Hanya Modal 1 Juta, Bisnis Ini Bisa Hasilkan Ratusan Juta Perbulan
zE1Aw3AeAGA • 2025-03-29
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Dulu Itik kita ngemodal sampai R juta
lebih. Ternyata malah menghasilkan
pembelajaran. Jualan seblak juga cilok
itu keluar modal mungkin ada hampir R
jutaan lah gitu. Nah, malah di Seik ini
yang modalnya hanya R1 juta, itu pun
karena kita daftar pelatihan. Uang udah
habis, gimana caranya si R1 juta ini
balik lagi? Kita optimalkan dengan
berjualan. Terus juga waktu itu jualan
produk teman juga yang udah punya brand
duluan diberi kemudahan dengan bayarnya
nanti kalau kita udah dapat transparan
dari customer gitu. Gimana waktu itu
alhamdulillah profit udah semakin baik
dari waktu ke waktu tapi ya kita ambil
secukupnya agar si profitnya itu bisa
terus kita putar jadi modalnya semakin
besar gitu sampai alhamdulillah bisa
menghasilkan omset ratusan juta per
bulannya gitu.
Perkenalkan saya Gita. Usia saat ini 24.
Pada percaya enggak ya? Enggak. Itu 10
tahun yang lalu. Jadi usianya sekarang
34 tahun dan saat ini bersama suami
menjalani usaha di bidang fashion
muslimah yaitu Seikalova. Jujur saya
sama suami bisa dibilang melawan arus ya
karena background keluarga kami gitu ya
keduanya dari pendidikan PNS. Begitu
pula dengan e background pendidikan kami
gitu yang merupakan sarjana pendidikan.
Dulu awalnya saya dan suami sama-sama
bercita-cita ingin menjadi dosen, tapi
di semester akhir tiba-tiba pindah
haluan dan tertarik menjadi e pengusaha.
Karena saat itu kami tuh lagi nunggu
masa-masa sidang. Nah, di sana kita jadi
senang baca buku dan kita tuh jadi
senang baca buku self motivation. Waktu
itu Notses from Qatar karangannya
Muhammad Assad. Nah, dia juga kan usaha
ya dan waktu itu dia cerita proses
pertamanya kuliah di luar negeri, proses
dia mencapai impian-impian lah di sana.
Oh i ya kita untuk mencapai impian tuh
harus banyak bergerak dan bahkan
pergerakannya tuh memang yang enggak
biasa gitu. Kalau yang biasa-biasa aja
ya untuk kita enggak enggak bisa gitu
mencapai mimpi yang besar dengan gerakan
yang biasa aja. Nah, kalau Seikalova ini
sendiri juga bukan brand yang dengan
sengaja. Waktu itu saya udah mulai kan,
ah pengin jadi pengusaha nih, tapi belum
kebayang mau jadi pengusaha apa atau
usaha apa. Nah, saat itu pokoknya kami
tuh oke apa nih kita bisa mulai dengan
apa untuk menjadi pengusaha. Waktu itu
kan beda sama sekarang ya kan kalau
misalnya mau mulai usaha tuh lebih mudah
dengan era digital kan. Enggak online
kayak enggak butuh modal banyak segala
macam. Nah, dulu belum musim kayak gitu.
Saya memulai sama suami sambil kerja
dulu. Saya sambil jadi asisten dosen,
suami juga kerja juga gitu kan. Nah,
tapi di sana kita tetap pengin jadi
pengusaha gimana ya? Oke, kita berpikir
gimana caranya memulai usaha yang bisa
sambil kerja. Nah, saat itu kita mulai
dengan ternak itik. Awalnya saya memulai
bisnis tuh modal keberanian aja, tapi
ternyata dari sana belajar banget.
Bisnis itiknya gagal gitu ya. merugi
sampai 20 jutaan lebih saat itu uang
tabungan saya habis. Yang tadinya mau
beli rumah enggak jadi beli rumah gitu
karena uangnya habis. Tapi di sana kita
banyak pembelajaran dan yang paling
intinya itu ternyata bisnis itu enggak
hanya modal uang dan modal nekat aja
gitu loh. Butuh ilmu juga gitu.
