Kind: captions Language: id Inalhamdalillah nahmaduhu wainuhu wafiruhu watubu ilaih wa naud nauzubillahi min syururi anfusina waminati a'alina yahdihillahu fala mudillalah wam yudlil fala hadiyaalah wa asadu La ilahaillallah wahdahu laarikalah wa asadu anna muhammadan abduhuasuluhu la nabiya ba'dah. Ya ayyuhalladina amanutqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun. had kitabullahir huda huda Muhammadin sallallahu alaihi wasallam umat maal musliminah faqal muttaquun sesungguhnya di antara sifat mendasar seorang hamba adalah melakukan dosa rasul sahu al wasam bersabda bani adam khat bahwasanya Ya, seluruh anak Adam sering melakukan dosa. Wirul attawabun. Dan sebaik-baik yang sering melakukan dosa adalah yang selalu bertobat kepada Allah subhanahu wa taala. Allah berfirman dalam hadis qudsi, "Ya ibadi innakum tukhtiuna baili whar." Wahai hamba-hambaku, kalian senantiasa melakukan dosa di siang hari maupun di malam hari. Maka sifat berdosa adalah sifat mendasar seorang hamba. karena kelemahannya, ketidakmampuannya untuk berhadapan dengan hawa nafsunya, ketidakmampuannya untuk tunduk di hadapan hal-hal yang telah menjerumuskannya. Maasyiral muslimin, karenanya di antara ibadah yang sangat agung adalah altirafu bidzam, mengakui dosa yang kita lakukan. Siapa yang mengukui dosanya di hadapan Allah subhanahu wa taala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Kita ketahui kalau seorang sedang menghadapi permasalahan dan melakukan kesalahan-kesalahan terkait dengan manusia, lantas dia duduk di dalam persidangan, maka tentu sulit baginya untuk mengakui kesalahan-kesalahannya. Dia tahu kalau dia mengakui kesalahannya, maka dia akan semakin terhina di hadapan orang-orang. Dia mengak dia tidak dia tahu kalau dia mengakui kesalahan-kesalahannya maka akan banyak hal-hal yang semakin dituntut kepadanya. Maka semakin banyak tanggung jawab yang harus dia tunaikan. maka susah susah baginya untuk mengakui kesalahan-kesalahannya. Itu pun kalau dia ingin mengakui kesalahannya maka dia harus menyusun kata-kata dengan baik. Kata-kata yang tersusun rapi agar dia bisa mengutarakan kesalahannya dengan baik. Itu kalau di hadapan manusia berbeda. Ketika seorang mengakui kesalahannya di hadapan Allah Subhanahu wa taala, dia tinggal mengungkapkan isi hatinya. Kalaupun dia tidak mampu mengungkapkan dengan kata-kata yang indah, maka Allah mengetahui tangisan hatinya. Dia tinggal mengakui. Kalau dia mengakui dia semakin dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Bukannya dia hina, malah dia semakin dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Karena Allah mengatakan innallaha yuhibbut tawwabin. Allah mencintai hamba-hambanya yang suka bertauat. Oleh karenanya, maasyiral muslimin, jika seorang melakukan dosa, maka mengakulah di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Katakan, "Ya Allah, aku tidak mampu meninggalkan dosaku ini. Ya Allah, sesungguhnya syahwatku telah menawanku. Ya Allah, sesungguhnya dunia telah masuk dalam ragaku dan hatiku. Ya Allah, kuatkanlah aku untuk meninggalkan beban dosa-dosa ini." Mengaku di hadapan Allah subhanahu wa taala. Allah memuji hamba-hambanya yang mengaku dosa-dosanya. Allah berfirman, "Waakunaru bidunubihim khqu amalan shihan waak asallahu alaihim. Innallaha gfurur rahim. Dan sebagian orang yang lain mereka mengakui dosa-dosa mereka. Mereka mencampurkan antara amalan saleh dengan maksiat. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Mereka mengakui dosa-dosa mereka maka Allah ampuni dosa-dosa mereka. Lihatlah ini yang dicontohkan oleh para nabi. Ketika mereka melakukan kesalahan, mereka langsung mengakui dosa-dosa mereka. Mereka tidak menunda-nunda untuk mengakui dosa mereka. Begitu bersalah mereka langsung mengakui dosa mereka. Nabi Adam Alaih Salam ketika makan dari buah yang dilarang, maka dia berkata, "Rabbanaamna anfusana waillam tagfirlana watarhamna lanakunanna minal khasirin." Ya Rabb kami, sungguhnya kami telah menzalimi diri kami itu. Kami telah bermaksiat, kami telah berdosa, kami telah salah. Waillam tagfir lana tarhamna. Kalau engkau tidak mengampuni kami dan tidak memaafkan kami, tidak merahmati kami, maka kami termasuk orang-orang yang merugi. Lihatlah Nabi Musa Alaih Salam ketika membunuh seorang tanpa sengaja yang tidak diperintahkan oleh Allah untuk membunuhnya. Maka dia mengatakan, "Qala rabi inniamtu nafsi fagfirli." Ya Allah, aku telah melakukan dosa menzalimi diriku sendiri. Ampunilah aku. Kata Allah, "Faghofarah." Maka Allah pun mengampuninya. Lihatlah Nabi Yunus Alaih Salam ketika ditelan oleh ikan paus fanada fulumat, maka dia menyeru dalam kegelapan yang bertubi-tubi yang menggelapinya. Kegelapan perut ikan paus, kegelapan malam hari, kegelapan mendung yang begitu pekat ketika itu, kegelapan lautan. Maka dia berkata, "La ilahailla anta subhanaka inni kuntu minadzalimin." Ya Allah, tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim. Yaaku, aku termasuk orang-orang yang berdosa. Maka mereka pun mengakui kesalahan-kesalahan mereka. Oleh karenanya, Nabi sallallahu alaihi wasallam mengajarkan kepada kita doa-doa yang berisi tentang pengakuan. Di antaranya doa yang diajarkan ketika seorang baca doa istiftah wajah wajah minal musrikin intiukiamah umir wa minal muslimin. Allahumma antal maliku la ilahailla anta antabi wa ana abdukamtu nafsi waoftu bidambirli dunubi jamian innahu la yagfirudzunuba illa ant yang maknanya Allahumma antal malik ya Allah engkau adalah raja la ilahailla anta tidak ada yang berhak disembah kecuali engkau anta rabb engkau adalah tuhanku wa ana abduk dan aku adalah hambamuamtu nafsi aku telah menzalimi diriku sendiri Dan aku mengakui dosa-dosaku. Ampunilah dosa-dosaku seluruhnya. Tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali engkau. Siapakah yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Allah subhanahu wa taala? Nabi juga mengajarkan doa dalam sayidul istigfar. Kemudian kita baca doa sayyidul istigfar di dalamnya. Di antaranya abuulaka binikmatika alaiya abuulaka bidzambi. Ya Allah aku mengakui nikmat-nikmat yang Kau berikan kepadaku. Sekian banyak nikmat yang tidak terhitung, tidak terhingga tapi aku juga mengakui wa abuulaka bidzambi dan aku mengakui dosa-dosaku. Sebenar mengatakan abuu. Maknanya ya Allah aku mengakui aku memikul dosaku yang aku tidak suka namun belum belum bisa aku tinggalkan. Aku mengakui dosa-dosaku tersebut di hadapan Engkau ya Allah. Ampunilah dosa-dosaku yang belum bisa aku tinggalkan ya Rabb. Ini adalah pengakuan kepada Allah agar diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. Demikian juga di antara doa yang diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Allahumagfirli kitiati wa jahli isrofi amri. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku dan kebodohanku dan sikap berlebih-lebihan dalam urusanku. Dan apa dosa yang kau lebih tahu daripada aku? Yaitu Rasulullah membuka doanya dengan berkata, "Ya Allah, ampuni dosa-dosaku wajahli dan ada dosa-dosa yang mungkin yang dilakukan karena kejahilanku atau ketidaktauhanku isi fi amri dan sikap berlebih-lebihan dalam urusanku." Dan dosa-dosa yang mungkin aku duga bukan dosa, ternyata dosa di sisimu. Kemudian beliau melanjutkan doanya, "Allahfirli wazli wa jadualika." Ya Allah, ampunil dosa-dosaku yang aku tidak sengaja maupun yang aku sengajai atau dosa yang timbul karena aku bercanda atau keseriusanku. Wluika dan semua itu ada padaku. Pengakuan kepada Allah Subhanahu wa taala. Allahumfirli ma qaddamtu w akartu w asr alantu. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan mungkin yang akan aku lakukan di kemudian hari. Apa yang aku lakukan terang-terangan yang apa aku lakukan sembunyi-sembunyi. Antal muqaddimu wa antal muakhiru wa anta ala kulliin qodir. Ini doa-doa yang diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam bentuk pengakuan terhadap dosa-dosa. Oleh karenanya, maairal muslimin, tinggal mudah seorang bermunajat di hadapan Allah, menderaikan air matanya, mengakui dosa-dosanya. Sungguh kita semua sering terjermus dalam dosa-dosa. Setiap kita lakukan dosa, jangan pernah tunda untuk mengakui di hadapan Allah Subhanahu wa taala agar Allah Subhanahu wa taala mengampuni dosa-dosa kita. Hza astagfirullah wakum musliminu innahu gfurahim. Alhamdulillahi ala insani wasyukrullahu ala taufiqihi wamtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul da ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan maasyiral muslim selama hidup selama nyawa belum di kerongkongan belum gorgorah selama matahari belum terbit dari barat maka seorang punya nya waktu untuk beristigfar untuk mengakui dosa-dosanya. Dan suungguhnya seorang yang cerdas tidak menunda pengakuan dosanya di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Buat apa dia menunda pengakuan dosa sementara dia mengaku di hadapan arhamur rahimin, zat yang paling sayang, maha penyayang, lebih sayang kepada hamb-Nya daripada kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Kalau banyak orang sayang kepada kita, ayah kita, ibu kita, anak kita, orang tua kita, saudara kita, kawan kita, maka yang lebih sayang dari mereka semua adalah Allah subhanahu wa taala. Maka seorang husnuzan kepada Allah subhanahu wa taala maka utarakan dosa-dosanya, akui dosa-dosanya di hadapan Allah subhanahu wa taala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Jangan dia tunda-tunda. Akhirnya hanya mengaku ketika di hari kiamat. Allah sebutkan orang-orang yang bodoh yang mereka menunda pengakuan dosa mereka pada hari kiamat kelak dan tidak diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Allah menceritakan tentang para penghuni neraka. Kata Allah, faarofu bidambihim fasuhq lihabisir. Mereka pun mengakui dosa-dosa mereka tapi celaka bagi penghuni neraka jahanam. Dalam ayat yang lain mereka berkata bermunajat kepada Allah subhanahu wa taala. Rabbana amattanataini wa ahyaitan bidunubina fahal khurujim minil. Mereka mengatakan dalam neraka jahanam, "Ya Rabb kami, Engkau telah mematikan kami dua kali. Engkau telah menghidupkan kami dua kali. Faarofna bidunubina. Maka sekarang kami akui dosa-dosa kami. Fahal khuruj minil. Apakah ada jalan untuk keluar dari kesaaran api neraka jahanam? Tidak ada jalan. Karena mereka mengakui dosa-dosa mereka setelah kesempatan telah sirna.