Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Insyaallah pada kesempatan kali ini kita akan bahas tentang pertemuan terakhir dari aliman bil yaumil akhir tentang masih tentang neraka. Insyaallah pertemuan berikutnya baru kita mau masuk tentang rukun iman yang terakhir, aliman bilqadar. Dan pada pertemuan lalu kita telah bahas tentang ee siksaan batin penghuni neraka. Dan di antara siksaan batin saya khususkan bahasan tersendiri judulnya adalah pertengkaran ya di antara penghuni neraka. Pertenggaran di antara penghuni neraka yang Allah sebutkan ee dalam surat Sad. Kata Allah, "Innazalika haqqun takasumu ahl ahlinar." Inna inna dalalika lahaqun takasum ahlinar. Sungguh yang demikian itu akan benar terjadi. Pertengkaran mereka itu. Mereka itu benar akan terjadi, benar-benar akan terjadi, yaitu pertengkaran di antara penghuni neraka. Takhasum, pertengkaran di antara penghuni neraka. Ini disebutkan oleh Allah dalam surah Sad ayat 64 ya Quran surah Sad 38 ayat 64. Tib tentunya kita tahu di antara sebab kesengsaraan adalah jarusu aljaru yaitu tetangga yang buruk. Kalau kita di dunia kita punya tetangga buruk tentunya merupakan penderitaan bagi kita. Maka bagaimana lagi kalau di akhirat bertetangga dengan sesama penghuni neraka dan saling gontok-gontokan, saling menjatuhkan, saling melaknat, bertengkar melulu, ya tentu ini adalah siksaan tersendiri. Saling menyalahkan, saling menuduh. Ya. Jadi mereka saling bertengkar antara pengikut yang diikuti, antara anak dua dengan pimpinan ya, antara manusia dengan iblis ya, saling menyalahkan, saling melemparkan kesalahan, saling berharap bahwasanya siksaannya diperbesar. Diperbesar. Ini adalah siksaan tersendiri ya. Jadi mereka bertengkar itu di antara bentuknya ya ee saling menyalahkan. Nanti akan kita sebutkan ayat-ayatnya. Saling melaknat, saling ee apa namanya? Minta diazab. Azab di diper minta azab ditambah ya. Ya, saling menghina ya. Bayangkan punya tetangga dalam neraka seperti ini. Ini adalah tentu ee tentu adalah siksaan tersendiri ya. Jadi inah siksaan batin yang Allah sebutkan yang semua ini hanyalah menambah penyesalan mereka ya. Hanyalah menambah penyesalan. Menambah penyesalan. Yaumal hasrah. Penyesalan yang tiada guna. Ya. Kata Allah anzirhum yaumal hasrah. Berilah peringatan kepada mereka tentang hari penyesalan. Karena pada hari tersebut banyak sekali penyesalan-penyesalan. Ya. Tib. Kita akan sebutkan beberapa model pertengkaran mereka yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an. Nanti bisa diikuti dengan membuka ayat-ayat tersebut. Dalam buku gak ada ya. Dalam buku gak ada. dalam enggak ada. Nanti cetakan baru baru ada Tib-model pertengkaran mereka dalam Al-Qur'an. Penghuni neraka di dalam Al-Qur'an. Tap, Ibu-ibu, yang pertama adalah ee mereka saling berlepas diri, ya. Saling berlepas diri. Jadi tidak mau tidak mau diikuti, tidak mau diikuti, gak mau ketemu, saling berlepas diri. Karena kalau tidak berlepas diri, takut azab semakin bertambah. Saya kan ikut kamu, enggak, kau bukan pengikutku. Saya teman kamu, enggak, kau bukan temanku. Jadi saling berpas diri. Kenapa saling berlepas diri? Takut azab semakin ditambah karena akan dimintai pertanggungjawaban. Lihat dalam Quran surah Albaqarah ayat 166. Coba Ibu-ibu baca silakan atau silakan dibuka ya. Saya bacakan Albaqarah 166. Tabar alladzina tubiu minalladina tabau. Ketika orang-orang diikuti berlepas diri dari yang mengikuti. Yaitu pemimpin berlepas diri para pengikut. Bos-bos berlepas diri para pengikut. Warulaba dan mereka melihat azab siksaan depan mereka. Watqat bihimul asbab. Maka segala hubungan mereka putuskan. Ya, di antara mereka relasi mereka tidak mau ada relasi. ketika itu jadi saling berlepas diri, tidak mau ketemuan, takut ee apa namanya? Tambah pertanggungjawaban. Kalau tambah pertanggung jawaban semakin besar azab. Ya. Waqalalladzina tabau. Maka berkatalah orang-orang yang mengikuti. Ketika mereka tahu orang-orang diikuti berlepas diri maka mereka yang mengikuti para pengikut menyesal. Mereka berkata waqina berkata para pengikutana fana minna. Kalau kami punya kesempatan untuk kembali ke dunia lagi tentu kami akan berlepas diri dari mereka di dunia sebagaimana sekarang mereka para para pemimpin berlepas diri pada kami para pengikut. Kadalika yurihimullahu a'alahum hasaratin alaihim. Demikianlah Allah memperlihatkan amal perbuatan mereka sebagai bentuk penyesalan bagi mereka. W humorijina minanar. Dan sesungguhnya mereka tidak bakalan keluar dari api neraka. Jadi mereka dikumpulkan ya ketika para pengikut datang kepada yang diikuti para pemimpin maka para pemimpin segera berlepas diri. Gak gak gak gak mau ketemu. Kenapa? Takut tanggung jawab semakin besar. Karena mereka yang menyesatkan kalau pemimpin bisa jadi menanggung dosa-dosa para pengikut. Jadi mereka berlepas diri enggak mau. Sementara para para pengikut ingin curhat sama pemimpin. Siapa tahu siapa tahu dosa mereka bisa ditanggung oleh para pemimpin. Ternyata para pemimpin berlepas diri. Kata Allah watq watqat bihimul asbab. Maka relasi terputus ketika itu. Dan ini yang Allah sebutkan dalam surat azzukhraf 67. Alakill yaumidin bauminunal muttaqin. Seluruh eh sahabat, teman akrab pada hari itu akan menjadi musuh satu dengan yang lainnya. Kecuali orang bertakwa. Orang bertakwa bersahabat di dunia maka di akhirat semakin lagi