan yang ada, tetap ada rasa aman Allah berikan dalam hati seseorang. Berbeda kalau orang tidak punya tauhid, dia gelisah mawa kepada siapa dia bersandar. Dia pikir si fulan, dia pikir si fulan, pikir si fulan, dia pikir si fulan. Oh, ini kayaknya enggak bisa. Ini diharapkan, ternyata mengecewakan. Ini kayaknya sulit diharapkan. ternyata dia juga susah begitu pikirannya. Tapi kalau dia bertauhid, dia bersyad kepada Allah, maka Allah akan kirimkan bantuan dengan cara Allah sehingga dia tetap aman. Jadi, ini penting dalam kehidupan sehari. Karena rasa aman, kenyamanan dalam hati itu penting dalam menjalani segala aktivitas. dalam menjalin kehidupan rumah tangga, dalam menjalani kehidupan dalam pekerjaan, dalam aktivitas keseharian, keamanan dalam hati itu sangat dibutuhkan. Dan cara terbaik untuk meraih keamanan adalah dengan bertauhid kepada Allah Subhanahu wa taala. Bayangkan seorang mau keluar rumah dia bertawakal kepada Allah, dia bertauhid. Apa doanya keluar rumah? Bismillahi tawakaltu alallahi la haula wala quwwata illa billah. Aku menyebut nama Allah. Aku bertawakal kepada Allah. La haula wala quwata illa billah. Kalimat tauhid tidak ada daya dan upaya. Tidak ada kejadian. Tidak ada perubahan satu kondisi menuju kondisi yang lain kecuali dengan izin Allah subhanahu wa taala. Ya Allahumma naudubika an adil au udol azil au uzal. ajal di antara doa keluar rumah kita sambung dengan doa tersebut. Ya Allah aku berlindung kepada Engkau an adil dari jangan sampai aku tersesat au udol atau aku disesatkan orang jangan sampai ya au azil atau aku tergelincir. A uzal aku digelincirkan orang. Alim jangan sampai aku zalimi orang. A uzlam jangan sampai aku dizalimi orang. Ajhal atau aku berbuat kejahilan di antaranya kemaksiatan. Alai atau aku dibodoh-bodohin orang. Nyaman dia keluar rumah tenang. Ketika dia berdoa dengan doa keluar rumah malaikat berkata, "Hudita wuqita." Kau telah diberi petunjuk kau telah dijaga oleh Allah Subhanahu wa taala. Keluar dengan tauhid. Cuma kita kadang lupa baca doa tersebut. Terkadang kita doa pun tanpa kehadiran hati. Padahal Nabi bersabdain. [Musik] Berdoalah dalam kondisi hati kalian yakin bahwasanya kalian akan dikabulkan. Ketahuilah Allah tidak mengabulkan doa dari orang yang hatinya lalai. Maka ketika kita keluar rumah baca doa tersebut dengan menghayati cuma butuh enggak sampai 1 menit kita baca doa tersebut maka akan ada kenyamanan dalam hati ketika keluar rumah saya sudah berdoa ada kenyamanan kenapa kita sudah menyerahkan urusan kita kepada Allah Subhanahu wa taala jadi kita sudah masuk dalam benteng tauhid dan kita akan diberi keamanan di antaranya nya dengan bertauhid ketika kita pun dicoba oleh Allah dengan kondisi-kondisi genting, maka Allah akan membentengi kita sehingga kita bisa keluar dari kondisi genting tersebut. Allah menyebutkan contoh tentang kisah Nabi Yunus. Wa inna Yunusa laminal mursalin. Abaq ilal fulqil mashun. N Yus alaihi salam adalah seorang rasul dari para rasul. Tatkala dia pergi kemudian dia naik kapal. Ya. Kemudian akhirnya dia ee ketika naik kapal ternyata ombak besar. Kemudian mereka harus mengundi. Harus ada yang dibuang dari kapal supaya selamat. Ketika diundi ternyata keluar nama Nabi Yunus. Mereka enggak enak. Ini orang saleh. Ulangi lagi undian. Siapa yang harus loncat? Yunus lagi. Siapa lagi? Empat Yunus lagi. Yunus enggak enak dia loncat langsung. Kata Allah, "Faltaqahumul hutu wahua mulim." Maka dia loncat ditelan oleh ikan ikan paus. Tib. Gimana? Genting atau tidak ditelan ikan paus? Woh, genting. Masuk dalam kegelapan. Makanya Allah mengatakan, "Fanada fizulumat." Maka dia pun menyeru berdoa kepada Allah. Tauhid dia serukan dalam kegelapan. Kegelapan apa aja? Kegelapan perut ikan paus. Ikan paus enggak ada lampunya dalam dalam perut enggak ada lampu. Kemudian kegelapan lautan dia dalam laut