Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihin asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan bahasan kita dari surah Al-Furqan. Pada pertemuan lalu kita sampai pada ayat kelima yang di mana ee pada ayat-ayat kelima dan sebelumnya menjelaskan tentang orang-orang kafir Quraisy yang mereka mencela Al-Qur'an. Ya, mereka mengatakan Al-Qur'an hanyalah dongeng-dongeng orang-orang terdahulu. Demikian juga Al-Qur'an itu hanyalah karangan Muhammad. dan juga teman-temannya kerja sama ya dan sudah kita bantah pada pertemuan lalu ya. Dan di antara bantahan Allah Subhanahu wa taala sebutkan pada ayat keenam, qul anzalahulladzi ya'lamus sirra fis samawati wal ardhi innahu kana gofurar rahima. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Katakanlah bahwasanya yang menurunkan Al-Qur'an adalah katakanlah Nabi Muhammad untuk bantah mereka, Al-Qur'an itu bukan karangan saya, bukan hasil kerja sama antara saya dengan sekelompok orang. Saya tidak didikte, tetapi anzalahulladzi yaamu sirro." yang menurunkannya adalah Allah yang mengetahui rahasia fis samawati wal ard di langit dan di bumi. Innahu kana gfurar rahima. Dan dialah Allah yang maha pengampun lagi maha penyayang. Maksudnya di sini bantahan terhadap tuduhan-tuduhan mereka bahwasanya Al-Qur'an adalah karangan Muhammad. Dari beberapa sisi Allah cukup mengatakan yang menurunkan adalah yang mengetahui rahasia langit dan rahasia bumi. Rahasia siapa yang di langit dan ra siapa yang di bumi. Artinya Allah Subhanahu wa taala mengajak mereka untuk merenungkan. Lihat isi Al-Qur'an. Isi Al-Qur'an isinya pembahasan tentang langit, tentang bumi, tentang khabar-khabar umat-umat terdahulu, tentang masa depan, tentang perkara detail-detail, tentang perkara-perkara yang tidak mungkin diketahui oleh Muhammad. Muhammadnya siapa? Mau tahu semua ini? Mau tahu tentang berita langit, berita bumi, tentang jin, tentang malaikat, tentang masa lalu, tentang masa depan. Allah mengkhabarkan hal-hal yang kemudian terjadi, hal-hal gaib yang kemudian terjadi. Ini yang tahu ini cuma alladzi yaamro fis samawati wal ard. Yang tahu ini hanyalah yang mengetahui seluruh rahasia di langit maupun di di bumi. Maka ini bantan telak. Kalau ini karangan Muhammad, Muhammad tak bakalan bisa ngarang seperti ini. Enggak bisa. Kalian tahu kalian orang cerdas wahai orang Quraisy. Dan isi Al-Qur'an menunjukkan bahwasanya yang membuat ini atau yang menurunkan Al-Qur'an bukanlah ee bukanlah manusia. Karena kalau Muhammad terbatas pengetahuannya. Makanya Allah mengatakan yaamusir fisamawati yang mengetahui rahasia langit dan rahasia bumi. Ya. Ya. Maka tidak mungkin Al-Qur'an ini merupakan karangan Muhammad ya. Ini disebutkan oleh Thaabari rahimahullahu taala ya. Ya, bantah ee tafsir dari ayat ini bahwasanya firman Allah anzalahulladzi yamu sirra yang menurunkan yang mengetoras langit dan bumi menunjukkan isi Al-Qur'an ini penuh dengan perkara-perkara yang luar biasa ya yang begitu detail. Demikian juga Al-Qur'an kalau kita perhatikan ya dan ini konsekuensi dari yang menurunkannya adalah mengetuai segala sesuatu isinya sangat detail tapi masalah sains juga ada, masalah medis juga ada ya masalah fisika juga ada, masalah kimia juga ada dalam Al-Qur'an. Kalau kita lihat yang itu tidak mungkin Muhammad tahu ya. Enggak mungkin Muhammad tahu masalah-masalah seperti ini. Masalah ee ya masalah hal-hal yang terkait dengan sesang Muhammad jauh dari sallallahu alaihi wasallam jauh dari ilmu-ilmu seperti ini. Kemudian terkait dengan segala hal masalah adab ya, masalah hukum hukum-hukum yang luar biasa, adab-adab islami ya artinya enggak mungkin karena Al-Qur'an ini menjelaskan segala hal ya. Maka tidak mungkin sosok seperti Muhammad bisa menguasai semua ini. Ya, sehingga ini dalil bahwasanya ya Al-Qur'an bukan karangan Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Berikutnya firman Allah Subhanahu wa taala juga bantaan berikutnya dari firman Allah, qul anzalahulladzi yaamu sirro fisamawati wal ard. Katakanlah wahai Muhammad, bantah bantahlah mereka dengan berkata yang menurunkan adalah Allah yang mengetahui rahasia langit dan bumi. Yaitu kita tahu orang-orang musyrikin mereka juga percaya terhadap Tuhan. Mereka percaya terhadap Allah Subhanahu wa taala dalam banyak ayat. Kalau engkau bertanya kepada mereka siapa yang menciptakan langit dan bumi? Mereka berkata Allah. Kalau kau bertanya kepada mereka, siapa yang ciptakan mereka? Mereka mengatakan Allah. Makanya mereka haji, mereka umrah. Nenek moyang mereka yang bangun Ka'bah, nenek moyang mereka adalah Ibrahim Alaih Salam dan Ismail. Dan mereka orang-orang Quraisy adalah ee penghuni ee tanah suci Makkah dan mereka yang mengurusi Ka'bah dari dulu sehingga mereka percaya namanya Allah Subhanahu wa taala. Maka Rasulullah disuruh bantah oleh Allah. Kalau memang kalian percaya Allah Subhanahu wa taala itu ada dan kalian tahu Allah mengetahui segala rahasia langit dan bumi, harusnya kalau ini Quran adalah karangan saya, harusnya Allah turunkan siksaan kepada saya. Kalau kalau ternyata ini Quran hanyalah karangan saya, Allah tahu atau tidak? Tentunya Allah pasti tahu. Kalau ternyata Allah tahu, harusnya Allah akan binasakan saya. Kenapa tidak ada kebinasaan sama sekali? Bahkan ditolong oleh Allah Subhanahu wa taala selama Rasulullah berdoa selama 23 tahun. Maka ini di antara bantahan seakan-akan Allah suruh menyampaikan kepada menyuruh Nabi menyampaikan kepada mereka kalau memang Al-Qur'an ini adalah karangan saya, ketahuilah Allah mengetahuinya. Dan kalau Allah mengetahuinya maka Allah akan membinasakan saya dan menurunkan ee hukuman kepada saya. Kemudian juga ee ayat ini juga menunjukkan di antara yang disebutkan oleh ee Thahir bin Asyur bahwasanya firman Allah qul anzalahulladzi alamusirra fis samawati wal ard. Katakanlah yang menurunkan Al-Qur'an yang mengetahui rahsia langit dan bumi. Ini secara tidak langsung mengajak mereka untuk mentadaburi Al-Qur'an. Mentadaburi karena Al-Qur'an ternyata isinya sangat luar luar biasa. Kalian tadaburilah, renungkanlah. Benarkah ini perkataan Muhammad? coba lihat konten dari Al-Qur'an ya. Kalian hendaknya mentadaburi dan ini ee ee agar mereka mentadaburi isi Al-Qur'an. Kemudian juga ayat ini juga mengandung ee pemberitahuan bahwasanya mereka ketika menolak Al-Qur'an itu hanyalah karena ngeyel. Ya, karena ngeyel. Maka Rasulullah disuruh mengucapkan anzalahulladzi yamu sirro fisamawati wal ard. Ketahuilah yang menurunkan Al-Qur'an adalah yang mengetahui rahasia langit dan bumi, rahasia seluruh penghuni langit dan rahasia seluruh penghuni bumi. Artinya kalian menolak Al-Qur'an itu kalian hanyalah karena ngeyel, karena sombong. Kalian tahu tentang kebenaran Al-Qur'an? Kalian tahu. Oleh karenanya orang-orang jujur di antara mereka begitu mendengar Al-Qur'an masuk