bersahabat. Adapun orang-orang kafir para pendosa, persahabatan menjadi permusuhan. Saling berlepas berlepas diri. Inilah adalah suatu ee apa namanya? Siksaan batin tersendiri. Sampai akhirnya, sampai akhirnya para pengikut berkata, waqalladzina tabau laana fanatabar minhum kama tabaru minna. Seandainya kami bisa kembali ke dunia, kami nyesal ikut mereka. Kami akan berpas diri dari mereka. Sekarang mereka ternyata tidak mau tanggung jawab. Ya, tidak mau tanggung jawab. Betapa banyak di dunia ini orang-orang berkata, "Ikut saya. Saya yang tanggung jawab." Padahal hari kiamat dia kabur. Di neraka dia kabur. Dia tidak mau bertanggung jawab karena takut. siksa yang semakin bertambah-tambah. Ini saling berlepas diri ya, takut ya. Jadi ini para para pemimpin ya takut azab semakin ditambah. Adapun para pengikut minta pertanggungjawaban pemimpin. Jawaban para pemimpin. Tapi ternyata mereka tidak bisa karena para pemimpin berlepas diri. At ini dalam surat Albaqarah ayat 166 ya. Yang jadi masalah Allah mengatakan di akhir ayat, wah humorijina minanar. Mereka tidak bakalan keluar dari neraka. Jadi mereka saling berlepas diri dalam neraka dan mereka tidak bakalan keluar dari neraka. Ya, tidak bakalan keluar dari neraka ya. Dan mereka percuma bersabar. Sebagaimana sudah kita pernah kita sampaikan, kesabaran mereka tidak ada guna kalau sabar di dunia. Kalau sabar di dunia, maka ada saatnya musibah akan hilang. Seb dikatakan badai pasti berlalu. Kalau di dunia namanya musibah, kita bilang badai pasti berlalu. Tapi kalau di akhirat, di neraka badai pasti berlalu-lalang bolak-balik gak hilang-hilang. Ya. Maka kata Allah, "Isbiru a labiru sawaun alaikum." Mau sabar enggak sabar enggak ada bedanya. Mau sabar juga tetap siksaannya enggak berubah. Bersabar juga tidak ada faedahnya. Mereka berkata, "Sawaun alaina ajazna amarna maana mim mahis." Kata penghuni neraka, "Sama saja kita mau sabar enggak sabar tidak ada jalan keluar." Makin di antara siksaan batin mereka saling bertengkar di antara mereka. Tib di antaranya model pertengkaran mereka adalah saling melaknat. ini Allah sebutkan dalam Qur'an surah Al-A'raf, surat Ala'raf ayat 38 sampai 39. Saya bacakan ayatnya. Silakan Ibu-ibu kalau mau lihat di dalam Al-Qur'an surah Ala'raf 38 39. Qulu fi umaminq khatikum minal jin wal insiar. Allah berfirman, "Masuklah kalian wahai penghuni neraka. Masuklah kalian ke dalam neraka bersama jin dan manusia yang dulu duluan masuk sebelum kalian." Jadi masuk ayo masuk sana. Sudah ada anggota kok sebelumnya sekarang nyusul. Jadi sudah penghuni neraka masuk di luar terus ada penghuni neraka yang nyusul yang mungkin mungkin apa namanya maksiatnya lebih kurang atau kekufurnya lebih kurang. Karena yang yang semakin parah masuk di luar. Ternyata ada yang masuk belakangan. Ini di antara keadilan Allah Subhanahu wa taala ya. Masuklah sudah ada jin dan manusia dalam neraka. Kalian tinggal nyusul. Kata Allah, "Kullama dakhalat ummatun laanat ukhtaha." Setiap kali ada gerombongan baru yang masuk maka mereka akan melaknat yang di luar. Jadi di luar ini belakangan kalian terlaknat-laknat kalian gara-gara kalian. Jadi menyalahkan yang apa namanya? Yang datang. ee di luar yang masuk di luar. Maka kata Allah Subhanahu wa taala, "Kullama dakolat ummatunat ukhtaha." Setiap masuk maka akan melaknat yang sudah masuk di luar. Hatta qu fiha jamian. Akhirnya setelah mereka berkumpul yang anggota lama sama anggota baru sudah kumpul di neraka. Qat ukhrohum liulahum. Setelah berkumpul tadi ketika masuk saling melaknat. melaknat gara-gara kalian. Laknat Allah kepada kalian. Celaka kalian. Begitu sudah ketemu semua satu tempat tinggal, mulailah yang masuk belakangan cari uzur supaya dikasih uzur oleh Allah. Kata mereka menyuruh kepada Allah, qolat ukhrohum liulahum. Berkatalah yang masuk belakangan ditujukan kepada yang sudah masuk lebih dahulu di neraka. Mereka berkata, "Rabbana haulai faatian minanar." Kata mereka, "Ya Allah, ini yang masuk di luaranlah yang telah menyesatkan kami. Kami hanya ikut-ikutan. Tambahkanlah azab kepada mereka." Ini sebenarnya ada mereka masih berharap secerca harapan dari Allah. Semoga Allah tahu bahwasanya sebab mereka salah itu gara-gara yang masuk di luar. Jadi tambah azab pada mereka, kurangi azab kami seakan-akan mereka ingin Allah mengasihani mereka. Kata mereka, "Ya Allah, tambahlah azab bagi yang mereka ini. Karena mereka ini yang menyesatkan kami. Kami datang belakangan." Apa kata Allah? Qulullinfu wakillamun. Allah maha adil. Kata Allah, "Gak sama-sama ada azab masing-masing ya ada azabnya. Dan masing-masing akan mendapat azab lipat ganda sesuai dengan kadarnya masing-masing. Jadi Allah tidak tidak memberi uzur kepada para pengikut ya atau kepada yang belakangan. Waqalat ulahum liukhrohum. Akhirnya yang masuk di luar membantah yang masuk belakangan. Famaana lakum ala min fadol. Kalian tidak punya kelebihan apa-apa dibanding kami. Kita sama-sama masuk neraka. Emang bilang saya masuk di luar kau lebih baik daripada saya. Sama-sama masuk neraka. Tidak ada keutamaan. Sama-sama di neraka. Kalian juga saya ajak ikut juga. Goblok juga kan sama-sama goblok ya. Ya memang kalau kau pintar kan kau enggak ikut. Boleh ikutnya kenapa nyalahin saya? Ya enggak ada kelebihan di antara kita. Fzuqulabi ma kuntum taksibun. Silakan kalian mencicipi dampak perbuatan kalian. Allah menyatakan cicipi. Ya zuk. Allah sebutkan zuk itu neraka. Padahal bukan dicicip neraka dibakar. Tapi cicip itu kan menggunakan lidah. Kalau kita makan, kita benar-benar merasuk. Jadi karena azabnya terlalu sadis, terlalu apa? Merenggut tubuh secara keseluruhan, maka Allah sebut dengan lafal cicipi. Karena kita tahu bahwasanya api neraka ketika membakar langsung luar dalam. Allati tali al afidah. Api neraka kalau bakar bukan dari luar dulu baru dalam, tapi langsung luar. Dalam dalam waktu satu waktu maka Allah menggunakan kata fadzuqul adzaba bima kuntum taksibun. Rasakanlah azab akibat perbuatan kalian. Jadi dendam ya gara-gara kalian sih inilah ee seakan-akan kami tidak salah, mereka yang salah tapi Allah tidak bisa dikibulin. Ya kalau sama hakim di dunia masih bisa dikibulin. Pandai menyusun kata-kata. Panggil lawyer ya yang membela kejahatan ya datangkan saksi palsu. Lama-lama hakimnya bisa ditipu. Iba soiba kami enggak salah cuma ikut-ikutan. Kami begini kamu begini. Mereka yang tanggung dosa kami gak ada. Kata Allah likullinfun. Masing-masing akan dilipat gandakan siksaannya. Walakill taam. Masing-masing ada kadarnya. Allah maha mengetahui. Tib berikutnya yang Allah sebutkan juga pertengkaran antara setan dan manusia berlepas diri yaitu iblis berlepas diri. setan atau iblis berlepas diri. Sebagian mengatakan ini dimulai dari pertengkaran antara antara penghuni neraka terlebih dahulu ya. Baru kemudian mereka melapor kepada iblis. Allah sebutkan dalam surah Ibrahim 21 sampai 22 ya Quran surah Ibrahim 21 sampai 22 saya bacakan mulai dari pertengkaran di antara mereka kata Allah wabarazu lillahi jamian maka semuanya dikumpulkan di padang mahsyar untuk dihukum akhirnya mereka masuk neraka faqfal illa lilladinaakbaru maka berkatalah orang-orang lemah kepada orang-orang sombong yaitu pengikut kepada pemimpin. Inna kunna lakum tabaan. Kami dulu pengikut kalian. Fahal antum mugnuna anna minabillah. Bisakah kalian ya menyelamatkan kami dari azab Allah Subhanahu wa taala minyai? Meskipun sedikit. Bisa enggak kurangi sedikit? Saya kita enggak bisa minta seluruhnya, tapi bisa enggak kurangi sedikit? Kan kita hanya pengikut ya. Ini sebenarnya ada yang mengatakan ejekan. Memang bisa kalian kurangi? Enggak bisalah sedikit pun enggak bisa mereka kalau mereka kalau bisa menanggung akan ditanggung tapi mereka juga tidak bisa menanggung masing-masing ada azabnya. Qolu dan apa namanya? Orang kalau sudah diazab pikirannya sudah buntu saking panasnya ya sebagaimana kita pernah sebutkan neraka itu sangat panas ya. Sehingga mereka mengatakan fahal antum mugnuna minabillahi bisa kalian mengurangi azab kami meskipun sedikit. Apa kata para pembesar, orang-orang kaya, para pemimpin? Qolu lau hadanallahu lahadainakum. Seandainya Allah beri petunjuk kepada kami, kami akan beri petunjuk kepada kalian. Sawaun alaina ajazna amarna maana mim. Tidak ada faedahnya. Kita mau sabar di neraka dan tidak sabar tetap tidak ada faedahnya. Sama saja. Seperti kita kalau di dunia namanya badai pasti berlalu cepat atau lambat. Kalau di neraka berlalu lalang, gak akan selesai. Ya. Jadi seakan-akan mereka qalladinau e qafa lilladinaqbar berkata orang-orang lemah kepada orang sombong, "Kalian dulu menjamin akan begini, akan begini. Sekarang bisa enggak ngurangi dosa kami sedikit? Bisa enggak ngurangi azab kami sedikit?" Mereka berlepas berlepas diri. Disebutkan ketika mereka debat, tidak ada keputusan saling berlepas diri, maka mereka lapor mengadu kepada setan, iblis. Maka ayat selanjutnya Allah berbicara tentang setan. Kata Allah, waqal setanu lamma qodal amr. Maka ketika perkara sudah diputuskan masuk neraka masuk surga maka setan berkata di hadapan mereka. Kata Hasan Albashri, in mimbar minar. Setan mengambil membuat mimbar dari api neraka. Kemudian dia berkhotbah di atas mimbar dari api neraka dengan khotbah yang benar-benar merasuk dalam seluruh hati penghuni neraka jahanam. Khotbah yang benar-benar menggetarkan jiwa. Khotbah yang benar-benar berpengaruh kepada hati mereka. Khotbah yang benar-benar membuat mereka sangat menyesal bertobat tapi tidak ada faedahnya. Seandainya khotbah ini disampaikan tatkala khotbah Jumat di dunia, semua orang sadar. Tapi khotbahnya di neraka enggak ada faedahnya. Apa kata setan? Innallaha waadakum waal haq. Setan juga berlepas diri. Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian dengan janji yang benar. Waatukum. Saya juga janji janji kalian. Kalian kalau begini bakalan begini kalau begini begini. Faaklaftukum. Tapi saya nipu. Saya nyelisihi janji saya. Saya tidak punya kekuatan untuk mempengaruhi kalian, menggoda kalian. Saya tidak pernah dorong kalian. Saya tidak pernah tarik kalian. Saya kan cuma ngomong aja cuma bisik-bisik. Memang pernah saya pakai mikrofon ceramahin kalian? Enggak pernah. Setan enggak pernah pakai mikrofon. Setan enggak pernah berdiri langsung ayoak cuma bisik-bisik dalam hati. Makanya setan mengatakan, "Wana liikum minin." Saya tidak punya kekuatan kepada kalian. Saya tidak pernah narik kalian. Saya tidak pernah traktir kalian. Saya tidak pernah nyogok kalian. Saya tidak pernah ngomong pakai mikrofon. Saya tidak pernah ngomong langsung. Illa anda autukum. Saya cuma bisik-bisik aja. Saya seru kalian. Fastajabtum lian nurut. Yang salah kalian. talumuni maka jangan kalian cela aku. Walumu anfusakum. Celalah diri kalian sendiri. Ma ana bimusrikum w antum bimushi. Aku tidak bisa sekali-sekali menolong kalian dan kalian tidak bisa menolong aku. Sudah. Inni kafartu bima asumuni minqbl. Aku berlepas diri dari perbuatan kalian mensekutukan aku dengan Allah. Saya enggak ikut-ikutan sekarang. Inimina lahumabun alim. Sesungguhnya orang-orang zalim para pelaku kesyirikan, bagi mereka azab yang pedih. Jadi pertengkaran ini diangkat sampai ke setan, iblis tetap berlepas diri. Ya. Dan mereka tersiksa menyesakkan dada mereka. Yang pertama ketika yang lemah bertemu dengan yang kuat saling bertengkar namun tidak merubah kondisi mereka. Yang kedua, ketika yang lemah dan yang kuat bergabung untuk mengadu, menggugat iblis, tetap juga tidak ada faedah. Jadi yang lemah gugat yang kuat, yang orang-orang sombong. Kemudian mereka sama-sama menggugat iblis, iblis berlepas berlepas diri. Ini salah satu pertengkaran yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an. Tiib. Di antaranya saling menuduh. Allah pertengkaran berikutnya adalah saling menuduh. Bayangkan ini bertetangga dalam neraka seperti ini selama-lamanya. Tetangganya dengki, hasad, saling nuduh, saling menyalahkan, maki-maki, ya saling menuduh. Ini Allah sebutkan ee dalam surat Saba ayat 313. Saya bacakan. Waqadzina kafaru lan bial Quran. Berkatalah orang kafir, kita tidak bakalan beriman dengan Al-Qur'an ini. Enggak bakalan beriman. Willadzi ba yadai dan kami tidak akan beriman pula dengan kitab-kitab yang sebelumnya. Tib kata Allah mereka ngomong begitu sekarang tidak akan beriman. Tapi apa yang akan mereka rasakan pada hari kiamat kelak akibat mereka berani mengatakan kami tidak akaniman dengan Alquran. Kata Allah, "Walau taroimuna maqufunbihim." Dan ketika kau lihat orang-orang zalim, para musyrikin diberdirikan di hadapan Allah sehingga mereka saling debat di antara mereka untuk menyalahkan lainnya di hadapan Allah dengan harapan siksaan mereka bisa dikurangi. Kata Allah, idolimuna maukufuna. Ketika orang-orang musyrikin diberdirikan di hadapan Rabb mereka, yarji ba'dum ila ba'din qul. Maka mereka saling menghadapkan, saling bantah-bantahan di antara mereka di hadapan Allah. Apa apa bantahan-bantahan mereka? Allah sebutkan yaquadinuadinaakbaru laula antum lakunna mukminin. Berkata orang-orang lemah kepada orang-orang sombong. Kalau bukan gara-gara kalian, tentu kita sudah beriman. Kalian sebabnya ini mereka ungkapkan hujah argumentasi sekuat mungkin di hadapan Allah. Allah berhentikan mereka. Ayo ngomong saling debat situ. Gara-gara kalian kalau enggak ada kalian kami sudah masuk surga. Kami sudah beriman. Qalladzinaastakbaru. Di sini Allah tidak mengatakan waqala. Sebagian Allah mengatakan karena mereka baru hujah ngomong gitu langsung dipatah, langsung dipotong oleh orang-orang yang sombong. Allah tidak mengatakan waq tapi mengatakan mujrimin apakah kami pernah menghalangi kalian dari dari petunjuk? Enggak pernah. Setelah petunjuk datang kepada kalian, kami pernah halangan kalian dari Muhammad dari petunjuk. Bal kuntu mujrimin. Kalian memang pendosa. Bukan kami. Kalian asalnya memang pendosa. Kami gak pernah halang-halangi. Ini bohong ya. Mereka suka menghalangi. Coba bagaimana? Jadi kita ini ee berdebat kalau di dunia bolehlah kita bohongin hakim dan hakim bisa dibohongin dan hakim terkadang senang dibohongin kalau disogok ya. Tapi kalau di hadapan Allah gimana? Gak bisa. Gak gak bisa. Kita enggak bisa membela kebatilan. Kita enggak bisa menyembunyikan hakikat. Maka orang-orang pemimpin, orang-orang yang kuat ini maka dia berbohong. Kemudian mengatakan, "Ya eh anahnu shodadanakum anil huda bada id jaakum." Apakah kami pernah menghalangi kalian dari petunjuk setelah petunjuk datang kepada kalian? Kami gak pernah begitu. Bal kuntum mujrimin. Justru kalian itu sejak awal pendosa. Kalian pendosa dari awal bukan gara-gara kami. Bayangkan dia lepas diri. Baluntum mujriminin. Kalian sebelum kami datang, kalian sudah pendosa. Waqadinau. Maka yang yang yang lemah membela diri lagi sama-sama masuk neraka. Waqbaru berkata yang lemah kepada yang sombong anak buah kepada pemimpin gimana kalian gak pernah menghalangi kami. Kalian tiap siang pagi siang, siang malam selalu bikin makar. Kalian suruh kami untuk kafir kepada Allah dan menjadikan bagi Allah tandingan-tandingan, sembahan-sembahan, sekutu-sekutu bagi Allah. Ya, kalian enggak pernah menghalangi, tapi tiap pagi tiap malam ngomong, tiap pagi tiap malam dakwah. Ini Islam begini, Islam begini, Islam begini, Islam begini, yang benar begini begini. Akhirnya mereka debat di hadapan Allah. Allah tahu semua yang terjadi. Kata Allah, waarrun lammaab. Semuanya menyesal, baik pengikut maupun yang diikuti tatkala melihat azab. Percuma cuma Allah kasih lihat noh debat berkelai sendiri berkelai berkelai berkelai ujungnya masuk apa neraka wajaal aglala fianaqilladzina kafaru lalu kami belenggu mereka dengan besi-besi panas di leher-leher mereka hal yujizzauna illa mau yammalun tidaklah mereka dibalas kecuali dengan akibat amal perbuatan mereka maka di sini ee mereka debat orang-orang yang lemah berharap ya menuduh orang-orang yang kuat para pemimpin. Kalianlah gara-gara kalian kami kafir. Kalau bukan karena kalian, kami tentu beriman dengan harapan mereka dikasihani oleh Allah tapi tidak ada kata kasihan. Sudah selesai pintu tobat sudah tidak ada. Dan akhirnya para orang-orang sombong terikat berdusta. Kami kan enggak pernah halangi kalian. Dibantah lagi. Gimana enggak halangi tiap hari pagi siang sore malam dakwahi kami agar kami kufur kepada Allah subhanahu wa taala. Intinya mereka saling menuduh. melemparkan kesalahan dan ujung-ujungnya mereka pun masuk neraka. Kata Allah, wa asarun nadamata. Maka mereka sembunyikan penyesalan yang luar biasa dalam hati mereka. Tib. Ini yang keempat. Yang berikutnya saling ar adu argumentasi saling adu argumentasi ini terjadi di neraka ini debat penghuni neraka sudah diazab masih debat aja Ya, di padang mahsyar debat, dalam neraka debat. Allah sebutkan dalam surat Assfat dalam Asah Safat 22 sampai 33. Cukup panjang saya bacakan. Allah berfirman, "Uhsyurulladzinaamu wa azwajihum w kanu ya'budun. min dunillahi fahduhum ila suratil jahim. Kata Allah, "Kumpulkanlah mereka orang-orang zalim bersama teman sejawat mereka. Azwaju maksudnya semisal mereka." Ya, ada yang mengatakan orang-orang zalim dikumpulkan dengan sejenis musyrikin misalnya musyrikin Yahudi Yahudi, musyrikin Nasra-nasara, musyrikin agama-agama lain juga masing-masing sejenis maksiat juga begitu. Koruptor dengan koruptor ya, bezina dengan pezina ya. ee homoseks dengan homoseks semua dikumpulkan sejenis ya. Tukang mabuk tukang tukang mabuk ya tukang judi dengan tukang judi ya. Jadi dikumpulkaninaamu wa azwajahum kumpulkanlah orang zalim beserta teman sejawat mereka yang sejenis w kanu yaudun dan juga yang sembahan mereka dikumpulkan minunillah yang mereka sembah selain Allah. Fahduhumil jahim. Maka berilah hidayah mereka ke jalan sirat bukan siratal mustaqim siratil jahim menuju jalan neraka. Subhanallah. Mereka para pelaku maksiat dikumpulkan sejenis k dipermalukan. Kemudian Allah mengatakan silakan ikuti petunjuk. Petunjuknya bukan ke surga. Petunjuknya ke mana? Siratil jahim. Bukan siratul mustaqim. Sirat apa? Siratul jahim. Jalan menuju neraka. Ini seakan-akan ada hinaan kepada mereka. Kalian di dunia dulu sering disuruh, "Ikutilah petunjuk kepada surga. Ikutilah petunjuk." Kalian tidak mau. Sekarang Allah bilang, "Ikuti petunjuk." Tapi bukan petunjuki surga. Petunjuk kepada neraka dan kalian tidak bisa menghindar. Harus ikut. Harus ikut. Setelah itu Allah berfirman, "Waqifuhum innahum masulun." Tahanlah mereka. penghuni neraka ini setelah mereka dikelompokkan klasifikasi sesuai dengan jenis kekufuran sesuai jenis kemaksiatan selalu maka Allah berhentikan mereka Allah katakan waqifuhum innahum masulun tahan mereka suungguhnya mereka akan ditanya dimintai pertanggungjawaban kata Allah maakum la tanasarun kenapa kalian tidak saling tolong-menolong sekarang dulu kalian saling tolong-menolong tolong-menolong dalam zina saling kontak-kontakan punya kontak cewek-cewek Saling tolongmenolong ya. Kemudian korupsi juga saling tolong-menolong ya. Serah-menyarahkan uang diam-diam tanpa difoto. Ya sudah diatur semuanya ya. Ya syirik juga saling tolong-menolong, saling bahu-membahu. Kalian saling tolong-menolong. Kenapa sekarang tidak saling tolong-menolong dalam neraka jahanam? Percuma apa? Tolong-menolong di neraka. Bal humul yauma mustaslimun. Semua pasrah ketika hari itu. Ya, bukankah mereka satu golongan? Kenapa tidak saling tolong-menolong? Bahu-membahu koruptor saling tolong-menolong di antara mereka. Sampai kalau sudah ketangkap pun tang tolongmenolong. Biar satu jadi korban yang lain tidak ketahuan. Ketika di neraka enggak ada tolong-menolong. Maka setelah mereka dikumpulkan, Allah bilang, "Kenapa tidak tolongmen-menolong?" Bukan tolong-menolong sekarang. Sekarang sampai hantam-hantaman. Maka mereka saling berhadapan. Waqbal baum al baatasalun. Maka saling berhadapan satu dengan yang lain. Saling berdebat di depan Allah Subhanahu wa taala. Apa kata mereka? Q inakum kuntumanail yamin. Berkata anak buah kepada para pemimpin, "Kalian dulu datangi kami dari sisi kanan ngajak kami ya ngajak kami untuk maksiat, untuk kufur. Kalian dulu yang datangi kami, ngajak-ngajak kami." Apa kata pemimpin? Qual lam takunu mukminin. Enggak. Kalian memang dari dulu tidak beriman. Kalian kafir memang asalnya kami tidak datangi kalian beriman jadi kafir. Kalian sejak awal sudah tidak beriman. Kami tidak punya kemampuan untuk menyesatkan kalian. Namun kalian memang melampaui batas dari sananya. Maka kalau begitu ya telah tetap keputusan Rabb kita, kita semua akan merasakan azab neraka. Kalian maupun kami, pemimpin maupun yang dipimpin. Faagwainakum. Kami dulu menyesatkan kalian. Innak gawiin. Dan kami memang orang yang sesat. Ya. Jadi Allah biarkan mereka saling bertanya. Yang yang yang anak buah menyalahkan pemimpin mimpin berlepas diri ya. Dan akhirnya para pemimpin mengatakan kami tidak punya kekuatan untuk menyesatkan kalian. Kalian dari sananya sudah sesat. Akhirnya Allah berfirman, "Fainnahum yaumaidin fil adzabi musyarikun." Sesungguhnya mereka pada hari itu semuanya sama-sama dalam azab pemimpin maupun yang dipimpin. Dan kebersamaan mereka dalam azab tidak mengurangi azab mereka. Kita kalau di dunia kalau sama-sama kita lihat orang menderita yang lain akan mengurangi penderitaan kita. Sama-sama susah, sama-sama enggak makan. Ada temannya apagi lihat yang lebih susah. Wah dia lebih lapar daripada saya. Jadi terhibur. Tapi kalau di neraka fainnahum yaumaidin filabi