Transcript
ohe51SQJof0 • Kitab Al-Adab Al-Mufrad #56: Bolehnya Memberkan Pujian Kepada Orang Lain - Ust Dr. Firanda Andirja
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2517_ohe51SQJof0.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufqihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuiman lnih wa
ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul
ridwanumma
sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi
wa ikhwani. Hadirin hadirat yang
dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala.
Kita lanjutkan bahasan kita bab ke-154.
[Musik]
Babu man asna ala shahibihi in kanana
aminan bihi.
Bab seorang memuji sahabatnya
jika dia merasa aman dengan
ee sahabatnya tersebut. Yaitu tidak
khawatir sahabatnya terfitnah dengan
ujian. Pada pembahasan yang sebelumnya
telah kita bahas tentang bayanya
pujian. Ya, sebagaimana ada seorang
memuji orang lain di hadapan Nabi
sallallahu alaihi wasallam maka Rasul
sahu alaihi wasallam tegur. Kata Rasul
sahu alaih wasallam, "Qumuqo
shahibik atau shahibukum." Kalian telah
memenggal leher saudara kalian atau
kalian telah apa namanya? Ee mematahkan
punggung saudara kalian. Dan juga asar
dari Umar, beliau berkata, "Almadhu
zabhun."
Pujian adalah sembelihan. Ya. Dan juga
telah sahih dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Iakumaduh
fainnahu. Hati-hatilah kalian dari sikap
saling memuji. Karena saling memuji
adalah
bentuk menyembelih. Kenapa? Karena
seorang kalau dipuji
dia bisa lupa diri. Tadinya dia ikhlas,
dia bisa berubah menjadi enggak ikhlas.
Tadinya dia tawadu, dia bisa berubah
menjadi ujub.
kemudian berubah menjadi sombong dan itu
sangat berbahaya bagi dia. Karena kalau
sudah dia ujub maka amalnya tidak
diterima. Kalau sudah sombong maka dia
bisa masuk neraka jahanam. Dan akhirnya
perubahan itu bisa
berlanjut sampai dia meninggal dunia.
Ya. Sebab membuat dia menjadi sombong,
menjadi angkuh, menjadi merasa diri
tinggi karena sering dipuji. Tidak semua
orang mampu menerima pujian-pujian.
Oleh karenanya Rasulull sahu alaihi
wasallam menjelaskan memuji orang itu
hati-hati sangat berbahaya ya. Kalau
tidak kita merasa aman orang tersebut
maka jangan puji dia. Kalau orang itu
merasa kita rasa dia aman atau dia kita
tahu sifatnya bertakwa dipuji pun tidak
ngaruh ya maka boleh-boleh saja kalau
ada keperluan.
Saya sudah sampaikan bagaimana Syekh
Abdur Razzaq berulang kali hafidahullah
menceritakan tentang kisah ketika Syekh
Utsimin rahimahullah datang ke UIM
Universitas Islam Madinah untuk
memberikan
kajian. Maka kemudian ee Syekh Abdul
Razak diminta sebagai moderator.
Kemudian beliau berkata eh
nahnu fi hadal yaumil thyibil mubarak
maamahati Syekh Alallamah. Kata kata
Syekh Abdul Razak memberi mukadimah,
kata beliau, "Kita pada hari yang baik
ini yang penuh berkah, kita akan bersama
dengan Samahatus Syekh, yaitu Syekh yang
mulia al-Allamah, orang yang sangat
alim.
Langsung Syekh Utsimin langsung ee
menyanggah Syekh Abdul Razak dan
berkata, "Uskut, diam." Dia tidak suka
dipuji di hadapan banyak orang sampai ee
apa namanya? yaitu Syekh mengucapkan
dengan kata-kata yang keras ya. Kata
kata Syekh Abdur Razak,
lam yantadir an ukammil bal askatani
wazajari. Syekh tidak membiarkan aku
melanjutkan pujianku bahkan beliau ee
mendiamkan aku, menyuruh aku diam bahkan
dengan kata-kata yang keras ya di
hadapan mahasiswa waktu itu. Sampai kata
Syekh Abdur Razak, saya sampai bingung
mau lanjutin bagaimana ya mau maju sudah
terlanjur kasih mukadimah ngelanjutinnya
gimana sampai diam sebentar ngatur
perkataan.
Akhirnya Syekh Abdul Razak hanya
mencukupkan pada asyikh ba muhibbihi.
Itu Syekh berada di antara
murid-muridnya dan orang mencintainya.
Selesai. Ya. Kemudian Syekh Syekh
Utsimin rahimahullah kemudian memberi
pengajian. Yaitu ini sekelas Syekh
Utsimin rahimahullah yang menurut kita
kalau beliau pun dipuji pun insyaallah
tidak terpengaruh. dia pun tidak suka di
dipuji. Itu pun tidak suka di dipuji.
Tapi kalau ada kita memuji orang, kita
rasa dia tidak terpengaruh dan ada
keperluan kita untuk memujinya, maka
tidak mengapa keluar daripada hukum
asal.
Ya,
oleh karenanya ee Syekh ee Al Imam
Albukhari rahimahullah membawa bab ini
untuk menjelaskan boleh memuji kalau ada
keper keperluan atau orang yang dipuji
ee aman dari bahaya pujian tersebut.
Kita kenal orang ini bukan orang yang
tukang makan makan puji ya. Ya. Bukan
kemudian menjadi sombong dan angkuh.
Karena terlalu banyak dalil Rasulullah
sahu alaihi wasallam memuji para sahabat
di depan sahabat yang lain.
Seperti ketika Rasul sahu alai wasallam
memuji Abu Bakar. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam di hadapan para sahabat ya ee
kata beliau, "Ma nafaani malunq ma
nafaani malu Abi Bakar. Tidak pernah
bermanfaat kepadaku
harta seperti manfaatnya harta Abu
Bakar." Karena Abu Bakar membantu Nabi
di awal-awal dakwah.
Adapun kalian sahabat yang lain, mungkin
kalian membantu dakwah, tapi belakangan.
Belakangan. Lagi pula Abu Bakar kalau
menyumbang seluruh hartanya, bukan
sebagian, tapi apa? Seluruh hartanya.
Dia punya dua keutamaan. Dia menyumbang
atau berjasa dalam dakwah di awal
dakwah. Yang kedua, Abu Bakar kalau
menyumbang seluruh apa? hartanya. Maka
Rasulullah memuji di depan di depan Abu
Bakar, di hadapan para sahabat. Ma
nafaani malun qod ma nafaani malun Abi
Bakar. Tidak ada bermanfaat bagiku
seperti manfaatnya harta Abu Bakar. Abu
Bakar fabaka Abu Bakar. Abu Bakar pun
radhiallahu anhu menangis.
Bukan bilang itu dengar enggak tuh?
Dengar enggak? Abu Bakar menangis
kemudian dia berkata, "Wama nafsi w mali
w ma mali wala nafsi illa laka ya
Rasulullah. Tidaklah hartaku bahkan
jiwaku kecuali untuk Anda wahai
Rasulullah." Ya, dia terharu dan dia
menangis radhiallahu taala anhu.
Yang seperti ini dipuji enggak ada
masalah ya. Ya, seperti Abu Bakar ketika
datang, "Ya Rasulullah, saya Rasulullah
mencela orang-orang yang celananya atau
sarungnya molor sampai ke bawah mata
kaki." Maka Abu Bakar pun khawatir. Dia
mengatakan, "Ya, ya Rasulullah, inna
izari yastar ahyanan illa anahad bihiq
Abu Bakar." Kata Abu Bakar, "Ya
Rasulullah, terkadang sarungku molor ke
bawah.
Terkadang kecuali kalau saya perhatikan
saya linting lagi baru tidak tidak
molor. Kata Rasul Sallahu Alaih Wasam,
"Lasta mimman fa'al khuyala." Engkau
bukan termasuk orang-orang yang sombong.
Ya, kau kalaupun melakukan kau bukan
orang yang sombong. Dan ini pujian dari
Nabi kepada Abu Bakar bahwasanya Abu
Bakar bukan termasuk orang yang sombong.
Dan banyak kalau kita ketika Abu Bakar
ada berselisih dengan Umar, maka
Rasulullah marah. Maka Rasulullah
menghal antum lihibi? Bisakah kalian
enggak karena aku kalian tidak ganggu
sahabatku ini Abu Bakar?
Kenapa ganggu sahabat Abu Bakar? Dia
beriman ketika kalian masih kafir
semuanya dia sudah beriman.
Lelaki pertama beriman siapa? Abu Bakar
Assiddiq. Dia beriman ketika masih
kafir. Dia bantu aku ketika kalian tidak
bantu aku. Ya. Hal antum tiku lihibi.
Bisakah kalian tidak ganggu kawanku ini
demi aku? Kata perawi hadis, "Fama
udziya ba'daik." Tidak ada yang berani
ngorek-ngorek Abu Bakar setelah itu.
Karena Rasulullah mengatakan, "Jangan
ganggu dia demi aku." Ini Rasulullah
puji Abu Bakar di hadapan para sahabat.
Maka ini di antara hal yang
mengkhususkan riwayat-riwayat yang
melarang pujian ya. Apalagi tamaduh,
saling muji-muji. Ini ngeri sekali.
Saling muji-muji itu ngeri. Kayaknya
sudah kompak. Si A nguji si B, Balas
pujian A. A A ini jadi semakin apa
namanya? Semakin marketingnya semakin
mantap nih. Saling muji di antara
mereka. Saling muji. Maka Rasulullah
mengatakan tadi, "Iyakum wat tamaduh."
Hati-hatilah kalian yang saling memuji.
Bukan muji aja, saling memuji
kadang-kadang. Fainnahu adzabhu. Itulah
penyembelihan. Itulah apa?
Penyembelihan. Seorang terkadang dalam
khayalan dia merasa dirinya lebih hebat
daripada yang kenyataannya. Kenapa?
Terlalu banyak orang yang memuji
sehingga akhirnya dia menjadi ujub.
akhirnya menjadi sombong.
Maka
ee kita masyhurkan hadis-hadis seperti
ini agar tidak membiasakan diri untuk
memuji dan juga tidak membiasakan untuk
dipuji dan juga mengingatkan kaum
muslimin agar hati-hati jangan suka
muji-muji kecuali ada kemaslahatan.
Kecuali ada kemaslahatan.
Ya,
di antara maslahat yang disebutkan oleh
para ulama yang saya baca dalam kitab
Fathul Bari di antaranya di antaranya
misalnya
ketika seorang
dia
tidak PD karena dia tidak apa namanya
atau lagi down misalnya padahal dia
punya kemampuan
sehingga dia apa ee merasa atau minder
kalau bahasa kita apa min minder atau
khawatir sesuatu yang kekhawatiran
tersebut tidak tidak pas. Kekhawatiran
tersebut tidak pas, maka kita boleh
menguji dia agar dia bisa menepis
kekhawatiran yang tidak benar tersebut.
Ya,
seperti dilakukan oleh Khadijah
radhiallahu anha kepada Nabi sallallahu
alaihi wasallam ketika Nabi sallallahu
alaihi wasallam ee turun dari Gua Hira
kondisi ketakutan
ya sampai gemetar sampai Rasulullah
mengatakan, "Laqod khitu ala nafsi."
Sungguh aku khawatir keburukan menimpa
diriku. Ada yang mengatakan Rasul sahu
alaihi wasallam khawatir gila karena dia
bertemu dengan makhluk di dalam gua Hira
kemudian dipeluk dan dia tidak bisa
berkutik ketika dipeluk sampai tiga kali
kemudian disuruh baca disuruh baca
ayat-ayat yang menakjubkan sehingga dia
menyangka dirinya gila. Maka di situlah
Khadijah radhiallahu anha memuji Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Kalla
fallallahi absir la yukzikallahu abada.
Sekali-sekali tidak. Wahai suamiku. Kau
tidak akan dihinakan oleh Allah
selama-lamanya. Kenapa? Innakailur
rahim. Kau suka menyambung silaturahmi.
Watasduqul hadis. Engkau senantiasa
jujur. Watahmilul kalla. Engkau membantu
orang yang susah. Wataksibul makdum.
Bahkan orang tidak punya penghasilan.
Kau kerja untuk memberi memberi mereka.
Watrif. Kau suka menjamu tamu.
Dan engkau suka menolong orang yang
terkena musibah. Orang seperti engkau
tidak akan dihinakan. Ya Allah. Ini
contoh. Rasulullah mengkhawatirkan suatu
yang tidak pas. Rasulullah belum baru
aja mau jadi nabi ketika itu. Dan
Khadijah punya pengalaman dalam filosofi
kehidupan yang dia yang dia dapati di
zaman dia dan orang-orang sebelumnya.
Bahwasanya orang-orang yang dermawan itu
tidak akan dihinakan oleh Allah
subhanahu wa taala. Maka dia puji Nabi
agar Nabi tidak bersedih.
Ini contoh pujian yang dibolehkan ya.
Ya. Kalau anak kita misalnya ada
kekhawatiran sesuatu kita enggak engkau
bisa kok. Kok kemarin di ranking satu
sekarang masa takut. bisa insyaallah
biillah berdoa sama Allah kau mampu
insyaallah seperti kadang kita puji
karena dia mengaturkan sesuatu yang
tidak perlu dikhawatirkan dia down lagi
down kita puji seperti ini puji ini
tidak jadi tidak jadi masalah untuk
untuk motivasi dia. Misalnya ada seorang
ee tidak percaya diri untuk nulis
sesuatu padahal dia berilmu. Kita bilang
kau punya ilmu ya akhi ente berilmu.
Engkau sudah lulus ini. Kau punya kau
punya syahadah kau pernah menulis. Kau
ceramahmu bagus tulis ilmiah bermanfaat.
Nah, memotivasi dia untuk apa? Menulis.
Kau punya kemampuan seperti pujian ini
bukan buat dia untuk menjadi ujub atau
sombong, tapi untuk menghilangkan
kekhawatiran dirinya yang tidak pantas.
Harusnya dia tidak perlu dia khawatirkan
atau motivasi dia untuk melakukan
sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya
atau atau umatnya.
Bukan untuk jadikan dia apa? Sombong.
Ya. Jadi masalah sekarang anak-anak kita
puji tapi lama-lama jadi sombong. Ya,
hati-hati dalam pujian anak juga
hati-hati ya. Kita harus pertimbangkan
jangan sampai dia merasa dirinya hebat
sehingga akhirnya dia sombong. Harus
kita jadi perlu pertimbangan dalam
memuji. Ini salah satu maslahat kita
boleh memuji. Di antara salah satu
maslahat kita boleh muji untuk
mengingatkan orang tentang keutamaan
orang ini. Ada orang lain enggak kenal
dia siapa, maka kita puji dia. Ya, ini
si fulan begini dia masyaallah dia yang
begini, dia yang begini. Ya,
alhamdulillah dia yang ini, dia yang
begini. Jadi orang biar tahu siapa dia
sehingga tidak salah bersikap berhadapan
dengan orang ini. Tentunya dengan syarat
tadi selama orang ini aman dari pujian,
kalau dia kemudian jadi sombong atau
ujub jangan. Mending dia tidak dikenal
daripada dikenal kemudian jadi sombong
dan ujub. Kita membinasakan dia, membuat
dia bisa terjurumus dalam neraka
jahanam. Kalian telah memenggal
kepalanya, kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, kalian telah mematahkan
punggungnya.
Attamaduh azzab. Saling memuji adalah
menyembelih. Ini kata-kata keras dari
Nabi mengerikan. Jadi semua masalah
kaitan hati. Karena ujub sombong itu
ngeri dalam syariat itu sangat ngeri.
Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Man
lahkul jannata manana fiqbihiqin min
kibr." Tidak masuk surga orang dalam
hatinya ada kesombongan meskipun
seringan zarah. Sedikit aja dia masuk
surga. Kata Nabi, kata Nabi dalam
meriwayatkan hadis qudsi, q Allahu azza
waalla, Allah berfirman,
alamatu
wahduma.
Keagungan adalah selendangku,
kebesaran adalah e sarungku. Siapa yang
coba-coba ngusik salah satu dari
keduanya, mengusikku, ingin menyaingiku,
ikut-ikutan sombong, ikut-ikutan merasa
besar, qabuhu finar, aku lempar dia di
neraka jahanam.
Maka tepatlah sabda Nabi, "Kau telah
mematahkan punggungnya
karena orang bisa jadi sombong dan
angkuk."
Makanya kalau disebutkan dalam sebuah
buku, kalau ada misalnya ulama ceramah
kemudian dia bilang sama muridnya,
"Gimana ceramah saya tadi?" Bilang aja,
"Biasa-biasa aja."
Ada ustaz ceramah berkobar-kobar sampai
orang semua terpukau. "Gimana tadi
khotbah Jumat?" "Biasa aja, Ustaz.
Biasa-biasa aja.
Jangan bilang, "Ustaz, masyaallah,
Ustaz." Oh, masyaallah, Ustaz.
Masyaallah. Luar biasa. Saya enggak
pernah dengar khotbah seperti ini. Ya,
memang khotbah begini baru ini judulnya.
Makud, maksudnya akhirnya ustaz jadi
kepala besar.
Akhirnya kita binasakan dia. Dan betapa
banyak orang-orang penjilat-penjilat
yang ada mencari keuntungan di balik
jilatannya tersebut. Banyak orang
seperti itu.
Akhirnya hati-hati ya kita mencelakakan
ustaz gara-gara kita puji berlebihan
sehingga dia merasa dirinya hebat luar
biasa. Padahal biasa-biasa aja. Padahal
biasa-biasa saja.
Tayib. Al Imam Bukhari rahimahullah
membawakan hadis.
Qala hadasana Muham rahimahullah. Qala
hadasana Muhammad Q haddasana Abdul Aziz
bin Abdillah. Qala haddasani Abdul Aziz
bin Abi Hazim an Suhail an abihi an Abi
Hurairat radhiallahu anhu an Nabi
sallallahu alaihi wasallam q nikm rajulu
Abu Bakrin. Lihat sini Rasulullah memuji
Abu Bakar. Kata Rasulullah sebaik-baik
lelaki adalah Abu Bakar.
Kemudian Rasulullah puji lagi yang lain.
Wajulu Umar. Sebaik-baik lelaki adalah
Umar. Jadi masing-masing punya kelebihan
sisi-sisi yang dimiliki oleh satunya
tidak dimiliki oleh yang lain.
Nikm rajulu Abu Ubaidah. Sebaik-baik
lelaki adalah Abu Ubaidah Ibnu Jarrah
radhiallahu taala anhu.
Nikm rajulu Usaid bin Khudhair. Usaid
bin Khudhair sebaik-baik laki adalah
Usaid bin Hudzair Anshari.
Nikm rajulu Tsabit bin Qais bin Syammas.
Sebaik-baik lelaki adalah Tsabit bin
Qais bin Syamas yang dijamin masuk surga
oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Wikmar rajulu Muadz ibnu Amr ibn ibn
Jamuh. Sebaik-baik lelaki adalah Muadz
bin Amrb Jamuh. Ini anaknya sahabat Amr
bin Jamuh. Amr bin Jamuh ini sahabat
yang dia ketika meninggal di perang Uhud
ketika dia sudah tua dan dia pincang,
Rasulullah sahu alaihi wasallam memberi
dia uzur untuk tidak perang Uhud. Tapi
dia dia mendengar siapa yang siapa yang
mati dalam perang mati syahid masuk
surga. Maka dia pun datang kepada Nabi.
Lebih baik dia masih syahid. Dia
berkata, "Ya Rasulullah, kalau saya
perang dan saya mati, apakah saya akan
menginjakkan kakiku yang pincang ini di
surga?" Kata Nabi, "Iya." "Dan kau akan
injakkan kakimu dalam kaki normal, tidak
lagi pincang." Maka dia masuk dalam
peperangan kemudian meninggal meninggal
dunia. Dia punya anak sudah ikut
perangnya bapak enggak usah anak a sudah
ikut. Anak dia namanya Muadz bin Amr
ibnul Jam. Nanti kita sebutkan
tentang kisah nanti. Amr bin Jamuh. Muad
bin Amr bin Jam. Kemudian nikm rajulu
Muad bin Jabal. Sebaik-baik lelaki
adalah siapa? Muad bin bin Jabal. Ya
a'lamu asahabah bilal wal haram. Orang
yang paling ngerintang halal dan haram
maknya Muad bin bin Jabal. Dia yang
meriwayatkan hadis alhalalu bayyin wal
haramu bayyin winahuma umur musyabihat.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Yang halal jelas, yang haram jelas. Di
antara keduanya adalah perkara-perkara
yang syubhat." Yang Nabi mengirim Muad
bin Jabal untuk berdakwah di Yaman.
Berdakwah lama. Subhanallah. Radhiallahu
taala anu. Meninggalkan kota Madinah
demi untuk dakwah. Rasul mengatakan,
"Innaka tati kauman ahla kitab." Engkau
akan mendakwahi kaum ahlul kitab. Yaitu
harus punya silah, punya senjata, punya
ilmu untuk berdiskusi dengan dengan
mereka.
Setelah itu Rasul sahu alaihi wasallam
berkata, "Qala wabarajulu fulan."
Seburuk-buruk lelaki si fulan.
Rasulullah sebut nama wabarajulu fulan.
Sebaik seburuk-buruk laki si fulan.
Hatta adda sabaah. Sampai Rasulullah
sebut tujuh orang orang-orang yang
lelaki yang buruk. Bab ini di antaranya
yang mau kita sampaikan di sini sisi
pendalilannya bahwasanya Rasul sahu
alaihi wasallam memuji beberapa sahabat
langsung dengan menyebut nama dan
riwayat-riwayat menyebutkan Rasulullah
memuji mereka di hadapan mereka
langsung. Kalaupun tidak di hadapan
mereka langsung, maka akan sampai berita
itu kepada para sahabat yang dipuji
tersebut. Sid Abu Bakar Rasul alaihi
wasallam terkadang muji langsung di
depan Abu Bakar. Terkadang Rasul sahu
alaihi wasallam muji di belakang tapi
akan sampai kepada siapa? Abu Abu Bakar
Assiddiq radhiallahu taala anhu. Ini
tidak mengapa. Karena Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam tahu
orang-orang ini aman dipuji. Mereka
tidak akan terfitnah dengan pujian
tersebut. K Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam menyampaikan itu ada maslahat
agar orang-orang tahu siapa
sahabat-sahabat ini bahwasanya mereka
punya kemuliaan.
Harus diketahui kemuliaan mereka. Mereka
punya jasa yang besar dalam Islam.
Adapun Muad bin Amr bin Jamuh mungkin
jarang kita dengar saya bacakan ya
dari Siar Alaman Nubala
karya Azzahabi rahimahullahu taala
tentang Muadz bin Amrb Jamuh. Jadi dari
Al-Anshari Alkhazraji dari kaum Anshar
dari suku Alkhazraj.
Dan beliau yang telah membunuh Abu
Jahal. Salah satu pembunuh Abu Jahal
siapa? Muad. Ini Muadz bin Amr bin Jamu
tib disebutkan dalam kisah di antaranya
kisah menarik. Amr bin Jamu radhiallahu
anhu
orang yang ee dipuji oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam ketika Rasul
sahu alaihi wasallam
ee
datang kepada Bani Salimah,
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam bertanya
kepada
mereka,
"Man sayyidukum?"
"Siapa pimpinan kalian wahai Banu
Salimah?"
Kata mereka, "Aljad bin Qais
illa annahu bakhil." Yang orang paling
hebat di antara kami pemimpin kami, Jad
bin Qais. Hanya saja dia bakhil. Hanya
saja dia apa? Pelit.
Kata Rasulullah, "Penyakit mana yang
lebih parah daripada penyakit apa?"
Pelit. Penyakit pelit repot.
Maka Rasulullah bilang, Rasulullah
mengatakan, "Bal sayyidukum amr jamuh."
Maka seharusnya pemimpin kalian adalah
Amr bil jamuh. Amr bil jamuh. Karena dia
orang yang mulia dan tidak bakhil.
Orang bakhil ini kita ini mungkin bisa
berkawan dengan penakut. Mungkin
kita mungkin bisa berkawan dengan orang
yang pemarah mungkin.
Tapi kalau berkawan sama orang pelit,
penderitaan.
Orang pemarah okelah dia marah-marah
sekali. Kita bisa, kita bisa inilah bisa
ngontrol diri. Tapi kalau sama pelit
repot repot sama orang pelit.
Sampai ada seorang kawan saya kenal dia
juga saya kenal pelit.
Kawan cerita si fulan, Ustaz, si fulan
nih masyaallah ustaz. Suatu saat dia
ngundang kami makan ke restoran. W kami
sudah bahagia. Wah, tumben nih sepelit
ngundang kita makan ke restoran.
Sampai makan restoran sudah makan-makan.
Pas waktu bayar dia bilang, "Aduh,
dompet saya lupa."
Akhirnya bayar sendiri-sendiri.
Zaman dulu belum ada kiris. Zaman dulu
dia lupa apa. Dompet.
Jadi kalau sama yang selain pelit
mungkin masih bisa lah. Tapi kalau pelit
repot hidup sama orang pelit apa? Susah
dia pelit di luar di luar dari dugaan
kita pelitnya luar luar biasa.
Tib kata Rasulullah balidukum amil jamuh
pimpinan kalian harusnya bil jamu bukan
si fulan. Si fulan pelit tidak pantas.
Penyakit apa yang lebih daripada pelit?
Pelit itu adwaudda
penyakit yang paling parah. Ya.
Dan Amr bin Jamuh ini kisah dia masuk
Islam.
Jadi dia dulu punya punya berhala yang
spesial dia sayangi Tuhan dia ya.
Di taruh di rumahnya namanya manat.
Berhala namanya manat. Dia perhatian
sama berhalanya.
Dia kasih dia bersihkan, dia kasih
parfum. Dia perhatian sama berhala ini.
Ini berhala spesial. Karena mereka kan
punya Tuhan banyak. Di sekeliling Ka'bah
aja 360 berhala zaman itu. Dan
masing-masing juga punya Tuhan di rumah
masing-masing. Jadi punya Tuhan spesial
dinamakan mana dia kasih Pak Rasul.
Ternyata anaknya masuk Islam terlebih
dahulu. Muad bin Amr yang kita sedang
bahas ini nikm rajulu Muad bin Amr bin
Jamuh. Sebaik-baik lelaki adalah Muad
bin Amr bin Jamuh. Maka Muad bin Amr bin
Jamuh anaknya ini pengin ayahnya masuk
Islam. Amr bin Jamu masuk Islam. Gimana
caranya? Maka dia sepakat dia dan kaum
ansar yang lain, anak-anak muda yang
anak muda cerdas ini. Muad bin Muad bin
Amr bin Jamu anaknya. Kemudian Muad bin
Jabal radhiallahu anhu dan beberapa
pemuda kaum Anshar.
Maka mereka pun bikin trik malam-malam
mereka ambil patungnya bapak bapaknya
ini Amar bin Jamu diambil kemudian
dilempar di sebuah buuah lubang isinya
kotoran nyempar situ. Kemudian dia bikin
patungnya kebalik kepalanya di kotoran
tersebut
wajahnya di kotoran.
Ee pagi-pagi hari bapaknya Amr bin Jamur
radhiallahu anhu cari mana tuhan saya
ini
cari enggak ada dia cari dia cari muar
sana mu dapat tuhannya lagi kecemplung
ke kotoran
orang buang buang beol di situ
ah dia ambil dia cuci Tuhannya biasa
Tuhan cuci dia kasih lagi apa parfum dia
bersihkan kemudian taruh di tempatnya
baru aja tadi diambil kecemplung ke
kotor.
Kemudian malam berikutnya sama anaknya
Muad bin Amrb Jamu sama kawan-kawan
ambil lagi Tuhan itu. Mereka sudah masuk
Islam belum? Bapaknya belum mereka ambil
lagi kemudian lempar lagi ke tempat
kotoran. Besoknya lagi Amr bin Jamur
radhiallahu anhu lihat mana tuhanku ini
gak ada. Cari lagi. Ketemu lagi di
tempat yang itu. Dia ambil lagi. Dia
sudah jengkel nih. Ambil lagi. Dia
bersihkan lagi.
Taruh lagi di tempatnya.
Habis itu dia ambil pedang. Dia
gantungkan di Tuhannya. Dia bilang,
"Infsi,
kalau kau benar, bela dirimu sendiri.
Saya enggak mau ambil lagi di tempat
kotoran. Taruh pedang." Ah, bela diri
sendiri.
Kemudian malam-malam diambil lagi sama
nanaknya, dilempar lagi.
Diambillah pedang itu, dilepas,
diambillah bangkai anjing, diikatkan ke
tuan-tuhan tersebut.
Kemudian dilemparkan seperti biasa di
tempat kotoran.
Pagi-pagi loh ke mana lagi nih Tuhan?
Dia cari lagi. Dia dapat di tempat yang
sama dalam kondisi yang tidak
menyenangkan.
Maka akhirnya dia masuk is Islam. Kalau
masuk Islam kadang-kadang gara-gara hal
apa? Spelen. Ya. Saya pernah cerita ada
kawan yang dia masuk Islam. Dia cerita
dia sebab dia masuk Islam, sebab
temannya masuk Islam.
Gara-gara temannya lagi nyetop bis di
depan pabrik pembuatan Tuhan ada outlet
gitu tuh yang bikin Tuhan orang mahat
dan dia penyembah berhala. Dia stop bis
enggak datang dia balik lihat itu orang
bikin tuan kurang ajar ada tuan setengah
jadi diinjak gini kata dia meskipun
setengah jadi jangan begitu dong katanya
meskipun tuhannya belum apa belum jadi.
Akhirnya dia mikir iya to Tuhan dibikin
sendiri diinjak-injak kemudian kita
sembah akhirnya dia berubah masuk is
Islam gara-gara hal sepele.
Ada seorang juga sering keluar di
YouTube terkenal bicara tentang bahasa
Arab tentang dia cerita bahwasanya dia
sempat murtad. Sempat murtad.
Dia masuk Islam gara-gara apa? Masuk
Islam gara-gara dia dimimpikan oleh
Allah Subhanahu wa taala. Kemudian
terjadi.
Jadi dia jadinya ateis bukan murtad.
Ateis tidak percaya sama Tuhan. Tapi se
Allah ingin kebaikan bagi dia. Beberapa
kali dia mimpi jadi berapa dia mimpi
jadi sampai terakhir dia mimpi
bapakmu sakit dia bangun. Terus dia
pergi. Pergi di jalan tahu-tahu pas
ketemu kakaknya atau adiknya sedang bawa
bapaknya ke rumah sakit. Ketemu di
jalan, mau ke mana? Bapak sakitlah. Iya.
Ini kita mau bawa bapak ke rumah sakit.
Dia bilang, "Enggak mungkin ini semua
terjadi dengan kebetulan. Pasti ada
Tuhan di balik ini semua." Masuk kembali
lagi masuk is Islam.
Tib. Jadi akhirnya Amr bin Ja masuk
Islam ya. Anaknya ini yang apa namanya?
Yang bikin dia masuk Islam namanya Muad
bin Amr bin Jam'uh.
Ini sama seperti kisah disebutkan oleh
para ulama orang Arab dahulu kalau
mereka safar mereka bawa Tuhan mereka.
Mereka bawa mereka sembah. Nanti safar
mereka simpan lagi bawa lagi. Nanti
sampai selamat mereka buka lagi, mereka
sembah. Simpan lagi. Suatu saat Tuhannya
hilang jatuh.
Tuhannya jatuh maka pimpin kaum, "Ya
ayyuhal kaum inna faqat faqatna rbana
iltamisbakum." Maka sang pemimpin
rombongan kasih tahu, "Bib ee apa
kawan-kawan sekalian tuhan kita hilang.
Cari-ciri Tuhan kalian. Cari-cari mereka
cari." Karena kalau mereka enggak bawa
Tuhan, mereka khawatir celaka. Tuhan itu
harus dibawa terus. Ya, carilah Tuhan
yang cari cari cari. Enggak dapat.
Akhirnya ada yang satu bilang, "Eh,
dapat dapat dapat." Ya, mirip-miriplah
kisah berhala.
Seperti juga kisah seorang disebutkan
oleh dalam buku-buku sejarah ada seorang
dia ingin nyembah berhala. Ketika dia
sudah sampai di berhala, ternyata
berhalanya lagi dikencingi sama anjing
sama serigala. Maka dia bilang, "Arabun
yabulaniqat
alaihib." Apakah ada Tuhan dikencingi
oleh anjing kepalanya? Sungguh hina
Tuhan yang dikencingi oleh anjing. Udah
enggak jadi enggak jadi lagi apa?
Berhala.
Ada yang bikin berhala besar kemudian
mau dikeluarin sinar dari sini. Jadi
berhala sudah jadi berhala besar sekali.
Supaya berhala itu keren, mereka bikin
lampu dari mana?
dari jidatnya itu diinjak terus di
hancurin jidatnya. Wis Tuhan dihancurin
jidatnya. Jadi mau dibuat lubang eh
Tuhan ente hancurin.
Iya mau buat lampu masa dihancurin
enggak sopan Tuhan. Apa dihancurin
Tib. Nah Amr bin Amr Muad bin Amr bin
Jam'
dia ini dalam sahihain disebutkan ya dia
inilah yang salah satu dari pembunuh Abu
Jahal. Disebutkan kisahnya makruf ketika
dari Abdurrahman bin Auf radhiallahu
anhu ya. Beliau berkata, "In lawafun
yaum badrf."
Ketika perang Badar aku berdiri di saf
eh fadaru aku melihat pasukan.
an hadatun asnanuhuma
atau haditatin asnanuhuma.
Ee
tiba-tiba di samping kanan kiriku ada
anak muda.
Masih muda remaja.
Kemudian salah satunya negor aku. Ya
ammi atrifu Abu Jahal. Om tahu enggak
Abu Jahal yang mana?
Qultu nam. Saya tahu Abu Jahal.
W hajatuka apa keperluanmu sama Abu
Jahalahu
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
aku dengar dia memaki Nabi wasam
demi Allah kalau saya ketemu dia, saya
akan nempel dia dan saya tidak akan
lepas kecuali salah satu dari kami
meninggal dunia.
Subhanallah. Kata Abdullah bin
Aufajabalik.
Ini anak muda luar biasa.
F akar yang samping satunya juga tanya,
"Om, Abu Jahal yang mana?"
Itu itu saya tahu kenapa emang kenapa
ya?
Inu eh saya akan bunuh dia. Pokoknya
saya akan nempelin dia. Yang mati saya
tahu dia. Saya enggak akan pisah kecuali
salah satu dari kami akan siapa yang
mati duluan. Falam anabartu ila Abi
Jahal wahua finas.
Tiba-tiba di depan saya lewat Abu Jahal
lagi berkeliling dikawal dengan kawal
luar biasa. Maka aku berkata kepada
mereka berdua anak muda ini, "Ala
tarayani."
Lihat tuh tuh tuh itu yang kalian cari
itu bos Abu Jahal.
Qabtahuq
mereka langsung mereka cabut menuju Abu
Jahal sehingga mereka berdua bunuh Abu
Jahal. Setelah mereka berdua bunuh,
mereka datang kepada Nabi, "Kami telah
bunuh Abu Jahal." Kata Rasulull
sallallahu alaihi wasallam, "Siapa yang
bunuh di antara kalian berdua?" Ya,
mereka bilang, "Kami semua saya bunuh,
saya bunuh." Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Bah kalian berdua telah
menghapus bekas darah di pedang kalian
berdua?" Kata mereka berdua tidak.
Rasulullah melihat kedua pedangnya masih
ada darahnya. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Kilakuma qatalahu." Kalian
berdua telah membunuh Abu Jahal.
Ya,
dua orang tersebut adalah Muadz bin Amr
bin Jamuh dan Muadz bin Afra.
Dua pemuda tersebut salah satunya siapa?
Muad bin Amr ibn Jamu.
Bahkan kata Azzahabi, saya bacakan kisah
berikutnya tentang bagaimana cara dia
bunuh Abu Jahal yang kata Rasulullah
tadi dalam hadis kita, nikm rajulu Muad
bin Amr bin Jam. Sebaik-baik lelaki
adalah Muad bin Amr bin Jamuh.
Kata Muad bin Amr, dan ini luar biasa
kata dia, "Ja'altu aba jahlin yaum
badrin minni." Ya, aku fokus ketika
perang Badar ingin bunuh Abu Jahal.
Pokoknya saya harus bunuh Abu Jahal,
anak muda tadi. Ya, akhirnya dia ketemu
siapa tadi? Abdurrahman bin Auf.
Akhirnya ditunjukkan. Falama amkanani
ketika saya akhirnya mampu ketemu dengan
Abu Jahal. Hamiltu alaihiu.
Saya pun hantam pedang kemudian saya
potong dia.
Maka saya penggal kakinya setengah
setengah betisnya. Betisnya saya tebas.
Putuslah betisnya akibat pedangku.
Wabani ibnuhu Ikrima Ibnu Abi Jahal al
atqi. Tahu-tahu anaknya Ikrima. Ikrima
nanti masuk Islam ketika itu masih
kafir. Ikrimah bin Abi Jahal nanti masuk
Islam ketika setelah apa? Fatu Makkah
dan kemudian menjadi mujahid dan
akhirnya meninggal dalam kondisi syahid
kalau enggak salah dalam perang Yarmuk.
Maka Ikrimah pun lihat aku potong kaki
bapaknya, dia pun hantam aku. Akhirnya
kena pundakku.
Fatha yadi wqi baqiat muallaqatan
bijildatin
eh bijambi. Dia potong akhirnya tanganku
lepas, tangan kiri mungkin lepas sampai
tanganku gantung masih terikat dengan
kulit. Jadi lepas tapi belum apa tidak
putus. Masih nempel karena ada kulit
yang apa? menahannya
sehingga membuat aku susah untuk
perangqumi
dan tetap saya perang meskipun tangan
saya tarik-tarik
infi.
Sementara saya masih tarik-tarik tangan
saya di belakang ini tangan kirinya kena
dia. Tangan kena, tangan masih perang
tatkala tanganku semakin buat aku sakit
alaihau
alaihata. Kemudian karena sakit saya
injak kaki tangan saya kemudian saya
tarik sampai lepas.
Subhanallah.
Sangar atau tidak sangar? Tapi kata apa
kata Azzahabi? Hadiahi asyajaah. Inilah
demi Allah jago itu seperti ini. Inilah
pemberani yang sesungguhnya.
La ka akhar. Bukan seperti yang lainnya.
Jadi subhanallah. Inilah kisah Amr ibn
Muad eh Muadz bin Amr bin aljamuh yang
Rasul sahu alaihi wasallam puji dia.
Tib kita lanjutkan. Jadi intinya kalau
pujian tersebut tidak memfitnah orang
yang dipuji maka tidak jadi masalah
selama ada maslahat.
Hadis berikutnya al Imam Bukhari
berkata, "Qala hadasana Muhammad qala
haddasana Ibrahim qala haddasana
Muhammad ibn Fulaih qal haddasana Abi
an Abdullah bin Abdurrahman an Abi Yunus
maula Aisyata anna Aisyata qalat
radhiallahu anha istana rajulun ala
rasulah alaii wasallam kata Aisyah
radhiallahu anha ada seorang minta izin
ingin ketemu Nabi itu." Assalamualaikum.
Faqala Rasulullah. Rasul sahu alaihi
wasallam bersabda kepada Aisyah, "Biul
asyirah." Ini orang paling buruk di
keluarganya, paling buruk di kabilahnya.
Sebelum dia masuk Rasulullah bilang ke
Aisyah, "Ini ya Aisyah, ini orang paling
buruk di keluarganya
bbnul asyirah falamakala hasalah
ilaihi." Tatkala orang itu masuk Rasul
sahu alaihi wasallam riang kemudian
senyum sama orang tersebut.
Falama kaj rajul istana akar. Ketika
orang itu pergi datang lagi orang lain
minta izin. Kata Rasul sahu wasallam,
"Nikmaul asyirah ini orang paling baik
di keluarganya.Ala
ketika orang yang baik ini masuk lam yan
ak ternyata Rasul wasam tidak semeringah
ketika seperti ketemu dengan yang
pertama yang tadi orang buruk."
Amis ilaihi ak tidak gembira seperti
seperti orang pertama
ketika orang kedua keluar aku bertanya
Rasulullahi
tadi orang pertama kau bilang dia orang
buruk di keluarganya tapi kau sama dia
senyum-senyumlulanin
maam ar't mlahu sementara orang kedua
kau bilang dia orang buruk tapi ketika
kau orang yang kedua orang baik paling
baik di keluarganya tapi waktu ketemu
engkau tidak semeringah atau tidak ee
tidak apa senyum-senyum seperti orang
pertama.
Tentu Rasulullah ada maslahat ya ada
maslahat yang belilakukan. Tapi
Rasulullah komentar yang pertama kata
Rasul sahu alaihi wasallam, "Ya Aisyah
inna minyarinasi
manutqiyahi."
Ya Aisyah, orang yang paling buruk
adalah orang yang dijauhi karena
kata-katanya yang buruk, perkataan yang
kotor. Kalau dijauhi gara-gara itu, ini
orang paling buruk di sisi Allah
Subhanahu wa taala.
Tib. Di sini Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam melakukan namanya
almudarat. Ada dua hal. Satu namanya
almudarat, satu namanya almudahanah.
Yaitu basa-basi. Kalau bahasa kita apa?
Basa-basi.
Almudarat yaitu kita basa-basi.
Kita menggugurkan sebagian hak duniawi
kita demi kemaslahatan. Itu namanya
almudarat. Ya. Sama orang jahat kita
baik ya. kita senyum supaya ya mungkin
kita selamat dari dia atau supaya dia
menjadi lebih baik ya atau kita intinya
kita meninggalkan sebagian hak kita.
Kita punya hak untuk marah tapi kita
enggak jadi marah misalnya demi
kemaslahatan. Ya namanya mudarat. Ini
tidak jadi masalah. Bahkan perlu dalam
dakwah basa-basi
ee terhadap orang dalam dakwah selama
kita tidak menjatuhkan atau menumbalkan
agama. Seperti misalnya kita berdakwah
depan kita ada orang,
saya kadang dakwah ada keluarga merokok
depan saya. Saya sampai saya tahan aja.
Tapi saya enggak mungkin bahas rokok.
Saya bahas yang lain dulu ya. Saya
tahan. Ya sebenarnya kan saya bisa marah
cuma saya tahan. Saya bahas yang lain ya
supaya dia ngerti yang perkara lain
meskipun dia merokok ya. Tapi saya tidak
bilang rokok itu halal. Enggak.
Kalau saya bilang rokok halal namanya
mudahanah. atau saya bermaksiat demi
kemaslahatan namanya muda mudahan.
Enggak saya menahan diri
saya menunda pembahasan tentang rokok
karena ada bahas-pembahasan lain yang
ingin saya bahas. Demi kemaslahatan
dakwah ini tidak jadi masalah namanya
mudarat.
Adapun almudahanah, almudahanah itu kau
basa-basi tapi kau menumbalkan agama.
Misalnya ada orang lagi main musik, kita
pengin dakwahi dia. Kemudian kita,
"Gimana, Ustaz? Musik." Oh, halal.
Halal. Gak apa-apa. Itu namanya
mudahanah.
Saya pengin ambil hati dia, tapi saya
menumbalkan apa? Agama. Enggak boleh ya?
Atau kemudian, "Coba saya juga bisa main
kok." Sini-sini kau main lagu apa? Saya
lebih jago dari kau. Ah, ini se lebih
parah lagi seperti ini.
Atau kemudian kita mau dakwah masuk ke
diskotek ikut joget sama orang-orang di
diskotek
ikut kepalanya ikut goyang. Nah, ini
namanya kita menumbalkan agama. Meskipun
alasan dengan maslahat yang yang baik.
Ini namanya mudahan. Enggak boleh.
Mudahan enggak boleh. Atau kita sedang
mendakwai orang Nasrani kemudian kita
ingin ambil hati dia kemudian dia
bilang, "Bukankah yang diajarkan oleh
bahwasanya Tuhan itu tiga baik? Tuhan
ada tiga itu baik." Terus kita bilang,
"Ya baik juga leh, enggak boleh. Itu
berarti kita mudahana. Kita harus tegas.
Oh, enggak enggak enggak benar. Yang
benar yang tauhidlah. Meskipun kita
senyum, kita ramah, maka gak boleh kita
membuat kesan bahwasanya mereka juga
benar. Enggak boleh. Saya dapati di
sebagian YouTube, saya pernah nonton
channel sebagian ustaz diundang di
hadapan para pendeta. Kemudian dia
bicara dengan mudahanah seakan-akan para
pendeta tersebut di atas kebenaran. Ini
enggak boleh.
Kita bisa berbasa-basi dengan cara yang
lain tanpa harus mengesankan mereka di
atas apa? Kebenaran. Ini namanya
mudahan. Sehingga kita mengorbankan
tauhid seakan-akan kita, kita benar,
kalian juga benar. Dari sisi tauhid dan
syirik. Enggak boleh namanya mudahan
hana.
Tapi kalau mudarat boleh. mudarat
seperti Rasulullah lakukan terhadap
orang ini. Orang ini Rasul sahu alaihi
wasallam mengatakan ba ibnul asyirah ini
orang paling buruk di kaumnya. Tapi
ketika Nabi ketemu Nabi senyam-senyum
ya itu tidak jadi masalah karena ada
maslahat karena ada mas namanya ee
ee mudarat almudarat. Adapun mudahan
tidak tidak boleh. Ya,
seperti contoh misalnya Rasulullah
ketika bayangkan ya, Rasulullah begitu
pandai dalam ee menghadapi
istri-istrinya.
Dia praktisi poligami terbaik ya.
Tetapi ketika istrinya melakukan
kesalahan, dia tidak mudah.
Seperti apa? Seperti ketika Aisyah,
Aisyah yang cerita sendiri. Dia cerita
tentang kesalahan dia sebagai pelajaran
bagi kita.
Kalau dia tidak cerita, kita enggak tahu
kesalahan dia. Tapi ini karena amanah
ilmiah. Aisyah cerita dia pernah salah.
Dia pernah berkata kepada Sofiah, karena
Aisyah cemburu. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, kata Aisyah radhiallahu anha,
innaha qirah. Saofiah pendek. Maka
Rasulullah marah ketika itu. Laqti
kalimatan
bima bahriajat. Wahai Aisyah, engkau
telah mengucapkan suatu kalimat gibah,
kalimat yang buruk. Kalau dicampur
dengan air laut akan merubah air laut
tersebut.
Rasulullah tidak mengatakan, "Ya, ya
memang pendek enggak apa-apa." Enggak
untuk menyenangkan Aisyah tidak.
Jadi ada saatnya mudarat tapi tidak
boleh muda mudahana. Seakan-akan
membenarkan kesalahan, melegalkan
kesalahan atau menumbalkan agama demi
menyenangkan orang lain. Itu enggak
boleh. Enggak boleh.
Ustaz, rokok halal enggak? Nantilah kita
bahas. Tapi jangan bilang, "Iya, halal,
enggak boleh. Tapi kalau bilang,
"Nantilah nanti itu gampang." Itu
gampang. Bahas yang lain dulu. Itu itu
tidak mudahan namanya muda mudarat. Tapi
kalau kita ingin cari perhatian dia
bolehlah nanti aja. Nah, itu namanya
kita menghalalkan yang haram. Ini tidak
boleh ini tidak boleh. Maka hati-hati
dengan mudah hana. Basa-basi boleh tapi
mudarat tetap agama dijaga. Tidak boleh
membela, melegalkan yang tidak benar ya
atau menyalahkan yang sudah benar. Maka
tidak boleh.
Makanya ketika Jafar bin Abi Thalib
ber pergi ke bersama para sahabat
berhijrah ke negeri Habasyah karena
mereka dilindungi oleh Raja Najasyi yang
adil,
maka datang Amr bin Ash yang masih kafir
ketika itu provokator
ketika dia berusaha memprovokator
memprovokasi
Annajasiyi agar mengusir para kaum
muslimin dari negeri Habasyah untuk
kembali ke Makkah. Dia cari cara-cara
dalam cerita yang panjang akhirnya tidak
berhasil. Akhirnya dia punya cara
terakhir.
Maka dia bilang, "Wahai ya ayyuhal
malik, wahai raja
innahum yaquuluna fi Isa adiman."
Sungguhnya Jafar bin Abi Thalib dan
kawan-kawannya telah berucap tentang
Tuhan kalian Isa dengan perkataan yang
dahsyat yang mengerikan.
Yaitu maksudnya orang-orang Nasra
mengatakan Nabi Isa adalah putra Tuhan
atau Tuhan sekaligus ya. Sementara kaum
muslimin
mengatakan bukan Tuhan tapi hanya
sekedar apa? Nabi. Jadi dia Amr bin As
provokasi supaya Najasyi marah karena
Tuhannya diganggu kemudian mengusir kaum
muslimin. Akhirnya dipanggillah Jafar
bin Abi Thalib. Jafar Abi Thalib
kemudian rapat. Apa yang harus kita
ucapkan?
Memuda anak atau mudarat? Gimana
sekarang? enggak bisa kabur. Ditanya,
"Bagaimana menurut kalian tentang Nabi
Isa?" Repot.
Akhirnya Abd Jafar bin Abi Thalib
berkata, "Kita akan mengucapkan
sebagaimana adanya.
Biarlah yang terjadi apa yang terjadi.
Sudah enggak bisa mudahana lagi." Ini
maksud saya jangan sampai gara-gara kita
kejebak, jangan sampai gara-gara kita
dalam kondisi tertentu, akhirnya kita
mudahanah. Mudarat boleh. Mudahan
akhirnya kita membenarkan yang salah
atau menyalahkan yang benar, ya.
Seperti orang datang sama saya, "Ustaz,
Wahabi parah ya?