Islam. Ketika mereka mendengar Al-Qur'an, mereka masuk Islam. Ya. Kenapa mereka mendengar Al-Qur'an? Mereka tahu Al-Qur'an bukan karangan Muhammad. Karena balagahnya, karena susunannya, karena kontennya, mereka tahu Al-Qur'an bukan karangan Muhammad. Sehingga mereka dengan mengatakan Al-Quran sihir hanyalah sihir. Makanya Muhammad kalau baca orang tersihir dan mereka tahu itu bukan sihir. Sihir ada jampi-jampinya, ada aturannya, bukan sihir. Jimat-jimat ada aturannya. Ya, sehingga sebenarnya hati mereka tahu bahwasanya Al-Qur'an itu benar. Dari sini Allah mengatakan, "Sampaikanlah kepada mereka wahai Muhammad. Allah tahu rahasia hati mereka. Dialah yang mengetahui rahasia langit dan bumi. Jadi kalau mereka mau nolak hanyalah karena kedusta wahai Muhammad, tapi mereka ngeyel terhadap ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala. Fainnahum la yukadzibun wakinimajun. Kata Allah subhannya, "Mereka tidak mendustakan engkau wahai Muhammad, tapi mereka ngeyel terhadap ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala." Jadi di sini karenanya di akhir ayat Allah mengatakan innahu kana gofurar rahima. Sesungguhnya Allah itu maha pengampun lagi maha penyayang. Setelah firman Allah qul anzalahulladzi yamirro fis samawati wal ard innahuana gfurar rahimah. Katakan Nabi Muhammad, "Sungguhnya yang menurunkan Al-Qur'an adalah zat yang mengetahui rahasia langit dan rahasia bumi, rahasia penghuni langit, rahasia penghuni bumi, rahasia perbuatan Muhammad dan rahasia isi hati kalian. Allah tahu kalian hanyalah karena ngeyel dan sombong. Sebenarnya isi hati kalian mengakui kebenaran Al-Qur'an. Maka bertobatlah." Isyarat untuk bertobat. Kalau kalian bertobat, innahu kana gfurar rahima. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Inilah kenapa di akhir ayat Allah mengatakan innahu kana gfurar rahima. Yaitu Allah tahu kalian hanyalah sombong dan angkuh. Padahal nurani kalian tahu Al-Qur'an adalah benar diturunkan dari Allah Subhanahu wa taala. Maka bertobatlah. Jangan ikut kesombongan kalian. Jangan ikut keangkuhan kalian karena Allah maha pengampun lagi maha penyayang. tahu betapa banyak orang menolak kebenaran bukan karena dia dia mendustakannya tapi karena duniawi, karena kesombongan, karena keangkuhan, karena malu, karena apa sehingga dia menolak kebenaran padahal nuraninya tahu hal itu adalah kebenaran. Tapi kalau dia nolak dengan alasan berbagai macam alibi dan berbagai macam dalil, Allah mengetahui isi hati manu manusia. Maka ini peringatan bagi kita. Kalau kita tahu kebenaran, jangan kita tolak. Kita berusaha menerima. Apalagi kebenaran dari Al-Qur'an dan sunah. Ya, tayib. Ini ayat yang keenam. Kita lanjut ayat yang ketujuh. Jadi, selesai tuduhan mereka terhadap Al-Qur'an dan bantahan terhadap mereka. Ya, bahkan Allah mendikte bagaimana cara bantah mereka. Allah mengatakan, "Katakanlah yang menurunkan Al-Qur'an adalah yang mengetuai rahasia langit dan bumi." Bukan saya Muhammad apalagi ngajak orang-orang ngarang Al-Qur'an. Saya ini siapa? Ilmu saya cetek tahu dari mana tentang masalah isi Al-Qur'an yang luar biasa. Dari mana saya bisa ngarang seperti ini? Kalian berenungkanlah. Kalian hendaknya tadabur Al-Qur'an. Lihat bagaimana kalian bertobatlah seakan-akan bertobatlah. Kalian tahu ini bukan karanganku. Kalian tahu saya siapa? Saya sejak kecil gak bisa baca, gak bisa tulis. Saya dulu main sama kalian Abu Jahal teman saya. Gimana saya bisa ngarang seperti ini? Kapan saya kumpul-kumpul sama teman-teman kemudian bikin Al-Qur'an? Teman-teman saya mana yang ngumpul-ngumpul ngarang Al-Qur'an? Mana? Kalian tahu itu semua hanyalah kesombongan kalian. Maka bertauatlah. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Ada saya sempat lihat ee klip ada orang bule ya di internet ada saya ada namanya juga ya ee dia berusaha mencari-cari kesalahan Islam bahkan mencari-cari kesalahan Al-Qur'an. Cari-cari terus pokoknya berusaha menjatuhkan Al-Qur'an, menjatuhkan Islam, mengejek Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu bertahun-tahun dia lakukan. sampai satu hari dia ada buku-buku entah saya lupa parak jatuh sehingga buku-buku bertaburan kemudian dia angkat salah satu yang jatuh adalah Al-Qur'an. Ketika dia pegang Al-Qur'an, Al-Qur'an dalam kondisi terbuka. Ketika kondisi terbuka, matanya langsung melihat satu ayat. Ayat tersebut dalam surat Al-Haj ayat 22 yang maknanya atau Allah berfirman, "Fainnaha la tamal absaru wakin tamal qulubati fudur." Sesungguhnya yang buta bukanlah mata, tetapi yang buta adalah hati. Ketika dia lihat ayat itu, Subhanallah, Allah mentakdirkan dia lihat ayat itu, dia menyadari inilah kondisi saya sebenarnya. Sebenarnya saya tahu kebenaran Islam, tapi bukan mata saya yang buta, tapi hati saya yang buta. Akhirnya masuk Islam. Akhirnya masuk Islam. Jadi maksud saya banyak orang tahu kebenaran Al-Qur'an, kebenaran Islam, tapi karena hawa nafsu, karena dunia, karena jabatan, karena kedudukan, sehingga menolak. Contoh nyata Heroklius. Heroklius sudah tahu kebenaran Islam. Bahkan menanti-nanti kedatangan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Bahkan dia berkata kepada Abu Sufyan, "Kalau saya mampu, saya akan datangi Muhammad. Saya akan cuci kedua kakinya." Dia bilang begitu. Dia sudah ngaku ini adalah ini rasul yang saya tunggu-tunggu. Saya tidak menyangka dari kalian. Saya menyangka Rasul dari kalangan Bani Israil. Ya, subhanallah. Ketika datang perintah Rasulullah untuk dia beriman, dia kumpulkan anak buahnya. Dia bilang, "Bagaimana menurut kalian kalau kalian membaiat nabi yang baru ini?" Maka mereka memberontak. Mereka tidak terima. Akhirnya mengatakan, "Saya cuma ngetes iman kalian." Akhirnya dia tetap kafir. Tetap kafir. Makanya ketika perang Tabuk Rasul Sallahu Alaihi Wasallam kirim pasukan, dia enggak berani muncul. Dia tahu yang dihadapi adalah seorang nabi. Tapi setelah Rasulullah meninggal, maka dia perang. Dia perang. Subhanallah. Gara-gara jabatan akhirnya menolak apa? Ke kebenaran. Gara-gara jabatannya. Gara-gara gara-gara rak jatuh masuk Islam. Subhanallah. Lihat Al-Qur'an. Subhanallah. Menakjubkan ya. Menakjubkan orang masuk Islam itu dengan berbagai macam sebab. Salah satunya sebab ada ada di YouTube dia wawancara dengan orang boleh tersebut. Tib kita lanjutkan ee ayat berikutnya ayat keet7uh. Setelah mereka tidak puas mencela Al-Qur'an dan dengan berbagai macam dalih yang ngawur yang mereka tahu dalih tersebut tidaklah benar, mulai mulai berpindah kepada mencela Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Mereka berusaha mencela Muhammad ya. Jadi mereka karena mereka tidak mencela Allah, mereka bilang Tuhan tidak ada. Enggak. Mereka enggak pernah bicara gitu. Mereka tahu Al-Qur'an Allah itu ada. Cuma mereka mengingkari Allah tidak pernah turunkan Al-Qur'an. Allah tidak pernah