gelap. Gelapan berikutnya adalah kegelapan malam di di malam hari. Kegelapan berikutnya awan yang bertumpuk-tumpuk dengan berbagai macam kegelapan. Sehingga dia bertubi-tubi dalam kegelapan yang bertumpuk-tumpuk. Ketika itu dia hanya bertauhid. La ilahailla anta subhanaka inni kuntu minadzalimin. Bertauhid tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau ya Allah. Siapa yang aku ibadahi? Siapa yang aku mohon pertan kecuali Engkau ya Allah? Maka fastajibalah. Kami pun kabulkan doanya. Maka Allah pun menyelamatkan Nabi Yunus Alaih Salam dengan kalimat tauhidnya. Oleh karena dalam sahihain dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma anna rasul sahu alaihi wasallam kana yaak indal karb adalah kebiasaan Rasul sahu al wasallam kalau dalam kondisi genting beliau mengucapkan kalimat tauhid hafalkan doa ini. Lailahaillallahu aladimul halim ulangi. Lailahaillallah aladzimu alhalim. Lihat al-adzim baru alhalim. Lailahaillallah tauhid tambah aladzim alhalim. Kemudian lailahaillallahu rabbul arsyil adzim. Ada adzim ulang lagi. Tapi rabbul arsyil apa? Adzim. Yang kedua lailahaillallah rabbul arsyil adzim. Yang ketiga, karim. Lailahaillallahu rabbus samawati warabbul ardhi warabbul arsyil karim. Sudah hafal ulang. Antum jarang menderita. Kalau sering menderita, hafalin doa. Bisa juga doa yang tadi, la ilahaill anta subhanaka inni kuntu minzaliminin. Itu juga cukup. Tapi kalau mau tambah lagi, Lailahaillallahu aladzim al halim. Lailahaillallahu rabbul arsyil adzim. Adim dulu. Lailahaillallahu rabbus samawati. Tidak ada yang berhak disembah kecuali Rabbnya langit. Warabbul ardhi, rabbnya bumi. Waabbul arsyil karim. Ini doa diucapkan oleh Nabi ketika dalam kondisi genting. Dia tidak mengucapkan suatu tapi ucapan tauhid itu menunjukkan penyandaran, yaitu ya Allah, tolonglah aku. Tolonglah aku. Dengan dia bertah, dia tahu tidak ada yang menolongnya kecuali siapa? Allah Subhanahu wa taala. Maka tauhid membentengi kita dari keputusasaan ketika terjebak dalam kondisi yang yang genting. Ya, beda kalau kita ternyata bertawakal kepada yang lain-lain, makhluk kita bingung mau ke mana, mau ke mana, mau ke mana. Ke sana, ke sini, ke sana, ke sini. hati jadi bimbang, jadi ya terombang-ambing. Makanya Nabi Yunus, Nabi Yusuf alaihi salam berkata kepada dua penghuni penjara, mutfarquunairun amillahul wahidul qahar. Apakah Tuhan yang beraneka ragam lebih baik? Sembahan-sembahan kalian yang beraneka ragam lebih baik ataukah Allah yang maha esa dan yang maha mendominasi? Al-Qahar yang maha mendominasi. Tentu Allah Subhanahu wa taala sebaik-baik tempat bersandar. Ini di antara dalil bahwasanya tauhid membentengi keluarga dari depresi, dari apa istilahnya stres, dari putus asa. Karena orang kalau ditimpa dengan suatu pendirian terkadang putus asa. Kapan? Ketika dia tidak menyerahkan segala urusannya kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka seorang bertauhid, kalau dia bertauhid dia akan serahkan urusannya kepada Allah Subhanahu wa taala. Tib ini yang kedua. Yang ketiga, tauhid membentengi seorang dari godaan setan. Karena bahaya, marabahaya bisa dari godaan setan. Ya, setan menggoda. Dalam hadis Rasulullah sebutkan, "Jika dikumandangkan azan maka setan pun lari." lari sampai terkentut-kentut ya setan dia takut dengan azan dan azan isinya kalimat apa? Tauhid ada syahadatain dan diakhir dengan lailahaillallah kalimat tauhid setan kabur. Makanya seb mengatakan kalau kamu ketemu jin azan. Karena setan takut dengan kalimat apa? Tauhid. Seorang yang mengisi rumahnya dengan tauhid, keluarganya dibentengi hatinya tauhid, setan sulit untuk menggoda. Setan sulit menggoda. Makanya ketika saya tanya ee Syekh Abdur Razzaq hafidahullahu taala tentang obat orang terkena sihir, kata beliau, "Jangan lupa zikir lailahaillallahu la syarikalah lahul mulk walahul hamdu w kulli qodir." Serius