LK Q3 2025 AMRT | Paradoks Pertumbuhan Alfamart: Mengupas Kinerja Raksasa Ritel
UOwDTWMdNoA • 2025-11-05
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Oke, Teman-teman, kita langsung aja
bedah satu teka-tek yang menarik banget
dari salah satu raksasa retail kita,
Alpamart. Gini ceritanya, di satu sisi
penjualan mereka naik terus. Gerai-gerai
baru ada di mana-mana. Tapi anehnya di
sisi lain kok keuntungannya malah turun.
Nah, apa sih yang sebenarnya terjadi di
balik angka-angka ini? Yuk, kita cari
tahu bareng-bareng. Pertanyaan ini nih
yang kayaknya ada di kepala banyak
orang. terutama para investor. Iya kan?
Rasanya ke mana pun kita pergi pasti
ketemu Alfamart. Dari kota besar sampai
ganggang kecil gerainya ada terus. Jadi
wajar banget kalau muncul pertanyaan ini
pasarnya udah mentok ya? Udah enggak
bisa tumbuh lagi. Nah, ini dia inti dari
paradoksnya. Laporan keuangan mereka di
kuartal ketiga 2025 itu nunjukin sesuatu
yang bikin bingung, pendapatannya naik,
yang harusnya jadi kabar bagus dong.
Tapi di waktu yang bersamaan, laba
bersihnya justru turun. Ini sinyal
pertama kalau ada sesuatu yang lebih
dalam lagi yang lagi terjadi. Oke, kita
mulai penyelidikan kita dari sisi yang
positif dulu ya. Jadi, benar enggak sih
Alpamert ini udah berhenti tumbuh? Kalau
kita lihat datanya, jawabannya ternyata
enggak juga. Mesin pertumbuhan mereka
itu masih jalan kencang banget. Coba
dilihat angka ini. Cuma dalam 9 bulan
Alfamart itu nambah 805 gerai baru. Ini
bukti nyata kalau secara fisik ekspansi
mereka masih agresif banget. Logikanya
kalau pasar beneran udah jenuh ya
ngapain mereka buka toko baru sebanyak
ini? Kan enggak masuk akal secara
bisnis. Dan yang lebih seru lagi
pertumbuhan ini datangnya dari mana?
Ternyata peta kekuatan Alfamart lagi
berubah loh. Kontributor pendapatan
terbesarnya sekarang bukan lagi Jawa,
tapi justru dari wilayah di luar Jawa
yang nilainya lebih dari Rp36 triliun.
Ini nunjukin kalau manajemen Alfamart
masih terus nemuin lahan basah baru di
daerah Kes Sumatera dan Indonesia bagian
timur. Nah, setelah kita lihat kalau
Alfamart ternyata masih tumbuh pesat,
sekarang kita masuk ke bagian yang
paling bikin penasaran. Kenapa untungnya
malah makin tipis? Di sinilah ceritanya
jadi jauh lebih rumit dan menarik. Slide
ini nunjukin masalahnya dengan jelas
banget. Selama 9 bulan pendapatan
Alpamart itu tumbuh lebih dari 7%. Keren
kan? Tapi laba bersih yang masuk ke
kantong pemegang saham eh malah anjlok
3,5%.
Jadi ada gap yang makin besar antara
uang yang masuk sama untung yang
tersisa. Kalau kita zoom in lagi khusus
di kuartal ketiga aja angkanya lebih
ngeri lagi. Penurunan laba bersihnya itu
nyaris 29% dibandingin periode yang sama
tahun lalu. Ini bukan lagi sekedar naik
turun biasa loh. Ini tandanya ada
tekanan yang gede banget ke
profitabilitas perusahaan.
Jadi, ke mana larinya keuntungan ini?
Nah, untuk jawab pertanyaan ini kita
harus jadi detektif keuangan dulu. Kita
ikuti jejak biayanya. Keuntungan yang
hilang itu pasti kesedot ke salah satu
pos pengeluaran. Yuk, kita lihat datanya
buat nemuin biang keroknya. Nah, ini dia
titik terangnya. Coba perhatiin gimana
beberapa biaya ini naiknya jauh lebih
cepat dari pendapatan. Beji karyawan
naik sekitar 11%. Okelah, masih wajar.
Tapi lihat beban transportasi dan
distribusi lonjakannya hampir 23%. Dan
yang paling gila, biaya penanganan
gudang dari pihak berelasi meroket
hampir 68%. Wah, ini dia nih sumber
bocornya Profit Alfamart. Pertanyaan
berikutnya, pihak berelasi yang dapat
duit sebede ini tuh siapa sih? Di
sinilah kita sampai ke puncak
penyelidikan kita yang ternyata
mengungkap adanya hubungan bisnis yang
dekat banget di dalam satu grup
perusahaan. Oke, sebelum kita lanjut
penting buat kita ngerti dulu apa itu
transaksi afiliasi. Gampangnya gini, ini
adalah transaksi antara dua perusahaan
yang punya hubungan istimewa. Misalnya
satu pemilik atau satu grup. Transaksi
kayak gini tuh enggak ilegal ya, tapi
perlu kita cermati baik-baik karena bisa
jadi harganya itu enggak murni
berdasarkan harga pasar. Dan inilah dia
jawabannya. Perusahaan yang nerima
lonjakan biaya gudang dan logistik itu
adalah PT Simpan Sini aja yang kode
sahamnya BLGO.
Ini perusahaan yang relatif baru dan
ternyata dia ini saudaranya Alfamart
masih bagian dari grup Alfa juga. Jadi
Alfamart sekarang banyak ngandelin
saudaranya sendiri buat ngurusin
logistiknya. Ada analogi yang pas banget
buat ngegambarin situasi ini. Alfamart
sebagai perusahaan yang udah matang dan
besar seolah-olah jadi pemasuk darah.
Dia yang ngasih nutrisi dan kehidupan
buat si blob ini. Anggota keluarga baru
yang butuh tumbuh besar dengan cepat.
Jadi keuntungan Alpamart ini dialirkan
untuk membiayai pertumbuhan perusahaan
lain di dalam grupnya sendiri. Terus
artinya apa semua ini buat kita para
investor? Ada dua cara buat melihat
fenomena ini. Apakah ini sebuah strategi
jangka panjang yang genius atau ini cuma
sekedar subsidi terselubung? Coba kita
lihat dari dua sudut pandang. Oke, dari
sisi optimisnya ini bisa dilihat sebagai
investasi cerdas. Alfamart lagi bangun
sistem logistik internal yang super
efisien. Mungkin sekarang biayanya
kelihatan mahal, tapi nanti dalam jangka
panjang ini bisa bikin margin keuntungan
mereka jauh lebih kuat dan stabil. Nah,
sebaliknya skenario pesimisnya adalah
pemegang saham Alpamart saat ini pada
dasarnya lagi nombokin pertumbuhan si
blogem tanpa ada jaminan yang jelas
kalau nilai yang ditransfer itu bakal
balik lagi ke Alfamart. Pada akhirnya
kita semua kembali ke pertanyaan
mendasar ini. Alfamart udah buktiin
kalau mereka masih bisa tumbuh, tapi
bayarannya adalah keuntungan saat ini.
Pertanyaannya buat para investor adalah
apakah pengorbanan ini adalah sebuah
pondasi untuk dominasi jangka panjang
atau ini cuma sekedar bakar duit buat
besarin perusahaan lain pakai uang
mereka? Hmm, cuma waktu yang bisa jawab.
Terima kasih sudah menyimak.
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:04:18 UTC
Categories
Manage