Transcript
yRcwplcGnC4 • Kitab Riyadush Shalihin #2-83: Bab 73 Akhlak Mulia Mampu Menyamai Derajat Berpuasa & Sholat Malam
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2476_yRcwplcGnC4.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasyukrullahu ala taufqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul daila ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, kita masuk pada pertemuan ketiga dalam bab yang sama bab husnul khuluk, bab tentang akhlak yang mulia sampai pada hadis yang kesembil. Waan Aisyah radhiallahu taala anha dari ummul mukminin Aisyah radhiallahu anha qalat beliau berkata samu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yaakul aku mendengar rasul sahu alaihi wasallam bersabda innal mukmin sesungguhnya seorang mukmin layudriku bihusni khuluqihi darajatimal qoim seorang mukmin dengan akhlaknya yang mulia akan mendapati derajat seorang yang senantiasa berpuasa dan senantiasa salat malam ruudis riwayat Abu Daud. Hadis ini ee menunjukkan tentang bahwasanya akhlak mulia itu ibadah tersendiri. Seandainya seorang tidak salat malam dan juga tidak puasa sunah, tetapi dia memiliki akhlak yang mulia, maka derajatnya sama dengan orang yang senantiasa puasa sunah dan juga senantiasa salat malam. Bagaimana lagi jika dia menggabungkan keduanya, dia berinteraksi dengan masyarakat dengan akhlak yang mulia. Kemudian dia juga ternyata sering puasa sunah dan salat malam. Kenapa dikatakan sama dengan orang yang senantiasa salat sunah ee puasa sunah dan salat malam? Seben mengatakan karena ketika seorang puasa sunah dan salat malam sesungguhnya dia sedang bermujahadah, sedang berjihad melawan hal yang sangat lezat. Kita tahu tidur malam itu suatu yang sangat lezat apalagi menjelang subuh ya. Maka itu adalah nikmat yang luar biasa. Lagi di puncak-puncak mimpi kemudian harus bangun melawan rasa kantuk. Ini perlu perjuangan. Apalagi dia tidur agak telat kemudian dia harus bangun sejam sebelum azan misalnya atau lebih daripada itu. Maka ini perjuangan yang sangat berat. maka dia melawan nikmat lezatnya tidur demi untuk bisa bermunajat kepada Allah subhanahu wa taala sehingga dia melawan hawa nafsunya yang ingin tidur. Demikian juga di siang hari tentunya ee kepengin makan ya kepengin minum ingin juga melampiaskan syahwatnya kepada atau menyalurkan syahwatnya kepada istrinya misalnya tapi karena dia sedang berpuasa maka dia menahan itu semua. Dan ini adalah hal-hal kelezatan yang dirasakan oleh jiwa. Maka untuk bisa senantiasa salat malam dan puasa sunah, maka perlu mujahadah, perlu perjuangan melawan hawa nafsu itu semua. Kata para ulama sama dengan orang berakhlak mulia. Orang berakhlak mulia dia bermujahadah melawan ya jiwanya yang mungkin pengin marah, yang tidak sabar ya ee yang mungkin pelit. Ini hal-hal yang merusak akhlak yang mulia. Sebagaimana sudah kita sebutkan, akhlak mulia itu disebutkan oleh para ulama ee terkumpulkan pada tiga ciri, yaitu ee badlun nada ee yaitu berusaha memberi bantuan kepada orang lain, kemudian tarkula, tidak mengganggu orang lain dan juga thaqatul wajhi yang murah senyum. Ya itu namanya akhlak yang mudah murah senyum menunjukkan dia tidak sombong, tidak angkuh, tidak merendahkan orang di depannya. Kemudian dia mubah mudah membantu menunjukkan dia ee tidak pelit ya, tidak bakhil. Dan ini salah satu ciri akhlak yang mulia yang tidak mengganggu orang lain yaitu dia ee tidak menyakiti hati orang lain, tidak mengganggu orang lain, yaitu menahan diri meskipun mungkin dia mampu untuk mengganggu orang lain. Oleh karenanya untuk bisa menjadikan jiwa berakhlak mulia tidak mudah. Perlu perjuangan. perlu perjuangan sehingga dia bisa menjadi orang yang sabar, orang yang dermawan, murah senyum. Ini butuh perjuangan. Jadi dia melawan keinginan-keinginan jiwanya. Ya. Demikian pula dari sisi lain dia bermujahadah melawan berbagai macam model orang yang dia hadapi. Dalam interaksi dihadapi. Ada yang orang model seperti ini, model seperti anu, yang begini, yang begitu. dia harus bisa bermujahadah untuk menghadapi berbagai macam model manusia sehingga dia bisa komitmen di atas akhlaknya yang mulia. Ya. Dan ini butuh perjuangan. Oleh karenanya sama-sama berjuang terkait dengan keinginan jiwa, maka Nabi mengatakan orang yang berakhlak mulia sama dengan mencapai derajat orang yang senantiasa puasa sunah dan senantiasa salat salat malam. Ya. