Warga Satu Desa Budidaya Ikan Nila RANGU, OMZET 9 JUTA PERHARI
S7V5HYu65K4 • 2023-10-21
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id 30.000 per kilo 3 kintal berarti 3 k 3 ya R jutaan per hari diitung aja kali 3 bulan berapa kali 1 Tahun berapa 100 tahun lebihlah per tahun Ciamis itu sudah terkenal bahwa ikannya itu tidak bau tanah nah ini adalah sebuah potensi yang luar biasa yang hanya itu slogan aja begitu orang Jakarta orang Bandung datang ke Ciamis Mana ila Ciamis yang katanya Enak tidak bau tanah sanggup enggak 5 kintal per hari sanggup enggak 1 ton per hari itu ditantang banyak yang minta kunci sukses dari saya mungkin belajar lalu aplikasikan tanpa kita mengaplikasikannya punya ilmu segudang pun itu hasilnya akan nol gitu asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh perkenalkan nama saya Im gala Permana saya lahir tahun 73 di Banjarwaru Desa Kawali Kecamatan Kawali ya Usia sekarang sudah nginjak 50 nih bukan anak muda lagi saya dari kampung Nila asli Saya asli orang sini asli orang orang lembur lah yang tidak pernah menginjak ibu kota yang mana orang lain masyarakat sini biasanya kalau lulus SD lulus SMP lulus SMA langsung lari ke kota saya mungkin satu-satunya orang desa yang tidak pernah menginjak ibu kota dalam arti ya kerjalah di ibukota itulah saya Yah emang cita-cita Saya dari awal itu bagaimana sih kita usaha di desa itu seperti apa Kenapa sih banyak masyarakat yang ada lari usahanya ke kota Nah itu mungkin sebuah tantangan saya saya cobalah ternyata luar biasa memerlukan waktu proses yang sangat panjang kesabaran ketekunan belajar belajar dan belajar itu adalah hal yang sangat pokok karena ilmu segala-galanya dengan ilmu bisa ditaklukkanlah dunia ini jadi setelah keluar sekolah saya itu karena harapannya untuk melanjutkan sekolah itu sudah tidak ada ya Saya memutuskan ke Jakarta lima lamaran saya datang saya tunggu 1 bulan di Jakarta di Bapak saya ternyata tidak ada satu pun yang tembus gitu ya akhirnya sesuai dengan misi saya dulu bahwa saya tidak mau kerja di luar kota saya mau kerja di kampung makanya saya pulang ke kampung Bagaimana nih saya dapat uang dengan basic saya perikanan saya berpikir budidaya ikan mijah ke nilem segala macam ternyata nilai jualnya sangatlah rendah pada waktu itu tahun 93495 itu sangat ka sampai 99 itu nilai jual ikan itu tidak ada nah kami bagaimana lagi berpikir cara dapatkan uang tapi dari ikan makanya saya buka pemancingan Begitu keluar SMK itu saya cet citanya sih nurusin ya Luar biasa sih kemauannya IPB Ah konsultasi sama guru-guru yang lulusan dari IPB ya Ternyata mungkin Allah punya rencana lain orang tua saya pensiun sehingga saya tidak jadi masuk IPB dan alhamdulillah sekarang anak-anak mahasiswa termasuk dari PB ya datang ke sini dari Unpad dari STP dari pole teknik Pengandaran alhamdulillah lah gitu dari Kementerian juga pada datang ke sini dengan programnya awalnya 2019 jadi Kampung Nila berdiri bukan dari sebuah program itu dari sebuah kebutuhan saya secara pribadi eksis di perikanan dan melihat potensi pasar ternyata pak pasar ikan terutama ikan Nilang itu luar biasa permintaannya kedua ini melihat potensi alam air yang melimpah kolam pun dari dulu sampai sekarang ini seperti ini ini kenapa enggak dimaksimalkan nah dari situ kami coba dulu budidaya ikan nila yang