musyarikun. Sesungguhnya mereka sama-sama disiksa tidak mengurangi sama sekali stan tersebut. Sama-sama merasakan penderitaan tidak mengurangi. Kalau di dunia mengurangi ya pertangkatan mereka tidak merubah kondisi mereka sama sekali. Tib. Ini yang kelima. Yang keenam saling menghina. Ini Allah sebutkan dalam surah Sad 55 sampai 64. Allah berfirman surat Sad 55 64. Setelah Allah menyebutkan tentang nikmat surga, kata Allah, "Hadza itulah nikmat surga." Kita lihat sisi yang lain. Pengin neraka. Sesungguhnya orang-orang yang durhaka yang melampaui batas mereka akan mendapatkan tempat kembali yang buruk. Jahanal mihad. Mereka akan masuk dalam neraka jahanam. Jahanam itu maksudnya neraka yang sangat dalam penuh dengan api. Yaslaunaha yang akan membakar mereka. Ya, itu neraka akan membakar mereka. Fabial mihad dan seburuk-buruk tempat tidur. Almihad itu tempat tidur. Seburuk-buruk tempat istirahat. Ini ejek Allah ngejek. Allah ngejek mereka ya. Dan tadi sudah sebutkan pada pertemuan lalu banyak ejekan-ejekan ya kepada mereka ya. Dan seburuk-buruk tempat istirahat. Hadza falyadzuquuhu. Demikianlah silakanlah rasakanlah. Yaitu hamimun wossaq. Hamim itu air yang sangat panas. Gossak itu nanah. ya kotoran apa cairan-cairan dari keluar dari penghuni neraka jahanam ini dirasakan silakan minumnya berupa air yang sangat panas sudah kita sebut pada pertemuan sebelumnya mereka mau minum saja sebelum masukkan ke mulut sudah wajah mereka sudah meleleh gara-gara saking panasnya kalau sudah masuk dalam perut maka akan dilumet ya usus-usnya ya kemudian apa azabnya cuma Itu aja cuma minum air panas sama minum air nanah. Kata Allah enggak. Wa akharu min syakqlihi azwaj. Ada siksaan yang lain juga. Bermodel-model kata Allah Subhanahu wa taala yang semisal itu sakitnya banyak siksaan. Sudah kita sebutkan di neraka siksaan ada yang di macam-macam siksaan. Dibakar, disiksa dipotong, diinjak berbagai macam dilempar dalam tempat and disuruh naik gunung yang panas, nikam-nikam diri sendiri. minum yang mengerikan seluruhnya dihajar kepalanya di berbagai macam apa siksaan ha waak mini azwaj ya ada siksaan lain yang semisal dengan itu bermodel-model set itu Allah berfirman hza faujun muqtahimun maakum kata Allah wahai penghuni nerak bentar lagi ada rombongan berikutnya masuk kepada kalian memenuhi kalian oh ada tetangga baru Allah maha Allah maha maha adil yang lebih sadis masuk di luar yang lebih kufur masuk di luar yang yang kurang kufur belakangan bukan yang lebih baik yang kurang kufur kata Allah hadza faujun muktahimun maakum ini kelompok baru masuk akan nyusul kalian bersama kalian tinggal di sini kata mereka la marhaban bihim innahum shunar tidak ada selamat datang bagi mereka enggak ada masuk neraka bukan ahlan was sahlan ahlan was sahlan enggak ada la marhaban bihim gak ada selamat datang Bagi mereka, innahum sholunar. Mereka bakal masuk neraka. Dibakar dalam neraka jahanam. Tidak ada ucapan selamat datang kepada mereka. Qual ketika mereka datang gak ada selamat datang. Kata penghuni lama. Penghuni baru berkata, "Bal antum la marhaban bikum." Antum yang tidak ada selamat datang. Jadi debat situ ente-ente yang kurang ajar ya. Jadi saling menghina. Enggak ada masuk neraka mau bilang selamat-selamat. Enggak ada selamat-selamat. Ya, kalian juga tidak selamat. Antum la marhaban bik. Kalian yang tidak ada marhaban buat kalian. Antum qaddamtumuhuana fabalqar. Kalian yang telah menunjukkan neraka kepada kami. Ya, kalian telah menjerumuskan kami kepada neraka. Fabial qaror. Dan neraka adalah seburuk-buruk tempat untuk ditinggali. Subhanallah. Kita dunia ini darul ubur. Hanya tumpang lewat. Akhirat darul qarar seperti perkataan mukmin ahli Firaun. Ya. Ya innama hadil hayatud dunya mata wa innal akhirata hiya darul qaror. Wahai kaumku, sesungguhnya dunia hanyalah mata. Mata itu adalah kesenangan yang expired yang akan selesai. Mau rumah, mau mobil, mau kesehatan, mau kecantikan, mau ketampanan, kesehatan, apapun semuanya akan apa s selesai. Ada expire-nya. karena bukan tempat tinggal abadi. Yai inama hadil hayat dunya mata wa inal akhirata hiya darul qarar. Adapun akhirat adalah tempat tinggal selama-lamanya. Makanya rasul sahu alaihi wasallam menyebutkan adunya kulluha mata. Dunia semuanya mata. Mata itu kalau bahasa kita apa? Kenikmatan yang bisa expire. Apa bahasa bahasa Indonesianya? Kenikmatan kada yang ada kada luar sanya. Maksudnya kenikmatan tidak akan selama-lamanya. Semua kenikmatan yang dipakai kemudian ada kad luarsanya itu namanya mata. Dan semua dunia isinya apa? Mata. Kemudian kata kata Nabi, "Whairu mataid dunya almalatus shihah." Sebaik-baik kesenangan yang expired adalah istri yang salehah. Istri salehah ada expired-nya enggak? Enggak ada. adalah mati selesai expire ya. Tapi itu kesenangan yang paling disenang disenangi daripada seluruh kenikmatan yang ada daripada mobil daripada rumah daripada emas daripada harta daripada jabatan istri salehah adalah kesenangan yang paling indah tapi expire juga. Maka kata mereka, "Tidak ada selamat bagi kalian karena kalian yang telah menjerumuskan kami dalam neraka." Fabial qarar dan dia seburuk-buruk tempat tinggal yang abadi. Q. Kemudian mereka mau cari uzur di depan Allah supaya mereka dikasihani. Qubana manqdamaana faziduaban finar. Ya Rabb kami, mereka ini siapa yang telah menjerumuskan kami dalam