Transcript
nIc-O26l4y0 • Kitab Al-Kabair #32: Mengejek Orang-Orang Yang Menjalankan Ketaatan Kepada Allah - Ust Dr. Firanda A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2513_nIc-O26l4y0.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu lya'nih wa ashadu anna muhammadan abduhu waasul ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwanih. Ee ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkanembahasan kita dari kitab alkabair karya Syekh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala. Kita masuk pada bab berikutnya. Babun majaa fi lamzi ahli thaatillah wal istihza bidhaafatihim. Bab tentang mengejek orang-orang yang menjalankan ketaatan kepada Allah dan mengejek orang-orang lemah di antara mereka, orang-orang miskin di antara mereka. Babejek orang-orang yang ahli taat, yaitu orang-orang saleh dan juga mengejek orang-orang lemah di antara mereka. Kemudian beliau membawakan hadis Abi Mas'ud radhiallahu anhu qala, "Lamma nazalat ayatus shodqah kunna nuhamilu ala duhurina." Tatkala turun ayat tentang perintah sedekah, maka kami nuhamilu alain itu kami bekerja untuk bisa sedekah sampai kami angkat kayu, angkat barang supaya bisa dapat penghasilan supaya bisa bersedekah karena Allah perintahkan untuk sedekah. Faja'a rajulun fatasaddaqu bisyain katsir. Maka ada datang seorang kemudian dia bersedekah dengan jumlah yang banyak. faqu murain. Maka akhirnya orang-orang munafik komentar, "Ah, ini ri makanya sedekahnya banyak." Ada seorang yang bersedekah kepada Nabi dengan membawa satu, yaitu cuma sedikit gandum. Satu S yaitu sekitar 3 kilo gandum atau 2 2,5 kilo gandum. Karena khilaf tentang sok jumlah dia mengatakan 2,4 ya kurang lebih 3 kilo. Faqalu. Maka orang-orang munafik komentar lagi. Innallaha ghaniyun an Allah tidak butuh. Allah maha kaya tidak butuh dengan sedekah yang sedikit seperti ini. Cuma 3 kilo gandum. Fanazalat. Maka turunlah firman Allah Subhanahu wa taala menjelaskan tentang hakikat orang-orang munafik tersebut. Alladina yalmizunal mutawiina minal mukmin fodqat. yaitu dan orang-orang yang kerjaan mereka orang-orang mukminin ya yang memberi sedekah dengan sukarela. Ayatnya saya bacakan ee selanjutnya Allah berfirman, "Alladzina yalmizunal mutawaina minal mukminina fodqat." Yaitu orang munafik itu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang beri sedekah dengan sukarela. Walladina illa juhdahum. Dan mereka juga mencela orang-orang yang tidak memperoleh untuk disedekahkan selain sekedar kesanggupannya. Yaitu yang sedekah cuma satu sok tadi sedikit. Faharuna minhum. Maka mereka pun mengejek orang-orang yang sedekah dengan sedikit aja. Sakhirallahu minhum. Maka Allah akan balas penghinaan mereka. Walahum adzabun alim. Dan bagi mereka azab yang pedih. Ini ee bab ya disebutkan oleh Syekh Muhammad bin Lahab rahimahullahu taala tentang ee sifat-sifat orang munafik yang Allah membongkar sifat-sifat orang munafik banyak dalam surah Taubah sampai surah Taubah disebut di antaranya surah Fadhah yaitu mengungkap ya mengungkap ee keburukan-keburukan orang-orang munafik. Karena Allah sebutkan ciri-ciri mereka. Allah ungkap keburukan mereka dalam surah at-Taubah. Di antaranya ini sifat mereka suka mencela orang-orang yang melakukan ketaatan. Dan orang munafik ya dia dulu sampai sekarang banyak yang tidak suka dengan Islam ya. Kalau di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam orang munafik banyak apalagi zaman zaman sekarang. Bayangkan ketika perang Uhud. Ketika perang Uhud ee Rasulullah sahu alaihi wasallam pertama berangkat dengan 1000 pasukan kemudian mundur 300 orang. 300 orang munafik semua. itu di zaman Nabi ya 300 orang mundur dari pasukan Nabi sallallahu alaihi wasallam dan mereka mundur di saat-saat genting. Mereka tidak mundur dari awal tetapi mereka mundur ketika menjelang peperangan diprovokasi oleh pimpin mereka Abdullah bin Ubay bin Salul ya. Sehingga mereka mundur 300 orang ya hampir 30% dari pasukan mundur jumlah yang banyak ya apalagi ee di zaman sekarang. Kemudian orang-orang munafik tersebut terus hidup bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam di Kota Madinah. Sehingga ketika perang Tabuk mereka perang atau ada yang ikut perang tetapi dibunyikan kemunafikan mereka. Banyak di antara mereka tidak ikut perang dan ada yang ikut perang juga kemunafikan mereka. Tapi Allah bongkar kemunafikan mereka. Di zaman dahulu di zaman Nabi ketika masih hidup di mana turun ayat-ayat Allah. Di mana banyak mukjizat-mukjizat Nabi mereka lihat, di mana mereka lihat langsung akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di mana mereka menyaksikan kemenangan-kemenangan, peperangan-peperangan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Itu pun masih ada orang-orang munafik. Apalagi di zaman sekarang itu orang-orang yang secara KTP adalah Islam tapi tidak suka dengan syariat Islam. Gak suka. Gak suka syariat Islam, gak suka ee jayanya Islam gak suka kalau Islam tersebar gak suka kalau ada orang nonmuslim masuk Islam. Dia enggak suka. Enggak suka, enggak suka enggak suka. Ini namanya orang munafik. Kita orang Islam senang Islam tersebar enggak? Senanglah. Mana? Mana kita enggak suka. Islam kebahagiaan. Kita pengin kebahagiaan bukan terbatas kepada kita si tapi juga pada nonmuslim. Rasul sahu alaihi wasallam dulu mengirim banyak orang untuk berdakwah agar bisa tersebar Islam. Tapi orang munafik seperti itu. Terkadang meskipun mereka menyembunyikan tapi terkadang terlepas dari lisan-lisan mereka, tulisan mereka, komentar mereka, ketahuan tanda-tanda orang munafik. Jadi di antara