Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihiani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman. Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul da ridwan. Allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan pembacaan ayat-ayat dari surat Assofat. Kita sampai pada ayat 62. Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Azalika khairun nuzulan amjaratuz zaqqum." Apakah makanan surga itu adalah hidangan lebih baik? ataukah pohon zakqu. Ya, ayat ini Allah sebutkan setelah sebelumnya Allah sebutkan tentang kenikmatan surga, tentang bidadarinya, tentang minumannya, tentang hidangan di surga dan di antara metode Al-Qur'an, metode Allah Subhanahu wa taala menyebutkan lawannya. Kalau Allah menyebut penghuni neraka, biasanya Allah menyebut penghuni surga. Ya, kalau Allah sudah sebut azab neraka, biasanya Allah sebut tentang kenikmatan surga. Ya, ini sebelumnya Allah sudah sebutkan kenikmatan surga, maka Allah menyebutkan tentang azab neraka jahanam sehingga gambaran menjadi jelas ya. Jalan kebenaran jelas, jalan keburukan jelas, dampak dari menjalani kebenaran nikmat juga jelas, dampak dari mengikuti keburukan juga azab yang jelas. Maka Allah berfirman, "Adzalika, apakah yang itu?" Dan di sini kata para ulama ee ismul isyarah lil isyarah lil baid ya dalalika itu kalau bahasa bahasa kita itukah? Dan itu menunjukkan ketinggian ya seperti firman Allah dalalikal kitabu laba fih. Itulah alkitab yaitu Al-Qur'an yang tidak ada keraguan di dalamnya. Di antara metode orang Arab kalau menunjukkan ketiga yang satu dia menggunakan kata isyarat penunjukan jauh. Ya, bahwasanya kenikmatan yang Allah berikan di surga adalah nikmat yang tinggi. Kemudian kata Allah, "Apakah kenikmatan hidangan di surga lebih baik ataukah hidangan di neraka jahanam berupa pohon zakum?" Nuzul secara bahasa ada yang mengatakan yaitu makanan yang dihindarkan untuk dif untuk tamu. Kalau ada tamu datang dikasih makan namanya hidangan pembuka. Hidangan apa? Pembuka disebut dengan nuzul. Ada yang mengatakan nuzul maksudnya kembali kepada annazil. Orang yang menetap dikasih hidangan yang cukup selama dia menetap. Itu bekal dia. Bekal dia selama dia menetap dikasih namanya hidangan. Dalam bahasa Arab disebut dengan nuzul ya. Intinya bahwasanya di sini Allah menamakan nikmat surga dengan nuzul itu hidangan yang Allah siapkan bagi penghuni surga. Setelah Allah, setelah itu Allah berkata amsajaratuz zaquum ataukah hidangan penghuni neraka yang lebih baik? Ya tentu ini adalah hinaan ya karena sajadatul zakum bukan hidangan tapi apa? Sik siksaan. Allah menggunakan kata khairun. mana lebih baik? Padahal syjaratuz zakum enggak ada kebaikan sama sekali. Dan isim tafdil kalau dibilang khair misalnya saya lebih baik daripada dia. Itu maksudnya kita sama-sama baik cuma level kebaikan saya lebih tinggi. Ya, misalnya saya mengatakan ee fulan a'lamu min fulan. Misalnya saya mengatakan khalid a'lamu min Muhammad. Khalid lebih berilmu daripada Muhammad. Berarti dua-duanya berilmu enggak? berilmu. Tapi Khalid lebih berilmu. Ini hukum asal isim tafdil. Tetapi dalam ayat ini Allah mengatakan, "Apakah hidangan khamar bidadari yang begitu indah lebih baik ataukah pohon zakum? Apakah pohon zakum ada kebaikannya? Enggak ada sama sekali." Enggak ada sama sekali. Bukan berarti Allah mengatakan bidadari lebih baik daripada pohon zakum. Berarti pohon zakum juga ada kebaikannya. Hanya saja level kebaikan di surga lebih tinggi. Enggak. Semua yang di neraka gak ada kebaikannya sama sama sekali. Cuma Allah mengatakan lafal khairun adalah untuk tahakum. Kalau istilah para ulama untuk mengejek. Untuk apa? Mengejek. Dan ini banyak di antara cara Allah untuk memberi hukuman kepada penghuni neraka jahanam. Biasanya Allah dengan ejekan-ejekan. Ejekanjekan ya. Jadi di sini khair bukan berarti pohon zakum ada kebaikannya, enggak. Tapi sekedar untuk ejekan. Kemudian Allah berfirman, "Inna ja'alnaha fitnatalimin." Kami menjadikan pohon zakum itu adalah fitnah bagi orang-orang zalim. Zakum. Kalau kita baca buku-buku tafsir, ada dua pendapat yang saya dapati di kalangan para ahli tafsir. Pendapat pertama, zakum adalah nama dari sebuah tumbuhan di negeri Arab yang tumbuhan tersebut pahit ya, baunya busuk ya, tidak enak. Bahkan kata Al-Alusi rahimahullah, kalau mengenai kulit seseorang maka buat bengkak. Mengenai kulit seorang bikin bikin bengkak. Kemudian Allah menamakan dengan nama zakum seperti jenis ee nama tumbuhan tersebut. Tetapi tentu di akhirat berbeda ya. Tentu di akhirat berbeda ya. Seperti sebagaimana ketika Allah menyebutkan nikmat surga, Allah menyebutkan ada anggur di surga beda dengan anggur di dunia. Sama namanya tapi hakikatnya berbeda. Demikian juga nama-nama yang ada di neraka. Ya, seperti dari juga adalah ee nama tumbuhan yang ada di dunia ya, Dari. Di akhirat juga di neraka ada namanya dari zakum juga ada tumbuhan di dunia. Di neraka juga namanya zak zaum tapi hakikatnya ber berbeda ya. Ya, hakikatnya berbeda ya. Tetapi zakum sebagian ulama mengatakan dia asalnya adalah tumbuhan yang ee tumbuhan kecil, baunya busuk, pahit rasanya dan kalau daunnya mengenai seseorang bikin bingin bengkak. Ini pendapat pertama. Pendapat kedua ada yang mengatakan zakum maknanya adalah dikatakan bata fulanun tazakuman yaitu dia makan kebanyakan dan dia maksa terus sehingga dia menjadi tersisa karena makan terlalu terlalu banyak. Karena makan terlalu banyak. Kenapa? Karena penghuni neraka ketika makan zakum dia makan kebanyakan sampai perutnya penuh. Nasib pemat akan kita jelaskan. Meskipun makanan tersebut penuh dengan penderitaan, menyiksa perut, tapi mereka makan, makan, makan, makan sampai memenuhi perut perut mereka. Seakan-akan dipaksa makan. Tadinya makan, akhirnya dipaksa dipaksa perut mereka penuh sebagai bentuk siksaan kepada mereka. Siksaan kepada mereka. Ini makna zakum. Adapun makna pertama bahwasanya zakum dari pohon yang pahit datang dalam hadis yang mirip dengan makna ini. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Lau lau qotarat qatun minzaquum ala ahl dunya lafsadat alaihim maahum fakaifa man yakunu thaamahu kama Nabi sallallahu alaihi wasallam." Kata Rasulull sallahu alaihi wasallam, "Seandainya ada buah zakum menetes getahnya ditaruh di dunia, getahnya ada tetes di dunia, maka akan merusak kehidupan penduduk dunia. Mereka tidak akan bisa hidup dengan tenang." Bagaimana pula jika makanan tersebut jadi makanan seseorang? Ibaratnya saya sering sampaikan, ibarat kalau kita tinggal di rumah mewah, penuh dengan kemewahan, tahu-tahu ada bangkai tikus, kita enggak bisa nyaman di rumah tersebut. Mau makan enggak enak, mau tidur enggak enak, ada bau yang tidak enak. Bau yang tidak enak. Nah, kalau ada getah zakum jatuh ke dunia akan merusak kehidupan penghuni dunia. Karena saking baunya, saking busuknya, saking mengganggunya. Saya sering sampaikan ibarat kalau kita di rumah mewah ada bangkai, tentu kita enggak nyaman. Meskipun dalam kemewahan, meskipun makanan luar biasa, kita enggak bakalan nyaman karena ada bau yang tidak enak, sangat busuk. Kata Nabi, "Bagaimana lagi dengan yang bukan cuma getahnya jatuh, dia makan makanan tersebut." Itu gambaran tentang pohon zakum. Dan zakum disebutkan dalam Al-Qur'an dalam banyak ayat. Di antaranya dalam surat Al-Isra kata Allah Subhanahu wa taala, "Wama ja'aln ryallati araka illa fitnah." Kami tidak menjadikan ee apa yang kau lihat ya. Fitnatan linnas. Maksudnya apa yang Rasulullah lihat ketika Isra Mikraj. Ketika Rasul sahu alaihi wasallam Isra Mikraj, Rasulullah melihat hal-hal yang menakjubkan. Di antaranya Rasulull sahu alaihi wasallam bertemu dengan Allah. Rasulullah juga melihat Masjidil Aqsa. Sehingga ketika Rasul sahu alaihi wasallam pulang jadi fitnah. Orang kafir semakin kafir. Bahkan ada orang yang murtad gara-gara tidak membenarkan Nabi. Kemudian kata Allah wasyajaratal malunata fil Quran. dan juga pohon yang terlaknat dalam Al-Qur'an. Ahli tafsir mengatakan yang dimaksud dengan pohon terlaknat yang Allah sebutkan dalam surah Al-Isra ayat ee 60 maksudnya adalah pohon terlaknat tersebut pohon zakum. Allah jadikan fitnah. Allah jadikan fitnah. Kata Allah ja walit. Kami tidak tidak jadikan apa yang kau lihat kecuali sebagai fitnah bagi manusia ketika Isra Mikraj. Dan kami jika tidak menjadikan pohon terlaknat dalam Al-Qur'an, yaitu pohon zakum kecuali sebagai fitnah bagi manusia. Ini ayat berbicara tentang zakum. Di antara ayat bicara tentang zakum adalah ayat ini ya, amsyajaratuz zaqu. Sini Allah sebutkan dalam surat Assfat. Demikian juga Allah sebutkan dalam surah Al-Waqi'ah ee dalam surah Ad-Dukhan. Kata Allah, "Inna syajaratazqum." Sesungguhnya pohon zakumamulim yaitu makanan bagi orang pendosa itu di neraka jahanam. Kal muhli yagli butun. Seperti minyak yang panas ketika dimakan maka akan mendidih dalam perut kagalyil hamim seperti air yang sangat panas. Jadi dia sudah bau tidak mengenakkan kalau di dan sangat panas kalau dimakan dimasukkan dalam mulut maka mendidih di perut. Ini namanya Allah sebutkan tentang zakum. Kemudian juga Allah sebutkan dalam surat Al-Waqi'ah kata Allah, "Tumma innakum ayyuhadunal mukadzibun." Kemudian, "Wahai kalian orang-orang sesat yang telah mendustakan. Laakiluna min syajar min zaqu." Sungguh kalian benar-benar akan makan di neraka dari pohon zaqu. Famaliuna minhal butun. Dan kalian benar-benar akan memenuhi perut kalian dengan pohon zakum tersebut. Kalian makan sampai kekenyangan, sampai berlebihan. Ya. Kemudian fasyaribuna alaihi minal hamim. Setelah kalian makan pohon zakum, kalian akan minum air yang sangat panas. Fasyaribunal himim. Kalian minum dengan air yang sangat panas seperti unta yang terkena penyakit kehausan sehingga minum tiada henti-hentinya. H nuzulum yaumaddin. Inilah hidangan mereka pada hari kiamat kelak. Ini jadi Allah berbicara tentang zakum dalam beberapa surat. Surah Al-Isra, surah Al-Waqi'ah, surah Addukhan. Di antaranya surah Assffat. Empat surat tentang zakum. Menunjuk ini pohon istimewa di neraka sampai disebut berulang-ulang. Tib. Allah berfirman di sini, "Inna ja'alnaha fitnatan lzalimin." Kami jadikan pohon zakum yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an sebagai fitnah bagi orang-orang zalim. Apa makna fitnah? Maka ada beberapa pendapat. Pendapat pertama, fitnah sebagai ujian. Sebagai ujian seperti dalam surat Al-Isra ya. W jaal ryati araka illa fitnat linasi Quran. Kami jadikan pohon terlanda dalam Alquran sebagai fitnah bagi manusia. fitnah. Ada yang semakin beriman, ada yang semakin kafir. Allah gandengkan penyebutan pohon zakum dengan kisah Isra Mikraj Nabi. Sebagaimana kita tahu ketika Rasul sahu alaihi wasallam setelah Isra Mikraj, Rasul sahu alaihi wasallam balik sebelum subuh pergi malam hari, balik sebelum subuh dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa naik Sidratul Muntaha pulang. Ketika Rasul sahu alaihi wasallam pulang sebelum subuh ketemu dengan sebagian Quraisy. Mereka tanya Muhammad dari mana? Rasulullah cerita, "Saya dari sini, sini, sini. Kau sudah balik sebelum subuh?" "Sudah." "Benar, benar." Kata orang Quraisy ini, "Tunggu saya mau kumpulin orang-orang. Jangan kau rubah cerita ya." Dia pengin permalukan siapa? Rasulullah. akhirnya kumpulin orang-orang kata dia, "Muhammad, coba cerita lagi. Iya, saya diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, naik Masjidul Muntaha, balik lagi." Dan itu suatu yang mustahil ketika itu. Bayangkan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa berapa kilo? 1000 kilo lebih. Makkah Madinah saja 500 kilo. Madinah ke Syam mungkin 1000 kilo. 1500 kilo lebih. sekitar 500 kilo. Bagaimana bisa ditempuh di zaman itu 1500 tahun yang lalu? Ya, bisa ditempuh pulang balik sebelum matahari sebelum fajar terbit apalagi naik ke langit ke Sidratul Munta balik lagi. Maka ini hal yang mustahil. Maka dia kumpulkan orang-orang Rasulullah suruh cerita. Maka mereka ada yang tepuk tangan, ada yang bingung ya, ada yang intinya mereka mengejek Rasulullah sampai akhirnya ada yang ingin menjatuhkan Nabi. Dia mengatakan, "Wahai Muhammad, kalau memang kau benar Isra Mikraj, coba sebutkan tentang Masjidil Aqsa. Pintunya bagaimana ininya di mana, ininya di mana?" Ya, Rasulullah memang ke Masjid Aqsa kan buat salat, bukan untuk selfie-selfie. Rasulullah tidak tahu jumlah-jumlah. Jadi penting sana ketemu para nabi jadi imam salat. Tidak ada urusan jumlah apa jumlah pintu, jumlah ee apa jendela. Rasulullah enggak ada urusan. Tapi ketika Rasulullah ditanya, "Kalau benar kau Masjid Aqsa, coba sebutkan tentang ciri-ciri Masjidil Aqsa." Tiba-tiba Allah perlihatkan depan Nabi, Masjidil Aqsa. Rasulullah sebutin ciri-cirinya begini begini begini begini. Akhirnya orang kafir tadi mengatakan, "Kalau ini benar, yang lain semua enggak benar. Kalau ini benar ah. Ketika Allah jadikan walitaka tidaklah kami jadikan apa yang kau lihat di malam Isra Mikraj kecuali fitnat linas. Kecuali sebagai fitnah bagi manu manusia. Maka ada yang semakin beriman seperti Abu Bakar Assiddiq dan ada yang menjadi murtad. Yang imannya lemah jadi murtad dan orang kafir semakin kafir semakin mengejek. Nah, di antara jadi bahan fitnah adalah kisah tentang syajaratuz zaqqum. Allah nakut-nakuti kaum musyrikin dengan ada syajaratuz zaquum. Hati-hati. Makanya Allah sebutkan setelah itu pada ayat 64. Innaha syajaratun takruju fi aslil jahim. Dia adalah pohon yang keluar dari dasar neraka. Ketika ayat ini sampai ke Abu Jahal CS, mereka ngejek. Apa itu zakum? Muhammad nakut-nakutin zakum. Menurut saya zakum itu tam bizzubut. yaitu kurma kurma ajwa campur yogurt itu itu apa itu zakum kalau kalau kita dikasih zakum lana tazaqamanna kata kami kalau eh kalau dikasih zakum kita akan makan zakum sebanyak-banyaknya kata Abu Jahal kalau kita dihidangkan zakum kita akan makan sebanyak banyaknya benar enggak pernyataan Abu Jahal benar dia bakal makan apa zakum tapi dia ngejek apa nakut nakutin kita dengan kurma ajwa cuma kurma dengan apa? Dengan yogurt. Enak itu hidangan buka puasa kalau bulan Ramadan. Kalau itu hidangan neraka menyenangkan. Ejekan siapa? Abu Jahal CS. Di antaranya ejekan kedua kata mereka gimana ada pohon keluar dari api. Apa Muhammad enggak tahu pohon itu kalau kena api kebakar? Di mana ada pohon keluar dari apa? Dari neraka. Dia ngejek ya ngejek. Sehingga sebagian mereka semakin apa? Semakin kafir. Dan itu kebiasaan orang kafir. Seperti ketika Allah sebutkan tentang neraka jahanam. Kata Allah, "Alaihaata asar." Neraka jahanam ada 11 19 penjaga. Kata Abu Jahal atau yang lainnya cuma 19. 10 saya yang lawan kalian bagi-bagi cuma 19. Kenapa susah lawan 19? M neraka kita masuk neraka. Penjaganya kita lawan cuma berapa? 19. Makanya mereka ngjek w ja'alna ashabanari illa malaikah w jaalna idatahum illa fitnatan lilladina kafaru. Kami tidak jadikan jumlah mereka 19 kecuali sebagai fitnah bagi orang kafir. Mereka semakin sombong, semakin apa? Semakin angkuh. Ya, mereka kira malaikat seperti bajingan di apa? Orang biasa enggak. Malaikat tidak sama dengan manusia ya. Tib sama dengan Sjaratuz zaqum maka ini fitnah sehingga sebagian mereka semakin semakin kafir ya. Tayib. Ini pendapat pertama. Tentunya kita bilang Allah lebih tahu tentang pohon tersebut. Ya Allah namakan pohon syajaratuz zaquum. Syajarat zaqu ini apakah maknanya di banyak pohon tersebut di neraka jahanam? atau dia satu pohon yang keluar dari dasat neraka kemudian cabangnya ke mana-mana sehingga semua penghuni neraka akan ke bagian cabang dari pohon apa? Zakum. Ada waktunya mereka santap pohon zakum. Seperti tuba kata Ibnu Katsir seperti tuba. Tuba yaitu sepohon di surga. Apakah dia banyak pohon tuba atau satu pohon tuba yang tumbuh di surga kemudian cabangnya ke mana? Ke mana-mana. Adapun bagaimana dia bisa bertahan dalam neraka? Allah maha maha berkuasa. Contoh seperti dalam neraka ada malaikat zabaniah, tapi malaikatnya enggak kebakar. Iya enggak? Malaikatnya enggak kebakar. Sama seperti ketika sebagian orang beriman minta kepada Allah agar memberi syafaat kepada saudara-saudaranya. Kata Allah, "Keluarkan dari neraka yang kalian kenal." Maka mereka masuk neraka keluarin orang-orang mereka tidak kebakar di neraka. Terserah Allah. Ya, biasa aja. Ini hal gaib. Kita enggak tahu. Ada malaikat di neraka yang enggak kebakar. Ada yang datang kemudian berikan syafaat kepada penghuni neraka juga tidak kebakar. Ya, demikian juga kalau Allah tumbuhkan pohon pohonnya kan belum tentu seperti pohon di dunia, seperti pohon di surga. Kata Allah subhanahu wa taala, ma min, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, ma min syajaratin fil jannah illa wasaquha minzahab. Tidak ada pohon di surga kecuali batangnya dari emas. Ini pohon di surga berbeda dengan pohon yang kita bayangkan. Kalau kita pohon dari kayu ya enggak? Ternyata pohon di surga dari apa? Emas. Nah, pohon di nerakanya mungkin beda. Yang jelas Allah sebutkan ada pohon tumbuh dari dasar kerak neraka jahanam kemudian tumbuh keluar dan dia bisa hidup di dalam neraka jahanam. dan buahnya akan menjadi makanan bagi penghuni neraka jahanam. Bagaimana tidak terbakar urusan Allah Subhanahu wa taala? Tib. Ini di antara tafsiran inna ja'alnaha fitnatal lzalimin. Kami jadikan pohon zakum sebagai fitnah. Ya, sebagai fitnah yang membuat mereka semakin semakin kafir. Ya, ada yang mengatakan di antara makna fitnah yaitu untuk membakar mereka. Karena fitnah dalam bahasa Arab bisa artinya bakar. Seperti kata Allah, fitnatakum. Rasakan bagaimana kalian dibakar. Fitnatakum yaitu pembakaran kalian. Seperti juga firman Allah Subhanahu wa taala, innamulatamubuabu jahanam. Sesungguhnya orang-orang kafir yang fatanu, yang memfitnah kaum mukminin, maksudnya yang membakari kaum mukminin di parit-parit yang mereka buat. Tentang kisah Ashabul Ukhdud. Allah menyatakan membakar dengan bahasa Arab maknanya innalladzina fatanu. Sesungguhnya orang-orang yang membakar. Dan disebut fitnah ya fatantu dahahab binar. Yaitu aku bakar emas di api untuk mengetahui mana emas asli, mana emas palsu. Jadi ada yang mengatakan fitnah di sini maknanya adalah membakar. Karena mereka ketika makan buah zakum, perut mereka mendidih. Perut mereka mendidih seakan-akan terbakar kata Allah kagolil hamim. Ya, seperti air yang bergejolak mendidih dalam dalam perut. Ini makna fitnah yang kedua. Makna fitnah yang ketiga ada yang mengatakan mereka dipaksa makan terus. Sudah makan, makan terus, makan terus sampai famaliuna minal butun. Sampai perut mereka penuh dengan dengan zakum. sampai perut mereka penuh dengan zakum. Ini makna fitnah yang yang ketiga yaitu dipaksa untuk memakanmakan zakum tersebut. Tib lanjut setelah itu kata Allah Subhanahu wa taala setelah menjelaskan innaha syajaratun takuju fi asil jahim sesungguhnya adalah pohon yang keluar dari akar atau dasar neraka jahanam. Apakah banyak pohonnya atau satu tapi cabangnya ke mana-mana tholu kaahu ruusatin. Bahwasanya tol itu moyangnya atau kelopaknya. Ada yang menafsirkan dengan moyang atau kelopak, ada yang menafsirkan dengan buahnya. Yaitu kemunculannya itu buahnya seakan-akan seperti kepala-kepala setan. Allah mengatakan buahnya atau moyangnya atau kelopaknya seperti kepala setan. yaitu penampilan dari buah zakum sangat mengerikan. Orang yang melihatnya seperti melihat kepala setan. Tayib. Antum pernah lihat kepala setan? Gak pernah. Jadi kita enggak bisa bayangkan. Pokoknya mengerikan. Pokoknya mengerikan. Meskipun kita enggak pernah lihat kepala setan, tapi kita sudah terbayang namanya setan pasti menge mengerikan. Sama seperti ketika wanita-wanita di zaman Nabi Yusuf alaihi salam melihat Nabi Yusuf, mereka terpesona sampaiqotna aidiahunna sampai mereka potong-potong tangan mereka. Wa hasillahi maza basar. Kata mereka Yusuf ini bukan manusia. In illa malakun karim. Ini adalah malaikat yang mulia. Apakah mereka pernah lihat malaikat? Gak juga. Tapi sudah terbenak, sudah terpatri dalam bereka. Namanya malaikat pasti in indah. Maka mereka mengatakan, "Ini bukan manusia, ini malaikat gantengnya seperti ini." Nah, meskipun kita enggak pernah lihat setan, tapi ketika Allah mengatakan penampilan pohon tersebut seperti setan, kita tidak tahu pasti ini buruk. Pasti ini bu buruk. Jadi, terkumpul pada zakum kengerian yang banyak. Pertama, baunya sangat apa? Busuk. Rasanya sangat pa pahit. Kita disuruh makan bangkai tikus enggak kuat ya. Apalagi zakum tetes aja satu tetes jatuh di dunia. Semua penghuni dunia rusak kehidupan mereka. Enggak bisa hidup dengan aroma yang sangat busuk dari satu tetes dari buah zakum. Bagaimana kalau dimakan kemudian dia sangat panas? Ya. Kal muhli. Muhli itu adalah muhl artinya logam yang dicairkan. Berapa ribu derajat logam bisa cair. Kemudian dimakan yagli butun kagolil hamim. menyala di dalam dalam perut. Tetapi penghuni neraka jahanam mereka kelaparan. Mereka harus makan. Mereka harus makan dan mereka harus minum. Dan mereka dalam ayat yang lain mereka melihat penghuni surga sedang senang-senang makan dan minum. Di antara siksaan batin yang Allah berikan kepada penghuni neraka jahanam, mereka melihat penghuni surga sedang makan-makan dan sedang minum-minum. Makanya Allah sebut dalam surat Alaf kata Allah wada ashabunari asabal jannahid al minal maqumullah. Maka berteriaklah penghuni neraka kepada penghuni surga. Mereka saling melihat entah gimana caranya pakai video call atau pakai apa. Wallahuam. Intinya itu hari hari akhirat di luar nalar kita. Tapi mereka berbicara kepada penghuni surga. Mereka lihat kata mereka afidu al minal ma. Berikanlah air kepada kami. A mimma roqakumullah. Atau dari rezeki yang kalian Allah berikan kepada bagi makanan. Tidak ada makanan. Karena mereka saking lapar mereka butuh makanan. Ketika mereka butuh makanan Allah kasih apa? Zak zakum. Dan zakum ini memang sangat tidak enak. Tapi karena mereka lapar mereka harus makan. Saya sering ibaratkan seperti orang kecanduan. Dia tahu ini bahaya tapi karena dia sudah kecanduan, dia harus lakukan. dia harus lakukan karena kalau tidak dia merasa menderita, dia harus lakukan misalnya harus motong-motong apa kayak dia hisap darahnya kayak yang penting dia sudah kecanduan, sudah apa sakau ya apa namanya dia harus dia harus mengkonsumsi itu meskipun bahaya tidak enak tapi dia harus mengkonsumsi maka akhirnya mereka makan zakum ketika mereka makan zakum terus enggak berhenti-berhenti dipaksa lagi makan kata Allah subhanahu wa taala fainnahum Sungguhnya mereka benar-benar akan makan dari pohon tersebut yang yang mereka ejek-ejek akan mereka makan. Yang kata Abu Jahal, "Tenang, kalau ada zakum nanti kita makan banyak-banyak." Benar dia akan makan paling banyak. Yaakiluna minha bahwasanya mereka akan benar makan dari pohon zakum. Famaliuna minal butun dan akhirnya memenuhi perut mereka. Ya, akhirnya memenuhi perut perut mereka. Setelah perut mereka penuh, mereka kehausan. Allah sebutkan ayat berikutnya, tumma inna lahum alaiha luban min hamim. Kemudian sesudah makan buah pohon zakum itu pasti mereka mendapatkan minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. Di sini Allah menggunakan kata tsumma. Kemudian ada khilaf di kalangan para ulama tentang apa makna tsumma di sini. Jadi maknanya mereka makan setelah makan zakum. Kemudian mereka minum. Kemudian mereka minum. Makan kemudian minum. Tib. Kemudian itu dalam bahasa Arab menunjukkan ada jeda. Kata gandeng dalam bahasa Arab sering sampaikan ini ada tiga. Ada wa, ada fa, ada tum tumma. Kalau wa sekedar menggandengkan tanpa memperhatikan tertib. Seperti saya mengatakan datang Muhammad wa Khalid. Telah datang Muhammad dan Khalid. Apa Khalid di luaran, Muhammad di luar. Enggak urusan. Pokoknya dua-dua sudah datang. Maka saya gunakan kata wa. Tapi kalau saya bilang fa berarti ada tertib tapi tanpa jedah. Saya mengatakan jaa Muhammadun fahalidun. Datang Muhammad lalu Khalid. Ada jeda enggak? Enggak ada. Habis Muhammad datang langsung Khalid datang. Tapi kalau saya pakai tumma ada jeda ya. Jaa Muhammadun tumma khalidun. Datang Muhammad kemudian Khalid. Berarti antara kedatangan Muhammad dengan Khalid ada je jeda. Maka saya menggunakan tumma. Di sinilah timbul khilaf di kalangan para ulama. Karena setelah Allah menyebutkan tentang makan zakum, kata Allah, "Tumma inna lahum alaihauban min hamim." Setelah itu, setelah mereka makan zakum, kemudian mereka minum air yang panas. Apa makna suma? Ini pendapat pertama mengatakan bahwasanya mereka dibiarkan lama. Jadi mereka sudah makan zakum kemudian mendidih mereka kehausan luar biasa. makan suatu yang pahit, suatu yang busuk. Mereka-mereka merasakan kehausan yang luar biasa. Dibiarkan sama Allah tidak dikasih minum. Akhirnya mereka minta minum. Dalam surat Alkahfi waastagitu yugin kal muhli yaswil wujub. Ketika mereka kehausan mereka minta tolong ya Allah minta minum. Minta minum. Kata Allah, "You bimin." Maka didatangkan bagi mereka air kal muhli seperti logam yang mendidih yang cair. Kemudian membakar wajah sebelum diminum wajah mereka sudah terbakar. Ya. Tib. Jadi mereka dibiarkan kehausan. Akhirnya mereka dikasih air air minum. Ini makna tumma menurut pendapat sebagian ulama. Jadi dibiarkan dulu kasih jeda lama sampai keusan baru dikasih air minum. Ada yang mengatakan tumma di sini maksudnya azab lebih pedih. Makan zakum adalah penderitaan. Setelah itu diakhiri dengan air yang sangat panas lebih menderita lagi. Kata Allah dalam Alquran, "Wasuk maan hamiman faqahum." Maka mereka diberi minuman air yang sangat panas dan mencabik-cabik usus mereka. Usus mereka robek-robek, hancur gara-gara minum air yang sangat panas. Waagu yaksil wujuh. Ya, kalau mereka ya minta minum maka Allah kasih minum. Ya, dalam surat Al-Kahfi yaitu ee ayat 29 ya. Kata Allah, "Wa yastagitsu yug bimain kal muhli yaswil wujuh." Yaswil wujuh. Jadi syawa artinya membakar. Saking panasnya air tersebut mereka kehausan diminta minum dikasih air begitu mereka mau minum sudah membakar wajah mereka dulu. Yaswil wujuh. Setelah itu mereka masukkan tentu di dalam lebih hancur hancur lagi. Ini kata sebagian ulama itu makna tsumma maksudnya makan zakum adalah penderitaan. Setelah itu dikasih air minum lebih menderita lagi. Lebih menderita lagi. Waliyadzubillah. Yaubillah. Dan ini dalam ayat yang lain surah Al-Waqi'ah. Saking hausnya mereka minum banyak tidak berhenti-berhenti. Kata Allah, "Tumma innakum ayyuhadunal mukadzibun laakiluna minajar minakumuna minal butun." Kalian benar-benar akan makan pohon zakum, buah zakum dan memenuhi perut kalian. Kemudian kata Allah, "Fasyaribuna alaihi minal hamim." Setelah kalian makan zakum, kalian minum air yang sangat panas. Kemudian kalian minum seperti unta yang sedang kehausan, nyedotnya banyak, enggak berhenti-berhenti, sakit. Dan minuman mereka apakah menghilangkan dahaga? Enggak ada. Makanan zakum apakah menghilangkan rasa lapar? Enggak. Tapi mereka harus makan dan harus mereka minum. Tetapi semua makanan, minuman hanyalah semakin menyiksa mereka. Namun karena mereka harus makan, mereka minum tidak ada pilihan pilihan lain. Set Allah berfirman, "Tumma inna marjihum lailal jahim." Kemudian setelah itu mereka dikembalikan ke neraka jahanam. Bab mereka sedang diazab di neraka jahanam. Dia di mana? Di luar atau di neraka? Mereka sedang dikasih makan zakum, minum air panas di neraka atau di luar neraka? Di neraka. Tapi setelah itu Allah mengatakan setelah itu dikembalikan ke neraka. Maksudnya bagaimana? Di neraka dikembalikan ke neraka. Maka para ulama mengatakan maknanya, maksudnya mereka dipindah-pindahkan, neraka luas. Ada waktu tempat untuk makan zakum. Setelah makan zakum pindah ke azab yang yang lain. Yatufuna bainaha wa baina hamimin an. Dalam surat Arrahman kata Allah, mereka berkeliling di neraka jahanam. Jadi tidak satu tempat aja siksa model begini, pindah siksa model begini pindah siksa model begini. Jadi tidak membosankan. Waliyadubillah. Makanya setelah mereka disiksa ke dengan makan zakum dan minum air panas, kata Allah, "Tumma inna marjiahum lailal jahim." Kemudian tempat kembali mereka ke neraka jahim menunjukkan mereka siksa dengan berpindah berpindah-pindah. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahatu wasalam ala rasulillah. W baad. Setelah itu Allah berfirman ayat 69, innahum alfau abaahumin. Karena sesungguhnya mereka mendapati bahwa mereka dalam keadaan sesat. Yaitu Allah jelaskan sebab kenapa mereka masuk neraka. Kemudian mereka makan pohon zakum. Setelah itu minum air yang sangat mendidih sehingga ee mencac mencabik-cabik ee usus-us. Ternyata mereka taklid dengan nenek moyang mereka. Kata Allah, "Sesungguhnya sebabnya mereka mendapati nenek moyang mereka, bapak-bapak mereka atau kakek-kakek mereka, nenek moyang mereka sesat, yaitu penyembah berhala, musyrikin. Fahum alaarihim yuhraun." Namun mereka sangat tergesa-gesa untuk mengikuti jejak orang tua mereka tersebut. yuhraun itu tergesa-gesa cepat yusriun sehingga mereka takqlid tanpa mikir-mikir pokoknya ini nenek moyang ikut ini bapak moyang bikin kita kerjakan dan inilah di antara sebab ee utama terjadinya kesesatan karena taklid kepada nenek nenek moyang nenek moyang kami begini ya sudah dari dulu tradisi kami seperti ini sehingga susah ya susah dan salah satu sebab Sebab penghalang hidayah adalah taklid kepada nenek moyang. Samp saya bilang ada suatu daerah di tempat kita ya di situ banyak ulama tetapi tidak bisa merubah tradisi. Bahwasanya warisan yang pegang perempuan gak bisa dirubah sampai sekarang warisan enggak bisa di tradisi enggak bisa di dirubah. Padahal banyak ulama di situ. Banyak orang keluar ulama dari mereka. Kenapa? Kalau sudah tradisi susah untuk di dirubah. Ee dan Allah Subhanahu wa taala menyebutkan dalam ayat yang lain mereka berkata, "Inna wajna abana ala umah innaari muqtadun." Kami mendapati nenek moyang kami sudah di jalan suatu ritual, suatu agama. Kami tinggal ngikutin ngapain kita rubah-rubah. Jadi berpegang teguh dengan tradisi nenek moyang. Maka di sini seb mengatakan, "Sebab mereka disuruh minum pohon zakum dan minum air yang makan buah zakum dan air yang sangat panas, mereka tidak punya pilihan. Sudah itu yang tidak tidak ada pilihan makanan lain. Makan itu, minum itu. Enggak ada makanan lain, enggak ada pilihan lain." Karena mereka ketika diberi peringatan oleh para nabi, mereka tidak punya pilihan lain. Mereka otomatis ikut nenek moyang tanpa pikir-pikir panjang. Maka hukumannya di akhirat juga disuruh makan, zakum, minum air panas tanpa ada pilihan lain. Sebagaimana waktu di dunia mereka ikut kesesatan tanpa mikir-mikir terlebih dahulu. Seandainya mereka mikir sebentar aja kembali kepada fitrah mereka, mereka tahu bahwasanya yang berhak disembah hanyalah Allah yang maha esa. Enggak pantas nabi disembah, enggak pantas sapi disembah, enggak pantas bintang disembah, bulan disembah, enggak pantas mayat disembah. Enggak ada. Jin disembah, malaikat disembah. Yang pantas disembah hanyalah pencipta alam semesta. Namun karena ini tradisi nenek moyang, ya sudah itu yang diikuti bahkan segera. Fahum ala atarihim yuhraun. Dan mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang tua mereka. Setelah itu Allah berfirman, "Walaqad qoblahum aksarul awalin." Sungguh telah sesat sebelum mereka, sebelum Quraisy, sebagian besar dari orang-orang terdahulu. ini ee apa namanya ee hiburan bagi Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Ketika itu Quraisy sebagian besar tidak beriman kepada Nabi. Padahal Nabi dari suku Quraisy. Harusnya mereka bangga punya Nabi dari suku mereka ini malah terbalik. Mereka justru memusuhi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam sangat sedih karena yang memusuhi dia adalah sukunya sendiri. bukan dari suku-suku lain, suku Quraisy. Dan mayoritas mereka memusuhi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka Allah menyebutkan bukan cuma Quraisy, sebelum mereka kebanyakan orang juga musyrik. Mayoritas manusia sesat. Sebagaimana Allah Subhanahu wa taala berfirman tentang iblis. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Walaqad minkum jibillan katonan afalam takunu taqilun." Sungguh setan telah menyesatkan banyak dari kalian. Apa kalian tidak berpikir? Ya, jadi kebanyakan orang sesat. Allah mengatakan, "Waqilum ibadakur." Hanya sedikit dari hamba-hambaku yang bersyukur. Setan sudah bersumpah di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Tumma laatnahum min baini aidihim khfihim aimanamailim w tajidu akarahum syakirin. Aku akan goda mereka dari dari depan, dari belakang, dari kanan, dari kiri ya Allah. Dan engkau akan dapati kebanyakan bani Adam tidak bersyukur. Dan setan telah membuktikan ya iblis donahu ya iblis telah membuktikan janjinya dan persangkaannya. Kebanyakan orang tidak di atas kebenaran. Sekarang saya tanya sama antum. Yang Islam berapa persen di penghuni bumi ini? Lebih banyak muslim atau musyrik? Musyrik. lebih banyak musyrikin. Islam juga yang macam-macam juga banyak. Tapi maksudnya Islam aja mau model apapun masih lebih sedikit daripada kaum kaum musyrikin. Sekarang secara logika gimana orang bisa nyembah Nabi tapi ternyata yang menyembah Nabi miliaran. Gimana orang bisa nyembah sapi? Ternyata yang nyembah sapi juga miliaran. Hidayah di tangan Allah Subhanahu wa taala. Maka jangan terpedaya dengan jumlah yang banyak ya. Kalau kau ikuti kebanyakan orang semuka bumi maka mereka akan menyesatkan kau dari jalan Allah Subhanahu wa taala. Mengatakan di sini kebanyakan orang terdahulu yang sesat lebih banyak daripada yang dapat hidayah. Allah mengatakan wq arsalna fimzirin. Padahal kami telah utus kepada mereka para rasul pemberi peringatan. kaifa aqibatul munzarin. Lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang diberi peringatan namun tidak mengambil petunjuk. Kaum-kaum terdahulu dibinasakan oleh Allah, diberi diturunkan kepada mereka memberi peringatan kepada rasul. Namun mereka tidak mengambil pelajaran dari para rasul tersebut. Maka kata Allah, "Fanzur kaifaana aqibatul munzarin." Lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan tersebut. Ya, banyak di antara mereka yang binasa. Ya. Apa? Apa kata para salaf? Alaika bhoriqil huda w tastauhis bqillikin waaka w takar bikilikin. Hendaknya kau mengikuti jalan petunjuk. Jangan kau merasa sedih meskipun yang menjalaninya cuma sedikit. Dan hati-hati ya waspadalah dengan jalan-jalan kekesatan dan jangan kau terpedaya dengan jumlah banyaknya pe pengikut. Makanya Ibnu maksud Ibnu Abbas mengatakan, "Antal jamaah wain kunta wahdak." Kau adalah jamaah meskipun kau sendiri. Meskipun kau sendiri. Ya, kalau kau di atas kebenaran, sungguhnya sudah lewat orang-orang sebelummu di atas kebenaran. Kau tidak sendirian, kau berjamaah. Orang banyak sesat jangan terpedaya dengan jumlah yang yang banyak. Karena orang tuh terkadang tidak berpikir dengan jernih, tidak menggunakan logikanya dengan jernih karena melihat jumlah yang banyak. Kamu banyak begini masa salah? Ya mungkin. Dulu Nabi Isa alaihi salam ketika diutus pungkutnya 12 orang Yahudi semua sesat ketika itu. Nabi Isa berapa orang? Cuma 12 orang. Nabi Nuh diutus dakwah 900 tahun. 950 tahun. Yang pengikut cuma 80 orang. Jadi bukan berarti di sini mengingatkan pada kita, jangan terpedaya dengan jumlah yang yang banyak. Ukuran kebenaran bukan jumlah. Ukuran kebenaran dalil. Mau banyak mau sedikit enggak urusan. Yang penting dalilnya ada. Kalau di atas kebenaran meskipun sendirian, itulah al-Haq, itulah kebenaran. Wain kunta wahdak meskipun kau sendirian. Makanya Allah ketika muji Ibrahim, Allah mengatakan, "Inna Ibrahima ummah. Ibrahim adalah umat padahal dia sendiri. Sebagian ahli tafsir mengatakan umat karena Ibrahim bukan sendirian. Meskipun dia sendiri ketika itu berdakwah sudah banyak orang-orang di atas tauhid sebelum dia. Dan akan datang orang bertauhid setelah setelah dia. Meskipun dia sendiri Allah sebut sebagai apa? Um umat dia sendirian. Dia satu negeri nyerang dia. Makanya maksud saya tauhid ini penting ikhwan ya. Ma-minta ke kuburan jangan ikut. Jangan minta-minta kekuburan. Ma orang pakai jimat jangan ikut ya. Orang percaya dukun jangan jangan ikut. Orang membenarkan liberal jangan ikut. Meskipun banyak meskipun banyak ukuran kebenaran bukan dengan jumlah yang yang banyak. Tib kita lanjutkan. Kata Allah, "Illla ibadallahil mukhlasin." Yang selamat hanyalah hamba-hamba Allah yang dibersihkan. Dua dua qiraat. Qiraat pertama, illa ibadallahil mukhlasin. Yaitu kecuali orang-orang yang dibersihkan oleh Allah. Qiraat yang kedua illa ibadallahil mukhlisin. Kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas. Mereka itulah orang-orang yang selamat. Dan ada kelaziman antara mukhlis dengan mukhlas. Mukhlis. Orang yang mukhlis akan dimukhlas. Yang mukhlis akan diselamatkan oleh Allah. Kalau tidak ikhlas tidak diselamatkan oleh Allah subhanahu wa taala. Dua qiraat itu benar. Boleh dibaca mukhlisin, boleh dibaca mukhlasin. Dan ini isyarat tentang pentingnya ikhlas dalam ibadah. Siapa yang ikhlas kepada Allah subhanahu wa taala, dia akan diselamatkan oleh Allah subhanahu wa taala. Ya, makanya ketika Nabi Yusuf diselamatkan oleh Allah, kata Allah, "Innahu min ibadinal mukhlasin." Yusuf selamat. Kenapa? Karena dia adalah hamba-hamba kami yang kami selamatkan. Dalam qiraat yang lain, innahu min ibadinal mukhlisin. Kenapa Yusuf alaihi salam selamat dari godaan Zulaikha? Karena dia ada termasuk hamba-hambaku yang ikhlas. Setelah itu Allah cerita tentang para nabi. Nabi Nuh, kemudian Nabi Ibrahim, Nabi Musa, nanti juga Nabi disebut juga Harun, ada Nabi Ilyas, Nabi Yunus, nabi-nabi Allah ceritakan agar sebagai pelipur lara bagi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena ini Nabi masih di Makkah, dimusuhi oleh kaumnya. Ya Allah bilang, "Jangan sedih. Banyak orang sesat. Zaman dulu juga banyak orang se sesaat. Kau diganggu, nabi-nabi sebelum engkau juga di diganggu. Lihatlah bagaimana kesudahan umat mereka ketika mereka menyakiti nabi-nabi mereka. Maka mulai Allah cerita. Pertama Allah cerita Nabi Nuh Alaih Salam. Malam ini insyaallah kita cerita Nabi Nabi Nuh. Sebenarnya kisahnya panjang karena Nabi Nuh 950 tahun. Cuma Allah ringkas ya. Allah berfirman, "Walaqad nadana nuhun falan mujibun." Sungguh Nuh alaih salam telah berdoa kepada kami ya dan kami kabulkan sebaik dan kami sebaik-baik yang memperkenankan doanya itu. Kami sebaik-baik yang mengabulkan doanya. Kata Allahu ahlahu minalbilim. Dan kami selamatkan dia dan keluarganya dari bencana yang besar, penderitaan yang besar. Baik. Nuh alaihi salam rasul yang pertama. Anta awalu rasulin ila ahlil ard. Rasul yang pertama. Pertama Nabi Adam. Nabi Adam bukan rasul. Setelah Nabi Adam diutus 10 kurun tidak ada kesyirikan. Kapan terjadi kesyirikan? Di zaman Nabi Nabi Nuh. Baina Adam wa Nuh asrat qurun. Kata Ibnu Abbas, antara Nuh Adam Alaih Salam dengan Nuh 10 kurun. Ada kemaksiatan, ada pembunuhan Qabil bunuh Habil, ada kemaksiatan, tetapi belum ada kesyirikan. Kesyirikan terjadi di zaman Nabi Nuh ketika orang-orang saleh dikultuskan berlebihan sehingga akhirnya di disembah. Maka Allah kirim rasul pertama Nabi Nuh. Makanya ketika di hari kiamat ketika manusia minta syafaat, mereka datang kepada Adam. Adam mereka puji Adam. Kata mereka, "Adam, engkau adalah nenek moyang manusia. Allah ciptakan engkau dengan tangannya Allah. Allah suruh malaikat sujud kepadamu ke manusia pertama. Berilah syafaat bagi kami. Kata Adam, "Saya enggak bisa. Saya pernah salah. Pergilah kepada Nuh." Orang-orang pergi ke Nuh. Ketika mereka ke Nuh, mereka memuji Nabi Nuh. Mereka mengatakan, "Ya Nuh, anta awal rasuli ahlil ard." Engkau adalah rasul yang pertama yang Allah kirim kepada penghuni bumi. Wasammakallahu abdan syakur. Dan Allah menamakan kau sebagai hamba yang pandai bersyukur. Tapi intinya Nuh adalah rasul yang yang pertama dan dia yang pantas disebutkan pertama kali dalam rangka untuk menjadi pelipur lara. Kisah pelipur lara bagi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata Allah, "Wairul dan seluruh nabi atau nabi-nabi kami ceritakan kisahnya kepada engkau w Muhammad yang bisa mengkokkan hatimu." Rasulullah pun perlu dikokohkan oleh Allah. Di antara cara Allah, metode Allah, menjadikan Nabi tegar dengan menceritakan kisah-kisah nabi-nabi terdahulu. Dan nabi yang pertama Allah sering ceritakan nabi siapa? Nuh. Nuh alaih salam dikatakan sebagian ulama adalah rasul yang pertama yang diganggu oleh umatnya. Karena dia rasul pertama yang dihina oleh umatnya dan dia sabar dengan luar biasa sampai 950 tahun dan dia mencontohkan kesabaran. Sehingga kata para ulama, seluruh orang-orang yang sabar gara-gara medan dakwah diganggu oleh umatnya, mereka dapat pahala dan pahalanya semua mengalir kepada Nabi Nabi Nuh. Karena dia yang pertama kali mencontohkan kesabaran dalam da dakwah. Yang pertama kali mencontohkan kesabaran dalam dalam dakwah. Nabi Nuh alaihi salam berdakwah berapa tahun? 950 tahun dakwah. 950 tahun. Kata Allah, "Fama amana maahu illa qolil." Tetapi yang beriman cuma sedikit. Ada yang mengatakan cuma 80 orang. Dia bersabar. Namun akhirnya dia berdoa agar umatnya dihancurkan. Ya, kata Allah, kata ee apa namanya? Eh, anni maglubun fantasir. Kata dia, "Ya Allah, tolonglah aku." Ya, dia doa agar umatnya dihancurkan. Bukannya dia tidak bersabar. Kenapa Nabi Nuh mendoakan agar umatnya dihancurkan oleh Allah? Setelah Allah sebutkan mereka tidak akan beriman lagi. Kata Allah, "Wa uhiya ila nuhin annahu laina minika illa manq aman fala tabta bim kanu yafalun." Wahai Nuh, diwahyukan kepada Nuh, tidak akan beriman lagi kepada engkau kecuali yang sudah beriman. Setelah ini enggak adakan lagi yang beriman. Nabi Nuh, oh sudah enggak akan percuma dakwah kalau sudah Allah bilang tidak bakalan beriman. Terus yang kedua lebih parah lagi Nuh ketika bikin kapal orang datang mampir mar alaihi sakirumin. Setiap Nabi ada ada yang lewat ngejek Nuh. Nuh ngapain Nuh bikin kapal musim kemarau? Nuh sudah enggak dakwah lagi jadi tukang kayu. Nuh sinting apa gila Nuh ngapain bikin kapal enggak ada air? Diejek-ejek. Bukan cuma bapaknya. Nanti anaknya dibawa eh maki si Nuh itu maki maki bukan anaknya, cucunya juga dibawa. Mungkin buyutnya juga dibawa. Jadi kakek, bapak, cicit, buyut, bebet semuanya apa? Maki. Nabi Nuh. Nabi Nuh lihat ini gimana? Sudah dibilang enggak bakalan beriman. Ternyata mereka kurang ajar. Makanya Nabi Nuh mengatakan, "Wala yalidu illa fajiran kafar." Mereka tidak melahirkan kecuali fajir kafir. Fajir kafir. Saat itulah maka Nabi Nuh berdoa karena mereka mengacam Nabi Nuh. Baru Nabi Nuh berdoa setelah 950 tahun berdakwah. Seandainya Allah tidak mengatakan mereka tidak bakalan beriman, mungkin Nuh masih terus berdakwah. Tapi Allah sudah bilang, "Lan yummina minumika illa manod aman." tidak akan beriman kecuali yang telah beriman. Sudah enggak akan tambah lagi satu ekor pun enggak ada. Ya sudah ngapain lagi ditunggu-tunggu tambah semakin parah, semakin menyebarkan kesesatan. Dan Nabi Nuh sedih kalau ada kesyirikan. Ya punya anak, punya cucu tambah syirik lagi. Ya sudah mending mati aja. Maka saat itu dia berdoa agar membinasakan mereka. Setelah berdakwah berapa tahun? 950 tahun. Dan dia berdakwah, "Ini dutu kaumi lailan wahar." Aku dakwah dakwahi kaumku siang dan malam. Siang malam. Siang malam berdakwah si bukan sebulan sekali ke Bandung. Enggak siang. Nabi Nuh alaihi salam ujian luar biasa. Anaknya kafir, istrinya kafir. Luar biasa. Kalau ibaratnya ustaz, istrinya kafir. Ustaz, ente ceramah-ceramah istri kafir gimana, Ustaz? Ceramah-ceramah anak kurang ajar gimana, Ustaz? Ngapain ceramah anak saja enggak bisa dikasih petunjuk? Hidayah di tangan siapa? Allah Subhanahu wa taala. Nuh alaihi salam. susah berat maka dia pun berdoa. Maka Allah mengatakan falan mujibun. Kami sebaik-baik pengkabul doanya. Dia berdoa Allah kabulkan. Makanya mengatakan fafatahna abwabama bimain munhamir wafajarnal ard uyunan faltaq ma amrin qudir. Maka Allah turunkan air hujan yang lebat dari langit. Kemudian bumi semua jadi mata air. Kami jadikan seluruh bumi mata air. Semua bumi jadi mata mata air. Air faltaqal mau. Maka bertemurlah air laut, air langit dengan air air bu bumi. Maka jadi banjir luar luar biasa. Baru mereka binasa. Kata Allah, "Wajainahu wa ahlahu." Kami selamatkan dia dan keluarganya. Ahu. Di sini ada yang mengatakan keluarga Nabi Nuh kecuali anaknya. Ada yang mengatakan yam, ada yang mengatakan Kan'an, anaknya yang kafir ya. Ada yang mengatakan ahlahu maksudnya umatnya ya sedikit yang 80 orang tersebut. Ada yang mengatakan maksudnya keluarganya karena memang cuma sedikit sisanya orang-orang luar tapi ee keluarga Nuh cuma sedikit yang selamat. Wajainahu kami selamatkan dia. Kata kami selamatkan itu setelah dia hampir binasa atau dalam kondisi kesulitan. Makanya Allah mengatakan minal karbilzim dari penderitaan yang besar yaitu banjir yang luar biasa. Makanya Allah gambarkan bagaimana kapal Nabi Nuh yang sederhana. Wahamalnahu alti alwahin wa dusur. Kami angkat dia angkut Nabi Nuh di atas kapal yang sederhana terbuat dari papan dan paku. Kapal sederhana. Kapal sederhana. Wahiya tajri bihim fi maujin kal jibal. Sementara kapal tersebut membawa mereka di ombak yang setinggi gunung. Jadi banjir bukan banjir biasa. Banjir disertai ombak. Ombaknya setinggi apa? Tinggi gunung. Luar biasa. Jadi kapal kecil tapi kapal tersebut selamat. Karena kapal tersebut berlabuh dengan bismillah. Bismillahi majreha wa mursaha. Selamat dengan bismillah selamat. Secara perhitungan tidak bakalan selamat. Kapal sederhana, ada ombak setinggi gunung langsung tenggelam. Tapi karena berjalan bi'yunina dengan pengawasan Allah maka kapal tersebut selamat. Di sini Allah mengatakan wajinahu wa ahlahu minal karbilim. Kami selamatkan dia dan keluarganya dari penderitaan yang besar. Dua tafsiran di kalangan para ulama. Apa yang dimaksud dengan penderitaan besar? Tafsiran mengatakan penderitaan penderitaan besar yang pertama adalah banjir besar. Allah selamatkan dia. Tafsiran kedua yang dimaksud dengan penderitaan besar yaitu caci makian kaumnya kepada Nuh selama 950 tahun itu penderitaan besar. Dan Nabi Nuh sabarnya luar luar biasa. Makanya Allah mengatakan Nabi Nuh berdakwah dia mengatakan ja'alu asobiahum fianihim wastagsyauabahum. Setiap aku dakwahi mereka masukkan jari mereka ke telinga mereka. Enggak mau dengar. Kalau Nuh mau ceramah, mau ceramah Nuh tafadol silakan. Sampai dikatakan jadi mereka kalau perlu jari mereka semua masuk bukan satu aja kalau perlu. Wastaqsia bahwa mereka tutup muka mereka dengan kain gak mau lihat Nuh. Nuh ceramah mereka tutup. Tutup telinga, tutup muka gak mau lihat Nuh. Wah itu menderita seperti itu ceramah innalhamdalillah nahmaduhu. Menjengkelkan dan itu bukan si tahun 2 tahun 950 tahun. Walam yaziduhum dua illa firar. Tidaklah aku berdakwah kecuali mereka semakin jauh. Didakwahi semakin ngajal dakwahi semakin kufur didakwahi semakin menjengkelkan. Itu kaumnya Nabi Nuh 950 tahun. Maka itu penderitaan yang besar. Diganggu orang tuh diomongin orang tuh enggak enak. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam aja dikata-katain Allah dalam banyak ayat mengatakan, "Fasbir ala ma yaakulun." Sabarlah atas omongan mereka. Rasulullah manusia diomong-omongin jelek dia pun terganggu. Apalagi Nuh 950 tahun. Makanya tadi saya bilang ada ulama mengatakan manusia pertama yang sabar diganggu dalam dakwah adalah siapa? Nuh alaihi salam. Maka dia sanna sunatan hasanah. Dia memberi contoh terbaik, contoh teladan pertama. Maka semua orang yang melakukan kesabaran karena dakwah pahalanya semua mengalir kepada siapa? Nuh alaihi salam. Ini contoh pertama. Set itu Allah berfirman, "Wa'alnaahu humul baqin." Kami jadikan keturunannya itulah yang tersisa. Ini pendapat mayoritas ulama bahwasanya ketika terjadi banjir besar zaman Nabi Nuh, maka banjir tersebut meliputi seluruh bumi. Seluruh manusia mati kecuali Nuh dan pengikutnya sekitar 80 orang. Ada yang mengatakan gak ada bukti bahwasanya pernah terjadi banjir satu dun dunia. Tayib. Kalau banjir pun tidak satu dunia, manusia pun k itu masih sedikit ya. Ya. Nuh dan pengikutnya itu manusia yang ada. Ya gak tahu di mana ya mungkin di Indonesia belum ada, di Bandung belum ada. Tapi ketika itu kan dari Adam sampai Nuh baru 10 generasi. Adam sama Hawa punya anak berapa berkembang sampai 10 generasi ya tidak begitu banyak cuma 10 generasi dan mereka mungkin masih berfokus satu daerah. Sehingga meskipun Banjar tidak mengenai seluruh permukaan bumi, cukup yang mengenai Nabi Nuh itu sudah cukup manusia habis ketika itu. Tersisa cuma Nuh dan pengikutnya. Nuh dan pengikutnya yang selamat di kapal punya keturunan. Tapi keturunan mereka tidak ada yang sambung seterusnya kecuali keturunan Nabi Nuh. Nabi Nuh selamat dengan anak-anaknya. Anaknya yang selamat sama Nabi Nuh ada Sam, Ham, Yafit. Sam, Ham, Yafit. Adapun Yam yang meninggal, ada pendapat mengatakan Yam punya anak cucunya Nuh juga selamat. Intinya ada empat orang anak Nabi Nuh atau dari empat keturunan. Sam, Ham, Yafit, Yam. Yam ini ada yang bilang meninggal, ada yang mengatakan dia meninggal karena dia kafir, tenggelam tapi dia punya anak. Anak ini keturun. Intinya seluruh manusia di muka bumi ini kembali kepada anak-anak Nuh. Dari situlah Nabi Nuh diberi gelar dengan Abul Basyar anani nenek moyang yang kedua. Kita semua ini keturunan Nuh dan kita semua keturunan Nabi Adam. Jadi kita semua ini keturunan Nabi Adam Alaih Salam. Sekaligus kita semua keturunan siapa? Nuh alaihi alaihissalam. Adapun ada yang bilang Eropa keturunan Sam, nanti Asia keturunan Yafit, wallahuam. Itu enggak tahu ya. Yang jelas semuanya kembali kepada anak-anaknya Nuh alaihi salam mengatakan, "Waja durriyatahu humul baqin." Kami jadikan keturunannya yang tersisa. Watakna alaihi akhirin. Dan kami abadikan dia kepada orang-orang setelahnya itu kami memuji Nuh dengan pujian yang indah. Semua orang memuji Nabi Nuh. Kalau cerita Nabi Nuh, semua sayang sama Nabi Nuh, cinta dengan Nabi Nuh, sabarnya, kesabarannya diuji anaknya kafir, istrinya kafir, umatnya yang berengsek 950 tahun semuanya memuji Nabi Nuh. Dan ini anugerah Allah setelah Nuh meninggal dunia tetap dipuji sampai seterusnya fil akhirin, orang-orang belakangan. Salamun ala Nuhin fil alamin. Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh bagi seluruh alam. Semua memuji Nabi Nuh. inika najizil muhsin dan demikianlah kami memberi balasan kepada orang berbuat baik innahu min ibadinal mukminin. Sesungguhnya dia termasuk dari hamba-hamba kami yang berimanma akin. Kemudian kami tenggelamkan yang lainnya. Jadi yang selamat cuma Nuh dan pengikutnya. Di sini Allah mengatakan inna kadalika najizil muhsinin. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat ihsan. Apa itu ihsan? Ihsanudla ihsan kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat Allah. Jika kau tidak mampu, yakinlah Allah melihatmu." Sebagi Allah mengatakan apa ihsannya Nabi Nuh? Ihsan Nabi Nuh gak mungkin dia bisa sabar berdakwah 1950 tahun kecuali dia merasa selalu dilihat oleh Allah Subhanahu wa taala. Enggak mungkin dia bisa sabar selama itu. Dia selalu merasa, dia merasa melihat Allah atau selalu merasa dilihat oleh Allah. Dengan ihsannya itu maka dia bisa bersabar selama 150 tahun. Itulah ihsannya Nabi Nuh. Kemudian Allah mengatakan, "Innahum min ibadinal mukminin." Kenapa dia bisa ihsan? Karena imannya sangat tinggi. Karena imannya sangat tinggi maka dia berbuat ihsan sehingga dia bisa bersabar. Akhirnya Allah selamatkan dia. Kemudian Allah binasakan yang lainnya. Demikian saja ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Insyaallah pertemuan berikutnya kita mulai masuk tentang kisah-kisah para nabi dan semua kisahnya indah. Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi ee Yunus, Nabi Ilyas. Ya, insyaallah pada pertemuan berikutnya tentang kisah-kisah para nabi. Wallahuam bisawab. Demikian yang bisa sampaikan. Wabillahi taufidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.