Saya enggak bilang iya iya parah. Gak
apa-apa supaya ambil hati dia."
"Enggak." "Emang Wahabi maksud kamu
Wahabi apa?" Tanya dulu wahabi apa
maksudnya? Kalau dia bilang wahabi,
Syekh Syekh Abdul Wahab. "Oh, enggak.
Syekh Abdul Wahab memang ya kita gak
boleh gara-gara ingin cari hati manusia
kemudian kita menyalah nyalakan apa?"
Syekh Muhammad bin Abdul Wahab
rahimahullahu enggak boleh. Sebagian
orang karena dia takut dicaci maki, dia
bilang, "Saya bukan Wahabi." Padahal dia
dulu kakek moyangnya mengaku diri
sebagai apa? Wahabi. Enggak boleh.
Seakan-akan kita mencela Syekh Muhammad
bin Abdul Wahab. Syekh Abdul Wahab punya
jasa besar bagi kita. Mengenalkan kepada
tauhid dengan detail luar biasa.
Kemudian kita, "Oh, enggak enggakya
maksud kamu Muhammad Wahab yang mana
maksudnya?" Kalau Wahabi maksudnya yang
Khariji. Khawarij ya kita bukan. Tapi
maksud kamu kalau ada Wahabi maksudnya
nisbah kepada Syekh Muhammad bin Abdul
Wahab pendiri kerajaan Arab Saudi, maka
kita bilang kita cinta orang tersebut,
kita hormat sama orang tersebut karena
dia ulama, dia punya sama kita. Sebagian
orang, Subhanallah ketika ditekan-tekan
dia bilang, "Kita bukan Wahabi." Padahal
nenek moyang dia dulu mengatakan, "Kami
apa? Wahabi. Bukan." Bahkan mereka maju
karena mereka dulu wahabi.
Sekarang mereka gak.
Oleh karena jangan sampai kita mudah.
Orang baik kita bilang baik bukan kita
ber taasub. Bukan berarti kita kemudian
mengatakan dia maksum. Enggak. Syekh
Abdul Wahab rahimahullahu taala seorang
ulama pejuang punya jasa dan jasanya
bagi kerajaan Arab Saudi yang kita juga
rasakan sampai sekarang. Dan dia juga
bagi kita karena kita belajar
buku-bukunya. Namun bukan dia berarti
dia nabi tidak punya salah, dia juga
punya salah. Kita juga kritik beliau
kalau ada kesalahannya. Tapi bukan kita
ikut-ikutan orang untuk mencecih maki
apa beliau. Enggak.
Itu namanya mudahan.
Saya hati-hati
Tib. Hadis ini dibawakan oleh
ee
Al Imam Albukhari rahimahullah
untuk menjelaskan bahwasanya Nabi memuji
orang tersebut. Kata Nabi, "Nikma ibnul
asyirah, si fulan tadi adalah orang yang
terbaik di kaumnya." Maka ini tidak
mengapa
kalau ada maslahat.
Bab berikutnya, babun
yuhsa fi wujuhil maddahin. Bab tanah
atau tanah dilemparkan di wajah para
pemuji.
Di antara sunah adalah melemparkan tanah
di hadapan orang-orang yang suka memuji.
Almaddah ini orang kerjanya muji-muji.
Sering muji-sering. Kalau muji
sekali-sekali tentu tidak. Tapi kerjanya
cari muka penjilat. Bahkan di balik
pujian tersebut dia ingin cari dunia.
Dulu ada orang kerja seperti ini. Datang
kepada raja muji-muji, muji-muji dikasih
duit. Misalnya bikin syair-syair
muji-muji dikasih apa? Duit. Ya kalau
zaman sekarang mungkin enggak, tapi
penjilat. Masyaallah
ya dikasih kerjaan jilat-jilat ada orang
seperti gini. Haus orang seperti gini
lemparin tanah ke mukanya.
J kalau sekali-sekali muji ya
tidaklah. Tib. Al Imam Bukhari bawakan
hadis rahimahullahu taala. Q hadana
Muhammad Q hadasana Ali bin Abdillah Q
hadasana Abdurrahman bin Mahdi. Qala
hadasana Sufyan bin Said an Habib bin
Abi Tsabit an Mujahid an Abi Ma'mar qala
qajulun yutni ala amir minal umara. Ada
seorang memuji
seorang amir dari kalangan para
amir-amir itu gubernur.
Di situ ada Almiqdad
bin Aswad radhiallahu anhu. Kalau enggak
salah amir yang dipuji ini Utsman bin
Affan. Saya lupa ya. Tapi dalam riwayat
disebutin jadi dipuji. Dan kita tahu
Utsman bin Affan miliki kemuliaan yang
banyak tapi ini orang tukang puji muji
anta amir anta begini engkau begini
engkau begini engkau begini. Almiqdad
bin Abil Aswad radhiallahu anhu. Sahabat
tahu hadis ini.
Faja'al miqdadu yaht fi
majhit turab fiwa waj turab. Ya. Maka
Migdad pun ambil tanah lempar ke muka
orang tersebut. Kemudian dia berkata,
"Amar Rasul sahu alaihi wasallam
fiujiladah."
Rasulullah telah memerintahkan kami
untuk melempar tanah di muka orang yang
suka puji-puji.
Dipuji.
Riwayat yang mirip al Imam Bukhari
mapatkan hadis berikutnya.
Q hadana Muhammad Q hadana Musa bin
Ismail Q hadana Hammad an Ali bin Al
Hakam an At aha bin Abi Rabah rajulan
yamdahu rajulan ibn Umar ada seorang
muji orang lain di sit Ibnu Umar Ibnu
Umar
maka Ibnu Umar melempar tanah ke arah
mulutnya
waqala kemudian Ibnu Umar berkata q
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
wasallam bersabdain
kalau kalian melihat orang tukang
puji-puji lemparkanlah tanah ke wajah
mereka.
Ya. Dan ini adalah wasiat Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Para ulama
khilaf tentang apa makna
ee melempar
tanah ke wajah orang tukang puji-puji.
Kata Ibnu Hajar rahimahullah, walil
ulama fihi lil ulama fi khamsatu aqwal.
Ada lima pendapat.
Pendapat yang pertama adalah sesuai
dengan zahirnya. Ini dilakukan oleh
Almiqdad. Dilakukan juga oleh Ibnu Umar.
Benar-benar dilemparkan tanah ke wajah
tukang puji-puji tersebut.
Yang kedua maksudnya adalah alkhaibah
walman.
Ya, dengan kita katakan maksudnya bukan
lempar tanah, tapi maksudnya ini hanya
sekedar kinayah. Maksudnya kau muji-muji
saya, kau enggak dapat apa-apa tuh.
Ambil tanah tuh kalau kau mau. Adapun
duit saya enggak akan kasih. Jabatan
enggak muji-muji. Enggak ada jabatan
ya. Ya, karena puji-pujian dia ada
keperluan, maka maksudnya tidak dapat
apa-apa.
Atau maksudnya turab, maksudnya mulutmu
itu penuhi dengan tanah. Mulutmu penuhi
dengan apa? Tanah. Ya, karena dia
muji-muji dengan mulut, mulutmu dipenuhi
dengan tanah.
Ada yang mengatakan pendapat keempat
maksudnya ini terkait dengan orang yang
sedang dipuji. Ya, ambil tanah kemudian
kita lemparkan kepada bukan yang muji
tapi yang dipuji. Kita bilang ingatkan
kepada dia, "Kau tuh dipuji-puji habis
sesungguhnya kau adalah tanah dan
berasal dari tanah dan kau akan menjadi
ta tanah kembali." Jadi jangan ter makan
jangan terkena terfitnah dengan pujian
tersebut.
Pendapat kelima maksudnya dikasih
dikasih dengan apa yang dia minta
ee
untuk menghinakan dia. Nih ambil hah kau
pengin duit kan nih nih nih muji
berhenti puji-puji ni ambil duit nih
karena untuk menghina dia. Karena dia
muji-muji karena ingin cari apa sesuatu
ya sudah kasih aja kasih pergi-pergi.
Nah seperti itu. Ini lima pendapat.
Pendapat mana yang lebih benar?
Wallahuam bawab. Pendapat pertama.
sesuai dengan zahirnya. Karena itu
dipraktikkan oleh sahabat Almiqdad Aswad
dan dipraktikkan oleh Ibnu Umar
radhiallahu anhum ajmain. Ketika melihat
ada orang muji-muji dilemparkan tanah.
Dan itu faedah banyak faedah dengan
tanah tersebut ya. Bahwasannya
ya mengingatkan kepada orang yang dipuji
bahwasanya dia terbuat dari apa? Ta
tanah atau mengingatkan orang yang muji
yang kau puji ini hanya dari tanah.
Jangan berlebihan dalam memuji ya. Atau
untuk mengingatkan mulutmu enaknya
dimasukin tanah karena kau merusak
saudaramu. Karena kau muji-muji dia bisa
merusak dia. Bagusnya mulutmu dimasukin
apa? Tanah.
Wallahuam biswab. Tapi intinya
bahwasanya ya ee adapun yang mentakwil
maksudnya rugi kau jangan dikasih
apa-apa sehingga dia merasa rugi dengan
pujian-pujiannya. Dia ingin memuji
menjilat tapi dia tidak mendapatkan
apa-apa. Mereka takwil sebagaimana dalam
hadis Rasulullah sahu alaihi wasallam
mengatakan, "Idza jaaka yatlubu tsamanal
kalbi famla kafahu turaban." Kalau ada
orang jual anjing terus dia minta ee
uang beli anjing tersebut, maka jangan
kasih duit, kasih aja tanah karena
anjing tidak dijualbelikan. Nih kasih
tanah. Seperti juga kata Rasulull sahu
alaihi wasallam, walil akhiri hajarun.
Bagi orang yang berzina, dia tidak dapat
anak yang dinisbahkan kepada dia.
Meskipun anak tersebut secara gen adalah
keturunan dia secara biologis anak dia.
Tapi karena hasil zina, maka dia tidak
dinisbahkan anak tersebut kepada dia.
