Transcript
nIc-O26l4y0 • Kitab Al-Kabair #32: Mengejek Orang-Orang Yang Menjalankan Ketaatan Kepada Allah - Ust Dr. Firanda A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2513_nIc-O26l4y0.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihin
ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarika lahu lya'nih wa ashadu anna
muhammadan abduhu waasul ridwan.
Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa
ashabihi wa ikhwanih.
Ee
ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh
Allah subhanahu wa taala. Kita
lanjutkanembahasan kita
dari kitab alkabair karya Syekh Muhammad
bin Abdul Wahab rahimahullahu taala.
Kita masuk pada bab berikutnya. Babun
majaa fi lamzi ahli thaatillah wal
istihza bidhaafatihim.
Bab tentang mengejek orang-orang yang
menjalankan ketaatan kepada Allah dan
mengejek orang-orang lemah di antara
mereka, orang-orang miskin di antara
mereka. Babejek orang-orang yang ahli
taat, yaitu orang-orang saleh dan juga
mengejek orang-orang lemah di antara
mereka. Kemudian beliau membawakan hadis
Abi Mas'ud radhiallahu anhu qala, "Lamma
nazalat ayatus shodqah kunna nuhamilu
ala duhurina."
Tatkala turun ayat tentang perintah
sedekah, maka kami nuhamilu alain itu
kami bekerja untuk bisa sedekah sampai
kami angkat kayu,
angkat barang supaya bisa dapat
penghasilan supaya bisa bersedekah
karena Allah perintahkan untuk sedekah.
Faja'a rajulun fatasaddaqu bisyain
katsir. Maka ada datang seorang kemudian
dia bersedekah dengan jumlah yang
banyak.
faqu murain. Maka akhirnya orang-orang
munafik komentar, "Ah, ini ri
makanya sedekahnya banyak."
Ada seorang yang bersedekah kepada Nabi
dengan membawa satu, yaitu cuma sedikit
gandum. Satu S yaitu sekitar 3 kilo
gandum atau 2 2,5 kilo gandum. Karena
khilaf tentang sok jumlah dia mengatakan
2,4 ya kurang lebih 3 kilo. Faqalu. Maka
orang-orang munafik komentar lagi.
Innallaha ghaniyun an Allah tidak butuh.
Allah maha kaya tidak butuh dengan
sedekah yang sedikit seperti ini. Cuma 3
kilo gandum.
Fanazalat. Maka turunlah firman Allah
Subhanahu wa taala menjelaskan tentang
hakikat orang-orang munafik tersebut.
Alladina yalmizunal mutawiina
minal mukmin fodqat.
yaitu dan orang-orang yang kerjaan
mereka orang-orang
mukminin ya yang memberi sedekah dengan
sukarela.
Ayatnya saya bacakan ee selanjutnya
Allah berfirman,
"Alladzina yalmizunal mutawaina minal
mukminina fodqat." Yaitu orang munafik
itu orang-orang yang mencela orang-orang
mukmin yang beri sedekah dengan
sukarela. Walladina illa juhdahum. Dan
mereka juga mencela orang-orang yang
tidak memperoleh untuk disedekahkan
selain sekedar kesanggupannya. Yaitu
yang sedekah cuma satu sok tadi sedikit.
Faharuna minhum. Maka mereka pun
mengejek
orang-orang yang sedekah dengan sedikit
aja. Sakhirallahu minhum. Maka Allah
akan balas penghinaan mereka. Walahum
adzabun alim. Dan bagi mereka azab yang
pedih.
Ini ee bab ya disebutkan oleh Syekh
Muhammad bin Lahab rahimahullahu taala
tentang ee sifat-sifat orang munafik
yang Allah membongkar
sifat-sifat orang munafik banyak dalam
surah Taubah sampai surah Taubah disebut
di antaranya surah Fadhah yaitu
mengungkap ya mengungkap ee
keburukan-keburukan orang-orang munafik.
Karena Allah sebutkan ciri-ciri mereka.
Allah ungkap keburukan mereka dalam
surah at-Taubah. Di antaranya ini sifat
mereka suka mencela orang-orang yang
melakukan ketaatan. Dan orang munafik ya
dia dulu sampai sekarang banyak yang
tidak suka dengan Islam ya. Kalau di
zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam
orang munafik banyak apalagi zaman zaman
sekarang.
Bayangkan ketika perang Uhud. Ketika
perang Uhud ee Rasulullah sahu alaihi
wasallam pertama berangkat dengan 1000
pasukan kemudian mundur 300 orang. 300
orang munafik semua.
itu di zaman Nabi ya 300 orang mundur
dari pasukan Nabi sallallahu alaihi
wasallam dan mereka mundur di saat-saat
genting. Mereka tidak mundur dari awal
tetapi mereka mundur ketika menjelang
peperangan diprovokasi oleh pimpin
mereka Abdullah bin Ubay bin Salul ya.
Sehingga mereka mundur 300 orang ya
hampir 30% dari pasukan mundur
jumlah yang banyak ya apalagi ee di
zaman sekarang. Kemudian orang-orang
munafik tersebut terus hidup bersama
Nabi sallallahu alaihi wasallam di Kota
Madinah. Sehingga ketika perang Tabuk
mereka perang atau ada yang ikut perang
tetapi dibunyikan kemunafikan mereka.
Banyak di antara mereka tidak ikut
perang dan ada yang ikut perang juga
kemunafikan mereka. Tapi Allah bongkar
kemunafikan mereka.
Di zaman dahulu di zaman Nabi ketika
masih hidup di mana turun ayat-ayat
Allah. Di mana banyak mukjizat-mukjizat
Nabi mereka lihat, di mana mereka lihat
langsung akhlak Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Di mana mereka menyaksikan
kemenangan-kemenangan,
peperangan-peperangan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Itu pun masih ada
orang-orang munafik. Apalagi di zaman
sekarang itu orang-orang yang secara KTP
adalah Islam tapi tidak suka dengan
syariat Islam. Gak suka. Gak suka
syariat Islam, gak suka ee jayanya Islam
gak suka kalau Islam tersebar gak suka
kalau ada orang nonmuslim masuk Islam.
Dia enggak suka. Enggak suka, enggak
suka enggak suka. Ini namanya orang
munafik. Kita orang Islam senang Islam
tersebar enggak? Senanglah. Mana? Mana
kita enggak suka. Islam kebahagiaan.
Kita pengin kebahagiaan bukan terbatas
kepada kita si tapi juga pada nonmuslim.
Rasul sahu alaihi wasallam dulu mengirim
banyak orang untuk berdakwah agar bisa
tersebar Islam. Tapi orang munafik
seperti itu. Terkadang meskipun mereka
menyembunyikan tapi terkadang terlepas
dari lisan-lisan mereka, tulisan mereka,
komentar mereka, ketahuan tanda-tanda
orang munafik.
Jadi di antara sifat mereka adalah suka
mengejek orang-orang yang melakukan
ketaatan. Seperti ketika perang Tabuk,
Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam
menyuruh orang untuk bersedekah. Ya,
kenapa? Karena ee
perang membutuhkan biaya yang besar,
harta yang banyak. Ya. Kemudian kata ada
yang bersedekah maka secara umum ketika
para sahabat sedang bersedekah ya mereka
menginjek mereka meng
tes tes satu. Ketika para sahabat
bersedekah maka mereka mengejek para
sahabat. Kalau yang dikeluarkan hartanya
banyak ya, maka mereka bilang, "Ah,
riakri riya."
Kalau sedikit ngapain sedikit? Allah
tidak butuh sedikit. Jadi keluarin
banyak salah, keluarin sedikit juga
salah. Supaya enggak supaya selamat dari
orang munafik enggak usah sedekah.
Sama seperti mereka enggak sedekah.
WQbiduna aidiahum. Mereka ikat tangan
mereka, genggam tangan mereka gak mau
keluar harta. Yang menakjubkan di awal
hadis
di sini Abu Mas'ud berkata, "Tatkala
turun ayat sedekah, perintah sedekah,
para sahabat semangat sampai kata
mereka, kunna nuhamilu ala zuhurina."
Kami sampai ee bekerja bekerja mikul
untuk bisa punya penghasilan. Mikul kayu
kek, mikul barang kek ya sehingga mereka
tergerak hati mereka dan mereka ingin
bersedekah sebisa mungkin. Namanya mikul
kerja mikul ya berapa sih penghasilannya
tapi yang penting bisa ber bersedekah ya
dan bagaimana semangat sahabat untuk
bersedekah dan cerita tentang semangat
mereka bersedekah sudah sangat banyak
sekali ya sampai mereka sering
mensedekahkan yang paling mereka cintai
harta yang mereka sukai ya seperti ee
Abu Thalhah menginfakkan kebun yang
paling dia cintai seperti Umar bin
Khattab
menginfakkan harta yang paling dia
cintai, yaitu yang di perang Khaibar,
yaitu yang menginfakkan. Khalid bin
Walid mensedekahkan atau mewakafkan
alat-alat perangnya. Mereka memilih apa
yang mereka cintai untuk mereka ee
sedekahkan. Sampai kalau mereka enggak
punya uang, semangat kerja. Yang penting
bisa bersedekah. Urusan besar kecil
pahala urusan Allah Subhanahu wa taala.
Yang penting usaha dulu. Yang namanya
mikul barang ya sedikit ya. Paling bisa
kasih satu so sedikit enggak banyak.
Tapi sebagian orang zaman sekarang duit
terlalu banyak. Kita ngomong sedekah dia
senyum-senyum aja.
Ya, insyaallah dimudahkan. Insyaallah
tapi enggak ada duit yang keluar.
Jadi, ya cinta kepada harta terlalu
besar ya. Terlalu terlalu besar sehingga
suruh keluarin harta berat perhitungan
sangat kuat. perhitungan sangat kuat.
Para sahabat yang enggak punya apa-apa
suruh sedekah. Mereka kerja supaya bisa
sedekah.
Supaya bisa sedekah sampai mikul supaya
bisa sedekah.
katanya tentu berbedalah ee
para sahabat dengan orang-orang zaman ee
zi
orang-orang munafik ya
mencela dan mengejek ya mereka menuduh
ini ri padahal urusan hati yang tahu
hanyalah Allah Subhanahu wa taala. Para
sahabat tidak ada tanda-tanda.
Rasulullah suruh sedekah mereka bawa
kepada mereka sedekah di hadapan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ya, karena
yang sedekah ketika itu memang di
hadapan Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Kalau banyak dibilang ini ri cari muka
ya tidak mencari rida Allah tapi mencari
pujian manusia. Kalau sedikit mereka
bilang ngapain sedikit ini enggak usah
Allah tidak butuh dengan sedekah yang
sedikit. Jadi diejek dihinakan.
Maka Allah membela orang-orang miskin di
kalangan para sahabat. Kata Allah
Subhanahu wa taala, walladina laajiduna
illa juhdahum. Dan mereka mencela
orang-orang yang bersedekah semampunya.
Cuma satu, cuma 3 kilo beras. Fasuna
minhum. Maka orang munafik pun mencela
mengejek orang-orang miskin tersebut.
Kata Allah, "Sakirallahu minhum." Allah
justru mengejek mereka orang munafik
akan diejek oleh Allah. Walahum adzabun
alim. Dan bagi mereka azab yang pedih,
azab yang menyiksa. Jadi Allah bela
orang-orang miskin tersebut. Dan ini
motivasi kita, Ikhwan. Tidak bersedekah
tidak harus ee banyak. Kalau kita enggak
kalau kita enggak punya uang banyak ya
jangan jangan juga nekad ya. Tapi jangan
menyepelekan sedekah apapun ya. Bukan
dalam hadis Rasul sahu alaihi wasallam
mengatakan ee apa namanya? Eh sabaqa
dirhamun miata alf dirham. Satu keping
dirham bisa ee mendahului 100.000
dirham.
Sahabat berkata, "Kaifaalika Rasulullah,
kok bisa 1 dirham mengungguli 100.000
dirham?" Rasulullah jelaskan ini ada
orang miskin, dia punya harta cuma
dirhamain. Dia cuma punya harta dua
keping dirham. Kemudian dia memilih
ahsanahuma. Dia pilih mana keping dirham
yang lebih bagus. Karena dulu uang itu
berupa logam langsung. Dirham atau apa?
Di dinar. Dan bentuk dinar dirham itu
mempengaruhi. Maka lihat ini. Oh, ini
kepingannya lebih bagus, tempaannya
lebih bagus, yang ini kurang. Dia pilih
yang bagus dia sedekahkan. Sehingga
dengan demikian dia sedekahkan 50%
hartanya bahkan lebih karena dia memilih
logam yang lebih bagus. Yang satunya
punya uang mungkin jutaan dirham dia
ambil Rp100.000 tidak ada nilai baginya.
100.000 dirham dia tidak nilai bagi dia.
Ya tentu sisi besarnya pahala banyak
sisi. Di antaranya nominal itu punya
pengaruhi besarnya pahala. Di antaranya
pahala menjadi besar ketika seorang
membutuhkan harta tersebut tapi dia se
sedekahkan. Tapi dia sedekahkan. Makanya
kita wasam ber tentang sedekah yang
paling afdal mengatakan anq wa
antahihunahihunar.
Yang sedekah paling bagus tuh engkau
dalam kondisi sehat dan engkau lagi
pengin punya cari duit dan engkau lagi
pengin punya banyak duit
faqar. Kau lagi pengin kaya dan kau
masih khawatir khawatir miskin bisa jadi
ada miskin kedikian hari justru kau
bersedekah saat itu. Itu sedekah yang
terbaik. Fala tumil dan jangan kau tunda
sampai kau udah mau mati, udah mau tewas
baru bilang kanker 3 bulan lagi mati ini
si fulan bagi-bagi
baru karena mau mati baru sedek itu juga
enggak apa-apa cuma kurang afdal
karena sudah putus asa dari kehidupan
sedekah sana sedekah sini sedekah sana
sedekah sini kata Rasulullah jangan
tunda sampai kau sudah mau mati baru kau
bilang untuk si fulan sekian untuk si
fulan sekian untuk si fulan sekian it
begitu kankernya sembuh dia sedekah
terlalu banyak.
