Transcript
E6sAd6RJszY • Zadul maad #14: Adab menjenguk orang sakit
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2694_E6sAd6RJszY.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihi wamtinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan allahumma sholli
alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani.
Kita lanjutkan bahasan kita sekarang
tentang sunah nabi dalam menyenguk orang
sakit fi hadihi sallallahu alaihi
wasallam fi iyadatil mardha. Bagaimana
sunahnya kalau kita menyenguk orang
sakit? Ya, Ibnu Qayyim berkata, "Adalah
kebiasaan Nabi sallallahu alaihi
wasallam menyenguk orang yang sakit dari
kalangan sahabat beliau. Suatu hari
beliau menyenguk seorang pemuda yang
pernah menjadi pembantu beliau dari
kalangan ahlul kitab." Yaitu bahkan
beliau bukan cuma menjenguk kaum
muslimin, bahkan pembantu beliau orang
Yahudi juga pernah beliau jenguk. Dan
ini menunjukkan bagaimana budi luhur
akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Beliau selaku kepala negara pernah punya
pembantu lain agama. Itu pun Nabi jenguk
ketika sakit. Tujuannya untuk di
antaranya Nabi dakwahi dia. Wa ada
ammahu wahua musyrik. Demikian juga
Rasul sahu alaihi wasallam menjenguk
pamannya yaitu Abu Thalib yang juga
dalam kondisi musyrik. Ya. Faar
alaihimal Islam. Kemudian Rasulullah
tawarkan Islam kepada pembantunya dan
tawarkan Islam kepada pamannya. Maka
yang Yahudi masuk Islam. Jadi Rasulullah
alaihi wasallam datang, Rasulullah
junguk. Kemudian kata Rasulull sahu
alaihi wasallam, "Aslim, masuklah Islam
engkau wahai sang pemuda." Sang pemuda
tengok kepada bapaknya kata bapaknya,
"Ati Abal Qasim." Taatlah kepada Abul
Qasim. Abul Qasim maksudnya Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam, kunyahnya
Abul Qasim. Karena Rasul sahu alaihi
wasallam punya anak lelaki namanya
Alqasim tapi meninggal sebelum Nabi
menjadi seorang nabi. Adapun pamannya
Abu Thalib tidak masuk Islam. Tapi
maksudnya Ibnu Qayyim ingin menjelaskan
rahimahullah, Nabi bukan cuma menyenguk
orang-orang beriman saja, bahkan orang
kafir ketika sakit juga dijenguk.
Apalagi ada tujuan di balik itu misalnya
untuk berbuat baik atau untuk mendakwah
mendakwahinya. Ini dilakukan Nabi ya.
Nabi menyenguk Yahudi dan juga menyenguk
ee pamannya yang musyrik. Kemudian
wana yadinu minal marid. Dan sunah Nabi
adalah Rasul sahu alaihi wasallam
mendekat kepada orang sakit. Wajlis dan
Rasul sahu alaihi wasallam duduk di
dekat kepalanya dan Rasul sahu alaihi
wasallam juga bertanya tentang
kondisinya. Rasulullah bertanya, "Kaifa
tajiduka? Bagaimana kau mendapati
dirimu?" Itu bagaimana kondisimu?
Bagaimana kondisimu? Seperti ada seorang
pemuda yang sakit dalam hadis yang
sahih. Rasul sahu alaihi wasallam
menjenguk. Rasul bertanya, "Kaifa
tajiduka?" Bagaimana kau dapat dirimu?
Bagaimana kondisimu? Dia berkata, "Inni
lajullah wa akhafu min adabih.
Sesungguhnya aku berharap
rahmat Allah dan aku takut dengan
siksaannya."
Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan, "Tidaklah dua hal ini
berkumpul pada seorang hamba fi hadal
mautin dalam kondisi seperti ini, yaitu
berharap dan takut kepada Allah, kecuali
Allah akan memenuhi harapannya dan
membuat dia aman dari apa yang dia
khawatirkan." Yni maksudnya sunah
bahwasanya orang kalau dalam kondisi
sakit apalagi mend sakaratul maut
menggabungkan antara harap dan cemas ya.
Kemudian
dan disebutkan dalam suatu hadis
Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam
terkadang tanya kepada orang sakit, "Ada
ingin sesuatu? Ada ingin sesuatu? Kalau
yang sakit tersebut ingin sesuatu dan
tidak membahayakan, maka Rasul sahu
alaihi wasallam penuhi keinginannya."
Datang dalam sebagian hadis. Namun
riwayatnya dilemahkan oleh sebagian
ulama. Ya.
Dan adalah kebiasaan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Beliau mengusapkan
tangan kanannya kepada orang yang sakit
sambil berdoa, "Allahum rbanasibil bas
isfi wa anyafi la siifa illa syifauk
syifaan lahirq
yang maknanya Allahumbanas ya Allah
penguasa manusiabil
hilangkanlah penyakit isfi sembuhkanlah
dan engkau adalah maha pemberi
kesembuhanifa
tidak ada kesembuhan kesembuhan dariman
kesembuhan yang tidak menyisakan
penyakit. Kesembuhan yang tidak
menyisakan penyakit. Ini di antara doa
yang mungkin bisa kita bacakan terhadap
orang yang sakit sambil kita memegang
tubuhnya, sambil duduk di dekat
kepalanya, langsung kita pegang bagian
tubuhnya sambil mendoakan hal tersebut.
Kemudian juga dalam riwayat yang lain ee
kana yaakl imsahil b's imsahil bsa
rabbanas.
Ya biasfa laifahu illa an. Ya Allah
hilangkanlah penyakit wahai penguasa
manusia di tanganmulah kesembuhan. Tidak
ada yang bisa menghilangkan kesembuhan
kecuali engkau.
Kemudian juga beliau berdoa kepada orang
sakit tiga kali. Seperti Rasulullah
pernah mendoakan Saad bin Abi ee Saad
bin ee Muad. Allahumfi sa'dan. Allahumfi
sa'dan. Allahumfi sa'dan. Ya Allah
sembuhkanlah saat. Ya Allah sembuhkanlah
saat. Ya Allah sembuhkanlah saat.
Kemudian juga Rasulull sahu alaihi
wasallam kalau masuk menemui orang sakit
maka Rasul sahu alaihi wasallam berkata,
"La basa thhurun insyaallah." Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Tidak
mengapa.
Sesungguhnya penyakit ini akan menjadi
pembersih insyaallahu taala itu
pembersih dosa-dosa.
Warubama yaaklul terkadang beliau
berkata kafaratun wa thhhur kafaratun wa
thahur. Bahwasanya penyakit yang dialami
adalah kafarah penggugur dosa-dosa dan
pembersih dosa-dosa. Karena dosa seperti
najis, seperti kotoran. Maka di antara
cara Allah membersihkan dosa-dosa adalah
dengan memberi penyakit. Ya, oleh
karenanya ini ee baik untuk kita
ingatkan kepada orang sakit agar dia
menghayati bahwasanya apa yang dia
rasakan berupa sakit semuanya akan
menggugurkan dosa-dosanya. Maka ketika
ada seorang wanita mencela demam kata
Rasul sahu alaihi wasallam, tasubbil
humma janganlah engkau mencela demam.
