Transcript
w4ahBx-Aw08 • Kitab Ath-Thahawiyah #44: Bahaya Putus Asa Dari Rahmat Allah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2650_w4ahBx-Aw08.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani
wasyukrulahu ala taufihin asadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman
wa ashadu anna muhammadan abduhuasul
ridwolli alaihi waa alihi wa ashabihi wa
ikhwan. Hadirin dan hadirat yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita
masih lanjutkan bahasan kita dari
perkataan Imam Thahawi rahimahullah
pada poin ke-60.
Islam bahwasanya merasa aman dari makar
Allah dan putus asa dari rahmat Allah
mengeluarkan seorang dari agama Islam
yaitu kafir.
Wasabilul haqinahuma
liahlil kiblah. Jalan yang benar milik
ahlul kiblat adalah di antara keduanya.
Yaitu tidak merasa aman dari rahmat
Allah.
Sebaliknya juga tidak ee merasa putus
asa dari rahmat Allah Subhanahu wa
taala. Ini sudah kita bahas pada
pertemuan sebelumnya. Tapi pada
kesempatan kali ini kita bahas ee yang
pertama pada pertemuan lalu kita bahas
dosa alamnu min makrillah. Merasa aman
dari makar Allah. Pada pertemuan kali
ini kita bahas poin yang kedua yaitu
dosa putus asa dari rahmat Allah
subhanahu wa taala. Allah sebutkan
larangan-larangan putus as rahmat Allah
dalam beberapa ayat. Di antaranya dalam
kisah Nabi Ibrahim Alaih Salam
dalam surah Al-Hijr
di mana Allah berfirman, "Wabbiumfi
Ibrahim." Dan kabarkanlah kepada mereka
eh tentang tamu-tamu Ibrahim. Alaihi faq
salama q inna minkum majilun. Ketika
tamu-tamu datang menemui Ibrahim dalam
bentuk itu malaikat dalam bentuk manusia
menjelma dalam bentuk manusia Ibrahim
berkata, "Inna minkum wajilun."
Sesungguhnya kami takut kepada kalian.
Karena Nabi Ibrahim hidangkan makanan
ternyata mereka tidak makan. Padahal
mereka tamu-tamu. Dimuliakan sama
Ibrahim tapi makanan tidak disentuh.
Faujas minhum khiifa. Akhirnya Ibrahim
pun takut. Kata Nabi Ibrahim, "Inna
minkum wajilun." Sesungguhnya kami takut
kepada kalian. Malaikat berkata, "Qual
inasyirukain
alim." Janganlah kau eh takut sungguhnya
kami
memberi kabar kepadamu
tentang anak yang alim akan kau akan
punya anak. Ibrahim berkata,
abasumuni amaniirun.
Apa kalian memberi kabar kepadaku
tentang aku bakalan punya anak padahal
aku sudah tua? Bagaimana kabar gembira
tersebut?
Kata malaikat, "Kami mengabarkan engkau
dengan kebenaran bahwa kau bakalan punya
anak walitin.
Dan janganlah engkau termasuk
orang-orang yang berputus asa." Maka
Ibrahim berkata wqahibiun.
Un tidak ada yang putus asa dari rahmat
Allah kecuali orang-orang yang tersesat.
Kecuali yang tersesat.
Ayat ini menceritakan tentang larangan
putus asa dari rahmat Allah. Siapa yang
putus rahmat Allah adalah orang yang ter
tersesat. Dan ini menggambarkan
bagaimana Ibrahim menepis
eh persangkaan para malaikat yang
malaikat berkata,
"Fala takum minalqitin." Jangan kau
termasuk orang yang putus asa. Ibrahim
mengatakan, "Siapa yang putus asa?" Aku
tidak pernah putus asa. Kenapa?
Karena yang putus asa hanyalah
orang-orang yang sesat. Jadi ini
menggambarkan bagaimana Ibrahim Alaih
Salam senantiasa berharap kepada Allah.
Kisah tentang pernikahannya dengan Sarah
yang sampai Sarah sudah tua, Ibrahim
juga sudah tua. Karena ketika Ibrahim
nikah dengan Hajar, maka punya anak
ketika itu usia Ibrahim sekitar 80
tahun. Punya anak Ismail. Setelah itu
kenapa? Karena Sarah ee mandul ya,
Ajuzun Aqim mandul. Sehingga tidak
mungkin punya anak. Maka Sarah
mengizinkan Ibrahim nikah dengan siapa?
Ha? Hajar. Punya anak Ismail. Setelah
itu Allah memerintahkan Ibrahim taruh
Ismail di Makkah. Kemudian Ibrahim
kembali hidup bersama Sarah. Disebutkan
oleh para ahli tafsir di antaranya Ibnu
Katsir 13 tahun kemudian baru punya anak
Ishak. Baru punya berarti Ibrahim
umurnya sekitar 90 lebih ya. 90 lebih
baru punya anak ishak.
Dan Ibrahim tahu dia sudah tua. Saruf
pun sudah tua lagian ee mandul. Tapi dia
tidak pernah putus putus asa. Dia tidak
pernah dia tidak pernah putus asa untuk
menanti keajaiban dari Allah Subhanahu
wa taala. Maka ketika malaikat
mengabarkan kau akan punya anak, maka
Ibrahim sempat bertanya, "Abasyar tumuni
bingin kabarkan saya punya anak.
Alamanial kibar. Saya sudah tua.
Kemudian istri saya juga ajuzun aqim.
Sudah tua dan mandul. Bagaimana caranya
punya anak?" Ketika Ibrahim bertanya
begitu, maka malaikat menegur, "Jangan
sampai kau putus asa." Ibrahim menepis,
"Saya tidak pernah putus asa. Karena
yang putus asa hanyalah orang-orang yang
sesat." Dan ini menunjukkan bagaimana
hati Ibrahim Alaih Salam yang tidak
pernah seudon kepada Allah Subhanahu wa
taala. Meskipun dia tua, meskipun
istrinya tua, meskipun istrinya mandul,
dia bilang, "Saya tidak pernah putus
asa. Karena yang putus asa hanya
orang-orang yang sesat. Dia hanya
bertanya, "Gimana caranya? Gimana
caranya?" Sementara saya sudah tua,
istri saya mandul. Ya. Ya. Makanya dalam
ayat yang lain kata malaikat qu
atajabina min amrillah rahmatullahi
wabarakatuh alaikum ahlal bait innahu
hamidun majid. Apakah kau heran wahai
Sarah tentang keputusan Allah?
Rahmat Allah dan keberkahan akan
menyirami kalian wahai keluarga Ibrahim.