Jadi ee faktor menjadikan pahala sedekah
banyak. Di antaranya tadi satu keping
dirham bisa mengalahkan Rp100.000 di
dirham. Maksud saya ikhwan kita sedekah
tidak harus tunggu uang banyak. Memang
anak istri sudah makan alhamdulillah
kita sudah makan ada lebih sesi kasih.
Kita ada kelebihan kita kasih
semampunya. Urusanah serahkan kepada
siapa? Allah Subhanahu wa taala.
Serahkan kepada Allah subhanahu wa
taala. Bisa jadi sedikit tapi ternyata
diberkahi oleh Allah Subhanahu wa taala.
Sampai Nabi mengatakan, "Ittaqinaro
walau bisakit tamrah." Allah bisikit
tamrah. Jagalah dirimu dari neraka
meskipun hanya bersedekah sepenggal
kurma. Maksudnya kalau kau tidak punya
apa-apa kecuali cuma sebutir kurma,
sedekahlah setengahnya. Sedekahlah
setengahnya. Setengah kok bisa makan,
setengahnya kok bisa bagi kepada orang
lain. Ya. Jadi ee lihat para sahabat
mereka bekerja mikul barang, mikul kayu,
kemudian mereka jual kayu bakar supaya
bisa bersedekah sehingga sedekah cuma
satu di diejek oleh orang munafik. Tapi
Allah bela bela mereka.
Tib kita lanjutkan bab berikutnya.
Jadi sifat surah Taubah tadi disebut
dengan surah al-Fatihah. Al-Fatihah itu
tafdah yang yang membongkar aib
orang-orang munafik yang mereka
sembunyikan. Allah bongkar aib-aib
mereka.
Tib. Bab al-istihza, bab tentang
mengejek. Ya, babang tetap mengejek.
Allah berfirman tentang ayat-ayat yang
menceritakan sifat-sifat orang kafir
ee mengejek orang-orang beriman. Di
antaranya dalam surat almutfifin kata
Allah Subhanahu wa taala, "Waqulu taala
kata Syekh Muhammad Abdul Wahab dan
firman Allah, innalladina ajromu
minalladina amanu yathakun."
Sesungguhnya orang-orang ajramu, yaitu
para pendosa, orang-orang kafir ya
minalladina amanuquun, mereka
mentertawakan orang-orang yang beriman.
Waimun.
Apabila orang beriman lewat depan
mereka, mereka lagi nongkrong, ada orang
beriman lewat ya, itu mereka saling
mengedipkan mata, saling mengisyaratkan
lirikan mata. Ngejek tuh tuh lihat tuh
tuh. Jadi mereka ngejek.
Kemudian eh
kita lanjutkan ayatnya. Allah berfirman,
ahliqihin.
Dan apabila mereka sudah pulang ke rumah
yang tukang ngejek tadi mereka pulang ke
rumah
inq ahli. Mereka pulang ketemu dengan
keluarga mereka. Inqalabu faqihin. Maka
mereka kembali dengan gembira. Ya,
mereka senang bisa ngejek mereka. Mereka
ceritain ke istri-istri mereka.
Waid roahum qolu inna haulaun.
Dan apabila mereka melihat orang
beriman, mereka berkata, "Sesungguhnya
orang beriman orang-orang yang sesat dan
seterusnya." Jadi mereka mengejek
orang-orang beriman. Ini sikap
orang-orang kafir.
Kemudian ayat berikutnya Allah
berfirman, "Waquluhu." Dan firman Allah,
"Fattakumuhum sikhrian hatta anaukumikri
wauntum minhum tathaquun."
Dan kalian menjadikan orang beriman
sikrian, yaitu bahan ejekan. Hattaumikri
sampai kalian saking sibuk ngejek
orang-orang beriman membuat kalian lupa
akan peringatanku, lupa akan azabku.
Wauntum minhum tadhaquun. Dan kalian
tertawain mereka ketika di dunia.
Kemudian juga firman Allah ee tadi surat
Almukminun 10. Kemudian yang terakhir
surah Al-Hujurat ayat 11. Kata Allah,
"Ya ayyuhalladzina amanu la yashar qum
minumin asa yakunu khairon minhum."
Wahai orang beriman,
janganlah sebagian kaum mengejek
sebagian kaum yang lain. Bisa jadi yang
diejek lebih baik daripada yang
mengejek. Wala nisaun min nisain asa
yakunna khair minhunna. Dan janganlah
sebagian wanita mengejek sebagian wanita
yang lain sama mukminah. Karena bisa
jadi yang diejek lebih baik daripada
yang mengejek. Bab. Jadi beliau
menyebutkan
tiga ayat terkait dengan larangan
mengejek. Dua ayat di antaranya ejekan
ejekan orang kafir kepada orang mukmin.
Dan ayat ketiga surat Al-Hujurat ejekan
orang mukmin kepada mukmin yang lain.
Jadi sifat suka ngejek ini ee
bukan hanya di antara orang kafir, orang
beriman, bahkan di antara orang beriman.
Cuma kalau orang kafir mengejek orang
beriman biasanya karena keimanan orang
beriman. Kalau orang beriman, orang
beriman biasanya karena perkara-perkara
duniawi.
Jadi ini sifat yang ada pada orang kafir
juga ada pada orang beriman. Maka Allah
melarang.
Di antaranya Allah berfirman dalam surat
almutifin ya
ee Allah mengatakan innalladzina ajramu.
Sesungguhnya orang-orang yang melakukan
ijram ya. Ijram kalau bahasa sekarang
ijram bahasa Arabam itu kriminal crime
ya. Kalau bahasa sekarang bahasa artinya
apa? Kriminal. Kalau orang Arab bilang
itu mujrim, itu orang jahat. Tukang
kriminal, tukang bunuh, tukang merampok,
ter ini namanya mujrim.
Tetapi Allah menggunakan lafal ini dalam
Al-Qur'an untuk orang-orang kafir.
Karena dosa yang mereka lakukan sangat
besar dan kerusakan yang mereka lakukan
sangat sangat besar. Di antaranya
kerusakan yang mereka lakukan adalah
mengejek orang-orang beriman. Ya,
mengejek orang-orang beriman. ini tidak
kalah besarnya daripada mencuri,
merampok, membunuh dan yang lainnya.
Mengejek orang-orang beriman sampai
Allah sifati mereka dengan innalladzina
ajramu. Sesungguhnya tukang kriminal
maksudnya orang-orang yang melakukan
kejahatan besar yaitu kerjaan mereka
mengejek orang beriman
dan mereka ya ee ketika
mengejek ya ada yang lewat mereka
kedip-kedip mata. Kalau orang lewat oh
orang sesat ya. E oleh karenanya sering
yang dilihat adalah banyak orang Islam
yang miskin, yang susah ya lihat orang
sesat, orang apa namanya tersesat lihat
kehidupan mereka. Jadi yang jadi patokan
biasanya orang kafir lihat adalah
kehidupan dunia. Kita tahu banyak di
antara orang beriman yang mungkin
hidupnya susah ya. Hidupnya susah
sehingga dihina, direndahkan, diejek.
