Transcript
bEYo8OFzVyE • Ratusan Juta Perbulan Dari Bisnis Cemilan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/naikkellas/.shards/text-0001.zst#text/0066_bEYo8OFzVyE.txt
Kind: captions Language: id Dari kecil oleh Bapak saya dikasih dua pilihan dan kalau kamu pengin tenang jadilah pegawai. Tapi kalau kamu pengin kaya jadi pengusaha itu yang saya ingat Pak saya pengin kaya. Kalau kamu hanya usaha cari makan orang gila pun masih makan. Enggak perlu usaha masih bisa hidup. Tapi kalau kamu usaha ingin menunaikan rukun Islam yang ketiga baru itu namanya bagus zakatnya itu karena berbagi kan orang yang berbagi kan orang yang punya orang yang mau berbagi kan orang yang baik gitu. Mudah-mudahan kami di posk ini dan semua menjadi orang-orang yang baik gitu. Untuk zakatnya kita 2,5% untuk impak sedekahnya kita ada 5% jadi total ada 7,5% dari lama bersih ya perusahaan dari profit dikeluarkan tiap bulan. Lumayan kalau untuk total infak sedekah sampailah R juta lah per tahun. [Musik] Perkenalkan nama saya Deni Muhammad Arif. Usia saya saat ini 42 tahun ya. Saya pemilik di perusahaan Posnik ini yang bergerak di bidang makanan ringan dan cemilan. Jadi kita fokus di bidang penjualan di trading menjual ratusan macam makanan ringan langsung kepada konsumen ke masyarakat. Jadi kita ngejual grosir juga ngejual eceran juga. Jadi konsumen tidak terlalu berat untuk berbelanja di sini. Dari mulai harga Rp2.000 R sampai ratusan ribu ada. Kalau saya di tradingnya aja, penjualannya aja. Kalau untuk manufacturing-nya atau produksinya ya itu pabrik-pabrik klien-klien kita. Jadi kita hanya menjual saja fokus menjual. Ee kita fokus offline dulu untuk penjualannya tapi sekarang sudah mulai menggunakan media sosial untuk promosinya. Dan ada juga kita menggunakan website sama WA bisnis sudah mulai jalan di bulan-bulan kemarin sudah mulai jalan. Jadi saya ingin menjangkau bagaimana kebutuhan warga sekitar toko ini untuk kebutuhan makan dan minumannya bisa terpenuhi oleh pesenek ini. Gitu. Sekarang sudah tujuh tujuh cabang toko. Ada di Garut, ada juga di Tasik. Itu di Garut ada enam cabang di Tasik satu dan ya kita terus berupaya terus ekspansi buka cabang-buka cabang. Mudah-mudahan setiap kecemetan satu kotlet kita. Targetnya kita sebanyak-banyaknya ya. Dan rencananya 5 tahun ke depan kita sudah masuk di seluruh wilayah Jawa Barat. Saya anak paling gede ya dari keluarga biasa dari kampung. Saya masih daerah Garut, rumah saya di Bumbulang. Asalnya besar di Garut. Sekolah dan sampai kuliah walaupun tidak tamat kuliah saya. Karena waktu itu ayah saya meninggal lagi kelas 5 SD. Masih kecil saya sudah ditinggalin sama Bapak. Ak kuliah tidak terbayar kayaknya milih keluar milih cari pekerjaan dulu. Akhirnya setelah saya fokus kemarin perusahaan ini kita bangun fokus-fokusnya itu pas COVID 2019 kalau enggak salah ya. kita fokus di situ. Saya resin kerja kita fokus mendirikan perusahaan ini. Alhamdulillah sampai saat ini sudah mempekerjakan sebanyak 29 karyawan. Perjalanannya memang saya itu sebenarnya dari kecil oleh Bapak saya dikasih dua pilihan waktu masih ada gitu. Dan kalau kamu pengin tenang, jadilah pegawai. Tapi kalau kamu pengin kaya jadi pengusaha itu yang saya ingat Pak, saya pengin kaya jadi pengusaha gitu kan. Cuma kan tidak