menguntungkan itu ya seperti apa dan mendapatkan kualitas yang bagus itu seperti apa saya uji coba dengan salah satu teman itu kurang lebih 1 tahun dan alhamdulillah begitu saya panen ikan habis panen lagi ikan habis ya ternyata selain pasarnya bagus harganya juga beda dengan ikan-ikan yang sudah ada di sini gitu Kemudian dilihat kebutuhan semakin meningkat Ya permintaan semakin banyak ini gimana kolam Saya punya dua teman saya punya dua baru empat kolam panen satu kali dalam 3 bulan ini kebutuhan sementara kan per hari harus continue Nah makanya saya coba-cobalah ngobrol dengan tetangga yang punya kolam nah di situ mulailah hasil dari uji coba saya mungkin punya pengalaman pengalaman saya diberikan ke mereka dan akhirnya Eng Oh iya ya menguntungkan ya budidaya nilai itu dengan sistem itu dengan dipelet ya alhamdulillah menguntungkan pada waktu itu luar biasa ya gitu omset yang tadinya mungkin Kampung nilai ini Paling 3 kintal per tahun Nah sekarang mungkin bisa dikatakan a kintal per hari nah itu nah jadi perjalanan Kampung Nila itu sangatlah dinamis ada juga yang membikin Kampung Nila ini bisa berdiri sampai sekarang yaitu dengan Pak Haji Wahyu Dia ahli di bidang kuliner perikanan yaitu dengan pusat jajanan serba ikan dia melihat potensi yang saya punya dan saya ajak situ dibanding saya ajak pelatihan-pelatihan budidaya oleh Beliau dan alhamdulillah mendapatkan ilmu dan beliaulah yang membranding Kampung nilai ini jadi dia yang bikin casing saya Mungkin mesin-mesinnya nah itu jadi sudah mulai nih ada kolaborasi kemudian di 2021 Alhamdulillah Bapak Bupati kita ya Bapak ha herdiat melunching kampung Nila menjadi pusat budidaya ikan nila di camis ini Nah setelah itu kami Semakin sini ternyata semakin kekurangan ilmu sebenarnya kalau dulu pelatihan terus studi banding sendiri-sendiri aja Nah sekarang saya sudah mengajak warga untuk studi banding ke beberapa wilayah yang ada di Jawa l terutama ke daerah seman Yogyakarta Nah itu sangat penting nah kemudian warga mulailah sekarang dengan potensi Kampung Nila bisa lebih maju lagi nah ini banyaklah yang tertarik dan akhirnya sekarang hampir 80 warga di kampung Nila ini sudah merasakan dampak ekonominya kemudian Kementerian itu tahu bahwa di cmis ini ada Kampung Nila layak dijadikan sebuah program di mana program Kementerian itu yaitu SP Ya Smart perious Village Jadi kalau bahasa Indonesianya itu Desa perikanan cerdas Alhamdulillah kami dapat program itu dan kenapa kami ambil program itu karena ini sesuai dengan visi misi visi Kampung nila di mana visinya itu adalah berkarya berdaya sejahtera untuk semua Nah itu adalah visi Kampung Nila ini adalah untuk kesejahteraan masyarakat bahwa Kampung Nila ini bukan milik pribadi tapi Kampung Nila ini adalah milik masyarakat nah kami juga dengan sepi ini merubah ya dalam artian di sini kunjungan dari luar daerah ini luar biasa karena sepi ini dijadikan satu percontohan dari tiga provinsi Jawa Barat Banten dan DKI Nah selanjutnya mungkin Kampung Nila bisa seperti ini Itu adalah sebuah komunitas di mana di dalamnya adalah masyarakat jadi bahan bakunya di sini adalah masyarakat masyarakat itu Katakanlah majemuk Ya sdm-nya berbeda-beda ini dalam mengedukasi ke masyarakat inilah mungkin yang menjadi tantangan bagi saya secara pribadi karena ngomong ke si A itu berbeda