Transcript
FDG3Z8_lr9I • Ternak Sapi Rugi 200 Juta di Tahun Pertama, Raup Omzet 3 MILIAR di Tahun Ketiga !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/naikkellas/.shards/text-0001.zst#text/0057_FDG3Z8_lr9I.txt
Kind: captions
Language: id
Dulu saya berpikir ya e karena udah
kegagalan-kegagalan itu ya saya berpikir
masa iya kita selalu jadi ahlul musibah
gitu kan enggak mungkin gitu ya. Saya
percaya suatu saat ini akan terganti
gitu kita akan tersenyum, kita akan
menangis bahagia mungkin gitu kan. di
tahun sebelumnya karena faktor intern
tidak supportnya SDM, operasional,
sumber pakan, kita harus rugi R200 juta.
Tapi di tahun ini alhamdulillah masih
durasi kurang dari 3 bulan ke Idul Adha
dengan sistem tabungan kurban kita
mencapai onset R miliar. Ternyata Mas di
2 minggu pertama salt 30 ekor di konsep
promo ya. Promo berakhir di 2 minggu.
Masuk ke 1 bulan short 57 ekor. Sampai
saat ini masuk ke 3 bulan short 103
ekor, Mas. Itu sangat-sangat
[Musik]
wow. Bismillah. Asalamualaikum
warahmatullahi taala wabarakatuh. Nama
saya Anton Agus Wicaksono. Biasa
dipanggil Wicak. Kalau panggil Anton
biasanya suka pada nanya agama, Mas.
Usia saat ini 35 tahun. Kami owner dan
founder dari Baik Hati Farm, sebuah
penggemukan sapi kurban, Mas. Lokasi di
Desa Susukan, Kabupaten Bogor. Ini istri
saya. Silakan memperkenalkan diri. Halo,
nama saya Atika, biasa dipanggil Tika.
Saya lebih tua nih sedikit gitu ya. Saya
berondong, Mas. Usnya saya 36 tahun.
Kebetulan dia adik kelas saya dulu,
gitu. Jadi kita kenal akhirnya ya jadi
istrinya deh. Kita mulai bisnis ini dari
7 tahun lalu. Dari banyak kegagalan yang
sudah kita lewati. Saya pribadi memang
senang bisnis, Mas, dari kuliah. Jualan
soto pernah jualan kue pancong pernah
sop duren pernah sampai investasi gitu
pernah. Terus ee terakhir tuh kita
setelah nikah sempat jualan mie ayam
bareng ya. itu pernah juga. Cuma memang
alhamdulillah belum berhasil gitu. Kalau
dibilang berhasil, alhamdulillah baru di
tahun ini sih, Mas, di bisnis ini
penggemukan sapi ini. Bisnis sapi ini
kita mulainya ee dari marketing, Mas.
Saya pribadi di 7 tahun lalu dari
marketing. Tapi untuk di kandang sendiri
ini e masuk tahun ketiga. Kalau anak
bayi baru merangkak ya, Mas ya.
Insyaallah segera larilah, Mas.
Background saya itu memang relate lah
sama religi ya, Mas. Aktivitas religi
gitu. Saya pernah sebelumnya tuh di
dunia penerbangan itu di negara Saudi
Arabia di Kota Madinah. Di sana 1 bulan
sebelum nikah saya memutuskan resign di
dunia penerbangan. Akhirnya menikah
setelah itu enggak punya pekerjaan gitu
kan. Saya tuh tipe orang yang ee senang
praktik langsung, Mas. senang hal-hal
baru gitu. Bisa dibilang cenderung nekad
lah ya. Saya enggak takut mencoba
hal-hal baru. Buat saya mah pahit,
penolakan biasa ditinggal sama partner
lagi sayang-sayangnya gitu biasa. Itu
enggak punya orderan berbulan-bulan
biasalah, Mas. Cuma waktu itu memang
setelah nikah enggak punya kerjaan
terbentur, Mas. Malu tinggal di rumah
mertua, istri masih kerja saya enggak
keluar rumah gitu kan, Mas.
itu saya kencengin doa kan memang
berserahlah gitu sama Allah,
menggantungkan diri sama Allah. Di situ
mulai tuh Mas datang perlahan
petunjuk-petunjuk Allah dari yang mulai
teman posting jualannya yaitu hewan
kurban ini saya bantu gitu kan. Terus
kita ada kerja sama mahasiswa di Madinah
Mas. Karena pengalaman saya lama di sana
kan akhirnya mulai kerja sama sama dia
produk. Tapi itu enggak berjalan lama
karena ya berbagai faktor lah gitu kan.
