Transcript
ohe51SQJof0 • Kitab Al-Adab Al-Mufrad #56: Bolehnya Memberkan Pujian Kepada Orang Lain - Ust Dr. Firanda Andirja
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2517_ohe51SQJof0.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwanumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan bahasan kita bab ke-154. [Musik] Babu man asna ala shahibihi in kanana aminan bihi. Bab seorang memuji sahabatnya jika dia merasa aman dengan ee sahabatnya tersebut. Yaitu tidak khawatir sahabatnya terfitnah dengan ujian. Pada pembahasan yang sebelumnya telah kita bahas tentang bayanya pujian. Ya, sebagaimana ada seorang memuji orang lain di hadapan Nabi sallallahu alaihi wasallam maka Rasul sahu alaihi wasallam tegur. Kata Rasul sahu alaih wasallam, "Qumuqo shahibik atau shahibukum." Kalian telah memenggal leher saudara kalian atau kalian telah apa namanya? Ee mematahkan punggung saudara kalian. Dan juga asar dari Umar, beliau berkata, "Almadhu zabhun." Pujian adalah sembelihan. Ya. Dan juga telah sahih dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Iakumaduh fainnahu. Hati-hatilah kalian dari sikap saling memuji. Karena saling memuji adalah bentuk menyembelih. Kenapa? Karena seorang kalau dipuji dia bisa lupa diri. Tadinya dia ikhlas, dia bisa berubah menjadi enggak ikhlas. Tadinya dia tawadu, dia bisa berubah menjadi ujub. kemudian berubah menjadi sombong dan itu sangat berbahaya bagi dia. Karena kalau sudah dia ujub maka amalnya tidak diterima. Kalau sudah sombong maka dia bisa masuk neraka jahanam. Dan akhirnya perubahan itu bisa berlanjut sampai dia meninggal dunia. Ya. Sebab membuat dia menjadi sombong, menjadi angkuh, menjadi merasa diri tinggi karena sering dipuji. Tidak semua orang mampu menerima pujian-pujian. Oleh karenanya Rasulull sahu alaihi wasallam menjelaskan memuji orang itu hati-hati sangat berbahaya ya. Kalau tidak kita merasa aman orang tersebut maka jangan puji dia. Kalau orang itu merasa kita rasa dia aman atau dia kita tahu sifatnya bertakwa dipuji pun tidak ngaruh ya maka boleh-boleh saja kalau ada keperluan. Saya sudah sampaikan bagaimana Syekh Abdur Razzaq berulang kali hafidahullah menceritakan tentang kisah ketika Syekh Utsimin rahimahullah datang ke UIM Universitas Islam Madinah untuk memberikan kajian. Maka kemudian ee Syekh Abdul Razak diminta sebagai moderator. Kemudian beliau berkata eh nahnu fi hadal yaumil thyibil mubarak maamahati Syekh Alallamah. Kata kata Syekh Abdul Razak memberi mukadimah, kata beliau, "Kita pada hari yang baik ini yang penuh berkah, kita akan bersama dengan Samahatus Syekh, yaitu Syekh yang mulia al-Allamah, orang yang sangat alim. Langsung Syekh Utsimin langsung ee menyanggah Syekh Abdul Razak dan berkata, "Uskut, diam." Dia tidak suka dipuji di hadapan banyak orang sampai ee apa namanya? yaitu Syekh mengucapkan dengan kata-kata yang keras ya. Kata kata Syekh Abdur Razak, lam yantadir an ukammil bal askatani wazajari. Syekh tidak membiarkan aku melanjutkan pujianku bahkan beliau ee mendiamkan aku, menyuruh aku diam bahkan dengan kata-kata yang keras ya di hadapan mahasiswa waktu itu. Sampai kata Syekh Abdur Razak, saya sampai bingung mau lanjutin bagaimana ya mau maju sudah terlanjur kasih mukadimah ngelanjutinnya gimana sampai diam sebentar ngatur perkataan. Akhirnya Syekh Abdul Razak hanya mencukupkan pada asyikh ba muhibbihi. Itu Syekh berada di antara murid-muridnya dan orang mencintainya. Selesai. Ya. Kemudian Syekh Syekh Utsimin rahimahullah kemudian memberi pengajian. Yaitu ini sekelas Syekh Utsimin rahimahullah yang menurut kita kalau beliau pun dipuji pun insyaallah tidak terpengaruh. dia pun tidak suka di dipuji. Itu pun tidak suka di dipuji. Tapi kalau ada kita memuji orang, kita rasa dia tidak terpengaruh dan ada keperluan kita untuk memujinya, maka tidak mengapa keluar daripada hukum asal. Ya, oleh karenanya ee Syekh ee Al Imam Albukhari rahimahullah membawa bab ini untuk menjelaskan boleh memuji kalau ada keper keperluan atau orang yang dipuji ee aman dari bahaya pujian tersebut. Kita kenal orang ini bukan orang yang tukang makan makan puji ya. Ya. Bukan kemudian menjadi sombong dan angkuh. Karena terlalu banyak dalil Rasulullah sahu alaihi wasallam memuji para sahabat di depan sahabat yang lain. Seperti ketika Rasul sahu alai wasallam memuji Abu Bakar. Kata Rasul sahu alaihi wasallam di hadapan para sahabat ya ee kata beliau, "Ma nafaani malunq ma nafaani malu Abi Bakar. Tidak pernah bermanfaat kepadaku harta seperti manfaatnya harta Abu Bakar." Karena Abu Bakar membantu Nabi di awal-awal dakwah. Adapun kalian sahabat yang lain, mungkin kalian membantu dakwah, tapi belakangan. Belakangan. Lagi pula Abu Bakar kalau menyumbang seluruh hartanya, bukan sebagian, tapi apa? Seluruh hartanya. Dia punya dua keutamaan. Dia menyumbang atau berjasa dalam dakwah di awal dakwah. Yang kedua, Abu Bakar kalau menyumbang seluruh apa? hartanya. Maka Rasulullah memuji di depan di depan Abu Bakar, di hadapan para sahabat. Ma nafaani malun qod ma nafaani malun Abi Bakar. Tidak ada bermanfaat bagiku seperti manfaatnya harta Abu Bakar. Abu Bakar fabaka Abu Bakar. Abu Bakar pun radhiallahu anhu menangis. Bukan bilang itu dengar enggak tuh? Dengar enggak? Abu Bakar menangis kemudian dia berkata, "Wama nafsi w mali w ma mali wala nafsi illa laka ya Rasulullah. Tidaklah hartaku bahkan jiwaku kecuali untuk Anda wahai Rasulullah." Ya, dia terharu dan dia menangis radhiallahu taala anhu. Yang seperti ini dipuji enggak ada masalah ya. Ya, seperti Abu Bakar ketika datang, "Ya Rasulullah, saya Rasulullah mencela orang-orang yang celananya atau sarungnya molor sampai ke bawah mata kaki." Maka Abu Bakar pun khawatir. Dia mengatakan, "Ya, ya Rasulullah, inna izari yastar ahyanan illa anahad bihiq Abu Bakar." Kata Abu Bakar, "Ya Rasulullah, terkadang sarungku molor ke bawah. Terkadang kecuali kalau saya perhatikan saya linting lagi baru tidak tidak molor. Kata Rasul Sallahu Alaih Wasam, "Lasta mimman fa'al khuyala." Engkau bukan termasuk orang-orang yang sombong. Ya, kau kalaupun melakukan kau bukan orang yang sombong. Dan ini pujian dari Nabi kepada Abu Bakar bahwasanya Abu Bakar bukan termasuk orang yang sombong. Dan banyak kalau kita ketika Abu Bakar ada berselisih dengan Umar, maka Rasulullah marah. Maka Rasulullah menghal antum lihibi? Bisakah kalian enggak karena aku kalian tidak ganggu sahabatku ini Abu Bakar? Kenapa ganggu sahabat Abu Bakar? Dia beriman ketika kalian masih kafir semuanya dia sudah beriman. Lelaki pertama beriman siapa? Abu Bakar Assiddiq. Dia beriman ketika masih kafir. Dia bantu aku ketika kalian tidak bantu aku. Ya. Hal antum tiku lihibi. Bisakah kalian tidak ganggu kawanku ini demi aku? Kata perawi hadis, "Fama udziya ba'daik." Tidak ada yang berani ngorek-ngorek Abu Bakar setelah itu. Karena Rasulullah mengatakan, "Jangan ganggu dia demi aku." Ini Rasulullah puji Abu Bakar di hadapan para sahabat. Maka ini di antara hal yang mengkhususkan riwayat-riwayat yang melarang pujian ya. Apalagi tamaduh, saling muji-muji. Ini ngeri sekali. Saling muji-muji itu ngeri. Kayaknya sudah kompak. Si A nguji si B, Balas pujian A. A A ini jadi semakin apa namanya? Semakin marketingnya semakin mantap nih. Saling muji di antara mereka. Saling muji. Maka Rasulullah mengatakan tadi, "Iyakum wat tamaduh." Hati-hatilah kalian yang saling memuji. Bukan muji aja, saling memuji kadang-kadang. Fainnahu adzabhu. Itulah penyembelihan. Itulah apa? Penyembelihan. Seorang terkadang dalam khayalan dia merasa dirinya lebih hebat daripada yang kenyataannya. Kenapa? Terlalu banyak orang yang memuji sehingga akhirnya dia menjadi ujub. akhirnya menjadi sombong. Maka ee kita masyhurkan hadis-hadis seperti ini agar tidak membiasakan diri untuk memuji dan juga tidak membiasakan untuk dipuji dan juga mengingatkan kaum muslimin agar hati-hati