Transcript
E6sAd6RJszY • Zadul maad #14: Adab menjenguk orang sakit
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2694_E6sAd6RJszY.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihi wamtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Kita lanjutkan bahasan kita sekarang tentang sunah nabi dalam menyenguk orang sakit fi hadihi sallallahu alaihi wasallam fi iyadatil mardha. Bagaimana sunahnya kalau kita menyenguk orang sakit? Ya, Ibnu Qayyim berkata, "Adalah kebiasaan Nabi sallallahu alaihi wasallam menyenguk orang yang sakit dari kalangan sahabat beliau. Suatu hari beliau menyenguk seorang pemuda yang pernah menjadi pembantu beliau dari kalangan ahlul kitab." Yaitu bahkan beliau bukan cuma menjenguk kaum muslimin, bahkan pembantu beliau orang Yahudi juga pernah beliau jenguk. Dan ini menunjukkan bagaimana budi luhur akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam. Beliau selaku kepala negara pernah punya pembantu lain agama. Itu pun Nabi jenguk ketika sakit. Tujuannya untuk di antaranya Nabi dakwahi dia. Wa ada ammahu wahua musyrik. Demikian juga Rasul sahu alaihi wasallam menjenguk pamannya yaitu Abu Thalib yang juga dalam kondisi musyrik. Ya. Faar alaihimal Islam. Kemudian Rasulullah tawarkan Islam kepada pembantunya dan tawarkan Islam kepada pamannya. Maka yang Yahudi masuk Islam. Jadi Rasulullah alaihi wasallam datang, Rasulullah junguk. Kemudian kata Rasulull sahu alaihi wasallam, "Aslim, masuklah Islam engkau wahai sang pemuda." Sang pemuda tengok kepada bapaknya kata bapaknya, "Ati Abal Qasim." Taatlah kepada Abul Qasim. Abul Qasim maksudnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, kunyahnya Abul Qasim. Karena Rasul sahu alaihi wasallam punya anak lelaki namanya Alqasim tapi meninggal sebelum Nabi menjadi seorang nabi. Adapun pamannya Abu Thalib tidak masuk Islam. Tapi maksudnya Ibnu Qayyim ingin menjelaskan rahimahullah, Nabi bukan cuma menyenguk orang-orang beriman saja, bahkan orang kafir ketika sakit juga dijenguk. Apalagi ada tujuan di balik itu misalnya untuk berbuat baik atau untuk mendakwah mendakwahinya. Ini dilakukan Nabi ya. Nabi menyenguk Yahudi dan juga menyenguk ee pamannya yang musyrik. Kemudian wana yadinu minal marid. Dan sunah Nabi adalah Rasul sahu alaihi wasallam mendekat kepada orang sakit. Wajlis dan Rasul sahu alaihi wasallam duduk di dekat kepalanya dan Rasul sahu alaihi wasallam juga bertanya tentang kondisinya. Rasulullah bertanya, "Kaifa tajiduka? Bagaimana kau mendapati dirimu?" Itu bagaimana kondisimu? Bagaimana kondisimu? Seperti ada seorang pemuda yang sakit dalam hadis yang sahih. Rasul sahu alaihi wasallam menjenguk. Rasul bertanya, "Kaifa tajiduka?" Bagaimana kau dapat dirimu? Bagaimana kondisimu? Dia berkata, "Inni lajullah wa akhafu min adabih. Sesungguhnya aku berharap rahmat Allah dan aku takut dengan siksaannya." Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Tidaklah dua hal ini berkumpul pada seorang hamba fi hadal mautin dalam kondisi seperti ini, yaitu berharap dan takut kepada Allah, kecuali Allah akan memenuhi harapannya dan membuat dia aman dari apa yang dia khawatirkan." Yni maksudnya sunah bahwasanya orang kalau dalam kondisi sakit apalagi mend sakaratul maut menggabungkan antara harap dan cemas ya. Kemudian dan disebutkan dalam suatu hadis Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam terkadang tanya kepada orang sakit, "Ada ingin sesuatu? Ada ingin sesuatu? Kalau yang sakit tersebut ingin sesuatu dan tidak membahayakan, maka Rasul sahu alaihi wasallam penuhi keinginannya." Datang dalam sebagian hadis. Namun riwayatnya dilemahkan oleh sebagian ulama. Ya. Dan adalah kebiasaan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Beliau mengusapkan tangan kanannya kepada orang yang sakit sambil berdoa, "Allahum rbanasibil bas isfi wa anyafi la siifa illa syifauk syifaan lahirq yang maknanya Allahumbanas ya Allah penguasa manusiabil hilangkanlah penyakit isfi sembuhkanlah dan engkau adalah maha pemberi kesembuhanifa tidak ada kesembuhan kesembuhan dariman kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit. Kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit. Ini di antara doa yang mungkin bisa kita bacakan terhadap orang yang sakit sambil kita memegang tubuhnya, sambil duduk di dekat kepalanya, langsung kita pegang bagian tubuhnya sambil mendoakan hal tersebut. Kemudian juga dalam riwayat yang lain ee kana yaakl imsahil b's imsahil bsa rabbanas. Ya biasfa laifahu illa an. Ya Allah hilangkanlah penyakit wahai penguasa manusia di tanganmulah kesembuhan. Tidak ada yang bisa menghilangkan kesembuhan kecuali engkau. Kemudian juga beliau berdoa kepada orang sakit tiga kali. Seperti Rasulullah pernah mendoakan Saad bin Abi ee Saad bin ee Muad. Allahumfi sa'dan. Allahumfi sa'dan. Allahumfi sa'dan. Ya Allah sembuhkanlah saat. Ya Allah sembuhkanlah saat. Ya Allah sembuhkanlah saat. Kemudian juga Rasulull sahu alaihi wasallam kalau masuk menemui orang sakit maka Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "La basa thhurun insyaallah." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tidak mengapa. Sesungguhnya penyakit ini akan menjadi pembersih insyaallahu taala itu pembersih dosa-dosa. Warubama yaaklul terkadang beliau berkata kafaratun wa thhhur kafaratun wa thahur. Bahwasanya penyakit yang dialami adalah kafarah penggugur dosa-dosa dan pembersih dosa-dosa. Karena dosa seperti najis, seperti kotoran. Maka di antara cara Allah membersihkan dosa-dosa adalah dengan memberi penyakit. Ya, oleh karenanya ini ee baik untuk kita ingatkan kepada orang sakit agar dia menghayati bahwasanya apa yang dia rasakan berupa sakit semuanya akan menggugurkan dosa-dosanya. Maka ketika ada seorang wanita mencela demam kata Rasul sahu alaihi wasallam, tasubbil humma janganlah engkau mencela demam. Fainnahahibu khaya bani adam kama yudhibuliral hadit. Sungguhnya demam itu menghilangkan dosa-dosa dari seorang hamba seperti alat pandai besi menghilangkan karatan besi. Jadi tubuh kita nih penuh dengan dosa-dosa seperti karatan, seperti kotoran, seperti najis. Maka di antara cara Allah untuk menghilangkan dosa-dosa adalah dengan diberi musibah. Di antara musibah tersebut adalah penyakit. Ya, maka tentunya ee kalau sakit sekali-sekali oke. Kalau sering-sering ya berarti banyak dosa semakin sering digugurkan. Ya, kita pengin kesembuhan tapi Allah lebih tahu apa yang terbaik bagi kita. Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam juga pernah merukiah ya orang yang ada luka di tubuhnya. Fayadu sabab bil ard. Maka Rasulull sahu alaihi wasallam letakkan telunjuknya di tanah. Kemudian Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam yarfauha. Rasulullah angkat. Kemudian Rasulullah berkata, "Bismillahi bismillahi turbatu ardina biriqiti ba'dina yusfa saqimuna bidnibina." Jadi ee air liurnya Rasulullah kasih air liur dulu di tangan, di jari kemudian ditempelkan ke mana? ke tanah kemudian diletakkan di luka orang yang sakit. Ini cara Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ada yang mengatakan ee ini karena tanah Madinah ya. Tapi intinya Rasulullah melakukan demikian. Dia Rasulullah berkata sambil mengatakan bismillahi turbatu ardina. Dengan nama Allah inilah tanah dari bumi kami. Biriqoti ba'dina dengan sebagian air liur kami. Yusfqimuna. Maka orang yang sakit niscaya sembuh biibina dengan izin Allah subhanahu wa taala. Ini salah satu cara rukyah yaitu dengan memberikan air di jari ditempelkan ke tanah kemudian tanah tersebut ditempelkan di dicampur tanah yang tercampur dengan air tersebut ditempelkan di luka orang yang sakit sambil mengucapkan doa tersebut. Ya. Bismillah biardi e biturbati ardina biriqati ba'dina. yusfaqimuna bidina. Ini kadang-kadang kawan-kawan lakukan di Madinah. Gak tahu kalau pasir di ee Cilangkap atau di di Ceger atau di wallahuam Cilengsih ya. Tapi ini pasir Madinah ini salah satu obat dengan campur air liur dengan doa tadi. Wallahuam bawab. Maka kata Ibnu Qayyim rahimahullah, hadis ini menjelaskan tentang ada lafal hadis yang tidak sahih. Ketika Rasul sahu alaihi wasallam menjelaskan tentang 70.000 orang masuk surga tanpa azab tanpa hisab di sebagian lafal yaitu mereka adalah orang-orang yang tidak pernah merukyah. Humulladzina la yurquun. Orang-orang yang tidak pernah merukyah. Maka Ibnu Qayyim membantah Rasulullah merukyah. Lafal yang benar sebagaimana penjelasan Ibnu Taimiyah rahimahullah, yaitu orang-orang yang tidak minta di rukiah. Adapun merukyah enggak ada masalah karena Rasul Sallahu Alaihi Wasallam juga merukyah. Rasul sahu alaihi wasallam juga merukiah. Adapun hadis ketika Rasulull sahu alaihi wasallam sedang sakit kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam ee apa namanya? Berkata kepada ee Aisyah untuk mengusapkan tangan Nabi kepada badan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka ini Rasulull sahu alaihi wasallam yang benar tidak minta rukiah. Tapi Rasul Sallahu Alaihi Wasallam merukyah dirinya sendiri kemudian meniupkan ke tangannya. Tapi karena Rasul sahu alaihi wasallam sudah tidak kuat, tangannya lemah maka Aisyah yang disuruh mengusap tangan Nabi ke bagian sakitnya. Jadi Rasul sahu alaihi wasallam tidak pernah minta rukyah bahkan kepada Aisyah juga tidak pernah minta untuk rukyah. Tapi Rasulullah rukyah diri sendiri. Cuma beliau sudah sangat lemah sehingga untuk menjalankan tangannya di tubuhnya berat. Maka beliau minta Aisyah radhiallahu taala anha untuk menjalankan tangannya. Yaitu Rasulullah sahu alaihi wasallam ee membaca qul huallahu ahad, qul azuirbil falaq, dan qul azubirabbinnas. Ya. Dan ini salah satu rukyah baca terus diusapkan ke sekujur apa? Tubuh sebisa mungkin ya. Dikumpulkan kemudian dibaca. Dibaca sambil ditiup-tiupkan ya. Kemudian setelah itu diusapkan ke seluruh seluruh tubuh, ke wajah, ke belakang ya. Lakukan sebanyak tiga kali. Qulallahu ahad, qulubinnas. Kemudian diusapkan baca lagi qulhuallahu ahad, qulubirabbil falqinnas. Ucapkan sampai tiga tiga kali. Ketika Rasulullah sahu alaihi wasallam sakit, Rasulullah tidak bisa mengusap ke seluruh apa? Tubuhnya. Mungkin bagian belakang, bagian. Maka Aisyah yang menggerakkan tangan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Adapun kalau orang merukiah maka tidak jadi masalah. Karena kata Rasul sahu al wasallam, maninkumfa akahu falyafal. Siapa yang mampu untuk memberi manfaat kepada saudaranya maka lakukanlah. Ketika ada ee orang minta izin untuk merukyah, kata Nabi, "Silakan orang yang merukyah sungguhnya dia bersedekah kepada orang yang dirukiah." Tentunya ini terkait dengan orang yang merukiah tanpa bayaran. Adapun dengan bayaran maka ini lain halnya ya, perkaranya berbeda. Tapi kalau seorang merukiah saudaranya tanpa minta imbalan ya berarti dia sedang berbuat baik kepada saudaranya. Baik. Ee bukanlah bukanlah kebiasaan Nabi untuk mengkhususkan hari tertentu atau waktu tertentu untuk menjenguk orang sakit. Tetapi Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mensyariatkan kepada umatnya untuk menyenguk orang sakit kapan saja yang mudah. Mau siang, mau malam, mau kapan saja yang mudah untuk menyenguk. Dan keutamaan menyenguk orang sakit sangat besar. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, ada rajul akhul muslim masyafi khurtqtil jannah. Hatta yajlis. Jika seorang menyenguk saudara muslim yang sakit, maka seakan-akan dia sedang berjalan di taman-taman, yaitu memetik buah-buah yang ada di surga sampai dia duduk. Faidza jalasa garamatur rahmah. Kalau dia duduk di sisi orang sakit, maka rahmat Allah eh meliputinya. Fainanawatan sh alai sabun alfa malakin. Kalau dia menyenggung orang sakit di pagi hari, maka malaikat 70.000 Ibu malaikat mendoakannya hatta yumsya sampai dia sore hari. Waana masaan sh aluna alakin yusbiha. Kalau dia jenguk orang sakit di waktu sore, di waktu petang atau di malam hari, maka malaikat 70.000 malaikat akan mendoakannya sampai pagi pagi hari. Maka ini salah satu keistimewaan menyenguh orang sakit. Ya, bahkan Rasulullah mengatakan dia berjalan ya ee seakan-akan dia berjalan memetik buah-buah di surga sampai dia duduk. Maka orang kalau ingin berniat menyung orang sakit, sejak start dia keluar rumah, maka pahala sudah berjalan. Sejak dia start keluar rumah menuju orang sakit, maka pahala sudah berjalan. Ketika dia duduk di samping orang sakit, maka rahmat Allah tu turun. Ini menunjukkan bagaimana perhatian Islam kepada adab. Ya. Dan kita perhatikan bahwasanya orang sakit terkadang cuma dijenguk di awal aja. Kalau sakitnya sudah berkepanjangan sering dilupakan. Mak maka kita jangan jenguk aja cuma di awal. Justru semakin mau mati harusnya kita apa? Jenguk ya. Ketika penyakitnya berkepanjangan orang terkadang lupa. Maka kita harus ingat-ingat kita cuma bukan jenguk di awal aja ya, tetapi di tengah kapan saja bisa kita jenguk. Kemudian eh dalam lafal yang lain, ma min muslimin yaudu musliman alakin. Tidaklah seorang muslim menyenguk muslim yang lain kecuali Allah kirim 70.000 malaikat yusuna alaihi saat minhar. Maka malaikat tersebut akan mendoakan mendoakan orang yang menyenguk di waktu kapan saja? Di siang hari hatta hatta yumsi sampai sore hari. Jadi doa malaikat bukan sekali aja, tapi Allah malaikat terus doakan doakan sampai ee sore hari. Dan kapan dijenguk di waktu malam maka malaikat akan mendoakan sampai pagi pagi hari. Dan terkadang Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menjenguk orang sakit karena ramat. Ramat itu karena belean. belekan Rasulullah jenguk dan juga penyakit yang lain ya wanaanu jabil maridamsahu terkadang Rasul sahu al wasallam meletakkan tangannya di dahi orang yang sakit kemudian Rasul sahu alaihi wasallam mengusap sampai ke dadanya sampai ke perutnya sambil berkata, "Allahumasyfih." Jadi Allahumasfih. Jadi di digeser dari ini kemudian lari ke dada kemudian ke perut sambil mendoa Allahumasyfih ya terkadang diusap wajahnya juga. Jadi dari dahi tadi ke wajah kemudian ke dada kemudian ke perut ya ini ee ee punya pengaruh ya baik secara doa sembuh dari Allah Subhanahu wa taala juga menimbulkan ee sugesti, semangat dari orang yang dia di yang didoakan karena ketenangan hati juga punya pengaruh kesehatan tubuh. Waidza kana aisa minal marid. Kalau ternyata seakan-akan sudah tidak bakalan sembuh, maka beliau berkata, "Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun." Berarti apapun usaha mau rukyah, mau berobat kalau memang Allah sudah takdirkan ini bakalan meninggal, maka di Rasulullah mengatakan apa? Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Itu adalah ee petunjuk dalam menjenguk orangorang sakit. Tentunya ketika jenguk orang sakit, kalau dia lagi tidur jangan dibangunkan. Dia lagi istirahat jangan kita bangunkan. Kita boleh nunggu sampai dia bangun ya. Kalau ternyata dia enggak bangun-bangun sampai se ada keperluan, kita pergi kita kasih tahu, kasih cari surat, "Tadi saya sudah jenguk cuma engkau lagi tidur." Ya, kalau perlu kita bawa sebagian perkara hadiah, makanan yang buat dia senang, maka kita menghiburnya. Kalau ternyata kita jenguk dia pengin ngobrol, ya kita jangan dulu pulang ngobrol. Tapi kalau dia merasa gelisah, pengin istirahat, kita segera pulang ya. Karena mungkin dia tidak pengin diganggu, ya. Kalaupun dia tidak tahu kita jenguk, maka Allah maha maha tahu. Intinya pahalanya besar. Karena kita dapat pahala sejak kita keluar dari rumah sampai kita balik. Dan 70.000 malaikat mendoakan orang yang menyengguk orangorang sakit. Orang yang berjalan menyunguk orang sakit seakan-akan memetik buah di taman-taman surga. Tib berikutnya faslun dan apa namanya kalau kita j orang sakit kita jadi bersyukur ya. Kita bersyukur, kita sehat, kita juga ingatkan dia bahwasanya ini semua sakit adalah menggugur dosa. Kita juga bisa doakan supaya dia juga cepat sembuh. Babnya atau fasal berikutnya, fi hadihi fil janais wasat alaihaba eh wasatu alaiha e wasati alaihi wattibaahi wfniha. Bab tentang petunjuk nabi terkait dengan jenazah. Ini pembahasan panjang terkait dengan mayat-mayat dan mensalati mayat dan mengikuti mayat. Salat mayat dan ikuti mayat sampai di kuburan serta menguburkan mayat. Bagaimana sih petunjuk Nabi terkait dengan masalah mayat? Wana yadu bihi lil mayit fatil janazah. Dan apa sih yang dibaca oleh Nabi ketika salat jenazah? W'da dafni dan apa yang dibaca Nabi setelah mayat dikuburkan watwabialik dan juga perkara-perkara yang terkait dengannya. Apa ini maksudnya? Sunah-sunah terkait dengan penyelenggaraan jenazah. Ini bahasanya panjang. Kita baca Ibnu Qayyim berkata, "Kana hadyuhu wasiratuh sallallahu alaihi wasallam fil jaiz akmala hadyin." Sesungguhnya petunjuk Nabi terkait dengan jenazah adalah petunjuk yang paling sempurna. Berbeda dengan metode-metode umat-umat yang lain. Kenapa? Karena sunah Nabi terkait dengan jenazah mustamilun alal ihsan ilal mayit. Pertama terkait dengan berbuat baik kepada sang mayat. Wa muamalatu bima yanfau fiqrih. Yaitu apa yang bisa kita lakukan agar dia bermanfaat bermanfaat baginya dalam kuburannya. Dan juga wauma adih dan kalau dia dibangkitkan pada hari kiamat. Rasulullah ajarkan. Jadi pertama berbuat baik kepada sang mayit. Bagaimana dia bisa mengambil faedah dari yang masih hidup untuk di kuburannya. Dan ketika dibangkitkan. Yang kedua, waal