Sukses Ternak Sapi, Dari 1 Ekor Jadi 1000 Ekor Dalam 4 Tahun Berkat Digitalisasi
U7B-fR60g08 • 2025-05-04
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Kalau untuk kapasit kandang sendiri itu
total bisa sampai 1500 ekor. Dan tahun
ini kami punya target 900 ekor. Karena
tiap tahun tuh kami dari 50 ekor naik ke
250 ekor, 500 dan tahun kemarin
alhamdulillah bisa mencapai 1000 ekor.
Secara selipat alhamdulillah dengan apa
ya kekuatan jarulin lah digitalisasinya
itu kan gitu. Salah satu motivasi saya
bersama tim untuk gimana caranya bisa
menjaga amanah dan eksistensi peternakan
ini. Karena saya menyadari bahwa usaha
atau bisnis peternakan ini khususnya
sapi itu cukup luar biasa, Pak. Coba
dihitungkan aja satu ekor sapi di ring
seharga Rp2 juta gitu, Pak. Nah, ini ada
harga nih dari 20 sampai ke Rp70 juta,
Pak. Itu dikalikan 1.000 aja udah
berapa? Udah 20 M gitu. Nah, ini kita
tahun ini sekitar e 40 sampai 50, Pak.
40 m. Saya mulai menggeluti peternakan
ini kan di saat COVID di mana
perekonomian masyarakat cukup menurun
gitu, Pak. Tapi eksistensi ibadah kurban
ini masih cukup tinggi. Bahkan di saat
haji itu diberhentikan itu, Pak, itu
orang-orang pada larinya ke sapi itu
perubahnya. Terus kemarin resesi itu
nilai atau tingkat permintaan tuh masih
tetap stabil, Pak. Dan kalau saya lihat
sih untuk khususnya peternakan sapi,
kambing, dan domba itu selama masih ada
kurban insyaallah masih berkembang, Pak.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
saya Nanang Sugiarto. Usia saya di 38
tahun. Alhamdulillah saat ini saya
menggelutin usaha yaitu di bidang
peternakan yang saya beri nama Nusaku,
Nusa Sentosa Indonesia yang di mana
Nusaku tuh memiliki di dunia peternakan
itu Nusa Farm, dunia pakan sapi itu Nusa
Fit, di dunia pengolahan limbah itu
namanya Nusa W, pengolahan daging itu
namanya Nusa meat. Terus ada kita juga
ada tim marketing sendiri gitu. Kami
berawal dari pertama pengembungan sapi
dan fokus kami adalah di hewan kurban.
Ternyata di kurban itu juga ada hewan
lainnya yaitu adalah kambing dan domba.
Saat ini di tahun ini kami alhamdulillah
sudah lengkap memelihara sapi, kambing,
dan domba. Kami memiliki empat kandang.
Yang pertama kandang pusat yaitu kandang
utama kami yang berletak di daerah Tajur
Halang, Sasak Panjang, Kabupaten Bogor.
Yang kedua berada di Sasak Panjang.
Kebetulan cuma beda RW di RW3. Kita di
sini di RW 1. Yang ketiga itu di
Ciseeng, Kabupaten Bogor. Yang keempat
berada di Ciawi, Kabupaten Bogor.
Kebanyakan usaha yang saya gelutin tuh
itu di luar ekspektasi saya gitu. Saya
dulu kuliah di jurusan teknologi pangan.
Saya membangun usaha advertising, terus
entertain bahkan ke sampai ke kerajinan
rumah tangga. Saat ini saya bergelut di
dunia peternakan yang di mana saya satu
pun tidak punya ilmu di bidang
tersebutlah. Nah, awalnya itu terelepas
COVID itu beberapa usaha saya itu tidak
berjalan. Akhirnya saya coba karena
enggak ada pekerjaan itu saya jadi
driver online itu 1 tahun dari 2019
akhir sampai 2021 itu karena saya
berpikir tuh siapa tahu saya jadi sopir
driver online. Saya nanti akan ketemu
dengan seseorang yang mau ngajak saya
bekerja gitu. Tapi ternyata ya tetangga
saya yang memperalkan saya dengan dunia
persapian. Saya dikenalkan oleh tetangga
saya untuk usaha peternakan sapi.
Kebetulan saya tidak begitu tertarik
karena kan saya belum begitu paham. Tapi
saya terus mempelajari oh ini ternyata
marketnya cukup baik. Dari awal itulah
saya berkecimpung di dunia peternakan.
Karena menurut saya mungkin ya mungkin
jika kita menggeliti sesuatu yang bukan
bidangnya itu rasa ingin tahu itu lebih
besar gitu. Nah coba saya belajar ke
sana kemari termasuk jenis safi mana sih
yang jenis limosin? si metal dan
lain-lainnya lah itu sampai ke ee pakan
gitu. Saya semua usaha, Pak. Saya harus
dari awal itu biar nanti suatu saat mama
saya punya orang yang membantu saya itu
saya tidak gampang dikibulin lah pas
gitu ya. Nah, itu semua saya yang
bersihkan, saya memberi makan gitu kan.
Itu saya pagi subuh itu Pak saya
membersihkan sapi saya mi nah jam . saya
ngantar istri saya jam .00 saya balik.
itu saya memberi pakan. Nah, malamnya
saya ngambil pakan. Dari semua perawatan
sapi yang susah adalah tukang ngarit.
Makanya saya itu tidak berani untuk
terlalu keras ke bagian ngarit gitu,
Pak. Nah, saat ini kita akhirnya ah ini
kalau ngarit kasihan nih mereka pulang
kepanasan dan lain-lain. Nah, saat ini
kita ada yang nyupllyai beli pakan kita
kerja sama gitu kan.
Memulai itu saya memiliki satu ekor.
Saya pribadi itu modal sekitar Rp15
juta. Saya tidak punya modal besar. Saya
punya pemikiran jika saya punya uang
umpama Rp50 juta nih, jika saya
membelikan sapi itu paling cuma dapat 1
sampai du ekor karena sisanya untuk
biaya operasional atau biaya pakan. Nah,
saya punyai pemikiran coba saya
berkolaborasi yaitu dengan saya mengajak
masyarakat atau mitrah untuk mitra saya
itu menyediakan hewan, saya yang
menyediakan tempat plus perawatan. Kita
mulai dari tahun 2021 kita memiliki
sekitar 15 sampai 20 ekor yang sapi saya
rawatan dan di tahun itu saya bisa
menjual di angka 50 ekor dan itu
aksesnya masuk ke gang lah cuma sepeda
motor gitu. Akhirnya saya bertekad saya
coba cari tempat yang lebih luas.
Kebetulan di Sawangan saya coba nyewa
lahan, saya bangun sendiri itu saya
menjual mobil saya untuk modal gitu.
Nah, itu saya bangun itu kapasitas di
sekitar 150. Waktu itu saya berawal dari
peternakan konvensional itu. Dan di
tahun
2022 saya alhamdulillah ketemu dengan
sahabat saya mengajak gimana kalau kita
kolaborasi untuk membangun suatu
peternakan yang modern gitu ya. modern
yang kayak seperti apa ya tentunya lebih
ke dunia digitalisasi. Nah, dari awal
itu kami mendapatkan hasil yang luar
biasa gitu kan karena ee beliau sangat
prepare di dunia digitalisasi. Beliau
mengatakan sekarang jika tidak kita
masuk ke dunia digitalisasi kita akan
tergerus, kita akan kalah gitu. ya sudah
karena saya bukan basic orang IT dan
lain-lain. Akhirnya kita berkolaborasi
dengan oke saya di bagian peternakan,
beliau di ee bagian sistem atau IT-nya.
Nah, itu di tahun 2022 kami membangun
sistem yang di mana kita ingin
masyarakat luas bisa mengetahui kandang
kita gitu kan. Terus semua sapi,
pertumbuhan, perkembangan gitu.
Alhamdulillah program itu berjalan
akhirnya wah ini dengan KPS gini
kayaknya kurang ya. Kita PD aja nih. Ini
kalau mama seandainya sistem ini
booming, kandang ini pasti akan kurang.
Ya sudah dengan niat kami, akhirnya kami
coba mencari kandang dan alhamdulillah
bertemu orang baik lagi untuk menawarkan
kandangnya untuk disewa. Awalnya kami
sewa di sini dia itu di Sasak Panjang
ini waktu itu berawal dari luas sekitar
2.300 sekarang sudah hampir 11.000 kami
perluasan. Nah, itu di tahun 2022. Tahun
2023 kami kembangkan, kami memiliki dua
kandang yaitu yang di Sawangan dan di
Sasak Panjang ini. Itu dengan berjalan
waktu sasak panjang kami tidak
perpanjang kontrak. Akhirnya kami ee
fokus untuk coba mendirikan beberapa
kandang untuk penyebaran. Nah, di tahun
2024 kami ada lagi di Depok. Kita
membangun sistem kemitraan bisnis. kita
coba membangun itu. Nah, tahun 2025 ini
alhamdulillah kami mempunyai empat
kandang dan tambahan dua kandang itu di
Kabupaten Jember, di Jawa Timur dan ada
di Tabanan Bali. Kalau untuk kapasit
kandang sendiri itu total bisa sampai
1500 ekor dan tahun ini kami punya
target 1500 ekor. Karena tiap tahun tuh
kami dari 50 ekor naik ke 250 ekor, 500
dan tahun kemarin alhamdulillah bisa
mencapai 1000 ekor. 100 lipat.
Alhamdulillah dengan apa ya kekuatan
jarul langit lah digitalisasinya itu kan
gitu. Tapi kita menyadari bahwa tidak
bisa dengan satu tempat itu. Nusaku itu
kan katanya kan nusantara gitu kan. Kita
pengin e menyebar insyaallah tahun depan
kita akan mencoba di daerah Bandung sama
Jawa Timur
itu saya berpikir begini Pak. Semua
orang bisa jadi peternak karena apa? Ya,
kita ngarit mencari rumput kasih makan
ke ternak tersebut dia pasti akan hidup
kok. Tapi kita kan ada nilai ekonomisnya
atau nilai jualnya bahkan sampai ke
nilai bisnisnya gitu. Nah, di situ yang
mungkin peternak-peternakan masyarakat
ini yang belum sampai ke situ. Intinya
adalah manajemennya itu, Pak. Karena
hewan ini kan seperti kita manusia, kita
mengeluarkan cost untuk pakan tapi ada
yang tidak sesuai ekspektasi kita dan
lain. Nah, itu yang coba saya bangun
gitu. Alhamdulillah di Nusaku ini
semuanya sudah terreord gitu loh, Pak.
Jadi dari masalah untuk pakannya, untuk
HP pakan sampai berpengaruh ke
pertumbuhan bobotnya. Nah, tiap tahun
kita akan melihat pertumbuhan bobot
karena kita mempunyai target untuk harga
jualnya tersebut, Pak. Itu kan di atas
tuh kan ada barcode itu ada datanya
semua, Pak. Kebanyakan kami tuh sekitar
70% tuh rata-rata online, Pak. ya
penjualan karena kami menggunakan sistem
di website yang di mana masyarakat
ataupun pengkorban atau konsumen kami
itu bisa mengakses hewan kurban mereka
yaitu melalui website tersebut. Di dalam
itu terdapat kodenya, foto sapinya
seperti aplikasi jual beli mobil itu kan
ada dari sisi depan, samping, belakang
gitu. Terkait masalah pembayaran sampai
ke pengiriman. Jadi nanti pembeli itu
bisa ngetrack pengiriman itu loh, Pak.
Karena kita kan belajar dari setiap
tahun, Pak. Gitu kan. Apa sih
problem-problem di konsumen? Apa sih
yang biasa dikeluhkan atau sampai
dikomplain lah gitu. Itu yaitu adalah
pengiriman, Pak. Jadi kita untuk
mengurangi mereka gelisah kapan sih
sapinya dikirim terus atau kirim sudah
sampai mana. Nah itu kita tambah fitur
itu yaitu pengiriman di mana nanti ee
pengkurban itu ataupun konsumen kami
bisa mengakses siapa sih drivernya nomor
drivernya sampai ke mapsap ini itu Pak
dan pembelian di Nusaku itu gratis
pengiriman dan perawatan sampai hari H.
Jika pengiriman di H-2 itu kita biasa
membekali dengan pakan itu biar nanti
pengkorban tuh tidak bingung tuh untuk
pakannya si sapi ini. Kita juga
menggaransi untuk cacat sehat karena kan
hewan kurban tuh memiliki syarat yaitu
harus sehat, tidak cacat, tidak pincang,
dan tidak buta gitu, Pak.
di Nusaku ini kita saat ini
alhamdulillah hampir semua jenis sapi
ada, Pak. Dari sapi limosin, setal,
brangus, PO, terus sapi Madura, dan yang
sekarang yang sangat digemari oleh
masyarakat DKM itu. Itu nama jenisnya
sapi Bali, Pak. Ras Bali gitu ya. Ring
se harga kami dari 17 juta sampai
ke di atas R juta. Kita ada untuk
beberapa kandang ini kan kita ada
beberapa rayon lah di kandang Taju
Halang ini kapasitasnya di angka ee 500
ekor. Ini kandang permanen, Pak ya. Ee
terus di yang di Tajur Halang eh 150
ekor, di Ciseeng itu 300 ekor dan yang
di Ciawi itu 150 ekor. Dan saat ini kami
mempunyai sapi yang sudah ready itu di
angka 700 ekor dan alhamdulillah yang
sudah terboking itu sekitar hampir 5 se
ekor, Pak. Kami mempunyai program, Pak,
namanya program tabun kurban gitu. Dan
alhamdulillah karena mungkin kualitas
sapi yang baik ya gitu ya menurut mereka
gitu ya. Jadi setiap setelah Idul Ada
itu itu langsung seperti sudah
bonyobondong untuk membeli hewan kurban
tahun berikutnya, Pak. Nah, ini kita
sudah punya ee konsumen untuk tahun
2026. saat ini sudah ada keunggulan
kurban di Nusaku. Pertama, kandang sudah
sesuai standar kandang modern lah yang
di mana terkait masalah sanitasi yaitu
kebersihan. Terus yang kedua terkait
masalah pola pemberian pakan gitu kan.
Kita cukup konsen di dalam pemberian
pakan yang di mana untuk menjaga
kualitas daging agar lebih baik. Memang
kalau di dunia hewan kurban itu awalnya
tuh mereka hanya melihat dari jogrok,
Pak, dari fisik. Tapi saat ini sudah
banyak ee pengurban yang sudah mulai
mengarah ke hasil daging. Nah, itu yang
kita coba kolaborasikan dengan beberapa
anak peternakan untuk menciptakan
formulasi pakan yang bagus untuk
kualitas daging gitu. Karena saat ini
kita menggunakan pola pakan kering gitu.
Itu pola pakan untuk sapi potong. Dari
situ banyak konsumen kita yang rep order
itu karena mereka puas dengan kualitas
daging. Ketiga, proses perawatan sapi
ini setiap bulan kita melakukan
penimbangan dan lain-lain. Itu yang
untuk menunjang dari kualitas hewan
tersebut. Kalau omset saya baru kali
inilah bangun suatu usaha yang menurut
saya omsetnya cukup luar biasa gitu kan.
Dan itu juga salah satu motivasi saya
bersama tim untuk gimana caranya bisa
menjaga amanah dan eksistensi ee
peternakan ini. Karena saya menyadari
bahwa usaha atau bisnis peternakan ini
khususnya sapi itu cukup luar biasa,
Pak. Coba dihitungkan aja satu ekor sapi
di ring seharga R juta itu, Pak. Nah,
ini ada harga nih dari 20 sampai ke R0
juta, Pak. Itu dikalikan 1.000 aja sudah
berapa? Sudah 20 M gitu. Nah, ini kita
tahun ini sekitar ee 40 sampai 50, Pak.
M. Kenapa sih gagal beberapa kali usaha
ya gitu? Itu karena mungkin karena saya
seorang diri dan beberapa mungkin
menurut saya keputusan-keputusan itu
yang kurang baik akhirnya membuat usaha
itu tidak berjalan sesuai dengan
harapan. bersama usaha peternakan ini.
Kebetulan kebetulan saya bertemu dengan
sahabat saya itu akhirnya kita membangun
suatu sistem usaha yang menurut saya tuh
kolaborasi kami cukup baik gitu karena
kami saya di anggapnya bagian lapangan
beliau di bagian sistem kami tidak
bersinggungan gitu. Saya mengembangkan
gimana membangun ekosistem peternakan
yang baik dari hulu ke hilir, menata
kandang, membuat formulasi pakan yang
baik, menyiapkan sapi-sapi kurban yang
sehat. Sahabat saya itu bagaimana
caranya membangun sistem agar masyarakat
luas bisa mengetahui terus bisa
mengakses sobul kurban kami setiap bulan
bisa mengakses e perkembangan
sapi-sapinya. Makanya kenapa timeline
kita adalah beternak digital gitu ya.
Nah, itu yang membuat kami cukup
berkembang. Tapi saya menyadari bahwa
sesuatu yang insan itu cukup berbahaya.
Memang wiraswasta tuh seperti roller
coaster naik-naik banget, turun-turun
banget. Itu kan waktu itu saya beberapa
kali usaha yang di mana orang
mengatakan, "Wah, kamu kok cepat ya?"
gitu kan setahun 2 tahun sudah bisa
seperti ini. Gitu kan, tapi cepat juga
jatuhnya Pak gitu kan. Makanya kenapa
kami akhirnya berusaha untuk memperkuat
tim kami. Dulu saya bukan orang
peternakan. Akhirnya kami menghay orang
peternakan, terus orang sistem dan
lain-lain itu yang untuk supaya bisa ee
menjaga eksistensi kami itu.
Alhamdulillah dari empat orang sekarang
sudah tim kami ada 90. Sebenarnya semua
mau di bidang apa saja, Pak, apalagi di
dunia wiraswasta ya. Yang pertama butuh
jiwa yang benar-benar kuat gitu kan.
Apalagi usaha itu baru awal gitu kan.
Itu bukan cuma mental itu mesti jiwa dan
kita terus berpikir gitu gimana caranya
usaha kita bisa berkembang gitu kan.
Karena usaha atau bisnis itu di tahun
awal sampai mungkin di bawah 5 tahun itu
itu masa-masa sulit gitu kan. Saya
menghargain suatu proses di mana
alhamdulillah di dunia peternakan ini
saya bertemu dengan teman-teman
sahabat-sahabat itu yang mau
berkolaborasi untuk membangun suatu
peternakan.
semuanya tidak ada yang sia-sialah gitu
kan. Jadi waktu itu tadi yang saya
cerita bahwa saya membuka kandang di
Sawangan tanah saya sewa tuh Pak saya
bangun cukup permanen seperti ini itu
banyak orang yang mencibir gitu e
mengatakan bahwa ngapain sih kamu sampai
membuat kandang sebagus ini gitu kan.
Ini toh tanah pun kamu sewa gitu kan.
Nanti kalau kamu pas pindah kan pasti
rugi kamu gitu. Tapi saya begini, Pak.
Saya dengan menciptakan sesuatu yang
baik, insyaallah tuh ke depan akan lebih
baik, gitu. Saya beranggapan bahwa nanti
konsumen datang kesan pertama tuh mereka
melihat kandang gitu. Oh, kandangnya
rapi, baik, dan lain-lain tuh. Dan
alhamdulillah itu terwujud, Pak. Banyak
yang datang. Nah, saat ini kami
alhamdulillah dari awalnya kami sewa,
sekarang kami sudah bisa beli sendiri.
Alhamdulillah insyaallah sih sudah jadi
milik kami. Terus kami sudah punya
armada sendiri. Dulu saya mobil saya
saya jual, saya pakai motor buntut gitu
kan. Sekarang kita sudah punya truk
sendiri, ik sendiri, ada tim kesehatan
sudah mempunyai armada sendiri gitu Pak.
Nah itu memang tantangan kita adalah
bagaimana kita terus menjaga eksistensi
kita ini gitu Pak. Saya menyadari bahwa
nusaku ini berdiri bukan karena saya,
tapi karena kolaborasi. Kami tidak punya
impian terlalu besar, Pak. Kami meyakini
bahwa semua udah berjalan aja gitu kan.
Kebetulan kandang yang kami tempati
sekarang ini sebelahnya tuh ada yayasan
gitu, Pak. Yayasan di mana ada
santri-santri infonya tuh kurang
maksimal lah dalam pengelolaannya gitu
ya. Nah, dari situ awalnya niatnya cuma
memberi makanan lah gitu kan. Tapi
dengan situ kita memikir gimana kalau
mama kita membuat suatu yayasan gitu kan
yang di mana kita beri nama nusarit.
Nah, itulah kami menggunakan dua jalur
langit itu jalur langit dari
santri-santri tersebut. Yang kedua
adalah kami menggunakan sistem tersebut
kan saat ini sekitar 12 dengan dua
pengajar. ada yang yatim, ada yang ee
itu ada yang duava
itu. Saya salah satu peternak ataupun
pelaku usaha. Jika teman-teman ingin
menjadi seperti saya atau sebagai
pengusaha memang jiwa wiraswasta tuh
harus dimunculkan gitu. Karena untuk
suatu usaha atau wiraswasta itu harus
memiliki jiwa yang kuat, mental yang
kuat, dan kita harus terus mau untuk
belajar gitu kan. Karena wiraswasta tuh
prosesnya cukup panjang. Hargailah
proses demi proses. Jadi bagaimana
caranya kita untuk terus belajar, apa
yang jadi suatu kendala, apa kekurangan
yang ada di kita. Insyaallah di situ
kalau jika kita ingin terus belajar,
kita mengar proses itu, insyaallah niat
kita, tujuan kita akan
tercapai. Saya Nanang Sugiarto dari
Nusaku Indonesia. Ini naik kelas versi
saya. Temukan naik kelas versi kamu. Oh
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:26:24 UTC
Categories
Manage