Kind: captions Language: id Inalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu wa nastagfiruhu watubu ilaih wa naud nauzubillahi min syururi anfusina a'alina. May yahdihillahu fala mudhillalah wam yudlil fala hadiyaalah. Wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu la nabiya ba'dah. Ya ayyuhalladina amanqulahaqqati wun waum muslimun kitabullahir muhammadinallahu alaihi wasallamqalqu [Musik] sesungguhnya Allah subhanahu wa taala di antara bukti rububiyahnya ia adalah arrazzaq yaitu itu sang maha pemberi rezeki. Allah berkata, "Innallaha huar razzaqu dul quwatil matin." Dialah Allah sang maha pemberi rezeki zul quwah yang memiliki kekuatan. Para ulama mengatakan di sini Allah menggambungkan sifatnya maha pemberi rezeki dengan sifat kekuatannya. Kenapa Allah memiliki kekuatan dalam memberi rezeki? Di antara bukti kuatnya dalam beri rezeki, kita tahu bahwasanya makhluk yang ditanggung rezekinya oleh Allah mungkin triliunan dari kalangan manusia dengan jumlah yang begitu banyak dari hewan-hewan, hewan darat, hewan laut, maupun hewan yang di udara. Demikian juga jin yang jumlahnya begitu banyak ya semuanya ditanggung oleh Allah subhanahu wa taala. Tidak ada satu hewan melata pun kecuali Allah yang tanggung rezekinya. Allah tahu mustaqha. Ada yang mengatakan Allah mengetahui di mana sarangnya mustaha dan Allah tahu di mana dia mencari rezeki. Jadi Allah tahu dia berjalan kapan keluarnya dari sarangnya menuju tempat cari rezekinya. Allah sudah siapkan untuk dia. Sementara kita tahu hewan tidak memiliki kecerdasan seperti manusia. Kata Allah Subhanahu wa taala, minbatin lahmiliz Allahu yarzuquha waakum. Betapa banyak hewan melata tidak mampu mengatur rezekinya. Allahuha. Allah yang atur rezekinya. Waakum. Demikian juga kalian. Oleh karenanya Allah kuat karena terlalu banyak makhluk yang dijamin rezekinya oleh Allah subhanahu wa taala. Di antara kekuatan Allah dalam beri rezeki. Allah memberi rezeki kepada mereka duf'ah wahidah dalam satu waktu. Tidak bertahap. Seluruhnya diberi rezeki dalam satu waktu. Ini menunjukkan kekuatan Allah dalam memberi rezeki. Dan di antara kekuatan Allah dalam memberi rezeki, Allah memberi rezeki secara berkesinambungan tiada henti-hentinya. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Yadullahi aa. Sesungguhnya tangan Allah penuh dengan rezeki, penuh dengan aset kekayaan. Laid nafaqah. Apa yang Allah berikan kepada hamba-hambanya tidak mengurangi aset kekayaannya. Sahaulili nahar selalu dermawan siang dan malam. Coba kalian renungkan apa yang telah Allah keluarkan, Allah rezekikan buat makhluk-makhluknya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Sudah berapa juta tahun? Sudah berapa lama? Sungguhnya apa yang dia keluarkan sejak saat itu sampai sekarang tidak mengurangi kekayaannya sama sekali karena dia adalah maha kaya. Maasyiral muslimin. Allah maha kaya. Asetnya tidak terbatas. Kenapa? inuakun. Kalau Allah ingin suatu, Allah tinggal mengatakan jadi, maka jadilah. Maka aset tanpa batas. Apa yang Allah inginkan segera terjadi. Beda dengan manusia yang asetnya terbatas. Allah berfirman, "Yaum, wahai hamba-hambaku, kalau kalian berkumpul seluruhnya dari awal sampai akhir, jin dan manusia berkumpul di suatu dataran, kemudian kalian seluruhnya memohon kepadaku, lalu aku kabulkan seluruh permohonan kalian, maka tidak mengurangi kayaanku sedikit pun." tidak mengurangi kain Allah Subhanahu wa taala karena dia asetnya tidak terbatas. Lantas kenapa Allah menyempitkan rezeki sebagian orang dan melapangkan rezeki sebagian orang? Tentu ada hikmahnya. Kata Allah Subhanahu wa taala, seandainya Allah betangkan rezeki kepada seluruh hamb maka mereka akan labag, akan semena-mena, akan melampaui batas, akan sombong, akan angkuh. Walaki yunazilu biqarim yasya. Tapi Allah turunkan kepada mereka masing-masing sesuai dengan kadar yang Allah kehendaki. Innahu biibadihi khabirun bashir. Allah maha tahu, maha ngerti secara detail tentang hamba-hambanya. Demikian manusia kalau diberi kekayaan, sering angkuh, sering sombong, melampaui batas. Kalla innal insana argna. Ketahuilah manusia itu akan melampaui batas