ketika kita ngomong ke si B karena kan basic mereka itu beda-beda ada yang kita ngomong Ini harus pelan-pelan ada yang kita ngomong Ini harus ilmiah ada yang menolak gitu kan Ini luar biasalah dinamikanya karena masyarakat itu kadang-kadang tidak bisa kita hanya ngomong aja tapi harus melihat fakta baru dia mau dengar setelah melihat fakta setelah melihat keuntungan Oh saya mau nah untuk memunculkan kemauan itulah mungkin yang menjadi tantangan bagi kami nah sehingga kami Kampung nila dalam berbudidaya ini mempunyai satu prinsip yaitu dengan dinamakan kpek K KPK Itu adalah sebuah singkatan juga di mana k ini adalah kemauan jadi kemauan ini untuk berbudiaya jadi hobi lah gitu Nah itu dimunculkan dulu itu P pemahaman Nah berarti ini kaitannya dengan ilmu nah ini Yang Kenapa masyarakat di sini dulu ya budidaya ikan itu ngebedahkan 1 tahun sekali Kan kalau ada hajatan ternyata masalahnya pemahaman Kenapa tidak dikatakan ilmu tapi pemahaman ya karena ilmu itu banyak di YouTube ya di buku di sekolah-sekolah banyak ilmu tapi kalau kita tidak memahaminya sebuah ilmu itu tidak akan pernah menjadi sesuatuah akan hanya berada di selaput otak ya yang nantinya ya cuman jadi khayalan aja makanya perlu dipahami nah yang terakhir kedisiplinan jadi disiplin di sini adalah menentukan disiplin menerapkan berarti apa yang telah kita pahami dan apa yang telah menjadi kemauan kita kalau kita ini ilmunya sudah ada kemauan sudah ada potensi alam banyak tapi tanpa disiplin Kita menerapkannya di lapangan itu sia-sia juga mustahill lah sebuah keuntungan itu bisa didapat Nah jadi disiplin salah satu contohnya misal ilmunya itu dari a b c runtut kan a b c d sampai z gitu kan salah satu tidak disiplin a b ah c-nya lewat aja langsung ke F Nah ini salah satu ketidakdisiplinan sehingga kalau dibawa ke budidaya misalnya kalau kita ngasih pakan misalnya harus tiga kali sehari ya karena kita Malaslah apa udah aja satu kali aja sehari ini kan berarti tidak disiplin ini jelas-jelas akan merugikan sehingga dengan prinsip KPK itu kami tanamkan di kampung Nila siapapun yang mau Mitra siapapun yang mau konsultasi ke kampung Nila KPK itu saya tanamkan lebih dulu karena dengan KPK tidak perlu kita ini memikirkan dulu modal tidak perlu kita memikirkan dulu kolam air dan segala macam dengan kemauan budidaya itu bisa saja di mana-mana salah satu contohnya dengan teknologi sekarang bioplok di gunung tanpa ada air itu bisa beridaya ikan nah tapi tanpa ada kemauan kolam banyak air melimpah tidak ada kemauan tidak ada ilmu tidak disiplin mustahil air mengalir begitu saja kolam tergenang juga begitu saja tidak akan menghasilkan sesuatu dengan prinsip KPK menghasilkan Nila rangu rangu itu apa Nah Nila rangu ini sebuah singkatan juga identik dengan begitu dimakan kriuk-kriuk ya kerekes gitu bahwa rangu itu rnya Raos dituangna a-nya itu a aman dikonsumsi engnya itu menguntungkan n itu menguntungkan semua pihak dan yang terakhir u-nya adalah tidak bau tanah nah ini adalah kelebihan daripada ikan khususnya di Ciamis di Ciamis juga tidak semua wilayah-wilayah yang ada di Ciamis ini rasa ikannya tidak bau tanah ada tetap wilayah-wilayah tertentu Ada yang bau tanahnya Ada yang bau amisnya cuman secara keseluruhan si amis itu sudah terkena bahwa ikannya itu tidak bau tanah nah ini adalah sebuah potensi yang