sifat mereka adalah suka mengejek orang-orang yang melakukan ketaatan. Seperti ketika perang Tabuk, Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam menyuruh orang untuk bersedekah. Ya, kenapa? Karena ee perang membutuhkan biaya yang besar, harta yang banyak. Ya. Kemudian kata ada yang bersedekah maka secara umum ketika para sahabat sedang bersedekah ya mereka menginjek mereka meng tes tes satu. Ketika para sahabat bersedekah maka mereka mengejek para sahabat. Kalau yang dikeluarkan hartanya banyak ya, maka mereka bilang, "Ah, riakri riya." Kalau sedikit ngapain sedikit? Allah tidak butuh sedikit. Jadi keluarin banyak salah, keluarin sedikit juga salah. Supaya enggak supaya selamat dari orang munafik enggak usah sedekah. Sama seperti mereka enggak sedekah. WQbiduna aidiahum. Mereka ikat tangan mereka, genggam tangan mereka gak mau keluar harta. Yang menakjubkan di awal hadis di sini Abu Mas'ud berkata, "Tatkala turun ayat sedekah, perintah sedekah, para sahabat semangat sampai kata mereka, kunna nuhamilu ala zuhurina." Kami sampai ee bekerja bekerja mikul untuk bisa punya penghasilan. Mikul kayu kek, mikul barang kek ya sehingga mereka tergerak hati mereka dan mereka ingin bersedekah sebisa mungkin. Namanya mikul kerja mikul ya berapa sih penghasilannya tapi yang penting bisa ber bersedekah ya dan bagaimana semangat sahabat untuk bersedekah dan cerita tentang semangat mereka bersedekah sudah sangat banyak sekali ya sampai mereka sering mensedekahkan yang paling mereka cintai harta yang mereka sukai ya seperti ee Abu Thalhah menginfakkan kebun yang paling dia cintai seperti Umar bin Khattab menginfakkan harta yang paling dia cintai, yaitu yang di perang Khaibar, yaitu yang menginfakkan. Khalid bin Walid mensedekahkan atau mewakafkan alat-alat perangnya. Mereka memilih apa yang mereka cintai untuk mereka ee sedekahkan. Sampai kalau mereka enggak punya uang, semangat kerja. Yang penting bisa bersedekah. Urusan besar kecil pahala urusan Allah Subhanahu wa taala. Yang penting usaha dulu. Yang namanya mikul barang ya sedikit ya. Paling bisa kasih satu so sedikit enggak banyak. Tapi sebagian orang zaman sekarang duit terlalu banyak. Kita ngomong sedekah dia senyum-senyum aja. Ya, insyaallah dimudahkan. Insyaallah tapi enggak ada duit yang keluar. Jadi, ya cinta kepada harta terlalu besar ya. Terlalu terlalu besar sehingga suruh keluarin harta berat perhitungan sangat kuat. perhitungan sangat kuat. Para sahabat yang enggak punya apa-apa suruh sedekah. Mereka kerja supaya bisa sedekah. Supaya bisa sedekah sampai mikul supaya bisa sedekah. katanya tentu berbedalah ee para sahabat dengan orang-orang zaman ee zi orang-orang munafik ya mencela dan mengejek ya mereka menuduh ini ri padahal urusan hati yang tahu hanyalah Allah Subhanahu wa taala. Para sahabat tidak ada tanda-tanda. Rasulullah suruh sedekah mereka bawa kepada mereka sedekah di hadapan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, karena yang sedekah ketika itu memang di hadapan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau banyak dibilang ini ri cari muka ya tidak mencari rida Allah tapi mencari pujian manusia. Kalau sedikit mereka bilang ngapain sedikit ini enggak usah Allah tidak butuh dengan sedekah yang sedikit. Jadi diejek dihinakan. Maka Allah membela orang-orang miskin di kalangan para sahabat. Kata Allah Subhanahu wa taala, walladina laajiduna illa juhdahum. Dan mereka mencela orang-orang yang bersedekah semampunya. Cuma satu, cuma 3 kilo beras. Fasuna minhum. Maka orang munafik pun mencela mengejek orang-orang miskin tersebut. Kata Allah, "Sakirallahu minhum." Allah justru mengejek mereka orang munafik akan diejek oleh Allah. Walahum adzabun alim. Dan bagi mereka azab yang pedih, azab yang menyiksa. Jadi Allah bela orang-orang miskin tersebut. Dan ini motivasi kita, Ikhwan. Tidak bersedekah tidak harus ee banyak. Kalau kita enggak kalau kita enggak punya uang banyak ya jangan jangan juga nekad ya. Tapi jangan menyepelekan sedekah apapun ya. Bukan dalam hadis Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan ee apa namanya? Eh sabaqa dirhamun miata alf dirham. Satu keping dirham bisa ee mendahului 100.000 dirham. Sahabat berkata, "Kaifaalika Rasulullah, kok bisa 1 dirham mengungguli 100.000 dirham?" Rasulullah jelaskan ini ada orang miskin, dia punya harta cuma dirhamain. Dia cuma punya harta dua keping dirham. Kemudian dia memilih ahsanahuma. Dia pilih mana keping dirham yang lebih bagus. Karena dulu uang itu berupa logam langsung. Dirham atau apa? Di dinar. Dan bentuk dinar dirham itu mempengaruhi. Maka lihat ini. Oh, ini kepingannya lebih bagus, tempaannya lebih bagus, yang ini kurang. Dia pilih yang bagus dia sedekahkan. Sehingga dengan demikian dia sedekahkan 50% hartanya bahkan lebih karena dia memilih logam yang lebih bagus. Yang satunya punya uang mungkin jutaan dirham dia ambil Rp100.000 tidak ada nilai baginya. 100.000 dirham dia tidak nilai bagi dia. Ya tentu sisi besarnya pahala banyak sisi. Di antaranya nominal itu punya pengaruhi besarnya pahala. Di antaranya pahala menjadi besar ketika seorang membutuhkan harta tersebut tapi dia se sedekahkan. Tapi dia sedekahkan. Makanya kita wasam ber tentang sedekah yang paling afdal mengatakan anq wa antahihunahihunar. Yang sedekah paling bagus tuh engkau dalam kondisi sehat dan engkau lagi pengin punya cari duit dan engkau lagi pengin punya banyak duit faqar. Kau lagi pengin kaya dan kau masih khawatir khawatir miskin bisa jadi ada miskin kedikian hari justru kau bersedekah saat itu. Itu sedekah yang terbaik. Fala tumil dan jangan kau tunda sampai kau udah mau mati, udah mau tewas baru bilang kanker 3 bulan lagi mati ini si fulan bagi-bagi baru karena mau mati baru sedek itu juga enggak apa-apa cuma kurang afdal karena sudah putus asa dari kehidupan sedekah sana sedekah sini sedekah sana sedekah sini kata Rasulullah jangan tunda sampai kau sudah mau mati baru kau bilang untuk si fulan sekian untuk si fulan sekian untuk si fulan sekian it begitu kankernya sembuh dia sedekah terlalu banyak. Jadi ee faktor menjadikan pahala sedekah banyak. Di antaranya tadi satu keping dirham bisa mengalahkan Rp100.000 di dirham. Maksud saya ikhwan kita sedekah tidak harus tunggu uang banyak. Memang anak istri sudah makan alhamdulillah kita sudah makan ada lebih sesi kasih. Kita ada kelebihan kita kasih semampunya. Urusanah serahkan kepada siapa? Allah Subhanahu wa taala. Serahkan kepada Allah subhanahu wa taala. Bisa jadi sedikit tapi ternyata diberkahi oleh Allah Subhanahu wa taala. Sampai Nabi mengatakan, "Ittaqinaro walau bisakit tamrah." Allah bisikit tamrah. Jagalah dirimu dari neraka meskipun hanya bersedekah sepenggal kurma. Maksudnya kalau kau tidak punya apa-apa kecuali cuma sebutir kurma, sedekahlah setengahnya. Sedekahlah setengahnya. Setengah kok bisa makan, setengahnya kok bisa bagi kepada orang lain. Ya. Jadi ee lihat para sahabat mereka bekerja mikul barang, mikul kayu, kemudian mereka jual kayu bakar supaya bisa bersedekah sehingga sedekah cuma satu di diejek oleh orang munafik. Tapi Allah bela bela mereka. Tib kita lanjutkan bab berikutnya. Jadi sifat surah Taubah tadi disebut dengan surah al-Fatihah. Al-Fatihah itu tafdah yang yang membongkar aib orang-orang munafik yang mereka sembunyikan. Allah bongkar aib-aib mereka. Tib. Bab al-istihza, bab tentang mengejek. Ya, babang tetap mengejek. Allah berfirman tentang ayat-ayat yang menceritakan sifat-sifat orang kafir ee mengejek orang-orang beriman. Di antaranya dalam surat almutfifin kata Allah Subhanahu wa taala, "Waqulu taala kata Syekh Muhammad Abdul Wahab dan firman Allah, innalladina ajromu minalladina amanu yathakun." Sesungguhnya orang-orang ajramu, yaitu para pendosa, orang-orang kafir ya minalladina amanuquun, mereka mentertawakan orang-orang yang beriman. Waimun. Apabila orang beriman lewat depan mereka, mereka lagi nongkrong, ada orang beriman lewat ya, itu mereka saling mengedipkan mata, saling mengisyaratkan lirikan mata. Ngejek tuh tuh lihat tuh tuh. Jadi mereka ngejek. Kemudian eh kita lanjutkan ayatnya. Allah berfirman, ahliqihin. Dan apabila mereka sudah pulang ke rumah yang tukang ngejek tadi mereka pulang ke rumah inq ahli. Mereka pulang ketemu dengan keluarga mereka. Inqalabu faqihin. Maka mereka kembali dengan gembira. Ya, mereka senang bisa ngejek mereka. Mereka ceritain ke istri-istri mereka. Waid roahum qolu inna haulaun. Dan apabila mereka melihat orang beriman, mereka berkata, "Sesungguhnya orang beriman orang-orang yang sesat dan seterusnya." Jadi mereka mengejek orang-orang beriman. Ini sikap orang-orang kafir. Kemudian ayat berikutnya Allah berfirman, "Waquluhu." Dan firman Allah, "Fattakumuhum sikhrian hatta anaukumikri wauntum minhum tathaquun." Dan kalian menjadikan orang beriman sikrian, yaitu bahan ejekan. Hattaumikri sampai kalian saking sibuk ngejek orang-orang beriman membuat kalian lupa akan peringatanku, lupa akan azabku. Wauntum minhum tadhaquun. Dan kalian tertawain mereka ketika di dunia. Kemudian juga firman Allah ee tadi surat Almukminun 10. Kemudian yang terakhir surah Al-Hujurat ayat 11. Kata Allah, "Ya ayyuhalladzina amanu la yashar qum minumin asa yakunu khairon minhum." Wahai orang beriman, janganlah sebagian kaum mengejek sebagian kaum yang lain. Bisa jadi yang diejek lebih baik daripada yang mengejek. Wala nisaun min nisain asa yakunna khair minhunna. Dan janganlah sebagian wanita mengejek sebagian wanita yang lain sama mukminah. Karena bisa jadi yang diejek lebih baik daripada yang mengejek. Bab. Jadi beliau menyebutkan tiga ayat terkait dengan larangan mengejek. Dua ayat di antaranya ejekan ejekan orang kafir kepada orang mukmin. Dan ayat ketiga surat Al-Hujurat ejekan orang mukmin kepada mukmin yang lain. Jadi sifat suka ngejek ini ee bukan hanya di antara orang kafir, orang beriman, bahkan di antara orang beriman. Cuma kalau orang kafir mengejek orang beriman biasanya karena keimanan orang beriman. Kalau orang beriman, orang beriman biasanya karena perkara-perkara duniawi. Jadi ini sifat yang ada pada orang kafir juga ada pada orang beriman. Maka Allah melarang. Di antaranya Allah berfirman dalam surat almutifin ya ee Allah mengatakan innalladzina ajramu. Sesungguhnya orang-orang yang melakukan ijram ya. Ijram kalau bahasa sekarang ijram bahasa Arabam itu kriminal crime ya. Kalau bahasa sekarang bahasa artinya apa? Kriminal. Kalau orang Arab bilang itu mujrim, itu orang jahat. Tukang kriminal, tukang bunuh, tukang merampok, ter ini namanya mujrim. Tetapi Allah menggunakan lafal ini dalam Al-Qur'an untuk orang-orang kafir. Karena dosa yang mereka lakukan sangat besar dan kerusakan yang mereka lakukan sangat sangat besar. Di antaranya kerusakan yang mereka lakukan adalah mengejek orang-orang beriman. Ya, mengejek orang-orang beriman. ini tidak kalah besarnya daripada mencuri, merampok, membunuh dan yang lainnya. Mengejek orang-orang beriman sampai Allah sifati mereka dengan innalladzina ajramu. Sesungguhnya tukang kriminal maksudnya orang-orang yang melakukan kejahatan besar yaitu kerjaan mereka mengejek orang beriman dan mereka ya ee ketika mengejek ya ada yang lewat mereka kedip-kedip mata. Kalau orang lewat oh orang sesat ya. E oleh karenanya sering yang dilihat adalah banyak orang Islam yang miskin, yang susah ya lihat orang sesat, orang apa namanya tersesat lihat kehidupan mereka. Jadi yang jadi patokan biasanya orang kafir lihat adalah kehidupan dunia. Kita tahu banyak di antara orang beriman yang mungkin hidupnya susah ya. Hidupnya susah sehingga dihina, direndahkan, diejek. Mereka menjadikan bahwasanya dunia sebagai tolak ukur kebenaran. Kalau sukses berarti benar, kalau enggak sukses berarti enggak benar. Sehingga orang-orang beriman dijadikan bahan ejekan. Bahkan saking gembiranya mereka mengejek, pulang ke rumah masih ngobrol sama istri. Tadi tuh ada yang lewat tuh gini terus lanjut ngobrol. Mengecek orang-orang beriman. Ya. Ya. Kata Allah Subhanahu wa taala ya. Waqabu ila ahliqabu faqihin. Kata Allah w ursilu alaihim hafidin. Padahal orang-orang berdosa itu tidak dikirim untuk menjadi penjaga orang beriman. Allah tidak ngutusin orang-orang kafir, para pendusta tersebut untuk ngejek-ngejek orang beriman. Ya, kalau mereka salah benar, sudah ada malaikat yang Allah utus. Bukan tugas kalian. Ya, kata Allah, falumina amanu minalun alalun. Allah sebutkan nanti hari kiamat aljazail amal balasan sesuai dengan perbuatan orang-orang beriman yang diejek-ejek nanti pada hari kiamat maka mereka di surga alal arikiun kemudian mereka berada di atas dipan-dipan di atas arika. Harika itu dipan-dipan yang sudah dihiasi indah. Ada kelambunya ada bantal-bantalnya ya. Bukan seperti kasur di rumah enggak ya. Jadi mereka duduk santai sambil melihat ya. ya melihat ya banyak kenikmatan dan di antaranya mereka melihat orang-orang kafir yang dulu tertawain mereka sekarang mereka ganti tertawain mereka minal kuffari yathakun mereka tertawakan orang-orang kafir. Jadi itulah balasan kepada orang tukang ee menghina pada hari kiamat kelak. Ayat yang berikutnya Allah berfirman dalam surat Almukminun. Setelah Allah muji tentang orang beriman, kata Allahumuhumrian hatta ansaukum zikri. Allah sebutkan ayat sebelumnya ini ayat ke-110 ayat 109 Allah berfirman, "Innahu kanana fariqu min ibadi yaquulun." Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hambaku yang berdoa di dunia. Rbana amannaagfirlana. Ya Rabb kami, kami telah beriman. Maka ampunilah dosa-dosa kami. Warhamna dan rahmatilah kami. Wa anta khairurahimin. Dan engkau adalah sebaik-baik penyayang. Ini di antara ciri spesifik orang beriman suka berdoa dengan doa ini. Rabbanafirlana warhamna wa anta khairur rahimin. Jadi perbanyaklah sering kita berdoa ya apa? Irhamna atau irhamni allahumarhamni wagfirli. Sering gabungkanlah. Allahumarhamni wa anta arhamur rahimin wagfirli wa anta khairul gfirin. Jadi mereka sering berdoa. Maka Allah sebutkan dulu ada sekelompok orang dari hamba-hambaku yang mereka berkata, "Rabbana amanna." Ya Allah kami beriman. Fagfirlana warhamna. Ampunilah kami dan rahmatilah kami. Wa anta khairurah rahimin. Dan engkau sebaik-baik yang memberi kasih sayang. Fattakumuhumikriya. Namun kalian wahai penghuni neraka jahanam kalian dulu di dunia ngejek mereka. Hatta anukumikri sampai sibuknya kalian ngejek mereka gara-gara mereka beriman sampai membuat kalian lupa dari mengingat azabku mengingat lupa dengan peringatankuum dan kalian dulu mentertawakan orang beriman maka Allah berkat setelah itu inni jazaitumuluma bima sharu annahum humul faizun maka pada hari ini aku balasi mereka yaitu di surga ya aku balasi surga bagi Mereka bima sharbarn karena kesabaran mereka. Annahum humul faizun. Merekalah orang-orang yang menang. Merekalah orang-orang yang sukses. Ya. Jadi ee subhanallah Allah menyebutkan orang-orang ini aku masukkan surga. Kenapa? Bima shau. Karena mereka bersabar. Ketika diejek mereka bersabar. Ketika diejek mereka bersabar mereka tetap bertakwa. Mereka tetap menjalankan keimanan. Mereka tetap beramal dengan amal saleh. Mereka tetap mempertahankan atribut Islam mereka. Mereka tetap mempertahankan identitas Islam mereka meskipun diejek, meskipun dihina. Biarin sebenarnya kalau ngejek kita orang kafir, kita mungkin lebih sabar ngejek kita orang Islam juga itu yang masalah berat ya. Tapi terjadi ya terjadi. Kalau ngajak orang kafir ya biasalah namanya juga orang kafir. Tapi kalau ngejek orang Islam ini repot yang yang ngejek orang Islam. Kita menjalankan sunah Nabi diejek dicibir dilihat dengan pandangan menghina dilihat seperti orang mutakhalif orang terbelakang dianggap seperti orang badui diberi gelaran-gelaran yang aneh-aneh. Ya. Ya. Ini menghina terkadang orang Islam sendiri ya. Tapi sabar kata Allah, inni jazaituhumul yauma bimaaru annahum humul faizun. Maka pada hari ini kami beri aku beri balasan kepada mereka karena kesabaran mereka bahwasanya mereka adalah orang-orang yang menang. Mereka orang yang yang beruntung. Adapun orang-orang kafir maka mereka yang mengejek mereka dimasukkan dalam neraka jahanam. Ini dalil bahwasanya mengejek orang beriman adalah dosa besar. Dan kalau mengejek karena keimanan mereka, maka ini kufur. Ini adalah ku kufur. Ya. Maka ejekan kepada orang beriman dilihat. Kalau ternyata ejekan tersebut terkait dengan akhlaknya atau miskinnya atau karena bajunya yang mungkin kurang rapi atau mungkin apanya kayak maka kalau yang mengejek orang beriman sama orang beriman maka itu tidak kafir. Tapi dia mengejek karena dunia ini orang tersebut. Tapi kalau yang diejek terkait dengan atribut Islam, syiar Islam, maka ini kekufuran. berarti dia benci dengan syariat Islam. Dia benci dengan sunah, dia benci dengan syariat Islam. Ya, ini bisa sampai pada kekufuran. Bab kemudian ayat terakhir di bab ini, ayat yang ketiga, ya. Setelah itu baru beliau bawakan hadis-hadis ya. Allah berfirman, "Ya ayyuhalladzina amanu la yashar qumum min quumin asa ayakunu khair minhum." Wahai orang beriman, janganlah sebagian kalian mengejek sebagian yang lain. Asa ayakunu khair minhum. Bisa jadi yang diejek lebih baik daripada yang mengejek. W nisaum min nisain. Dan janganlah sebagian wanita mengejek wanita yang lain. Asa anyakunna khair minhunna. Karena bisa jadi yang sebagian wanita yang diejek lebih baik daripada yang mengejek. W talmizu anfusakum. Dan jangan kalian mencibir ya wala tanabazu diri kalian sendiri mencela diri kalian sendiri tanabazu bil alqab dan janganlah kalian saling memberi gelar-gelar yang burukmul fusu baal iman nama yang terburuk setelah keimanan adalah kefasikanam yatubu faulaika humulimun siapa yang tidak bertobat maka mereka adalah orang-orang yang zalim t di sini ayat ini Allah subhanahu wa taala sebutkan setelah Allah sebutkan kaidah sebelumnya nya pada ayat sebelumnya, innamal mukminuna ikhwah. Sesungguhnya orang beriman adalah saling bersaudara. Dan konsekuensi saling bersaudara bukan saling mengejek, tapi harusnya saling menguatkan. Kalau ada yang salah maka diperbaiki, saling menasehati. Seperti saudara, kita lihat adik kita salah bukan kita ejek. Kita lihat kakak kita salah, kita berusaha memperbaikinya karena saudara. Nah, seorang mukmin dengan mukmin yang lain kal bunyan yasyudu ba'duhum ba'd. Orang kaum mukminin seperti bangunan yang kokoh, bata-batanya saling menguatkan satu dengan yang lain. Ya, maka kalau ada saudara kita yang salah, maka hendaknya kita nasihati. Bukan malah kita jadikan bahan ejekan. Ya, di sini Allah mengatakan bisa jadi yang diejek lebih baik daripada yang mengejek. Kata para ahli tafsir biasanya demikian. Karena kenapa? Karena yang mengejek biasanya ujub. Biasanya yang mengejek itu ujub. Biasanya yang mengejek itu sombong. Sehingga kalau dia sudah sombong, apapun kesalahan yang diejek, maka lebih bagus yang diejek. Saya ulangi. Kenapa? Kata Allah, "Asa yakunu khair minhum." Bisa jadi yang diejek lebih baik daripada yang mengejek. Kata para ulama ahli tafsir, karena biasanya orang mengejek itu karena ada ujub, karena ada sombong. Dan kalau dia sudah sombong, seharusnya yang diejek ini punya tentu punya kekurangan. Maka dia dijadikan bahan ejekan. Tapi apapun yang terjadi, meskipun yang diejek punya kekurangan, maka dia menjadi lebih baik daripada yang mengejek. Kenapa? Karena yang mengejek punya satu perangai namanya apa? Som sombong. Dan sombong itu dosa besar dan membuat orang jatuh di hadapan pandangan Allah Subhanahu wa taala. Ya, orang ujub itu hina di hadapan Allah Subhanahu wa taala karena dia merasa hebat padahal dia adalah seorang makhluk yang penuh dengan kekurangan kemudian dia merasa dirinya hebat. Hati-hati sama kata Allah setelah itu, wisaun minisain. Dan jangan sebagian wanita mengejek sebagian wanita yang lain. Karena bisa jadi yang diejek lebih baik daripada yang mengejek. Alqurtubi rahimahullah berkata, "Kenapa wanita disebutkan secara spesifik setelah orang beriman?" Padahal kalau Allah pada dalam ayat ini, "Wahai orang yang beriman, itu sudah cukup mencakup laki-laki maupun perempuan." Tidak boleh saling mengejek. Cukup Allah mengatakan, "Ya ayyuhalladzina amanu, wahai orang yang beriman." Maka ini mencakup laki-laki dan perempuan. Tetapi ternyata Allah setelah itu mengkhususkan wanita. Wala nisaun minis. Sebagian wanita mengejek sebagian yang lain. Kenapa? Kata para ulama, kata Alqurtubi rahimahullah, karena potensi untuk saling mengejek di antara wanita lebih banyak daripada di antara para lelaki. Wanita bisa saling mengejek banyak. Gara-gara dompet ngejek, gara-gara gara-gara sepatu bisa ngejek. Gara-gara anak bisa ngejek. Anaknya ingusan. Anak mah enggak pernah ingusan. Ya pernah juga. bajunya ini ya apa suaminya baju enggak pernah ganti pokoknya bahan ejek kan banyak sekali main ke rumah orang e rumahnya enggak rapi, kotor sudah diundang malah komentar yang jadi bahan ejekan tuh banyak di kalangan para wanita ah baju murahan ah bajunya terus kamu ya saya kw dia 7 sama-sama padahal maksudnya bahan ejengan tuh banyak oh saya kira suaminya ganteng padahal hitam jelek jadi mau diajek itu Banyak banyak anaknya itu anak itu paling rendah di kelas. Goblok anaknya ibunya keren anaknya goblok. Jadi bahan ejekan tuh banyak perempuan kita laki-laki kan ngapain ngobrol gitu. Ngobrol paling poligami padahal enggak berani. Cuma kalau perempuan akhirnya banyak di antara mereka ngobrol tentang seperti-seperti itu. Saya bercanda, Ibu-ibu ya. Ya, mau saya hati-hati ibu-ibu ketika Allah menyebutkan secara spesifik tentang wanita, kata para ahli tafsir, kenapa? Karena potensi mereka untuk saling mengejek apa bear. Karena kurang laki-laki sibuk kerja urus sana, urusnya banyak pikirkan hutang belum bayar. Mikir banyak ya listrik sebentar lagi harus bayar, SPP anak-anak harus bayar, bentar lagi harus kasih uang istri buat ke salon. Uang pikiran banyak di kepala. Jadi enggak sempat ngejek-ngejek ngan enggak sempat. Dan hal itu bukan menjadi pembicaraan ya. Tapi kalau wanita terkadang sensitif ke arah situ sehingga Allah khususkan penyebutan mereka ya karena potensi mereka saling mengejek lebih besar. Ingat bisa jadi yang diejek lebih baik daripada yang mengejek. Ada seorang wanita pakai baju branded, tas branded, kacamata branded, makeup branded, pidikur, minikur branded, skincare branded. Lihat ada akhwat