Mereka menjadikan bahwasanya dunia
sebagai tolak ukur kebenaran. Kalau
sukses berarti benar, kalau enggak
sukses berarti enggak benar.
Sehingga orang-orang beriman dijadikan
bahan ejekan. Bahkan saking gembiranya
mereka mengejek, pulang ke rumah masih
ngobrol sama istri. Tadi tuh ada yang
lewat tuh gini terus lanjut ngobrol.
Mengecek orang-orang beriman. Ya.
Ya. Kata Allah Subhanahu wa taala ya.
Waqabu ila ahliqabu faqihin.
Kata Allah w ursilu alaihim hafidin.
Padahal orang-orang berdosa itu tidak
dikirim untuk menjadi penjaga orang
beriman. Allah tidak ngutusin
orang-orang kafir, para pendusta
tersebut untuk
ngejek-ngejek orang beriman. Ya, kalau
mereka salah benar, sudah ada malaikat
yang Allah utus. Bukan tugas kalian. Ya,
kata Allah, falumina amanu minalun
alalun.
Allah sebutkan nanti hari kiamat
aljazail amal balasan sesuai dengan
perbuatan orang-orang beriman yang
diejek-ejek nanti pada hari kiamat maka
mereka di surga alal arikiun kemudian
mereka berada di atas dipan-dipan di
atas arika. Harika itu dipan-dipan yang
sudah dihiasi indah. Ada kelambunya ada
bantal-bantalnya ya. Bukan seperti kasur
di rumah enggak ya. Jadi mereka duduk
santai sambil melihat ya. ya melihat ya
banyak kenikmatan dan di antaranya
mereka melihat orang-orang kafir yang
dulu tertawain mereka sekarang mereka
ganti tertawain mereka minal kuffari
yathakun mereka tertawakan orang-orang
kafir.
Jadi itulah balasan kepada orang tukang
ee menghina pada hari kiamat kelak. Ayat
yang berikutnya
Allah berfirman dalam surat Almukminun.
Setelah Allah muji tentang orang
beriman, kata Allahumuhumrian
hatta ansaukum zikri.
Allah sebutkan ayat sebelumnya ini ayat
ke-110
ayat 109 Allah berfirman,
"Innahu kanana fariqu min ibadi
yaquulun." Sesungguhnya ada segolongan
dari hamba-hambaku yang berdoa di dunia.
Rbana amannaagfirlana. Ya Rabb kami,
kami telah beriman. Maka ampunilah
dosa-dosa kami. Warhamna dan rahmatilah
kami. Wa anta khairurahimin. Dan engkau
adalah sebaik-baik penyayang. Ini di
antara ciri spesifik orang beriman suka
berdoa dengan doa ini. Rabbanafirlana
warhamna wa anta khairur rahimin. Jadi
perbanyaklah sering kita berdoa
ya apa? Irhamna atau irhamni
allahumarhamni
wagfirli. Sering gabungkanlah.
Allahumarhamni wa anta arhamur rahimin
wagfirli wa anta khairul gfirin. Jadi
mereka sering berdoa. Maka Allah
sebutkan dulu ada sekelompok orang dari
hamba-hambaku yang mereka berkata,
"Rabbana amanna." Ya Allah kami beriman.
Fagfirlana warhamna. Ampunilah kami dan
rahmatilah kami. Wa anta khairurah
rahimin. Dan engkau sebaik-baik yang
memberi kasih sayang.
Fattakumuhumikriya.
Namun kalian wahai penghuni neraka
jahanam kalian dulu di dunia ngejek
mereka.
Hatta anukumikri sampai sibuknya kalian
ngejek mereka gara-gara mereka beriman
sampai membuat kalian lupa dari
mengingat azabku mengingat lupa dengan
peringatankuum
dan kalian dulu mentertawakan orang
beriman maka Allah berkat setelah itu
inni jazaitumuluma bima sharu annahum
humul faizun maka pada hari ini aku
balasi mereka yaitu di surga ya aku
balasi surga bagi Mereka bima sharbarn
karena kesabaran mereka. Annahum humul
faizun. Merekalah orang-orang yang
menang. Merekalah orang-orang yang
sukses. Ya. Jadi ee
subhanallah Allah menyebutkan
orang-orang ini aku masukkan surga.
Kenapa? Bima shau. Karena mereka
bersabar. Ketika diejek mereka bersabar.
Ketika diejek mereka bersabar mereka
tetap bertakwa. Mereka tetap menjalankan
keimanan. Mereka tetap beramal dengan
amal saleh. Mereka tetap mempertahankan
atribut Islam mereka. Mereka tetap
mempertahankan identitas Islam mereka
meskipun diejek, meskipun dihina. Biarin
sebenarnya kalau ngejek kita orang
kafir, kita mungkin lebih sabar ngejek
kita orang Islam juga itu yang masalah
berat ya. Tapi terjadi ya terjadi.
Kalau ngajak orang kafir ya biasalah
namanya juga orang kafir. Tapi kalau
ngejek orang Islam ini repot yang yang
ngejek orang Islam. Kita menjalankan
sunah Nabi diejek dicibir dilihat dengan
pandangan menghina dilihat seperti orang
mutakhalif orang terbelakang dianggap
seperti orang badui diberi
gelaran-gelaran yang aneh-aneh. Ya. Ya.
Ini menghina terkadang orang Islam
sendiri ya. Tapi sabar kata Allah, inni
jazaituhumul yauma bimaaru annahum humul
faizun. Maka pada hari ini kami beri aku
beri balasan kepada mereka karena
kesabaran mereka bahwasanya mereka
adalah orang-orang yang menang. Mereka
orang yang yang beruntung.
Adapun orang-orang kafir maka mereka
yang mengejek mereka dimasukkan dalam
neraka jahanam. Ini dalil bahwasanya
mengejek orang beriman adalah dosa
besar. Dan kalau mengejek karena
keimanan mereka, maka ini kufur. Ini
adalah ku kufur. Ya. Maka ejekan kepada
orang beriman dilihat. Kalau ternyata
ejekan tersebut terkait dengan akhlaknya
atau miskinnya atau karena bajunya yang
mungkin kurang rapi atau mungkin apanya
kayak maka
kalau yang mengejek orang beriman sama
orang beriman maka itu tidak kafir. Tapi
dia mengejek karena dunia ini orang
tersebut. Tapi kalau yang diejek terkait
dengan atribut Islam, syiar Islam, maka
ini kekufuran. berarti dia benci dengan
syariat Islam.
Dia benci dengan sunah, dia benci dengan
syariat Islam. Ya, ini bisa sampai pada
kekufuran.
Bab kemudian ayat terakhir di bab ini,
ayat yang ketiga, ya. Setelah itu baru
beliau bawakan hadis-hadis ya.
Allah berfirman, "Ya ayyuhalladzina
amanu la yashar qumum min quumin asa
ayakunu khair minhum." Wahai orang
beriman, janganlah sebagian kalian
mengejek sebagian yang lain. Asa ayakunu
khair minhum. Bisa jadi yang diejek
lebih baik daripada
yang mengejek.
W nisaum min nisain. Dan janganlah
sebagian wanita mengejek wanita yang
lain. Asa anyakunna khair minhunna.
Karena bisa jadi yang sebagian wanita
yang diejek lebih baik daripada yang
mengejek. W talmizu anfusakum. Dan
jangan kalian mencibir ya wala tanabazu
diri kalian sendiri mencela diri kalian
sendiri tanabazu bil alqab dan janganlah
kalian saling memberi gelar-gelar yang
burukmul
fusu baal iman nama yang terburuk
setelah keimanan adalah kefasikanam
yatubu faulaika humulimun siapa yang
tidak bertobat maka mereka adalah
orang-orang yang zalim
t di sini ayat ini Allah subhanahu wa
taala sebutkan setelah Allah sebutkan
kaidah sebelumnya nya pada ayat
sebelumnya, innamal mukminuna ikhwah.
Sesungguhnya orang beriman adalah saling
bersaudara. Dan konsekuensi saling
bersaudara bukan saling mengejek, tapi
harusnya saling menguatkan. Kalau ada
yang salah maka diperbaiki, saling
menasehati. Seperti saudara, kita lihat
adik kita salah bukan kita ejek. Kita
lihat kakak kita salah, kita berusaha
memperbaikinya karena saudara. Nah,
seorang mukmin dengan mukmin yang lain
kal bunyan yasyudu ba'duhum ba'd. Orang
kaum mukminin seperti bangunan yang
kokoh, bata-batanya saling menguatkan
satu dengan yang lain. Ya, maka kalau
ada saudara kita yang salah, maka
hendaknya kita nasihati. Bukan malah
kita jadikan bahan ejekan. Ya, di sini
Allah mengatakan bisa jadi yang diejek
lebih baik daripada yang mengejek. Kata
para ahli tafsir biasanya demikian.
Karena kenapa? Karena yang mengejek
biasanya ujub. Biasanya yang mengejek
itu ujub. Biasanya yang mengejek itu
sombong. Sehingga kalau dia sudah
sombong, apapun kesalahan yang diejek,
maka lebih bagus yang diejek.
Saya ulangi. Kenapa? Kata Allah, "Asa
yakunu khair minhum." Bisa jadi yang
diejek lebih baik daripada yang
mengejek. Kata para ulama ahli tafsir,
karena biasanya orang mengejek itu
karena ada ujub, karena ada sombong. Dan
kalau dia sudah sombong, seharusnya yang
diejek ini punya tentu punya kekurangan.
Maka dia dijadikan bahan ejekan. Tapi
apapun yang terjadi, meskipun yang
diejek punya kekurangan, maka dia
menjadi lebih baik daripada yang
mengejek. Kenapa? Karena yang mengejek
punya satu perangai namanya apa? Som
sombong. Dan sombong itu dosa besar dan
membuat orang jatuh di hadapan pandangan
Allah Subhanahu wa taala. Ya, orang ujub
itu hina di hadapan Allah Subhanahu wa
taala karena dia merasa hebat padahal
dia adalah seorang makhluk yang penuh
dengan kekurangan kemudian dia merasa
dirinya hebat.
Hati-hati sama kata Allah setelah itu,
wisaun minisain. Dan jangan sebagian
wanita mengejek sebagian wanita yang
lain. Karena bisa jadi yang diejek lebih
baik daripada yang mengejek.
Alqurtubi rahimahullah berkata, "Kenapa
wanita disebutkan secara spesifik
setelah orang beriman?" Padahal kalau
Allah pada dalam ayat ini, "Wahai orang
yang beriman, itu sudah cukup mencakup
laki-laki maupun perempuan."
Tidak boleh saling mengejek. Cukup Allah
mengatakan, "Ya ayyuhalladzina amanu,
wahai orang yang beriman."
Maka ini mencakup laki-laki dan
perempuan. Tetapi ternyata Allah setelah
itu mengkhususkan wanita. Wala nisaun
minis. Sebagian wanita mengejek sebagian
yang lain. Kenapa? Kata para ulama, kata
Alqurtubi rahimahullah, karena potensi
untuk saling mengejek di antara wanita
lebih banyak daripada di antara para
lelaki.
Wanita bisa saling mengejek banyak.
Gara-gara dompet ngejek, gara-gara
gara-gara sepatu bisa ngejek. Gara-gara
anak bisa ngejek. Anaknya ingusan. Anak
mah enggak pernah ingusan. Ya pernah
juga.
bajunya ini ya apa suaminya baju enggak
pernah ganti pokoknya bahan ejek kan
banyak sekali main ke rumah orang e
rumahnya enggak rapi, kotor sudah
diundang malah komentar yang jadi bahan
ejekan tuh banyak di kalangan para
wanita ah baju murahan ah bajunya
terus kamu ya saya kw dia 7 sama-sama
padahal maksudnya bahan ejengan tuh
banyak oh saya kira suaminya ganteng
padahal hitam jelek jadi mau diajek itu
Banyak banyak anaknya itu anak itu
paling rendah di kelas. Goblok anaknya
ibunya keren anaknya goblok. Jadi bahan
ejekan tuh banyak perempuan kita
laki-laki kan ngapain ngobrol gitu.
Ngobrol paling poligami
padahal enggak berani. Cuma kalau
perempuan akhirnya banyak di antara
mereka ngobrol tentang seperti-seperti
itu. Saya bercanda, Ibu-ibu ya.
Ya, mau saya hati-hati ibu-ibu ketika
Allah menyebutkan secara spesifik
tentang wanita, kata para ahli tafsir,
kenapa? Karena potensi mereka untuk
saling mengejek apa bear.
Karena kurang laki-laki sibuk kerja urus
sana, urusnya banyak pikirkan hutang
belum bayar. Mikir banyak ya listrik
sebentar lagi harus bayar, SPP anak-anak
harus bayar, bentar lagi harus kasih
uang istri buat ke salon. Uang pikiran
banyak di kepala. Jadi enggak sempat
ngejek-ngejek ngan enggak sempat.
Dan hal itu bukan menjadi pembicaraan
ya. Tapi kalau wanita terkadang sensitif
ke arah situ sehingga Allah khususkan
penyebutan mereka ya karena potensi
mereka saling mengejek lebih besar.
Ingat bisa jadi yang diejek lebih baik
daripada yang mengejek. Ada seorang
wanita pakai baju branded, tas branded,
kacamata branded,
makeup branded,
pidikur, minikur branded, skincare
branded. Lihat ada akhwat yang mungkin
enggak rapi, baju jelek kemudian diejek.
Subhanallah.