Akhirnya singkat cerita di sapi ini
berbekal pengalaman 1 tahun bantu teman
marketing itu tahun ke depannya saya
beranikan diri buka lapak sendiri Mas
ya. Alhamdulillah di situ banyak
evaluasi mengenai bisnis ini. Walaupun
masih gagal pasih utang sana sini enggak
apa-apa gitu. Udah itu e sekolah gitu
buat saya. Akhirnya tahun depannya bantu
lagi teman di dekat rumah ada. Nah, itu
lumayan tuh, Mas. Itu itu udah mulai ke
bentuk lumayan karena dari dianya pun
yang punya produk itu membantu banget.
Itu konsepnya dia harga murah tapi
kualitas average lah gitu ya rata-rata
gitu. 2 tahun saya bantu dia sambil
menjual produk Timur Tengah itu ya.
Terus tahun ketiga waktu saat musim
kurban, tiba-tiba teman nelepon beli
sapi. Terus 2 hari kemudian dia nelepon
lagi, "Mas, pengen join dong bisnisnya."
kata dia gitu. Akhirnya singkat cerita
terbentuk di tahun itu di tahun yang
sama terbentuk kandang ini. Baru bagian
perintis itu tuh, Mas, yang bambu-bambu
itu. Terus semuanya saya yang cover,
saya yang handle gitu. Akhirnya mulai
masuk musim kurban. Saya bingung ini
harus jual ke mana
secara produk masih terbatas pilihannya.
Terus kita juga enggak punya konsep.
Terus market saya pengalaman saya di
Jakarta sedangkan ini di Kota Bogor gitu
ya. Bagaimana ini memaksimalkannya gitu.
Akhirnya kita harus buka lapak lagi di
Jakarta dengan tidak adanya rencana yang
baik. Kita cuma remis aja Mas. Di situ
masih banyak kematian. di situ masih
operasional, belum berjalan dengan baik,
belum termanage dengan baik. Kita tidak
punya SDM yang memang sudah
berpengalaman, kita harus ngajarin
mereka lagi. Itu saya pikir ee okelah S2
saya lah di bisnis ini gitu kan. Saya
enggak bisa nih kalau harus
terus-terusan kayak gini gitu kan. Di
situ nangis, Mas. Di situ nangis sama
Allah gitu kan. Ya Allah kok begini
gitu. Ini buat saya bisnis yang
resikonya besar banget. Kalau saya harus
gagal lagi di bisnis ini, saya sudah
hampir menyerahlah saat itu, gitu.
Pokoknya acuan saya harus jualan
sepanjang tahun. Enggak bisa nih cuma
jualan di momen doang gitu kan, di 1
bulan doang enggak bisa gitu. Akhirnya
saya pelajari ee di medsos, di YouTube
segala macam saya pelajari lagi tentang
bisnis ini tercetuslah tabungan kurban.
Mas, siapa nih yang bisa support gitu
kan. Siapa ya? E, partner mungkin yang
bisa diajak kerja sama, dimaksimalkan di
bidang ini. Ketemulah YouTuber yang
memang dia areanya Jabo Detabek dan
memang konsepnya dia tentang sapi, Mas.
Tentang kandang-kandang sapi, tentang
peternakan di Jabo Detabek. Hubungi dia
jalin silaturahmi, kita tawarkan konsep
kerja sama langsung hot selling.
Ternyata Mas di 2 minggu pertama salt 30
ekor di konsep promo ya. Promo berakhir
di 2 minggu. Masuk ke 1 bulan short 57
ekor. Sampai saat ini masuk ke 3 bulan
short 103 ekor, Mas. Itu sangat-sangat
wow. Si YouTubernya pun kaget, Mas. Kok
bisa segininya, Mas? Saya
kandang-kandang lain belum pada jualan,
Mas. Kata dia. Yah, saya mikir, ya udah,
Mas. Usahanya beda ya, struggle k saya
beda, tujuan saya beda, hati saya beda
gitu kan. Mindset saya beda. Ya, mungkin
ini rezeki saya saat ini gitu.