yang mungkin enggak rapi, baju jelek kemudian diejek. Subhanallah. Apa tuh? Ah, kayak gitu, kayak gitu, kayak gitu. Subhanallah. Yang diejek bisa jadi lebih baik daripada yang me mengejek. Percuma seorang pakai penampilan indah di hadapan mata manusia, tapi dia hina di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Seorang yang suka keindahan gak apa-apa, tapi bukan untuk bahan ejekan orang lain. Suka keindahan boleh yang sehing, tidak berlebihan. Kemudian tadi janganlah kalian saling mengejek di antaranya, jangan sekalian merendahkan di antara kalian, ya mencibir di antara kalian. sampai Allah mengatakan, "Wala talmizu anfusakum." Ya, dalam ayat ini ya. Ee dan janganlah talmizu anfusakum, janganlah kalian mencera diri kalian. Perhatikan. Wala talmizu anfusakum. Janganlah kalian mencela diri kalian. Siapa sih mencela dirinya sendiri? Tentu tidak ada. Tapi maksudnya itu janganlah sebagian kalian mencela sebagian yang lain. Maksud Allah walmizu anfusakum. Lafal-lafal redaksi ayatnya wala talmizu anfusakum. Janganlah kalian mencela diri kalian. Timbul bertanya, "Siapa mencela dirinya sendiri?" Maksud ayat ini, "Janganlah sebagian kalian mencela sebagian yang lain, tapi karena kalian dianggap satu, seakan-akan kalau sebagian mencela sebagian yang lain seperti mencela diri sendiri." Karena innamal ikhwah. Karena kaum ini itu bersaudara. Kalau kita ngejek orang beriman sebenarnya kita mengejek diri karena kita satu kesatuan. Jadi Allah sampai larang jangan mencela orang lain karena itu seperti mencela dirimu sendiri. Ini seperti firman Allah wala taqtulu anfusakum ini Allah kana bikum rahima. Janganlah kalian bunuh diri kalian. Maksudnya di antara tafsiran benar-benar bunuh diri. Di antara tafsiran jangan membunuh sebagian kalian yang lain. Karena membunuh sebagian kalian seperti bunuh diri kalian sen sendiri. Wala tanabazu bil alqab. Dan janganlah kalian memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buru panggilan ialah panggilan yang buruk sesudah keimanan, kefasikan. Beri gelar-gelar yang menjatuhkan, meremehkan, merendahkan. Gak usahlah. Kalau ada orang beriman kita nasihati, kalau salah kita nasihati. Tib. Kemudian ee al Imam Abdul Wahab rahimahullah membawakan hadis. Beliau berkata, "Anil Hasan qala qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dari Hasan Albashri. Bahwasanya Rasulull sahu alaihi wasallam bersabda, "Ini hadis-hadis mursal karena Al-Han tabiin." Al-Han adalah tabiin dan tabiin tidak mendapati Nabi. Dia berkata, "Qala Rasulullah." Rasulullah bersabda. Padahal yang ketemu langsung Nabi siapa namanya? Saha sahabat. Kalau tabiin ketemu langsung dengan apa? Sa sahabat. Seandainya Hasan berkata, "Qala Abu Hurairah." Abu Hurairah berkata, "Oke, namanya benar nyambung karena tabiin ketemu dengan sahabat." Tapi dia mengatakan dalam hadis ini, qala Rasulullah. Rasul Sallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Berti seorang tabiin menukil dari Nabi ini ada yang putus sanadnya, ada yang pu putus." Ee seorang tabiin meriwayatkan hadis langsung dari Nabi namanya hadis mursal. Hadis mursal dan ini hadisnya dif. Hadisnya dif sanad. Tetapi Syekh membawakan hadis ini meskipun secara sanad dia difatkan makna yang telah kita sebutkan bahwasanya mengejek orang beriman adalah dosa besar. Wasam bersabda inal mustahzi binasahu akirati babun minal jannahuquumma halumma. Sesungguhnya para pengejek orang lain, orang suka mengejek orang lain umum ya ngejek-ngejek orang ya. Maka di pada hari kiamat kelak dia di neraka jahanam kemudian dibukakanlah pintu surga maka dikatakan ayo ayo ke sini fayjiu ya bikarbihi wamihi. Maka dengan kesulitan, kepahihan yang sedang dia alami karena sedang disiksa, maka dia semangat menuju pintu surga. Faid jaahuqunahu. Ketika sudah sampai surga ditutup lagi, masukkan lagi ke neraka. Ak, maka dibuka lagi pintu surga yang lain. Fayuq lahu halum halum. Ayo ke sini, ayo ke sini. Maka dia semangat bikhi jaahuqahu. Maka dia pun datang dengan semangat dengan penderitaan yang dia rasakan. Ketika sudah sampai depan pintu ditutup lagi. Famazalukalik dan terus-menerus. Tapi dia siapa tahu kali ini kebuka beneran. Siapa tahu kali ini kebuka kebenaran. Siapa tahu ternyata gagal terus diejek karena mereka suka ngejek orang. Aljaza amal bahas perbuatan. Sampai ada di antara salah seorang dari mereka para tukang ngejek ini dibukakan pintu surga kemudian dikatakan kepadanya, "Ayo kemari, ayo masuk. Fama yatihi minalas. Dia sudah enggak enggak enggak mau datang lagi. Dia putus asa. Dia tahu dia sedang di diejek. Sudah dekat sudah mau masuk ditutup. Sudah. Ini balasan bagi orang yang suka mengejek. Tapi hadisnya saya katakan tadi hadisnya diif. Hadis berikutnya. Walibni Abi Hatim whairihi an ibni Amr radhiallahu anhuma marfuan. Dan Ibnu Abi Hatim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abdullah bin Amr ibn As radhiallahu anhuma secara marfu. Man hammazan lamzan mulaqiban linasi alamatuhu anasimahullahu alal khurtum minqilidin. Siapa yang meninggal dalam kondisi suka mengejek dan mencela, mencibir, menyinyir, ya sukanya mencela. Hammaslamas ini mencela ya mengejek. Ada yang mengatakan dengan perkataan, ada yang mengatakan dengan isyarat, dengan gerakan tubuh. Ya, mulaqib linas, suka memberi gelar kepada manusia dalam rangka mencela, mengejek. Maka tandanya ketika dibangkit pada hari kiamat kelak anyasimahullahu alal khurtum maka Allah akan berikan tanda semacam wasam itu berikan tanda di hidungnya minqilidin dari dua arah kanan kiri. Yaitu ada tanda di sini, ada tanda di sini. Allah kasih tanda. ini