jangan suka muji-muji kecuali ada kemaslahatan. Kecuali ada kemaslahatan. Ya, di antara maslahat yang disebutkan oleh para ulama yang saya baca dalam kitab Fathul Bari di antaranya di antaranya misalnya ketika seorang dia tidak PD karena dia tidak apa namanya atau lagi down misalnya padahal dia punya kemampuan sehingga dia apa ee merasa atau minder kalau bahasa kita apa min minder atau khawatir sesuatu yang kekhawatiran tersebut tidak tidak pas. Kekhawatiran tersebut tidak pas, maka kita boleh menguji dia agar dia bisa menepis kekhawatiran yang tidak benar tersebut. Ya, seperti dilakukan oleh Khadijah radhiallahu anha kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam ee turun dari Gua Hira kondisi ketakutan ya sampai gemetar sampai Rasulullah mengatakan, "Laqod khitu ala nafsi." Sungguh aku khawatir keburukan menimpa diriku. Ada yang mengatakan Rasul sahu alaihi wasallam khawatir gila karena dia bertemu dengan makhluk di dalam gua Hira kemudian dipeluk dan dia tidak bisa berkutik ketika dipeluk sampai tiga kali kemudian disuruh baca disuruh baca ayat-ayat yang menakjubkan sehingga dia menyangka dirinya gila. Maka di situlah Khadijah radhiallahu anha memuji Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalla fallallahi absir la yukzikallahu abada. Sekali-sekali tidak. Wahai suamiku. Kau tidak akan dihinakan oleh Allah selama-lamanya. Kenapa? Innakailur rahim. Kau suka menyambung silaturahmi. Watasduqul hadis. Engkau senantiasa jujur. Watahmilul kalla. Engkau membantu orang yang susah. Wataksibul makdum. Bahkan orang tidak punya penghasilan. Kau kerja untuk memberi memberi mereka. Watrif. Kau suka menjamu tamu. Dan engkau suka menolong orang yang terkena musibah. Orang seperti engkau tidak akan dihinakan. Ya Allah. Ini contoh. Rasulullah mengkhawatirkan suatu yang tidak pas. Rasulullah belum baru aja mau jadi nabi ketika itu. Dan Khadijah punya pengalaman dalam filosofi kehidupan yang dia yang dia dapati di zaman dia dan orang-orang sebelumnya. Bahwasanya orang-orang yang dermawan itu tidak akan dihinakan oleh Allah subhanahu wa taala. Maka dia puji Nabi agar Nabi tidak bersedih. Ini contoh pujian yang dibolehkan ya. Ya. Kalau anak kita misalnya ada kekhawatiran sesuatu kita enggak engkau bisa kok. Kok kemarin di ranking satu sekarang masa takut. bisa insyaallah biillah berdoa sama Allah kau mampu insyaallah seperti kadang kita puji karena dia mengaturkan sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan dia down lagi down kita puji seperti ini puji ini tidak jadi tidak jadi masalah untuk untuk motivasi dia. Misalnya ada seorang ee tidak percaya diri untuk nulis sesuatu padahal dia berilmu. Kita bilang kau punya ilmu ya akhi ente berilmu. Engkau sudah lulus ini. Kau punya kau punya syahadah kau pernah menulis. Kau ceramahmu bagus tulis ilmiah bermanfaat. Nah, memotivasi dia untuk apa? Menulis. Kau punya kemampuan seperti pujian ini bukan buat dia untuk menjadi ujub atau sombong, tapi untuk menghilangkan kekhawatiran dirinya yang tidak pantas. Harusnya dia tidak perlu dia khawatirkan atau motivasi dia untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya atau atau umatnya. Bukan untuk jadikan dia apa? Sombong. Ya. Jadi masalah sekarang anak-anak kita puji tapi lama-lama jadi sombong. Ya, hati-hati dalam pujian anak juga hati-hati ya. Kita harus pertimbangkan jangan sampai dia merasa dirinya hebat sehingga akhirnya dia sombong. Harus kita jadi perlu pertimbangan dalam memuji. Ini salah satu maslahat kita boleh memuji. Di antara salah satu maslahat kita boleh muji untuk mengingatkan orang tentang keutamaan orang ini. Ada orang lain enggak kenal dia siapa, maka kita puji dia. Ya, ini si fulan begini dia masyaallah dia yang begini, dia yang begini. Ya, alhamdulillah dia yang ini, dia yang begini. Jadi orang biar tahu siapa dia sehingga tidak salah bersikap berhadapan dengan orang ini. Tentunya dengan syarat tadi selama orang ini aman dari pujian, kalau dia kemudian jadi sombong atau ujub jangan. Mending dia tidak dikenal daripada dikenal kemudian jadi sombong dan ujub. Kita membinasakan dia, membuat dia bisa terjurumus dalam neraka jahanam. Kalian telah memenggal kepalanya, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, kalian telah mematahkan punggungnya. Attamaduh azzab. Saling memuji adalah menyembelih. Ini kata-kata keras dari Nabi mengerikan. Jadi semua masalah kaitan hati. Karena ujub sombong itu ngeri dalam syariat itu sangat ngeri. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Man lahkul jannata manana fiqbihiqin min kibr." Tidak masuk surga orang dalam hatinya ada kesombongan meskipun seringan zarah. Sedikit aja dia masuk surga. Kata Nabi, kata Nabi dalam meriwayatkan hadis qudsi, q Allahu azza waalla, Allah berfirman, alamatu wahduma. Keagungan adalah selendangku, kebesaran adalah e sarungku. Siapa yang coba-coba ngusik salah satu dari keduanya, mengusikku, ingin menyaingiku, ikut-ikutan sombong, ikut-ikutan merasa besar, qabuhu finar, aku lempar dia di neraka jahanam. Maka tepatlah sabda Nabi, "Kau telah mematahkan punggungnya karena orang bisa jadi sombong dan angkuk." Makanya kalau disebutkan dalam sebuah buku, kalau ada misalnya ulama ceramah kemudian dia bilang sama muridnya, "Gimana ceramah saya tadi?" Bilang aja, "Biasa-biasa aja." Ada ustaz ceramah berkobar-kobar sampai orang semua terpukau. "Gimana tadi khotbah Jumat?" "Biasa aja, Ustaz. Biasa-biasa aja. Jangan bilang, "Ustaz, masyaallah, Ustaz." Oh, masyaallah, Ustaz. Masyaallah. Luar biasa. Saya enggak pernah dengar khotbah seperti ini. Ya, memang khotbah begini baru ini judulnya. Makud, maksudnya akhirnya ustaz jadi kepala besar. Akhirnya kita binasakan dia. Dan betapa banyak orang-orang penjilat-penjilat yang ada mencari keuntungan di balik jilatannya tersebut. Banyak orang seperti itu. Akhirnya hati-hati ya kita mencelakakan ustaz gara-gara kita puji berlebihan sehingga dia merasa dirinya hebat luar biasa. Padahal biasa-biasa aja. Padahal biasa-biasa saja. Tayib. Al Imam Bukhari rahimahullah membawakan hadis. Qala hadasana Muham rahimahullah. Qala hadasana Muhammad Q haddasana Abdul Aziz bin Abdillah. Qala haddasani Abdul Aziz bin Abi Hazim an Suhail an abihi an Abi Hurairat radhiallahu anhu an Nabi sallallahu alaihi wasallam q nikm rajulu Abu Bakrin. Lihat sini Rasulullah memuji Abu Bakar. Kata Rasulullah sebaik-baik lelaki adalah Abu Bakar. Kemudian Rasulullah puji lagi yang lain. Wajulu Umar. Sebaik-baik lelaki adalah Umar. Jadi masing-masing punya kelebihan sisi-sisi yang dimiliki oleh satunya tidak dimiliki oleh yang lain. Nikm rajulu Abu Ubaidah. Sebaik-baik lelaki adalah Abu Ubaidah Ibnu Jarrah radhiallahu taala anhu. Nikm rajulu Usaid bin Khudhair. Usaid bin Khudhair sebaik-baik laki adalah Usaid bin Hudzair Anshari. Nikm rajulu Tsabit bin Qais bin Syammas. Sebaik-baik lelaki adalah Tsabit bin Qais bin Syamas yang dijamin masuk surga oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Wikmar rajulu Muadz ibnu Amr ibn ibn Jamuh. Sebaik-baik lelaki adalah Muadz bin Amrb Jamuh. Ini anaknya sahabat Amr bin Jamuh. Amr bin Jamuh ini sahabat yang dia ketika meninggal di perang Uhud ketika dia sudah tua dan dia pincang, Rasulullah sahu alaihi wasallam memberi dia uzur untuk tidak perang Uhud. Tapi dia dia mendengar siapa yang siapa yang mati dalam perang mati syahid masuk surga. Maka dia pun datang kepada Nabi. Lebih baik dia masih syahid. Dia berkata, "Ya Rasulullah, kalau saya perang dan saya mati, apakah saya akan menginjakkan kakiku yang pincang ini di surga?" Kata Nabi, "Iya." "Dan kau akan injakkan kakimu dalam kaki normal, tidak lagi pincang." Maka dia masuk dalam peperangan kemudian meninggal meninggal dunia. Dia punya anak sudah ikut perangnya bapak enggak usah anak a sudah ikut. Anak dia namanya Muadz bin Amr ibnul Jam. Nanti kita sebutkan tentang kisah nanti. Amr bin Jamuh. Muad bin Amr bin Jam. Kemudian nikm rajulu Muad bin Jabal. Sebaik-baik lelaki adalah siapa? Muad bin bin Jabal. Ya a'lamu asahabah bilal wal haram. Orang yang paling ngerintang halal dan haram maknya Muad bin bin Jabal. Dia yang meriwayatkan hadis alhalalu bayyin wal haramu bayyin winahuma umur musyabihat. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Yang halal jelas, yang haram jelas. Di antara keduanya adalah perkara-perkara yang syubhat." Yang Nabi mengirim Muad bin Jabal untuk berdakwah di Yaman. Berdakwah lama. Subhanallah. Radhiallahu taala anu. Meninggalkan kota Madinah demi untuk dakwah. Rasul mengatakan, "Innaka tati kauman ahla kitab." Engkau akan mendakwahi kaum ahlul kitab. Yaitu harus punya silah, punya senjata, punya ilmu untuk berdiskusi dengan dengan mereka. Setelah itu Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Qala wabarajulu fulan." Seburuk-buruk lelaki si fulan. Rasulullah sebut nama wabarajulu fulan. Sebaik seburuk-buruk laki si fulan. Hatta adda sabaah. Sampai Rasulullah sebut tujuh orang orang-orang yang lelaki yang buruk. Bab ini di antaranya yang mau kita sampaikan di sini sisi pendalilannya bahwasanya Rasul sahu alaihi wasallam memuji beberapa sahabat langsung dengan menyebut nama dan riwayat-riwayat menyebutkan Rasulullah memuji mereka di hadapan mereka langsung. Kalaupun tidak di hadapan mereka langsung, maka akan sampai berita itu kepada para sahabat yang dipuji tersebut. Sid Abu Bakar Rasul alaihi wasallam terkadang muji langsung di depan Abu Bakar. Terkadang Rasul sahu alaihi wasallam muji di belakang tapi akan sampai kepada siapa? Abu Abu Bakar Assiddiq radhiallahu taala anhu. Ini tidak mengapa. Karena Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tahu orang-orang ini aman dipuji. Mereka tidak akan terfitnah dengan pujian tersebut. K Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyampaikan itu ada maslahat agar orang-orang tahu siapa sahabat-sahabat ini bahwasanya mereka punya kemuliaan. Harus diketahui kemuliaan mereka. Mereka punya jasa yang besar dalam Islam. Adapun Muad bin Amr bin Jamuh mungkin jarang kita dengar saya bacakan ya dari Siar Alaman Nubala karya Azzahabi rahimahullahu taala tentang Muadz bin Amrb Jamuh. Jadi dari Al-Anshari Alkhazraji dari kaum Anshar dari suku Alkhazraj. Dan beliau yang telah membunuh Abu Jahal. Salah satu pembunuh Abu Jahal siapa? Muad. Ini Muadz bin Amr bin Jamu tib disebutkan dalam kisah di antaranya kisah menarik. Amr bin Jamu radhiallahu anhu orang yang ee dipuji oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika Rasul sahu alaihi wasallam ee datang kepada Bani Salimah, Rasul Sallahu Alaihi Wasallam bertanya kepada mereka, "Man sayyidukum?" "Siapa pimpinan kalian wahai Banu Salimah?" Kata mereka, "Aljad bin Qais illa annahu bakhil." Yang orang paling hebat di antara kami pemimpin kami, Jad bin Qais. Hanya saja dia bakhil. Hanya saja dia apa? Pelit. Kata Rasulullah, "Penyakit mana yang lebih parah daripada penyakit apa?" Pelit. Penyakit pelit repot. Maka Rasulullah bilang, Rasulullah mengatakan, "Bal sayyidukum amr jamuh." Maka seharusnya pemimpin kalian adalah Amr bil jamuh. Amr bil jamuh. Karena dia orang yang mulia dan tidak bakhil. Orang bakhil ini kita ini mungkin bisa berkawan dengan penakut. Mungkin kita mungkin bisa berkawan dengan orang yang pemarah mungkin. Tapi kalau berkawan sama orang pelit, penderitaan. Orang pemarah okelah dia marah-marah sekali. Kita bisa, kita bisa inilah bisa ngontrol diri. Tapi kalau sama pelit repot repot sama orang pelit. Sampai ada seorang kawan saya kenal dia juga saya kenal pelit. Kawan cerita si fulan, Ustaz, si fulan nih masyaallah ustaz. Suatu saat dia ngundang kami makan ke restoran. W kami sudah bahagia. Wah, tumben nih sepelit ngundang kita makan ke restoran. Sampai makan restoran sudah makan-makan. Pas waktu bayar dia bilang, "Aduh, dompet saya lupa." Akhirnya bayar sendiri-sendiri. Zaman dulu belum ada kiris. Zaman dulu dia lupa apa. Dompet. Jadi kalau sama yang selain pelit mungkin masih bisa lah. Tapi kalau pelit repot hidup sama orang pelit apa? Susah dia pelit di luar di luar dari dugaan kita pelitnya luar luar biasa. Tib kata Rasulullah balidukum amil jamuh pimpinan kalian harusnya bil jamu bukan si fulan. Si fulan pelit tidak pantas. Penyakit apa yang lebih daripada pelit? Pelit itu adwaudda penyakit yang paling parah. Ya. Dan Amr bin Jamuh ini kisah dia masuk Islam. Jadi dia dulu punya punya berhala yang spesial dia sayangi Tuhan dia ya. Di taruh di rumahnya namanya manat. Berhala namanya manat. Dia perhatian sama berhalanya. Dia kasih dia bersihkan, dia kasih parfum. Dia perhatian sama berhala ini. Ini berhala spesial. Karena mereka kan punya Tuhan banyak. Di sekeliling Ka'bah aja 360 berhala zaman itu. Dan masing-masing juga punya Tuhan di rumah masing-masing. Jadi punya Tuhan spesial dinamakan mana dia kasih Pak Rasul. Ternyata anaknya masuk Islam terlebih dahulu. Muad bin Amr yang kita sedang bahas ini nikm rajulu Muad bin Amr bin Jamuh. Sebaik-baik lelaki adalah Muad bin Amr bin Jamuh. Maka Muad bin Amr bin Jamuh anaknya ini pengin ayahnya masuk Islam. Amr bin Jamu masuk Islam. Gimana caranya? Maka dia sepakat dia dan kaum ansar yang lain, anak-anak muda yang anak muda cerdas ini. Muad bin Muad bin Amr bin Jamu anaknya. Kemudian Muad bin Jabal radhiallahu anhu dan beberapa pemuda kaum Anshar. Maka mereka pun bikin trik malam-malam mereka ambil patungnya bapak bapaknya ini Amar bin Jamu diambil kemudian dilempar di sebuah buuah lubang isinya kotoran nyempar situ. Kemudian dia bikin patungnya kebalik kepalanya di kotoran tersebut wajahnya di kotoran. Ee pagi-pagi hari bapaknya Amr bin Jamur radhiallahu anhu cari mana tuhan saya ini cari enggak ada dia cari dia cari muar sana mu dapat tuhannya lagi kecemplung ke kotoran orang buang buang beol di situ ah dia ambil dia cuci Tuhannya biasa Tuhan cuci dia kasih lagi apa parfum dia bersihkan kemudian taruh di tempatnya baru aja tadi diambil kecemplung ke kotor. Kemudian malam berikutnya sama anaknya Muad bin Amrb Jamu sama kawan-kawan ambil lagi Tuhan itu. Mereka sudah masuk Islam belum? Bapaknya belum mereka ambil lagi kemudian lempar lagi ke tempat kotoran. Besoknya lagi Amr bin Jamur radhiallahu anhu lihat mana tuhanku ini gak ada. Cari lagi. Ketemu lagi di tempat yang itu. Dia ambil lagi. Dia sudah jengkel nih. Ambil lagi. Dia bersihkan lagi. Taruh lagi di tempatnya. Habis itu dia ambil pedang. Dia gantungkan di Tuhannya. Dia bilang, "Infsi, kalau kau benar, bela dirimu sendiri. Saya enggak mau ambil lagi di tempat kotoran. Taruh pedang." Ah, bela diri sendiri. Kemudian malam-malam diambil lagi sama nanaknya, dilempar lagi. Diambillah pedang itu, dilepas, diambillah bangkai anjing, diikatkan ke tuan-tuhan tersebut. Kemudian dilemparkan seperti biasa di tempat kotoran. Pagi-pagi loh ke mana lagi nih Tuhan? Dia cari lagi. Dia dapat di tempat yang sama dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Maka akhirnya dia masuk is Islam. Kalau masuk Islam kadang-kadang gara-gara hal apa? Spelen. Ya. Saya pernah cerita ada kawan yang dia masuk Islam. Dia cerita dia sebab dia masuk Islam, sebab temannya masuk Islam. Gara-gara temannya lagi nyetop bis di depan pabrik pembuatan Tuhan ada outlet gitu tuh yang bikin Tuhan orang mahat dan dia penyembah berhala. Dia stop bis enggak datang dia balik lihat itu orang bikin tuan kurang ajar ada tuan setengah jadi diinjak gini kata dia meskipun setengah jadi jangan begitu dong katanya meskipun tuhannya belum apa belum jadi. Akhirnya dia mikir iya to Tuhan dibikin sendiri diinjak-injak kemudian kita sembah akhirnya dia berubah masuk is Islam gara-gara hal sepele. Ada seorang juga sering keluar di YouTube terkenal bicara tentang bahasa Arab tentang dia cerita bahwasanya dia sempat murtad. Sempat murtad. Dia masuk Islam gara-gara