Kata Nabi, walil akhiri hajarun. Bagi
pezina cuma dikasih batu. Bukan dikasih
batu-betulan maksudnya dia tidak dapat
apa-apa. Ini yang menjadikan se ulama
mentakwil makna hadis ini. Tapi yang
benar zahirnya bahwasanya orang kalau
tukang puji-puji berlebihan, kita
lemparkan tanah di depan apa? mukanya
ya, di depan mukanya bukan dimasukin ke
wajahnya depan dia biar dia lihat tanah
di hadapannya.
Dan ini menunjukkan bagaimana bahayanya
pujian-pujian karena bisa merusak jiwa
seseorang ya maka Rasulullah suruh
ingatkan dengan melempar tanah dan
dipraktikkan oleh para sahabat. Tib
hadis terakhir pada pembahasan kita kali
ini. Al Imam Bukhari berkata, "Qala
hadasana Muhammad qa hadasana Musa qal
hadasana Abu Awanah an Abi Bisyr an
Abdillah bin Syaqiq an Raja bin Abi Raja
an Mihjan alaslami. Qala Raja aqbaltu
maa Mihjan data yaumin." Kata Raja, "Aku
datang bersama Mihjan suatu hariantahina
ila masjidi ahlil basrah sampai kami
tiba di masjid ahlil Basrah yaitu di
Basra. Faidza Mihjan ini sahabat
radhiallahu anhu. Mihjan al-Aslami
radhiallahu anhu. Kami saya kata Raja eh
tabiin. Saya berjalan bersama Mihjan
sampai di masjid ahlul Basrah. Faid
buraidatu alaslamiyu ala babin min
abwabil masjid jalisun. Tiba-tiba ada
sahabat lain namanya Buraidah
al-Aslami. Dia sedang duduk di salah
satu pintu masjid.
Q wana fil masjid rajulun yuqahuqbah
yutilusah. Dan di masjid ada seorang
imam namanya Saqbah
dan dia salatnya panjang. Falamahina
masjid wa alaiha burdah. Tatkala kami
tiba di masjid dan situ ada sahabat
Burdah. Wakana Buraidau mizahat. Dan
Muraidah orang suka canda sama
teman-temannya dia suka mizah. Maka dia
bercanda. Dia bilang, "Ya Mihjan." Wahai
Mihjan. Ditanya sahabat yang lain,
Mihjan Alaslami.
Ee atusoli kama yusolli sakbah. Kau
kalau jadi imam seperti si sakba ya
maksudnya imam lama.
Falam yarudda alai mihjan. Dia bercanda
dan Mihjan tidak jawab.
Waraja'a
qala qala Mihjan inna rasul sahu alaihi
wasallam akhaza biyadi.
Kemudian Mihjan bercerita sebagai
jawaban.
Artinya orang ini salatnya panjang. Kau
salat kayak dia enggak. Tentunya ini
sebentuk ingkaran karena Nabi tidak
salat seperti orang yang terlalu lama.
Makanya Buraidah candain siapa? Mihjan.
Karena mereka berdua sahabat. Mereka
tahu gimana salatnya siapa? Nabi. Kalau
jadi imam enggak mungkin lama-lama. Nabi
lama kalau di rumah sendiri. Tapi kalau
jadi imam beliau tidak lama-lama.
Makanya dia candain Mihjan. Dia bilang,
"Eh, kamu salat, engkau salat seperti
dia ya, si Sabah." Tapi Mihjan tidak
jawab. Kemudian dia cerita sebagai
bentuk jawaban. Dia berkata, "Inna rasul
sahu alaihi wasallam ak biyadi."
Sesungguhnya Rasul sahu alaihi wasallam
pernah memegang tanganku membawa pergi
aku. Fantolqna namsi hattana uhudan.
Kami pun berjalan sampai kami naik
Gunung Uhud. Dan ada sahabat-sahabat
yang pernah diajak Nabi naik ke Gunung
Uhud. Di antaranya ini Mihjan. J Abu
Bakar, Umar, Utsman ya. Ada sekitar
tujuh sahabat yang pernah diajak Nabi ke
atas gunung.
Eh faasyrofa alal Madinati. Kemudian
Rasul sahu alaihi wasallam mengarah ke
arah Madinah. di atas gunung Uhud.
Rasulullah ke arah Madinah. Rasulullah
berkata
umat minqatin
ahunjalin
abakan.
Ya, kasihan kota Madinah. Suatu saat
penduduknya akan meninggalkannya padahal
lagi ramai ya. Ketika datang Dajjal,
ketika datang apa? Dajjal itu. Dajjal
ketika datang dia tidak bisa masuk kota
Madinah.
Setiap masuk, setiap pintu Madinah ada
malaikat yang menjaga.
Maka
dia tidak bisa masuk. Tapi orang-orang
pada keluar ketemu Dajjal.
Yang paling banyak keluar dari penduduk
Madinah, orang munafik semuanya keluar
ketemu Dajjal. Di antaranya juga para
perempuan-perempuan yang kepoh-kepoh
pada pergi ketemu apa? Dajjal. Sampai
Rasulullah mengatakan seorang seorang di
orang saleh di penduduk di Kota Madinah
akhirnya dia ikat ibunya. Dia ikut, dia
ikat adik perempuannya, kakak
perempuannya, dia ikat tantenya supaya
tidak pergi ketemu apa? Dajjal. Karena
dajal bikin fitnah yang luar biasa.
Rasulullah mengatakan, "Jika kalian
mendengar Dajjal, falyana'a anhu,
jauhilah dia. Jangan datang. Gak usah
ketemui dia." Beda kalau dia sudah
datang. Tapi kalau dia bisa menghindar,
menghindar karena fitnahnya luar luar
biasa.
Itu zaman sekarang aja ada berita-berita
pengin tahu ya. Apalagi nanti seperti
Dajjal datang hari menjelang hari kiamat
dia bisa menurunkan hujan. Dia bisa
membuat tanah yang tandus menjadi hijau.
Luar biasa ya. Bahkan bisa menghidupkan
yang mati. Tapi orang pada ikut nonton
YouTube semua mungkin pada pengin tahu
entah nanti wasilah seperti apa di zaman
akhir zaman. Tapi artinya orang
mendengar pada pengin tahu. Sementara
kalau ketemu dia bisa terfitnah. Apalagi
zaman akhir zaman mungkin ilmu semakin
hilang, peringatan semakin enggak ada.
Karena dajal baru muncul ketika sudah
tidak disebut di mimbar-mimbar
sehingga orang sudah lupa siapa Dajjal
ini. Ya, saking hilangnya ilmu sehingga
orang mudah terpengaruh. Makanya kata
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, "Kasihan
kota Madinah di akhir zaman lagi orang
ramai kemudian Dajjal muncul, mereka
keluar meninggalkan kota Madinah untuk
ketemu siapa?" Dajjal.
Kemudian tuman hadar hatta kunna fil
masjid. Kemudian Rasulullah pun turun.
Kami tiba di masjid roa Rasulullah sahu
al wasallam rajulan yusolli waasjudi
waarka. Rasulullah melihat ada seorang
lelaki yang sedang salat yang sujud dan
rukuk. Kelihatannya orang ini salatnya
lama.
Faqala. Maka rasul sahu alaihi wasallam
berkata. Faqal. Rasulullah berkata
kepada Mejan, man hadza? Siapa orang
ini? Faak utrihi. Maka saya pun puji
dia. Puji orang ini yang mungkin
ibadahnya rajin salat. Salatnya lama.
Faqulu ya Rasulullah H fulan aku katakan
ini si fulan wqala
kata Rasul sahu alaihi wasallam amsikuat
fatahlikahu
apa jangan jangan kau banyak puji dia
nanti dia bisa dengar pujianmu kau
binasakan di itu gara-gara kau pujian
nanti dia bisa binasa gara-gara
mendengar apa pujianm
qala fantalaqa yamsi kemudian rasul sahu
alaihi wasallam berjalan hatta aa
hujarii Ketika Rasulullah sudah sampai
tiba di dekat rumah-rumahnya,
rumah-rumah istri-istrinya.
Lakinahu naf yadai yaq. Kemudian dia
melepaskan tangannya dia tidak lagi
pegang aku. Kemudian dia berkata, "Inna
khair dinikum aisaruhu." Sebaik-baik
agama kalian yang paling mudah. Inna
khair dinikum aisaruhu. Sebaik-baik
agama kalian yang paling mudah. Salasan
tiga kali Rasulull sahu alaih wasallam
sebutkan.
Ini kisah hadis yang panjang. Saya ingin
sampaikan aja kesimpulannya.
Kesimpulannya
ada orang namanya Sabkah. di Masjid
Ahlil Basrah ibadahnya kalau salat
panjang panjang sekali dan itu bukan
kebiasaan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Makanya Mihjan ketika sampai
di pintu masjid ketemu dengan Buraidah.
Buraidah sahabat dan mereka berdua
sahabat. Mereka tahu bagaimana salatnya
Nabi. Dan Muraidah suka bercanda
sehingga dia candain Mihjan. Kau salat
seperti dia ya panjang-panjang
tentunya tidak ya. Akhirnya Mihjan tidak
jawab. Kemudian dia cerita
tentang dia pernah pergi sama Nabi
sallallahu alaihi wasallam ke Gunung
Uhud. Kemudian turun. Ketika kami turun,
lihat ada seorang salatnya lama.
Kemudian saya pun puji dia. Ini jadi
perhatian kita sisi hadis ini. Saya pun
puji dia. Kata Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam, "Jangan kau puji dia. Kau
dengarkan pujianmu nanti dia binasa."
Hati-hati. Jadi kalau ada orang tidak
aman dipuji, maka jangan puji. Kita
lihat orang ini makan puji sedikit.
Dipuji langsung wah saya ah itu jangan
puji dia. Kalau bisa malah jangan
sekali-sekali puji. Karena kita tahu
orang ini begitu dipuji langsung
kepalanya besar. ini jangan dipuji. Maka
rasul bilang, Rasul bilang, "Jangan puji
dia. Jangan sampaiu,
jangan sampai kau mendengarkan dia
dengan pujianmu fatahlikahu, maka kau
binasakan dia." Kemudian Rasul sahu al
wasallam ingatkan orang ini salah,
salatnya terlalu lama. Meskipun dia
baik, terak Rasulullah mengatakan, "Inna
khairikum aisaruhu." Sebaik-baik yang
lain yang mudah. Sebaik-baik agama
adalah yang mudah.