Fainnahahibu khaya bani adam kama
yudhibuliral hadit. Sungguhnya demam itu
menghilangkan dosa-dosa dari seorang
hamba seperti alat pandai besi
menghilangkan karatan besi. Jadi tubuh
kita nih penuh dengan dosa-dosa seperti
karatan, seperti kotoran, seperti najis.
Maka di antara cara Allah untuk
menghilangkan dosa-dosa adalah dengan
diberi musibah. Di antara musibah
tersebut adalah penyakit.
Ya, maka tentunya ee kalau sakit
sekali-sekali oke. Kalau sering-sering
ya berarti banyak dosa semakin sering
digugurkan. Ya, kita pengin kesembuhan
tapi Allah lebih tahu apa yang terbaik
bagi kita.
Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
juga pernah merukiah ya orang yang ada
luka di tubuhnya.
Fayadu sabab bil ard. Maka Rasulull sahu
alaihi wasallam letakkan
telunjuknya di tanah. Kemudian Rasulull
Sallahu Alaihi Wasallam yarfauha.
Rasulullah angkat. Kemudian Rasulullah
berkata, "Bismillahi bismillahi turbatu
ardina biriqiti ba'dina yusfa saqimuna
bidnibina."
Jadi ee air liurnya Rasulullah kasih air
liur dulu di tangan, di jari kemudian
ditempelkan ke mana? ke tanah kemudian
diletakkan di luka orang yang sakit. Ini
cara Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Ada yang mengatakan ee ini karena tanah
Madinah ya. Tapi intinya Rasulullah
melakukan demikian. Dia Rasulullah
berkata sambil mengatakan bismillahi
turbatu ardina. Dengan nama Allah inilah
tanah dari bumi kami.
Biriqoti ba'dina dengan sebagian air
liur kami. Yusfqimuna.
Maka orang yang sakit niscaya sembuh
biibina dengan izin Allah subhanahu wa
taala. Ini salah satu cara rukyah yaitu
dengan memberikan air di jari
ditempelkan ke tanah kemudian tanah
tersebut ditempelkan di dicampur tanah
yang tercampur dengan air tersebut
ditempelkan di luka orang yang sakit
sambil mengucapkan doa tersebut. Ya.
Bismillah biardi e biturbati ardina
biriqati ba'dina.
yusfaqimuna bidina.
Ini kadang-kadang kawan-kawan lakukan di
Madinah. Gak tahu kalau pasir di ee
Cilangkap atau di di Ceger atau di
wallahuam Cilengsih ya. Tapi ini pasir
Madinah ini salah satu obat dengan
campur air liur dengan doa tadi.
Wallahuam bawab.
Maka kata
Ibnu Qayyim rahimahullah, hadis ini
menjelaskan tentang ada lafal hadis yang
tidak sahih. Ketika Rasul sahu alaihi
wasallam menjelaskan tentang 70.000
orang masuk surga tanpa azab tanpa hisab
di sebagian lafal yaitu mereka adalah
orang-orang yang tidak pernah merukyah.
Humulladzina la yurquun. Orang-orang
yang tidak pernah merukyah. Maka Ibnu
Qayyim membantah Rasulullah merukyah.
Lafal yang benar sebagaimana penjelasan
Ibnu Taimiyah rahimahullah, yaitu
orang-orang yang tidak minta di rukiah.
Adapun merukyah enggak ada masalah
karena Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
juga merukyah. Rasul sahu alaihi
wasallam juga merukiah. Adapun hadis
ketika Rasulull sahu alaihi wasallam
sedang sakit kemudian Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam ee
apa namanya? Berkata kepada
ee Aisyah untuk mengusapkan tangan Nabi
kepada badan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Maka ini Rasulull sahu alaihi
wasallam yang benar tidak minta rukiah.
Tapi Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
merukyah dirinya sendiri kemudian
meniupkan ke tangannya. Tapi karena
Rasul sahu alaihi wasallam sudah tidak
kuat, tangannya lemah maka Aisyah yang
disuruh mengusap tangan Nabi ke bagian
sakitnya. Jadi Rasul sahu alaihi
wasallam tidak pernah minta rukyah
bahkan kepada Aisyah juga tidak pernah
minta untuk rukyah. Tapi Rasulullah
rukyah diri sendiri. Cuma beliau sudah
sangat lemah sehingga untuk menjalankan
tangannya di tubuhnya berat. Maka beliau
minta Aisyah radhiallahu taala anha
untuk menjalankan tangannya. Yaitu
Rasulullah sahu alaihi wasallam ee
membaca qul huallahu ahad, qul azuirbil
falaq, dan qul azubirabbinnas. Ya. Dan
ini salah satu rukyah baca terus
diusapkan ke sekujur apa? Tubuh sebisa
mungkin ya. Dikumpulkan kemudian dibaca.
Dibaca sambil ditiup-tiupkan
ya. Kemudian setelah itu diusapkan ke
seluruh seluruh tubuh, ke wajah, ke
belakang ya. Lakukan sebanyak tiga kali.
Qulallahu ahad, qulubinnas. Kemudian
diusapkan baca lagi qulhuallahu ahad,
qulubirabbil falqinnas. Ucapkan sampai
tiga tiga kali. Ketika Rasulullah sahu
alaihi wasallam sakit, Rasulullah tidak
bisa mengusap ke seluruh apa? Tubuhnya.
Mungkin bagian belakang, bagian. Maka
Aisyah yang menggerakkan tangan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ya. Adapun
kalau orang merukiah maka tidak jadi
masalah. Karena kata Rasul sahu al
wasallam, maninkumfa
akahu falyafal. Siapa yang mampu untuk
memberi manfaat kepada saudaranya maka
lakukanlah. Ketika ada ee orang minta
izin untuk merukyah, kata Nabi, "Silakan
orang yang merukyah sungguhnya dia
bersedekah kepada orang yang dirukiah."
Tentunya ini terkait dengan orang yang
merukiah tanpa bayaran. Adapun dengan
bayaran maka ini lain halnya ya,
perkaranya berbeda. Tapi kalau seorang
merukiah saudaranya tanpa minta imbalan
ya berarti dia sedang berbuat baik
kepada saudaranya.
Baik.
Ee bukanlah bukanlah kebiasaan Nabi
untuk mengkhususkan
hari tertentu atau waktu tertentu untuk
menjenguk orang sakit.
Tetapi Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
mensyariatkan kepada umatnya untuk
menyenguk orang sakit kapan saja yang
mudah. Mau siang, mau malam, mau kapan
saja yang mudah untuk menyenguk. Dan
keutamaan menyenguk orang sakit sangat
besar. Rasul sahu alaihi wasallam
bersabda, ada rajul akhul muslim masyafi
khurtqtil jannah. Hatta yajlis. Jika
seorang menyenguk saudara muslim yang
sakit, maka seakan-akan dia sedang
berjalan di taman-taman, yaitu memetik
buah-buah yang ada di surga sampai dia
duduk. Faidza jalasa garamatur rahmah.
Kalau dia duduk di sisi orang sakit,
maka rahmat Allah eh meliputinya.
Fainanawatan sh alai sabun alfa malakin.
