Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrullahu ala taufikihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lya wa ashadu anna muhammadan abduhu rasuluh daila ridwanumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Ee sebelumnya saya mohon maaf karena tadi macet ya qadarullah seperti biasa ya. Tapi hari ini lebih macet daripada biasanya ya. Jadi saya tadi agak telat ya. Ee kita lanjutkan masih dalam bab sifatil jannah wanar tentang sifat surga dan neraka. Hadis berikutnya Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Waqala guadatun fiabilillah a rauhatun khairun minad dunya wa fiha. yaitu seorang pergi berangkat menuju jihad fisabilillah dan balik dari jihad fisabilillah lebih baik daripada dunia dan seisinya. Walaqobu qusi ahadikum maudiu qodamin minal jannati khairun minad dunya whaus. Kaus adalah busur ya. Adapun qaba adalah jarak antara tengah busur dengan tengah tali. Tali apa? Tali panah ya. Apa namanya itu? Tali panah ya. Ya. Jadi kalau kalau busur kan bentuknya begini kan ya. Jadi, jarak antara tengah busur dengan itu namanya qaba. Qoba. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Bahwasanya jarak yang dimiliki atau sesuatu yang dimiliki oleh seorang penghuni surga, ya misalnya di surganya cuma jarak segitu aja ya atau tempat letak kakinya di surga dia menginjakkan sesuatu letak kaki ya paling seberapa ukurannya ya itu lebih baik daripada dunia bab kita lanjutkan ya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ya, walau anroatan min nisai ahlil jannah ilal ardhi laat ma bainahuma." Seandainya ada seorang wanita penghuni surga ya ee ardhi muncul di bumi laat ma bainahuma, maka akan memberi penerangan antara langit dan bumi. Walaat ma bainahum riha. Maka antara langit dan bumi akan penuh dengan ee aroma yang wangi. Wasifuha yakniil khimar. Sungguh kerudung yang ada dipakai oleh sang bidadari wanita wanita surga tersebut khairun minad dunya wha baik kepada dunia dan seisinya. Tib di sini tentang ee bagaimana indahnya surga. Bahwasanya amal saleh yang dilakukan oleh seorang ketika berjihad fisabilillah dia keluar atau dia balik dari jihad ya maka itu lebih baik daripada dunia dan seisinya. Kita tahu dunia dan seisinya ini kalau dinilai berapa triliun? sudah dikorupsi sekian triliun aja masih belum habis. Kalau mau dinilai harta dunia ini sangat banyak ya, tidak habis-habis ya. Harta di daratan, harta di lautan ya sungguh sangat sangat banyak ya. Ternyata kalau seorang berjalan berjihad fisabilillah, dia pergi atau dia balik ya, maka ganjaran yang didapatkan lebih baik daripada dunia dan seisinya. Lihat orang bergontok-gontokan ya, berseteru sampai bunuh-bunuhan hanya untuk mendapatkan dunia yang sedikit. dia cari ya dan itu pun yang dia kumpulkan sedikit dibandingkan dengan seluruh isi dunia. Dia dapat berapa sih? Dia mau curi misalnya 5T, 10T, 20 T, 20 triliun sedikit. Dunia ini banyak. Kalau kita mau nominalkan entah berapa juta teh ya banyak tidak banyak ya. Ya, setelah dia kumpulkan begitu banyak, yang dia pakai cuma sedikit. Dia tarulah dia curi uang 5 triliun. Yang dia pakai untuk hidup berapa? Enggak sampai 1 T, enggak sampai 20 T. Sedikit mungkin buat makan. Emang makan apa yang mahal? Tiap hari makan lobster enggak juga kan. Kolesterol cepat mati. Ping makan tahu tempe. Ya. Ya. Makan sedikit. Tidur juga paling ya. Kasur emang beli kasur harga berapa? mobil juga harga berapa mau jalan-jalan naik bisnis kelas terus gak akan habis uang tersebut dia pakai cuma sedikit ketika dia mati dia tinggalkan itu semuanya setelah itu dia akan dihisab atas semua yang dia pernah ambil jadi umurnya habis untuk mengambil uang dengan cara yang haram yang dia pakai juga tidak semuanya ketika dia mati semua yang dia lakukan akan dihisab oleh Allah subhanahu wa taala Itu pun cuma sangat sedikit. Di sini kata Nabi sallallahu alaihi wasallam tang gambarnya indahnya surga. Bagaimana dahsyatnya surga. Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan seorang pergi dengan beramal saleh berangkat berjihad atau balik dari jihad lebih baik daripada dunia dan seisinya. Kemudian bagaimana di surganya seorang punya walaqabu qausin qausi ahadikum. Seukuran ya. Ber berapa? Berapa ini kira-kira antara apa namanya busur dengan talinya berapa kira berapa meter? Ada 1 m ya kurang dari 1 m sebelum ditarik ya. Sebelum ditarik cuma 12 meter mungkin 12 meter enggak sampai ya. atau maudiu qodamin minal jann atau tempat letak kaki. Ya, kita tahu penghuni surga tubuhnya diperbesar sehingga tingginya seperti tinggi Nabi Adam yaitu 60 hasta tarah 30 m. Sekarang kita tingginya berapa? 2 m kurang kurang sedikit kurang banyak ya. Kurang kurang. Tapi kita 2 m kurang ya 2 m kurang gaya kita berapa ini? Berapa ukurannya ini kira-kira? luasnya sedikit ya. Kalau kita diperbes, kalau seorang masuk surga diperbesar sampai tinggi 30 m, berarti diperbesar sekitar 15 kali. Kaki jadi 15 kali. Taruhlah 1 m juga 1/2 m kalau seorang masuk surga. Artinya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam bukan kakinya tempat meletakkan kaki di surga. Tempat meletakkan kaki itu lebih baik dunia dan seisinya. Wun surga begitu indah. Artinya bahan untuk membuat surga itu berupa tanahnya, berupa tempat letak kaki itu sungguh luar biasa. Lebih baik dar dunia dan seisinya. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam tentang ee wanita surga. Walau anatan min nisai ahlil jannah. Seandainya seorang wanita dari penghuni surga nongol di atas muka bumi, ya wanita surga ini bisa jadi bidadari atau wanita dunia yang masuk surga. Tentunya semua akan dirubah. Semua penghuni surga, penghuni dunia kalau masuk surga akan dirubah. Laki-laki menjadi sangat tampan, wanita menjadi sangat apa? Cantik. Cantik jelita. Ya, tidak seperti ibu-ibu sekarang ya. [Musik] Nanti akan menjadi apa sekarang ya seadanya ya. Nanti dibandingkan wanita surga enggak ada apa-apanya ya. Ya. Akan berubah menjadi sangat sangat sangat sangat cantik jelita di luar dari nalar seorang manusia. Maka Nabi berkata, "Seandainya ada wanita penghuni surga nongol di atas muka bumi, ya laat ma bainahuma akan memberi penerangan antara langit dan bumi." Bahkan dalam sebagian riwayat dari Albazar kata kata Ibnu Hajar, "Tusrifu alal ardhi lhabadamsi walqamar." Seandainya ada bidadari surga nongol, maka akan mengalahkan cahaya matahari dan rembulan. Itu saking apa? Saking bercahayanya. Seandainya Jakarta lagi lampu lampu mati kemudian muncul bidadari cring terang benderang semua. Sebagian wanita seperti itu maksudnya tidak. Maksudnya kalau kita lihat bercahaya terutama kalau tidak suka ngomel. Tapi kalau suka ngomel gelap rumah rasanya. Kalau wanita salehah senyumannya bercahaya. Bercahaya atau tidak bercahaya? Datang gembira menyambut suami. Suami capek-capek pulang dari kerja disambut. Disambut Abi ditunggu kedatangannya, dibukakan bajunya, dibukakan semuanya. Masyaallah disiapkan makanannya. Sehingga kita ketika datang sangat bahagia. Tapi kalau istri ngomel-ngomel mulu, gelap rasanya di rumah ya. Mesk lampu meskipun lampu sudah bayar listrik, tapi jadi ini di sini ya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Laat ma bainahuma." Seandainya kita bilang Jakarta gelap, lampu mati, listrik mati, tahu-tahu dia muncul terang benenderang. Subhanallah bercahaya. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ya watma bainahumha maka akan selain selain memberi penerangan akan menjadikan aroma yang wangi. Tapi kita lanjut kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, maka akan ee terpenuhi dengan semerbak wangi antara langit dan bumi." Dalam riwayat yang lain, lamala alard ri maka akan ee dipenuhi dengan semerbak minyak kesturi ya. Minyak minyak kesturi minyak yang paling wangi ya. Minyak kesuli sebagaimana pernah saya jelaskan adalah minyak yang diambil dari darah menggumpal dari seekor rusa ya. Ketika dia ada darah yang berkumpul kemudian menjadi lama-lama menjadi menggumpal akhirnya dia jadi sebuah kantong di tubuhnya ya. Lama-lama dia garu-garu, gatal-gatal, lepaslah kantong tersebut. Asalnya darah yang berkumpul. Kemudian diambil, kemudian diolah jadilah minyak wangi. Ya, itu minyak kesturi yang asli seperti itu ya. Dan itu mahal makanya harus dicari rusa-rusa yang bisa membuat minyak tersebut, minyak kesturi tersebut. Ini ibarat dari wangi yang sangat luar biasa. Dan dalam riwayat yang lain ya, wa inna adna luatin alaiha ludi bainal mas wal magrib. Dan sesungguhnya ee mutiara yang dipakai oleh sang wanita tersebut yang paling kecil ya itu cahayanya bisa menerangi antara langit antara timur dan barat. Antara timur dan barat. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wasifuha al rosiha dan khimarnya kerudung yang dia pakai ya khairum minad dunya whaik dunia dan seisinya." Ya, dalam riwayat ada yang menafsirkan an-nasif. Ada yang menafsirkan nasif adalah khimar. Khimar itu adalah semacam kerudung jilbab yang dipakai diturunkan. Ada yang menafsirkan dengan almijar ya. Almikjar yaitu kain yang kalau perempuan lilit gini dilit apa memutar ke kepalanya. Kalau laki-laki kan apa imamah begini sorban. Kalau ini perempuan dia lilit begini. Itu namanya nasif mikar ya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. nasi atau ee kerudung atau jilbab yang dia pakai ya itu lebih baik pada dunia dan seisinya. Tapi ini hal gaib. Gak ada yang pernah lihat bidadari tersebut. Seandainya ada bidadari tersebut muncul di tengah jalan misalnya, semua laki-laki melihat sudah semuanya ke masjid melulu. Semuanya salat malam. Kamu kalau masuk surga dapat perempuan seperti ini. Kira-kira ada yang berani maksiat? Enggak ada yang berani maksiat ya. Tapi enggak ada yang bisa, enggak ada yang bisa. Ini hal yang gaib, enggak ada yang bisa lihat. Ya, sampai pernah ada yang iseng waktu zamannya Blackberry ya ke ana, dia chat, "Ustadz bisa enggak gambarin bidadari kayak apa?" Gimana mau gambar kayak begini di luar daripada nalar saking cantiknya, saking indahnya, jangankan bidadarinya, bahkan kerudungnya saja lebih baik kepada dunia dan seisinya. Bagaimana dengan wajahnya? Bagaimana dengan pipinya? Bagaimana dengan ee keindahan dirinya? Ya, oleh karenanya ini semua memotivasi kita ya laki-laki maupun para wanita untuk bertakwa kepada Allah dan tidak terpedaya dengan dunia ini. Ya, dunia yang kita kejar-kejar ini sangatlah sedikit dan akan kita tinggalkan. Kata Allah, wq wala wqtumuna furada kama khalaqnakum awala marah watarum ma khawalnakum waraduhurikum. Sungguh kalian akan datang kepada kami dalam kondisi sendiri-sendiri sebagaimana kami ciptakan pertama kali. Watakumnakum warurikum. Dan kalian akan meninggalkan seluruh yang kami pernah anugerahkan di dunia, di belakang kalian. Tidak ada yang kita bawa. Kalau kita dibangkitkan kata Nabi sallallahu alaihi wasallam buhman. Dalam kondisi uratan hufatan, gurlan bohman. tidak berpakaian, tidak memakai alas kaki, belum disunat dan tidak ada harta yang dia bawa. Jangankan harta mau bawa bangkit bawa emas, sendal aja kita enggak punya kalau kita dibangkitkan. Semua harta yang telah dikumpulkan ya maka akan ditinggalkan. Ketika kita meninggal, kita akan meninggalkan hal tersebut. Ketika dibangkitkan tidak ada yang kita bawa. Maka ketika kita dengar hadis-hadis seperti ini, maka seorang hendaknya sadar diri bahwasanya anugerah yang Allah berikan kepadanya itu hendaknya dia gunakan untuk akhiratnya. Seperti nasihat kepada Qarun. Wabtagima ataqallahudaral akhirah w tansa nasibaka minad dunya. Gunakanlah seluruh potensi yang Allah berikan kepadamu wahai Qarun untuk mencari akhirat, untuk mencari surga. Itu yang harus kita lakukan. apapun yang kita miliki, gunakan sebagai sarana untuk meraih surga. Bukan semata-mata kesenangan duniawi. Apapun yang kita miliki dari dunia ini yang Allah berikan, gunakan untuk mencari akhirat. Kar dunia ini sangat sangat rendah dibandingkan dengan apa yang Allah siapkan di surga kelak. Ya. Ya. Bayangkan ya tempat kaki aja lebih baik daripada dunia dan seisinya. Makanya Rasulullah bersabda, "Adunya mal'unatun wal'un ma fiha illa zikrullah wa mawalah wa alimun wa mutaalimun." Dunia ini seluruhnya terlaknat. Kenapa dikatakan terlaknat? Karena membuat orang lalai. Membuat orang lalai dari akhirat, lupa. Wamalunun ma fiha. Dan seluruh yang dalam dunia juga terlaknat kecuali apa? Illa zikrullah. Kecuali ingat Allah walah dan apa yang Allah cintai. Semua kalau dunia kita jadikan yang menjadikan apa yang Allah cintai maka tidak terlaknat. Dunia ini kalau kita potensi ini kita gunakan untuk mendatangkan kecintaan Allah atau melakukan yang Allah cintai maka tidak terlaknat. Tapi kalau tidak tidak kita gunakan untuk perkara yang Allah cintai maka terlaknat hanya menjauhkan kita dari akhirat. Illa zikrullah wa mawalah wa alimun mutaalimun. dan orang yang bel dan orang alim dan orang yang belajar dan ini keutamaan menuntut ilmu. Orang yang alim berilmu dan orang yang belajar terhindar dari laknat tersebut ya. Maka nasihat buat saya pribadi ini kepada para hadirin hadirat ya kalau kita punya dunia ya berusaha kita potensikan potensikan untuk akhirat kita punya apapun kemampuan ya punya harta punya kesehatan, punya kecerdasan, pandai berbicara, pandai apapun kalau bisa kita gunakan untuk akhirat, niatkan untuk akhirat, maka itu yang seharusnya. Karena dunia ini tidak ada nilainya dibandingkan dengan akhirat. Ya, jangan sampai berlebihan sehingga kita lupa dengan akhirat. Tayib. Kita lanjutkan hadis berikutnya. Al Imam Bukhari berkata, "Qa hadasana Abul Yaman q akbar Syuaib hadana Abu Zinad anil an