baca pagi, petang hari dengan penuh keyakinan. Karena setan takut dengan kalimat apa? Tauhid. Bukan asal baca, tapi baca dengan apa? Serius. Lailahaillallah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahua ala kulli saaiin qodir. Karenanya Ibnu Taimiyah berkata wu qal iman tauhid waurul furqan risalah ah. Semakin kuat keimanan dan tauhid. dan cahaya pembeda dan nampaklah asar-asar atau dampak-dampak dari kenabian dan risalah, maka semakin lemahlah kondisi-kondisi setan, hal-hal yang terkait dengan setan. Waqala atauhid. Dan beliau berkata, "Tauhid yatrudatin." Tauhid mengusir para setan. Walihadza humila ba'um fil hawa. Kata Ibnu Taimiyah, ada orang terbang di udara, yaitu dukun terbang di udara mungkin naik sapu apa? Sapu lidi. Faqala, ada yang berkata lailahaillallah maka dia pun jatuh. Fasaqat, maka dia pun jatuh. Oleh karenanya sebelum Nabi diutus, dukun sangat banyak di negeri Arab, biardil Arab. banyak sekali dukun dan mereka sering meramal dan ternyata benar sering dukun banyak sekali karena banyak setan yang mencuri berita ketika Nabi belum diutus. Ketika Nabi diutus dengan cahaya tauhid ketika itu dunia gelap semua dengan kesyirikan semua kesyirikan isinya tidak ada yang bertauhid kecuali segelintir orang dari ahlul kitab. Sebagaimana kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Innallaha nadara ila ahlil ardhi faqatahum arabahum wa ajamahum illa baq min ahl kitab." Sesungguhnya Allah melihat kepada penghuni bumi, Allah murka semuanya, Arab maupun non Arab, kecuali segelintir ahlul kitab yang masih bertauhid. Maka ketika tauhid hilang, maka setan ke mana-mana. Dukun meraja lela, dukun dihormati ke mana-mana dukun yang berkuasa. Maka setan sering mencuri berita ketika tauhid datang maka mereka tidak berkutik lagi. Cahaya tauhid maka setan tidak berkutik lagi. Makanya mohon maaf kalau kita bandingkan misalnya di Arab Saudi atau di Madinah pusatnya Islam ya atau di Makkah di sana tidak ada hal-hal terkait kesyirikan. Tidak ada. Maka di sana dukun enggak laku. [Musik] Dan kita kalau ke kuburan enggak ada rasa takut sama sekali karena setan tidak ada yang menggoda. Jadi benar sabda Nabi, "Pergi ke kuburan untuk ingat mati. Dan di antara ziarah kubur sunahnya boleh malam hari." Bahkan Nabi sering ziarah kubur malam hari. Sering. Kita kalau ziarah kubur malam hari sendiri kira-kira berani enggak? [Musik] Nabi sering ziarah kubur sendiri. pergi ke Baqi sendirian. Pernah suatu hari dia pergi, Aisyah ikutin. Aisyah cemburu. Kirain Nabi pergi ke istri satunya, ternyata ke kuburan. Sai kuburan. Cuma tidak ada rasa takut karena tauhid di mana-mana. Karena tauhid di mana-mana. Cahaya tauhid azan menggema di mana-mana. Tidak ada yang pakai jimat-jimat, tidak ada yang percaya dukun. dukun di sana kalau ketahuan dibunuh ya. Tidak ada penyembahan terhadap kuburan. Enggak ada. Gak ada khurafat-khurafat. Sehingga benar-benar kalau kita ke kuburan malam hari tidak rasa takut sama sekali. Saya pernah sama keluarga, kami naik mobil kejebak di tengah padang. Mobil macet ke apa namanya? bannya kelilit bekas ban sehingga enggak bisa gerak. Kita harus jalan kalau enggak salah mungkin 3 kilo dalam kegelapan. Anak-anak enggak ada yang nangis, enggak ada yang takut. Itu cuma takut kalau ada hewan. Adapun merinding enggak ada. Coba kalau di pelosok lewat ke kuburan ketakutan. Sampai ada saya lihat di YouTube ada Gojek dia shooting dia naik motor kata dia cuma bayar Rp8.000 suruh lewat kuburan lagi katanya. Ketakutan dia kalau Rp100.000 gak apa-apa cuma R8.000 suruh lewat kuburan dia ketakutan. Jadi subhanallah jadi ada asar dampaknya karena setan benar-benar hadir benar-benar menggoda. Tinggal kita kuatkan tauhid kemudian kita berani cuekin mereka. Tapi ketika cahaya tauhid meredup, maka setan berkeliaran dan para pengikut setan juga berkeliaran. Dukun-dukun beraksi