Transcript
w4ahBx-Aw08 • Kitab Ath-Thahawiyah #44: Bahaya Putus Asa Dari Rahmat Allah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2650_w4ahBx-Aw08.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufihin asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa ashadu anna muhammadan abduhuasul ridwolli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita masih lanjutkan bahasan kita dari perkataan Imam Thahawi rahimahullah pada poin ke-60. Islam bahwasanya merasa aman dari makar Allah dan putus asa dari rahmat Allah mengeluarkan seorang dari agama Islam yaitu kafir. Wasabilul haqinahuma liahlil kiblah. Jalan yang benar milik ahlul kiblat adalah di antara keduanya. Yaitu tidak merasa aman dari rahmat Allah. Sebaliknya juga tidak ee merasa putus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Ini sudah kita bahas pada pertemuan sebelumnya. Tapi pada kesempatan kali ini kita bahas ee yang pertama pada pertemuan lalu kita bahas dosa alamnu min makrillah. Merasa aman dari makar Allah. Pada pertemuan kali ini kita bahas poin yang kedua yaitu dosa putus asa dari rahmat Allah subhanahu wa taala. Allah sebutkan larangan-larangan putus as rahmat Allah dalam beberapa ayat. Di antaranya dalam kisah Nabi Ibrahim Alaih Salam dalam surah Al-Hijr di mana Allah berfirman, "Wabbiumfi Ibrahim." Dan kabarkanlah kepada mereka eh tentang tamu-tamu Ibrahim. Alaihi faq salama q inna minkum majilun. Ketika tamu-tamu datang menemui Ibrahim dalam bentuk itu malaikat dalam bentuk manusia menjelma dalam bentuk manusia Ibrahim berkata, "Inna minkum wajilun." Sesungguhnya kami takut kepada kalian. Karena Nabi Ibrahim hidangkan makanan ternyata mereka tidak makan. Padahal mereka tamu-tamu. Dimuliakan sama Ibrahim tapi makanan tidak disentuh. Faujas minhum khiifa. Akhirnya Ibrahim pun takut. Kata Nabi Ibrahim, "Inna minkum wajilun." Sesungguhnya kami takut kepada kalian. Malaikat berkata, "Qual inasyirukain alim." Janganlah kau eh takut sungguhnya kami memberi kabar kepadamu tentang anak yang alim akan kau akan punya anak. Ibrahim berkata, abasumuni amaniirun. Apa kalian memberi kabar kepadaku tentang aku bakalan punya anak padahal aku sudah tua? Bagaimana kabar gembira tersebut? Kata malaikat, "Kami mengabarkan engkau dengan kebenaran bahwa kau bakalan punya anak walitin. Dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang berputus asa." Maka Ibrahim berkata wqahibiun. Un tidak ada yang putus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang yang tersesat. Kecuali yang tersesat. Ayat ini menceritakan tentang larangan putus asa dari rahmat Allah. Siapa yang putus rahmat Allah adalah orang yang ter tersesat. Dan ini menggambarkan bagaimana Ibrahim menepis eh persangkaan para malaikat yang malaikat berkata, "Fala takum minalqitin." Jangan kau termasuk orang yang putus asa. Ibrahim mengatakan, "Siapa yang putus asa?" Aku tidak pernah putus asa. Kenapa? Karena yang putus asa hanyalah orang-orang yang sesat. Jadi ini menggambarkan bagaimana Ibrahim Alaih Salam senantiasa berharap kepada Allah. Kisah tentang pernikahannya dengan Sarah yang sampai Sarah sudah tua, Ibrahim juga sudah tua. Karena ketika Ibrahim nikah dengan Hajar, maka punya anak ketika itu usia Ibrahim sekitar 80 tahun. Punya anak Ismail. Setelah itu kenapa? Karena Sarah ee mandul ya, Ajuzun Aqim mandul. Sehingga tidak mungkin punya anak. Maka Sarah mengizinkan Ibrahim nikah dengan siapa? Ha? Hajar. Punya anak Ismail. Setelah itu Allah memerintahkan Ibrahim taruh Ismail di Makkah. Kemudian Ibrahim kembali hidup bersama Sarah. Disebutkan oleh para ahli tafsir di antaranya Ibnu Katsir 13 tahun kemudian baru punya anak Ishak. Baru punya berarti Ibrahim umurnya sekitar 90 lebih ya. 90 lebih baru punya anak ishak. Dan Ibrahim tahu dia sudah tua. Saruf pun sudah tua lagian ee mandul. Tapi dia tidak pernah putus putus asa. Dia tidak pernah dia tidak pernah putus asa untuk menanti keajaiban dari Allah Subhanahu wa taala. Maka ketika malaikat mengabarkan kau akan punya anak, maka Ibrahim sempat bertanya, "Abasyar tumuni bingin kabarkan saya punya anak. Alamanial kibar. Saya sudah tua. Kemudian istri saya juga ajuzun aqim. Sudah tua dan mandul. Bagaimana caranya punya anak?" Ketika Ibrahim bertanya begitu, maka malaikat menegur, "Jangan sampai kau putus asa." Ibrahim menepis, "Saya tidak pernah putus asa. Karena yang putus asa hanyalah orang-orang yang sesat." Dan ini menunjukkan bagaimana hati Ibrahim Alaih Salam yang tidak pernah seudon kepada Allah Subhanahu wa taala. Meskipun dia tua, meskipun istrinya tua, meskipun istrinya mandul, dia bilang, "Saya tidak pernah putus asa. Karena yang putus asa hanya orang-orang yang sesat. Dia hanya bertanya, "Gimana caranya? Gimana caranya?" Sementara saya sudah tua, istri saya mandul. Ya. Ya. Makanya dalam ayat yang lain kata malaikat qu atajabina min amrillah rahmatullahi wabarakatuh alaikum ahlal bait innahu hamidun majid. Apakah kau heran wahai Sarah tentang keputusan Allah? Rahmat Allah dan keberkahan akan menyirami kalian wahai keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Allah maha terpuji lagi maha agung. Dan ternyata akhirnya Sarah pun hamil. Kemudian punya anak namanya siapa? is Ishaq ya. Setelah tua dan mandul yaitu sebab-sebab melahirkan sudah tidak mungkin ternyata Allah beri kelahiran bagi ee Sarah. Ah di sini ee teladan dari Ibrahim yaitu Ibrahim tidak pernah Ibrahim tidak pernah putus asa. Putus asa dari ee rahmat Allah. Padahal penantian sekian lama ya seorang husnuzan aja seandainya pun kalau tidak punya anak maka itu yang terbaik dari Allah. Tapi jangan pernah bilang tidak mungkin. Tidak mungkin gak saya kemarin baru safar ke suatu tempat ada orang setelah 13 tahun baru punya punya anak. Setelah 13 tahun menikah baru punya punya anak. Saya pernah ketemu orang juga setelah 11 tahun baru punya punya anak. Saya pernah ketemu orang setelah 9 tahun baru punya anak. Saya pernah ketemu orang setelah 12 tahun baru punya anak. Ya orang macam-macam ya. Intinya kalaupun Allah mentakdirkan dia tidak punya anak, karena memang ada yang Allah takdirkan tidak punya anak, maka dia jangan seuzun kepada Allah. Tapi selama dia dia tetap berharap dan dia tidak putus asa dari keajaiban Allah Subhanahu wa taala. Dan ini menakjubkan dari Ibrahim Alaih Salam sekian puluh tahun menanti menikah dengan Sarah puluhan tahun. Ibrahim ketika menikah dengan Sarah masih fatan, masih muda. Umur 30 kah atau 20-an tahun baru punya anak umur 90 lebih. Selama puluhan tahun tersebut dia tidak pernah putus putus asa. Dan dia mengatakan siapa yang putus asa maka dia orang yang tersesat. Yaitu tidak tahu tentang hakikat Allah Subhanahu wa taala. Tidak tahu tentang bahwasanya Allah bisa bikin keajaiban. Ini ayat pertama tentang celaan terhadap putus asa. Bahwasanya orang yang putus asa rahmat Allah adalah orang-orang yang sesat. Kemudian ayat yang kedua tentang putus asa juga dari ee apa namanya? solusi dari Allah. Kisah tentang Nabi Yusuf ee Nabi Yakub yang menasihati anak-anaknya. Ya, sebagaimana kita ketahui dalam surat Yusuf, Yusuf hilang, ayahnya pun tidak tahu ke mana karena kakak-kakaknya jual jadi budak. Kemudian entah ke mana, nasibnya bagaimana. Setelah itu Benyamin juga dituduh mencuri, akhirnya ditangkap di Mesir. Ayahnya pun tidak tahu bagaimana nasibnya dan kakak-kakaknya pun tidak tahu bagaimana nasib ee Benyamin. Kemudian kakak mereka terbesar pun tidak mau pulang. Ketika tahu ee Benyamin tidak bisa balik, akhirnya kakaknya juga tidak mau pulang sehingga tiga anaknya tertahan. Entah bagaimana nasib mereka. ee kakaknya tidak mau pulang. Yang dua orang tidak diketahui, Yusuf dan bi Benyamin. Maka di puncak-puncak kesedihan sampai butalah eh Nabi Yaakub Alaihi Salam wabad ainahu minal huzni. Maka dia pun matanya menjadi putih, menjadi buta karena kesedihan. Tetapi di tengah kesedihan yang memuncak tersebut dia tidak putus asa. Dan ini di antara hal yang menakjubkan. Seorang tidak kuasa menghadapi sifat manusiawinya yang sedih dengan kondisi yang dialami. Misalnya orang sakit dia tidak kuasa memang sakit tapi dia tidak putus asa. Mungkin enggak orang sakit sakit peri tapi dia tidak putus asa? Mungkin atau tidak mungkin dia tah dia tidak kuat sakit sekali tapi dia tidak marah-marah sama Allah. Meskipun dia teriak karena sakitnya tidak bisa dia hadapi. Tapi bukan ketika dia teriak berarti dia putus asa di rahmat Allah. Enggak. Cuma dia tidak kuasa sifat manusiawinya tidak kuasa menahan rasa sakit. Sama ketika ketiga anaknya tertahan. ee anak-anak yang sangat dia cintai. Maka Yakub Alaihi Salam tidak bisa membendung sifat manusiawinya sehingga dia menangis sampai dia buta. Tetapi di tengah kebutaannya tersebut, dia malah menyuruh anak-anaknya untuk mencari khabar Yusuf dan Benyamin dan jangan putus asa. Ya. Innama asku bi wusni. Ketika kakak-kakak Yusuf mengejeknya atau mengatakan ehuru Yusufta takuna haruna minalikin. Kau terus ingat-ingat Yusuf, ingat Yusuf sampai kau hampir binasa. Maka kata Yaakub alaihi salam, "Innama asi wniallah. Aku hanya mengadukan kesidihanku dan kegundah-gulanaku kepada Allah. Wa a'lamu minallahi ma laun." Dan aku tahu dari Allah ilmu yang kalian tidak ketahui. Setelah itu dia nasihati dalam surat Yusuf 87, "Ya bani yadhabu, wahai anak-anakku idhabu. Fatahassasu mi Yusuf wa akhi." Cari kabarlah tentang Yusuf dan saudaranya Benyamin. Karena kakak mereka tahu ada cuma nak gak mau pulang. Yang tidak jelas kabarnya Yusuf dan apa? Benyamin. Yusuf entah ke mana. Benyamin dituduh mencuri di penjara. Sehingga kata ayah mereka Yakub, setelah sekian tahun berpisah dengan Yusuf, ada yang mengatakan 15 tahun, ada yang mengatakan 40 tahun perpisahan mereka, tetapi dia tidak pernah putus asa. Bahkan ketika semakin di puncak kesulitan ketika anaknya tidak pulang dan sampai dia sakit, sampai dia buta, ternyata dia tidak putus asa. Dia mengatakan, "Ya bani yadhabu fatahasu yusuf wa akihi wasuillah." Wahai anak-anakku, pergilah kalian. Carilah kabar-kabar tentang Yusuf dan saudaranya Benyamin. Wasuhillah. Janganlah kalian putus asa dari pertolongan Allah. Innahu laasuillahi illaul kafirun. Sesungguhnya tidak ada yang putus asa dari ee pertolongan Allah kecuali orang-orang kafir. Kecuali orang-orang kafir. Di sini siapa yang putus asa dengan pertolongan Allah maka orang-orang kafir. Dan ternyata benar ee akhirnya terbukti Yusuf masih hidup bahkan jadi bangsawan dan ternyata Benyamin juga dimuliakan oleh Yusuf. Akhirnya Allah pertemukan Yakub dan Yusuf setelah puluhan tahun mereka berpisah. Dan selama puluhan tahun tersebut Nabi Yakub tidak pernah putus putus asa. Senantiasa husnudan kepada Allah Subhanahu wa taala. Meskipun menangis, meskipun sampai buta, meskipun sakit-sakitan, tetap husnuzan kepada Allah subhanahu wa taala. Di sini w innahu la yasuillahul kafirun. Sesungguhnya tidak ada yang kasasar dari pertolongan Allah kecuali orang-orang kafir. Tib. Ee kemudian datang ayat ya menggabungkan antara ee yaas dan qunut. Kata Allah subhan dalam surat Fusilat ayat 49, la yasamul insanu minuail khair. Janganlah manusia putus bosan dari berdoa kebaikan. Waahuarru. Kalau manusia ditimpa dengan keburukan, fayaun qanut. Maka dia yaias dan dia putus asa. Yaas dan putus asa. Maka di sini para ulama membahas apa bedanya alyasu dan al-qunut? Apa bedanya alyau dan al-qunut? Karena dalam ayat ee Al-Hijr Allah mengatakan wam yaqinatu. Siapa yang qunut dari rahmat Allah putus asa maka sesat. Dalam ayat tentang kisah Nabi Yakub, Allah mengatakan, "Innahu la yaasu." Siapa yang putus asa? Ada alyaas, ada alqunut. Apakah sama atau berbeda? Terlebih lagi dalam satu ayat Allah gambungkan fayausun qonut. Maka dia mengalami yaas dan dia mengalami qunut. Maka khilaf di kalangan para ulama apa bedanya alyaas dan al-qunut? Secara umum ada dua lafal. Alyaas dan al-qunut. Ini lafal ini wallahuam bisawab. Ini termasuk lafal yang dikatakan id ijtamaa iftaraqa wa iftara ijtamaa. Jika digandengkan maka maknanya berbeda. Dan jika berpisah jika disebut satu saja, jika disebut salah satunya saja. satunya saja, maka keduanya sinonim. Maka keduanya sinonim sama maknanya. Dan lafaz seperti ini banyak. J kalau gabung beda, kalau berpisah sama. Misalnya contohnya misalnya adalah pertama al-iman dan al-Islam. ee dan Al-Islam. Alislam. Aliman dan Islam kalau digabungkan maknanya beda. Iman terkait amal batin, Islam terkait amal zahir. Tapi kalau dipisah Islam saja atau iman saja Islam ya iman. Ante muslim iya. Ente mukmin iya. Tapi kalau apakah ante Islam dan mukmin? Ah ini beda. Islam terkait zahir. Iman terkait apa? terkait ba batin ya. Ya, ini contoh. Kemudian juga misalnya satu misalnya yang kedua alfakir wal miskin. Alfakir wal miskin. Al-fakir kalau disebut fakir apa maknanya? Miskin. Fakirnya miskin, miskinnya fakir. Tapi kalau digabungkan keduanya maka fakir lebih dahsyat daripada miskin. Seper Allah subhanahu wa taala, innama shodqatu lil fuqara wal masakin. Sesungguhnya sedekah itu bagi orang fakir dan bagi miskin. Nah, Allah bedakan antara fakir dan miskin. Fakir yaitu yang penghasilannya kurang dari setengah kebutuhannya. Misalnya kebutuhannya R juta, penghasilan cuma R1 juta. Kalau miskin adalah penghasilannya setengah dari kebutuhannya. Kebutuhannya R juta, ternyata penghasilan cuma du 2 juta. Maka lebih mana lebih parah? Fakir atau miskin? fakir. Tapi kalau disebut sendiri fakir ya, fakir, miskin ya, miskin ya, fakir, fakir ya, miskin. Ini orang miskin ya, ini orang fakir sama saja ya. Kalau digabungkan baru berbeda. Ini contoh ee seperti albir wat. Albir wat. Apa bedanya? Albir w takwa kalau berpisah albir kebajikan termasuk ketakwaan. Di antara kebajikan meninggalkan kemaksiatan. Takwa juga demikian. Takwa melakukan kebajikan meninggalkan ketaatan. Tapi kalau digabungkan maka berbeda. Seper firman Allah wat taawanu alal birri wat taqwa. Tolongmenolong dalam bir watwa. Berarti albir kebajikan. Takwa meninggalkan maksiat. Takwa meninggalkan maksiat. Ini contoh kata-kata yang jika disebut satunya saja maka maknanya sama dengan yang lainnya, sinonim dengan yang lain. Tapi kalau digabungkan maknanya berbeda. Di antaranya adalah al-qunut wal yaas. Di antaranya tadi apa? al-qunut dan Alyaas. Nah, apa bedanya Al-Qud dan Alyaas? Maka ada khilaf di kalangan ee para ulama ya. Saya sebutkan ee khilaf ya tentang alas walqut. Khilaf apa bedanya? Ada yang mengatakan bahwasanya ee zahir Quran ada yang mengatakan pendapat pertama bahwasanya Alyyaas lebih dahsyat dari qunut. Al-qunut. Kenapa bisa demikian? Karena kalau kita perhatikan di sini, lihat ayat ini. Allah mensifati orang yang qunut dengan dolun. Kata Allah, wqahmatiun. "Tidaklah orang berputus asa rahmat Allah kecuali orang yang sesat. Qunut berarti putus asa yang parah. Alyaas dan qunut sama-sama maknanya putus asa. Tapi menurut sebagian ulama, alyaas lebih parah daripada qunut." Kenapa? Karena qunut yang qunut disifati dengan dolun, yang yaas disifati dengan kafirun. Mana lebih parah? Kafir atau sesat? kafir. Maka pendapat pertama mengatakan alyaas lebih dahsyat daripada qunut. Kenapa? Karena ee alyaas kafir al-qunut, al-qanit atau yang melakukan qunut apa? Ee sesat. Ini pendapatnya. Ada yang mengatakan sebaliknya, al-qunut lebih parah. Al-qunut lebih parah dari Alyaas. Karena kata mereka, Allah menggandingkan fayausun qanut, maka dia putus asa. Kemudian lebih parah lagi yaitu qunut. Ya, makanya Allah menyebut dalam ayat yang lain misalnya Allah mengatakan la taqnatu mir rahmatillah jangan kalian putus asa dari rahmat Allah. Jadi qunut lebih lebih parah. Adapun dikatakan dalam ayat tadi wam yaqinatu mirahmatihi illadun tidak putus asa, tidak qunut kecuali orang sesat. Sesat bukan berarti lebih rendah daripada kafir. Karena orang kafir juga disesati dengan apa? Kesesatan. seperti ghairil magdubi alaihim wadin si nasara kafir tapi disifati juga dengan apa? Sesat. Ya. Demikian juga misalnya dalam ayat yang lain ee Allah berfirman, "Innalladzina kafaru ba'da imanihim tummaadu kufran lan tuqbal taubatuhumika humudun." Sesungguhnya orang-orang kafir setelah beriman dia kafir kemudian bertambah kekufurannya. maka tidak diterima tobatnya dan mereka adalah orang-orang yang sesat. Ini berarti menunjukkan sesat bukan berarti rendah di bawah orang kafir. Karena terkadang yang dimaksud dengan sesat itu juga orang kafir. Ini pendapat. Ada pendapat mengatakan tidak ada beda di antara keduanya. Ya. Pendapat ketiga tidak ada beda di antara keduanya. Namun pendapat ini lemah karena Allah menggabungkan dalam ayat tadi fayausun qanut. Fayaun qanu tadi kita sebutkan dalam surat alfusilat kata Allah maka dia pun yaas dan dia qanut. Ketika digabungkan dua lafal mesti ada maknanya berbeda satu dengan yang lainnya. Ya, ini pendapat ini pendapat kurang tepat ya. Kemudian pendapat berikutnya ee di ditinjau dari sifatnya. Beda dari sifatnya. Beda dari sifatnya. Apa? Kalau al-qunut, qunut itu putus asa dari rahmat Allah. Kalau alyasu adalah putus asa dari pertolongan atau solusi dari Allah. Solusi atau pertolongan dari Allah. Makanya Allah mengatakan wala tayasu miruhillah. Janganlah kau putus asa dari pertolongan Allah. Dan kalau kita lihat kasus Nabi Ibrahim dia tidak ada masalah. Cuma dia berharap punya punya anak. Sehingga malaikat bilang, "Jangan kupus asa dari karunia Allah." Ya, rahmat atau karunia ya. Tapi kalau yaas terkait dengan orang terkena problem kemudian dia putus asa dari solu solusi. Jadi ada beda dari sisi sifat ya. Dan dalam hadis bahwasanya ee sahabat membedakan dalam riwayat saya bacakan para sahabat membedakan antara itu Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud membedakan ee Rasulullah membedakan antara qunut dan yaas. Contohnya dalam hadis ada seorang bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, mal kabair?" Apa itu dosa besar? Kata Rasulullah, "Israqu billah. Syirik kepada Allah. Wal iyasu minuhillah. Putus asa dari solusi dari Allah. Walutu rahmatillah. Dan putus asa dari rahmat Allah. Sini Rasulullah membedakan. Jadi yaas dan qunut tidak sama. Rasulullah mengatakan ini dua jenis dosa dosa besar yang berbeda. Yang satu alyaas maksudnya putus asa dari solusi. Ada masalah dia merasa tidak bakalan solusi namanya putus asa. Yang satu dia berputus asa dari karu karunia seperti Ibrahim di jangan sampai putus asa dari punya a punya anak. Dua-duanya sama-sama putus asa, tapi dua hal yang berbeda. Sama dalam hadis Ibnu Mas'ud ee Rasulullah bersabda, "Akbarul kabair, dosa besar paling besar. Al isyraqu billah, syirik kepada Allah. Wal amnu min makrillah, merasa aman dari makar Allah. Walnutu mir rahmatillah, putus as rahmat Allah. Walyau min rauhillah." Dan putus asa dari solusi dari Allah. Ini saya rasa ee pendapat yang cukup kuat ya. Pendapat yang cukup cukup kuat. Ee adapun ya saya ulangi ada berapa pendapat ya? Satu, dua, tiga, empat. Pendapat pertama, alyaas lebih dahsyat. Jadi qunut putus asa, putus asa sangat dahsyat namanya yaas. Pendapat kedua sebaliknya. Yaas putus asa, qunut lebih dah lebih dahsyat. Pendapat ketiga, tidak ada bedanya antara yaas dan qunut. Ini pendapat yang kurang kuat karena Al-Qur'an membedakan hadis Nabi juga membedakan. Pendapat yang keempat yaas terkait dengan putus asa dari solusi. Qunut putus asa dari karunia Allah Subhanahu wa taala. Intinya sama-sama maknanya putus putus asa. Wallahuam bisab tayib. Ee ini terkait dengan ya dan qunut. Sudah dipahami? Bab, di antara putus asa yang Allah larang selain dari putus asa dari karunia Allah maupun putus asa dari pertolongan Allah adalah putus asa dari diampuni oleh Allah. Ini jenis yang berikutnya ya. Larangan putus asa dari ampunan Allah. Kalau ini tadi semua larangan putus asa dari karunia atau pertolongan Al Allah. Jadi kalau kita mau klasifikasikan, maka ada dua dua larangan. Ini larangan model pertama. Larangan model ke kedua. Allah berfirman dalam surat azzumar, qul ya ibadiadzina asrofu ala anfusim la taqnatu rahmatillah innallaha yagfirudzunuba jamian innahu hual gfurur rahim. Surat azzumar ayat 53. Kata Allah, "Wahai hamba-hambaku alladzina asrofu ala anfusihim yang berlebih-lebihan terhadap diri mereka." La taqnatu rahmatillah. Janganlah kalian putus asa rahmat Allah. Kenapa? Innallaha yagfirudun jamian. Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa. Dan sesungguhnya innahu hual gfurah rahim. Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Ini Allah melarang orang yang berlebih-lebihan dalam maksiat. Asrofu ala anfusihim. Allah tidak mengatakan katakanlah orang-orang pendosa. Tapi Allah mengatakan wahai hamba-hambaku yang berlebih-lebihan dalam bermaksiat. Ini adalah nidaun ilahi. Allah buka dengan qul ya ibadiadzina asrofu. Katakanlah yaitu Nabi Muhammad disuruh mengabarkan. Katakanlah ya ibadi. Bahwasanya Allah mengatakan, "Ya ibadi, hamba-hambaku." Dan apa yang diperintahkan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam juga diwakili oleh para ulama, para ustaz untuk menyampaikan bahwasanya Allah menyeru, "Ya ibadi, wahai hamba-hambaku yang berlebih-lebihan dalam bermaksiat." Perhatikan, Allah tetap mengidfahkan menisbahkan pelaku maksiat tersebut kepada dirinya. Allah mengatakan, "Wahai hamba-hambaku." Padahal mereka melakukan maksiat. Berarti Allah sayang sama mereka. Allah mengatakan, "Wahai hamba-hambaku, siapa hamba-hamba tersebut? Bukan pelaku maksiat saja." Alladina asrofu. Kita tahu israf artinya apa? Berlebih-lebihan. Alladina asrofu ala anfusim. Berlebih-leheman terhadap diri mereka. Berlebih dalam maksiat. Allah ingatkan, "Sesungguhnya kalian beriman dalam maksiat itu mengenai diri kalian. Asrofu ala anfusihim." Karena kalian kalau kalian semakin banyak maksiat, yang rugi jiwa kalian, yang tersiksa diri kalian nanti di kemudian hari. Maka semakin kalian berlebihan semakin menyiksa diri kalian sendiri. Alladina asu alfusim itu maksiat sangat banyak. Allah berfirman, "La taqnatu rahmatillah." "Janganlah kalian putus asa dari rahmat Allah." Jangan putus asa meskipun dosa kalian sangat banyak. Inallah inallahun jam. Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa. Kalau Allah mengatakan Allah membuka dengan inna sesungguhnya innallaha yagfirudzunub dan Allah mendatangkan dengan fi'il mudhori. Allah senantiasa mengampuni. Kamu dosa kapan saja bertobat Allah akan ampuni. Sehingga Allah menil mudhar ya bahwasanya Allah senantiasa mengampuni dosa. Azzunub Allah datangkan dengan ee isim jamak yang menunjukkan umum yaitu Allah mengampuni seluruh dosa. Innallah yagfirudunuba. Kalau kita artikan sungguhnya Allah itu senantiasa mengampuni seluruh dosa. Tidak cukup dari situ Allah tambah lagi jamian untuk takid. Seandainya Allah mengatakan innallah yagfirudzunub sudah cukup. Allah mengampuni seluruh dosa. Tapi Allah tambah lagi jamian yaitu semuanya tanpa terkecuali. Dosa apapun sebesar apapun sebanyak apapun berulang-ulang variasinya sebanyak apapun tanpa terkecuali jamian untuk supaya tidak terbetik ada dosa yang tidak diampuni. Semua dosa kalau bertobat pasti diampuni. Mau syirik, mau membunuh, mau apapun, mau zina apa semua. Innahu Allah tutup lagi. Innahu huwal gfurur rahim. Karena Allah senantiasa meng dosa. Karena Allah punya nama Allah namanya al gfur. Alghafur itu adalah sigah mubalagah dari wazan fa'ul. Faul berarti menunjukkan ee apa namanya? Katrah. Yaitu senantiasa mengampuni. Senantiasa mengampuni. Kemudian Allah tambah lagi dengan arrahim. Allah maha penyayang. Allah maha penyayang. Kenapa Allah mengampuni kalian? Karena Allah punya sifat sangat mudah mengampuni dan sering mengampuni dan Allah juga sangat menya menyayangi. Kalian hamba-hamba Allah yang ciptakan kalian adalah Allah Subhanahu wa taala. Kalau kalian kembali kapan saja Allah akan ampuni. Maka ayat ini melarang putus asa dari ampunan Allah. Makanya Allah berikan contoh-contoh dalam Al-Qur'an bagaimana bagaimana orang-orang pelaku dosa sebesar banyak diampuni. Contoh misalnya para penyihir Firaun. Para penyihir Firaun mereka puluhan tahun jadi tukang sihir. Cari uang dengan melakukan praktik sihir. Kemudian beriman kepada Allah. Berduel di waktu dhha. Belum asar mereka sudah dibunuh dan mereka beriman. Dosa-dosa mereka diampuni enggak? Diampuni. Mereka masuk surga. Mereka iman cuma sebentar, enggak sampai sehari. Tapi dosa-dosa mereka diampuni. Contoh lagi, Allah masih mau mengampuni Firaun. Firaun yang aku sebagai Tuhan yang kejam luar biasa. Ya. Ya. Apa namanya? menyiksa yail autad menyiksa manusia. Kalau Firaun lagi nyiksa manusia, dia ambil tali-tali kemudian dia ikat tangan kanan, tangan kiri, kaki kanan, k ditarik dijadikan bahan tontonan. Ini Firaun kerjaannya seperti itu. Ee menyiksa sudah kejam ngaku sebagai Tuhan. Tetapi Allah kirim Nabi Musa bahkan Nabi Harun berdua untuk menasihatinya. Seandainya Firaun bertobat, diterima enggak terima. Makanya Allah mengatakan, "Faqula lahu layinan laallahu yatadakar yaksya." Katakanlah wahai Musa dan Harun kepada Firaun dengan perkataan yang lembut. Siapa tahu dia takut kepada Allah, siapa tahu dia sadar. Seandainya Firaun bertobat diterima enggak terima. Cuma dia bertobat ketika nyawa sudah dikerongkongan tidak diterima. Dia mengatakan wa ana minal muslimin. Dan aku Islam. Allah mengatakan alana faq asitaq waunta minal muhsin. Sekarang baru bertobat gak ada enggak bisa diterima. Padahal sebelumnya kau melakukan kerusakan. Ini Firaun saja masih mungkin diterima tobat. Demikian juga Ashabul Ukhdud. Ashabul Ukhdud ketika mereka menyiksa wali-wali Allah, mereka kumpulkan ribuan lelaki, ribuan wanita. Ditaruh di parit kemudian mereka bakar dan sambil mereka menikmati tontonan penyiksaan mereka. Ya. E wahum ala ma yaf'aluna bil mukminina syuhud. Mereka sedang senang menyaksikan apa yang mereka kerjakan kepada kaum mukminin. Yang mereka bunuh, yang mereka bakar untuk bersenang-senang. Bukan satu orang bahkan ribuan. Tetapi Allah masih kasih mereka kesempatan untuk bertobat. Kata Allah, "Innalladina fatanul mukminina wal mukminatiam yatubu falahumabu jahanam wumabul." Sesungguhnya orang-orang yang membakar kaum mukminin, membakar hidup-hidup, membakar kaum mukminat kemudian mereka tidak bertobat baru mereka diberi azab yang pedih dan azab yang membakar. Atau Allah kasih syarat kemudian mereka tidak bertobat. Seandainya mereka bertobat, diazab atau tidak? Tidak. Makanya ada sebagian salaf yang menangis ketika baca ini mengatakan unzuru ila karamillah. Lihat bagaimana baiknya Allah. Qatalu aulia Allah. Orang-orang ini membunuh wali-wali Allah. Allah masih tawarkan mereka untuk bertobat. Dan lebih dahsyat dari mereka Firaun. Tapi seandainya Firaun bertobat akan diterima oleh Allah. Artinya kita tidak seburuk Firaun, kita tidak seburuk ee mereka. Ya, artinya kalau kita melakukan maksiat jangan putus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Kapan kita bermaksiat, segera bertobat. Jangan tunda-tunda. Karena menunda tobat itu maksiat tersendiri. Kata Ibnu Qayyim, tobat itu kewajibannya alal faur, segera. Allah mengatakan sariu, sabiqu, segera, segera, segera. Maka siapa yang sudah tobat dia berdosa dengan dosa yang yang lain. Oleh karenanya jangan putus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Ini dua larangan. Larangan dari putus asa dari karunia Allah. Larangan dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Tib ikhwan kita mungkin putus asa dari ampunan Allah mungkin kita enggak tetapi putus asa dari karunia Allah dengan suuzan kepada mungkin terjadi. Putus asa makudnya tidak bakalan ada solusi. Mungkin terjadi mungkin terjadi atau tidak kita mungkin gak seperti Nabi Ibrahim yang selama puluhan tahun tetap apa berharap karunia Allah. Kita tidak seperti Nabi Yakub menangis sampai buta tetap tidak putus asa. Kita lemah ya. Oleh karenanya kita jangan sampai seuzun kepada Allah Subhanahu wa taala ya. Namun ee tentunya putus asa bertingkat-tingkat. Para ulama mengatakan putus asa yang membuat kafir adalah putus asa yang menolak sifat Allah seperti mengatakan Allah tidak rahmat sama sekali. Nah, ini putus asa seperti ini. Menganggap Allah tidak punya rahmat sama sekali maka ini kafir. Atau putus asa yang menjadikan Allah memang kejam, Allah tidak adil. Ah, ini sampai seperti itu. Ini buat orang kafir. Tapi kalau putus asa tidak sampai demikian ya ya kayaknya kayaknya susah deh. Kayaknya berat, kayaknya enggak mungkin se tapi dia tahu Allah maha pengampun. Cuma dia bilang kayaknya berat. Ini tidak sampai kafir. Tapi kalau dia menolak sifat rahmat Allah, dia bilang Allah tidak rahmat. Allah tidak adil. Allah kejam. Allah ini, Allah ini ya. Maka ini sampai pada derajat kekufuran karena menolak sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala. Ini yang dimaksud oleh Thaahawi alu walnut wal iyasu yangulani millatil islam. Bahwasanya putus asa e alamnu wal iyasu yangulani millatil islam. Bahwasanya merasa aman dari makar Allah dan putus asa dari rahmat Allah membuat seorang keluar dari Islam. Tapi tidak semua bentuk putus putus asa. Oleh karenanya jika putus asa hanya segelintir, hanya lewat kemudian kita lawan itu enggak ada masalah. Itu ini manusiawi. Di antaranya ayat menunjukkan ahli itu. Ini ada khilaf. Meskipun ada khilaf tapi ada ayat dalam surat Yusuf Allah mengatakan hatta asarulu wuahum qibu jaahum nasruna fanuj nasya. Kata Allah subhanahu wa taala dalam surat Yusuf ayat berapa itu? Dalam surat Yusuf ayat 110 kata Allah Subhanahu wa taala Quran surat Yusuf 12 ayat 110 kata Allah hatta asar rasul Rasul wadonu annahum qod quibu annahum qod kudzibu jaahum nasruna fanuj nasya wjrimin kata Allah sampai ketika para rasul berputus asa. Para rasul putus asa. Wadonu annahum qod quudzibu dan mereka menyangka mereka telah didustakan. Mereka menyangka mereka telah didustakan. Jaahum nasruna. Maka datanglah pertolongan kami. Maka datanglah pertolongan kami. Tib di sini ee qada qudibu ini ada dua qiraah. Aisyah radhiallahu anha membaca dengan qod kudzibu dengan tasdid. Qod kudzibu dengan tasdid. Jadi Aisyah mengertikan, "Hatta asulu ketika para rasul putus asa menyangka umat mereka tidak bakalan beriman." Ini Aisyah membacanya begini. Hatta ada dua qiraatta qbu jaahum nasruna. Maknanya kata Aisyah radhiallahu anha. Jadi ada tiga tafsir Aisyah ini qiraahnya Aisyah Quzibu Aisyah. Adapun qiraah yang kita baca qod quzibu dengan tidak ditasydid. Kuzibu ini yang kita baca ini ee di antara qiraahnya dari Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas kalau enggak salah ya. Saya dua sahabat Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas kalau tidak salah ya salah dua sahabat ya. Tib dua-duanya benar. Tapi Aisyah mengatakan yang benar seperti ini. Dia mengartikan hatta rasul ketika para rasul putus asa bahwasanya pengikutnya atau umatnya tidak bakalan beriman kepada mereka. Wumbu dan mereka yakin di sini maksudnya yakin. Yakin bahwasanya mereka didustakan. Jaahum nasruna. Maka datanglah pertolongan kami dengan Allah turunkan azab kepada mereka. Ya, di sini ee putus asa maksudnya mereka tidak beriman. Ini tafsir ini oke, enggak ada masalah. Jadi, ya mereka tidak bakalan beriman maka Allah turunkan apa? Azab. Tetapi yang masalah kalau dibaca qad qudibu, qada qudibu ini mereka menyangka mereka telah didusta. Kudibu di sini mereka telah didustakan. Menangka telah didustakan. Maka mereka ini apa? Mereka ini ada dua pendapat. Ada yang mengatakan mereka dua pendapat atau tiga pendapat ya. Tiga pendapat. Pendapat pertama mereka di sini maksudnya adalah para rasul. Yang kedua maksudnya adalah ee para kaum mukminin. Yang ketiga maksudnya adalah para kaum kafirin. Baik. Kalau kaum mukminin maksudnya apa? Ketika para rasul telah putus asa bahwasanya mereka akan diimani. Wadonu annahum qod quzimu. Bahwasanya kaum mukminin merasa bahwasanya mereka telah didustakan. Maksudnya para rasul dusta sama kami. Katanya ditolong ternyata tidak ditolong. Ini tafsiran. Tafsiran yang berikutnya kaum kafirin merasa didustakan. Para rasul bilang katanya di ada akan azab. Akan azab dusta aja kita didustain sama dibohong-bohongin sama para rasul. Enggak ada enggak ada azab. Ini tafsiran ini semua enggak ada masanya. Jadi masalah tafsiran ini pilihan sebagian sahabat maksudnya para rasul. Annahum qod quzibu bahwasanya para rasul merasa didustakan ternyata janji Allah tidak datang. Janji Allah tidak datang. Ini berarti ada semacam putus asa sedikit ya. Seakan-akan Allah tidak bakalan menurunkan apa? Pertolongan. Maka ini ditafsir oleh para ulama itu hanyalah khawatir. Hanya hal yang lewat di kalangan karena mereka basyar. Sebagian sahabat mengatakan kanu basyaran. Mereka manusia sehingga mereka mengalami apa yang dialami. Terkadang ada sentilan hati tapi mereka segera segera tepis. Sama seperti Allah Subhanahu wa taala ehinaullah. Kalian merasa masuk surga sementara belum datang kepada kalian seperti yang menimpa orang sebelum kalian. Mereka ditimpa dengan penderitaan, dengan kesulitan dan mereka digoncang oleh Allah dengan berbagai macam ujian. Sampai sang rasul dan orang beriman berkata, "Kapan datang pertolongan Allah?" Itu seakan-akan ada sedikit apa? putus asa kata Allah ala inasrallah mereka tidak tanya begitu kecuali ada sedikit apa putus kapan sih kapan pertolong kapan kapan nah sampai rasul ngomong umat orang beriman ini mungkin terjadi tapi cuma apa lintasan makanya kalau kita terkadang mengalami suatu musibah kita terhadap lintasan kayaknya surga tepis kita bilang Allah maha maha rahmat Allah maha baik jangan pernah seuzan kepada kepada Allah bahwasanya nya musibah bisa jadi berkepanjangan, tapi pasti ada solu solusinya cepat atau cepat atau lambat terus berdoa kepada Allah subhanahu wa taala. Jadi kalau putus asa hanya terbetik tidak melazimkan apa-apa maka ini masih dimaafkan. Ini berdasarkan tak sebagian tafsir dari sebagian ayat Allah Subhanahu wa taala ya. Dan manus kita terkadang lemah, ada masalah berat kayaknya sudah enggak mungkin lagi. Sudahah kita enggak masih mungkin berdoa terus masih mungkin bera terus karena kita enggak kita enggak bisa seperti Nabi Ibrahim yang senantiasa husnudzan sampai 80 tahun. Siapa yang kuat seperti Nabi Ibrahim puluhan tahun? Siapa yang kuat seperti Nabi Yakub puluhan tahun tetap aja husnudan ya. Terkadang muncul sedikit-sedikit tapi kita harus tepis. Nah, maka seorang ini penting dalam kehidupan kita. Karena terkadang kita diuji dan kita kemudian muncul seuzon kepada Allah subhanahu wa taala. Jangan pernah seuzon kepada Allah subhanahu wa taala. Terbukti banyak masalah kita hadapi ternyata ada solusinya. Ada meskipun bertahun-tahun berikutnya ada solusinya. Satu-satu ee tinggal kita kiaskan sebagaimana masalah-masalah yang aku hadapi semua ada solusinya. Yang ini pun ada cuma nanti ada waktunya. Allah tahu waktu yang tepat untuk kasih solusi. Tib. Ee kenapa? Sebab orang putus asa ini sudah jadi ini saya ingin sampaikan kalau putus asa hanya jika putus asa hanya lintasan maka segera ditepis segera di ditepis tayib. Apa sebab orang putus asa? Sebab ee tentu seperti kita sebutkan terlalu banyak maksiat. Terlalu banyak maksiat. Terlalu banyak maksiat sehingga susah sehingga susah untuk husnudan kepada Allah. Sehingga sulit husnudan berbaik sangka kepada Allah. Ini seperti dikatakan Ibnu Kim dalam Jabul Kahfi. Orang kalau bermaksiat hatinya ternoda dengan titik hitam, titik arti dia husnuzan susah karena dia tidak prosedural. Kalau dia prosedural dia bertakwa, dia salat malam, dia husnuzan gampang. Dia bilang ini insyaallah ini apapun yang terjadi itu yang terbaik. Ini salah satu ya. Kalau terkait dengan maksiat, saking maksiat terlalu banyak kayaknya dia ni enggak enggak mungkin saya diampuni. Setan datang, "Oh, terlalu banyak maksiatmu. Kau bertobat pun percua, maka dia putus asa dari ampunan Allah." Yang kedua misalnya terlalu banyak musibah menimpanya, maka dia bilang, "Masa apakah Allah sayang? Apakah Allah Apakah Allah arrahim maha penyayang? Dia ragu. Gimana Allah maha penyayang? Saya musibah sudah miskin, sakit, dicerai istri. Bukan saya menceraikan dia. Istri kabur, saya diceraikan istri. Anak-anak durhaka bertumpuk-tumpuk sehingga dia bilang apa? Saya Allah. Dia tidak tahu bahwasanya bisa jadi semakin banyak ujian menunjukkan Allah cinta kepada seorang seorang hamba. Paling banyak diuji Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau dirungkan, anak-anaknya mati, istrinya mati, dimusuhi sama kaumnya, dituduh macam-macam, diusir dari negerinya, dimusuhi satu Arab, Persia, Romawi, semua musuh India banyak sekali. Tapi ketika dia suuzon, banyak musibah menimpa, Allah tidak sayang sama saya. Dia putus asa. Kalau Allah sayang sama saya, harusnya saya tidak diginikan. Ini bahaya ini. Makanya ini namanya perlu ngaji agar kita ngaji tentang sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala. Kemudian misalnya tiga, dia tidak terima, tidak terima apa yang menimpa kaum muslimin. Seperti misalnya apa yang menimpa Palestina misalnya yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina. Palestina kata dia enggak logis gimana Allah Islam kenapa orang Islam sampai kayak gitu. Enggak enggak enggak ada pertolongan. sehingga dia putus asa. Allah enggak enggak enggak bisa seperti ini ya. Sehingga putus asa. Kalau dia baca Al-Qur'an dia tahu bagaimana ee ketika Yusuf meninggal dunia, Bani Israil disiksa oleh Firaun. Ada yang bilang 100 tahun, ada yang bilang 200 tahun, ada yang bilang sampai 400 tahun. Antara Yusuf dengan Musa 400 tahun, ada yang bilang 100 tahun. Selama itu mereka disiksa sampai datang siapa? mu dan taruhlah kemudian banyak yang meninggal. Meninggal itu bukan berarti kekalahan bisa itu mungkin Allah seperti Ashabul ukhdud. Ashabul ukhdud dibunuh atau tidak? Dibakar hidup-hidup. Tapi apakah itu kehinaan bagi mereka? Kata Allah, "Innalladzina amanu shihati lahum jannatun tajri min tahtihal anharikal faul kabir." Sesungguhnya orang beriman dan beriman dan beramal saleh yaitu mereka yang dibakar hidup-hidup bagi mereka surga yang berada di sungai-sungai. Dalzalikal fauzul kabir. Itulah kemenangan yang besar. Justru mereka setelah itu terhilang dari kesik penderitaan. Kemudian masuk alam barzakh. Dapat mukadimah dari kenikmatan surga. Makanya Haram bin Milhan ketika ditikam dari belakang dikhianati kemudian darah bercucuran. Dia mengatakan, "Fuzuabbil Ka'bah." Aku menang. Demi Allah Subhanahu wa taala aku telah berhasil. Karena dia tahu dia mati sya mati syahid. Tib mungkin orang meninggal memang beg takdirnya bahwasanya setelah dia meninggal kemudian dia pindah kepada kehidupan yang lebih bahagia. Jadi tidak mesti maksudnya ya tapi akan ada waktunya kaum muslimin menang. Makanya seandainya kaum muslimin menang terus tidak ada nilai ujian dalam kehidupan dunia ini. Rasulullah saja pernah mengalami kekalan. Kalau Rasulullah selalu menang terus semua orang masuk Islam. Iya enggak? Kalau semua orang muslim kaya semua masuk Islam enggak? Begitu pindah agama langsung kaya raya. Semua orang masuk Islam. Tapi nah hidup ini ujian. Nilai ujian harus ada. Terkadang kalah, terkadang menang, terkadang susah, terkadang ee mudah ringan. Sehingga nilai ujian tetap ini di antara maha kuasa Allah mengatur sedemikian rupa sehingga nilai ujian tetap ada dalam kehidupan dunia ini. Ketika ada orang melihat ini Islam kok begini begini sehingga dia putus asa, dia enggak ada Islam ke Tuhan enggak benar. Akhirnya dia putus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Berapa menit lagi azan? 2 menit saya khilaf. Maka ikhwan, ini semua mengharuskan kita untuk belajar banyak belajar tentang asmaul husna. Alasmaul alhusna nama-nama Allah. Alhamdulillah saya baru selesai edit 83 file tentang Asmaul Husna. Insyaallah lagi di ini insyaallah diterbitkan ya. Saya, saya rasa di antara ilmu yang paling cepat kita beriman kepada Allah adalah ilmu tentang Asmaul Husna. Kita menghayati, mendalami tentang nama-nama Allah, sifat-sifatnya, bagaimana penerapannya dalam kehidupan. Sehingga kita ketika menghadapi berbagai macam ujian, Allah kasih pertolongan. Karena kita berusaha mengenal Allah Subhanahu siapa yang berusaha mengenal Allah, Allah akan mengenalnya. Taarf ilallahi firakifka syiddah. Berusaha mengenal Allah ketika kau dalam kondisi lapang, Allah akan mengenalmu ketika dalam kondisi sulit. Kita Allah kenalkan, kita kenalkan, kita berusaha mengenal Allah. Di antaranya belajar dengan nama-nama Allah sifat-sifat, di antaranya kita ikut pengajian sehingga dalam kondisi-kondisi sulit Allah kasih pertolongan. Terutama iman kita ini. Iman kita ini. Betapa banyak orang goncang ketika dikasih ujian. Waminasi yaudullah ala harf fain asahu wau fitnatunq waji. Di antara manusia ada yang beribadah kepada Allah hanya di pinggiran. Ngaku-ngaku beriman tapi cuma di pinggiran. Ketika dikasih keimanan, itman dia aman. Kita beriman, bertakwa kepada Allah, tapi dikasih ujian terbalik berbalik dan enggak kuat imannya. Ternyata cuma di pinggiran ya kita gak pengin iman kita di pinggiran. Kita pengin iman kita di tengah dan umum untuk iman di tengah ini butuh belajar dan butuh latihan. Allah kasih ujian, kita lewati. Allah kasih ujian, kita lewati. Allah kasih sehingga kita tetap berada di tengah ee dan kita minta tasbit agar Allah mengkokkan iman kita. Demikian saja apa yang bisa saya sampaikan makanya belajar tib demikian saja. Wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.