Menjalani bisnis itu enggak bisa asal
gitu. Nah, dari sana kita belajar
akhirnya tergerak untuk oh ya udah kalau
kita emang niatnya pengin jadi pengusaha
kita harus belajar dong. Dari sanalah
kita mulai banyak cari tahu tentang
course-course bisnis gitu. Karena kan
kalau sekarang mah banyak ya
kelas-kelas. Nah, kalau dulu tuh masih
jarang, yang online juga masih jarang.
Jadi kita tuh kayak, "Ih, ada kelas
bisnis apa nih di mana?" Di Bandung.
Kita bela-belain pergi ikutan gitu.
Nah, waktu itu ketemu sama supplier
gamis, kerudung gitu ya. Nah, waktu itu
menjelang bulan Ramadan saya izin boleh
enggak e ta ikut jualin? Oh, ya udah
boleh gitu. Diizinkan yang waktu itu
saya belum ada modal diizinkan ambil
barang dulu nanti saya udah customer
udah bayar baru bayar. Ternyata laris
nih jualan mukena, gamis, kerudung. Di
tahun 2016 mulai tuh saya tertarik untuk
pengen produksi sendiri juga, pengin
bikin gamis yang kayak begini gitu. Ya
udah kita produksi aja. Dari sana
mulailah berusaha nyari-nyari rekanan
produksi. Akhirnya ketemu dengan rekanan
yang bisa ngebantu produksi. Dan di 2016
saya lahir sebagai brand itu sendiri.
Waktu itu kan saya masih jadi asisten
dosen, terus juga jadi part-time teacher
di sebuah lembaga kursus gitu kan. Tapi
semakin sini saya wah semakin susah
mengatur waktu alhamdulillah seik-nya
berkembang akhirnya memilih untuk resign
tuh saat itu. Ya udah deh saya putuskan
kita fokus aja di seik lalu kita mulai
hire tim gitu ya ee satu orang dua orang
gitu semakin berkembang. Alhamdulillah
saat ini tim di kantor operasional ada
24 orang dan tim produksi 30-an lebih.
Kalau per bulan di ribuan pisis mungkin
5.000-an lebih. Nah, ini juga harganya
variatif ya. Di kayak bergo gitu
Rp60.000 sampai di
Rp350.000. Omsetnya di ratusan juta sih
kalau dinominalkan.
Jadi, Seikalova ini bertumbuh saat
pertumbuhan jualan online masih
baru-baru kan waktu itu tuh belum ada
marketplace, Instagram juga baru
bertumbuh sebagai platform jualan. Jadi
di 2016, nah Instagram ramai kan dipakai
platform untuk berjualan. Nah, Seik juga
bertumbuh berbarengan dengan Instagram.
Saat itu kita distribusi online-nya tuh
melalui agen reseller. Nah, kemudian di
2021 kita fokus ke retail, tapi kita
juga fokus ke retailnya masih pakai
metaads yang diarahkan ke form dan WA.