neraka? Tambahin azabnya ya Allah. tambahin azabnya. Tapi sudah kita sebut dalam surat Ala'raf, mereka minta agar yang pemimpin mereka ditambah azab. Kata Allah, Qulfun wakillamun. Masing-masing sudah dilipat gandakan, sudah ada kadarnya masing-masing. Pemimpin sekian, pengikut sekian. Dan mereka tidak bisa berhujah bahwasanya kami pemimpin, kami cuma diajak-ajak. Pasti mereka juga punya hawa nafsu. Kenapa mereka mau ikut? Bukankah banyak orang diajak tidak mau ikut? Banyak enggak banyak. Berarti ketika mereka mau ngikut mereka memang sudah jelek sejak awalnya. Mereka memang punya hawa nafsu. Jadi tidak ada alasan kami cuma diajak mereka yang dirumuskan kami. Itu enggak ada dalam di akhirat gak ada. Semakin membuat mereka menderita karena mereka bertengkar di situ. Tinggal barang bertengkar terus dendam kusumat enggak ada hentinya jengkel dongkol. Di antaranya mereka juga menyesal kata mereka. Waq maana naro rijalan kunna naud minal asr. Mana orang-orang yang dulu kita hina-hina kok enggak di sini sama kita? Yang dulu maksudnya orang beriman dulu kita bilang mereka rendahan, goblok apalah [Musik] hina-hina. Ya kok enggak kelihatan sama kita. Attakkaknahum sikhrian amqat anhumul absar. Ya, dahulu kami menjadikan mereka bahan olok-olok. Orang beriman dilihat, diolok-olok ya. Atau kita enggak ngelihat ada tapi enggak kelihatan bukan enggak enggak ada di sini. Mereka di mana? Di surga. Ini yang menjadikan mereka semakin sedih. Ternyata orang yang mereka olok-olok ternyata di surga. Yang mereka hina-hina, yang mereka rendah-rendahkan, yang mereka aniaya ternyata di surga. Allah berfirman, "Selah itu, innazalika lahaqun." Sungguh yang hal ini yang saya ceritakan pasti terjadi. Akan ada pertengkaran penghuni di neraka. Takasumu ahlinar. Inilah perdebatan, pertekaian, persengketaan di antara penghuni neraka jahanam. Dan ini siksaan batin tersendiri di antara mereka. Saya sudah bilang tadi kalau di antara ee kemudaratan adalah punya tetangga yang buruk. tetangga yang buruk, suka menghina, suka menjatuhkan, suka ganggu. Apalagi kalau ternyata tetangga itu di neraka jahanam. Kalau tetangga kita masih bisa pergi ninggalin rumah, aman. Kalau di neraka bulat di situ aja. Apa bahasa Jawa bulat? Kalau bahasa Indonesia apa bulat itu? Hah? Ngubeng-ngubeng situ aja, muter situ aja. [Musik] Kalau kita di dunia tetangga buruk, tinggal kita tinggal pergi kan selesai di di tinggal kita safar selesai rubah suasana di neraka enggak ada mulet situ aja muter-muter. Sama Allah juga sebutkan mereka saling ee argumentasi juga ya dalam surah Ghafir ya. 47 sampai 50 ya saya bacakan kata Allah Subhanahu wa taala waatahajuna finar ketika mereka saling bantah-bantahan jadi Allah menyebutkan takhasum Allah sebutkan dia muhajah saling bantah-bantahan tahaj yaitu mereka saling bantah-bantahan di mana di neraka percuma bantah-bantahan hanya melampiaskan kemarahan tidak ada faedahnya. Bagaimana banta-bantahan mereka? Fakulfailladinaqbaru. Berkata yang lemah kepada orang-orang yang sombong, yaitu pengikut kepada yang diikuti. Inna kunna lakum tabaan. Bukankah kami dulu wahai para pemimpin? Bukankah kami dahulu adalah pengikut kalian? Fal antumuna minar. Bisakah kalian sebagai pemimpin ngurangi azab kami sedikit saja? Bisa enggak? Ini ada yang mengata itu ngejek. Kalian dulu sok-sok ikuti saya aja. Saya yang tanggung jawab. Saya yang tanggung jawab. Begitu masuk neraka enggak ada tanggung jawab sama sekali. Mana katanya mau nanggung jawab? Ah sekarang kurangi di kurangi aja sedikit ambil dikit kalian tanggung. Qalladinabaru. Berkata orang-orang para pemin sombong. Inna kullun fiha. Sesungguhnya kita semua di neraka. Udahlah. Innallahaq hakama bainal ibad. Sesungguhnya Allah telah menghukum di antara para hamba. sudah enggak bisa, sudah selesai, mau ribuat apa tap aja sama-sama disiksa. Akhirnya mereka karena tidak bisa berharap dari pemimpin, mereka ngomong langsung ke ke malaikat. Waqina finati jahanam. Berkata penghuni neraka kepada malaikat penjaga neraka. Seruhlah atau berdoalah kepada rab kalian wahai para malaikat agar mengurangi azab kami meskipun sehari aja. Tapi bagaimana malaikat penghuni neraka? Apakah malaikat penghuni neraka baik-baik, sopan-sopan? Enggak ada. Alaiha malaikatun giladun syid. Kata Allah, di atas di di neraka itu ada malaikat-malaikat yang keras dan kasar. Kasar dari perbuatan, keras dari ucapan. Jadi enggak ada mereka main-main sama penghuni neraka. Q maka malah dibentak dijatuhkan argumentasi mereka. Awalamikum rusulukum bilinat. Kalian minta-minta dikurangi bukankah para rasul telah datang kepada kalian dengan bukti-bukti yang nyata? Benar enggak? Bala mereka enggak mungkin bilang enggak enggak tahu. Enggak mungkin. Mereka tahu mereka bohong tambah parah. Mereka jujur. Benar. Benar. Qolu bala. Benar. Qolu fadu. Kata para malaikat. Ya sudah kalau tahu doa saja langsung sana. Doa langsung sama Allah. W duul kafir illa silakan berdoa sendiri. Kita enggak mau minta-mintain buat Allah. Kalian kan sudah tegak hujah. Sudah kalian doa-doa sendiri aja. Doa sendiri. Wil kafirul kafir namun doanya orang-orang kafir, permohonan mereka di neraka hanya sia-sia, tidak ada faedahnya. Ini semua menunjukkan bahwasanya pertengkaran mereka, perdebatan mereka hanyalah menambah kesengsaraan mereka. dan tidak mendatangkan solusi sama sekali. Hanya