Alhamdulillah dia benar-benar full
support sampai e saat ini kita stop
penjualan dulu, Mas. Karena memang itu
evaluasi kita di Real Timbang, Mas.
Masih jarang peternakan atau kandang
hewan kurban di Jabod Detabek ini yang
menganut sistem real timba. Jarang yang
berani, jarang yang mampu gitu. Tapi
kita mampu dan kita dapat jawabannya di
penjualan itu, Mas. Dan itu bahkan
sampai ke Singapura, Mas.
terjual 103 ekor itu bisa dikatakan 90%
dari sosial media itu, Mas. Karena
10%-nya baru dari langganan. Karena
memang saat ini rnya-nya kita belum
belum menawarkan ke langganan-langganan
kita. Memang juga karena dari konsepnya,
Mas. Jadi memang agak sulit ya merubah
mindset market yang secara real timbang.
Ini kan durasi masih jauh, Mas dari
momen Idul Adha ya, masih 3 bulan. Tapi
buat kita itu juga cukup membantu kita
secara pelaku bisnisnya. Udah terjual
103 ekor kita ke target maksimalnya kan
itu akan lebih mudah ya Mas ya. Tapi
untuk coib bulu kurban juga sangat
membantu karena bergaransi bobot ril
timbang gitu Mas. Terus bergaransi
kematian servis segala macam bergaransi
Mas. Jadi sebenarnya yang kami temukan
gitu ya selama menjalani ini ternyata
set orang tuh beli hewan kurban ya hanya
di Idul Adha gitu. Padahal sebenarnya
ternyata banyak sekali orang yang
pembelian hewan kurban itu malah sebelum
lebaran dan mereka memang sebagai
ibadahnya. Jadi memang dia cari udah
dari sejuh hari. Nah, itu yang baru kita
temukan sekarang. Nah, itu yang kita
gali. Kita gali apa sih? Kok kayaknya
kalau jualan Idul Adha doang mentok ya.
Paling kita ketok pintu ke DKM atau ke
masyarakat aja gitu. Karena aku juga
background di komunikasi, jadi aku bantu
dia tuh lebih ke branding atau bikin
website-nya. Terus jadi kita bisa lebih
trustnya lebih terjamin gitu ya dari
kita menggunakan medsos, menggunakan
apapun lah ya media yang bisa kita pakai
kita pakai. Jadi cakupannya tuh jadi
lebih besar gitu. Makanya kenapa orang
Singapura aja karena di sana mungkin
susah kali ya, susah jadinya mereka
memang mencari ke Indonesia tapi ya
karena kita bisa membangun teras itu
tadi jadinya orang bisa percaya lebih
terus sih dan di momen ee tabungan
kurban ini tuh terjawab Mas banyak orang
yang memang acuannya saya sebelum puasa
sudah mau memiliki pilihan hewan kurban
gitu. Saya juga enggak mau mepet-mepet
nanti dari kualitas sapinya itu enggak
memuaskan saya gitu. Mostly sih mostly
dari kualitas sapinya. Makanya kenapa
dia mencari ee dari jauh-jauh hari dan
mencari yang bergaransi gitu, Mas.
Karena dia mau mau dapat yang maksimal.
Terus ee saya sharing-sharing juga sama
mereka gitu ya. Memang kurban ini memang
ibadah hati ya. Jadi enggak enggak kayak
bisnis baju, bisnis apa gitu kan. Bisnis
itu harusnya untuk hati gitu loh. Jadi
gimana orang tuh bisa loyal karena ini
untuk ibadahnya dia gitu. Orang
mengeluarkan atau membeli sesuatu tapi
kita enggak dapat barangnya gitu sih.
