Syarah Al-Asma Al-Husna #5: Nama 'Ar-Rahman & Ar-Rahim'
c-2qT59gbc8 • 2026-02-08
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasukrulahu ala taufikihin asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan. Kita masuk pada nama Allah yang baru yaitu arrahman arrahim ya. Arrahmanirrahim ya. ee dua nama yang spesial. Karena setiap kita baca surah Al-Qur'an maka selalu dibuka dengan bismillah arrahman arrahim. Tentu Allah adalah nama yang utama. Kemudian Allah disifati dengan dua nama yang indah yaitu arrahmanirrahim. Ya, bismillahirrahmanirrahim. Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Ya, arrahmanirrahim ya. ee sebagaimana ee kita jelaskan bahwasanya kedua nama ini berasal dari sifat arrahmah ya. Jadi nama Allah ini, Allah ini mengandung sifat sifat arrahmah yaitu kasih sayang. Arrahmah kasih sayang. Karenanya Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam beberapa ayat menunjukkan tentang sifat arrahman. Ya, sifat arrahm. Jadi Allah namanya arrahman arrahim dan memiliki sifat arrahmah ya. Kenapa kita tegaskan hal ini? Karena ahlul bidah seperti ee Muktazilah kemudian Asyairah mereka menolak Allah punya sifat arrahmah dengan berbagai macam dalh mereka ya. Di antaranya seperti firman Allah Subhanahu wa taala warabbukal gfuru rahmah. Rahmah ya. Dan dialah Allah Subhanahu wa taala yang maha pengampun, pemilik arrahmat, pemilik kasih sayang. Jadi namanya yang pemilik kasih sayang atau yang punya kasih sayang. Zu artinya yang punya ya, yang punya kasih sayang. Kemudian juga firman Allah Subhanahu wa taala menunjukkan Allah punya sifat arrahmah. Allah berfirman, "Warabbuka alghaniyu dur rahmah." Dialah Allah Subhanahu wa taala yang maha kaya. Yang maha kaya dan memiliki rahmat. Yang memiliki rahmat. Demikian juga Allah berfirman dalam ayat yang lain ee rabbana wasta kulla saaiin rahmatan wa ilma. Rabbana wasi'ta kulla saaiin rahmatan wa ilma. Ya Allah, sungguhnya Engkau meliputi segala sesuatu. Rahmat-Mu meliputi segala sesuatu, ilmumu juga meliputi segala sesuatu, yaitu rahmat-Mu meliputi segala sesuatu. Ini menunjukkan Allah Subhanahu wa taala memiliki sifat rahmat. Contoh lagi yang berikutnya eh wasiat kulai rahmatan eh wa ilma ya warahmati wasiat kulai kata Allah subhanahu wa taala warahmati wasiat kulla saaiin rahmatku meliputi segala sesuatu itu meliputi segala sesuatu. Jadi, para ulama sepakat bahwasanya nama Arrahman nama pertama dan nama kedua Arrahim semuanya berasal dari nama dari sifat arrahmah. Arrahmah itu kasih sayang. Kasih sayang ya. Ini ahlusunah wal jamaah menetapkan Allah memiliki nama arrahman arrahim. Dan sebagaimana kaidah yang sudah kita bahas, setiap nama setiap nama Allah pasti mengandung apa? Si sifat ya. Ya tidak ada nama Allah tanpa mengandung sifat dia. Dialah Allah karena dia yang berhak mendapatkan ilahiyah peribadatan. Dialah adalah Rabb karena dia memiliki sifat rububiyah. Dia adalah arrahman karena dia memiliki sifat rahmah. Dia adalah al-alim karena dimiliki sifat il ilmu ya. Dia alkhaliq karena memiliki sifat alkhalq penciptaan. Dan demikianlah tidaklah Allah memiliki nama kecuali nama tersebut mengandung ee sifat. Ya. Adapun sebagian ahlul bidol karena mereka mengatakan gak mungkin Allah punya sifat rahmat. Karena rahmat itu berarti menunjukkan ee kasih sayang dan itu adanya di hati atau di jantung dan macam-macam. Sehingga mereka menolak dengan berbagai macam dasar. ini pembahasannya tentu di kesempatan yang lain. Tib. Ee berikutnya ini sudah Ibu-ibu, Bapak-bapak sudah ya. Apa bedanya Ar-Rahman dengan Ar-Rahim? Belum difoto. Oh, belum difoto. Oke, silakan. I apa bedanya ar-Rahman dan arrahim ya? Ar-Rahman dan Arrahim. Dan Ar-Rahman dan Ar-Rahim secara secara apa namanya? Wazan atau timbangannya dari Arrahman dari fa'lan. fa'lanu. Adapun arrahim dari fa'ilun. Fa'ilun ya ee secara wazan atau timbangan kata timbangannya berbeda ya. Timbangannya berbeda. Berbeda memberi isyarat ada beda nama ya. Tentu kalau bahasa Arab memang kalau timbangan beda ee menunjukkan ada beda makna. Meskipun sama-sama berasal dari sifat yang sama yaitu arrahmah. Sebagian ulama memandang arrahman dan arrahim ini masuk dalam kaidah jika mereka berpisah maknanya sama dengan satu dengan yang lain. Jika mereka bergabung maka masing-masing punya ee makna tersendiri ya. Sebagian ulama berpand pendapat demikian ya. Ee dan sebagian ulama mengatakan beda antara arrahman dan arrahim. Tib kita bahas dulu perbedaan perbedaan keduanya. Ar-Rahman Ar-Rahim Baik. ee ar-Rahman hanya boleh untuk nama Allah. Tidak boleh selain Allah bernama dengan Ar-Rahman. Khusus untuk Allah. Kalau arrahim selain Allah boleh bernama arrahim. Selain Allah boleh. Seperti Allah mensifati Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Laqod jaakum rasulum min anfusikum azizun alaihi maittum harun alikum bil mminina rufurahim. Nabi sallallahu alaihi wasallam disifati dengan bil mukmin rafur rahim. Ini sifat Nabi bil mukminina raufur rahim. Rasulullah itu sangat sayang kepada kaum mukminin. Ini selain Allah boleh arrahim. Adapun arrahman hanya buat untuk Allah. Kita enggak boleh rasul kita tidak boleh berkata Rasulullah rahman sama kita. Enggak boleh ya. Kita hanya boleh bilang rahim. Seperti kita sifati orang. Oh itu ayah orang itu masyaallah rahim banget. sangat sayang sama anaknya rahim sangat rahmat sangat kesayeng sama orang-orang miskin. Boleh kita mensifati ee manusia dengan rahim. Meskipun ada orang yang nekad menamakan dirinya arrahman seperti Musailimah alkadzab. Musailimah al-Kadzab menamakan dirinya dengan Rahman alyamah. Rahmanul yamah. Ya. Musailimah ya. Musailimah alkadzab nabi palsu menamakan dirinya Rahmanul Yamama. Rahman Alyamamah. Karena dia berasal di daerah Yamamah di daerah Najd sehingga dia menamakan saya Rahman di bagian Yam. Tapi ini tentu adalah hal yang salah ya karena Arrahman hanya untuk Allah Subhanahu wa taala. Bab ini ee ar-Rahman ee dan arrahim. Adapun perbedaan tentang Arrahman dan Arrahim ya selain dari sif ee timbangan ya. Jadi ini disepakati perbedaan pertama kemudian perbedaan kedua disepakati oleh para ulama bahwasanya timbangannya berbeda. Yang kedua tadi selain Allah boleh, selain ee adapun untuk Arrahman hanya untuk Allah Subhanahu wa taala. Kemudian para ulama khilaf tentang perbedaan arrahman dan arrahim secara spesifik. Ya, ini yang khilaf ya khilaf ulama. Ada beberapa pendapat di antaranya tiga pendapat. Yang pertama mengatakan bahwasanya Ar-Rahman ee mencakup seluruh makhluk. Ini pendapat pertama. Pendapat pertama. Arrahman mencakup seluruh makhluk. Adapun arrahim, arrahim khusus untuk kaum mukminin. Makanya ketika Allah Subhanahu wa taala berfirman misalnya arrahman alamal Quran khalaqal insan allamahul bayan asyamsu walqamaru biusban. Ketika menyebutkan tentang sifat Ar-Rahman, Allah sebutkan nikmat-nikmat. Allah sebutkan nikmat-nikmat Allah yang Allah berikan kepada seluruh makhluk. Karena rahmat Allah meliputi orang-orang kafir, orang beriman. Allah kasih semuanya. Ya, Allah kasih semuanya ya. Ee adapun untuk rahim hanya untuk orang beriman. Contohnya Allah berfirman, "Wakana bil mukmin rahima." Ya, wakana bil mukminina. rahima ya dalam surat Al-Ahzab ayat 43 di sini Allah mengatakan dan Allah kepada orang beriman rahima Allah tidak mengatakan rahmanan tapi apa rahima ya demikian juga ketika Allah sebutkan tentang kaum mukminin tentang taubat kata Allah innahu bihim raufur rahim innahu bihim Raufur rahim. Ini dalam surah at-Taubah 117. Di sini Allah juga menyebutkan dengan nama arrahim. Sesungguhnya Allah itu bersama rahim kepada kaum mukminin. Ya, adapun arrahman mencakup kaum mukminin, mencakup ee nonmuslim, cakup orang kafir, mencakup orang beriman, mencakup orang ee pendosa, semuanya ee semua makhluk mendapatkan rahmat Allah. Dan itu ini adalah perbedaan perbedaan menurut pendapat pertama. Ini pendapat mayoritas, pendapat mayoritas ulama. Tib. Pendapat kedua ya. Pendapat kedua ini pendapat dipilih oleh Ibnu Qayyim rahimahullahu taala. Ibnul Qayyim bahwasanya ee Ar-Rahman terkait dengan sifat zatiah. Secara bahasa Ar-Rahman menunjukkan sifat zatiah. Maksudnya Allah itu penuh dengan kasih sayang. maksudnya itu Allah ee memiliki Allah maha penyayang memiliki sifat zatiah. Zatiah itu yang ada pada diri Allah memiliki sifat maha penyayang. Maha penyayang. Makanya dengan wazan fa'lan fa'lan itu menunjukkan imtila bahwasanya kasih sayang Allah sangat besar, sangat luas. Bahwasanya Allah memiliki sifat maha penyayang yang sangat luas dan sangat besar. ya sangat luas dan besar. Jadi ketika bilang Ar-Rahman terkait dengan sifat yang ada pada zat Allah. Adapun arrahim terkait dengan terkait atau menunjukkan sif rahmat Allah kepada makhluknya. Menunjukkan rahmat Allah. kepada makhluknya. Jadi, Ibnu Qayyim memandang ini sekedar perbedaan bahasa. Kalau Ar-Rahman ditinjau dari Allah punya sifat. Kalau arrahim ditinjau dari Allah merahmati orang orang lainnya. Seperti kalau kita bilang ilmu dan mengajar. Ilmu apa? Eh, ilmu misalnya kita bilang kalau ilmu berarti orang itu punya ilmu. Tapi kalau dia bilang mualim berarti mengajarkan ilmu kepada orang lain. Ya, seperti ar-Rahman maksudnya adalah Allah maha memiliki sifat rahmat. Kemudian arrahim maksudnya rahmat itu Allah ee gunakan untuk merahmati makhluknya. Ya, sehingga ee Ibnu Qayyim meninjau dari sisi bahasa. Kenapa? Karena ada juga kalimat arrahim ternyata buat orang musyrikin ini pendapat yang yang cukup karena seperti dalam firman Allah Subhanahu wa taala ee innallaha binnasi laaufur rahim. Contoh Allah berfirman, "Innallaha binnasi raaufur rahim." Innallaha binasi larufur rahim. Ini dalam ee surah Al-Haj 65. 22 65. Di sini Allah berfirman, "Sungguhnya Allah kepada orang-orang orang sini mencakup orang kafir umum. Ternyata Allah juga rahim kepada orang nas. Nas itu beriman maupun kafir. Ya, beriman maupun kafir. Sehingga ternyata rahim bukan khusus orang beriman saja, rahim juga mencakup orang kafir. Demikian juga dalam surah Al-Isra ayat 66 ya Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Innahu kanana bikum rahima." Innahu kana bik rahima. Sesungguhnya Allah itu sayang kepada kalian. Ini mencakup orang-orang musyrikin Arab. Biku maksudnya orang musyrikin Arab yang mereka ketika dapat ee kenikmatan maka mereka lupa. Al-Isra ayat 66. Coba Ibu-ibu buka. Ibu-ibu buka lihat surat Al-Isra ayat 66 sebelumnya ee iya 66 dan seterusnya ya. 66 67 saya bacakan ya surat Alisra 66 sampai 67 kata Allahukumziakumulka bahri Tuhanmulah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu agar kalian mencari sebagian dari karunianya itu Allah yang bisa bikin kapal berlabuh di atas lautan Allah yang menyediakan lautan Allah yang meniupkan angin sehingga kapal-kapal bisa berlabuh agar kalian bisa mencari karunianya setelah itu Allah berfirman, "Innahu kanana bikum rahim Ya, sesungguhnya Allah sayang kepada kalian. Kalian di sini umum manusia. Karena setelah itu Allah berbicara tentang musyrikin. Kata Allah, waakum iya. Namun ketika kalian menimpa tertimpa dengan bahaya di lautan ombak besar, kalian ikhlas hanya berdoa kepada Allah semata. Tapi kalau kalian sudah selamat dari ombak tersebut, kalian sudah selamat sampai ke darat, kalian syirik lagi. Sesungguhnya manusia itu suka kufur. Maka di sini bikum kepada kalian maksudnya umum. Ternyata Allah ketika menyebut tentang rahim, baik kepada mukminin, baik kepada orang kafir, rahmat Allah umum. Dari sini kita tahu lemahnya pendapat pertama yang mengatakan bahwasanya rahim hanya khusus orang beriman. Kenapa? Karena datang ayat-ayat yang menunjukkan rahim juga berlaku kepada orangorang secara umum dan juga bahkan kepada kaum musyrikin. Dari sini pendapat Ibnu Qayyim lebih kuat bahwasanya Ar-Rahman itu ditinjau dari sifat rahmat yang ada pada zat Allah disebut sifat zatiah. Arrahim terkait dengan Allah merahmati kaum mukminin terkait dengan sifat fi'liah, perbuatan Allah Subhanahu wa taala. Maka ar-Rahman menunjukkan sifat zatiah. Adapun arrahim menunjukkan sifat fi'liah. Ya, fi'liah itu apa, Ibu-ibu? Fi'liah maksudnya Allah berbuat kepada makhluknya. Allah berbuat kepada makhluknya. Ya, Allah berbuat kepada makhluknya. Ya, jadi ini pendapat kedua. Pendapat ketiga. Pendapat ketiga ini juga dinukil oleh para ulama dalam misalnya dalam dalam kitab ee Tafsir Thabari. Pendapat ketiga bahwasanya Rahman ee terkait dunia dan akhirat. Ar-Rahman adalah rahmat Allah di dunia dan akhirat. Adapun arrahim terkait rahmat Allah pada hari kiamat kelak pada hari kiamat. Ini pendapat ya untuk juga mengkhususkan rahim. Ini mirip dengan pendapat pertama bahwasanya arrahim ee hanya khusus orang beriman tetapi pada hari kiamat. Pembicaran khusus pada hari kiamat. Namun ini juga pendapat kurang kuat karena dalam banyak ayat terkait hari kiamat Allah menyebutkan nama Ar-Rahman. Ya, Allah menyebutkan nama Ar-Rahman ya. Seperti Allah mengatakan ee wasyaatil aswatu lirrahman maka suara-suara pada tunduk pada hari kiamat kepada Ar-Rahman. Ya. Dan banyak ayat-ayat dalam Al-Qur'an Allah Subhanahu wa taala menyebutkan nama Ar-Rahman terkait dengan hari kiamat. Ya. Eh, in kullu man fis samawati wal ardhi illa atir rahmani abda. Bahwasanya seluruh yang di langit dan bumi akan datang pada hari kiamat kelak menuju Allah, menuju Arrahman sebagai hamba. Jadi, wallahuam bisawab. Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat kedua ini yang lebih kuat pendapat Ibnu Qayyim bahwasanya ee kalau terpisah maka arrahman maknanya eh kalau digabungkan arrahmanirrahim maka arrahman terkait sifatnya Allah pada zatnya. Arrahim terkait Allah kasih sayang kepada hambanya. Terlepas yang dikasih sayang adalah orang nonmuslim atau orang kafir atau orang beriman tentunya beda-beda nanti ketika hari kiamat memang rahmat Allah hanya khusus kepada orang beriman karena orang kafir akan diazab. Orang kafir akan diazab. Di dunia pun rahmat Allah berbeda-beda. Rahmat ada yang spesifik, ada yang khusus, ada rahmat umum. Seperti Allah menyebutkan dalam hadis ee bahwasanya laisa apa namama? Laisa ahadun asbar alain y minallah. Tidak ada yang lebih sabar daripada Allah atas gangguan yang menimpanya. Allah kemudian mengatakan orang-orang mengatakan Allah punya anak itu mengganggu Allah sementara Allah kasih rezeki sama mereka. Sementara Allah kasih rezeki sama sama mereka menunjukkan ee rahmat Allah mencakup orang beriman maupun orang kafir di dunia. Tapi ketika hari kiamat rahmat Allah khusus buat siapa? Buat orang-orang beriman. Kemudian juga rahmat Allah terkait dengan orang beriman. Kalau Allah kasih rezeki dia semakin dekat dengan Allah. Terkadang Allah kasih berupa rezeki kepada orang kafir, mereka semakin jauh dari Allah Subhanahu wa taala. Tib ini bisa dipahami Ibu-ibu ya. Nanti lihat pas ujian ya. Kalau pengakuan tidak cukup harus ada pembuktian. Sudah ya. Baik. Ada pendapat ee yang mungkin saya boleh katakan pendapat keempat ya. Pendapat keempat menyatakan ya pendapat keempat terkait arrahman dan arrahim bahwasanya idza ijtamaa kaidah id ijtama'a iftaraqo wa idtaraqo ijtama. Ini pendapat keempat ditulis oleh sebagian ulama zaman sekarang. Mereka mengatakan arrahman dan arrahim adalah dua lafal. Dua lafal yang jika berpisah maka kedua lafaz tersebut samanya makna makna maknanya sama. Maka keduanya sama maknanya. Dan jika bergabung, jika dua lafal tersebut bergabung, bergabung, maka masing-masing beda maknanya. Masing-masing beda maknanya dengan yang lain. Masing-masing beda maknanya dengan yang lain. Ini kaidah. Dan seperti dalam dalam syariat banyak contoh ya, contoh dalam syariat. Contoh misalnya albir wat taqwa. Albir wat taqwa. Albir wat taqwa. Kalau disebutkan sendiri albir eh kalau digabungkan jika digabungkan albir maksudnya kebajikan. Melakukan kebajikan. Takwa maksudnya meninggalkan maksiat. Ini contoh seperti firman Allah watawanal bir taqwa. Hendaknya kalian tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan. Dia tolong-menolong dalam melakukan kebajikan dan tolong-menolong dalam meninggalkan maksiat. Tetapi kalau disebut saja albir maka albir yang mencakup takwa. Dua-duanya maknanya sama. Kalau disebut takwa saja maka mencakup albir. Misalnya saya mengatakan ittaqulah. Bertakwalah kepada Allah. Apa maksudnya? Saya hanya bilang tinggalkan maksiat saja atau saya juga suruh melakukan ketaatan? Dua-duanya kan. Ketika saya bilang bertakwalah kepada Allah, maksudnya tinggalkan maksiat juga dengan melakukan apa? Ketaatan. Itu kalau saya sebut takwa sendiri. Kalau saya sebut takwa sendiri berarti takwa juga mencakup albir. Kalau saya sebut albir juga berarti mencakup apa? Ketakwaan. Tapi kalau saya gabung dua-duanya maka albir punya makna spesifik. Atttaqwa punya makna spesifik. Ini agak susah dikit ibu-ibu ya, terutama yang sudah apa yang sudah uzur syari. Jadi dalam syariat ada dua lafal. Lafal itu kalau disebut sendiri mencakup yang lainnya. Tapi kalau disebut gandeng maka masing-masing punya makna yang spe spesifik. Maka kalau bertemu malah berpisah. Kalau berpisah malah bergabung. Kalau bertemu dua lafal itu, maka berpisah maknanya. Kalau dia berpisah maka bergabung maknanya menca mencakup. Contoh seperti gini lagi yang selain misalnya miskin. Miskin dan fakir. Fakir miskin. Sering dengar kan? Fakir dan miskin. Fakir kalau disebut sendiri fakir ya miskin, miskin ya fakir. Gak ada bedanya. Kalau saya mengatakan, "Eh, bantu orang miskin." Berarti kalau orang fakir kita bantu juga enggak sama karena fakir sama miskin sama saja. Tapi ketika digabungkan fakir miskin maka ada makna spesifik. Seperti Allah berfirman, "Innamaqatu lil fuqar wal masakin." Sesungguhnya sedekah itu zakat itu untuk fakir dan miskin. Ternyata kalau digabung maknanya beda. Maknanya beda. Fakir maknanya adalah penghasilannya lebih parah. dia penghasilannya kurang dari setengah kebutuhan. Kurang dari setengah kebutuhan. Misalnya dia kebutuhan R juta, ternyata gajinya sejuta. Ini fakir atau miskin? Fakir. Kalau miskin itu penghasilannya penghasilannya adalah sama dengan atau lebih setengah kebutuhan. Jadi kalau fakir miskin orang punya penghasilan 2 juta kebutuhannya 4 juta, fakir atau miskin? Fakir. Fakir. Miskin. Miskin. Karena dia penghasilannya setengah dari kebutuhan. Kalau kebutuhan dia R juta, penghasilannya Rp3 juta. Fakir atau miskin? Miskin. Karena lebih dari setengah setengah. Kalau kebutuhannya R juta, penghasilan R00.000. fakir. Kalau kebutuhannya R juta, penghasilan R10 juta, kaya bukan fakir, bukan miskin. Maksud saya ini contoh dua kata yang kalau disebut salah satu maknanya tidak ada be bedanya. Tapi kalau sebut dua-duanya masing-masing punya spesifik. Paham? Contoh lagi yang berikutnya misalnya Islam dan iman. Islam dan aliman. Antum orang Islam? Ya, orang Islam. Orang mukmin. Orang mukmin. Memang Islam dan Mukmin kalau dipisah maka maknanya sama saja. Tapi kalau digabung beda. Kalau digabung Islam ini amal zahir. Amal zahir. Kalau iman amal batin. Apa? Amal batin. Keyakinan. Seperti dalam dalam hadis Jibril ketika Jibril bertanya, "Ya Rasulullah, kabarkanlah wahai Muhammad, kabarkan kepadaku tentang Islam." Maka Rasulullah menafsirkan Islam dengan rukun Islam. Kemudian rukun Islam terkait dengan salat, zakat, puasa, haji. Ketika Rasulullah ditanya, "Ya Muhammad, kabarkan kepadaku tentang iman." Maka Rasulullah mengabarkan tentang amal batin. Iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitabnya, Rasulnya, hari kiamat, takdir, ya. Ini ee amal batin. Tapi kalau dipisah Islam sama dengan i iman. Di antaranya menurut pendapat ini seperti sebagian nama-nama Allah, seperti itu juga sebagian nama-nama Allah. Mereka bilang seperti contoh arraab dan alila. Arrab dan ilah ini kalau masing-masing spesifik. T kalau disebut gabung namanya maknanya spesifik. Tapi kalau pisah maknanya sama saja seperti arrahman dan arrahim. Seperti misalnya kata mereka alkhabir al dan al-alim. Kata mereka, "Ini nama-nama kalau dipisah sendiri-sendiri maka alkhabir ya alim. Alalim artinya khabir. Tapi kalau gabung baru ada nama makna spesifik. Sama dengan arrahman arrahim. Arrahman arrahim ini kalau disebut arrahman saja ya sama dengan ar ar ar ar ar ar arrahim. Kalau disebut arrahim saja sama dengan ar ar ar ar arrahman. Tapi kalau digabung baru ada makna spesifik yang tadi kita sebutkan di awal. Tiga pendapat tadi. Hah? alkhabir yang pertama arraabb dan al-ilah ini pendapat ada ada makalah ilmiaus oleh Syekh Dr. Khalid bin Muhammad Arrabah ya di salah seorang dosen di Jamiah Almajmaah di Zulfi nulis tentang masalah ini. bahwasanya di antara nama-nama Allah yang kalau dia disebut sendiri mencakup makna yang lain, tapi kalau gabung maknanya jadi berbeda adalah arrahman dan arrahim. Ini pendapat Tib kita lanjut. Paham sini Ibu-ibu? Sudah, Ibu-ibu ngerti kita lihat pas ujian ya. Baik. Sekarang ada faedah. Faedah. faedah Allah mengkhususkan nama arrahman ee terkait arsy. Pengkhususan nama ar-Rahman terkait arsy. Di antaranya Allah Subhanahu wa taala berfirman eh tummastawa alal arsy arrahmantawa alal arsy arrahman fasal bih khbir. Kemudian juga dalam ayat yang lain arrahmanu alal arsyaistawa. Yang pertama ee surah Arrahman ayat 50 eh surah Alfurqan 59 ini 25 ayat 59 saya bacakan. Alladzi khalaq samawati wal ard w bainahuma fiati ayamyam. Dialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya dalam waktu 6 hari. Tummastawa alal arsy. Kemudian Allah beristiwa di atas arsy. Kemudian kata Allah arrahman. Yaitu arrahman yang beristiwa di atas arsy. Kemudian juga dalam surah Thaha kalau enggak salah ayat 5. Arrahmanu alal arsistawa. Surah Thaha ayat 5. Kalau ini surah Thaha 20 ayat 5. Arrahmanu alal arsyistawa. Ar-Rahman beristiwa di atas arsy. Faedah Allah Subhanahu wa taala disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahullah taala setelah Allah menyebutkan Allah menciptakan langit dan bumi. Apa di antara keduanya? Baru Allah mengatakan Allah beristiwa di atas ars. Yaitu setelah setelah seluruh proses penciptaan. Setelah seluruh proses penciptaan, Allah beristiwa di atas arsy. Yaitu semua seluruh makhluk di bawah arsy. Seluruh makhluk di bawah arsy. Karena Arsy adalah makhluk tertinggi. Ars tertinggi. Ya, karena kita kita tahu bahwasanya ee langit ee langit tujuh lapis, bumi kemudian langit langit tebalnya 