Kalau dia menyenggung orang sakit di
pagi hari,
maka malaikat 70.000 Ibu malaikat
mendoakannya hatta yumsya sampai dia
sore hari. Waana masaan sh aluna alakin
yusbiha. Kalau dia jenguk orang sakit di
waktu sore, di waktu petang atau di
malam hari, maka malaikat 70.000
malaikat akan mendoakannya sampai pagi
pagi hari. Maka ini salah satu
keistimewaan menyenguh orang sakit. Ya,
bahkan Rasulullah mengatakan dia
berjalan ya ee seakan-akan dia berjalan
memetik buah-buah di surga sampai dia
duduk. Maka orang kalau ingin berniat
menyung orang sakit, sejak start dia
keluar rumah, maka pahala sudah
berjalan. Sejak dia start keluar rumah
menuju orang sakit, maka pahala sudah
berjalan. Ketika dia duduk di samping
orang sakit, maka rahmat Allah tu turun.
Ini menunjukkan bagaimana perhatian
Islam kepada adab. Ya. Dan kita
perhatikan bahwasanya orang sakit
terkadang cuma dijenguk di awal aja.
Kalau sakitnya sudah berkepanjangan
sering dilupakan. Mak maka kita jangan
jenguk aja cuma di awal. Justru semakin
mau mati harusnya kita apa? Jenguk ya.
Ketika penyakitnya berkepanjangan orang
terkadang lupa. Maka kita harus
ingat-ingat kita cuma bukan jenguk di
awal aja ya, tetapi di tengah kapan saja
bisa kita jenguk.
Kemudian eh dalam lafal yang lain, ma
min muslimin yaudu musliman
alakin. Tidaklah seorang muslim
menyenguk muslim yang lain kecuali Allah
kirim 70.000 malaikat yusuna alaihi saat
minhar. Maka malaikat tersebut akan
mendoakan mendoakan orang yang menyenguk
di waktu kapan saja? Di siang hari hatta
hatta yumsi sampai sore hari. Jadi doa
malaikat bukan sekali aja, tapi Allah
malaikat terus doakan doakan sampai ee
sore hari. Dan kapan dijenguk di waktu
malam maka malaikat akan mendoakan
sampai pagi pagi hari. Dan terkadang
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menjenguk
orang sakit karena ramat. Ramat itu
karena belean. belekan Rasulullah jenguk
dan juga penyakit yang lain ya wanaanu
jabil maridamsahu
terkadang Rasul sahu al wasallam
meletakkan tangannya di dahi orang yang
sakit kemudian Rasul sahu alaihi
wasallam mengusap sampai ke dadanya
sampai ke perutnya sambil berkata,
"Allahumasyfih." Jadi Allahumasfih. Jadi
di digeser dari ini kemudian lari ke
dada kemudian ke perut sambil mendoa
Allahumasyfih ya terkadang diusap
wajahnya juga. Jadi dari dahi tadi ke
wajah kemudian ke dada kemudian ke perut
ya ini ee ee punya pengaruh ya baik
secara doa sembuh dari Allah Subhanahu
wa taala juga menimbulkan ee sugesti,
semangat dari orang yang dia di yang
didoakan karena ketenangan hati juga
punya pengaruh kesehatan tubuh.
Waidza kana aisa minal marid. Kalau
ternyata seakan-akan sudah tidak bakalan
sembuh, maka beliau berkata, "Inna
lillahi wa inna ilaihi rojiun." Berarti
apapun usaha mau rukyah, mau berobat
kalau memang Allah sudah takdirkan ini
bakalan meninggal, maka di Rasulullah
mengatakan apa? Innalillahi wa inna
ilaihi rojiun. Itu adalah ee petunjuk
dalam menjenguk orangorang sakit.
Tentunya ketika jenguk orang sakit,
kalau dia lagi tidur jangan dibangunkan.
Dia lagi istirahat jangan kita
bangunkan. Kita boleh nunggu sampai dia
bangun ya. Kalau ternyata dia enggak
bangun-bangun sampai se ada keperluan,
kita pergi kita kasih tahu, kasih cari
surat, "Tadi saya sudah jenguk cuma
engkau lagi tidur." Ya, kalau perlu kita
bawa sebagian perkara hadiah, makanan
yang buat dia senang, maka kita
menghiburnya. Kalau ternyata kita jenguk
dia pengin ngobrol, ya kita jangan dulu
pulang ngobrol. Tapi kalau dia merasa
gelisah, pengin istirahat, kita segera
pulang ya. Karena mungkin dia tidak
pengin diganggu, ya. Kalaupun dia tidak
tahu kita jenguk, maka Allah maha maha
tahu. Intinya pahalanya besar. Karena
kita dapat pahala sejak kita keluar dari
rumah sampai kita balik. Dan 70.000
malaikat mendoakan orang yang menyengguk
orangorang sakit. Orang yang berjalan
menyunguk orang sakit seakan-akan
memetik buah di taman-taman surga.
Tib berikutnya faslun
dan apa namanya kalau kita j orang sakit
kita jadi bersyukur ya. Kita bersyukur,
kita sehat, kita juga ingatkan dia
bahwasanya ini semua sakit adalah
menggugur dosa. Kita juga bisa doakan
supaya dia juga cepat sembuh. Babnya
atau fasal berikutnya, fi hadihi fil
janais wasat alaihaba
eh wasatu alaiha
e wasati alaihi wattibaahi wfniha. Bab
tentang petunjuk nabi terkait dengan
jenazah. Ini pembahasan panjang terkait
dengan mayat-mayat dan mensalati mayat
dan mengikuti mayat. Salat mayat dan
ikuti mayat sampai di kuburan serta
menguburkan mayat. Bagaimana sih
petunjuk Nabi terkait dengan masalah
mayat?
Wana yadu bihi lil mayit fatil janazah.
Dan apa sih yang dibaca oleh Nabi ketika
salat jenazah? W'da dafni dan apa yang
dibaca Nabi setelah mayat dikuburkan
watwabialik dan juga perkara-perkara
yang terkait dengannya. Apa ini
maksudnya? Sunah-sunah terkait dengan
penyelenggaraan jenazah. Ini bahasanya
panjang. Kita baca
Ibnu Qayyim berkata, "Kana hadyuhu
wasiratuh sallallahu alaihi wasallam fil
jaiz akmala hadyin." Sesungguhnya
petunjuk Nabi terkait dengan jenazah
adalah petunjuk yang paling sempurna.
Berbeda dengan metode-metode umat-umat
yang lain. Kenapa? Karena sunah Nabi
terkait dengan jenazah mustamilun alal
ihsan ilal mayit. Pertama terkait dengan
berbuat baik kepada sang mayat. Wa
muamalatu bima yanfau fiqrih. Yaitu apa
yang bisa kita lakukan agar dia
bermanfaat bermanfaat baginya dalam
kuburannya. Dan juga wauma adih dan
kalau dia dibangkitkan pada hari kiamat.
Rasulullah ajarkan. Jadi pertama berbuat
baik kepada sang mayit. Bagaimana dia
bisa mengambil faedah dari yang masih
hidup untuk di kuburannya. Dan ketika
dibangkitkan. Yang kedua, waal ihsan ila
ahli waqorbihi. Berbuat baik kepada
keluarganya, kerabatnya yang
ditinggalkan, yaitu kita membantu yang
ditinggalkan, memberi apa ee bela
sungkawa atau berupa berupa materi atau
makanan. Kemudian yang ketiga di
antaranya juga waa iqomati ubudil f
yamalu bihi mayit. Dan juga ee bagaimana
seorang yang masih hidup bisa beribadah
terkait dengan mayat. apa yang bisa
dilakukan sehingga dia juga dapat pahala
di sisi Allah yaitu tentang kepengurusan
mayat. Jadi petunjuk Nabi dalam urusan
mayat berbuat baik pada sang mayat yang
pertama. Yang kedua kepada keluarga yang
ditinggalkan, yang ketiga kepada diri
sen sendiri yang ngurusin karena dia
sedang beribadah kepada Allah terkait
mayat. Dan kalau kita lihat ee
Islam ketika mengajarkan tentang mayat
sangat sederhana ya, sangat sederhana.
Cuma kain kafan kemudian dimasukkan
dalam tanah ya tidak boleh ditinggikan,
tidak boleh dimewah-mewahkan bahwasanya
dunia akan kita tinggalkan kemudian kita
akan masuk alam berikutnya. Ee
sesungguhnya kuburan ini hanyalah tempat
mayat untuk disimpan sebagai bentuk
penghormatan kepada jasad. Seandainya
orang dimakan oleh ikan, terbakar atau
meledak, berkeping-keping, tetap dia
masuk dalam alam lain namanya alam bar
barzakh. Alam barzakh. Maka Islam tidak
mengajarkan untuk bermewah-mewahan.
Karena ngapain mewah-mewah di atas? Dia
tinggal di atas apa di bawah? Di bawah
ya. Bukan. Kemudian mewah-mewah,
bermewah-mewah. Dan itu dilakukan oleh
umat-umat sebelumnya. Ada yang menghina
jasad mayat, ada yang
memuliakan berlebih-lebihan masalah
kuburan. Masalah kuburan. sehingga ada
yang buat kuburan semewah-mewahnya.
Bahkan harta mayat dimasukkan dalam
kuburan tersebut. Bahkan ini juga
tradisi farainah, tradisi orang kaum
Firaun di zaman Mesir dahulu. Mereka
meyakini ee bahwasanya kehidupan
selanjutnya lebih utama dari kehidupan
sekarang. Bagi siapa yang punya piramid
yang mewah, maka dia akan hidup dengan
nyaman pada kehidupan selanjutnya. Maka
dahulu Firaun-Firaun berlomba-lomba buat
kuburan yang termegah-megah. Di antara
kuburan paling megah adalah piramid.
Sehingga di ee dibuatlah piramid tiga
yang terkenal sekarang masih ada di Giza
ya di di sana itu semua kuburan.
Kemudian dikuburlah Firaun di situ.
Kemudian ada ee dibuat mumi kemudian
dibuat ruangan-ruangan untuk meletakkan
emas-emas, barang-barang mewah. Dia
menyangka kalau dengan dikubur dengan
cara begitu maka dia akan hidup nyaman
pada alam berikutnya.
Tapi pembuatan piramid dalam sejarah
terlalu memakan biaya banyak. Rakyat
jadi korban. Akhirnya ketika setelah
bangun piramid itu mayat dicuri oleh
rakyat, emas-emasnya dicuri oleh rakyat
sehingga piramid itu kosong dari
jenazah. Ya, ini berlebih-lebihan.
Berlebih-lebihan ya. Dan diikuti mungkin
oleh sebagian orang nonmuslim membuat
kuburan mewah-mewah. Kemudian mungkin ee
dan diikuti oleh sebagian orang Islam
bikin kuburan mewah, tempatnya mahal.
Mungkin ada air mancurnya, ada
taman-taman indah. Ya, jadi orang ke
sana tidak ingat mati, malah ingat
kemewahan, nyaman. Padahal kita disuruh
lihat kuburan supaya ingat mati, supaya
enggak terlena dengan dunia. Nanti kalau
kau mati seperti ini. Tapi ketika
kuburan mewah, luar biasa. Saya lihat di
lihat di Iran bagaimana kuburannya
Khumaini. Mewah sekali, mewah sekali.
Kuburan-kuburan. Rasulullah larang.
Tidak boleh kuburan mewah-mewah. Buat
apa? Mubadir.
Harta itu buat yang hidup. Kalau enggak
ya sedekah atas nama yang mati. Adapun
dibuat tempat tinggal dia, memang dia
hidup di alam lain, ngapain bikin
rumahnya mewah-mewah. Secara logika juga
enggak enggak masuk. Tetapi kenyataannya
orang bikin untuk diagungkan, akhirnya
diibadahi, sujud ke kuburan, minta ke
kuburan. Sampai kuburan ada kubahnya.
Kalau mau ke kuburan harus salat
tahiyatul kuburan.
Ada tata cara salatnya, ada ritualnya,
sampai tawaf di kuburan, sampai ah ini
tidak pernah diajarkan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam ya. Dan itu
sudah tradisi yang lain. Sebagian lain
ada yang berbeda dengan mayat misalnya
dibakar atau mungkin ada yang dibuang.
Bahkan dahulu ada yang dibuang di tanah
atau diletakkan tempat tinggi agar
dipatok oleh burung. Itu kalau enggak
salah Majusi ya, Zoroastar dulu seperti
itu. Tapi Islam tidak. Islam memuliakan
mayat tapi tidak berlebih-lebihan. Mayat
dimuliakan dengan dibungkus kain kafan
kemudian dikuburkan dengan kuburan yang
sed sederhana. Rasulullah melarang
memewah-mewahi apa? Ee kuburan.
Dan itu dibahas oleh para ulama. Bahkan
mazhab Syafi'iyah melarang akan hal
tersebut. Bahkan mereka sebut di antara
bentuk mubadir terkait mayat adalah
karangan bunga.
Bahwasanya dilarang oleh dalam ulama
Syafiiah melarang. Hal tersebut enggak
ada faedahnya. Karangan bunga buat apa?
Besar-besar biaya yang tidak ada
faedahnya. Kalau mau kasih bantuan
berupa harta kepada orang yang terkena
musibah. Tib.
Dan di antara petunjuk Nabi sallallahu
alaihi wasallam adalah iqomatu ubudyati
taala almalil ahwal walisanal mayit.
Yaitu beribadah kepada Allah terkait
dengan mayat ya dan berbuat baik kepada
mayat ya. Kemudian menyiapkan tajhizuhu
ilallah. Menyiapkan mayat ini agar bisa
bertemu dengan Allah dengan kondisi yang
terbaik.
Ya. Ee kemudian Rasul Sallallahu Alaihi
Wasallam berdiri dan juga para sahabat
bersaf-saf untuk salatkan mayit. Memuji
Allah kemudian
mohon ampunan bagi sang mayat meminta
ampunan, rahmat dan agar Allah merahmati
sang mayat dan mengampuninya.
