Membentengi Keluarga Dengan Tauhid - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
tiQApn1VrdA • 2025-08-08
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrul lahu
ala taufiqihi wamtinanih ashadu alla
ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuimni
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh da ridwan. Allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwan. Hadirin dan hadirat yang
dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala.
Tentu
telah diketahui bersama oleh kita semua
bahwasanya tujuan kita diciptakan oleh
Allah adalah untuk mengesakannya, untuk
mentauhidkannya.
Dalam ayat yang kita tahu semua, wama
khalaqtul jinna wal insa illa
liya'budun.
Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia
kecuali untuk beribadah kepadaku. Yaitu
illa liuahidun, mentauhidkan aku. Yaitu
hanya Allah yang diibadahi. Dan selain
Allah tidak berhak untuk diibadahi.
Oleh karenanya
para nabi seluruhnya diutus untuk
mengingatkan tujuan ini. Ya Allah
subhanahu wa taala berfirman
walaq baatna fi kulli ummatin
rasulanudullaha
wtanibutagut.
Sungguh kami telah mengutus kepada
setiap umat seorang rasul yang menyeru
sembahlah Allah semata dan jauhilah
thaagut. Yaitu tugas para nabi adalah
mengingatkan tujuan kita diciptakan. Ya
demikian juga Allah sebutkan, waila adin
akhahum huda qala ya qumibudullaha maum
min ilahin ghairuh. Dan
kepada kaum Ad kami utus
saudara mereka yaitu Nabi Hud yang
menyeru kepada kaumnya, "Beribadahlah
kepada Allah semata. Tidak ada sembahan
yang berhak disembah selain Allah."
Demikian juga Nabi Saleh. Waamuda
akhumhan
qabudullaha
maakum min ilahin giriruh. Dan kepada
kaum Tsamud kami utus Nabi Saleh yang
menyeru kepada kaumnya sembah Allah
semata. Tidak ada sembahan yang berhak
disembah kecuali Allah. Terus
berlangsung hingga Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam berkata
kepada kaumnya, "Qulu lailahaillallah
tuflihuni." Ucapkanlah lailahaillallah
yaitu bertauhidlah. maka kalian akan
beruntung. Maka ini tujuan utama kita
hidup di atas muka bumi ini. Maka segala
yang mencoreng tujuan utama ini adalah
dilarang. Oleh karenanya dosa paling
besar adalah syirik. Karena syirik
langsung mencoreng tujuan utama kita di
diciptakan.
Maka syirik ya meskipun terbagi menjadi
dua, syirik besar maupun syirik kecil,
tetap saja syirik kecil adalah dosa
besar. Tetaplah dosa besar. Dia hanya
dibedakan besar dan kecil dari tinjauan.
Kalau kecil tidak mengeluarkan orang
dari Islam. Kalau besar mengeluarkan
orang dari Islam. Tetapi syirik kecil
pun merupakan dosa besar. Riya adalah
dosa besar. Kenapa? Karena syirik
langsung kontradiktif dengan tujuan
utama kita diciptakan.
Kemudian Allah turunkan syariat. Ya,
Allah turunkan syariat-syariat.
Allah turunkan Al-Qur'an. Kata Ibnu
Qayyim rahimahullahu taala, semua isi
Al-Qur'an intinya tauhid. Intinya
tauhid. Tidaklah Allah ceritakan tentang
hukum-hukum Islam kecuali dalam rangka
agar orang bisa bertauhid dengan
menjalankan perintah Allah.
Jadi Allah menceritakan tentang
kabar-kabar baik kabar orang-orang yang
beriman maksudnya kabar ahli tauhid
bagaimana nasib mereka. Dan Allah
bercerita tentang orang-orang yang
melanggar yaitu orang-orang musyrikin
yang melanggar tauhid. Tidak Allah
sebutkan tentang akhirat surga kecuali
balasan bagi orang bertauhid. Motivasi
agar mereka bertauhid dan tidak Allah
sebutkan tentang neraka kecuali
peringatan bagi orang yang melanggar
tauhid. Maka tauhid adalah tujuan utama
dakwah para nabi untuk mengingatkan
manusia tentang sebenarnya mereka
diciptakan buat apa. Makanya Nabi
sallallahu alaihi wasallam berkata,
"Nahnu masyaral anbiya abnaun liallat."
Ya abuna wahid wahatuna satta. Kami para
nabi
adalah seperti anak-anak yang satu bapak
lain ibu. Ibu beda-beda tapi bapak satu.
ditafsirkan oleh para ulama, maksudnya
seluruh nabi menyeru kepada tauhid
meskipun syariat mereka berbeda-beda.
Maka ini
sudah sangat menjelaskan dengan tegas
bahwasanya
tauhid adalah sangat urgen bagi setiap
manusia. Di situlah bukti dia sebagai
seorang makhluk.
Apa bukti seorang makhluk?
Dia adalah makhluk, yaitu dia hanya
beribadah kepada sang khaliq. Apa
buktinya kamu adalah hamba? Buktinya
saya hanya menyembah pencipta saya.
Itulah tauhid. Adapun ada seorang hamba
kemudian menyembah kepada makhluk yang
lain, kepada hewan, kepada pohon, kepada
batu, kepada jin, kepada malaikat,
kepada wali, kepada mayat, kepada nabi,
nabi Isa, kepada orang saleh seperti
Uzair dan yang lainnya. Maka itu dia
mengeluarkan kodratnya sebagai makhluk.
Bagaimana makhluk menyembah kepada
makhluk yang yang lain.
Hakikat hubungan paling kuat antara
makhluk dengan khali yaitu sang makhluk
tidak beribadah kecuali kepada
penciptanya.
Ya, makanya seperti dalam doa sujud,
Nabi berdoa, "Sajada wajhi lilladzi
khalaqahu wasarahu
wasyaqqo sam'ahu wa basarhu."
Telah sujudlah wajahku kepada zat yang
telah menciptakan wajahku ini, yang
telah memberi bentuk kepada wajahku ini.
Wasarahu wasyaqah basar. Yang menjadikan
wajahku ini bisa mendengar dan bisa
melihat.
Karena wajah ini adalah makhluk, maka
dia hanya sujud kepada yang mencip
menciptakannya.
Nah, ini hendaknya kita tanamkan
pada seluruh ya manusia, terutama kita
kepada keluarga kita, kepada istri kita,
kepada anak-anak kita. Bahwasanya tujuan
kita diciptakan ini adalah untuk
menunjukkan ubudiyah kita ini makhluk
dan kita hanya beribadah kepada Allah
dan itu adalah tauhid.
Ya, saya sering sampaikan bahwasanya
semua yang Allah ciptakan ada tujuannya.
Allah ciptakan matahari ada fungsinya.
Allah ciptakan bulan ada fungsinya.
Allah ciptakan udara ada fungsinya.
Allah ciptakan antum ini fungsinya apa?
Apa tujuannya? Allah ciptakan kita
tujuan apa? Untuk berta tauhid. Semua
yang Allah siapkan sarana prasarana alam
semesta
untuk kita agar kita bisa bertauhid
kepada Allah Subhanahu wa taala.
Karenanya tauhid adalah amal utama dan
amal terbaik
dari semua amalan tauhid yang paling
utama. Semua amalan selain tauhid
hanyalah pendukung tauhid. Pendukung
apa? Tauhid. Jangan, jangan pernah
meremehkan
masalah tauhid. Makanya tauhid adalah
pembahasan yang tidak pernah selesai.
Pembahasan yang terus-menerus
diulang-ulang.
diulang-ulang oleh para nabi dan
diulang-ulang oleh Nabi sejak beliau
berdakwah
di Makkah sampai beliau mau meninggal
dunia. Apa kata Nabi sebelum meninggal
dunia? Lnatullah alal yahudi w nasara
itaku qubur anbiya masajida. Semoga
Allah melaknat Yahudi Nasrani menjadikan
kuburan-kuburan nabi mereka sebagai
masjid. Kenapa? Karena mereka menjadikan
kuburan-kuburan, nabi-nabi mereka,
orang-orang saleh mereka sebagai tempat
ibadah. Ini sarana yang bisa
mengantarkan kepada kesyirikan.
Yang bisa mengatarkan kepada kesyirikan.
Dan demikianlah dakwah Nabi dari awal
sampai akhir adalah lailahaillallah.
Tib. Pembahasan kita kali ini judulnya
adalah membentengi
keluarga dengan tauhid. itu membanding
keluarga dari segala keburukan dengan
tauhid kepada Allah Subhanahu wa taala.
Siapa yang bertauhid
maka dia akan masuk dalam benteng
keamanan yang terbesar dari Allah
Subhanahu wa taala. Jadi Allah punya
benteng yang sangat kokoh. Siapa yang
masuk dia pasti aman. Benteng apa?
Benteng tauhid. Perkataan indah dari
Ibnu Qayyim rahimahullah. Beliau
berkata, "Atauhidu
hisnullahil a'zam.
minal aminin
dalam badail fawaid beliau berkata,
"Tauhid adalah benteng Allah yang
terkokoh, yang teragung. Siapa yang
masuk dalam benteng tersebut maka dia
termasuk orang-orang yang aman.
Karena sebelum dia masuk sudah ada
orang-orang yang aman dalam benteng
tersebut. Sehingga dia masuk, dia akan
masuk dalam barisan minal aminin
orang-orang yang aman."
Ini perkataan yang indah yang
menunjukkan siapa yang semakin
mengkokohkan tauhidnya maka dia akan
diberi keamanan dari Allah karena Allah
memberi benteng baginya sehingga dia
akan aman. Adapun dalilnya banyak.
Di antaranya Allah berfirman tentang
perdebatan antara Ibrahim Alaih Salam
dengan kaumnya. Penyembah matahari,
penyembah rembulan, penyembah bintang
yang Allah sebutkan dalam surah
Al-An'am.
Mereka menakut-nakuti Ibrahim dengan
sembahan-sembahan mereka. Jangan-jangan
kau kualat wahai Ibrahim kalau tidak
menyembah sembahan-sembahan kami.
Atau
TB ketika Ibrahim
berdakwah dan dia mencela
sesembahan-sesembahan mereka, matahari,
rembulan,
bintang-bintang,
ya. Maka mereka nakut-nakuti Ibrahim.
Maka Ibrahim berkata, "Wai ak ma asum
wakum
asum billahiam
bihiq
intum
mukminin ya intuntumin ya alladina amanu
walam yalbisu imanahum bulmin ulaika
lahumul amnu wahum muhtadun ya
kata Allah subhanahu wa taala Taala
dalam surah Al-An'am
yaitu ayat 82.
Eh dalam ayat 81 Nabi Ibrahim berkata,
"Bagaimana aku takut dengan
sembahan-sembahan kalian yang kalian
sekutukan Allah dengannya."
[Musik]
Bagaimana saya mau takutum?
Sementara kalian tidak takut berbuat
syirik kepada Allah Subhanahu wa taala.
Harusnya kalian yang takut bukan saya.
Maka sebenarnya mana yang lebih berhak
merasa aman?
Kelompokku atau kelompok kalian?
Intumamun jika kalian mengetahui.
Setelah itu Allah turunkan statement
dari Allah. Alladina amanuam yalbisu
imanahummin. Sesungguhnya orang-orang
yang beriman dan tidak mencampurkan
keimanannya dengan syirik apapun. Ulaika
lahumul amnu. Mereka itulah yang berhak
mendapatkan keamanan. Wahum muhtadun.
Dan mereka mendapat petunjuk. Jadi
ketika Ibrahim berdebat dengan kaumnya,
mereka nakut-nakuti Ibrahim. Hati-hati
kau Ibrahim. Hati-hati Ibrahim. Kau
cela-cela tuhan-tuhan kami. Kau
cela-cela sembahan kami. Maka Ibrahim
bantah. Bagaimana saya mau takut dengan
sembahan-sembahan kalian? Sementara
kalian tidak takut kalian berbuat
syirik. Sebenarnya siapa yang lebih
merasa aman? Yang bertauhid atau yang
berbuat syirik? Maka Allah turunkan
statement Allah. Alladzina amanu.
Orang-orang yang beriman.
yalbahum
tidak mencampurkan iman mereka dengan
tauhid dengan kesyirikan tidak
mencampurkan iman mereka dengan
kesyirikan
lahumul amnu mereka itulah orang-orang
yang aman dapat keamanan secara mutlak
wahum muhtadun dan mereka dapat petunjuk
ini. Dalil bahwasanya siapa yang
bertauhid dia akan diberi keamanan.
Demikian juga Allah sebutkan dalam surah
Annur ayat
55 kalau tidak salah atau ayat 50 saya
carikan ayatnya. Allah berfirman,
waadallahuladina amanu minkum wail
shihati yastaklifannahum fil ard
kakakfalladina minqoblihim
ayat 55 Allah menjanjikan waallahina
amanuum Allah berjanji menjanjikan bagi
orang-orang yang beriman di antara
kalian
dan beramal saleh
arkan menjadikan mereka berkuasa di atas
muka bum
Dan Allah akan buat mereka bisa
menjalankan agama yang Allah ridai bagi
mereka. Kemudian kata Allah
dan Allah akan mengganti rasa takut
mereka dengan keamanan.
Syaratnya apa?
Mereka beribadah kepadaku semata dan
tidak berbuat syirik sama sama sekali.
[Musik]
Siapa yang kafir setelah itu, maka
mereka orang fasik. Ini surat Annur ayat
24. Siapa yang bertauhid pasti Allah
menangkan, pasti Allah jayakan, dan
pasti Allah berikan rasa rasa aman.
Pasti Allah berikan rasa rasa aman.
Maka tauhid mendatangkan keamanan. Oleh
karenanya kalau seorang sudah tauhidnya
tinggi meskipun dan sudah kualitas
sangat tinggi, meskipun ditakut-takutin
orang maka dia akan tetap tenang.
Buktinya siapa? Buktinya Nabi Hud Alaih
Salam. Nabi Hud
di antara mukjizatnya
adalah beliau berhadapan dengan kaum Ad
yang tinggi-tinggi, besar-besar, dan
kuat-kuat. Bahkan kalau kita baca
tentang kisah kaum Ad ini, suku Ad kalau
ingin hancurkan suku lain cuma utus satu
orang aja. Satu orang sudah bikin kacau
satu suku yang lainnya karena tubuh
mereka apa? Besar ya. Tetapi mereka
tidak mampu
menghabisi Nabi Hud Nabi Hud sendirian.
Allah sebutkan dalam surat Hud mereka
berkata, "Innaqu
baina."
Wahai Hud, menurut kami
engkau sudah kualat terkena keburukan
dari sebagian tuhan-tuhan kami. Karena
kau mencela Tuhan-tuhan kami, kau pasti
kualat. Kau pasti sudah ciloko kalau
bahasa kita ya. Ya. Apa kata Nabi Hud?
Qala inni ushidullah. Saksikanlah. Inni
usidullah. Aku persaksikan Allah sebagai
saksiku. Washadu. Dan kalian juga jadi
saksi bagiku.
mruna minuni. Aku berlepas diri dari
kesyirikan yang kalian lakukan kecuali
hanya Allah yang aku tidak berlepas
diri. Kemudian kata Nabi Hudunian
kalian semua berbuat makarlah kepadaku
seluruhnya bersatu padu. Kalian,
dukun-dukun, kalian, sembahan-sembahan,
kalian, suku kalian, semua bikin makar
kepadaku. Tma tunzirun. Dan jangan
tunda-tunda sekarang juga. Inni
tawakaltu alallahibikum
ma minbatin
akid biniha inbiat mustaqim. Adapun aku,
aku bertawakal kepada Allah. Rabbku dan
rab kalian. Tidak ada makhluk melata
kecuali Allah pegang ubun-ubunnya.
Semua diatur oleh Allah. Ini sebagian
ulama mengatakan inilah mukjizat Nabi
Hud. Dia sendirian berhadapan dengan
orang-orang hebat, tapi dia tidak bisa
celaka. Padahal dia tantang. Kalian
kompaklah semuanya.
Serang aku sekarang. Ini tauhidnya
ketinggian.
Nantang
PD. Nabi Hud alaihi salam. Luar biasa.
Sama
ketika Nabi Muhammad takut-takutin
allina lahumas inasqakumahum
imana waq hasbunallah wikmal wakil.
Ketika datang utusan dari Abu Sufyan
nakut-nakutin kepada Rasulullah, "Wahai
Muhammad, Abu Sufyan sedang kumpulin
pasukannya ingin nyerang balik kalian.
Takutlah kepada mereka.
Nabi Muhammad tidak takut. Dia
mengatakan, "Hasbunallah wanikmal wakil.
Cukuplah Allah sebagai penolongku."
Ternyata mereka enggak jadi nyerang,
takut. Inilah kalimat tauhid yang
diucapkan oleh Ibrahim ketika seluruh
penduduk negerinya, bayangkan,
ibnu lahu bunyan waqu waqu fil jahim.
Bikin bangunan untuk taruh kayu bakar.
Bikin bangunan. J Ibrahim ditahan dulu.
Ditahan dulu. suruh bikin bangunan. Ada
yang bilang dia dipenjara ditahan.
Dibikinlah bangunan. Ditumpuklah twi
bakar. Dibikin bangunan supaya apa?
Supaya apinya tidak keluar. Supaya jadi
seperti apa? Presto untuk bakar Ibrahim
Alaih Salam. Setelah itu dilempar
Ibrahim. Lemparkan di tengah api yang
menyala-nyala. Ketika dilempar dia
bilang apa? Hasbiallah
wanikmal wakil. Dia tidak bergeser. Dia
rela mengorbankan dirinya untuk membela
tauhid dan Allah tolong dia.
Kita mungkin tidak sampai derajat
tersebut.
Tetapi semakin tauhid semakin kokoh,
semakin Allah berikan apa? Keamanan.
Semakin Allah berikan keamanan. Itu
janji Allah Subhanahu wa taala. Oleh
karenanya kita tanamkan pada diri kita,
pada istri kita, pada anak-anak,
bertauhidlah.
Karena engkau kalau bertauhid selalu
menggantungkan dirimu kepada Allah, maka
kau akan diberi apa? Keamanan oleh Allah
Subhanahu wa taala. Bagaimana tidak kita
bersandar
kalau bahasa kita, bahasa kita, bahasa
bahasa dunia kita backingan kita. Kalau
bahasa kita punya backingan jenderal,
kita berani enggak? Berani. Jenderal
bintang tuuh.
Ini bagaimana kalau kita bertawakal
kepada Allah Subhanahu wa taala yang
kata Nabi Hud, ma min dabatin illa hua
akidum biniatiha. Tidak ada makhluk,
binatang melata, hewan apapun, manusia
manaun kecuali Allah pegang
ubun-ubunnya. Allah yang mengaturnya.
Maka segala urusan di tangan Allah
Subhanahu wa taala. Jadi seorang merasa
aman. Allah akan berikan keamanan
meskipun di tengah kekacauan yang ada,
meskipun di tengah kesulitan yang ada,
tetap ada rasa aman Allah berikan dalam
hati seseorang. Berbeda kalau orang
tidak punya tauhid, dia gelisah mawa
kepada siapa dia bersandar. Dia pikir si
fulan, dia pikir si fulan, pikir si
fulan, dia pikir si fulan. Oh, ini
kayaknya enggak bisa. Ini diharapkan,
ternyata mengecewakan. Ini kayaknya
sulit diharapkan. ternyata dia juga
susah begitu pikirannya.
Tapi kalau dia bertauhid, dia bersyad
kepada Allah, maka Allah akan kirimkan
bantuan dengan cara Allah sehingga dia
tetap aman.
Jadi, ini penting dalam kehidupan
sehari. Karena rasa aman, kenyamanan
dalam hati itu penting dalam menjalani
segala aktivitas.
dalam menjalin kehidupan rumah tangga,
dalam menjalani kehidupan dalam
pekerjaan, dalam aktivitas keseharian,
keamanan dalam hati itu sangat
dibutuhkan. Dan cara terbaik untuk
meraih keamanan adalah dengan bertauhid
kepada Allah Subhanahu wa taala.
Bayangkan seorang mau keluar rumah
dia bertawakal kepada Allah, dia
bertauhid. Apa doanya keluar rumah?
Bismillahi tawakaltu alallahi la haula
wala quwwata illa billah.
Aku menyebut nama Allah. Aku bertawakal
kepada Allah. La haula wala quwata illa
billah. Kalimat tauhid tidak ada daya
dan upaya. Tidak ada kejadian. Tidak ada
perubahan satu kondisi menuju kondisi
yang lain kecuali dengan izin Allah
subhanahu wa taala.
Ya
Allahumma naudubika an adil au udol azil
au uzal.
ajal
di antara doa keluar rumah kita sambung
dengan doa tersebut. Ya Allah aku
berlindung kepada Engkau
an adil dari jangan sampai aku tersesat
au udol atau aku disesatkan orang jangan
sampai ya
au azil atau aku tergelincir. A uzal aku
digelincirkan orang. Alim jangan sampai
aku zalimi orang. A uzlam jangan sampai
aku dizalimi orang.
Ajhal atau aku berbuat kejahilan di
antaranya kemaksiatan.
Alai atau aku dibodoh-bodohin orang.
Nyaman dia keluar rumah tenang. Ketika
dia berdoa dengan doa keluar rumah
malaikat berkata, "Hudita wuqita." Kau
telah diberi petunjuk kau telah dijaga
oleh Allah Subhanahu wa taala. Keluar
dengan tauhid. Cuma kita kadang lupa
baca doa tersebut.
Terkadang kita doa pun tanpa kehadiran
hati.
Padahal Nabi bersabdain.
[Musik]
Berdoalah dalam kondisi hati kalian
yakin bahwasanya kalian akan dikabulkan.
Ketahuilah Allah tidak mengabulkan doa
dari orang yang hatinya lalai.
Maka ketika kita keluar rumah baca doa
tersebut dengan menghayati cuma butuh
enggak sampai 1 menit kita baca doa
tersebut maka akan ada kenyamanan dalam
hati ketika keluar rumah saya sudah
berdoa ada kenyamanan kenapa kita sudah
menyerahkan urusan kita kepada Allah
Subhanahu wa taala jadi kita sudah masuk
dalam benteng tauhid dan kita akan
diberi keamanan
di antaranya nya
dengan bertauhid
ketika kita pun dicoba oleh Allah dengan
kondisi-kondisi genting, maka Allah akan
membentengi kita sehingga kita bisa
keluar dari kondisi genting tersebut.
Allah menyebutkan contoh tentang kisah
Nabi Yunus.
Wa inna Yunusa laminal mursalin.
Abaq ilal fulqil mashun.
N Yus alaihi salam adalah seorang rasul
dari para rasul. Tatkala dia pergi
kemudian dia naik kapal. Ya. Kemudian
akhirnya dia ee ketika naik kapal
ternyata ombak besar. Kemudian mereka
harus mengundi. Harus ada yang dibuang
dari kapal supaya selamat. Ketika diundi
ternyata keluar nama Nabi Yunus. Mereka
enggak enak. Ini orang saleh. Ulangi
lagi undian. Siapa yang harus loncat?
Yunus lagi.
Siapa lagi? Empat Yunus lagi. Yunus
enggak enak dia loncat langsung. Kata
Allah, "Faltaqahumul hutu wahua mulim."
Maka dia loncat ditelan oleh ikan ikan
paus.
Tib. Gimana? Genting atau tidak ditelan
ikan paus? Woh, genting. Masuk dalam
kegelapan.
Makanya Allah mengatakan,
"Fanada fizulumat." Maka dia pun menyeru
berdoa kepada Allah. Tauhid dia serukan
dalam kegelapan. Kegelapan apa aja?
Kegelapan perut ikan paus. Ikan paus
enggak ada lampunya dalam dalam perut
enggak ada lampu. Kemudian kegelapan
lautan dia dalam laut gelap.
Gelapan berikutnya adalah kegelapan
malam di di malam hari. Kegelapan
berikutnya awan yang bertumpuk-tumpuk
dengan berbagai macam kegelapan.
Sehingga dia bertubi-tubi dalam
kegelapan yang bertumpuk-tumpuk. Ketika
itu dia hanya bertauhid. La ilahailla
anta
subhanaka inni kuntu minadzalimin.
Bertauhid tidak ada yang berhak disembah
kecuali Engkau ya Allah. Siapa yang aku
ibadahi? Siapa yang aku mohon pertan
kecuali Engkau ya Allah? Maka
fastajibalah. Kami pun kabulkan doanya.
Maka Allah pun menyelamatkan
Nabi Yunus Alaih Salam dengan kalimat
tauhidnya. Oleh karena dalam sahihain
dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma anna
rasul sahu alaihi wasallam kana yaak
indal karb adalah kebiasaan Rasul sahu
al wasallam kalau dalam kondisi genting
beliau mengucapkan kalimat tauhid
hafalkan doa ini. Lailahaillallahu
aladimul halim ulangi. Lailahaillallah
aladzimu alhalim. Lihat al-adzim baru
alhalim. Lailahaillallah tauhid tambah
aladzim alhalim.
Kemudian lailahaillallahu rabbul arsyil
adzim. Ada adzim ulang lagi. Tapi rabbul
arsyil apa? Adzim. Yang kedua
lailahaillallah rabbul arsyil adzim.
Yang ketiga, karim. Lailahaillallahu
rabbus samawati warabbul ardhi warabbul
arsyil karim.
Sudah hafal ulang.
Antum jarang menderita.
Kalau sering menderita, hafalin doa.
Bisa juga doa yang tadi, la ilahaill
anta subhanaka inni kuntu minzaliminin.
Itu juga cukup. Tapi kalau mau tambah
lagi, Lailahaillallahu
aladzim al halim. Lailahaillallahu
rabbul arsyil adzim. Adim dulu.
Lailahaillallahu rabbus samawati. Tidak
ada yang berhak disembah kecuali Rabbnya
langit. Warabbul ardhi, rabbnya bumi.
Waabbul arsyil karim. Ini doa diucapkan
oleh Nabi ketika dalam kondisi genting.
Dia tidak mengucapkan suatu tapi ucapan
tauhid itu menunjukkan penyandaran,
yaitu ya Allah, tolonglah aku. Tolonglah
aku. Dengan dia bertah, dia tahu tidak
ada yang menolongnya kecuali siapa?
Allah Subhanahu wa taala. Maka tauhid
membentengi kita dari keputusasaan
ketika terjebak dalam kondisi yang yang
genting.
Ya,
beda kalau kita ternyata bertawakal
kepada yang lain-lain, makhluk kita
bingung mau ke mana, mau ke mana, mau ke
mana. Ke sana, ke sini, ke sana, ke
sini.
hati jadi bimbang, jadi ya
terombang-ambing.
Makanya Nabi Yunus, Nabi Yusuf alaihi
salam berkata kepada dua penghuni
penjara,
mutfarquunairun
amillahul wahidul qahar. Apakah Tuhan
yang beraneka ragam lebih baik?
Sembahan-sembahan kalian yang beraneka
ragam lebih baik ataukah Allah yang maha
esa dan yang maha mendominasi? Al-Qahar
yang maha mendominasi. Tentu Allah
Subhanahu wa taala sebaik-baik tempat
bersandar.
Ini di antara dalil bahwasanya tauhid
membentengi keluarga dari depresi, dari
apa istilahnya stres,
dari putus asa.
Karena orang kalau ditimpa dengan suatu
pendirian terkadang putus asa. Kapan?
Ketika dia tidak menyerahkan segala
urusannya kepada Allah Subhanahu wa
taala. Maka seorang bertauhid, kalau dia
bertauhid dia akan serahkan urusannya
kepada Allah Subhanahu wa taala. Tib ini
yang kedua. Yang ketiga,
tauhid membentengi seorang dari godaan
setan. Karena bahaya, marabahaya
bisa dari godaan setan. Ya, setan
menggoda. Dalam hadis Rasulullah
sebutkan, "Jika dikumandangkan azan maka
setan pun lari."
lari sampai terkentut-kentut ya setan
dia takut dengan azan dan azan isinya
kalimat apa? Tauhid
ada syahadatain dan diakhir dengan
lailahaillallah
kalimat tauhid setan kabur. Makanya seb
mengatakan kalau kamu ketemu jin azan.
Karena setan takut dengan kalimat apa?
Tauhid.
Seorang yang mengisi
rumahnya dengan tauhid,
keluarganya dibentengi hatinya tauhid,
setan sulit untuk menggoda. Setan sulit
menggoda. Makanya ketika saya tanya
ee Syekh Abdur Razzaq hafidahullahu
taala tentang obat orang terkena sihir,
kata beliau, "Jangan lupa zikir
lailahaillallahu la syarikalah lahul
mulk walahul hamdu w kulli qodir."
Serius baca pagi, petang hari dengan
penuh keyakinan. Karena setan takut
dengan kalimat apa? Tauhid. Bukan asal
baca, tapi baca dengan apa? Serius.
Lailahaillallah wahdahu la syarikalah
lahul mulku walahul hamdu wahua ala
kulli saaiin qodir.
Karenanya
Ibnu Taimiyah berkata wu qal iman tauhid
waurul furqan
risalah ah.
Semakin kuat keimanan dan tauhid. dan
cahaya pembeda dan nampaklah asar-asar
atau dampak-dampak dari kenabian dan
risalah, maka semakin lemahlah
kondisi-kondisi
setan,
hal-hal yang terkait dengan setan.
Waqala atauhid. Dan beliau berkata,
"Tauhid yatrudatin." Tauhid mengusir
para setan. Walihadza humila ba'um fil
hawa. Kata Ibnu Taimiyah, ada orang
terbang di udara, yaitu dukun terbang di
udara mungkin naik sapu apa? Sapu lidi.
Faqala, ada yang berkata lailahaillallah
maka dia pun jatuh. Fasaqat, maka dia
pun jatuh.
Oleh karenanya sebelum Nabi diutus,
dukun sangat banyak di negeri Arab,
biardil Arab. banyak sekali dukun dan
mereka sering meramal dan ternyata benar
sering dukun banyak sekali karena banyak
setan yang mencuri berita ketika Nabi
belum diutus.
Ketika Nabi diutus dengan cahaya tauhid
ketika itu dunia gelap semua dengan
kesyirikan semua kesyirikan isinya
tidak ada yang bertauhid kecuali
segelintir orang dari ahlul kitab.
Sebagaimana kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Innallaha nadara ila ahlil
ardhi faqatahum arabahum wa ajamahum
illa baq min ahl kitab." Sesungguhnya
Allah melihat kepada penghuni bumi,
Allah murka semuanya, Arab maupun non
Arab, kecuali segelintir ahlul kitab
yang masih bertauhid.
Maka ketika tauhid hilang, maka setan ke
mana-mana. Dukun
meraja lela, dukun dihormati ke
mana-mana dukun yang berkuasa. Maka
setan sering mencuri berita ketika
tauhid datang maka mereka tidak berkutik
lagi. Cahaya tauhid maka setan tidak
berkutik lagi. Makanya
mohon maaf kalau kita bandingkan
misalnya di Arab Saudi atau di Madinah
pusatnya Islam
ya atau di Makkah
di sana tidak ada
hal-hal terkait kesyirikan. Tidak ada.
Maka di sana
dukun enggak laku.
[Musik]
Dan kita kalau ke kuburan enggak ada
rasa takut sama sekali karena setan
tidak ada yang menggoda. Jadi benar
sabda Nabi, "Pergi ke kuburan untuk
ingat mati. Dan di antara ziarah kubur
sunahnya boleh malam hari." Bahkan Nabi
sering ziarah kubur malam hari. Sering.
Kita kalau ziarah kubur malam hari
sendiri kira-kira berani enggak?
[Musik]
Nabi sering ziarah kubur sendiri. pergi
ke Baqi sendirian. Pernah suatu hari dia
pergi, Aisyah ikutin. Aisyah cemburu.
Kirain Nabi pergi ke istri satunya,
ternyata ke kuburan.
Sai kuburan.
Cuma tidak ada rasa takut
karena tauhid di mana-mana.
Karena tauhid di mana-mana. Cahaya
tauhid azan menggema di mana-mana. Tidak
ada yang pakai jimat-jimat, tidak ada
yang percaya dukun.
dukun di sana kalau ketahuan dibunuh
ya. Tidak ada penyembahan terhadap
kuburan. Enggak ada.
Gak ada khurafat-khurafat.
Sehingga benar-benar kalau kita ke
kuburan malam hari tidak rasa takut sama
sekali.
Saya pernah sama keluarga, kami naik
mobil kejebak di tengah padang. Mobil
macet ke
apa namanya? bannya kelilit bekas ban
sehingga enggak bisa gerak. Kita harus
jalan kalau enggak salah mungkin 3 kilo
dalam kegelapan. Anak-anak enggak ada
yang nangis, enggak ada yang takut. Itu
cuma takut kalau ada hewan. Adapun
merinding enggak ada.
Coba kalau
di pelosok
lewat ke kuburan ketakutan.
Sampai ada saya lihat di YouTube ada
Gojek dia shooting dia naik motor kata
dia cuma bayar Rp8.000 suruh lewat
kuburan lagi katanya. Ketakutan dia
kalau Rp100.000 gak apa-apa cuma R8.000
suruh lewat kuburan dia ketakutan. Jadi
subhanallah jadi ada asar dampaknya
karena setan benar-benar hadir
benar-benar menggoda. Tinggal kita
kuatkan tauhid kemudian kita berani
cuekin mereka.
Tapi ketika cahaya tauhid meredup, maka
setan
berkeliaran dan para pengikut setan juga
berkeliaran. Dukun-dukun beraksi sampai
ada paguyuban para dukun.
[Musik]
Maka dengan seorang bertauhid kepada
Allah subhanahu wa taala maka dia akan
terbentengi dari gangguan setan. Dan
kita tahu setan ya siap menggoda,
siap menyerang. Apalagi dia disuruh oleh
pawangnya, dukunnya ya, apalagi disuruh
sama setan yang lebih gede, dia takut.
Maka
terjadilah apa yang terjadi. Maka di
antara cara kita untuk menjaga
keluarga, membentengi agar terjauhkan
dari
godaan-godaan setan, godaan para dukun
adalah dengan
menguatkan tauhid kepada Allah subhanahu
wa taala. Makanya di antara zikir yang
paling kitauti adalah ayat kursi. Ayatul
kursi. Allahu la ilaha illa huwal hayyul
qayyum. Itu yang dibuka dengan kalimat
tauhid. Dibuka dengan kalimat tauhid.
Sebelum tidur kita baca ayatul kursi.
Habis salat fardu kita baca ayatul qu
kursi. Saya pernah nonton di YouTube ada
seorang syekh cerita tentang penyihir
yang tobat. Penyihir yang tobat.
Penyihir tersebut cerita ya dia kirim
jin untuk menggoda atau menyantet atau
mengganggu orang. Ternyata jin tersebut
gagal terus.
Ternyata orang yang digoda itu tidak
pernah meninggalkan baca ayat kursi
setiap habis salat. Tidak pernah membaca
meninggalkan baca ayat kursi setiap
habis habis salat. Itu membentengi diri
dengan tauhid. Tapi harapan saya kalau
kita baca ayatul kursi tolong dihayati.
Tolong dihayati. Kita ini masalahnya
banyak zikir kita hafal tapi kita kurang
menghayati sehingga aliran tauhid masih
kurang.
masih kurang ya. Kalau kita hayati tentu
efeknya lebih lebih kuat. Jadi perlu
kita untuk menghayati
ee makna-makna zikir yang kita yang kita
baca.
Kemudian
di antara fungsi tauhid membentingi
keluarga yaitu membentingi keluarga dari
berbagai macam khurafat yang tersebar di
metsos. Sekarang khurafat banyak sekali.
Katanya bisa begini, kalau begini bisa
begitu. Datang ke sini nanti begini. Dan
banyak orang ketika lemah, sakit parah
atau kebingungan, terlilit hutang, maka
mereka selalu mencari jalan pintas.
Jalan pintas tersebut biasanya ke dukun.
Biasanya ke dukun, ya.
Dan akhirnya dukun ini enggak berhasil.
Oh, kau sedang diserang oleh dukun yang
lain. Kau harus gini. Dia cari dukun
yang lebih hebat lagi. Terus hatinya
bimbang terombang-ambing terus kasihan
dia lupa kepada Allah Subhanahu wa
taala. Kalau sudah pakai jimat, jimat
ini kurang ampuh. Pergi ke gunung yang
tinggi, cari jimat yang lain. Oh,
dukunnya kurang setan. Yang lebih setan
lagi dukunnya mana? Sehingga itu pakai
jimat pakai gigi harimau. Wah, ini
macannya macam-macan ompong. Cari macan
Sumatera misalnya. Sehingga selalu
seperti ituambing.
Oh, kok ingin ingin jadi berhasil maka
cari kera, potong kepalanya tumpahkan
darah kera. Macam-macam orang kalau kita
dengar cerita macam-macam. Menumbalkan
keralah, menumbalkan darah, inilah hidup
bimbang. Ada kawan
dulu paling anti dengan dakwah sunah.
Ya, bahkan dia kerahkan orang untuk
menghalangi pengajian.
Akhirnya dia sekarang jadi panitia
pengajian.
Dia cerita, "Ustaz, kalau dulu main
judi, Ustaz, main judi ramai-ramai orang
kaya ya main judi.
Kita orang bukan cuma main judi, Ustaz.
Kita bawa dukun. Masing-masing penjudi
punya dukun. Jadi main judi di dalam, di
luar dukunnya main sini." Wah. Jadi
untuk main judi menang aja pakai apa?
Dukun. Hidup semua tergantung dengan
dukun.
Nanti baca lagi cerita di internet. Oh,
begini. analisa sendiri. Oh, berarti ini
berarti yang menyihir ini berarti terus
pikiran tidak bergantung kepada Allah.
Jadi seperti itu
menuduh sana menuduh sini.
Sampai saya pernah pas ngisi di Masjid
Nabawi ada orang datang gemuk
berkacamata. Dia bilang, "Ustaz
qadarullah saya dituduh menyihir Ustaz."
Kenapa? Karena keluarga saya waktu
tersihir dukunnya bilang, "Yang nyihir
kamu itu gemuk berkacamata.
Kebetulan saya mau berkacamata. Jadi
ribut kita keluarga ustaz silaturahmi
putus. Bikin pusing dia. Bikin ribut.
Gelisah tidak tenang.
J orang kalau tauhid enggak orang tauhid
tenang dia. Ya sudah ini musibah sabar
kembali kepada Allah subhanahu wa taala
bukan gelisah.
Dan Rasul Sah wasallam bersabda, "Man
alaqaian wukila ilaihi." Ya, dalam hadis
seorang peri berkata,"Akaltu ala
Abdillah bin Hukaim wabihi humrah
faaliqu
tamimah. Aku menemui sahabat Abdullah
bin Hukaim dan dia sedang sakit. Aku
berkata apa kau tidak pakai jimat? Qala
nazubillah minzalik.
Kata dia, "Aku berlindung kepada Allah
dari hal tersebut." Ya. Ya. Kemudian
beliau berkata, Rasulullah sallahu
alaihi wasallam bersabda, "Man alaqaian
wukila ilaihi." Siapa yang memakai jimat
dia akan dibuat tawakal kepada jimat
tersebut. Ini yang paling berbahaya.
Siapa yang berpaling dari Allah
kepada sebab, dia akan dijadikan
bertawakal kepada sebab sebab tersebut.
Orang kalau sudah kejebak dengan dukun
sudah dia terus bertawakal kepada dukun.
Terus dukun ngomongin dia ikut tidak
berhasil lagi begini berhasil. Tunggu
Pak begini begini begini begini. Terus
bertawakal kepada dukun. J kalau dia
masuk ke dunia jimat bertawakal kepada
jimat. Inilah syirik. Kenapa? Dia
meninggalkan tawakal kepada Allah dan
hatinya pasti gelisah. Hatinya pasti
gelisah sehingga terjadi pertarungan
antar dukun
dan seterusnya.
sampai akhirnya ada yang mengambil
kesempatan dalam kesempitan.
Ada dukun yang pintar, dukun palsu. Dia
datang kepada dua orang yang sedang
saling bersaing untuk jadi calek, jadi
pejabat. Dia datang kepada dua calon.
Dia datang kepada kata dia, "Bapak,
Bapak pasti menang kalau sama saya.
Tinggal Bapak datangkan R miliar.
Pokoknya kalau Bapak kalah saya ganti
Riiliar 200 juta. Bapak pasti menang.
Kalau kalah saya kasih bonus 200 apa
juta ya. Siapa yang tidak mau ya gak
apa-apa taruh dia datang kepada yang
kedua
sama
kalau Bapak apa namanya ee menang ya
uang buat saya. Kalau kalah saya kasih
kembali berapa? R juta. R miliar 20
juta. Tib. Akhirnya dua-duanya kasih R
miliar 1 miliar. Uang dia berapa
sekarang? 2 miliar. Siapapun menang dia
dapat Rp800 juta. Paham?
Pintar enggak? Pintar. Karena
orang-orang bahlul seperti ini yang
dimanfaatkan. Saya diin sama kaun ini
benar ustaz kata ini kejadian. Jadi
dukun itu ngibulin dua calek ini
1 juta. Siapa yang enggak kalau Bapak
kalah saya kasih bonus Rp200 juta. Ya
senang aja ya. Saya kasih ya ambil R
miliar. Itu R miliar. Ternyata akhirnya
satu menang satu kalah. Dia datang
kepada yang kalah. Aduh Pak dukun yang
sana lebih kuat Pak. Saya enggak bisa.
Sudah Bapak R miliar R200 juta saya
kasih bonus yang satu R00 juta masuk.
Padahal dia enggak bikin apa-apa cuma
ngibulin.
Dan di Indonesia banyak sekali orang
dikibulin. Merubah uanglah jadi inilah
jadi anulah. Jadi orang, "Ya Allah, saya
ketemu orang ketipu-ketipu dia ketika
usahanya jatuh, ada yang kasih harapan
ada harta karunnya siapalah, harta
karunnya inilah harus bayar inilah
dia tidak tawakal kepada Allah, tapi
mengikuti khurafat-khurafat. Akhirnya
semakin terpuruk." Akhirnya semakin
terpuruk. Akhirnya dipenjara karena
banyak masalah. Ya,
TB.
Jadi hati-hati.
Makanya di antara juga menjaga kita dari
ketergelinciran ini berikutnya dengan
tauhid menjaga kita ketergelinciran. Ada
pepatah Arab berkata
y min haitu yaman. Seorang tergelincir
di sisi dia merasa aman. Jadi sering
orang itu ketika lupa kepada Allah dia
tergelincir di situ. Misalnya dia merasa
sehat dia lupa bahwa yang kasih
kesehatan adalah siapa? Allah. itu
tauhidnya hilang di poin itu. Justru dia
kemudian terjatuh di situ. Ketika dia
merasa ujub, dia merasa dirinya hebat,
dia lupa kalau itu semua dari Allah.
Nilai tauhidnya sedang nol di situ dalam
poin ini. Nah, biasanya dia terkena di
situ. Dia terkena di di situ. Dia merasa
PD, lupa bahwasanya semua kemampuannya
itu adalah dari Allah Subhanahu wa
taala. Kita ini hanya usaha, tapi kalau
Allah tidak izinkan tidak akan dapat
hasil. Saya ketemu seorang
wanita, dia umrah sama saya, dia sedih.
Ya. Ya. Ini bukti bahwasanya semua usaha
belum tentu datang keberhasilan. Dia
bilang, "Ustaz, saya sudah olahraga
teratur." Dia termasuk mungkin wanita
olahragawan. Saya pun makan teratur,
pilah-pilih. Ternyata saya kena kanser.
Dia terpukul sekali di situ. Dia
terpukul sekali di situ. Intinya betapa
sering
seorang terjatuh
pada perkara yang dia lupa Allah
subhanahu wa taala. Maka tauhid
mengajarkan seorang senantiasa
untuk ingat kepada Allah subhanahu wa
taala
sehingga dia membentengi dirinya dari
ketergelinciran. Orang yang terbaik
adalah orang yang diurusin oleh Allah
subhanahu wa taala. Kapan dia diurusin
oleh Allah? Ketika dia menyerahkan
urusannya kepada Allah Subhanahu wa
taala, dia bertawakal. Waallahiwakalil
mukminun. Hanya kepada Allah orang
beriman bertawakal. Makanya di antara
doa qunut, Allahumdina fiman hadait
waafina fimanit
wa tawallana fiman tawallait. Maknanya
ya Allah urusi urusilah diriku
sebagaimana orang-orang yang telah kau
urusin. Ya Allah tawalla amri. Ya Allah
uruslah diriku.
Anta walius shihin. Engkau adalah
pengurus orang-orang yang saleh. Uruslah
diriku. Apa kata Nabi Yusuf? Anta wali
fid dunya wal akhirah. Tawa muslima.
Engkau adalah pengurusku di dunia maupun
di akhirat. Engkau yang telah mengurusku
sejak aku diusir oleh kakak-kakakku.
Sejak aku dipisahkan dari ayahku,
dibuang dalam sumur seterusnya. Engkau
yang mengurusku. Kata Nabi Yusuf. Anta
waliyi. Engkau pengurusku.
Jadi ketika orang sudah tawakal kepada
Allah, Allah akan mengurusnya. Sejauh
mana dia bersandar kepada Allah, semakin
dia diurus oleh Allah. Sebagai sejauh
mana dia lupa kepada Allah, dia
ditinggal oleh Allah subhanahu wa taala.
Makanya dikatakan alkuzlan. Sesungguhnya
kehinaan yang sesungguhnya adalah jika
seorang ditinggal oleh Allah subhanahu
wa taala. Khuzlan itu ditinggal oleh
Allah subhanahu kapan dia ditinggal oleh
Allah? Ketika dia tidak bertawakal
kepada Allah. Ketika tauhidnya lagi
kosong di titik tersebut,
seorang berusaha
bertawakal kepada Allah Subhanahu wa
taala, menguatkan tauhidnya sehingga dia
dijaga oleh Allah dari ketergelinciran.
Jangan lupa setiap kegiatan kita bilang
minimal bismillah. Kalau bisa berdoa,
maka berdoa.
Tayib.
Di antara dalil bahwasanya bahkan Allah
menjaga seorang hamba ya anak, istri
atau suami, keluarga dari segala
keburukan
yaitu dengan menjaga syariat Allah.
Seperti di hadis yang masyhur, Nabi
berkata kepada Ibnu Abbas, "Inni
uallimuka kalimat." Wahai Ibnu Abbas,
wahai gulam, wahai remaja, aku akan
ajarkan kepada engkau beberapa kalimat.
Di antaranya, ihfadillaha
yahfadka. Jagalah Allah maka Allah akan
menjagamu. Ihfadillaha. Jaga Allah
tajidhu tujahaka. Kau akan dapati Allah
di depanku. Di depanmu. Saalta
fasalillah tauhid. Jika kau minta
mintalah kepada Allah. Waastaanta. Jika
kau minta pertolongan fastain billah.
Maka minta tolonglah kepada Allah
subhanahu wa taala. Jaga tauhid.
Jaga syariat Allah. Ikhfadillah
maksudnya jaga Allah. Jaga syariatnya.
Kerjakan. Jaga larangannya. Jauhi
yahfadka. Maka nis Allah akan menjagamu.
Menjagamu kata para ulama menjaga
istrimu, menjaga anak-anakmu, menjaga
hartamu, menjaga kerjaanmu, menjaga.
Tentu bukan berarti tidak ada musibah
yang mengena. Karena musibah adalah
ujian dari Allah yang Allah akan berikan
kepada hamba-hambanya. Tetapi secara
umum dijaga oleh Allah Subhanahu wa
taala dengan syarat saalta fasalillah.
Jika minta minta kepada siapa? Allah.
Waastaanta fastain billah. Jika minta
tolong, tolong p Allah. Usahakan hati
kita ini hanya bersandar kepada Allah.
Masalah kita ikhtiar berusaha, misalnya
kita jualan, jualan. Ada orang tawar,
misalnya saya jual rumah tawar, dia kan
yang tertarik. Jangan sandarkan. Oh, dia
beli, dia beli. Sandarkan pada Allah.
Allah yang akan menggerakkan hatinya
untuk membeli rumah kita misalnya.
Jangan sandarkan hati kepada orang ini.
Jangan. Yang buat dia datang, buat dia
tertarik siapa? Untuk membeli siapa?
Allah. Jadi selalu
selalu seperti itu. Kita kerja sama bos.
Jangan aduh bos ini aduh mudah-mudahan
bos. Mudah-mudahan bos jangan berdoa
sama Allah ya Allah tolonglah aku.
Jangan hati bersat kepada bos.
Bos kita bukan rezeki kita dari bos
kita. Rezeki kita dari siapa? Allah.
Melalui bos. Iya melalui bos. Tapi hati
kita sandarkan kepada siapa? Allah
Subhanahu wa taala jangan pernah
menyandarkan hati kepada makhluk. Kaidah
mengatakan, "Siapa bersandar kepada
makhluk pasti kecewa cepat atau lambat.
Tapi kalau bersandar kepada Allah tidak
pernah kecewa." Tidak pernah kecewa.
Jadi tauhid ajarkan pada anak-anak.
Anak-anak kalau takut
Allah bersamamu. Oh sudah salat belum?
Tadi pagi sudah salat belum? Salat subuh
belum salat. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Man shal fahua fimmatillah."
Siapa yang salat subuh dalam penjagaan
Allah sudah kamu tenang tanamkan tauhid
sehingga anak-anak Abi kalau ada Abi ya
Abi ini siapa sih? Abi ini bukan
siapa-siapa
ada Allah bersama kita. Jangan bilang
abi-abi. Abi bantu insyaallah. Tapi kamu
mau bersandar kepada siapa? Allah.
Anak-anak ditanamkan sejak kecil
agar mereka terbiasa bersand kepada
Allah. Ada ujian? kamu berdoa, berdoa
minta sama Allah Subhanahu wa taala.
Suatu, suatu saat anak saya bertanya
kepada saya dengan pertanyaan yang
sulit. Anak yang masih SD, "Abi, saya
sudah berdoa kok belum dikabulkan?" Wah,
repot. Bukan kamu aja, Abi juga.
Ya, harus dijelasin. Dijelasin ya.
Intinya intinya kita suruh dia berdoa
kepada siapa? Allah. Sejak kecil dia
bers karena dia akan bahagia dengan
tauhid dalam hatinya. Ke depan kita ini
banyak sekali problematika kehidupan.
Kita enggak tahu. Harus tegar anak-anak
kita. Apalagi Gen Z sedikit-sedikit
mutung. Aduh genzi-genzi sekarang agak
berat.
Sedikit-sedikit apa mutung.
Saya punya kawan saya sudah cerita sudah
sekolahkan anaknya ke
sekolah yang mahal, bayar yang mahal,
biaya mahal.
diikuti sampai lulus ratusan juta sudah
habis untuk sekolah tersebut. Habis itu
cariin kerja buat anaknya. Cariin kerja
sudah nyaman dapat kerjaan. Tahu-tahu
pas bulan Ramadan anaknya bilang, "Bi,
saya mau resign aja, Bi. Kenapa saya mau
ibadah bulan Ramadan, Nak? Nak,
ini perjalanan panjang tiba-tiba dia mau
apa? Resign Gen
enggak ada mikir panjang abinnya susah."
Enggak ada.
anak-anak kalau kita tidak dibekali
dengan
tauhid ya mereka tentu bisa menghadapi
berbagai macam apa ujian kehidupan.
Jadi intinya siapa yang menanamkan
tauhid dalam rumah tangganya, dalam
keluarganya, maka akan menjaga dirinya,
menjaga keluarganya, menjaga
anak-anaknya. Tinggal seorang
ya menanamkan tauhid kepada keluarganya.
Mungkin terakhir saya sampaikan ada satu
yang saya lupa
atau ada hal yang saya lupa. Di antara
fungsi tauhid menjaga anak-anak kita
agar tidak tasyabuh dengan orang-orang
nonmuslim yang kebanyakan yang mereka
lakukan hanyalah duniawi yang tidak
bermanfaat.
Kalau mau tasyabuh dalam kecerdasan
teknologi oke bermanfaat enggak ada
masalah. Rasulullah kalau ada bermanfaat
Rasulullah suruh ikut.
Seperti ketika Salman alfarisi berkata,
"Ya Rasulullah, kunna bifaris
irondna." Ya Rasulullah, kami di Persia
dulu teknik perang. Kalau kami dikepung,
kami bikin khondq supaya musuh tidak
bisa masuk. Rasulullah ikuti enggak?
Ikuti berarti bertasyabuh dengan orang
Persia, tapi bertasyabuh pada yang
bermanfaat.
Sama ketika Nabi sallallahu alaihi
wasallam tulis surat, maka dikatakan
Rasulullah, "Mereka tidak terima kecuali
ada stempel resminya." Maka Rasulullah
bikin cincin tulisannya Muhammad
Rasulullah stempel karena ini tasyabuh
yang perlu. Tapi yang masalah tasyabuh
yang tidak bermanfaat. Tasyabuh buka
baju, tasyabuh rambut warna-warni,
tasyah
rambut botak. Tinggal rambut segini di
tengah-tengahnya ada pohon kelapa kayak
pasir di tengah padang pasir.
Ya Allah. Saya pergi ke negara kafir pas
bulan Ramadan acara buka bersama.
Tahu-tahu ada
anak muda datang rambut botak ada
kuncir di tengah kayak pohon kelapa di
tengah padang pasir dan dia
santai-santai aja. Tasyabuh yang tidak
bermanfaat.
Nah, kalau seorang bertauhid dia tahu
ada namanya alwala wal bara.
Allah berfirman,
alubhanallah
minal musyrikin. Katakanlah wahai
Muhammad
ini adalah dakwahku adu ilallah aku
menyuruh kepada Allah kepada tauhid
ditafsirkan oleh atubari ilat tauhid aku
menyuruh kepada tauhid ala basirat yang
di atas ilmu ana wabain aku dan
pengikutku fasubhanallah ma ana minal
musyrikin aku tidak termasuk orang-orang
musyrik yaitu beda ada garis pembeda
antara muslim dan musyrik
ketika dia tahu ini ciri khas orang
musyrik dia tidak ikut ini tradisi orang
musyrik tradisi nonmuslim Muslim dia
tidak ikut, tidak baik. Ngapain diikuti.
Sekarang terbalik orang merasa bangga
kalau bisa niru-niru gaya nonmuslim.
Justru kalau pakai budaya Islam atau
ajaran Islam, bukan budaya, ajaran Islam
seakan-akan dia orang terbelakang.
Seakan kalau pakai jilbab lengkap,
seakan orang terbelakang.
Kayaknya tidak modern ketinggalan zaman.
yang hebat tuh yang keluar terbuka
auratnya sedikit kemudian inilah anulah
dengan berbagai macam kehidupan zaman
sekarang merasa keren kalau sudah bisa
ikut gaya-gaya Korea
zaman sekarang
sampai fenomena banyak wanita tidak mau
nikah ini saya fenomena luar biasa tidak
mau nikah kebanyakan nonton film apa
Korea bahwasanya ada perempuan yang bisa
berhasil tanpa ada suami dia bisa sukses
Dia ada contohnya, padahal cuma
tontonan. Atau mungkin dia baca berita
si fulana si dari orang kafir yang
sukses dengan hidup sendiri, dengan
kesenangan, tanpa ada beban punya anak,
tanpa ada beban punya suami. Karena
suami memang beban yang berat akhirnya
tidak mau bersuami.
Ini bagaimana? Ini terjadi terjadi. Ja,
saya kemarin ngobrol sama kawan saya
dari New York. Dia orang lahir di sana.
J cerita ini banyak terjadi pada
wanita-wanita muslimah di
sekarang di sana. Terbawa dengan
kehidupan sekitar gaya mereka yang tidak
mau menikah. Terbawalah wanita-wanita
muslimah dengan pola hidup mereka.
Sehingga banyak yang mulai tidak mau
menikah, merasa nyaman, ngurusin suami
berat, apalagi ngurusin anak
dan macam-macam.
Nah, kalau kita tauhid bilang kita beda,
orang Islam tidak demikian. Orang
bertauhid ada aturannya.
Kita tidak boleh tasyabuh. Ini tasyabuh
yang tidak benar.
Ada garis
sehingga melihat dirinya seorang Islam
sebagai orang yang mulia.
Bukan sebaiknya sekarang banyak orang
melihat orang kafir orang hebat kita
orang rendahan. Jadi sudah enggak ada
harga diri di hadapan nonmuslim.
sehingga hawiah atau identitas Islam
semakin dibuang. Kenapa? Tidak ada
tauhid. Tapi kalau tauhid kita nyembah
Allah, mereka nyembah manusia. Kita
nyembah Allah, mereka nyembah sapi. Kita
nyembah Allah, mereka nyembah pohon.
Kita nyembah Allah, mereka nyembah
selain Allah. Kita bertauhid, mereka
tidak. Kita bangga dengan tauhid. Wama
ana minal musyrikin. Aku bukan termasuk
orang musyrik. Nah, ini membentengi
keluar kita. Bah itu kebiasaan yang
tidak benar. Sekarang sulit membentengi
anak-anak. Kalau kita tidak tanamkan
tauhid dengan benar, kajian akidah yang
benar, bahaya.
Makanya ikhwan,
jangan pernah bosan belajar tauhid. Kita
saja yang sudah ngajarin tauhid harus
selalu mengingatkan diri sendiri. Karena
tauhid itu bukan cuma ilmu manis di
bibir aja. Dia butuh penerapan. Dia
butuh penerapan. Terus terkadang turun
lagi, kita terapkan lagi, turun lagi,
terapkan lagi dan seterusnya agar Allah
membentengi kita dan keluarga kita dari
berbagai macam keburukan. Demikian saja
yang saya sampaikan. Waktunya sudah
habis ya.
Demikian kajian kita. Wabillahi taufik
hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:16:45 UTC
Categories
Manage