semakin buat mereka terpuruk dan semakin mereka menderita dalam neraka jahanam. Penutup para ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Telah kita lewati pembahasan tentang sadisnya azab neraka jahanam. Maka jangan spekulasi dalam hidup ini. Kalau kita salah segera istigfar. Jangan spekulasi besok baru saya tobat. Bisa jadi kau mati hari ini. Ya, bisa kau pengin salah dosa pagi ini, jangan tunda sore. Bisa jadi kau mati pagi ini tidak sempat bertobat. Betapa banyak orang bermaksiat di malam hari kemudian dia berniat, "Besok pagi saya mau tobat." Dia tidur enggak bangun lagi. Waliyadzubillah ya. Waliyadzubillah. Oleh karena jangan pernah spekulasi. Maksiat juga jangan spekulasi. Ngeri. Ketika Imam Ahmad ditanya, "Imam Ahmad, menurut Anda bagaimana? Di zaman sekarang para pemuda apakah menikah? Kata Ahmad menikah meskipun berhutang. Jangan sampai dia amalannya gugur gara-gara satu pandangan haram. Subhanallah. Imam Ahmad begitu takut menikah-menikah ngutang-ngutang aja yang jomblo utang daripada dia melihat yang haram. amalnya gugur. Ya, kita enggak tahu ya maksiat apa yang bisa membuat seorang akhirnya terjerum masuk dalam neraka. Maka jangan pernah memandang remeh apa? Maksiat. Kata qul inni akua inbiyaba yauminim. Katakanlah wahai Muhammad sesungguhnya aku takut kepada azab Rabb kalau aku bermaksiat azab Allah di hari yang dahsyat. Aku takut. Allah suruh Nabi ngomong demikian. Kalau kita renungkan tentang Nabi Adam Alaih Salam, Nabi Adam apa kesalahannya sih? Dia masuk di di surga semua makanan haram bagi dia. Cuma satu dia larang. Itu pun digoda oleh iblis. Itu pun dia bukan merebut makanan orang. Enggak. Itu pun dia cuma makan sekali. J makan se cuma makan buah. Ya, bukan bukan bukan bukan berzina, bukan membunuh, bukan kriminal. Bukan. Dosanya cuma makan buah yang dilarang oleh Allah. ternyata membuat dia mengalami kesengsaraan sampai meninggal diturunkan di bumi kemudian fatasyqo kau akan sengsara dan dia pun sengsara bersama istrinya. Oleh karenanya orang-orang saleh itu khawatir dengan dosa yang mereka lakukan. Maka jangan pernah menganggap dosa, jangan pernah spekulasi. Kalau ada sesuatu yang kita ragu, haram, tinggalkan. Jangan coba-coba melakukannya. Kalau kita tidak tahu ini halal atau tidak, ya gak usah spekulasi. Dan kalau orang sudah masuk neraka ya, maka bisa jadi sangat lama. Jangan seperti orang-orang Yahudi mengatakan, "Lan tamassananaru illa ayyama ma'dudat." Kami tidak akan diazab oleh neraka kalaupun masuk neraka kecuali hanya beberapa hari. Ya, sehingga mereka menggambangkan maksiat. Karena mereka anggap masuk neraka enggak ada masalah. Bunuh Nabi pun enggak ada masalah. Cuma masuk beberapa hari saja. Setelah itu selesai. Jadi membuat mereka semakin berani untuk bermaksiat karena mereka merasa sudah dijamin. Kalaupun masuk neraka cuma sebentar sehingga mereka nekad mati ya sudah tinggal sebentar ya. Kalau kita enggak tahu maksiat yang kita lakukan. Ya, saya sering sampaikan tentang ee ketika ada seorang menasihati teman-teman yang pergi ke luar negeri, hati-hati kamu kalau zina bisa enggak orang zina yang sebentar mungkin zina taruhlah 15 menit tarulah setengah jam. dia zina, bisakah dia masuk neraka gara-gara zina tersebut? Jawabannya mungkin dimaafkan, tapi ada mungkin juga masuk ner neraka. Tiib kalau dia masuk neraka, mungkinkah dia masuk neraka karena zinanya yang sebentar itu 10 tahun? Mungkin, 100 tahun mungkin. 1000 tahun mungkin. Karena di akhirat abadi 1000 tahun sedikit. Gara-gara nikmat sebentar dia bisa saja mengalami siksaan sampai ribuan tahun. Siapa yang kuat disiksa seperti itu? Ibu-ibu jangan spekulasi hidup ini. Rasulullah telah berkata, "Ya masyarisa tasqna fainakuna aksar jahannam." Wahai para wanita, bersedekahlah. Sesungguhnya kalian banyak penghuni neraka jahanam. Lima ya Rasulullah. Kenapa? Lian takfunal asir. Karena kalian suka ingkar dengan kebaikan suami. Suka ngomelin suami. Ya, lupa kebaikan suami. Kalau orang ingat kebaikan orang kan nunduk atau tidak tunduk? Tunduklah. K ada bos baik sama kita. Bos, kamu tuh gimana sih? Bosnya dibentak-bentak. Itu kan enggak benar, Bos. Iya, Bos. Enggak ada. Bosnya baik. Suami sudah berjuang banting tulang, dibanting orang sampai rumah diomel-omelin. Lupa dengan kebaikan apa? Suami. Belikan ini, belikan anu, tidak dihargai. Lihat yang lebih mewah itu lebih mewah. Ini apa mas? Cuma begini aja. Tidak bersyukur sama suami. J sebab masuk neraka. kalian suka mengeluh di antaranya mengeluh tentang kehidupan. Kenapa kita begini ngeluh ngeluh ngeluh atau ngeluhkan suami kepada suami orang ini sebab masuk neraka dan ini bukan main-main. Rasulullah mengat kebajikan k masuk neraka. Sebab yang menyelamatkan dari neraka banyak ber bersedekah. Oleh karenanya semua harus waspada. Siapapun dia, dia dai pun juga terancam ya. Kita semua sama-sama bertakwa kepada Allah, saling menasihati. Sungguh indah dalam rumah tangga. Suami menasihati istri, istri pun menasihati apa? Suami. Ya, kerja sama. Tapi demikian saja ibu dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Ini kajian terakhir kita tentang aliman bil yaumil akhir. Insyaallah pertemuan berikutnya kita akan bahas tentang aliman bilqadar. Iman kepada takdir Allah Subhanahu wa taala. bab. Demikian saja Ibu-ibu kajian kita. Wabillahfikah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.