Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhuasuluh da ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani para umahat para akhwat dan juga para ikhwan kita lanjutkan bahasan kita dari kitab al-arbain annawawiyah Ya, kita sampai pada hadis keempat yaitu amalan tergantung penghujungnya. Maka pada hadis keempat ini Al Imam Nawawi membawakan hadis yang masyhur, hadis Abdullah bin Mas'ud. Saya bacakan an Abdillah bin Mas'udin radhiallahu anhu. Dari sahabat yang mulia Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu qala beliau berkata, "Haddasana Rasulullah sahu alaihi wasallam wahua shodiqul masduq." Telah menyampaikan kepada kami Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan dia adalah yang benar dan dibenarkan. Sahabat yang namanya Abdullah ada banyak ya. Di antaranya Abdullah bin Mas'ud, di antaranya Abdullah bin Abbas, di antaranya Abdullah bin Amr ibn Ash. Ya, mereka semua dikenal dengan Abdullah. Di antaranya Abdullah bin Umar. Di antara yang terkenal meriwayatkan hadis empat orang ini, yaitu Abdullah bin Mas'ud. Abdullah bin Mas'ud senior. Ada musisanya adalah junior Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, dan Abdullah bin Amr ya ibn Ash. Ee dan kali ini yang menyampaikan adalah Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu. Beliau berkata dan dia senior termasuk sahabat yang awal-awal masuk Islam di Makkah. Bahkan ada yang mengatakan, "Awalu man jaharo bil Quran." Yang pertama kali membaca Quran terang-terangan sehingga dipukulin di dekat Ka'bah adalah Ibnu Mas'ud. Ketika dia terang-terangan dengan keras membaca surah Ar-Rahman. Kemudian beliau dihantam atau dihajar oleh orang-orang Quraisy. Beliau berkata, Rasul sahu alaihi wasallam telah menyampaikan kepada kami wahua shodiql masduq. Dan dia adalah asodq almastuq yang benar dan dibenarkan. Kenapa beliau membuka hadisnya dengan lafal shoddiq almasduq? benar dan dibenarkan. Karena apa yang akan beliau bawakan dari hadis Nabi ini terkait dengan perkara gaib. Sehingga ini sekedar mengingatkan Rasulullah adalah sodq, jujur dan konsekuensi dari dia jujur, dia juga harus dibenarkan. Dan ada dua perkara gaib yang akan disampaikan dalam hadis berikut. Yang pertama terkait dengan kondisi perubahan kondisi janin dalam ee rahim seorang wanita. Dan ini perkara gaib ya. Dan yang kedua tentang takdir bahwasanya setiap janin akan didatangi malaikat yang bertugas mencatat takdir janin tersebut. Bab kita bacakan. Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Inna ahadakum yujm khquu fi ummi yauman." Setiap orang dari kalian telah dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya selama 40 hari. Setelah itu menjadi alaqah ee seperti itu pula ya. Alaqatnya segumpal darah ya. Di sini diterjemahkan dengan sigot ya segumpal darah. Tma yakunu mudgatan mladalik. Kemudian menjadi mudghah. Mutghah segumpal daging ya. Seperti itu pula. Setelah itu tma yursalul malaquuh. Setelah itu diutuslah malaikat. Lalu malaikat meniupkan dalam janin tersebut roh. Tadi fisiknya dia kemudian dikasih dikasih roh. Waru biarbai kalimat. Kemudian malaikat tersebut disuruh untuk menulis empat perkara, yaitu masalah takdir. Apa saja empat perkara tersebut? Bikatbi rezkihi. Malaikat suruh catat tentang rezeki. Jatah rezeki, kadar rezeki. Berapa takdirnya? Berapa kadarnya buat orang ini, buat janin ini. Wa ajalihi dan juga ajalnya, kadarnya sampai kapan, takdirnya sampai kapan. wa amalihi dan juga amalnya apa aja yang dia lakukan selama hidupnya nanti. Wasun dan dia masuk neraka atau masuk surga. Apakah dia sengsara atau dia bahagia masuk surgaalladzi la ilaha ghairuhu. Kemudian setelah itu Nabi bersumpah untuk penekanan demi zat yang tidak ada sembahan kecuali Allah. Inna ahadakum lamalu biamali ahlil jannah. Sungguh salah seorang dari kalian benar-benar melakukan amalan penghuni surga. Hatta ma yakunu bainahu. Hatta ma yakunu bainahu wa bainaha illa. Sehingga tidaklah ee jarak antara dia dengan surga kecuali hanya satu hasta. Fayasbiqu alaihil kitab. Namun sudah kedahuluan kitab itu takdir yang dicatat. Fayalu biamali ahlinar. Maka di akhir hayat dia melakukan pekerjaan penghuni neraka. Fayaduluha kemudian dia masuk neraka. Dan sebaliknya wa inna ahadakumalu biamali ahlinar. Sungguh salah seorang dari kalian melakukan amalan penghuni neraka itu bermaksiat. Hatta ma yakunu bainahu wainaha sehingga jarak dia dengan neraka tinggal satu hasta. Sebentar lagi masuk neraka. Fasbiqu alaihil kitab. Namun sudah kedahuluan takdir fayalu biamal ahl jannah. Ternyata di penghujung hayatnya dia beramal dengan amalan penghuni surga. Fayadkhulu artinya dia masuk surga. Ini hadis ee riwayat Bukhari dan Muslim yang menjelaskan tentang ee dua hal terkait masalah gaib. Makanya tadi saya katakan di awal hadis Ibnu Mas'ud mengingatkan tentang sifat Nabi itu assodq. Dan makanya kalau Rasulullah adalah soddiq, maka dia harus masduk di dibenarkan. Tib ada dua perkara gaib ya, dua perkara gaib yang dibahas dalam hadis ini. Yang pertama adalah tentang kondisi janin. Kondisi janin di rahim wanita. Adapun masalah gaib yang kedua adalah masalah takdir ya. Takdir atau catatan takdir ya. Catatan takdir bahwasanya apa yang terjadi sesuai dengan takdir yang telah ditentukan. Kita tahu bahwasanya zaman dahulu tentu tidak ada alat ee canggih seperti sekarang sehingga seorang mustahil mengetahui ee kondisi janin dalam perut ee seorang seorang ibu. Ya, oleh karenanya kita dapati ini di antara salah satu ee disebut dengan mukjizat Al-Qur'an di mana Al-Qur'an menjelaskan tentang janin, tentang penciptaan manusia luar biasa ya. Di antaranya dalam Al-Qur'an ada dua atau dua surat. Yang pertama surah Almukminun ya Qurat surah Almukminun ayat 12. sampai 14 ya 12 sampai 14. Kemudian juga yang serupa adalah Quran surah ee Al-Haj ayat 5. Quran surah Al-Haj ayat ayat 5. Dan Allah contoh dalam Al-Qur'an Allah mengatakan, "Hal ata alal insani minadari lam yakun inqnal insana minatin amsajin. Sungguh kami telah menciptakan manusia dari nutfah. Nutfah ee air mani. Kemudian Allah mengatakan amsya jin yang tercampur. Ya, sehingga banyak ulama menafsirkan tercampur maksudnya tercampur dengan sel telur, dengan air dari wanita. Dan ee bahwasanya dulu orang-orang Arab mengira bahwasanya manusia terbuat dari sperma saja. Begitu masuk kemudian dirawat dalam rahim kemudian jadi manu manusia. Ternyata Allah mengatakan dengan lafal amsyaj bahwasanya bukan sperma saja untuk terbentuknya manusia. Ternyata sperma tersebut bercampur bercampur dengan apa? Bercampur dengan sel ovum wanita. Baru kemudian terjadi manusia. Tib. Eh, kita bacakan di sini. Allah berfirman dalam surah Almukminun ayat 12 sampai seterusnya. Walaq khalaqnal insana min sulalatin mintin. Ya, di sini Allah sebutkan tahapan-tahapan. Kita ambil kesimpulan dari dua surat ini ada beberapa tahapan ya. Yang pertama adalah eh min sulalatin min dari saripati. tanah. Manusia dari saripati tanah ini bagi Adam ini terkhususkan buat siapa? Adam alaihi salam. Ini penciptaan Adam. Kalau Adam Alaih Salam tentu ee tidak melalui proses seperti yang yang kita alami, tetapi langsung dari tanah langsung dibentuk dalam bentuk seperti tembikar ditiupkan kemudian jadi manusia. Bergerak hidup subhanallah dari benda mati ee dari tanah Allah ciptakan Adam dari min adimil ard. Adim itu maksudnya dataran muka bumi. Dalam riwayat disebutkan Allah mengumpulkan berbagai macam model tanah. Ada tanah warna-warni, warna merah, warna hitam, warna coklat. Diambil semua. Ada yang keras, ada tanah yang lembut, ada yang tanah macam-macam model dari tekstur maupun warna. Setelah itu Allah ciptakan Adam. Maka jadilah Adam Alaih Salam manusia pertama yang sempurna dengan tinggi 60 hasta. Kemudian dengan wajah yang tampan, dengan kesempurnaan. Setelah itu anak-anaknya mulai bermacam-macam modelnya karena penciptaan Adam dari tanah yang beraneka ragam. Tapi Adam tidak melalui proses ee sperma kemudian dan seterusnya. Adapun kita manusia, maka ee Allah menciptakan kita dari tumma ja'alnahu nutfat nutfatan. Nutfah. Nutfah di sini ingat Allah sebutkan dalam ayat yang dengan nama amsyaj. Amsyaj. Amsyaj. Dan amsyaj tadi artinya campuran. Maksudnya adalah campuran sperma plus ovum. Sel ovum yaitu sel telur wanita. fi qarorin makin. Yaitu Allah letakkan nutfah ini di mana? Di qarorin makin tempat yang kokoh. Qarin tempat yang kokoh. Maksudnya adalah rahim. Itu maksudnya adalah rahim. Kemudian kata Allah, "Tumma ja'alna nutfatafma khalaq nutfata alaqah." Setelah itu kami rubah nutfah menjadi alaqah. halaqah segumpal darah ya segumpal darah atau zigot ya segumpal darah atau zigot ya kemudianqnalq setelah itu kami kata Allah ciptakan sebuah ini semua yang bikin semua Allah yang rubah dari sini menjadi ini menjadi ini menjadi berikutnya ya ee kemudian alaqah menjadi mudghah Mudghah maksudnya segumpal daging. Daging kecil ya. Seperti orang bilang mudgah itu daging kecil yang bisa dikuny oleh seorang. Maksudnya kecil sedikit ya, kurang tidak besar. Maksudnya prosesnya seperti itu. Kemudian fakalaqnal mudg idaman. Setelah kami ciptakan mudghah, kami jadikan mudgah jadi idam. Idam itu adalah tulang ya. Fakasaunal idama lahma. Kemudian yang keenam, kami jadikan ee bungkus tulang dengan daging. I lahma ya. yaitu membungkus tulang dengan daging. Tulang dibungkus daging. Setelah itu, tumma any khalqon akhr. Pada proses yang ketujuh kami jadikan khalqon akhar. Khalqon akhar yaitu ee cip apa namanya? Proses yang lain ya. makhluk atau bentuk yang lain. Bentuk yang lain yaitu kata isyarat para ulama. Maka bentuk ini prosesnya cepat. Pada proses yang ketujuh kata Allah setelah itu, fatabarakallahu ahsanul khaliqin. Maka sungguh maha suci Allah sebaik-baik pencipta. Inilah urutan ciptaan manusia. Dalam ayat yang lain dalam surat alhaj ayat 5 Allah berfirman, "Ya ayuhanasu inumib minal ba." Wahai manusia sekalian, kalau kalian ragu tentang kebangkitan, maksudnya Allah jadikan tahapan proses manusia ini dari nutfah dari air mani kemudian proses sampai jadi manusia. Itu dalil untuk adanya hari kebangkitan. Kenapa kalian heran wahai kaum Quraisy, wahai orang-orang Arab, musyrikin Arab bahwasanya akan terjadi kebangkitan?" Kata mereka, "Man yuhma wahiyaim." Siapa yang bisa ciptakan manusia setelah menjadi tulang-belulang yang hancur lebur? Ya, maka Allah sebutkan banyak dalil bahwasanya tulang yang sudah hancur lebur, yang sudah menjadi tanah, bisa Allah ciptakan lagi menjadi manusia. Sangat mudah bagi Allah. Dalilnya sangat banyak. Dalil tentang proses bisa adanya hari kebangkitan. Di antara dalil tersebut, dari sekian banyak dalil tersebut adalah dalil bahwasanya kalian manusia tahu manusia itu tercipta dari tahapan-tahapan. Ya, yang semua tahapan itu Allah yang atur dari air mani kemudian menjadi alaqah. dari alaqah menjadi mudgah. Dari mudgah menjadi idam, dari idam menjadi lahm. Kemudian khalqan akhar. Siapa yang bisa bikin urutan seperti ini maka dia bisa membangkitkan manusia. Sangat mudah. Makanya Allah kaitkan tentang proses perubahan manusia dari nutfah sampai jadi manusia sebagai dalil akan mungkinnya hari kiamat. Makanya Allah mengatakan, "Ya ayyuhanasu in kuntum fi rbi minal ba." Wahai manusia sekalian, jika kalian ragu tentang kebangkitan, renungkanlah bag bagaimana terjadi manusia. Bagaimana air mani nutfah tiba-tiba menjadi sosok yang bertulang, yang berfisik, kemudian bisa berpikir, kemudian bisa bergerak dengan lincah. asalnya hanyalah amsyaj air mani. Nah, kalau manusia sudah mati, tulangnya sudah menjadi tanah, Allah bisa rubah kembali untuk menjadi manusia lagi. Dan ini salah satu dalil tentang mungkinnya hari kebangkitan. Maka Allah kaitkan hari kebangkitan dengan proses terjadinya manusia. Kata Allah, "Ya ayyuhannasu inuntum fi rbi minal ba." Kalau kalian ragu tentang hari kebangkitan, fainna khalaqnakum min turab. Sesungguhnya K menciptakan dari tanah tadi. Dari tanah itu Adam ya khusus Adam. Tumma min nutfah. Tumma minutfah. Kemudian dari nutfah. Tma min alaqah. Kemudian dari alaqah. Tma min mudgah mukhallatan wahair mukhalaqatin. Dan dari mudghah ada mudghah yang terbentuk dan ada mudghah yang tidak terbentuk. Kata para ulama mudgah dalam surah al-Haj ini segumpal daging. Ada yang berbentuk ada yang tidak berbentuk. tidak berbentuk maksudnya dia cacat atau dia keguguran ya sehingga gugur ya tidak jadi ya linubayina lakum yaitu Allah yang berkehendak menjadikan janin ini berhasil tidak terbentuk maksudnya gugur keguguran apakah nutfah ini akan selesai sampai proses ujungnya atau di tengah dia terhenti semua yang ngatur Allah subhanahu wa taala manusia gak bisa apa-apa tidak bisa ikut campur cuma-cuma makan minum kemudian sang ibu menanti Nanti apakah anak ini berhasil menjadi anak atau tidak, itu urusan Allah Subhanahu wa taala. Kata agar kami menjelaskan kepada kalian arhamya dan kami memantapkan di rahim apa yang kami kehendaki. Ajal musamma sampai waktu yang ditentukan yaitu 9 bulan atau terlambat atau cepat. Setelah itu kami keluarkan kalian menjadi anak kecil asudakum. Setelah itu kalian sampai setelah kecil asyud yaitu masa muda yang kuat. Setelah itu apakah berhenti sampai muda? Kata Allah, "Waminkum man yutawaffa." Di antara kalian ada yang meninggal cepat sebelum tua. Waminkum man yuraduil umur. Di antara kalian ada yang tua sampai pada umur yang paling rendah, yaitu pikun, lemah, susah hidup. Umur sudah 100 tahun lebih tapi hidupnya susah. Lika yama min ba'di ilmin sa wataral ard hamidatan. ee dan seterusnya ya kata Allah Subhanahu wa taala. Kita lanjutkan. Jadi inilah proses ee jadi tadi ilmiah setelah tadinya dia berilmu, setelah dia pikun aril umur dia lupa. Setelah itu Allah sebutkan lagi dalil kedua tentang hari kebangkitan. Kalau kita lanjutkan ayat ini. Watar hamidatan bumi yang sudah mati diam. Ketika kami turunkan air hujan tiba-tiba tumbuh. Maksudnya Allah mengatakan bangkitkan manusia itu sangat mudah. Lihatlah proses bagaimana perubahan manusia dari air mani kemudian semakin semakin semakin kemudian jadi manusia. Kemudian dari lemah menjadi kuat jadi kuat menjadi lemah lagi. Kemudian mati mau dirubah lagi oleh Allah untuk kembali. Prosesnya sangat mudah. Nah, oleh karenanya ayat yang atau hadis yang disampaikan oleh Ibnu Mas'ud tentang proses janin ini ternyata sudah disebutkan juga atau sebagai penjelas dari dalam Al-Qur'an. Hanya saja di Al-Qur'an tidak disebutkan kapan Allah ee kasih wahyu dan berapa lama prosesnya. Berapa lama prosesnya. Nah, di sini hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam menjelaskan tentang perubahan-perubahan. Di sini ada dua model hadis ya. Di antaranya pertama hadis Ibnu Mas'ud. Habib Ibnu Mas'ud zahirnya seakan-akan menyatakan ada 40 hari tiga kali. Ya, jadi saya ee kita jelaskan di sini hadis ada dua model. Dua model hadis tentang yang tidak jelaskan Al-Qur'an adalah tentang masa atau lamanya ee apa namanya? tahapan tersebut tahapan janin janin. Kemudian demikian juga tahapan janin dan kapan dan kapan ditiupkan roh. Tiupkan roh. Baik. Sini ada dua hadis. Hadis pertama ada dua hadis yang seakan-akan bertentangan. Hadis pertama hadis Ibnu Mas'ud. Kalau kita yang sedang kita bahas ini zahirnya Rasulullah mengatakan ee dalam hadis ini Rasulullah mengatakan eh yujm khquu fi ummi arba yauman nutfah. Jadi pertama 40 hari pertama nutfah nutfah. Kemudian tumma yakuna alaqan mlalik. Kemudian 40 kedua alaqah. Kemudian yang 4 ketig tumma yakunu mudgatan mladalik. Kemudian mudgah mudghah. Jadi nutfah 40 hari, alaqah 40 hari yaitu segumpal 40 hari, mudghah segumpal dengan 40 hari. Sehingga totalnya 40 dan 40 sama dengan 120 hari atau sama dengan 4 bulan. Baru setelah itu, tahapan berikutnya, setelah itu baru ditiup roh. Setelah itu baru tiup ruh, lalu ditiup roh dan dicatat takdir. Ini dalam hadis Ibnu Mas'ud. Sementara dalam hadis lain, ini hadis yang sahih, sahih Bukhari dan sahih Muslim. Demikian juga dalam hadis yang lain ya ee hadis Hudzaifah bin Asid alghifari ini juga hadis yang sahih dan dia adalah hadis riwayat Muslim ya. Saya bacakan. Mar bin nutfah wa arbauna lailah. Hadis Hudzaifah bin Asid alghifari. Hudzaifah alghifari. Saya bacakan. Rasulullah bersabda, ini hadis juga sahih. Jika Nutfah sudah berusia 42 tahun eh 42 hari, 42 hari, baatallahu ilaiha malakan. Maka Allah kirim malaikat. Jadi dalam hadis ini, proses peniupan roh itu setelah usia 42 hari. Bukan 120 hari, bukan 120 hari, tapi 40. Di sini perbedaan 42 hari, di sini 4 bulan 120 hari. Maka ditiup roh. Kata kata Nabi. Maka Allah pun kirim malaikat fasaha waqaha. Maka kemudian dibentuklah diberikan pendengarannya, penglihatannya. W jildaha walahmaha. Kemudian kulitnya kemudian dagingnya waidamaha dan kemudian ee tulangnya. Qala yazakarun aum unsa. Maka malaikat bertanya, "Ya rabku, ini saya mau catat apa ini? Laki atau perempuan fayqdibuka maayaa waktubulak. Maka terserah Allah mau jadikan laki mau perempuan terserah Allah. Waktuul malak. Maka malaikat mencatat tma yaakl ya rabbi ajaluhu. Ajalnya berapa ya Allah? Fakbuka syaa Allah terserah bilang berapa ajalnya. Waktubul malak. Malaikat catat lagi dia malaikat bertanya lagi ya Allah rizuh rezekinya berapa? Maka Allah menentukan yang Allah kehendaki rezekinya berapa terserah. Maka malaikat keluar dengan catatan apa yang telah dicatat sesuai dengan perintah Allah tidak ditambah tidak dikurangi. Tib di sini seakan-akan ada ee sedikit kontradiktif. Ibnu Mas'ud menyebutkan zahirnya 120 hari baru ditiup ruh. Adapun hadis Hudzaifah al-Ghifari 42 hari ditiup ruh. Bagaimana mengkompromikannya? Maka ada beberapa cara pengpromian. Cuma saya lebih cenderung ee bahwasanya hadis Ibnu Mas'ud dibawakan kepada makna hadis Hudzaifah. Jadi sabda Nabi, "Inna ahadakumjui umuman yakunuika." Ya, datang dalam redaksi yang lain. Jadi kalau kita ada dua redaksi ya. Redaksi yang awal yang kita baca ya. Saya ulangi ibu-ibu. Ibu-ibu masih ikut apa sudah tidur nih? Ini terkait ibu-ibu ini urusan janin ya. Urusan janin ya. Saya bacakan ya redaksi yang sedang kita baca yang lafalnya dibawakan oleh Imam Nawawi dalam Arbain Nawawiyah. Inadukum khqu um yauman. Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya. di perut ibunya 40 hari. Jadi nutfah. Kemudian setelah itu seperti itu juga dalam bentuk alaqah. Kemudian seperti itu pula dalam bentuk mudgah. Seperti itu, seperti itu dia ditafsiri oleh seb ulama. Maksudnya 40 hari lagi, 40 hari lagi yakunu alaqatan mlalik. Setelah nutfah 40 hari kemudian menjadi alaqah seperti itu. Kemudian jadi mudgah seperti itu. Seperti itu mlialik itu diafirkan dengan 40 hari. 40 hari jadi 120 hari. Ternyata datang dalam lafal yang lain. Ibu-ibu bisa lihat di buku Arbain Nawawiyah di aplikasi pada halaman 68. Dalam riwayat yang lain redaksinya inna ahadakum yujmaqu umi arba yauman. Sesungguhnya penciptaan manusia di dalam perut ibunya 40 hari. Kemudian dalam 40 hari tersebut alaqah jadi alaqahik. Kemudian di 40 hari tersebut juga terjadi mudghah. Jadi tafsiran kedua yang dilafal Ibnu Mas'ud menguatkan maksudnya 40 hari tadi terjadi semuanya nutfah, alaqah, mutqah dalam 40 hari tersebut. Bukan 40 nutfah, 40 alaqah, 40 mghah. Tetapi dalam 42 hari tadi atau 40 hari terjadi tiga-tiganya. Makanya diartikan mladalik yaitu eh yakunu yaitu dalam 40 hari tersebut terjadi proses juga. nutfah sekaligus alaqah terjadi perubahan kemudian mutghah. Ini tafsiran wallahu alam bawab lebih ee lebih kuat ya dan sesuai dengan ilmu kedokteran zaman sekarang ya. Oleh karenanya berarti kita bisa simpulkan bahwasanya fase air mani segumpal darah dan segumpal daging semuanya adah 40 hari bukan masing-masing setiap fase 40 hari. Ya, manakan yang menyurut para dokter setelah 40 hari pertama janin sudah mulai terjadi pembentukanahuq itu setelah itu. Jadi Allah mengatakan wqqalahinqanah. Setelah proses jadi nutfah air mani alaqah segumpal darah segumpal daging baru Allah ciptakan mulai ada tulang kemudian daging tma khalqon akh kemudian proses yang sangat cepat dan ini sesuai dengan yang ilmu kedokteran modern bahwasanya proses pembentukan sudah 40 hari masuk 40 hari kedua sudah mulai proses pembentukan bukan hanya sekedar segumpal darah atau daging jadi proses membentuk janin setelah 40 hari kedua sudah mulai ada. Maka Allah bawab ee kita tafsirkan hadis Ibnu Mas'ud kepada hadis Hudzaifah atau dari Ibnu Mas'ud dalam lafal yang lain ya. Jadi mendukung hadis Hudzaifah. Jadi yang pendapat yang lebih kuat wallahuam bawab bukan 40 hari nutfah, 40 hari alaq, 40 hari mudghah. Tetapi dalam 40 hari atau 42 hari tersebut sudah terjadi tiga-tiganya. nutfah kemudian alaqah kemudian mutghah. Setelah itu 40 hari kedua bagi umur janin sudah mulai terjadi pembentukan. Wallahuam bisawab tayib. ini ee terkait dengan janin. Setelah itu ee pembahasan berikutnya terkait dengan hukum-hukum terkait janin. Ya, hukum-hukum terkait janin. Ibu-ibu ada yang dokter anak ada enggak? Coba dicek lagi hukum-hukum terkait janin. Baik. Pertama, menggugurkan janin hukumnya haram ya. menggugurkan janin adalah haram ya meskipun belum terbentuk meski ya belum terbentuk misalnya diketahui di tes ternyata garis merahnya dua eh apa berarti apa ha hamil kalau sudah hamil tidak boleh digugurkan ya kalau QQ apa? Euqiruhu fil armiasya. Kami kokohkan janin apa air mani tersebut. Fil arham ya. Walaq khalaqnal insana min sulalati mintin tumma jaalnahu nutfatan fi qor makin. Kemudian kami jadikan manusia berupa nutfah fi qarorin makin. Yaitu di rahim. Allah menamakan rahim dengan qarar makin. Dan Allah mengatakan kami telah meletakkan. Maka kalau sperma sudah sampai ke rahim, berarti sudah terjadi proses sperma dengan sel ovum, sudah terjadi pembentukan. Meskipun belum jadi apa-apa, tapi sudah terjadi. Kalau sudah terjadi, wanita sudah tahu dirinya hamil, meskipun belum 4 bulan, meskipun belum 2 bulan, meskipun baru 40 hari, maka hukumnya haram tidak boleh digugurkan. Kenapa tidak boleh digugurkan? Karena sudah terjadi proses pembentukan. ya, karena sudah terjadi kehamilan. Jadi ee haram meskipun belum terbentuk manusia ya, tetapi tetap haram karena sudah berproses ya di rahim. Dan Allah sudah menyatakan kami telah meletakkannya pada tempat yang kokoh. Maka siapa yang melakukan aborsi maka hukumnya haram. Hukumnya haram. Kemudian jika ya jika telah lewat 42 hari. Nah, ini repot ini 42 hari tadi kita sudah sebut khilaf 42 hari. Apakah setelah 42 hari roh ditiup ataukah 20 hari? Tadi khilaf di kalangan ulama ya. Pendapat pertama roh ditiupkan setelah 42 hari. Pendapat yang lain mengatakan roh ditiupkan setelah 120 hari. Tapi kita ambil pendapat yang jumhur mayoritas, maka kalau bayi sudah 120 hari, maka dia sudah hidup. Dia sudah hidup sebagai manusia karena sudah ada rohnya. Maka siapa yang menggugurkan bayi? Jika digugurkan, digugurkan hukumnya seperti membunuh. Hukumnya seperti membunuh. Saya ingatkan, adapun pendapat sebagian ulama yang mengatakan kalau masih belum jadi bentuk baru 2 minggu, baru kehamilan 2 minggu digugurkan tidak mengapa. Karena seperti hukum azal. Azal sperma dikeluarkan dari rahim apa tidak dimasukkan rahim kan enggak. Mengapa? Kalau gitu menggugurkan sperma yang masih dalam rahim sudah kehamilan, masih umur 2 minggu, 3 minggu tidak jadi masalah. Ini tidak benar ya. Karena azal belum ada proses. Dia belum bertemu dengan sel ovum. Jadi beda, jangan dijadikan bolehnya azal untuk bolehnya menggugurkan. Karena beda azal air mani di luar daripada rahim. Adapun kalau sudah hamil, air mani sudah masuk dan sudah berproses, sudah bereaksi dengan sel ovum, maka siapa yang menggugurkannya maka dia telah berdosa. Dia merusak ee tatanan apa yang telah Allah tetapkan. Tetapi lebih parah kalau sudah berbentuk maka dia bisa jadi seperti membunuh ya. Karena apalagi sudah ada roh. Makanya para ulama sepakat kalau sudah lebih dari 120 hari apalagi sudah ada bentuk bayi tersebut sudah terbentuk maka kalau belum berbentuk mereka bilang tidak usah di tidak usah di misalnya disalatkan, dimandikan. Tapi kalau sudah berbentuk maka seperti manusia yang lain. Intinya kalau sudah lewat 120 hari digugurkan maka seperti hukumnya membunuh. Bahkan para ulama mengatakan jika bayi tersebut dikhawatirkan kalau dibiarkan akan mengancam kesehatan ibunya sementara dia sudah besar, sudah 4 bulan, ya, maka tidak boleh digugurkan demi menyelamatkan ibunya. Tidak boleh. Karena dua-duanya sudah bernyawa. Tidak boleh kita bilang, "Kalahkan bayi, ibunya aja yang mati." Gak boleh. Atau ibunya a yang mati, biar bayinya yang hidup. sudah jalanin aja nanti lihat terjadi ke depan. Karena nyawa ibu tidak lebih penting daripada nyawa ba bayi. Makanya bayinya gugurin ibunya selamat ya. Karena kematian ibu pun perkara yang masih maskuk, masih belum jelas. Maka tidak boleh menggugurkan kalau bayi sudah berusia 120 hari 4 bulan. Karena sepakat ulama telah ditiupkan roh kepadanya. Wallahuam bisawab. Ini masalah pertama terkait dengan gaib. Makanya Ibnu Mas'ud ketika menyimkan hadis, dia mengatakan wahua shoddiqul masduq. Bahwasanya Rasulullah jujur dan di harus dibenarkan. Karena dalam hadis yang disampaikan Ibnu Mas'ud terkara menyampaikan dua perkara gaib. Perkara gaib pertama adalah terkait perjalanan janin dan kapan ditiupkan rohnya dan kapan datang malaikat. Semua gaib, enggak ada yang tahu. Yang kedua terkait dengan takdir ya, masalah takdir. Jadi yang masalah kedua masalah catatan takdir. Tayib. Ee setelah itu, setelah terbentuk maka datanglah fayursalu ilaihil malak. Maka malaikat pun datang kemudian faymaru biar arba kalimat. Maka malaikat diperintahkan untuk mencatat empat catatan yaitu bikat rizkihi wa ajalihi. Rezekinya ajalnya wa amalihi amalnya syaqiun am saidun. Sengsara masuk neraka atau bahagia masuk surga. Maka sebagaimana kita telah sering belajar tentang masalah iman bilqadar, yaitu iman kepada takdir, ya. Bahwasanya takdir semuanya pasti terjadi ee sesuai dengan apa yang Allah catat. Dan kita tahu di antara fase-fase iman kepada takdir ada empat, yaitu ilmu Allah, kemudian pencatatan, kemudian al-masyiah kehendak. Ini sederhana aja. Kemudian apa? Alkalq atau penciptaan atau eksekusi. Saya sering sampaikan hal ini logika sederhana. Makanya Allah adalah ee apa namanya? Ee sangat maha kuasa. Maka Imam Ahmad mengatakan, "Alqudrah al alqadar qudratullah." Kata Imam Ahmad, "Alqadar qudratullah." Al-qadar qudratullah. Takdir itu kekuasaan Allah. Kenapa? Di antara bentuk kekuasaan Allah, sebelum Allah menciptakan, Allah sudah mentakdirkan seluruhnya. Saya sering sampaikan logika. seperti seorang misalnya yang ingin bikin rumah, maka dia memplanning sebelum membikin rumah, maka dia tahu saya mau bikin rumah misalnya bikin villa, maka dia punya ilmu dia sudah bayangin. Setelah itu kemudian dia catat perencanaannya, catat berapa biayanya ARB, dia catat anggaran belanjanya, kemudian kapan selesai, berapa butuh pekerja, kemudian semua yang dia tetapkan itu sesuai dengan kehendak dia. tidak ada yang intervensi. Maka dia setelah dia catat kemudian dia eksekusi dia jalankan. Itu kalau manusia seperti itu. Manusia kalau ingin bang rumah prosesnya apa? Prosesnya dia ide dia apa yang dia ingin dia bikin kemudian dia tuangkan keinginan tersebut agar tidak salah dalam catatan. Kemudian dia semuanya sesuai dengan kehendak tanpa paksaan. Kemudian dia proses proses. Nah, namun kalau manusia sering salah karena keterbatasan ilmu ternyata terjadi sering terjadi perubahan sebagaimana kontraktor-kontraktor, developer-developer sering mengalami perubahan. Ternyata harga barang naik misalnya atau ternyata ada pandemi, ternyata ada first major. Macam-macam hal yang menjadikan akhirnya berubah gambarnya, berubah biayanya berubah yang harusnya dikerjakan 1 tahun jadi 2 tahun. Dan itulah manusia insinyurnya penuh dengan keterbatasan. Keterbatasan ilmu dan keterbatasan kemampuan. Kudrahnya terbatas, ilmunya terbatas. Nah, berbeda dengan masalah takdir. Kalau Allah Subhanahu wa taala, Allah maha berilmu dan kudrahnya tanpa batas. Sehingga ketika Allah ingin menciptakan sesuatu tidak mungkin meleset. Tidak mungkin meleset. Kenapa? Karena ilmu Allah mencakupi masa depan. Enggak mungkin salah. Allah tahu apa yang terjadi dan Allah tahu apa yang ingin dia kerjakan. Maka fase dalam takdir pertama adalah ilmu. Yaitu Allah tahu apa yang akan dia kerjakan, apa yang akan terjadi. Allah tahu tidak mungkin meleset. Kenapa tidak mungkin meleset? Tidak mungkin meleset ilmu Allah karena dia Tuhan. Ya. Setelah itu Allah catat. Dicatat rencana tersebut. Jadi ini kita katakan planning ya, planning Allah atau rencana apa namanya planning itulah takdir ya. Rencana rencana rencana tersebut dicatat dicatat dicatat di Lauhil mahfud. Jadi yang di lauhil mahfud itu tidak semua ilmu Allah dicatat. Ilmu Allah luas, tidak ada awalnya, tidak ada ujungnya. Yang dicatat tauhil mahfud adalah terkait apa yang Allah ingin ciptakan. Apa yang Allah ciptakan. Maka ketika proses pencatatan Allah ciptakan qalam. Awalu ma khalaqallah alqalam. Allah ciptakan pena. Kemudian Allah mengatakan uktub. Kata pena aktub apa yang aku tulis. Kata Allah uktub ila ma huainun yaumilqiamah. Kata Allah catat yang semua akan terjadi sampai hari kiamat. Jadi yang dicatat lauhil mahfuz yaitu sejak diciptakan kolam, diciptakan pena hingga hari kiamat. Inilah ranah yang dicatat di lauhil mahfuz. Ya. Tib. Kita sebutkan misalnya ini ranah ilmu, ranah ilmu Allah segeranya. Ranah ilmu Allah. Ilmu Allah di belakang ini tanpa batas azali. Kemudian ada titik di sini pena diciptakan. Pena diciptakan. Pena diciptakan. Kapan pena diciptakan dan kapan mulai mencatat? Yaitu 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Sebelum langit dan bumi. Dan makanya kalau ditanya kapan pena diciptakan, kapan pena mulai mencatat? Yaitu 50.000 tahun sebelum diciptakan apa, Ibu-ibu? Langit dan bumi. Baik. Setelah itu, ranah berikutnya ya kita jalan terus sampai titik hari kiamat. Ini hari kiamat. Hari kiamat. Setelah hari kiamat masih berlanjut masa ini dan seterusnya. Ini abadi. Abadi. Jadi Allah Subhanahu wa taala azali dan abadi dan ilmu Allah juga azali dan abadi. Ya. Oleh karenanya tidak semua ilmu Allah tuangkan dalam lauhil mahfuz. Tetapi ranah ilmu Allah yang Allah tuangkan dalam lauhil mahfud yaitu perkara tentang makhluk yang akan diciptakan sejak pena ada sampai hari kiamat. Jadi semua yang akan terjadi sejak pena diciptakan sampai hari kiamat terkait makhluk semua dicatat. Apa yang mau terjadi terjadi semua Allah catat. Makanya baina berkata, "Wamza aktu apa yang aku catat?" Kata Allah, "Uktub ma hua kainun ila yaumilqiamah." Tulislah semua yang akan terjadi sampai hari kiamat. Karena setelah hari kiamat tidak dicatat lagi oleh lauhil mahfud. Kenapa? Setelah hari kiamat kehidupan abadi. Kalau lauhil mahfud pena harus nyatat sampai abadi, ya enggak akan berhenti catat. Karena namanya abadi tidak ada yang berhenti. Maka pencatatan catatannya pena itu ada batasannya. Dia mulai catat terus dia berhenti. Setelah dia berhenti catat kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Rufiatil aklamati suhuf." Maka setelah mencatat apa yang jadi? Lembaran kering. Pena diangkat lembaran kering. Pena diangkat tidak mencatat lagi lembaran kering. Ini apa maksudnya? Maksudnya tidak akan perubahan. Tidak akan berubah. Tidak akan berubah. Yang diluh mafhuz tidak bakalan beru berubah. Kenapa tidak akan berubah? Kalau berubah ternyata Allah rubah, berarti Allah ilmunya kurang. Berarti ada masa depan yang Allah tidak tahu. Makanya kalau ada perubahan dalam takdir berarti Allah bukan qadir. Karena Allah adalah qadir maka takdirnya tidak mungkin meleset. Ilmu Allah pasti benar dan Allah pasti bisa mengeksekusi apa yang dia rencanakan. Beda dengan makhluk. Makhluk ilmunya enggak benar. Sering salah persangkaan, sering salah duga. Kemudian kekuasaannya terbatas. nyuruh orang kerja, orangnya enggak mau kerja. Ya repot, enggak jadi proyek. Tapi kalau Allah gak mungkin gagal karena ilmunya tidak mungkin meleset, kalau Allah tahu depan akan jadi begini dan kalau Allah eksekusi pasti terjadi karena dia ala kulliin qadir. Makanya Imam Ahmad mengatakan alqadar qudratullah. Takdir itu maha kuasa Allah. Siapa yang meragukan takdir berarti dia maha dia ragu tentang kuasa Allah. Tib. Kenapa disebut tahap yang ketiga adalah kehendak? Kasih ketiga. Maksudnya semua yang terjadi, yang tercipta atau terjadi tidak ada yang keluar dari kehendak Allah. Semua kehendak Allah, semua atas kehendak Allah. Karena Allah qadir. Kalau ada yang terjadi di luar kehendak Allah, berarti Allah bukan qadir. Berar Tuhan ini kalah dong. Dia pengin begini, ternyata yang dia pengin lain. Nah, berarti Allah kalah dong. Maka semua yang terjadi baik baik ataupun buruk, iblis Allah yang kehendaki. Firaun Allah yang kehendaki, Donald Trump Allah yang kehendaki. Minetahu siapa yang Allah siapa yang kehendaki? Allah. Tentu dengan hikmahnya semua yang terjadi kita suka, kita enggak suka. Semua yang Allah kehendaki. Iblis menggoda Adam, siapa yang kehendaki? Allah. Sampai Adam tergoda juga sudah tercatat. Semua tidak ada yang keluar dari kehendak Allah. Tapi tentunya ini pembahasan berikutnya. Kenapa Allah menghendaki perkara-perkara yang zahirnya buruk? Karena ada hikmah di balik itu. Semua terjadi kehendak Allah. Wama tasyauna illa yasyaallah rabbul alamin. Tidak kalian berkehendak kecuali atas kehendak Allah. Setelah itu baru Allah penciptaan itu eksekusi. Kalau bahasa kita apa? Eseekusi. Eksekusi. Rencana tersebut. rencana atau planning atau takdir dieksekusi pasti terjadi tidak akak tidak akan gagal tidak akan apa ga gagal kenapa tidak akan gagal ibu-ibu karena Allah kenapa karena Allah kenapa ibu-ibu ala kulli saiin qadir ya karena Allah alqadir ala kulli saaiin qadir tidak akan gagal jadi inilah proses takdir secara sederhana yang saya ingin sampaikan pada poin bahwasanya semua yang dicatat di lauhil mahfuz tidak akan beru berubah. Paham ibu? Tib. Nah, sekarang yang dicatatan malaikat bisa berubah atau tidak? Ini seles. Paham? Paham ibu-ibu? Paham. Wallahuam. Allah yang lebih tahu yang tercatat di lauhil mahfuz. Tib catatan takdir ada ee dua model. Yang pertama tidak bisa tidak bisa berubah. Yang kedua mungkin berubah. Sekarang kita begini. Yang satu lauhil mahfuz. Ini kita bandingkan sekarang lauhil mahfuz. Yang satu catatan apa? Mala malaikat. Apa perbedaannya? Banyak perbedaannya ya. Perbedaannya. Lauhil mahfud kapan dicatat? 50.000 rib tahun sebelum langit dan bumi. Langit dan bumi. Tib catatan malaikat tentang janin. Tatkala janin. Tatkala apa? Janin usia berapa tadi? 42 hari. Jadi beda. Jadi lauhil mahfud di luar. Di luar. Yang kedua yang di lauhil mahfud mencakup seluruh seluruh makhluk. Jadi totalitas seluruh makhluk. Adapun yang dijanin hanya terkait sang ja janin. Paham ibu-ibu? Paham enggak? Ya. Jadi beda ya. Beda. Yang ketiga, lauhil mahfud yang catat pena. Kalau di janin yang catat siapa? Yang catat siapa? Ibu-ibu malaikat. Baik. Bedanya lagi yang mafuz yang tahu hanya Allah ya pena ya tahu karena Allah yang suruh tapi maksudnya yang tahu hanya siapa Allah. Yang dicatat malaikat. Malaikat tahu enggak? Malaikat juga tahu. Malaikat juga tahu. Saya tanya sama ibu. Malaikat tahu enggak ini lauhil mahfud? Tahu enggak? Ibu-ibu malaikat tahu enggak? Lauhil mahfud tahu atau enggak? Tahu atau enggak? Tidak. Kalau dia tahu, ngapain dia tanya. ini saya mau catat apa ya Allah? Berarti dia enggak tahu. Enggak dia enggak tahu. Makanya dia tanya. Makanya nanya dulu. Ya paham ibu-ibu? Tib. Yang berikutnya yang di lauhil mahfud ya tidak mungkin berubah. Yang dicatat malaikat mungkin apa? Berubah. Namun ingat perubahan tersebut sudah tercatat di lauhil mahfuz, sudah tercatat di lauhil mahfuz. Jadi misalnya, misalnya malaikat catat bahwasanya seorang janin tersebut usianya 50 tahun meninggal, ternyata dia berbuat kebaikan. Allah bilang rubah dia menyambung silaturahmi jadikan umurnya 70. Maka malaikat tipex malaikat rubah lagi catatan tadi yang sudah dia bawa. Dia rubah anak ini 50 tahun jadi berapa, Ibu-ibu? 70 tahun. Perubahan 50 jadi 70 karena orang ini silaturahmi. Sudah tercatat enggak di lauhil mahfud? Sudah. Sudah lahil mahfuz. Cuma malaikat tidak tidak tahu. Kenapa ada perubahan? Terserah. Allah berfirman, "Yamullahu yasyait waahu umul kitab." Dalam surat Arraad jadikan nomor ayatnya. Surat Ar-Raad ayat 39. Ya, lihat surah Ar-Raad 13 ayat 39. Yamhullahu ma yasya. Allah menghapus yang Allah kehendaki. Perintahkan malaikat hapus. Wudusbit. Allah menetapkan apa yang Allah kehendaki. Waahu umul kitab. Dan di sisi Allah ada lauhil mafud yang tidak bakalan berubah. rufiatil aqlam wis pena sudah diangkat lembaran sudah kering lembaran lauhil mahfuz tib sekarang kita tafsirkan firman Allah ee surat ar ini sampai sini paham ibu-ibu sekarang ada ada tafsiran salaf tentang firman Allah yamhullahu ma yasya wa yusbit waahu ummul Kitab Tib surat Arraad surah 13 ayat 39. Kata Allah, Allah menghapus yang Allah kehendaki. Allah menghapus yang Allah kehendaki. Kemudian Allah menetapkan menetapkan yang Allah kehendaki. Dan di sisinya ada lauhil mahfuz. di sisinya ada lauhil mahfuz yang tidak akan berubah. Tib. Apa maknanya menghapus dan menghendaki? Ini maknanya apa? Ada dua dua tafsiran. Yang pertama yang dicatat yang dicatat malaikat suruh ganti. Disuruh ganti, disuruh tipex dan ganti. Disuruh ganti oleh Allah. Yang kedua, malaikat mencatat beberapa kemungkinan. Malaikat mencatat misalnya tiga kemungkinan. Catat misal tiga kemungkinan. ini datang dalam sebagian salaf. Misalnya, misalnya jika bersedekah umur jadi 70. Kemudian yang kemungkinan kedua, jika sedekah dan silaturahmi umur 80. Kemudian jika pelit, jika pelit umur 40 misalnya. Ini dicatat tiga model begini. Kemudian Allah bilang, "Malaikat gak tahu apa yang terjadi." Kata Allah, "Hapus nomor dua dan nomor tig. Tetapkan nomor satu. Itu ada penafsiran seperti itu. Hapus nomor dua. Kata Allah, hapus nomor dua dan nomor tiga. Dan tetapkan nomor satu di kemudian hari. Kata Allah, Allah menghapus yang Allah kehendaki. Allah tetapkan yang ingin Allah kehendaki. Ini salah satu tafsiran yamhullahu ma yasya wisbit. Ada yang tafsiran pertama malaikat sudah cat suruh ganti. Intinya di lauhil mahfuz tidak bakalan beru berubah. Tib. Ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. nya sekedar tambahan ee ilmu. Kemudian terakhir Ibnu Mas'ud menyampaikan hadis Nabi. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam setelah Nabi jelaskan tentang masalah takdir kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Walladzi nafsi biyadihi inna ahadakumzi walladzi la ilahailladzi nafsi biyadihi in ahadakumalu biamali ahmal jannah." Sungguh salah seorang dari kalian benar-benar melaksanakan kegiatan penghuni surga, yaitu beramal saleh, beramal saleh bersallah. Namun sudah kedahuluan takdir, maka di penghujung hayatnya dia beramal maksiat. Maka dia mati, dia masuk neraka. Dan sungguh sebaliknya di antara kalian ada yang beramal maksiat terus, tapi di ujungnya dia beramal saleh. Karena sudah ditakdirkan dia masuk surga, maka di ujungnya beramal saleh. Kemudian dia mati, dia masuk surga. Maka ini dalil bahwasanya yang menjadi patokan adalah bagaimana akhir seseorang bukan di awal. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan innamal a'alu bil khawatim. Sesungguhnya amalan tergantung dari ee terakhirnya. Makanya sebagian ulama menafsirkan firman Allah sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam manqatal asar faqad habit amaluh. Siapa yang meninggalkan salat asar maka gugur amalannya. Karena malaikat siif yang pertama sif siang akan naik ke langit di waktu asar. Kalau ternyata di waktu asar orang tidak salat asar, rusak semua amal dia hari itu. Karena amalan tergantung daripada akhirnya. Dan ini menunjukkan masalah takdir masalah yang gaib. Tidak ada yang tahu agar kita tidak terlalu PD dengan apa yang kita yang kita rasakan sekarang. Kalau orang sudah beriman jangan sombong, jangan ujub. Dia enggak tahu bagaimana penghujungnya. Dia enggak tahu. Demikian juga sebaliknya liihat ada orang misalnya nakal, jangan, jangan putus asa. Kita enggak tahu bagaimana pengunjung orang ini. Siapa tahu dia sadar di kemudian kalau lihat anak kita nakal jangan put usah. Siapa tahu di pengunjungnya berbeda. Kelihatan ada suatu masalah kayaknya rumit rumut tidak akan ada solusi. Jangan putus asa. Kita enggak tahu bagaimana ujung dari kisah ini. Kita hanya berdoa Allahumma ahsin aqibatana fil umuri kulliha wairna minid dunyaabil akhirah. Ya Allah jadikanlah kesudahan kita semuanya happy ending. Kita hadapi. Enggak tahu ujungnya bagaimana. Jangan putus asa karena tidak ada yang tahu takdir. Takdir hanya kita tahu kalau sudah terjadi. Ya, sudah terjadi baru bertakdir. Selama belum ada ujungnya, kita enggak tahu ujung dari kejadian tersebut. Maka ini di antara hikmah daripada takdir agar seorang tidak sombong dengan apa yang dia dapatkan. Ya, karena dia tidak tahu bagaimana ujungnya dan juga dia tidak terlalu bersedih dengan apa yang dia alami. Karena dia tahu semuanya yang menetapkan adalah Allah yang maha berilmu, yang maha qudrah. Tentu ada hikmahnya. Perhatikan ini dalam surat Alhad tidak ada musibah yang menimpa ardi di atas muka bumi di daratan, lautanum dan juga di yang menimpa kalian menimpa diri kalian sakit harta anak-anak illa fi kitab kecuali sudah tertulis di lauhil mahfud minqobli anabroaha sebelum Kami mengeksekusinya sebelum kami menciptakannya. Sebelum eksekusi sudah tercatat. Kata Allah, "Innalika alallahi yasir." Semua itu mudah. Masalah takdir ini mudah. Tinggal planning Allah berkehendak, Allah catat, Allah berkend Allah eksekusi semuanya mudah. Yasir. Apa fungsi dari takdir? Agar kau tidak putus asa atas apa yang luput darimu, atas musibah yang menimpamu. W tafrahu bima atakum. Dan kau tidak sombong dengan apa yang Allah berikan kepadamu karena semuanya sudah ditakdirkan. Maka inilah yang menggelisahkan para salaf. Mereka selalu gelisah karena mereka tidak tahu bagaimana ujung ujungnya. Enggak tahu. Makanya apa kata Ibnu Mas'ud? Manana minkum mustannan falyastanna bimanq matalya alaihil fitnah. Siapa yang ingin mencontohi maka cintai contohilah orang-orang yang sudah meninggal. Ulaika ashabu Muhammad maksudnya siapa itu? Para sahabat yang sudah jelas meninggal diridai oleh Allah. Adapun yang masih hidup tidak usah ikut-ikut. Kenapa? Fainnal hayya la tman alaihil fitnah. Karena orang masih hidup bisa jadi terfitnah di ujung hidupnya. Enggak ada yang jamin ustaz bisa berubah, penjahat bisa jadi ustaz. Meskipun kata Ibnu Daqiqil Aid rahimahullahu taala, kenyataan membuktikan lebih banyak bekas bajingan daripada bekas ustaz. Lebih banyak apa? Bajingan daripada bekas ustaz. J lebih banyak orang berhijrah kepada kebaikan daripada tadinya baik jadi orang bu buruk. Sehingga kita senantiasa husnudan kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan kalau kita merasa dapat hidayah, kita minta agar ditambah dan agar bisa istikamah di atas hidayah tersebut. Wallahu taala alam bisawab. Insyaallah kita lanjutkan kesempatan yang lain. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.