punya rasul namanya Muham Muhammad. Adapun Allah mereka tidak bahas karena mereka mengakui Allah Subhanahu wa taala. Makanya orang kafir banyak namanya Abdullah. Orang kafir banyak namanya siapa? Abdullah. Mereka berhaji, mereka umrah. Dari dulu mereka berhaji berumrah cuma mereka musyrikin. Tayib. Pada ayat keetujuh mereka mulai mencela Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Allah berfirman, "Waqalu maasuli yaams aswaq laula unzila ilaihi malakun fayakuna maahu mereka berkata, Rasul, macam apa ini kok makan makanan dan berjalan di pasar? Laula unzila ilaihi malak. Kenapa tidak diturunkan kepadanya malaikat? Fayakuna maahu sehingga malaikat bersama-sama dengan dia memberi peringatan." Kemudian ayat keetu yulqo ilaihi kanzun takunu lahu jannatun yaulu minha. Atau kenapa tidak diturunkan kepadanya harta yang banyak? Ya, sehingga kalau harta banyak ngapain pergi ke pasar hartanya banyak bagi-bagi sama kita. Atau dia punya kebun di rumah kaya raya punya kebun gak perlu jualan. Pergi ke pasar beli belanja di rumah aja punya kebun banyak. Maka berkata orang-orang zalim, "Sesungguhnya yang kalian ikuti hanyalah seorang lelaki yang tersihir." Ah, mulai mereka mencela Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Yeah. Tib. Mereka ketika menolak kerasulan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, mereka ingin mengatakan rasul, seorang rasul harus beda dengan kita. Harus beda dengan kita. Kenapa Rasul sama seperti kita? Apa spesial dia? Dia makan seperti kita makan. Yaak yaulu mimma takuluna minhu mimrobun. Sama seperti nabi-nabi Nabi Hud ketika kaumnya menolak Nabi Hud. Mereka berapa muhud? Nabi makan seperti kita makan, minum seperti kita minum. Kita pengin Rasul tidak seperti kita. Kemudian Rasul ngapain ke pasar? Jual beli, beli barang, jualan, belanja. Rasul cari makan, jalan-jalan di di pasar. Sehingga mereka menjadikan dalil bahwasanya seorang rasul tidak boleh seperti manusia biasa. Ya. Dan ini makanya mereka mengatakan kenapa tidak ada malaikat turun kepadanya atau diturunkan harta kepadanya atau punya kebun ya. Ee oleh karenanya mereka sering mengatakan demikian. Seperti dalam surat al-Isra mereka mengatakantajurana minal ardua takun jannatun surat mereka mengatakan kami tidak akan beriman kepada engkau Muhammad sampai kau keluarkan kota Makkah ini keluar banyak mata air ya. Atau kau punya kebun, ada kebun kurma, ada kebun ee ada kebun anggur. Fatufajjiral anharilalah tafjir. Kemudian di tengah-tengah kebun tersebut ada sungai mengalir. Jadi mereka bilang, "Muhammad, kalau kau ingin diakui sebagai nabi, rubah kota Makkah jadi e jadi puncak Bogor." Maksudnya mereka pengin Makkah seperti puncak puncak Bogor. Ada kebun kurma, ada kebun ini, ada sungai di tengah-tengahnya. Ya. Hm. atau kau punya rumah yang mewah terbuat dari emas. Ya. Ya. Jadi mereka pengin Nabi sallallahu alaihi wasallam kalau mau jadi mau jadi diakui sebagai seorang rasul harus beda. Tidak boleh seperti model Muhammad yang mereka lihat. Ini tentunya ee tidak harus seperti itu. Ya. Pertama kita ingin jelaskan bantahannya. Justru ketika Allah menurunkan atau mengutus seorang rasul dari kalangan manusia adalah nikmat. Laqallahu alal mminina baim rasul min anfusum. Kata Allah subhanahu wa taala, "Sungguh Allah beri karunia kepada orang-orang beriman ketika mengutus seorang rasul dari jenis mereka." Dalam ayat yang lain kata Allah, "Laq jaakum rasulum min anfusikum azizun alaihium harun alikum bil mukmin rufahim." Telah datang seorang rasul dari jenis kalian, yaitu manusia seperti kalian dari apalagi orang Arab. Orang Arab waktu itu ya. Azizun alai anitum yang merasa berat apa yang beratkan kalian? Harisun alaikum yang semangat agar kalian mendapat petunjuk. Bil mukminin raufur rahim. Sangat sayang kepada kaum mukminin dan sangat lembut. Tayib. Kalau nabi dari kalangan malaikat tidak bisa dicontoh. Tidak bisa di dicontoh. Tapi seorang rasul dari kalangan manusia itu yang bisa dicontoh. Yang rasul tersebut ya innama qul innama ana basyarun mlukum yuha ilaiya. Katakanlah aku hanyalah seorang manusia seperti kalian. Hanya saja aku diberi wahyu. Jadi di antara karunia justru rasul dari kalangan manu manusia agar bisa dicontoh. Makanya Allah mengatakan laqana fi rasulillah laqakum rasulillah uswatun hasanah. Sungguh pada diri Nabi ada uswah hasanah. Nah kalau dia malaikat gimana kita meniru? Rasulullah turun diutus seorang manusia memberi teladan dalam kehidupan rumah tangganya, dalam kehidupan kesehariannya, dalam kehidupan bertetangganya, dalam ibadahnya, maka hikmah sangat banyak. Tapi kalau malaikat sudah enggak bisa. Kita gimana mau niru malaikat ya? Bagaimana mau niru malaikat? Jadi justru ee dengan seorang rasul dari kalangan manusia justru itulah hikmah yang sangat agung. Itulah karunia. Makanya Allah mengatakan laq manallahu alal mukminina ba fim rasul min anfusim. Sungguh Allah telah memberi karunia kepada kaum mukminin ketika mengutus seorang rasul dari jenis mereka sendiri. Kemudian yang kedua, mereka ingin rasul kalau bisa di kalangan malaikat. Ya, makanya ee dalam surat Al-Isra kata kata Allah Subhanahu wa taala setelah mereka minta ee agar Rasulullah punya kebun, Rasulullah menjadikan kota Makkah seperti apa namanya? Seperti apa tadi? Seperti puncak Bogor [tertawa] ya. Kata Allah subhana katakanlah wahai Muhammad subhanaabbi maha suci aku hanyalah manusia manusia yang diutus aku bukan malaikat aku bukan malaikat yang kedua seandainya Muhammad sallallahu alaihi wasallam ee ee seperti yang mereka inginkan seperti malaikat bisa bercahaya kemudian bisa ini, bisa anu, lama-lama Muhammad disembah. Lama-lama Muhammad disembah dan Muhammad itu diutus bukan untuk disembah tapi untuk mengajarkan sunah-sunah, ajaran-ajaran agar mereka bisa beribadah kepada Allah. Kita enggak usah bicara Rasulullah, bicara manusia biasa saja disembah. I atau tidak? Nabi Isa gitu aja disembah atau tidak? Nabi Isa yang makan, yang minum, yang tidur, yang kelaparan, yang bakalan mati juga. Ya, itu aja disembah. Gimana lagi kalau Rasulullah sallallahu alaihi wasallam seperti apa? Malaikat. Enggak usah Nabi Isa. E banyak mayat-mayat aja disembah. Sudah dikubur di disembah. Orang datang minta-minta, meyakini keyakinan macam-macam. Ya, sampai ada yang mengatakan kota ini di kota kita ini dijaga oleh wali. Jangan macam-macam dengan wali tersebut. Yang jaga kota Allah, bukan wali. Paham? Wali jaga-jaga dirinya enggak bisa. Gimana mau jaga kota? Itu aja banyak orang nyembah. Gimana kalau Rasulullah sallahu alaihi wasallam kemudian punya ini, punya anu, bisa terbang, bisa ini, bisa orang bakalan nyembah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Oleh karenanya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam dalam bentuk manusia maka itu adalah hikmah dari Allah. K Rasul