Transcript
17lSp_B24wA • Tafsir Juz 23: Surat Az-Zumar #9 ayat 38-45 - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2488_17lSp_B24wA.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqih wattinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu takziman wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Lanjutkan bahasan kita dari surat Azzumar dan kita masuk pada ayat 38. Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Walain sa'altahum man khalaqas samawati wal ardha layaquulunnallah." Jika engkau bertanya kepada mereka, "Man khalaqas samawati wal ard, siapakah yang menciptakan langit dan bumi?"allah. Maka niscaya benar-benar sungguh-sungguh mereka akan berkata Allah yang menciptakan langit dan bumi. Qul afaritum mauna minunillahi in araniallahu bidurin halunnafatuh. Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu serai selain Allah. Yang kalian seru selain Allah yang kalian berdoa selain Allah. In arani Allahu bidin. Jika Allah menghendaki kemudaratan menimpaku, halun, apakah sembahan-sembahan kalian itu bisa menghilangkan kemudratan dariku? Aranihmatin arani birahmatin halunna rahmatih. Dan sebaliknya jika Allah menghendaki rahmat bagiku, apakah mereka bisa mencegah rahmat Allah untukku? Qul hasbiallah. Katakanlah cukuplah Allah. Bagiku alaihiatawakalul mutawakilun. Maka hendaknya hanya kepada Allahlah orang-orang yang bertawakal untuk melakukan tawakal. Tib ayat ini ee salah satu bentuk pendalilan tauhid rububiyah untuk memaksa mereka berkonsekuensi melakukan tauhid al-uluhiyah. Kita tahu bahwasanya para ulama membagi tauhid menjadi ee tiga untuk sekedar memudahkan. Yang semuanya kembali kepada pengesaan. Adapun tauhid arububiyah maksudnya adalah mengesakan Allah. Hanya Allah yang menciptakan alam semesta. Hanya Allah yang menguasai alam semesta. Dan hanya Allah yang mengatur alam semesta. Jadi taut rububiyah kembali kepada tiga poin. Allah dia sendiri yang menciptakan. Kalau begitu alam semesta ini dia sendiri yang punya karena Dia yang menciptakan. Dan yang ketiga, Dia sendiri yang mengatur alam semesta. Tidak ada zat lain yang ikut serta dalam menciptakan, menguasai, memiliki dan mengatur. Itu namanya tauhid arrububiyah. Yang kedua namanya tauhid assifat. Tauhid assifat maksudnya Allah Maha Esa dalam kesempurnaan sifat-sifatnya. Maka dialah maha berilmu. Tidak ada yang menyamai ilmunya. Dia mengetahui ilmu gaib. Dia mengetahui masa depan, masa datang, masa lalu, ya semuanya. Dan dia juga misalnya maha kuasa, tidak ada yang menyamai kekuasaannya. Dia maha melihat, tidak ada yang menyamai penglihatan Allah. Manusia melihat, tapi penglihatannya terbatas. Ya, ini namanya tauhid sifat. Yaitu atau tauhid alasma was sifat, yaitu Allah memiliki nama-nama terindah dan sifat-sifat teragung. Tidak ada yang menyamainya, Dia Maha Esa. Makanya siapa yang mengatakan ada yang tahu ilmu gaib seperti Allah, maka dia musyrik. Karena dia menyamakan makhluk punya ilmu seperti ilmu Allah. Padahal yang tahu ilmu gaib hanyalah Allah. Qul la yamu man fisamawati wal ardhi ghaib illallah. Katakanlah tidak ada yang tahu di langit dan di bumi tentang ilmu gaib kecuali Allah. Makanya Aisyah berkata, "Manqala anna Muhammadan yamu ma fiqad waq faqar alallahi adiman." Ya, siapa yang mengatakan Muhammad tahu apa yang terjadi besok, maka dia telah berdusta atas nama Allah. Sesungguhnya Allah berfirman, katakanlah yamwatiallah. Tidak ada yang tahu tentang hal gaib di langit dan di bumi kecuali Allah. Makanya ketika ada seorang wanita memuji Nabi dengan berkata, "Wafina nabiun yamadin." Dan di tengah-tengah kami ada seorang nabi yang tahu tentang hari esok. Maka Rasulullah marah. Rasulullah tegur karena Rasulullah tidak tahu ilmu gaib. Ini maksudnya tauhid sifat. Kalau ditanya apa tauhid asma sifat? Maksudnya Allah punya sifat-sifat yang tidak ada yang menyamainya. Tidak ada yang menyamainya. Dia esa dalam sifat-sifat tersebut. Demikian juga maha mendengar. Makanya kita terjemahkan dengan maha. Kalau kita manusia cuma bilang melihat, mendengar. Tapi kalau Allah kita bilang maha mendengar, maha melihat, maha berilmu, maha kdrah, semuanya pakai maha. Kenapa? Agar Allah bersendirian dalam kesempurnaan tersebut. Enggak ada yang menyamainya. Nah, tauhid arrububiyah dan tauhid sifat asma sifat mengkonsekuensikan harusnya hanya Allah yang disembah. Tauhid rubiyah tadi Allah esa sendirian ya dalam menciptakan, memiliki dan mengatur alam semesta. Kalau gitu yang disembah ya Allah saja. Karena Dia yang mencipta, Dia yang mengatur, Dia yang menguasai. Kalau ada yang zat ikut serta dalam penciptaan, kita akan sembah zat tersebut. Tapi ternyata yang menyembah cuma Allah. yang yang yang menciptakan hanya Allah, maka cuma Allah yang disembah. Sama karena Allah esa dalam sifat-sifatnya, tidak ada yang menyamai kesempurnaannya, maka hanya Allah yang berhak disembah. Seandainya ada zat yang ternyata juga sama-sama ilmunya seperti Allah, ada zat yang ternyata sama-sama penglihatannya seperti Allah, kekuatannya sama seperti Allah, maka zat itu juga kita sembah. Tetapi ketika kita tahu tidak ada yang menyamai Allah dalam kesempurnaan sifat-sifatnya, kalau gitu yang berhak disembah hanyalah Al. Maka dalam dalam ilmu tauhid dikatakan tauhid arubiyah dan tauhid asfat mengkonsekuensikan hanya Allah yang disembah. Yang hanya Allah disembah dalam istilah ilmu tauhid namanya tauhid al-uluhiyah. Namanya tauhid al-uluhiyah. Paham sampai sini? Paham tidak? Saya ulangi. Tauhid terbagi menjadi berapa? Tiga. Ini sekedar ilmu untuk memahami. Pertama tauhid apa? Rubi. Yang kedua, tauhid apa? Sifat. Semua sifat. Yang ketiga, tauhid aluli. Apa itu artinya tauhid rububiyah? Allah semata hanya dia sendiri yang menciptakan, yang menguasai, dan yang menga mengatur. Kalau tauhid sifat tadi apa? Allah bersendirian dalam kesempurnaan apa? Sifatnya. Tidak ada yang menyamainya. Kalau begitu yang berhak disembah ini yaitu yang memiliki tauhid rububiyah dan memiliki tauhid asma wa sifat. Maka ini