sampai ada paguyuban para dukun. [Musik] Maka dengan seorang bertauhid kepada Allah subhanahu wa taala maka dia akan terbentengi dari gangguan setan. Dan kita tahu setan ya siap menggoda, siap menyerang. Apalagi dia disuruh oleh pawangnya, dukunnya ya, apalagi disuruh sama setan yang lebih gede, dia takut. Maka terjadilah apa yang terjadi. Maka di antara cara kita untuk menjaga keluarga, membentengi agar terjauhkan dari godaan-godaan setan, godaan para dukun adalah dengan menguatkan tauhid kepada Allah subhanahu wa taala. Makanya di antara zikir yang paling kitauti adalah ayat kursi. Ayatul kursi. Allahu la ilaha illa huwal hayyul qayyum. Itu yang dibuka dengan kalimat tauhid. Dibuka dengan kalimat tauhid. Sebelum tidur kita baca ayatul kursi. Habis salat fardu kita baca ayatul qu kursi. Saya pernah nonton di YouTube ada seorang syekh cerita tentang penyihir yang tobat. Penyihir yang tobat. Penyihir tersebut cerita ya dia kirim jin untuk menggoda atau menyantet atau mengganggu orang. Ternyata jin tersebut gagal terus. Ternyata orang yang digoda itu tidak pernah meninggalkan baca ayat kursi setiap habis salat. Tidak pernah membaca meninggalkan baca ayat kursi setiap habis habis salat. Itu membentengi diri dengan tauhid. Tapi harapan saya kalau kita baca ayatul kursi tolong dihayati. Tolong dihayati. Kita ini masalahnya banyak zikir kita hafal tapi kita kurang menghayati sehingga aliran tauhid masih kurang. masih kurang ya. Kalau kita hayati tentu efeknya lebih lebih kuat. Jadi perlu kita untuk menghayati ee makna-makna zikir yang kita yang kita baca. Kemudian di antara fungsi tauhid membentingi keluarga yaitu membentingi keluarga dari berbagai macam khurafat yang tersebar di metsos. Sekarang khurafat banyak sekali. Katanya bisa begini, kalau begini bisa begitu. Datang ke sini nanti begini. Dan banyak orang ketika lemah, sakit parah atau kebingungan, terlilit hutang, maka mereka selalu mencari jalan pintas. Jalan pintas tersebut biasanya ke dukun. Biasanya ke dukun, ya. Dan akhirnya dukun ini enggak berhasil. Oh, kau sedang diserang oleh dukun yang lain. Kau harus gini. Dia cari dukun yang lebih hebat lagi. Terus hatinya bimbang terombang-ambing terus kasihan dia lupa kepada Allah Subhanahu wa taala. Kalau sudah pakai jimat, jimat ini kurang ampuh. Pergi ke gunung yang tinggi, cari jimat yang lain. Oh, dukunnya kurang setan. Yang lebih setan lagi dukunnya mana? Sehingga itu pakai jimat pakai gigi harimau. Wah, ini macannya macam-macan ompong. Cari macan Sumatera misalnya. Sehingga selalu seperti ituambing. Oh, kok ingin ingin jadi berhasil maka cari kera, potong kepalanya tumpahkan darah kera. Macam-macam orang kalau kita dengar cerita macam-macam. Menumbalkan keralah, menumbalkan darah, inilah hidup bimbang. Ada kawan dulu paling anti dengan dakwah sunah. Ya, bahkan dia kerahkan orang untuk menghalangi pengajian. Akhirnya dia sekarang jadi panitia pengajian. Dia cerita, "Ustaz, kalau dulu main judi, Ustaz, main judi ramai-ramai orang kaya ya main judi. Kita orang bukan cuma main judi, Ustaz. Kita bawa dukun. Masing-masing penjudi punya dukun. Jadi main judi di dalam, di luar dukunnya main sini." Wah. Jadi untuk main judi menang aja pakai apa? Dukun. Hidup semua tergantung dengan dukun. Nanti baca lagi cerita di internet. Oh, begini. analisa sendiri. Oh, berarti ini berarti yang menyihir ini berarti terus pikiran tidak bergantung kepada Allah. Jadi seperti itu menuduh sana menuduh sini. Sampai saya pernah pas ngisi di Masjid Nabawi ada orang datang gemuk berkacamata. Dia bilang, "Ustaz qadarullah saya dituduh menyihir Ustaz." Kenapa? Karena keluarga saya waktu tersihir dukunnya bilang, "Yang nyihir kamu itu gemuk berkacamata. Kebetulan saya mau berkacamata. Jadi ribut kita keluarga ustaz silaturahmi putus. Bikin pusing dia. Bikin ribut. Gelisah tidak tenang. J orang