Sesungguhnya Allah maha terpuji lagi
maha agung. Dan ternyata akhirnya Sarah
pun hamil. Kemudian punya anak namanya
siapa? is Ishaq ya. Setelah tua dan
mandul yaitu sebab-sebab
melahirkan sudah tidak mungkin ternyata
Allah beri kelahiran bagi ee Sarah. Ah
di sini ee teladan dari Ibrahim yaitu
Ibrahim tidak pernah Ibrahim tidak
pernah putus asa.
Putus asa
dari ee rahmat Allah.
Padahal penantian sekian lama ya seorang
husnuzan aja seandainya pun kalau tidak
punya anak maka itu yang terbaik dari
Allah. Tapi jangan pernah bilang tidak
mungkin. Tidak mungkin gak saya kemarin
baru safar ke suatu tempat ada orang
setelah 13 tahun baru punya punya anak.
Setelah 13 tahun menikah baru punya
punya anak. Saya pernah ketemu orang
juga setelah 11 tahun baru punya punya
anak. Saya pernah ketemu orang setelah 9
tahun baru punya anak. Saya pernah
ketemu orang setelah 12 tahun baru punya
anak. Ya orang macam-macam ya. Intinya
kalaupun Allah mentakdirkan dia tidak
punya anak, karena memang ada yang Allah
takdirkan tidak punya anak, maka dia
jangan seuzun kepada Allah. Tapi selama
dia dia tetap berharap dan dia tidak
putus asa dari keajaiban Allah Subhanahu
wa taala. Dan ini menakjubkan dari
Ibrahim Alaih Salam sekian puluh tahun
menanti menikah dengan Sarah puluhan
tahun. Ibrahim ketika menikah dengan
Sarah masih fatan, masih muda. Umur 30
kah atau 20-an tahun baru punya anak
umur 90 lebih. Selama puluhan tahun
tersebut dia tidak pernah putus putus
asa. Dan dia mengatakan siapa yang putus
asa maka dia orang yang tersesat. Yaitu
tidak tahu tentang hakikat Allah
Subhanahu wa taala. Tidak tahu tentang
bahwasanya Allah bisa bikin keajaiban.
Ini ayat pertama tentang celaan terhadap
putus asa. Bahwasanya orang yang putus
asa rahmat Allah adalah orang-orang yang
sesat. Kemudian ayat yang kedua tentang
putus asa juga dari
ee apa namanya? solusi dari Allah. Kisah
tentang Nabi Yusuf ee Nabi Yakub yang
menasihati anak-anaknya. Ya, sebagaimana
kita ketahui dalam surat Yusuf, Yusuf
hilang, ayahnya pun tidak tahu ke mana
karena kakak-kakaknya jual jadi budak.
Kemudian entah ke mana, nasibnya
bagaimana. Setelah itu Benyamin juga
dituduh mencuri, akhirnya ditangkap di
Mesir. Ayahnya pun tidak tahu bagaimana
nasibnya dan kakak-kakaknya pun tidak
tahu bagaimana nasib ee Benyamin.
Kemudian kakak mereka terbesar pun tidak
mau pulang. Ketika tahu ee Benyamin
tidak bisa balik, akhirnya kakaknya juga
tidak mau pulang sehingga tiga anaknya
tertahan. Entah bagaimana nasib mereka.
ee kakaknya tidak mau pulang. Yang dua
orang tidak diketahui, Yusuf dan bi
Benyamin.
Maka di puncak-puncak kesedihan sampai
butalah eh Nabi Yaakub Alaihi Salam
wabad ainahu minal huzni. Maka dia pun
matanya menjadi putih, menjadi buta
karena kesedihan. Tetapi di tengah
kesedihan yang memuncak tersebut dia
tidak putus asa. Dan ini di antara hal
yang menakjubkan. Seorang tidak kuasa
menghadapi sifat manusiawinya yang sedih
dengan kondisi yang dialami. Misalnya
orang sakit dia tidak kuasa memang sakit
tapi dia tidak putus asa. Mungkin enggak
orang sakit sakit peri tapi dia tidak
putus asa? Mungkin atau tidak mungkin
dia tah dia tidak kuat sakit sekali tapi
dia tidak marah-marah sama Allah.
Meskipun dia teriak karena sakitnya
tidak bisa dia hadapi. Tapi bukan ketika
dia teriak berarti dia putus asa di
rahmat Allah. Enggak. Cuma dia tidak
kuasa sifat manusiawinya tidak kuasa
menahan rasa sakit. Sama ketika ketiga
anaknya tertahan.
ee anak-anak yang sangat dia cintai.
Maka Yakub Alaihi Salam tidak bisa
membendung sifat manusiawinya sehingga
dia menangis sampai dia buta. Tetapi di
tengah kebutaannya tersebut, dia malah
menyuruh anak-anaknya untuk mencari
khabar Yusuf dan Benyamin dan jangan
putus asa. Ya. Innama asku bi wusni.
Ketika kakak-kakak Yusuf mengejeknya
atau mengatakan ehuru
Yusufta takuna haruna minalikin. Kau
terus ingat-ingat Yusuf, ingat Yusuf
sampai kau hampir binasa. Maka kata
Yaakub alaihi salam, "Innama asi
wniallah. Aku hanya mengadukan
kesidihanku dan kegundah-gulanaku kepada
Allah. Wa a'lamu minallahi ma laun." Dan
aku tahu dari Allah ilmu yang kalian
tidak ketahui. Setelah itu dia nasihati
dalam surat Yusuf 87, "Ya bani yadhabu,
wahai anak-anakku idhabu. Fatahassasu mi
Yusuf wa akhi." Cari kabarlah tentang
Yusuf dan saudaranya Benyamin. Karena
kakak mereka tahu ada cuma nak gak mau
pulang. Yang tidak jelas kabarnya Yusuf
dan apa? Benyamin. Yusuf entah ke mana.
Benyamin dituduh mencuri di penjara.
Sehingga kata ayah mereka Yakub, setelah
sekian tahun berpisah dengan Yusuf, ada
yang mengatakan 15 tahun, ada yang
mengatakan 40 tahun perpisahan mereka,
tetapi dia tidak pernah putus asa.
Bahkan ketika semakin di puncak
kesulitan ketika anaknya tidak pulang
dan sampai dia sakit, sampai dia buta,
ternyata dia tidak putus asa. Dia
mengatakan, "Ya bani yadhabu fatahasu
yusuf wa akihi wasuillah."
Wahai anak-anakku, pergilah kalian.
Carilah kabar-kabar tentang Yusuf dan
saudaranya Benyamin. Wasuhillah.
Janganlah kalian putus asa dari
pertolongan Allah. Innahu laasuillahi
illaul kafirun. Sesungguhnya tidak ada
yang putus asa dari ee pertolongan Allah
kecuali orang-orang kafir. Kecuali
orang-orang kafir. Di sini siapa yang
putus asa dengan pertolongan Allah maka
orang-orang kafir. Dan ternyata benar ee
akhirnya
terbukti Yusuf masih hidup bahkan jadi
bangsawan dan ternyata Benyamin juga
dimuliakan oleh Yusuf. Akhirnya Allah
pertemukan Yakub dan Yusuf setelah
puluhan tahun mereka berpisah. Dan
selama puluhan tahun tersebut Nabi Yakub
tidak pernah putus putus asa. Senantiasa
husnudan kepada Allah Subhanahu wa
taala. Meskipun menangis, meskipun
sampai buta, meskipun sakit-sakitan,
tetap husnuzan kepada Allah subhanahu wa
taala.
Di sini w innahu la yasuillahul
kafirun. Sesungguhnya tidak ada yang
kasasar dari pertolongan Allah kecuali
orang-orang kafir. Tib.
Ee
kemudian datang ayat ya menggabungkan
antara
ee yaas dan qunut. Kata Allah subhan
dalam surat Fusilat ayat 49, la yasamul
insanu minuail khair. Janganlah manusia
putus bosan dari berdoa kebaikan.
Waahuarru.
Kalau manusia ditimpa dengan keburukan,
fayaun qanut. Maka dia yaias dan dia
putus asa. Yaas dan putus asa. Maka di
sini para ulama membahas apa bedanya
alyasu dan al-qunut? Apa bedanya alyau
dan al-qunut? Karena dalam ayat ee
Al-Hijr Allah mengatakan wam yaqinatu.
Siapa yang qunut dari rahmat Allah putus
asa maka sesat.
Dalam ayat tentang kisah Nabi Yakub,
Allah mengatakan, "Innahu la yaasu."
Siapa yang putus asa? Ada alyaas, ada
alqunut. Apakah sama atau berbeda?
Terlebih lagi dalam satu ayat Allah
gambungkan fayausun qonut. Maka dia
mengalami yaas dan dia mengalami qunut.
Maka khilaf di kalangan para ulama apa
bedanya alyaas dan al-qunut?
Secara umum ada dua lafal.
Alyaas
dan al-qunut.
Ini lafal ini wallahuam bisawab. Ini
termasuk lafal yang dikatakan id ijtamaa
iftaraqa wa iftara ijtamaa. Jika
digandengkan
maka maknanya berbeda.
Dan jika berpisah jika disebut satu
saja, jika disebut salah satunya saja.
satunya saja,
maka keduanya sinonim. Maka keduanya
sinonim
sama maknanya.
Dan lafaz seperti ini banyak. J kalau
gabung beda, kalau berpisah sama.
Misalnya contohnya misalnya
adalah pertama al-iman dan al-Islam.
ee dan Al-Islam.
Alislam.
Aliman dan Islam kalau digabungkan
maknanya beda. Iman terkait amal batin,
Islam terkait amal zahir. Tapi kalau
dipisah Islam saja atau iman saja Islam
ya iman. Ante muslim iya. Ente mukmin
iya.
Tapi kalau apakah ante Islam dan mukmin?
Ah ini beda. Islam terkait zahir. Iman
terkait apa?
terkait ba batin ya. Ya,
ini contoh. Kemudian juga misalnya satu
misalnya yang kedua alfakir wal miskin.
Alfakir wal miskin.
Al-fakir kalau disebut fakir apa
maknanya? Miskin. Fakirnya miskin,
miskinnya fakir. Tapi kalau digabungkan
keduanya maka fakir lebih dahsyat
daripada miskin. Seper Allah subhanahu
wa taala, innama shodqatu lil fuqara wal
masakin. Sesungguhnya sedekah itu bagi
orang fakir dan bagi miskin. Nah, Allah
bedakan antara fakir dan miskin. Fakir
yaitu yang penghasilannya kurang dari
setengah kebutuhannya. Misalnya
kebutuhannya R juta, penghasilan cuma R1
juta. Kalau miskin adalah penghasilannya
setengah dari kebutuhannya. Kebutuhannya
R juta, ternyata penghasilan cuma du 2
juta. Maka lebih mana lebih parah? Fakir
atau miskin? fakir. Tapi kalau disebut
sendiri fakir ya, fakir, miskin ya,
miskin ya, fakir, fakir ya, miskin. Ini
orang miskin ya, ini orang fakir sama
saja ya. Kalau digabungkan baru berbeda.
Ini contoh ee seperti albir wat.
Albir wat.
Apa bedanya? Albir w takwa kalau
berpisah albir kebajikan termasuk
ketakwaan. Di antara kebajikan
meninggalkan kemaksiatan. Takwa juga
demikian. Takwa melakukan kebajikan
meninggalkan ketaatan. Tapi kalau
digabungkan maka berbeda. Seper firman
Allah wat taawanu alal birri wat taqwa.
Tolongmenolong dalam bir watwa. Berarti
albir kebajikan. Takwa meninggalkan
maksiat. Takwa meninggalkan maksiat. Ini
contoh kata-kata yang jika disebut
satunya saja maka maknanya sama dengan
yang lainnya, sinonim dengan yang lain.
Tapi kalau digabungkan maknanya berbeda.
Di antaranya adalah al-qunut wal yaas.
Di antaranya tadi apa? al-qunut
dan Alyaas.
Nah, apa bedanya Al-Qud dan Alyaas? Maka
ada khilaf di kalangan ee para ulama ya.
Saya sebutkan ee khilaf ya
tentang alas walqut. Khilaf apa bedanya?
Ada yang mengatakan bahwasanya
ee
zahir Quran ada yang mengatakan pendapat
pertama bahwasanya Alyyaas
lebih dahsyat
dari qunut. Al-qunut.
Kenapa bisa demikian? Karena kalau kita
perhatikan di sini, lihat ayat ini.
Allah mensifati orang yang qunut dengan
dolun. Kata Allah, wqahmatiun.
"Tidaklah orang berputus asa rahmat
Allah kecuali orang yang sesat. Qunut
berarti putus asa yang parah. Alyaas dan
qunut sama-sama maknanya putus asa. Tapi
menurut sebagian ulama, alyaas lebih
parah daripada qunut." Kenapa? Karena
qunut yang qunut disifati dengan dolun,
yang yaas disifati dengan kafirun. Mana
lebih parah? Kafir atau sesat? kafir.
Maka pendapat pertama mengatakan alyaas
lebih dahsyat daripada qunut. Kenapa?
Karena
ee alyaas
kafir
al-qunut, al-qanit atau yang melakukan
qunut apa? Ee sesat.
Ini pendapatnya.
Ada yang mengatakan sebaliknya,
al-qunut lebih parah.
Al-qunut
lebih parah
dari
Alyaas.
Karena kata mereka, Allah menggandingkan
fayausun qanut, maka dia putus asa.
Kemudian lebih parah lagi yaitu qunut.
Ya, makanya Allah menyebut dalam ayat
yang lain misalnya Allah mengatakan la
taqnatu mir rahmatillah jangan kalian
putus asa dari rahmat Allah. Jadi qunut
lebih lebih parah. Adapun dikatakan
dalam ayat tadi wam yaqinatu mirahmatihi
illadun tidak putus asa, tidak qunut
kecuali orang sesat. Sesat bukan berarti
lebih rendah daripada kafir. Karena
orang kafir juga disesati dengan apa?
Kesesatan. seperti ghairil magdubi
alaihim wadin
si nasara kafir tapi disifati juga
dengan apa? Sesat. Ya.
Demikian juga misalnya dalam ayat yang
lain ee
Allah berfirman, "Innalladzina kafaru
ba'da imanihim tummaadu kufran lan
tuqbal taubatuhumika humudun."
Sesungguhnya orang-orang kafir setelah
beriman dia kafir kemudian bertambah
kekufurannya. maka tidak diterima
tobatnya dan mereka adalah orang-orang
yang sesat. Ini berarti menunjukkan
sesat bukan berarti rendah di bawah
orang kafir. Karena terkadang yang
dimaksud dengan sesat itu juga orang
kafir.
Ini pendapat. Ada pendapat mengatakan
tidak ada beda di antara keduanya. Ya.
Pendapat ketiga tidak ada beda di antara
keduanya.
Namun pendapat ini lemah karena Allah
menggabungkan dalam ayat tadi fayausun
qanut.
Fayaun qanu tadi kita sebutkan dalam
surat alfusilat kata Allah maka dia pun
yaas dan dia qanut. Ketika digabungkan
dua lafal mesti ada maknanya berbeda
satu dengan yang lainnya.
Ya, ini pendapat ini pendapat kurang
tepat ya. Kemudian pendapat berikutnya
ee
di ditinjau dari sifatnya. Beda dari
sifatnya. Beda dari sifatnya.
Apa? Kalau al-qunut,
qunut itu putus asa
dari rahmat Allah.
Kalau alyasu
adalah putus asa
dari pertolongan atau solusi dari Allah.
Solusi atau pertolongan dari Allah.
Makanya Allah mengatakan wala tayasu
miruhillah. Janganlah kau putus asa dari
pertolongan Allah. Dan kalau kita lihat
kasus Nabi Ibrahim dia tidak ada
masalah. Cuma dia berharap punya punya
anak. Sehingga malaikat bilang, "Jangan
kupus asa dari karunia Allah." Ya,
rahmat atau karunia ya.
Tapi kalau yaas terkait dengan orang
terkena problem kemudian dia putus asa
dari solu solusi. Jadi ada beda dari
sisi sifat ya. Dan dalam hadis
bahwasanya ee
sahabat membedakan dalam riwayat saya
bacakan para sahabat membedakan antara
itu Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud
membedakan ee
Rasulullah membedakan antara qunut dan
yaas. Contohnya dalam hadis
ada seorang bertanya kepada Rasulullah,
"Ya Rasulullah, mal kabair?" Apa itu
dosa besar? Kata Rasulullah, "Israqu
billah. Syirik kepada Allah. Wal iyasu
minuhillah. Putus asa dari solusi dari
Allah. Walutu rahmatillah. Dan putus asa
dari rahmat Allah. Sini Rasulullah
membedakan. Jadi yaas dan qunut tidak
sama. Rasulullah mengatakan ini dua
jenis dosa dosa besar yang berbeda. Yang
satu alyaas maksudnya putus asa dari
solusi. Ada masalah dia merasa tidak
bakalan solusi namanya putus asa. Yang
satu dia berputus asa dari karu karunia
seperti Ibrahim di jangan sampai putus
asa dari punya a punya anak. Dua-duanya
sama-sama putus asa, tapi dua hal yang
berbeda. Sama dalam hadis Ibnu Mas'ud ee
Rasulullah bersabda, "Akbarul kabair,
dosa besar paling besar. Al isyraqu
billah, syirik kepada Allah. Wal amnu
min makrillah, merasa aman dari makar
Allah. Walnutu mir rahmatillah, putus as
rahmat Allah. Walyau min rauhillah." Dan
putus asa dari solusi dari Allah. Ini
saya rasa ee pendapat yang cukup kuat
ya. Pendapat yang cukup cukup kuat. Ee
adapun ya saya ulangi ada berapa
pendapat ya? Satu,
dua,
tiga, empat. Pendapat pertama, alyaas
lebih dahsyat. Jadi qunut putus asa,
putus asa sangat dahsyat namanya yaas.
Pendapat kedua sebaliknya. Yaas putus
asa, qunut lebih dah lebih dahsyat.
Pendapat ketiga, tidak ada bedanya
antara yaas dan qunut. Ini pendapat yang
kurang kuat karena Al-Qur'an membedakan
hadis Nabi juga membedakan. Pendapat
yang keempat yaas terkait dengan putus
asa dari solusi. Qunut putus asa dari
karunia Allah Subhanahu wa taala.
Intinya sama-sama maknanya putus putus
asa.
Wallahuam bisab
tayib. Ee ini terkait dengan ya dan
qunut. Sudah dipahami?
Bab, di antara putus asa yang Allah
larang selain dari putus asa dari
karunia Allah maupun putus asa dari
pertolongan Allah adalah putus asa dari
diampuni oleh Allah. Ini jenis yang
berikutnya ya. Larangan
putus asa
dari ampunan Allah.
Kalau ini tadi semua
larangan
putus asa
dari karunia
atau pertolongan Al Allah.
Jadi kalau kita mau klasifikasikan, maka
ada dua dua larangan. Ini larangan model
pertama.
Larangan model ke kedua. Allah berfirman
dalam surat azzumar, qul ya ibadiadzina
asrofu ala anfusim la taqnatu
rahmatillah innallaha yagfirudzunuba
jamian innahu hual gfurur rahim. Surat
azzumar ayat 53. Kata Allah, "Wahai
hamba-hambaku
alladzina asrofu ala anfusihim yang
berlebih-lebihan terhadap diri mereka."
La taqnatu rahmatillah. Janganlah kalian
putus asa rahmat Allah. Kenapa?
Innallaha yagfirudun jamian.
Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh
dosa. Dan sesungguhnya innahu hual
gfurah rahim. Allah maha pengampun lagi
maha penyayang. Ini Allah melarang orang
yang berlebih-lebihan dalam maksiat.
Asrofu ala anfusihim. Allah tidak
mengatakan katakanlah orang-orang
pendosa. Tapi Allah mengatakan wahai
hamba-hambaku yang berlebih-lebihan
dalam bermaksiat. Ini adalah nidaun
ilahi. Allah buka dengan qul ya
ibadiadzina asrofu. Katakanlah yaitu
Nabi Muhammad disuruh mengabarkan.
Katakanlah ya ibadi. Bahwasanya Allah
mengatakan, "Ya ibadi, hamba-hambaku."
Dan apa yang diperintahkan kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam juga diwakili
oleh para ulama, para ustaz untuk
menyampaikan bahwasanya Allah menyeru,
"Ya ibadi, wahai hamba-hambaku yang
berlebih-lebihan dalam bermaksiat."
Perhatikan, Allah tetap mengidfahkan
menisbahkan pelaku maksiat tersebut
kepada dirinya. Allah mengatakan, "Wahai
hamba-hambaku." Padahal mereka melakukan
maksiat. Berarti Allah sayang sama
mereka. Allah mengatakan, "Wahai
hamba-hambaku, siapa hamba-hamba
tersebut? Bukan pelaku maksiat saja."
Alladina asrofu. Kita tahu israf artinya
apa? Berlebih-lebihan.
Alladina asrofu ala anfusim.
Berlebih-leheman terhadap diri mereka.
Berlebih dalam maksiat. Allah ingatkan,
"Sesungguhnya kalian beriman dalam
maksiat itu mengenai diri kalian. Asrofu
ala anfusihim." Karena kalian kalau
kalian semakin banyak maksiat, yang rugi
jiwa kalian, yang tersiksa diri kalian
nanti di kemudian hari. Maka semakin
kalian berlebihan semakin menyiksa diri
kalian sendiri. Alladina asu alfusim itu
maksiat sangat banyak.
Allah berfirman, "La taqnatu
rahmatillah." "Janganlah kalian putus
asa dari rahmat Allah." Jangan putus asa
meskipun dosa kalian sangat banyak.
Inallah inallahun jam. Sesungguhnya
Allah mengampuni seluruh dosa. Kalau
Allah mengatakan Allah membuka dengan
inna sesungguhnya innallaha
yagfirudzunub dan Allah mendatangkan
dengan fi'il mudhori. Allah senantiasa
mengampuni. Kamu dosa kapan saja
bertobat Allah akan ampuni. Sehingga
Allah menil mudhar ya bahwasanya Allah
senantiasa mengampuni dosa. Azzunub
Allah datangkan dengan ee isim jamak
yang menunjukkan umum yaitu Allah
mengampuni seluruh dosa. Innallah
yagfirudunuba. Kalau kita artikan
sungguhnya Allah itu senantiasa
mengampuni seluruh dosa. Tidak cukup
dari situ Allah tambah lagi jamian untuk
takid. Seandainya Allah mengatakan
innallah yagfirudzunub sudah cukup.
Allah mengampuni seluruh dosa. Tapi
Allah tambah lagi jamian yaitu semuanya
tanpa terkecuali. Dosa apapun sebesar
apapun sebanyak apapun berulang-ulang
variasinya sebanyak apapun tanpa
terkecuali jamian untuk supaya tidak
terbetik ada dosa yang tidak diampuni.
Semua dosa kalau bertobat pasti
diampuni. Mau syirik, mau membunuh, mau
apapun, mau zina apa semua.
Innahu Allah tutup lagi. Innahu huwal
gfurur rahim. Karena Allah senantiasa
meng dosa. Karena Allah punya nama Allah
namanya al gfur. Alghafur itu adalah
sigah mubalagah dari wazan fa'ul. Faul
berarti menunjukkan ee apa namanya?
Katrah. Yaitu senantiasa mengampuni.
Senantiasa mengampuni. Kemudian Allah
tambah lagi dengan arrahim. Allah maha
penyayang. Allah maha penyayang. Kenapa
Allah mengampuni kalian? Karena Allah
punya sifat sangat mudah mengampuni dan
sering mengampuni dan Allah juga sangat
menya menyayangi. Kalian hamba-hamba
Allah yang ciptakan kalian adalah Allah
Subhanahu wa taala. Kalau kalian kembali
kapan saja Allah akan ampuni. Maka ayat
ini melarang putus asa dari ampunan
Allah. Makanya Allah berikan
contoh-contoh dalam Al-Qur'an bagaimana
bagaimana orang-orang pelaku dosa
sebesar banyak diampuni. Contoh misalnya
para penyihir Firaun. Para penyihir
Firaun mereka puluhan tahun jadi tukang
sihir. Cari uang dengan melakukan
praktik sihir. Kemudian beriman kepada
Allah. Berduel di waktu dhha. Belum asar
mereka sudah dibunuh dan mereka beriman.
Dosa-dosa mereka diampuni enggak?
Diampuni. Mereka masuk surga. Mereka
iman cuma sebentar, enggak sampai
sehari. Tapi dosa-dosa mereka diampuni.
Contoh lagi, Allah masih mau mengampuni
Firaun. Firaun yang aku sebagai Tuhan
yang kejam luar biasa. Ya. Ya. Apa
namanya? menyiksa yail autad menyiksa
manusia. Kalau Firaun lagi nyiksa
manusia, dia ambil tali-tali kemudian
dia ikat tangan kanan, tangan kiri, kaki
kanan, k ditarik dijadikan bahan
tontonan. Ini Firaun kerjaannya seperti
itu. Ee menyiksa sudah kejam ngaku
sebagai Tuhan. Tetapi Allah kirim Nabi
Musa bahkan Nabi Harun berdua untuk
menasihatinya. Seandainya Firaun
bertobat, diterima enggak terima.
Makanya Allah mengatakan, "Faqula lahu
layinan laallahu yatadakar yaksya."
Katakanlah wahai Musa dan Harun kepada
Firaun dengan perkataan yang lembut.
Siapa tahu dia takut kepada Allah, siapa
tahu dia sadar. Seandainya Firaun
bertobat diterima enggak terima. Cuma
dia bertobat ketika
nyawa sudah dikerongkongan tidak
diterima. Dia mengatakan wa ana minal
muslimin. Dan aku Islam. Allah
mengatakan alana
faq asitaq waunta minal muhsin. Sekarang
baru bertobat gak ada enggak bisa
diterima. Padahal sebelumnya kau
melakukan kerusakan. Ini Firaun saja
masih mungkin diterima tobat. Demikian
juga Ashabul Ukhdud. Ashabul Ukhdud
ketika mereka menyiksa wali-wali Allah,
mereka kumpulkan ribuan lelaki, ribuan
wanita. Ditaruh di parit kemudian mereka
bakar dan sambil mereka menikmati
tontonan penyiksaan mereka. Ya. E wahum
ala ma yaf'aluna bil mukminina syuhud.
Mereka sedang senang menyaksikan apa
yang mereka kerjakan kepada kaum
mukminin. Yang mereka bunuh, yang mereka
bakar untuk bersenang-senang. Bukan satu
orang bahkan ribuan. Tetapi Allah masih
kasih mereka kesempatan untuk bertobat.
Kata Allah, "Innalladina fatanul
mukminina
wal mukminatiam
yatubu falahumabu jahanam wumabul."
Sesungguhnya orang-orang yang membakar
kaum mukminin, membakar hidup-hidup,
membakar kaum mukminat kemudian mereka
tidak bertobat baru mereka diberi azab
yang pedih dan azab yang membakar. Atau
Allah kasih syarat kemudian mereka tidak
bertobat. Seandainya mereka bertobat,
diazab atau tidak? Tidak. Makanya ada
sebagian salaf yang menangis ketika baca
ini mengatakan unzuru ila karamillah.
Lihat bagaimana baiknya Allah. Qatalu
aulia Allah. Orang-orang ini membunuh
wali-wali Allah. Allah masih tawarkan
mereka untuk bertobat. Dan lebih dahsyat
dari mereka Firaun. Tapi seandainya
Firaun bertobat akan diterima oleh
Allah. Artinya kita tidak seburuk
Firaun, kita tidak seburuk ee mereka.
Ya, artinya kalau kita melakukan maksiat
jangan putus asa dari rahmat Allah
Subhanahu wa taala. Kapan kita
bermaksiat, segera bertobat. Jangan
tunda-tunda. Karena menunda tobat itu
maksiat tersendiri. Kata Ibnu Qayyim,
tobat itu kewajibannya alal faur,
segera. Allah mengatakan sariu, sabiqu,
segera, segera, segera. Maka siapa yang
sudah tobat dia berdosa dengan dosa yang
yang lain. Oleh karenanya jangan putus
asa dari rahmat Allah Subhanahu wa
taala. Ini dua larangan. Larangan dari
putus asa dari karunia Allah. Larangan
dari rahmat Allah Subhanahu wa taala.
Tib ikhwan
kita mungkin putus asa dari ampunan
Allah mungkin kita enggak tetapi putus
asa dari karunia Allah dengan suuzan
kepada mungkin terjadi.
Putus asa makudnya tidak bakalan ada
solusi. Mungkin terjadi mungkin terjadi
atau tidak kita mungkin gak seperti Nabi
Ibrahim yang selama puluhan tahun tetap
apa berharap karunia Allah. Kita tidak
seperti Nabi Yakub menangis sampai buta
tetap tidak putus asa. Kita lemah ya.
Oleh karenanya kita jangan sampai seuzun
kepada Allah Subhanahu wa taala ya.
Namun ee tentunya putus asa
bertingkat-tingkat. Para ulama
mengatakan putus asa yang membuat kafir
adalah putus asa yang menolak sifat
Allah seperti mengatakan Allah tidak
rahmat sama sekali. Nah, ini putus asa
seperti ini. Menganggap Allah tidak
punya rahmat sama sekali maka ini kafir.
Atau putus asa yang menjadikan Allah
memang kejam, Allah tidak adil. Ah, ini
sampai seperti itu. Ini buat orang
kafir.
Tapi kalau putus asa tidak sampai
demikian ya ya kayaknya kayaknya susah
deh. Kayaknya berat, kayaknya enggak
mungkin se tapi dia tahu Allah maha
pengampun. Cuma dia bilang kayaknya
berat. Ini tidak sampai kafir. Tapi
kalau dia menolak sifat rahmat Allah,
dia bilang Allah tidak rahmat. Allah
tidak adil. Allah kejam. Allah ini,
Allah ini ya. Maka ini sampai pada
derajat kekufuran karena menolak
sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala.
Ini yang dimaksud oleh Thaahawi alu
walnut wal iyasu yangulani millatil
islam. Bahwasanya putus asa e alamnu wal
iyasu yangulani millatil islam.
Bahwasanya merasa aman dari makar Allah
dan putus asa dari rahmat Allah membuat
seorang keluar dari Islam. Tapi tidak
semua bentuk putus putus asa.
Oleh karenanya jika putus asa hanya
segelintir, hanya lewat kemudian kita
lawan itu enggak ada masalah. Itu ini
manusiawi.
Di antaranya ayat menunjukkan ahli itu.
Ini ada khilaf. Meskipun ada khilaf tapi
ada ayat dalam surat Yusuf Allah
mengatakan hatta asarulu wuahum qibu
jaahum nasruna fanuj nasya. Kata Allah
subhanahu wa taala dalam surat Yusuf
ayat berapa itu?
Dalam surat Yusuf ayat 110 kata Allah
Subhanahu wa taala Quran surat Yusuf
12 ayat 110 kata Allah
hatta
asar rasul
Rasul wadonu annahum qod quibu
annahum
qod kudzibu jaahum nasruna
fanuj nasya wjrimin
kata Allah sampai ketika para rasul
berputus asa.
Para rasul putus asa.
Wadonu annahum qod quudzibu dan mereka
menyangka mereka telah didustakan.
Mereka menyangka
mereka telah didustakan.
Jaahum nasruna. Maka datanglah
pertolongan kami. Maka datanglah
pertolongan kami.
Tib di sini ee qada qudibu ini ada dua
qiraah. Aisyah radhiallahu anha membaca
dengan qod kudzibu dengan tasdid.
Qod kudzibu dengan tasdid. Jadi Aisyah
mengertikan, "Hatta asulu ketika para
rasul putus asa menyangka umat mereka
tidak bakalan beriman."
Ini Aisyah membacanya begini. Hatta ada
dua qiraatta
qbu jaahum nasruna. Maknanya kata Aisyah
radhiallahu anha. Jadi ada tiga tafsir
Aisyah
ini qiraahnya Aisyah Quzibu Aisyah.
Adapun qiraah yang kita baca qod quzibu
dengan tidak ditasydid.
Kuzibu ini yang kita baca ini ee di
antara qiraahnya dari Ibnu Mas'ud dan
Ibnu Abbas kalau enggak salah ya. Saya
dua sahabat Ibnu Mas'ud
dan Ibnu Abbas kalau tidak salah ya
salah dua sahabat ya. Tib dua-duanya
benar. Tapi Aisyah mengatakan yang benar
seperti ini. Dia mengartikan hatta rasul
ketika para rasul putus asa bahwasanya
pengikutnya atau umatnya tidak bakalan
beriman kepada mereka. Wumbu dan mereka
yakin di sini maksudnya yakin. Yakin
bahwasanya mereka didustakan. Jaahum
nasruna. Maka datanglah pertolongan kami
dengan Allah turunkan azab kepada
mereka.
Ya, di sini ee putus asa maksudnya
mereka tidak beriman. Ini tafsir ini
oke, enggak ada masalah. Jadi, ya mereka
tidak bakalan beriman maka Allah
turunkan apa? Azab. Tetapi yang masalah
kalau dibaca qad qudibu, qada qudibu ini
mereka menyangka mereka telah didusta.
Kudibu di sini mereka
telah didustakan. Menangka telah
didustakan.
Maka mereka ini apa? Mereka ini ada dua
pendapat. Ada yang mengatakan mereka dua
pendapat atau tiga pendapat ya. Tiga
pendapat.
Pendapat pertama mereka di sini
maksudnya adalah para rasul.
Yang kedua maksudnya adalah ee para kaum
mukminin.
Yang ketiga maksudnya adalah para kaum
kafirin.
Baik. Kalau kaum mukminin maksudnya apa?
Ketika para rasul telah putus asa
bahwasanya mereka akan diimani. Wadonu
annahum qod quzimu. Bahwasanya kaum
mukminin merasa bahwasanya mereka telah
didustakan. Maksudnya para rasul dusta
sama kami. Katanya ditolong ternyata
tidak ditolong. Ini tafsiran. Tafsiran
yang berikutnya kaum kafirin merasa
didustakan. Para rasul bilang katanya di
ada akan azab. Akan azab dusta aja kita
didustain sama dibohong-bohongin sama
para rasul. Enggak ada enggak ada azab.
Ini tafsiran ini semua enggak ada
masanya. Jadi masalah tafsiran ini
pilihan sebagian sahabat maksudnya para
rasul. Annahum qod quzibu bahwasanya
para rasul merasa
didustakan ternyata janji Allah tidak
datang.
Janji Allah tidak datang. Ini berarti
ada semacam putus asa sedikit ya.
Seakan-akan Allah tidak bakalan
menurunkan apa? Pertolongan. Maka ini
ditafsir oleh para ulama itu hanyalah
khawatir. Hanya hal yang lewat di
kalangan karena mereka basyar. Sebagian
sahabat mengatakan kanu basyaran. Mereka
manusia sehingga mereka mengalami apa
yang dialami. Terkadang ada sentilan
hati tapi mereka segera segera tepis.
Sama seperti Allah Subhanahu wa taala
ehinaullah.
Kalian merasa masuk surga sementara
belum datang kepada kalian seperti yang
menimpa orang sebelum kalian. Mereka
ditimpa dengan penderitaan, dengan
kesulitan
dan mereka digoncang oleh Allah dengan
berbagai macam ujian. Sampai sang rasul
dan orang beriman berkata, "Kapan datang
pertolongan Allah?" Itu seakan-akan ada
sedikit apa? putus asa kata Allah ala
inasrallah mereka tidak tanya begitu
kecuali ada sedikit apa putus kapan sih
kapan pertolong kapan kapan nah sampai
rasul ngomong umat orang beriman ini
mungkin terjadi tapi cuma apa lintasan
makanya kalau kita terkadang mengalami
suatu musibah kita terhadap lintasan
kayaknya surga tepis
kita bilang Allah maha maha rahmat Allah
maha baik jangan pernah seuzan kepada
kepada Allah bahwasanya nya musibah bisa
jadi berkepanjangan, tapi pasti ada solu
solusinya cepat atau cepat atau lambat
terus berdoa kepada Allah subhanahu wa
taala. Jadi kalau putus asa hanya
terbetik tidak melazimkan apa-apa maka
ini masih dimaafkan. Ini berdasarkan
tak sebagian tafsir dari sebagian ayat
Allah Subhanahu wa taala ya. Dan manus
kita terkadang lemah, ada masalah berat
kayaknya sudah enggak mungkin lagi.
Sudahah kita enggak masih mungkin berdoa
terus masih mungkin bera terus karena
kita enggak kita enggak bisa seperti
Nabi Ibrahim yang senantiasa husnudzan
sampai 80 tahun. Siapa yang kuat seperti
Nabi Ibrahim puluhan tahun? Siapa yang
kuat seperti Nabi Yakub puluhan tahun
tetap aja husnudan ya. Terkadang muncul
sedikit-sedikit tapi kita harus tepis.
Nah, maka seorang ini penting dalam
kehidupan kita. Karena terkadang kita
diuji dan kita kemudian muncul seuzon
kepada Allah subhanahu wa taala. Jangan
pernah seuzon kepada Allah subhanahu wa
taala. Terbukti banyak masalah kita
hadapi ternyata ada solusinya. Ada
meskipun bertahun-tahun berikutnya ada
solusinya. Satu-satu ee tinggal kita
kiaskan sebagaimana masalah-masalah yang
aku hadapi semua ada solusinya. Yang ini
pun ada cuma nanti ada waktunya. Allah
tahu waktu yang tepat untuk kasih
solusi. Tib. Ee kenapa? Sebab orang
putus asa ini sudah jadi ini saya ingin
sampaikan kalau putus asa hanya jika
putus asa
hanya lintasan
maka segera ditepis
segera di ditepis
tayib. Apa sebab orang putus asa?
Sebab
ee tentu seperti kita sebutkan terlalu
banyak maksiat. Terlalu banyak maksiat.
Terlalu banyak maksiat sehingga susah
sehingga susah untuk husnudan kepada
Allah.
Sehingga sulit husnudan berbaik sangka
kepada Allah.
Ini seperti dikatakan Ibnu Kim dalam
Jabul Kahfi. Orang kalau bermaksiat
hatinya ternoda dengan titik hitam,
titik arti dia husnuzan susah karena dia
tidak prosedural. Kalau dia prosedural
dia bertakwa, dia salat malam, dia
husnuzan gampang. Dia bilang ini
insyaallah ini apapun yang terjadi itu
yang terbaik.
Ini salah satu ya.
Kalau terkait dengan maksiat, saking
maksiat terlalu banyak kayaknya dia ni
enggak enggak mungkin saya diampuni.
Setan datang, "Oh, terlalu banyak
maksiatmu. Kau bertobat pun percua,
maka dia putus asa dari ampunan Allah."
Yang kedua misalnya terlalu
banyak musibah menimpanya,
maka dia bilang, "Masa apakah Allah
sayang? Apakah Allah Apakah Allah
arrahim maha penyayang? Dia ragu. Gimana
Allah maha penyayang? Saya musibah sudah
miskin, sakit, dicerai istri. Bukan saya
menceraikan dia. Istri kabur, saya
diceraikan istri. Anak-anak durhaka
bertumpuk-tumpuk sehingga dia bilang
apa? Saya Allah. Dia tidak tahu
bahwasanya bisa jadi semakin banyak
ujian menunjukkan Allah cinta kepada
seorang seorang hamba. Paling banyak
diuji Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Kalau dirungkan, anak-anaknya mati,
istrinya mati, dimusuhi sama kaumnya,
dituduh macam-macam, diusir dari
negerinya, dimusuhi satu Arab, Persia,
Romawi, semua musuh India banyak sekali.
Tapi ketika dia suuzon, banyak musibah
menimpa, Allah tidak sayang sama saya.
Dia putus asa. Kalau Allah sayang sama
saya, harusnya saya tidak diginikan. Ini
bahaya ini. Makanya ini namanya perlu
ngaji agar kita ngaji tentang
sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala.
Kemudian misalnya
tiga, dia tidak terima,
tidak terima apa yang menimpa kaum
muslimin.
Seperti misalnya apa yang menimpa
Palestina misalnya yang menimpa
saudara-saudara kita di Palestina.
Palestina
kata dia enggak logis gimana Allah Islam
kenapa orang Islam sampai kayak gitu.
Enggak enggak enggak ada pertolongan.
sehingga dia putus asa. Allah enggak
enggak enggak bisa seperti ini ya.
Sehingga putus asa.
Kalau dia baca Al-Qur'an dia tahu
bagaimana
ee ketika Yusuf meninggal dunia, Bani
Israil disiksa oleh Firaun. Ada yang
bilang 100 tahun, ada yang bilang 200
tahun, ada yang bilang sampai 400 tahun.
Antara Yusuf dengan Musa 400 tahun, ada
yang bilang 100 tahun. Selama itu mereka
disiksa sampai datang siapa? mu
dan taruhlah kemudian banyak yang
meninggal. Meninggal itu bukan berarti
kekalahan bisa itu mungkin Allah seperti
Ashabul ukhdud. Ashabul ukhdud dibunuh
atau tidak? Dibakar hidup-hidup. Tapi
apakah itu kehinaan bagi mereka? Kata
Allah, "Innalladzina amanu shihati lahum
jannatun tajri min tahtihal anharikal
faul kabir." Sesungguhnya orang beriman
dan beriman dan beramal saleh yaitu
mereka yang dibakar hidup-hidup bagi
mereka surga yang berada di
sungai-sungai. Dalzalikal fauzul kabir.
Itulah kemenangan yang besar. Justru
mereka setelah itu terhilang dari kesik
penderitaan. Kemudian masuk alam
barzakh. Dapat mukadimah dari kenikmatan
surga. Makanya Haram bin Milhan ketika
ditikam dari belakang dikhianati
kemudian darah bercucuran. Dia
mengatakan, "Fuzuabbil Ka'bah." Aku
menang. Demi Allah Subhanahu wa taala
aku telah berhasil. Karena dia tahu dia
mati sya mati syahid.
Tib mungkin orang meninggal memang beg
takdirnya bahwasanya setelah dia
meninggal kemudian dia pindah kepada
kehidupan yang lebih bahagia.
Jadi tidak mesti maksudnya ya tapi akan
ada waktunya kaum muslimin menang.
Makanya seandainya kaum muslimin menang
terus tidak ada nilai ujian dalam
kehidupan dunia ini. Rasulullah saja
pernah mengalami kekalan. Kalau
Rasulullah selalu menang terus semua
orang masuk Islam.
Iya enggak? Kalau semua orang muslim
kaya semua masuk Islam enggak? Begitu
pindah agama langsung kaya raya. Semua
orang masuk Islam. Tapi nah hidup ini
ujian. Nilai ujian harus ada. Terkadang
kalah, terkadang menang, terkadang
susah, terkadang ee mudah ringan.
Sehingga nilai ujian tetap ini di antara
maha kuasa Allah mengatur sedemikian
rupa sehingga nilai ujian tetap ada
dalam kehidupan dunia ini. Ketika ada
orang melihat ini Islam kok begini
begini sehingga dia putus asa, dia
enggak ada Islam ke Tuhan enggak benar.
Akhirnya dia putus asa dari rahmat Allah
Subhanahu wa taala.
Berapa menit lagi azan?
2 menit
saya khilaf.
Maka ikhwan, ini semua mengharuskan kita
untuk belajar banyak belajar tentang
asmaul husna. Alasmaul alhusna nama-nama
Allah. Alhamdulillah saya baru selesai
edit 83 file tentang Asmaul Husna.
Insyaallah lagi di ini insyaallah
diterbitkan ya. Saya, saya rasa di
antara ilmu yang paling cepat kita
beriman kepada Allah adalah ilmu tentang
Asmaul Husna. Kita menghayati, mendalami
tentang nama-nama Allah, sifat-sifatnya,
bagaimana penerapannya dalam kehidupan.
Sehingga kita ketika menghadapi berbagai
macam ujian, Allah kasih pertolongan.
Karena kita berusaha mengenal Allah
Subhanahu siapa yang berusaha mengenal
Allah, Allah akan mengenalnya.
Taarf ilallahi firakifka syiddah.
Berusaha mengenal Allah ketika kau dalam
kondisi lapang, Allah akan mengenalmu
ketika dalam kondisi sulit. Kita Allah
kenalkan, kita kenalkan, kita berusaha
mengenal Allah. Di antaranya belajar
dengan nama-nama Allah sifat-sifat, di
antaranya kita ikut pengajian sehingga
dalam kondisi-kondisi sulit Allah kasih
pertolongan. Terutama iman kita ini.
Iman kita ini. Betapa banyak orang
goncang ketika dikasih ujian. Waminasi
yaudullah ala harf fain asahu
wau fitnatunq waji. Di antara manusia
ada yang beribadah kepada Allah hanya di
pinggiran. Ngaku-ngaku beriman tapi cuma
di pinggiran. Ketika dikasih keimanan,
itman dia aman. Kita beriman, bertakwa
kepada Allah, tapi dikasih ujian
terbalik berbalik dan enggak kuat
imannya. Ternyata cuma di pinggiran ya
kita gak pengin iman kita di pinggiran.
Kita pengin iman kita di tengah dan umum
untuk iman di tengah ini butuh belajar
dan butuh latihan. Allah kasih ujian,
kita lewati. Allah kasih ujian, kita
lewati. Allah kasih sehingga kita tetap
berada di tengah ee dan kita minta
tasbit agar Allah mengkokkan iman kita.
Demikian saja apa yang bisa saya
sampaikan makanya belajar tib demikian
saja. Wabillah taufik hidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.