Ada juga ke website sendiri. Sering
berjalannya waktu, kita juga belajar
tentang ilmu bisnis segala macam bahwa
kita tidak boleh hanya bergantung pada
momentum aja. Jadi jangan sampai kita
itu bisnis itu hanya faktor
keberuntungannya aja. Kita harus mulai
belajar ilmunya. Kemudian kita
mempelajari nih ilmunya bagaimana
mengembangkan bisnis itu sendiri gitu
berdasarkan fondasi yang jelas agar ya
bisnis kita sustain gitu. Ada musim ini
kita ikut-ikutan nanti ininya ngelelep
kita ikut ngelelep. Agar jangan sampai
kayak gitu kita harus menerapkan
framework bisnis yang benar. Kita
kemudian banyak belajar ikut komunitas
bisnis. Nah, dari sana sering diingetin,
dikasih tahu bahwa ayo kamu harus bisa
menjalankan bisnis usaha ini secara
menyeluruh gitu. Harus membedakan bisnis
sama dagang. Kalau dagang kan misalnya
nih, ini sekarang lagi ramai TikTok,
okelah ada produk apa jual di TikTok
ngikutin ramainya TikTok. Habis gitu
TikTok-nya misalnya udah mulai optimasi,
kita enggak bisa ngikutin, kita
ngelelep. Nah, kita harus bisa paham
framework bisnis itu sendiri. Jadi kita
enggak hanya gimana jualannya aja, tapi
kita juga gimana menumbuhkan perusahaan
ini sendiri gitu. Nah, dari sana kita
mulai membangun tim juga gitu yang saya
rasakan. Kita enggak hanya fokus jualan,
tapi gimana caranya di berbagai ini
bisnisnya tuh kayak dari keuangan, dari
marketing, kita harus menerapkan dengan
framework yang usaha atau bisnis yang
benar agar bisa bertahan dalam kondisi
apapun.
Kesal terbesar seorang bisnis owner
adalah terlalu banyak terlibat dalam hal
teknis seperti mengurus laporan
keuangan, bikin invoice, cek stok barang
sampai ngurus karyawan. Harusnya waktu
dan energi digunakan untuk memikirkan
strategi bisnis bukan malah tenggelam
dalam operasional sehari-hari yang
sebenarnya bisa dibikin otomatis dengan
menggunakan software bisnis yang mudah
digunakan, lengkap, dan terintegrasi.
Ini saatnya upgrade ke Odu, aplikasi
kelola bisnis termudah. ODU adalah
bisnis software yang lengkap, all inone,
affordable, dan mudah digunakan.
Bayangkan kalau semua urusan bisnis bisa
dikendalikan dalam satu platformroom
yang sangat terintegrasi. Sales kelola
pesanan pelanggan dengan cepat non
otomatis. Invoicing buat dan kirim
invoice hanya dalam hitungan detik.
Accounting, laporan keuangan real time
enggak perlu pusing lagi. Enggak hanya
itu, Oldu juga punya fitur POS, website,
HR, project management, dan banyak lagi.
Saatnya bisnis kamu naik kelas dengan
Odu, coba ODU secara gratis atau ngobrol
bareng pakar Odu dengan klik link di
deskripsi.
[Musik]
Saya memahami bahwa bisnis itu bukan
hanya tentang untung rugi. Bisnis itu
bukan hanya tentang pencapaian materi
gitu. Dan terlebih lagi karena dari
perjalanan bisnis gagal, kemudian
mengalami kerugian segala macam gitu.
Ada di masa-masa ya Allah kok gini ya
gitu. Jadi dulu pernah termotivasi
katanya bisnis itu enak karena bisnis
jalan owner bisa jalan-jalan. Waktunya
bebas gitu bebas uang, bebas waktu.
ternyata realitanya tidak seperti itu
gitu loh. Dan bahkan kalau misalnya bisa
dibilang dari segi waktu, dari segi
fokus pikiran gitu kan, tenaga kita
malah lebih kalau bisnis itu kita harus
ngeluarin itu lebih gitu dari pikiran,
dari tenaga segala macam. Kalau dari
kerja kan mungkin selesai kerjaan udah.
Nah, kalau bisnis tuh enggak bisa gitu.
Boro-boro bebas waktu, udah pulang ke
rumah, udah selesai jam kerja aja. Kalau
sebagai owner kita masih harus terus
berpikir kan gitu. Nah, tapi ee guru
saya menyampaikan bahwa bisnis itu
perjalanan spiritual gitu, spiritual
jurni. Gimana caranya melalui bisnis ini
juga menjadi jalan kebermanfaatan kita
sebagai ibadah, sebagai ladang dakwah
gitu. Karena di bisnis ini misalnya
contohnya seika punya banyak follower,
saya punya karyawan. Nah, itu bisa jadi
ladang dakwah kita, gitu. Maka dari itu
ya bisnis itu spiritual journey dan
jalan kebermanfaatan gitu. Bukan hanya
tentang pencapaian materi dan untung
rugi aja. Karena kalau kita berpikirnya
hanya untung rugi, hanya pencapaian
materi pas-masa rugi, masa-masa turun,
kita bisa mudah nyerah gitu kan, mudah
ngeluh mungkin. Apalagi di bisnis
dinamikanya itu kayak wah lebih kayak
roller coaster lah gitu. Nah, karena
dinamikanya ini gitu harus memaknai ya
itu punya pegangan spiritual jurn ini.
Jadi saat kita di bawahlah atau saat
kita rugi atau tidak sesuai ekspektasi
gitu, saat kita mendapatkan kerugian.
Kalau kita ada di masa-masa yang tidak
sesuai ekspektasi misalnya kegagalan ya
kita bisa melihat itu sebagai
pembelajaran gitu karena mindsetnya udah
spiritual journey dan kebermanfaatan
duluan gitu.
Dari kecil saya tuh terbiasa sama orang
tua, kamu tuh boleh punya mimpi yang
besar. Ayah saya guru, ibu tata usaha.
Kan maksudnya tipikal yang keluarga
tidak berlebihan gimana banget. Kalau
misalnya kita ada keinginan perlu effort
lah, harus nunggulah. Tapi meskipun
begitu, orang tua saya tidak pernah
membatasi kalau kita punya keinginan,
kamu boleh punya keinginan yang besar.
Jadi lagi SD nih, saya waktu itu bilang,
"Aku cita-citanya pengin keliling Eropa,
pengin keliling dunia." Padahal kalau
dipikir-pikir dari mana? coba gitu. Tapi
orang tua saya enggak pernah dari mana
uangnya enggak pernah kayak gitu. Kamu
enggak mungkin orang tua kamu hanya
begini misalnya enggak pernah oh
insyaallah bisa berdoa. Berarti kamu
harus gimana caranya berusaha belajar
segala macam. Dari sana dari kecil itu,
dari SD jadi saya udah berpikir gimana
saya bisa mencapai tujuan itu. Dulu
kepikirannya gini, kalau pengin keliling
dunia, keliling Eropa, caranya apa ya
yang bisa saya jangkau? Oh, jadi
pramugari. Jadi pramugari yang bisa
keliling dunia, gitu kan. Dari sana saya
terpikir kita punya mimpi, punya gol,
kita harus berpikir kendaraan apa yang
bisa mengantarkan kita untuk mencapai
mimpi atau gol kita itu. Semakin
jalannya waktu, alhamdulillah waktu itu
lagi kuliah tingkat akhir saya kuliah di
UNSIL namanya Mas Hoodie Award. Itu
penghargaan untuk mahasiswa yang
berprestasi untuk berangkat ke Eropa
selama 2 bulan. Waktu itu memilih e
jurusan kuliah pun yang bisa
mengantarkan saya sama mimpi saya ke
Eropa ngomongnya bahasa Inggris. berarti
saya harus jago bahasa Inggris. Jadi
saya kuliah bahasa Inggris dan ternyata
di tingkat akhir tingkat 3 ke tingkat
empat saya baru tahu ada program itu di
UNSIL. Ternyata pas ikutan surprisingly
saya keluar sebagai pemenangnya. Waktu
itu berangkat ke Eropa 2 bulan. Nah,
dari sana ternyata enggak ada yang
enggak mungkin gitu loh. Untuk mimpi
besar itu ya kita usahakan aja dulu.
Jadi waktu saya memutuskan untuk jadi
pengusaha pun itu kan pengusaha jauh
banget gitu dari background pendidikan,
background keluarga. Tapi ya itu karena
sebelumnya dari kecil udah biasa kan
bermimpi yang besar dan insyaallah kamu
tuh pasti bisa gitu yang penting
memikirkan ikhtiarnya kendaraannya apa,
bagaimana dari sana ya udah deh saya
ingin menjadi pengusaha untuk menjadi
kendaraan saya mencapai gol dan mimpi
saya yang waktu masuk di world itu saya
tinggal 2 bulan di Eropa dan
alhamdulillah ee semuanya gratis dari
mulai berangkat dari Tasik sampai sana
sampai kembali lagi. di sana tinggal di
Brues, di Belgia dan diberi reward untuk
keliling beberapa negara juga. Jadi
kelilingnya belum, baru beberapa. Semoga
ini masih bisa diwujudkan lagi
nanti. Kalau boleh dibilang titik
terendah, kayaknya yang waktu bisnis
itik sih. Karena istilahnya gini, saya
sama suami kerja freelance
bertahun-tahun. Kita kuliah sambil
kerja, orang di sela-sela kuliah bisa
main, bisa menikmati masa muda. Kita tuh
kerja agar punya tabungan, agar waktu
itu bisa cepat-cepat nikah dan mandiri.
Dan sekalinya uang itu terkumpul gitu,
hasil pengorbanan dan perjuangan
tiba-tiba habis karena kegagalan bisnis
etnik itu sendiri, gitu. Dan saat itu
juga kita tuh baru nikah. Jadi waktu itu
di masa penyesuaian baru nikah mengalami
kerugian, uang tabungan juga hampir
habis tersisa sedikit aja dan waktu itu
tuh ada di posisi juga merasa salah
ambil keputusan, merasa gagal, merasa
ini pilihan yang salah dan apa kita
kembali kerja lagi aja atau gimana gitu.
Itu sih titik terendahnya gitu. Tapi
selain itu juga tentunya saat kemudian
memulai seik di Seik juga sama kita juga
pernah mengalami titik-titik terendah
saat Seik ini bertumbuh dengan
pertumbuhan Instagram dan jualan online
yang belum ramai. Terus karena itu tadi
kita ngerasanya kita merasa berhasil
karena usaha kita. Padahal ternyata itu
tuh ada faktor keberuntungan dan kita
berhasil di momentum yang tepat gitu.
Nah, waktu itu mulailah ada pandemi
COVID. Nah, saat itu Seik juga sempat
turun di momen-momen pandemi itu. Dulu
masih berpikirnya gini, "Oh, ini pasti
karena pandemi nih. Kita tinggal nunggu
pandemi udahan aja sih." gitu. Kita akan
kembali ke performa terbaik kita.
Ternyata pandemi udahan waktu itu kita
udah optimis banget ningkatin produksi
lagi segala macam. Pas kita mau
comeback, kita rasa itu akan menjadi
epic comeback atau comeback stronger,
ternyata kok masih gini-gini aja gitu.
Kok ternyata kita tidak semudah itu
kembali ke masa terbaiknya kita.
performa terbaiknya Seika gitu. Nah, di
sana mulai tuh perasaan dengan cara
begini masih enggak works. Cara begini
masih juga enggak works. Itu pernah di
omset tuh mungkin turun bahkan lebih
rendah di pada masa pandemi. Nah, dari
sana itu kayak pukulan banget sih untuk
kita. Wah, ternyata gitu ya selama ini
tuh kita tuh masih harus banyak belajar,
belum tahu sebanyak itu. Ternyata selama
ini kita juga dibantu sama momentum yang
tepat. Ada faktor keberuntungan. Nah,
dari sana untuk bangkit lagi bahkan kita
pernah ngerasa tidak semudah saat kita
memulai. Jadi di sana tuh kita oh benar
ya ternyata kata orang gitu
mempertahankan itu lebih sulit dari
memulai. Jadi waktu dulu pas mulai kayak
justru lebih mulus pas mulai seik
dibanding bangkit lagi ini gitu pas ee
momen-momen masa setelah pandemi itu
gitu. Nah, dari sana oke berarti ini
sinyal untuk belajar lagi gitu kan. dan
apa ya dari sejak saat itu sampai saat
ini ya kita memulai bangkit dari segi
pencapaian omsetnya belum bisa kembali
ke performa terbaik kita tapi dari sisi
lain dari segi tim gitu kan dari segi
pengetahu dari segi sistem perusahaan
kita merasa bertumbuh dan berkembang
[Musik]
gitu kalau dari pencapaian selalu
diingatkan bahwa bagaimana caranya
bisnis ini kan amanah untuk bisa jadi
jalan kebermanfaatan. Jadi saya tuh
senangnya selain saya bisa menjadi
wasilah untuk mewujudkan mimpi-mimpi
saya gitu ya, saya juga senangnya adalah
lebih senangnya lagi Seik bisa menjadi
wasilah tim saya untuk mencapai mimpi
mereka juga gitu. Jadi seorang tuanya
jadi bisa berangkat umroh, punya rumah
ya, punya tempat tinggal, punya
kendaraan. Itu sih kalau dari pencapaian
mungkin yang dari segi sisi material
yang nampak gitu ya. Tapi kalau yang
tidak nampaknya gitu ya, saya bagaimana
caranya bisa memberikan Seik ini bisa
memberikan impact jalan pertumbuhan bagi
tim saya gitu. Nah, Seik punya visi grow
to inspire. Jadi, gimana caranya tim
saya tuh bisa bertumbuh gitu di Seik
ini? bukan hanya saja tim internal,
bagaimana caranya kebermanfaatan ini
bisa dirasakan lebih luas lagi. Kalau
bisa dibilang yang saya senang banget
pencapaian Seik itu adalah dengan
lahirnya Seik Parenting Journi sih. Jadi
jalan kebermanfaatannya bukan hanya saja
di tim internal, tapi bisa lebih luas
lagi. Jadi di sini customer Seik itu
gitu bukan hanya bisa dapetin produk
yang cantik yang bisa membantu mereka
tampil lebih percaya diri, tampil
nyaman, tapi juga mereka mendapatkan
value yang lebih gitu. Jadi, bagaimana
caranya Seikah Hijab ini bukan saja
jualan produk gitu, tapi bisa kita bisa
memberikan value atau kebermanfaatan
lain dan lahirlah Seik Parenting Journey
ini. Nah, ini bagi saya pencapaian yang
sangat berarti gitu ya. Karena apa?
Karena Seik ini target marketnya
customernya kan perempuan, ibu muda
gitu. Saya juga merasakan manfaatnya
dari belajar dan menerapkan ilmu
parenting. Nah, di sini saya mengajak
customernya Seik gitu untuk sama-sama
belajar. Jadi mereka itu selain bisa
menjadi perempuan yang cantik gitu kan,
mereka juga bisa menjadi ibu yang
berwawasan, ibu yang bisa amanah untuk
anaknya, untuk keluarganya kayak gitu
dan kita bisa bertumbuh bareng-bareng
gitu melalui Seik dan Seik Parenting
Journinya ini yang udah
dicapai ya. Alhamdulillah punya rumah,
punya kendaraan, punya kantor gitu bisa
berangkat umrah gitu. kita kasih dari
bahan-bahan premiuman ya. Untuk harganya
cuma di harga Rp29.000.
Oke. Kalau best advice-nya sih sebagai
sisi perempuan ya, saya ngelihatnya
gini, alasan lain untuk bisnis ini
adalah kendaraan yang saya rasa cocok
untuk mencapai gol dan mimpi saya. Saya
juga melihatnya di sini lebih fleksibel
gitu. Kebetulan saya menjalani sama
suami nih, kita bagi tugas saya.
Bagaimanapun perempuan itu tugas
utamanya kan sebagai ibu, tugas utamanya
sebagai istri gitu kan. Kalau diurut
prioritasnya kalaupun punya bisnis ya
tetap yang paling utamanya adalah
seorang ibu dan seorang istri. Nah, di
sini dalam menjalani bisnis karena ini
usaha kita sendiri gitu jadinya bisa
kita lebih fleksibel gitu, tidak ada
tuntutan jam kerja atau yang seperti apa
gitu. Nah, tapi base advice-nya untuk
perempuan gitu di zaman sekarang bisnis
tuh lebih fleksibel lagi ya. Kesempatan
kan kalau dulu perempuan pengin bisa
menjadi ibu rumah tangga yang baik tapi
juga misalnya pengin berkarir kayak
susah gitu, kayak enggak ada jalannya.
Karena ya namanya berkarir bekerja itu
pergi ke kantor ada jam kerjanya dari
pagi sampai sore misalnya atau
bagaimana. Tapi di era digital ini gitu
kesempatan itu sangat terbuka luas. Jadi
untuk teman-teman yang ingin berkarir,
ingin mengaktualisasi diri, ingin
berkarya gitu, manfaatkan era digital
ini yang mana bisa menjadi tempat untuk
kita berkarya dan berkarir dengan lebih
fleksibel lagi. Dari segi waktunya, dari
segi jenis pekerjaannya. Kan banyak tuh
bisa itu freelance lah, bisa itu kita
minimalnya kayak jadi affiliate. Nah,
dari sana kan itu juga bisa membuat kita
punya penghasilan. yang tadinya mungkin
awalnya self employ gitu kan bisa jadi
ladang usaha juga bisa menjadi
kesempatan untuk berwirausaha. Nah, jadi
dari itu untuk ee teman-teman perempuan
di mana pun berada gitu manfaatkan era
digital ini untuk berkarya, untuk
berkarir dari hal yang terkecil dulu,
gitu. Untuk mimpi yang besar, mimpi kita
harus besar tapi mulai dari langkah
kecil. Mulai dengan langkah-langkah
kecil itu yang ada di hadapan
teman-teman. melakukan dengan fokus,
dengan serius gitu kan, dengan
sungguh-sungguh. Dan semoga itu menjadi
jalan untuk teman-teman berkembang
mewujudkan mimpinya misalnya untuk
menjadi pengusaha perempuan atau segala
macam agar kita bisa tetap berkarya tapi
tetap juga menjadi ibu dan istri yang
baik sesuai
[Musik]
fitrahnya. Allah itu sudah menakar
rezeki setiap orang. Setiap orang tuh
udah ada rezekinya masing-masing gitu
kan. tugas kita itu tinggal fokus
menjemputnya, ikhtiarnya gitu kan.
Bagaimana caranya kita yang memantaskan
diri untuk mendapatkan rezeki yang sudah
Allah siapkan itu. Itu yang pertama.
Lalu yang kedua, saya selalu ingat guru
saya menyampaikan bahwa kita tuh harus
punya angka cukup. Jadi angka cukup ini
adalah menjadi apa ya kontrol diri kita
agar tidak serakah gitu. Dengan kita
punya angka cukup, kita tuh bisa
mengontrol diri kita apa yang boleh kita
lakukan, apa yang pantas kita lakukan
dalam persaingan bisnis ini, gitu. Jadi,
kita tetap ada dalam jalur yang benar,
tidak hanya fokus pada wah misalnya
lihat orang, wah pencapaiannya udah
segini ya, gimana ya kalau misalnya kita
enggak punya angka cukup dan hanya
berorientasi pada materi ini istilahnya
kita bisa tabrak kiri kanan kan. Tapi
dengan kontrol ini gitu, angka cukup ini
yang kita pegang ingat gitu, kita harus
punya angka cukup dan Allah itu sudah
menyiapkan rezekinya. Jadi mau kita
usahanya bagaimanapun gitu kan misalnya
kita malah nabrak-nabrak syariatlah atau
dengan persaingan yang tidak sehat,
tidak benar, ya Allahnya enggak ngasih
ya enggak akan gitu. Oke. Jadi untuk
teman-teman di mana pun kalian berada,
yang pertama closing statement dari
saya, jangan takut untuk bermimpi gitu
ya. berani bermimpi, bermimpi yang besar
tapi mulai action dari hal terkecil lalu
bersungguh-sungguhlah dalam melakukan
sesuatu yang ada di hadapanmu saat ini
dan teruslah bertumbuh untuk mencapai
versi terbaik dari dirimu. Ini naik
kelas versi saya. Temukan naik kelas
versimu.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:26:47 UTC
Categories
Manage