langsung jadi pengusaha. Enggak. Berarti itu kerja itu betul loncatan saja nyari bagaimana saya bisa ketarap yang lebih baik. Ini tujuan usahanya ini. Begitu saya dapat pekerjaan kita cari peluang-peluang ya daripada mungkin usaha belum bisa ya kerja duluah gitu sambil cari peluang-peluang. Setelah dapat peluangnya ya kita keluar karena saya nih harus bisa mandiri gitu. Itu awalnya berpikirnya saya harus bisa mandiri karena kebutuhan semakin ke sini kebutuhan semakin terjadi inflansi terus kan kalau saya kerja naik gaji itu susah gitu. Akhirnya saya milih dari awal saya dididik saya niat-niat cita-cit jadi jadi pengusaha dan alhamdulillah hari ini kesampaian walaupun masih usaha kecil-kecilan bang saya tidak langsung resen saya dulu pekerja saya di jurnalis dulu 9 tahun di salah satu televisi swasta lah gitu begitu mendirikan ini saya masih kerja sekitar 2 tahun saya kerja analisa saya menggaji karyawan waktu itu sampai penghasil dari toko enggak cukup kadang kita setiap bulan ngambil dari gaji kita untuk menambahkan gaji si karyawan padahalang baru satu karyawan dulu enggak cukup ya kita ya bagaimana kan karyawan kerja harus dibayar ya kita ngambil dari gaji kita kan buat bayar mereka itu kurang lebih setahun lebih lah sambil jalan sambil analisa-analisa nah begitu dapat saya hasil penelitian dapat dari peluang-peluang yang kita sudah pelajari ya k sudah ketemu kalau bahasa kita sih core-nya ya core bisnisnya udah ketemu konsepnya udah ketemu kita kita go kita ambilnya kalau keluar itu bukan antara hidup dan mati bukan karena ini udah pilihan udah kelihatan lebih dari itu gitu lebih dari gaji saya di televisi itu jadi enggak langsung cut gitu. E khawatirnya gini, udah keluar ini enggak jalan itu Pak. Jadi setelah setembah saya bergambar kepada moneyet hari ini, Pak. Saya belajar dari situ dulu sebelum ada minimarket, tetangga kita jual rokok, minuman sama mereknya itu aja kok. Tapi hari ini setelah ada minimarket kok kita belanjanya ke minimarket. Warung-warung yang tetangga kita sebelah ditinggal gitu. Padahal harganya lebih mahal. Nah, saya konsep itu jadi modern itu artinya lebih nyaman lagi konsumennya. Minimalnya kan terang ya, ada lahan parkinya, pelayanannya bagus. Nah, itu jadi saya berusaha posik ini yang dianggap jajanan kampung jadul. Kita modernisasi dengan itu. Kita modernisasi sehingga orang belanja cemilan ini enaklah, nyaman. Sama kayak di minimarket itu dilayani dengan baik, diberikan senyuman oleh si karyawannya gitu. Sebenarnya yang dijual di mini mereka kan sama keripik kentang kita ada keripik kentang keripik singkong ada keripik singkong cuma kalau kita sudah dikemas kecil-kecil kita masih curah harga lebih murah nah itu makanya kita yang tadinya ah kampungan ah jual yang gitu mah tapi kita modernisi tergantung konsepnya konsepnya kita modernisasi sedikit-sedikit akhirnya tidak hanya kualitas produk kita juga kualitas kjamanan dan pelayanan posisinya sama antara pelayanan kenyamanan dan kualitas produk itu sama kita beri pelayanan terbaik buat mereka buat si konsumen ini. Beri kenyamanan mereka di toko kita sehingga mereka mau balik lagi ke sini. Nah, itu tidak hanya berproduk saja. Karena kalau produk sama di toko yang juga banyak yang gini saya pikir kasih benefit yang lain gitu. Orang