kalau tauhid enggak orang tauhid tenang dia. Ya sudah ini musibah sabar kembali kepada Allah subhanahu wa taala bukan gelisah. Dan Rasul Sah wasallam bersabda, "Man alaqaian wukila ilaihi." Ya, dalam hadis seorang peri berkata,"Akaltu ala Abdillah bin Hukaim wabihi humrah faaliqu tamimah. Aku menemui sahabat Abdullah bin Hukaim dan dia sedang sakit. Aku berkata apa kau tidak pakai jimat? Qala nazubillah minzalik. Kata dia, "Aku berlindung kepada Allah dari hal tersebut." Ya. Ya. Kemudian beliau berkata, Rasulullah sallahu alaihi wasallam bersabda, "Man alaqaian wukila ilaihi." Siapa yang memakai jimat dia akan dibuat tawakal kepada jimat tersebut. Ini yang paling berbahaya. Siapa yang berpaling dari Allah kepada sebab, dia akan dijadikan bertawakal kepada sebab sebab tersebut. Orang kalau sudah kejebak dengan dukun sudah dia terus bertawakal kepada dukun. Terus dukun ngomongin dia ikut tidak berhasil lagi begini berhasil. Tunggu Pak begini begini begini begini. Terus bertawakal kepada dukun. J kalau dia masuk ke dunia jimat bertawakal kepada jimat. Inilah syirik. Kenapa? Dia meninggalkan tawakal kepada Allah dan hatinya pasti gelisah. Hatinya pasti gelisah sehingga terjadi pertarungan antar dukun dan seterusnya. sampai akhirnya ada yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Ada dukun yang pintar, dukun palsu. Dia datang kepada dua orang yang sedang saling bersaing untuk jadi calek, jadi pejabat. Dia datang kepada dua calon. Dia datang kepada kata dia, "Bapak, Bapak pasti menang kalau sama saya. Tinggal Bapak datangkan R miliar. Pokoknya kalau Bapak kalah saya ganti Riiliar 200 juta. Bapak pasti menang. Kalau kalah saya kasih bonus 200 apa juta ya. Siapa yang tidak mau ya gak apa-apa taruh dia datang kepada yang kedua sama kalau Bapak apa namanya ee menang ya uang buat saya. Kalau kalah saya kasih kembali berapa? R juta. R miliar 20 juta. Tib. Akhirnya dua-duanya kasih R miliar 1 miliar. Uang dia berapa sekarang? 2 miliar. Siapapun menang dia dapat Rp800 juta. Paham? Pintar enggak? Pintar. Karena orang-orang bahlul seperti ini yang dimanfaatkan. Saya diin sama kaun ini benar ustaz kata ini kejadian. Jadi dukun itu ngibulin dua calek ini 1 juta. Siapa yang enggak kalau Bapak kalah saya kasih bonus Rp200 juta. Ya senang aja ya. Saya kasih ya ambil R miliar. Itu R miliar. Ternyata akhirnya satu menang satu kalah. Dia datang kepada yang kalah. Aduh Pak dukun yang sana lebih kuat Pak. Saya enggak bisa. Sudah Bapak R miliar R200 juta saya kasih bonus yang satu R00 juta masuk. Padahal dia enggak bikin apa-apa cuma ngibulin. Dan di Indonesia banyak sekali orang dikibulin. Merubah uanglah jadi inilah jadi anulah. Jadi orang, "Ya Allah, saya ketemu orang ketipu-ketipu dia ketika usahanya jatuh, ada yang kasih harapan ada harta karunnya siapalah, harta karunnya inilah harus bayar inilah dia tidak tawakal kepada Allah, tapi mengikuti khurafat-khurafat. Akhirnya semakin terpuruk." Akhirnya semakin terpuruk. Akhirnya dipenjara karena banyak masalah. Ya, TB. Jadi hati-hati. Makanya di antara juga menjaga kita dari ketergelinciran ini berikutnya dengan tauhid menjaga kita ketergelinciran. Ada pepatah Arab berkata y min haitu yaman. Seorang tergelincir di sisi dia merasa aman. Jadi sering orang itu ketika lupa kepada Allah dia tergelincir di situ. Misalnya dia merasa sehat dia lupa bahwa yang kasih kesehatan adalah siapa? Allah. itu tauhidnya hilang di poin itu. Justru dia kemudian terjatuh di situ. Ketika dia merasa ujub, dia merasa dirinya hebat, dia lupa kalau itu semua dari Allah. Nilai tauhidnya sedang nol di situ dalam poin ini. Nah, biasanya dia terkena di situ. Dia terkena di di situ. Dia merasa PD, lupa bahwasanya semua kemampuannya itu adalah dari Allah Subhanahu wa taala. Kita ini hanya usaha, tapi kalau Allah tidak izinkan tidak akan dapat hasil. Saya ketemu