Maka Rasulullah mengatakan, "Innaal
apa namanya? Addinu yusrun. Agama itu
adalah mu mudah. Ini peringatan p kita.
Agama tidak bermaksud
menjadikan kita susah. Tetapi kesusahan
itu ada dua. Kesusahan yang tidak bisa
kita tinggalkan karena dia terkait
dengan ibadah tersebut seperti bangun
malam ya ada susahnya melawan rasa
kantuk. Kemudian kita bangun waktunya
tidur kita bangun berjalan ke masjid. Ya
namanya kita ke masjid disyariatkan ada
kesusahan-kesusahan tersebut semuanya
bernilai. seperti umrah ada susahnya.
Tahu-tahu masuk, tahu-tahu ternyata
ramai, ya sudah terpaksa kita tawaf.
Ramadan lalu sampai ada yang tawaf-tawaf
aja 6 jam ada Ramadan lalu.
Ini namanya almasyaqah, kesulitan yang
tidak bisa kita hindari. Inilah yang
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
ajruk ala qadri nasobik. Pahalamu sesuai
dengan kadar kesulitanmu. Paham? Bukan
kesulitan yang kita cari-cari, tapi
memang dia tetap ada karena tidak bisa
kita hin hindari. Ini yang kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Pahalamu
sesuai dengan keletihanmu. Seperti Nabi
katakan kepada Aisyah radhiallahu taala
anha, kita puasa rasa lapar nahan itu
kan susah. Itu susah itu dapat pahala.
Ya. Kesulitan yang kedua yang dilarang
yang kata Rasulullah agaknya ringan.
Kesulitan yang dicari-cari tidak disuruh
susah kita malah cari su susah.
Seperti salat semalam suntuk.
Ada seorang mengatakan ini la usolli
wala anam. Saya akan salat saya tidak
tidur. Ini tidak disuruh dalam syariat.
Memang dia susah tidak tidur susah. Ini
dilarang. Sampai Rasul sahu alaihi
wasallam mengatakan, "Man raiba
sunnati." Siapa yang benci kepada
sunahku? Orang yang salat semalam suntuk
tidak tidur, kata Nabi, "Dia benci
dengan sunah Nabi." Orang yang pengin
ibadah tidak nikah, kata Rasulullah, dia
benci kepada sunahku. Orang yang
berpuasa tidak pernah berbuka, kata
Rasulullah, dia benci kepada sunahku. J
di sini kita tahu benci kepada sunah ada
dua model. Pertama, kita tidak mau
melakukan sunah Nabi. Namanya benci
kepada sunah Nabi. Apa sunah Nabi?
Benci. Yang kedua, kita modifikasi sunah
Nabi karena kita tidak suka karena sunah
Nabi kelihatannya kurang sempurna, kita
tambah-tambahin. Itu juga dianggap oleh
Nabi sebagai benci kepada sun sunahku.
Paham? Seperti ada orang tawa umrah, dia
tawaf dua rakaat setelah tawaf. Setelah
sai, dia juga salat. Salat dua rakaat
setelah sai. Kita bilang, "Enggak benar.
Sunah Nabi cukup. Tidak ada namanya
salat dua rakaat setelah apa? Setelah
saya." Kalau kau nambah-nambah
seakan-akan kau tidak suka dengan sunah
Nabi. Maunya kau bikin ajaran sendiri.
Paham? Nah, sebagian orang cari-cari
susah
ya dan ini melisi sunah Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Sebenarnya umrah, umrah
kok biasa. Maka dia bikin umrah yang
aneh-aneh supaya kelihatannya bisa
syahdu bisa sampai kemudian misalnya
sengaja tawaf sai 6 jam. Ini dari mana?
Seperti ini
tidak ada sunahnya kemudian
berpanjang-panjang doa di di Mas'ah, di
Safa dan Marwah sampai lama sekali. itu
enggak ada sunahnya. Kita silakan doa,
tapi tidak dikatakan sunah memperpanjang
doa di Safa dan Marah sampai 2 jam.
Enggak ada. Nabi dulu umrah tidak
demikian. Sahabat umrah juga tidak
demikian. Ah, kalau cepat-cepat enggak
kerasa supaya kerasa dibuat lama-lama.
Ah, ini kau benci sunah Nabi. Namanya
benci sunah Nabi. Pengin cara umrah yang
beda yang supaya bernilai sehingga
dibuat lama-lama. Ini berarti benci sama
sunah Nabi. Saya berusaha mencari
pendapat tentang sunahnya
berpanjang-panjang doa. Gak ada pendapat
itu. Kalau diang boleh, boleh, boleh
saja. Sesekali seorang ingin panjang doa
boleh sesekali. Tapi kemudian
ramai-ramai dibuat suatu sunah yang
berlaku. Kalau doa harus
panjang-panjang. Ini enggak ada
sunahnya. Yang ada dalam buku Syiah.
Buku Syiah tulis di antara sunah adalah
berpanjang doa di di Safa dan Marwah.
Ini tidak cocok dengan apa sunah. Ini
disebut juga benci dengan sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ya, ada
sebagian orang sengaja pengin jalan. Ya,
jalan mau dihaji gak mau naik kendaraan.
Mau jalan jalan jalan jalan terus jalan
jalan.
Ada anak kecil, ada orang tua,
Rasulullah tidak suruh engkau seperti
ini. Enggak. Beda kalau ternyata
kasusnya tidak ada mobil, tidak ada
fasilitas mobil macet, ya jalan. Kalau
sengaja ada mobil enggak mau pakai
mobil, kemudian jalan susah jauh-jauh,
ini enggak benar.
Seperti ada seorang sahabiat yang dia
bernazar untuk berhaji berjalan. Maka
Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan,
"Innallahun
anzi ukhtika nafsaha." Sesungguhnya
Allah suruh dia naik kendaraan.
Wal wal tarkab suruh dia naik kendaraan.
Rasulullah bilang kepada sahabat, kepada
saudari perempuannya, "Suruh saudari
perempuan naik kendaraan. Sesungguhnya
Allah kaya tidak butuh dengan sikap
saudarimu yang menyiksa dirinya." Ya,
maksud saya kadang-kadang seorang supaya
suasana lebih anu, dia rubah-rubah sunah
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dibuat
susah-susah, dibuat berat padahal enggak
berat. Enggak seperti itu. Itu berarti
dia enggak suka sama sunah Nabi. Seperti
orang tadi salat sama langsung enggak
mau tidur, ini benci sama sunah Nabi.
Lain halnya dia enggak bisa tidur habis
minum kopi double espresso
tiga gelas yang ya sudah daripada dia
bengong dia salat lain cerita.
Sama seperti seorang misalnya di
Muzdalifah sunahnya tidur. Sunah Nabi
tidur. Kalau bisa tidur dapat pahala.
Dia enggak bisa tidur ternyata ada asap
kendaraan. Bolehkah dia salat? Boleh
saja enggak ada. Tapi jangan dikatakan
sebagai sun sunah. Ya, seseorang mungkin
lagi pengin banyak masalah kemudian dia
pengin berdoa di Safa Marwah. Dia
panjangkan boleh. Tapi bukan dikatakan
sun sunah. Tapi dibuat suatu aturan
baku. Kalau Safa Marwah harus sampai
berjam-jam. Ini dari mana sunah seperti
ini?
Lihat bagaimana kisah Nabi ketika beliau
berhaji. Beliau pergi ini kemudian balik
dalam waktu yang singkat.
Bukan bersengaja lama-lama ya, apalagi
sengaja. Sampai ada sebagian neka jalan
kaki dari hotel ke Mina jalan kaki dari
sini jalan kaki. Begitu pergi ke
Muzdalifah
naik kendaraan macet. Justru kadang yang
paling penting itu ya yang yang kalau
kalau bisa malah justru kalau takut
macet jalan kaki aja ke Muzdalifah. Yang
dari hotel ke Mina ngapain? Jalan kaki
Rasulullah aja naik apa? Kenda
kendaraan. Mau saya jangan sampai
seorang gara-gara merasa kalau seperti
ini kurang pas kemudian dia rubah-rubah
agama.
Seperti juga ada seorang sampai nekad
berfatwa, boleh perempuan iktikaf di
rumah.
Mungkin dia pikir dengan ada perempuan
kumpul iktikaf di rumah, dia bisa bikin
program supaya bermanfaat bagi
perempuan. Tapi ini menyelisihi sunah.
Itu namanya benci sama sunah Nabi.
Tidak ada iktikaf di rumah. Paham? Oh,
maslahat banyak ustaz dengan perempuan
kumpul di rumah kasih program mereka
bisa kumpul bareng-bareng mungkin bisa
nangis bisa apa. Heh, sunah Nabi sudah
ada. Jangan melewati sunah apa Nabi.
Itulah namanya bidah. Tidak cocok dengan
sunah yang Nabi ajarkan. Kemudian
rubah-rubah supaya lebih cocok menurut
dia metodenya lebih bagus daripada
metode Nabi sallallahu alaihi wasallam.
tersebut benci kepada sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Karena ada orang seperti itu.
Ini rusak seperti ini ya, rubah-rubah
agama karena kurangnya ilmu sehingga
kemudian membuat metode-metode yang
kemudian
supaya menyenangkan. Ya, sampai ada
orang juga ceramah supaya dibuat
ceramahnya indah, ada seperti
dramatisnya. Datangkan hadis-hadis
palsu. Benar jemaah menangis tapi hadis
palsu. Jangan ya, Aki.
Ada cara metode banyak buat orang sunah
di seagama tidak harus rubah-rubah sunah
tidak harus rubah-rubah ajaran
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Ini kata Rasul sahu alaihi wasallam,
"Inna khair dinikum aisaruhu."
Sebaik-baik agama kalian yang paling mu
muda. Jangan cari-cari susah. Kalau
susah yang tidak bisa kita hindari itu
berpahala. Tapi kalau yang tidak susah
kita bikin susah itu namanya bahlul. Itu
ini merubah agama Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Demikian. Wabillahi taufik
hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.