berbuat zalim. Arusta tatkala dia merasa dia sudah kaya. Karenanya Allah tidak memberikan semua harta kepada manusia karena bisa jadi mereka menjadi angkuk dan sombong. Demikian juga di antara hikmah Allah menjadikan rezeki bertingkat-tingkat agar rotasi kehidupan bisa berjalan, ekosistem bisa berjalan ada yang ada yang miskin sehingga bisa terjadi rotasi kehidupan. Kata Allah subhanahu wa taala, maatumun nahnuun. Kata Allah, "Apakah mereka yang mau bagi-bagi rahmat kami, bagi-bagi rezeki kami, kamilah yang mengatur rezeki kehidupan mereka di antara mereka dalam kehidupan dunia. Kami jadikan sebagian lebih kaya daripada yang lainnya." nya buat apa? Agar sebagian bisa menggunakan sebagian yang lain. Ini di antara kesempurnaan takdir Allah Subhanahu wa taala. Allah menjadikan ekosistem dunia bisa berjalan. Maka manusia tidak semuanya kaya. Kalau semuanya kaya, tidak ada yang diperintah. Kalau semuanya miskin, lantas siapa yang memerintahkan? Maka Allah jadikan ada yang ada yang miskin dan masing-masing dengan tugasnya dan ujiannya masing-masing. Oleh karena jika seorang diberi rezeki oleh Allah Subhanahu wa taala setelah dia berusaha yakinlah bahwasanya itu yang terbaik baginya dia jika dia mensyukuri rezeki tersebut. astagfirullah wakumliahtagfiruhu innahuurahim. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqih wainanih. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu lisya wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh da ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Maasyiral muslimin. Sesungguhnya rezeki tidak seperti yang disangka oleh sebagian orang hanya berupa materi. Rezeki adalah semua yang bermanfaat bagi manusia. Oleh karenanya para ulama membagi rezeki menjadi dua. Rezeki materi dan rezeki non materi. Rezeki materi jelas tempat tinggal, kendaraan, harta, emas, dan yang lainnya ya. Rezeki non materi banyak tidak kalah penting. Kesehatan, kenyamanan, keamanan, ketentraman, memiliki kehidupan rumah tangga, keimanan, apalagi rezeki terkait dengan agama, keyakinan, ketenang, ketenangan hati. Ketika seorang hanya memandang rezeki dari sisi materi, terkadang dia tidak bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala. Tahukah kita bahwasanya di sana ada orang kaya yang memiliki rezeki materi banyak tapi tidak tapi rezeki non materinya kurang. Bahkan di antara mereka ada yang tidak tenang. Di antara mereka ada yang bunuh diri. Di antara mereka ada yang tersiksa dengan hartanya. Kata Allah Subhanahu wa taala fala tujib amwaluhum w auladuhum innamaidullahum bihayat dunya. Janganlah kau takjub dengan harta mereka dan anak-anak mereka. Sesungguhnya Allah ingin menyiksa mereka dengan harta mereka tersebut. Adakah orang tersiksa dengan hartanya? Ada. Dia sibuk cari harta setengah mati. Dia takut hartanya berkurang. Dia takut ada saingan bisnisnya. Dia takut dikejar-kejar orang sehingga dia harus keluar bawa bodyguard. Dan selalu hidupnya seperti itu. Sebagian orang diberi jabatan yang tinggi. Ada seorang pejawab telah berkata kepada saya, "Banyak orang jam .00 malam sudah tidur. Adapun saya terkadang jam .00 malam baru mulai rapat. Ada rezeki materi diberikan, tapi belum tentu dia mendapatkan rezeki non materi. Maka seorang jika memandang rezeki dari dua sisi, dia banyak-banyak bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala. Ada orang memiliki tempat tidur yang mewah namun dia susah tidur. Sementara si fulan mungkin rezekinya biasa-biasa saja. Dia mudah sekali tidur meletakkan kepalanya langsung mudah tertidur dengan pulas. Demikian juga perlu kita perhatikan. Ternyata rezeki yang ada di dunia cuma sedikit. Tidak ada nilainya dibandingkan dengan rezeki yang Allah siapkan di alam barzakh. Terlebih lagi rezeki yang Allah siapkan di akhirat kelak. Maka jangan terpedaya. Sibuk mencari rezeki yang sedikit ini sehingga lalai dengan jatah rezeki di alam barzakh terlebih lagi di akhirat kelak. Kata Allah subhanahu wa taala tentang para syuhada. W tahsabannadina qutilu fiilillahi amwataal ahyaunbihimzaquun. Janganlah engkau menyangka bahwasanya orang-orang yang meninggal di medan pertempuran yang syahid adalah mayat-mayat. Justru mereka sedang hidup yaitu di alam barzakh. Di sisi Allah yurzaquun. Mereka dapat rezeki. Ternyata di alam sana ada rezeki yang lebih hebat daripada rezeki dunia. Rezeki di alam barzakh. Terlebih lagi rezeki di akhirat. Allah berfirman, "Rqu minha minar rizq minqi mutasyabiha." Ketika penghuni surga diberi rezeki berupa buah-buah di surga, mereka mengatakan, "Sungguh ini pernah diberikan rezeki kepada kami dunia." Di sini Allah sebutkan dua rezeki. Rezeki di surga. Dan ketika mereka memakan buah-buahan di surga, kata mereka ini seperti yang pernah direzekikan kepada kita di dunia itu warnanya sama tapi hakikat rasanya ber berbeda. Allah menamakan di surga dengan rezeki sebagaimana Allah namakan di dunia dengan apa? rezeki. Ketika Nabi disuruh oleh Allah untuk menasihati istri-istrinya agar tidak mencari dunia, kata Allah Subhanahu wa taala, "Ya ayyuhanjika inun." Wahai istri-istriku, kalau kalian, wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, "Wahai istri-istriku, jika kalian ingin kehidupan dunia dan perhiasannya, maka kemarilah aku akan kasih. Tapi aku akan menceraikan kalian dengan cara yang baik, yaitu para para istri Nabi kalau tidak zuhud tidak pantas menjadi istri-istri Nabi. Kata Nabi, "Silakan saya kasih harta tapi setelah itu kita cerai. Akallahak." Kalau kalian ingin mencari akhirat, Allah dan akhirat, maka Allah akan siapkan ganjaran yang besar. Setelah itu Allah berfirman, "Ya nisa nabi mayqnut minkunna lillahi waasulhial shihah ntiha ajraha marratain waadna laha rizq karima." Wahai istri-istri nabi, siapa di antara kalian yang taat beribadah dan beramal saleh karena Allah dan rasul-Nya, maka kami akan berikan dia ganjaran dua kali lipat. Waadna laha rizq karima. Dan kami akan siapkan rezeki yang mulia di surga kelak yang tidak ada bandingannya dengan rezeki dunia. Kata Allah Subhanahu wa taala kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, tamudan mazwajum dunya linaftinahum warbika waqo. Wahai Muhammad, janganlah kau panjangkan pandanganmu kepada sekelompok orang yang kami berikan rezeki kepada mereka. harta dunia zahratal hayati dunia hanya kesenangan dunia yang akan cepat sirna kemudian kata Allah warizqubika khairu wa abq dan rezeki dari rabmu maksudnya di akhirat kelak lebih baik dan lebih kekal maka wahai kaum muslimin yang mungkin rezekinya disempitkan oleh Allah ketika di dunia bersabarlah sungguhnya rezeki dunia tidak ada apa-apanya rezeki di akhirat jauh lebih baik seorang berusaha mencari rezeki dunia tapi kalau Allah kasih dia sesuai dengan yang dia dapatkan ketelu yang terbaik baginya. Allah siapkan rezeki yang jauh lebih baik di akhirat kelak. Maka jangan seorang semangat mencari rezeki di dunia dengan segala cara. Akhirnya dia tidak dapat jatah rezeki di alam barzakh yang hidupnya bakalan lama di sana. Kemudian dia ternyata tidak dapat rezeki di akhirat kelak. Waliyadzubillah. Oleh karenanya ketika mencari rezeki carilah dengan cara yang halal. Rezeki dunia sudah ditetapkan ditempuh dengan halal atau dengan cara haram. Sama saja hasilnya tidak berubah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam inus. Sesungguhnya Jibril menyampaikan wahyu kepadaku bahwasanya tidak satu jiwa pun yang meninggal sampai dia sempurnakan rezekinya sesuai dengan jatahnya. Faajmilu fab. Kalau begitu carilah rezeki dengan cara yang baik. Faajmilu. Ada dua tafsir. Ada yang mengatakan faajmilu, yaitu cari cara dengan cara yang baik. Ada yang mengatakan faajmilu, yaitu jangan terlalu ngoyo. Harus ada waktu beribadah. Jangan kau cari rezeki sehingga kau lupa sang P maha pemberi rezeki. Jangan kau cari rezeki di dunia sehingga kau gadaikan atau kau tumbalkan di atas rezekimu di akhirat. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Khuzu mahalla wada mah harum." Ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram. Karena kau berusaha semaksimal pun kau tempuh cara haram, tetap saja jatahmu sama saja untuk rezeki di dunia. Semoga Allah Subhanahu wa taala memberikan kepada rezeki kepada kita rezeki dunia dan rezeki di surga kelak. Amin ya rabbal alamin. Inallah malaikatahu yusuna alan nabi.