Transcript
17lSp_B24wA • Tafsir Juz 23: Surat Az-Zumar #9 ayat 38-45 - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2488_17lSp_B24wA.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqih wattinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarika lahu
takziman
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli
alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani.
Lanjutkan bahasan kita dari surat
Azzumar
dan kita masuk pada ayat 38. Allah
Subhanahu wa taala berfirman, "Walain
sa'altahum man khalaqas samawati wal
ardha layaquulunnallah."
Jika engkau bertanya kepada mereka,
"Man khalaqas samawati wal ard, siapakah
yang menciptakan langit dan bumi?"allah.
Maka niscaya benar-benar sungguh-sungguh
mereka akan berkata Allah yang
menciptakan langit dan bumi. Qul
afaritum mauna minunillahi in
araniallahu bidurin halunnafatuh.
Maka terangkanlah kepadaku tentang apa
yang kamu serai selain Allah. Yang
kalian seru selain Allah yang kalian
berdoa selain Allah.
In arani Allahu bidin. Jika Allah
menghendaki
kemudaratan menimpaku, halun,
apakah sembahan-sembahan kalian itu bisa
menghilangkan kemudratan dariku?
Aranihmatin
arani birahmatin halunna rahmatih. Dan
sebaliknya jika Allah menghendaki rahmat
bagiku, apakah mereka bisa mencegah
rahmat Allah untukku? Qul hasbiallah.
Katakanlah cukuplah Allah. Bagiku
alaihiatawakalul mutawakilun. Maka
hendaknya hanya kepada Allahlah
orang-orang yang bertawakal
untuk melakukan tawakal.
Tib ayat ini ee
salah satu bentuk pendalilan
tauhid rububiyah untuk memaksa mereka
berkonsekuensi melakukan tauhid
al-uluhiyah. Kita tahu bahwasanya para
ulama membagi tauhid menjadi ee tiga
untuk sekedar memudahkan. Yang semuanya
kembali kepada pengesaan.
Adapun tauhid arububiyah maksudnya
adalah mengesakan Allah. Hanya Allah
yang menciptakan alam semesta. Hanya
Allah yang menguasai alam semesta. Dan
hanya Allah yang mengatur alam semesta.
Jadi taut rububiyah kembali kepada tiga
poin. Allah dia sendiri yang
menciptakan.
Kalau begitu alam semesta ini dia
sendiri yang punya karena Dia yang
menciptakan. Dan yang ketiga, Dia
sendiri yang mengatur alam semesta.
Tidak ada zat lain yang ikut serta dalam
menciptakan, menguasai, memiliki dan
mengatur. Itu namanya tauhid
arrububiyah.
Yang kedua namanya tauhid assifat.
Tauhid assifat maksudnya Allah Maha Esa
dalam kesempurnaan sifat-sifatnya. Maka
dialah maha berilmu. Tidak ada yang
menyamai ilmunya. Dia mengetahui ilmu
gaib.
Dia mengetahui masa depan, masa datang,
masa lalu, ya semuanya. Dan dia juga
misalnya maha kuasa, tidak ada yang
menyamai kekuasaannya. Dia maha melihat,
tidak ada yang menyamai penglihatan
Allah. Manusia melihat, tapi
penglihatannya terbatas. Ya, ini namanya
tauhid sifat. Yaitu atau tauhid alasma
was sifat, yaitu Allah memiliki
nama-nama terindah dan sifat-sifat
teragung. Tidak ada yang menyamainya,
Dia Maha Esa. Makanya siapa yang
mengatakan ada yang tahu ilmu gaib
seperti Allah, maka dia musyrik. Karena
dia menyamakan makhluk punya ilmu
seperti ilmu Allah. Padahal yang tahu
ilmu gaib hanyalah Allah. Qul la yamu
man fisamawati wal ardhi ghaib illallah.
Katakanlah tidak ada yang tahu di langit
dan di bumi tentang ilmu gaib kecuali
Allah. Makanya Aisyah berkata, "Manqala
anna Muhammadan yamu ma fiqad waq faqar
alallahi
adiman." Ya, siapa yang mengatakan
Muhammad tahu apa yang terjadi besok,
maka dia telah berdusta atas nama Allah.
Sesungguhnya Allah berfirman, katakanlah
yamwatiallah.
Tidak ada yang tahu tentang hal gaib di
langit dan di bumi kecuali Allah.
Makanya ketika ada seorang wanita memuji
Nabi dengan berkata, "Wafina nabiun
yamadin." Dan di tengah-tengah kami ada
seorang nabi yang tahu tentang hari
esok. Maka Rasulullah marah. Rasulullah
tegur karena Rasulullah tidak tahu ilmu
gaib. Ini maksudnya tauhid sifat. Kalau
ditanya apa tauhid asma sifat? Maksudnya
Allah punya sifat-sifat yang tidak ada
yang menyamainya. Tidak ada yang
menyamainya. Dia esa dalam sifat-sifat
tersebut. Demikian juga maha mendengar.
Makanya kita terjemahkan dengan maha.
Kalau kita manusia cuma bilang melihat,
mendengar. Tapi kalau Allah kita bilang
maha mendengar, maha melihat, maha
berilmu, maha kdrah, semuanya pakai
maha. Kenapa? Agar Allah bersendirian
dalam kesempurnaan tersebut. Enggak ada
yang menyamainya.
Nah, tauhid arrububiyah dan tauhid sifat
asma sifat mengkonsekuensikan harusnya
hanya Allah yang disembah. Tauhid
rubiyah tadi Allah esa sendirian
ya dalam menciptakan, memiliki dan
mengatur alam semesta. Kalau gitu yang
disembah ya Allah saja. Karena Dia yang
mencipta, Dia yang mengatur, Dia yang
menguasai. Kalau ada yang zat ikut serta
dalam penciptaan, kita akan sembah zat
tersebut. Tapi ternyata yang menyembah
cuma Allah.
yang yang yang menciptakan hanya Allah,
maka cuma Allah yang disembah. Sama
karena Allah esa dalam sifat-sifatnya,
tidak ada yang menyamai kesempurnaannya,
maka hanya Allah yang berhak disembah.
Seandainya ada zat yang ternyata juga
sama-sama ilmunya seperti Allah, ada zat
yang ternyata sama-sama penglihatannya
seperti Allah, kekuatannya sama seperti
Allah, maka zat itu juga kita sembah.
Tetapi ketika kita tahu tidak ada yang
menyamai Allah dalam kesempurnaan
sifat-sifatnya, kalau gitu yang berhak
disembah hanyalah Al. Maka dalam dalam
ilmu tauhid dikatakan tauhid arubiyah
dan tauhid asfat mengkonsekuensikan
hanya Allah yang disembah. Yang hanya
Allah disembah dalam istilah ilmu tauhid
namanya tauhid al-uluhiyah. Namanya
tauhid al-uluhiyah. Paham sampai sini?
Paham tidak? Saya ulangi. Tauhid terbagi
menjadi berapa? Tiga. Ini sekedar ilmu
untuk memahami. Pertama tauhid apa?
Rubi. Yang kedua, tauhid apa? Sifat.
Semua sifat. Yang ketiga, tauhid aluli.
Apa itu artinya tauhid rububiyah? Allah
semata hanya dia sendiri yang
menciptakan, yang menguasai, dan yang
menga mengatur. Kalau tauhid sifat tadi
apa? Allah bersendirian dalam
kesempurnaan apa? Sifatnya. Tidak ada
yang menyamainya. Kalau begitu yang
berhak disembah ini yaitu yang memiliki
tauhid rububiyah dan memiliki tauhid
asma wa sifat. Maka ini yang berhak
disembah.
Di sini di dan dalam Al-Qur'an banyak
sisi pendalilan Allah berdalil dengan
tauhid arrububiyah atau tauhid al-asma
wa sifat untuk mengkonsekuensikan atau
memojokkan kaum musyrikin untuk tidak
menyembah kecuali hanya Allah. Untuk
agar mereka juga mengakui tauhid
al-uluhiyah. Contohnya dalam ayat ini
Allah berfirman, "Wahai Muhammad, kalau
kau bertanya kepada mereka walaahum, kau
tanya kepada Abu Jahal CS ya
teman-temannya musyrikin Arab, man
khalaq samawati wal ard." Siapa yang
menciptakan langit dan bumi? Mereka akan
jawab Allah.
Ya sudah kalau gitu kenapa menyembah
selain Allah? Kemudian juga tanyakan
kepada mereka, "Qulitum
minunillah?" Coba terangkan kepadaku
yang kalian sembah selain Allah
berhala-berhala. Orang-orang saleh ya,
malaikat-malaikat,
ruh-ruh, jin-jin. Inallah.
Kalau Allah ingin kasih saya mudarat,
apakah mereka bisa menghilangkan
kemudaratan dariku? Jan tidak bisa. Yang
bisa menghilangkan cuma siapa? Allah.
Atau sebaliknya Allah ingin berikan
rahmat kepadaku. Halun mumsikat rahmati.
Apakah mereka bisa cegah rahmat Allah
kepadaku? Jawabannya tidak bisa. Kalau
gitu apa? Qul hasbiallah. Cukuplah Allah
bagiku. Cukuplah Allah bagiku ya
alaihi yatawakal mutawakilun. Maka hanya
kepada Allahlah hendaknya orang
bertawakal untuk bertawakal kepada
Allah. Timbul pertanyaan, Ustaz, jika
memang orang-orang musyrikin mereka
mengakui taahid rbubiyah hanya Allah
yang mencipta, mengatur alam semesta.
Hanya Allah yang bisa memberi manfaat
mudarat. Kenapa mereka masih menyembah
selain Allah? Maka ini disebut dalam
pembahasan namanya bawaitu syirk. Apa
sih sebab-sebab, faktor-faktor yang buat
mereka menyembah selain Allah Subhanahu
wa taala? Banyak faktor. Di antara
faktor tersebut
adalah yang disebutkan dalam kisah Nabi
Nuh Alaih Salam. Ternyata Nabi kaum Nabi
Nuh mereka menyembah orang-orang saleh
itu. Watsua yagus yauk nasr kata Allah.
Waar laarunna aliakum wun waddan w
suawaan wag wq nas.
Pembesar-pembesar kaum Nabi Nuh berkata,
"Jangan kalian tinggalkan
sembahan-sembahan kalian gara-gara
dakwah Nuh. Jangan tinggalkan sembahan.
Terus sabar dalam menyembah
sembahan-sembahan kalian. Jangan kalian
tinggalkan wat sua suwa waddan wala
suwaan wagut wuq nasr." Lima wat sua
yagut yauk nasr. Lima orang ini yang
mereka sembah. Siapa mereka ini? Kata
Ibnu Abbas, "Haulai asma rijalin shihin
min Nuh." Mereka adalah nama-nama orang
saleh di zaman Nabi Nuh. Orang saleh
rajin ibadah. Falamma matu tatkala
mereka meninggal dunia
ya fi makan yajlisuna fiha asnaman
wasamuha biasmaim. Maka setan datang
suruh bikin patung-patung sebagai
kenangan, sebagai penghormatan kepada
orang-orang saleh tersebut. Ketika
mereka mati bikin patung-patung
dinamakan dengan nama-nama orang saleh
tersebut. Tujuannya apa? Untuk kenangan,
untuk memotivasi, untuk mengingat.
Falamma mata ulaik. Tatkala yang bikin
patung-patung tadi pertamanya belum
disembah. Falam tubat. Belum disembah.
Karena tujuan untuk bangun patung-patung
tadi adalah untuk mengingat dan
kenang-kenangan. Tatkala yang membangun
patung-patung tersebut mati wusial ilmu,
ternyata ilmu telah dilupakan. Tidak ada
lagi ngajar tauhid. Oh bidat akhirnya di
disembah. Jadi ternyata yang disembah
itu adalah patung-patung sebagai simbol
orang-orang saleh ya. Sebagai simbol
orang-orang saleh seperti lata. Lata
salah satu berhala yang disembah oleh
penduduk ee Thaif ya. Lata disebutkan
kana yalitiq lil hujjaj. Kata Ibnu
Abbas, Lata itu orang baik. Dulu suka
bagi-bagi makanan. gratisan kepada
jemaah haji ya. Suka bagi ini orang
zaman jahiliah bagi-bagi makanan untuk
kepada siapa? Jemaah haji. Bukan nipu
jemaah haji ya. Ya. Bukan nipu jemah
haji. Bukan enggak ngembaliin duit
jemaah haji ya gak. Ini ini malah
bagi-bagi ya.
Kita malu sama orang musyrikin ya.
Orang-orang dahulu jahiliah mereka
berbangga-banggaan untuk membantu jemaah
haji ya. Dan itu dilakukan oleh
tokoh-tokoh mereka. Di antaranya Amr bin
Al-Khuza'ai yang kata Nabi di masuk
neraka. Ternyata dia waktu masih hidup
suka bagi-bagi makanan buat jemaah haji
ya. Bani Hasyim ya. Demikian juga banyak
mereka ya demikian juga ee
berlomba-lomba bersaing dengan Bani
Makhzum untuk berkhidmat kepada
jemaah haji ya. Tayib. Ee jadi karena
dia meninggal maka dibuatlah patung di
atas kuburannya lama-lama di disembah.
Ini sebabnya ya dan itu disyaratkan oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam ya
tentang ee jangan sampai
ya mengkultuskan orang-orang sal nanti
lama-lama bisa di disembah dan sudah
terjadi Nabi Isa alaihi salam
dikultuskan akhirnya disembah. Uzair
dikultuskan akhirnya diembah.
Malaikat dikultuskan akhirnya disembah.
Jadi orang-orang saleh kalau dikultuskan
akhirnya di disembah. Sampai sekarang
orang datang ke kuburan-kuburan
minta-minta kepada orang orang saleh.
Jadi mereka kenapa beribadah kepada
patung-patung?
Karena patung-patung tersebut di
antaranya simbol orang-orang saleh.
Simbol orang saleh. Dan mereka
menganggap bahwasanya orang saleh
tersebut punya kedudukan di sisi Allah.
Maka kalau kita tunduk kepada
orang-orang saleh tersebut, maka kita
akan dekat di sisi Allah Subhanahu wa
taala. Dalam Al-Qur'an mereka berkata,
"Ma na'buduhum illa liuqoribunaallahi
zulfa." Kami tidak menyembah orang-orang
saleh ini kecuali untuk mendekatkan kami
kepada Allah subhanahu wa taala. Dalam
ayat yang lain, haulai syufaunaallah.
Mereka adalah pemberi-pemberi syafaat
bagi kami di sisi Allah. Ini disebutkan
ee sebab mereka menyembah
berhala-berhala sebagai simbol orang
saleh. Demikian juga oleh Syekh Ristani.
Syekh menyebutkan bahwasanya
sembahan-sembahan secara umum baik kaum
musyrikin Arab ataupun bangsa-bangsa
yang lainnya ketika mereka menyembah
berhala karena ada keyakinan ini adalah
simbol seperti dahulu ada yang menyembah
misalnya bintang-bintang atau
planet-planet. Mereka mereka proyeksikan
bentuk itu dalam bentuk yang mereka bisa
hadapi. Itu mereka buatlah di hadapan
mereka patung yang merupakan simbol dari
arwah-arwah
yang mereka yakini berada di
planet-planet atau di bintang-bintang
yang mereka sem sembah. Ya. Jadi patung
tersebut hanyalah simbol kepada
orangorang saleh.
Itulah akhirnya mereka menyembah selain
Allah Subhanahu wa taala. di antaranya
agar orang saleh tadi bisa memberi
syafaat bagi mereka. Oleh karenanya
Ar-Razi salah seorang tokoh Asyairah
ketika menafsirkan surah salah satu ayat
dalam surah Yunus dia menyebutkan
bahwasanya orang-orang yang datang ke
kuburan-kuburan kemudian mengagungkan
penghuni-penghuni kubur itu sama seperti
orang musyrikin di zaman dahulu. Seperti
orang musyrikin zaman dahulu yaitu yang
menyembah orang-orang saleh agar
dimudahkan urusannya di sisi Allah
Subhanahu wa taala. Yang benar, yang
berhak disembah hanyalah Allah Subhanahu
wa taala. Adapun orang saleh mereka
kalau kita ke kuburan, kita doain mereka
bukan malah minta-minta kepada mereka.
Maka di sini Nabi disuruh oleh Allah
untuk berdalil kepada mereka. Kalau
kalian mengakui yang menciptakan alam
semesta hanya Allah, kenapa kalian
menyembah kepada selain Allah? Kemudian
kata Allah, "Qul hasbiallah."
Berkatalah wahai Muhammad, katakanlah
hasbiallah, cukuplah Allah bagiku,
cukuplah Allah penolongku, cukuplah
Allah yang mengatur segala urusanku dan
aku hanya bertawakal kepada Allah.
Alaihi yatawakalul mutawakilun.
Hendaknya orang yang bertawakal berserah
diri kepadanya. Ini dalil tidak boleh
kita bertawakal kepada selain Allah.
Tidak boleh bertawakal kepada selain
Allah. Dalam segala urusan kita
bertawakal kepada Allah. Adapun
melakukan sebab ikhtiar, maka kita
lakukan. Tapi hati harus bersandar
kepada siapa? Allah. Makanya minimal
dalam segala urusan kita bilang
bismillah.
Bismillahirrahmanirrahim. Itu satu
kalimat tawakal, yaitu dengan menyebut
nama Allah itu aku bersandar kepada
Allah Subhanahu wa taala. Minimal kalau
kita gak, kalau kita enggak tahu doanya,
kita bilang apa? Bis bismillah. Sehingga
kita senantiasa connecting kepada Allah
dan bertawakal kepada Allah Subhanahu wa
taala. Lihatlah zaman sekarang betapa
banyak orang yang tidak bertawakal
kepada Allah tapi bertawakal kepada
sebab Allah berfirman,
rizq, carilah dari sisi Allah rezeki.
Perhatikan ayat tersebut Allah
mengatakan,
carilah di sisi Allah rezeki tersebut.
Allah tidak mengatakan carilah rezeki di
sisi Allah, tapi Allah sebutkan Allah
terlebih dahulu. Carilah di sisi Allah
rezeki. Jadi Allah suruh cari rezeki di
sisi Allah, bukan di sisi selain Allah.
Adapun kalau kita kerja itu hanya
ikhtiar. Kita kerja, kita ngelamar
pekerjaan, kita ketemu dengan bos, ya
kita jualan barang, maka semua rezeki di
sisi Allah. Hanya cari di sisi Allah
kita cari rezeki. Jangan kita bertawakal
kepada bos. Seakan-akan rezeki kita di
tangan bos. Enggak boleh. Itu syirik.
Jangan kita bertawakal kepada sebab kita
berobat, kita bertawakal kepada siapa?
Allah. Kita ke dokter, ya itu karena
hukum sebab akibat ya. bahwasanya kita
menuju dokter sebagai ikhtiar. Tapi yang
menyembuhkan siapa? Allah. Kapan hati
kita bertawakal kepada sebab, kita telah
terjerumus dalam syirik kecil. Seperti
kita merasa, "Ah, kayaknya kalau bos
enggak datang saya mampus nih, enggak
dapat rezeki. Waduh, kalau dia enggak
beli barang saya gimana ini? Saya
bakalan seakan-akan rezeki kita di
tangan customer atau pembeli ya gak.
Kita tawakalnya kepada kepada Allah. Itu
usaha harus kita lakukan.
Harus kita perhatikan hati kita,
kebahagiaan kita, keberhasilan kita,
kesuksesan kita. Tidak boleh kita
bersandar kepada sebab. Apakah sebab itu
berupa bos kita, anak buah kita, pegawai
kita, kecerdasan kita, pengalaman kita,
selalu kita bersandar kepada Allah.
Kapan hati kita bersandar kepada
makhluk, maka di situ ada syirik kecil.
Maka Allah berfirman, "Qul hasbiallah."
Katakanlah wahai Muhammad, cukuplah
Allah bagiku. Alaihi yatawakal
mutawakilun.
Kepadaalah bertawakal orang-orang yang
berserah berserah diri.
Oleh karenanya ketika Nabi
ditakut-takutin oleh orang musyrikin,
maka Nabi berkata, "Hasbunallah wanikmal
wakil. Cukuplah Allah bagiku."
Ya, makanya dalam ayat sebelumnya
wukunina minun dalam ayat ke-36 ya kata
Allah ini sudah kita bahas alaisallahu
abda bukankah Allah cukup bagi hambanya
minunih dan mereka menakut-nakuti engkau
dengan sembahan-sembahan selain Allah
mereka hati kualat wahai Muhammad kau
tidak nyembah berhala-berhala kami. Kau
menghina-hina berhala kami kau akan
kualat. Mereka takut-takutin. Tapi Nabi
mengatakan hasbiallah.
Hasbiallah. Sama ketika Allah sebutkan
alladzina q lahumasu innanasa qod jamaul
lakakum faksyuhum fazadahum imana waqalu
hasbunallah wikmal wakil. Dan
orang-orang yaitu Rasulullah ketika
ditakut-takutin ada utusan Abu Sufyan,
"Wahai Muhammad, hati-hati Abu Sufyan
dengan pasukannya ribuan akan datang
menyerang engkau kembali."
Ya kata
fazadahum imana waq justru mereka tidak
takut mereka bertambah iman dan mereka
berkata, "Hasbunallah wikmal wakil.
Cukuplah Allah bagi kami dan dia yang
mengurusin tempat terbaik untuk kita
menyerahkan urusan."
Demikian juga ketika
Nabi Ibrahim Alaih Salam ketika dilempar
di lautan api, dia berkata, "Hasbiallah
wanikmal wakil."
Demikian juga ketika Nabi Hud
ditakut-takutin
mustaqim. Ketika kaum Nabi Hud, yaitu
kaum Ad berkata, "Nakut-nakutin, menurut
kami, kau telah tertimpa penyakit dari
sembahan-sembahan kami. Wahai Hud, kau
ini celaka, ciloko engkau, kalat." Apa
kata Nabi Hud? Nabi Hud mengatakan,
"Saya tidak takut." Ya, kata Nabi Hud,
"Ini usidullah. Saya jadikan Allah
sebagai saksi saya. Washadu saksikanlah.
Aku berlepas diri dari sembahan-sembahan
kalian yang kalian takut-takuti aku
dengan sembahan-sembahan tersebut."
Nakut-nakuti apa? Saya saya berlepas
dari sembahan kalian semua.
Ya. Kemudian Nabi Hud berkata, "Faqiduni
jamanirun." Silakan kalian bikin makar
kepadaku. Suruh berhala-berhala kalian
semua celakakan saya. Silakan. Saya
tidak takut. Jangan ba'du alih hatina.
Karena mereka bilang, "Eh, Nuh, e wahai
Hud, kayaknya sebagian Tuhan kami telah
buat kau celaka." Kata Nabi Hud, "Jangan
sebagian Tuhan kamu, semua Tuhanmu.
Suruh celakain saya sekarang. Faqiduni
jamian tma la tunzirun." Dan jangan
tunda-tunda sekarang juga. Inni
tawakaltu alallahibikum.
Aku bertawakal kepada Allah yang adalah
rabku dan rab kalian. Ma minabatinahu
akid biniha. Tidak ada makhluk hidup
apapun, binatang melata manaun kecuali
Allah pegang ubun-ubunnya. Allah
mengatur mereka. Ngapain saya takut sama
kalian? Jadi Nabi Nabi Hud berkata,
"Inni tawakaltu. Aku bertawakal kepada
Allah."
Tawakal ya.
Maka ini tawakal harus sering kita kita
ee
ucapkan dalam segala hal dalam gangguan
apapun ketika berdakwah di dan banyak
contoh dalam Al-Qur'an di mana ee
orang-orang ketika diganggu dalam dakwah
mereka bertawakal. Contoh seperti juga
Nabi Nabi Nuh ya saya carikan ayatnya.
E kata Allah Subhanahu wa taala
surat surat Yunus ayat 71 alaihim
nauhinqai
inikum
maqiratah
faallahiwakal
amrakumakumakumikumaiun.
Dan bacakanlah kepada mereka tentang
berita penting tentang kisah Nabi Nuh
ketika dia berkata kepada kaumnya,
"Wahai kaumku, jika kalian merasa berat
aku tinggal bersama kalian, kalian bosan
merasa berat aku peringatkan kalian
terhadap ayat-ayat Allah, maka aku
bertawakal kepada Allah Subhanahu wa
taala." Jadi mereka ngusir Nuh, mereka
ngancam Nuh, mereka mau bunuh Nuh,
mereka mau rajam Nuh alaihi salam. Kata
Nabi Nuh, "Aku bertawakal kepada Allah
Subhanahu wa taala." Nah, jadi dalam
dakwah kita perlu untuk bertawakal
kepada Allah Subhanahu wa taala.
Demikian juga
dalam surah Ibrahim ya ketika para rasul
diganggu ya mereka berkata ya
wamana alla natawakala alallah
waqad hadana subulana ya wasbirna al
mazaitumuna waallahi falatawakil
mutawakilun dalam surat Ibrahim ayat 12
kata para rasul ketika diganggu oleh
kaumnya mereka berkata, "Kenapi kenapa
kami tidak bertawakal kepada Allah
sementara Allah telah memberi petunjuk
kepada kami jalan-jalan kami. Sungguh
kami akan bersabar atas gangguan kalian
kepada kami. Dan kepada Allahlah
orang-orang yang bertawakal hendaknya
menyerahkan diri. Jadi para rasul semua
bertawakal
dan tawakal ini bukan cari duit aja ya
baru tawakal ya. Berobat baru tawakal
semua tawakal. Cari duit tawakal.
Berobat tawakal ee berdakwah juga apa?
Ber tawakal. Diganggu orang juga ber
tawakal, diancam orang bertawakal,
ngurus anak juga bertawakal. Keluar
rumah bertawakal.
Bismillahi tawakalta alallahi la haula
wala quwwata illa billah. Maka seorang
yang paling bahagia adalah orang yang
menyerahkan urusannya kepada siapa?
Allah. Dan orang yang paling ciloko
adalah yang ditinggal oleh Allah.
Kapan dia ditinggal oleh Allah? Ketika
dia bersandar kepada selain Allah. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Man
allaqoaian ilaihi." J. Siapa yang
menggantungkan sesuatu, dia pakai jimat,
maka Allah akan buat dia bertawakal
kepada jimat tersebut.
Allah berlepas diri dari dia. Allah
tidak ngurusin dia. Maka perhatikan
dalam ayat ini,
qul hasbiallah.
Katakanlah Muhammad, cukuplah Allah
bagiku alaihiatawakalul mutawakilun.
Hendaknya orang yang bertawakal hanya
bertawakal kepada Allah. Sebab
dikerjakan, tapi hati bukan kepada sebab
tersebut. Sakit ke dokter tapi bukan
kesembuhan di tangan dokter. Kerja
pagi-pagi biar bos senang tapi bukan
rezeki kita di tangan apa bos? Bukan.
Kapan kita meyakini rezeki di tangan
bos? Di situlah syirik. Itulah syirik.
Tib.
Setelah itu Allah berfirman surat ayat
39.
Katakanlah wahai kaumku,
beramallah sesuai dengan kondisimu.
Kalian akan mengetahui. Ayat berikutnya,
siapa yang akan mendapatkan siksa yang
menghinakan dan akan ditimpa dengan azab
yang pedih. Ini
adalah tahdid waid, ya. Ancaman
dan peringatan
seakan-akan. Dan ini seperti firman
Allah Subhanahu wa taala ya. Silakanu
masum
mau lakukan wahai orang musyrikin mau
syirik tafadolu silakan monggo monggo
syirik hilangkan syirik monggo syirik
tapi ingat ada azab gitu
seb Allah subhanahu wa taala
famanyaa falyukmin wamansyaa falyakfur
ya
walil haqqu mirbikum katakanlah
kebenaran dari Allah subhanahu wa taala
famanyaa falyukmin Siapa yang pengin
beriman silakan beriman monggo.
Siapa yang ingin kufur, kufur kafir
monggo.
Apa kita bebas? Silakan bebas enggak
dilarang. Tapi ingat inim
kami siapkan bagi yang kafir neraka
jahanam. Mau kafir monggo tapi ada
neraka seperti itu.
Kamu kerjain silakan. Silakan monggo.
Mau musyrik, mau tidak beriman kepada
Allah monggo. Tapi ada neraka. Sama
seperti ini. Qul yaalu ala makanatikum.
Jadi Abu Jahal CS ngeyel.
Allah suruh bilang sama mereka, "Wahai
kaumku, wahai Abu Jahal dan
teman-temannya
monggo
ala makanatikum." Silakan kerjakan
sesuai dengan kondisimu. Kalian enggak
bertauhid, silakan aja. Saya pun akan
terus berdakwah tetap di atas tauhid.
Tapi apa? Fasaufa tamlamun. Kalian akan
mengetahui siapakah di antara kita yang
akan didatangi oleh azab yang pedih dan
akan disiksa dengan azab yang abadi.
Siapa? Nanti lihat aja ya. dikasih tahu
enggak enggak mau dengar ngeyel silakan
nanti tinggal kita tahu siapa yang di
terkena ya azab yang pedih dan akan
mendapatkan azab yang kekal abadi.
Ternyata mereka ya mereka mendapatkan ee
kalekal dalam perang perang Badar
tayib.
Selanjutnya Allah berfirman, "Inna
anzalna alikal kitabinasi bilhaqanifsihi
alaiha w anaiwakil."
Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Sesungguhnya kami
kata Allah Subhanahu wa taala,
"Sesungguhnya kami telah turunkan kepada
engkau Alkitab Al-Qur'an, yaitu linnas,
bagi manusia seluruhnya bilhaq dengan
kebenaran.
Famaniada, siapa yang ikuti petunjuk
Al-Qur'an dia dapat petunjuk." Falinafsi
maka untuk dirinya. Waman siapa yang
sesat fainnama yadillu alaiha maka
sesungguhnya dia semata-mata sesat buat
kerugian dirinya sendiri. Wama anta
alaihim biwakil. Dan kau tidak
bertanggung jawab atas mereka. Ya,
kau tidak bertugas untuk memberi hidayah
kepada mereka. Maksudnya demikian. Tib
di sini Allah ingatkan ya,
ya Rasulullah, tugasmu hanya nyampein.
Abu Jahal mau ngeyal, silakan monggo.
Mau dapat petunjuk monggo silakan.
Engkau tidak bisa menguasai hati mereka.
Yang nentu yang ya yang yang yang
tugasmu hanyalah menyampaikan.
Innama anta innama anta munzir. Kau
hanya tugasnya untuk memberi peringatan.
Tib di sini perhatikan Allah berfirman,
"Inna anzalna alaikal kitab."
Sesungguhnya kami turunkan kepada engkau
Al-Qur'an.
Jadi Al-Qur'an Allah turunkan kepada
nabi linnas, yaitu kepada seluruh
manusia
termasuk di dalamnya adalah jin.
Wa uhy ilaihal hadal Quran
liir bihi waman balag. Ya, aku
diturunkan Al-Qur'an agar aku beri
peringatan dan siapa yang sampai
kepadanya Al-Qur'an. Jadi Al-Qur'an
sampai kepada siapapun
dan kalangan jin maupun manusia. Makanya
Allah berfirman dalam ayat yang lain,
tabarakalladzi nazalal furqana ala
abdihi liakuna lilamina nadir. Maha suci
Allah yang telah menurunkan Al-Qur'an
kepada hambanya itu Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Ya liyaquna lil
alaminair. Agar dia menjadi pemberi
peringatan bagi seluruh alam semesta.
Sini Allah mengatakan linnas.
Sesungguhnya kami turunkan kepada engkau
Alkitab Al-Qur'an untuk seluruh manusia
tanpa terkecuali. Bahkan bukan cuma
manusia, bahkan termasuk jin. Kemudian
kata Allah, "Linnas untuk manusia."
Berarti Al-Qur'an itu untuk kemaslahatan
manusia. Bukan kemaslahatan Allah, tapi
untuk kemaslahatan manusia itu sendiri.
Tidak ada ayat yang kita kerjakan dalam
Al-Qur'an kecuali untuk kemaslahatan
kita. Tidak ada larangan yang Allah
larang kecuali untuk kemaslahatan kita,
untuk kita sendiri. Siapa yang semakin
menjalankan niat Allah, dia semakin
bahagia. Siapa yang semakin meninggalkan
larangan-larangan Allah, dia semakin
bahagia. Jadi untuk kemaslahatan kita,
yang tahu kemaslahatan kita adalah
pencipta kita. Allah lebih tahu
kemaslahatan kita daripada kita sendiri.
Allah turunkan hukum-hukum dalam
Al-Qur'an itu untuk yang terbaik bagi
kita.
Makanya Allah mengatakan linnas ini
adalah untuk manusia
bilhaq dengan kebenaran. Makanya setelah
itu Allah berfirman, "Famanhtada
falinafsi." Siapa yang dapat petunjuknya
buat dia, bukan untuk Allah.
Sudah sering kita sampaikan Allah
berfirman ya w yaskur fama ykur nafsi
siapa yang bersyukur ya untuk dirinya
inantum ahsantumusikum kalau kalian
berbuat baik ya untuk diri kalian bukan
untuk Allah berfirman hadis qudsi ya
ibadi aakumakumakumbi
wahidum mul wahai hamba-hambak kalau
kalian dari awal sampai akhir jin
manusia dari zaman Nabi Adam saya
manusia terakhir sebelum hari kiamat
dari jin iblis dan jin-jin yang masih
hidup sampai sekarang, sampai hari
kiamat kelak semuanya hatinya seperti
orang yang terbaik seperti Nabi
Muhammad, seperti Jibril tidak menambah
kekuasaanku sama sekali. Walau anna
aalakum akirakumakum jinnakumbi
wahidum.
Seandainya kalian seluruhnya, hatinya
seperti iblis, hatinya seperti Firaun,
ya, maka tidak akan mengurangi
kekuasaanku sama sekali. Semuanya itu
kembali kepada kalian sendiri. Makanya
Allah mengatakan, "Kami turunkan
Al-Qur'an untuk manusia, bukan untuk
kami. Yang mendapat kebahagiaan silakan.
Al-Qur'an adalah kitab kebahagiaan."
Inna hadal qurana yahdi lillati hiya
aqwam. Al-Qur'an menunjukkan kepada
jalan yang terbaik. Kita mungkin punya
bisa mengira-ngira kayaknya bagus,
kayaknya bagus, kayaknya bagus. Allah
bilang Al-Qur'an menunjukkan jalan yang
terbaik.
Famaniada falinafsih. Siapa yang dapat
petunjuk untuk dirinya
waman siapa yang sesat ya kembali kepada
dirinya. Fainama yadill alaiha kembali
kepada dirinya. W an al biwakil. Kau
tidak bertanggung jawab untuk membuat
mereka dapat hidayah. Wahai Rasulullah
kau tidak bisa kau tidak bertanggung
jawab. Tugasmu hanyalah untuk
menyampaikan wama al rasulal balag
almubin. Yang wajib bagi Rasulullah
hanyalah penyampaian
yang jelas. Adapun hidayah di tangan
Allah Subhanahu wa taala. Jadi ya bilang
sama Abu Jahal, "Wahai Rasulullah, mau
kafir ya monggo
ya tafadal."
Tapi ada neraka jahan jahanam.
Setelah itu Allah berfirman
dalam ayat 42, Allahu yatawaal anfusina
mautiha. Allah memegang nyawa seorang
ketika matinya.
Wallati lam tamut fi manamiha.
Dan yang belum mati Allah pegang
nyawanya ketika sedang tidur. Jadi
kematian ada dua. Ada yang disebut
dengan al al almaut al mauta alkubra dan
ada yang disebut almauta asugra
atau al-wafat. Alwafat sugra dan alwafat
alkubra. Al-wafat atau kematian sugra
kecil maksudnya tidur. Maksudnya apa?
tidur. Makanya kalau kita bangun tidur
kita mau tidur bilang apa? Bismika
Allahumma amutu wa ahya.
Kalau kita bangun tidur kita berdoa apa?
Alhamdulilladzi ahyana ba'dama amatana.
Segala puji bagi Allah yang telah
menghidupkan kami setelah mematikan
kami. Maksudnya kematian apa? Kematian
tidur. Maksudnya kematian kecil ya.
Kematian kecil adalah tidur. Makanya
ketika Rasulullah ditanya, "Ayamu ahlul
jannah?"
Ya Rasulullah, apakah
penghuni surga akan tidur? Ada tidur
pagi, tidur siang, tidur sore, tidur
malam. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, annaumu akhul maut. Tidur itu
saudara-saudaranya kematian.
Berarti kalau penghuni surga tidur,
berarti dia mengalami kematian. Maka
penghuni surga tidak ada yang tidur.
Karena penghuni surga tidak boleh off
dari kenikmatan. Gak boleh off.
Lagi main sama bidadari terus ngantuk.
Eh eh, Mas, Mas enggak boleh off. Oh,
iya
enggak boleh off dari kenikmatan. Harus
terus nikmat. Kata Allah, inna ashabal
jannatil yauma fi suulin faqihun.
Sungguhnya penghuni surga pada hari itu
dalam kesibukan. Enggak ada sibukan,
sibuk mulu. Sibuk apa ni? Nikmat. Kalau
kita sibuk enggak jelas. Sibuk
plongak-plelongok,
sibuk komentar enggak ada yang dengar
komentarnya. Sibuk menganalisa-analisa
ngawur.
Sibuk
enggak jelas penghuni surga dalam
kesibukan. Jadi, jadi mereka enggak
tidur. Kenapa? Karena tidur kata Nabi
akhul maut. Tidur itu saudarinya
saudaranya apa? Kema kematian. Di sini
Allah menyebutkan dua wafat. Wafat sugra
yaitu tidur. Wafat kubra itu mati.
Kematian kata Allah, "Allahuatawaal
anfusina mautiha." Allah mewafatkan
manusia jiwa ketika mati. itu wafat
kubra. Wallati lam tamut fi manamiha.
Dan Allah juga mewafatkan manusia yang
tidak mati yaitu wafat sugra ketika
sedang ti tidur. Wumsikullati qod
alaihal maut. Maka jadi ketika orang
tidur nyawa dipegang oleh Allah
subhanahu wa taala. Kalau ternyata nyawa
orang ini tidak bangun lagi alias mati,
maka Allah tahan nyawanya sudah dicabut
oleh malaikat maut masuk ke alam yang
yang lain. Waursilul ukhro il ajali
musamma. Kalau ternyata dia masih hidup,
Allah kembalikan nyawanya. Kembalikan
nyawanya ke tubuhnya sehingga dia hidup
lagi. Ajal musamma sampai waktunya,
sampai ajalnya selesai, sampai rezekinya
sempurna
ya. Baru kemudian dicabut nyawanya. Inna
fialika laayati liqaumi yatafakarun.
Yang demikian itu sungguh
ada tanda-tanda kebesaran Allah bagi
orang yang berpikir.
Subhanallah. Kita kita enggak bisa
nguasai nyawa kita. Enggak bisa kalau
tidur kita enggak tahu nyawa kita.
Terombang-ambing ke mana? Ke mana,
Dipang. Tahu-tahu enggak balik lagi,
mati selesai. Betapa banyak orang tidur
tidak bangun lagi. Banyak tidak banyak?
Banyak. Suatu hari saya pernah naik bis.
ke arah
daerah tertentu. Terus ada pengamen dia
ngamen, jeng jeng jeng minta duit.
Terus saya ngantuk sekali. Saya tidur.
Terus dia bilang, "Semoga
yang kasih duit, yang kasih kami, semoga
perjalanannya lancar. Semoga yang
pura-pura tidur tidak bangun-bangun lagi
katanya."
Masyaallah.
Itu sekitar tahun berapa? tahun mungkin
tahun '99 itu entah dia masih hidup atau
tidak itu pengamen
karena orang benar banyak orang yang
tidur enggak bangun lagi. Benar enggak?
Banyak. Kita enggak nguasai tentang ruh
kita. Kita enggak nguasai.
Ya. Dan ini sama
seperti dalam surat Al-An'am ayat 60
sampai 61. Ayat ini sama dengan surah
Alam 6061. Kata Allah wahualladzi
yatawaakum bail. Dialah yang mewafatkan
kalian ketika malam. Maksudnya wafat
kecil atau besar? Kecil menidurkan
kalian. W ma jarum binhar. Dan Allah
mengetahui apa yang k lakukan di siang
harimaatukum
fiq ajalum musamma. Kemudian Allah
bangkitkan kalian. Maksudnya bangkitkan
dari tidur dari kematian kecil Allah
bangkitkan liuqd ajalun musamma agar
selesai ajalnya itu rezekinya sampai
selesai. Ajal selesai.
Kemudian tumma ilaihi marjiukum tumma
yunabbiukum bima kuntum tamalun.
Kemudian Allah kepada Allah tempat
kalian kembali. Kemudian Allah akan
kabarkan kepada kalian pada hari kiamat
tentang apa yang pernah kalian lakukan
selama di dunia. Wahualqahiru faqo ibad.
Dan dialah Allah yang berkuasa di atas
hamba-hambnya. Kemudian Allah sebutkan
wafat kubraursilu alaikum.
Allah kirimkan kepada kalian
malaikat-malaikat yang menjaga yang
mencatat amal kalian. Hatta jaakumul
maut. Jika datang kematian ini mati
kecil atau mati besar? Mati besar.
Tawafatu rusuluna. Maka para rasul-rasul
kami mewafatkannya. Wahum la yufaritun.
Dan mereka tidak kurang dalam
menjalankan tugasnya. Itu mereka bagus
dalam menjalankan tugas.
Jadi yang Allah mengatakan Allah
yatawaal anfus. Allah yang mewafatkan
jiwa baik wafat kecil maupun wafat
besar. Tetapi yang menangani langsung
wafat besar siapa? Malaikat maut.
Qulyatawaakum malakul mautadzi wukila
bikum. Sungguhnya katakanlah malaikat
maut yang menangani wafat kalian. Siapa
yang menyuruh dia untuk menangani
kematian? Allah Subhanahu wa taala.
Dalam ayat yang lain Allah mengatakan
ee tawafat rusuluna. Para rasul-rasul
kami, para malaikat-malaikat kami
mewafatkannya. Jadi dalam satu ayat
Allah menyebutkan cuma satu person. Kata
Allah, "Qul yatawaakum malakul maut."
Bahwasanya malaikat maut yang mewafatkan
kalian. Dalam ayat yang lain Allah
mengatakan, "Para malaikat tawafat
rusuluna." Para malaikat mewafatkan dia.
Apa kesimpulannya? Kesimpulannya yang
menentukan mati dan hidup siapa? Al.
Yang diperintahkan adalah malaikat maut.
Ternyata malaikat maut punya rombongan
yang siap menyambut roh tersebut. Jika
ternyata roh tersebut orang baik, maka
malaikat rahmat langsung. Begitu
malaikat maut cabut nyawa tersebut,
langsung diserahkan kepada malaikat
rahmat untuk dibawa ke langit. Kalau
ternyata ini adalah orang tukang
maksiat, orang kafir, maka langsung
disambut oleh malaikat apa? Malaikat
azab. Malaikat azab. Ya, makanya Allah
mengatakan, "Falaula balagtil hulkum
wauminazurun
wahnuqaiiumakirun."
Kata Allah, seandainya ee dan ketika
nyawa sudah mau keluar dari
kerongkongan, sudah mau mati, malaikat
maut sudah mau cabut. Wa antumina idin
tanzurun. Ketika itu kalian sedang
menjenguk orang ini yang mau mati,
kalian jenguk.
Kalian jenguk, kalian melihat dia.
Ya, wahnu aqru ilaihi minkum. Namun kami
lebih dekat daripada
kalian kepada orang calon mayat ini.
Walakill tubsirun. Tapi kalian tidak
melihat kami. Maksudnya para mala
malaikat. Jadi malaikat sudah nunggu.
Tunggu malaikat datang. Jadi malaikat
pembuka sudah nunggu. Malaikat datang
cabut langsung diambil oleh malaikat
pembantu-pembantu malaikat mau maut.
Jadi demikian proses kematian yang
menentukan adalah Allah tapi yang
diperintahkan adalah malaikat maut.
Malaikat maut punya anak buah. Ada
malaikat rahmat dan malaikat apa? Azab.
Maka terkadang Allah datangkan dengan
lafal tunggal. Qulwa qulatawa malakul
maut. Yang mewafatkan kalian malaikat
maut. Terkadang Allah datang dengan
lafal jamak. Tawafatu rusuluna. Para
malaikat-malaikat kami yang
mewafatkannya. Maksudnya anak buahnya
malaikat apa? Maut.
Makanya ketika seorang tidur ya
dianjurkan kita berdoa ya. Apa doanya?
Bismika Allahumma amutu wa ahya. Ya
Allah dengan Engkaulah kami tidur dan
kami bisa hidup lagi. Kalau kau gak
hidupkan aku, ya sudah selesai.
Demikian dalam hadis Rasulullah
mengatakan,"Ukumari.
Jika kalian nak tidur maka kebaskanlah
dengan sarung kalian tempat tidur ya
tersebut.Ahuahu
alaihi dia tidak tahu apa yang ditinggal
di situ. Mungkin ada sesuatu yang tidak
bagus. Ada hewan, ada apa, dia
kebas-kebas.
TMA liyaqul. Kalau sudah dia tidur
sambil berdoa sebelum tidur bismik
subhanakallah rabbika wu jambi wabika
arfa in amsakta nafsi fagfir laha wa
arsaltaha fahf bimafadu bihi ibadihin.
Ini salah satu doa tidur. Doa tidur
banyak ya. Di antaranya tadi
subhanakallahumma rbi bika w't jambi. Ya
Allah dengan engkaulah aku bisa
meletakkan lambungku. Wabika arfauh. Dan
dengan engkau pula aku bisa bangkit,
bisa bangun dari tidur. Ada orang tidur
enggak bisa bangkit lagi.
Kena saraf kejepitlah, kena apalah. Mau
bangkit susah, salah tidur susah
bangkit.
Dan ada yang tidak bisa bangkit lagi
karena sudah mati.
Bika wu jambi. Dengan engkau aku bisa
meletakkan lambungku. Wabika arfau. Dan
engkau aku dengan engkau pula aku bisa
mengangkat lambungku. In amsakta nafsi
kalau kau pegang nyawaku tidak kau
kembalikan yaitu mati ketika aku tidur.
Fagfir laha. Maka ampunilah dia ya
Allah. Subhanallah. Itu sebelum tidur
kita berserah diri kepada Allah. Wain
arsaltaha. Tapi kalau kau kembalikan
lagi ruhku kepada jasadku, kau
bangkitkan aku lagi. Fahfadha bima
tahfadu biibadh. Maka jagalah ruhku
tersebut sebagaimana penjagaanmu
terhadap orang-orang saleh. Ini doa yang
indah ya. Jadi kita berusaha ketika mau
tidur berdoa dengan banyak doa ya.
Allahumabak
ibad di antara doa tidur. Ya Allah
lindungilah aku dari azabmu di hari di
mana kau bangkitkan hamba-hambu. Karena
kita tidur bisa jadi enggak bangun lagi.
Kemudian dalam dalam doa yang lain.
Alja'u ilaikaahri waajahtu ilaika wajhi
wa fawadu ilaika amri
raqbatan rahbatan. Ya. Ya. Kemudian kata
dalam doa tersebut, "Ya Allah, aku
serahkan sandarkan punggungku kepadamu.
Aku wajah arahkan wajahku kepadamu. Aku
serahkan segala urusanku kepadamu." Kita
mati ini enggak tahu yang siapa lagi mau
ngurus anak-anak, mengurus istri-istri,
mengurus usaha-usaha, ngurus keluarga.
Serahin sama Allah. Sebelum sebelum
tidur kita serahkan urusan kepada siapa?
Allah. Karena belum tentu kita bangun.
Belum tu kita bangun. Banyak orang tidur
enggak bangun-bangun lagi.
Oleh karenanya wafat ada dua. Ada wafat
kubra, ada wafat sugra.
Inna fidalika laayatifakarun. Demikian
itu ada tanda-tanda kebesaran Allah bagi
orang yang berpikir. Subhanallah. Ketika
kita tidur, roh kita di luar kekuasaan
kita. Berarti ada Tuhan dong. Ada Tuhan
yang ngatur kita. Kita enggak bisa
semerta-merta mengembalikan roh kita.
Terkadang kita enggak sudah mimpi
ngeri-ngeri enggak bangun-bangun.
Enggak bangun-bangun. Baru bangun sudah
ketakutan dengan kadang dibangun orang
enggak bangun-bangun. Kalau Allah tidak
niatkan dia bangun, dia tidak bakalan
bisa. Kalau tidak kehendaki dia bangun,
tidak bisa bakalan bangun. Ini semua
tanda bahwasanya ada kekuasaan. Ada ada
alamalam tidur, ada namanya roh kita di
luar hakikat kita. Dan berarti ini juga
dalil bahwasanya roh itu berjauhar,
yaitu memiliki zat. Ruh itu zatnya beda
dengan badan, tapi dari apa kita enggak
tahu.
Mereka bertanya kepada engkau tentang
ruh. Katakanlah ruh urusan Rabbku.
Buktinya apa? Ruh bisa ditahan oleh
Allah. Berarti dia beda dengan unsur
unsur ruh. Beda dengan unsur apa? Unsur
jasad. Kita enggak tahu
dan roh tersebut bisa
ditahan oleh Allah ketika seorang sedang
tidur
dan bisa dikembalikan bisa tidak
dikembalikan.
Oleh karena alam ruh itu alam
tersendiri. Yang tahu hanyalah Allah
Subhanahu wa taala. Banyak hal gu kita
enggak tahu. Seperti alam jin kita
enggak tahu, alam malaikat kita enggak
tahu, alam kubur kita tidak tahu. Alam
tersendiri.
inika
yang demikian itu ada tanda-tanda
kebesaran Allah bagi orang yang mau
berpikir. Subhanallah. Kita sendiri
tidak bisa mengatur diri kita. Kita
tidak sendiri tidak bisa mengatur ruh
dan jiwa kita. Setel Allah berfirman,
amittaku minunillahifaa.
Apakah mereka mengambil pemberi syafaat
selain Allah? Mereka ibadahi kemudian
mereka berharap syafaat-syafaat
bagi mereka di sisi Allah.
Awalau la yamlikunai w yaqilun.
Katakanlah dan apa kalian tetap
menjadikan mereka pemberi syafaat
meskipun mereka tidak memiliki suatu dan
tidak berakal berhala-berhala mau
dijadikan beri syafaat
jadikan simbol-simbol orang saleh.
Orang sekarang datang ke pohon kasih
sajan. Emang pohon bisa apa?
Sajen. Ada batu gede kasih. Pokoknya
gede-gede kasih sajan.
Ya, enggak logis, tapi begitu ya.
Dan Allah bantah lillahi syafaatu jamia.
Sesungguhnya seluruh syafaat hanyalah
milik Allah subhanahu wa taala.
Sesungguhnya syafaat hanyalah milik
Allah subhanahu wa taala. Ya,
karena yang menentukan kalaupun ada
mekanisme syafaat maka yang bisa memberi
syafaat hanyalah orang-orang yang
diizinkan oleh Allah Subhanahu wa taala.
Manalladzi yasfaahu illa biidniin. Tidak
ada yang bisa beri syafaat kecuali
dengan izin Allah subhanahu wa taala.
Kata Allah, malakin famawati
yasyaard. Betapa banyak malaikat di
langit tidak bermanfaat syafaat mereka
kecuali setelah izinkan. Setelah Allah
izinkan kepada siapa yang Allah
kehendaki. Nabi saja ketika memberi
syafaat pada hari kiamat, Nabi sujud di
bawah arsy lama sampai Allah izinkan.
Kata Allah, "Ya, ya Muhammad, irfa rsak.
Angkat kepalamu dari sujudmu. Bangkit
dari sujudmu. Wasf syafa beri syafaat.
Kau akan diizinkan memberi syafaat."
Nabi sebutkan ketika orang-orang beriman
sudah lolos dari ee sirat, mereka mau
masuk, mereka mau surga. Maka mereka
bilang, "Ya Allah, ya Rabb kami, izinkan
kami beri syafaat. Teman-teman kami
masih banyak di neraka. Izinkan kami
untuk beri apa? Syafaat. Jadi, tidak ada
orang serta-merta kasih syafaat. Enggak
ada. Harus minta izin dulu. Kalau Allah
izinkan, syarat kedua, yang mau kau
kasih syafaat pun harus Allah ridai."
Jadi, yang memberi syafaat, syafaat itu
banyak kan fungsinya. Bisa untuk
menaikkan derajat di surga. Bisa. Bisa
untuk mengeluarkan orang dari neraka
jahanam. Bisa juga untuk mencegah orang
harusnya masuk neraka enggak jadi apa?
Masuk nera neraka. Ya. Apalagi syafaat
Nabi banyak.
Tetapi ini syafaat tidak bisa
serta-merta siapapun melakukannya harus
dengan izin siapa? Allah. Terus tidak
bisa boleh kasih siapapun karena harus
yang mau dikasih juga harus diridai oleh
siapa? Allah. Dari sini kita tahu
mekanisme syafaat itu murni hanya milik
Allah. yang kasih izin Allah yang
diridai juga oleh sia Allah. Oleh
karenanya benarlah Allah berfirman, qul
lillahi syafaatu jamian. Semua syafaat
semuanya milik Allah. Karena yang kasih
izin hanyalah Allah. Yang boleh dikasih
juga dengan izin siapa? Allah. Dan ini
suatu hal yang wajar. Kenapa? Kata Allah
lahu mulkus samawati wal ard. Karena
semua langit dan bumi milik Allah.
Jangankan syafaat, kamu semua langit dan
bumi, manusia, makhluk, malaikat, jin
semuanya milik siapa? Allah. Termasuk
syafaat semua milik Allah. Maka jangan
beribadah kepada makhluk supaya dapat
apa? Syafaat. Gak. Dan ini disebutkan
oleh Arrazii, salah seorang tokoh besar
Asyairah dalam ketika membahas surat
Yunus ya.
Ya, dia mengatakan orang-orang datang ke
kuburan mengagungkan penghuni kubur
supaya mereka dapat apa? Syafaat. Ini
sama seperti kesyirikan di zaman
jahiliyah.
Kalau sudah dekat sama wali pokoknya
kalau wali sudah dekat ibadah
nangis-nangis apa minta-minta kasih e
langsung otomatis sudah tinggi
derajatnya.
Makanya saya saya ditanya oleh seorang
ustaz katanya kalau kita minta sama
Allah langsung
enggak sampai Ustaz karena Allah enggak
kenal kita. Kamu siapa minta-minta sama
Allah? Menungsa itu akeh banget ya.
Ada miliaran manusia. Kamu siapa? Minta
memang Allah kenal sama kamu. Terus
gimana caranya? Ya harus lewat wali yang
punya kedudukan di sisi Allah. Tib
walinya siapa? Walinya pasti mereka
enggak bilang Abu Bakar, Umar pasti
enggak. Pasti Abdul Qadir Jalil ini
biasanya atau Sunan ini atau Habib ini
atau siapa. Justru sahabat-sahabat
enggak dipakai wali-wali tersebut.
Wali-wali yang belakangan. Ya. Tib. Kita
bilang taruhlah Abdul Qadir Jailani
seorang wali saleh. Abdul Qadir Jailani.
Jadi kau minta sama Abdul Qadir Jailani
ya Abdul Qadir Jailani ee mintakanlah
buatku atau kau mendekat Abdulqad
panggil ya Abdul Qadir jangan tolong
aku. Abdul Qadir jangan tolong aku.
Bagaimana bantannya? Dia bilang kamu tuh
sopo? Menungso iku akeh ya. Emang Abdul
Qadir Jailani kenal kamu itu emang emang
kamu kamu kenal sama Abdul Qadir Jailani
sama kan? Kalau gitu harus butuh lagi
wali yang dekat dengan Abdul Qadir
Jailani. Terus terus terus terus. Kapan
berdoanya? Banyak silsilah.
Padahal kata Allah waid sa'alaka ibadi
anni fainni qorib. Kalau mereka tanya
kepada engkau aku dekat tinggal minta
aku kabulin. Agama Islam gampang
connecting langsung. Harus ke sini dulu
ke sini dulu. Itu kalau presiden. Iya.
Kita ini penduduk 200 berapa juta? 300
juta ya. Kurang lebih mungkin. Kurang
mungkin lebih ya.
Ya, kita enggak dikenal. Wajar ya harus
lewat ini ring 1 ee ring 10, ring 9
terus sampai ring satu sampai
presiden. Tapi kalau Allah enggak perlu
gitu. Jangankan kamu, kata Allah wasut
warqtin illa yamu. Jangan engkau
bisik-bisik daun jatuh aja Allah tahu.
Apalagi kau bisik-bisik nangis sulut
malam nangis Allah enggak dengar. Daun
jatuh aja Allah tahu. Masa kau nangis
Allah enggak dengar.
Afaman hua qimun al nafsin bima kasabat
willahium.
Apakah sama berhala-berhala yang
disembah seperti Allah yang mengurusi
setiap manusia secara
persoalan-persoalan? Allah ngurusin kita
sepersatu. Satu satu-satu kita diurusin.
Allah ngurus kamu. Harus ngurus saya
ngurus saya sampan ngurus dia. Ngurus
bayi dalam janin yang ngurus siapa?
Allah. Jadi kita diurus satu perjalanan
mengata mungkin Allah enggak tahu nih
Allah gimana Allah enggak tahu.
Jangan-jangan Allah enggak dengar.
Gimana enggak dengar kau belum lahir aja
Allah sudah urusin.
Jadi kalau minta kepada Allah jangan
menyembah kepada selain Allah karena
berharap apa? Syafaat gak boleh.
Tumma ilaihi turjaun. Kemudian kepada
Allahlah kalian akan dikembalikan.
Ayat berikutnya. Waidza ukukirallahu
wahdahu mazat qulubulladina la yummina
bil akhirah. Dan apabila hanya nama
Allah saja yang disebut kesalah hati
orang-orang yang tidak beriman kepada
kehidupan akhirat. Mereka enggak ingin
kalau cuma Allah-Allah saja harus ada
digandingkan disebut sembahan-sembahan
mereka selain Allah. Waukiradina
minunihi. Dan apabila disebut nama-nama
sembahan-sembahan mereka selain Allah id
hum yastabsyirun. Tiba-tiba mereka
bergirang hati. Mereka gembira ya.
Sama seperti adapun ismazzat ada yang
mengatakan maknanya yaitu kesal,
jengkel, inkibad yaitu ada yang
mengatakan istakbarat yaitu sombong
seperti firman Allah seperti firman
Allah eh innahum kanu qilau
lailahaillallah yastakbirun.
Sesungguhnya mereka kalau disuruh
ucapkan katakanlah lailahallah mereka
sombong mereka gak mau ke cuma
lailahallah ajaalhan
wahida. Apakah Muhammad ingin jadikan
sembahan cuma satu saja? Enggak mau.
Jangan sebut satu. Sebut tiga. Satu
enggak cocok. Allah doang enggak cocok.
Harus ada berapa? Tiga. Baru senang.
Kalau satu aja tidak pas.
Kalau minta langsung sama Allah
lewat wali
dalam kondisi sulit. Ya Abdul Qadir
Jailani agitifni. Wahai Abdul Qadir
Jailani tolonglah aku. Subhanallah.
Gimana? Tolong ya. Sampai ada seorang
ada dai dia dia pakai bahasa Jawa. Saya
dengar dia bantah dia bilang ini ada
orang susah ya Abdul Qadir Jailani
agitni agitni. Ya Abdul Qadir sudah
mati. Sudah mati itu tangio.
Dia sudah meninggal ente di mana? Dia di
mana?
Dia meninggal entah di mana. Mungkin di
Jazirah Arab. Kamu di Indonesia panggil
ya Abdul Qadir Jailani. Abdul ya mana
dia?
Berarti dia maha mendengar dong.
Dia dengar suaramu enggak? Oh dengar
berarti dia maha mendengar. Di mana pun
kau seru nama dia, berarti dia maha
mendengar. Kalau kita meyakini ada maha
mendengar selain Allah, musyrik atau
tidak musyrik?
Ada orang di lautan ombak kapalnya mau
tenggelam. Ya, Abdul Qadir Jailani
tolong aku. Subhanallah. Berarti Abdul
Qadir Jailani maha mendengar, maha
melihat kamu, maha mengatur lautan.
Gimana semua? Apa enggak syirik seperti
ini? Harusnya ya Allah, ya Rabbi.
Harusnya demikian ya Rabb, ya Rabb.
Harusnya demikian.
Makanya sebagian orang musyrikin kalau
disebut cuma Allah saja mereka enggak
suka. Kurang mantap. Harus disebut yang
lain selain Allah Subhanahu wa taala.
Tib sampai sini aja kajian kita.
Insyaallah kita lanjutkan ayat ke-46
pada pertemuan berikut. Demikian
wabillah taufik wal hiidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.