tukang tukang ngejek manusia dan dia dipermalukan pada hari kiamat kelak yaitu jika dia meninggal dalam kondisi tidak bertobat kepada Allah subhanahu wa taala. Makanya dikatakan sini man mata hammazan lammazan. Siapa yang meninggal dalam kondisi masih suka menjadi pengejek, pengumpat, pencela, pemberi gelar kepada orang-orang, maka ketika di hari kiamat kelak akan dibangkitkan dengan ada tanda seperti itu. Adapun kalau dia sudah bertobat maka tidak akan dipermalukan pada hari kiamat kelak. Tib kita lanjutkan bab berikutnya. Babu tarwiil muslim. Bab menakut-nakuti muslim yang lain. Di antara dosa besar nakut-nakuti orang. Ini penting ya. Dulu apa istilnya prank ya? Apa? Prank apa? Perang. Prank ya? Nakut-nakutin orang ya. Nakut-nakutin orang. Kabur orang ya. Saya lempar ke kabur kira bom ternyata bukan orang takut lagi jalan dan itu jadi tontonan menarik karena lucu tapi yang diganggu kan takut ya tahu-tahu lagi jalan langsung dipukul dibingung cari mana. Masyaallah banyak sekali sekarang konten-konten seperti itu yang menyenangkan tapi menyakiti hati orang. Biasanya nonmuslim orang Islam juga banyak melakukannya. Dulu ada namanya April Mop ya gak tahu sekarang masih ada enggak? Sudah enggak. Sudah hilang sudah hilang. Karena dulu orang begitu di bulan April. Sekarang di bulan mana pun orang bikin. Jadi sudah tidak dulu khusus bulan April. April ma apa biasanya biasanya ada yang bikin kayak gitu tuh ternyata bohong. Nakut-nakutin sudah meninggal ternyata tidak meninggal. Ditakut-takutin karena memang itu bulat bohong-bohongan ya. namanya April Mob. Dulu saya waktu masih sekolah SMA ada gitu, enggak tahu sekarang masih ada atau enggak ya. Kayaknya prank kapan-kapan aja enggak mesti bulan April. Tib an Abdurrahman bin Abi Laila Qana ashabu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam annahum yasir ma Nabi sallallahu alaihi wasallam. Para sahabat Rasulullah menceritakan bahwasanya dahulu mereka bersafar atau berjalan bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam suatu perjalanan rajulun minhum. Maka ada di antara yang salah satu mereka yang tidur. Maahu faakahu fazi. Maka ada salah seorang dari mereka ambil tali. Eh orang lagi tidur ada dia lagi pegang tali atau apa kemudian ditarik dia kaget. Jadi ada ada dua kemungkinan yaitu dia lagi tidur langsung ditarik. Jadi kaget kayaknya ada perang atau ada hewan atau ada bahaya sehingga dia terbangun ternyata cuma main-main atau dia memai suatu tali kemudian dia perlukan tali tersebut diambil ketika sedang tidur. Ketika dia bangun mana talinya? Jadi takut ke mana tali? Dia takut. Ada dua tafsiran tentang hadis ini ya di kalangan para ulama ya. Intinya dia agak nakut-nakuti ditarik kadang-kadang ada bahaya atau ketika dia bangun barang dia hilang mana ya. Q ras rasah tegurlimin halal bagi seorang muslim nakut-nakuti apa saudaranya ini enggak boleh temannya lagi di pinggir kolam berenang didorong ditarik lagi. Waduh ngeri ngeri ya bahaya itu. Ketawa ketiwi senang tapi gak boleh seperti itu ya. Dia bangun HP-nya dihilangin. Mana HP? Mana? Enggak tahu. Enggak lihat. Cari sana sini bongkar ini angkat ini enggak tu. Mana HP ini? Padahal disembunyiin. Ini kan buat hati orang apa? Takut ya. Yang lain ketawa-ketawa aja karena itu menyenangkan. Memang bahagia di atas penderitaan orang lain. Nanti yang digitu waktu dia balas lagi. Dia balas balas lagi. Ini enggak boleh bercanda juga enggak boleh. La yakudanna ahadukum mata akhi jadan au mazihan. A kam nabi janganlah salah seorang mengambil barang saudaranya serius atau bercanda. Enggak boleh. Karena dia ketika barangnya hilang dia bingung mana ini, mana ini, biar ini lagi perlu diketawain. Seorang mukmin hendaknya memberikan ketenangan kepada saudaranya. Maka di antara syiar orang Islam, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat bagi kalian. Di antaranya kalian selamat dari gangguanku. Selamat dari gangguanku. Maksudnya asalamualaikum selamat kalian salam. Kemudian kata Rasulullah sahu al wasallam, almukmin manim eh nasisani yaitu orang muslim yang sungguhnya adalah orang-orang yang selamat. Orang-orang selamat dari gangguan lisannya tangan itu diganggu orang lain. Man salimal muslimuna min lisanihi wa yadihi. Muslim yang sungguhnya adalah kaum muslimin yang lain selamat dari gangguan lisannya maupun gangguan tangannya. Ya, sampai kalau dilakukan prank-prank seperti ini, orang bisa kena penyakit psikolog. Bisa atau tidak? Bisa loh. Ngeri. Takutan ini ngeri. Telepon anak ibu meninggal. Oh, orang takutlah. Nangis-nangis ternyata prank. Prank ya. Sampai ada anak-anak yang nge-prank bapaknya. Ada bapaknya cerita sama saya. Saya di-prank anak-anak. diperang. Jadi, W ikhwan ini sudah ketakutan ternyata. Ya Allah, anak-anak nge-prank saya. Ya Allah, gimana bapaknya dibikin takut? Bercanda tapi kan gak boleh. Jadi, enggak boleh kita menakut-nakuti orang. Bagaimana lagi dengan sungguh-sungguh nakut-nakutinya enggak boleh. Apalagi merasuk memasukkan rasa takut ya. Menteror enggak boleh. Menteror itu enggak boleh. Dosa besar, gelisah ya. Teror tanpa hak. Takut-takutin. Ya, kalau dia salah ya dia jelas takutlah. Tapi dia enggak ada salah diteror. Takut-takutin. Ngeri ya. Ngeri. Sebagian orang dijebak ya lagi kondisi tertentu kemudian di fotoin, divideoin, kemudian diperas, ditakut-takutin. Ya, banyaklah sekarang cara-cara cari uang yang haram ya. Maka ini adalah dosa. Ya. Bab terakhir dalam bab ini. Walahuma an asma radhiallahu anhuma anamroatan qalat. Dari asma ada seorang wanita berkata kepada Nabi ini bab almutasyabi bimam y seorang yang bergaya dengan apa yang tidak dia miliki. Seorang bergaya dengan apa yang tidak dia miliki. Ada seorang itu berkata, "Ya Rasulullah, inatan fahal al junahun inasabu minuji bimam yini." Ya Rasulullah, saya punya madu. Darah maksudnya apa? Ee madu ya. Ngerti kan? Itu istri lain ya. Suami saya punya istri yang lain. Apakah tidak mengapa kalau saya bergaya di depan maduku tersebut dengan apa yang tidak suamiku berikan kepadaku? Misalnya dia ketemu madunya, dia bilang, "Masyaallah, suami kita baik ya." Dia sayang sekali sama saya. Kalau saya bangun tidur dia cium-cium. Kalau saya mau pergi dia cium-cium. Kemudian belikan baj. Padahal bohong semua. Dia cuma bikin agar madunya cem cemburu. Antum enggak ngerti kan? Enggak ngerti. Mudah-mudahan enggak usah ngerti. Jadi ini bagaimana kecemburuan seorang wanita kepada madunya sampai dia terkadang bergaya atau berhias dengan suatu hal yang tidak dia miliki yang tidak dilakukan oleh suaminya untuk membuat jengkel madunya. Boleh enggak gitu? Kata dia kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi minta izin boleh enggak bikin jengkel madunya? Maka Rasulullah mengatakan, "Almutasabi bimamur." Seorang yang bergaya dengan apa yang tidak dia miliki, tidak diberikan kepadanya, tidak yang tidak dia punyai. Seperti seorang memakai dua pakaian dusta. Pakaian dusta mungkin pakaian seakan-akan pakaian bangsawan, ternyata bukan bangsawan. Memakai gelar, ternyata bukan, dia tidak bergelar. ya ee memakai menyebutkan sesuatu yang dia miliki ternyata tidak dia lakukan. Inilah dosa. Dosa apalagi dia dalam rangka untuk dia banggakan. Maka di antara sifat-sifat orang Yahudi kata Allah Subhanahu wa taala, "Wauhibuna yuhmadu bima lam yaf'alu." Mereka suka dipuji dengan apa yang tidak mereka lakukan. Mereka suka dipuji dengan apa yang tidak mereka lakukan. Seorang kalau dia memiliki kelebihan itu pun jangan dia cari pujian. Jangan dia cari pujian. Apalagi dia ingin dipuji, ingin riak dengan apa yang tidak dia lakukan. Ini dosa plus riak plus bohong. Riak plus plus bohong. Seperti saya katakan mengesankan pada orang. Begitu orang tanya, "Akhi, ente hafalan berapa juz?" Adalah 15. Alah, pokoknya ada. Bilang aja enggak ada. Cuma juz 30. Kenapa? Malu bilang-bilang aja. Seakan-akan kesannya hafalannya 20 juz. hafal bilang ya masih belumlah masih dikit sedikit lebih sedikit sudah enggak usah tanya saya malu kan enggak apa-apa tapi kalau 15 juz kah saya takut riak jadi orang yang dengan tuh kesannya seakan-akan masyaallah dulu ada orang yang apa namanya pernah bergaya punya hafalan begini begini begini dengan model saya datangi orang tersebut. Saya bilang, "Mang kau hafal begini semuanya seperti ini." Diam dia. Dia tahu karena dia bilang, "Iya saya akan tes." Diam, dia enggak bisa jawab. Jangan mengesankan kepada orang bahwasanya hafalanmu luar luar biasa. Padahal memang kau sudah persiapan sebelum tampil. Gak usahlah. Lihat Syekh Abdul Musin Abbad hafidahullahu taala ketika mengisi kajian suatu hari saya hadir di Masjid Nabawi kemudian dia sebutkan sebagaimana perkataan Syekh Fulan dalam kitabnya begini-begini jilid sekian halaman sekian setelah dia nukilkan, dia bilang saya tadi sebut jilid dan halaman karena saya baru baca tadi. bukan hafalan, tapi memang saya baru baca apa tadi sehingga saya masih bisa sebutkan jilid dan apa ee halaman sehingga tidak terkesan bahwasanya Syekh kalau baca buku hafal sekalian ee jilid dan apa halama halamannya. Ya enggak perlu hafal itu buat apa? Enggak perlu hanya menghabiskan space di otak aja. Hafal yang tidak per tidak perlu dan itu bukan kebisaan para ulama seperti itu. Sehingga ketika dia nyebutkan itu dia ingin menepis jangan sampai disalah pahami. Tapi dalam hadis yang masyhur ketika eh ditanya Said bin Jibril mengatakan siapa di antara kalian yangam melihat bintang jatuh? Maka temannya berkata, "Ana saya tadi malam lihat bintang jatuh." Wakini lam akun fi shatin. Tapi saya lihat bintang jatuh bukan karena saya sedang salat malam. Walakin ludiktu, tapi saya sedang disengat dengan binatang berbisa sehingga saya tidak bisa tidur. Akhirnya saya sempat lihat bintang ja jatuh. Karena kalau dia bilang, "Iya, tadi malam saya lihat bintang jatuh." Para pendengar ini zaman salaf. Kalau orang begadang malam biasanya salat malam karena enggak ada kegiatan. Begadang malam buat apa? Hiburan enggak ada pasti sedang salat malam. supaya tidak disangka dia sedang salat malam. Dia bilang, "Saya lihat bintang jatuh bukan karena sedang salat malam, tapi sedang tidak bisa tidur karena disenangat binatang ber berbisa." Kalau zaman sekarang bangun malam enggak ada yang enggak ada yang duga salat malam. Mungkin lagi main internet, mungkin lagi nonton bola. Tapi kalau zaman dulu enggak ada hiburan. Kalau enggak tidur malam kemungkinan besar lagi salat malam. Apalagi yang ngomong orang saleh. Maka supaya tidak disangka dengan persangkaan yang salah, maka dia menepis. Dia mengatakan, "Saya tidak salat malam karena sedang disengat binatang berbisa." Bukan karena apa? Salat salat malam. Tayib. Ee jadi hati-hati jangan seorang mengesankan apa yang tidak dia miliki kepada orang lain sehingga orang menduga kita hebat, ternyata kita biasa-biasa. Was-biasa saja ya. Kalau ada orang memuji kita tidak, enggak enggak saya enggak begitu. langsung kita tepis saja. Saya enggak begitu. Enggak, enggak. Itu enggak benar. Saya enggak begitu. Jadi enggak usah kita bilang hanya senyum-senyum sehingga disangka. Jangan kita bilang enggak begitu. Tapi demikian saja kajian kita. Billah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.