Sapi ini akan dibagi-bagikan. Nah, itu
yang kita package sedemikian rupa biar
ee bisa menyentuh hati. Dan ternyata
pasar orang-orang sohibul kurban yang
kayak gitu tuh ada gitu. Kalau umrah,
Mas. Kalau umrah itu kita bisa kapan aja
umrah ya? Setiap hari ketika kita mampu
kita bisa umrah di luar waktu haji. Ya,
kurban ini hanya 1 setahun sekali kan
ya. Buat buat mereka ini, buat saya
pribadi, buat kami. Masa iya enggak ada
keistimewaannya ibadah yang hanya bisa
dilakukan 1 tahun sekali gitu kan. Pasti
keistimewaannya lebih gitu. Nah, terus
kalau misalkan kayak umrah, haji itu kan
masih ibadah fisik, Mas. Ini apa coba?
Ibadah fisiknya ini benar-benar ibadah
hati gitu. Hanya fisiknya, effortnya
hanya mencari gitu kan, mencari hewan
kurban gitu. Udah tersedia,
udah setelah itu ya memang harus udah
ikhlas aja gitu kan. Itu sih, Mas.
[Musik]
Kalau buat saya, nah yang sulit itu yang
tidak bisa kita cintai. Tapi buat saya
passion itu tidak harus dari awal. Jadi
passion itu bisa dibentuk. Passion itu
nanti seberjalannya waktu akan terbentuk
gitu. Kalau saya tipe orang yang all out
gitu, ketika memang saya decide, saya
putuskan untuk menjalankan ini, saya
akan all out gitu. Waktu awal-awal, Mas.
Bahkan kita dapat SDM yang memang takut
sama sapi gitu ya. Ketika harus turun
sapi dia malah lari gitu. Tapi saya
harus handle sendiri sampai saya
sebenarnya enggak ada dulunya enggak ada
pengalaman di binatang ee yang memang
enggak ada apa enggak ada kesukaan di
binatang gitu. Tapi itu tumbuh sendiri
seberjalannya waktu gitu. Walaupun
dengan harus resiko ya kulit menghitam
gitu kan ya biasalah itu mah laki-laki
nyru itu saya bangga dengan itu Mas.
Kita alhamdulillah, Mas karena didukung
sama sosial media itu sampai kota Batam,
Kota Bali. Terus orang-orang terdekat
saya di Jabo Detabek itu bertanya, "Kok
sapinya bisa gemuk-gemuk seperti itu
gitu." Dengan durasi yang memang ya
enggak terlalu panjang gitu ya.
Alhamdulillahnya saat ini didukung
dengan SDM yang sudah berpengalaman.
Jadi kita bisa saling kasih apa input
gitu ya, advice. Alhamdulillah di tahun
ini sudah jauh banget perkembangannya.
Mah sudah udah terbentuk yang
benar-benar maksimal untuk perkembangan
sapi. Jadi dari detail pakannya,
kandungan nutrisinya, waktunya,
pemberiannya itu benar-benar kita bentuk
secara konsisten. Selain juga pakan ee
ada faktor kebersihannya, Mas.
kebersihan itu membuat mereka nyaman.
Jadi penggemukannya itu bisa mencapai
hasil yang maksimal. Kalau bobot itu
bergantung dari berat sapinya. Tidak
bisa semua berat itu dipukul rata
perkembangannya. Tapi secara rata-rata
kalau sapi di 400 atau 500 kilo itu di
atas 1 kilo, Mas. Per harinya. ADG-nya
eh average daily growth-nya ya.
perkembangan perhariannya itu di atas 1
kilo sudah pasti. Bahkan kita sudah ee
terapkan di sapi lokal yang memang
secara umum dia hanya di
0,6 ee kilo hariannya. Di kita pernah
kita uji selama 42 hari itu
penambahannya 42 kilo. Berarti kan
rata-rata 1 kilo gitu. Walaupun itu
memang enggak bisa secara durasi ee
panjang gitu kita bisa terapkan 1 kilo
itu enggak bisa karena di sapi itu ada
ee limitnya, Mas. ada apa maksimumnya
untuk bobotnya gitu. Setiap sapi itu
beda-beda. Jadi kita ketika kita membeli
bahan gitu ya, kita udah udah harus
menentukan oh sapi ini akan dijual di
bobot berapa, akan dipelihara sampai
bobot berapa dengan durasi ee waktu yang
tersedia gitu kan. Nah, di situ juga kan
kita jadinya ada acuan untuk harga beli
dan harga jual. Untuk variasi bogut saat
ini kita harus lengkapi, Mas. Karena
memang kebutuhan atau permintaan sahibul
kurban itu bervariasi kan. Kita mulai
dari ee 300 kilo sampai dengan ee 1 ton
up itu tersedia. Saya selalu
memaksimalkan circle baru gitu, Mas.