5 ruan perjalanan. Kemudian dalam sebagian riwayat antar setelah langit ada yang kosong atau ada ruangan yang juga perjalanan 500 kjalanan. Kemudian langit kedua, langit kedua juga 500 tahun perjalanan. Kemudian berikutnya ada perantara antara langit kedua dan ketiga. Langit ketiga juga lima rusan perjalanan. Kemudian ada perantara antara lima rasan perjalanan juga langit ketiga, langit keempat. Makanya disebut ee samawat mutafasilah. Bahwasanya langit itu tidak langsung langit pertama, langit kedua nempel. Tapi langit pertama kemudian jarak, langit kedua jarak sampai langit ke ketujuh. Yang ketujuh set itu ada air. Setelah air baru kemudian ada arsy. Jadi arsy adalah makhluk yang yang tertinggi. Allah beristiwa di atas arsy. Setelah Allah ciptakan langit dan bumi dengan bersama bersama isi isinya maka Allah apa namanya? Beristwa di seharus kata Ibn kata ee Ibnu Katsir untuk menunjukkan Allah mengatur seluruh yang di bawahnya. Allah mengatur seluruh yang di bawah arsy dan dia berada di atas semua makhluk yang semua manusia, hewan, laut, ikan, hewan semuanya ciptaan siapa? C Allah. Dan Allah berada di atas arsy di luar alam semesta dan Allah mengatur seluruh apa yang di di bawahnya. Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 3 ya di antaranya Quran surah 10 ayat 3 kata Allah innbakumullahzi khalaqas samawati wal ard fiati ayyamin tummastawa alal ars dialah Rabb kalian Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam waktu 6 hari kemudian peristiwa di atas arsy yudabbirul amr kemudian Allah mengatur segala urusan urusan. Allah mengatur segala urusan. Jadi semua yang di bawah Allah, Allah yang yang atur. Ya, sama dalam banyak ini surat dalam juga surat yang sama surat Yunus ya. Ee enggak dalam surah Arra'ad surah 13 juga sama ya. Kata Allah alal ars wasakamsa walqamar yajri lij musamma yudabirul amr. Dalam surat arraad juga 13 ayat 2 ya. Allah juga berfirman dalam surat Assajah. Dalam surat Assajah ayat eh surah 32 ayat 5 kata Allah, "Yudabbirul amro minasama ardhi." Dialah yang mengatur segala urusan dari langit sampai ke bumi. Ya, jadi semuanya Allah atur bab. Ini di antara faedah ee Allah menyebutkan arrahman beristiwa atas arsy. Bahwasanya seluruh proses setelah proses penciptaan Allah beristiwa di atas apa? Arsy. Kemudian kenapa disebut arrahman secara spesifik? Ee di antara faedahnya adalah ee untuk memberi ketenangan kepada makhluk bahwasanya meskipun Allah maha tinggi, maha hebat, maha kuat, tapi Allah maha penyayang. untuk menenangkan makhluk bahwa Allah meski maha tinggi namun dia maha penyayang. Karena kesannya kalau sudah maha tinggi, kalau manusia kalau sudah tinggi biasanya sombong atau tidak sombong? Allah maha besar, Allah maha semuanya, Allah juga almutakabbir dia. Kalau mau Allah juga maha besar, mau bilang maha sombong terserah. Karena semuanya milik Allah Subhanahu wa taala. Tetapi meskipun demikian, Allah maha penya penyayang. Beda. Kalau manusia sudah tinggi biasanya sombong, biasanya angkuh. Biasanya angkuh. Apalagi tidak ada yang menyamainya. Benar atau tidak? Kalau dia paling jago, dia sombong. Kalau dia yang paling ganteng, dia sombong. Kalau dia paling cantik, dia sombong. Tapi kalau ada yang cantik sama dia, dia jengkel. Manusia seperti kalau sudah paling kaya angkuh. Setiap dia memiliki suatu yang paling dia angkuh, paling tinggi, maka dia merendahkan dan dia akan jauh dari orang-orang di bawahnya. Adapun ketika Allah Ar-Rahman maka Allah Dia Maha Tinggi namun dia maha penyayang. Subhanallah. Dia maha tinggi namun dia maha penyayang. Ya, ini faedah pertama. Ini faedah kedua. Kalau dia maha penyayang, berarti dia akan mengurusi seluruh makhluknya. Jika Allah Maha Penyayang, dia akan urus seluruh makhluknya meski makhluk yang paling tidak dihargai oleh manusia seluruhnya. Maskud yang paling mungkin dihinakan. Allah tahu tentang seluruh makhluknya. Bahkan Allah akan urusin bahkan daun wkamuha. Tidak daun yang jatuh kecuali Allah mengetahui. Tib. Faedah berikutnya yang keempat ya. Bahwasanya disebut nama Arrahman karena datang dalam sebagian hadis untuk menunjukkan rahmat Allah ee apa namanya? mendahului murkanya. Rahmat Allah mendahului murkanya. Jadi hukum asal Allah Maha Penyayang dalam hadis dan ini terkait dengan arsy. Saya bacakan ya dalam hadis. Innallaha kataba kitaban qla yakluqal khalq. Allah mencatat suatu tulisan sebelum Allah menciptakan makhluk. Inahi sesungguhnya rahmatku mendahului kemurkaanku. Fahua maktubunahu faq ars dan ditulis di sisi Allah di atas arsy. Jadi ada Allah bikin statement dan itu tulisan di atas arsy. Tulisannya bahwasanya rahmatku mendahului apa? Kemurkaanku. Makin dia membuka pintu rahmat bahwasanya seorang jangan pernah seuzon sama Allah. apapun dia sebejat apapun si kalau dia kembali kepada Allah maka rahmat Allah akan menyambutnya maka Allah akan menyambutnya dengan rahmatnya karena itu tertulis rahmat Allah mendahului murkanya ya tertulis di mana di kitabnya di arsy ya tertulis di di sisi Allah di atas arsy in makanya disebutrahman karena ada tulisan di sebuah catatan Allah di atas arsy tulisannya sungguhnya rahmati e sabaqat gobi Ya rahmati sabaqat gadobi. Yaitu maknanya rahmatku mendahului apa? Murkaku. Kemudian di antara faedah ya karena hanya Allah yang di atas arsy maka menggunakan nama arrahman karena semua makhluk tidak boleh bernama dengan ar arrahman. Ya, karena Allah yang maha tinggi, maka pas nama ar-Rahman yang tidak boleh bagi makhluk. Tib. Paham ibu-ibu? Jadi karena Allah di atas arsy ya diaah ma tertinggi dan dia di luar daripada makhluknya. Allah di atas ars di luar alam ya. Karena dahulu Allah sendirian tanpa alam kemudian Allah ciptakan a alam. Ketika ciptakan alam alam di luar Allah. Alam di luar zat Allah. Berarti Allah di luar zat di luar alam. Kalau di luar alam berarti ke arah luar. Berarti Allah maha tinggi. Paham? Ju Allah sendirian enggak? di luar tanpa alam. Kemudian Allah ciptakan alam. Ketika Allah ciptakan alam semesta dalam zat Allah atau di luar zat Allah? Di luar. Kalau di luar Allah berarti kan Allah di luar alam. Iya. Enggak. Luar alam mana? Ke dalam waktu keluar. Kalau kita keluar alam ke dalam apa? Keluar keluar. Ke arah atas at ke arah bawah? Ke arah atas. Ke arah keluar alam. Berarti Allah di luar alam. Berarti Allah di atas alam se semesta, yaitu di atas arsy. Tib. Ini mirip dengan ketika Allah menyebut tentang hari kiamat ya. Allah Subhanahu wa taala ketika menyebutkan hari kiamat, Allah menggunakan nama Ar-Rahman. Ya, karena hari kiamat adalah hari yang sangat mengerikan sehingga seorang sangat mudah takut pada dirinya dan takut kebinasaan. Namun Allah sebut Ar-Rahman agar orang-orang beriman tenang. Bahwasanya meskipun hari tersebut sangat dahsyat, tapi Allah adalah arrahman. Ya, saya bacakan seperti ayat ya. seperti ee Allah berfirman dalam surat Maryam ayat 85. Yauma nahsyurul muttaqina ilarahmani wafda. Hari di mana Arrahman mengumpulkan orang-orang bertakwa sebagai tamu yang terhormat. Ya, semua orang takut hari kiamat. Para nabi pun ketakutan. Tetapi Allah menyebutkan nama-nama Arrahman ketika terkait dengan hari kiamat. Karena saat itulah kaum orang-orang beriman benar-benar mengharapkan rahmat Allah. Sehingga mereka meskipun dalam ketakutan mereka masih memiliki harapan. Berbeda kalau hari kiamat Allah tidak menyebutkan nama Arrahman. Hanya mengatakan Allah aljabbar. Allah adalah alqawi yang maha kuat. Al-Qahari. Orang ketakutan hanya takut murni. Tetapi ketika Allah menyebutkan namanya Ar-Rahman terkait dengan hari kiamat, maka orang beriman masih punya apa? Harapan. Bahwasanya meskipun hari tersebut sangat dahsyat, tapi Allah Maha Penyayang. Sama dalam surat ee Maryam ayat 93. In kullu man fis samawati wal ardhi illa atir rahmani abda. Seluruh yang di langit dan di bumi akan datang kepada Arrahman pada hari kiamat sebagai hamba. Dan ini banyak dalam Al-Qur'annya seperti tadi watil aswatu lirahman maka seluruh suara akan tertunduk. Gak ada yang berani ngomong ketika pada hari kiamat. Tunduk kepada siapa? Kepada Arrahman yang maha penyayang. Dan kita semua sangat berharap kasih sayang Allah ketika pada hari kiamat. Kita pengin aib kita ditutupi, kita pengin kita di diampuni, ya. Kita ingin kita dimasukkan surga. Berbagai macam harapan ee kita apa namanya kita utarakan kepada Allah Subhanahu wa taala dan dia berhak untuk kita berharap darinya karena Allah adalah arrahman. Ar-Rahman di hari yang sangat dahsyat. Saya katakan ini mirip mirip seperti ee Allah menyebutkan nama Ar-Rahman ketika bercerita tentang hari kiamat. Paham? Paham, Ibu ya? Karena hari kiamat apa? Sangat dah dahsyat. Membuat orang bisa jadi suuzon, selalu suuzon. Tapi ketika disebut arrahman arrahman maka seorang akan menjadi punya harapan, terutama orang bertakwa. Ya, contoh misalnya dalam tadi dalam surat ee Maryam ayat berapa tadi? Iya. Iya, 85 ya. Contoh ayat berapa? 85 sama berapa? 93 3 ya. Saya surat Annaba 3738. Surat An-Naba 78 ayat 37 sampai 38. Saya bacakan. Rbis samawati wal ardhi w bainahumahman la yamlikuna minhu khitoba. Tuhan yang melihat langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya yang maha pemurah arrahman. Mereka tidak dapat berbicara dengan dia pada hari kiamat semua enggak ada yang berani ngomong tapi Allah sebut dia adalah arrahman yang maha penyayang. Yaakumu wal malaikatu pada hari itu pada hari kiamat ketika roh yaitu malaikat Jibril dan malaikat seluruh malaikat berdiri bersaf-saf. Laatunaahman tidak ada yang berani bicara kecuali yang diizinkan oleh siapa? Ini hari kiamat ngeri tetapi Allah memberi sifat dia dengan apa? Arrahman. Ya. Jadi untuk untuk agar meskipun hari sangat mengerikan, seorang masih bertakwa kepada Allah dan berharap kepada Allah subhanahu wa taala. Bab ibu-ibu bahan ujian semakin banyak ya. Hah? Terlalu tepat. Ya, itu dia mangkanya itu. Terus bagaimana mau diulang lagi. Saya minta maaf kepada Ibu-ibu ya, kepada Bapak-bapak juga mohon maaf. Nanti kalau putar rekamannya YouTube bikin 0,5 kecepatannya. Jadi biar biar bisa paham. Tib. Sampai sini Pak Ibu. Kita lanjut ya. Kita lanjut ya. Ee sekarang kaidah-kaidah terkait rahmat Allah. Ya. Pertama, rahmat Allah khusus yang khusus rahmat Allah. Ada yang umum, ada yang khusus terbagi dua. Ada umum, ada khu khusus. Adapun rahmat umum terkait kehidupan dunia, terkait kebutuhan-kebutuhan makhluk dalam di dunia, di dunia ya. Seperti saya mengatakan Rasulullah bersabda, "La ahada asbaru ala adan yasmauhu minallah azza waalla." Tidak ada yang lebih sabar atas gangguan yang dia dengar daripada Allah. Innahu yusriku bihi. Mereka mensekutukan Allah. Wujalu lahul walad. Orang-orang menjadikan Allah punya anak. Innahu yusru bihi. Dia dia disekutukan dan dikatakan Allah punya anak. Paling marah ketika Allah dikatakan punya anak. Kata Allahum yastumuni Adam walam yakun lahu dalik. Satamani ibnu Adam walam yakun lahu dalik. Anak Adam mencaciku dan tidak pantas baginya. Adapun dia mencacuk, dia mengatakan, "Anna liya walad dan saya punya anak." Allah tidak suka dibilang punya anak. Karena kalau bilang Allah punya anak berarti keesaan Allah hilang. Tetapi meskipun demikian, tumma hua yuaimarzuquum. Meskipun mereka bilang Allah punya anak, Allah tetap mereka syirik, Allah tetap memberikan mereka kebutuhannya, kesehatannya, dan Allah kasih riz rezeki. Ini di antara rahmat Allah subhanahu wa taala. Ini namanya rahmat umum. Rahmat apa? Umum. Yaitu tentang kebutuhan di dunia Allah kasih rezeki kepada orang musyrik. Orang musyrik diberi rezeki. Bahkan terkadang orang musyrik berdoa dikabulkan orang karena terkait dengan kebutuhan dia. Mungkin dia musyrik berdoa minta sembuh. Allah k sembuh. Ya. Adapun rahmat khusus yaitu untuk orang-orang beriman untuk orang-orang beriman. Cara meraihnya dengan takwa. Nah, rahmat khusus ini ciri-cirinya apa? Rahmat khusus ini menambah takwa. Kalau dikasih oleh Allah berarti menambah apa? Kedekatan kepada Allah. Cara meraihnya dengan takwa caranya banyak untuk meraih rahmat Allah. Seperti ee Allah berfirman, "Inna in inna rahmatallahi qoribun minal muhsinin." Ya, Quran surah 7 ayat 56. Orang yang baik dirahmati Allah, orang yang ihsan yaitu yang baik, suka menolong orang lain, dirahmati Allah. Ayat 56. Iya, surat. Inna rahmatallahi qorib minus. Kata Allah, rahmat Allah dekat dengan orang-orang yang suka berbuat baik. suka nolong orang tentunya yang ikhlas ya. Contoh juga ee mendirikan salat, membayar zakat, dan taat kepada Rasulullah dirahmati. Ya Quran surah 2456 yaitu yang salat bayar zakat dan taat kepada Rasulullah akan dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala. Ini contoh di dengan takwa. Contoh juga misalnya Allah berfirman ee dalam dengar Al-Qur'an dengan menyimaknya ya. Contoh Quran surah 7 ayat 204 yaitu menyimak Al-Qur'an. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Waid qori al quran fastu laahu waitu laakum turhamun." Jika dibacakan Quran maka dengarlah dan simaklah. Semoga kalian dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan seperti ini banyak menunjukkan bahwasanya ee dengan takwa akan dirahmati. Waullah warasul aakum turhamun. Taatlah kepada rasulnya. Semoga kalian dirahmati ya. Seperti mengikuti Al-Qur'an. Fattabiuhu wattaqu laallakum turhamun. Ikutlah Al-Qur'an. Kalian akan dirahmati. Ya. Dan ini banyak ya istigfar dirahmati. Dalam surat An-Naml 46. Laula tastagfirunallaha laallakum turhamun. Kalau kalian istigfar akan dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Ini Quran surah 27 ayat 46. Istigfar. Mak Ibu-ibu kalau sering istigfar akan dirahmati oleh Allah. Istigfar dengan kualitas yaitu berharap diampuni, berharap ditutup aib-aibnya ya. Ya. Di antaranya mendamaikan. Damai. Quran surah 49 Al-Hujarat ayat 10. Ya, berdamai jangan ribut mulu ya. Damai kata Allah innamaluna ikhwatun. Sesungguhnya orang-orang beriman adalah saudara akwaikum. Maka damaikanlah di antara saudara kalian yang bertengkar. Wattaqulah bertakwalahum turhamun. Semoga kalian dirahmati. Maka yang mendamaikan dan yang mau diajak damai ini akan dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala. Ngapain kita ikut ego kemudian kita lepas dari rahmat Allah? Kalau kita pengin dirahmati Allah, kita harus lawan ego. Kita mau damai supaya kita dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala. Tib ini dalam Al-Qur'an semua. Dalam hadis juga ada contoh dalam hadis ya. Ini dalam Al-Qur'an. Dalam hadis contoh saya tambahkan misalnya salat 4 rakaat sebelum Asar. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam rahimahullahuan sha qbl asri arbaan. Allah merahmati seorang hamba yang salat asar sebelum sebelum salat asar empat rakaat. Salat empat rakaat sebelum salat asar. Akan dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Ini kalau pengin dirahmati salat empat rakaat sebelum asar. Kemudian juga di antaranya salat malam sama pasangan. Istri dibangunin salat, suami dibangunin apa? Salat. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, rahimahroan minili. Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun malam kemudian salat. Kemudian dia bangunkan istrinya untuk salat. Fasat, maka istrinya pun salat. Fain abat. Kalau istrinya gak mau bangun, wajal, maka diperciikan air di wajah istrinya. Laki-laki seperti ini dirahmati. Yang bangunkan istrinya untuk apa? Salat. Ya, kalau enggak punya istri ya sudah bangun. Dan sebaliknya rahimullah semoga Allah merahmati seorang wanita, seorang istri qomat minil bangun malam kemudian dia salat zaujaha kemudian dia bangunkan suaminya fasal kemudian suaminya pun salat abin abajil. Kalau suaminya mau bangun dia percikan air di wajah suaminya. Kata Rasul sahu al wasam, jamian. Kalau dua-duanya salat, maka keduanya dicatat sebagai para lelaki yang banyak mengingat Allah dan wanita yang banyak mengingat Allah. Maka di antara pengin dapat rahmat Allah supaya rumah berkah, bangun malam. Ya jangan bangun malam nonton bola, nonton sinetron gak. Bangun malam untuk salat. Hidup ini kita cari rahmat Allah dan masuk surga dengan apa? Rahmat Allah. Maksudnya kalau rahmat kita dapat rahmat banyak surganya tinggi ya. Kalau istrin percikan kalau istrinya percikan aid boleh sama. Iya. Kalau suaminya enggak salat dia yang dapat dirahmati. Kalau suaminya bangun ya dapat rahmat. Tapi dengan lembut ya bukan bukan dengan gayung ya. Dengan sayang gitu. Ulang lagi air ya. Bukan dengan kopi. Air kita mau dirahmati Allah ya begitulah. ya berjuang saling kerja sama untuk dekat dengan Allah Subhanahu wa taala. Kalau empat rakaatnya langsung empat rakaat atau dua? Empat rakaat bisa dua-dua bisa empat langsung seperti salat asar juga niatnya yang beda ya. Tib yang kedua ya rahmat Allah rahmat Allah ya lebih besar dari rahmat ibu. Rahmat ibu kepada anaknya. Makanya Allah mengatakan, "Wah arhamur rahimin." Arhamur rahimin. Dialah Allah yang maha penyayang dari orang-orang yang menyayanginya. Ya. Khairur rahimin. Dalam ayat yang lain, anta khairur rahimin. Khairurahimin. Engkau adalah yang penyayang yang terbaik. Khairrahimin artinya penyayang terbaik. Arhamarrahimin yang paling sayang di antara yang menyayang. Maksud saya ketika seorang memikirkan hidup ini yang sayang sama dia banyak, istrinya sayang kepada dia, anaknya sayang kepada dia, orang tuanya sayang, kawannya sayang, tapi kasih sayang Allah lebih daripada mereka seua ya. Siapapun yang sayang sama kita masih kalah dengan sayang Allah Subhanahu wa taala. Karena siapapun yang sayang sama kita, dia manusia saat suatu saat dia bisa tinggalkan kita, suatu saat dia kurang dalam ee menolong kita. Tapi kalau Allah tidak akan demikian. Allah lebih tah yang terbaik bagi hamba-Nya. Ketika seorang berdoa pun tidak dikabulkan itu karena Allah sayang sama dia. Karena di balik itu mungkin kalau dikabulkan mungkin dia lupa, mungkin dia apa, mungkin dia tidak mendekatkan dirinya kepada Allah lagi. Tapi intinya Allah lebih sayang kepada ee seorang daripada ibunya kepada dirinya sendiri. Makanya Umar bin Khattab ketika hadis Umar bin Khattab ketika Nabi melihat ada seorang ibu menyusui anaknya, kata Rasulullah, "Apakah menurut kalian ibu ini akan lempar anaknya ke api?" Kata para sahabat, "Tak mungkin. Bagaimana seorang ibu akan lempar anaknya ke api. Kata Nabi, Allah arhamu biwadi. Allah lebih sayang kepada hambanya daripada seorang ibu ini kepada anak anaknya. Kenapa? Di antara logika yang menunjukkan hal ini karena kita ciptaan Allah. Sang kreator lebih sayang kepada kreasinya. Adapun ee ibu kita ya memang dalam perut ibu kita dari hasil apa? Pembuahan ayah dan ibu. Tetapi kita sekedar numpang. Yang yang yang bikin sebenarnya siapa? Allah yang bikin bentuk. Fiat masyaakabak. Allah bentuk sesuai dengan bentuk yang Allah kehendaki. Eh wasarakum faasanaum. Allah membentuk kalian. Yang meniupkan roh juga siapa? Allah. Jadi yang lebih sayang adalah Allah. Ini sangat sangat mudah. Tinggal seorang husnudan kepada Allah subhanahu wa taala. Ini ini di antara logika. Yang kedua, misalnya ibu sayang sama kita, tapi suatu saat kita ribut sama ibu. Ibu terkadang tidak memaafkan. Terkadang tidak maaf, terkadang marah. Tapi Allah Subhanahu wa taala kita membanggang seperti apapun kalau kita kembali langsung dimaafkan. Bahkan diangkat derajatnya oleh Allah Subhanahu wa taala. maka Allah lebih sayang daripada ee hambanya. Makanya ketika kita tahu Allah, ini di antara faedah ketika kita tahu Allah yang maha penyayang, maka kita senantiasa husnudan, berbaik sangka. Nabi Ayub ketika berdoa, dia mengatakan apa? Eaniu ketika Nabi Ayub berdoa kepada Rabbnya, dia berkata, "Ya Allah, sungguh aku ditimpa dengan penderitaan wa anta arhamahimin dan Engkau Maha Penyayang. Maka Allah pun kabulkan ya dia berdoa dengan husnudan. Siapa yang lebih sayang kepada saya daripada engkau? Istriku pun masih kalah, keluargaku masih kalah, semua yang paling sayang adalah engkau. Maka Allah kabulkan. Demikian juga qul huahmanu amanna bihi wa alaii tawakalna. Katakan Allah berfirman, "Katakanlah wahai Muhammad, huarahman." Dialah arrahman yang maha penyayang. Amanna bihi, kami beriman kepadanya. Wa alaiha tawakalna. Dan kepada Allah kami bertawakal. Kita bertawakal kepada siapa? kepada zat yang paling sayang sama sama kita, yang paling tahu kemaslahatan kita, yang maha kuat, yang bisa ngurusin kita, itulah tempat kita bertawakal. Maka salah kalau kita bertawakal kepada makhluk, bertawakallah kepada yang maha penyayang. Watwakal alal azizir rahim. Bertawakallah kepada Allah yang maha perkasa dan maha penyayang. Maka ini berita bahwasanya kasih sayang Allah lebih daripada kasih sayang makhluk. Kemudian yang berikutnya, Allah mewajibkan rahmat atas makhluk. Allah mewajibkan dirinya untuk sayang kepada makhluk. Bukan, bukan wajib secara Allah wajib sayang sama kita. Enggak. Memang Allah kalau mau mau siksa kita, Allah gak ada masalah dia mau bikin apa terhadap makhluknya. Tapi Allah mewajibkan dirinya untuk sayang kepada makhluk. Kataba ala nafsi rahmah. Kata Allah, kataba ala nafsi rahmah. Allah mencatat atau mewajibkan dirinya untuk rahmat. Surat Al-An'am. Ayat 12. Kataba ala nafsi rahmah. Allah mewajibkan dirinya untuk rahmat. Demikian juga dalam surah Alanam 54 kata Allah Subhanahu wa taala, katabukum ala nafsi rahmah. Allah mencatat rahmat wajib untuk rahmat ya di wajibkan atas dirinya kepada orang-orang beriman kepada makhluknya. Di antara bentuk rahmatnya annahu amil minkum. Siapa yang melakukan dosa summa taba min ba'dikum dan bertobat maka Allah akan ampuni. Allah wajibkan untuk mengampuni hambanya yang ber bertobat. Tidak ada yang mewajibkan Allah untuk rahmat. Tidak ada yang mewajibkan Allah untuk kasih surga bagi orang beriman. Allah mewajibkan dirinya sendiri. Dia punya aturan untuk dirinya sendiri. Saya wajibkan diri saya untuk merahmati orang yang bertobat. Saya mewajibkan diri saya untuk memberi surga bagi orang yang beriman. Itu tidak ada yang mewajibkan. Beda dengan Muktazilah ya yang mengatakan memang wajib bagi Allah secara zatnya, bukan Allah mewajibkan dirinya sendiri. Tib sebenarnya masih panjang tapi waktu sudah habis. Sampai sini saja Ibu-ibu. Saya khawatir kalau semakin panjang soal ujian semakin banyak. Tib demikian saja. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Categories