Apa tuh? Ah, kayak gitu, kayak gitu,
kayak gitu. Subhanallah. Yang diejek
bisa jadi lebih baik daripada yang me
mengejek. Percuma seorang pakai
penampilan indah di hadapan mata
manusia, tapi dia hina di hadapan Allah
Subhanahu wa taala. Seorang yang suka
keindahan gak apa-apa, tapi bukan untuk
bahan ejekan orang lain. Suka keindahan
boleh yang sehing, tidak berlebihan.
Kemudian tadi janganlah kalian saling
mengejek di antaranya, jangan sekalian
merendahkan di antara kalian, ya
mencibir di antara kalian. sampai Allah
mengatakan,
"Wala talmizu anfusakum." Ya,
dalam ayat ini ya.
Ee
dan janganlah talmizu anfusakum,
janganlah kalian mencera diri kalian.
Perhatikan. Wala talmizu anfusakum.
Janganlah kalian mencela diri kalian.
Siapa sih mencela dirinya sendiri? Tentu
tidak ada. Tapi maksudnya itu janganlah
sebagian kalian mencela sebagian yang
lain. Maksud Allah walmizu anfusakum.
Lafal-lafal
redaksi ayatnya wala talmizu anfusakum.
Janganlah kalian mencela diri kalian.
Timbul bertanya, "Siapa mencela dirinya
sendiri?" Maksud ayat ini, "Janganlah
sebagian kalian mencela sebagian yang
lain, tapi karena kalian dianggap satu,
seakan-akan kalau sebagian mencela
sebagian yang lain seperti mencela diri
sendiri."
Karena innamal ikhwah. Karena kaum ini
itu bersaudara. Kalau kita ngejek orang
beriman sebenarnya kita mengejek diri
karena kita satu kesatuan.
Jadi Allah sampai larang jangan mencela
orang lain karena itu seperti mencela
dirimu sendiri.
Ini seperti firman Allah wala taqtulu
anfusakum ini Allah kana bikum rahima.
Janganlah kalian bunuh diri kalian.
Maksudnya di antara tafsiran benar-benar
bunuh diri. Di antara tafsiran jangan
membunuh sebagian kalian yang lain.
Karena membunuh sebagian kalian seperti
bunuh diri kalian sen sendiri.
Wala tanabazu bil alqab. Dan janganlah
kalian
memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.
Seburuk-buru panggilan ialah panggilan
yang buruk sesudah keimanan, kefasikan.
Beri gelar-gelar yang menjatuhkan,
meremehkan, merendahkan. Gak usahlah.
Kalau ada orang beriman kita nasihati,
kalau salah kita nasihati.
Tib. Kemudian ee al Imam Abdul Wahab
rahimahullah membawakan hadis. Beliau
berkata, "Anil Hasan qala qala
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
dari Hasan Albashri. Bahwasanya Rasulull
sahu alaihi wasallam bersabda, "Ini
hadis-hadis mursal karena Al-Han
tabiin." Al-Han adalah tabiin dan tabiin
tidak mendapati Nabi. Dia berkata, "Qala
Rasulullah." Rasulullah bersabda.
Padahal
yang ketemu langsung Nabi siapa namanya?
Saha sahabat. Kalau tabiin ketemu
langsung dengan apa? Sa sahabat.
Seandainya Hasan berkata, "Qala Abu
Hurairah." Abu Hurairah berkata, "Oke,
namanya benar nyambung karena tabiin
ketemu dengan sahabat." Tapi dia
mengatakan dalam hadis ini, qala
Rasulullah. Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam bersabda, "Berti seorang tabiin
menukil dari Nabi ini ada yang putus
sanadnya, ada yang pu putus." Ee seorang
tabiin meriwayatkan hadis langsung dari
Nabi namanya hadis mursal. Hadis mursal
dan ini hadisnya dif. Hadisnya dif
sanad. Tetapi Syekh membawakan hadis ini
meskipun secara sanad dia difatkan makna
yang telah kita sebutkan bahwasanya
mengejek orang beriman adalah dosa
besar. Wasam bersabda inal mustahzi
binasahu
akirati babun minal jannahuquumma
halumma. Sesungguhnya para pengejek
orang lain, orang suka mengejek orang
lain
umum ya ngejek-ngejek orang ya. Maka di
pada hari kiamat kelak dia di neraka
jahanam kemudian dibukakanlah pintu
surga maka dikatakan ayo ayo ke sini
fayjiu ya bikarbihi wamihi. Maka dengan
kesulitan, kepahihan yang sedang dia
alami karena sedang disiksa, maka dia
semangat menuju pintu surga. Faid
jaahuqunahu.
Ketika sudah sampai surga ditutup lagi,
masukkan lagi ke neraka.
Ak, maka dibuka lagi pintu surga yang
lain. Fayuq lahu halum halum. Ayo ke
sini, ayo ke sini. Maka dia semangat
bikhi
jaahuqahu.
Maka dia pun datang dengan semangat
dengan penderitaan yang dia rasakan.
Ketika sudah sampai depan pintu ditutup
lagi. Famazalukalik dan terus-menerus.
Tapi dia siapa tahu kali ini kebuka
beneran. Siapa tahu kali ini kebuka
kebenaran. Siapa tahu ternyata gagal
terus
diejek karena mereka suka ngejek orang.
Aljaza amal bahas perbuatan.
Sampai ada di antara salah seorang dari
mereka para tukang ngejek ini dibukakan
pintu surga kemudian dikatakan
kepadanya, "Ayo kemari, ayo masuk. Fama
yatihi minalas. Dia sudah enggak enggak
enggak mau datang lagi. Dia putus asa.
Dia tahu dia sedang di diejek. Sudah
dekat sudah mau masuk ditutup. Sudah.
Ini balasan bagi orang yang suka
mengejek. Tapi hadisnya saya katakan
tadi hadisnya diif.
Hadis berikutnya. Walibni Abi Hatim
whairihi an ibni Amr radhiallahu anhuma
marfuan. Dan Ibnu Abi Hatim dan yang
lainnya meriwayatkan dari Abdullah bin
Amr ibn As radhiallahu anhuma secara
marfu. Man hammazan lamzan mulaqiban
linasi alamatuhu
anasimahullahu alal khurtum minqilidin.
Siapa yang meninggal dalam kondisi suka
mengejek dan mencela, mencibir,
menyinyir, ya sukanya mencela.
Hammaslamas ini mencela ya mengejek. Ada
yang mengatakan dengan perkataan, ada
yang mengatakan dengan isyarat, dengan
gerakan tubuh. Ya, mulaqib linas, suka
memberi gelar kepada manusia dalam
rangka mencela, mengejek. Maka tandanya
ketika dibangkit pada hari kiamat kelak
anyasimahullahu alal khurtum maka Allah
akan berikan tanda semacam wasam itu
berikan tanda di hidungnya minqilidin
dari dua arah kanan kiri. Yaitu ada
tanda di sini, ada tanda di sini. Allah
kasih tanda. ini tukang tukang ngejek
manusia dan dia dipermalukan pada hari
kiamat kelak yaitu jika dia meninggal
dalam kondisi tidak bertobat kepada
Allah subhanahu wa taala. Makanya
dikatakan sini man mata hammazan
lammazan. Siapa yang meninggal dalam
kondisi masih suka menjadi pengejek,
pengumpat, pencela,
pemberi gelar kepada orang-orang, maka
ketika di hari kiamat kelak akan
dibangkitkan dengan ada tanda seperti
itu.