Abi Hurairah q nabi wasallam laadulu ahadunil jann illa uriya maqadahu minanar tidak seorang pun masuk surga kecuali diperlihatkan kaplingnya di neraka itu tempat duduknya tempat tinggalnya di neraka asa seandainya dia dulu di dunia bermaksiat harusnya tempatnya di situ. Dia punya kapling di neraka syukran agar dia semakin bersyukur. Ahadun dan tidak seorang pun masuk neraka. Tidak ada seorang pun masuk neraka kecuali diperlihatkan tuh istanamu di surga. Lau ahsana. Seandainya kau dulu di dunia berbuat baik, seandainya dia dulu berbuat kebaikan dia saleh, dia dapat istana di surga. liyakuna alaihi hasrah agar dia semakin menyesal. Semakin menyesal. Ini hadis menjelaskan bahwasanya setiap orang dipersiapkan baginya satu kapling di surga, satu kaing di neraka. Baik penghuni surga maupun penghuni neraka. Setiap orang dapat dua kaling. Satu kaing di surga, satu kaing di neraka. Dan jika seorang masuk surga maka diperlihatkan kepada kepada dia. Sesungguhnya telah disiapkan juga bagimu kapeling di neraka. Seandainya kau dulu di dunia bermaksiat bermaksiat kau tidak ke surga tapi kau ke neraka. Sehingga ketika dia melihat tersebut hal tersebut maka dia semakin bersyukur. Alhamdulillah saya bebas dari neraka. Alhamdulillah saya tidak menempati kapling tersebut ya. Sehingga dia semakin bersyukur kepada Allah Subhanahu taala. ini menambah kenikmatan. Menambah apa? Kenikmatan. Oleh karenanya setiap orang pasti melewati sirat. Wa minkum illa wariduha. Tidak seorang pun dari kalian kecuali akan melewati neraka. Melewati neraka dengan melewati apa? Sirat. Jangankan kita, bahkan para nabi pun melewati sirat. Nanti akan kita bahas pada bab berikutnya. Setiap nabi bahkan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam pasti melewati neraka. Itu melewati di atas apa? Jembatan namanya sirat. Sehingga bisa terlihat bagaimana orang berjatuhan masuk dalam api neraka. melihat di depan di depan bagaimana orang dicabik-cabik oleh ee besi-besi yang tajam sehingga tersungkur dalam neraka jahanam. Meskipun dia selamat, dia lihat bagaimana dahsyatnya neraka jahanam tersebut. Buat apa harus lewat itu? Supaya dia semakin bersyukur. Supaya dia makin bersyukur. Dan orang seperti ini ketika melihat kesusahan dan dia tidak alami, dia semakin bersyukur. Enggak bersyukur? Kita di dunia saja, Nabi mengatakan, "Ya unz asfala minkum." supaya kau mau bersyukur, lihat kepada yang di bawah. Supaya kau ber bersyukur. Lihat ternyata banyak orang susah, banyak orang menderita. Ya, sementara kita nyaman. Saya ketemu dengan kawan dari Palestina sudah kebetulan dia lagi main di tanah air, sudah dua kali ke rumah ya. Dia ngobrol, dia bilang, dia ngobrol, dia bilang, "Kali Indonesia ini dalam kondisi sangat nikmat yang luar biasa. Nikmat istikrar, aman, stabilitas yang banyak negeri-negeri Islam kehilangan kenikmatan tersebut, terutama negeri-negeri Arab. Ya, ini tidak diketahui kecuali orang yang mengalami kesulitan." Ya, gitu. Oleh karenanya kalau kita pengin tahu tentang nikmat keamanan, lihat bagaimana kondisi saudara-saudara kita di negara lain yang tidak ada keamanan. Terjadi peperangan banyak peperangan antar kabilah di antara mereka peperangan antara rakyat dengan penguasa, peperangan antara negara dengan negara. Mengerikan ya. Yang kalau sudah tidak ada keamanan, tidak ada kestabilan, stabilitas enggak ada. kita hidup tidak nyaman, ngaji pun enggak nyaman, ibadah pun susah, ya dakwah pun susah. Oleh karenanya ketika kita melihat suatu yang penderitaan, maka akan menambah syukur kepada Allah Subhanahu wa taala. Makanya semua orang ditakdirkan harus melewati apa? Sirat supaya lihat neraka. Dan dia akan juga melihat bagaimana orang tersungkur, terjatuh dalam neraka sehingga dia makin ber bersyukur. Nah, di antaranya Allah Nabi mengatakan tidak seorang pun masuk surga kecuali diperlihatkan itu kaplingmu. Dilihat kaplingnya di neraka dengan azabnya, dengan api nerakanya yang membakar luar biasa. Seandainya kau dulu di dunia tukang maksiat, kau tinggal di situ, maka ini membuat dia semakin bersyukur. Jadi, ada kenikmatan, disebut kenikmatan secara fisik dengan berbagai macam nikmat dan juga kenikmatan batin karena dia selamat dari suatu keburukan. Itu menambah kenikmatan. Makanya Nabi mengatakan lias dada syukron dan dia semakin bersyukur. Sebaliknya kata Nabi wala yadunar ahadun illa uri maqadahu minal jannah. Tidak seorang pun masuk neraka kecuali diperlihatkan kaplingnya di surga. Maka dia lihat bagaimana kenyamanan di surga. Seandainya dia dulu lau ahsana. Seandainya dulu di dunia bertakwa kepada Allah, dia akan lihat istananya kayak apa, bidadarinya ada di situ, kenyamanan, makanan, minuman, semuanya. Buat apa? Liyakuna alaihi hasrah. Maka dia semakin tersiksa, semakin menyesal. Maka penghuni neraka bukan cuma disiksa secara fisik, disiksa juga secara batin. Di antara membuat dia semakin tersiksa melihat kenikmatan luput darinya. Semakin dia menyesal, "Coba dulu saya bertakwa. Coba dulu saya enggak ikuti hawa nafsu saya. Coba dulu saya enggak ikut-ikutan sama si fulan ya. Coba dulu saya begini, coba dulu saya begitu. Tentu saya sudah meraih istana tersebut sehingga semakin dia menyesal. Ini namanya siksaan siksaan batin. Siksaan batin. Tayib. Tayib. Jadi ee ternyata setiap orang mendapat dua kapling. Timbul pertanyaan, kalau penghuni neraka punya kapling juga di surga, terus akhirnya dia tidak jadi masuk surga karena tukang maksiat. Terus kaplingnya ke mana? Itu kaplingannya ke mana? Hah? Istana tersebut dikemanakan? Diambil oleh siapa? diambil oleh penghuni surga. Enggak mungkin kosong. Kasihan bidadarinya nongkrong situ, istananya nongkrong. Enggak mungkin kosong. Siapa yang ambil penghuni surga. Makanya dalam Al-Qur'an banyak sekali Allah mengatakan, "Tilkal jannatu uristumuha." Itulah surga yang kami wariskan kepada kalian. Ya, nuruha min ibadina kanaqiya. Ya, kami wariskan ya. Ulaika humul waritun. Mereka itulah para pewaris surga firdaus. Jadi dalam Al-Qur'an banyak Allah sebutkan orang-orang yang masuk surga disebut dengan pewaris. Di antara tafsirannya adalah tadi pewaris kaplingan surga milik penghuni nera neraka. Ini di antara tafsir. Tentu ada tafsiran yang lain dikatakan tilkal jannatu uristumuha ya ya eh nuruha min ib min ibadina manana taqiya ulaika humul waritun. Mereka adalah para pewaris ya alladinaunal firdausa yang mereka mewarisi surga firdaus. Ya Allah menamakan para penghuni surga dengan pewaris ada beberapa tafsiran atau beberapa makna. Pertama disebut warisan surga itu adalah warisan bagi penghuni surga sebagai isyarat bahwasanya itu adalah murni hadiah dari Allah Subhanahu wa taala sebagaimana seorang anak menerima warisan dari orang tuanya. Paham? Kenapa? Karena amal saleh yang kita lakukan tidak bisa membayar surga. Nabi berkata, "Lan yadkhula ahadukum aljannata biamalihi." Tidak seorang pun dari kalian bisa masuk surga dengan amalnya. Itu amal surga tidak bisa untuk amal saleh tidak bisa beli, tidak bisa untuk beli apa? Sur surga. Kita aja kerja keras di dunia ini. Kerja semati-matinya, semampus-mampusnya. Kalau bisa sehari kerja 25 jam cuma enggak bisa ya. yang kita beli apa yang kita dapatkan untuk untuk ngelamar seorang wanita, istri, untuk beli rumah, untuk beli kasur, untuk beli macam-macam. Itu pun kenikmatannya sedikit. Iya. Enggak mau kerja 24 jam sehari lembur-lembur sekalian. Ternyata kita beli rumah, rumah pun tidak sem sempurna. Hanya kenikmatan mata semuanya akan sirna. Rumah ternyata kurang sempurna, gak ada yang sempurna. Kasur ternyata harus diganti. Mobil ternyata sudah beli mahal-mahal. ya, ratusan juta ternyata harus ditukar dengan yang baru. Istri sudah bayar mahal, maintenance-nya mahal, ternyata juga masih ngomel aja. Maksudnya habis umur untuk dunia, dunia pun tidak sempurna. Ya, itu pun kita sudah total-totalitas kerja mati-matian yang kita dapatkan kenikmatan. Mak terus bagaimana kita mau bayar surga? Mau amal saleh apa bisa bayar surga? Memang mau salat semalam berapa jam? mau bayar surga. Jadi amal kita di dunia ini gak bisa untuk bayar surga. Kita aja kerja di dunia untuk dunia saja, dunia pun segitu. Itu pun sudah to totalitas habis-habisan. Terus amal saleh kita enggak bisa untuk bayar surga. Rasulullah mengatakan tidak seorang pun masuk surga dengan amalnya. Wala anta ya Rasulullah kau juga ya Rasulullah. Kata Rasulullah iya saya juga. Illa anyataqadaniallahu birahmati. Hanya saja Allah meliputi saya dengan rahmatnya sehingga saya masuk surga. Makanya dikatakan masuk surga dengan rahmat Allah Subhanahu wa taala. Makanya Allah mengatakan bahwasanya penghuni surga itu pewaris. Supaya dia tahu bahwasanya amal dia itu enggak bisa untuk bayar sur surga. Maka Allah kasih warisan. Gampangannya demikian. Yang kedua, kenapa disebut warisan juga? Karena warisan adalah hak kepemilikan yang tidak bisa diganggu gugat. Berbeda dengan hadiah atau sedekah. Kalau hadiah, orang bisa batalin hadiahnya. Kalau sedekah orang bisa tarik lagi apa sedekahnya. Kalau warisan enggak bisa. Orang tua mati kemudian bisa hidup lagi enggak jadi warisan. Mati selesai warisan. Warisan sehingga itu hak kepemilikan yang sangat tinggi itu wari warisan. Yang ketiga disebut warisan di antaranya karena ini dia mewarisi kaplingannya orang kafir. Kaplingannya orang orang kafir. Karena orang kafir tersebut atau orang penghuni neraka tersebut harusnya punya kapling di surga cuma tidak bisa dia ambil karena dia berlaku melakukan kema kemaksiatan. Nah, kapelingan tersebut tidak kosong diberikan kepada penghuni surga. Paham? Dan ini menunjukkan bahwasanya penghuni neraka disiksa secara fisik maupun secara batin. Dan saya ada pembahasan khusus tentang bagaimana siksaan-siksaan batin yang dimiliki yang dirasakan oleh penghuni neraka jahanam. Di antaranya ini diperlihatkan seandainya kau dulu bertakwa, kau akan dapat istana di surga yang begitu indah dengan berbagai macam kenikmatan dalamnya dengan isi-isinya, dengan perabot-perabotnya. Tapi karena kau maksiat dapatnya neraka. Ini siksaan batin buat buat dia. Dan banyak di antara siksaan batin penghuni neraka. Allah membuat mereka bisa melihat bagaimana penghuni surga sedang bernikmat-nikmat. Lagi makan-makan, lagi happy-happy di surga. Mereka lihat sementara mereka tersiksa sehingga mereka minta dibagikan makanan. Wada ashabunari ashabal jannati an afidu ilaina alaina minal ma mimma roqakumullah. Wahai penghuni neraka berkata, "Wahai penghuni surga, bagi dong makanan. bagi dong minuman. Karena mereka lihat penghuni surga sedang berlezat-lezat. Ini adalah siksaan tersendiri. Dan banyak siksaan batin. Bukan cuma siksaan fisik, termasuk juga siksaan batin. Di antara siksaan batin yang mengerikan, seorang ya disiksa dengan apa yang dia cintai. Dengan apa yang dia cintai. Seperti Allah mengatakanina yaknihabillahirin alim yaha jahanamqwa biha jibahumunum humumfusikum taknizun. Allah mengatakan, "Orang-orang yang ngumpulin emas perak terus di tidak ditunaikan zakatnya, tidak bersedekah, kumpulin duit tiap hari lihat apa namanya? Lihat berangkas, wah isinya emas, bahagia. Tutup lagi. Besok lagi tambah lagi. Wah, berangkasnya kurang gede. Bikin lagi, kurang gede." Tapi dia enggak pernah sedekah. Sama tiap hari buka apa namanya? Saldo. Wah, bertambah. Alhamdulillah. Tapi enggak sedekah. Semua yang dia cintai tadi tidak digunakan di jalan Allah akan dijadikan bahan untuk menyiksanya. Kata Allah yauma yuhma alaiha finari jahanam. Pada hari kiamat kelak maka itu emas dan perak akan dipanasin oleh Allah jadi setrika untuk setrika dia. Maksudnya ini siksaan batin. Dia akan dibakar dibakar. Tapi yang buat dia semakin menderita ketika yang dia cintai tadi jadikan alat untuk menyik menyiksanya. Semakin tersiksa enggak? Tersiksa. siksaan batin penghuni neraka jahanam. Di antaranya seperti Allah ceritakan antara Abu Lahab dengan Ummu Jamil istrinya yang ikut mencela Nabi sallallahu alaihi wasallam dikatakan mudammam. Mudzammam. Dia tidak panggil Nabi Muhammad, dia panggil mudammam. Muhammad itu orang yang terpuji. Mudzammam maksudnya orang tercela. Muhammad itu orang tercela yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an ya. Wamraatuhu hammalatal hatab kata tabbat tiada Abi Lahab. Celaka kedua tangan Abu Lahab. tabbat yada abi lahabi w celaka. Jadi dia masuk neraka. Tangannya masuk neraka dia juga masuk apa? Neraka. Karena dia mencela-cela Rasulullah kau ya. Kemudian bukan cuma dia cela yang masuk neraka aja istrinya yang dia cintai yang dulu ikut bantu dia mencela Nabi. Kata Allah wamroatuhu hammalatal hat. Istrinya akan bawa kayu bakar. Di antara tafsirannya ikut membakar Abu Lahab di neraka. Jadi istrinya ikut bakar siapa? Abu Lahab. Ini siksaan batin bagi Abu Lahab. Ternyata wanita, istrinya, tempat tidurnya yang membantu dia dulu untuk melawan dakwah Nabi yang sangat dia cintai ternyata ikut menyik menyiksanya. Ini siksaan batin, enggak? Siksaan batin. Gimana yang kita cintai, yang kita harapkan pertolongannya malah semakin menyiksa ikut membantu kita. Untuk membantu seorang disiksa mengerikan. Waliyadzubillah. Nah, di antara siksaan batin, siksaan batin banyak. Jadi, penghunian terakhir siksa fisik, siksa batin. Di antara siksaan batin adalah diperlihatkan kaplingnya di surga. Seandainya kau dulu bertakwa, harusnya kau dapat kapling ini. Cuma kau tidak bertakwa, maka kau disiksa. Tib. Hadis berikutnya. Al Imam Bukhari berkata, Qana Qutaibah bin Said, qad Ismail bin Jafar an Amr an Said bin Abi Said Almaqburi an Abi Hura radhiallahu anhu annahu qlu ya Rasulullah kata Abu Hurairah aku berkata wahai Rasulullah man asadunasi byafaatika yaumalqiamah siapa orang yang paling bahagia mendapatkan syafaatmu pada hari kiamat qala Rasulullah berkata faqala Rasulullah berkata laqantu ya aba Hurairah all yasalani hadal hadisi ahadun aalu Belum miningka. Saya sudah menduga ya Rasulullah bahwasanya tidak ada yang bertanya tentang hal ini sebelum engkau. Artinya Rasulullah tahu ya. Abu Hurairah sangat semangat. Lima roitu minsika alal hadis. Karena saya lihat kau begitu semangat mencari hadis. Saya sudah duga yang paling bertanya pertama kali pertanyaan ini adalah engkau. Karena Rasulullah tahu Abu Hurairah sangat semangat cari apa hadis. Dia bukan cuma semangat aja. Dan dia juga bertanya karena ilmu didapatkan dengan apa? Lisanun saul. lisan yang suka bertanya, bertanya yang bermanfaat, bukan bertanya kepo ya yang tidak ada manfaatnya ya bertanya bermanfaat. Maka Rasulullah berkata asadunasi bisyafaati yaumalqiamah. Orang yang paling bahagia mendapatkan syafaatku pada hari kiamat kelak. Manqalah ilallah khalisan min nafsihi minqibali nafsihi. Yaitu orang yang mengucapkan lailahaillallah khalisan murni min qibali nafsihi dari dirinya. yaitu benar-benar tulus kepada Allah Subhanahu wa taala. Tib. Hadis ini menjelaskan pertama tentang keutamaan Abu Hurairah. Abu Hurairah radhiallahu anhu orang paling semangat meriwayatkan hadis. Dia bersahabat dengan Nabi tidak lama. Kalau tidak salah dia masuk Islam atau datang ke Madinah sekitar di tahun 7aj 7 Hijriah. Tahun berapa? 7 Hijriah. Rasulullah wafat tahun 11 Hijriah. Jadi beliau bersahabat dengan Nabi sekitar berapa tahun? 3 sampai 4 tahun ya. 3 tahun lebih ya. Tetapi beliau benar-benar melazimi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sehingga beliau makan seadanya. Sementara sebagian sahabat ya mungkin mereka kerja ya. Abu Hurairah beliau hanya mengharapkan apa yang sampai kepada beliau karena beliau mau fokus apa? Nuntut ilmu. Ya. Sampai beliau didoakan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam sehingga apa yang beliau dengar tidak beliau lupakan. Dan kemudian ini yang pertama. Yang kedua, selain beliau sangat semangat yang kedua beliau juga mencari hadis dari sahabat-sahabat yang lain. Setelah Rasul Sallahu Alaihi Wasallam meninggal beliau juga bertanya kepada sahabat-sahabat yang laishingga berkumpullah hadis pada beliau sangat banyak. Yang ketiga, beliau mengkhususkan untuk mengajar di Masjid Nabawi atau mengajarkan hadis sehingga murid beliau banyak. Oleh karenanya sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis adalah Abu Hurairah. Bukan berarti dia paling banyak hafal hadis. Enggak. Karena paling banyak hafal hadis mungkin selain Abu Hurairah yang hidup lama bersama Nabi. Seperti siapa? Abu Bakar, Umar. Abu Bakar hidup bersama Nabi berapa tahun sejak awal Islam menemani Nabi? 23 tahun bersama Nabi. Tentu ilmu Abu Bakar sangat apa? Banyak. Radhiallahu anhu. Hanya saja Abu Bakar tidak mengkhususkan dirinya untuk menyampaikan hadis. Karena setelah Rasulullah meninggal, beliau jadi khalifah. Cuma berapa tahun? 2 tahun. Sibuk dengan peperangan-peperangan karena banyak stabilitas yang tidak aman. Ada nabi-nabi baru, ada orang tidak mau bayar zakat sehingga sibuk pemerintahan kemudian meninggal dunia. Tidak sempat mengajarkan semua yang beliau ha hafal. Ya, lain dengan Abu Hurairah setelah Nabi meninggal, beliau punya kesempatan umur panjang untuk menyampaikan hadis. Oleh karenanya yang benar Abu Hurairah aksarus sahabati tahditan. Abu Hurairah adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis kepada umat. Bukan sahabat yang paling banyak hafal hadis. Paham? Karena bisa jadi ada sahabat yang lebih banyak hafal hadis seperti Abu Bakar pasti lebih banyak ngerti hadis daripada siapa? Abu Hurairah. Hanya saja tidak berkesempatan untuk mengajarkan. Paham? Ya, sementara Abu Hurairah selain sebab dia paling banyak meriwayatkan hadis di antaranya karena semangatnya menghafal hadis dari Nabi. Makanya Rasulullah memuji dia. Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, "Laqantu ya abir allahad." Aku sudah menduga tidak ada seorang pun sebelum engkau yang akan bertanya tentang masalah ini. Karena aku lihat engkau begitu semangat untuk meriwayatkan atau belajar hadis. Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam beri jawaban. E kemudian pertanyaan Abu Hurairah luar biasa. Beliau bertanya, "Man as'adunasi bisyafaatika yaumalqiamah?" Siapa orang yang paling bahagia mendapatkan syafaatmu pada hari kiamat kelak? Abu Hurairah menggunakan lafal isim tafdil yang maknanya as'adu yang paling bahagia. Ada kalimat yang paling bahagia. Abu Hurairah tidak berkata, "Siapa yang bahagia mendapatkan syafaatmu?" Bukan cuma siapa yang bahagia, tapi Abu Hurairah berkata, "Siapa yang paling apa?" Bahagia. Kata Ibnu Hajar dalam Fadhul Bari ya, As'ad isyaratan ilfi maratibihim fabqi. Bahwasanya kalimat yang paling bahagia menunjukkan bahwasanya yang mendapatkan syafaat Nabi itu berderajat-derajat. Ya, berderajat tidak tidak sama tidak tidak sama rata ya. menunjukkan semakin dia ikhlas kepada Allah, dia akan mendapatkan bagian syafaat semakin tinggi. Man asadas asadasyafatika yaumalamah. Siapa orang paling bahagia mendapatkan syafaatmu wahai Nabi pada hari kiamat? Nabi mengatakan, "Man qala lailahaillallah khalison min qibali nafsihi." Siapa yang mengucapkan lailahaillallah dari jiwanya. Ya, dalam riwayat khalisan minqolbihi yaitu ikhlas dari hatinya. Ikhlas dari hatinya. Ini dalil bahwasanya semakin seorang ikhlas dalam mengucapkan lailaha, semakin dia mengamalkan lailahallah dengan benar, semakin dia tidak bergantung kepada makhluk, semakin dia tidak mengharapkan pujian dari makhluk, semakin hatinya tergantung kepada Allah subhanahu wa taala, semakin tidak bersandar kepada makhluk, semakin murni lailahaillallah, semakin banyak bagian syafaat yang dia dapatkan. Dan syafaat Nabi banyak ya. Syafaat Nabi banyak ya. Ada syafaat yang umum untuk semuanya yaitu syafaat ketika Nabi memberi syafaat di Padang Mahsyar dengan syafaatul uzma. Syafaatul uzma yaitu syafaat agar Allah segera datang untuk memulai persidangan. Ini syafaat khusus milik Nabi ya. Ketika sebagaimana pertemuan lalu telah kita bahas, manusia menunggu di Padang Mahsyar ada yang sekitar lama sekali sementara matahari dalam jarak 1 mil. Allah belum datang-datang untuk mulai persidangan. Sementara menunggu kedatangan Allah itu berat. Matahari jarak satu 1 mil. Sehingga mereka datang ke Nabi Adam, datang kepada Nabi Nuh, datang kepada Nabi Ibrahim, kepada Nabi Musa, Nabi Isa, semuanya menolak memberi syafaat. Sebagaimana pertemuan lalu kita jelaskan akhirnya datang kepada Nabi. Nabi beri syafaat. Syafaat apa? Agar Allah segera datang untuk mulai persi persidangan. Kemudian datanglah Allah waja'a rabbuka wal malaku safansofan. Allah pun datang diiringi dengan para malaikat bersaf-saf. Mulailah persidangan. Itu namanya syafatul uzma. Ini semua orang dapat. Tidak ada bedanya muslim sama kafir semuanya dapat. Tetapi syafaat yang lain ada tingkatannya. Seperti syafaat bagi orang yang pertama kali mau surga tanpa azab dan tanpa hisab. Semakin dia ikhlas, semakin diluan masuk surga tanpa azab dan tanpa hisab. Di antaranya syafaat Nabi misalnya agar seorang yang ee di surga semakin tinggi tingkatannya. sudah masuk surga tapi diberi syafaat oleh Nabi semakin tinggi. Nah, semakin ikhlas semakin levelnya naik semakin banyak. Semakin ikhlas levelnya naik semakin semakin banyak. Demikian juga syafaat misalnya kata Nabi, "Syafaati liumati min ahlil kabair. Syafaatku bagi pelaku dosa besar dari umatku." Ada di antara pelaku dosa besosa besar tapi dia memurnikan tauhidnya, maka dia lebih mudah mendapatkan syafaat dulu sehingga lebih cepat dikeluarkan dari neraka atau tidak jadi masuk apa? neraka. Intinya syafaat itu yang Rasulullah berikan bertingkat-tingkat, berlevel-level. Kalau ingin mendapatkan bagian yang paling banyak atau level yang paling tinggi, maka ikhlaskan niat. Sejak sekarang kita harus latihan untuk memurnikan tauhid lailahaillallah. Jangan suka berharap pujian manusia. Kalau supaya tidak sering mengharapkan pujian manusia, maka jangan suka tampil untuk dinilai. publish amal saleh supaya dinilai. Kalau kita tampil agar dinilai, ya itu akhirnya kita tergantung dengan penilaian manusia. Akhirnya kebahagiaan kita tergantung komentar netizen. Dan kemudian juga latih diri kita untuk tidak bergantung kecuali kepada Allah. Kita masih sering bergantung kepada makhluk. Keberhasilan kita bukan di tangan makhluk, tapi di tangan Allah. kita disuruh untuk ikhtiar, berusaha, bekerja, ya. Tapi rezeki kita bukan di tangan bos. Rezeki di tangan siapa? Al Allah. Jadi latih diri kita seperti itu sehingga lailahaillallah kita semakin tulus. Nah, kalau seorang lailahaillallah semakin tulus, maka dia akan mendapatkan bagian syafaat yang lebih banyak. Bab kita lanjutkan hadis berikutnya. Al Imam Bukhari berkata, Q hadana Utsman bin Abi Syaibah q hadana Jarir an Mansur an Ibrahim an Abidah an Abdillah radhiallahu anhu qa Nabi sallallahu alaihi wasallam inilamu akir ahlinari khurujan minha wa ahlil jannati dukhulan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Sungguh aku benar-benar mengetahui orang yang paling terakhir keluar dari neraka dan orang yang paling terakhir masuk surga." Ini seakan-akan suatu yang otomatis ya. Dia paling terakhir keluar dari neraka, berarti dia paling terakhir masuk apa? surga. Ini berarti ahli tauhid yang paling parah. Dia tidak kekal. Kalau orang kafir kan kekal. Berarti dia ahli tauhid. Enggak tauhid. Dia bertauhid makanya dia tidak kekal. Tetapi ahli tauhid yang paling tukang maksiat sehingga dia yang paling terakhir keluar dari apa? Neraka. Semua teman-temannya sudah keluar, sudah jadi alumni neraka. semua dia belakangan waliadubillah ya tapi ternyata dia masuk surga ya wa akhiru ahlil jannati dukhulan dan dia yang paling terakhir masuk surga rojulun yakruju minanari kabwan seorang yang keluar dari neraka kabuan kabuan tuh apa merangka apa namanya berjalan dengan perutnya apa bahasa Indonesianya merayap ya saking parahnya susah bisa jadi merayap ya dengan karena susahnya dia keluar keluar dari neraka. Fayaqulullahu idhab fadkulil jannah. Setelah dia keluar dari neraka, keluar dengan merayap dengan susahnya, terseok-seok. Maka Allah berkata kepadanya, "Pergilah engkau, masuklah surga." Fayatiha. Maka dia pun berjalan menuju surga. Fayukhayu ilaihi anaha. Maka dikhayalkan kepada dia bahwasanya surga sudah penuh. Padahal belum penuh. Surga itu luas. Neraka juga luas. Surga sangat luas. Tapi dikhayalkan kepadanya surga sudah penuh. Mungkin baru digerbang, aduh sudah full. Fayarjiu. Maka dia balik. Fayakl dia berkata kepada Allah, "Ya Rabbi wajadtu'a." Ya Allah, aku dapati surga sudah penuh. Fayakul Allah berkata, "Idhab belum penuh. Pergi masuklah surga." Fadkulil jannah. Pergilah masuk surga masuk. Fayatiha. Dia datang kedua kali. Maka dikhayalkan kepada dia juga sudah penuh. Dia balik lagi. Dia balik kepada Allah. Fak dia berkata, "Ya waj ya rabku aku dapati surga sudah full." Allah berkata lagi yang ketiga kali. Fayaqul idhab fadkulil jannah. Masuklah engkau ke dalam surga. Fainna laka mlad dunya wa asratu amsaliha. Sesungguhnya bagimu di surga itu seperti dunia dan 10 kali lipatnya berarti 11 kali lipat dunia ini. A inna laka mla asrati amsalid dunya atau engkau mendapati 10 kali lipat kenikmatan dunia. Maka kita tahu dunia nikmatnya kayak apa. 10 kali lipat kira-kira kayak apa? Siapa yang pernah jadi raja dunia? Enggak ada. Adakah seorang raja nguasai dunia ini? Enggak ada. Raja-raja sekarang, tokoh-tokoh negara, presiden-presiden sekarang, mereka hanya menguasai kecil dari dunia. Itu pun mereka tidak menguasai dengan sempurna. Raja-raja masih khawatir. Mungkin ada yang memberontak, ada yang merebut kekuasaannya. Tarulah seorang menguasai dunia, luar biasa kenikmatan yang dia miliki. Ketika dia menguasai apa? Dunia. Nah, bagaimana kalau yang daerah kekuasaannya 10 kali lipat dunia ini? Maka ini tentu sangat suatu yang sangat banyak. Maka dia berkata, "Taskru minni ahaqu minni wa antal malik." Orang ini berkata, "Ya Allah, engkau ngejek aku, Ya Allah, sementara engkau adalah engkau nertawain aku, ya Allah, sementara engkau adalah maha raja." Kata Ibnu Mas'ud, "Falaqad roitu Rasul sahu alaihi wasallam dahahik." Ketika Rasulullah meriwayatkan hadis ini, kata Ibnu Mas'ud, "Aku melihat Nabi pun tertawa mendengar perkataan orang ini, "Ya Allah, engkau ngejek aku." Maksudnya aku ini tukang maksiat dapat 10 kali dunia. Yang benar aja katanya gampangannya gitulah. Maka kata kata kata Abdullah bin Masud perawi hadis ini radhiallahu anhu falaq rasul wasamik hatta badat nawajuhu aku lihat Nabi tertawa sampai terlihat gerahamnya wana yuqal maka dan itu dikatakanika adna ahlil jannati manzilatan itulah penghuni surga yang paling rendah ini dalil tentang bahwasanya ada ahli tauhid yang masuk neraka dulu baru masuk surga. Dan sudah kita singgung pada sebelumnya, pertemuan sebelumnya mereka dikenal dengan jahanamiyun, yaitu orang-orang alumni apa? neraka. Makanya Ibnu Taimiyah mengatakan telah datang riwayat mutawatir sangat banyak menunjukkan ada ahli tauhid yang masuk neraka ya. Ada orang yang puasa masuk neraka, ada orang yang salat masuk neraka, bahkan ada orang yang haji masuk neraka. Kapan? ketika ternyata maksiat yang dilakukan lebih banyak sehingga mengalahkan pahala-pahala yang diraih dengan ibadah-ibadah tersebut. Mungkin dia salat tapi maksiatnya luar biasa. Mungkin dia haji tapi ternyata setelah haji dia maksiat luar biasa. Ya, bahkan ketika haji mungkin dia menzalimi sana sini ya. Ya, mungkin dia sedekah tapi ternyata maksiat luar biasa. Sehingga tidak sebanding antara pahala yang didapatkan dengan limpahan dosa yang dia miliki sehingga membuat dia masuk neraka. Tapi karena dia ahli tauhid, maka dia tidak kekal. Dia akan keluar suatu saat. Nah, orang yang paling terakhir keluar orang ini. Ini orang ahli tauhid yang paling parah. Ini yang paling parah aja tapi dapat 10 kali lipat apa? Dunia. Saya tanya sama antum, mau enggak jadi orang ini? Mau enggak masuk surga ini? Mau enggak? Enggak mau ya. Enggak mau. Terakhir lagi. Enggak mau. Meskipun dapat 10 kali dun dunia. Tapi saya mau masuk neraka dulu. Enggak mau. Enggak usah masuk neraka. Mau enggak masuk surga dapat 10 kali lipat dunia? Mau enggak? Enggak mau juga. Jadi ternyata dia masuk surga. Selama surga ternyata Allah bilang, "Kau akan mendapatkan kenikmatan 10 kali pat." Ini dalil bahwasanya raja surga yang paling kecil karena semua penghuni surga raja kata Allah. Waidza roita tsamma roaita naiman wa mulkan kabira. Kalau kau lihat di surga kau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kau akan melihat kerajaan yang besar. Maka setiap penghuni surga dia adalah raja. Tapi raja yang paling rendah ini raja ini. Berapa kekuasaannya? 10 kali lipat apa? Dun dunia. Ini berarti kenikmatan surga yang paling rendah. Karena di akhir hadis kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Dalika adna ahlil jannati manzilatan." Dia adalah penghuni surga yang paling rendah kedudukannya. Itu saja sudah luar luar biasa seperti ini. Tayib perkataan dia ketika Allah mengatakan kau akan dapat 10 kali lipat dunia maka dia mengatakan taskharu minni. Ya Allah, Engkau ngejek aku. Dalam riwayat yang lain, tasar min anta rbul alamin. Ya Allah, Engkau ngejek aku sementara kau penguasa alam semesta. Apa tafsirannya? Beberapa tafsiran ya. Kenapa dia mengucapkan perkataan demikian ya? ada yang mengatakan ya, yaitu saking dia ee gembiranya dia ngomong gitu saking gembira sehingga dia dikasih tahu karena dia baru aja lolos dari apa? Neraka. Dia tahu dahsyatnya neraka seperti apa. Terus dibilang masuk surga luar biasa ya. Bahkan dalam riwayat yang lain ketika dia keluar masih kena hantaman-hantaman neraka. Kemudian dia berkata, "Ya lamma laqad aonallahu saian mau ahadan minal awalin wal akhirin." Ketika dia selamat dari neraka dia mengatakan sungguh laqad najallahu najaniallahu sungguh Allah telah menyelamatkan aku dari engkau wahai neraka. Kemudian dia berkata, "Laqallahuan ahad minal aalin wal akirin." Allah telah memberikan aku nikmat yang tidak pernah Allah berikan kepada seluruh manusia dari awal sampai akhir. Padahal nikmatnya cuma apa? Selamat dari neraka. Tapi dia merasa nikmat yang sangat luar biasa. Selamat dia tidak dibakar lagi pada hari itu, pada saat itu menunjukkan dia sangat bahagia. Sehingga dia bilang ini nikmat terbesar yang tidak pernah Allah berikan kepada orang seluruh manusia dari awal dari nik Adam sampai hari kiamat. Enggak ada akal dia saking lupa karena saking bahagia dia. Karena saking bahagianya maka dia berkata, "Ya Allah, ini serius enggak, Ya Allah?" Gitu maksudnya ya. Sampai enggak bisa pikir dengan tenang. "Ya Allah, kok kasih begini ya? Serius enggak?" Gitu. Ini pendapat pertama. Pendapat kedua bahwasanya dia takut jangan-jangan ini enggak benar. Karena bilang, "Ya Allah, maksudnya bukan enggak benar takut. Jangan-jangan apa pantas?" Maksud saya, maksud saya dia merasa dia takut. Apa saya pantas, "Ya Allah, Engkau seriusk, Ya Allah, sementara saya baru saja keluar dari apa? Neraka. Apakah saya pantas mendapatkan kenikmatan 10 kali lipat dunia? Kau ngejek aku ya Allah?" Enggak. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Walakini alama asya qadir." Saya tidak ngejek, tapi saya mau kasih apa yang saya maui. Saya mampu memberikan apa yang saya kehendaki. Itu makanya dia mengatakan, "Apakah kau mengejekku, ya Allah? Ya, sementara engkau adalah Tuhan." Atau pendapat ketiga yaitu dia tahu bahwasanya Allah maha baik. Sehingga dia bilang, "Benar nih ya Allah." Gampangannya demikian. "Benar nih saya dapat segini ya Allah." Tapi dia ungkapkan dengan apakah kau ngejek aku ya Allah? Ya, intinya ternyata orang ini orang yang paling terakhir masuk surga ternyata mendapatkan kenikmatan yang luar luar biasa ya. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam setelah meriwayatkan ini Rasulullah tertawa. Ibnu Mas'ud setelah meriwayatkan hadis ini juga tertawa mengikuti ya tawanya Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Dalam riwayat yang lain, Rasulullah sahu alaihi wasallam ee setelah setelah meriwayatkan hadis ini kan dalam riwayat tadi laki-laki tadi berkata, "Attatqu minni wa antal malik." Ya Allah, kau nertawain saya sementara engkau adalah raja maharaja. Maka Rasulullah setelah meriwayatkan hadis, Rasulullah tertawa. Ya. Dan Ibnu Mas'ud setelah meriwayatkan hadis ini, Ibnu Mas'ud juga tertawa. Kemudian ketika Ibnu Mas'ud tertawa, faqalu mimq. Orang-orang bertanya, "Wahai Ibnu Mas'ud, kenapa engkau tertawa?" Ketika meriwayatkan hadis ini radhiallahu anhu, Ibnu Masud ditanya, "Faqala hak faala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Rasulullah ketika mereka kata si beliau juga tertawa dan beliau tertawa kenapa? minikbilamin hinaqastahziu atastaziu minni. Kenapa? Karena Allah tertawa. Ketika Allah kabarkan kepada lelaki tadi, "Engkau akan mendapatkan kenikmatan 10 kali lipat dunia." Maka orang ini berkata, "Kau ngejek aku, ya Allah." Maka Allah tertawa. Allah berkata, "La astahziu minka. Saya tidak mengejekmu. Wakinni al ma asyau qadir. Tetapi aku maha kuasa, maha mampu atas apa yang aku kehendaki. Di sini Ibnu Mas'ud tertawa, Nabi tertawa, Allah juga tertawa. Tetapi tertawanya Allah tidak sama dengan tertawanya manu manusia. Sebagaimana zat Allah tidak sama dengan zat manusia. Sebagaimana wajah Allah tidak sama dengan wajah manu manusia. Yang jelas Allah tertawa. Sampai dalam hadis ada yang bertanya, "Aytaquuna ya Allah apakah Tuhan kita tertawa?" Kata Nabi. Ya. Maka sahabat berkata, "Lanimal khair lanima alhair minbin yathaq." Kita tidak akan kehilangan kebaikan kalau Tuhan kita masih ter bisa tertawa. Ya, artinya Tuhan maha baik kalau begitu ya. Bukan Tuhan yang selalu marah ya, tapi dia juga rida, dia juga sampai pada derajat tertawa. Tapi bagaimananya kita ndak ndak tahu ya. Tib kita sampai pada hadis yang terakhir pada bab ini. Al Imam Bukhari berkata, "Qala hadasana Musaddad qa hadana Abu Awanah an Abdil Malik an Abdillah bin Harit bin Naufal Abbas radhiallahu anhu paman Nabi Al Abbas bin Abdul Muthalib annahu qala lin Nabi sallallahu alaihi wasallam dia berkata kepada Nabi, "Hal nafa'tta aba thibin bisyaiin?" Ya, apakah kau beri manfaat kepada pamanmu Abu Thalib wahai Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? Ya, kita tahu bahwasanya ee Al-Abbas adalah saudaranya Abu Thalib. Karena Nabi punya paman banyak ya. Di antara paman-paman Nabi adalah yang masuk Islam Hamzah dan Al-Abbas. Ketika Nabi menjadi seorang Nabi ketika di usia 40, paman Nabi tinggal empat orang. Abu Lahab, Abu Thalib, Hamzah, Alabbas. Abu Lahab mati kafir memusuhi dakwah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan empatempat paman ini macam-macam modelnya. Abu Lahab memusuhi dakwah Nabi sampai akhirnya mati dalam kondisi kafir. Abu Thalib membela dakwah Nabi tapi mati kafir. Hamzah masuk Islam di awal dan meninggal dalam perang Uhud pada tahun 3 Hijriah. Al-Abbas bin Abdul Muthalib masuk Islam belakangan. Dia kalau enggak salah masuk Islam tahun 7, tahun 8 Hijriah. Belakangan baru masuk Islam. Dan ketika Nabi meninggal dia masih hidup. Ketika Nabi meninggal dia masih hidup. Alabbas bin Abdul Muthalib. Makanya ketika musim kemarau di zaman Umar, Umar minta Alabbas untuk berdoa. Kata Umar, "Kunwal Allahumma kunwal binabika fatusina." Ya Allah, kami dulu waktu Nabi masih hidup, kami bertawasul dengan doa nabi kami dan kau turunkan hujan. Nabi sekarang kami bertawasul dengan paman nabimu yaitu Alabbas bin Abdul Muthalib. Maka berdoa kemudian turunlah apa? Hu hujan. Alabbas dari Ahlul Bait. Ee dan ketika Abu Thalib meninggal dunia, lebas kenal siapa Abu Thalib karena saudaranya. Saudara sebapak tapi lain ibu. Ya, sama bapaknya siapa? Abdul Muthalib. Alabbas, Hamzah, Abu Thalib, Abu Lahab, Alabbas, Hamzah. Semua bapak mereka namanya Abdul Muthalib, kakek Nabi. Tapi ibu mereka beda-beda. Ibu mereka beda-beda. Maka sebagai saudara, Alabbas bertanya, "Wahai Rasulullah, gimana pamanmu satunya itu Abu Thalib? Bagaimana saudaraku Abu Thalib? Apakah ada manfaat yang kau berikan kepadanya?" Ya, dalam riwayat yang lain, Alabbas berkata, "Kana yahutuka fainnahu kana yahutuka. pamanmu dulu membelamu dan marah dalam rangka membelamu. Ya, dan memang Abu Thalib ya ee mengatakan tidak ada seorang pun yang bisa melukaimu. Hatta hatta udfana fiata wasada fit turabi dafina sampai aku mati. Kalau aku belum mati, aku akan bela engkau wahai Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Nah, ada manfaatnya enggak? Dia dulu marah bela engkau. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengatakan dalam riwayat yang lain, naam ada manfaatnya. Hua fi dahhdahin minar. Dia berada di percikan api neraka. Dahdah itu adalah saya sering sampaikan yaitu sungai yang surut sehingga airnya tinggal sedikit. Kalau kita berjalan di sungai tersebut, maka air cuma mengenai kaki atau telapak kaki. Tidak sampai melewati mata mata kaki. Nabi mengatakan api yang mengenai Abu Thalib cuma sekitar kakinya, cuma di bawah. Itu manfaat yang aku berikan kepadanya. Laula ana lana firil asfal minanar. Kalau bukan karena aku, dia sudah di neraka yang paling yang paling bawah. Ini eh kata Nabi. Ya, ini menunjukkan bahwasanya Abu Thalib disiksa dengan siksaan yang paling ringan. Jadi itu sudah cukup menyiksanya meskipun api cuma kena kakinya tapi otaknya mendidih. Saya saya sudah sampaikan kata Nabi, "Kalau bukan karena aku, dia sudah di neraka yang paling dasar." Kenapa Abu Thalib berhak mendapatkan azab yang sangat pedih? Kenapa? Karena dia sudah tahu kebenaran Nabi dan dia tahu dia melihat mukjizat Nabi dan Nabi adalah ponakannya dan dia tahu kebenaran. 100% dia tahu kebenaran Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tapi dia tetap membangkang. Maka orang ini sudah ditegakkan hujah luar biasa. Seandainya Nabi tidak kasih syafaat, dia di neraka yang paling apa? Bawah. Beda dengan orang yang mungkin sedikit-sedikit tahu, masih samar-samar. Enggak. Kalau Abu Thalib, dia ngerti betul bahwasanya Muhammad itu dalam di atas kebenaran. Cuma dia mendahulukan egonya, tidak mau dihina oleh kaumnya. Dia mengatakan Muhammadina. Sungguh aku telah mengetahui agamanya Muhammad agama yang terbaik. Kalau bukan takut cercaan dan celaan, engkau akan dapati aku terang-terangan masuk Islam. Jadi dia tahu kebenaran. Orang seperti ini siksanya lebih parah seperti Yahudi. Yahudi kan tahu kebenaran enggak maksudnya parah. Munafik tahu enggak kebenaran? Tahu. Sini paling parah. Beda dengan orang yang mungkin tahu-tahu sedikit. Tapi Nabi bilang, "Seandainya bukan karena aku, dia di neraka yang paling bawah Abu Thalib ini. Bukan seperti kafir-kafir lainnya, tetapi karena aku kasih syafaat." Dan ini syafaat khusus asalnya orang kafir tidak dikurangi siksaannya. W yukhafau anhu minzabiha. Kata Allah, "Tidak dikurangi siksaan orang kafir sama sekali. Enggak ada." Kecuali siapa? Abu Abu Thalib. Karena dia jasanya besar kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Sehingga nerakanya paling ringan. Api hanya mengenai kakinya. Itu sudah membuat otaknya men mendidih. Intinya jangan coba-coba masuk neraka ya. Jangan bilang cuma sebentar. Seperti perkata orang Yahudi, waqu lan tamassananaru illa ayyaman ma'dudat. Kami tidak akan masuk neraka kecuali cuma beberapa hari. Itu keyakinan sampai sekarang. Saya punya kawan di Melbourne. Dia kerja sama bosnya orang Yahudi dan dia ngobrol sama bosnya. Bosnya bilang, "Ya, kita pun kalau masih neraka cuma beberapa hari." Beberapa hari sama dalam Al-Qur'an. Jadi mereka mengatakan, "Kami tidak akan kalaupun kami nakal senakal-nakalnya, kami bunuh Nabi, bunuh ini, bunuh ini, bunuh orang, bunuh orang Palestina semuanya paling cuma beberapa hari. Mau zina, mau ngerampok, mau apa, mau kurang ajar. Sekurang-kurang ajar. Jadi iblis di dunia cuma beberapa hari di neraka. Kebohongan yang mereka yakini." Tayb. Kalaupun masuk beberapa hari itu tidak gampang ya, akhi. Baru tersentuh sedikit otak mendidih siapa yang kuat? Otak mendidih sementara kok tidak mati. Kalau mati masih mending enggak mati. Saya baru tahu ada apa namanya ee ada kawan kena asam urat kemudian nyerinya tuh ternyata nyeri itu bertingkat-tingkat. Iya. Enggak. Kalau dalam medis tuh kenyerian tingkat sekian, tingkat sekian. Itu kalau tubuh sudah saking nyeri enggak kuat pingsan. saking nyerinya enggak kuat sampai gemeter pingsan. Ada kalau nyeri sudah tingkatan misalnya 50, 100. Kalau nyeri-nyeri biasa mungkin baru tingkatan 5, 7, 8. Ada tingkatan di medis. Kalau sudah saking nyeri tubuh enggak kuat pingsan. Nah, bagaimana kalau tidak dibuat pingsan? Nyeri tetap kerasa. Wah, luar biasa sakitnya. Di neraka tidak dibikin mati. Senyeri-nyerinya, sesakit-sakitnya tidak mati-mati. Ya, ini siksaan luar luar biasa. Maka jangan coba-coba masuk neraka jahanam. Demikian wabillahi taufik wal hiha. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.