Transcript
XFPSIG-1GXc • Kekuatan Pikiran: Rahasia di Balik Semua Kesuksesan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/naikkellas/.shards/text-0001.zst#text/0076_XFPSIG-1GXc.txt
Kind: captions
Language: id
Besar kecilnya uang seseorang, besar
kecil rezekinya itu tergantung dari
hasil di program pikirannya. Dulu
awalnya saya suka dengan kata-kata hidup
itu tantangan. Saya rubah hidup itu
menyenangkan dan itu berubah. Ketika
seseorang itu lahir, maaf dari keluarga
yang miskin, dia akan hidup di circle di
lingkungan yang miskin juga. Sebaliknya
orang-orang kaya dari kecil lahir dari
keluarga yang kaya, lingkungannya kaya,
teman-temannya kaya sehingga dia lebih
besar potensinya jadi kaya. Ini yang
buat orang kemudian berganti-ganti
bisnis, berganti-ganti pekerjaan, tetap
aja enggak kaya-kaya. Kenapa? Di
kepalanya masih banyak.
[Musik]
Nama saya Firman. Saya sehari-hari dosen
di Surabaya, dosen informatika. Kemudian
saya juga nulis buku. Kemudian saya juga
mengajar kelas AMC. juga ada Bapak
bisnis juga ada Bapak kegiatan lain yang
memang mengisi hari-hari saya sih.
Dulu saya waktu kuliah di Bandung di STT
Telkom itu pernah masuk di zona saya
sebutnya zona jahiliah gitu ya. Di mana
waktu itu saya ada hutang besar kemudian
saya pergi ke orang-orang yang nyebut
dirinya pintar suruh berendam di sungai
suruh di kubur nikah sama jin dan
sebagainya. Kemudian saya pergi ke Darut
Tauhid. Kemudian di situ Agim bilang
bahwa yang kamu ubah harusnya itu
pikiranmu. Ketika saya ngubah ternyata
itu selesai gitu ya. Dan ketika saya
kemudian bekerja lulus kuliah, saya
waktu itu kerja di teknisi Visat. Saya
bagian engineer visat satelit itu ketika
saya masang antena visat tiba-tiba saya
jatuh gitu ya. Saya jatuh saya sempat
protes sama Allah sama Tuhan. Ya Allah
aku tuh salah apa? Aku sudah rajin
salat, sudah rajin puasa kok dibuat
jatuh. sampai ketika saya nge-set server
itu tiba-tiba terpikirkan bahwa harusnya
yang kamu ubah bukan hanya server saja.
Yang kamu program bukan server, tapi
juga pikiranmu. Nah, di situ saya mulai
sadar bahwa iya ya berarti semua kena
program di kepala saya. Sehingga ketika
saya rubah itu ya program saya yang dulu
awalnya saya suka dengan kata-kata hidup
itu tantangan sehingga oh ini yang buat
saya jatuh ketika saya rubah hidup itu
menyenangkan dan enak gitu ya. ternyata
itu berubah dan itu sama dengan cara
kita memprogram software, memprogram ya
komputer itu. Nah, di situ saya makin
sadar bahwa berarti itu yang ada di ayat
Al-Qur'an Allah nyuruh untuk berpikir,
berarti menggunakan pikiran. Sehingga
itulah saya buat banyak buku kemudian di
YouTube dan sebagainya untuk membuat
orang semakin sadar bahwa hidup manusia
tergantung dari pikirannya. Dan itu saya
bisa ngubahnya ketika saya posisinya
kalau bahasa saya adalah alfa gitu ya.
sehingga saya buat tuh, oh berarti
pikiran itu harus dikontrol selalu di
kondisi yang alfa sehingga muncullah
namanya alfam man control gitu ya, AMC
eh metode bahwa semua orang itu harusnya
mengontrol pikirannya di state alfa
yaitu santai supaya bisa memprogram,
bisa berdoa dengan benar, bisa
modifikasi dan apapun yang diinginkan
itu terjadi. Kalau yang saya ajarkan
jadi mungkin berbeda dengan yang banyak
di luar sana gitu ya. Saya mencoba
membuat bahwa menghubungkan antara
konsep di programming di IT dengan di
tauhid gitu ya, bahwa semua itu bisa
berubah kalau kita mau berubah dan
bagaimana memprogramnya dengan
rumus-rumus yang ada di IT masuk ke main
programming. Saya punya tiga dasar yaitu
3 M. Mengenali, mengontrol, dan
memaksimalkan. Mengenali kerja pikan
dulu seperti apa pikiran, bagaimana
bekerjanya. mengenali program yang salah
kemudian dikontrol supaya selalu baik
dan dimaksimalkan. Artinya apa? Setelah
kenal bagaimana pikantu bekerja,
bagaimana mengontrolnya, baru kita bisa
maksimalkan untuk mewujudkan apapun yang
kita inginkan.