Adapun kalau dia sudah bertobat maka
tidak akan dipermalukan pada hari kiamat
kelak.
Tib kita lanjutkan bab berikutnya. Babu
tarwiil muslim. Bab menakut-nakuti
muslim yang lain.
Di antara dosa besar nakut-nakuti orang.
Ini penting ya. Dulu apa istilnya prank
ya? Apa?
Prank apa? Perang.
Prank ya? Nakut-nakutin orang ya.
Nakut-nakutin orang. Kabur orang ya.
Saya lempar ke kabur kira bom ternyata
bukan orang takut
lagi jalan dan itu jadi tontonan menarik
karena lucu tapi yang diganggu kan takut
ya tahu-tahu lagi jalan langsung dipukul
dibingung cari mana. Masyaallah banyak
sekali sekarang konten-konten seperti
itu yang menyenangkan tapi menyakiti
hati orang.
Biasanya nonmuslim orang Islam juga
banyak melakukannya.
Dulu ada namanya April Mop ya gak tahu
sekarang masih ada enggak? Sudah enggak.
Sudah hilang sudah hilang. Karena dulu
orang begitu di bulan April. Sekarang di
bulan mana pun orang bikin. Jadi sudah
tidak dulu khusus bulan April. April ma
apa biasanya biasanya ada yang bikin
kayak gitu tuh ternyata bohong.
Nakut-nakutin sudah meninggal ternyata
tidak meninggal. Ditakut-takutin karena
memang itu bulat bohong-bohongan ya.
namanya April Mob. Dulu saya waktu masih
sekolah SMA ada gitu, enggak tahu
sekarang masih ada atau enggak ya.
Kayaknya prank kapan-kapan aja enggak
mesti bulan April. Tib an Abdurrahman
bin Abi Laila Qana ashabu Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam annahum yasir
ma Nabi sallallahu alaihi wasallam. Para
sahabat Rasulullah menceritakan
bahwasanya dahulu mereka bersafar atau
berjalan bersama Nabi sallallahu alaihi
wasallam dalam suatu perjalanan rajulun
minhum. Maka ada di antara yang salah
satu mereka yang tidur.
Maahu faakahu fazi. Maka ada salah
seorang dari mereka ambil tali. Eh orang
lagi tidur ada dia lagi pegang tali atau
apa kemudian ditarik dia kaget. Jadi ada
ada dua kemungkinan yaitu dia lagi tidur
langsung ditarik. Jadi kaget kayaknya
ada perang atau ada hewan atau ada
bahaya sehingga dia terbangun ternyata
cuma main-main atau dia memai suatu tali
kemudian dia perlukan tali tersebut
diambil ketika sedang tidur. Ketika dia
bangun mana talinya? Jadi takut ke mana
tali? Dia takut. Ada dua tafsiran
tentang hadis ini ya di kalangan para
ulama ya. Intinya dia agak nakut-nakuti
ditarik kadang-kadang ada bahaya atau
ketika dia bangun barang dia hilang mana
ya.
Q ras rasah tegurlimin
halal bagi seorang muslim nakut-nakuti
apa saudaranya ini enggak boleh temannya
lagi di pinggir kolam berenang didorong
ditarik lagi. Waduh ngeri ngeri ya
bahaya itu. Ketawa ketiwi senang tapi
gak boleh seperti itu ya. Dia bangun
HP-nya dihilangin. Mana HP? Mana? Enggak
tahu. Enggak lihat. Cari sana sini
bongkar ini angkat ini enggak tu. Mana
HP ini? Padahal disembunyiin. Ini kan
buat hati orang apa? Takut ya. Yang lain
ketawa-ketawa aja karena itu
menyenangkan. Memang bahagia di atas
penderitaan orang lain. Nanti yang
digitu waktu dia balas lagi. Dia balas
balas lagi. Ini enggak boleh bercanda
juga enggak boleh. La yakudanna ahadukum
mata akhi jadan
au mazihan. A kam nabi janganlah salah
seorang mengambil barang saudaranya
serius atau bercanda. Enggak boleh.
Karena dia ketika barangnya hilang dia
bingung mana ini, mana ini, biar ini
lagi perlu
diketawain.
Seorang mukmin hendaknya memberikan
ketenangan kepada saudaranya. Maka di
antara syiar orang Islam,
assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, selamat bagi kalian. Di
antaranya kalian selamat dari
gangguanku. Selamat dari gangguanku.
Maksudnya asalamualaikum selamat kalian
salam.
Kemudian kata Rasulullah sahu al
wasallam,
almukmin manim
eh nasisani
yaitu orang muslim yang sungguhnya
adalah orang-orang yang selamat.
Orang-orang selamat dari gangguan
lisannya tangan itu diganggu orang lain.
Man salimal muslimuna min lisanihi wa
yadihi. Muslim yang sungguhnya adalah
kaum muslimin yang lain selamat dari
gangguan lisannya maupun gangguan
tangannya. Ya,
sampai kalau dilakukan prank-prank
seperti ini, orang bisa kena penyakit
psikolog. Bisa atau tidak? Bisa loh.
Ngeri. Takutan ini ngeri. Telepon anak
ibu meninggal. Oh, orang takutlah.
Nangis-nangis ternyata prank.
Prank ya.
Sampai ada anak-anak yang nge-prank
bapaknya. Ada bapaknya cerita sama saya.
Saya di-prank anak-anak.
diperang. Jadi, W ikhwan ini sudah
ketakutan ternyata. Ya Allah, anak-anak
nge-prank saya. Ya Allah, gimana
bapaknya dibikin takut? Bercanda tapi
kan gak boleh.
Jadi, enggak boleh kita menakut-nakuti
orang. Bagaimana lagi dengan
sungguh-sungguh nakut-nakutinya enggak
boleh. Apalagi merasuk memasukkan rasa
takut ya. Menteror enggak boleh.
Menteror itu enggak boleh. Dosa besar,
gelisah ya. Teror tanpa hak.
Takut-takutin. Ya, kalau dia salah ya
dia jelas takutlah. Tapi dia enggak ada
salah diteror. Takut-takutin.
Ngeri ya. Ngeri.
Sebagian orang dijebak ya lagi kondisi
tertentu kemudian di fotoin, divideoin,
kemudian diperas, ditakut-takutin. Ya,
banyaklah sekarang cara-cara cari uang
yang haram ya. Maka ini adalah dosa. Ya.
Bab
terakhir dalam bab ini. Walahuma an asma
radhiallahu anhuma anamroatan qalat.