nyaman kan senang tuh orang terang kelihatan jelas senang. Tapi beda sama buram. Kok buram amat sih tokonya enggak menarik gitu kan. Orang kan pandang lihat luar dulu gitu. Kita kasih terang gitu, kasih kenyamanan. Itu kita dikelompokkan barang-barangnya di grouping. Itu bagian dari pelayanan ini. Jadi pelayanan tidak langsung. Si konsumen mudah melihat barang, "Oh, saya perlu barang ini, barang ini, barang ini gitu. Tidak terlu banyak mencari pusing gitu." Itu bagian dari pelayan tidak langsung gitu. Cabang kita ada yang gagal juga kan. Enggak semua cabang terus buka. Ada cabang kita yang sudah tutup. Ada di Malangbong satu gitu kan ada. Karena dulu riset saya belum sampai waktu itu metodenya. Ya, cabang kedua justru di Malang mah masih di Garut ya, perbatasan Tasik tutup cabang kedua karena dulu mikirnya begini, uang kita belum banyak kalau sewa mahal kita enggak ada duit tapi bagaimana karena uang sedikit kita bisa buka cabang akhirnya gagal. Gagalnya apa? Speknya ini yang tidak masuk kayak spek lebar tokonya kayak gitu. Akhirnya saya rugi tempat mempengaruhi yang ruginya itu tokonya apa adanya dulu yang penting jualan simpan barang dagangan. Ada yang beli diladangin yang ngelamun gitu kayaknya rugi. Mungkin dari kondisi bangunan juga waktu kan kita ngajarnya murah bukan strategisnya murahnya aja gitu. Oh murah nih sew lah gitu. Sekarang kita nyarinya bagaimana kita harus cuaan kapel gitu harus profitnya jelas gitu kan. Spek tokonya bagaimana kita ada standarnya sekarang konsepnya ditemukanlah sangat menentukan. Itulah salah satu modal yang harus kita persiapkan dari modal uang, modal keinginan juga tempat. Nah tempat ini terbagi dua juga. Ada tempat yang berada di keramaian. Tempatnya sudah ramai pasti bagus. Tapi bagaimana juga tempat karena susah nih keramaian sudah pada penuh kita bagaimana menciptakan keramaian. Jadi dengan hadirnya to kita menjadi ramai tempat itu. Nah itu kita lagi fokus di situ. Beberapa tempat sudah terbukti gitu masalahnya sudah ada yang teruji. Tadinya sepi sekarang jadi ramai. Alhamdulillah ada pesnik hadir di situ ya. Jadi berkah ekspansi-ekspansi di beberapa kecamatan di Kabupaten Garut kita sudah masuk karena akhirnya berpikir bagaimana harus berjalan tanpa saya. Akhirnya menggunakan sistem menjadi autopilot perusahaan ingin lebih besar itu menggunakan sistem itu. Kalau tidak pakai sistem ya kita enggak maju-maju, enggak bisa modern. Kalau modern itu kan lebih luas jangkauannya tapi lebih efisien secara analisa. Tinggal klik-klik jadi laporannya kan modern gitu kan. Sebelum sekarang ya dulu saya sempat ngerror ya. Saya sampai pusing mikirannya antara stock of name jumlah di data di sistem kita tidak sesuai dengan data jumlah real barang itu sedisnya sampai Rp300 juta itu sampai saya kok masa hilang saya sebesar itu gitu kan uang itu ke mana R00 juta itu ke mana barangnya harus kelihatan gitu kan kalau dibeliin harus berapa truk itu kan harus kelihatan ya curiga ke karyawan ada tapi ini enggak mungkin kalau sebesar itu pasti ini ada kesalahan di sistem ya Cros semua. Tapi kan sulit enggak kayak sekarang agak sulit. Historinya ke mana ini barang kita sulit enggak ada solusiah. Akhirnya daripada saya stres, saya cari-cari sistem yang baru yang sekarang kita sudah pakai harfiah. Waktu itu saya tiga pilihan, Pak. ada wudu yang lain dan yang lain ya. Tapi yang paling terjangkau dan paling wor it gitu menurut saya dan cocok di perusahaan saya itu wudu. Wudu ini paling cocok dan harganya terjangkau. Makanya jatuh pilihan ke wudu setelah dikasih demo oleh pihak wudu itu. Saya ambil langsung waktu itu wudunya beberapa hari eksekusi dibangunlah pelatihan ke pihak wudu. Pak ini sistem kita ada yang akunnya mau mau habis bisa enggak kita delnya kurang dari sebulan tanggal sekian? Pak kita usahakan sebenarnya untuk pelatihan itu 1 bulan lebih sebenarnya biar matang gitu ya gol-nya. Tapi saya kalau ini tidak selesai dalam kurang dari sebulan Pak saya harus keluar lagi bayar lagi sistem itu. Gimana sanggup enggak dari Pak Kudu? Siaplah yuk kita jalankan katanya. Kayaknya saya terus ditrain terus ditraining. Semua karyawan ditraining terus kalau enggak salah 2 minggu lebih kita sudah bisa go live. Go live itu langsung buka sistemnya bisa jalan beroperasi. Waduh ini kan IRP ini harus di-etting-setting dulu Pak. kayak mau beli mobil rakitan lah. kita di sininya maunya gimana alurnya ya butuhnya apa dirakit dari A B C D bentuklah suatu pos keuangannya banyak fiturnya dari mulai POS inventor akuntansi produksi karyawan ada di situ semua lengkap sehingga sampai saat ini kita terus membuka cabang dengan udu ini kita alhamdulillah ekselerasi buka cabangnya ekspansinya lebih cepat bisa di pasti dan akurat dalam pelaporan keuangan itu. Jadi kita mengambil kesimpulan juga yakinlah oh ini labak kita segini kapan lagi kita buka cabang gitu karena akurat kalau tidak laporan keuangan kita bingung dasarnya dari mana gitu ini kita usaha ini rugi apa untung gitu kan ngerasa untung sudah rugi barang habis gitu kan alhamdulillah kita enggak pinjam dari sana sini tapi kita bisa buka cabang artinya ada ada barang kita makin banyak uang ada saldo berarti itu untunglah kita dikembangkan lagi usahanya lebih cepat kalau pakai wudu ini. itu kan digital ya, semua lewat layar semua cabang terpantau dari kantor. Semua stok barang di sini ketahuan di kantor barang yang habis di sini ketahuan di kantor. Jadi untuk repeat pengiriman barang kalau bahasa di UD replacement-nya jelas jadi dikirim di kantor. Jadi orang toko satu-satu kan bingung nih kalau di kantor kan kelihatan tuh data-datanya. Oh ini yang kosong kirim yang kosong kirim yang kosong. Itu lebih digital kan lebih simpel. Terus juga kita bikin promo-promo itu kan dari kantor bagian promosi di toko kan sudah otomatis langsung muncul di sini. Oh, ini lagi promo nih produk ini lagi ada diskon 20% ada tebus murah kok ini itu sudah otomatis semua dan itu juga sudah bisa dicustomisasi misalkan yang barang ini yang kurang laku kita promosikan di cabang ini enggak di cabang yang lain karena di sana jalan, di sini kurang jalan kita promosikan di sini itu bisa dicustom gitu odo itu. Jadi sangat sangat sangat membantu sekaliah IRP ODO ini. Alhamdulillah setelah sistemnya kita upgrade omset kita alhamdulillah upgrade juga naik naik alhamdulillah gitu. Dari dulu karyawan cuma satu orang, sekarang alhamdulillah 29 orang. Dulu cabang cuma satu, sekarang sudah tujuh. Sama tambah gudang lagi. Untuk omset lumayan sih di bawah situ lah setiap bulannya cukup untuk gaji karyawan perusahaan ada laba juga gitu. Alhamdulillah karena saya terus mengekspansi usahanya ya. Ma cabang buka cabang itu untuk capaian secara pribadi ya. Mungkin dulu saya ee rumah sewa kontrak lah hari ini alhamdulillah sudah kebeli rumah gitu kan kita gudang dan kantor sudah belik sendiri kendaraan operasional perusahaan kita juga sudah kebeli. Ada yang cash mobil pribadi sudah kebeli. Sudah cukuplah alhamdulillah untuk kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi. [Musik] Kalau menurut saya untuk jadi pengusaha satu punya komitmen dulu terhadap diri sendiri. Mau enggak disiplinnya? Terus saya disiplin, Pak. Jangan sampai menggunakan uang bisnis dib uang pribadi. Artinya komitmen dulu. berapun nilainya saya harus dijaga itu. Saya bismillah saya mulai bisnis misalkan gitu tapi saya harus jaga komitmennya. Saya kuat jadi pengusaha walaupun saya tantangannya seperti apa kan jatuh bangun ngalaminlah nanti. Dua, mimpilah dengan besar. Mimpi besar. J suatu saat saya menjadi orang sukses itu mimpi besar. Yang ketiga, ikutin waktu. Ikutin waktu karena waktu itu adalah modal juga. Tidak mungkin tanpa waktu tetap ngikutin waktu gitu, Pak. Saya dulu karyawan gitu, Pak. Suatu saat kita akan punya admin, suatu saat kita punya gudang, suatu saat kita punya kepala gudang. Jalan beberapa tahun ya terujaya pengin besar gitu perusahaan itu makin besar. Kalau semakin besar perusahaan akan semakin banyak orang yang terbantu itu dari rowongan kerjanya gitu. Modal itu jangan sampai dimakan habis kalau dimakan dipinjamem jangan itu bahasa kita bunuh dirilah lamun nekai duit modal mah gitu kan. Itu kan pokoknya gitu. Jadi disiplin. Oh itu perusahaan kita harus berkembang terus. Kita ngambil sewajarnya lah gitu sesuai porsinya nanti bangkrut usahanya. Karena kalau pengusa itu neracanya harus jelas, cash flow-nya harus jelas, alur kasnya harus jelas. Kalau dipakai untuk konsumtif ya habis usahanya selesai. Kasihan sayang udah lama-lama ngebangun bertahun-tahun dengan susah payah akhirnya harus rusak dengan konsumtif pribadi gitu. Hancur sayang. Kalau menurut saya, kita sebagai muslim ya diwajibkan di rukun Islam yang ketiga adalah zakat. Zakat itu artinya disuruh untuk sejahtera, Pak. Tidak ada orang yang tidak punya uang, tidak punya rezeki untuk berbagi. Kan enggak ada apa yang mau dibagikan. Artinya syariat zakat ini harus kita punya dulu. Kalau sudah punya baru dikeluarkan sebagiannya yang zakatnya 2,5% entar sedekahnya. Itu kan syariat perintah Allah. Jadi rezekinya punya Allah, dunia punya Allah, kita punya Allah. Laksanakan itu syariat insyaallah diredai oleh Allah. Kalau nisannya kan setahun sekali, kalau saya keluarkan tiap bulan. Karena apa? Kalau di setahun sekali sekali mayar agak agak gede ya. Kalau menurut saya itu saya suka gegoda setan. Oh jangan dikasih jangan dikasih. Tapi kalau setiap bulan setiap closing tutup keuangan langsung kita bayarkan, langsung kita keluarkan, langsung kita keluarkan tiap bulan. Untuk zakatnya kita 2,5% untuk infak sedekahnya kita ada 5%. Jadi total ada 7,5% dari lama bersih ya perusahaan dari profit dikeluarkan tiap bulan tidak menunggu lama itu langsung keluar-keluarkan. Karena lumayan kalau untuk total infak sedekah sampailah 100 juta lah per tahun. Kita kejar dulu ridanya. Ridanya Allah itu kalau sudah rida dikasih apapun gitu. Ridanya ini yang kita kejar. Jangan lu pikir ah mah usaha saya. Ieu mah hasil capek saya. Ingat lamun teu diberi udara ku Allah bisa enggak mau usahana? Lamun teu dibere hidup kitanya bisa enggak kita usahanya? Kalau enggak ditumbuhkan misalkan barang kita jualnya oleh Allah bisa enggak jualannya apa? itu tetap harus ingat Allahlah yang punya segalanya gitu. Jadi kita kejar ridanya dulu setelah ada rida, apapun dikasih oleh Allah. Karena oleh pembina saya diarahkan, kalau kamu hanya usaha cari makan, orang gila pun masih makan. Katanya enggak perlu usaha, orang gila masih bisa hidup gitu. Tapi kalau kamu usaha ingin menunaikan rukun Islam yang ketiga baru itu bagus zakatnya itu kan berbagi kan orang yang berbagi kan orang yang punya, orang yang mau berbagi kan orang yang baik gitu. Mudah-mudahan kami di Posenik ini dan semua menjadi orang-orang yang baik gitu. Harapan saya untuk Posenik ini semakin berkembang. Mudah-mudahan ya semakin autopilot autopilot begini. Ada saya tidak ada saya ini Posenik harus tetap ada. Mungkin saya lagi liburan atau lagi sakit atau apa. Ini posenik harus tetap ada. Eksistensinya harus tetap dijaga. Jadi Posenik semakin ke depan semakin maju semakin diterima oleh masyarakat, oleh konsumen dan semakin luas jangkauannya sampai Nusantara. Mudah-mudahan saat ini kita pasar ada di Jakarta. Kemudian kita ada di Bekasi, Bogor, Bandung. melihat dari software ya di software itu kan ada toko online sudah jalan itu sem bisa milih di situ sistem akan ngirim pesan ke kita oh pesannya apa aja di situ itu ada di UD itu sudah adaasih [Musik] buat pemirsa ya penonton yang ingin jadi pengusaha niatkan untuk disiplin itu punya keinginan yang kuat dan jangan takut dengan permasalahan atau problem saat kita berjuang karena setelah kita dapat cobaan atau hambatan di situ akan ditemukan kemudahan Pak, jadi perlu mental yang kuat. Kalau mentalnya tidak kuat atau lemah, kita ya sudah selesai. Karena tantangannya itu dipikirkan mulai A sampai Z. Pengusaha itu dipikirkan dari mulai barang dagangan, telokasi, modal, semua sistem semua dipikir sendiri. Kalau kita mentalnya lemah, udah enggak enggak bisa jalan. Setelah punya konsep, setelah punya analisa yang kuat, mental yang kuat, langsung eksekusi. Jangan lama-lama karena waktu ini terus berjalan. K modalnya waktu juga jangan sampai ngelamun terus udah bagus nih kons saya sistem saya sudah bagus tapi ngelamun saya enggak jalan-jalan artinya begitu sudah tepat gol ini eksekusi gol eksekusi itu itu jadi nah harus juga didukung oleh sistem jadi begitu sudah mental yang kuat eksekusi harus tepat dan cepat juga didukung oleh sistem kenapa biar cepat autofield cepat berkembang gitu kalau sudah sistem kan cepat berkembang ya enggak mungkin kita tiap hari duduk di sini besoknya duduk di sana besoknya toko sana kan enggak mungkin bayang kalau nya sudah ratusan, bagaimana harus membagi kita gitu kan. Makanya dibangunlah sistem itu untuk menjadi autopilot nanti. Saya Deni Muhammad Arif, saya adalah owner dari POSE. Dalam bisnis ini diperlukan kerja keras, tidak pernah mengenal waktu apakah ini malam, siang tetap kita bekerja dibutuhkan mental yang kuat, fisik yang sehat, dan diuji oleh waktu. Ini naik kelas versi saya. [Musik]