seorang wanita, dia umrah sama saya, dia sedih. Ya. Ya. Ini bukti bahwasanya semua usaha belum tentu datang keberhasilan. Dia bilang, "Ustaz, saya sudah olahraga teratur." Dia termasuk mungkin wanita olahragawan. Saya pun makan teratur, pilah-pilih. Ternyata saya kena kanser. Dia terpukul sekali di situ. Dia terpukul sekali di situ. Intinya betapa sering seorang terjatuh pada perkara yang dia lupa Allah subhanahu wa taala. Maka tauhid mengajarkan seorang senantiasa untuk ingat kepada Allah subhanahu wa taala sehingga dia membentengi dirinya dari ketergelinciran. Orang yang terbaik adalah orang yang diurusin oleh Allah subhanahu wa taala. Kapan dia diurusin oleh Allah? Ketika dia menyerahkan urusannya kepada Allah Subhanahu wa taala, dia bertawakal. Waallahiwakalil mukminun. Hanya kepada Allah orang beriman bertawakal. Makanya di antara doa qunut, Allahumdina fiman hadait waafina fimanit wa tawallana fiman tawallait. Maknanya ya Allah urusi urusilah diriku sebagaimana orang-orang yang telah kau urusin. Ya Allah tawalla amri. Ya Allah uruslah diriku. Anta walius shihin. Engkau adalah pengurus orang-orang yang saleh. Uruslah diriku. Apa kata Nabi Yusuf? Anta wali fid dunya wal akhirah. Tawa muslima. Engkau adalah pengurusku di dunia maupun di akhirat. Engkau yang telah mengurusku sejak aku diusir oleh kakak-kakakku. Sejak aku dipisahkan dari ayahku, dibuang dalam sumur seterusnya. Engkau yang mengurusku. Kata Nabi Yusuf. Anta waliyi. Engkau pengurusku. Jadi ketika orang sudah tawakal kepada Allah, Allah akan mengurusnya. Sejauh mana dia bersandar kepada Allah, semakin dia diurus oleh Allah. Sebagai sejauh mana dia lupa kepada Allah, dia ditinggal oleh Allah subhanahu wa taala. Makanya dikatakan alkuzlan. Sesungguhnya kehinaan yang sesungguhnya adalah jika seorang ditinggal oleh Allah subhanahu wa taala. Khuzlan itu ditinggal oleh Allah subhanahu kapan dia ditinggal oleh Allah? Ketika dia tidak bertawakal kepada Allah. Ketika tauhidnya lagi kosong di titik tersebut, seorang berusaha bertawakal kepada Allah Subhanahu wa taala, menguatkan tauhidnya sehingga dia dijaga oleh Allah dari ketergelinciran. Jangan lupa setiap kegiatan kita bilang minimal bismillah. Kalau bisa berdoa, maka berdoa. Tayib. Di antara dalil bahwasanya bahkan Allah menjaga seorang hamba ya anak, istri atau suami, keluarga dari segala keburukan yaitu dengan menjaga syariat Allah. Seperti di hadis yang masyhur, Nabi berkata kepada Ibnu Abbas, "Inni uallimuka kalimat." Wahai Ibnu Abbas, wahai gulam, wahai remaja, aku akan ajarkan kepada engkau beberapa kalimat. Di antaranya, ihfadillaha yahfadka. Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu. Ihfadillaha. Jaga Allah tajidhu tujahaka. Kau akan dapati Allah di depanku. Di depanmu. Saalta fasalillah tauhid. Jika kau minta mintalah kepada Allah. Waastaanta. Jika kau minta pertolongan fastain billah. Maka minta tolonglah kepada Allah subhanahu wa taala. Jaga tauhid. Jaga syariat Allah. Ikhfadillah maksudnya jaga Allah. Jaga syariatnya. Kerjakan. Jaga larangannya. Jauhi yahfadka. Maka nis Allah akan menjagamu. Menjagamu kata para ulama menjaga istrimu, menjaga anak-anakmu, menjaga hartamu, menjaga kerjaanmu, menjaga. Tentu bukan berarti tidak ada musibah yang mengena. Karena musibah adalah ujian dari Allah yang Allah akan berikan kepada hamba-hambanya. Tetapi secara umum dijaga oleh Allah Subhanahu wa taala dengan syarat saalta fasalillah. Jika minta minta kepada siapa? Allah. Waastaanta fastain billah. Jika minta tolong, tolong p Allah. Usahakan hati kita ini hanya bersandar kepada Allah. Masalah kita ikhtiar berusaha, misalnya kita jualan, jualan. Ada orang tawar, misalnya saya jual rumah tawar, dia kan yang tertarik. Jangan sandarkan. Oh, dia beli, dia beli. Sandarkan pada Allah. Allah yang akan menggerakkan hatinya untuk membeli rumah kita