Tafsir Surat Ali imran #16 Ayat 92-97 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
bOqSzFxKbPQ • 2025-06-30
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqih wamtinanih ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuimni
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasul da ridwan allahumma sholli alaihi
waa alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin
hadirat yang dirahmati oleh Allah
subhanahu wa taala. Kita lanjutkan
ee ayat ke-92 dari surah Ali Imran.
Allah berfirman, "Lan tanalul birro
hatta tunfiqu mimma tuhibbun.
minin fainnallaha bihi alim.
Kalian sekali-sekali tidak akan sampai
kepada kebajikan yang sempurna
sebelum kalian menginfakkan
sebagian harta yang kalian cintai
dan apa saja yang kalian nafkahkan
sungguhnya Allah maha mengetahuinya.
Ayat ini ee disebutkan oleh
Ibnu Katsir rahimahullahu taala ya. Ada
ee
atau di sini ada dua faedah ya.
Faedah yang pertama ya
atau ini faedah yang pertama adalah
sebelumnya Allah menyebutkan
tentang
ee orang-orang kafir yaitu ayat 91.
Innalladzina kafaru watahum kuffar falan
yuqbala min ahadihimul ardiahaba wada
bih. Sesungguhnya orang kafir dan mereka
meninggal dalam kondisi kafir, maka jika
mereka menebus diri mereka dengan emas
sepenuh bumi maka tidak akan diterima.
Maka kata Albiqai dalam kitabnya Nazmud
Durar fi Tanasubil Ayati Wasar, beliau
menyebutkan ketika orang baca ayat ini
maka mungkin timbul pertanyaan ya kapan
sedekah yang diterima ya karena orang
kafir mereka bersedekah tidak diterima
bahkan kalau mereka bersedekah dengan
emas besar bumi tidak akan diterima.
Adapun orang beriman
saat yang tepat atau sedekah bagaimana
yang terbaik ya sehingga tidak seperti
orang kafir yang sedekah mereka tidak
diterima. Maka Allah jelaskan pada ayat
berikutnya,
lan tanalul birro. Kalian tidak akan
mencapai kebajikan yang sungguhnya.
Hatta tunfiqu mima tuhibbun sampai
kalian menginfakkan apa yang kalian
cintai. Ya. Jadi janganlah seperti orang
kafir seandainya mereka menginfakkan apa
yang mereka cintai pun tidak diterima
oleh Allah. Orang orangorang beriman
diterima.
Dan di sini Allah
ee menyatakan jika ingin mencapai
kebajikan yang sempurna maka harus
menginfakkan sebagian dari yang
dicintai.
Makanya Rasulull sahu alaihi wasallam
bersabda, "Wasodqatu burhan."
Sedekah itu adalah bukti, yaitu bukti
ketakwaan
ya, bukti keimanan kepada Allah
Subhanahu wa taala.
Dan di sini Allah memerintahkan untuk
menginfakkan sebagian dari yang
dicintai, bukan dari seluruh yang
dicintai. Sebagian dari yang dicintai.
Dan bagaimana praktik sahabat ketika
turun ayat ini? Maka sahabat
menginfakkan apa yang paling mereka
cintai.
Dalam hadis disebutkan ya, Anas bin
Malik berkata, "Kana Abu Thha aksar
ansariyin bil Madinati maalan." Abu Thha
adalah orang ansar yang paling banyak
hartanya di Madinah. Wakana ahabba
amwalihi ilaihi bairoha.
Dan harta yang paling dia sukai dari
hartanya adalah kebunnya. Kebun yang
dikenal dengan Bairaha.
Wakat mustaqbilatal masjid dan letaknya
di depan masjid. Wana nabi sallallahu
alaihi wasallam yadkhulu. Dan rasul sahu
alaihi wasallam sering mampir ke kebun
tersebut. Waasru min main fiha dan minum
dari air mata air yang ada di kebun
tersebut. Ini kebun yang disukai oleh
Nabi. Posisinya dekat masjid ya depan
masjid ya.
Eh, min main fiha thyibin. Situ ada mata
air yang segar yang bisa untuk diminumi.
Jadi, ada air, ada ee buah-buahan, ada
kurma. Ya, tentu ini adalah kebun yang
menyenangkan dan itu harta yang paling
dicintai oleh
Abu Thalhah al-Anshari radhiallahu anhu.
Falamma nazalat ketika turun ayat ini,
lan tanalul bir hatta tunfiqu mim
tuhibbun. Kalian tidak akan mencapai
kebajikan yang sungguhnya sampai kalian
menginfakkan apa yang kalian cintai.
Maka Abu Thha berkata ya Rasulullah
inallah yaak wahai Rasulullah.
Sesungguhnya Allah berfirman,
birunfiquibun.
Kalian tidak akan mencapai kebajikan
yang sesungguhnya sampai kalian
menginfakkan apa yang kalian cintai. Wa
inna ahabba amwali
bairoha. Dan sesungguhnya harta yang
paling aku cintai adalah bairoha. Wa
innaha shodqatun lillah. Dan itu menjadi
sedekah bagi Allah. Arjuirraha
wukrahaallahi taala. Aku berharap
mendapatkan balasannya dan ganjarannya,
pahalanya di sisi Allah Subhanahu wa
taala.
Fadha ya Rasulullah haitu arakallahu
taala. Wahai Rasulullah, letakkanlah
atau berikanlah ee kebunku ini kepada
yang kau pandang, yang kau suka ya,
sesuai dengan apa yang Allah tunjukkan
kepadamu. Faqala Nabi sallallahu alaihi
wasallam, bakin dzaka maalun rabih dzaka
maalun rabih waqad samitu ya
wa ana arro anta ja'alaha fil aqrabin.
Maka Nabi mengatakan, "Luar biasa. Ini
adalah harta yang menguntungkan." Inilah
harta yang menguntungkan. Yaitu karena
Abu Thalha menjadikan kebunnya sebagai
wakaf.
Waqad samu wa ana arro. Dan menurutku
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Anta ja'alaha fil aqrabin." Engkau
menjadikannya wakaf bagi karib
kerabatmu.
Kata Abu Thalha, "Af'alu ya Rasulullah."
Faqasama Abu Thalha fi aqoribihi wa bani
ammihi. Maka Abu Thabh pun
membagi-baginya kepada
kerabat-kerabatnya dan sepupu-sepupunya.
Ini dalil bahwasanya
ee sahabat begitu cepat menjalankan
perintah Allah Subhanahu wa taala.
Karena Anas bin Malik berkata, "Ya,
falamma nazalat." Ketika turun ayat ini
langsung mereka berusaha mempraktikkan
dan di antara yang praktikkan adalah Abu
Thalhah. Dia langsung mencari
hartanya yang paling dia cintai.
Kemudian dia sedekahkan di jalan Allah
Subhanahu wa taala.
Dan itu juga dilakukan oleh Umar bin
Khattab radhiallahu anhu wafi sahihain
dalam sahih Bukhari sahih Muslim anna
Umar radhiallahu anhu q Umar berkata,
"Ya Rasulullah lam usibanq hua anfasu
min sahmi alladzi hua bi khaibar." Ya
Rasulullah, aku tidak pernah mendapatkan
harta yang paling bernilai di sisiku
seperti jatahku yang ada di Khaibar.
Yaitu karena beliau ikut perang Khaibar
maka dapat jatah ghanimah. Di antaranya
ada tanah kebun yang ada di Khaibar.
Dan itu yang paling aku sukai dari
harta-hartaku.
Ya, dulu orang pemilik kebun kaya raya.
Iya. Sekarang masih kaya enggak orang
pemilik kebun? Masih ya tergantung kebun
apa dulu.
Kebun emas.
Jadi ee
dan itu harta yang paling dicintai atau
yang paling bernilai di siku. Kata Umar
bin Khattab radhiallahu taala anhu,
"Fama tammuruni bihi." Maka apa yang kau
perintahkan kepadaku terkait dengan ee
hartaku ini? Qala habisil asl
wasabbilamrah.
Kata kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Tahan asalnya dan sedekahkan
hasilnya." Itu wakaf. Wakaf. Ya, kalau
tadi Abu Thaliam wakaf atau tidak. Tapi
kalau Umar ini jelas wakaf. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Habisil
asl. tahan asalnya itu
diwakaf ya serahkan kepada Allah
subhanahu wa taala. Adapun
samarahnya sabbil yaitu jadikanlah di
jalan Allah subhanahu wa taala yaitu
sedekahkan yang disebut dengan wakaf.
Maka lihat di sini juga Umar bin Khattab
radhiallahu taala anhu ketika ingin
wakaf atau ingin bersedekah maka dia
memilih harta yang paling dia cintai.
Demikian juga diikuti oleh putranya
Abdullah bin Umar.
Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma
eh berkata, "Hadaratni hadil ayah."
Aku mengingat ayat ini.
Lanalul birta tunfiqu mim tuhibbun.
Kalian tidak akan meraih kebajikan yang
sungguhnya sampai kalian menginfakkan
apa yang kalian cintai.
Maka aku mengingat fadakartu Allah. Aku
mengingat kembali anugerah-anugerah
harta-harta yang Allah berikan kepadaku.
Apa saja asetku? Yaitu aku mengingat
asetku. Apa saja asetku? Di skreening.
Apa saja asetku? Falam ajid saian ahabba
ilaiya min jariatin rumiyah. Ternyata
harta yang paling aku cintai adalah
budak wanita Romawi.
Ya, maksudnya budak cantik yang sangat
dia cintai. Ya. Faqulu, maka aku
berkata, "Hiya hurratun liwajihillah."
Maka budak Romawi tersebut budak bule
ini ya, aku merdekakan karena Allah
subhanahu wa taala. Falu anni audu fiin
jaal lillah lanakahtu. Kalau saya boleh
membatalkan apa yang sudah aku
sedekahkan di jalan Allah, saya akan
batalkan ini dan saya akan nikahi budak
wanita tersebut. Ya, tetapi aku tidak
menikahinya. Bahkan aku merdekakan
karena Allah subhanahu wa taala karena
mengamalkan ayat ini. Lan tanalul birro
hatta tunfiqu mima tuhibbun. Kalian
tidak akan mencapai kebajikan sampai
kalian menginfakkan apa yang kalian
cintai.
Oleh karenanya sedekah yang terbaik ya
adalah
seorang menginfakkan apa yang dia
cintai. Ya, menginfakkan apa yang dia
cintai.
Dalam Al-Qur'an Allah sering sebutkan ya
tentang menginfakkan apa yang seorang
cintai. Seperti ketika Allah Subhanahu
wa taala sebut tentang walakinal birro
man amana billahi wal yaumil akhir wal
malaikati wal kitabi nabiyin waal maala
al hubbihi qurba akan kebajikan yang
sungguhnya dalam surat albaqarah man
amana billah wal yaumil akhir wal
malaikati wal kitabin nabiin beriman
kepada Allah kepada hari akhirat kepada
kitab-kitab dan kepada para nabi.
Kemudian kata Allah, waal maubilba
walatama wal masakil wasilqab.
Yaitu orang yang menginfakkan
harta yang dia cintai. Waatal maala al
hubbihi. Padahal dia mencintai harta
tersebut namun dia infakkan. Kepada
siapa? Kepada karib kerabat, kepada
orang-orang miskin
eh.
Kemudian yang lainnya, Ibnu Sabil dan
yang lainnya. Jadi kata Allah
masakin harta dia cintai dia berikan
kepada karibabatnya, kepada anak-anak
yatim, kepada orang miskin, kepada ee
musafir yang kehabisan bekal wafir riqab
dan juga kepada para budak-budak. Tapi
kata Allah ala hubbihi dia menginfakkan
harta yang dia cintai. Maka ini infak
yang terbaik. Seorang menginfakkan apa
yang dia cintai ini bukti bahwasanya dia
beriman kepada Allah dan hari akhirat.
Demikian juga Allah berfirman, thaama
ala hubbihi miskinan waiman wa asir. Dan
mereka para penghuni surga itu ketika di
dunia
mereka memberikan makanan alubi padahal
mereka suka dengan makanan tersebut.
Ya, qurba eh miskin wa yatima wa asira
kepada miskin, kepada anak yatim, kepada
tawanan.
Ya, makanya di antara
perbuatan para sahabat ketika perang
Badar, sebagian mereka menerapkan ayat
ini. Dia ada roti dan dia ada kurma. Dia
kasih tawanan roti dia kasih tawan, dia
makan kurma dan tawannya sampai kikuk
karena enggak enak. Ya, saya ditawan
kafir yang menawan orang muslim ketika
ada makanan ada kurma ada roti. Saya
dikasih roti dia makan K kurma. Enakan
mana kurma atau roti? Rotilah.
Kenapa? Dia lebih ee dia suka roti
tersebut dan dia berikan kepada tawanan.
Karena Allah mengatakan dalam ayat ini,
wauimun thamubbihi miskinan waima wa
asir.
Mereka menginfakkan atau memberikan
makanan yang mereka cintai kepada
miskin, kepada yatim, kepada tawanan.
Itu sebab orang tawanan dulu masuk Islam
melihat bagaimana kemuliaan orang-orang
islam.
Ini salah satu bentuk ee sedekah yang ee
yang yang yang terbaik yaitu yang
disukai oleh jiwa
ya. Disukai oleh jiwa ya
sebagai bukti bahwasanya iman benar.
Syekh S'di rahimahullah dalam tafsirnya
menyebutkan,
"Fayadukulu fidalika infaqu nafaisil
amwal." Di antara kandungan ayat ini
yaitu mimma tuhibbun, berinfak dengan
apa yang kalian cintai. Di antaranya
adalah berinfak dengan harta-harta yang
terbaik, yang yang mulia. Ya, kalau
kasih beras, beras yang bagus, bukan
beras mau rusak. Ya, kalau mau kasih
ikan, ikan yang bagus, bukan ikan yang
mau ee apa namanya? Mau mau basi, ya.
Enggak.
Kalau mau kasih mesin cuci, mesin cuci
yang baik, bukan mesin cuci yang mau
rusak.
Ada orang kasih orang lain dia kasih ini
mesin cuci sebenarnya bagus tapi tapi
lagi rusak. Kamu perbaiki insyaallah
bagus ya. Kamu perbaiki aja dulu baru
kasih.
Bukan kita mau kasih barang karena takut
rumah kita kepenuhan daripada taruh
sampah di rumah kita kasih orang. Ya gak
kita barang kita sukai kita kasih.
Itulah namanya infak yang termasuk ayat
ini yaitu min nafaisil amwal. Harta yang
kita sukai. Harta yang bernilai. harta
yang ber kita kasih.
Kemudian di antaranya
alinfaq fi hali hajatil munfiq ma
anfaqahu. Berinfak kata kata Syekh SDI
dalam kondisi sang yang yang berinfak
lagi membutuhkan harta tersebut tapi dia
infakkan buat orang lain. Dia juga butuh
tapi dia kasih.
Ini seperti yang Allah sebutkan tentang
kaum ansar. Kata Allah Subhanahu wa
taala,
wih kh mereka mendahulukan
ee kaum Muhajirin daripada diri mereka
sendiri. Padahal mereka dalam kondisi
butuh, mereka dalam kondisi perlu.
Ini di antara infak yang mulia ya. Ee
dia juga wudu, tapi sudahlah gak apa-apa
buat yang lain saya bisa cari lagi ya.
Dia bisa cari lagi sehingga dia
mendahulukan orang lain. Karena orang
tersebut lagi butuh, dia juga butuh.
Tapi ini kebutuhannya lebih mendesak,
mending saya kasih orang orang tersebut.
Ini juga infak luar biasa. Allah maha
tahu.
Kemudian di antaranya wal infaqu fi
halisihah.
Berinfak dalam kondisi sehat.
Ketika Rasul sahu al wasallam ditanya
tentang sedekah yang paling afdal, Rasul
mengatakan afdalusqah
antasadaq wa anta
shahihun syahihunal
ginaal fakar
fala tumhil. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam ketika ditanya sedekah yang
terbaik. Kata Rasul sallallahu alaihi
wasallam, "Sodekah terbaik engkau dalam
kondisi sehat." Sehat tapi kau lagi
pelit pengin pegang uang. Uang lagi
enggak pengin dikeluarin, lagi pelit. Ya
takalul gina kau lagi pengin
nambah-nambah duit, lagi pengin kumpulin
duit. Watsyal faqar. Sementara kau juga
takut kekurangan. Jika berkumpul pada
engkau seperti itu. Terus kau bersedekah
itu sedekah yang terbaik. Beda kalau
sudah mau mati banyak sedekah.
Aduh besok kata kata dokter kau 3 hari
lagi mati. Udah semua sedekahin.
Ternyata enggak jadi mati. Menyesal.
Karena kalau orang sudah mati dia enggak
mikir dunia, mikir apa? Akhirat. Tetapi
sedekah yang terbaik bukan ketika kau
mau mati, ketika kau lagi gandrung
dengan dunia. Kau lagi pengin cari
dunia, lagi pengin duit lebih banyak,
lagi nahan-nahan harta, pengin jadikan
modal, ya. Kemudian ee
takut. Jangan-jangan nanti ke depan
gimana, bulan depan enggak tahu ya.
Taksyal faqr.
Ya,
saat itu kok infak, maka ini infak yang
terbaik. Infak yang yang terbaik. Ini
kata Syekh S'di rahimahullahu taala
masuk dalam ayat yang sedang kita kita
bahas.
Kemudian dia berkata kesimpulan dari
ayat ini. Wadallatil ayatu anal abda
bihasabi
infaqihi lil mahbubat yakunu birrahu.
Ayat ini menunjukkan sesuai dengan kadar
kecintaan seorang terhadap hamba kepada
harta yang dia infakkan, maka itulah
kadar pahalanya.
Semakin dia cinta kepada harta tersebut
semakin tinggi pahalanya.
Dan akan berkurang pahalanya sesuai
dengan kadar kurangnya cintanya kepada
harta tersebut. Kalau tersebut semakin
tidak dia butuhkan, dia infakkan, tetap
dapat pahala. Tapi pahalanya ku kurang.
Pahalanya kurang.
Setelah itu Allah berfirman,
"Wfiqu minin fainnallaha bihi alim."
Apapun yang kalian infakkan,
apapun minaiin itu di sini eh
menunjukkan keumuman wunfiqu minin.
Apapun yang kalian infakkan fainnallaha
bihi alim, maka Allah mengetahui. Ya,
maka Allah mengetahui. Ya, ini
menunjukkan apa? Mutlak apapun. mutlak.
Apapun yang kalian infakkan, maka Allah
maha mengetahui. Di sini
disebut ada yang menafsirkan bahwasanya
ee terkadang yang kalian infakkan
mungkin sedikit
[Musik]
tapi ternyata di sisi Allah besar. I
seperti ketika Allah Subhanahu wa taala
ee menyebutkan dalam
surah at-taubah ya
ayat 79 Allah menyebutkan sebagian kaum
mukminin hanya bisa berinfak sedikit.
Ayat 79 kata Allah Subhanahu waina
minalqatina
juhdahum.
Dan orang-orang munafik itu yaitu orang
yang mencela orang-orang mukmin yang
memberi sedekah dengan sukarela
dan mereka mencela orang-orang yang
tidak memperoleh
untuk disedekahkan selain sekedar
kesanggupannya. Jadi orang-orang munafik
ketika para sahabat berinfak, ada yang
infak banyak kata mereka ri. Ada yang
berinfak sedikit kata dia Allah tidak
butuh dengan infak sedikit mereka
ngejek.
Dan ada sebagian kaum mukminin kata
Allah, walladzina la yajiduna illa
juhdahum. Dan merekanya berinfak sedikit
saja. Fasha minhum. Maka orang munafik
mengejek mereka. Ini meskipun sedikit
tapi ternyata itu kemampuannya.
Maka Allah mengatakan fainnallah bihi
alim. Allah maha mengetahui. Meskipun
itu sedikit tapi itu sangat dicintai.
Jadi suatu yang dicintai tidak mesti
harus besar. Terkadang sedikit tapi
ditinjau dari keberadaan dia. Ini sangat
dia cintai.
Ya mungkin ada orang menginfak ee harta
misalnya cuma sedikit 1 juta, tapi itu
banyak bagi dia. Ternyata harta dia di
rumah cuma 2 juta misalnya cuma R3 juta.
Dia infak R1 juta sudah setengah harta
atau sepertiga harta. Maka Allah maha
mengetahui. Ya mungkin di pandangan
orang sedikit tapi di sisi Allah besar.
Karena Allah tahu itu kemampuannya. Maka
datang dalam satu hadis kata Rasul
wasallam, "Sabaq dirhamun dirhamin."
Sungguh sekeping dirham mengungguli
100.000 dirham. Kok bisa demikian?
Seorang datang dia mendapati dua keping
dirham dia, maka dia memilih yang
terbaik di antara dua keping tersebut.
Karena dulu dirham terbuat benar-benar
terbuat dari perak. Dan dia lihat ada
dua keping perak. Mana yang terbaik? dia
ambil
meskipun nama-nama sama-sama 1 dirham
tapi karena lebih baik mungkin lebih
baru maka dia infakkan. Yang satu dia
punya harta banyak dia ambil 100.000
dirham dia infakkan. Kata Nabi, "Yang
pertama lebih menang daripada yang
kedua." Kenapa? Karena yang pertama ini
dia infakkan 50% lebih hartanya
satu-satu dirham. Tapi karena
kepinginnya kepinginan logamnya lebih
baik, mungkin lebih bernilai, minimal
dia berinfak 50% hartanya
memang sedikit. Tapi sangat dia cintai
karena harta dia cuma 2 dirham.
Jadi maksud saya bukan berarti seorang
menginfak harus tunggu duit banyak ya.
Ya semu yang dia suka ini saya suka tapi
ya subhanallah
ya. Kadang orang miskin berinfak kepada
miskin yang lain. Ada miskin kelaparan
dia punya makanan dia bagi dua sama-sama
lapar. Tapi ini sangat bernilai di sisi
Allah Subhanahu wa taala karena itu
makanan yang sangat dia cintai.
Ini tafsiran disebutkan oleh Thahir bin
Asyur bahwasanya
ee bisa jadi sesuatu yang dicintai
tersebut mungkin kurang bernilai di mata
orang lain, tapi di mata sang perinfak
yang berinfak sangat besar dan di Allah
juga tahu. Makanya Allah mengatakan
fainnallaha bihi alim. Allah mengetahui
itu bernilai.
Tafsir yang lain disebutkan oleh eh S'di
bahwasanya firman Allah waiin fainnallah
bi alim. Maksudnya bukan berarti ini
iktiraz untuk apa namanya memperbaiki
mungkin kesalahpahaman dari ayat ini.
Kalau Allah mengatakan lanalul bir
tunfiqu mimma tuhibbun. Kalian tidak
akan mencapai kebajikan yang
sesungguhnya sampai kalian menginfak
menginfakkan apa yang kalian cintai.
Berarti seakan-akan dipahami kalau tidak
kita cintai gak gak usah diinfakkan.
Enggak. Ternyata meskipun tidak kita
cintai juga boleh berinfak tapi
pahalanya lebih ke kecil.
Barang-barang enggak dipakai di rumah ya
sudah kasih orang mungkin dimanfaatkan,
kita enggak cinta juga. Kita juga enggak
suka. Ya daripada kita buang mending
kita bagi-bagi kepada yang ber bisa
mengambil ya. Lebih bagus kita belikan
baru baru kita infakkan. lebih bagus ya.
Tapi kalau kita lagi pelit ya sudah
bagi-bagi yang
ada ya.
Ada kawan
di Madinah ya saya kenal kawan itu. Dia
pergi ke penjual AC. Dia pengin beli AC
untuk
rumah sewa. Dia pengin beli AC.
Ketemu dengan orang Arab nanya, "Kamu
siapa? Lagi cari apa?" AC. Terus oh di
mana? E belajar lagi. Belajar. Dia
milih-milihmilih AC.
Setelah milih AC bayar kata penjualnya
sudah dibayar sama orang tadi.
Subhanallah.
J tidak kenal sebelumnya cuma tanya
mestikan kamu siapa? Penuntut ilmu.
Sudah dibayarin selesai.
Subhanallah. Bukan AC bekas suruh
perbaiki dulu.
AC baru nyar gres
di Madinah aneh-aneh terjadi ya. Di
antaranya keanehan seperti itu.
Subhanallah ya.
Jadi, tapi kalau kita berinfak dengan
apa yang kita tidak cintai atau kita
kurang cintai juga boleh. Tetap dapat
pahala. Cuma pahalanya sesuai dengan
kadar kecintaan kita. Pahalanya ada ya,
tapi tidak seperti kalau kita
menginfakkan apa yang kita cintai. Maka
menurut Syekh saya ini adalah ikhtiras.
Yaitu agar menolak kesalahpahaman yang
terjadi. Jangan disangka, itu namanya
ikhtiras dalam ilmu tafsir. Jangan
disangka Allah hanya menerima dari infak
yang terbaik yang yang kita cintai.
Enggak. Seluruh infak Allah tahu yang
terbaik, yang biasa-biasa
semuanya ada pahalanya. Maka Allah
berfirman, "Matunfiqu minaiin." Apapun
yang kalian infakkan
fainnallaha bihi alim, maka Allah maha
mengetahuinya.
Ada ganjarannya. Ini juga dalil tentang
keikhlasan. Agar seorang ikhlas. Allah
mengatakan fainnallah bi alim. Maka
Allah sudah mengetahui. Maka tidak perlu
kau mencari validasi manusia. Apa yang
kau infakkan mau besar mau kecil Allah
tahu. Allah tahu. Kalau sudah tahu
berarti apa? Allah sudah tahu pasti
Allah kasih ganjaran. Ya Allah tidak
mengatakan saya akan beri ganjaran.
Cukup Allah mengetahui sudah pasti ada
gan ganjarannya.
Sudah cukup Allah mengetahui sudah pasti
ada ganjaran. Maka seorang berusaha
melatih diri untuk membahagiakan diri
dengan berkata yang penting Allah sudah
tahu. Jadi kita semua latihan sehingga
kita merasa bahagia kalau Allah sudah
tahu. Sehingga enggak perlu diketahui
oleh orang, gak perlu validasi orang.
Kita berusaha menyembunyikan amal saleh
kita, sedekah kita ya karena pahalanya
lebih besar kalau tersembunyi.
Maka ini mengajarkan kita untuk ikhlas.
untuk ikhlas ya. Apalagi kata
Ibnu Mubarak, "Rubba amalin shirin
tuzimuhunah warubba amalin kabirin
tusirunah." Betapa banyak amal yang
sedikit tapi jadi besar karena niat yang
luar biasa. Dan betapa banyak amal yang
besar jadi kecil nilainya gara-gara niat
yang terkontaminasi.
Ya. Maka latih diri untuk bahagia Allah
sudah tahu. Tidak perlu validasi orang
lain. Kalau hati menggelitik agar kita
cerita, agar orang lain tahu, sudah kita
lawan. Kita lawan kita ingat ayat ini.
Fainnallaha bihi alim. Allah sudah tahu.
Ya sudah. Gak perlu kita
mengharapkan validasi orang lain. Tib.
Kita lanjutkan
ee ayat berikutnya
ayat ke-93 Allah berfirman,
"Kull thaami hill bani israila illa ma
harama israilu ala nafsihi minqobunazal
taurah qul fau buraati fatluha inuntum
shodiqin semua makanan adalah halal bagi
bani israil
siapa israil yaakub ya kita tahu Ibrahim
alaihi salam punya punya anak dari dua
wanita. Yang pertama dari Sarah, kedua
dari Hajar atau yang pertama dari Hajar,
kedua dari Sarah. Dari Hajar maka
lahirlah Ismail. Dari Ismail maka
keturunannya disebut dengan Quraisy. Ada
namanya Quraisy. Dari Quraisy maka ada
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Jadi Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam adalah dari suku
Quraisy. Dan suku Quraisy semuanya dari
keturunan Ismail bin Ibrahim. Ya,
Quraisy dari dengan segala modelnya baik
yang mukmin maupun yang kafir, Abu
Jahal, Abu Lahab ini semua keturunan
Ismail bin Ibrahim. Di antara Quraisy
adalah Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Adapun dari sisi istri Sarah,
maka Ibrahim punya istri namanya Sarah,
punya anak namanya Ishak. Ishak punya
anak nama Ya Yakub. Yakub inilah Israil.
Yaakub ini disebut apa? Is Is Is Israil.
Dia punya anak 12. Di antaranya
Benyamin, di antaranya di antaranya
adalah Yusuf dan 10 orang lainnya. Jadi
12 orang. Dan keturunan 10 anak
laki-laki ini disebut dengan 12 suku
Bani Israil.
12 suku Bani Israil. Jadi Bani Israil
sukunya cuma berapa? 12. Kembali kepada
10 12 anak dari Yakub. Maka disebut
dengan Banu Israil yaitu anak-anaknya
Yaakub Alaih Salam. Anak-anaknya Israil.
12 anak dari 12 tersebut ada 12 suku.
Kemudian nabi-nabi setelah itu muncul
dari suku-suku tersebut
seperti Harun, Musa, ya, Zakaria, Isa.
Semua dari 12 suku terbut disebut dengan
nabi-nabi Bani Israil. Ya,
asbat ya. Tib di sini kata Allah
thami semua makanan dulu halal bagi Bani
Israil. Semua halal.
harama israil nafsi kecuali yang
diharamkan oleh Israil. J Israil ini dia
mengharamkan makanan yaitu ee paha
ee unta dan susu unta.
Dalam satu hadis riwayat oleh Imam Ahmad
datang sekelompok Bani Israil dari Ibnu
Abbas radhiallahu taala anhuma. Beliau
berkata, "Hadarat isobatun minal yahud
nabiallah." Sekelompok Yahudi datang
menemui Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Faqalu
hadisna anilalin nasalukaunna laamuhun
ill nabi. Wahai Muhammad, kabarkanlah
kepada kami tentang beberapa perkara
yang kami akan tanya kepada engkau
tentang perkara-perkara tersebut. Tidak
ada yang tahu hakikat perkara tersebut
kecuali seorang nabi. Kata rasul sahu
alaihi wasallam, "Saluni ammum."
Tanyakan kepadaku apa yang kalian sukai.
Ak jaalu liimmatallah w ak banii lain
hadukum
faumuhu
al islam. Tapi kita bikin perjanjian ya.
Dan apa yang bagaimana janji Nabi Yakub
mengambil janji dari anak-anaknya. Kalau
saya sampaikan kepada kalian ternyata
benar kalian harus ikut aku masuk Islam.
Qu fzalika laka. Iya terserah engkau.
Pokoknya kalau kau bisa kabar kita masuk
Islam.
Rasulullah berkata, "Fasaluni amum."
Tanyakan kepadaku apa yang kalian sukai.
Maka mereka berkata, "Akbirna arilalin."
Kabarkanlah kepada kami tentang empat
perkara. Kalau kau tahu, kita masuk
Islam.
Maka Rasulullah bertanya, mereka
bertanya, "Akbirna thami harama israil
ala nafsihi."
Yang pertama, kabarkan kepada kami
makanan apa yang pernah yaqu haramkan
pada dirinya. Yang kedua, waifa maul
marati wa maul rajuli. Ya, bagaimana
tentang sperma lelaki dan sperma wanita
atau wanita yang air keluar dari wanita
ketika berhubungan intim. Yang ketiga,
kaifa hadan nabiyul umiiyu fin naum.
Bagaimana nabi alummi, Nabi Arab dalam
kondisi tidurnya.
Kemudian yang keempat, waman waliyuhu
minal malaikah.
Siapa penolongnya dari kalangan malaikat
yang nolong Nabi Arab ini? Maksudnya
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Empat pertanyaan.
Maka Rasulullah mengambil janji lagi
kepada mereka, "Ya,
kalau ternyata aku jawab benar, kalian
ikuti aku." Kata mereka, "Siap."
Siap.
Maka Nabi menjawab,
"Anudukum billadzi anzalur ala Musa."
Demi Allah
yang telah menurunkan
Taurat kepada Musa. Saya tanya sama
kalian.
Halamuna israil marid maradidanuillahi
wabaiul
wahabai aluha faqu allahumma naam. Saya
tanya kepada kalian dengan menyebut nama
Allah. Apa kalian tahu? Ini jawaban
pertama. Karena mereka tanya apa yang
diharamkan Israil? Makanan Israil Yakub
enggak mau makan apa? Israil siapa ya?
