Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsaniukrtin asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwanumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Di antara nikmat yang sangat agung adalah nikmat al-hidayah ya. Dan hidayah ini benar-benar hak murni milik Allah Subhanahu wa taala. Ee bukan bisa diperoleh oleh orang yang memiliki harta yang banyak atau yang memiliki kekuasaan. Ya, tidak ya. Siapa yang Allah kasih hidayah maka dia akan mendapatkannya. Dan siapa yang Allah tahan hidayah darinya bahkan dia tidak akan mendapatkannya. Ya, may yahdillahu fala mudhillalah wam yudlil fala hadiyalah. Siapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak akan ada yang bisa beri hidayah kepadanya. Bahkan para nabi juga tidak bisa memberikan hidayah kepada orang yang mereka cintai. Ya Allah telah memberikan contoh yang banyak dalam Al-Qur'an tentang para nabi. Ya, seperti kita tahu bagaimana Nuh Alaih Salam tidak bisa memberi hidayah kepada istrinya dan putranya ya. Ya, sampai dia berusaha di detik-detik terakhir ya, ketika putranya akan tenggelam, dia masih berkata, "Ya bunayarkam maana wala tak maal kafirin." Wahai putraku, naik dulu ke kapal kami dan jangan kau termasuk orang-orang kafir. Sampai dia menggunakan ya bunay itu putrak dengan kata-kata yang penuh dengan kasih sayang kepada putranya. Tetapi putranya tetap ngeyel. nya mengatakan jabali minal aku akan pergi ke gunung yang bisa menolongku dari air banjir ini. Ya, akhirnya waalainahumal mauju fakana minal mugrqin. Akhirnya ada ombak yang menghadang menghalangi antara mereka berdua. Akhirnya dia pun meninggal dunia. Itu pun Nabi Nuh masih mendoakan putranya dan Allah akhirnya tegur ya. Ya Nuhu innahu laisa min ahlika innahu amalun giri sh fala tasalni ma laisa bi wahai Nuh sungguhnya putramu bukanlah dari keluargamu sesungguhnya dia telah melakukan amal yang tidak saleh itu dia kafir maka jangan kau berdoa kepadaku, meminta kepadaku apa yang kau tidak punya ilmu tentangnya inni aiduka minal jahilin aku nasihati engkau agar kau tidak termasuk orang-orang yang jahil tidak mampu memberi hidayah kepada putranya nya istrinya pun dia tidak mampu. Ratusan tahun dia dakwahi ternyata tidak mampu. Demikian juga Nabi Luth Alaih Salam, Nabi Luth ya yang Allah ee mengatakan tentang Nabi Nuh dan Nabi Luth ya. Ee kaata tahta abadaini min ibadina shihaini fakonatahuma. Ya, istri Nuh, istri Luth alaihialam. Keduanya adalah istri-istri dari dua hamba kami yang saleh. Kata Allah, "Fakanuma." Namun kedua istri tersebut berkhianat kepada suami mereka. Ya, akhirnya waqilanarakilin. Maka masuklah mereka kalian berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang pertama kali masuk neraka. Bahkan kata para ulama, Nabi Nuh dan Nabi Luth sama sekali tidak bisa memberi sercerca harapan kepada keduanya. Makanya Allah berkatailar maakilinarilin. Maka masuklah kalian berdua wahai istri Luth dan istri Nuh bersama orang-orang yang masuk neraka. Yaitu tidak ada dikatakan di neraka kalian karena kalian dua istri Nabi. Kalian berdua istri nanti masuk nerakanya belakangan. Enggak masuk bareng bersama yang lainnya. Masuk bareng bersama yang lainnya. Sehingga Nuh dan Luth alaihialam tidak bisa memberi harapan kepada mereka berdua di akhirat sama sekali. Bahkan mereka berdua masuk neraka bersama yang lainnya. Dan Allah juga beri contoh Nabi Ibrahim Alaih Salam yang tidak bisa memberi hidayah kepada ayahnya ya sampai berusaha berdakwah dengan se baik mungkin dengan selembut mungkin namun tetap tidak mendapat hidayah bahkan ayahnya marah. Dia berkata, "Laillam tantahi laarjumannaka wahjurni maliya. Kalau kau tidak berhenti dakwahi aku wahai Ibrahim," kata ayahnya, "Aku akan merajam engkau. Wahjurni malia tinggalkan aku." Ya. Dan Nabi Ibrahim Alaih Salam meninggalkan ayahnya dengan penuh kesedihan. Ya, demikian juga ee Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ya begitu semangat mendakwahi pamannya Abu Thalib yang sangat dia cintai. Ya. Dan Abu Thalib itu manzilahnya seperti ayahnya sendiri karena Abu Thalib dan Abdullah ayahnya Nabi saudara kandung. Dan Abu Thalib mencintai Nabi seperti layaknya anaknya sendiri bahkan lebih cinta daripada anak-anaknya. Ya, oleh karenanya Nabi sangat sangat sayang kepada Abu Thalib. Namun ketika dia meninggal ya atau Rasulullah dakwahi dengan berbagai macam dalil, bukti dan itu diketahui kebenarannya oleh Abu Thalib. Namun hidayah di tangan Allah Subhanahu wa taala. Akhirnya ketika Abu Thalib sakit keras maka Nabi sallallahu alaihi wasallam pun mendakwahinya di akhir hayatnya. Namun tetap dia memilih di atas agama kesyirikan. Maka Nabi berkata, "La astagfirnallaha laka malam unha anka." Saya akan mohon ampunan kepada Allah untuk engkau wahai pamanku selama aku tidak dilarang. Rasulullah ada perasaan mungkin dilarang dan benar akhirnya Allah melarang. Allah turunkan firmannya maana linadina amanu ayastagfiru lil musyrikina wu tidak pantas bagi nabi dan orang yang beriman untuk mohon ampunan kepada orang musyrikin meskipun karib kerabat. Kemudian Allah turunkan ayat khusus tentang Abu Thalib. Innaka la tahdi man ahbabta wakinnallaha yahdi ma yasya. Kau tidak bisa beri petunjuk kepada orang yang kau cintai. Tetapi Allah beri petunjuk kepada siapa yang Allah kehendaki. Maka ini semakin menjelaskan bahwasanya hidayah benar-benar hak Allah Subhanahu wa taala. Maka siapa yang dapat hidayah maka dia tahu bahwasanya murni itu dari Allah Subhanahu wa taala. Ya. Ya. Nabi saja tidak bisa beri hidayah. Ya. Ya. Benar. Nabi sallallahu alaihi wasallam bisa menjelaskan dengan penjelasan terbaik. Kata Allah, "Laqod jaakum rasulum min anfusikum azizun alaihi anitum harisun alaikum bil mukminin raufurahim." Terkumpul pada Nabi sebab-sebab penjelasan yang terbaik, sebab-sebab hidayah. Kata Allah, "Telah datang kepada kalian seorang rasul dari kalian." Itu kalian kenal dia, kalian tahu siapa Muhammad? Ya, orang yang amanah, yang jujur, akhlak mulia ya. Min anfusikum azizun alaihi anittum. Kemudian dia merasa berat apa yang berat bagi kalian. Harisun alaikum dan sangat semangat kalian dapat petunjuk. Bil mukminina raufurahim. Sangat sayang kepada orang-orang beriman. Artinya terkumpul pada Nabi segala sebab hidayah. Ya. Dan Allah mengatakan wa innaka latahdiat mustaqim. Dan engkau sungguh-sungguh benar-benar memberi penjelasan itu hidayatul irsyad. petunjuk kepada jalan yang lurus. Namun siapa yang membuka hati manusia untuk menerimanya? Siapa? Allah Subhanahu wa taala. Nabi tidak tidak mampu. Nabi tidak tidak mampu. Ya, Nabi tidak mampu. Bahkan pernyataan sebagian sahabat saya lupa Abu Bakar atau Umar ya. Seandainya pamanmu masuk Islam, kami lebih suka daripada orang tua kami yang masuk apa? Islam. Subhana. Saking bagaimana mereka tahu cintanya Nabi kepada siapa? kepada Abu Abu Thalib. Dan Allah mengatakan, "Innaka la tahdi man ahbabta." Kau tidak bisa beri petunjuk kepada orang yang kau cintai. Maka dari sini ketika seorang mendapatkan hidayah maka dia yastasyir itu dia benar-benar hendaknya merenungkan merasakan bahwasanya ini adalah karunia yang luar biasa dari Allah. Allah telah memilihnya dari sekian miliaran manusia dipilih untuk mendapatkan hidayah Islam. Kemudian Allah pilih dia lagi untuk mendapatkan hidayah sunah dan Allah pilih dia lagi misalnya untuk mendapatkan hidayah istiqamah ya. Dan ini adalah ee kenikmatan yang ee yang luar biasanya tayib. Ee oleh karenanya meskipun sebab-sebab hidayah sudah terkumpul, jika Allah tidak berkehendak maka tidak akan dapat hidayah. Sebagai contoh misalnya misalnya orang munafik. Orang munafik mereka sebab-sebab hidayah sudah meliputi mereka. Mereka tinggal bersama Nabi ya. Mereka juga salat berjamaah bersama Nabi. Mereka juga dengar ceramah Nabi. Ya, mereka tapi mereka munafik. KTP-nya Islam, zahirnya Islam tapi batinnya apa? ka kafir. Mereka juga melihat akhlak Nabi. Mereka juga lihat mukjizat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Apa yang kurang? Satu aja, Allah tidak kasih apa? Hidayah. Sebab hidayah sudah full. Tapi mereka tidak beriman. Mereka tidak beriman karena tidak dikasih hidayah oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya. Ya. Sebaliknya ada orang jauh dari sebab hidayah tapi Allah kasih hidayah. Contoh Salman al-Farisi. Salman al-Farisi tinggal di tengah-tengah kaum Majusi. Jauh di Persia, jauh dari Hijaz, jauh dari Makkah dan Madinah. Ya. Kemudian bapaknya adalah pembesar Majusi. Ya. Tapi subhanallah Allah kasih hidayah sehingga dia berjuang dengan perjalanan imannya sampai dia berjuang, berjuang, berjuang sampai jadi ee jadi budak akhirnya ya di diperjual belikan sampai jadi budak. Akhirnya dia menebus dirinya supaya bisa mendapatkan apa? Hidayah. Siapa yang sangka orang seperti Salman bisa dapat apa? Hidayah. Allah yang kasih hidayah. Sama kalau kisah zaman sekarang seperti Syekh Abdullah Suidi, ya adik kelas saya ya di Madinah. Dari Swedia orang bule ya, tinggal di tengah komunitas Nasra bahkan ateis ya. Tahu-tahu dapat hidayah. Sampai sekarang saya dengar keluarganya masih nonmuslim. dari komunitas tahu-tahu belajar di Madinah, sekarang jadi doktor bahkan jadi pendakwah dan diundang ke mana-mana. Punya buku tiga jilid tentang pembantah syubhat-syubat ateis dalam tulisan bahasa Arab. Gimana ini orang boleh ngalahin kita? Gimana? Kita masih boleh potan ya. Dia Subhanallah. Siapa yang sangka ya bisa dapat hidayah di tengah-tengah lautan kesesatan? di tengah lautan dunia glamornya hidup dunia ya kenyamanan tahu-tahu dia dapat apa hidayah ya kalau Allah berkehendak kasih hidayah dapat apa dapat hidayah ya oleh karenanya ini yang saya ingatkan bahwasanya hidayah murid dari Allah oleh karenanya minta kepada Allah subhanahu wa taala dan di antara doa yang paling ditekankan bagi kitaalah doa minta hidayah ihdinasiratal mustaqim ya ini doa yang wajib bagi kita kalau Kalau kita salat selalu baca doa ini. Kita kalau salat lima waktu setiap rakaat harus baca doa ini. Dan bahkan kalau kita perhatikan Al-Fatihah mukadimahnya semuanya untuk menuju doa ini ya. Kita kan ihdinas alhamdulillahirabbil alamin. Ini pujian semua kita tahu di antara adab doa adalah memuji Allah. Alhamdulillah rabbil alamin muji Allah. Arrahmanirrahim muji Allah. Maliki yaumiddin muji Allah. Kemudian iyaka na'budu wa iyaka nastain. Bertawasul dengan amal. Sesungguhnya Allah hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada kami mohon pertolongan. Kemudian baru minta. Jadi di Al-Fatihah itu isinya pertama memuji Allah kemudian bertausul dengan amal saleh kemudian berminta. Mintanya apa? Ihdinasiratal mustaqimatadina anamta alaihimil magdubi alaiimadin. Amin. Ini semua satu rangkaian. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus ya. Yaitu jalan orang-orang yang telah Kau beri nikmat kepada mereka. itu jalannya para nabi, para para siddiqin, para ee syuhada, para salihin. Bukan jalan orang yang engkau murkai, yaitu Yahudi maupun apa? Nasra. Maka ini dalil bahwasanya doa teragung adalah doa minta hidayah. Doa minta hidayah. Tib. Hidayah tentunya mungkin ada yang bertanya, "Ustaz, kita sudah dapat hidayah, ngapain minta hidayah?" Hidayah banyak ya. Hidayah banyak. hidayah dari kufur menuju apa? Is Islam. Ya. Kemudian hidayah dari ee bidah menuju sun sunah. Hidayah dari maksiat menuju ketaatan. Ini semua hidayah. Hidayah. Kemudian hidayah untuk istiqamah itu juga apa? Hidayah. Saya ulangi. Hidayah dari kufur menuju apa? Islam. Kalau itu kita semua sudah dapat, alhamdulillah. Bahkan kita lihat langsung muslim ya. Yang kedua, tapi hidayah dari apa? Bidah menuju apa? Sun sunah. Tidak semua orang dapat. Kemudian hidayah dari maksiat kepada keta ketaatan mungkin dan pasti di antara kita masih ada melakukan apa? Maksiat. Kita butuh hidayah untuk meninggalkan maksiat tersebut menuju ketaatan. Kalau sudah ketaatan, maka hidayah untuk bertahan istikamah di atas ketaatan tersebut. Kalau sudah mendapat ketaatan butuh ketaatan yang lain. Karena ketaatan tidak sedikit, masih banyak. Maka kita butuh hidayah-hidayah yang lain agar bisa terbuka cakrawala ketaatan yang yang lain. Kalau sudah terbuka cakrawala ketaatan, kita pengin menjalani ketaatan tersebut dengan sempurna. Kita salat butuh hidayah, tidak selalu kita salat khusyuk. Ya, kita haji butuh hidayah agar haji bisa dengan baik. Ya, kita bisa umrah dengan hidayah Allah Subhanahu wa taala. Kita dakwah dengan hidayah agar dakwah yang benar. Kita ngurus anak istri dengan hidayah agar bisa ngurus mereka dengan benar. Sehingga kebutuhan hidayah selalu. Tidak ada satu detik pun kecuali seorang hamba butuh kepada apa? Hidayah. Makanya wajar jika kita selalu berdoa ihdinasiratal mustaqim. Jangan terbayang petunjuk cuma dari kufur ke Islam. Enggak. Hidayah itu luas. Hidayah itu luas. Oleh karena Nabi sallallahu alaihi wasallam doanya banyak minta hidayah. Allahum nasalukal huda wat tuq. Allahumma inasalukal huda wat tuqa. Ya Allah berilah aku petunjuk. Allahumahdiqbi. Ya Allah berilah petunjuk kepada hatiku. Rasulullah minta hidayah ya. Ya. Kemudian hidayah untuk istiqamah ya. Ya muqbal ya. Doa Nabi sallallahu alaihi wasallam banyak minta hidayah. Apa doa Nabi Allah ketika berjalan menuju salat subuh? Allahumal fiqbi nuron wafi apa? Nuron wafi bash itu hidayah. Ya Allah berikan hidayah kepada nur. Maksudnya apa? Hidayah. Agar hatiku dapat hidayah. Agar pendengaranku di atas hidayah. Agar penglihatanku di melihat hidayah. FQuran tahti nuran itu agar terjaga. Agar terjaga ya maka hidup ini selalu butuh hidayah. Kita aja menghadapi permasalahan kita enggak tahu mulai dari mana, bagaimana menghadapinya. Ada masalah depan kita, kita butuh hidayah Allah. Allahum ya Allah berilah petunjuk kepadaku agar aku bisa menjalani ujian ini. Menjalani ujian. Butuh hidayah enggak? Butuh. Kalau enggak kita bingung, kita terjungkal, kita terjatuh. Ya wamasullah harf waahu apaitun di antara manusia yang menyembah Allah cuma di pinggiran. Kalau dapat nikmat dia bertahan, kalau dapat ujian dia terjungkal. Ya, tidak semua orang bisa kokoh, tegar ketika menghadapi ujian. Maka hidayah benar-benar di tangan Allah dan mintalah kepada Allah. Dan di antara doa qunut Nabi sallallahu alaihi wasallam, Allahumahdina fiman hadait. Ya Allah, berilah aku petunjuk agar aku bisa bersama orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Ee ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, maka sinilah kita terbuka cakrawala kita tentang ternyata hidayah itu banyak modelnya dan kita membutuhkan semua hidayah-hidayah tersebut ya. Namun di sana ada hal-hal yang menghalangi hidayah. hal-hal yang menghalangi hidayah yang menjadikan seorang akhirnya tidak menyambut hidayah tersebut. Ya, meskipun sebab-sebab hidayah sudah sangat banyak. Ya, saya akan sebutkan beberapa ee sebab penghalang hidayah ya. Yang pertama terhalanginya seorang dari hidayah karena ee kejahilan. Karena apa? Kejahilan. Ya, karena kejahilan. Banyak orang benci dengan Islam karena tidak tahu tentang hakikat apa? Islam. Banyak orang benci dengan sunah karena tidak tahu hakikat apa? Sunah. Ya. Maka dikatakan berpatah, "Anasu a'dau ma jahilu." Ya, manusia itu adalah musuh memusuhi apa yang dia tidak tahu. Manusia memusuhi apa yang dia tidak tidak. Kalau tidak dia tidak tahu, tidak kenal maka tak sayang. Ya, maka dia musuhin. Maka di antara sebab seorang terhal hidayah tidak mau belajar. Kalau dia belajar, dia mengetahui, mendalami, maka dia akan menyambut hidayah tersebut. Ya, alhamdulillah banyak kita dengar orang-orang nonmuslim yang kemudian belajar Islam ya, kemudian ee akhirnya mengenal Islam melalui tulisan-tulisan, artikel-artikel. Akhirnya banyak di antara mereka yang masuk apa? Islam. Karena kalau yang mereka dengar ya beda. Mereka mendengar Islam itu begini begini begini. Setelah mereka membaca, mereka berinteraksi dengan orang Islam, akhirnya banyak di antara mereka yang masuk Islam. Maka ini terkait kufur kepada Islam. Demikian juga terkait dengan sunah, butuh belajar. Ya, banyak orang memusuhi ajaran-ajaran sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam karena tidak tahu ya. tidak tahu. Tapi kalau mereka duduk di majelis ilmu, mereka mempelajari, mereka mendengar, mereka ee menilai ya dengan dengan hati yang bersih, maka banyak di antara mereka akhirnya senang dengan sunah dan akhirnya mengikuti jalan jalan sunah. Maka di antara hal yang menghalangi seorang dari hidayah tidak mau mendengar, tidak mau belajar, tidak mau mengetahui, ini adalah naun minal, salah satu bentuk berpaling dari jalan Allah Subhanahu wa taala. Enggak, enggak, enggak mau. Saya enggak mau, saya enggak mau hadir, saya enggak mau dengar, saya enggak mau baca sedikit pun, gak mau. Ya, sehingga tetap memusuhi sesuatu yang dia tidak ketahui hakikatnya, ya. Padahal kalau dia tahu dia akan nyaman di ee dalam kebenaran tersebut. Ya, makanya ee saya dulu aja waktu belum kenal sunah ya. Saya malas sebenarnya malas kan ada kajian di situ ada di Jogja saya enggak mau. Tapi ada seorang ikhwan yang sabar dia bilang, "Ayo, ayo Mas kita ke sana." Enggak, enggak ah. Enggak. Ke sana, ke sana aja. Loh, dia paksa-paksa sampai saya merasa enggak enak sampai saya harus duduk di kajian kajian di salah satu ustaz di Jogja. Ini salah satu sebab hidayah. Saya sudah enggak mau dia paksa aja ketemu saya di masjid. Ayo, ayo coba nanti saya jemput saya antar dia antar saya ya antar sampai saya merasa enggak enak sampai akhirnya saya ke sana ngobrol sama sang ustaz. Ternyata ustaznya nyaman. Akhirnya saya ikut kajian. Akhirnya akhirnya jadi begini maksud saya ee di antaranya karena saya sudah dengar yang enggak enak-ngak enak tentang sunah. Oh gini beginilah inilah anulah. Jadi saya sudah antipati sebelumnya dan itu saya alami sendiri. Saya antipati tapi ada satu ikhwan yang ya udah enggak usah dengar cuma coba dulu deh dia paksampai saya enggak enak sama dia. Saya datang dengan merasa tidak enak tapi ya daripada dia marah mending saya hadir aja. Ya, saya pengin tahu sih juga. Akhirnya timbul kepo pengin tahu akhirnya nyaman. Akhirnya apa? Nyaman ya. Oleh karenanya salah satu bab tertolaknya hidayah karena tidak mendalami, tidak mengetahui, hanya mendengar dari sisi yang buruk-buruk tanpa mempelajari hakikat sesuatu tersebut. Bab yang kedua di antara sebab penghalang hidayah adalah aljalisus su yaitu teman yang buruk. Itu cirkel yang cirkel yang buruk. Ini juga adalah ee salah satu sebab utama ya ee yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an bagaimana seorang menyesal masuk neraka gara-gara temannya. Dalam surat Alfurqan kata Allah Subhanahu wa taala, "Di hari kiamat kelak orang zalim akan menggigit tangannya." Itu menunjukkan penyesalan. Jengkel, nyesal. Ya. Yaakulu yail. Dia berkata, "Seandarnya saya dulu mengikuti jalan rasul." Ya laitani lam attakit fulanan khalila. Ya wailata laitani lam att fulana khil. Celaka aku. Kenapa saya dulu tidak menjadikan si fulan Kenapa saya menjadikan si fulan sebagai teman? Laq adaniikri. Sungguh dia telah menyesatkan aku dari petunjuk bada jaani. Setelah petunjuk datang kepadaku. Teman buruk ini membuat dia tersesat gara-gara salah berteman, gara-gara salah circle. Ya. Jadi ternyata di akhirat ada orang yang ee masuk ee neraka gara-gara ngikutin apa temannya. Ya wailata laitani lam attakit fulanan khila. Seandainya dulu saya tidak menjadikan si fulan sebagai teman. Yaarallah jadi teman akhirnya mengikuti dia akhirnya masuk neraka ee jahanam. Ya, karena pertemanan itu mengharuskan adanya sinkronisasi ya. Makanya sepanjak ada berkatailal wasalqini. Ya, kalau kau ingin tahu seseorang enggak usah tanya tentang dia. Tanyalah tentang teman dekatnya siapa. Yain bilqtadi. Sungguh teman itu hanya mengikuti temannya saja. Ini perkataan seorang peny. Jadi kalau mau tahu tentang seorang enggak usah tanya-tanya temannya modelnya apa. Dia pasti mirip dengan apa temannya. Dan Rasul sahu al wasallam berkata, "Alar al khilii ahadukumil." Seorang berdasarkan agama teman dekatnya. Khalil maksudnya teman sahabat dekatnya. Maka seorang hendaknya milah-milih memfilter siapa yang mau dijadikan teman. Karena kalau kita sering jalan sama dia, entah kita terpengaruh dia, entah dia terpengaruh kita, pasti sinkron. Kalau enggak sinkron, kita enggak bisa berteman dengan dia. Ya, kalau kita lemah, ya syaksiah itu kepribadian kita lemah, kita kebawa. kita ke bawa hanya mengikuti ee jalan teman ee tersebut. Ya, karenanya di para ulama menyebutkan di sebab Abu Thalib tidak dapat hidayah karena atau terhal dari hidayah karena temannya. Dia temannya padahal di akhir hayat dia hampir dapat hidayah. Ketika sakit keras, maka datanglah ee Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam untuk mendakwahi pamannya. Ya. Maka setelah perjalanan sekian lama, ya Rasulullah sejak dapat diangkat menjadi seorang rasul ya dan Abu Thalib wafat pada tahun 10 kenabian. Itu 10 tahun dia mengenali dakwah Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan 10 tahun tersebut dia membela dakwah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan dia tahu benar tentang kebenaran dakwah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Makanya dia pernah menunjukkan ya pembelaan dia kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia berkata, "Wallahi lan yasilu ilaika bidatin hatta fiturabi dafina." Kata dia, "Demi Allah, mereka tidak bakalan bisa mukul engkau wahai ponakanku sampai aku masuk liang lahad baru mereka bisa pukul engkau." Ya, pernyataan luar biasa ya. Saya akan bela mati-matian. Dan dia tahu tentang kebenaran dakwah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia berkata wq Muhammad kata Abu Thalib, "Sungguh aku telah tahu agama terbenar adalah agama Muhammad dari seluruh agama-agama orang-orang." Jadi, Abu Thalib, dia seorang pedagang. Dia sudah melihat berbagai macam model agama. Dia sering ke negeri Syam. Dia tahu agama Yahudi. Dia tahu, dia tahu agama Nasra. Dia tahu agama Majusi. Dia tahu agama musyrikin, penyebab berhala. Dan dia tahu agama Muhammad. Dia tahu model-model agama. Ee dia mengatakan, "Aku telah mengetahui seluruh agama dan aku tahu agama yang terbaik agamanya ponakanku Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Walulal malamatu. Kalau bukan karena cercaan, wahid masabbatin, karena untuk menghindari cacian. Lawahan baka mubina. Sungguh kau telah dapati aku akan jelas-jelas masuk Islam. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam tetap semangat mendakwahi pamannya. Ya, sampai ketika akhir hayatnya maka Rasul sahu alaihi wasallam pun datang jenguk pamannya. Maka Rasulullah berkata, "Ya ammi qul lailahaillallah kalimatan uhajul laka biha indallah." Wahai pamanku ucapkan lailahaillallah suatu statement yang aku akan bela engkau di sisi Allah Subhanahu wa taala. Kalau kau ngomong ini aja lailahaillallah, aku akan bela engkau di hari kiamat kelak. Sampai sebagian ulama mengatakan seandainya Abu Thalib masuk masuk Islam maka kedudukannya mungkin sejajar dengan Abu Bakar dan Umar. Bahkan mungkin lebih ya kalau dia masuk Islam. Ya, karena Rasulullah bilang, "Aku akan bela engkau di hari kiamat kelak." Ya, kenapa? Karena jasanya luar biasa. Yang rawat Nabi masih kecil siapa? Abu Abu Thalib. Abu Thalib yang yang ngurusi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ketika Nabi diboikot oleh orang-orang Quraisy, Nabi tinggal di mana? Di Syib Abi Thalib. Itu di tempat wilayah daerah milik Abu Thalib situ. Dan seluruh Bani Hasyim kafir maupun muslim bela Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya, karena apa namanya? Karena ee hamiyah itu karena kesukuan yang memimpin pembelaan tersebut. Abu Abu Thalib. sabar hidup susah bersama Nabi selama 3 tahun ya diboikot ya oleh orang-orang Quraisy ketika itu ya enggak ada yang berani mukul Nabi sedikit pun ketika Abu Thalib masih masih hidup jadinya jasanya luar biasa seandainya dia masuk Islam mungkin kedudukannya di surga sejajar dengan Abu Bakar dan Umar atau mungkin lebih daripada itu. Tapi dia tidak mau masuk Islam kenapa? Karena ada temannya ketika itu. Kata Rasul sahu al wasallam, "Ya ammi lailahaillallah kalimatan uhajulakahah." Pamanku, ucapkan laillah suatu kalimat yang aku bela engkau di sisi Allah. Tiba-tiba ada Abu Abu Jahal dan ada temannya satu. Mereka berdua berkata, "Ataruillati Abdul Muthalib." "Wahai Abu Thalib, kau benci dengan agama bapakmu Abdul Muthalib." Faada. Maka Rasulullah ulangi lagi. Ya ammi qul la ilahaillallah kalimatan uhajulaka bihaallah. Wahai pamanku, ucapkan kalimat lailah. Aku akan bela engkau di sisi Allah Subhanahu wa taala. Fa aada keduanya temannya tadi ngulangi lagi. Apakah kau benci dengan agama bapakmu? Fakana akhir maqal hua ala millati Abdul Muthalib. Maka akhir hayatnya dia di atas agama Abdul Muthalib. Seandainya Abu Jahal dan temannya tidak hadir, kira-kira Abu Thalib masuk Islam enggak? Masuk Islam. Hah? Kenapa? Seandainya temannya enggak datang tadi, kira-kira Abu Thalib masuk Islam? Enggak masuk Islam. Enggak ada. Insyaallah. Ya, cuma, cuma ada dua orang ini repot. Dia mau bilang Islam enggak enak sama dua temannya. Kalau temannya enggak ada, dua antara dia dengan Nabi aja selesai. Tapi enggak ada teman dua dia enggak enak. Ya ini teman lama gimana? teman gua akhirnya masuk neraka meskipun nerakanya yang paling ringan. Dia satu-satunya orang kafir yang berhak mendapatkan peringanan azab. Hukum asal orang kafir enggak dapat peringanan azab. Ya. Ya. Walladina kafar lahum nahur jahannama ya. W yukhafaum minabiha. Kata, kata Allah subhanahu wa taala, orang kafir tidak akan diringankan azabnya. Ya, tidak ada orang kafir diringankan azab azabnya tidak akan diringankan kecuali siapa? Abu Abu Thalib. Makanya ketika Abu Thalib sudah meninggal, Ibnu Albbas bin Abdul Muthalib bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, ya Rasulullah, ya, apa yang bisa kau lakukan terhadap pamanmu?" Innahuana yahut yahut lakauaka. Dia dulu melindungimu. Dia dulu marah karena engkau. Apa ada enggak bisa yang kau lakukan buat paman pamanmu? Karena Abu Thalib saudaranya Alabbas. Ya, sama-sama pamannya Nabi. Alabbas bin Abi Thalib paman Nabi. Abu Thalib paman. Jadi tanya gimana kakak kita tuh gimana? Bisa enggak kau bantu wahai ponakan? Maka Nabi mengatakan laula ana lana fidil asfala minanar hua fidohdohin minanar. Kalau bukan karena aku, dia sudah di neraka jahanam yang paling bawah. Kenapa Abu Thalib kalau bukan karena syafaat Nabi berada di neraka paling bawah? Karena dia sudah tegak hujah kepada dia seluruh hujah. Dia tahu benar Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dia tahu kebenarannya. Dia kenal betul Muhammad ini ponakannya. Dan dia tahu benar mukjizat Nabi. Dia tahu semuanya tapi masih ngeyel. Harusnya di neraka yang paling apa daar tetapi karena laula ana laka kalau bukan karena aku neraka paling dasar. Tapi kata Nabi, hua fi dohdohin minanar. Dia berada di percikan api neraka. Dahdah itu adalah apa? Sungai yang surut. Kalau seorang berjalan, maka airnya cuma sampai di kakinya, tidak sampai melebihi mata mata kaki. Maka dalam sebagian riwayat yang lain kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Inna ahaban yaumalqiamah Abu Thalib wahua minar yli bihima dimaguh." Orang yang paling ringan azabnya di neraka adalah Abu Thalib. dia pakai sendal api, sendalnya saja. Jadi, apinya cuma di bagian kaki bawah aja ya. Dan ternyata otaknya mendidih. Antumnya kalau jalan misalnya di di Makkah, di Madinah kemudian musim panas gak pakai sendal, jalan di uh panas sekali. Enggak kuat ya, Pak ya. Panas atau di aspal lagi panas. Kalau di sini panasnya enggak terlalu. Tapi kalau di Arab Saudi panas sekali ya. Kita leat sendal, kalau tegel yang bukan tegel yang putih. Tegel yang warna itu panas sekali ya. kita enggak kuat. Kita jalan sebentar sudah melepuk kaki. Gimana kalau pakai sendal api apalagi api neraka maka otak mendidih? Maka yang menyebabkan Abu Thalib tidak masuk Islam perah menyebutkan dianya karena ini karena teman-teman circle. Ccle ini bahaya ya. Ibu-ibu jangan salah circle ya. Hati-hati sebagian wanita salah ccle akhirnya repot ya duniawi ya. malas ngaji ee circle membantah suami ya. Ada kalau ketemu temannya ibu-ibu yang lain, "Loh, kamu kok nurut banget sama suami? Jangan begitu, jangan dibodohin sama suami." Ah, ini ccle pembantah apa? Suami. Diajarin caranya membantah apa? suami ya diajarin cara untuk mengambil uang suami diajarin gimana untuk duniawi sehingga pikirannya beli yang branded-branded salah pergaulan, salah circle. Tadinya pakai kantong plastik mau zuhud, sekarang harus bermerek. Siapa yang ngajarin? Salah ccle. Kasihan siap sama Bapak-bapak juga begitu ya. Salah sircle. Bahaya. Tib. Jadi maksud saya ini penting ya. Ketika kita salah lingkungan maka bahaya ya. Maka bahaya Tib. Maka seorang berusaha ya mencari teman yang baik agar dia tidak terhalang dari apa? hidayah. Dan kalau kita berteman dengan yang baik insyaallah dapat keberkahan itu teman-teman berkah majelis berkah ya. Kegiatan kita juga diberkahi oleh Allah Subhanahu wa taala. Makanya saya sering sampaikan tentang kisah tiga orang yang berjalan dari Bani Israil kemudian turun hujan kemudian mereka masuk goa. Mereka masuk goa untuk berlindung tahu-tahu turun batu nutupin goa. Akhirnya mereka tiga berdoa. Ternyata mereka tiga orang saleh semuanya. Satu berdoa tentang berbakti sama orang tua. Akhirnya batu kebuka dikit minta gua tapi belum bisa keluar. Satu lagi berdoa tentang bagaimana dia ee apa namanya? menjaga dirinya sehingga meninggalkan kemaksiatan karena Allah sehingga terbuka lagi. Yang ketiga tentang amanahnya. Bagaimana dia mengembalikan gaji anak buahnya akhirnya terbuka. Akhirnya mereka keluar. Seandainya tiga orang tersebut satunya tukang maksiat, enggak terbuka itu pintu goa. Paham? Makanya dengan teman-teman yang sama-sama satu visi, sama-sama berusaha akhirat, orientasi akhirat, itulah cirkel yang benar. yang akan terbuka bagi kita banyak hidayah. Tapi kalau kita sudah teman, ternyata duniawi, duniawi banget yang tidak ingat-ingat pada akhirat inat oleh duniawi. Bahkan buat kita lalai dari agama, selalu ingat dunia bahkan yang tadinya kita ikhlas malah diajarin untuk ri untuk selalu publish, untuk posting, akhirnya kita tersibukkan dengan duniawi. Ini banyak dari hidayah terhalang dari kita. Banyak terhalang dari hidayah dari dari kita. Nah, maka seorang hati-hati jangan sampai salah sleal. Kalau snya membuat dia jauh dari Allah, maka tinggalkan sircal tersebut. Kalau tidak akan banyak hidayah yang mental darinya ya. Karena banyak sudah kalau sudah terkait dengan kepentingan susah. Susah salah sirkel, salah bergaul, masuk dalam bisnis yang enggak benar sudah mau kasih petunjuk ada kepentingan di situ. Ada kepentingan. Kita bilang sunahnya kayak gini enggak tutup mata. Kenapa? ada kemanfaatan dunia didapatin sehingga akhirnya banyak hidayah mental gara-gara hal tersebut. Tib di antara penghalang hidayah yang ke berapa? Tiga. Yang ketiga. Sombong. Sombong. Ya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda ketika ada seorang Rasulullah berkata dalam hadisnya manana fiqatin min kibrul jann tidak masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan meskipun seringan zarah. Ada seorang bertanya Rasulullah eh seorang yuhibbu yakuna eh hasanan wluhu hasanatan. Kalau seorang senang bajunya bagus sendalnya bagus apakah itu sombong? Kata Nabi, "Bukan. Innallah jamil yuhibbul jamal." Allah maha indah. Allah suka keindahan. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Alkibr ee batarul haqtunas." Kiber adalah menolak kebenaran dan merendahkan orangor lain. Di antara kibir itu menolak apa? Kebenaran. Batrul haq. Dan Rasulullah mendahulukan batrul haq daripada ghamtunas. Menolak kebenaran dari Rasulullah dahulukan penyebutannya baru kemudian Rasulullah merendahkan manusia. Kenapa? Karena batral haq itu sombong di hadapan Allah dan Rasul-Nya. Itu lebih parah karena kebenaran datang dari Allah dan Rasul-Nya kemudian di ditolak. Ya. Jadi dia sombong di hadapan Allah dan Rasulnya. Makanya sombong yang paling bahaya. Sombong yang menjadikan seorang menolak hidayah, menolak apa? Kebenaran. Lebih lebih parah daripada sombong merendahkan orang orang lain. Mungkin dia sama orang lain tawadu, tapi ketika datang kebenaran dari Allah, dia tolak. Karena dia enggak sombong, merasa pintar, merasa ini, merasa anu, dia tolak ngeri. Maka kesombongan yang par adalah kesombongan di hadapan Allah dan Rasul daripada kesombongan di hadapan manusia yang lain. Ee dan keduanya melazimkan ya ketika kebenaran tersebut datang dari orang yang menurut dia rendah, maka dia tolak. Kenapa? Disampaikan oleh orang yang menurut dia rendahan, maka dia tidak mau terima. Ya, karenanya sejarah-sejarah membuktikan bahwasanya pengikut para nabi rata-rata orang miskin. Ketika orang-orang kaya maka mereka punya kesombongan. Mereka tidak mau menerima kebenaran karena kebenaran tersebut mungkin diikuti oleh orang-orang miskin. Mereka tidak mau disejajarkan dengan orang-orang miskin. Seperti Allah sebutkan tentang ee Nabi Nuh Alaih Salam. Ya, Nabi Nuh Alaih Salam ya. Para kaumnya mengatakan, "Wahai Nuh, kalau kau ingin kami beriman, jangan jangan dekatkan kami sama orang miskin mengikuti kalian, mengikuti engkau. Kami pengin pisah. Kami pengin tinggalkan mereka sama kami aja. Tinggalkan mereka sama kami aja. Kami orang kaya, biar kami yang beriman bersama engkau." Makanya mereka berkata, "Wama narabaka illalladina hum ariluna." Kami melihat yang ikut engkau hai Nuh. Dalam surat Hud, kami lihat yang kti engkau wahai Nuh hanyalah orang-orang rendahan yang badar ri panjang kau ngomong langsung ikut. Mereka gak seperti kita. Kita pintar, kita telaah dulu, kita cerna dulu. Mereka goblok-goblok baru dengar langsung apa? Beriman. Orang-orang miskin biasa. W naroka tabaaka illalladina hum ariluna. Kami lihat yang ikut engkau hanyalah orang miskin yang langsung nerima. Gak mikir cerna dulu tidak seperti kami. Kemudian juga dalam ayat yang lain mereka berkata, "Qu anminu laka wattabaka alarzalun." Apakah kami mau ikuti engkau sementara pengikutmu al-ardzalun orang-orang rendah? Gimana? Enggak bisa. Enggak bisa kami gabung dengan mereka. Bahkan mereka mengatakan tinggalkan wahai Nuh, tinggalkan orang miskin. Kami akan beriman. Kata Allah, Nabi Nuh berkata, "Wama ana biridilladina amanu." Aku tidak bakalan ngusir mereka orang miskin. Enggak bakalan. Ya, kalau mau beriman, beriman enggak, enggak. Jadi mereka kasih syarat kalau mau beriman harus majelis orang kaya aja, miskin-miskin jauhin gak enggak bisa gabung. Kami enggak bisa gabung, tinggalin dulu sama kami dulu. Ya, ini sombong. Gara-gara sombong tidak mau menerima apa? Kebenaran. Maka Allah menyuruh Nabi Nuh bersabar. E, menyuruh Nabi Nuh untuk tetap bersama orang-orang apa? Orang-orang yang miskin. Ya. Ya. Demikian juga Allah berkata kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ketika ada orang-orang musyrikin kasih ide, "Wahai Muhammad, dakwahi kami aja dulu. Itu orang apa namanya orang miskin-miskin tinggalkan dulu." Ya, maka Allah mengatakan, "Wasbir nafsaka maalladina yadunabbahum bil gati wal asyi yuriun wajah." Sabarkanlah dirimu wahai Muhammad bersama orang miskin, yaitu para sahabat yang miskin. yang berdoa kepada Allah pagi dan petang yuriduna wajah yang mereka ikhlas mengharap wajah Allah. Jadi jangankan dengar ocehan mereka dan Nabi sempat punya ide untuk fokus kepada orang kaya dan akhirnya Allah tegur yaitu abasa wa tawalla ya. Ketika Rasul wasam sedang mendakwahi beberapa pembesar orang Quraisy lagi fokus. Tiba-tiba datang Ibnu Ummi Maktum yang buta. Dia datang kemudian dia berkata, "Ya Rasulullah, ajarkanlah aku dari apa yang Allah ajarkan kepadamu." Maka Rasulullah berpaling dengan wajah masam. Kemudian berpaling kemudian pengin fokus sama karena logikanya benar. Ini orang-orang kaya kalau dapat hidayah kan insyaallah bagus kan. Ini kamu ganggu ini maksudnya kamu ini ganggu lagi fokus ganggu Rasulullah berpaling bermuka masam subhanallah turunkan ayat negur Nabi abasa wa tawalla anjaahul w yudrika laallahu yazakka ya maka dia berpaling dan bermuka masam padahal Ibnu Ibnu Maktum tidak lihat Nabi bermuka masam dan dia tidak tahu juga Nabi berpaling. Yang tahu siapa? Allah. Allah tegur Nabi dan Nabi bacakan ayat tersebut. Abasa wa tawalla. Makanya kalau eh Rasulullah ketemu Ibnu Maktum, Rasulullah mengatakan, "Marhaban, selamat datang kepada orang yang Allah menegurku gara-gara dia." Subhanallah. Maksudnya apa? Rasulullah sempat juga punya ide, maksudnya orang-orang pembesar-pembesar aja kita dakwahi ini mengganggu tapi ternyata Allah tegukur. Yang jangan sampai kita juga begitu. Itu lagi ada orang pejabat-pejabat datang anak ingusan. Jangan gak apa-apa sambut dia pengin hidayah ini kan kita baru usaha ini sudah jelas-jelas dapat hidayah bahkan pengin tambah hidayah ini masih belum tentu ini masih belum belum tentu ya oleh karenanya ee maka tentu memang ada maslahatnya Rasulullah ketika mendaki orang kaya ada maslahat enggak enggak ada tapi ketika ada orang miskin datang tidak boleh diabaikan tidak boleh diabaikan. Makanya saya terus terang agak sedih ketika mendengar ada ee kajian ternyata yang bayar mahal dekat dengan ustaznya yang bayar murah paling belakang. Maksud apa? Apa maksudnya apa pertimbangan apa di situ? Pertimbangan apa di situ? Kalau kita masjid kan yang datang paling tua di depan silakan mau miskin mau kaya yang bayar Rp1.200 200 dekat ustaz. Bahkan yang bayar Rp25uta bisa makan sama ustaz. Ngobrol sama ustaz yang bayar 600 di belakang remang-remang. Ini maksudnya pertimbangannya apa? Saya saya masih belum paham kemaslahatannya apa di balik itu ya. Kenapa harus demikian ya? Kenapa harus demikian? Baik. Ee ini sekedar apa namanya? Curhat. Kejadian Ustaz. Oh, kejadian. Iya, makanya kejadian saya cerita. Makanya, jadi mau saya ee di antara hal yang menghalangi orang dari ee dari hidayah adalah kesom kesombongan ya. Kesombongan sombong akhirnya tidak mau menerima hidayah. Maka demikian juga Allah sebutkan tentang misalnya kaum saleh yaitu kaum, kaum Nabi Saleh alaihi salam. Allah berfirman mursal berkata orang-orang yang sombong dari kaum Tsamud, dari kaum Nabi Saleh, kepada orang-orang miskin, "Kalian beriman ya kepada saleh ya. Kalian beriman kepada saleh dia mereka ngejek." Jadi mereka orang sombong karena kesombongan buat mereka tidak beriman. Dan ini semua kembali kepada siapa? Iblis. Iblis yang sombong ya. Illa iblis illa iblisa ya. Kenapa? Istakbara ya. Sombong ya. Maka dia berkata, "Ya wahai ya Allah apakah saya harus sujud kepada Adam?" Khalaqtani minar khalaqtahu minin. Engkau ciptakan aku dari ana khairum minhu. Aku lebih baik daripada Adam. Engkau ciptakan aku dari api dan kau ciptakan dari dari tanah. Api lebih baik daripada tanah. Gimana unsur api sujud kepada unsur tanah? Jadi iblis sombong sehingga tidak mau sujud kepada Adam. Padahal Allah yang telah memerintahkan. Hati-hati kesombongan ini bisa ee membuat orang menolak apa? Kebenaran. Kalau datang kebenaran, jangan lihat kepada siapa yang bawa. Lihat ini benar enggak. Karena ini dari Allah dan Rasul-Nya. Kadang kalau kita fokus kepada yang bawa, kita bisa nolak. Kita bisa nolak ya. Harusnya kita fokus yang dia bawa benar atau tidak. Kalau benar kita terima. Meskipun pembantu kita yang sampaikan, meskipun sopir kita yang sampaikan, meskipun mungkin anak buah kita yang sampaikan, meskipun ee siapapun ya, mungkin anak SD yang tidak tidak lulus ya, sampaikan kalau itu benar kita terima. Harusnya demikian karena kita karena Allah subhanahu wa taala. Jangan lihat kepada siapa yang bawa tapi lihat kepada konten dari yang dia sampaikan. Karena kalau kita lihat kepada yang bawa terkadang kesombongan muncul akhirnya kita tolak. Demikian juga ee seperti apa namanya? Oh nanti akan kita bahas ya tentang Firaun insyaallah setelah ini. Jadi salah satu sebab adalah alkib kesombongan. Sebab berikutnya yang membuat orang terhalang dari kebenaran yang ke berapa? Yang keempat, alhasad. Hasad, dengki ini penyakit sangat berbahaya ya yang menghalangi banyak orang dari ee kebenaran ya. Di antaranya orang-orang Yahudi. Orang Yahudi kata Allah hasadan mini anfusim min ba'di ma tabayahul haq. Orang-orang Yahudi tidak mau beriman. Kenapa? Hasadan. Karena hasad dari diri mereka setelah jelas kebenaran bagi mereka. Mereka hasad ya tentu mereka menolak kebenaran banyak sebabnya. Di antaranya Allah sebutkan karena hasad. Karena mereka lihat ternyata nabi terakhir bukan dari bangsa Bani Israil tapi dari suku Arab. Sementara mereka meyakini bahwasanya mereka adalah suku terpilih Allah Subhanahu orang paling rasis di dunia ini. Orang Yahudi paling rasis. Kita dapati sebagian orang rasis dengan sukunya. Di tanah air ada yang rasis? Enggak ada. bangga sukunya sebagai suku ini, suku ini, suku ini, darah hijau, darah putih, darah kuning, ya, macam-macam ya. Ah, lebih daripada itu semua orang Yahudi. Mungkin dia pikir darahnya darah emas ya. Ya. Ya, itu rasisnya luar biasa, rasismenya luar biasa. Nah, ketika ternyata ada nabi terakhir bukan dari Bani Israil, maka mereka tidak mau beriman. Cuma satu masalahnya itu nabi bukan dari Bani, bukan dari Bani Israel itu aja. Sampai mereka begitu semangat beriman dengan nabi tersebut sampai mereka sengaja pindah dari negeri Syam pergi pindah ke Hijaz dan mereka tahu nabi tersebut akan berhijrah ke daerah yang penuh dengan kurma. Mereka pindah ke Khaibar, mereka juga pindah ke Madinah menantikan kedatangan Nabi tersebut. Dan mereka tahu ini sudah waktunya datang Nabi tersebut. Ketika datang, falamma jaahum ma arafu kafaru bih. ketika datang siapa yang mereka kenal, mereka justru kafir. Ya, padahal ee mereka tahu nabi benar. Ya. Ya. Alladzina atainahumul kitaba ya'rifunahu kama ya'rifuna abnaahum. Orang-orang kami berikan kitab, yaitu yang diberikan Taurat orang Yahudi, mereka mengenal Muhammad seperti mengenal anak mereka. Allah kasih gambaran bahwasanya mereka kenal Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dengan pengenalan yang benar-benar yakin. Sebagaimana kita kenal anak kita, kita tahu kayak apa modelnya, sifat fisiknya bagaimana, hobinya apa, mainnya ke mana, mereka tahu. Mereka tahu sifat fisik Nabi, mereka tahu apa yang Nabi perintahkan, mereka tahu teman-temannya Nabi, mereka tahu. Ee main ke mana, hijrah ke mana, mereka juga tahu. Tapi ketika datang mereka ee tidak beriman. Kenapa hasad? Karena hasad. karena hasad itu aja. Karena kalau mereka tahu ada nabi terakhir dari suku lain, berarti suku mereka turun turun derajat. Karena nabi terakhir ternyata dari bangsa lain. Inilah yang menjelaskan juga menjadikan yang lain juga hasad ya. Ya. Ee seperti apa ee orang-orang kaum Nabi Saleh juga ee juga tidak beriman kepada Nabi Saleh ya. Abar minna wahidan nat. Apakah satu orang kita ikuti kita banyak kok saleh? Saleh satu orang kita pembesar-pembesar banyak orang. Ngapain ikuti saleh apa? Hasad. Ya. Demikian juga seperti disebutkan dalam ee dalam sirah dalam riwayat Ibnu Hisyam. Di antara sebab kenapa Abu Jahal tidak mau beriman karena apa? Hasad. Hasad. Ketika ada seorang bertanya kepada Abu Jahal, "Bagaimana menurut engkau tentang kau didengar dari Muhammad?" Maka Abu Jahal, Abu Jahal dari Bani Makhzum, maka dia berkata, "Tanazna nahnu wanu abdi Manaf Asyaraf." Kami, yaitu Banu Banu Makhzum bersaing dengan Banu Abdul Manaf untuk meraih kemuliaan. Itu Banu Hasyim maksudnya Banu Abdul Manaf ee apa namanya? Ee kabilahnya siapa? Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kami bersaing. At'amu faat'amna waamalu fahamalna wau faina. Mereka bagi makanan, kami juga bagi makanan. Mereka kemudian menjalankan tugas-tugas yang baik, kami juga menjalankan tugas-tugas yang yang baik. Ya. Dan mereka memberi, kami juga memberi. Jadi kami selalu bersaing. Dan dua kabilah paling top dari Quraisy, yaitu kabilah Bani Hasyim sama kabilah Banu Maghzum. Kabilahnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan kabilnya Abu Jahal. Dia berkata,"taukun. Sampai ketika kami sudah bersaing, lutut kami sudah seimbang seperti kuda yang sudah tinggal di ujung bersaing. Siapa yang menang? Yang yang berpacu tinggal sudah sama-sama setara. Tiba-tiba mereka bilang, "Kami punya nabi yang wahyu turun kepada kami. Gimana kami menyainginya? Kalau kami ngakui dia nabi, selesai kami kalah saingan. Cara satu-satunya kami enggak mungkin bilang, "Oh, kamu punya nabi, kita juga punya nabi." Enggak mungkin. Karena enggak ada wahyu yang turun kepada Abu Jahal. Cara satu-satunya agar kami tetap dalam persaingan yang sama, kami dustakan nabi tersebut sehingga kami tetap apa? Setara. Ini sebab di antaranya Abu Jahal tidak mau beriman kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam agar tetap seimbang. Ini rivalnya siapa? Rival gua. Ini kalau diakui selesai ya. Repot ya. Di antara sebab kenapa Abdullah bin Ubay bin Salul tidak beriman jadi orang munafik. Kenapa? Karena hasad. Ya. Kenapa? Karena ketika terjadi perang saudara antara ee suku Allaus dan suku Alkhazraj yang mereka dikenal dengan Banu Qailah. Mereka satu neneknya satu namanya Qailah. Punya anak-anak anak sampai akhirnya ter terkumpulkan pada dua suku, suku Al-Aus dan suku Alkhazraj. Suku Al-Khazraj lebih banyak daripada suku Aus. Di antara suku Al-Khazraj adalah Abdullah bin Ubay bin Salul. Ya. Kemudian mereka berperang 120 tahun disebut sekitar 100 tahun lebihlah 100 tahunan. Sampai akhirnya puncak-puncak peperangan pada yaumu buat itu 5 tahun sebelum Nabi berhijrah. Yaum buat maka terjadi perang yang dahsyat sehingga seluruh senior mati kecuali tinggal satu senior yang belum mati. Satu senior tersebut adalah Abdullah bin Ubay bin Sal. Dari kedua kedua belah pihak senior-senior suku Aus tewas, senior-senior suku Alaus juga tewas. Tinggal satu yang belum mati siapa? Abdullah bin Ubay bin Salul. Akhirnya mereka sepakat, habis perang ini kita angkat si Abdullah ini bin Ubay bin Salul jadi pemimpin kita. Kita berikan mahkota sehingga dia menjadi pemimpin suku Ala-Aus dan suku Alkhazraj di Madinah. Dan Abdullah sudah siap jadi pemimpin karena tinggal dia satu ekor yang jadi apa? Satu-satunya yang masih senior. Yang lain semua anak-anak muda. Ternyata mereka pada masuk apa? Islam. Akhirnya yang jadi pemimpin adalah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam di kota Madinah. Maka dia hasad, dia tidak mau masuk is Islam. Terpaksa masuk Islam ketika perang Badar kaum muslimin menang, dia takut akhirnya masuk Islam tapi muna munafik. Di antara sebabnya kenapa? Karena hasad. Karena hasad. Karena hasad. Oleh karenanya hasad ini adalah penghalang ee hidayah ya. Dan mengantarkan orang untuk berbuat zalim, mengantarkan orang untuk meninggalkan hidayah. Sudah dapat hidayah dia tinggalkan gara-gara apa? Hasad. Gara-gara hasad. Tib. Di antara sebab penghalang hidayah adalah jabatan dan kekuasaan. Yang ke berapa ini? Yang kelima. jabatan dan kekuasaan sebagai contoh nyata ya tentang hal ini seperti perkataan Firaun. Firaun ketika didakwahi oleh Nabi Musa dan Harun ya hujahnya kuat ya dan Firaun tahu mereka di atas kebenaran. Nabi Musa harus kebenarannya. Makanya Allah sebutkan ya eh wajahadu biha wastaiqonatha anfusumulman uluwa. Mereka menolak kebenaran padahal mereka yakin jiwa mereka yakin. Kenapa mereka tolak zulman uluwan? Karena mereka sombong merasa tinggi. Ya, mereka nolak kebenaran. Dan Nabi Musa pernah berkata kepada Firaun, "Laq alimta ma anzala haulaus samawati wal ardhi basir." Kata Nabi Musa, "Wahai Firaun, sungguh kau telah tahu tidak ada yang menurunkan seluruh mukjizat ini kecuali Allah Subhanahu wa taala." Kau tahu, hatimu tahu. Ya, cuma di antara sebab dia tidak mau beriman karena tidak pengin lengser dari kepimpinannya. Apa kata kaumnya? Q faqalu anminu. Mereka berkata anminu libasarina waumanaidun. Bagaimana kita mau beriman kepada Musa dan Harun sementara kaum mereka menyembah kita. Kata kata Firaun Firaun dan Haman gimana kita mau beriman kepada Musa dan H sementara kaum mereka nyembah kita. Gampang gampangannya seakan-akan mereka berkatalah kalau kita beriman kepada Musa dan Harun ya kita beriman kepada agama budak-budak kita ya. Kita turun tahta dong. Tadinya mereka nyembah kita, sekarang kita balik nyembah mereka. Enggaklah. Kita akan hilang apa? Kekuasaan. Jadi jabatan ya nakak gak gaklah masa kita beriman kepada apa dari budak-budak kita. Karena Musa dan Harun dari Bani Israil budak-budaknya Firaun ya. Jadi tidak mau kehilangan kekuasaan dan jabatan. Di antara contoh nyata juga tentang hal ini adalah Heroklius ya. Sebagaimana saya pernah ceramahkan dalam kisah tragis Herlius ya. Yang dia sudah mengakui kebenaran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ketika dia panggil Abu Sufyan kemudian dia tanya-tanya tentang Nabi sallallahu alaihi wasallam. Seluruh pertanyaan yang detail bagaimana? Bagaimana banyak pertanyaan yang dia simpulkan bahwasanya Nabi Muhammad adalah nabi yang benar berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Abu Sufyan dan Abu Sufyan itu adalah musuh pengganti Abu Jahal. Dia musuh paling besar dari kaum Quraisy yang melawan kaum muslimin. Ke Abu Jahal tewas. Yang ganti siapa? Abu Sufyan. Dalam perang Uhud siapa pemimpinnya? Perang Badar Abu Jahal. Abu Jahal tewas. Perang berikutnya perang Uhud adalah Abu Sufyan. Perang Khand juga siapa? Abu Sufyan dan seterusnya. Oke. Ketika dipanggil Abu Sufyan kemudian Herkulus tanya setelah dapat informasi dia ambil kesimpulan dia berkata, "Fain haqqan kalau yang kau ucapkan itu benar wahai Abu Sufyan dia akan menguasai tempat kedua kaki ini. Dia akan menguasai singgasanaku ini. Dia akan menguasai singgahsanaku ini." Kalau saya tahu saya bisa sampai kepada dia, saya akan berusaha menuju dia. Ya, akan berusaha bertemu dengan dia. Walau kuntuahu, kalau saya berada di sisi Muhammad, anqodami, saya akan cuci kakinya. Bayangkan Heroklis, raja Romawi bilang begitu. Itu yang sekarang waktu lagi berkuasa di alam semesta siapa? Heroklius. Herli apa Donald Trump? Heroklius. Gampangannya misalnya seorang ketemu Donald Trump tadi berkata, "Kalau saya ketemu dia, saya akan cuci kakinya." Kira-kira ini orang hebat enggak? Ini yang ngomong bukan sembarang orang. Yang ngomong Donald Trump misalnya orang luar biasa. Sampai ketika mendengar itu Abu Sufyan kaget. Waduh ternyata Muhammad ini luar biasa ini. Ini pemimpin dunia Heroklius takut sama dia. Karena Herculus ngomong benar ya. Kalau saya bisa ketemu dia, saya akan cuci kakinya sebagai bentuk apa? Penghormatan. Subhanallah. Jadi benar-benar dia mengakui kebenaran. Tapi apakah dia beriman setelah itu? Jawabannya tidak. Ya. Kenapa? Takut. Takut kehilangan apa? Kerajaannya. Takut kelainan kekuasaannya. ee disebutkan dalam Sahih Bukhari, maka dia kumpulkan anak buahnya semua setelah dia diskusi dengan beberapa ahli agama, ternyata semua sepakat itu nabi yang kita tunggu. Itu yang kita sering bicarakan selama ini, itu yang kita diskusikan, itu yang kita tunggu-tunggu selama ini. Kesibukan mereka nunggu datang nabi terakhir karena mereka tahu saatnya tiba adalah tahun-tahun ini. Nah, sekarang sudah tiba. Itulah yang kita nanti-nantikan. Akhirnya dia sudah yakin itu Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Maka dia kumpulkan anak buahnya, dia tutup istananya. Kemudian dia menyampaikan, "Bagaimana kalau kita ikuti nabi ini kita akan semakin jaya, semakin kokoh?" Akhirnya anak buahnya ngamuk semua. Ketika anak buahnya ngamuk, dia bilang, "Saya cuma coba iman kalian. Ternyata iman kalian top." Sudah saya cuma coba aja. Tadi cuma coba-coba aja. Akhirnya dia milih kerajaan daripada akhirat. Ya, terkadang orang karena jabatan ya dia tidak mau mengikuti hidayah. Dia tahu ikut hidayah jabatannya akan hi hilang. Hidup cuma sekalian. Mau jabatan dunia apa jabatan di akhirat. Tayib. Ee berikutnya yang ke berapa? Yang keenam. Di antara sebab terhalangnya hidayah adalah syahwat. yaitu ada duniawi yang harus dikorbankan, tidak mau meninggalkan kenikmatan duniawi tersebut. Ya, inilah sebab sekarang juga banyak ahlul kitab yang tidak mau masuk Islam. Karena orang Islam susah katanya nanti mau Islam disunat kemudian khamar haram gak boleh lagi ini, enggak boleh anu, enggak boleh bersalat macam-macam. Susah susah kalau kita agama ahlul kitab kan nyaman ya khamar. Oke. Ke tempat ibadah pakai baju indah, kelihatan aurat. Oke. Ya, nonton filmfilm juga oke. Babi juga sangat lezat. Khamer juga sangat apa? Lezat. Luar biasa. Ya, kalau kalau itu semua masuk Islam semua tidak boleh. Saya pernah naik naik pesawat ya, bisnis kelas dengan istri ya dibayarin orang ya. yang dibayarin orang pesawat Belanda ya apa KLM apa namanya saya lupa. KLM. Iya KLM. KLM ya. Jadi naik pesawat istri saya pakai cadar saya pakai begini pakai baju ustaz ya pakai songkok ya. Iya. Terus dia kasih apa namanya minuman. Saya ambil saya pikir jeruk karena orange kan. Terus saya iseng nanya apa ini? Enggak usah tanya saya ngomongnya gimana. Pokoknya ini apa? Terus dia bilang, "Sempen sampean apa sampeen." Wah, bir. Waduh, subhanallah. Padahal saya sudah pakai baju ustaz ya. Karena ee rahib-rahib mereka juga suka mabuk. Mau pakai baju rahib kasih. Karena mereka suka mabuk. Ya, mungkin dipikir pendeta muslim juga suka mabuk. Subhanallah. Ya, kalau kalau masuk Islam gak boleh lagi minum, repot. Ini menghalangi banyak orang dibuat buruk-buruk tentang Islam. Kamu nanti enggak boleh gini, enggak boleh gini, enggak boleh gini, enggak boleh gini. Ya susah sama kamu kok ikut sunah udah enggak bisa main gitar lagi. Maksudnya enggak boleh riba lagi, enggak boleh nonton film lagi, ya. Ikut sunah susah. Agama Islam itu agama yang fleksibel atau terlalu kaku ya. Orang enggak mau kenal sunah lagi kara ditakut-takutin. Ya. Dan ini pernah terjadi kisah kepada seorang penyair terkenal namanya Aya. Saya bacakan dalam bidah w Nihayah. Dia seorang penyair, penyair terkenal. Dan dia kalau sudah muji orang luar biasa orang tersebut akan naik pamornya, reputasinya. Makanya orang senang kalau dia dia yang muji bahkan dia cari uang dengan dia pergi ke amir siapa, ke kabilah siapa kepala kabilah dia puji dapat duit banyak nanti suku kepala kabilah terus naik apa naik ee naik apa kalau dia testimoni luar biasa dan dia ahli bahasa Arab namanya Aisyah A bin Qais bin Ts'abah dari ee Bakar bin Wail Ya. Dan satu hari dan dia sudah memuji Nabi. Ada syair-syairnya dia memuji Nabi sallallahu alaihi wasallam. Satu hari dia pergi pengin pergi ke Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Ya. Ingin ee masuk Islam. Maka dia mendapati zaman Nabi dan dia sudah dengar dengan tentang Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka dia pun jalan menuju naik unta menuju Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk menyatakan Islam. di tengah perjalanan kata kata Ibnu Hisyam, "Falama di Makkah a qoriban minha ketika dia sampai di Makkah atau ini Nabi masih belum berhijrah. Ketika sampai di Makkah atau menjelang dekat Makkah maka kemudian ada yang ee menghalanginya ya. Maka sebagian orang musyrikin ada yang menghalanginya ya. Maka dikatakan kepada dia, "Ya, kau mau masuk Islam. Muhammad tuh mengharamkan ini, mengharamkan ini, mengharamkan ini." Repot dia. Muhammad mengharamkan judi, Muhammad mengharamkan zina. Waduh, repot ini. Ada yang mengatakan dia ketemu ketika Nabi sudah di Madinah ya, ketika khamar sudah diharamkan. Intinya disampaikan kepada dia, "Kau mau masuk Islam, mau ketemu Muhammad. Sementara Muhammad mengharamkan judi, mengharamkan zina. Waduh, repot orang kalau sudah senang zina haram repot. Kalau judi masih okelah ya. Kalau zina waduh haram susah. Muhammad mengharamkan khamar waduh ini lebih susah lagi masuk Islam nanti begitu kata dia. Ya udahlah saya pulang dulu. Saya puas-puasin dulu zina sama khamar nanti saya masuk Islam. Dia pulang dulu di tengah jalan dia mati. Kejatuhan jatuh dari untanya mati. Subhanallah. Jadi menghalangi dapat hidayah karena syahwatnya. Syahwatnya tidak pengin dapat hidayah. Karena ketika dia dapat hidayah maka khawatir kebiasaannya terhalangi. Dan itu sekarang banyak terjadi juga saya katakan tadi bukan cuma dari Nasra ke Islam dari orang yang pelaku maksiat menuju sunah. Kenapa dia tidak mau menyambut hidayah? Karena dia tahu kalau dia ngaji akan banyak hal yang dia sukai terhalangi. Yang dia suka terhalangi. Ya, hobinya nonton gimana? Mau ngaji nanti nonton enggak boleh lagi. Saya hobi nonton Korea masalahnya drakor, drama Korea. Ya, repot ya. Saya mau ngaji nanti saya enggak bisa lagi main musik. Sementara pemasukan saya dari apa? Mu musik repot ya. Saya mau ini nanti saya enggak bisa lagi main film karena saya artis terkenal ya. Kalau saya kenal sunah nanti enggak boleh lagi. Jadi banyak pertimbangan. Nah, di sana ada ternyata ada alternatif ada kajian yang itu semua boleh. Ah, mending yang ini. Iya enggak? Ini saya tetap bisa eksis masih bisa menjalankan kebiasaan saya ada masalah. Ustaz ini terlalu kaku. I artinya gitu ya. Karena ada duniawi yang tidak pengin dia tinggalkan. Akhirnya dia milih hidayah milih terserah milih begini atau milih begitu. Saya pengin ngaji masuk surga tapi tetap terkenal dengan glamurnya kehidupan saya dengan maksiat yang saya lakukan. Ya sudah ada alternatif ustaz-ustaz yang bolehkan ya sudah. Oleh karenanya ee di antara hal yang menjadikan seorang terkadang terhalang dari hidayah karena ada duniawinya yang harus dia korbankan dan dia tidak mau mengorbankan duniawi tersebut. Ada kesenangan ya. Mereka kay sebagian pelaku bidah benar-benar mencela sunah karena kalau dia karena sunah tersebut mengusik kebiasaan dia, kesenangan dia. Dia senangnya begini begini begini. Ya ini repot ya. Kalau saya senang misalnya ngaji ikhtilf campur laki-laki perempuan, kalau saya ngaji senang sambil bawa DJ, bagaimana mengenal sunah? Harus saya tinggalkan ini semua berat. Sementara itulah kebiasaan saya, kesenangan saya, itulah audiens saya dan seterusnya. Gimana? Ya, maka terkadang gara-gara ee padahal kalau kamu kita tanya sama seluruh ulama enggak boleh pengajian seperti itu. Mana ada boleh campur ngaji mau mazhab apapun campur laki-laki perempuan pakai musik-musik mana mazhab mana yang boleh ya mazhab mana yang boleh ya. Tapi kalau kalau ditinggalkan repot ya. Karena di situlah orang menyukai kita karena kita mencampurkan hak dengan batil, kebenaran dengan kebatilan. Kemudian yang ke berapa sekarang? Tujuh. Ketujuh. Di antara ee perkara yang menghalangi seorang dari hidayah ini termasuk duniawi juga yaitu adalah tidak kuat untuk ditinggal oleh keluarga. Dan ini dilakukan oleh orang nonmuslim ketika sebagian di antara mereka masuk Islam benar-benar diboikot. diboikot, dijauhin, diputuskan semua ee apa namanya? Relasi semuanya enggak ada ya. Kalau kalau ada ini dipecat semuanya sehingga dia susah dilarang balik ke kampungnya, dimusuhi dan dia tidak kuat harus meninggalkan apa? Saudara berat. berat sehingga akhirnya ada yang kembali lagi. Ada yang kembali kembali lagi. Ya, ini di antara ujian ya. Yang ini dihadapi oleh para sahabat ketika mereka berhijrah, mereka masuk Islam, mereka bermusuhan dengan ayah mereka, bermusuhan dengan ibu mereka, bermusuhan dengan kakak adik mereka, harus pisah dengan istrinya, bermusuhan dengan suaminya, dan mereka menjalaninya. Ya, sebagian orang tidak kuat sehingga akhirnya masuk Islam enggak jadi ya. Nanti bakalan repot akhirnya tetap bertahan pada ee kekufurannya. Sebagian ada yang harus bersiasat ya. Saya ketemu orang dia bilang, "Ustadz, saya masuk Islam." Ya, masuk Islam silakan. Ee tapi enggak usah ramai-ramai. Saya bilang, "Enggak, Ustaz. Kita cuma pribadi kita berdua." Dia shoting saya dengan dia. Dia bilang, "Saya untuk nguatin saya. Saya juga enggak pengin orang keluarga saya tahu." Kenapa? Karena saya nanti masalah. Jadi dia menyembunyikan apa? Islam ya. Tapi ini masuk Islam. Milih masuk Islam dengan apa? Diam-diam. Ya. Ini di antara sebab ee terhalangi hidayah karena memilih kenyamanan kenyamanan keluarga. Kenyamanan kalau dia masuk Islam dia akan terbuang sehingga dia meninggalkan Islam. Yang terakhir mungkin sampaikan adalah ee di antara penghalang paling besar adalah takqlid kepada nenek moyang. Ya, ini paling berat kata Ibnu Qayyim. Ini penghalang hidayah paling apa? Paling besar taklid kepada nenek moyang. Inna wajna abaana ala millah ala ummah wa inna alari muktadun. Ya, kami mendapati nikmat kami begini caranya kami tinggal ngikut. Ya. Ya. Alaiana. Kami hanya ngikuti apa yang dijalankan oleh nenek moyang nenek moyang kami. Ya. Dan itu yang menjadi penghalang para pengikut para orang kaum para nabi untuk masuk masuk Islam. Nabi Ibrahim ya ketika berdakwah mereka mengatakan, "Kami dapati nenek moyang kami sudah seperti ini ya sudah nongkrong menyembah berhala. Kami tinggal apa ngikut ya. Tradisi berat untuk ditinggalkan. Berat. Kenapa? Karena tradisi ini sudah dijalankan oleh nenek nenek moyang dan Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika berdakwah dia merubah tradisi. Tradisi yang baik dijaga, tradisi yang salah dirubah oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka di antara celaan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam dia dituduh sebagai shobi. Shob artinya orang yang keluar dari apa? Tradisi nenek moyang. Makanya ketika Abu Lahab memprovokasi masyarakat untuk meninggalkan Nabi, dia bilang mengatakan ini shob h kadabun shob ini pendusta dan dia sob yaitu orang yang keluar dari agama nenek moyangnya. Kalau ada orang masuk Islam dulu mereka katakan sabaut kau sudah keluar dari tradisi nenek moyang. Oke senjata paling andalan agar orang bertahan. Ah meninggalkan tradisi nenek moyang. Dan siapa sih di antara kita tidak cinta sama nenek moyang? Kita semua cinta sama nenek apa? Nenek moyang. Bangga punya nenek moyang. Tapi ketika kita dikatakan menyelisihi tradisi nikmah yang berat ini andal. Makanya ketika tadi kita sudah sebutkan kisahnya ketika Abu Thalib didakwahi oleh Nabi, apa yang diucapkan oleh Abu Jahali? Cuma mengatakan millati Abdul Muthalib kau benci agama bapakmu. Selesai. Nabi ceramah panjang-panjang. Ya ammi qul la ilahaillallah kalimatan uhajulakallah. Panjang Abu Jahal cuma pamanku ucapkan lailahaillallah suatu statement perkataan yang aku akan bela engkau di sisi Allah. Abu Jahal cuma bilang, "Kau benci agama bapakmu." Selesai. Dan Abu Abu Thalib terprovokasi. Saya enggak mau. Enggak mau gimana saya dikatakan benci kepada agama nenek moyang saya. Akhirnya tidak beriman. Maka ini paling berat menyelisihi tradisi. Berat sekali. Sampai sekarang banyak orang Islam masih di atas tradisi yang salah. Masih banyak ya. Masih banyak. Banyak atau tidak banyak? Ya. Ya. Kita tidak tidak memusuhi tradisi. Tradisi yang baik. Ini versi Islam ya. versi Islam. Kita kan Islam datang untuk memfilter tradisi. Tradisi baik kita ambil, kita kembangkan. Seperti dalam di kita di Indonesia banyak tradisi kesopanan, tradisi silaturahmi, tradisi sama tetangga baik, tradisi kerja sama, gotong royong. Banyak tradisi yang yang kita miliki, yang kita bahkan kita pupuk tradisi tersebut. Dan ada tradisi tidak sesuai, tradisi yang melihi syariat. Ya, kalau kita Islam sebagai dalam kacamata Islam ini menyelisihi syariat. Ini menyelisihi apa? syariat. Sampai begitunya saya suka dengan tradisi. Saya aja buka puasa di Madinah menjaga kearifan lokal. Tetap buka puasa dengan tempe goreng. Ini tradisi yang saya sukai maksud gorengan sama bakwan goreng. Maksud saya ee Nabi pun demikian. Makanya Rasulullah sebutkan, Allah menyebutkan atau ras apa Rasulullah bersabda, "Innama buitu mama akhl." Sesungguhnya aku diutus ini untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Maksudnya apa? Sebelum Nabi diutus sudah banyak akhlak mulia yang ada di tengah-tengah kaum jahiliyah ketika itu. Ada misalnya keberanian, terus ee ketiakawan, terus ee menjamu tamu, kedermawanan. Ini ada ada ya. Dan Nabi mengatakan saya akan sempurnakan. Tapi tradisi yang salah Nabi filter. Nabi filter dan kadang Nabi modifikasi. Contoh orang-orang Arab Jahiliah ketika mereka ingin menyampaikan suatu pengumuman yang penting, mereka naik di atas gunung, di atas bukit, k mereka buka baju mereka, kemudian mereka ambil pasir, mereka tuangkan ke kepala mereka, kemudian mereka berteriak, "Ya shabahah, ya shabahah, yaitu silakan datang ada pengumuman." Itu cara mereka untuk beri pengumuman. Nabi ketika ingin beri pengumuman bahwasanya seorang nabi dia juga melakukan cara yang sama. Dia naik di atas apa? di atas bukit, tapi dia tidak buka baju dan dia tidak tuangkan pasir di mana kepalanya. Karena ini tidak benar. Tapi dia naik di atas bukit dan dia mengucapkan kata yang sama. Ya shbahah ya itu pengumuman. Pengumuman seakan-akan lagi diserang. Ya. Jadi Nabi kalau ada ee tradisi yang bagus, ada bagusnya, ada buruknya, tinggal dimodi modifikasi yang yang difilter yang tidak benar, tidak sesuai dengan Islam. Ya, seperti di zaman jahiliyah wanita buka aurat maka tradisi buka aurat dirubah dengan adanya kewajiban berjilbab. Dulu mereka tidak pakai jilbab. Ini ada orang bilang lagi jilbab tradisi Arab. Bukan tradisi Arab tuh enggak pakai apa jilbab. Islam datang dengan menyuruh pakai jil jilbab. Ya. Nah, kalau sudah tradisi susah ya. Gak usah tradisi nenek moyang, tradisi keluarga besar kita a susah. Enggak usah kita bicara tradisi nenek moyang beneran satu tanah air. Jadi tradisi keluarga besar mau diselisihi susah ya. Seakan-akan mereka memberi gambaran, kalau kau bilang ini salah, nenek moyang kita salah. Kita bilang nenek moyang kita salah mereka beruzur. Mereka enggak tahu apakah nenek moyang kita maksum tidak mungkin salah. dan nenek moyang orang beda-beda. Nenek moyang dia, nenek moyang kita beda-beda. Kamu juga nanti jadi nenek moyang 1000 tahun lagi. Maksud saya ee digambarkan bahwasanya kalau menjadi nenek moyang berarti tidak menghormati mereka. Berarti berarti berarti gak? Mereka kan punya kondisi tersendiri belum sampai dakwah kepada mereka. Itu mungkin terbaik yang bisa mereka lakukan. yang kita tahu ya kebaikan baru kita perbaiki kita perbaiki. Contoh seperti di suatu daerah di situ terkenal banyak ulama ternyata tradisi tidak bisa dihilangkan tetap warisan yang pegang perempuan. Ya enggak ada enggak ada banyak atau sedikit banyak. Enggak bisa ngumpak dakwah macam apa saja enggak bisa. itu saya ingin jelaskan tradisi itu berat padahal sudah tahu agamanya seperti apa, Islam itu seperti apa. Tapi ninggalkan tradisi seperti itu sulit karena sudah tradisi apa? Nenek nenek moyang. Sama juga di suatu daerah masyaallah Islamnya bagus, banyak orang hafal Quran. Ternyata kalau sebagian mereka kalau mau nikah itu perempuan dicuri dulu. Ada enggak? Ada tradisi kita enggak bisa ngfil. Tradisi harus dilestarikan, dijaga. Padahal menj syariat gimana perempuan dicuri, khalwat dan macam-macam. Kalau terjadi apa yang terjadi? Tapi tradi tradisi mau diapain? Ya. Jadi ini salah satu penghalang luar biasa. Kalau tradisinya merupakan kesyirikan lebih susah lagi. Kalau tadi bukan kesyirikan cuma pelanggaran syariat. Ada yang tradisi kesyirikan. Gak bisa. Orang Islam yang punya misalnya tradisi harus nyembelih kebo di sawah untuk penghormatan kepada Dewi Sri. Tib. Dewi Sri itu siapa? Coba tanya orang-orang Hindu, Dewi Sir itu Dewa? Dewa perempuan namanya Dewi. Dewi. Iya, Dewi. Heeh. Entah istrinya Dewa laki-laki yang mana. Saya juga kurang tahu ya. Tapi maksudnya ada mereka punya keyakinan ya atau Dewi saya sudah pernah tanya tapi itu dia bilang itu bagi mereka silakan, bagi kita beda. Kita enggak bisa. Itu bukan agama kita. Bukan agama kita. Kalau mereka silakan. Mereka punya keyakinan. Saya pernah nanya sama mereka punya keyakinan yaitu hak mereka. Silakan. Kalau kita tidak, kita hanya kepada siapa? Allah. Ini tradisi gak bisa kalau umat Islam gak bisa nenek moyang. Nenek moyang dulu enggak ngerti mungkin yang lain ya. Kalau tradisi sampai pada kesyirikan repot ya. Oleh karenanya ee seorang berusaha berpikir dengan logika dia terhadap dalil yang datang kepada dia. Jangan dia menggunakan ya dia buang akalnya kemudian dia berpikir dengan logika nenek moyang. Nen yang dulu punya kondisi tersendiri yang belum sampai mungkin hidayah kepada mereka ilmu belum sampai kepada mereka punya cara berpikir sendiri. Kita sekarang berbeda ya. Pakai akal kita, logika kita, informasi yang masuk kita kita kelola. Jangan pakai kita buang akal kita, kita pakai akal orang dulu. Beda ya. Akhirnya di antara sebab utama yang menghalangi seorang dari hidayah adalah tradisi ya. Bab demikian saja ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala apa yang bisa saya sampaikan tentang penghalang-penghalang hidayah dan jangan lupa terus berdoa kepada Allah ya Allah berilah aku hidayah Allah minasalukal huda wat tuq walfa walina allahumahdina fiman hadait sering berdoa kita ini butuh hidayah setiap detik kita butuh hidayah kita mau komentar aja harus ada hidayah kalau enggak salah komentar benar nanti bikin heboh ya oleh karenanya seorang butuh hidayah dari Allah dalam segala urusan. Demikian saja apa yang saya sampaikan. Ee tidak ada tanya jawab, saya ada kegiatan berikutnya. Demikian wabillahi taufik wal hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.