yang berhak disembah. Di sini di dan dalam Al-Qur'an banyak sisi pendalilan Allah berdalil dengan tauhid arrububiyah atau tauhid al-asma wa sifat untuk mengkonsekuensikan atau memojokkan kaum musyrikin untuk tidak menyembah kecuali hanya Allah. Untuk agar mereka juga mengakui tauhid al-uluhiyah. Contohnya dalam ayat ini Allah berfirman, "Wahai Muhammad, kalau kau bertanya kepada mereka walaahum, kau tanya kepada Abu Jahal CS ya teman-temannya musyrikin Arab, man khalaq samawati wal ard." Siapa yang menciptakan langit dan bumi? Mereka akan jawab Allah. Ya sudah kalau gitu kenapa menyembah selain Allah? Kemudian juga tanyakan kepada mereka, "Qulitum minunillah?" Coba terangkan kepadaku yang kalian sembah selain Allah berhala-berhala. Orang-orang saleh ya, malaikat-malaikat, ruh-ruh, jin-jin. Inallah. Kalau Allah ingin kasih saya mudarat, apakah mereka bisa menghilangkan kemudaratan dariku? Jan tidak bisa. Yang bisa menghilangkan cuma siapa? Allah. Atau sebaliknya Allah ingin berikan rahmat kepadaku. Halun mumsikat rahmati. Apakah mereka bisa cegah rahmat Allah kepadaku? Jawabannya tidak bisa. Kalau gitu apa? Qul hasbiallah. Cukuplah Allah bagiku. Cukuplah Allah bagiku ya alaihi yatawakal mutawakilun. Maka hanya kepada Allahlah hendaknya orang bertawakal untuk bertawakal kepada Allah. Timbul pertanyaan, Ustaz, jika memang orang-orang musyrikin mereka mengakui taahid rbubiyah hanya Allah yang mencipta, mengatur alam semesta. Hanya Allah yang bisa memberi manfaat mudarat. Kenapa mereka masih menyembah selain Allah? Maka ini disebut dalam pembahasan namanya bawaitu syirk. Apa sih sebab-sebab, faktor-faktor yang buat mereka menyembah selain Allah Subhanahu wa taala? Banyak faktor. Di antara faktor tersebut adalah yang disebutkan dalam kisah Nabi Nuh Alaih Salam. Ternyata Nabi kaum Nabi Nuh mereka menyembah orang-orang saleh itu. Watsua yagus yauk nasr kata Allah. Waar laarunna aliakum wun waddan w suawaan wag wq nas. Pembesar-pembesar kaum Nabi Nuh berkata, "Jangan kalian tinggalkan sembahan-sembahan kalian gara-gara dakwah Nuh. Jangan tinggalkan sembahan. Terus sabar dalam menyembah sembahan-sembahan kalian. Jangan kalian tinggalkan wat sua suwa waddan wala suwaan wagut wuq nasr." Lima wat sua yagut yauk nasr. Lima orang ini yang mereka sembah. Siapa mereka ini? Kata Ibnu Abbas, "Haulai asma rijalin shihin min Nuh." Mereka adalah nama-nama orang saleh di zaman Nabi Nuh. Orang saleh rajin ibadah. Falamma matu tatkala mereka meninggal dunia ya fi makan yajlisuna fiha asnaman wasamuha biasmaim. Maka setan datang suruh bikin patung-patung sebagai kenangan, sebagai penghormatan kepada orang-orang saleh tersebut. Ketika mereka mati bikin patung-patung dinamakan dengan nama-nama orang saleh tersebut. Tujuannya apa? Untuk kenangan, untuk memotivasi, untuk mengingat. Falamma mata ulaik. Tatkala yang bikin patung-patung tadi pertamanya belum disembah. Falam tubat. Belum disembah. Karena tujuan untuk bangun patung-patung tadi adalah untuk mengingat dan kenang-kenangan. Tatkala yang membangun patung-patung tersebut mati wusial ilmu, ternyata ilmu telah dilupakan. Tidak ada lagi ngajar tauhid. Oh bidat akhirnya di disembah. Jadi ternyata yang disembah itu adalah patung-patung sebagai simbol orang-orang saleh ya. Sebagai simbol orang-orang saleh seperti lata. Lata salah satu berhala yang disembah oleh penduduk ee Thaif ya. Lata disebutkan kana yalitiq lil hujjaj. Kata Ibnu Abbas, Lata itu orang baik. Dulu suka bagi-bagi makanan. gratisan kepada jemaah haji ya. Suka bagi ini orang zaman jahiliah bagi-bagi makanan untuk kepada siapa? Jemaah haji. Bukan nipu jemaah haji ya. Ya. Bukan nipu jemah haji. Bukan enggak ngembaliin duit jemaah haji ya gak. Ini ini malah bagi-bagi ya. Kita malu sama orang musyrikin ya. Orang-orang dahulu jahiliah mereka berbangga-banggaan untuk membantu jemaah haji ya. Dan itu dilakukan oleh tokoh-tokoh mereka. Di antaranya Amr bin Al-Khuza'ai yang kata Nabi di masuk neraka. Ternyata dia waktu masih hidup suka bagi-bagi makanan buat jemaah haji ya. Bani Hasyim ya. Demikian juga banyak mereka ya demikian juga ee berlomba-lomba bersaing dengan Bani Makhzum untuk berkhidmat kepada jemaah haji ya. Tayib. Ee jadi karena dia meninggal maka dibuatlah patung di atas kuburannya lama-lama di disembah. Ini sebabnya ya dan itu disyaratkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam ya tentang ee jangan sampai ya mengkultuskan orang-orang sal nanti lama-lama bisa di disembah dan sudah terjadi Nabi Isa alaihi salam dikultuskan akhirnya disembah. Uzair dikultuskan akhirnya diembah. Malaikat dikultuskan akhirnya disembah. Jadi orang-orang saleh kalau dikultuskan akhirnya di disembah. Sampai sekarang orang datang ke kuburan-kuburan minta-minta kepada orang orang saleh. Jadi mereka kenapa beribadah kepada patung-patung? Karena patung-patung tersebut di antaranya simbol orang-orang saleh. Simbol orang saleh. Dan mereka menganggap bahwasanya orang saleh tersebut punya kedudukan di sisi Allah. Maka kalau kita tunduk kepada orang-orang saleh tersebut, maka kita akan dekat di sisi Allah Subhanahu wa taala. Dalam Al-Qur'an mereka berkata, "Ma na'buduhum illa liuqoribunaallahi zulfa." Kami tidak menyembah orang-orang saleh ini kecuali untuk mendekatkan kami kepada Allah subhanahu wa taala. Dalam ayat yang lain, haulai syufaunaallah. Mereka adalah pemberi-pemberi syafaat bagi kami di sisi Allah. Ini disebutkan ee sebab mereka menyembah berhala-berhala sebagai simbol orang saleh. Demikian juga oleh Syekh Ristani. Syekh menyebutkan bahwasanya sembahan-sembahan secara umum baik kaum musyrikin Arab ataupun bangsa-bangsa yang lainnya ketika mereka menyembah berhala karena ada keyakinan ini adalah simbol seperti dahulu ada yang menyembah misalnya bintang-bintang atau planet-planet. Mereka mereka proyeksikan bentuk itu dalam bentuk yang mereka bisa hadapi. Itu mereka buatlah di hadapan mereka patung yang merupakan simbol dari arwah-arwah yang mereka yakini berada di planet-planet atau di bintang-bintang yang mereka sem sembah. Ya. Jadi patung tersebut hanyalah simbol kepada orangorang saleh. Itulah akhirnya mereka menyembah selain Allah Subhanahu wa taala. di antaranya agar orang saleh tadi bisa memberi syafaat bagi mereka. Oleh karenanya Ar-Razi salah seorang tokoh Asyairah ketika menafsirkan surah salah satu ayat dalam surah Yunus dia menyebutkan bahwasanya orang-orang yang datang ke kuburan-kuburan kemudian mengagungkan penghuni-penghuni kubur itu sama seperti orang musyrikin di zaman dahulu. Seperti orang musyrikin zaman dahulu yaitu yang menyembah orang-orang saleh agar dimudahkan urusannya di sisi Allah Subhanahu wa taala. Yang benar, yang berhak disembah hanyalah Allah Subhanahu wa taala. Adapun orang saleh mereka kalau kita ke kuburan, kita doain mereka bukan malah minta-minta kepada mereka. Maka di sini Nabi disuruh oleh Allah untuk berdalil kepada mereka. Kalau kalian mengakui yang menciptakan alam semesta hanya Allah, kenapa kalian menyembah kepada selain Allah? Kemudian kata Allah, "Qul hasbiallah." Berkatalah wahai Muhammad, katakanlah hasbiallah, cukuplah Allah bagiku, cukuplah Allah penolongku, cukuplah Allah yang mengatur segala urusanku dan aku hanya bertawakal kepada Allah. Alaihi yatawakalul mutawakilun. Hendaknya orang yang bertawakal berserah diri kepadanya. Ini dalil tidak boleh kita bertawakal kepada selain Allah. Tidak boleh bertawakal kepada selain Allah. Dalam segala urusan kita bertawakal kepada Allah. Adapun melakukan sebab ikhtiar, maka kita lakukan. Tapi hati harus bersandar kepada siapa? Allah. Makanya minimal dalam segala urusan kita bilang bismillah. Bismillahirrahmanirrahim. Itu satu kalimat tawakal, yaitu dengan menyebut nama Allah itu aku bersandar kepada Allah Subhanahu wa taala. Minimal kalau kita gak, kalau kita enggak tahu doanya, kita bilang apa? Bis bismillah. Sehingga kita senantiasa connecting kepada Allah dan bertawakal kepada Allah Subhanahu wa taala. Lihatlah zaman sekarang betapa banyak orang yang tidak bertawakal kepada Allah tapi bertawakal kepada sebab Allah berfirman, rizq, carilah dari sisi Allah rezeki. Perhatikan ayat tersebut Allah mengatakan, carilah di sisi Allah rezeki tersebut. Allah tidak mengatakan carilah rezeki di sisi Allah, tapi Allah sebutkan Allah terlebih dahulu. Carilah di sisi Allah rezeki. Jadi Allah suruh cari rezeki di sisi Allah, bukan di sisi selain Allah. Adapun kalau kita kerja itu hanya ikhtiar. Kita kerja, kita ngelamar pekerjaan, kita ketemu dengan bos, ya kita jualan barang, maka semua rezeki di sisi Allah. Hanya cari di sisi Allah kita cari rezeki. Jangan kita bertawakal kepada bos. Seakan-akan rezeki kita di tangan bos. Enggak boleh. Itu syirik. Jangan kita bertawakal kepada sebab kita berobat, kita bertawakal kepada siapa? Allah. Kita ke dokter, ya itu karena hukum sebab akibat ya. bahwasanya kita menuju dokter sebagai ikhtiar. Tapi yang menyembuhkan siapa? Allah. Kapan hati kita bertawakal kepada sebab, kita telah terjerumus dalam syirik kecil. Seperti kita merasa, "Ah, kayaknya kalau bos enggak datang saya mampus nih, enggak dapat rezeki. Waduh, kalau dia enggak beli barang saya gimana ini? Saya bakalan seakan-akan rezeki kita di tangan customer atau pembeli ya gak. Kita tawakalnya kepada kepada Allah. Itu usaha harus kita lakukan. Harus kita perhatikan hati kita, kebahagiaan kita, keberhasilan kita, kesuksesan kita. Tidak boleh kita bersandar kepada sebab. Apakah sebab itu berupa bos kita, anak buah kita, pegawai kita, kecerdasan kita, pengalaman kita, selalu kita bersandar kepada Allah. Kapan hati kita bersandar kepada makhluk, maka di situ ada syirik kecil. Maka Allah berfirman, "Qul hasbiallah." Katakanlah wahai Muhammad, cukuplah Allah bagiku. Alaihi yatawakal mutawakilun. Kepadaalah bertawakal orang-orang yang berserah berserah diri. Oleh karenanya ketika Nabi ditakut-takutin oleh orang musyrikin, maka Nabi berkata, "Hasbunallah wanikmal wakil. Cukuplah Allah bagiku." Ya, makanya dalam ayat sebelumnya wukunina minun dalam ayat ke-36 ya kata Allah ini sudah kita bahas alaisallahu abda bukankah Allah cukup bagi hambanya minunih dan mereka menakut-nakuti engkau dengan sembahan-sembahan selain Allah mereka hati kualat wahai Muhammad kau tidak nyembah berhala-berhala kami. Kau menghina-hina berhala kami kau akan kualat. Mereka takut-takutin. Tapi Nabi mengatakan hasbiallah. Hasbiallah. Sama ketika Allah sebutkan alladzina q lahumasu innanasa qod jamaul lakakum faksyuhum fazadahum imana waqalu hasbunallah wikmal wakil. Dan orang-orang yaitu Rasulullah ketika ditakut-takutin ada utusan Abu Sufyan, "Wahai Muhammad, hati-hati Abu Sufyan dengan pasukannya ribuan akan datang menyerang engkau kembali." Ya kata fazadahum imana waq justru mereka tidak takut mereka bertambah iman dan mereka berkata, "Hasbunallah wikmal wakil. Cukuplah Allah bagi kami dan dia yang mengurusin tempat terbaik untuk kita menyerahkan urusan." Demikian juga ketika Nabi Ibrahim Alaih Salam ketika dilempar di lautan api, dia berkata, "Hasbiallah wanikmal wakil." Demikian juga ketika Nabi Hud ditakut-takutin mustaqim. Ketika kaum Nabi Hud, yaitu kaum Ad berkata, "Nakut-nakutin, menurut kami, kau telah tertimpa penyakit dari sembahan-sembahan kami. Wahai Hud, kau ini celaka, ciloko engkau, kalat." Apa kata Nabi Hud? Nabi Hud mengatakan, "Saya tidak takut." Ya, kata Nabi Hud, "Ini usidullah. Saya jadikan Allah sebagai saksi saya. Washadu saksikanlah. Aku berlepas diri dari sembahan-sembahan kalian yang kalian takut-takuti aku dengan sembahan-sembahan tersebut." Nakut-nakuti apa? Saya saya berlepas dari sembahan kalian semua. Ya. Kemudian Nabi Hud berkata, "Faqiduni jamanirun." Silakan kalian bikin makar kepadaku. Suruh berhala-berhala kalian semua celakakan saya. Silakan. Saya tidak takut. Jangan ba'du alih hatina. Karena mereka bilang, "Eh, Nuh, e wahai Hud, kayaknya sebagian Tuhan kami telah buat kau celaka." Kata Nabi Hud, "Jangan sebagian Tuhan kamu, semua Tuhanmu. Suruh celakain saya sekarang. Faqiduni jamian tma la tunzirun." Dan jangan tunda-tunda sekarang juga. Inni tawakaltu alallahibikum. Aku bertawakal kepada Allah yang adalah rabku dan rab kalian. Ma minabatinahu akid biniha. Tidak ada makhluk hidup apapun, binatang melata manaun kecuali Allah pegang ubun-ubunnya. Allah mengatur mereka. Ngapain saya takut sama kalian? Jadi Nabi Nabi Hud berkata, "Inni tawakaltu. Aku bertawakal kepada Allah." Tawakal ya. Maka ini tawakal harus sering kita kita ee ucapkan dalam segala hal dalam gangguan apapun ketika berdakwah di dan banyak contoh dalam Al-Qur'an di mana ee orang-orang ketika diganggu dalam dakwah mereka bertawakal. Contoh seperti juga Nabi Nabi Nuh ya saya carikan ayatnya. E kata Allah Subhanahu wa taala surat surat Yunus ayat 71 alaihim nauhinqai inikum maqiratah faallahiwakal amrakumakumakumikumaiun. Dan bacakanlah kepada mereka tentang berita penting tentang kisah Nabi Nuh ketika dia berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku, jika kalian merasa berat aku tinggal bersama kalian, kalian bosan merasa berat aku peringatkan kalian terhadap ayat-ayat Allah, maka aku bertawakal kepada Allah Subhanahu wa taala." Jadi mereka ngusir Nuh, mereka ngancam Nuh, mereka mau bunuh Nuh, mereka mau rajam Nuh alaihi salam. Kata Nabi Nuh, "Aku bertawakal kepada Allah Subhanahu wa taala." Nah, jadi dalam dakwah kita perlu untuk bertawakal kepada Allah Subhanahu wa taala. Demikian juga dalam surah Ibrahim ya ketika para rasul diganggu ya mereka berkata ya wamana alla natawakala alallah waqad hadana subulana ya wasbirna al mazaitumuna waallahi falatawakil mutawakilun dalam surat Ibrahim ayat 12 kata para rasul ketika diganggu oleh kaumnya mereka berkata, "Kenapi kenapa kami tidak bertawakal kepada Allah sementara Allah telah memberi petunjuk kepada kami jalan-jalan kami. Sungguh kami akan bersabar atas gangguan kalian kepada kami. Dan kepada Allahlah orang-orang yang bertawakal hendaknya menyerahkan diri. Jadi para rasul semua bertawakal dan tawakal ini bukan cari duit aja ya baru tawakal ya. Berobat baru tawakal semua tawakal. Cari duit tawakal. Berobat tawakal ee berdakwah juga apa? Ber tawakal. Diganggu orang juga ber tawakal, diancam orang bertawakal, ngurus anak juga bertawakal. Keluar rumah bertawakal. Bismillahi tawakalta alallahi la haula wala quwwata illa billah. Maka seorang yang paling bahagia adalah orang yang menyerahkan urusannya kepada siapa? Allah. Dan orang yang paling ciloko adalah yang ditinggal oleh Allah. Kapan dia ditinggal oleh Allah? Ketika dia bersandar kepada selain Allah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Man allaqoaian ilaihi." J. Siapa yang menggantungkan sesuatu, dia pakai jimat, maka Allah akan buat dia bertawakal kepada jimat tersebut. Allah berlepas diri dari dia. Allah tidak ngurusin dia. Maka perhatikan dalam ayat ini, qul hasbiallah. Katakanlah Muhammad, cukuplah Allah bagiku alaihiatawakalul mutawakilun. Hendaknya orang yang bertawakal hanya bertawakal kepada Allah. Sebab dikerjakan, tapi hati bukan kepada sebab tersebut. Sakit ke dokter tapi bukan kesembuhan di tangan dokter. Kerja pagi-pagi biar bos senang tapi bukan rezeki kita di tangan apa bos? Bukan. Kapan kita meyakini rezeki di tangan bos? Di situlah syirik. Itulah syirik. Tib. Setelah itu Allah berfirman surat ayat 39. Katakanlah wahai kaumku, beramallah sesuai dengan kondisimu. Kalian akan mengetahui. Ayat berikutnya, siapa yang akan mendapatkan siksa yang menghinakan dan akan ditimpa dengan azab yang pedih. Ini adalah tahdid waid, ya. Ancaman dan peringatan seakan-akan. Dan ini seperti firman Allah Subhanahu wa taala ya. Silakanu masum mau lakukan wahai orang musyrikin mau syirik tafadolu silakan monggo monggo syirik hilangkan syirik monggo syirik tapi ingat ada azab gitu seb Allah subhanahu wa taala famanyaa falyukmin wamansyaa falyakfur ya walil haqqu mirbikum katakanlah kebenaran dari Allah subhanahu wa taala famanyaa falyukmin Siapa yang pengin beriman silakan beriman monggo. Siapa yang ingin kufur, kufur kafir monggo. Apa kita bebas? Silakan bebas enggak dilarang. Tapi ingat inim kami siapkan bagi yang kafir neraka jahanam. Mau kafir monggo tapi ada neraka seperti itu. Kamu kerjain silakan. Silakan monggo. Mau musyrik, mau tidak beriman kepada Allah monggo. Tapi ada neraka. Sama seperti ini. Qul yaalu ala makanatikum. Jadi Abu Jahal CS ngeyel. Allah suruh bilang sama mereka, "Wahai kaumku, wahai Abu Jahal dan teman-temannya monggo ala makanatikum." Silakan kerjakan sesuai dengan kondisimu. Kalian enggak bertauhid, silakan aja. Saya pun akan terus berdakwah tetap di atas tauhid. Tapi apa? Fasaufa tamlamun. Kalian akan mengetahui siapakah di antara kita yang akan didatangi oleh azab yang pedih dan akan disiksa dengan azab yang abadi. Siapa? Nanti lihat aja ya. dikasih tahu enggak enggak mau dengar ngeyel silakan nanti tinggal kita tahu siapa yang di terkena ya azab yang pedih dan akan mendapatkan azab yang kekal abadi. Ternyata mereka ya mereka mendapatkan ee kalekal dalam perang perang Badar tayib. Selanjutnya Allah berfirman, "Inna anzalna alikal kitabinasi bilhaqanifsihi alaiha w anaiwakil." Kata Allah Subhanahu wa taala, "Sesungguhnya kami kata Allah Subhanahu wa taala, "Sesungguhnya kami telah turunkan kepada engkau Alkitab Al-Qur'an, yaitu linnas, bagi manusia seluruhnya bilhaq dengan kebenaran. Famaniada, siapa yang ikuti petunjuk Al-Qur'an dia dapat petunjuk." Falinafsi maka untuk dirinya. Waman siapa yang sesat fainnama yadillu alaiha maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat kerugian dirinya sendiri. Wama anta alaihim biwakil. Dan kau tidak bertanggung jawab atas mereka. Ya, kau tidak bertugas untuk memberi hidayah kepada mereka. Maksudnya demikian. Tib di sini Allah ingatkan ya, ya Rasulullah, tugasmu hanya nyampein. Abu Jahal mau ngeyal, silakan monggo. Mau dapat petunjuk monggo silakan. Engkau tidak bisa menguasai hati mereka. Yang nentu yang ya yang yang yang tugasmu hanyalah menyampaikan. Innama anta innama anta munzir. Kau hanya tugasnya untuk memberi peringatan. Tib di sini perhatikan Allah berfirman, "Inna anzalna alaikal kitab." Sesungguhnya kami turunkan kepada engkau Al-Qur'an. Jadi Al-Qur'an Allah turunkan kepada nabi linnas, yaitu kepada seluruh manusia termasuk di dalamnya adalah jin. Wa uhy ilaihal hadal Quran liir bihi waman balag. Ya, aku diturunkan Al-Qur'an agar aku beri peringatan dan siapa yang sampai kepadanya Al-Qur'an. Jadi Al-Qur'an sampai kepada siapapun dan kalangan jin maupun manusia. Makanya Allah berfirman dalam ayat yang lain, tabarakalladzi nazalal furqana ala abdihi liakuna lilamina nadir. Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Qur'an kepada hambanya itu Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya liyaquna lil alaminair. Agar dia menjadi pemberi peringatan bagi seluruh alam semesta. Sini Allah mengatakan linnas. Sesungguhnya kami turunkan kepada engkau Alkitab Al-Qur'an untuk seluruh manusia tanpa terkecuali. Bahkan bukan cuma manusia, bahkan termasuk jin. Kemudian kata Allah, "Linnas untuk manusia." Berarti Al-Qur'an itu untuk kemaslahatan manusia. Bukan kemaslahatan Allah, tapi untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. Tidak ada ayat yang kita kerjakan dalam Al-Qur'an kecuali untuk kemaslahatan kita. Tidak ada larangan yang Allah larang kecuali untuk kemaslahatan kita, untuk kita sendiri. Siapa yang semakin menjalankan niat Allah, dia semakin bahagia. Siapa yang semakin meninggalkan larangan-larangan Allah, dia semakin bahagia. Jadi untuk kemaslahatan kita, yang tahu kemaslahatan kita adalah pencipta kita. Allah lebih tahu kemaslahatan kita daripada kita sendiri. Allah turunkan hukum-hukum dalam Al-Qur'an itu untuk yang terbaik bagi kita. Makanya Allah mengatakan linnas ini adalah untuk manusia bilhaq dengan kebenaran. Makanya setelah itu Allah berfirman, "Famanhtada falinafsi." Siapa yang dapat petunjuknya buat dia, bukan untuk Allah. Sudah sering kita sampaikan Allah berfirman ya w yaskur fama ykur nafsi siapa yang bersyukur ya untuk dirinya inantum ahsantumusikum kalau kalian berbuat baik ya untuk diri kalian bukan untuk Allah berfirman hadis qudsi ya ibadi aakumakumakumbi wahidum mul wahai hamba-hambak kalau kalian dari awal sampai akhir jin manusia dari zaman Nabi Adam saya manusia terakhir sebelum hari kiamat dari jin iblis dan jin-jin yang masih hidup sampai sekarang, sampai hari kiamat kelak semuanya hatinya seperti orang yang terbaik seperti Nabi Muhammad, seperti Jibril tidak menambah kekuasaanku sama sekali. Walau anna aalakum akirakumakum jinnakumbi wahidum. Seandainya kalian seluruhnya, hatinya seperti iblis, hatinya seperti Firaun, ya, maka tidak akan mengurangi kekuasaanku sama sekali. Semuanya itu kembali kepada kalian sendiri. Makanya Allah mengatakan, "Kami turunkan Al-Qur'an untuk manusia, bukan untuk kami. Yang mendapat kebahagiaan silakan. Al-Qur'an adalah kitab kebahagiaan." Inna hadal qurana yahdi lillati hiya aqwam. Al-Qur'an menunjukkan kepada jalan yang terbaik. Kita mungkin punya bisa mengira-ngira kayaknya bagus, kayaknya bagus, kayaknya bagus. Allah bilang Al-Qur'an menunjukkan jalan yang terbaik. Famaniada falinafsih. Siapa yang dapat petunjuk untuk dirinya waman siapa yang sesat ya kembali kepada dirinya. Fainama yadill alaiha kembali kepada dirinya. W an al biwakil. Kau tidak bertanggung jawab untuk membuat mereka dapat hidayah. Wahai Rasulullah kau tidak bisa kau tidak bertanggung jawab. Tugasmu hanyalah untuk menyampaikan wama al rasulal balag almubin. Yang wajib bagi Rasulullah hanyalah penyampaian yang jelas. Adapun hidayah di tangan Allah Subhanahu wa taala. Jadi ya bilang sama Abu Jahal, "Wahai Rasulullah, mau kafir ya monggo ya tafadal." Tapi ada neraka jahan jahanam. Setelah itu Allah berfirman dalam ayat 42, Allahu yatawaal anfusina mautiha. Allah memegang nyawa seorang ketika matinya. Wallati lam tamut fi manamiha. Dan yang belum mati Allah pegang nyawanya ketika sedang tidur. Jadi kematian ada dua. Ada yang disebut dengan al al almaut al mauta alkubra dan ada yang disebut almauta asugra atau al-wafat. Alwafat sugra dan alwafat alkubra. Al-wafat atau kematian sugra kecil maksudnya tidur. Maksudnya apa? tidur. Makanya kalau kita bangun tidur kita mau tidur bilang apa? Bismika Allahumma amutu wa ahya. Kalau kita bangun tidur kita berdoa apa? Alhamdulilladzi ahyana ba'dama amatana. Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami. Maksudnya kematian apa? Kematian tidur. Maksudnya kematian kecil ya. Kematian kecil adalah tidur. Makanya ketika Rasulullah ditanya, "Ayamu ahlul jannah?" Ya Rasulullah, apakah penghuni surga akan tidur? Ada tidur pagi, tidur siang, tidur sore, tidur malam. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, annaumu akhul maut. Tidur itu saudara-saudaranya kematian. Berarti kalau penghuni surga tidur, berarti dia mengalami kematian. Maka penghuni surga tidak ada yang tidur. Karena penghuni surga tidak boleh off dari kenikmatan. Gak boleh off. Lagi main sama bidadari terus ngantuk. Eh eh, Mas, Mas enggak boleh off. Oh, iya enggak boleh off dari kenikmatan. Harus terus nikmat. Kata Allah, inna ashabal jannatil yauma fi suulin faqihun. Sungguhnya penghuni surga pada hari itu dalam kesibukan. Enggak ada sibukan, sibuk mulu. Sibuk apa ni? Nikmat. Kalau kita sibuk enggak jelas. Sibuk plongak-plelongok, sibuk komentar enggak ada yang dengar komentarnya. Sibuk menganalisa-analisa ngawur. Sibuk enggak jelas penghuni surga dalam kesibukan. Jadi, jadi mereka enggak tidur. Kenapa? Karena tidur kata Nabi akhul maut. Tidur itu saudarinya saudaranya apa? Kema kematian. Di sini Allah menyebutkan dua wafat. Wafat sugra yaitu tidur. Wafat kubra itu mati. Kematian kata Allah, "Allahuatawaal anfusina mautiha." Allah mewafatkan manusia jiwa ketika mati. itu wafat kubra. Wallati lam tamut fi manamiha. Dan Allah juga mewafatkan manusia yang tidak mati yaitu wafat sugra ketika sedang ti tidur. Wumsikullati qod alaihal maut. Maka jadi ketika orang tidur nyawa dipegang oleh Allah subhanahu wa taala. Kalau ternyata nyawa orang ini tidak bangun lagi alias mati, maka Allah tahan nyawanya sudah dicabut oleh malaikat maut masuk ke alam yang yang lain. Waursilul ukhro il ajali musamma. Kalau ternyata dia masih hidup, Allah kembalikan nyawanya. Kembalikan nyawanya ke tubuhnya sehingga dia hidup lagi. Ajal musamma sampai waktunya, sampai ajalnya selesai, sampai rezekinya sempurna ya. Baru kemudian dicabut nyawanya. Inna fialika laayati liqaumi yatafakarun. Yang demikian itu sungguh ada tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berpikir. Subhanallah. Kita kita enggak bisa nguasai nyawa kita. Enggak bisa kalau tidur kita enggak tahu nyawa kita. Terombang-ambing ke mana? Ke mana, Dipang. Tahu-tahu enggak balik lagi, mati selesai. Betapa banyak orang tidur tidak bangun lagi. Banyak tidak banyak? Banyak. Suatu hari saya pernah naik bis. ke arah daerah tertentu. Terus ada pengamen dia ngamen, jeng jeng jeng minta duit. Terus saya ngantuk sekali. Saya tidur. Terus dia bilang, "Semoga yang kasih duit, yang kasih kami, semoga perjalanannya lancar. Semoga yang pura-pura tidur tidak bangun-bangun lagi katanya." Masyaallah. Itu sekitar tahun berapa? tahun mungkin tahun '99 itu entah dia masih hidup atau tidak itu pengamen karena orang benar banyak orang yang tidur enggak bangun lagi. Benar enggak? Banyak. Kita enggak nguasai tentang ruh kita. Kita enggak nguasai. Ya. Dan ini sama seperti dalam surat Al-An'am ayat 60 sampai 61. Ayat ini sama dengan surah Alam 6061. Kata Allah wahualladzi yatawaakum bail. Dialah yang mewafatkan kalian ketika malam. Maksudnya wafat kecil atau besar? Kecil menidurkan kalian. W ma jarum binhar. Dan Allah mengetahui apa yang k lakukan di siang harimaatukum fiq ajalum musamma. Kemudian Allah bangkitkan kalian. Maksudnya bangkitkan dari tidur dari kematian kecil Allah bangkitkan liuqd ajalun musamma agar selesai ajalnya itu rezekinya sampai selesai. Ajal selesai. Kemudian tumma ilaihi marjiukum tumma yunabbiukum bima kuntum tamalun. Kemudian Allah kepada Allah tempat kalian kembali. Kemudian Allah akan kabarkan kepada kalian pada hari kiamat tentang apa yang pernah kalian lakukan selama di dunia. Wahualqahiru faqo ibad. Dan dialah Allah yang berkuasa di atas hamba-hambnya. Kemudian Allah sebutkan wafat kubraursilu alaikum. Allah kirimkan kepada kalian malaikat-malaikat yang menjaga yang mencatat amal kalian. Hatta jaakumul maut. Jika datang kematian ini mati kecil atau mati besar? Mati besar. Tawafatu rusuluna. Maka para rasul-rasul kami mewafatkannya. Wahum la yufaritun. Dan mereka tidak kurang dalam menjalankan tugasnya. Itu mereka bagus dalam menjalankan tugas. Jadi yang Allah mengatakan Allah yatawaal anfus. Allah yang mewafatkan jiwa baik wafat kecil maupun wafat besar. Tetapi yang menangani langsung wafat besar siapa? Malaikat maut. Qulyatawaakum malakul mautadzi wukila bikum. Sungguhnya katakanlah malaikat maut yang menangani wafat kalian. Siapa yang menyuruh dia untuk menangani kematian? Allah Subhanahu wa taala. Dalam ayat yang lain Allah mengatakan ee tawafat rusuluna. Para rasul-rasul kami, para malaikat-malaikat kami mewafatkannya. Jadi dalam satu ayat Allah menyebutkan cuma satu person. Kata Allah, "Qul yatawaakum malakul maut." Bahwasanya malaikat maut yang mewafatkan kalian. Dalam ayat yang lain Allah mengatakan, "Para malaikat tawafat rusuluna." Para malaikat mewafatkan dia. Apa kesimpulannya? Kesimpulannya yang menentukan mati dan hidup siapa? Al. Yang diperintahkan adalah malaikat maut. Ternyata malaikat maut punya rombongan yang siap menyambut roh tersebut. Jika ternyata roh tersebut orang baik, maka malaikat rahmat langsung. Begitu malaikat maut cabut nyawa tersebut, langsung diserahkan kepada malaikat rahmat untuk dibawa ke langit. Kalau ternyata ini adalah orang tukang maksiat, orang kafir, maka langsung disambut oleh malaikat apa? Malaikat azab. Malaikat azab. Ya, makanya Allah mengatakan, "Falaula balagtil hulkum wauminazurun wahnuqaiiumakirun." Kata Allah, seandainya ee dan ketika nyawa sudah mau keluar dari kerongkongan, sudah mau mati, malaikat maut sudah mau cabut. Wa antumina idin tanzurun. Ketika itu kalian sedang menjenguk orang ini yang mau mati, kalian jenguk. Kalian jenguk, kalian melihat dia. Ya, wahnu aqru ilaihi minkum. Namun kami lebih dekat daripada kalian kepada orang calon mayat ini. Walakill tubsirun. Tapi kalian tidak melihat kami. Maksudnya para mala malaikat. Jadi malaikat sudah nunggu. Tunggu malaikat datang. Jadi malaikat pembuka sudah nunggu. Malaikat datang cabut langsung diambil oleh malaikat pembantu-pembantu malaikat mau maut. Jadi demikian proses kematian yang menentukan adalah Allah tapi yang diperintahkan adalah malaikat maut. Malaikat maut punya anak buah. Ada malaikat rahmat dan malaikat apa? Azab. Maka terkadang Allah datangkan dengan lafal tunggal. Qulwa qulatawa malakul maut. Yang mewafatkan kalian malaikat maut. Terkadang Allah datang dengan lafal jamak. Tawafatu rusuluna. Para malaikat-malaikat kami yang mewafatkannya. Maksudnya anak buahnya malaikat apa? Maut. Makanya ketika seorang tidur ya dianjurkan kita berdoa ya. Apa doanya? Bismika Allahumma amutu wa ahya. Ya Allah dengan Engkaulah kami tidur dan kami bisa hidup lagi. Kalau kau gak hidupkan aku, ya sudah selesai. Demikian dalam hadis Rasulullah mengatakan,"Ukumari. Jika kalian nak tidur maka kebaskanlah dengan sarung kalian tempat tidur ya tersebut.Ahuahu alaihi dia tidak tahu apa yang ditinggal di situ. Mungkin ada sesuatu yang tidak bagus. Ada hewan, ada apa, dia kebas-kebas. TMA liyaqul. Kalau sudah dia tidur sambil berdoa sebelum tidur bismik subhanakallah rabbika wu jambi wabika arfa in amsakta nafsi fagfir laha wa arsaltaha fahf bimafadu bihi ibadihin. Ini salah satu doa tidur. Doa tidur banyak ya. Di antaranya tadi subhanakallahumma rbi bika w't jambi. Ya Allah dengan