ihsan ila ahli waqorbihi. Berbuat baik kepada keluarganya, kerabatnya yang ditinggalkan, yaitu kita membantu yang ditinggalkan, memberi apa ee bela sungkawa atau berupa berupa materi atau makanan. Kemudian yang ketiga di antaranya juga waa iqomati ubudil f yamalu bihi mayit. Dan juga ee bagaimana seorang yang masih hidup bisa beribadah terkait dengan mayat. apa yang bisa dilakukan sehingga dia juga dapat pahala di sisi Allah yaitu tentang kepengurusan mayat. Jadi petunjuk Nabi dalam urusan mayat berbuat baik pada sang mayat yang pertama. Yang kedua kepada keluarga yang ditinggalkan, yang ketiga kepada diri sen sendiri yang ngurusin karena dia sedang beribadah kepada Allah terkait mayat. Dan kalau kita lihat ee Islam ketika mengajarkan tentang mayat sangat sederhana ya, sangat sederhana. Cuma kain kafan kemudian dimasukkan dalam tanah ya tidak boleh ditinggikan, tidak boleh dimewah-mewahkan bahwasanya dunia akan kita tinggalkan kemudian kita akan masuk alam berikutnya. Ee sesungguhnya kuburan ini hanyalah tempat mayat untuk disimpan sebagai bentuk penghormatan kepada jasad. Seandainya orang dimakan oleh ikan, terbakar atau meledak, berkeping-keping, tetap dia masuk dalam alam lain namanya alam bar barzakh. Alam barzakh. Maka Islam tidak mengajarkan untuk bermewah-mewahan. Karena ngapain mewah-mewah di atas? Dia tinggal di atas apa di bawah? Di bawah ya. Bukan. Kemudian mewah-mewah, bermewah-mewah. Dan itu dilakukan oleh umat-umat sebelumnya. Ada yang menghina jasad mayat, ada yang memuliakan berlebih-lebihan masalah kuburan. Masalah kuburan. sehingga ada yang buat kuburan semewah-mewahnya. Bahkan harta mayat dimasukkan dalam kuburan tersebut. Bahkan ini juga tradisi farainah, tradisi orang kaum Firaun di zaman Mesir dahulu. Mereka meyakini ee bahwasanya kehidupan selanjutnya lebih utama dari kehidupan sekarang. Bagi siapa yang punya piramid yang mewah, maka dia akan hidup dengan nyaman pada kehidupan selanjutnya. Maka dahulu Firaun-Firaun berlomba-lomba buat kuburan yang termegah-megah. Di antara kuburan paling megah adalah piramid. Sehingga di ee dibuatlah piramid tiga yang terkenal sekarang masih ada di Giza ya di di sana itu semua kuburan. Kemudian dikuburlah Firaun di situ. Kemudian ada ee dibuat mumi kemudian dibuat ruangan-ruangan untuk meletakkan emas-emas, barang-barang mewah. Dia menyangka kalau dengan dikubur dengan cara begitu maka dia akan hidup nyaman pada alam berikutnya. Tapi pembuatan piramid dalam sejarah terlalu memakan biaya banyak. Rakyat jadi korban. Akhirnya ketika setelah bangun piramid itu mayat dicuri oleh rakyat, emas-emasnya dicuri oleh rakyat sehingga piramid itu kosong dari jenazah. Ya, ini berlebih-lebihan. Berlebih-lebihan ya. Dan diikuti mungkin oleh sebagian orang nonmuslim membuat kuburan mewah-mewah. Kemudian mungkin ee dan diikuti oleh sebagian orang Islam bikin kuburan mewah, tempatnya mahal. Mungkin ada air mancurnya, ada taman-taman indah. Ya, jadi orang ke sana tidak ingat mati, malah ingat kemewahan, nyaman. Padahal kita disuruh lihat kuburan supaya ingat mati, supaya enggak terlena dengan dunia. Nanti kalau kau mati seperti ini. Tapi ketika kuburan mewah, luar biasa. Saya lihat di lihat di Iran bagaimana kuburannya Khumaini. Mewah sekali, mewah sekali. Kuburan-kuburan. Rasulullah larang. Tidak boleh kuburan mewah-mewah. Buat apa? Mubadir. Harta itu buat yang hidup. Kalau enggak ya sedekah atas nama yang mati. Adapun dibuat tempat tinggal dia, memang dia hidup di alam lain, ngapain bikin rumahnya mewah-mewah. Secara logika juga enggak enggak masuk. Tetapi kenyataannya orang bikin untuk diagungkan, akhirnya diibadahi, sujud ke kuburan, minta ke kuburan. Sampai kuburan ada kubahnya. Kalau mau ke kuburan harus salat tahiyatul kuburan. Ada tata cara salatnya, ada ritualnya, sampai tawaf di kuburan, sampai ah ini tidak pernah diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Dan itu sudah tradisi yang lain. Sebagian lain ada yang berbeda dengan mayat misalnya dibakar atau mungkin ada yang dibuang. Bahkan dahulu ada yang dibuang di tanah atau diletakkan tempat tinggi agar dipatok oleh burung. Itu kalau enggak salah Majusi ya, Zoroastar dulu seperti itu. Tapi Islam tidak. Islam memuliakan mayat tapi tidak berlebih-lebihan. Mayat dimuliakan dengan dibungkus kain kafan kemudian dikuburkan dengan kuburan yang sed sederhana. Rasulullah melarang memewah-mewahi apa? Ee kuburan. Dan itu dibahas oleh para ulama. Bahkan mazhab Syafi'iyah melarang akan hal tersebut. Bahkan mereka sebut di antara bentuk mubadir terkait mayat adalah karangan bunga. Bahwasanya dilarang oleh dalam ulama Syafiiah melarang. Hal tersebut enggak ada faedahnya. Karangan bunga buat apa? Besar-besar biaya yang tidak ada faedahnya. Kalau mau kasih bantuan berupa harta kepada orang yang terkena musibah. Tib. Dan di antara petunjuk Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah iqomatu ubudyati taala almalil ahwal walisanal mayit. Yaitu beribadah kepada Allah terkait dengan mayat ya dan berbuat baik kepada mayat ya. Kemudian menyiapkan tajhizuhu ilallah. Menyiapkan mayat ini agar bisa bertemu dengan Allah dengan kondisi yang terbaik. Ya. Ee kemudian Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam berdiri dan juga para sahabat bersaf-saf untuk salatkan mayit. Memuji Allah kemudian mohon ampunan bagi sang mayat meminta ampunan, rahmat dan agar Allah merahmati sang mayat dan mengampuninya. Kemudian berjalan di depan mayat untuk menggiring mayat menuju kuburan. Di lubang kuburannya untuk diletakkan dalam kuburan. Ya, setelah dimasukkan dalam kuburan, setelah itu Rasulullah dan para sahabat berdiri di kuburannya sambil berdoa lagi. Fasalullaha lahu tbit. Kata Nabi, "Mintakanlah ke agar Allah menegarkan dia, menegarkan dia. Karena dia sedang ditanya oleh malaikat munkar dan Nakir dan dia butuh untuk ditegarkan oleh Allah Subhanahu wa taala." Setelah selesai dari pengkuburan, Rasulullah sahu alaihi wasallam juga sering ziarah ke kuburan kaum muslimin dan mendoakan mereka mengucapkan salam. seperti orang yang masih hidup tengok kawannya ketika di dunia. Ini maksud saya bagaimana adab Islam. Jadi ketika meninggal kemudian mayat tersebut dimandikan, dikafankan dengan penuh ee kelembutan kemudian disalatkan. Kemudian disalatkan setelah itu diiring menuju ee apa namanya? Kuburan. Bahkan yang salat dikasih pahala yang sangat banyak seperti Gunung Uhud. Apalagi sampai ikut mengkuburkan dapat pahala seperti dua gunung Uhud. Ya, setelah dikuburkan ditutup masih didoakan lagi. Ketika setelah ditutup mintalah agar dia bisa kokoh. Setelah itu pulang nanti suatu saat Rasulullah balik lagi menziarahinya. Sebagaimana dulu ketika dia masih hidup, Rasulullah sering jenguk dia. Ini sunah dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tib. Bahkan kita tahu sebagaimana sudah kita jelaskan ketika dia masih sakit pun sudah diperhatikan. Taaduhu fi maradi ketika masih sakit sebelum meninggal didatangi oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam diingatkan tentang hari akhirat menyuruhnya untuk berwasiat untuk bertobat kepada Allah subhanahu wa taala. Demikian Rasulullah menyuruh orang-orang yang hadir di sekitar mayat untuk mentalkin lailahaillallah muhammadarasulullah agar akhir perkataan orang yang meninggal tersebut adalah lailahaillallah. Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam melarang orang yang ditinggal untuk mengikuti tradisi orang-orang yang tidak beriman kepada hari kebangkitan yang di mana mereka kalau terkena musibah maka mereka memukul-mukul pipipi mereka, merobek-robek baju mereka, mencukur rambut mereka, mengangkat suara, meratapi. Ya. Dan ini sebagian kalau orang Islam gak boleh. Ini semua keputusan Allah. Mereka harus sabar. Ee adapun merobek-robek baju, menampar-nampwar pipi, mencukur rambut, menghantamkan tubuh di dinding, teriak-teriak, ini bentuk orang yang tidak rida dengan keputusan Allah Subhanahu wa taala atau orang-orang yang tidak percaya kepada hari kebangkitan. Rasulullah melarang seperti itu. Ya, sementara di sebagian sebagian agama itu suatu kebanggaan. Bahkan saya diceritain ada kalau ada mayat meninggal mereka sewa orang untuk meratapi, menangis-nangis. seakan-akan mayat ini bernilai, maka semakin banyak meratapi, yang menangis, mayat ini menjadi lebih mulia karena diratapi dan ditangisi. Adapun Islam tidak mengajarkan demikian. Islam mengajarkan untuk sabar dan rida dengan kesan Allah Subhanahu wa taala. Ee kemudian ee Islam mengajarkan untuk khusyuk ketika menghadapi kematian. Ya, boleh menangis tapi tidak meratap. Wal buka alladzi laut maahu itu menangis. menangis tapi wah itu enggak boleh menangis. Rasulullah juga menangis tapi tidak boleh teriak-teriak. Karena teriak-teriak menunjukkan ketidakridaan terhadap keputusan apa? Allah. Tapi kalau nangis rahmat menunjukkan kita sayang sama Dia. Harus berpisah dari Dia karena kita cinta kepada Dia. Ya. Dan itu dilakukan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika putranya Ibrahim meninggal. Rasul sahu alaihi wasallam menangis. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Innalqba la yahzan." Sungguh hati ini bersidih. Wa inal ainaadma. Dan sungguh mata ini mengeluarkan air mata. Wala naquulu illa bima yurdi rabbana. Akan tetapi kami tidak mengucapkan kata-kata kecuali yang mendatangkan keridaan Allah. Wa inna bifiraqika ya Ibrahim lamahzunun. Sungguh kami bersedih dengan kepergian engkau wahai putraku Ibrahim. Rasulullah sedih dan Rasulullah mensunahkan bagi umatnya yang mengalami musibah untuk mengucapkan inn lillahi wa inna ilaihi rojiun. Mengingatkan bahwasanya kita milik Allah. Putra kita milik Allah, istri kita milik Allah, suami kita milik Allah, harta kita milik Allah, diri kita milik Allah. Kapan Allah mau panggil, mau ambil, kapan-kapan saja terserah Allah Subhanahu wa taala. Maka menakjubkan ketika Ummu Sulaim punya anak, yaitu apa namanya? Aba Umair masih kecil meninggal kemudian sangat disayangi oleh bapaknya Abu Thha. Ketika Abu Umair meninggal, Abu Thalhah dikasih tahu sama Ummu Sulaim. Kata Ummu Sulaim, "Wahai Abu Thalha, wahai suamiku, bagaimana menurutmu jika ada orang menjamkan engkau suatu ee barang-barang, kau pakai barang-barang tersebut? Lantas suatu hari orang tadi minta untuk mengambil kembali barangnya. Apa kau kembalikan?" Kata Abu Thali, "Tentu itu barang milik dia. Dia mau ambil, ambil aja." Maka Ummu Sulaim berkata, "Demikianlah anakmu juga adalah milik siapa?" "Milik Allah. Kalau Allah ingin ambil, maka biarkanlah Allah ambil." Gu ya. Jadi ini mengingatkan jadi kita inn lillah wa inna ilaihi ilaihi rojiun. Kita harus tahu kita nih milik Allah. Jadi anak kita secara nasab iya anak kita tapi secara kepemilikan sungguhnya milik siapa? Milik Allah. Allah yang lebih tahu yang terbaik buat buat dia. Maka di antara satu cara untuk menghibur diri kita ketika ada keluarga yang meninggal kita bilang mungkin dia berpindah kepada alam yang lebih indah. Yang lebih apa? Indah. Ya, ada dulu ada keluarga yang sakit-sakit lama sampai bertahun-tahun sakit sering sakit meninggal hafiz Quran. Kemudian bilang, "Ya itu insyaallah Allah berikan ke alam yang lebih in indah daripada dia bertahun-tahun sakit-sakit, tidak sembuh-sembuh, mungkin dalam penderitaan. Begitu dia meninggal dia pindah kepada alam yang selanjutnya yang lebih indah." Salah satu hiburan. Karena alam selanjutnya yang tahu hanyalah Allah Subhanahu wa taala. Oleh karenanya Rasul sahu alaihi wasallam adalah orang yang paling rida dengan keputusan Allah subhanahu wa taala. Meskipun beliau paling rida dengan utusan Allah, beliau juga menangis sehingga beliau menggabungkan dua ibadah. Ibadah rida dengan utusan Allah dan ibadah merahmati sesama makhluk. Sesama makhluk. Nabi menangis tapi dia rida dengan keputusan Allah Subhanahu wa taala. Nabi bisa menggabungkan dua ibadah. Antara ibadah sayang kepada anaknya dan sayang kepada anak adalah ibadah. Dan antara ibadah rida dengan keputusan Allah sehingga beliau bisa rida sambil menangis. Disebutkan dalam suatu kisah disebut oleh Ibnu Qayyim itu tentang kalau adalah Abu Ali yaitu Fudhail bin Iyad. Abu Ali Fudhail bin Iyad punya anak yang sangat saleh namanya Ali. Ternyata Ali ini yang begitu saleh, remaja saleh meninggal dunia padahal anak yang sangat disayang oleh Abu Ali. Namun ketika Abu Ali tahu anaknya meninggal, dia malah tertawa. Dia malah tertawa. Maka orang heran, "Kenapa kau tertawa?" Aku tertawa dengan keputusan Allah. Aku rida dengan keputusan Allah Subhanahu wa taala. Maka ini terjadi pada seorang salaf namanya Fudhail bin Iyad. Maka Ibnu Taimiyah ditanya, "Apakah Abu Ali lebih afdal daripada Nabi?" Karena Nabi ketika anaknya meninggal beliau mena menangis. Sementara Fudhail bin Iyad ketika anaknya meninggal dia tertawa. Maka Nabi mengatakan, "Tidak." Kata Ibnu Taimiyah, "Tidak. Nabi tetap lebih afdal karena Nabi punya dada yang lapang untuk menggabungkan dua ibadah sekaligus. Ibadah rida dengan keputusan Allah dan ibadah rida ibadah rahmat terhadap anak yang diambil oleh Allah Subhanahu wa taala. Adapun Fudol binadu dadanya untuk menampung keduanya maka dia mendominasi rida dengan utusan Allah sehingga dia pun tertawa dan Nabi lebih afdal menggabungkan dua ibadah tersebut. Tib. Ee kemudian di antara sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam terkait mayat adalah bersegera dalam menyiapkan mayat agar mayat segera menuju Allah subhanahu wa taala. Maka bukanlah sunah menunda-nunda pengkuburan. Bukanlah sunah. Kalau bisa segera segera kecuali ada maslahat yang besar ya. Ee kemudian ee apa namanya? Tidak terlalu lama ya. Tapi kalau harus tunda besok, tunda besok, kalau tidak ada maslahat maka ee jangan. Maka jangan ya. Nabi sendiri tertunda 2 hari kalau tidak salah ya. Nabi sendiri tertunda, ya karena ee ada banyak perkara. Di antaranya mereka harus segera menentukan siapa pengganti Nabi sallallahu alaihi wasallam sebelum Nabi di dikubur. Karena kalau tidak ditentukan khawatir terjadi perselisihan. Maka sebagian sahabat menentukan dulu siapa yang menjadi pengganti. Akhirnya mereka menunjuk Abu Bakar Assiddiq radhiallahu taala anhu. Kemudian mereka juga bingung bagaimana cara memandikan Nabi karena mereka segan sama Nabi. Sehingga ada penundaan beberapa hari terkait dengan Nabi karena ada kemaslahatan. Adapun kalau tidak ada ee perkara yang menghalangi maka sunahnya adalah menyegerakan untuk penyelenggaraan jenazah. Semakin baik maka semakin semakin cepat semakin baik. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam bersegera dalam menyiapkan mayat, mensucikannya, memandikannya, memakaikan minyak wangi, kemudian makaikan mayat tersebut dalam kain kafan yang berwarna putih. Kemudian dihadirkan di hadapan Nabi. Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam menyalatkannya, salat jenazah. Ya, dahulu dahulu sebelumnya Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam kalau ada orang yang sakaratul maut sudah iktidar mau meninggal, Rasulullah dipanggil, "Ya Rasulullah, si fulan mau akan meninggal." Maka Rasulullah datang. Kemudian Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menanti sampai nyawanya dicabut. Rasulullah seperti dulu ada yang sakit Rasulullah dengan ada yang sakit mau meninggal Rasulullah datangi ditongkrongi oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sampai dia menghembuskan nafas yang terakhir. Baru kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyiapkan ee mengkafankan, mandikan, kemudian menyalatkan, kemudian bawa ke kuburan dan dikuburkan. Akan tadi para sahabat melihat ini berat memberatkan Nabi. Karena setiap ada orang mau kelihatannya mau meninggal, Rasulullah harus datang. Ada yang mau meninggal, Rasulullah harus datang. Dan Rasulullah datang. Rasulullah datang mentongkrongi orang tersebut sampai dia meninggal dunia. Namun para sahabat memandang hal tersebut berat maka mereka sekarang rubah. Kalau mayat sudah e orang sudah meninggal baru Nabi sallallahu alaihi wasallam dipanggil. Agar tidak meringan, tidak memberatkan Nabi harus duduk menunggu. Tetapi kalau kita bisa hadir orang meninggal dunia akan itu lebih baik. Kata Alqurtubi rahimahullahu taala, siapa yang bisa menghadiri suasana ikhtidar? Iktidar itu ketika roh akan keluar dari jasad itu akan buat dia lebih mengena untuk ingat apa? Akhirat. Namun kalau tidak mampu maka ziarah kubur untuk mengingatkan apa? Akhirat. Maka setelah itu, karena berat bagi Rasulullah, para sahabat setelah ada orang meninggal baru panggil Nabi sallallahu alaihi wasallam, maka Nabi pun hadir. Nabi menyiapkan, memandikan, menggafankan. Kemudian hal itu juga berat. Para sahabat memandang, "Ini berat, ini pun berat." Ya, setiap orang meninggal Rasulullah yang datang memandikan berat. Akhirnya mereka rubah lagi. Kalau ada yang meninggal mereka siapin semua. Rasulullah tinggal datang untuk apa? Salat. Jadi mereka melihat kondisi Nabi dan Nabi menjalani semua. Cuma mereka ini semakin banyak orang meninggal, kaum muslimin semakin banyak. Kalau Nabi harus tongkrongi ketika sakaratul maut ini berat. Kalau Nabi yang harus menjalankan semua pengurusan jenazah juga berat. Akhirnya mereka meringankan beban Nabi. Kalau ada yang meninggal mereka yang nyiapkan kemudian mereka bawa mayat di hadapan Nabi. Baru Nabi sallallahu alaihi wasallam menyalatkannya. Taruh ya mayat tersebut di atas sarir, di atas macam tempat agak tinggi. Ee baru kemudian Rasul sahu alaihi wasallam menyalatkan di luar masjid. Dan bukanlah kebiasaan Nabi, bukanlah sunah Nabi salat mayat dalam masjid. Rasul sahu alaihi wasallam selalu menyalatkan mayat alal janais, yaitu musalal janais itu di luar masjid ke arah Baki. Jadi luar masjid Nabawi ada tempat salat mayat dekat Baki. Karena begitu selesai salat langsung dibawa ke mana? Ke Baki. Itu kebiasaan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Meskipun terkadang Rasul Sallahu Alaihi Wasallam pernah menyalatkan mayat dalam masjid seperti Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyalatkan terhadap Suhail bin Baidaha dan saudaranya di masjid. Tetapi itu bukan kebiasaan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini dalil bahwasanya boleh salatkan di masjid tetapi seharusnya ada tempat khusus untuk apa? Salat mayat. Biasanya dekat kuburan. Biasanya dekat da kuburan seperti di zaman Nabi yaitu ada tempat salat mayat di luar masjid antara Masjid Nabawi dengan apa? Baqi'. Tetapi siapa yang salat di masjid, menyalatkan di masjid, maka tidak jadi masalah. Datang dalam sebagian lafal ada larangan dari Saleh maula Attauamah dari Abu Hurairah radhiallahu anhu. Rasul sahu alaih wasallam bersabda, "Man shazatin fil masjid falau." Siapa yang salat jenazah di masjid maka dia tidak dapat pahala. Ini hadis dipermaskan oleh para ulama. Imam Ahmad mendhaifkan hadis tersebut. Seb ulama mensahihkan hadis ini khilaf di kalangan para ulama semakin menguatkan bahwasanya bukanlah sunah yang dianjurkan menyalatkan orang di masjid kecuali ada maslahat. Kecuali ada maslahat seperti sekarang ee apa namanya? Jemaah di masjid ba banyak ya. Kemudian mayat kemudian bisa disiapkan dengan mudah. Dan hadis ini dinilai dif para ulama. Meskipun seharusnya ada tempat di luar masjid, tapi kondisi sekarang berbeda, tidak semudah yang dulu. Maka salat di masjid boleh salat mayat, tetapi yang lebih afdal jika dibuat musala khusus bagi salat mayat di luar masjid. Ibnu Qayyim bahas panjang tentang hadis tadi ya, tapi ya kita lewatin aja ya. Tib. Ee kemudian di antara sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam kalau beliau menjenguk orang mati mayat kemudian matanya terbuka maka Rasulull sallahu alaihi wasallam menutup ee wajahnya ya. Ee Rasulullah menut namanya tasjiah. Tasjiyatul mayyit yaitu menutup wajah dan badannya dan menutup kedua matanya. Jadi kalau ada mayat ditutup matanya kemudian tutup badannya dan wajahnya dengan kain ya. Dan terkadang Rasul Sallahu Alaihi Wasallam juga mencium mayat. Ini juga boleh kita cium mayat ya. Dalam sebagian riwayat Rasulull sallahu alaihi wasallam mencium Utsman bin Affan ketika ee apa ee sebagaimana Utsman bin Affan eh Utsman bin Maz'un. Utsman bin Mas'un meninggal dunia di zaman Nabi ya. Utsman kalaupun Utsman bin Affan setelah Rasulull sahu alaihi wasallam. Rasulullah mencium Utsman bin Maz'un yang meninggal. Rasulullah mencium dalam se riwayat Rasulull sahu alaihi wasallam menangis ketika menciumnya. Demikian juga Abu Bakar Assiddiq radhiallahu taala anhu ketika Rasulullah meninggal beliau datang kemudian beliau menyungkur ke arah Nabi dan mencium Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia berkata, "Tibta hayyan wa mayyitan." Sungguh engkau baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal meninggal dunia. Itu engkau harum ketika masih hidup maupun setelah meninggal dunia. Jadi kalau ada mayat ditutup pakai kain. Ada yang mau datang mau cium boleh. Dibuka wajahnya kemudian dicium apa? Wajahnya. Kalau matanya kebuka maka ditutup matanya. Dan Rasulullah sahu alaihi wasallam menyuruh untuk memandikan mayat tiga kali ganjil atau lima kali atau lebih daripada itu. A aksar minzalika initunalik. Kata Rasul sahu alaihi wasallamilnahaan. Ketika Zainab meninggal dunia, Rasulullah mengatakan, "Suruh cuci tiga kali, mandikan tiga kali atau khamsan atau lima kali atau tujuh kali atau lebih dari itu. Kalau kalian memandang itu perlu, misalnya setelah dimandikan ternyata masih ada kotoran keluar ya atau bagian mandikan lagi ulang. Yang penting ganjil, yang penting ganjil karena Allah witrun yuhibul witr." Allah e ganjil yaitu esa dan Allah mencintai yang ganjil. Dengan ganjil tersebut kita ingat kepada keesaan Allah Subhanahu wa taala. bil kafur fi alil akira dan disuruh di apa namanya dicampur dengan kapur barus di akhir pemandian ya di akhir pemandian sehingga di akhir ada aroma yang yang wangi. Adapun yang mati syahid maka Rasulull sallahu alaihi wasallam tidak memandikan orang yang mati syahid yaitu yang meninggal dalam peperangan. Bukan mati syahid secara hukum. Yang mati syahid secara hukum banyak. Orang terbakar mati syahid. Orang tenggelam mati syahid. Albatin yang perut sakit juga mati syahid. Yang shahibu hatmin yang terkena tumpukan berat juga mati syahid. Ini semua mati syahid secara hukum. Tetapi mereka dimandikan dan disalatkan. Berbeda dengan yang mati syahid dalam peperangan. Maka orang yang mati di medan pertempuran maka tidak dimandikan. Ya, tidak dimandikan. Dan Imam Ahmad melarang orang memandikan orang yang mati syahid. Ya, maka wana yanzuhu anhum al julud wal hadid waadfanuhum. Adapun ada kulit yang dipakai misalnya jaket kulit atau apa atau besi dipakai dilepas semua kemudian dikuburkan ya dengan baju mereka walam yusolli alaihim dan tidak disalatkan. Jadi tidak dimandikan dan juga tidak disalatkan. Ini keutamaan orang mati syahid. Dan apa namanya? Rasul sahu alaihi wasallam menyampaikan orang mati syahid akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan masih keluar darah dari tubuhnya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Alaunu launu damihu rihu almisk." Maka keluar darah warna darah tapi arya aromanya aroma minyak kesturi. Demikian juga orang yang ihram. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ee menyuruh untuk ee untuk memandikannya dengan air dan sider dan dikafankan dengan kedua pakaian ihramnya. Kedua pakaian ihramnya yaitu izar dan rida. Dan Rasulullah melarang untuk menutup kepala ee menutup kepalanya dan dilarang untuk memakaikan minyak wangi. Karena orang sedang ihram tidak boleh pakai minyak wangi dan tidak boleh tutup apa? Kepala. Jadi ini sunahnya kalau orang meninggal lagi tawaf, lagi umrah atau meninggal maka dikafankan dengan apa? Kain ihramnya. Tidak boleh dipakaikan minyak wangi. Dimandikan tapi gak boleh pakai minyak minyak wangi dan tidak boleh tutup apa kepalanya. Beda kalau mayat lain ditutup kepalanya. Terjadi kasus ini nyata saya dicerita oleh kawan. Ada orang karena dia pengin tawaf, dia pakai kain ihram tapi dia pakai celana dalam kemudian dia meninggal. Ini mungini dianggap orang ihram ternyata dia tidak ihram cuma tawaf biasa. Tapi dia menyamar menjadi orang yang ihram. Ini enggak boleh orang nipu apa? nipu polisi ini kalau dia meninggal di situ dianggap orang yang sedang ihram ya. Ya, alhamdulillah kalau dia pakai kecelaan dalam ketahuan. Kalau dia enggak pakai celana dalam beda nanti dia enggak dia enggak akan dipakai kain minyak wangi, enggak akan hup kepalanya ya sehingga sunah-sunah tidak dikerjakan kepada dia. Ya, paham tidak? Ini kalau kalau mau bohong pakai celana dalam tapi enggak boleh enggak boleh ya. Karena sebagian ada yang berfatwa boleh ya gimana kalau boleh mak semua orang kalau seperti itu apa fungsinya dibuat aturan aturan tersebut kan untuk kemaslahatan yang boleh ke tengah adalah orang yang sedang berihram itu sedang umrah. Adapun kalau tawaf sunah dilarang. Kenapa? Agar tidak mempersempit. Kemudian kita bilang boleh akhirnya semua orang berbohong. Pakaian ihram kemudian tawaf tanpa ada tanpa ada darurat. Beda kalau darurat misalnya dia harus nemani istrinya, menemani ibunya, lain cerita lah. Ini enggak ada apa-apa. Kemudian dia menyuruh orang untuk berbohong ya karena aturan ada sehingga dia saya bilang saya tidak bohong sama siapa tapi polisi yang lihat engkau menyangka engkau akan apa ee umrah. Nah kasus yang begitu meninggal. Padahal sikap terhadap orang muhrim ketika meninggal beda dengan orang yang biasa. Nanti kalau mau di loh ini aku pakai celana kolor wah ketahuan. Ah, kalau dia enggak pakai celana kok dalam lebih repot lagi. Jadi intinya jangan dengan bohonglah. Gak perlu bohong ya. Kalau enggak bisa tawaf situ ada tawaf lantai du ada kalau enggak lantai 3 juga ada. Kalau punya duit bisa pakai apa? Mobil golf. Kalau enggak punya ya sudah olahraga. Tapi jangan bohong ya. Kecuali darurat. Darurat saya bilang darurat kondisi berbeda. Darurat misalnya istrinya ternyata belum bersih-bersih, ternyata istrinya baru pertama kali umrah. Siapa yang nemani? Dia pakai baju enggak? Ya sudahlah ya. Ini darurat lain cerita darurat. Tapi kalau enggak darurat, enggak ada apa-apa, kemudian asal kumpulin semua, ayo kita tawaf sunah. Akhirnya tawaf sunah. Ee ramai-ramai pakai baju ihram ternyata tidak sedang ber ihram. Orang yang lihat menyangka dia sedang apa? Ihram. Ini terjadi benar. Maksudnya saya diceritain sama guid kasus karena ada seseorang seperti itu dia menyamar jadi orang ihram ternyata meninggal ketika sedang apa? tawaf. Nah, itu repot. Makanya tadar kita lihat orang sedang sedang dikuburkan ada yang dalam bentuk kafan, ada yang dalam pakai bentuk pakaian ihram ketika ma salat mayat ya berarti dia memang meninggal dalam kondisi apa? Ihram. Kemudian fasal bentar lagi ya. Jika dihadirkan di hadapan Nabi ada orang mayat dan Rasulullah ingin menyalatkannya, Rasulullah tanya dulu, "Hal alaihiinun amla?" Ini mayat punya hutang atau tidak? Hati-hati yang punya hutang. Kata Nabi, "Ini mayat punya hutang atau tidak?" Kalau tidak punya hutang, Rasulullah salatkan. Kalau punya hutang, Rasulullah enggak mau salatin. Dan Rasulullah suruh sahabat yang lain untuk menyalatkan. Tapi Rasulullah enggak mau. Padahal salat Nabi adalah syafaat. Dan syafaat Nabi akan mencapai tujuan. Dan seorang hamba tergadaikan dengan hutangnya, maka dia tidak akan masuk surga sampai diputuskan hukumannya. Maka Rasulullah dulu tidak mau salat. Sampai Rasulullah ada mau salat. Kata Rasulullah, "Ada utang enggak?" Kata sahabat, "Ada. Kalau gitu saya enggak mau salat. Utangnya berapa? 2 dinar atau 2 dirham?" Akhirnya sahabat mengatakan, Rasulullah, "Saya tanggung utangnya." Kamu mau tanggung? Oke. Rasulullah salatin. Setelah Rasulullah salatin beberapa hari beberapa waktu Rasulullah ketemu. Gimana hutang sudah lunas belum? Eh belum kata katalah lunasin ketunasi kata alan barat jildatu aq nabi s sekarang baru dingin kulit tubuhnya. Berarti ngeri orang punya hutang. Maka jangan pernah menggampangkan apa? Hutang. Namun ketika Allah beri rezeki kepada Nabi maka setiap orang yang punya hutang Rasulullah tanggung hutangnya. Ini kalau penguasa kaya raya seperti ini, hutang sini sini saya yang bayar. Di zaman Nabi, Nabi bayarin ya. Ya. Kemudian ee adapun harta orang itu untuk ahli warisnya itu setelah dibukakan rezeki bagi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka ketika Rasulull sahu alaihi wasallam mau salat, Rasulullah bertakbir. Allahu Akbar. Ini sekarang cara salat habis waktu. Yaah. Sudah. Habis salat nanti pertuan berikutnya apa sekarang? kasihan nanti pulangnya ke malalaman ya sudah sampai sini saja nanti tat cara salat insyaallah kita lanjutkan pada pertemuan berikutnya tapi demikian saja wabillah taufik hidayah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh