Transcript
aJ6-G8J4wOM • Menumbuhkan Perasaan Diawasi Oleh Allah Ta'ala - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2485_aJ6-G8J4wOM.txt
Kind: captions Language: id Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu wafiruhu watubu ilaih wa naudubillahi min syururi anfusinaalina yahdihillahu fala mudillalah w yudlil fala hadiyaalah wa asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu anna muhammadan abduhu [Musik] Huda Muhammadinallahu alaihi wasallam umat bidah waatin finar. Maasyiral muslimin. Sesungguhnya di antara ibadah yang sangat agung terutama di zaman sekarang yang di mana akses untuk bermaksiat begitu mudah adalah takut kepada Allah tatkala sedang bersendirian. Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam Al-Qur'an. Innalladina yaksyaahum bil ghaibi lahum magfiratu wa ajrun kabir. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Allah tatkala bil ghaib, yaitu tatkala dia tidak terlihat oleh mata-mata manusia, dia sendirian. Hanya Allah yang melihatnya, lantas dia takut kepada Allah subhanahu wa taala. Lahum magfirah, maka mereka akan mendapatkan ampunan. Ya, di sini Allah mentankir menyebutkan dengan tanwin yang menunjukkan ampunan yang agung. [Musik] dan ganjaran yang besar. Allah juga berfirman, kata Allah subhanahu wa taala, "Sungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang yang mengikuti peringatan Allah Subhanahu wa taala bil gaib dan takut kepada Allah ketika sedang bersendirian." Maka berilah kabar gembira kepadanya bftin dengan ampunan yang besar dan pahala yang mulia itu surga. Oleh karenanya Allah berfirman dalamat yang lain tentang surga [Musik] wqbunam. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Dan pada hari kiamat kelak didekatkanlah surga untuk siapa? Untuk orang-orang yang bertakwa. Ghairro baid, maka tidak jauh. Mereka dimuliakan. Mereka tidak berjalan menuju surga, tapi surga yang didekatkan kepada mereka." Terus Allah mengatakan, "H ma tuadun." Ini isi surga semuanya dijanjikan untuk siapa? Hadza ma tuadun. Dijanjikan buat orang likulli awabin hafid. Setiap orang yang senantiasa kembali kepada Allah dan menjaga perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Kemudian Allah khususkan man khasar rahmana bil ghaib. Yaitu orang-orang yang takut kepada arrahman tatkala sendirian. Tatkala tidak ada orang yang melihat melihat mereka. Ini ibadah yang sangat agung yang Rasul Sallahu Alaih Wasallam berdoa untuk bisa menjalankan ibadah ini. Di antara doa Nabi sallallahu alaihi wasallam asaluka gaibiahadah. Ya Allah, aku mohon kepada Engkau untuk bisa takut kepadamu dalam kondisi alghaib tatkala tidak ada orang lain dan tatkala al-alan syahadah tatkala di hadapan banyak orang. Kita sangat begitu perlu dengan ibadah yang agung ini. Dalam ayat yang lain Allah berfirman, "Waliman khaofa maqbihi jannatan." Dan bagi orang yang takut dengan kedudukan rabbnya, ada yang menafsirkan maqabbihiq maqahu amabbihi. yaitu ketika dia berdiri di hadapan Allah untuk hisab, dia ingat. Dia ingat dia akan dihisab maka dia akan mendapatkan dua surga. Ahli tafsir mengatakan, "Hamma bil maksih." Dia ingin melakukan maksiat maka dia ingat dia akan dihisab. Maka dia pun meninggalkan maksiat tersebut maka dia akan mendapatkan dua surga. Ibadah yang sangat agung yang betapa butuhnya kita saat ini untuk bisa melaksanakan ibadah tersebut. Ketahuilah maasyiral muslimin, ketika seorang diuji dan dia terjebak dalam dua kondisi, yaitu tidak ada orang yang melihatnya dan mudah untuk mengakses maksiat tersebut, mudah untuk mengeksekusi maksiat tersebut, sungguhnya sedang diuji dengan ujian yang besar. Allah pernah menguji para sahabat. Kata Allah Subhanahu wa taala, [Musik] "Wahai orang yang beriman, benar-benar Allah Subhanahu wa taala akan menguji kalian dengan sedikit hewan buruan yang bisa kalian tangkap dengan tangan kalian atau bisa kalian tombak dengan tombak kalian." Ayat ini turun tentang para sahabat yang sedang berumrah atau berihram. Mereka berangkat dari Madinah menuju Makkah dan aturan ihram tidak boleh berburu. Tidak boleh berburu. Sementara mereka kelaparan. Tiba-tiba Allah uji ada hewan-hewan buruan jadi jinak tiba-tiba di depan mereka mudah untuk ditangkap. Kalau mereka tangkap tidak ada yang tahu. Mudah untuk ditombak. Ternyata itu ujian. Bahan ujian dari Allah. Makanya Allah mengatakan la yabluanakumullah. Sungguh Allah akan menguji kalian. Buat apa Allah menguji? Lamallahuakuhu bilib. Agar Allah tahu mana di antara kalian yang takut kepada Allah tatkala sendirian, tatkala ada yang melihat. Tatkala tidak ada yang melihat. Karena siapa yang takut kepada Allah tatkala bersendirian maka Allah siapkan ganjaran yang besar. Famanada ba'daika falahu adzabun alim. Siapa yang melanggar maka dia akan mendapatkan ganjaran yang besar, akan mendapatkan siksaan yang berat, siksaan yang pedih. Maasyiral muslimin, begitu agungnya ibadah ini. Takut kepada Allah tatkala bersendirian. Maka Allah sebutkan contoh seorang nabiullah yang mulia Yusuf Alaih Salam ketika dia diuji tatkala dia hanya berdua-duaan dengan Imraatul Aziz dengan ujian yang sangat berat dalam kamar hanya berdua. ab pintu-pintu telah dikunci oleh sang wanita yang cantik jilita tersebut dan yang wanita tersebut yang merayu Yusuf Alaih Salam dan Yusuf Alaih Salam masih sangat muda. Gejolak syahwatnya tentu lebih besar daripada orang yang sudah tua. Dan Yusuf Alaih Salam pun jauh dari kampung halamannya. Tidak ada yang melihat mereka jika mereka bermaksiat. Akan tetapi Yusuf Alaih Salam berhasil selamat dari godaan tersebut. Dia tahu dia sedang diuji oleh Allah Subhanahu wa taala. Oleh karenanya, begitu agungnya ibadah takut kepada Allah tatkala bersendirian. Maka Nabi menyebutkan contoh-contoh orang istimewa. Sampai Nabi sebutkan dua kali tentang contoh orang istimewa yang takut kepada Allah tatkala bersendirian. Di antaranya ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan sabaatun yudillumullahumilluh. Tujuh golongan yang Allah naungi pada hari kiamat kelak tatkala tidak ada yang menaungi kecuali naungan Allah Subhanahu wa taala. Di antaranya yang kelima kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Rajulunumatu mansibin wa jamalin faqala inni akullah." Seorang lelaki pemuda dirayu oleh seorang wanita cantik, jelita, dan punya kedudukan kaya raya, terhormat. Dan ini cita-cita para lelaki mendapatkan wanita cantik, jelita, dan kaya raya. dan dia yang mulai merayu. Namun apa kata sang lelaki? Inni akhafulah. Aku takut kepada Allah. Nabi juga menceritakan tentang kisah tiga orang dari kalangan Bani Israil yang mereka terjebak dalam goa. Ada batu yang menutup pintu goa sehingga mereka tidak bisa keluar sehingga mereka pun berdoa dengan bertawasul amal saleh yang mereka lakukan. Di antaranya ada seorang yang berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya aku miliki wanita, sepupu, sepupuku yang sangat aku cintai. Tidak ada lelaki cinta kepada seorang wanita seperti cintaku kepadanya dan aku selalu merayunya dan dia tidak mau dariku sehingga suatu saat dia terkena musibah dan dia butuh uang yang banyak, maka aku berikan dia dinar yang banyak, emas dengan syarat dia menyerahkan kehormatannya kepadaku." Akhirnya dia nurut. Ketika aku sudah duduk di hadapannya tinggal melakukan apa yang dilakukan. Tiba-tiba dia berkata, "Ya Abdallah, ittaqillah wal tafudal kham illa bihaqqi." Wahai fulan, bertakwalah kepada Allah. Jangan kau melanggar kecuali dengan haknya. Maka aku tinggalkan wanita ini karena Engkau, Ya Allah. Jika aku melakukannya karena Engkau, ya Allah, maka bukalah pintu goa. Cerita yang agung, yang menakjubkan. Bagaimana orang terpilih yang bisa digoda dengan godaan yang luar biasa. Kemudian dia berhasil lolos. Dia mendapatkan ganjaran yang besar, ajrun karim. Ganjaran yang mulia, ajrun kabir, ganjaran yang besar di surga. Kemudian mendapatkan ampunan yang luar biasa dari Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena jika seorang mendapatkan kondisi demikian, dia sedang sendirian, datang godaan, tidak ada yang melihatnya, mengaksesnya mudah. Di antaranya tatkala mungkin dia sedang di luar kota, sedang di hotel atau sedang bersendirian, di hadapannya ada gadetnya atau ada laptopnya, dia bisa mengakses apa yang dia inginkan atau ada wanita yang menggodanya lewat telepon atau yang lainnya lewat aplikasi, maka dia ingat ayat ini. Walimana khafa maqabbihi jannatan. Siapa yang takut kepada Allah maka dia akan mendapatkan dua surga. inahuahim alhamdulillahi ala ihsaniukrulahu taufiqiadu alla ilahaillallah wahdahu laarikahu Allah sh [Musik] maasyiral muslimin. Yang dimaksud dengan firman Allah innalladina yaksyaahum bil ghaib. Sesungguhnya orang yang takut kepada Allah ketika bersendirian bukan hanya terkait ketika meninggalkan maksiat, tetapi juga ditafsirkan oleh para ulama yaitu meskipun dia sendirian dia takut kepada Allah sehingga dia semangat beramal saleh dan menghadirkan hati takut kepada Allah sehingga semangat beramal saleh tatkala sendirian adalah ibadah yang mulia. Terutama di zaman sekarang yang di mana orang-orang banyak yang gandrung untuk mempublish amalan mereka di hadapan manusia yang lain. Untuk dipuji, untuk disanjung sementara dia takut kepada Allah. Dia ingin beramal saleh meskipun tidak ada yang melihat dia tetap semangat. Maka seorang yang memiliki rasa takut kepada Allah tatkala bersendirian bukan hanya dia takut meninggalkan bukan hanya meninggalkan maksiat karena takut kepada Allah tapi dia juga akan perbaiki amalannya karena takut kepada Allah. Dia tahu dia akan dihisab oleh Allah subhanahu wa taala. Ini yang disebut dengan al-ihsan. Anudallaha kaaka tarahu faillam takun tarahu fainnahu yar. Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan kau melihat Allah. Dan jika kau tidak bisa melihat Allah, yakinlah Allah sedang mengawasimu. Allah berfirman, watawakal azizirahim alladzi yarina takumqaka fajidin innahu hui samiul alim. Bertawakallah kepada Allah alazizir yang maha perkasa lagi maha penyayang. Alladzi yaroka takum yang melihat engkau ketika kau berdiri untuk salat. Seorang ketika salat di hadapan orang atau sedang bersendirian dia tahuah Allah sedang menilainya. Watquubaka fajidin. Allah sedang melihat dia. Bahkan Allah melihatnya taqallubnya yaitu dia bergerak-geraknya bersama orang-orang yang sujud. yaitu berubah dari kondisi ke kondisi yang lain. Dia salat dari awal sampai akhir dinilai oleh Allah subhanahu wa taala. Innahu samiul alim. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui. Orang yang menghadirkan dalam dirinya Allah selalu memantaunya. Dan Allah memiliki nama raqib. Raqib maknanya adalah melihat dengan pengawasan. Makanya dikatakan marqab yaitu tempat untuk mengawasi seperti di tepi pantai. Selalu orang yang di situ melihat bukan sekedar melihat tapi dengan pengawasan ketat. Jangan sampai ada musuh yang masuk. Jangan sampai ada kapal asing yang masuk. Maka orang tersebut dikatakan muraqib atau raqib. Dan Allah mengatakan, "Innallaha alaikum raqiba." Sesungguhnya Allah maha raqib, yaitu maha mengawasi. Melihat dengan detail segala perbuatan kalian. Wallahu bikulliin raqiba. Dan sesungguhnya Allah raqib, maha mengawasi atas segala sesuatu. Maka jadilah dia beramal saleh dengan yang terbaik. Karena dia tahu Allah sedang mengawasi. Jika seorang sudah tahu Allah yang menilai, Allah yang mengawasi, maka dia tidak perlu validasi dari siapapun. Dan dia tidak perlu diawasi oleh CCTV karena dia tahu ada Maha Pengawas yang akan menghisabnya pada hari kiamat kelak. Semoga Allah Subhanahu wa taala menjadikan kita hamba-hambnya yang takut kepada Allah subhanahu wa taala tatkala bersendirian. Inallah malaikatahu yusuna alan nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi wasallimu taslima. Yeah.