sallallahu alaihi wasallam diutus oleh Allah dengan penuh kesederhanaan. Dia melakukan sebab-sebab untuk hidup. Dia menikah, dia makan, dia mencari nafkah, dia pergi ke pasar bolak-balik, dia buang hajat agar bisa dicontoh. Kalau Rasul Sallahu Alaihi Wasallam kaya raya, siapa yang bisa mencontohinya? Makanya di antara mukjizat Nabi sallallahu alaihi wasallam disbutkan oleh seban ulama Rasul sahu alaihi wasallam sejak dia jadi nabi sampai meninggal dunia selalu konsisten dan komitmen zuhud. Tidak pernah Rasulullah berfoya-foya sedikit pun. Tidak pernah Rasulull sahu alaihi wasallam berfoya-foya sedikit. Padahal dia mau berfoya-foya bisa. Betapa sering Rasulull sallahu alaihi wasallam menang peperangan dan hartanya begitu banyak tapi semua dia sedekahkan. Bahkan Fatimah radhiallahu anha ketika minta budak jadi pembantu untuk jadi pembantunya Rasulullah tidak kasih. Rasulullah suruh berzikir kepada Allah Subhanahu wa taala. Kata Rasulullah, "Bagaimana saya kasih kau pembantu?" Sementara ashabus suffah para sahabat kelaparan, "Mending budaknya saya jual, hartanya saya bagi-bagikan kepada orang-orang miskin." Sehingga kalau Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam kaya raya, kita susah. Orang Islam banyak yang miskin atau banyak yang kaya? Yang kaya juga ada, tapi miskin lebih banyak. [tertawa] Gimana mencontohi? Tapi kalau dia tahu nabi dia sangat miskin, nabi dia mencontohkan kemiskinan, maka dia terhibur. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam itu dipenuh dengan ujian kemiskinan, anak-anaknya pada meninggal ya diusir dari kaumnya, dimusuhi oleh kaumnya. banyak halas sakit sehingga bisa dicontohi bahwasanya apapun musibah yang kau alami masih ringan dibandingkan musibahnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dituduh dengan tuduhan yang tidak-tid. Apa ada orang dituduh dengan tuduhan pendusta, penyihir, dukun, disihir? Gak ada. Kita-kita paling dosa paling dibilang pendusta. Sudah. Tapi belum ada yang bilang misalnya Viranda penyihir belum ada. [tertawa] Kalau pendusta ada, tapi kalau bilang penyihir belum ada. Apalagi tersihir. Dibilang orang gila belum ada yang bilang saya gila. Belum ada. Tapi Rasulullah semua gelaran ditempel sama Nabi. Justru justru dengan kesederhanaan Nabi. Itulah anugerah bagi kaum muslimin agar bisa mencontohi bagaimana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya. Jadi mereka ingin Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam ee seperti malaikat ya. Oleh karenanya sebagian ulama mengatakan di sini ada yang mengatakan perkataan ee dinukil juga oleh Lusi ya bahwasanya mereka pertama ingin Rasulullah seperti malaikat. Kalau Rasul sahu al wasallam tidak tidak bisa jadi malaikat paling tidak ada malaikat yang turun nemani. Ya kata la unzilaiakun fayakuna maahuir. Kalau dia tidak jadi malaikat ada malaikat turunlah nemanin dia ikut dakwah. Kalau enggak bisa dari malaikat paling tidak dia punya harta yang banyak. A yulqo ilaihi kanzun atau turun harta yang begitu banyak sehingga dia bagi-bagi seperti raja. Seperti apa? Raja maunya Rasul seorang raja yang punya harta yang banyak. Kalau paling tidak jadi raja, minimal punya kebun. Punya kebun sehingga tidak perlu pergi ke pasar. Jadi mereka bilang Nabi harusnya begitu. Ini semua adalah omong kosong. Nabi tidak demikian. Justru Nabi dengan Allah pilihkan ee kondisinya seperti yang terjadi. Itulah yang terbaik sebagai teladan bagi manusia sampai hari kiamat. Kelak sosok Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang luar luar biasa ya. Sebagai ayah, sebagai suami, sebagai pejuang, sebagai sahabat, sebagai kepala negara, sebagai orang yang pernah sakit, orang yang pernah menderita, orang yang pernah diberi harta. Semua Rasulullah contohkan sehingga kita bisa lihat bagaimana contoh nyata dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sebagai dikabarkan dalam hadis-hadis yang sahih. Kalau Nabi malaikat selesai urusan ya e ada kamu kenapa enggak gini lah rasul kan malaikat sehingga enggak bisa dicontohin. Enggak bisa dicontohin. Kemudian setelah itu Allah mengatakan di akhir ayat pada ayat yang ke-8 waqalimuna in tattabiuna illa rajulan mashur sebelumnya Allah sebutkan demikianlah bukan cuma Muhammad sallallahu alaihi wasallam saja ya yang yang yang berjalan di pasar dan makan- makanan bahkan seluruh rasul pun demikian dalam ayat 20 nanti akan datang kata Allah subhanahu wa taala w arsalna qoblaka minal mursal w aralna Dan tidaklah kami utus sebelum engkau Muhammad sebagai hiburan kepada Rasulullah. Tidaklah kami utus sebelum engkau Muhammad para rasul kecuali mereka seluruhnya makan makanan dan mereka juga jalan di pasar bukan cuma kau saja. J mereka mencela-cela, "Muhammad, apa rasul makan makanan? Apa Rasul kayak kamu ee pergi ke pasar?" Berkata Allah, "Wa arsalna qblaka minal mursalina illa inahumam aswaq." "Tidak ada seorang rasul yang kami utus kecuali seluruh rasul seperti engkau juga." Mereka makan makanan, mereka juga minum-minuman, mereka juga berjalan di pa di pasar termasuk Nabi Isa alaih salam. Makan. Makan dan minum. Nabi Isa bukan bukan Tuhan dan juga bukan malaikat. Ya, makanya ketika Allah membantah Nasra, Allah mengatakan ee kana yaakulani thaam. Isa dan ibunya makan makanan dan yang makan makanan bukanlah tu Tuhan. Tayib. Ee ya kita lanjutkan. Kemudian di akhir ayat ayat ke-8 kata Allah setelah mereka minta kau harusnya begini, harusnya begini, harusnya begini, harusnya begini. Waqimuna inatabi illa rajul mashur. Maka berkatalah orang-orang zalim, "Sesungguhnya kalian yang ikut yang kalian ikuti hanyalah orang yang tersihir. Hanyalah orang yang tersir." Mereka nuduh Muhammad tersihir. Mereka nuduh Muhammad tersihir. Tib. Ini disebutkan yang mengatakan perkataan ini cuma satu orang. Saya lupa siapa namanya. dari disebut dalam buku-buku sirah seorang musyrik yang mengatakan Muhammad tersihir. Dan kita tahu tuduhan kepada Rasulullah berbagai macam. Terkadang mereka bilang Muhammad penyihir. Terkadang bilang mereka Muhammad dikatakan apa? Tersihir. Saking santernya tuduhan ini tersihir, akhirnya diikuti oleh banyak orang atau dibenarkan oleh banyak orang. Makanya ee Allah menyandarkan meskipun yang ngomong satu orang, tetapi Allah mengatakan waqalimuna. Berkata orang-orang zalim. Allah gunakan dalam bentuk jamak untuk menunjukkan perkataan ini diterima oleh orang-orang Quraisy meskipun pencetusnya cuma satu orang. Dan ini hati-hati bisa jadi pelaku maksiat cuma satu orang namun ketika yang lain ikut menerima membenarkan, maka hukumnya sama. Sama seperti ee Salif bin Qudar. Salif bin Qudar dialah yang membunuh untanya Nabi Saleh. Idzim baas atqaha. Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, kemudian dia bunuh unta Nabi Saleh. Tetapi ketika yang bunuh meskipun satu orang, Allah menyandarkan perbuatan tersebut kepada banyak orang. Kata Allah eh faaqaruha. Ya, kata Allah mereka pun menyembelih atau membunuh untanya Nabi Saleh. Allah menggunakan lafal jamak. Kenapa? Meskipun yang eksekutor cuma satu orang, tetapi disepakati oleh yang yang lainnya, maka yang lainnya juga kena do dosa meskipun yang melakukan satu orang. Sama seperti ini, waqaladolimuna yang bilang Muhammad tersihir satu orang tetapi disepakati oleh yang yang lainnya. Maka Allah menyandarkan kepada mereka semuanya waqaladzalimuna, orang zalim. Karena mereka setuju. Mereka setuju. Saking tersebarnya Muhammad tersihir, datanglah seorang sahabat namanya Dimat ya, Al-Azdi yang dia pernah datang kepada Rasulullah, dia masih kafir. Dia niat baik, dia ingin menyembuhkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dia mengatakan, "Ya Rasulullah, saya dengar kau tersihir. Saya dengar kau gila." Ya, saya ingin nyembuhkan engkau. Ya, saking terkenal Rasulullah tersihir dan apa? Gi gila. Ya, sampai ada datang ingin mengobati Nabi, punya baca-bacaan ingin ngobati Nabi. Ya bayangkan ada seorang dai berdakwah terus datang bilang, "Ustaz, saya dengar antum gila Ustaz ya. Saya pengin ngobati antum, Ustaz. Ini saya bawa obat-obatan." Kira-kira gimana? Menyedihkan ya. Artinya Rasulullah dikatakan orang yang tersihir. Demikianlah mereka bingung. Mereka bilang Rasulullah tersir, mereka mengatakan juga Rasulullah penyi penyihir. Kata mereka, waqalimuna inatabi rajul masur. Dan Allah mengatakan, berkata orang-orang zalim karena mereka berbuat zalim, mereka tahu Muhammad tidak tersihir. Mereka tahu Muhammad bukanlah tersihir. Mereka tahu Muhammad waras. Mereka tahu Muhammad bukan orang gila. Mereka tahu Muhammad bicaranya jelas. Ya, cuma tuduhan yang dipaksakan. Makanya Allah mensifati mereka dengan zalim. Mereka menzalimi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dengan tuduhan yang tidak benar. Seandainya ada sedikit-sedikit Rasulullah gila sedikit atau ngomong ngelantur sedikit, bolehlah dikatakan tersihir. Tapi Rasulull sahu alaihi wasallam tidak. Perkataan jelas teratur. Rasul sahu alaihi wasallam. Perkataan jelas teratur. Bahkan Rasulullah kadang ngomong sampai diulang dua tiga kali. Ya, semua perkataannya menakjubkan. Bahkan hadis-hadis Nabi menakjubkan. Bahkan di antara mukjizat Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah utya jawamiul kalim. Rasulullah diberikan perkataan yang singkat namun padat. Siapa yang takjub dengan sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Min husi islamil marquum yakni di antara keelokan Islam seorang meninggalkan yang bukan urusannya." Indah atau tidak? Indah. Orang kalau baca hadis-hadis Nabi, innamal biniat, amalan yang tergantung apa? Niatnya. Amal indah-indah ya. Kalau orang tahu sabda-sabda Nabi tidak butuh perkataan Aristoteles, Plato, Sokrates, dia enggak perlu. Dia enggak perlu. Dia sudah cukup dengan sabda-sabda Nabi. Nah, bagaimana seorang sosok seperti Rasulullah yang perkataannya semuanya indah, perkataan teratur, wahyu dari Allah kemudian dikatakan tersihir, dikatakan orang gila, enggak logis sama sekali. Makanya yang nekad menuduh Rasulullah adalah penyihir atau tersihir atau orang gila hanyalah orang zalim. Maksa, maksa. Maksa untuk di mengatakan Nabi demikian. Makanya Allah mengatakan, waqalimuna in tattabiuna illa rajulan masur. Berkata orang zalim, "Sungguhnya kalian hanya mengikuti orang seorang yang sedang tersihir." Dia kata seorang yang lelaki yang tersihir. Allah bantah Allah yang ini. Allah tidak perlu bantah. Allah hanya mengatakan unzur kaifakal amsala flu fala yastuna. Lihatlah wahai Rasulullah bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan, perumpamaan-perumpamaan tentang dirimu. Fadallu mereka sesat fala dan mereka tidak sanggup untuk punya jalan untuk e meragukan kerasulanmu. Jadi Allah mengatakan lihat bagaim jadi enggak perlu dibahas mereka ngawur ya. Gimana nuduh kau macam-macam gimana bisa nuduh engkau sebagai seorang yang tersihir? Mereka enggak tahu cara enggak ada syubhat sama sekali. Kalau siwat tuduhan itu mungkin teratur, ada dalilnya, enggak ada sama sekali. Hanya sekedar nuduh begitu saja. Nudu begitu saja. Ya, gimana bilang Muhammad tersihir? Di lain lain lain lain ee dalam lain waktu mereka mengatakan penyihir. Dalam la waktu mereka mengatakan Al-Qur'an adalah sihir. Dalam lain waktu mereka mengatakan Muhammad orang gila. Ya, dalam la pendusta. Ngaur asal ngomong. Asal ngomong tanpa ada sedikit pun dalil yang bisa dijadikan pegangan. Sehingga kata Allah unzur kaifakal amal. Lihatlah bagaimana cara mereka nuduh engkau. Fadallu mereka tersesat tidak tahu cara membuat syubhat. Enggak tahu. Ada orang kalau bikin syubhat teratur. Orang liberal kalau bikin syubah teratur. Ini ngawur. Asal asal bicara gak ada enggak enggak enggak ada kaitannya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Bagaimana seorang yang yang kata Allah maantiqu anil hawa in hua wahyu yuha tidak ada dia tidak pernah berbicara dengan hawa nafsunya tetapi wahyu yang diturunkan kepadanya yang perkataannya ut jawamiul kalim dikata diberikan di antara keistimewaan nabi perkataannya singkat namun padat bagaimana tidak pernah berdusta selama kalian kenal dia whiibukum bimajnun kawan kalian Muhammad bukanlah orang gila kalian tahu sejak kecil siapa Muhammad Muhammad jalan sama kalian main sama kalian tinggal bersama kalian main sama Abu Abu Jahal, kalian tahu siapa Muhammad? Tiba-tiba kalian bilang dia dusta, enggak mungkin. Hanya e ngacau. Jadi asal nuduh, asal nuduh yang mungkin syubhat ini bermanfaat bagi orang luar Makkah. Kalau orang Makkah enggak mungkin. Tapi mereka bikin isu supaya orang-orang dari luar Makkah kalau datang ke Makkah terkena isu tersebut. Tapi orang yang tinggal di Makkah tahu siapa Muhammad. Gak mungkin dia seperti itu. Jadi segala tuduhan adalah hanyalah ngawur. Kata Allah fadu. Mereka hanya tersesat, tidak tahu cara untuk menuduh. Fala yastatiuna sabila. Dan mereka tidak mampu untuk meragukan kerasulanmu. Sebelumnya mereka telah mengatakan engkau adalah asodqul amin. Seorang yang jujur dan terpercaya. Maka kemudian Allah bantah permintaan mereka. Harusnya Muhammad kalau namanya seorang rasul harus begini, harus begini, harus begini, harus begini. Kata Allah Subhanahu wa taala, tabarakalladzi dalam ayat yang ke-10, tabarakalladzi insyaa jaalaaka khair minzalika jannat. yaitu maha suci Allah yang jika dia menghendaki niscaya akan dijadikannya bagimu yang lebih baik dari yang demikian. Jannatin tajri min tahtihal anhar waka qusura. Maka Allah akan jadikan di dunia ini kalau Allah mau Allah jadikan kali bagi engkau ya Rasulullah taman-taman lebih daripada yang mereka inginkan. Dan Allah bagi jadikan bagi engkau istana-istana lebih daripada apa yang mereka inginkan. Ya, lebih dari