misalnya. Jangan sandarkan hati kepada orang ini. Jangan. Yang buat dia datang, buat dia tertarik siapa? Untuk membeli siapa? Allah. Jadi selalu selalu seperti itu. Kita kerja sama bos. Jangan aduh bos ini aduh mudah-mudahan bos. Mudah-mudahan bos jangan berdoa sama Allah ya Allah tolonglah aku. Jangan hati bersat kepada bos. Bos kita bukan rezeki kita dari bos kita. Rezeki kita dari siapa? Allah. Melalui bos. Iya melalui bos. Tapi hati kita sandarkan kepada siapa? Allah Subhanahu wa taala jangan pernah menyandarkan hati kepada makhluk. Kaidah mengatakan, "Siapa bersandar kepada makhluk pasti kecewa cepat atau lambat. Tapi kalau bersandar kepada Allah tidak pernah kecewa." Tidak pernah kecewa. Jadi tauhid ajarkan pada anak-anak. Anak-anak kalau takut Allah bersamamu. Oh sudah salat belum? Tadi pagi sudah salat belum? Salat subuh belum salat. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Man shal fahua fimmatillah." Siapa yang salat subuh dalam penjagaan Allah sudah kamu tenang tanamkan tauhid sehingga anak-anak Abi kalau ada Abi ya Abi ini siapa sih? Abi ini bukan siapa-siapa ada Allah bersama kita. Jangan bilang abi-abi. Abi bantu insyaallah. Tapi kamu mau bersandar kepada siapa? Allah. Anak-anak ditanamkan sejak kecil agar mereka terbiasa bersand kepada Allah. Ada ujian? kamu berdoa, berdoa minta sama Allah Subhanahu wa taala. Suatu, suatu saat anak saya bertanya kepada saya dengan pertanyaan yang sulit. Anak yang masih SD, "Abi, saya sudah berdoa kok belum dikabulkan?" Wah, repot. Bukan kamu aja, Abi juga. Ya, harus dijelasin. Dijelasin ya. Intinya intinya kita suruh dia berdoa kepada siapa? Allah. Sejak kecil dia bers karena dia akan bahagia dengan tauhid dalam hatinya. Ke depan kita ini banyak sekali problematika kehidupan. Kita enggak tahu. Harus tegar anak-anak kita. Apalagi Gen Z sedikit-sedikit mutung. Aduh genzi-genzi sekarang agak berat. Sedikit-sedikit apa mutung. Saya punya kawan saya sudah cerita sudah sekolahkan anaknya ke sekolah yang mahal, bayar yang mahal, biaya mahal. diikuti sampai lulus ratusan juta sudah habis untuk sekolah tersebut. Habis itu cariin kerja buat anaknya. Cariin kerja sudah nyaman dapat kerjaan. Tahu-tahu pas bulan Ramadan anaknya bilang, "Bi, saya mau resign aja, Bi. Kenapa saya mau ibadah bulan Ramadan, Nak? Nak, ini perjalanan panjang tiba-tiba dia mau apa? Resign Gen enggak ada mikir panjang abinnya susah." Enggak ada. anak-anak kalau kita tidak dibekali dengan tauhid ya mereka tentu bisa menghadapi berbagai macam apa ujian kehidupan. Jadi intinya siapa yang menanamkan tauhid dalam rumah tangganya, dalam keluarganya, maka akan menjaga dirinya, menjaga keluarganya, menjaga anak-anaknya. Tinggal seorang ya menanamkan tauhid kepada keluarganya. Mungkin terakhir saya sampaikan ada satu yang saya lupa atau ada hal yang saya lupa. Di antara fungsi tauhid menjaga anak-anak kita agar tidak tasyabuh dengan orang-orang nonmuslim yang kebanyakan yang mereka lakukan hanyalah duniawi yang tidak bermanfaat. Kalau mau tasyabuh dalam kecerdasan teknologi oke bermanfaat enggak ada masalah. Rasulullah kalau ada bermanfaat Rasulullah suruh ikut. Seperti ketika Salman alfarisi berkata, "Ya Rasulullah, kunna bifaris irondna." Ya Rasulullah, kami di Persia dulu teknik perang. Kalau kami dikepung, kami bikin khondq supaya musuh tidak bisa masuk. Rasulullah ikuti enggak? Ikuti berarti bertasyabuh dengan orang Persia, tapi bertasyabuh pada yang bermanfaat. Sama ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam tulis surat, maka dikatakan Rasulullah, "Mereka tidak terima kecuali ada stempel resminya." Maka Rasulullah bikin cincin tulisannya Muhammad Rasulullah stempel karena ini tasyabuh yang perlu. Tapi yang masalah tasyabuh yang tidak bermanfaat. Tasyabuh buka baju, tasyabuh rambut warna-warni, tasyah rambut botak. Tinggal rambut segini di