luar biasa yang hanya nya itu slogan aja begitu orang Jakarta orang Bandung datang ke Ciamis Mana nilai Ciamis yang katanya Enak tidak bau tanah sanggup enggak 5 kintal per hari sanggup enggak 1 ton per hari itu ditantang banyak yang minta tidak ada satupun Bandar ataupun pemuriida yang menyanggupi Ini adalah sebuah potensi luar biasa 1 ton per hari harus kontinue Berarti kalau 1 bulan 30 ton kalau 1 tahun Hung aja sendiri ini potensi jadi antara KPK dengan kenila rangu ini adalah sebu sebuah perjalanan yang mungkin ini sebah menjadi konsep untuk mengedukasi kepada masyarakat bahwa budidaya ikan itu bukan hanya sekedar ngemeluk di balong di Alas 1 tahun sekali yang menghasilkan niladelu apa nil delelu gede hulu gitu kan pemasaran Sebenarnya masih sekitar Ciamis Ciamis aja belum terpenuhi baru tujuh Kecamatan Pasar itu sebenarnya masih luas kemarin sudah coba-coba ke Pangandaran masuk ke Tasik Bandung ya masuk ke Subang juga masuk tapi kan untuk diminta 5 kintal S Minggu aja ini sulit tidak terpenuhi makanya kenapa kemarin saya coba keluar karena ikan ada lebihlah dari stok dan saya coba-coba Bagaimana pengiriman keluar Jadi kami baru di sekitaran Ciamis aja mungkin 7 kecamatan dan pasar pun sistem yang dibangun oleh Kampung l itu kemitraan juga jadi tidak Jang menjual ikan secara sporadis ke mana ke mana engak jadi saya ambil setiap Kecamatan itu yang mau itu anak-anak muda mereka notutaabet tidak pernah jualan ikan Jadi mungkin otaknya nih belum terkontaminasiilah Insyaallah saya edukasi Bagaimana cara berjualan ikan dengan mempertahankan kualitas kontinuitas sehingga keberlangsungan ekonomi dia itu jelaslah ke depannya gitu kan Kalau tiga kintal itu dirata-ratakan harga glosiran itu 28 Ya mungkin r0.000 per kilo Kal 3 kintal berarti 3 Kal 3 ya R jutaan per hari hitung aja kali 3 bulan berapa kali 1 Tahun berapa 100 ton lebih lah per tahun itu baru dikonsumsi belum dibenih oral itu kalau dibenih rata-rata baru 1 ton per bulan permintaan 2 sampai 3 ton apalagi musim hujan Habis itu ikan sekarang alhamdulillah anak muda semua Oh istilah tukang lauk n lah tukang lauk n jangan sampai ada image seperti itu mitra-mitra pasar itu anak muda jadi walaupun habis 10 sampai 20 kilo per hari tapi terus setiap hari itu harus ada kontinuitas itu harus dipertahankan tetap yang menjaga kualitas kami produksi gitu kan Nah nanti dipanen juga pasca panen ini mempengaruhi juga nanti terhadap kualitas Jadi kami punya pasar sendiri tidak menjual ikan kepada pedagang-pedagang ikan yang sudah ada sekarang Mitra 2022 itu 40 sampai 50 Mitra sekarang mungkin sudah lebih lah ditambah dengan kelompok di desa Kawali ini sudah ada seil gabungan kelompok perikanan Kampung Lila yaitu dengan enam Pok Dakan dan tiga pok lasar pok lasar itu adalah kelompok pengolah dan pemasar itu biasanya ibu-ibu yang menjajikan makan dengan kulinernya bakar ikan gitu kan dengan olahan-olahannya seperti es krim searang mungkin lagi viral-viralnya tuh es krim kolam yang ada di kampung Nila ini kurang lebih 80 kolam yang hanya di lingkungan ini belum cakupannya kalau sedesa itu lebih dari 100 kemitraan ini kan di Li Kecamatan 11 Desa ini mungkin kurang lebih ya 200 300 kolam kalau dengan Mitra walaupun di Mitra jauh tetap dalam satu manajemen tidak bisa tebar ikan asal jadi terjadwal setiap minggu ini