Nah, ini yang perlu dipahami oleh banyak
orang bahwa sesungguhnya besar kecilnya
uang seseorang, besar kecilnya rezekinya
itu tergantung dari hasil di program
pikirannya. Karena faktanya banyak orang
itu takut sama uang. Tadi ketika saya
ada kelas AMC hari ini di Bandung
terlihat bahwa yang nilainya bagus, yang
masuk orang suka sama uang itu dari 30
peserta hanya tiga orang saja. Artinya
apa? Banyak orang secara terukur itu
memang takut sama uang dan ketika mereka
sadar mereka ketawa. Iya juga ya, kenapa
mikir seperti itu? Ternyata salah. Nah,
ini yang membuat orang kemudian
berganti-ganti bisnis, berganti-ganti
pekerjaan tetap aja enggak kaya-kaya.
Kenapa? di kepalanya masih banyak
program yang takut untuk kaya, takut
dengan uangnya dan itu jadi percuma
saja. Dia bisnis apapun, dia bekerja ke
mana pun akan tetap saja hidupnya.
Ketika ada orang merasa sudah
macam-macam tapi merasa mentok
sebetulnya itu karena dia belum kenal,
belum tahu bahwa pikan itu bisa dipakai.
Jadi ketika masa mentok sebetulnya masih
ada jalan kok, masih ada kesempatan,
masih ada solusi. Allah itu maha baik,
Tuhan yang maha baik. Jadi masih banyak
jalan selama dia mau makai pikiran, dia
mau menggunakan pikirannya, dia mau
belajar AMC-nya, dia mau baca buku-buku
yang saya buat, itu pasti nemu solusi di
situ. Jadi artinya kata mentok itu
enggak ada deh sebetulnya. Kalau dia
masih mau untuk berubah, masih mau untuk
meningkatkan hidupnya, itu mentok itu
gak ada. Sebetulnya paling gampang
adalah berpikirlah jika Tuhan itu maha
baik. Berpikirlah kalau Allah itu maha
pengasih, maha penyayang. itu sebetulnya
ketika kita berpikir Tuhan yang ngasih
ujian, Tuhan yang ngasih hukuman itu
jadi tidak nyaman hidupnya. Padahal
setiap hari kita disuruh baca
bismillahirrahmanirrahim. Artinya apa?
Allah yang maha pengasih dan maha
penyayang. Ketika itu yang kita tanamkan
di kepala kita, itu yang kita selalu
pikirkan, itu pasti hidupnya enak,
hidupnya menyenangkan dan sesuai dengan
yang kita mau.
selama ini banyak profesi yang belajar
karena AMC bukan hanya untuk pengusaha
tapi untuk semua orang dari agama apapun
dari latar belakang apapun profesinya
yang memang ingin hidupnya itu
menyenangkan, ingin dia lebih mudah
hidupnya ya semuanya kan punya pikiran
sehingga semua orang itu perlu untuk
belajar bagaimana menggunakan pikirannya
dengan benar. Ada banyak tadi ada yang
masih muda juga tadi juga ada ya yang
pengusaha juga tadi ada banyak tadi ada
ownernya salah satu brand baju muslim
juga tadi tadi juga ada yang karya juga
banyak gitu ya dari banyak hal tadi ada
yang dokter juga ada dari tadi pengacara
juga jadi kalau pengusaha tentu ingin
bisnisnya lebih maju gitu ya jadi kita
masukkan rumus di situ ada untuk
mempengaruhi orang untuk buat doanya
mempengaruhi karyawannya itu bisa di
bisnis kemudian kalau untuk karyawan
mungkin untuk naik gaj untuk naik level
itu kan juga bisa dipakai untuk apapun
sih, untuk yang lain juga sama aja.
Untuk apapun kinginannya bisa masuk ke
semua profesi, untuk semua kalangan.
Banyak hal gitu ya. Yang awalnya dia
tidak punya rumah kemudian dia bisa
punya rumah. Yang awalnya dia bisnisnya
kecil sekarang punya ruko tiga lantai.