apa? Masuk Islam gara-gara dia dimimpikan oleh Allah Subhanahu wa taala. Kemudian terjadi. Jadi dia jadinya ateis bukan murtad. Ateis tidak percaya sama Tuhan. Tapi se Allah ingin kebaikan bagi dia. Beberapa kali dia mimpi jadi berapa dia mimpi jadi sampai terakhir dia mimpi bapakmu sakit dia bangun. Terus dia pergi. Pergi di jalan tahu-tahu pas ketemu kakaknya atau adiknya sedang bawa bapaknya ke rumah sakit. Ketemu di jalan, mau ke mana? Bapak sakitlah. Iya. Ini kita mau bawa bapak ke rumah sakit. Dia bilang, "Enggak mungkin ini semua terjadi dengan kebetulan. Pasti ada Tuhan di balik ini semua." Masuk kembali lagi masuk is Islam. Tib. Jadi akhirnya Amr bin Ja masuk Islam ya. Anaknya ini yang apa namanya? Yang bikin dia masuk Islam namanya Muad bin Amr bin Jam'uh. Ini sama seperti kisah disebutkan oleh para ulama orang Arab dahulu kalau mereka safar mereka bawa Tuhan mereka. Mereka bawa mereka sembah. Nanti safar mereka simpan lagi bawa lagi. Nanti sampai selamat mereka buka lagi, mereka sembah. Simpan lagi. Suatu saat Tuhannya hilang jatuh. Tuhannya jatuh maka pimpin kaum, "Ya ayyuhal kaum inna faqat faqatna rbana iltamisbakum." Maka sang pemimpin rombongan kasih tahu, "Bib ee apa kawan-kawan sekalian tuhan kita hilang. Cari-ciri Tuhan kalian. Cari-cari mereka cari." Karena kalau mereka enggak bawa Tuhan, mereka khawatir celaka. Tuhan itu harus dibawa terus. Ya, carilah Tuhan yang cari cari cari. Enggak dapat. Akhirnya ada yang satu bilang, "Eh, dapat dapat dapat." Ya, mirip-miriplah kisah berhala. Seperti juga kisah seorang disebutkan oleh dalam buku-buku sejarah ada seorang dia ingin nyembah berhala. Ketika dia sudah sampai di berhala, ternyata berhalanya lagi dikencingi sama anjing sama serigala. Maka dia bilang, "Arabun yabulaniqat alaihib." Apakah ada Tuhan dikencingi oleh anjing kepalanya? Sungguh hina Tuhan yang dikencingi oleh anjing. Udah enggak jadi enggak jadi lagi apa? Berhala. Ada yang bikin berhala besar kemudian mau dikeluarin sinar dari sini. Jadi berhala sudah jadi berhala besar sekali. Supaya berhala itu keren, mereka bikin lampu dari mana? dari jidatnya itu diinjak terus di hancurin jidatnya. Wis Tuhan dihancurin jidatnya. Jadi mau dibuat lubang eh Tuhan ente hancurin. Iya mau buat lampu masa dihancurin enggak sopan Tuhan. Apa dihancurin Tib. Nah Amr bin Amr Muad bin Amr bin Jam' dia ini dalam sahihain disebutkan ya dia inilah yang salah satu dari pembunuh Abu Jahal. Disebutkan kisahnya makruf ketika dari Abdurrahman bin Auf radhiallahu anhu ya. Beliau berkata, "In lawafun yaum badrf." Ketika perang Badar aku berdiri di saf eh fadaru aku melihat pasukan. an hadatun asnanuhuma atau haditatin asnanuhuma. Ee tiba-tiba di samping kanan kiriku ada anak muda. Masih muda remaja. Kemudian salah satunya negor aku. Ya ammi atrifu Abu Jahal. Om tahu enggak Abu Jahal yang mana? Qultu nam. Saya tahu Abu Jahal. W hajatuka apa keperluanmu sama Abu Jahalahu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam aku dengar dia memaki Nabi wasam demi Allah kalau saya ketemu dia, saya akan nempel dia dan saya tidak akan lepas kecuali salah satu dari kami meninggal dunia. Subhanallah. Kata Abdullah bin Aufajabalik. Ini anak muda luar biasa. F akar yang samping satunya juga tanya, "Om, Abu Jahal yang mana?" Itu itu saya tahu kenapa emang kenapa ya? Inu eh saya akan bunuh dia. Pokoknya saya akan nempelin dia. Yang mati saya tahu dia. Saya enggak akan pisah kecuali salah satu dari kami akan siapa yang mati duluan. Falam anabartu ila Abi Jahal wahua finas. Tiba-tiba di depan saya lewat Abu Jahal lagi berkeliling dikawal dengan kawal luar biasa. Maka aku berkata kepada mereka berdua anak muda ini, "Ala tarayani." Lihat tuh tuh tuh itu yang kalian cari itu bos Abu Jahal. Qabtahuq mereka langsung mereka cabut menuju Abu Jahal sehingga mereka berdua bunuh Abu Jahal. Setelah mereka berdua bunuh, mereka datang kepada Nabi, "Kami telah bunuh Abu Jahal." Kata Rasulull sallallahu alaihi wasallam, "Siapa yang bunuh di antara kalian berdua?" Ya, mereka bilang, "Kami semua saya bunuh, saya bunuh." Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Bah kalian berdua telah menghapus bekas darah di pedang kalian berdua?" Kata mereka berdua tidak. Rasulullah melihat kedua pedangnya masih ada darahnya. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Kilakuma qatalahu." Kalian berdua telah membunuh Abu Jahal. Ya, dua orang tersebut adalah Muadz bin Amr bin Jamuh dan Muadz bin Afra. Dua pemuda tersebut salah satunya siapa? Muad bin Amr ibn Jamu. Bahkan kata Azzahabi, saya bacakan kisah berikutnya tentang bagaimana cara dia bunuh Abu Jahal yang kata Rasulullah tadi dalam hadis kita, nikm rajulu Muad bin Amr bin Jam. Sebaik-baik lelaki adalah Muad bin Amr bin Jamuh. Kata Muad bin Amr, dan ini luar biasa kata dia, "Ja'altu aba jahlin yaum badrin minni." Ya, aku fokus ketika perang Badar ingin bunuh Abu Jahal. Pokoknya saya harus bunuh Abu Jahal, anak muda tadi. Ya, akhirnya dia ketemu siapa tadi? Abdurrahman bin Auf. Akhirnya ditunjukkan. Falama amkanani ketika saya akhirnya mampu ketemu dengan Abu Jahal. Hamiltu alaihiu. Saya pun hantam pedang kemudian saya potong dia. Maka saya penggal kakinya setengah setengah betisnya. Betisnya saya tebas. Putuslah betisnya akibat pedangku. Wabani ibnuhu Ikrima Ibnu Abi Jahal al atqi. Tahu-tahu anaknya Ikrima. Ikrima nanti masuk Islam ketika itu masih kafir. Ikrimah bin Abi Jahal nanti masuk Islam ketika setelah apa? Fatu Makkah dan kemudian menjadi mujahid dan akhirnya meninggal dalam kondisi syahid kalau enggak salah dalam perang Yarmuk. Maka Ikrimah pun lihat aku potong kaki bapaknya, dia pun hantam aku. Akhirnya kena pundakku. Fatha yadi wqi baqiat muallaqatan bijildatin eh bijambi. Dia potong akhirnya tanganku lepas, tangan kiri mungkin lepas sampai tanganku gantung masih terikat dengan kulit. Jadi lepas tapi belum apa tidak putus. Masih nempel karena ada kulit yang apa? menahannya sehingga membuat aku susah untuk perangqumi dan tetap saya perang meskipun tangan saya tarik-tarik infi. Sementara saya masih tarik-tarik tangan saya di belakang ini tangan kirinya kena dia. Tangan kena, tangan masih perang tatkala tanganku semakin buat aku sakit alaihau alaihata. Kemudian karena sakit saya injak kaki tangan saya kemudian saya tarik sampai lepas. Subhanallah. Sangar atau tidak sangar? Tapi kata apa kata Azzahabi? Hadiahi asyajaah. Inilah demi Allah jago itu seperti ini. Inilah pemberani yang sesungguhnya. La ka akhar. Bukan seperti yang lainnya. Jadi subhanallah. Inilah kisah Amr ibn Muad eh Muadz bin Amr bin aljamuh yang Rasul sahu alaihi wasallam puji dia. Tib kita lanjutkan. Jadi intinya kalau pujian tersebut tidak memfitnah orang yang dipuji maka tidak jadi masalah selama ada maslahat. Hadis berikutnya al Imam Bukhari berkata, "Qala hadasana Muhammad qala haddasana Ibrahim qala haddasana Muhammad ibn Fulaih qal haddasana Abi an Abdullah bin Abdurrahman an Abi Yunus maula Aisyata anna Aisyata qalat radhiallahu anha istana rajulun ala rasulah alaii wasallam kata Aisyah radhiallahu anha ada seorang minta izin ingin ketemu Nabi itu." Assalamualaikum. Faqala Rasulullah. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda kepada Aisyah, "Biul asyirah." Ini orang paling buruk di keluarganya, paling buruk di kabilahnya. Sebelum dia masuk Rasulullah bilang ke Aisyah, "Ini ya Aisyah, ini orang paling buruk di keluarganya bbnul asyirah falamakala hasalah ilaihi." Tatkala orang itu masuk Rasul sahu alaihi wasallam riang kemudian senyum sama orang tersebut. Falama kaj rajul istana akar. Ketika orang itu pergi datang lagi orang lain minta izin. Kata Rasul sahu wasallam, "Nikmaul asyirah ini orang paling baik di keluarganya.Ala ketika orang yang baik ini masuk lam yan ak ternyata Rasul wasam tidak semeringah ketika seperti ketemu dengan yang pertama yang tadi orang buruk." Amis ilaihi ak tidak gembira seperti seperti orang pertama ketika orang kedua keluar aku bertanya Rasulullahi tadi orang pertama kau bilang dia orang buruk di keluarganya tapi kau sama dia senyum-senyumlulanin maam ar't mlahu sementara orang kedua kau bilang dia orang buruk tapi ketika kau orang yang kedua orang baik paling baik di keluarganya tapi waktu ketemu engkau tidak semeringah atau tidak ee tidak apa senyum-senyum seperti orang pertama. Tentu Rasulullah ada maslahat ya ada maslahat yang belilakukan. Tapi Rasulullah komentar yang pertama kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Ya Aisyah inna minyarinasi manutqiyahi." Ya Aisyah, orang yang paling buruk adalah orang yang dijauhi karena kata-katanya yang buruk, perkataan yang kotor. Kalau dijauhi gara-gara itu, ini orang paling buruk di sisi Allah Subhanahu wa taala. Tib. Di sini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam melakukan namanya almudarat. Ada dua hal. Satu namanya almudarat, satu namanya almudahanah. Yaitu basa-basi. Kalau bahasa kita apa? Basa-basi. Almudarat yaitu kita basa-basi. Kita menggugurkan sebagian hak duniawi kita demi kemaslahatan. Itu namanya almudarat. Ya. Sama orang jahat kita baik ya. kita senyum supaya ya mungkin kita selamat dari dia atau supaya dia menjadi lebih baik ya atau kita intinya kita meninggalkan sebagian hak kita. Kita punya hak untuk marah tapi kita enggak jadi marah misalnya demi kemaslahatan. Ya namanya mudarat. Ini tidak jadi masalah. Bahkan perlu dalam dakwah basa-basi ee terhadap orang dalam dakwah selama kita tidak menjatuhkan atau menumbalkan agama. Seperti misalnya kita berdakwah depan kita ada orang, saya kadang dakwah ada keluarga merokok depan saya. Saya sampai saya tahan aja. Tapi saya enggak mungkin bahas rokok. Saya bahas yang lain dulu ya. Saya tahan. Ya sebenarnya kan saya bisa marah cuma saya tahan. Saya bahas yang lain ya supaya dia ngerti yang perkara lain meskipun dia merokok ya. Tapi saya tidak bilang rokok itu halal. Enggak. Kalau saya bilang rokok halal namanya mudahanah. atau saya bermaksiat demi kemaslahatan namanya muda mudahan. Enggak saya menahan diri saya menunda pembahasan tentang rokok karena ada bahas-pembahasan lain yang ingin saya bahas. Demi kemaslahatan dakwah ini tidak jadi masalah namanya mudarat. Adapun almudahanah, almudahanah itu kau basa-basi tapi kau menumbalkan agama. Misalnya ada orang lagi main musik, kita pengin dakwahi dia. Kemudian kita, "Gimana, Ustaz? Musik." Oh, halal. Halal. Gak apa-apa. Itu namanya mudahanah. Saya pengin ambil hati dia, tapi saya menumbalkan apa? Agama. Enggak boleh ya? Atau kemudian, "Coba saya juga bisa main kok." Sini-sini kau main lagu apa? Saya lebih jago dari kau. Ah, ini se lebih parah lagi seperti ini. Atau kemudian kita mau dakwah masuk ke diskotek ikut joget sama orang-orang di diskotek ikut kepalanya ikut goyang. Nah, ini namanya kita menumbalkan agama. Meskipun alasan dengan maslahat yang yang baik. Ini namanya mudahan. Enggak boleh. Mudahan enggak boleh. Atau kita sedang mendakwai orang Nasrani kemudian kita ingin ambil hati dia kemudian dia bilang, "Bukankah yang diajarkan oleh bahwasanya Tuhan itu tiga baik? Tuhan ada tiga itu baik." Terus kita bilang, "Ya baik juga leh, enggak boleh. Itu berarti kita mudahana. Kita harus tegas. Oh, enggak enggak enggak benar. Yang benar yang tauhidlah. Meskipun kita senyum, kita ramah, maka gak boleh kita membuat kesan bahwasanya mereka juga benar. Enggak boleh. Saya dapati di sebagian YouTube, saya pernah nonton channel sebagian ustaz diundang di hadapan para pendeta. Kemudian dia bicara dengan mudahanah seakan-akan para pendeta tersebut di atas kebenaran. Ini enggak boleh. Kita bisa berbasa-basi dengan cara yang lain tanpa harus mengesankan mereka di atas apa? Kebenaran. Ini namanya mudahan. Sehingga kita mengorbankan tauhid seakan-akan kita, kita benar, kalian juga benar. Dari sisi tauhid dan syirik. Enggak boleh namanya mudahan hana. Tapi kalau mudarat boleh. mudarat seperti Rasulullah lakukan terhadap orang ini. Orang ini Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan ba ibnul asyirah ini orang paling buruk di kaumnya. Tapi ketika Nabi ketemu Nabi senyam-senyum ya itu tidak jadi masalah karena ada maslahat karena ada mas namanya ee ee mudarat almudarat. Adapun mudahan tidak tidak boleh. Ya, seperti contoh misalnya Rasulullah ketika bayangkan ya, Rasulullah begitu pandai dalam ee menghadapi istri-istrinya. Dia praktisi poligami terbaik ya. Tetapi ketika istrinya melakukan kesalahan, dia tidak mudah. Seperti apa? Seperti ketika Aisyah, Aisyah yang cerita sendiri. Dia cerita tentang kesalahan dia sebagai pelajaran bagi kita. Kalau dia tidak cerita, kita enggak tahu kesalahan dia. Tapi ini karena amanah ilmiah. Aisyah cerita dia pernah salah. Dia pernah berkata kepada Sofiah, karena Aisyah cemburu. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, kata Aisyah radhiallahu anha, innaha qirah. Saofiah pendek. Maka Rasulullah marah ketika itu. Laqti kalimatan bima bahriajat. Wahai Aisyah, engkau telah mengucapkan suatu kalimat gibah, kalimat yang buruk. Kalau dicampur dengan air laut akan merubah air laut tersebut. Rasulullah tidak mengatakan, "Ya, ya memang pendek enggak apa-apa." Enggak untuk menyenangkan Aisyah tidak. Jadi ada saatnya mudarat tapi tidak boleh muda mudahana. Seakan-akan membenarkan kesalahan, melegalkan kesalahan atau menumbalkan agama demi menyenangkan orang lain. Itu enggak boleh. Enggak boleh. Ustaz, rokok halal enggak? Nantilah kita bahas. Tapi jangan bilang, "Iya, halal, enggak boleh. Tapi kalau bilang, "Nantilah nanti itu gampang." Itu gampang. Bahas yang lain dulu. Itu itu tidak mudahan namanya muda mudarat. Tapi kalau kita ingin cari perhatian dia bolehlah nanti aja. Nah, itu namanya kita menghalalkan yang haram. Ini tidak boleh ini tidak boleh. Maka hati-hati dengan mudah hana. Basa-basi boleh tapi mudarat tetap agama dijaga. Tidak boleh membela, melegalkan yang tidak benar ya atau menyalahkan yang sudah benar. Maka tidak boleh. Makanya ketika Jafar bin Abi Thalib ber pergi ke bersama para sahabat berhijrah ke negeri Habasyah karena mereka dilindungi oleh Raja Najasyi yang adil, maka datang Amr bin Ash yang masih kafir ketika itu provokator ketika dia berusaha memprovokator memprovokasi Annajasiyi agar mengusir para kaum muslimin dari negeri Habasyah untuk kembali ke Makkah. Dia cari cara-cara dalam cerita yang panjang akhirnya tidak berhasil. Akhirnya dia punya cara terakhir. Maka dia bilang, "Wahai ya ayyuhal malik, wahai raja innahum yaquuluna fi Isa adiman." Sungguhnya Jafar bin Abi Thalib dan kawan-kawannya telah berucap tentang Tuhan kalian Isa dengan perkataan yang dahsyat yang mengerikan. Yaitu maksudnya orang-orang Nasra mengatakan Nabi Isa adalah putra Tuhan atau Tuhan sekaligus ya. Sementara kaum muslimin mengatakan bukan Tuhan tapi hanya sekedar apa? Nabi. Jadi dia Amr bin As provokasi supaya Najasyi marah karena Tuhannya diganggu kemudian mengusir kaum muslimin. Akhirnya dipanggillah Jafar bin Abi Thalib. Jafar Abi Thalib kemudian rapat. Apa yang harus kita ucapkan? Memuda anak atau mudarat? Gimana sekarang? enggak bisa kabur. Ditanya, "Bagaimana menurut kalian tentang Nabi Isa?" Repot. Akhirnya Abd Jafar bin Abi Thalib berkata, "Kita akan mengucapkan sebagaimana adanya. Biarlah yang terjadi apa yang terjadi. Sudah enggak bisa mudahana lagi." Ini maksud saya jangan sampai gara-gara kita kejebak, jangan sampai gara-gara kita dalam kondisi tertentu, akhirnya kita mudahanah. Mudarat boleh. Mudahan akhirnya kita membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar, ya. Seperti orang datang sama saya, "Ustaz, Wahabi parah ya? Saya enggak bilang iya iya parah. Gak apa-apa supaya ambil hati dia." "Enggak." "Emang Wahabi maksud kamu Wahabi apa?" Tanya dulu wahabi apa maksudnya? Kalau