misalnya dua atau tiga atau empat kolam harus ditebar minggu kedua Siapa nih yang mau tebar jadi setiap minggu itu dipastikan ada panen karena kan selain kualitas kuantitas juga diperlukan kontinuitasnya itu berapa P ton pun di bulan-bulan tertentu permintaan ikan akan luar biasa kalau kita tahu di bulan-bulan mana saja dan kita bisa mengonsepnya memanage-nya peluang itu akan menjadikan sebuah keuntungan mungkin bagi masyarakat dari tahun ke tahun kami pelajari ternyata pasar itu luar biasa Semakin tumbuh karena permintaan luar kota aja ini banyak cuman belum terpenuhin kenapa kontinuitasnya itu kalaulah Kampung Nila ini ada sebuah perusahaan mungkin itu bisa tertutuplah 5 kintal sampai 1 ton per hari tapi di sini kan pemberdayaan judulnya jadi memberdayakan masyarakat jangan terlalu dipaksakan masyarakat kalau dipaksakan nanti rugi jenuh akhirnya bubar istilah kolot bahulama obor karari nah itu yang saya sedang jaga keberlanjutan ini kan untuk sebuah komunitas ini berlanjut sampai tidak terbatas waktu ini banyak hal yang harus dipersiapkan dari mulai regenerasinya ilmunya persiapan sarana prasarana pendukung termasuk pasarnya sendiri karena apa karena sebuah komunitas berbasis bisnis di dalamnya ujung tombaknya itu adalah pasar kalau pasarnya tumpul maka bubarlah sebuah komunitas jadi pasar adalah nomor satu kalau pakan di sini kan ada manajemen ya yang membinangi khusus pakan 70% biaya produksi khususnya di pembesaran itu pakan jadi dalam pemberian pakan ini perlu makan tiga kali jadi Pagi siang sore itu idealnya gitu nah dalam sehari itu 5% dari bobot tubuh jadi kalau kita tebar misalnya 1 kintal berarti pertama kita kasih makan itu kurang lebih 5% berarti 5 kilo itu ada beberapa sop yang jelas dari mulai pemijahan dari mulai pendederan pembesaran termasuk panen pasca panen sekaligus pemasaran itu semuanya ada sop-nya jadi Tidak sembarangan gitu kan kedalaman kolam itu biasanya kalau kolam dangkal 80 60 itu untuk pendederan kalau untuk pembesaran itu kisaran di 1 M ke atas 1 M 1 M Seteng bahkan 2 M untuk pembesaran itu pasti kolamnya dalam-dalam jadi untuk menghasilkan sebuah nil rangu itu salah satunya kolam itu harus bersih sebelum tebar ikan kedua tidak boleh ada tempat buang air besar di atas kolam tidak boleh ada kandang ayam di atas kolam itu syarat mutlak kalau masyarakat mau bermitra dengan Kampung Lila harapannya sesuai dengan cita-cita saya dulu bahwa anak muda begitu keluar sekolah jangan pernah berpikir kerja k luuar kota banyak peluang di Des sebenarnya di kampung jadi Jangan berpikir kita ini sulit cuman syaratnya itu adalah kesabaran kunsi sukses dari saya mungkin belajar lalu aplikasikan tanpa kita mengaplikasikannya punya ilmu segudang pun itu hasilnya akan nol gitu Nama saya Im gal Permana saya di sini ini diamanatkan oleh masyarakat untuk menjadi ketua gapokan Kampung Nila nah mudah-mudahan Kampung Nila ini bisa bermanfaat bagi lingkungan masyarakat Kampung Nila khususnya Desa Kawali Kecamatan Kawali umumnya Kabupaten Ciamis dan kita harap bisa berkolaborasi siapapun yang mau konsultasi tentang budidaya ikan nila dengan senang hati silakan datang ke kampung Nila harapannya supaya perikanan Ciamis Mandiri maju dan bisa berkembang lebih luas lagi Terima kasih asalamualaikum warahmatullahi [Musik] wabarakatuh
Resume
Categories