Yaakub. Saya ulangi. Israil maksudnya
siapa ya? Yakub. Yaakub bin Ishak.
Maka Rasulullah berkata, jawaban
pertama, pertanyaan pertama, "Aku
bertanya kepada kalian dengan nama
Allah. Bukan kalian tahu apa kalian tahu
bahwasanya Israil Yakub dulu sakit,
sakit keras dan lama sakitnya."
Ada yang menyebut dalam riwayat dia
terkena penyakitq erqanasa. Erkanasa
maksudnya semacam ee saraf kejepit.
Semacam apa? Saraf kejepit. Sehingga
sakit seluruh punggungnya sampai ee
pahanya sampai dia tidak bisa bergerak
dan sakit lama dan sakitnya lama.
Makanya kalau antum sakit wajar Nabi aja
sakit.
Dan saraf kejepit sakitnya parah enggak?
Parahlah. Enggak enaklah. Enggak enak
saraf kejepit. Ya, Nabi Yakub sakit.
Nabi Ayub sakit ya. Nabi Muhammad juga
sakit. Nabi sakit.
Jangan merasa saya sudah bertakwa kok
tidak sakit. Wah, bahaya ini.
Ini nabi-nabi sakit ya. Nabi Yakub sakit
lama terkena semacam saraf kejepit.
Salah satu jenis dari saraf kejepit.
Maradan syadidan. Makanya Rasulullah
mengatakan dengan sakit yang keras
karena tidak bisa bergerak apa-apa.
Susah. Wat sukmuhu dan sakitnya lama.
Maka dia pun bernazar kepada Allah.
Kalau Allah menyembuhkan aku,
menyembuhkannya, maka dia akan
mengharamkan
minuman yang paling dia cintai dan
makanan yang paling dicintai. Dan
makanan yang paling dicintai adalah
daging unta. Dan minuman yang paling
dicintai, yang dia sukai adalah susunya.
Benar enggak? Kata orang Yahudi, "Naam."
"Benar."
Kata Rasulullah, "Allahum syad alim." Ya
Allah, jadikanlah saksi. Saksilah
saksikanlah pernyataan mereka.
Maka Rasulullah bertanya jawaban kedua,
"Bagaimana tang sperma wanita, sperma
laki-laki?" Laki-laki mengeluarkan air,
wanita juga mengeluarkan air ketika
ejakulasi. Maka Rasulullah berkata,
"Asyadukum billahilladzi la ilahaillahu
alladzi anzala taurata ala Musa." Aku
bertanya kepada kalian dengan menyebut
nama Allah yang tidak ada yang berhak
disembah kecuali Allah yang telah
menurunkan Taurat kepada Musa. Halamuna
abad galati
asfar raqiq. Tidak kalian ketahui
bahwasanya
mani laki-laki adalah putih dan kental.
Dan adapun air mani wanita adalah
kekuning-kuningan dan tipis. Faayyuhuma
ala lahul waladu wasabuhu bidnillah.
Siapa yang mendominasi dari kedua air
tersebut maka
anak akan mirip dengan salah satunya. In
al mauli maal maratiakaran biznillahi.
Kalau ternyata air mani lelaki lebih
banyak daripada wanita, maka
jadi mirip laki akan jadi anak
laki-laki. Dan kalau sebaliknya kana
unsa maka dengan wanita biidiznillah
dengan izin Allah subhanahu wa taala.
Q naam kata mereka benar. Qala Allahumma
alaihim. Ya Allah saksikanlah jawaban
mereka.
Jawab pertanyaan ketiga ya. Ditanya
bagaimana tentang kondisi Nabi Umi Nabi
Arabudukum
anzalur ala Musa. Aku bertanya kepada
kalian dengan nama Allah yang telah
menurunkan Taurat kepada Musa.
Bukankah kalian tahu bahwasanya nabi
terakhir nabi Arab, nabi ummi ya dari
orang Arab nabi ummi yang tidak bisa
baca, tidak bisa tulis. tidur kedua
matanya tetapi hatinya tidak tidur. Q
Allahumma naam. Iya benar kami sudah
tahu tentang hal tersebut. J mereka
sudah punya banyak berita tentang nabi.
Di antaranya mereka tahu nabi terakhir
itu tanamu ainahu walam yanamqbuhu.
Ya, matanya tidur tapi hatinya tidak
tidur. Karena di antaranya tafsiran
karena wahyu turun kepada Nabi meskipun
dalam kondisi ti tidur melalui hatinya.
Mimpi nabi adalah wah wahyu.
Qolu
kata mereka sekarang terakhir
pertanyaan. Wa antal fahaditna man
waliyuka minal malaikah. Siapa malaikat
yang menolongmu? Nah ini jadi pertanyaan
penentu. Beriman atau tidak?
Faha nujamiuka nufariquuka. Tergantung
jawaban jawabanmu ini. Kalau sesuai kami
akan masuk Islam. Kalau enggak sesuai
kami enggak masuk Islam. Tiga pertanyaan
sudah benar. Tinggal terakhir yang
keempat.
Maka Rasulullah mengatakan, "Inna waliyi
Jibrilu walam yabatillahu nabiyan qad
illa wahua waliyuhu." Sesungguhnya
penolongku adalah malaikat Jibril dan
tidak ada seorang nabi pun ya yang Allah
utus kecuali penolongnya adalah Ji
Jibril. Semua malaikat Jibril
yang nemani Jibril Alaih Salam
yang Nabi Nabi Musa ketika
ya diberi wahyu ketika berjalan ketika
dikejar semua Jibril. Nabi Isa ketika
dikejar-kejar ketika diangkat semuanya
Jibril Alaih Salam.
Nabi Yusuf ketika di
di
dikucilkan, dijauhkan. Yang nemani
siapa? Malaikat Ji Jibril alaih salam.
Maka Rasulullah mengatakan, "Tidak ada
satu nabi pun diutus kecuali penolongan
oleh malaikat Jibril." Kata mereka,
"Kalau begitu kita berpisah, kita
berbeda. Saya kami tidak mau beriman.
Kalau seandainya
malaikat penolongmu bukan Jibril, kita
akan ikut engkau." Mereka enggak suka
sama Ji Jibril. Jibril ini bikin masalah
terus. Mereka enggak suka Jibril.
Jadi mereka enggak komitmen. Intinya
bahwasanya di sini hadis ini menjelaskan
bahwasanya Nabi Yakub alaihi salam
pernah sakit lama kemudian dia ingin
sembuh. Dia bernazar, "Ya Allah, kalau
saya sembuh saya akan mengharamkan
makanan yang paling saya sukai dan
minuman yang paling saya sukai."
Kata Ibnu Katsir rahimahullah setelah
menyampaikan riwayat ini, beliau
berkata, "Ayat ini
ada dua faedah kita ambil. Pertama
terkait dengan ayat sebelumnya. Ayat
sebelumnya yaitu Allah mengatakan," lan
tanalul bir hatta tunfiqu mima tuhibbun.
Kalian tidak akan mencapai kebajikan
yang sungguhnya sampai kalian
menginfakkan apa yang kalian cintai.
Terkait dengan ayat ini bahwasanya dulu
disyariatkan di Bani Israil boleh
mengharamkan suatu yang mereka cintai.
Maka Yakub mengharamkan apa yang paling
dia cintai. Ya, dunia ini apa enaknya?
Di antara enaknya adalah hidup rumah
tangga. Di antara enaknya adalah
makanan. Iya. Ak apa yang paling enak ya
makanan adalah syahwat ee perut dan
syahwat kemaluan. Itu yang dicari di
dunia ini ya. Ternyata dia mengharamkan
keinginan ee mulutnya ya ingin makan
yang terenak maka diharamkan. Berarti
dia meninggalkan suatu yang sangat dia
cintai yaitu daging ee unta dan susu
unta. Ya. Dan ini terkait dengan ayat
sebelumnya. pernah Nabi Yakub alaihi
salam dari kalangan Bani Israil sampai
meninggalkan apa yang dia cintai karena
Allah subhanahu wa wa taala dan itu
disyariatkan dulu bagi mereka. Ini
kaitan ee yang pertama. Kaitan yang
kedua, ayat ini diturunkan oleh Allah
Subhanahu wa taala untuk membantah
orang-orang Yahudi ya.
yang mereka mengingkari
mengingkari kenabian Nabi Isa Alaih
Salam. Kenapa Yahudi mengingkari Nabi
Isa? Karena kata mereka, Nabi Isa
memansuhkan sebagian Taurat.
Karena dalam Al-Qur'an Nabi Isa berkata,
"Waliuhillakum ba'allad alaikum."
Aku ditugaskan untuk menghalalkan
sebagian apa yang diharamkan bagi
kalian. Jadi, ada makanan-makanan yang
diharamkan di Taurat atau diharamkan
bagi Bani Israil, yaitu maksudnya
Yahudi. Datang Nabi Isa menghalalkan dan
ini mereka tidak terima karena menurut
mereka Taurat harga mati. Tidak boleh
ada yang dimansuhkan. Ini keyakinan
orang Yahudi. Salah satu sebab mereka
menolak Nabi Isa dan sebabnya banyak. Di
antaranya mereka hasad, pendeta-pendeta
Yahudi hasad karena Nabi Isa ahli
Taurat. Dia seorang nabi. Allah ajarkan
Taurat. Gak perlu ada yang ngajarin. Dia
langsung ahli Taurat. Sementara banyak
pendeta yang akhirnya dalam tanda kutip
ya akhirnya kalah saingan dengan Nabi
Isa. Yang kedua ya ee karena Nabi Isa
memansuhkan atau merubah hukum dalam
Taurat sehingga mereka mengatakan dalam
Taurat tidak mengenal nasih dan mansuk.
Taurat harga mati tidak akan berubah
sampai hari kiamat. Maka Allah bantah
mereka.
Bantahnya dengan ayat ini ya. Apa kata
Allah Subhanahu wa taala?
Israila
illa ma israil nafsi minqal taurat. Dulu
makanan semua halal bagi Bani Israil.
Tapi ada satu yang berubah hukumnya
yaitu Nabi Yaakub mengharamkan suatu
yang halal. Berarti Nabi Yaakub
memansuhkan hukum. tadi kan haram, tadi
kan halal kemudian dia dia haramkan
untuk dirinya dan ini menunjukkan dia
memansuhkan hukum dan dia seorang nabi.
Minqob anzal taurat sebelum Taurat sudah
ada nasih mansuk.
Ini maksudnya Taurat kan zaman Nabi
Musa. Nabi Musa jauh di bawah Nabi Yakub
kan. Ibrahim punya anak Ishak. Ishak
punya anak siapa? Yaakub. Yakub punya
anak 12. Setelah itu jauh jauh jauh baru
Nabi Musa belakangan. Nah Musa dan Harun
belakangan jauh. Jadi, sementara Taurat
turun di zaman Nabi Musa. Bagaimana
kalian mengatakan Taurat tidak menerima
mansuh-mansuhan, tidak bisa berubah
hukumnya. Sementara sebelum Taurat turun
sudah terjadi banyak nasih dan mansuk.
Di antara buktinya adalah Yakub sendiri
tadinya halal makanan diharamkan buat
dirinya. Berarti dia memansuhkan hukum.
Paham atau tidak? Iya. Ya.
Dan hukum mansuk sudah banyak. Di sini
Ibnu Katsir sebutkan contohnya ya. Saya
bacakan Ibnu Katsir ya.
Eh mereka angkaru wukuquahu. Mereka
mengingkari terjadinya nasikh dan mansuk
wa jawazahu. Dan mereka
ee mengingkari bolehnya mansuh.
Qat waq padahal telah terjadi. Ya.
Kemudian kata Ibnu Katsir, Allah
Subhanahu wa taala telah menaskan dalam
kitabnya Taurat dan bahwasanya Nuh Alaih
Salam dalam Taurat pernah disebutkan Nuh
Alaih Salam lamma kharaja minas safinah
tatkala keluar dari kapal yang
menyelamatkan beliau yaitu kapal yang
dinaikin kemudian Allah selamatkan
mereka. Ahbahu lahu jamiwabil ard ya
minha. Ketika itu semua hewan boleh
dimakan. Ini terdapat dalam Taurat ya
kata Ibnu Katsirma
baalika ba harama israil al nafsihi
luhman ibil wal albana albanaha.
Kemudian setelah itu Israil mengharamkan
makan daging unta dan susu unta. Padahal
sebelumnya dari Nabi Nuh makanan halal
semuanya.
Kemudian Nabi Yakub merubah dengan
mengharamkan sebagiannya. Fattabaahu
banuhu fidalik. Kemudian Bani Israil
semua ikut tidak mau makan daging unta
dan tidak mau minum susu unta.
W taurat bitahik wa ukh uk zadatanik.
Kemudian Taurat datang mengharamkan yang
lain-lain lagi. Bukan cuma itu saja ya.
Ada babi diharamkan, ada hewan ini
diharamkan, ada mungkin khamar
diharamkan. Jadi tadinya halal jadi apa?
Kalau terkait dengan hewan, ada
hewan-hewan lain lagi yang juga
diharamkan dalam Taurat selain selain
unta ya dan susu unta.
Ini contoh bahwasanya dalam makanan bisa
berubah hukumnya. Nabi Nuh semuanya
halal dirubah oleh siapa? Nabi Nabi
Yakub. Kemudian berjalan. Ternyata
ketika turun Taurat ada lagi tambahan
yang diharamkan. Berarti ada mansukh
yang tadinya halal jadi haram. Kemudian
tambah lagi pengharaman. Bukan cuma
masalah makanan. Kata Ibnu Katsir
rahimahullahu taala. Demikian juga
qodina liadamawiji banatii min banihi.
Dulu di zaman Nabi Adam, Adam
membolehkan putra-putrinya menikah,
kakak menikah dengan adik. Maka
timbullah kisah Qabil dan Habil yang
cemburu. Ya, saling jadi menikah kakak
adik meskipun mereka adalah saudara kan
kandung ya. Saudara kandung ya. Maka
boleh menikah zaman itu boleh.
Kemudian setelah itu diharamkan. Setelah
itu diharamkan.
Demikian juga eh wakat tasarri al zaujah
mubahan fi syariati Ibrahim. Demikian
juga
memiliki menggauli
ee pembantu atau e menggauli budak yaitu
boleh di zaman Nabi Ibrahim. Maksudnya
Ibnu Katsir memandang bahwasanya Hajar
adalah budak yang dihadiahkan oleh dari
raja Mesir Muqauqis untuk Sarah.
Kemudian Sarah mengizinkan
ee Ibrahim untuk menggauli Hajar
sehingga punya anak Ismail. Dan ini
berlaku di syariat Nabi Ibrahim. Waqad
falaul Khalil Ibrahim fi Hajar. Dan
Ibrahim melakukannya pada Hajar.
Waq furat. Waq taurat alaihim. Kemudian
di Taurat diharamkan tidak boleh
menggauli budak di Taurat.
Wadalika kanal jamu bainal ukhtainan.
Demikian juga boleh menikahi dua wanita
kakak beradik di zaman itu. Di zaman
Yakub boleh. Di antaranya Yakub
melakukannya ya. Yakub menikahi dua
kakak beradik
kemudian diharamkan di Taurat. Maka ini
semua termaktub dalam Taurat sendiri.
Danar disebutkan tentang
perubahan-perubahan hukum ini. Terus
bagaimana kalian beralasan menolak Nabi
Isa gara-gara Nabi Isa merubah hukum
Taurat? Wong dalam Taurat saja kata Ibnu
Katsir disebutkan perubahan-perubahan.
Ini semua dalam Taurat ya, dalam Taurat.
Karena mereka menganggap Hajar adalah
budak yang digauli oleh siapa? Nabi
Ibrahim. Ini versi mereka. Ibnu Katsir
nukilkan. Jadi dalam jadi Ibnu Katsir
menyebutkan bagaimana kalian mengingkari
nasak. Sebenarnya dalam Taurat sendiri
ada nasak, nasak mansuk. Di antaranya
tadi apa?
makanan halal bagi Nabi Nuh ya. Enggak.
Semua hewan kemudian diharamkan oleh
Yakub Alaih Salam unta. Kemudian setelah
itu ada pengharaman berikutnya hewan
lain seperti babi. Kemudian di Nabi Adam
alaihi salam anak-anaknya boleh nikah
kandung kemudian diharamkan bagi kalian.
Berarti kan ada perubahan.
Kemudian juga Yakub dalam Taurat
diceritakan dia menikah dengan kakak
beradik wanita dari Madyan kalau tidak
salah. Dinikahi dua-duanya. Kemudian
sekarang di Taurat di dilarang ya. Ini
semua menunjukkan dalam Taurat ada nasih
dan mansukh. Maka ini ee jawaban yang
sangat ee telak kepada orang Yahudi.
Mereka mengatakan Taurat tidak bisa
dirubah-rubah.
Jangankan Taurat, sebelum Taurat sudah
ada nasi dan mansuk sebelum tau Taurat.
Ya itu makanya Allah mengatakan Yakub
mengharamkan suatu yang halal minqobli
anunazzalat Taurat sebelum Taurat
muncul. Ternyata sebelum Taurat sudah
ada nasih dan mansuh. Setelah Taurat, di
dalam Taurat juga ada hukum nasih dan
mansuh. Maka wajar jika kemudian Nabi
Isa memansuhkan sebagian hukum kemudian
bakalan wajar datang Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam memansuhkan
hukum-hukum sebelumnya. Apa masalahnya?
Jangan bilang Taurat harga mati tidak
bisa berubah. Dalam Taurat aja ada
perubahan hukum.
Tib kata Allah, qul fu burati fatluha
inuntum shodiqin. Kalau kalian merasa
bahwasanya tidak ada perubahan dalam
Taurat, coba baca Taurat sini. Datangkan
Taurat bacakan.
Tadi ee Ibnu Katsir menyebutkan
hukum-hukum yang mengalami perubahan
dalam Taurat. Bacakan kalau begitu.
Kalau kalian benar-benar jujur dan
mereka tidak berani karena ternyata
dalam Taurat pun ada hukum nasih dan
mansuk.
Allah mengatakan, "Faman iftar alallahil
kadiba min ba'dialika faulaika
humudzalimun." Ya,
barang siapa yang mengada-ngadakan dusta
kepada terhadap Allah sesudah itu, maka
merekalah orang-orang yang zalim,
yaitu mengadakan hukum-hukum baru.
Seperti mengatakan bahwasanya ya ee
hukum-hukum yang ada dalam Taurat tidak
akan berubah ya. Bahwasanya tidak ada
nabi yang diutus setelah Nabi Musa. Ini
semua kedustaan.
Sudah mereka dusta, mereka tambah
dusta-dusta yang lain. Ya,
maka mereka adalah orang-orang yang
zalim. Bahwasanya hukum bisa berubah dan
sik mansuk. Kemudian Allah berfirman,
"Qul shodqallah fattabiu millata
Ibrahima hanifa wana minal musyrikin."
Katakanlah Allah telah benar. Ya, apa
yang Allah kabarkan tentang Ishak,
tentang Yakub, bagaimana dia merubah
hukum ini semuanya benar. Fattabiu
millata Ibrahim Hanifah. Maka itu
ikutilah ajaran Nabi Ibrahim wana minal
musyrikin. Dan dia bukan termasuk orang
yang musyrik. Ya,
ada yang mengatakan seperti Thahir bin
Asyur, dia mengatakan
dikembalikan kepada syariat Ibrahim dan
mereka mengakui Ibrahim bahwasanya dulu
ee unta dan susu unta halal. Ibrahim
makan unta, Ibrahim minum susu unta.
Ya. Dan kalian mengakui syariat Ibrahim.
Ibrahim makan unta, kemudian minum susu
unta, kemudian Ishak ee Yakub
mengharamkan. Berarti ada nasik dan
mansukh. Kalau begitu ikutilah ajaran
Ibrahim Alaih Salam yang kalian
agung-agungkan.
Ya. Dan Allah menerintahkan kepada Nabi,
"Fattabiu millata Ibrahim Hanifah."
Ikutilah ajaran Nabi Ibrahim
wana minal musyrikin. Dan dia adalah
ahli tauhid. Hanif. Hanif adalah condong
kepada tauhid, jauh dari kesyirikan.
Jadi, hanif itu bukan artinya lurus.
Hanif itu artinya adalah condong. Kalau
bahasa Arab artinya apa? Con condong.
Maksudnya condong kepada tauhid dan jauh
dari kesyirikan.
Sehingga Nabi Ibrahim Alaih Salam
benar-benar menjauhkan dirinya dari
segala bentuk kesyirikan. Ya,
menjauhkan diri segala bentuk karena
selalu condong kepada tauhid. Maka
seorang pun demikian berusaha untuk
hanif. Jangan nyerempet-nyerempet
syirik. Segala hal yang bisa
menjerumuskan dalam syirik, jangan
serempet-serempet.
Dan coba-coba. Kalau bisa menjauh
sejauh-jauhnya, maka lakukanlah. Karena
itulah sifat hanif, yaitu mencondong
kepada tauhid dan menjauh dari
kesyirikan.
Wama kaana minal musyrikin. Dan Ibrahim
bukanlah termasuk orang musyrik, tidak
pernah syirik. Dalam ayat yang lain,
maana Ibrahimu Yahudian win hanifah
muslima w minal musyrikin. Ibrahim bukan
Yahudi, Ibrahim bukan Nasrani karena itu
semua syirik dan tapi dia hanifana
minal musyrikin. Dan dia bukan
musyrikin. Dia bukan golongan Yahudi,
bukan beragama Yahudi. Dan dia bukan
beragama Nasrani dan bukan agama
musyrikin Quraisy. Karena Quraisy,
Yahudi, Nasrani semua kembali kepada
siapa? Ibrahim. Quraisy ee Yahudi,
Nasrani, Bani Israil kembali kepada
Ibrahim. Quraisy kembali kepada Ismail
bin Ibrahim dan semuanya ngaku pengikut
Ibrahim. Maka Allah bantah semuanya.
Kata Allah, Ibrahim bukan ikut agama
Yahudi, bukan ikut agama Nasrani, bukan
juga ikut agamanya Abu Jahal. Dia tidak
pernah syirik, tapi dia hanif, cenderung
kepada tauhid dan jauh daripada
kesyirikan.
Setelah itu Allah bawakan ayat yang
lain. Inna aala baitinzi
bib mubarokan wudil alamin. Sesungguhnya
rumah pertama kali yang dibangun untuk
beribadah bagi manusia adalah yang ada
di Makkah, yaitu yang ada di Makkah
mubarakan penuh dengan berkah. Wah huda
lil alamin. Dan petunjuk bagi semua
manusia. Petunjuk bagi semua manusia.
Sebagian disebutkan oleh seb ah tafsir
bahwasanya orang-orang Yahudi ee orang
Nasra membanggakan Baitul Maqdis. Kata
mereka, "Baitul Maqdis lebih afdal
daripada Ka'bah."
Maka turunlah ayat ini.
Turunlah ayat ayat ini. Sebagi
berpendapat demikian ya, bahwasanya yang
lebih afdal adalah Ka'bah. dari beberapa
sisi di antaranya Ka'bah adalah yang
lebih dahulu daripada Baitul Maqdis. Ini
yang pertama. Kemudian yang kedua,
Ka'bah yang bangun langsung Nabi Ibrahim
yang kalian semua akui langsung yang
meletakkan Nabi Ibrahim Alaih Salam dan
Nabi Ismail.
Adapun Baitul Maqdis maka dibangun bukan
langsung Sulaiman atau bukan langsung
Sulaiman yang melakukan tapi anak
buahnya. Anak buahnya yang bangun apa?
Bukan tangan Sulaiman langsung Alaih
Salam. Kudian Ka'bah. Ka'bah yang bangun
langsung siapa?
Ibrahim langsung yang mikul, yang mahat,
yang mikul, yang ngangkat. Dan terakhir
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
mematakan Hajar Aswad juga pada
zamannya. Sehingga Ka'bah lebih afdal
dari dua sisi. Dia pertama kali dibangun
dan yang kedua dia langsung dibangun
dengan tangan para nabi.
Dan ini dalil bahwasanya Ka'bah
ya adalah tempat ibadah yang pertama
kali disiapkan bagi manusia. Khilaf di
kalangan para ulama. Saya yang bangunnya
ya.
Ada riwayat mengatakan Adam alaihi salam
yang bangunnya tapi riwayatnya lemah ya.
Maksudnya Ka'bah sudah ada sejak zaman
Nabi Adam Alaih Salam. Kemudian hilang.
Hanya saja Nabi Ibrahim mengangkat
pondasinya. Pondasinya sudah ada
kemudian ditinggikan oleh Nabi Ibrahim.
Tapi sudah ada. Ini pendapat wallahuam
bawab. Tapi hadisnya lemah. Ada yang
mengatakan malaikat yang bangun.
Wallahuam bisab. Di sini tidak
disebutkan siapa yang bangun. Allah
mengatakan, "Inna awala baitin wudi
linnas."
Sungguhnya yang pertama kali rumah untuk
beribadatan yang dibangun untuk manusia,
diletakkan untuk manusia, disebutkan
siapa yang bangun. Adapun firman Allah,
"Wai yarfa Ibrahimul qawaida minal baiti
wa Ismail." Ketika Ibrahim dan Ismail
mengangkat pondasi, seakan-akan pondasi
tersebut sudah ada, cuma ditinggikan.
Jadi, sehingga khilaf siapa yang bangun?
Kalau Ka'bah yang sekarang yang bangun
memang Nabi Ibrahim. Sebagaimana
kisahnya Ibrahim dan Ismail yang bangun.
Tapi apakah sebelumnya sudah ada Ka'bah?
Maka khilaf di kalangan para ulama siapa
yang bangun? Bila mereka mengatakan
sudah ada. Ada yang mengatakan malaikat
yang bangun. Ada yang mengatakan Jibril
yang bangun. Apa? Nabi Adam yang bangun.
Wallahuam bisawab. Tetapi Ka'bah lebih
dahulu daripada Baitul Maqdis. Lebih
dahulu daripada Baitul Maqdis. Kata
Allah Subhanahu wa taala, "Lalladzi
biah." Yang paling mulia adalah yang ada
di Makkah. Makkah apakah sama dengan
Makkah? Maka
ada khilaf di kalangan para ulama. Ada
yang mengatakan Makkah itu namanya
banyak. Di antaranya Makkah, di
antaranya adalah ee Masjidil Haram. Ya.
Namun sebagian pendapat mengatakan
Makkah adalah areal tempat dibangunnya
Ka'bah dan Masjidil Haram. Itu namanya
Bakkah. Adapun di luar Masjidil Haram
sampai tanah haram namanya Makkah.
Jadi Makkah itu bagian dari apa? Makkah
ya. Bakkah bagian dari Makkah.
Ini pendapat ya
yang disebutkan dari sebagian salaf
menyatakan demikian. Bakkah itu adalah
areal dibangunnya Ka'bah dan tempat
salat. Adapun Makkah yaitu lebih
daripada itu sampai tanah haram itu
namanya Mak Makkah. Jadi Makkah bagian
daripada Makkah. Ada yang mengatakan
Makkah maksudnya adalah dari bahasa
Kdaniah atau bahasanya Ibrahim. Bak
maksudnya albalad negeri.
Tapi intinya yang dimaksud adalah ee
Ka'bah ya.
Dalam satu hadis Rasul sahu alaihi
wasallam ditanya, "Ayu masjidin wudhi
fil ardhi awal?" Masjid mana yang
pertama kali diletakkan? Qala al
masjidil Haram. Masjidil Haram.
Qlu tuma ayyun. Kemudian apa? Qala
almasjidil Aqsa. Setelah itu baru
Masjidil Aqsa.
Belakangan baru siap. Baru apa? Masjid
Nabawi ini semua tiga masjid dibangun
oleh para nabi. Maka spesial. Maka
spesial. Rasulullah mengatakan, "La
tusadur rihal illa ila salat masajid."
Tidak boleh seorang sengaja bersafar
untuk mencari keberkahan suatu tempat
kecuali kepada tiga masjid. Ah untuk
jalan-jalan beda. Tapi kalau untuk
mencari keberkahan salat di situ cuma
tiga masjid. Maka gak boleh misalnya
saya orang Jakarta, saya pengin bersafar
salat di masjid Ampel karena mencari
keberkahan. Karena itu ada ini ada anu,
ada ini, ada anu, maka gak boleh haram.
Semua masjid sama.
Kalau kita bersafar untuk mencari
keberkahan cuma tiga masjid. Adapun saya
pengin ke masjid, saya orang kampung
pengin masjid Istiqlal. Kenapa? Karena
besar pengin tahu. Ya itu lain cerita.
Itu namanya pengin jalan-jalan ya.
Tapi kalau ini cari keberkahan enggak
boleh ya.
Apalagi pergi ke masjid
situ di macam-macam dibilang ada wali.
Saya pernah ke sana ya wali kuburannya
ada tujuh atau sembilan. Subhanallah.
Kok bisa kubur? Katanya dia mati hidup
lagi, mati hidup lagi. Mati hidup lagi.
Kuburannya ada tujuh, Pak. Subhanallah.
Khurafat. Kemudian lagi saya pergi ke
masjid tersebut ada gentong tiga atau
dua, saya lupa tiga kalau enggak salah.
Ada air orang ambil-ambil katanya ini
air gentong nyambung ke Zamzam. Allahu
Akbar.
Gimana proyek besar-besaran itu nyambung
ke Zamzam. Di Makkah Madinah aja enggak
ada nyambung pakai mobil kontainer ambil
air. Ini dari Indonesia nyambung ke
mana? Ke Makkah. Luar biasa itu kalau
buat proyek. Luar biasa itu. Betapa
banyak untungnya.
Jadi inilah tiga masjid yang spesial,
Masjidil Haram, Masjid Al-Aqsa, dan
Masjid Nabawi.
Kemudian Allah berfirman, "Fihi ayatun
bayyinatun maqamu Ibrahim." Dan pada
Ka'bah tersebut ada ayatun bayyinat, ada
dalil-dalil yang nyata yang menunjukkan
akan mukjizat Allah, keagungan Allah
Subhanahu wa taala. Apa di antaranya?
Kata Allah, maqamu Ibrahim, tempat
berdirinya Ibrahim Alaih Salam.
Kemudian yang kedua, waman dakhalalahu
kana amina. Yang kedua, siapa yang masuk
dalam Makkah maka dia menjadi aman. Bab
yang pertama, makam Ibrahim. Makam
Ibrahim menakjubkan ya. Jadi makam
Ibrahim tersebut terjaga dan ada bekas
kaki namanya batu. Kalau kita pijak ada
bekasnya enggak? Enggaklah. Enggak. Ada
batu mana kita pijak kemudian ada bekas?
Enggak ada ya. kecuali kaki kita besi
baru. Tapi Allah lembutkan batu tersebut
sehingga ketika dipijak oleh Ibrahim ada
bekas bekasnya. Supaya
bukti bahwasanya Ibrahim memang pernah
berdiri di sini ada cetakan kakinya dan
dia membangun Ka'bah. Dia angkat Ka'bah
kemudian diangkat angkat Ka'bah. Ismail
offer dia susun. Ismail offer dia susun
sehingga disebut makam Ibrahim tempat
berdirinya Ibrahim. Ya. Kemudian bekas
tersebut tidak hilang-hilang sampai di
zaman tabiin ya. Tidak hilang-hilang ya.
Sekarang ada yang mengatakan sudah
pudar. Adapun yang ada sekarang itu
dicetak karena sering diusap-usap jadi
apa.
Tapi maksudnya dulu batu tersebut,
bayangkan batu ada bekas kaki yang
seharusnya manusia yang biasa tidak
menimbulkan bekas ketika diinjak batu
tersebut. Tapi ini tanda bukti
bahwasanya Ibrahim pernah bangun Ka'bah
di salah satu bukti kekuasaan Allah
Subhanahu wa taala. Yang kedua, bukti
kekuasaan Allah adalah wamanakalahuana
amin. Siapa yang masuk aman. Ini berlaku
di zaman jahiliah.
Padahal orang dengan berbagai macam
model keagamaan, kesyirikan, tapi siapa
yang masuk di Makkah aman. Bahkan ada
seorang membunuh orang lain, dia lari ke
Makkah
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:16:17 UTC
Categories
Manage