Orang-orang baru untuk mendapatkan
benefit di usaha kami ini, Mas. Jadi
ketika mungkin ada yang mau membeli sapi
ini baik hati farm bisa menggunakan
nanti kode promo dari naik kelas, kita
bisa mendapat diskon khusus. Kita ada
empat kategori, Mas. Ekonomis, medium, e
super, dan premium. Ekonomiskonnya
Rp500.000, medium Rp1 juta, super R2
juta, premium Rp3 juta.
Mas, kunci sukses buat saya tuh berserah
diri, Mas, sama Allah. Terus selalu
husnuzun sama Allah, berprasangka baik
sama Allah, menggantungkan diri sama
Allah, merasa takut sama Allah. Terus
untuk di dunianya kita punya tools,
punya senjata. Orang-orang terdekat kita
nih ini nih yang doa-duanya langsung
menembus langit nih. Ada ibu, ada istri,
ada anak gitu. Kalau saya pribadi, saya
memaksimalkan waktu-waktu saya untuk ke
circle terdekat saya. saya harus
bahagiakan ibu, bahagiakan istri,
bahagiakan anak. Dan waktu-waktu untuk
mereka tuh ada spesifiknya gitu. Harus
harus diluangkan gitu loh. Selain juga
ya bekerja ya, bekerja juga ee sebagian
dari ibadah ya gitu. Tapi itu sih kunci
sukses saya. Ketika dia muslim dekatkan
dulu, perbaiki dulu hubungannya sama
Allah. Setelah itu berserah aja sama
Allah. Kalau upaya udah pasti ya kita di
dunia harus berupaya gitu kan, harus
melewati segala rintangan gitu. Kayak
anak saya kan lahir ada proses Mas harus
merangkak, harus ee berjalan, berlatih
baru bisa lari gitu ya kan dia enggak
ajaib brojol langsung bisa lari gitu
kan. Kayak gitu sih. Jadi nikmati
prosesnya selalu ee mindsetnya harus
dirubah tujuannya fokus pada tujuan.
konsisten, jujur, insyaallah akan cepat
jalur langit lah, Mas. Ya, kalau
pencapaian sih alhamdulillah kita
kenaraan cash gitu kan, Mas. Terus
insyaallah sih dalam waktu dekat mau
casin rumah juga, Mas. Saat ini kan
secara faktanya kita masih pakai rumah
orang tua ya, tapi mau kita casin
langsung ke orang tua gitu, Mas. Kalau
mah orang tua udah seringlah, Mas ya.
Tapi nanti kita mau umrah bareng lagi
gitu sama orang tua. Itu malah sebelum
nikah, Mas. Masa sebelum nikah? Sebelum
nikah pas habis lamaran saya berangkat
sama ibu saya umrah bareng. Karena kan
dulu setelah habis kerja di dunia
penerbangan di sana, terus saya resign
terus bantu-bantu di travel umroh haji
Mas. Makanya bisa berangkatin gitu. Tapi
sekarang udah udah full vakum di dunia
itu. Jadi ya nanti tapi mau berangkat
lagi ya bukan sambil kerja gitu, Mbak.
Jadi secara secara apa? Secara full,
secara ibadah lah
gitu. Saya punya langganan 3 tahun, Mas.
Ini DKM ya. Tahun pertama dia beli di
lapak, tahun kedua dia beli di kandang
sini, tahun ketiga tahun ini, tahun
ketiganya. Tahun kedua dia beli hanya
satu ekor, Mas. Walaupun waktu di lapang
dia beli 3 ekor. Tahun ketiga dia
langsung H-4 bulan. Bulan lalu dia e
booking 3 ekor. Langsung saya tanya
kenapa kok tahun kemarin satu ekor tahun
sekarang 3 ekor? Enggak, Mas. Ah, yang
tahun kemarin kita beli di tempat lain.
Tapi Soibul kurban komplain semua, Mas.
Karena sapi yang dari kita paling gede.