tengah-tengahnya ada pohon kelapa kayak pasir di tengah padang pasir. Ya Allah. Saya pergi ke negara kafir pas bulan Ramadan acara buka bersama. Tahu-tahu ada anak muda datang rambut botak ada kuncir di tengah kayak pohon kelapa di tengah padang pasir dan dia santai-santai aja. Tasyabuh yang tidak bermanfaat. Nah, kalau seorang bertauhid dia tahu ada namanya alwala wal bara. Allah berfirman, alubhanallah minal musyrikin. Katakanlah wahai Muhammad ini adalah dakwahku adu ilallah aku menyuruh kepada Allah kepada tauhid ditafsirkan oleh atubari ilat tauhid aku menyuruh kepada tauhid ala basirat yang di atas ilmu ana wabain aku dan pengikutku fasubhanallah ma ana minal musyrikin aku tidak termasuk orang-orang musyrik yaitu beda ada garis pembeda antara muslim dan musyrik ketika dia tahu ini ciri khas orang musyrik dia tidak ikut ini tradisi orang musyrik tradisi nonmuslim Muslim dia tidak ikut, tidak baik. Ngapain diikuti. Sekarang terbalik orang merasa bangga kalau bisa niru-niru gaya nonmuslim. Justru kalau pakai budaya Islam atau ajaran Islam, bukan budaya, ajaran Islam seakan-akan dia orang terbelakang. Seakan kalau pakai jilbab lengkap, seakan orang terbelakang. Kayaknya tidak modern ketinggalan zaman. yang hebat tuh yang keluar terbuka auratnya sedikit kemudian inilah anulah dengan berbagai macam kehidupan zaman sekarang merasa keren kalau sudah bisa ikut gaya-gaya Korea zaman sekarang sampai fenomena banyak wanita tidak mau nikah ini saya fenomena luar biasa tidak mau nikah kebanyakan nonton film apa Korea bahwasanya ada perempuan yang bisa berhasil tanpa ada suami dia bisa sukses Dia ada contohnya, padahal cuma tontonan. Atau mungkin dia baca berita si fulana si dari orang kafir yang sukses dengan hidup sendiri, dengan kesenangan, tanpa ada beban punya anak, tanpa ada beban punya suami. Karena suami memang beban yang berat akhirnya tidak mau bersuami. Ini bagaimana? Ini terjadi terjadi. Ja, saya kemarin ngobrol sama kawan saya dari New York. Dia orang lahir di sana. J cerita ini banyak terjadi pada wanita-wanita muslimah di sekarang di sana. Terbawa dengan kehidupan sekitar gaya mereka yang tidak mau menikah. Terbawalah wanita-wanita muslimah dengan pola hidup mereka. Sehingga banyak yang mulai tidak mau menikah, merasa nyaman, ngurusin suami berat, apalagi ngurusin anak dan macam-macam. Nah, kalau kita tauhid bilang kita beda, orang Islam tidak demikian. Orang bertauhid ada aturannya. Kita tidak boleh tasyabuh. Ini tasyabuh yang tidak benar. Ada garis sehingga melihat dirinya seorang Islam sebagai orang yang mulia. Bukan sebaiknya sekarang banyak orang melihat orang kafir orang hebat kita orang rendahan. Jadi sudah enggak ada harga diri di hadapan nonmuslim. sehingga hawiah atau identitas Islam semakin dibuang. Kenapa? Tidak ada tauhid. Tapi kalau tauhid kita nyembah Allah, mereka nyembah manusia. Kita nyembah Allah, mereka nyembah sapi. Kita nyembah Allah, mereka nyembah pohon. Kita nyembah Allah, mereka nyembah selain Allah. Kita bertauhid, mereka tidak. Kita bangga dengan tauhid. Wama ana minal musyrikin. Aku bukan termasuk orang musyrik. Nah, ini membentengi keluar kita. Bah itu kebiasaan yang tidak benar. Sekarang sulit membentengi anak-anak. Kalau kita tidak tanamkan tauhid dengan benar, kajian akidah yang benar, bahaya. Makanya ikhwan, jangan pernah bosan belajar tauhid. Kita saja yang sudah ngajarin tauhid harus selalu mengingatkan diri sendiri. Karena tauhid itu bukan cuma ilmu manis di bibir aja. Dia butuh penerapan. Dia butuh penerapan. Terus terkadang turun lagi, kita terapkan lagi, turun lagi, terapkan lagi dan seterusnya agar Allah membentengi kita dan keluarga kita dari berbagai macam keburukan. Demikian saja yang saya sampaikan. Waktunya sudah habis ya. Demikian kajian kita. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Requeue
Categories