apa yang mereka inginkan. Tetapi tidak perlu karena mereka taruhlah Allah kasih itu semua, mereka tetap tidak akan beriman. Permintaan mereka itu pertama tidak ada kaitannya dengan seorang rasul. Seorang rasul tidak harus demikian. Yang kedua, kalaupun Allah jadikan Muhammad kaya raya, toh mereka tidak bakalan beriman kepada Muhammad. Jadi, tapi Allah tidak berkehendak karena ada hikmah Allah menjadikan engkau wahai Rasulullah sebagaimana engkau bukan kaya raya, bukan punya istana, bukan macam-macam. Di antara hikmahnya agar engkau bisa di diteladani. Agar engkau bisa diteladani. Agar mengingat bahwasanya dunia ini hanyalah sementara. Ya, agar umatmu tahu bahwasanya dunia hanyalah sementara. Agar engkau diuji dan umatmu tahu bahwasanya umat Muhammad pun akan diuji. Ya. Ya. Kalau ternyata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam semua keinginan orang kafir dipenuhi, maka tidak ada namanya ujian. Bukankah hidup ini ujian? Kalau ternyata Abu Jahal pengin ini, Rasulullah kabulkan. Rasulullah kayak Tuhan. Abu Jahal minta ini, iya. Abu Lahab minta ini, iya. L Rasulullah terus terus yaapti Rasulullah seperti tu Tuhan. Seperti Tuhan berarti gak ada ujian. Padahal Allah ciptakan manusia untuk diuji. Maka sosok nabi yang pantas untuk dijadikan ujian ya sosok Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Rasul dalam hadis kata Allah kata Allah dalam hadis qudsi innama abtalika wa abtali bika. Dalam hadis yang sahih kata Allah dalam hadis qudsi, "Ya Rasulullah, sesungguhnya aku akan mengujimu dan aku menguji manusia denganmu." Aku akan mengujimu. Dan Rasulullah penuh dengan ujian. Subhanallah. Hidup dengan penuh ujian. Wa abtali bika. Dan aku akan menguji manusia denganmu. Ya, kalau Muhammad ternyata semua yang orang minta dia kasih, bahkan Muhammad bukan ujian. Justru sosok Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang sederhana yang seperti itu. Inilah yang menjadi ujian orang beriman atau tidak. Tapi Allah kasih mukjizat yang cukup untuk orang beriman. Mukjizat Nabi banyak. Kalau itu saja tidak bisa membuat orang beriman, mau dikasih mukjizat sebanyak apapun tidak bakalan beriman. Ya, makanya dalam ee apanya? Dalam ayat yang lain ya seperti dalam surah Al-Hijr ayat ee 14 mereka minta Rasulullah naik ke atas kemudian pintu langit terbuka kemudian Rasulullah bawa bawa Al-Qur'an misalnya turun dari langit kata Allah walau fatahna alaihim babam minasama fihiujun seandainya jangankan Muhammad mereka saja yang naik Allah bukakan pintu langit langit. Kemudian mereka naik ke langit untuk ketemu Allah atau untuk menerima kitab suci. Kalaupun sampai mereka seperti bukan Muhammad, mereka yang naik ke langit, Allah bukakan pintu langit. Laqu inama sukirat absuna balahnu mashurun. Mereka bakalan berkata, "Kita sedang tersihir. Ya, kita sedang dibuat mata kita sedang tertutup dan kita sedang tersihir." Maksudnya apapun yang Allah kasihkan mereka tidak bakalan beriman. Makanya Allah mengatakan kalau Allah berkehendak mudah wahai Muhammad mau kasih kau macam-macam mudah cuma aku tidak mau kasih engkau seperti itu karena akan menghilangkan hikmah ujian akan menghilangkan hikmah ujian contoh Rasulullah sallahu alaihi wasallam pun ketika perang ada saatnya menang ada saatnya ka kalah ada saatnya ada yang selamat ada banyak yang meninggal meninggal dunia kalau setiap pasukan pasti menang gak pernah kalah gak ada yang mati enggak ada ujian semua orang akan masuk Islam Paham enggak? Kalau semua orang Islam pasti kaya raya, semua orang akan masuk Islam. Maka hilanglah nilai ujian di atas muka bumi ini. Padahal kita diciptakan untuk diuji. Antum bayangkan misal ada pasukan Islam pasti menang, gak ada yang mati, musuh pasti kalah. Semua orang masuk Islam enggak? Masuk Islam. [tertawa] Semua orang Islam pasti kaya raya, enggak ada yang miskin. Semua orang masuk Islam enggak? Masuk Islam. Tetapi demikianlah Allah jadikan terkadang menang, terkadang kalah. Ada yang menang, ada yang meninggal dunia mati syahid. Terkadang kaya, terkadang miskin. Berbagai terkadang jaya, terkadang terkena musibah, berbagai macam, ya. Sehingga nilai ujian tetap a ada. Kalau Muhammad ternyata sallallahu alaihi wasallam diberikan keayan yang kaya raya, maka hilang nilai ujian. Kemudian Allah jelaskan pada ayat 11, baladzabu bissaah. Tetapi pada hakikatnya mereka telah mendustakan hari kiamat. ini sebenarnya mereka tuh ee ngomong ngalor ngidul, tuduh sana sini. Intinya mereka ingin mendustakan hari kiamat. Bahwasanya hari kiamat tidak ada. J seakan-akan ee sudah terpati dalam diri mereka hari kiamat mustahil. Seperti dalam firman Allah Subhanahu wa taala ee qul man yuhidama wahiya ramim. Ya, ketika seorang dari mereka berkata, "Man yuhilama wahyaim." Siapa yang bisa menghidupkan tulang belulang lagi padahal sudah hancur lebur? Ini logika menurut mereka enggak masuk akal. Dan logika ini sudah terpati dalam diri mereka, sulit untuk mereka tolak sehingga semua ayat-ayat terkait hari kiamat mereka mengatakan tidak mungkin. Jadi mereka menolak Al-Qur'an di antaranya mereka menurut mereka enggak ada namanya hari kiamat. Gak ada namanya hari kiamat. Kata Allah Subhanahu wa taala. Jadi kata Allah, "Bal kadzabu bisaah." Sesungguhnya mereka itu nolak-nolak itu hanya karena mereka tidak mau mengakui adanya hari kiamat. Mereka tidak mau dibangkitkan. Ya, innahum kanu la yarjuna hisaba. Mereka tidak ingin dihisab. Mereka tidak ingin dihisab. Mereka kalau mereka dihisab repot. Banyak maksiat yang mereka lakukan, banyak riba yang mereka lakukan, banyak zina yang mereka lakukan, banyak kezaliman mereka kalau dihisab enggak mau ada hisab-hisab. Hidup tidak nyaman kalau ada namanya hi hisab. Makanya di antara sebab ateis, sebab ateis banyak. Di antaranya sebab ateis, orang tidak ingin hidup tidak nyaman. Dia setiap maksiat ingin ingat hari kiamat dia gelisah. mengingat Tuhan. Kalau ada Tuhan dia mau maksiat, dia gelisah. Supaya dia maksiat tanpa pusing. Dia narkota, tanpa pusing. Dia zina tanpa pusing. Dia minum khamar tanpa pikiran macam-macam. Anggap Tuhan tidak ada. Selesai. Dia nyaman. Dia nyaman. Nah, itu di antara sebab ateism ya. Ateis sebab sebabnya beberapa di antaranya tadi hawa nafsu ingin bermaksiat tapi tidak ingin gelisah ketika bermaksiat. supaya tidak gelisah, anggap saja Tuhan tidak tidak ada. Sudah kalau masih Tuhan ada, waduh nanti gimana kalau mati bagaimana? Kalau diin gimana, datang malaikat maut gimana? Anggap semua tu dongeng. Selesai pokoknya mati, pokoknya Tuhan gak ada, malaikat enggak ada. Semua dongeng. Ayo mau narkoba, mau bunuh orang, mau nipu orang, mau apa terserah bebas. Maka Tuhan tidak ada. Sama seperti orang-orang kafir Quraisy. Mereka tidak mau dihisab. Mereka dihisap repot dia. Mereka khamar, minum khamar, mereka zina, mereka menjudi, mereka membunuh, mereka