Dari asma ada seorang wanita berkata
kepada Nabi ini bab almutasyabi bimam y
seorang yang bergaya dengan apa yang
tidak dia miliki. Seorang bergaya dengan
apa yang tidak dia miliki. Ada seorang
itu berkata, "Ya Rasulullah, inatan
fahal al junahun inasabu minuji bimam
yini." Ya Rasulullah, saya punya madu.
Darah maksudnya apa? Ee madu ya. Ngerti
kan? Itu istri lain ya. Suami saya punya
istri yang lain.
Apakah tidak mengapa kalau saya bergaya
di depan maduku tersebut dengan apa yang
tidak suamiku berikan kepadaku? Misalnya
dia ketemu madunya, dia bilang,
"Masyaallah, suami kita baik ya." Dia
sayang sekali sama saya. Kalau saya
bangun tidur dia cium-cium. Kalau saya
mau pergi dia cium-cium. Kemudian
belikan baj. Padahal bohong semua. Dia
cuma bikin agar madunya cem cemburu.
Antum enggak ngerti kan? Enggak ngerti.
Mudah-mudahan enggak usah ngerti.
Jadi ini bagaimana kecemburuan seorang
wanita kepada madunya sampai dia
terkadang bergaya
atau berhias dengan suatu hal yang tidak
dia miliki yang tidak dilakukan oleh
suaminya untuk membuat jengkel madunya.
Boleh enggak gitu? Kata dia kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Jadi minta
izin boleh enggak bikin jengkel
madunya?
Maka Rasulullah mengatakan, "Almutasabi
bimamur."
Seorang yang bergaya dengan apa yang
tidak dia miliki, tidak diberikan
kepadanya, tidak yang tidak dia punyai.
Seperti seorang memakai dua pakaian
dusta.
Pakaian dusta mungkin pakaian
seakan-akan pakaian bangsawan, ternyata
bukan bangsawan. Memakai gelar, ternyata
bukan, dia tidak bergelar. ya ee memakai
menyebutkan sesuatu yang dia miliki
ternyata tidak dia lakukan. Inilah dosa.
Dosa apalagi dia dalam rangka untuk dia
banggakan.
Maka di antara sifat-sifat orang Yahudi
kata Allah Subhanahu wa taala,
"Wauhibuna yuhmadu bima lam yaf'alu."
Mereka suka dipuji dengan apa yang tidak
mereka lakukan.
Mereka suka dipuji dengan apa yang tidak
mereka lakukan. Seorang kalau dia
memiliki kelebihan itu pun jangan dia
cari pujian. Jangan dia cari pujian.
Apalagi dia ingin dipuji, ingin riak
dengan apa yang tidak dia lakukan. Ini
dosa plus riak plus bohong. Riak plus
plus bohong. Seperti saya katakan
mengesankan pada orang.
Begitu orang tanya, "Akhi, ente hafalan
berapa juz?" Adalah 15. Alah, pokoknya
ada. Bilang aja enggak ada. Cuma juz 30.
Kenapa? Malu bilang-bilang aja.
Seakan-akan kesannya hafalannya 20 juz.
hafal bilang ya masih belumlah masih
dikit sedikit lebih sedikit sudah enggak
usah tanya saya malu kan enggak apa-apa
tapi kalau 15 juz kah
saya takut riak
jadi orang yang dengan tuh kesannya
seakan-akan masyaallah
dulu ada orang yang
apa namanya pernah
bergaya punya hafalan begini begini
begini dengan model saya datangi orang
tersebut. Saya bilang, "Mang kau hafal
begini semuanya seperti ini." Diam dia.
Dia tahu karena dia bilang, "Iya saya
akan tes." Diam, dia enggak bisa jawab.
Jangan mengesankan kepada orang
bahwasanya hafalanmu luar luar biasa.
Padahal memang kau sudah persiapan
sebelum tampil.
Gak usahlah.
Lihat Syekh Abdul Musin Abbad
hafidahullahu taala ketika mengisi
kajian suatu hari saya hadir di Masjid
Nabawi kemudian dia sebutkan sebagaimana
perkataan Syekh Fulan dalam kitabnya
begini-begini jilid sekian halaman
sekian
setelah dia nukilkan, dia bilang saya
tadi sebut jilid dan halaman karena saya
baru baca tadi. bukan hafalan, tapi
memang saya baru baca apa tadi sehingga
saya masih bisa sebutkan jilid dan apa
ee halaman sehingga tidak terkesan
bahwasanya Syekh kalau baca buku hafal
sekalian ee jilid dan apa halama
halamannya. Ya enggak perlu hafal itu
buat apa? Enggak perlu hanya
menghabiskan space di otak aja. Hafal
yang tidak per tidak perlu dan itu bukan
kebisaan para ulama seperti itu.
Sehingga ketika dia nyebutkan itu dia
ingin menepis jangan sampai disalah
pahami. Tapi dalam hadis yang masyhur
ketika
eh ditanya Said bin Jibril mengatakan
siapa di antara kalian yangam melihat
bintang jatuh? Maka temannya berkata,
"Ana saya tadi malam lihat bintang
jatuh." Wakini lam akun fi shatin. Tapi
saya lihat bintang jatuh bukan karena
saya sedang salat malam. Walakin
ludiktu, tapi saya sedang disengat
dengan binatang berbisa sehingga saya
tidak bisa tidur. Akhirnya saya sempat
lihat bintang ja jatuh. Karena kalau dia
bilang, "Iya, tadi malam saya lihat
bintang jatuh." Para pendengar ini zaman
salaf. Kalau orang begadang malam
biasanya salat malam karena enggak ada
kegiatan. Begadang malam buat apa?
Hiburan enggak ada pasti sedang salat
malam. supaya tidak disangka dia sedang
salat malam. Dia bilang, "Saya lihat
bintang jatuh bukan karena sedang salat
malam, tapi sedang tidak bisa tidur
karena disenangat binatang ber berbisa."
Kalau zaman sekarang bangun malam enggak
ada yang enggak ada yang duga salat
malam. Mungkin lagi main internet,
mungkin lagi nonton bola. Tapi kalau
zaman dulu enggak ada hiburan. Kalau
enggak tidur malam kemungkinan besar
lagi salat malam. Apalagi yang ngomong
orang saleh. Maka supaya tidak disangka
dengan persangkaan yang salah, maka dia
menepis. Dia mengatakan, "Saya tidak
salat malam karena sedang disengat
binatang berbisa." Bukan karena apa?
Salat salat malam. Tayib. Ee jadi
hati-hati jangan seorang mengesankan apa
yang tidak dia miliki kepada orang lain
sehingga orang menduga kita hebat,
ternyata kita biasa-biasa. Was-biasa
saja ya. Kalau ada orang memuji kita
tidak, enggak enggak saya enggak begitu.
langsung kita tepis saja. Saya enggak
begitu. Enggak, enggak. Itu enggak
benar. Saya enggak begitu. Jadi enggak
usah kita bilang hanya senyum-senyum
sehingga disangka. Jangan kita bilang
enggak begitu. Tapi demikian saja kajian
kita. Billah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.