dia bilang wahabi, Syekh Syekh Abdul Wahab. "Oh, enggak. Syekh Abdul Wahab memang ya kita gak boleh gara-gara ingin cari hati manusia kemudian kita menyalah nyalakan apa?" Syekh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu enggak boleh. Sebagian orang karena dia takut dicaci maki, dia bilang, "Saya bukan Wahabi." Padahal dia dulu kakek moyangnya mengaku diri sebagai apa? Wahabi. Enggak boleh. Seakan-akan kita mencela Syekh Muhammad bin Abdul Wahab. Syekh Abdul Wahab punya jasa besar bagi kita. Mengenalkan kepada tauhid dengan detail luar biasa. Kemudian kita, "Oh, enggak enggakya maksud kamu Muhammad Wahab yang mana maksudnya?" Kalau Wahabi maksudnya yang Khariji. Khawarij ya kita bukan. Tapi maksud kamu kalau ada Wahabi maksudnya nisbah kepada Syekh Muhammad bin Abdul Wahab pendiri kerajaan Arab Saudi, maka kita bilang kita cinta orang tersebut, kita hormat sama orang tersebut karena dia ulama, dia punya sama kita. Sebagian orang, Subhanallah ketika ditekan-tekan dia bilang, "Kita bukan Wahabi." Padahal nenek moyang dia dulu mengatakan, "Kami apa? Wahabi. Bukan." Bahkan mereka maju karena mereka dulu wahabi. Sekarang mereka gak. Oleh karena jangan sampai kita mudah. Orang baik kita bilang baik bukan kita ber taasub. Bukan berarti kita kemudian mengatakan dia maksum. Enggak. Syekh Abdul Wahab rahimahullahu taala seorang ulama pejuang punya jasa dan jasanya bagi kerajaan Arab Saudi yang kita juga rasakan sampai sekarang. Dan dia juga bagi kita karena kita belajar buku-bukunya. Namun bukan dia berarti dia nabi tidak punya salah, dia juga punya salah. Kita juga kritik beliau kalau ada kesalahannya. Tapi bukan kita ikut-ikutan orang untuk mencecih maki apa beliau. Enggak. Itu namanya mudahan. Saya hati-hati Tib. Hadis ini dibawakan oleh ee Al Imam Albukhari rahimahullah untuk menjelaskan bahwasanya Nabi memuji orang tersebut. Kata Nabi, "Nikma ibnul asyirah, si fulan tadi adalah orang yang terbaik di kaumnya." Maka ini tidak mengapa kalau ada maslahat. Bab berikutnya, babun yuhsa fi wujuhil maddahin. Bab tanah atau tanah dilemparkan di wajah para pemuji. Di antara sunah adalah melemparkan tanah di hadapan orang-orang yang suka memuji. Almaddah ini orang kerjanya muji-muji. Sering muji-sering. Kalau muji sekali-sekali tentu tidak. Tapi kerjanya cari muka penjilat. Bahkan di balik pujian tersebut dia ingin cari dunia. Dulu ada orang kerja seperti ini. Datang kepada raja muji-muji, muji-muji dikasih duit. Misalnya bikin syair-syair muji-muji dikasih apa? Duit. Ya kalau zaman sekarang mungkin enggak, tapi penjilat. Masyaallah ya dikasih kerjaan jilat-jilat ada orang seperti gini. Haus orang seperti gini lemparin tanah ke mukanya. J kalau sekali-sekali muji ya tidaklah. Tib. Al Imam Bukhari bawakan hadis rahimahullahu taala. Q hadana Muhammad Q hadasana Ali bin Abdillah Q hadasana Abdurrahman bin Mahdi. Qala hadasana Sufyan bin Said an Habib bin Abi Tsabit an Mujahid an Abi Ma'mar qala qajulun yutni ala amir minal umara. Ada seorang memuji seorang amir dari kalangan para amir-amir itu gubernur. Di situ ada Almiqdad bin Aswad radhiallahu anhu. Kalau enggak salah amir yang dipuji ini Utsman bin Affan. Saya lupa ya. Tapi dalam riwayat disebutin jadi dipuji. Dan kita tahu Utsman bin Affan miliki kemuliaan yang banyak tapi ini orang tukang puji muji anta amir anta begini engkau begini engkau begini engkau begini. Almiqdad bin Abil Aswad radhiallahu anhu. Sahabat tahu hadis ini. Faja'al miqdadu yaht fi majhit turab fiwa waj turab. Ya. Maka Migdad pun ambil tanah lempar ke muka orang tersebut. Kemudian dia berkata, "Amar Rasul sahu alaihi wasallam fiujiladah." Rasulullah telah memerintahkan kami untuk melempar tanah di muka orang yang suka puji-puji. Dipuji. Riwayat yang mirip al Imam Bukhari mapatkan hadis berikutnya. Q hadana Muhammad Q hadana Musa bin Ismail Q hadana Hammad an Ali bin Al Hakam an At aha bin Abi Rabah rajulan yamdahu rajulan ibn Umar ada seorang muji orang lain di sit Ibnu Umar Ibnu Umar maka Ibnu Umar melempar tanah ke arah mulutnya waqala kemudian Ibnu Umar berkata q Rasulullah sallallahu alaihi wasallam wasallam bersabdain kalau kalian melihat orang tukang puji-puji lemparkanlah tanah ke wajah mereka. Ya. Dan ini adalah wasiat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Para ulama khilaf tentang apa makna ee melempar tanah ke wajah orang tukang puji-puji. Kata Ibnu Hajar rahimahullah, walil ulama fihi lil ulama fi khamsatu aqwal. Ada lima pendapat. Pendapat yang pertama adalah sesuai dengan zahirnya. Ini dilakukan oleh Almiqdad. Dilakukan juga oleh Ibnu Umar. Benar-benar dilemparkan tanah ke wajah tukang puji-puji tersebut. Yang kedua maksudnya adalah alkhaibah walman. Ya, dengan kita katakan maksudnya bukan lempar tanah, tapi maksudnya ini hanya sekedar kinayah. Maksudnya kau muji-muji saya, kau enggak dapat apa-apa tuh. Ambil tanah tuh kalau kau mau. Adapun duit saya enggak akan kasih. Jabatan enggak muji-muji. Enggak ada jabatan ya. Ya, karena puji-pujian dia ada keperluan, maka maksudnya tidak dapat apa-apa. Atau maksudnya turab, maksudnya mulutmu itu penuhi dengan tanah. Mulutmu penuhi dengan apa? Tanah. Ya, karena dia muji-muji dengan mulut, mulutmu dipenuhi dengan tanah. Ada yang mengatakan pendapat keempat maksudnya ini terkait dengan orang yang sedang dipuji. Ya, ambil tanah kemudian kita lemparkan kepada bukan yang muji tapi yang dipuji. Kita bilang ingatkan kepada dia, "Kau tuh dipuji-puji habis sesungguhnya kau adalah tanah dan berasal dari tanah dan kau akan menjadi ta tanah kembali." Jadi jangan ter makan jangan terkena terfitnah dengan pujian tersebut. Pendapat kelima maksudnya dikasih dikasih dengan apa yang dia minta ee untuk menghinakan dia. Nih ambil hah kau pengin duit kan nih nih nih muji berhenti puji-puji ni ambil duit nih karena untuk menghina dia. Karena dia muji-muji karena ingin cari apa sesuatu ya sudah kasih aja kasih pergi-pergi. Nah seperti itu. Ini lima pendapat. Pendapat mana yang lebih benar? Wallahuam bawab. Pendapat pertama. sesuai dengan zahirnya. Karena itu dipraktikkan oleh sahabat Almiqdad Aswad dan dipraktikkan oleh Ibnu Umar radhiallahu anhum ajmain. Ketika melihat ada orang muji-muji dilemparkan tanah. Dan itu faedah banyak faedah dengan tanah tersebut ya. Bahwasannya ya mengingatkan kepada orang yang dipuji bahwasanya dia terbuat dari apa? Ta tanah atau mengingatkan orang yang muji yang kau puji ini hanya dari tanah. Jangan berlebihan dalam memuji ya. Atau untuk mengingatkan mulutmu enaknya dimasukin tanah karena kau merusak saudaramu. Karena kau muji-muji dia bisa merusak dia. Bagusnya mulutmu dimasukin apa? Tanah. Wallahuam biswab. Tapi intinya bahwasanya ya ee adapun yang mentakwil maksudnya rugi kau jangan dikasih apa-apa sehingga dia merasa rugi dengan pujian-pujiannya. Dia ingin memuji menjilat tapi dia tidak mendapatkan apa-apa. Mereka takwil sebagaimana dalam hadis Rasulullah sahu alaihi wasallam mengatakan, "Idza jaaka yatlubu tsamanal kalbi famla kafahu turaban." Kalau ada orang jual anjing terus dia minta ee uang beli anjing tersebut, maka jangan kasih duit, kasih aja tanah karena anjing tidak dijualbelikan. Nih kasih tanah. Seperti juga kata Rasulull sahu alaihi wasallam, walil akhiri hajarun. Bagi orang yang berzina, dia tidak dapat anak yang dinisbahkan kepada dia. Meskipun anak tersebut secara gen adalah keturunan dia secara biologis anak dia. Tapi karena hasil zina, maka dia tidak dinisbahkan anak tersebut kepada dia. Kata Nabi, walil akhiri hajarun. Bagi pezina cuma dikasih batu. Bukan dikasih batu-betulan maksudnya dia tidak dapat apa-apa. Ini yang menjadikan se ulama mentakwil makna hadis ini. Tapi yang benar zahirnya bahwasanya orang kalau tukang puji-puji berlebihan, kita lemparkan tanah di depan apa? mukanya ya, di depan mukanya bukan dimasukin ke wajahnya depan dia biar dia lihat tanah di hadapannya. Dan ini menunjukkan bagaimana bahayanya pujian-pujian karena bisa merusak jiwa seseorang ya maka Rasulullah suruh ingatkan dengan melempar tanah dan dipraktikkan oleh para sahabat. Tib hadis terakhir pada pembahasan kita kali ini. Al Imam Bukhari berkata, "Qala hadasana Muhammad qa hadasana Musa qal hadasana Abu Awanah an Abi Bisyr an Abdillah bin Syaqiq an Raja bin Abi Raja an Mihjan alaslami. Qala Raja aqbaltu maa Mihjan data yaumin." Kata Raja, "Aku datang bersama Mihjan suatu hariantahina ila masjidi ahlil basrah sampai kami tiba di masjid ahlil Basrah yaitu di Basra. Faidza Mihjan ini sahabat radhiallahu anhu. Mihjan al-Aslami radhiallahu anhu. Kami saya kata Raja eh tabiin. Saya berjalan bersama Mihjan sampai di masjid ahlul Basrah. Faid buraidatu alaslamiyu ala babin min abwabil masjid jalisun. Tiba-tiba ada sahabat lain namanya Buraidah al-Aslami. Dia sedang duduk di salah satu pintu masjid. Q wana fil masjid rajulun yuqahuqbah yutilusah. Dan di masjid ada seorang imam namanya Saqbah dan dia salatnya panjang. Falamahina masjid wa alaiha burdah. Tatkala kami tiba di masjid dan situ ada sahabat Burdah. Wakana Buraidau mizahat. Dan Muraidah orang suka canda sama teman-temannya dia suka mizah. Maka dia bercanda. Dia bilang, "Ya Mihjan." Wahai Mihjan. Ditanya sahabat yang lain, Mihjan Alaslami. Ee atusoli kama yusolli sakbah. Kau kalau jadi imam seperti si sakba ya maksudnya imam lama. Falam yarudda alai mihjan. Dia bercanda dan Mihjan tidak jawab. Waraja'a qala qala Mihjan inna rasul sahu alaihi wasallam akhaza biyadi. Kemudian Mihjan bercerita sebagai jawaban. Artinya orang ini salatnya panjang. Kau salat kayak dia enggak. Tentunya ini sebentuk ingkaran karena Nabi tidak salat seperti orang yang terlalu lama. Makanya Buraidah candain siapa? Mihjan. Karena mereka berdua sahabat. Mereka tahu gimana salatnya siapa? Nabi. Kalau jadi imam enggak mungkin lama-lama. Nabi lama kalau di rumah sendiri. Tapi kalau jadi imam beliau tidak lama-lama. Makanya dia candain Mihjan. Dia bilang, "Eh, kamu salat, engkau salat seperti dia ya, si Sabah." Tapi Mihjan tidak jawab. Kemudian dia cerita sebagai bentuk jawaban. Dia berkata, "Inna rasul sahu alaihi wasallam ak biyadi." Sesungguhnya Rasul sahu alaihi wasallam pernah memegang tanganku membawa pergi aku. Fantolqna namsi hattana uhudan. Kami pun berjalan sampai kami naik Gunung Uhud. Dan ada sahabat-sahabat yang pernah diajak Nabi naik ke Gunung Uhud. Di antaranya ini Mihjan. J Abu Bakar, Umar, Utsman ya. Ada sekitar tujuh sahabat yang pernah diajak Nabi ke atas gunung. Eh faasyrofa alal Madinati. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam mengarah ke arah Madinah. di atas gunung Uhud. Rasulullah ke arah Madinah. Rasulullah berkata umat minqatin ahunjalin abakan. Ya, kasihan kota Madinah. Suatu saat penduduknya akan meninggalkannya padahal lagi ramai ya. Ketika datang Dajjal, ketika datang apa? Dajjal itu. Dajjal ketika datang dia tidak bisa masuk kota Madinah. Setiap masuk, setiap pintu Madinah ada malaikat yang menjaga. Maka dia tidak bisa masuk. Tapi orang-orang pada keluar ketemu Dajjal. Yang paling banyak keluar dari penduduk Madinah, orang munafik semuanya keluar ketemu Dajjal. Di antaranya juga para perempuan-perempuan yang kepoh-kepoh pada pergi ketemu apa? Dajjal. Sampai Rasulullah mengatakan seorang seorang di orang saleh di penduduk di Kota Madinah akhirnya dia ikat ibunya. Dia ikut, dia ikat adik perempuannya, kakak perempuannya, dia ikat tantenya supaya tidak pergi ketemu apa? Dajjal. Karena dajal bikin fitnah yang luar biasa. Rasulullah mengatakan, "Jika kalian mendengar Dajjal, falyana'a anhu, jauhilah dia. Jangan datang. Gak usah ketemui dia." Beda kalau dia sudah datang. Tapi kalau dia bisa menghindar, menghindar karena fitnahnya luar luar biasa. Itu zaman sekarang aja ada berita-berita pengin tahu ya. Apalagi nanti seperti Dajjal datang hari menjelang hari kiamat dia bisa menurunkan hujan. Dia bisa membuat tanah yang tandus menjadi hijau. Luar biasa ya. Bahkan bisa menghidupkan yang mati. Tapi orang pada ikut nonton YouTube semua mungkin pada pengin tahu entah nanti wasilah seperti apa di zaman akhir zaman. Tapi artinya orang mendengar pada pengin tahu. Sementara kalau ketemu dia bisa terfitnah. Apalagi zaman akhir zaman mungkin ilmu semakin hilang, peringatan semakin enggak ada. Karena dajal baru muncul ketika sudah tidak disebut di mimbar-mimbar sehingga orang sudah lupa siapa Dajjal ini. Ya, saking hilangnya ilmu sehingga orang mudah terpengaruh. Makanya kata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, "Kasihan kota Madinah di akhir zaman lagi orang ramai kemudian Dajjal muncul, mereka keluar meninggalkan kota Madinah untuk ketemu siapa?" Dajjal. Kemudian tuman hadar hatta kunna fil masjid. Kemudian Rasulullah pun turun. Kami tiba di masjid roa Rasulullah sahu al wasallam rajulan yusolli waasjudi waarka. Rasulullah melihat ada seorang lelaki yang sedang salat yang sujud dan rukuk. Kelihatannya orang ini salatnya lama. Faqala. Maka rasul sahu alaihi wasallam berkata. Faqal. Rasulullah berkata kepada Mejan, man hadza? Siapa orang ini? Faak utrihi. Maka saya pun puji dia. Puji orang ini yang mungkin ibadahnya rajin salat. Salatnya lama. Faqulu ya Rasulullah H fulan aku katakan ini si fulan wqala kata Rasul sahu alaihi wasallam amsikuat fatahlikahu apa jangan jangan kau banyak puji dia nanti dia bisa dengar pujianmu kau binasakan di itu gara-gara kau pujian nanti dia bisa binasa gara-gara mendengar apa pujianm qala fantalaqa yamsi kemudian rasul sahu alaihi wasallam berjalan hatta aa hujarii Ketika Rasulullah sudah sampai tiba di dekat rumah-rumahnya, rumah-rumah istri-istrinya. Lakinahu naf yadai yaq. Kemudian dia melepaskan tangannya dia tidak lagi pegang aku. Kemudian dia berkata, "Inna khair dinikum aisaruhu." Sebaik-baik agama kalian yang paling mudah. Inna khair dinikum aisaruhu. Sebaik-baik agama kalian yang paling mudah. Salasan tiga kali Rasulull sahu alaih wasallam sebutkan. Ini kisah hadis yang panjang. Saya ingin sampaikan aja kesimpulannya. Kesimpulannya ada orang namanya Sabkah. di Masjid Ahlil Basrah ibadahnya kalau salat panjang panjang sekali dan itu bukan kebiasaan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Makanya Mihjan ketika sampai di pintu masjid ketemu dengan Buraidah. Buraidah sahabat dan mereka berdua sahabat. Mereka tahu bagaimana salatnya Nabi. Dan Muraidah suka bercanda sehingga dia candain Mihjan. Kau salat seperti dia ya panjang-panjang tentunya tidak ya. Akhirnya Mihjan tidak jawab. Kemudian dia cerita tentang dia pernah pergi sama Nabi sallallahu alaihi wasallam ke Gunung Uhud. Kemudian turun. Ketika kami turun, lihat ada seorang salatnya lama. Kemudian saya pun puji dia. Ini jadi perhatian kita sisi hadis ini. Saya pun puji dia. Kata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, "Jangan kau puji dia. Kau dengarkan pujianmu nanti dia binasa." Hati-hati. Jadi kalau ada orang tidak aman dipuji, maka jangan puji. Kita lihat orang ini makan puji sedikit. Dipuji langsung wah saya ah itu jangan puji dia. Kalau bisa malah jangan sekali-sekali puji. Karena kita tahu orang ini begitu dipuji langsung kepalanya besar. ini jangan dipuji. Maka rasul bilang, Rasul bilang, "Jangan puji dia. Jangan sampaiu, jangan sampai kau mendengarkan dia dengan pujianmu fatahlikahu, maka kau binasakan dia." Kemudian Rasul sahu al wasallam ingatkan orang ini salah, salatnya terlalu lama. Meskipun dia baik, terak Rasulullah mengatakan, "Inna khairikum aisaruhu." Sebaik-baik yang lain yang mudah. Sebaik-baik agama adalah yang mudah. Maka Rasulullah mengatakan, "Innaal apa namanya? Addinu yusrun. Agama itu adalah mu mudah. Ini peringatan p kita. Agama tidak bermaksud menjadikan kita susah. Tetapi kesusahan itu ada dua. Kesusahan yang tidak bisa kita tinggalkan karena dia