Wan kurban ini ya kita udah udah
terjawab ya, Mas ya. 2 minggu aja salt
30 ekor gitu ya. Bahkan 2 bulan ini, 2
bulan sampai 3 bulan ini udah sol 103
ekor. Sampai sekarang kita harus stop di
e konsep tabungan kurban, Mas. Karena
kita secara operasional, secara
kapasitas kita terbatas. Kita tidak
mungkin semuanya harus ee menganut
konsep ee tabungan kurban. Nanti itu
akan berdampak negatif ke apa mindset
kita ya saat ini ya. Itu akan berdampak
negatif ke servis, Mas. Karena secara
operasional akan sulit, Mas. Misalkan
kita harus dua jual 200 ekor semuanya
harus timbang, itu saya rasa tidak akan
berjalan dengan baik, gitu, Mas. Makanya
saat ini kita udah stop e momen tabungan
kurban saat ini bisa dibeli secara
istilahnya tuh jogrok, Mas. Jadi tafsir
sendiri, lihat sendiri ee kualitas
sapinya, besar sapinya, kita punya harga
yang ideal, yang cukup
kompetitif bisa dibandingkan di Jabo
Detabek ini harganya dengan kualitas
sapinya nanti kita akan ada e negosiasi
sendiri gitu. Jadi, baik HT Farm itu eh
secara 1 tahun penuh itu, Mas, kita
efektif jualannya hanya 9 bulan Mas. 3
bulan setelah Idul Adha kita evaluasi
berberes-beres eh secara interan e kita
apa eh cari lagi inovasi ke depannya,
strategi ke depannya. Masuk bulan
keempat ee sampai bulan
ke9 itu kita buka tabungan kurban, Mas.
Jadi 6 bulan itu untuk momen tabungan
kurban. Nah, sekarang ini kan tepat di
H-3 bulan ya, Mas. Jalidulatha itu kita
masuk ke momen jogrok tadi,
[Musik]
Mas. Harapan saya sih ke depannya bisa
lebih bermanfaat lagi baik untuk para
pekerja saya bisa lebih banyak lagi
mempekerjakan orang terus bisa lebih
bermanfaat luas pada bisnis saya ini
yaitu saya buul kurban ya. Karena secara
ibadah, kalau saya berpikirnya secara
bisnis kita sudah pasti untunglah
walaupun nanti waktunya ya Allah yang
kasih gitu ya. Tapi ee secara akhirat
kan kita belum tentu gitu. Itu sih
menjadi poin utama ee tujuan saya ke
depannya gitu loh. Saya harus ee
bermanfaat juga mempunyai nilai dari
sisi akhiratnya gitu, Mas. Karena kan
itu yang belum pasti, itu yang mahal
gitu kan. Fokus kita sih di sini ee
kepada tujuan kita itu sih ke depannya
gitu. Karena yang tahu tujuan kita itu
kan hati hati kita sendiri gitu ya. Sama
seperti ee orang berkurban gitu harus ee
secara apa? Secara syari untuk yang
mampu gitu. Tapi kan yang mampu itu yang
tahu ya masing-masing hati sendiri kan
gitu. Fokus aja sih sama
tujuan, fokus sama diri sendiri,
mampukan diri gitu kan. Pantaskan diri
di hadapannya gitu. Jadi kami juga
cita-citanya pengin kayak jualan sapi
tuh kayak jualan di e-commerce gitu loh.
Kalau kalau memungkinkan ya gitu. E
cita-citanya sih ke sana. Jadi tinggal
kakak kelak kalau jadi kirim gitu ke
arah sana sih ya. Karena sejauh ini kita
live di YouTube pun udah menghasilkan
Mas di penjualan gitu. Kan orang ee
belum kenal kita belum pernah ke sini
terus sapinya belum ada pun percaya gitu
langsung bisa transfer gitu. Memang yang
kita bangun kan terustnya dulu kan.
Kalau enggak ada trust kayaknya ini deh.
Buat teman-teman yang belum mendapatkan
hewan kurban terbaiknya bisa hubungi
kami bisa ee melalui link di deskripsi.
Semangat terus teman-teman dalam
berkurban, dalam syiar. Barakallah. Ini
naik kelas versi kami.
naik kelas kamu Wow.
[Musik]
Yeah.