Syarah Al-Asma Al-Husna #5: Nama 'Ar-Rahman & Ar-Rahim'
c-2qT59gbc8 • 2026-02-08
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi al ihsani wasukrulahu ala
taufikihin asadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuim
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa
ala alihi wa ashabihi wa ikhwan. Kita
masuk pada nama Allah yang baru yaitu
arrahman
arrahim ya. Arrahmanirrahim ya.
ee dua nama yang spesial.
Karena setiap kita baca surah Al-Qur'an
maka selalu dibuka dengan bismillah
arrahman arrahim. Tentu Allah adalah
nama yang utama. Kemudian Allah disifati
dengan dua nama yang indah yaitu
arrahmanirrahim. Ya,
bismillahirrahmanirrahim.
Dengan nama Allah yang maha pengasih
lagi maha penyayang. Ya,
arrahmanirrahim ya. ee sebagaimana ee
kita jelaskan bahwasanya kedua nama ini
berasal dari sifat arrahmah ya.
Jadi nama Allah ini,
Allah ini
mengandung sifat
sifat arrahmah yaitu kasih sayang.
Arrahmah
kasih sayang.
Karenanya Allah Subhanahu wa taala
berfirman dalam beberapa ayat
menunjukkan tentang sifat arrahman. Ya,
sifat arrahm. Jadi Allah namanya
arrahman arrahim dan memiliki sifat
arrahmah ya. Kenapa kita tegaskan hal
ini? Karena ahlul bidah seperti ee
Muktazilah kemudian Asyairah mereka
menolak Allah punya sifat arrahmah
dengan berbagai macam dalh mereka ya. Di
antaranya seperti firman Allah Subhanahu
wa taala
warabbukal gfuru rahmah.
Rahmah ya. Dan dialah Allah Subhanahu wa
taala yang maha pengampun, pemilik
arrahmat, pemilik kasih sayang. Jadi
namanya yang pemilik kasih sayang atau
yang punya kasih sayang. Zu artinya yang
punya ya, yang punya kasih sayang.
Kemudian juga firman Allah Subhanahu wa
taala menunjukkan Allah punya sifat
arrahmah. Allah berfirman, "Warabbuka
alghaniyu dur rahmah."
Dialah Allah Subhanahu wa taala yang
maha kaya.
Yang maha kaya dan memiliki rahmat. Yang
memiliki rahmat. Demikian juga Allah
berfirman dalam ayat yang lain ee
rabbana wasta kulla saaiin rahmatan wa
ilma. Rabbana wasi'ta kulla saaiin
rahmatan wa ilma. Ya Allah, sungguhnya
Engkau meliputi segala sesuatu.
Rahmat-Mu meliputi segala sesuatu,
ilmumu juga meliputi segala sesuatu,
yaitu rahmat-Mu
meliputi segala sesuatu.
Ini menunjukkan Allah Subhanahu wa taala
memiliki sifat rahmat. Contoh lagi yang
berikutnya eh
wasiat kulai rahmatan eh wa ilma ya
warahmati wasiat kulai kata Allah
subhanahu wa taala
warahmati
wasiat kulla saaiin
rahmatku meliputi segala sesuatu itu
meliputi segala sesuatu. Jadi, para
ulama sepakat bahwasanya nama Arrahman
nama pertama dan nama kedua Arrahim
semuanya berasal dari
nama dari sifat arrahmah.
Arrahmah itu kasih sayang. Kasih sayang
ya. Ini ahlusunah wal jamaah menetapkan
Allah memiliki nama arrahman arrahim.
Dan sebagaimana kaidah yang sudah kita
bahas, setiap nama setiap nama Allah
pasti mengandung apa? Si sifat ya. Ya
tidak ada nama Allah tanpa mengandung
sifat dia. Dialah Allah karena dia yang
berhak mendapatkan ilahiyah peribadatan.
Dialah adalah Rabb karena dia memiliki
sifat rububiyah. Dia adalah arrahman
karena dia memiliki sifat rahmah. Dia
adalah al-alim karena dimiliki sifat il
ilmu ya. Dia alkhaliq karena memiliki
sifat alkhalq penciptaan. Dan
demikianlah tidaklah Allah memiliki nama
kecuali nama tersebut mengandung ee
sifat. Ya. Adapun sebagian ahlul bidol
karena mereka mengatakan gak mungkin
Allah punya sifat rahmat. Karena rahmat
itu berarti menunjukkan ee kasih sayang
dan itu adanya di hati atau di jantung
dan macam-macam. Sehingga mereka menolak
dengan berbagai macam dasar. ini
pembahasannya tentu di kesempatan yang
lain. Tib.
Ee berikutnya ini sudah Ibu-ibu,
Bapak-bapak sudah ya. Apa bedanya
Ar-Rahman dengan Ar-Rahim? Belum difoto.
Oh, belum difoto. Oke, silakan.
I
apa bedanya ar-Rahman dan arrahim ya?
Ar-Rahman dan Arrahim.
Dan Ar-Rahman dan Ar-Rahim
secara
secara apa namanya? Wazan atau
timbangannya dari Arrahman dari fa'lan.
fa'lanu. Adapun arrahim dari fa'ilun.
Fa'ilun ya ee secara wazan atau
timbangan kata timbangannya berbeda ya.
Timbangannya berbeda.
Berbeda memberi isyarat ada beda nama
ya. Tentu kalau bahasa Arab memang kalau
timbangan beda ee menunjukkan ada beda
makna.
Meskipun sama-sama berasal dari sifat
yang sama yaitu arrahmah.
Sebagian ulama memandang arrahman dan
arrahim ini masuk dalam kaidah jika
mereka berpisah maknanya sama dengan
satu dengan yang lain. Jika mereka
bergabung maka masing-masing punya
ee makna tersendiri ya.
Sebagian ulama berpand pendapat demikian
ya. Ee dan sebagian ulama mengatakan
beda antara arrahman dan arrahim. Tib
kita bahas dulu perbedaan perbedaan
keduanya.
Ar-Rahman
Ar-Rahim
Baik. ee ar-Rahman hanya boleh untuk
nama Allah. Tidak boleh selain Allah
bernama dengan Ar-Rahman.
Khusus untuk Allah.
Kalau arrahim selain Allah boleh bernama
arrahim. Selain Allah boleh. Seperti
Allah mensifati Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Laqod jaakum rasulum
min anfusikum azizun alaihi maittum
harun alikum bil mminina rufurahim. Nabi
sallallahu alaihi wasallam disifati
dengan bil mukmin rafur rahim. Ini sifat
Nabi bil mukminina
raufur rahim.
Rasulullah itu sangat sayang kepada kaum
mukminin. Ini selain Allah boleh
arrahim. Adapun arrahman hanya buat
untuk Allah. Kita enggak boleh rasul
kita tidak boleh berkata Rasulullah
rahman sama kita. Enggak boleh ya. Kita
hanya boleh bilang rahim. Seperti kita
sifati orang. Oh itu ayah orang itu
masyaallah rahim banget. sangat sayang
sama anaknya rahim sangat rahmat sangat
kesayeng sama orang-orang miskin. Boleh
kita mensifati ee manusia dengan rahim.
Meskipun ada orang yang nekad menamakan
dirinya arrahman seperti Musailimah
alkadzab. Musailimah al-Kadzab menamakan
dirinya dengan Rahman alyamah. Rahmanul
yamah. Ya. Musailimah
ya. Musailimah alkadzab nabi palsu
menamakan dirinya Rahmanul Yamama.
Rahman Alyamamah.
Karena dia berasal di daerah Yamamah di
daerah Najd sehingga dia menamakan saya
Rahman di bagian Yam. Tapi ini tentu
adalah hal yang salah ya karena Arrahman
hanya untuk Allah Subhanahu wa taala.
Bab ini ee ar-Rahman ee dan arrahim.
Adapun perbedaan tentang Arrahman dan
Arrahim ya selain dari sif ee timbangan
ya. Jadi ini disepakati perbedaan
pertama kemudian perbedaan kedua
disepakati oleh para ulama
bahwasanya timbangannya berbeda. Yang
kedua tadi selain Allah boleh, selain ee
adapun untuk
Arrahman hanya untuk Allah Subhanahu wa
taala.
Kemudian para ulama khilaf tentang
perbedaan arrahman dan arrahim secara
spesifik. Ya, ini yang khilaf ya khilaf
ulama.
Ada beberapa pendapat di antaranya tiga
pendapat. Yang pertama
mengatakan bahwasanya Ar-Rahman ee
mencakup seluruh makhluk.
Ini pendapat pertama. Pendapat pertama.
Arrahman mencakup seluruh makhluk.
Adapun arrahim, arrahim khusus untuk
kaum mukminin.
Makanya ketika Allah Subhanahu wa taala
berfirman misalnya arrahman alamal Quran
khalaqal insan allamahul bayan asyamsu
walqamaru biusban. Ketika menyebutkan
tentang sifat Ar-Rahman, Allah sebutkan
nikmat-nikmat. Allah sebutkan
nikmat-nikmat Allah yang Allah berikan
kepada seluruh makhluk. Karena rahmat
Allah meliputi orang-orang kafir, orang
beriman. Allah kasih semuanya. Ya, Allah
kasih semuanya ya. Ee adapun
untuk rahim hanya untuk orang beriman.
Contohnya Allah berfirman, "Wakana bil
mukmin rahima." Ya, wakana bil
mukminina.
rahima ya
dalam surat Al-Ahzab
ayat 43
di sini Allah mengatakan
dan Allah kepada orang beriman rahima
Allah tidak mengatakan rahmanan tapi apa
rahima ya demikian juga ketika Allah
sebutkan tentang kaum mukminin tentang
taubat kata Allah innahu bihim raufur
rahim
innahu bihim
Raufur rahim.
Ini dalam surah at-Taubah 117.
Di sini Allah juga menyebutkan dengan
nama arrahim. Sesungguhnya Allah itu
bersama rahim kepada kaum mukminin.
Ya, adapun arrahman mencakup kaum
mukminin, mencakup ee nonmuslim, cakup
orang kafir, mencakup orang beriman,
mencakup orang ee pendosa, semuanya ee
semua makhluk mendapatkan rahmat Allah.
Dan itu ini adalah perbedaan perbedaan
menurut pendapat pertama. Ini pendapat
mayoritas,
pendapat mayoritas ulama.
Tib. Pendapat kedua ya.
Pendapat kedua
ini pendapat dipilih oleh Ibnu Qayyim
rahimahullahu taala. Ibnul Qayyim
bahwasanya
ee Ar-Rahman terkait dengan sifat
zatiah. Secara bahasa
Ar-Rahman
menunjukkan sifat zatiah.
Maksudnya Allah itu penuh dengan kasih
sayang. maksudnya itu Allah
ee memiliki Allah maha penyayang
memiliki sifat
zatiah. Zatiah itu yang ada pada diri
Allah memiliki sifat maha penyayang.
Maha penyayang. Makanya dengan wazan
fa'lan fa'lan itu menunjukkan imtila
bahwasanya kasih sayang Allah sangat
besar, sangat luas. Bahwasanya Allah
memiliki sifat maha penyayang yang
sangat luas dan sangat besar. ya
sangat luas dan besar.
Jadi ketika bilang Ar-Rahman terkait
dengan sifat yang ada pada zat Allah.
Adapun arrahim
terkait dengan
terkait
atau menunjukkan
sif rahmat Allah kepada makhluknya.
Menunjukkan
rahmat Allah.
kepada makhluknya.
Jadi, Ibnu Qayyim memandang ini sekedar
perbedaan bahasa. Kalau Ar-Rahman
ditinjau dari Allah punya sifat. Kalau
arrahim ditinjau dari Allah merahmati
orang orang lainnya. Seperti kalau kita
bilang ilmu dan mengajar. Ilmu apa? Eh,
ilmu misalnya kita bilang kalau ilmu
berarti orang itu punya ilmu. Tapi kalau
dia bilang mualim berarti mengajarkan
ilmu kepada orang lain. Ya, seperti
ar-Rahman maksudnya adalah Allah maha
memiliki sifat rahmat. Kemudian arrahim
maksudnya rahmat itu Allah ee gunakan
untuk merahmati makhluknya. Ya, sehingga
ee Ibnu Qayyim meninjau dari sisi
bahasa. Kenapa? Karena ada juga kalimat
arrahim ternyata buat orang musyrikin
ini pendapat yang yang cukup karena
seperti dalam firman Allah Subhanahu wa
taala ee
innallaha binnasi laaufur rahim. Contoh
Allah berfirman,
"Innallaha binnasi raaufur rahim."
Innallaha binasi
larufur rahim.
Ini dalam ee
surah Al-Haj 65.
22 65. Di sini Allah berfirman,
"Sungguhnya Allah kepada orang-orang
orang sini mencakup orang kafir umum.
Ternyata Allah juga rahim kepada orang
nas. Nas itu beriman maupun kafir. Ya,
beriman maupun kafir. Sehingga ternyata
rahim bukan khusus orang beriman saja,
rahim juga mencakup orang kafir.
Demikian juga dalam surah Al-Isra ayat
66 ya Allah Subhanahu wa taala
berfirman, "Innahu kanana bikum rahima."
Innahu kana bik rahima. Sesungguhnya
Allah itu sayang kepada kalian. Ini
mencakup orang-orang musyrikin Arab.
Biku maksudnya orang musyrikin Arab yang
mereka ketika dapat ee
kenikmatan maka mereka lupa.
Al-Isra ayat 66.
Coba Ibu-ibu buka. Ibu-ibu buka lihat
surat Al-Isra
ayat 66 sebelumnya ee
iya 66 dan seterusnya ya. 66 67 saya
bacakan ya surat Alisra 66 sampai 67
kata Allahukumziakumulka
bahri
Tuhanmulah yang melayarkan kapal-kapal
di lautan untukmu agar kalian mencari
sebagian dari karunianya itu Allah yang
bisa bikin kapal berlabuh di atas lautan
Allah yang menyediakan lautan Allah yang
meniupkan angin sehingga kapal-kapal
bisa berlabuh agar kalian bisa mencari
karunianya setelah itu Allah berfirman,
"Innahu kanana bikum rahim
Ya, sesungguhnya Allah sayang kepada
kalian. Kalian di sini umum manusia.
Karena setelah itu Allah berbicara
tentang musyrikin. Kata Allah, waakum
iya. Namun ketika kalian menimpa
tertimpa dengan bahaya di lautan ombak
besar, kalian ikhlas hanya berdoa kepada
Allah semata.
Tapi kalau kalian sudah selamat dari
ombak tersebut, kalian sudah selamat
sampai ke darat, kalian syirik lagi.
Sesungguhnya manusia itu suka kufur.
Maka di sini bikum kepada kalian
maksudnya umum.
Ternyata Allah ketika menyebut tentang
rahim, baik kepada mukminin, baik kepada
orang kafir, rahmat Allah umum. Dari
sini kita tahu lemahnya pendapat pertama
yang mengatakan bahwasanya rahim hanya
khusus orang beriman. Kenapa? Karena
datang ayat-ayat yang menunjukkan rahim
juga berlaku kepada orangorang secara
umum dan juga bahkan kepada kaum
musyrikin. Dari sini pendapat Ibnu
Qayyim lebih kuat bahwasanya
Ar-Rahman itu ditinjau dari sifat rahmat
yang ada pada zat Allah disebut sifat
zatiah. Arrahim terkait dengan Allah
merahmati kaum mukminin terkait dengan
sifat fi'liah, perbuatan Allah Subhanahu
wa taala. Maka ar-Rahman menunjukkan
sifat zatiah.
Adapun arrahim menunjukkan sifat
fi'liah. Ya,
fi'liah itu apa, Ibu-ibu? Fi'liah
maksudnya Allah berbuat kepada
makhluknya. Allah berbuat kepada
makhluknya. Ya, Allah berbuat kepada
makhluknya. Ya, jadi ini pendapat kedua.
Pendapat ketiga. Pendapat ketiga
ini juga dinukil oleh para ulama dalam
misalnya dalam dalam kitab ee
Tafsir Thabari.
Pendapat ketiga bahwasanya Rahman ee
terkait dunia dan akhirat. Ar-Rahman
adalah
rahmat Allah
di dunia dan akhirat.
Adapun arrahim
terkait
rahmat Allah pada hari kiamat kelak
pada hari kiamat.
Ini pendapat ya untuk juga mengkhususkan
rahim. Ini mirip dengan pendapat pertama
bahwasanya arrahim ee hanya khusus orang
beriman tetapi pada hari kiamat.
Pembicaran khusus pada hari kiamat.
Namun ini juga pendapat kurang kuat
karena dalam banyak ayat terkait hari
kiamat Allah menyebutkan nama Ar-Rahman.
Ya, Allah menyebutkan nama Ar-Rahman ya.
Seperti Allah mengatakan ee
wasyaatil aswatu lirrahman maka
suara-suara pada tunduk pada hari kiamat
kepada Ar-Rahman. Ya. Dan banyak
ayat-ayat dalam Al-Qur'an Allah
Subhanahu wa taala menyebutkan nama
Ar-Rahman terkait dengan hari kiamat.
Ya.
Eh, in kullu man fis samawati wal ardhi
illa atir rahmani abda. Bahwasanya
seluruh yang di langit dan bumi akan
datang pada hari kiamat kelak menuju
Allah, menuju Arrahman sebagai hamba.
Jadi, wallahuam bisawab. Pendapat yang
lebih kuat adalah pendapat kedua ini
yang lebih kuat pendapat Ibnu Qayyim
bahwasanya ee kalau terpisah maka
arrahman maknanya eh kalau digabungkan
arrahmanirrahim maka arrahman terkait
sifatnya Allah pada zatnya. Arrahim
terkait Allah kasih sayang kepada
hambanya. Terlepas yang dikasih sayang
adalah orang nonmuslim atau orang kafir
atau orang beriman tentunya beda-beda
nanti ketika hari kiamat memang rahmat
Allah hanya khusus kepada orang beriman
karena orang kafir akan diazab. Orang
kafir akan diazab. Di dunia pun rahmat
Allah berbeda-beda. Rahmat ada yang
spesifik, ada yang khusus, ada rahmat
umum. Seperti Allah menyebutkan dalam
hadis ee bahwasanya laisa apa namama?
Laisa ahadun asbar alain y minallah.
Tidak ada yang lebih sabar daripada
Allah atas gangguan yang menimpanya.
Allah kemudian mengatakan orang-orang
mengatakan Allah punya anak itu
mengganggu Allah sementara Allah kasih
rezeki sama mereka. Sementara Allah
kasih rezeki sama sama mereka
menunjukkan ee rahmat Allah mencakup
orang beriman maupun orang kafir di
dunia. Tapi ketika hari kiamat rahmat
Allah khusus buat siapa?
Buat orang-orang beriman. Kemudian juga
rahmat Allah terkait dengan orang
beriman. Kalau Allah kasih rezeki dia
semakin dekat dengan Allah. Terkadang
Allah kasih berupa rezeki kepada orang
kafir, mereka semakin jauh dari Allah
Subhanahu wa taala. Tib ini bisa
dipahami Ibu-ibu ya. Nanti lihat pas
ujian ya.
Kalau pengakuan tidak cukup harus ada
pembuktian.
Sudah ya.
Baik.
Ada pendapat ee yang mungkin saya boleh
katakan pendapat keempat ya. Pendapat
keempat
menyatakan ya pendapat keempat terkait
arrahman dan arrahim bahwasanya
idza ijtamaa kaidah id ijtama'a
iftaraqo
wa idtaraqo ijtama.
Ini pendapat keempat ditulis oleh
sebagian ulama zaman sekarang. Mereka
mengatakan arrahman dan arrahim adalah
dua lafal.
Dua lafal yang jika
berpisah
maka kedua lafaz tersebut samanya makna
makna maknanya sama. Maka keduanya
sama maknanya.
Dan jika bergabung, jika dua lafal
tersebut bergabung,
bergabung, maka
masing-masing beda maknanya.
Masing-masing beda maknanya dengan yang
lain.
Masing-masing
beda maknanya dengan yang lain.
Ini kaidah. Dan seperti dalam dalam
syariat banyak contoh ya, contoh dalam
syariat.
Contoh misalnya
albir wat taqwa. Albir wat taqwa.
Albir wat taqwa. Kalau disebutkan
sendiri albir eh kalau digabungkan jika
digabungkan albir maksudnya kebajikan.
Melakukan kebajikan.
Takwa maksudnya meninggalkan maksiat.
Ini contoh seperti firman Allah
watawanal bir taqwa. Hendaknya kalian
tolong-menolong dalam kebajikan dan
ketakwaan. Dia tolong-menolong dalam
melakukan kebajikan dan tolong-menolong
dalam meninggalkan maksiat. Tetapi kalau
disebut saja albir maka albir yang
mencakup takwa. Dua-duanya maknanya
sama. Kalau disebut takwa saja maka
mencakup albir. Misalnya saya mengatakan
ittaqulah. Bertakwalah kepada Allah. Apa
maksudnya? Saya hanya bilang tinggalkan
maksiat saja atau saya juga suruh
melakukan ketaatan?
Dua-duanya kan. Ketika saya bilang
bertakwalah kepada Allah, maksudnya
tinggalkan maksiat juga dengan melakukan
apa? Ketaatan. Itu kalau saya sebut
takwa sendiri. Kalau saya sebut takwa
sendiri berarti takwa juga mencakup
albir. Kalau saya sebut albir juga
berarti mencakup apa? Ketakwaan. Tapi
kalau saya gabung dua-duanya maka albir
punya makna spesifik. Atttaqwa punya
makna spesifik.
Ini agak susah dikit ibu-ibu ya,
terutama yang sudah apa yang sudah uzur
syari.
Jadi dalam syariat ada dua lafal. Lafal
itu kalau disebut sendiri mencakup yang
lainnya. Tapi kalau disebut gandeng maka
masing-masing punya makna yang spe
spesifik. Maka kalau bertemu malah
berpisah. Kalau berpisah malah
bergabung.
Kalau bertemu dua lafal itu, maka
berpisah maknanya. Kalau dia berpisah
maka bergabung maknanya menca mencakup.
Contoh seperti gini lagi yang selain
misalnya
miskin. Miskin dan fakir.
Fakir miskin. Sering dengar kan?
Fakir dan miskin.
Fakir kalau disebut sendiri fakir ya
miskin, miskin ya fakir. Gak ada
bedanya. Kalau saya mengatakan, "Eh,
bantu orang miskin."
Berarti kalau orang fakir kita bantu
juga enggak
sama karena fakir sama miskin sama saja.
Tapi ketika digabungkan fakir miskin
maka ada makna spesifik. Seperti Allah
berfirman, "Innamaqatu lil fuqar wal
masakin." Sesungguhnya sedekah itu zakat
itu untuk fakir dan miskin. Ternyata
kalau digabung maknanya beda. Maknanya
beda.
Fakir maknanya adalah penghasilannya
lebih parah. dia penghasilannya
kurang dari setengah
kebutuhan.
Kurang dari setengah kebutuhan. Misalnya
dia kebutuhan R juta, ternyata gajinya
sejuta. Ini fakir atau miskin?
Fakir. Kalau miskin itu penghasilannya
penghasilannya
adalah sama dengan atau lebih setengah
kebutuhan.
Jadi kalau fakir miskin orang punya
penghasilan 2 juta kebutuhannya 4 juta,
fakir atau miskin?
Fakir.
Fakir. Miskin.
Miskin.
Karena dia penghasilannya setengah dari
kebutuhan. Kalau kebutuhan dia R juta,
penghasilannya Rp3 juta. Fakir atau
miskin?
Miskin.
Karena lebih dari setengah setengah.
Kalau kebutuhannya R juta, penghasilan
R00.000.
fakir. Kalau kebutuhannya R juta,
penghasilan R10 juta, kaya
bukan fakir, bukan miskin. Maksud saya
ini contoh dua kata yang kalau disebut
salah satu maknanya tidak ada be
bedanya. Tapi kalau sebut dua-duanya
masing-masing punya spesifik. Paham?
Contoh lagi yang berikutnya misalnya
Islam dan iman.
Islam dan aliman. Antum orang Islam? Ya,
orang Islam. Orang mukmin. Orang mukmin.
Memang Islam dan Mukmin kalau dipisah
maka maknanya sama saja. Tapi kalau
digabung beda. Kalau digabung Islam ini
amal zahir.
Amal zahir.
Kalau iman amal batin. Apa? Amal batin.
Keyakinan.
Seperti dalam dalam hadis Jibril ketika
Jibril bertanya, "Ya Rasulullah,
kabarkanlah wahai Muhammad, kabarkan
kepadaku tentang Islam." Maka Rasulullah
menafsirkan Islam dengan rukun Islam.
Kemudian rukun Islam terkait dengan
salat, zakat, puasa, haji. Ketika
Rasulullah ditanya, "Ya Muhammad,
kabarkan kepadaku tentang iman." Maka
Rasulullah mengabarkan tentang amal
batin. Iman kepada Allah, malaikat,
kitab-kitabnya, Rasulnya, hari kiamat,
takdir, ya. Ini ee amal batin. Tapi
kalau dipisah
Islam sama dengan i iman.
Di antaranya menurut pendapat ini
seperti sebagian nama-nama Allah,
seperti itu juga sebagian nama-nama
Allah.
Mereka bilang seperti contoh arraab dan
alila.
Arrab dan ilah ini kalau masing-masing
spesifik. T kalau disebut gabung namanya
maknanya spesifik. Tapi kalau pisah
maknanya sama saja seperti arrahman dan
arrahim. Seperti misalnya kata mereka
alkhabir al dan al-alim.
Kata mereka, "Ini nama-nama kalau
dipisah sendiri-sendiri maka alkhabir ya
alim. Alalim artinya khabir. Tapi kalau
gabung baru ada nama makna spesifik.
Sama dengan arrahman arrahim. Arrahman
arrahim ini kalau disebut arrahman saja
ya sama dengan ar ar ar ar ar ar
arrahim. Kalau disebut arrahim saja sama
dengan ar ar ar ar arrahman. Tapi kalau
digabung baru ada makna spesifik yang
tadi kita sebutkan di awal. Tiga
pendapat tadi.
Hah? alkhabir
yang pertama
arraabb
dan al-ilah
ini pendapat
ada ada makalah ilmiaus oleh Syekh Dr.
Khalid bin Muhammad
Arrabah ya di salah seorang dosen di
Jamiah Almajmaah di Zulfi nulis tentang
masalah ini. bahwasanya di antara
nama-nama Allah yang kalau dia disebut
sendiri mencakup makna yang lain, tapi
kalau gabung maknanya jadi berbeda
adalah arrahman dan arrahim. Ini
pendapat Tib kita lanjut. Paham sini
Ibu-ibu?
Sudah, Ibu-ibu
ngerti
kita lihat pas ujian ya. Baik. Sekarang
ada faedah. Faedah.
faedah
Allah mengkhususkan nama arrahman
ee terkait arsy.
Pengkhususan
nama ar-Rahman
terkait arsy.
Di antaranya Allah Subhanahu wa taala
berfirman eh
tummastawa alal arsy arrahmantawa
alal arsy
arrahman fasal bih khbir. Kemudian juga
dalam ayat yang lain arrahmanu
alal arsyaistawa.
Yang pertama ee surah Arrahman ayat 50
eh surah Alfurqan 59 ini 25 ayat 59 saya
bacakan. Alladzi khalaq samawati wal ard
w bainahuma fiati ayamyam. Dialah Allah
yang telah menciptakan langit dan bumi
dan apa yang di antara keduanya dalam
waktu 6 hari. Tummastawa alal arsy.
Kemudian Allah beristiwa di atas arsy.
Kemudian kata Allah arrahman.
Yaitu arrahman yang beristiwa di atas
arsy. Kemudian juga dalam surah Thaha
kalau enggak salah ayat 5. Arrahmanu
alal arsistawa.
Surah Thaha ayat 5. Kalau ini surah
Thaha
20 ayat 5. Arrahmanu alal arsyistawa.
Ar-Rahman beristiwa di atas arsy.
Faedah Allah Subhanahu wa taala
disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahullah
taala setelah Allah menyebutkan Allah
menciptakan langit dan bumi. Apa di
antara keduanya? Baru Allah mengatakan
Allah beristiwa di atas ars. Yaitu
setelah setelah seluruh proses
penciptaan.
Setelah seluruh
proses penciptaan,
Allah beristiwa
di atas arsy.
Yaitu semua seluruh makhluk di bawah
arsy. Seluruh makhluk di bawah arsy.
Karena Arsy adalah makhluk tertinggi.
Ars tertinggi. Ya, karena kita kita tahu
bahwasanya ee langit ee langit tujuh
lapis, bumi kemudian langit langit
tebalnya 5 ruan perjalanan. Kemudian
dalam sebagian riwayat antar setelah
langit ada yang kosong atau ada ruangan
yang juga perjalanan 500 kjalanan.
Kemudian langit kedua, langit kedua juga
500 tahun perjalanan. Kemudian
berikutnya ada perantara antara langit
kedua dan ketiga. Langit ketiga juga
lima rusan perjalanan. Kemudian ada
perantara antara lima rasan perjalanan
juga langit ketiga, langit keempat.
Makanya disebut ee samawat mutafasilah.
Bahwasanya langit itu tidak langsung
langit pertama, langit kedua nempel.
Tapi langit pertama kemudian jarak,
langit kedua jarak sampai langit ke
ketujuh. Yang ketujuh set itu ada air.
Setelah air baru kemudian ada arsy. Jadi
arsy adalah makhluk yang yang tertinggi.
Allah beristiwa di atas arsy. Setelah
Allah ciptakan langit dan bumi dengan
bersama bersama isi isinya maka Allah
apa namanya? Beristwa di seharus kata
Ibn kata ee Ibnu Katsir untuk
menunjukkan Allah mengatur seluruh yang
di bawahnya.
Allah mengatur seluruh yang di bawah
arsy dan dia berada di atas semua
makhluk yang semua manusia, hewan, laut,
ikan, hewan semuanya ciptaan siapa?
C Allah. Dan Allah berada di atas arsy
di luar alam semesta dan Allah mengatur
seluruh apa yang di di bawahnya.
Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 3
ya di antaranya Quran surah 10 ayat 3
kata Allah innbakumullahzi khalaqas
samawati wal ard fiati ayyamin
tummastawa alal ars dialah Rabb kalian
Allah yang telah menciptakan langit dan
bumi dalam waktu 6 hari kemudian
peristiwa di atas arsy yudabbirul amr
kemudian Allah mengatur segala urusan
urusan. Allah mengatur segala urusan.
Jadi semua yang di bawah Allah, Allah
yang yang atur. Ya,
sama dalam banyak ini surat dalam juga
surat yang sama surat Yunus ya.
Ee enggak dalam
surah Arra'ad surah 13 juga sama ya.
Kata Allah alal ars wasakamsa walqamar
yajri lij musamma yudabirul amr. Dalam
surat arraad juga 13 ayat 2 ya.
Allah juga berfirman dalam surat
Assajah.
Dalam surat Assajah ayat eh surah 32
ayat 5 kata Allah, "Yudabbirul amro
minasama ardhi." Dialah yang mengatur
segala urusan dari langit sampai ke
bumi. Ya, jadi semuanya Allah atur
bab. Ini di antara faedah ee
Allah menyebutkan arrahman beristiwa
atas arsy. Bahwasanya seluruh proses
setelah proses penciptaan Allah
beristiwa di atas apa?
Arsy. Kemudian kenapa disebut arrahman
secara spesifik? Ee di antara faedahnya
adalah ee
untuk memberi ketenangan kepada makhluk
bahwasanya meskipun Allah maha tinggi,
maha hebat, maha kuat, tapi Allah maha
penyayang.
untuk menenangkan
makhluk
bahwa Allah
meski maha tinggi
namun dia maha penyayang.
Karena kesannya kalau sudah maha tinggi,
kalau manusia kalau sudah tinggi
biasanya sombong atau tidak sombong?
Allah maha besar, Allah maha semuanya,
Allah juga almutakabbir dia. Kalau mau
Allah juga maha besar, mau bilang maha
sombong terserah. Karena semuanya milik
Allah Subhanahu wa taala. Tetapi
meskipun demikian, Allah maha penya
penyayang. Beda. Kalau manusia sudah
tinggi biasanya
sombong, biasanya angkuh. Biasanya
angkuh. Apalagi tidak ada yang
menyamainya.
Benar atau tidak?
Kalau dia paling jago, dia sombong.
Kalau dia yang paling ganteng, dia
sombong. Kalau dia paling cantik, dia
sombong. Tapi kalau ada yang cantik sama
dia, dia jengkel.
Manusia seperti kalau sudah paling kaya
angkuh.
Setiap dia memiliki suatu yang paling
dia angkuh, paling tinggi, maka dia
merendahkan dan dia akan jauh dari
orang-orang di bawahnya. Adapun ketika
Allah Ar-Rahman maka Allah Dia Maha
Tinggi namun dia maha penyayang.
Subhanallah. Dia maha tinggi namun dia
maha penyayang.
Ya, ini faedah pertama. Ini faedah
kedua. Kalau dia maha penyayang, berarti
dia akan mengurusi seluruh makhluknya.
Jika Allah Maha Penyayang,
dia akan urus seluruh makhluknya
meski makhluk yang paling tidak dihargai
oleh manusia seluruhnya.
Maskud yang paling mungkin dihinakan.
Allah tahu tentang seluruh makhluknya.
Bahkan Allah akan urusin bahkan daun
wkamuha.
Tidak daun yang jatuh kecuali Allah
mengetahui. Tib. Faedah berikutnya yang
keempat ya.
Bahwasanya disebut nama Arrahman karena
datang dalam sebagian hadis untuk
menunjukkan rahmat Allah
ee apa namanya?
mendahului murkanya.
Rahmat Allah
mendahului murkanya.
Jadi hukum asal Allah Maha Penyayang
dalam hadis dan ini terkait dengan arsy.
Saya bacakan ya dalam hadis.
Innallaha kataba kitaban
qla yakluqal khalq.
Allah mencatat suatu tulisan sebelum
Allah menciptakan makhluk. Inahi
sesungguhnya rahmatku mendahului
kemurkaanku. Fahua maktubunahu faq ars
dan ditulis di sisi Allah di atas arsy.
Jadi ada Allah bikin statement dan itu
tulisan di atas arsy. Tulisannya
bahwasanya rahmatku mendahului apa?
Kemurkaanku. Makin dia membuka pintu
rahmat bahwasanya seorang jangan pernah
seuzon sama Allah. apapun dia sebejat
apapun si kalau dia kembali kepada Allah
maka rahmat Allah akan menyambutnya maka
Allah akan menyambutnya dengan rahmatnya
karena itu tertulis rahmat Allah
mendahului murkanya ya tertulis di mana
di kitabnya di arsy ya tertulis di di
sisi Allah di atas arsy in makanya
disebutrahman karena ada tulisan di
sebuah catatan Allah di atas arsy
tulisannya sungguhnya rahmati e sabaqat
gobi Ya rahmati
sabaqat gadobi.
Yaitu maknanya rahmatku mendahului apa?
Murkaku.
Kemudian di antara faedah ya karena
hanya Allah yang di atas arsy maka
menggunakan nama arrahman karena semua
makhluk tidak boleh bernama dengan ar
arrahman. Ya,
karena Allah yang maha tinggi,
maka
pas nama ar-Rahman
yang tidak boleh bagi makhluk.
Tib. Paham ibu-ibu? Jadi karena Allah di
atas arsy ya diaah ma tertinggi dan dia
di luar daripada makhluknya. Allah di
atas ars di luar alam ya. Karena dahulu
Allah sendirian tanpa alam kemudian
Allah ciptakan a alam. Ketika ciptakan
alam alam di luar Allah. Alam di luar
zat Allah. Berarti Allah di luar zat di
luar alam. Kalau di luar alam berarti ke
arah luar. Berarti Allah maha tinggi.
Paham? Ju Allah sendirian enggak?
di luar tanpa alam. Kemudian Allah
ciptakan alam. Ketika Allah ciptakan
alam semesta dalam zat Allah atau di
luar zat Allah?
Di luar. Kalau di luar Allah berarti kan
Allah di luar alam. Iya. Enggak. Luar
alam mana? Ke dalam waktu keluar. Kalau
kita keluar alam ke dalam apa? Keluar
keluar. Ke arah atas at ke arah bawah?
Ke arah atas. Ke arah keluar alam.
Berarti Allah di luar alam. Berarti
Allah di atas alam se semesta, yaitu di
atas arsy.
Tib. Ini mirip dengan ketika Allah
menyebut tentang hari kiamat ya.
Allah Subhanahu wa taala ketika
menyebutkan hari kiamat, Allah
menggunakan nama Ar-Rahman.
Ya, karena
hari kiamat adalah hari yang sangat
mengerikan sehingga seorang
sangat mudah takut pada dirinya dan
takut kebinasaan. Namun Allah sebut
Ar-Rahman agar orang-orang beriman
tenang. Bahwasanya meskipun hari
tersebut sangat dahsyat, tapi Allah
adalah arrahman.
Ya, saya bacakan seperti ayat ya.
seperti ee
Allah berfirman dalam surat Maryam ayat
85. Yauma nahsyurul muttaqina ilarahmani
wafda. Hari di mana Arrahman
mengumpulkan orang-orang bertakwa
sebagai tamu yang terhormat. Ya, semua
orang takut hari kiamat. Para nabi pun
ketakutan. Tetapi Allah menyebutkan
nama-nama Arrahman ketika terkait dengan
hari kiamat. Karena saat itulah kaum
orang-orang beriman benar-benar
mengharapkan rahmat Allah. Sehingga
mereka meskipun dalam ketakutan mereka
masih memiliki harapan. Berbeda kalau
hari kiamat Allah tidak menyebutkan nama
Arrahman. Hanya mengatakan Allah
aljabbar. Allah adalah alqawi yang maha
kuat. Al-Qahari. Orang ketakutan hanya
takut murni. Tetapi ketika Allah
menyebutkan namanya Ar-Rahman terkait
dengan hari kiamat, maka orang beriman
masih punya apa? Harapan. Bahwasanya
meskipun hari tersebut sangat dahsyat,
tapi Allah Maha Penyayang.
Sama dalam surat ee Maryam ayat 93. In
kullu man fis samawati wal ardhi illa
atir rahmani abda. Seluruh yang di
langit dan di bumi akan datang kepada
Arrahman pada hari kiamat sebagai hamba.
Dan ini banyak dalam Al-Qur'annya
seperti tadi watil aswatu lirahman maka
seluruh suara akan tertunduk. Gak ada
yang berani ngomong ketika pada hari
kiamat. Tunduk kepada siapa? Kepada
Arrahman yang maha penyayang. Dan kita
semua sangat berharap kasih sayang Allah
ketika pada hari kiamat. Kita pengin aib
kita ditutupi,
kita pengin kita di diampuni, ya. Kita
ingin kita dimasukkan surga. Berbagai
macam harapan ee kita apa namanya kita
utarakan kepada Allah Subhanahu wa taala
dan dia berhak untuk kita berharap
darinya karena Allah adalah arrahman.
Ar-Rahman di hari yang sangat dahsyat.
Saya katakan ini mirip
mirip seperti
ee
Allah
menyebutkan
nama Ar-Rahman
ketika bercerita tentang hari kiamat.
Paham? Paham, Ibu ya? Karena hari kiamat
apa? Sangat dah dahsyat. Membuat orang
bisa jadi suuzon, selalu suuzon. Tapi
ketika disebut arrahman arrahman maka
seorang akan menjadi punya harapan,
terutama orang bertakwa. Ya,
contoh misalnya dalam tadi dalam surat
ee
Maryam
ayat berapa tadi?
Iya. Iya, 85 ya. Contoh
ayat berapa? 85 sama berapa? 93
3 ya.
Saya surat Annaba 3738.
Surat An-Naba 78 ayat 37 sampai 38. Saya
bacakan.
Rbis samawati wal ardhi w bainahumahman
la yamlikuna minhu khitoba. Tuhan yang
melihat langit dan bumi dan apa yang ada
di antara keduanya yang maha pemurah
arrahman. Mereka tidak dapat berbicara
dengan dia pada hari kiamat semua enggak
ada yang berani ngomong tapi Allah sebut
dia adalah arrahman yang maha penyayang.
Yaakumu wal malaikatu pada hari itu pada
hari kiamat ketika roh yaitu malaikat
Jibril dan malaikat seluruh malaikat
berdiri bersaf-saf. Laatunaahman
tidak ada yang berani bicara kecuali
yang diizinkan oleh siapa?
Ini hari kiamat ngeri tetapi Allah
memberi sifat dia dengan apa? Arrahman.
Ya. Jadi untuk untuk agar meskipun hari
sangat mengerikan, seorang masih
bertakwa kepada Allah dan berharap
kepada Allah subhanahu wa taala. Bab
ibu-ibu bahan ujian semakin banyak ya.
Hah?
Terlalu tepat. Ya, itu dia mangkanya
itu.
Terus bagaimana mau diulang lagi.
Saya minta maaf kepada Ibu-ibu ya,
kepada Bapak-bapak juga mohon maaf.
Nanti kalau putar rekamannya YouTube
bikin 0,5 kecepatannya. Jadi biar
biar bisa paham.
Tib. Sampai sini Pak Ibu.
Kita lanjut ya. Kita lanjut ya.
Ee
sekarang kaidah-kaidah terkait rahmat
Allah.
Ya. Pertama,
rahmat Allah
khusus yang khusus rahmat Allah. Ada
yang umum, ada yang khusus terbagi dua.
Ada umum,
ada khu khusus.
Adapun rahmat umum terkait kehidupan
dunia, terkait kebutuhan-kebutuhan
makhluk dalam di dunia,
di dunia ya. Seperti saya mengatakan
Rasulullah bersabda, "La ahada asbaru
ala adan yasmauhu minallah azza waalla."
Tidak ada yang lebih sabar atas gangguan
yang dia dengar daripada Allah. Innahu
yusriku bihi. Mereka mensekutukan Allah.
Wujalu lahul walad. Orang-orang
menjadikan Allah punya anak. Innahu
yusru bihi. Dia dia disekutukan dan
dikatakan Allah punya anak. Paling marah
ketika Allah dikatakan punya anak. Kata
Allahum
yastumuni Adam walam yakun lahu dalik.
Satamani ibnu Adam walam yakun lahu
dalik. Anak Adam mencaciku dan tidak
pantas baginya. Adapun dia mencacuk, dia
mengatakan, "Anna liya walad dan saya
punya anak." Allah tidak suka dibilang
punya anak. Karena kalau bilang Allah
punya anak berarti keesaan Allah hilang.
Tetapi meskipun demikian, tumma hua
yuaimarzuquum.
Meskipun mereka bilang Allah punya anak,
Allah tetap mereka syirik, Allah tetap
memberikan mereka kebutuhannya,
kesehatannya, dan Allah kasih riz
rezeki. Ini di antara rahmat Allah
subhanahu wa taala. Ini namanya rahmat
umum. Rahmat apa? Umum. Yaitu tentang
kebutuhan di dunia Allah kasih rezeki
kepada orang musyrik.
Orang musyrik
diberi rezeki.
Bahkan terkadang orang musyrik berdoa
dikabulkan orang karena terkait dengan
kebutuhan dia. Mungkin dia musyrik
berdoa minta sembuh. Allah k sembuh. Ya.
Adapun rahmat khusus yaitu untuk
orang-orang beriman
untuk orang-orang beriman. Cara
meraihnya dengan takwa.
Nah, rahmat khusus ini ciri-cirinya apa?
Rahmat khusus ini menambah takwa.
Kalau dikasih oleh Allah berarti
menambah apa? Kedekatan kepada Allah.
Cara meraihnya dengan takwa caranya
banyak untuk meraih rahmat Allah.
Seperti ee Allah berfirman,
"Inna in inna rahmatallahi qoribun minal
muhsinin." Ya, Quran surah 7 ayat 56.
Orang yang baik dirahmati Allah, orang
yang
ihsan yaitu yang baik, suka menolong
orang lain, dirahmati Allah.
Ayat 56.
Iya, surat. Inna rahmatallahi qorib
minus. Kata Allah, rahmat Allah dekat
dengan orang-orang yang suka berbuat
baik. suka nolong orang tentunya yang
ikhlas ya.
Contoh juga ee mendirikan salat,
membayar zakat, dan taat kepada
Rasulullah dirahmati. Ya
Quran surah 2456
yaitu yang salat bayar zakat
dan taat kepada Rasulullah
akan dirahmati oleh Allah Subhanahu wa
taala. Ini contoh di dengan takwa.
Contoh juga misalnya Allah berfirman
ee dalam dengar Al-Qur'an dengan
menyimaknya ya.
Contoh Quran surah 7 ayat 204 yaitu
menyimak Al-Qur'an.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Waid
qori al quran fastu laahu waitu laakum
turhamun." Jika dibacakan Quran maka
dengarlah dan simaklah.
Semoga kalian dirahmati oleh Allah
Subhanahu wa taala.
Dan seperti ini banyak menunjukkan
bahwasanya ee
dengan takwa akan dirahmati. Waullah
warasul aakum turhamun. Taatlah kepada
rasulnya. Semoga kalian dirahmati ya.
Seperti mengikuti Al-Qur'an. Fattabiuhu
wattaqu laallakum turhamun. Ikutlah
Al-Qur'an. Kalian akan dirahmati.
Ya. Dan ini banyak ya
istigfar dirahmati. Dalam surat An-Naml
46. Laula tastagfirunallaha laallakum
turhamun. Kalau kalian istigfar akan
dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala.
Ini Quran surah 27 ayat 46.
Istigfar. Mak Ibu-ibu kalau sering
istigfar akan dirahmati oleh Allah.
Istigfar dengan kualitas yaitu berharap
diampuni, berharap ditutup aib-aibnya
ya.
Ya.
Di antaranya mendamaikan. Damai.
Quran surah 49 Al-Hujarat
ayat 10.
Ya,
berdamai jangan ribut mulu ya. Damai
kata Allah innamaluna ikhwatun.
Sesungguhnya orang-orang beriman adalah
saudara
akwaikum. Maka damaikanlah di antara
saudara kalian yang bertengkar.
Wattaqulah bertakwalahum turhamun.
Semoga kalian dirahmati. Maka yang
mendamaikan dan yang mau diajak damai
ini akan dirahmati oleh Allah Subhanahu
wa taala. Ngapain kita ikut ego kemudian
kita lepas dari rahmat Allah? Kalau kita
pengin dirahmati Allah, kita harus lawan
ego. Kita mau damai supaya kita
dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala.
Tib ini dalam Al-Qur'an semua. Dalam
hadis juga ada contoh dalam hadis ya.
Ini dalam Al-Qur'an. Dalam hadis contoh
saya tambahkan misalnya
salat 4 rakaat sebelum Asar.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam
rahimahullahuan sha qbl asri arbaan.
Allah merahmati seorang hamba yang salat
asar sebelum sebelum salat asar empat
rakaat. Salat empat rakaat sebelum salat
asar. Akan dirahmati oleh Allah
subhanahu wa taala. Ini kalau pengin
dirahmati salat empat rakaat sebelum
asar. Kemudian juga di antaranya
salat malam sama pasangan.
Istri dibangunin salat, suami dibangunin
apa? Salat. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, rahimahroan
minili. Semoga Allah merahmati seorang
suami yang bangun malam kemudian salat.
Kemudian dia bangunkan istrinya untuk
salat. Fasat, maka istrinya pun salat.
Fain abat. Kalau istrinya gak mau
bangun, wajal, maka diperciikan air di
wajah istrinya. Laki-laki seperti ini
dirahmati. Yang bangunkan istrinya untuk
apa? Salat.
Ya, kalau enggak punya istri ya sudah
bangun.
Dan sebaliknya rahimullah semoga Allah
merahmati seorang wanita, seorang istri
qomat minil bangun malam kemudian dia
salat
zaujaha kemudian dia bangunkan suaminya
fasal kemudian suaminya pun salat abin
abajil. Kalau suaminya mau bangun dia
percikan air di wajah suaminya. Kata
Rasul sahu al wasam, jamian. Kalau
dua-duanya salat,
maka keduanya dicatat sebagai para
lelaki yang banyak mengingat Allah dan
wanita yang banyak mengingat Allah. Maka
di antara pengin dapat rahmat Allah
supaya rumah berkah, bangun malam. Ya
jangan bangun malam nonton bola,
nonton sinetron gak. Bangun malam untuk
salat. Hidup ini kita cari rahmat Allah
dan masuk surga dengan apa? Rahmat
Allah. Maksudnya kalau rahmat kita dapat
rahmat banyak surganya tinggi ya.
Kalau istrin percikan
kalau istrinya percikan aid boleh
sama. Iya. Kalau suaminya enggak salat
dia yang dapat dirahmati. Kalau suaminya
bangun ya dapat rahmat. Tapi dengan
lembut ya bukan bukan dengan gayung ya.
Dengan
sayang gitu.
Ulang lagi air ya. Bukan dengan kopi.
Air
kita mau dirahmati Allah ya begitulah.
ya berjuang saling kerja sama untuk
dekat dengan Allah Subhanahu wa taala.
Kalau empat rakaatnya langsung empat
rakaat atau dua?
Empat rakaat bisa dua-dua bisa empat
langsung seperti salat asar juga niatnya
yang beda
ya.
Tib
yang kedua ya
rahmat Allah
rahmat Allah ya
lebih besar
dari rahmat ibu.
Rahmat ibu kepada anaknya.
Makanya Allah mengatakan,
"Wah arhamur rahimin." Arhamur rahimin.
Dialah Allah yang maha penyayang dari
orang-orang yang menyayanginya.
Ya. Khairur rahimin. Dalam ayat yang
lain, anta khairur rahimin.
Khairurahimin. Engkau adalah yang
penyayang yang terbaik. Khairrahimin
artinya penyayang terbaik.
Arhamarrahimin yang paling sayang di
antara yang menyayang. Maksud saya
ketika seorang
memikirkan hidup ini yang sayang sama
dia banyak, istrinya sayang kepada dia,
anaknya sayang kepada dia, orang tuanya
sayang, kawannya sayang, tapi kasih
sayang Allah lebih daripada mereka seua
ya. Siapapun yang sayang sama kita masih
kalah dengan sayang Allah Subhanahu wa
taala. Karena siapapun yang sayang sama
kita, dia manusia saat suatu saat dia
bisa tinggalkan kita, suatu saat dia
kurang dalam ee menolong kita. Tapi
kalau Allah tidak akan demikian. Allah
lebih tah yang terbaik bagi hamba-Nya.
Ketika seorang berdoa pun tidak
dikabulkan itu karena Allah sayang sama
dia. Karena di balik itu mungkin kalau
dikabulkan mungkin dia lupa, mungkin dia
apa, mungkin dia tidak mendekatkan
dirinya kepada Allah lagi. Tapi intinya
Allah lebih sayang kepada ee seorang
daripada ibunya kepada dirinya sendiri.
Makanya Umar bin Khattab ketika hadis
Umar bin Khattab ketika Nabi melihat ada
seorang ibu menyusui anaknya, kata
Rasulullah,
"Apakah menurut kalian ibu ini akan
lempar anaknya ke api?" Kata para
sahabat, "Tak mungkin. Bagaimana seorang
ibu akan lempar anaknya ke api. Kata
Nabi, Allah arhamu biwadi. Allah lebih
sayang kepada hambanya daripada seorang
ibu ini kepada anak anaknya. Kenapa? Di
antara logika yang menunjukkan hal ini
karena kita ciptaan Allah. Sang kreator
lebih sayang kepada kreasinya. Adapun ee
ibu kita ya memang dalam perut ibu kita
dari hasil apa? Pembuahan ayah dan ibu.
Tetapi kita sekedar numpang. Yang yang
yang bikin sebenarnya siapa? Allah yang
bikin bentuk. Fiat masyaakabak. Allah
bentuk sesuai dengan bentuk yang Allah
kehendaki. Eh wasarakum faasanaum. Allah
membentuk kalian. Yang meniupkan roh
juga siapa? Allah. Jadi yang lebih
sayang adalah Allah. Ini sangat sangat
mudah. Tinggal seorang husnudan kepada
Allah subhanahu wa taala. Ini ini di
antara logika. Yang kedua, misalnya ibu
sayang sama kita, tapi suatu saat kita
ribut sama ibu. Ibu terkadang tidak
memaafkan. Terkadang tidak maaf,
terkadang marah. Tapi Allah Subhanahu wa
taala kita membanggang seperti apapun
kalau kita kembali langsung dimaafkan.
Bahkan diangkat derajatnya oleh Allah
Subhanahu wa taala. maka Allah lebih
sayang daripada ee hambanya. Makanya
ketika kita tahu Allah, ini di antara
faedah ketika kita tahu Allah yang maha
penyayang, maka kita senantiasa
husnudan, berbaik sangka. Nabi Ayub
ketika berdoa, dia mengatakan apa? Eaniu
ketika Nabi Ayub berdoa kepada Rabbnya,
dia berkata,
"Ya Allah, sungguh aku ditimpa dengan
penderitaan wa anta arhamahimin dan
Engkau Maha Penyayang.
Maka Allah pun kabulkan ya dia berdoa
dengan husnudan. Siapa yang lebih sayang
kepada saya daripada engkau? Istriku pun
masih kalah, keluargaku masih kalah,
semua yang paling sayang adalah engkau.
Maka Allah kabulkan. Demikian juga qul
huahmanu amanna bihi wa alaii tawakalna.
Katakan Allah berfirman, "Katakanlah
wahai Muhammad, huarahman." Dialah
arrahman yang maha penyayang. Amanna
bihi, kami beriman kepadanya. Wa alaiha
tawakalna. Dan kepada Allah kami
bertawakal. Kita bertawakal kepada
siapa? kepada zat yang paling sayang
sama sama kita, yang paling tahu
kemaslahatan kita, yang maha kuat, yang
bisa ngurusin kita, itulah tempat kita
bertawakal. Maka salah kalau kita
bertawakal kepada makhluk, bertawakallah
kepada yang maha penyayang.
Watwakal alal azizir rahim.
Bertawakallah kepada Allah yang maha
perkasa dan maha penyayang. Maka ini
berita bahwasanya kasih sayang Allah
lebih daripada kasih sayang makhluk.
Kemudian yang berikutnya,
Allah mewajibkan rahmat
atas makhluk. Allah mewajibkan dirinya
untuk sayang kepada makhluk.
Bukan, bukan wajib secara Allah wajib
sayang sama kita. Enggak. Memang Allah
kalau mau mau siksa kita, Allah gak ada
masalah dia mau bikin apa terhadap
makhluknya. Tapi Allah mewajibkan
dirinya untuk sayang kepada makhluk.
Kataba ala nafsi rahmah. Kata Allah,
kataba ala nafsi rahmah.
Allah mencatat atau mewajibkan dirinya
untuk rahmat. Surat Al-An'am.
Ayat 12. Kataba ala nafsi rahmah. Allah
mewajibkan dirinya untuk rahmat.
Demikian juga dalam surah Alanam 54
kata Allah Subhanahu wa taala, katabukum
ala nafsi rahmah. Allah mencatat rahmat
wajib untuk rahmat ya di wajibkan atas
dirinya kepada orang-orang beriman
kepada makhluknya.
Di antara bentuk rahmatnya annahu amil
minkum. Siapa yang melakukan dosa summa
taba min ba'dikum dan bertobat maka
Allah akan ampuni. Allah wajibkan untuk
mengampuni hambanya yang ber bertobat.
Tidak ada yang mewajibkan Allah untuk
rahmat. Tidak ada yang mewajibkan Allah
untuk kasih surga bagi orang beriman.
Allah mewajibkan dirinya sendiri. Dia
punya aturan untuk dirinya sendiri. Saya
wajibkan diri saya untuk merahmati orang
yang bertobat. Saya mewajibkan diri saya
untuk memberi surga bagi orang yang
beriman. Itu tidak ada yang mewajibkan.
Beda dengan Muktazilah ya yang
mengatakan memang wajib bagi Allah
secara zatnya, bukan Allah mewajibkan
dirinya sendiri.
Tib sebenarnya masih panjang tapi waktu
sudah habis. Sampai sini saja Ibu-ibu.
Saya khawatir kalau semakin panjang soal
ujian semakin banyak. Tib demikian saja.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Resume
Read
file updated 2026-02-16 11:27:06 UTC
Categories
Manage