Kind: captions Language: id Jazakumullah khairan. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrul lahu ala taufqih wainanih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu lani wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul dail ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Ibu-ibu yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang eh husnudan billah, berprasangka baik kepada Allah. Bab yang ke-34 dari kitab Islahul Qulub, Hadis Islah Qulub karya Syekh Abdur Razzaq hafidahullahu taala. Dan ini berdasarkan hadis yang sangat agung. Ada beberapa riwayat saya gabungkan. Yaakulullah. Allah berfirman, yaitu hadis qudsi, yaitu kata Allah subhanahu wa taala, "Ana inda donni abdi bi." Aku sesuai persangkaan hambaku. Sesuai perskaan hambaku. Hambaku kepadaku. Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala, eh falyadunna bima sya'a falyadunna biasaa. [Tepuk tangan] Silakan hambaku berprasangka kepadaku yang dia suka. Hambaku berprasangka kepadaku dengan yang dia suka. Inna khairan falahu. Inonna bihairan falahu. Inonna syaron falahu. Inonna biharir falahu. Wain donna syarron falahu. Kalau dia berprasangka baik kepadaku maka bagi dia kebaikan. Kalau dia prasangka baik kepadaku, maka baginya kebaikan. Dan sebaliknya, jika berprasangka buruk baginya keburukan. Hadis ini hadis yang agung yang menjelaskan tentang indahnya berprasangka. Oleh karenanya prasangka baik adalah ibadah yang sangat agung. Ya, ada perkataan indah dari Ibnu Mas'ud radhiallahu taala anhu. Saya bacakan kata Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu, walladzi la ilaha giriruhu tidak. Dan demiat yang tidak ada sembahan selainnya abdun mminun minus billahi taala. tidaklah seorang mukmin, seorang hamba yang beriman diberikan anugerah yang lebih baik daripada berbaik sangka kepada Allah subhanahu wa taala. Kemudian beliau berkata lagi, walladzi la ilaha ghairuhu la yuhsinu abdun billahi donna illa aahullahu azza waallaahu. Demi zat yang tidak ada berhak disembah kecuali Allah. Tidaklah seorang hamba berbaik sangka kepada Allah kecuali Allah akan memberikan persangkaannya. Dalika bianal khair fi yadihi. Karena segala kebaikan di tangan Allah. Rawahu Ibnu Abid dunya. Riwayat Ibnu Abid dunya. Ini dalil bahwasanya Ibnu Masud memandang bahwasanya anugerah terbaik seorang hamba jika dia bisa berbaik sangka kepada Allah. Namun ini adalah amalan hati ya. Berbaik sangka kepada Allah. Kepada Allah ini ibadah yang ibadah yang agung. amalan hati yang sangat agung. Sebaliknya, berburuk sangka adalah amalan hati yang buruk kepada Allah. Karena Allah seharusnya tidak diburuk sangkai. Seharusnya Allah yang maha baik, yang maha rahmat. Harusnya kita berbaik sangka. Ya, ibarat kita kenal seorang ee misalnya kawan kita deh baik dia, dia baik, suka traktir, murah senyum ya ya kita pasti berbaik sangka sama dia ini. Padahal hanya seorang manusia yang penuh dengan kekurangan. Bagaimana dengan Allah yang memiliki sifat-sifat yang luar biasa? yang maha penyayang, yang maha pengampun, yang maha rahmat ya yang maha baik, albar rahim ya yang maha dermawan, ya yang maha pemaaf, yang maha mengurus ya tentunya seharusnya kita berbaik sangka kepada Allah maka tidak pantas seorang untuk berburuk sangka kepada Allah subhanahu wa taala. Namun kenyataannya terkadang seorang sulit untuk berbaik sangka. Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan dalam kitabnya Aljawabul Kahfi, di antara sebab seorang sulit berbaik sangka kepada Allah adalah jika dia sering melakukan kemaksiatan, hatinya dipenuhi dengan noda-noda hitam sehingga dia sulit untuk berbaik sangka kepada Allah Subhanahu wa taala yang ada berburuk sangka. Dan ini sangat berbahaya ketika dia akan meninggal dunia. Betapa banyak orang dalam kondisi-kondisi genting yang seharusnya dia berbaik sangka, dia malah tidak bisa berbaik sangka. Dia terdominasi oleh hatinya yang kotor sehingga dia berburuk sangka di saat-saat yang genting. Padahal di saat-saat genting itulah justru ee Allah menyuruh kita atau Nabi menyuruh kita untuk berbaik sangka kepada Allah Subhanahu wa taala. Tib. ee kita akan sebutkan bagaimana buruk sangka Allah cela dalam Al-Qur'an ya. ee buruk sangka tercela ya sangka tercela dalam Al-Qur'an [Musik] ee merupakan sifat ya merupakan sifat orang-orang munafik dan orang kafir ya merupakan sikap orang-orang munafik [Musik] ya. Di antaranya kita lihat misalnya ee Allah subhanahu wa taala sebutkan ya dalam Al-Qur'an ya surah al-Fath ayat 6 ya Quran surah al-Fath ayat 6 Allah subhanahu wa taala berfirman, wuibal wadibal munafi Dan Allah akan mengazab dan supaya Allah mengazab orang-orang munafik dan orang-orang munafik para lelaki dan munafik wanita wal musyrikin wal musyrikat kaum lelaki musyrik dan kaum wanita musyrikah. Billahi yang mereka berprasangka kepada Allah ya dengan persangkaan yang buruk kata Allah alaihim dairatus mereka akan mendapatkan giliran yang burukballahu alaihim Allah memurkai merekaahum dan Allah laknat mereka waahum jahanam dan Allah siapkan neraka jahanam wasat masiro dan tempat neraka adalah tempat kembali mereka yang sangat buruk di sini Allah sebutkan Ya Allah laknat mereka. Kenapa bersangka buruk? Kemudian Allah murka kepada mereka. Kemudian Allah siapkan neraka bagi mereka. Ini contoh dalam Al-Qur'an Allah sebutkan persangkaan buruk. Di antaranya lagi ya ee contoh Allah sebutkan dalam ayat yang lain dalam surah al-fusilat musyrikin ya musyrikin yang menyangka Allah tidak Allah tidak tahu sebagian perbuatan mereka perbuatan mereka. Ini salah satu ee mereka Allah sebutkan dalam Quran surah Fussilat ayat 2324 saya bacakan ya. Kata Allah subhanahu wa taala, donukumantumbikumakumasbahtum minal khirin. Ya wuntum tastatiruna yashada alaikum samukum waukum w julukum wakinum wakinantum anallaha la yamu mimma tamalun. Kata Allah, "Akan tapi kalian menyangka ya ayat sebelumnya ayat 22 ya. Akan tetapi kalian menyangka bahwasanya Allah mengetahui Allah laamu mimalun. Menurut kalian kalian menyangka ada sebagian atau banyak perbuatan kalian yang Allah tidak tahu. Lihat. Jadi mereka berprasangka buruk. Mereka menyangka ada sebagian perbuatan yang Allah luput. Allah tidak tahu. Persangkaan ini apa akibatnya? Walikumukumantumikum. Ternyata persangkaan ini terhadap Rabb kalian ardakum menjadikan kalian binasa. minalirin. Jadilah kalian termasuk orang-orang yang merugi. Kalau mereka bersabar maka neraka tetap tempat mereka. Kalau mereka mencari alasan maka alasan mereka tidak diterima. Lihat. Jadi mereka berprasangka ada sebagian perbuatan yang Allah luput tidak tahu dari apa yang mereka lakukan. Demikian juga Allah sebutkan tentang persangkaan Arab Badui ya. Persangkaan buruk Arab Badui terhadap Nabi. Nabi dan para sahabat. Ya, sama dalam surah al-Fath Allah ee menyebutkan dalam surat al-Fath ayat ee ayat 12 ya. Quran surah al-Fath. Ini kita sebutkan contoh-contoh persangkaan yang buruk. Ketika orang-orang Arab Badwi tidak mau diajak untuk berperang, maka mereka mengutarakan alasan. Alasan mereka sibuk dengan keluarga, sibuk dengan harta. Tapi Allah bongkar isi hati mereka. Kata Allah, ahli abadanum. Akan tetapi kalian berprasangka bahwasanya rasul dan kaum mukminin tidak akan kembali lagi. Kalau sudah pergi tidak akan balik lagi. Artinya akan mati dikalahkan oleh orang Quraisy. Dan persangkaan tersebut dihiasi oleh setan dalam hati kalian dan kalian telah berprasangka dengan prasangka buruk. Wauntum kaum burura. Dan kalian adalah kaum yang binasa. Kalian adalah kaum yang rusak. Di sini mereka berpasangka buruk. Mereka menyangka Tuhan Allah Subhanahu wa taala tidak akan menyelamatkan Rasulullah manusia yang paling dia cintai. Rasulullah dibiarkan akan berperang kemudian mati dalam peperangan tersebut. Mereka berprasangka demikian. Maka Allah sebutkan itu adalah prasangka prasangka buruk. Yeah. [Musik] Demikian juga Allah sebutkan tentang orang munafik yang keempat ya kita tambah lagi tentang persangan-persangkaan yang buruk dalam Al-Qur'an surah Al Imran ya perskaan munafikin yang Allah sebutkan dalam Quran surah Al Imran ayat 154. empat saya bacakan ee yaakuluna lau kaana lana minal amri syaiun ma qutilnaha huna ya kata Allah subhanahu wa taalaatun qod ahamathum anfusum yadununa billahi giriral haqqial jahiliyah dan segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri dan mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah. Allah sebut dengan donul donal jahiliyah yaitu mereka berprasangka buruk. Ya, seakan-akan Allah tidak bisa mengatur kondisi. Ya, mereka mengatakan seandainya kami bisa ikut campur tentu kami tidak akan kalah di sini. Ya, jadi mereka berprasangka buruk bahwasanya Allah tidak bisa mengatur urusan bahwasanya gagal adalah karena ee tidak benar. Seandainya kami ikut campur tentu tidak akan gagal. Ini berprasangka buruk kepada Allah Subhanahu wa taala. Ini contoh-contoh prasangka ya yang disebut dalam Al-Qur'anul Karim tentunya ee mungkin masih ada dalil yang lain tapi ini sekedar yang kita sampaikan pada kesempatan kali ini. Semua inilah bentuk tercela ya. Mungkin satu lagi saya tambahkan ee dalam surah Sad ya. Ini saya tambahkan satu lagi terakhir nomor lima. persangkaan Allah tidak akan ee tidak akan membangkitkan tidak akan membangkitkan manusia. Ini Quran surah Sad ayat 27. Surah 38 ayat 27 saya bacakan. Wqnama walinahumaina [Musik] kafaru fawailina kafaru minar. Ya, tidaklah kami menciptakan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya sia-sia. Itu hanya persangkaan orang-orang kafir dan celaka orang-orang kafir terkena api neraka. Mereka menyangka ini Allah ciptakan hanya main-main, tidak ada tujuan. Ya. Ya. Padahal Allah ada tujuan. Allah menciptakan ini semua. Apa yang di antara keduanya adalah untuk menguji manusia dan untuk membangkitkan mereka dan untuk minta pertanggungjawaban mereka. Apahasibuttum annama khalaqakum ab? Apakah kalian menyangka bahwasanya kami mencipta kalian hanya main-main? Tidak ada pertanggungjawaban? Ada. Siapa yang menyangka bahwasanya Allah biarkan kejadian alam semesta manusia saling ada yang menzalimi, ada yang dizalimi. Ada yang membunuh, ada yang dibunuh. Ada yang mencuri, ada yang dicuri. Dibiarkan begitu saja mati kemudian selesai. Tidak ada hari pertanggungjawaban, tidak dibangkitkan. Itu adalah persangkaan yang buruk kepada Allah. Ibarat kita kalau ada direktur kemudian punya anak buah, anak buahnya ngawur, menzalimi yang lain, dia dibiarin aja dia. Berarti dia direktur yang tidak becus. Nah, Allah pencipta alam semesta ini. Gak mungkin Allah membiarkan semuanya terjadi tanpa ada pertanggungjawaban. Ya, oleh karenanya ee ini salah satu bentuk prasangka buruk berprasangka bahwasanya tidak ada hari pertanggungjawaban ya. Dan prasangka buruk banyak ya. Seperti mungkin saya katakan juga prasangka buruk ya kita tambahkan lagi mungkin yang keenam menyangka Allah tidak memperhatikan, tidak tidak mendengar permintaan sehingga perlu perantara Ini subhanallah ya. Ini salah satu prasangka buruk yang saya pernah ditanya oleh orang awam, "Ustaz, katanya kalau kita berdoa sama Allah langsung Allah tidak kenal kita." Ya, ibarat kalau kita mau ngobrol bicara langsung sama raja, raja tidak kenal kita. Harus lewat perantara. Subhanallah. Suuzon kepada Allah. Ya. Padahal Allah mengatakan, "Waidza saalaka ibadi fainni qoribun ujibu daan." Jika hamba-hambaku bertanya kepada engkau wahai Muhammad tentang aku, aku ini ya ujibu dakwat, aku mengabulkan doa orang yang memohon ya kepadaku. Ya, jadi Allah maha mendengar doa setiap hamba. Maka bagaimana kemudian dia suuzon bahwasanya Allah tidak kenal kita, Allah tidak dengar kita, Allah tidak tahu kita harus lewat perantara. Begitu sulitkah untuk ber memohon kepada Allah yang Maha Baik? Harus lewat perantara? Timbul pertanyaan lagi, emang perantara ini kenal kita juga? Pertanyaan berikutnya, emang kalau kita lihat perantara kemudian kita minta kepada sang perantara langsung kita dikenal sama sang perantara. Betapa banyak orang minta perantara Abdul Qadir Jailani. Memang kita dikenal sama Abdul Qadir Jailani. Butuh lagi perantara berikutnya sebelum Abdul Qadir Jailani. Begitu tuh silsilah. Jadi suuzun kepada Allah. Padahal jangankan manusia daun yang gugur saja Allah tahu. W wkutu warqatin illa yamuha. Tidak ada daun yang jatuh kecuali Allah tahu tentang ilmunya. Bagaimana dengan dengan kita? Ini prasangka-prasangka buruk yang ini merupakan sifat-sifat orang munafik. Sifat Arab Badui yang imannya kurang, sifat orang musyrikin, sifat orang kafir, sifat orang-orang yang berprasangka buruk kepada Allah subhanahu wa taala. Nah, kita dianjurkan untuk berprasangka baik kepada Allah. Kapan kita ditekankan untuk berprasangka baik kepada Allah? Berikut ee kondisi-kondisi yang kita ditekankan berprasangka baik. selalu hendaknya maksudnya secara umum ini kondisi khususnya saya katakan secara umum [Musik] kita berusaha selalu berprasangka baik tapi ada kondisi-kondisi khusus tapi ada kondisi-kondisi khusus yang ditekankan kan khusus yang ditekankan ya. Ini yang kita bahas. Apa saja kondisi-kondisi tersebut? Yang pertama [Musik] ee yang pertama adalah ketika berdoa. Ketika berdoa ya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Uduha wa antum muqinuna bil ijabah." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Berdoalah kepada Allah dengan yakin kalian akan dikabulkan." Akan dikabulkan. Ini pengaruh. Allah akan kabulkan. Akan pengaruh bahwasanya doa kita dikabulkan. Kita berdoa kepada Allah dengan menangis. Allah maha sayang. Allah mendengar permohonan hamba-Nya. Kita bangun malam cari muka sama Allah. Kita menangis, kita memuji Allah. ya terisak-isak kita susnutan Allah akan kabulkan dan Nabi yang suruh ketika berdoa. Makanya ee di antara perkataan Umar bin Khattab radhiallahu anhu ya dia berkata, "Inni la ahmilu hammal ijabah wakinni walakin ahmilu hammadua faid ulhimtud dua fainal ijabata maahu kata dia, aku tidak ya pusing untuk memikirkan tentang pengkabulan doaku. Tapi yang aku pikirkan adalah kapan aku berdoa? Kapan aku bisa berdoa? Karena jika aku diilhamkan oleh Allah untuk berdoa, waid ulhimtudua fainnal ijabata maahu, maka pasti dikabulkan. Ya, jadi tinggal tunggu berdoa. Jadi kapan kita berdoa segera ilham untuk berdoa, kita segera berdoa karena akan dikabulkan. Ini sangat penting. Husnudan ketika berdoa. Ya Allah, apa susahnya bagi Allah untuk kabulkan doa kita? Apa Allah kun fayakun? Memang kalau kabulkan doa kita kalau itu baik bagi kita apa susahnya? Bagi Allah tidak mengurangi hasat Allah sama sekali. Husnudzan minta yang terbaik dari Allah. Ketika berdoa kepada Allah maka husnuzan kepada Allah. Di antaranya kata para ulama ketika bertobat. ketika bertobat. Nah, maka jangan suan. Jangan suuzan bahwasanya Allah menolak tobat. Jangan suuzan. Dalam riwayat jaal Fudhail ila Sufyan atauri. Suf Fudhail bin Iyad datang kepada Sufyanuri ketika hari Arafah. Kita tahu hari Arafah hari pengampunan. Allah turun ke langit dunia dan mengampuni hamba-hambanya. Allah membanggakan para jemaahnya di hadapan para malaikatnya. Maka di hari Arafah ketika mereka sedang berhaji, Fudhail datang kepada Sufyan Asauri sama-sama orang alim. Kemudian Fudhail berkata, "Man asunasi yaum?" Siapakah orang yang paling buruk kondisinya di hari ini? Wahai Sufyan? Qala. Apa kata Sufyan? Manna anallaha la yagfir lahum. Anallaha la yagfir lahum. Siapa yang menyangka berprasangka buruk bahwasanya Allah tidak akan mengampuni para jemaah haji? Ya, ini berarti berprasangka buruk kepada Allah. Ini orang paling buruk kata kata Sufyan Asauri, orang yang berprasangka Allah tidak mengampuni jemah haji ini orang yang paling buruk. Kenapa? Karena Allah lagi baik-baiknya lagi turun ke langit dunia, lagi membanggakan jemaah haji dan jemaah haji tersebut terlalu banyak perjuangan sampai ke tanah Arafah. Kemudian dia masih berprasangka Allah tidak ampuni dia. Maka ini orang yang paling buruk menurut Sufyan atauri tayb. Di antara kondisi kita berprasangka baik yaitu ketika dalam kondisi sulit, dalam kondisi genting. Ini sangat penting. Contohnya seperti kisah Nabi Musa. Kisah Nabi Musa dalam surat Asyuara. Saya carikan ayatnya. Surat Asyuara ayat 6162. Ayat 61 sampai 62. Saya bacakan. Falamma tar jamani qala ashabu Musa inna lamudrakun. Ketika dua pasukan sudah saling melihat. Itu kisah ketika Nabi Musa keluar di malam hari, keluar dari kota Mesir. Kemudian di pagi hari, Firaun dan belantaranya sadar bahwasanya Bani Israel sudah kosong dari Mesir. Maka mereka pun kejar. Mereka kejar. Akhirnya Nabi Musa terjebak di laut. Ada yang mengatakan laut merah sehingga dia tidak bisa kabur bersama dengan pengikutnya. Mau ke depan laut, mau ke belakang pasukan Firaun dan sudah saling melihat. Di saat itu maka pengikut Nabi Musa ada yang suudon. Kata Allah, "Qala ashabu Musa inudraun." Berkatalah para pengikut Musa, "Kita bakalan ketangkap. Kita bakalan ketangkap." Di situlah Nabi Musa husnudan dalam kondisi genting. Kata kata kata Nabi Musa, "Qala kalla inna maaybi sayahin." Sekali-sekali tidak. Kita enggak bakalan ketangkap. Sesungguhnya Allah bersamaku dan dia akan beri petunjuk kepadaku. Subhanallah. dalam kondisi genting. Ini contoh pertama ya. Padahal semua jalan sudah tertutup depan laut, di belakang ada pasukan Firaun. Mau ke mana lagi? Tapi dengan begitu yakin ee maka Nabi Musa berkata, "Sekali-sekali tidak kita tidak bakalan ketangkap. Innama rabbi sayidin." Ada Allah bersamaku dan dia akan beri petunjuk kepadaku. Contoh lagi kisah Nabi sallallahu alaihi wasallam. dan Abu Bakar di Goa di Goa Tsur yang Allah abadikan dalam Al-Qur'an. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Taniini idhuma fil gar surat at-Taubah 9 ayat. Eh 40 illa tansuruhu kata Allah faqarahullah kalau kalian tidak menolong Muhammad faqarah Allah akan tolong dia akahina kafaru ketika dia diusir oleh orang-orang kafir dia harus berhijrah maka dia pun bersembunyi di goa Tsur bersama Abu Bakar kata Allahnaini dia adalah dua dari dua orang kedua dari dua oranguma fil gar ketika mereka berdua sedang dalam goa thur yaitu Abu Bakar dan Nabi sallallahu alaihi wasam [Musik] Tatkala Muhammad berkata kepada sahabatnya itu Abu Bakar, tahzan inallaha maana. Jangan kau sedih sungguhnya Allah bersama kita. Kapan Nabi mengatakan demikian? Ketika ternyata musuh sudah sampai di mulut goa dan sementara mulut goa terbuka sampai Abu Bakar ketakutan. Abu Bakar mengatakan, "Lau anna ahadahum tahtiqamai absinya mereka di mulut gua sempat lihat ke bawah karena mulut gua itu ke bawah. Kalau mereka nengok ke bawah sudah kita ketahuan sementara mereka ingin bunuh kita. Situlah Rasulullah berkata, "La tahzan innallah maana." Jangan kau sedih. Allah bersama kita. Kalau bersama kita, Allah akan tolong kita. Enggak usah khawatir. Dalam hadis Rasulullah berkata kepada Abu Bakar, "Ya Aba Bakrin mauka bitnaini Allahuuma." Wahai Abu Bakar, bagaimana menurutmu tentang dua orang yang Allah ketiganya, yaitu Allah pasti menolong. Allah pasti menolong. Ya, innallahabirin. Sesungguhnya Allah bersabar. Lihatlah kondisi-kondisi genting yang dilewati oleh Nabi Musa oleh oleh Nabi oleh Nabi Yusuf. Oleh Nabi Yusuf. Nabi Yusuf diuji dengan berbagai macam ujian. Kita tahu ee dia diuji dari dia dimusuhi oleh kakak-kakaknya kemudian dipisahkan dari kedua orang tuanya. Ujian kedua yang paling dia cintai. Dimasukkan dalam sumur tidak pakai baju. Dijual jadi budak ya kemudian ee dituduk dikerja sebagai budak tanpa gaji setelah dijual jadi kerja. Kemudian di tuduh berzina, kemudian dimasukkan dalam penjara. Subhanallah. Ini kondisi-kondisi genting. Tapi apa kata Nabi Yusuf? Innahu yattaqi waasbir fainnallaha la yudiu ajral muhsinin. Surat Yusuf ayat 90. Kata Nabi Yusuf, "Sungguhnya siapa yang mayattaqi waasbir, siapa yang bertakwa dan bersabar, sungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan ganjaran orang yang berbuat baik." Selama itu diuji Nabi Yusuf selalu baik dan dia yakin kalau dia bersabar pasti ada happy ending. Allah tidak akan menyia-nyiakan kebaikannya. Gak mungkin. Dan ini husnuzan kepada Allah dalam kondisi-kondisi genting, dalam kondisi-kondisi genting. Ya, subhanallah. Jadi di antara kondisi yang ee perlu kita semakin husnudan adalah ketika dalam kondisi genting. Lihat lagi contoh lagi. Misalnya Nabi Yaakub, Nabi Yakub alaihi salam ketika Yusuf hilang, Benyamin tertahan, dia bukannya berburuk sangka, dia malah semakin husnudan. dia malah ee semakin husnudan dalam surat Yusuf ya. ketika semakin parah. Jadi Yusuf hilang, Benyamin juga hilang dan dia diejek oleh anak-anaknya. Dia mengatakan ya tallahi mereka berkata kepada ayah mereka, tallahi taftauru yusufta minalikin. Wahai ayahanda, kau ni ngingat-ingat Yusuf terus sampai mau mati, sampai sakit parah, sampai buta. Apa kata Nabi Yaakub Alaih Salam? Inama aku hanya mengadukan kesidianku hanya kepada Allah. Aku tahu tentang Allah yang kalian tidak tahu yaitu aku husn. Maka dia berkata setelah itu wahai anak-anakku carilah eh Yusuf dan Benyamin. Jangan-jangan kalian putus as rahmat Allah. Innahuasillahul kafirun. Tidak ada yang putus asa rahmat Allah kecuali orang kafir. Di saat genting tersebut, Nabi Yusuf malah Nabi Yakub malah husnudzan kepada Allah. 12 surat Yusuf ee mulai ayat 85 sampai 87. Ya, maksud saya banyak contoh-contoh bahwasanya mereka dalam kondisi genting justru ingat kepada Allah. Lihat juga misalnya misalnya siapa? Misalnya Nabi Ayub kata Allah, "Wa ayyuba idada rabbahu anniin anta arhamur rahimin." Surah al-Anbiya ayat 83. Allah berfirman, "Dan Ayub ketika dia terkena penyakit kemudian dia berdoa dengan husnudan luar biasa." Kata dia, "Ya Rabb anani, aku ditimpa dengan kemudaratan. Wa anta arhamur rahimin." Dan engkau adalah zat yang paling penyayang di antara yang menyayangi. Saya sering sampaikan ayat ini. Ibaratnya yang menyayangi kita banyak. Ayah kita sayang kita, ibu kita sayang kita, istri kita sayang sama kita, anak kita sayang sama kita, kakak kita sayang, adik kita sayang sama kita, kawan kita. Tapi tidak ada yang mengalahkan kasih sayang Allah itu dia minta, "Ya Allah, Engkau maha kasih sayang sembuhkanlah aku." Maka Allah sembuhkan. Kata Allah, "Fastajabanalah." Maka kami pun sembuhkan dia. Kami kabulkan permohonannya. Fakasyafna ma bihi minr. Kami hilangkan penderitaannya. Ini contoh-contoh dalam Al-Qur'an tentang bahwasanya di antara ee saat kita ber bersentuan di saat saat genting di antaranya ketika mau meninggal, ketika mau wafat disebut dengan al-ihtidar. Al-ihtidar yaitu nyawa mau dikeluarkan. Dikeluarkan. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? La yamutanna ahadukum illa wahua yuhsinudonna billahi azza waalla. Jangan sekali-sekali salah seorang dari kalian meninggal dunia kecuali di berbaik sangka kepada Allah. Hati-hati mau meninggal. Ini ujian sangat berat. Kondisi super genting. Seorang akan meninggalkan bumi ini, meninggalkan dunia ini, masuk kepada alam yang lain. Maka jangan sekali-sekali seuzon kepada Allah. Situlah saatnya berbaik sangka. Allah maha baik, Allah maha rahmat, Allah maha sayang, dan Allah maha maha yang lainnya. Maka seorang ketika ditimpa dengan akan meninggal dunia, maka hendaknya dia berbaik sangka kepada Allah subhanahu wa taala. Tib ibu yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Bagaimana cara kita berbaik sangka? Bisa berbaik sangka kepada Allah? agar berbaik sangka. [Musik] Saya rasa paling cara paling terbaik, berbaik sangka adalah merenungkan nama-nama Allah. merenungkan atau ini satu ya mungkin dua ya apa namanya atau tiga ya pertama merenungkan kandungan kandungan nama-nama Allah yang kedua mengingat kebaikan Allah masa lalu. sebelum-sebelumnya. Yang ketiga, menjauhi maksiat. [Musik] Baik. Adapun merenungkan kandungan nama-nama Allah banyak kita renungkan misalnya Allah alghfur maha pengampun Allah attawwab ya Allah adalah arrab yang mengatur Allah adalah arhamur rahimin yang maha penyayang. Ya, ini buat kita husnudan ya. Kita husnudan Allah yang ngurusin kita ya. Ya kata Allah, "Afaman hua qoimun ala kulli nafsin bima kasabat wajillahi andada ya eh waj lillahi andada kata Allah subhanahu wa taala saya carikan ayatnyaillahiaka dalam surah arraad ayat 33 perhatikan Quran surah Surah 13 ayat 33. Afaman hua qoimun ala kulli nafsin baka qul sammuhum. Dan apakah sama sembahan-sembahan yang yang disekutukan kepada Allah? Apakah sama dengan Allah yang mengurusi seluruh manusia secara detail? Ya, di sini Allah mengurusi manusia secara detail, person demi person. Kalau begini kita jadi husnudan ya. Allah ngurusin kita satu persatu. Allah ngurusin kita dan dia arrahim. Nabi berkata Allahu arhamu biibadi min had biwaladi. Allah lebih sayang kepada hambanya daripada seorang ibu kepada ee anaknya. Ini yang selalu kita masukkan dalam hati kita. Tidak ada yang lebih sayang kepada kita daripada Allah Subhanahu wa taala. Bagaimana tidak? Allah yang menciptakan kita. Allah yang mengcreate kita. Allah yang mencipta kita dari janin. Allah yang menentukan bentuk kita. Fi ay suratin masyaabak. Allah yang menentukan bentuk kita, rupa kita. Allah yang tentukan rezeki kita. Allah yang tentukan ajal kita. Husnudan aja Allah Subhanahu wa taala yang ngurusin kita. Ya. Maka seorang ketika tahu Allah maha pengampun, maha penyayang. Huwal barur rahim. Innahu hual barur rahim. Albar maksudnya Tuhan yang maha baik. Arrahim yang maha penyayang. Ketika digabungkan innahu huwal barur rahim. Dialah Allah yang maha alar yang maha baik, arrahim yang maha penyayang. Maka ngapain kita suudan kepada Allah? Gak pantas. Gak pantas. Tib. Yang berikutnya kita mengingat kebaikan-kebaikan Allah sebelumnya. Selama ini Allah baik sama kita. Selama ini banyak masalah kita hadapi dan ternyata kita berhasil menghadapinya. banyak musibah kemudian Allah angkat musibah tersebut. Kenapa kita seuzon? Bukankah kebaikan-kebaikan Allah sebelumnya bisa Allah hadirkan sekarang lagi? Allah lanjutkan kebaikan-kebaikannya. Apa susahnya? Selama ini Allah baik bagi kita. Ya, makanya ketika Allah mengajari Nabi Musa ketika Nabi Musa berdoa dalam surat ee dalam surah Thaha doa yang masyhur. Rabbisrohli sodri waassirli amri wahlul uqdatan m lisani yafqahu qi waj wazir min ahli harun akhi bri waiku amri bir qaka ya Musa. Nabi Musa berdoa ketika Allah suruh ngirim, suruh berdakwah ke Firaun. Dia berdoa, "Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, hilangkan kekakuan dari lisanku agar mereka paham perkataanku. Jadikanlah Harun sebagai partnerku, Harun akhi. Jadikanlah aku kuat dengannya. Wasriku fi amri." Jadikanlah dia rasul bersamaku agar kami banyak bertasbih kepadamu dan agar kami banyak berzikir kepada engkau. Kata Allah qalaq qod utitas laka ya Musa. Sungguh engkau telah dikabulkan permohonanmu. Kemudian Allah bilang apa? Walaq amananna alaika maratan ukh. Ketahuilah sebelum ini kami telah beri nikmat kepada engkau wahai Musa. Dulu waktu kau kecil kau tidak minta saja aku kabulkan. Kau tidak minta? Maka Allah sebutkan [Musik] dan seterusnya. Allah sebutkan kau dulu waktu kecil mau dibunuh sama Firaun, tapi kami wahyukan kepada ibumu agar menyusuimu. Langsas meletakkanmu di atas keranjang. Kemudian lepaskanlah di tabut dalam keranjang. Kemudian kau diawasi oleh kakakmu terus ini kenikmatan. Waq alika mahabbatan minni. Aku menjadikan orang k lihat kau sayang kepada kamu. Ini Nabi Musa diberikan banyak nikmat oleh Allah. Dia masih kecil dia tidak pernah berdoa kepada Allah. Apalagi sekarang kau minta wahai Musa. Jadi Allah ngajarkan kepada Musa husnudan. Kau dulu aja tidak bisa apa-apa, tidak bisa minta aku sudah selamatkan engkau. Aku berikan kebaikan kepadamu. Apalagi sekarang kau minta. Ibaratnya kenapa kita susun sama? Kita dulu kecil enggak bisa apa-apa. Allah rawat kita. Allah datangkan ayah ibu kita ngurusin kita dengan penuh hati, dengan penuh kasih sayang. Di janin pun Allah sudah kasih kita rezeki. Ketika keluar Allah kasih sekarang kita besar kita suuzon, Allah tidak kasih kita rezeki. Ini suudan kepada Allah. Seperti suuzan orang-orang kafir. Ya wala taqutul auladakum khyata imlak. Jangan bunuh anak-anak kalian karena takut miskin. Nahnu narzukum waakum. Kami yang tanggung rezeki mereka dan rezeki kalian. Ini suultan Allah tidak kasih di sama anak-anak sehingga dibunuh anak-anaknya. Gak dar seorang tidak mau punya anak takut tidak bisa kasih makan yang tanggung makan bukan engkau. Yangang makannya adalah Allah subhanahu wa taala. Jangan engkau hewan aja Allah tanggung. Ya suuzan kepada Allah. Jadi caranya kita mengingat kebaikan-kebaikan Allah sebelumnya. Sekarang kita dihadapi dengan masalah berat. Ya Allah dulu saya juga menghadapi banyak masalah. A b c d semuanya lewat. Buktinya jalan keluar. Meskipun agak lambat, meskipun lama, tapi ternyata Allah kasih solusi. Kenapa kita sekarang suudan? Kenapa ketika sekarang solusi tidak kunjung datang kita suudon kepada Allah? Mungkin Allah tunda nanti solusinya. Tugas semuanya berdoa, berharap dan sudah ada pelajaran sebelumnya. Begitu banyak masalah kau lewati. Sekarang kenapa tidak dilewati? Bisa juga dilewati. Sabar aja. Jangan suudan sama Allah Subhanahu wa taala. Husnudan Allah pasti berikan yang terbaik. Yang penting sabar. Siapa yang bertakwa bersabar maka Allah tidak akan menyanyiakan ganjaran kepadanya. Tib yang terakhir mungkin agar kita bisa husnudan. Jauhi maksiat setiap karena setiap maksiat menghitamkan hati. Ketika menghitamkan hati membuat dia terhijab antara dia dengan Allah. Ketika dia terhijab dia semakin sulit husnudan kepada Allah karena dia tidak prosedural. Orang jika prosedural mudah husnudan. Contoh misalnya pagi ini dia malam ini dia salat malam, pagi dia salat ke masjid, dia salat subuh, di zikir pagi petang, kemudian dia baca Quran kemudian dia pergi. Ada bapak dia mudah husnud. Saya sudah prosedural hari ini. Saya sudah. Kapan dia susah husnudan? Ketika pagi dia bermaksiat, malam nonton film Korea, kemudian pagi-pagi sudah dengar-dengar musik, kemudian mungkin caci maki orang, kemudian terkena musibah, dia suuzun bawaannya. Tapi kalau dia sudah ikut prosedur, mudah dia husnudan. Maka di antara cara seorang untuk bisa mudah husnudan kata Ibnu Qayyim adalah menjauhi maksiat. Orang yang melakukan maksiat susah dia untuk husnudan. Dan semakin hitam jiwanya, semakin hitam hatinya dia semakin sulit husnudan. Dan paling parah ketika dia akan meninggal dunia, dia mau diajak husnudan, susah hatinya. Hatinya berkhianat, susah mau husnudan. Sehingga dia berburuk sangka pada Allah di saat-saat yang sangat genting ketika dia akan meninggal meninggal dunia. Bab ini aja mungkin ibu yang dirahmati Allah subhanahu wa taala kajian kita pada kesempatan kali ini. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita husnudan kepada Allah. Jangan sekali-sekali suuzon sama Allah. Apapun yang kita alami, apapun yang kita hadapi, betapa berat yang kita hadapi tetap husnudan. Allah maha baik. Ya, Allah maha baik ya. E apa yang kita lakukan kesalahan Allah maha mengampuni. Kalau ibu kita saja sayang sama kita, bagaimana dengan Allah Subhanahu wa taala? Lebih sayang tapi Allah tahu yang terbaik bagi kita. Kita tidak tahu. Allah yang lebih tahu yang terbaik bagi kita. Maka tetap khususan kepada Allah. Tapi demikian saja ibu yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Demikianakum wabillahi taufik walhidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.