terkait dengan ibadah tersebut seperti bangun malam ya ada susahnya melawan rasa kantuk. Kemudian kita bangun waktunya tidur kita bangun berjalan ke masjid. Ya namanya kita ke masjid disyariatkan ada kesusahan-kesusahan tersebut semuanya bernilai. seperti umrah ada susahnya. Tahu-tahu masuk, tahu-tahu ternyata ramai, ya sudah terpaksa kita tawaf. Ramadan lalu sampai ada yang tawaf-tawaf aja 6 jam ada Ramadan lalu. Ini namanya almasyaqah, kesulitan yang tidak bisa kita hindari. Inilah yang kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, ajruk ala qadri nasobik. Pahalamu sesuai dengan kadar kesulitanmu. Paham? Bukan kesulitan yang kita cari-cari, tapi memang dia tetap ada karena tidak bisa kita hin hindari. Ini yang kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Pahalamu sesuai dengan keletihanmu. Seperti Nabi katakan kepada Aisyah radhiallahu taala anha, kita puasa rasa lapar nahan itu kan susah. Itu susah itu dapat pahala. Ya. Kesulitan yang kedua yang dilarang yang kata Rasulullah agaknya ringan. Kesulitan yang dicari-cari tidak disuruh susah kita malah cari su susah. Seperti salat semalam suntuk. Ada seorang mengatakan ini la usolli wala anam. Saya akan salat saya tidak tidur. Ini tidak disuruh dalam syariat. Memang dia susah tidak tidur susah. Ini dilarang. Sampai Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Man raiba sunnati." Siapa yang benci kepada sunahku? Orang yang salat semalam suntuk tidak tidur, kata Nabi, "Dia benci dengan sunah Nabi." Orang yang pengin ibadah tidak nikah, kata Rasulullah, dia benci kepada sunahku. Orang yang berpuasa tidak pernah berbuka, kata Rasulullah, dia benci kepada sunahku. J di sini kita tahu benci kepada sunah ada dua model. Pertama, kita tidak mau melakukan sunah Nabi. Namanya benci kepada sunah Nabi. Apa sunah Nabi? Benci. Yang kedua, kita modifikasi sunah Nabi karena kita tidak suka karena sunah Nabi kelihatannya kurang sempurna, kita tambah-tambahin. Itu juga dianggap oleh Nabi sebagai benci kepada sun sunahku. Paham? Seperti ada orang tawa umrah, dia tawaf dua rakaat setelah tawaf. Setelah sai, dia juga salat. Salat dua rakaat setelah sai. Kita bilang, "Enggak benar. Sunah Nabi cukup. Tidak ada namanya salat dua rakaat setelah apa? Setelah saya." Kalau kau nambah-nambah seakan-akan kau tidak suka dengan sunah Nabi. Maunya kau bikin ajaran sendiri. Paham? Nah, sebagian orang cari-cari susah ya dan ini melisi sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sebenarnya umrah, umrah kok biasa. Maka dia bikin umrah yang aneh-aneh supaya kelihatannya bisa syahdu bisa sampai kemudian misalnya sengaja tawaf sai 6 jam. Ini dari mana? Seperti ini tidak ada sunahnya kemudian berpanjang-panjang doa di di Mas'ah, di Safa dan Marwah sampai lama sekali. itu enggak ada sunahnya. Kita silakan doa, tapi tidak dikatakan sunah memperpanjang doa di Safa dan Marah sampai 2 jam. Enggak ada. Nabi dulu umrah tidak demikian. Sahabat umrah juga tidak demikian. Ah, kalau cepat-cepat enggak kerasa supaya kerasa dibuat lama-lama. Ah, ini kau benci sunah Nabi. Namanya benci sunah Nabi. Pengin cara umrah yang beda yang supaya bernilai sehingga dibuat lama-lama. Ini berarti benci sama sunah Nabi. Saya berusaha mencari pendapat tentang sunahnya berpanjang-panjang doa. Gak ada pendapat itu. Kalau diang boleh, boleh, boleh saja. Sesekali seorang ingin panjang doa boleh sesekali. Tapi kemudian ramai-ramai dibuat suatu sunah yang berlaku. Kalau doa harus panjang-panjang. Ini enggak ada sunahnya. Yang ada dalam buku Syiah. Buku Syiah tulis di antara sunah adalah berpanjang doa di di Safa dan Marwah. Ini tidak cocok dengan apa sunah. Ini disebut juga benci dengan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, ada sebagian orang sengaja pengin jalan. Ya, jalan mau dihaji gak mau naik kendaraan. Mau jalan jalan jalan jalan terus jalan jalan. Ada anak kecil, ada orang tua, Rasulullah tidak suruh engkau seperti ini. Enggak. Beda kalau ternyata kasusnya tidak ada mobil, tidak ada fasilitas mobil macet, ya jalan. Kalau sengaja ada mobil enggak mau pakai mobil, kemudian jalan susah jauh-jauh, ini enggak benar. Seperti ada seorang sahabiat yang dia bernazar untuk berhaji berjalan. Maka Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Innallahun anzi ukhtika nafsaha." Sesungguhnya Allah suruh dia naik kendaraan. Wal wal tarkab suruh dia naik kendaraan. Rasulullah bilang kepada sahabat, kepada saudari perempuannya, "Suruh saudari perempuan naik kendaraan. Sesungguhnya Allah kaya tidak butuh dengan sikap saudarimu yang menyiksa dirinya." Ya, maksud saya kadang-kadang seorang supaya suasana lebih anu, dia rubah-rubah sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dibuat susah-susah, dibuat berat padahal enggak berat. Enggak seperti itu. Itu berarti dia enggak suka sama sunah Nabi. Seperti orang tadi salat sama langsung enggak mau tidur, ini benci sama sunah Nabi. Lain halnya dia enggak bisa tidur habis minum kopi double espresso tiga gelas yang ya sudah daripada dia bengong dia salat lain cerita. Sama seperti seorang misalnya di Muzdalifah sunahnya tidur. Sunah Nabi tidur. Kalau bisa tidur dapat pahala. Dia enggak bisa tidur ternyata ada asap kendaraan. Bolehkah dia salat? Boleh saja enggak ada. Tapi jangan dikatakan sebagai sun sunah. Ya, seseorang mungkin lagi pengin banyak masalah kemudian dia pengin berdoa di Safa Marwah. Dia panjangkan boleh. Tapi bukan dikatakan sun sunah. Tapi dibuat suatu aturan baku. Kalau Safa Marwah harus sampai berjam-jam. Ini dari mana sunah seperti ini? Lihat bagaimana kisah Nabi ketika beliau berhaji. Beliau pergi ini kemudian balik dalam waktu yang singkat. Bukan bersengaja lama-lama ya, apalagi sengaja. Sampai ada sebagian neka jalan kaki dari hotel ke Mina jalan kaki dari sini jalan kaki. Begitu pergi ke Muzdalifah naik kendaraan macet. Justru kadang yang paling penting itu ya yang yang kalau kalau bisa malah justru kalau takut macet jalan kaki aja ke Muzdalifah. Yang dari hotel ke Mina ngapain? Jalan kaki Rasulullah aja naik apa? Kenda kendaraan. Mau saya jangan sampai seorang gara-gara merasa kalau seperti ini kurang pas kemudian dia rubah-rubah agama. Seperti juga ada seorang sampai nekad berfatwa, boleh perempuan iktikaf di rumah. Mungkin dia pikir dengan ada perempuan kumpul iktikaf di rumah, dia bisa bikin program supaya bermanfaat bagi perempuan. Tapi ini menyelisihi sunah. Itu namanya benci sama sunah Nabi. Tidak ada iktikaf di rumah. Paham? Oh, maslahat banyak ustaz dengan perempuan kumpul di rumah kasih program mereka bisa kumpul bareng-bareng mungkin bisa nangis bisa apa. Heh, sunah Nabi sudah ada. Jangan melewati sunah apa Nabi. Itulah namanya bidah. Tidak cocok dengan sunah yang Nabi ajarkan. Kemudian rubah-rubah supaya lebih cocok menurut dia metodenya lebih bagus daripada metode Nabi sallallahu alaihi wasallam. tersebut benci kepada sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena ada orang seperti itu. Ini rusak seperti ini ya, rubah-rubah agama karena kurangnya ilmu sehingga kemudian membuat metode-metode yang kemudian supaya menyenangkan. Ya, sampai ada orang juga ceramah supaya dibuat ceramahnya indah, ada seperti dramatisnya. Datangkan hadis-hadis palsu. Benar jemaah menangis tapi hadis palsu. Jangan ya, Aki. Ada cara metode banyak buat orang sunah di seagama tidak harus rubah-rubah sunah tidak harus rubah-rubah ajaran Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ini kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Inna khair dinikum aisaruhu." Sebaik-baik agama kalian yang paling mu muda. Jangan cari-cari susah. Kalau susah yang tidak bisa kita hindari itu berpahala. Tapi kalau yang tidak susah kita bikin susah itu namanya bahlul. Itu ini merubah agama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Demikian. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.