Kemudian ada juga yang buat saya
berkesan itu adalah dia sudah lama nikah
7 tahun gitu ya. Waktu itu di belajar
suami istri. Dia cerita bahwa sudah
nikah 7 tahun. Dokter masih bilang dia
masih bisa hamil tapi enggak hamil-hamil
gitu ya. Kemudian ketika dia belajar
ternyata muncul bahwa oh takut untuk
punya anak. Ketika itu dirubah,
dikenali, doa dengan benar. 3 bulan
berikutnya WA saya, "Mas, istriku
positif." Itu buat saya agak-agak nangis
gitu ya. Bahwa ternyata Allah itu Tuhan
itu sebaik itu. Ketika kita sudah benar
mempegam pikirannya, sudah selaras ya
apapun bisa terjadi. Setiap kelas AMC
tadi saya bilang bahwa kita tentu punya
anak. Yang datang juga ada sebagan sudah
punya anak. Mungkin kita dulu dan
sebagian besar teman-teman lain yang
belajar mendapatkan program, dapatkan
informasi yang itu tidak enak, tidak
nyaman. Nah, karena sudah tahu sekarang,
maka saya bilang ke mereka, "Ayo putus
di diri kita. Putus itu di kita saja.
Jangan turunkan ke anak-anak. Jangan
masukkan anak itu sesuatu yang isinya
tidak menyenangkan. Isinya yang negatif,
isinya susah. Diputus di kita agar
setelah kita itu muncul generasi yang
selalu berpikirnya baik. berpikirnya
positif, berpikirnya itu enak, doanya
sudah cepat terjadi. Nah, itu yang tul
saya ingin wariskan bahwa ayo putus di
kita. Itu yang saya selalu bilang ketika
di kelas. Mereka sadar bahwa salah ya
mendidik seperti itu. Salah ya ketika
ngomong anak itu dikit-dikit dibilang
bodoh anaknya, dibilang kamu itu nakal
dan sebagainya. Salah ya seperti itu.
Salah ketika saya tidak menuruti anak
saya. Oh, ternyata salah seperti itu.
Nah, saya ingin mutus itu bahwa harusnya
anak-anak itu mendapatkan apapun yang
dia mau. Anak-anak itu selalu hidup
penuh kesenangan, penuh kenikmatan, dan
itu nanti pasti berdampak kepada rezeki
orang tuanya. Nah, itu yang ingin saya
putus dan saya wariskan ke peradaban
berikutnya gitu ya agar tidak agar tidak
terus berlanjut ke bawahnya. Selama ini
dari kecil yang dimaksudkan adalah kalau
kamu pengin dapat uang harus kerja
keras, harus belajar dari SD, SMP, SMA
kuliah dan seterusnya. Padahal faktanya
ada orang yang kaya lulusan SD dan
sebaliknya ada orang yang lulusan S2, S3
juga maaf hidupnya juga tidak enak gitu
ya. Nah, ini yang harusnya mulai dirubah
bahwa enggak ada hubungan antara
pendidikan dengan kekayaan. Pendidikan
itu untuk kita belajar ilmu sesuatu.
Kekayaan itu adalah efek dari program di
kepala kita. Nah, selama ini kan tidak
seperti itu yang di Indonesia. Padahal
harusnya bagaimana cara kita berpikir
itu sudah diajarkan sejak kecil apalagi
berpikir yang kaya. Harusnya sejak kecil
itu sudah masuk di pendidikan bahwa
harus berpikir yang kaya itu seperti
apa. Bukan hanya sibuk disuruh kerja
keras, disuruh sibuk ngfalin sesuatu,
disuruh sibuk ujian dan sebagainya,
padahal akhirnya enggak jadi apa-apa.
Dan itu banyak lulusan sarjana yang
kemudian nganggur dan enggak jadi
apa-apa.
AMC itu yang berbedanya kalau lain
mungkin suruh lompat-lompat, suruh
nangis-nangis. Tadi kita enggak ada
nangis-nangis, enggak ada lompat-lompat
gitu ya. Dan semua orang bilang ini
logis gitu ya. Karena yang saya juga
basicnya dosen, basicnya ilmiah tentu
ngajarnya dengan yang logis kemudian
tetap berhubungan dengan Tuhannya.
Artinya apa? Di situ kita belajar
bagaimana cara berdoa yang benar. Jadi
ketika sudah makai pikirannya oke,
kemudian ada rumus untuk berdoa sehingga
saya buat ada namanya rumus keinginan
itu ada dua rumus keinginan.
step-stepnya ditutup dengan berdoa.