engkaulah aku bisa meletakkan lambungku. Wabika arfauh. Dan dengan engkau pula aku bisa bangkit, bisa bangun dari tidur. Ada orang tidur enggak bisa bangkit lagi. Kena saraf kejepitlah, kena apalah. Mau bangkit susah, salah tidur susah bangkit. Dan ada yang tidak bisa bangkit lagi karena sudah mati. Bika wu jambi. Dengan engkau aku bisa meletakkan lambungku. Wabika arfau. Dan engkau aku dengan engkau pula aku bisa mengangkat lambungku. In amsakta nafsi kalau kau pegang nyawaku tidak kau kembalikan yaitu mati ketika aku tidur. Fagfir laha. Maka ampunilah dia ya Allah. Subhanallah. Itu sebelum tidur kita berserah diri kepada Allah. Wain arsaltaha. Tapi kalau kau kembalikan lagi ruhku kepada jasadku, kau bangkitkan aku lagi. Fahfadha bima tahfadu biibadh. Maka jagalah ruhku tersebut sebagaimana penjagaanmu terhadap orang-orang saleh. Ini doa yang indah ya. Jadi kita berusaha ketika mau tidur berdoa dengan banyak doa ya. Allahumabak ibad di antara doa tidur. Ya Allah lindungilah aku dari azabmu di hari di mana kau bangkitkan hamba-hambu. Karena kita tidur bisa jadi enggak bangun lagi. Kemudian dalam dalam doa yang lain. Alja'u ilaikaahri waajahtu ilaika wajhi wa fawadu ilaika amri raqbatan rahbatan. Ya. Ya. Kemudian kata dalam doa tersebut, "Ya Allah, aku serahkan sandarkan punggungku kepadamu. Aku wajah arahkan wajahku kepadamu. Aku serahkan segala urusanku kepadamu." Kita mati ini enggak tahu yang siapa lagi mau ngurus anak-anak, mengurus istri-istri, mengurus usaha-usaha, ngurus keluarga. Serahin sama Allah. Sebelum sebelum tidur kita serahkan urusan kepada siapa? Allah. Karena belum tentu kita bangun. Belum tu kita bangun. Banyak orang tidur enggak bangun-bangun lagi. Oleh karenanya wafat ada dua. Ada wafat kubra, ada wafat sugra. Inna fidalika laayatifakarun. Demikian itu ada tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berpikir. Subhanallah. Ketika kita tidur, roh kita di luar kekuasaan kita. Berarti ada Tuhan dong. Ada Tuhan yang ngatur kita. Kita enggak bisa semerta-merta mengembalikan roh kita. Terkadang kita enggak sudah mimpi ngeri-ngeri enggak bangun-bangun. Enggak bangun-bangun. Baru bangun sudah ketakutan dengan kadang dibangun orang enggak bangun-bangun. Kalau Allah tidak niatkan dia bangun, dia tidak bakalan bisa. Kalau tidak kehendaki dia bangun, tidak bisa bakalan bangun. Ini semua tanda bahwasanya ada kekuasaan. Ada ada alamalam tidur, ada namanya roh kita di luar hakikat kita. Dan berarti ini juga dalil bahwasanya roh itu berjauhar, yaitu memiliki zat. Ruh itu zatnya beda dengan badan, tapi dari apa kita enggak tahu. Mereka bertanya kepada engkau tentang ruh. Katakanlah ruh urusan Rabbku. Buktinya apa? Ruh bisa ditahan oleh Allah. Berarti dia beda dengan unsur unsur ruh. Beda dengan unsur apa? Unsur jasad. Kita enggak tahu dan roh tersebut bisa ditahan oleh Allah ketika seorang sedang tidur dan bisa dikembalikan bisa tidak dikembalikan. Oleh karena alam ruh itu alam tersendiri. Yang tahu hanyalah Allah Subhanahu wa taala. Banyak hal gu kita enggak tahu. Seperti alam jin kita enggak tahu, alam malaikat kita enggak tahu, alam kubur kita tidak tahu. Alam tersendiri. inika yang demikian itu ada tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang mau berpikir. Subhanallah. Kita sendiri tidak bisa mengatur diri kita. Kita tidak sendiri tidak bisa mengatur ruh dan jiwa kita. Setel Allah berfirman, amittaku minunillahifaa. Apakah mereka mengambil pemberi syafaat selain Allah? Mereka ibadahi kemudian mereka berharap syafaat-syafaat bagi mereka di sisi Allah. Awalau la yamlikunai w yaqilun. Katakanlah dan apa kalian tetap menjadikan mereka pemberi syafaat meskipun mereka tidak memiliki suatu dan tidak berakal berhala-berhala mau dijadikan beri syafaat jadikan simbol-simbol orang saleh. Orang sekarang datang ke pohon kasih sajan. Emang pohon bisa apa? Sajen. Ada batu gede kasih. Pokoknya gede-gede kasih sajan. Ya, enggak logis, tapi begitu ya. Dan Allah bantah lillahi syafaatu jamia. Sesungguhnya seluruh syafaat hanyalah milik Allah subhanahu wa taala. Sesungguhnya syafaat hanyalah milik Allah subhanahu wa taala. Ya, karena yang menentukan kalaupun ada mekanisme syafaat maka yang bisa memberi syafaat hanyalah orang-orang yang diizinkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Manalladzi yasfaahu illa biidniin. Tidak ada yang bisa beri syafaat kecuali dengan izin Allah subhanahu wa taala. Kata Allah, malakin famawati yasyaard. Betapa banyak malaikat di langit tidak bermanfaat syafaat mereka kecuali setelah izinkan. Setelah Allah izinkan kepada siapa yang Allah kehendaki. Nabi saja ketika memberi syafaat pada hari kiamat, Nabi sujud di bawah arsy lama sampai Allah izinkan. Kata Allah, "Ya, ya Muhammad, irfa rsak. Angkat kepalamu dari sujudmu. Bangkit dari sujudmu. Wasf syafa beri syafaat. Kau akan diizinkan memberi syafaat." Nabi sebutkan ketika orang-orang beriman sudah lolos dari ee sirat, mereka mau masuk, mereka mau surga. Maka mereka bilang, "Ya Allah, ya Rabb kami, izinkan kami beri syafaat. Teman-teman kami masih banyak di neraka. Izinkan kami untuk beri apa? Syafaat. Jadi, tidak ada orang serta-merta kasih syafaat. Enggak ada. Harus minta izin dulu. Kalau Allah izinkan, syarat kedua, yang mau kau kasih syafaat pun harus Allah ridai." Jadi, yang memberi syafaat, syafaat itu banyak kan fungsinya. Bisa untuk menaikkan derajat di surga. Bisa. Bisa untuk mengeluarkan orang dari neraka jahanam. Bisa juga untuk mencegah orang harusnya masuk neraka enggak jadi apa? Masuk nera neraka. Ya. Apalagi syafaat Nabi banyak. Tetapi ini syafaat tidak bisa serta-merta siapapun melakukannya harus dengan izin siapa? Allah. Terus tidak bisa boleh kasih siapapun karena harus yang mau dikasih juga harus diridai oleh siapa? Allah. Dari sini kita tahu mekanisme syafaat itu murni hanya milik Allah. yang kasih izin Allah yang diridai juga oleh sia Allah. Oleh karenanya benarlah Allah berfirman, qul lillahi syafaatu jamian. Semua syafaat semuanya milik Allah. Karena yang kasih izin hanyalah Allah. Yang boleh dikasih juga dengan izin siapa? Allah. Dan ini suatu hal yang wajar. Kenapa? Kata Allah lahu mulkus samawati wal ard. Karena semua langit dan bumi milik Allah. Jangankan syafaat, kamu semua langit dan bumi, manusia, makhluk, malaikat, jin semuanya milik siapa? Allah. Termasuk syafaat semua milik Allah. Maka jangan beribadah kepada makhluk supaya dapat apa? Syafaat. Gak. Dan ini disebutkan oleh Arrazii, salah seorang tokoh besar Asyairah dalam ketika membahas surat Yunus ya. Ya, dia mengatakan orang-orang datang ke kuburan mengagungkan penghuni kubur supaya mereka dapat apa? Syafaat. Ini sama seperti kesyirikan di zaman jahiliyah. Kalau sudah dekat sama wali pokoknya kalau wali sudah dekat ibadah nangis-nangis apa minta-minta kasih e langsung otomatis sudah tinggi derajatnya. Makanya saya saya ditanya oleh seorang ustaz katanya kalau kita minta sama Allah langsung enggak sampai Ustaz karena Allah enggak kenal kita. Kamu siapa minta-minta sama Allah? Menungsa itu akeh banget ya. Ada miliaran manusia. Kamu siapa? Minta memang Allah kenal sama kamu. Terus gimana caranya? Ya harus lewat wali yang punya kedudukan di sisi Allah. Tib walinya siapa? Walinya pasti mereka enggak bilang Abu Bakar, Umar pasti enggak. Pasti Abdul Qadir Jalil ini biasanya atau Sunan ini atau Habib ini atau siapa. Justru sahabat-sahabat enggak dipakai wali-wali tersebut. Wali-wali yang belakangan. Ya. Tib. Kita bilang taruhlah Abdul Qadir Jailani seorang wali saleh. Abdul Qadir Jailani. Jadi kau minta sama Abdul Qadir Jailani ya Abdul Qadir Jailani ee mintakanlah buatku atau kau mendekat Abdulqad panggil ya Abdul Qadir jangan tolong aku. Abdul Qadir jangan tolong aku. Bagaimana bantannya? Dia bilang kamu tuh sopo? Menungso iku akeh ya. Emang Abdul Qadir Jailani kenal kamu itu emang emang kamu kamu kenal sama Abdul Qadir Jailani sama kan? Kalau gitu harus butuh lagi wali yang dekat dengan Abdul Qadir Jailani. Terus terus terus terus. Kapan berdoanya? Banyak silsilah. Padahal kata Allah waid sa'alaka ibadi anni fainni qorib. Kalau mereka tanya kepada engkau aku dekat tinggal minta aku kabulin. Agama Islam gampang connecting langsung. Harus ke sini dulu ke sini dulu. Itu kalau presiden. Iya. Kita ini penduduk 200 berapa juta? 300 juta ya. Kurang lebih mungkin. Kurang mungkin lebih ya. Ya, kita enggak dikenal. Wajar ya harus lewat ini ring 1 ee ring 10, ring 9 terus sampai ring satu sampai presiden. Tapi kalau Allah enggak perlu gitu. Jangankan kamu, kata Allah wasut warqtin illa yamu. Jangan engkau bisik-bisik daun jatuh aja Allah tahu. Apalagi kau bisik-bisik nangis sulut malam nangis Allah enggak dengar. Daun jatuh aja Allah tahu. Masa kau nangis Allah enggak dengar. Afaman hua qimun al nafsin bima kasabat willahium. Apakah sama berhala-berhala yang disembah seperti Allah yang mengurusi setiap manusia secara persoalan-persoalan? Allah ngurusin kita sepersatu. Satu satu-satu kita diurusin. Allah ngurus kamu. Harus ngurus saya ngurus saya sampan ngurus dia. Ngurus bayi dalam janin yang ngurus siapa? Allah. Jadi kita diurus satu perjalanan mengata mungkin Allah enggak tahu nih Allah gimana Allah enggak tahu. Jangan-jangan Allah enggak dengar. Gimana enggak dengar kau belum lahir aja Allah sudah urusin. Jadi kalau minta kepada Allah jangan menyembah kepada selain Allah karena berharap apa? Syafaat gak boleh. Tumma ilaihi turjaun. Kemudian kepada Allahlah kalian akan dikembalikan. Ayat berikutnya. Waidza ukukirallahu wahdahu mazat qulubulladina la yummina bil akhirah. Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut kesalah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat. Mereka enggak ingin kalau cuma Allah-Allah saja harus ada digandingkan disebut sembahan-sembahan mereka selain Allah. Waukiradina minunihi. Dan apabila disebut nama-nama sembahan-sembahan mereka selain Allah id hum yastabsyirun. Tiba-tiba mereka bergirang hati. Mereka gembira ya. Sama seperti adapun ismazzat ada yang mengatakan maknanya yaitu kesal, jengkel, inkibad yaitu ada yang mengatakan istakbarat yaitu sombong seperti firman Allah seperti firman Allah eh innahum kanu qilau lailahaillallah yastakbirun. Sesungguhnya mereka kalau disuruh ucapkan katakanlah lailahallah mereka sombong mereka gak mau ke cuma lailahallah ajaalhan wahida. Apakah Muhammad ingin jadikan sembahan cuma satu saja? Enggak mau. Jangan sebut satu. Sebut tiga. Satu enggak cocok. Allah doang enggak cocok. Harus ada berapa? Tiga. Baru senang. Kalau satu aja tidak pas. Kalau minta langsung sama Allah lewat wali dalam kondisi sulit. Ya Abdul Qadir Jailani agitifni. Wahai Abdul Qadir Jailani tolonglah aku. Subhanallah. Gimana? Tolong ya. Sampai ada seorang ada dai dia dia pakai bahasa Jawa. Saya dengar dia bantah dia bilang ini ada orang susah ya Abdul Qadir Jailani agitni agitni. Ya Abdul Qadir sudah mati. Sudah mati itu tangio. Dia sudah meninggal ente di mana? Dia di mana? Dia meninggal entah di mana. Mungkin di Jazirah Arab. Kamu di Indonesia panggil ya Abdul Qadir Jailani. Abdul ya mana dia? Berarti dia maha mendengar dong. Dia dengar suaramu enggak? Oh dengar berarti dia maha mendengar. Di mana pun kau seru nama dia, berarti dia maha mendengar. Kalau kita meyakini ada maha mendengar selain Allah, musyrik atau tidak musyrik? Ada orang di lautan ombak kapalnya mau tenggelam. Ya, Abdul Qadir Jailani tolong aku. Subhanallah. Berarti Abdul Qadir Jailani maha mendengar, maha melihat kamu, maha mengatur lautan. Gimana semua? Apa enggak syirik seperti ini? Harusnya ya Allah, ya Rabbi. Harusnya demikian ya Rabb, ya Rabb. Harusnya demikian. Makanya sebagian orang musyrikin kalau disebut cuma Allah saja mereka enggak suka. Kurang mantap. Harus disebut yang lain selain Allah Subhanahu wa taala. Tib sampai sini aja kajian kita. Insyaallah kita lanjutkan ayat ke-46 pada pertemuan berikut. Demikian wabillah taufik wal hiidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.