bunuh anak-anak mereka. Mereka enggak bisa hidup seperti ini kalau harus mikir adanya hari kebangkitan. Hari kebangkitan enggak ada hari kebang kebangkitan. Sehingga mereka baladzabu bisah. Mereka menolak hari kebangkitan supaya nyaman kalau maksiat. Kemudian kata Allah, "Dan kami siapkan bagi orang yang mendustakan adanya hari kiamat dengan saira. Saira adalah salah satu nama dari hari neraka jahanam. Neraka jahanam namanya banyak. Ada nar, ada lad, ada jahanam. Di antaranya sair. Sair adalah maknanya api yang dinyalanya dinyalakan ditambah ditambah nyalanya. Sairan tuh dinyalakan dan ditambah nyalanya. Ditambah apa? Nyalanya. namanya syair. Jadi api yang menyala-nyala. Khabatahum sair. Setiap api mulai meredup, kamit nyalakan lagi. Jadi api yang dinyalakan semakin bertambah tambah panasnya. Siapa yang mendustakan hari kiamat maka kami siapkan ee kami siapkan neraka jahanam baginya. Ya. Dan ee bukan cuma mereka saja. Semua yang apa mengingkari hari kiamat akan disiksa dengan api neraka. Di antara bentuk pengingkaran terhadap hari kiamat seperti orang-orang musyrikin. Tidak ada orang dibangkitkan. Gak mungkin dibang dibangkitkan. Di antara penolakan terhadap hari kiamat seperti pernyataan bahwasanya dunia ini daur ulang. Dia hanya 30.000 tahun nanti berulang lagi seperti semula. Jadi enggak ada hari kia kiamat hukum kekekalan masa tidak akan ada hancur masa ini. Tidak akan berubah jadi alam yang lain. Jadi nanti berubah daur ulang selama puluhan ribu tahun daur ulang. Ini juga namanya mengingkari hari kiamat akan disisa dengan api neraka jahanam. Di antara pengingkaran terhadap hari kiamat misalnya mengatakan reinkarnasi bahwasanya manusia akan diberi hukuman pada kehidupan berikutnya bukan di alam barzakh atau di alam akhirat tapi pada kehidupan berikutnya. Ini juga namanya menolak hari kiamat. Seorang sekarang baik nanti kalau dia mati hidup lagi dia jadi orang lebih baik. Tapi kalau dia maksiat sekarang, dia mati bangkit lagi mungkin jadi kecoak. Ya. Jadi ini di antara penolakan terhadap har adapun kita orang Islam tidak pembalasan bukan di dunia. Pembalasan di mana? Di alam barzakh atau di hari kiamat. Jadi ini ee bentuk-bentuk orang yang menolak adanya hari kebangkitan. Demikian juga yang menolak hari kebangkitan dengan sempurna seperti Ibnu Sina yang mengatakan dibangkitkan cuma roh bukan jasad. Jasad tidak mungkin dibangkitkan dan tidak masuk akal menurut dia. Ya, makanya dia dikafirkan oleh Ghazali. Ya, intinya bentuk pengingkaran dari hari kiamat banyak. Makanya Allah mengatakan, waadna liman kadaba sair. Kami siapkan neraka jahanam yang apinya menyala-nyala bagi orang yang mendustakan hari kiamat dengan berbagai macam bentuk pendus pendustaan. model orang musyrikin atau model-model yang yang lain. Semua itu akan disiapkan api neraka bagi orang yang mendustakan hari kiamat yang sebagaimana Allah jelaskan. Ya. Tib. Kemudian Allah menjelaskan bagaimana dahsyatnya neraka hari kiamat. Kata Allah, idza roatum makanin baidin samiu laha tagay wafir. Ketika mereka dihadirkan pada hari kiamat dari jarak yang jauh, memakanin baidin dari jarak yang jauh ada yang mengatakan ee siapa namanya ee almuhar wajiz yaitu Ibnu Atiyah mengatakan ada yang mengatakan sampai 100 tahun perjalanan sebelum sampai ke neraka ya jarak yang jauh mereka sudah mendengar geramnya neraka. Tagayyudan itu kemarahan. kemarahan. Kemudian zafiro suara nyala. Jadi kalau tagayyudon yaitu geram. Orang sedang geram kemudian suara geram. Itu kalau manusia kan kalau manusia kalau zafir untuk manusia orang sedang marah kemudian menedam amarah sehingga dadanya itu namanya zafir. Kalau tagiz ah itu tag itu. Kalau manusia neraka wallahualam seperti apa? bukan seperti saya tadi ya. [tertawa] Jadi ini Allah mengatakan ee dari jauh mereka sudah dengar geramnya neraka dan itu sudah membuat mereka ketakutan. Belum sampai sudah begitu dengar dari jauh mereka tersisa dengan siksaan batin sebelum disiksa secara fisik. Jadi makanin baidin ketika neraka melihat mereka dari jauh samiha jauh sekali masih jauhfir maka mereka mendengar suara neraka yang geram dan nafas yang menunjukkan kejengkelan kemarahan keluar dari dada itu. Kalau manusia neraka seperti apa enggak tahu. Makanya dalam ayat yang lain dalam kata Allah, takadu tamayyazu minal gid. Hampir-hampir neraka lepas. Saking saking ngamuknya marah ketika lihat ada orang mau masuk neraka, dia pengin lepas ingin mengambil orang tersebut sebelum tiba. Apinya ingin menculat kemudian apa? Mencelat kemudian mengambil orang tersebut. Ini saking ngerinya neraka jahanam. Beda dengan surga. Surga dari jauh sudah tercium wanginya. Iya. Enggak. Surga sama. Neraka modelnya begitu. Surga juga demikian. Kalau surga orang masuk surga 40 40 tahun perjalanan atau sekian tahun perjalanan sudah tercium aroma wangi sur surga. Ya, saya sering sampaikan seperti kalau kita ke Masjid Nabawi belum sampai gerbang Masjid Nabawi dari jauh sudah terasa AC-nya ya enggak? Apalagi musim panas. Wih, baru 30 m wah belum masuk di surga. Puluhan tahun perjalanan sudah tercium wanginya. Neraka pun demikian. Dari jarak yang jauh sudah terdengar geramannya, kemarahannya, amukannya siap membakar sampai lepas-lepas itu neraka apinya ingin mencelat, ingin mengambil apa? Mengambil manusia untuk segera dibakar. Mengerikan maka Allah mengatakan, "Inilah saira waadna liman kadabati sair. Aku siapkan bagi orang yang mendustakan hari kiamat neraka yang apinya menyala-nyala." Karena sair namanya api yang menyala-nyala. Di antara ee di antara dampak dari apinya yang menyala-nyala berkobar dari kejauhan sudah terdengar suara geraman nera neraka. Ya. Dan neraka sebagian dalam Al-Qur'an disebutkan dia berbicara ketika Allah mengatakan eh yaumul jahannama halimtid. Hari di mana kami bertanya kepada neraka. Kau sudah penuh belum wahai neraka? Kata neraka halim mazid masih ada tambahan enggak? Kapling masih luas. Ya Allah. [tertawa] Ada tambahan enggak? Kapling masih luas. J neraka marah, neraka bicara. Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala, "Waidza ulqu minha makananq muqina daunikaur." Dan ketika mereka dilemparkan ke dalam di neraka di tempat yang sempit ya minha itu minanar makanan diqqan. Ada tempat yang sempit. Neraka luas, tapi mereka dikumpulkan pada satu tempat sempit, ramai-ramai. Muqaronin yaitu bergandengan. Ada yang mengatakan bergandengan dibelenggu seperti orang sedang ditawan, dibelenggu satu dengan satunya, dikasih e rantai semuanya barang-barang dilempar sehingga mereka semakin tersiksa. Dibakar di tempat yang sempit, ramai-ramai dengan yang lainnya, bergandengan sesak, maka semakin panas. Ketika itu kata Allah, daau hunalika. Maka mereka berteriak celaka-celaka. Daau suburo hunalika subur. Ada dua tafsiran. Ada yang mengatakan daun unalika subur. Maksudnya mereka mengatakan celaka kita, mampus kita. Celaka kita celaka mampus kita. N sudah apalagi sudah di tempat yang sempit api menyala kemudian barang-barang dengan yang lainnya terbakar dengan teman-teman ramai-ramai. Ada yang mengatakan daulur artinya mereka mengatakan ya Allah matikan kami matikan kami. Tapi Allah tidak matikan mereka karena mereka sangat panas sehingga mereka minta ma mati maka Allah menghina mereka. Kata Allah laadul yaumuran wahidan waduran. Janganlah kalian minta atau mengharapkan kematian sekali saja tapi mintalah terus-terus. Matikan kami tidak bakalan dimatikan. mengatakan, "Celaka kami, celaka." Bilang terus, "Celaka-celaka. Kalian tersiksa tidak akan mengurangi kesiksaan kalian. Tidak ada rasa kasihan kepada kalian. Tidak ada rasa kasihan kepada kalian. Mau bilang, "Celaka kami, hancur kami, binasa kami." Berulang-ulang sejuta kali tidak akan mengurangi siksaan kalian. Atau kalian minta matikan kami, matikan kami. Sejuta kali minta tidak akan matikan. Kata Allah, "La tadul yaumur wahidan." Jangan minta celaka sekali. Minta berulang-ulang. Waduran waliubillah neraka jahanam mengerikan. Kata Allahikairun amanatul muttaquun. Katakanlah wahai Muhammadikairun apakah neraka itu lebih baik? Amnatul khulati waidal muttaquun ataukah surga abadi yang Allah janjikan bagi orang bertakwa? Sungguhnya bahwa surga adalah balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan tempat kembali orang-orang bertakwa. Mana lebih baik? Neraka atau surga? Ini semua ejekan aja. Di neraka enggak ada kebaikan sama sekali. Tapi Allah menggunakan isim tafdil khairun lebih baik. Biasanya isim tafdil itu A lebih baik daripada B. Berarti dua-duanya ada kebaikan. Paham? Tetapi A lebih baik. Tapi di kali ini surga dan neraka. Mana lebih baik? Surga atau neraka? surga. Apakah neraka ada kebaikan sama sekali? Enggak ada. Neraka itu syarun mahad, murni keburukan. Tapi Allah menggunakan apakah surga neraka lebih baik daripada daripada surga? Ini sekedar ejekan saja. Karena neraka tidak ada kebaikan sama sekali. Namanya tahakum dalam istilah e ahli tafsir Allah ngejek. Qul adzalika khairun am jannatul khuldillati waidal muttaq. Ini pendapat tadi mengatakan qul adzalika apakah yang mereka minta kepada engkau Muhammad bahwasanya engkau punya kebun engkau punya gini engkau punya gini lebih baik atukah surga yang Allah janjikan di akhirat kelak tapi pendapat yang lebih benar adalah pendapat pertama qul adzalika maksudnya neraka apakah neraka lebih afdal lebih baik ataukah surga yang Allah janjikan bagi orang-orang yang bertakwa dan ini ejekan bagi penghuni neraka dan juga ejekan bagi Orang-orang Quraisy yang mereka menolak dakwah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Allah katakan kalau kalian mendustakan hari kiamat, kalian akan masuk neraka dengan neraka yang sangat mengerikan. Adapun orang bertakwa yang beriman kepada Rasulullah maka akan mendapatkan surga kanat lahum jaza wair. Surga merupakan balasan bagi mereka dan tempat kembali mereka. Kata Allah, "Lahum fiha ma yasyauna kholidin." Mereka di surga kekal di dalamnya. apa yang mereka kehendaki. Jadi mereka pengin apa saja mereka akan dapat dan selama-lamanya seperti itu. Kaana alabika waan masula. Dan ini adalah janji Tuhanmu, janji Allah Subhanahu wa taala yang ditanyakan atau diminta. Diminta atau dimohonkan. Maka Allah menyebutkan kalau neraka orang minta-minta mati enggak dikasih mati. di surga minta apa saja dika dikabulkan dan abadi dan abadi lahum fiha ma yasyaun mereka di surga apa saja yang mereka minta yang lebih afdal lagi kholidin yaitu abadi abadi apa yang mereka minta dikabulkan dan itu adalah janji Allah masulah yang akan diminta oleh orang bertakwa mereka minta janji mereka janji Allah kepada mereka tentang surga dan Allah berikan kepada kepada mereka ada yang mengatakan w Dan masulah itu Allah telah mengharuskan dirinya sendiri untuk memberi ganjaran surga. Ya Allah bertanggung jawab dengan janji ini. Kana ala rabbika wa'dan mas'ula. Yaitu seakan Allah berkata, "Janjiku surga kepada orang bertakwa adalah kepastian yang aku bertanggung jawab atas janjiku tersebut dan aku tidak akan menyelisihi apa? Jan janji." Ya. Ee tentunya seorang ee beramal saleh sebanyak mungkin agar bisa meraih surga. Karena di surga apa yang kita inginkan akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Bahkan orang yang tidak punya anak pengin punya anak Allah kasih. Kata Rasul sallallahu alaihi wasallam, "Almukmin inistaha waladan." Seorang mukmin kalau pengin punya anak maka Allah kasih anaknya tersebut yaitu himluhu wasinnuhu. Maka dia hamilnya dan besarnya dalam sekejap. Ya, sekejap tahu-tahu sudah tidak tunggu hamil 9 bulan ibu-ibu kelamaan. Cet cet cat langsung kelu keluar karena di surga enggak ada nunggu enggak ada apa nung nunggu tapi kalau pengin punya anak kalau enggak punya enggak pengin ya enggak apa-apa ya makanya mengatakan nistahawal dan seorang mukmin kalau pengin punya anak kalau kalau tidak juga enggak ada ma masalah pengin apa saja dikabulkan sampai dalam hadis ada seorang badui ada Rasulullah mengatakan inna rajul min ahlil jannah ee apa ee Ada seorang dari penghuni surga ingin bercocok tanam. Istazanaahu fara. Dia minta izin kepada Allah untuk bercocok tanam. Maka Allah berkata, "Alaisa fitta alasta f'ta." Bukankah kau minta apa saja dikabulkan? Bala tentu. Kenapa minta bercocok tanam? Masih banyak nikmat yang lain. Ngapain minta apa? Bocok tanam. Kata dia, "Walakini uhibbu anzra." Tapi saya ingin bercocok tanam. Nostalgia pengin masa lalunya. K. Kata Rasulullah, kata Allah, "Silakan." Ketika dia ambil benih dia dia taruh sebelum dia mengedipkan matanya tiba-tiba tumbuh tiba-tiba panen setinggi gunung. Jadi di surga enggak ada ngantri, enggak ada nunggu langsung hasilnya. Kemudian ada seorang Arab Badui ketika mendengar hadis Nabi, dia mengatakan, "Ini pasti Quraisy atau siapa di ini yang minta-minta bercocok tanam pasti orang-orang ini ya. Adapun kami ti tidak ya." Jadi kalau ada orang di surga nanti kita dengar minta gudek hai orang Jogja pasti. Ya Allah, aku minta gudek. Bukankah masih banyak makanan yang lain, C pengin makan gudek? Ya Allah. [tertawa] Ada yang tanya sama saya, "Ustaz, kalau saya pengin main bola di surga bisa enggak?" Bisa. Iya, tapi main sama siapa? Yang kedua, belum tentu sampai sana kok pengin main bo bola. Belum tentu. Tapi kalau pengin main bola akan dika kabulkan. Ustaz, kalau saya mau surga pengin main padal ya mungkin saja. [tertawa] Pokoknya minta apa saja Allah ka kabulkan ya. Tapi apakah kau sampai sana masih mikirin itu? Wallahuam. Itulah nikmat surga dan itu abadi selama-lamanya. Oleh karena seorang jangan malas-malasan bersemangat untuk beramal saleh dan menghindari kemaksiatan. Demikian saja. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.