Karena banyak orang terkadang sibuknya
langsung mencari doanya tapi tidak makai
pemikirannya dulu. Jadinya ketika doanya
tidak terjadi nyalahkan Allahnya,
nyalahkan Tuhannya. Padahal dia tidak
benar rumusnya, tidak menggunakan
pikirannya. Itu yang salah. Makanya di
AMC kita ngajarkan untuk mengenali,
mengontrol, dan memaksimalkan pikiran.
Sekarang ini kan informasi itu gampang
banget maksudnya gitu ya. Dan hampir
tiap hari itu kita dibanjiri sama
informasi, sama sugesti-sugesti yang
kadang kita enggak sadar ini sugesti
positifkah atau negatifkah. Semuanya
sangat gampang sekali masuk lewat
handphone kita gitu ya. Dan ketika
anak-anak muda ini tidak tahu bagaimana
memfilter pikirannya, enggak tahu
bagaimana mengenali dirinya, ya akhirnya
apa? Masuk semua ke kepalanya. Celakanya
itu bisa menjadi sampah yang mengotori
di kepala anak-anak muda ini. Apalagi
anak muda sekarang sangat mudah sekali
dia buka medsos, scroll-scroll IG dan
sebagainya. Kalau tidak difilter, dia
enggak tahu sendiri ya mau filternya
yang mana, milih data yang gimana, mana
yang mau dimasukkan ya. Jadinya kalau
kayak komputer jadi crash gitu ya,
programnya masuk semuanya enggak tertata
blue screen jadinya. Ketika dia masih
muda, masih sedikit program di kepalanya
ketika dia sudah tahu lebih awal itu
jauh lebih mudah untuk melejit
sebetulnya. Tadi ada ibu-ibu dari
Temanggung, dia nangis di kelas. Saya
tanya, "Kenapa, Bu, kok nangis?" Saya
agak nyesal sih, Mas. Kenapa baru tahu
ini seumuran sekarang? Harusnya kan di
dulu lebih bisa lebih kaya. T juga ada
ibu-ibu yang sudah agak lebih tua lagi,
dia bilang, "Kenapa baru sekarang ya
paham ini?" Nah, itu yang saya
sebetulnya ingin sampaikan juga bahwa
seandainya anak-anak muda itu dia
belajar sejak awal, dia tahu bagaimana
mengelola pikirannya, bagaimana dia
menentukan impiannya dan itu akan lebih
cepat melesatnya daripada yang sudah
senior-senior sudah kadung banyak
informasi, kadung banyak program, kadung
banyak sugesti yang sudah terlalu banyak
gitu loh daripada anak-anak muda yang
masih fresh, masih belum terkontaminasi
gitu ya, itu akan jauh lebih cepat.
Ketika seseorang itu lahir, maaf dari
keluarga yang miskin, dia akan hidup di
circle, di lingkungan yang miskin juga,
teman-temannya. Situ juga. Akhirnya apa?
Informasi yang masuk dalam kepalanya
pasti isinya miskin, kemudian negatif,
dan sebagainya. Ini kalau dibiarkan maka
selamanya akan seperti itu. Sebaliknya
orang-orang kaya dari kecil lahir dari
keluarga yang kaya, lingkungannya kaya,
teman-temannya kaya sehingga dia lebih
besar potensinya jadi kaya. Yang miskin
memang maaf lebih besar potensi jadi
miskin tapi masih bisa berubah. Sekali
lagi yang lahir di miskin kemudian
keluarganya miskin masih bisa berubah
sangat. Masih bisa berubah kalau dia
memang mau berganti pergaulan, berganti
ccle masuk ke zonanya orang-orang yang
kaya tadi. Tuhan Allahnya menciptakan
kita itu sebagai makhluk yang luar
biasa. Allah menciptakan kepala, ada
otaknya, ada pikirannya. Allah yang
buat. Tuhan yang menciptakan itu buat
kita. Artinya apa? Pikiran ini adalah
pemberian Tuhan yang luar biasa. Kalau
itu tidak digunakan, tidak dimaksimalkan
dengan baik, berarti namanya
menyia-nyiakan yang Tuhan berikan.
Namanya tidak bersyukur kepada Allahnya.
Ketika kita menggunakan pikiran dengan
benar, tahu caranya, maka itulah bentuk
kita bersyukur kepada Allahnya.