Kemudian berjalan di depan mayat untuk
menggiring mayat menuju kuburan. Di
lubang kuburannya untuk diletakkan dalam
kuburan. Ya, setelah dimasukkan dalam
kuburan, setelah itu Rasulullah dan para
sahabat berdiri di kuburannya sambil
berdoa lagi. Fasalullaha lahu tbit. Kata
Nabi, "Mintakanlah
ke agar Allah menegarkan dia, menegarkan
dia. Karena dia sedang ditanya oleh
malaikat munkar dan Nakir dan dia butuh
untuk ditegarkan oleh Allah Subhanahu wa
taala." Setelah selesai dari
pengkuburan, Rasulullah sahu alaihi
wasallam juga sering ziarah ke kuburan
kaum muslimin dan mendoakan mereka
mengucapkan salam. seperti orang yang
masih hidup tengok kawannya ketika di
dunia. Ini maksud saya bagaimana adab
Islam. Jadi ketika meninggal kemudian
mayat tersebut dimandikan, dikafankan
dengan penuh ee kelembutan kemudian
disalatkan.
Kemudian disalatkan setelah itu diiring
menuju ee apa namanya? Kuburan. Bahkan
yang salat dikasih pahala yang sangat
banyak seperti Gunung Uhud. Apalagi
sampai ikut mengkuburkan dapat pahala
seperti dua gunung Uhud. Ya, setelah
dikuburkan ditutup masih didoakan lagi.
Ketika setelah ditutup mintalah agar dia
bisa kokoh. Setelah itu pulang nanti
suatu saat Rasulullah balik lagi
menziarahinya. Sebagaimana dulu ketika
dia masih hidup, Rasulullah sering
jenguk dia. Ini sunah dari Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Tib.
Bahkan kita tahu sebagaimana sudah kita
jelaskan ketika dia masih sakit pun
sudah diperhatikan. Taaduhu fi maradi
ketika masih sakit sebelum meninggal
didatangi oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam diingatkan tentang hari akhirat
menyuruhnya untuk berwasiat untuk
bertobat kepada Allah subhanahu wa
taala. Demikian Rasulullah menyuruh
orang-orang yang hadir di sekitar mayat
untuk mentalkin lailahaillallah
muhammadarasulullah agar akhir perkataan
orang yang meninggal tersebut adalah
lailahaillallah.
Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
melarang orang yang ditinggal untuk
mengikuti tradisi orang-orang yang tidak
beriman kepada hari kebangkitan yang di
mana mereka kalau terkena musibah maka
mereka memukul-mukul pipipi mereka,
merobek-robek baju mereka, mencukur
rambut mereka, mengangkat suara,
meratapi. Ya. Dan ini sebagian kalau
orang Islam gak boleh. Ini semua
keputusan Allah. Mereka harus sabar. Ee
adapun merobek-robek baju,
menampar-nampwar pipi, mencukur rambut,
menghantamkan tubuh di dinding,
teriak-teriak, ini bentuk orang yang
tidak rida dengan keputusan Allah
Subhanahu wa taala atau orang-orang yang
tidak percaya kepada hari kebangkitan.
Rasulullah melarang seperti itu. Ya,
sementara di sebagian sebagian agama itu
suatu kebanggaan. Bahkan saya diceritain
ada kalau ada mayat meninggal mereka
sewa orang untuk meratapi,
menangis-nangis. seakan-akan mayat ini
bernilai, maka semakin banyak meratapi,
yang menangis, mayat ini menjadi lebih
mulia karena diratapi dan ditangisi.
Adapun Islam tidak mengajarkan demikian.
Islam mengajarkan untuk sabar dan rida
dengan kesan Allah Subhanahu wa taala.
Ee kemudian
ee Islam mengajarkan untuk khusyuk
ketika menghadapi kematian. Ya, boleh
menangis tapi tidak meratap. Wal buka
alladzi laut maahu itu menangis.
menangis tapi wah itu enggak boleh
menangis. Rasulullah juga menangis tapi
tidak boleh teriak-teriak. Karena
teriak-teriak menunjukkan ketidakridaan
terhadap keputusan apa? Allah. Tapi
kalau nangis rahmat menunjukkan kita
sayang sama Dia. Harus berpisah dari Dia
karena kita cinta kepada Dia. Ya. Dan
itu dilakukan oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam ketika putranya Ibrahim
meninggal. Rasul sahu alaihi wasallam
menangis. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Innalqba la yahzan." Sungguh
hati ini bersidih. Wa inal ainaadma. Dan
sungguh mata ini mengeluarkan air mata.
Wala naquulu illa bima yurdi rabbana.
Akan tetapi kami tidak mengucapkan
kata-kata kecuali yang mendatangkan
keridaan Allah. Wa inna bifiraqika ya
Ibrahim lamahzunun. Sungguh kami
bersedih dengan kepergian engkau wahai
putraku Ibrahim. Rasulullah sedih
dan Rasulullah mensunahkan bagi umatnya
yang mengalami musibah untuk mengucapkan
inn lillahi wa inna ilaihi rojiun.
Mengingatkan bahwasanya kita milik
Allah. Putra kita milik Allah, istri
kita milik Allah, suami kita milik
Allah, harta kita milik Allah, diri kita
milik Allah. Kapan Allah mau panggil,
mau ambil, kapan-kapan saja terserah
Allah Subhanahu wa taala. Maka
menakjubkan ketika Ummu Sulaim punya
anak, yaitu apa namanya? Aba Umair masih
kecil meninggal kemudian sangat
disayangi oleh bapaknya Abu Thha. Ketika
Abu Umair meninggal, Abu Thalhah dikasih
tahu sama Ummu Sulaim. Kata Ummu Sulaim,
"Wahai Abu Thalha, wahai suamiku,
bagaimana menurutmu jika ada orang
menjamkan engkau suatu ee barang-barang,
kau pakai barang-barang tersebut? Lantas
suatu hari orang tadi minta untuk
mengambil kembali barangnya. Apa kau
kembalikan?"
Kata Abu Thali, "Tentu itu barang milik
dia. Dia mau ambil, ambil aja." Maka
Ummu Sulaim berkata, "Demikianlah anakmu
juga adalah milik siapa?" "Milik Allah.
Kalau Allah ingin ambil, maka biarkanlah
Allah ambil." Gu ya. Jadi ini
mengingatkan jadi kita inn lillah wa
inna ilaihi ilaihi rojiun. Kita harus
tahu kita nih milik Allah. Jadi anak
kita secara nasab iya anak kita tapi
secara kepemilikan sungguhnya milik
siapa? Milik Allah. Allah yang lebih
tahu yang terbaik buat buat dia. Maka di
antara satu cara untuk menghibur diri
kita ketika ada keluarga yang meninggal
kita bilang mungkin dia berpindah kepada
alam yang lebih indah. Yang lebih apa?
Indah. Ya, ada dulu ada keluarga yang
sakit-sakit lama sampai bertahun-tahun
sakit sering sakit meninggal hafiz
Quran. Kemudian bilang, "Ya itu
insyaallah Allah berikan ke alam yang
lebih in indah daripada dia
bertahun-tahun sakit-sakit, tidak
sembuh-sembuh, mungkin dalam
penderitaan. Begitu dia meninggal dia
pindah kepada alam yang selanjutnya yang
lebih indah." Salah satu hiburan. Karena
alam selanjutnya yang tahu hanyalah
Allah Subhanahu wa taala.
Oleh karenanya Rasul sahu alaihi
wasallam adalah orang yang paling rida
dengan keputusan Allah subhanahu wa
taala. Meskipun beliau paling rida
dengan utusan Allah, beliau juga
menangis sehingga beliau menggabungkan
dua ibadah. Ibadah rida dengan utusan
Allah dan ibadah merahmati sesama
makhluk. Sesama makhluk. Nabi menangis
tapi dia rida dengan keputusan Allah
Subhanahu wa taala. Nabi bisa
menggabungkan dua ibadah. Antara ibadah
sayang kepada anaknya dan sayang kepada
anak adalah ibadah. Dan antara ibadah
rida dengan keputusan Allah sehingga
beliau bisa rida sambil menangis.
Disebutkan dalam suatu kisah disebut
oleh Ibnu Qayyim itu tentang kalau
adalah Abu Ali yaitu Fudhail bin Iyad.
Abu Ali Fudhail bin Iyad punya anak yang
sangat saleh namanya Ali. Ternyata Ali
ini yang begitu saleh, remaja saleh
meninggal dunia padahal anak yang sangat
disayang oleh Abu Ali. Namun ketika Abu
Ali tahu anaknya meninggal, dia malah
tertawa. Dia malah tertawa. Maka orang
heran, "Kenapa kau tertawa?" Aku tertawa
dengan keputusan Allah. Aku rida dengan
keputusan Allah Subhanahu wa taala. Maka
ini terjadi pada seorang salaf namanya
Fudhail bin Iyad. Maka Ibnu Taimiyah
ditanya, "Apakah Abu Ali lebih afdal
daripada Nabi?" Karena Nabi ketika
anaknya meninggal beliau mena menangis.
Sementara Fudhail bin Iyad ketika
anaknya meninggal dia tertawa. Maka Nabi
mengatakan, "Tidak." Kata Ibnu Taimiyah,
"Tidak. Nabi tetap lebih afdal karena
Nabi punya dada yang lapang untuk
menggabungkan dua ibadah sekaligus.
Ibadah rida dengan keputusan Allah dan
ibadah rida ibadah rahmat terhadap anak
yang diambil oleh Allah Subhanahu wa
taala. Adapun Fudol binadu dadanya untuk
menampung keduanya maka dia mendominasi
rida dengan utusan Allah sehingga dia
pun tertawa dan Nabi lebih afdal
menggabungkan dua ibadah tersebut.
Tib. Ee
kemudian di antara sunah Nabi sallallahu
alaihi wasallam terkait mayat adalah
bersegera dalam menyiapkan mayat agar
mayat segera menuju Allah subhanahu wa
taala. Maka bukanlah sunah menunda-nunda
pengkuburan. Bukanlah sunah. Kalau bisa
segera segera kecuali ada maslahat yang
besar ya. Ee kemudian ee apa namanya?
Tidak terlalu lama ya. Tapi kalau harus
tunda besok, tunda besok, kalau tidak
ada maslahat maka ee jangan. Maka jangan
ya.
Nabi sendiri tertunda 2 hari kalau tidak
salah ya. Nabi sendiri tertunda, ya
karena ee
ada banyak perkara. Di antaranya mereka
harus segera menentukan siapa pengganti
Nabi sallallahu alaihi wasallam sebelum
Nabi di dikubur. Karena kalau tidak
ditentukan khawatir terjadi
perselisihan. Maka sebagian sahabat
menentukan dulu siapa yang menjadi
pengganti. Akhirnya mereka menunjuk Abu
Bakar Assiddiq radhiallahu taala anhu.
Kemudian mereka juga bingung bagaimana
cara memandikan Nabi karena mereka segan
sama Nabi. Sehingga ada penundaan
beberapa hari terkait dengan Nabi karena
ada kemaslahatan. Adapun kalau tidak ada
ee perkara yang menghalangi maka
sunahnya adalah menyegerakan untuk
penyelenggaraan jenazah. Semakin baik
maka semakin semakin cepat semakin baik.
Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam
bersegera dalam menyiapkan mayat,
mensucikannya, memandikannya, memakaikan
minyak wangi, kemudian makaikan mayat
tersebut dalam kain kafan yang berwarna
putih. Kemudian dihadirkan di hadapan
Nabi. Kemudian Nabi sallallahu alaihi
wasallam menyalatkannya, salat jenazah.
Ya, dahulu dahulu sebelumnya Rasulull
Sallahu Alaihi Wasallam kalau ada orang
yang sakaratul maut sudah iktidar mau
meninggal, Rasulullah dipanggil, "Ya
Rasulullah, si fulan mau akan
meninggal." Maka Rasulullah datang.
Kemudian Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam menanti sampai nyawanya
dicabut. Rasulullah seperti dulu ada
yang sakit Rasulullah dengan ada yang
sakit mau meninggal Rasulullah datangi
ditongkrongi oleh Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam sampai dia menghembuskan
nafas yang terakhir. Baru kemudian Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam menyiapkan ee
mengkafankan, mandikan, kemudian
menyalatkan, kemudian bawa ke kuburan
dan dikuburkan. Akan tadi para sahabat
melihat ini berat memberatkan Nabi.
Karena setiap ada orang mau kelihatannya
mau meninggal, Rasulullah harus datang.
Ada yang mau meninggal, Rasulullah harus
datang. Dan Rasulullah datang.
Rasulullah datang mentongkrongi orang
tersebut sampai dia meninggal dunia.
Namun para sahabat memandang hal
tersebut berat maka mereka sekarang
rubah. Kalau mayat sudah e orang sudah
meninggal baru Nabi sallallahu alaihi
wasallam dipanggil. Agar tidak meringan,
tidak memberatkan Nabi harus duduk
menunggu.
Tetapi kalau kita bisa hadir orang
meninggal dunia akan itu lebih baik.
Kata Alqurtubi rahimahullahu taala,
siapa yang bisa menghadiri suasana
ikhtidar? Iktidar itu ketika roh akan
keluar dari jasad itu akan buat dia
lebih mengena untuk ingat apa? Akhirat.
Namun kalau tidak mampu maka ziarah
kubur untuk mengingatkan apa? Akhirat.
Maka setelah itu, karena berat bagi
Rasulullah, para sahabat setelah ada
orang meninggal baru panggil Nabi
sallallahu alaihi wasallam, maka Nabi
pun hadir. Nabi menyiapkan, memandikan,
menggafankan. Kemudian hal itu juga
berat. Para sahabat memandang, "Ini
berat, ini pun berat." Ya, setiap orang
meninggal Rasulullah yang datang
memandikan berat. Akhirnya mereka rubah
lagi. Kalau ada yang meninggal mereka
siapin semua.
Rasulullah tinggal datang untuk apa?
Salat. Jadi mereka melihat kondisi Nabi
dan Nabi menjalani semua. Cuma mereka
ini semakin banyak orang meninggal, kaum
muslimin semakin banyak. Kalau Nabi
harus tongkrongi ketika sakaratul maut
ini berat. Kalau Nabi yang harus
menjalankan semua pengurusan jenazah
juga berat. Akhirnya mereka meringankan
beban Nabi. Kalau ada yang meninggal
mereka yang nyiapkan kemudian mereka
bawa mayat di hadapan Nabi. Baru Nabi
sallallahu alaihi wasallam
menyalatkannya. Taruh ya mayat tersebut
di atas sarir, di atas macam tempat agak
tinggi. Ee baru kemudian Rasul sahu
alaihi wasallam menyalatkan di luar
masjid. Dan bukanlah kebiasaan Nabi,
bukanlah sunah Nabi salat mayat dalam
masjid. Rasul sahu alaihi wasallam
selalu menyalatkan mayat alal janais,
yaitu musalal janais itu di luar masjid
ke arah Baki. Jadi luar masjid Nabawi
ada tempat salat mayat dekat Baki.
Karena begitu selesai salat langsung
dibawa ke mana? Ke Baki. Itu kebiasaan
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Meskipun terkadang Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam pernah menyalatkan mayat dalam
masjid seperti Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam menyalatkan terhadap Suhail bin
Baidaha dan saudaranya di masjid. Tetapi
itu bukan kebiasaan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ini dalil bahwasanya
boleh salatkan di masjid tetapi
seharusnya ada tempat khusus untuk apa?
Salat mayat. Biasanya dekat kuburan.
Biasanya dekat da kuburan seperti di
zaman Nabi yaitu ada tempat salat mayat
di luar masjid antara Masjid Nabawi
dengan apa? Baqi'.
Tetapi siapa yang salat di masjid,
menyalatkan di masjid, maka tidak jadi
masalah. Datang dalam sebagian lafal ada
larangan dari Saleh maula Attauamah dari
Abu Hurairah radhiallahu anhu. Rasul
sahu alaih wasallam bersabda, "Man
shazatin
fil masjid falau." Siapa yang salat
jenazah di masjid maka dia tidak dapat
pahala. Ini hadis dipermaskan oleh para
ulama. Imam Ahmad mendhaifkan hadis
tersebut. Seb ulama mensahihkan hadis
ini khilaf di kalangan para ulama
semakin menguatkan bahwasanya bukanlah
sunah yang dianjurkan menyalatkan orang
di masjid kecuali ada maslahat. Kecuali
ada maslahat seperti sekarang ee apa
namanya? Jemaah di masjid ba banyak ya.
Kemudian mayat kemudian bisa disiapkan
dengan mudah. Dan hadis ini dinilai dif
para ulama. Meskipun seharusnya ada
tempat di luar masjid, tapi kondisi
sekarang berbeda, tidak semudah yang
dulu. Maka salat di masjid boleh salat
mayat, tetapi yang lebih afdal jika
dibuat musala khusus bagi salat mayat di
luar masjid.
Ibnu Qayyim bahas panjang tentang hadis
tadi ya, tapi ya kita lewatin aja ya.
Tib.
Ee
kemudian di antara sunah Nabi sallallahu
alaihi wasallam kalau beliau menjenguk
orang mati mayat kemudian matanya
terbuka maka Rasulull sallahu alaihi
wasallam
menutup ee wajahnya ya. Ee Rasulullah
menut namanya tasjiah. Tasjiyatul mayyit
yaitu menutup wajah dan badannya dan
menutup kedua matanya. Jadi kalau ada
mayat ditutup matanya kemudian tutup
badannya dan wajahnya dengan kain ya.
Dan terkadang Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam juga mencium mayat. Ini juga
boleh kita cium mayat ya. Dalam sebagian
riwayat Rasulull sallahu alaihi wasallam
mencium Utsman bin Affan ketika ee apa
ee sebagaimana Utsman bin Affan eh
Utsman bin Maz'un. Utsman bin Mas'un
meninggal dunia di zaman Nabi ya. Utsman
kalaupun Utsman bin Affan setelah
Rasulull sahu alaihi wasallam.
Rasulullah mencium Utsman bin Maz'un
yang meninggal. Rasulullah mencium dalam
se riwayat Rasulull sahu alaihi wasallam
menangis ketika menciumnya. Demikian
juga Abu Bakar Assiddiq radhiallahu
taala anhu ketika Rasulullah meninggal
beliau datang kemudian beliau menyungkur
ke arah Nabi dan mencium Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Dia berkata, "Tibta
hayyan wa mayyitan." Sungguh engkau baik
ketika masih hidup maupun setelah
meninggal meninggal dunia. Itu engkau
harum ketika masih hidup maupun setelah
meninggal dunia. Jadi kalau ada mayat
ditutup pakai kain. Ada yang mau datang
mau cium boleh. Dibuka wajahnya kemudian
dicium apa? Wajahnya. Kalau matanya
kebuka maka ditutup matanya.
Dan Rasulullah sahu alaihi wasallam
menyuruh untuk memandikan mayat tiga
kali ganjil atau lima kali atau lebih
daripada itu. A aksar minzalika
initunalik. Kata Rasul sahu alaihi
wasallamilnahaan.
Ketika Zainab meninggal dunia,
Rasulullah mengatakan, "Suruh cuci tiga
kali, mandikan tiga kali atau khamsan
atau lima kali atau tujuh kali atau
lebih dari itu. Kalau kalian memandang
itu perlu, misalnya setelah dimandikan
ternyata masih ada kotoran keluar ya
atau bagian mandikan lagi ulang. Yang
penting ganjil, yang penting ganjil
karena Allah witrun yuhibul witr." Allah
e ganjil yaitu esa dan Allah mencintai
yang ganjil. Dengan ganjil tersebut kita
ingat kepada keesaan Allah Subhanahu wa
taala.
bil kafur fi alil akira dan disuruh
di apa namanya dicampur dengan kapur
barus di akhir pemandian ya di akhir
pemandian sehingga di akhir ada aroma
yang yang wangi.
Adapun yang mati syahid maka Rasulull
sallahu alaihi wasallam tidak memandikan
orang yang mati syahid yaitu yang
meninggal dalam peperangan. Bukan mati
syahid secara hukum. Yang mati syahid
secara hukum banyak. Orang terbakar mati
syahid. Orang tenggelam mati syahid.
Albatin yang perut sakit juga mati
syahid. Yang shahibu hatmin yang terkena
tumpukan berat juga mati syahid. Ini
semua mati syahid secara hukum. Tetapi
mereka dimandikan dan disalatkan.
Berbeda dengan yang mati syahid dalam
peperangan. Maka orang yang mati di
medan pertempuran maka tidak dimandikan.
Ya, tidak dimandikan.
Dan Imam Ahmad melarang orang memandikan
orang yang mati syahid. Ya, maka wana
yanzuhu anhum al julud wal hadid
waadfanuhum. Adapun ada kulit yang
dipakai misalnya jaket kulit atau apa
atau besi dipakai dilepas semua kemudian
dikuburkan ya dengan baju mereka walam
yusolli alaihim dan tidak disalatkan.
Jadi tidak dimandikan dan juga tidak
disalatkan. Ini keutamaan orang mati
syahid. Dan apa namanya? Rasul sahu
alaihi wasallam menyampaikan orang mati
syahid akan dibangkitkan pada hari
kiamat dengan masih keluar darah dari
tubuhnya. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Alaunu launu damihu
rihu almisk." Maka keluar darah warna
darah tapi arya aromanya aroma minyak
kesturi. Demikian juga orang yang ihram.
Maka Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam ee menyuruh untuk ee
untuk memandikannya dengan air dan sider
dan dikafankan dengan kedua pakaian
ihramnya. Kedua pakaian ihramnya yaitu
izar dan rida.
Dan Rasulullah melarang untuk menutup
kepala ee menutup kepalanya dan dilarang
untuk memakaikan minyak wangi. Karena
orang sedang ihram tidak boleh pakai
minyak wangi dan tidak boleh tutup apa?
Kepala. Jadi ini sunahnya kalau orang
meninggal lagi tawaf, lagi umrah atau
meninggal maka dikafankan dengan apa?
Kain ihramnya. Tidak boleh dipakaikan
minyak wangi. Dimandikan tapi gak boleh
pakai minyak minyak wangi dan tidak
boleh tutup apa kepalanya. Beda kalau
mayat lain ditutup kepalanya.
Terjadi kasus ini nyata saya dicerita
oleh kawan. Ada orang karena dia pengin
tawaf, dia pakai kain ihram tapi dia
pakai celana dalam kemudian dia
meninggal.
Ini mungini dianggap orang ihram
ternyata dia tidak ihram cuma tawaf
biasa. Tapi dia menyamar menjadi orang
yang ihram. Ini enggak boleh orang nipu
apa?
nipu polisi ini kalau dia meninggal di
situ dianggap orang yang sedang ihram
ya. Ya, alhamdulillah kalau dia pakai
kecelaan dalam ketahuan. Kalau dia
enggak pakai celana dalam beda nanti dia
enggak dia enggak akan dipakai kain
minyak wangi, enggak akan hup kepalanya
ya sehingga sunah-sunah tidak dikerjakan
kepada dia. Ya, paham tidak? Ini kalau
kalau mau bohong pakai celana dalam tapi
enggak boleh enggak boleh ya. Karena
sebagian ada yang berfatwa boleh ya
gimana kalau boleh mak semua orang kalau
seperti itu apa fungsinya dibuat aturan
aturan tersebut kan untuk kemaslahatan
yang boleh ke tengah adalah orang yang
sedang berihram itu sedang umrah. Adapun
kalau tawaf sunah dilarang. Kenapa? Agar
tidak mempersempit. Kemudian kita bilang
boleh akhirnya semua orang berbohong.
Pakaian ihram kemudian tawaf tanpa ada
tanpa ada darurat. Beda kalau darurat
misalnya dia harus nemani istrinya,
menemani ibunya, lain cerita lah. Ini
enggak ada apa-apa. Kemudian dia
menyuruh orang untuk berbohong ya karena
aturan ada sehingga dia saya bilang saya
tidak bohong sama siapa tapi polisi yang
lihat engkau menyangka engkau akan apa
ee umrah. Nah kasus yang begitu
meninggal.
Padahal sikap terhadap orang muhrim
ketika meninggal beda dengan orang yang
biasa. Nanti kalau mau di loh ini aku
pakai celana kolor wah ketahuan. Ah,
kalau dia enggak pakai celana kok dalam
lebih repot lagi.
Jadi intinya jangan dengan bohonglah.
Gak perlu bohong ya. Kalau enggak bisa
tawaf situ ada tawaf lantai du
ada kalau enggak lantai 3 juga ada.
Kalau punya duit bisa pakai apa? Mobil
golf. Kalau enggak punya ya sudah
olahraga.
Tapi jangan bohong ya. Kecuali darurat.
Darurat saya bilang darurat kondisi
berbeda. Darurat misalnya istrinya
ternyata belum bersih-bersih, ternyata
istrinya baru pertama kali umrah. Siapa
yang nemani? Dia pakai baju enggak? Ya
sudahlah ya. Ini darurat lain cerita
darurat. Tapi kalau enggak darurat,
enggak ada apa-apa, kemudian asal
kumpulin semua, ayo kita tawaf sunah.
Akhirnya tawaf sunah. Ee ramai-ramai
pakai baju ihram ternyata tidak sedang
ber ihram. Orang yang lihat menyangka
dia sedang apa? Ihram. Ini terjadi
benar. Maksudnya saya diceritain sama
guid kasus karena ada seseorang seperti
itu dia menyamar jadi orang ihram
ternyata meninggal ketika sedang apa?
tawaf. Nah, itu repot.
Makanya tadar kita lihat orang sedang
sedang dikuburkan ada yang dalam bentuk
kafan, ada yang dalam pakai bentuk
pakaian ihram ketika ma salat mayat ya
berarti dia memang meninggal dalam
kondisi apa? Ihram.
Kemudian fasal bentar lagi ya. Jika
dihadirkan di hadapan Nabi ada orang
mayat dan Rasulullah ingin
menyalatkannya, Rasulullah tanya dulu,
"Hal alaihiinun amla?" Ini mayat punya
hutang atau tidak? Hati-hati yang punya
hutang. Kata Nabi, "Ini mayat punya
hutang atau tidak?"
Kalau tidak punya hutang, Rasulullah
salatkan. Kalau punya hutang, Rasulullah
enggak mau salatin.
Dan Rasulullah suruh sahabat yang lain
untuk menyalatkan. Tapi Rasulullah
enggak mau.
Padahal salat Nabi adalah syafaat. Dan
syafaat Nabi akan
mencapai tujuan.
Dan seorang hamba
tergadaikan dengan hutangnya, maka dia
tidak akan masuk surga sampai diputuskan
hukumannya.
Maka Rasulullah dulu tidak mau salat.
Sampai Rasulullah ada mau salat. Kata
Rasulullah, "Ada utang enggak?" Kata
sahabat, "Ada. Kalau gitu saya enggak
mau salat. Utangnya berapa? 2 dinar atau
2 dirham?" Akhirnya sahabat mengatakan,
Rasulullah, "Saya tanggung utangnya."
Kamu mau tanggung? Oke. Rasulullah
salatin. Setelah Rasulullah salatin
beberapa hari beberapa waktu Rasulullah
ketemu. Gimana hutang sudah lunas belum?
Eh belum kata katalah lunasin ketunasi
kata alan barat jildatu aq nabi s
sekarang baru dingin kulit tubuhnya.
Berarti ngeri orang punya hutang. Maka
jangan pernah menggampangkan apa?
Hutang. Namun ketika Allah beri rezeki
kepada Nabi maka setiap orang yang punya
hutang Rasulullah tanggung hutangnya.
Ini kalau penguasa kaya raya seperti
ini, hutang sini sini saya yang bayar.
Di zaman Nabi, Nabi bayarin ya. Ya.
Kemudian ee adapun harta orang itu untuk
ahli warisnya itu setelah dibukakan
rezeki bagi Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Maka ketika Rasulull sahu alaihi
wasallam mau salat, Rasulullah
bertakbir. Allahu Akbar. Ini sekarang
cara salat habis waktu. Yaah. Sudah.
Habis salat nanti pertuan berikutnya apa
sekarang?
kasihan nanti pulangnya ke malalaman ya
sudah sampai sini saja nanti tat cara
salat insyaallah kita lanjutkan pada
pertemuan berikutnya tapi demikian saja
wabillah taufik hidayah asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh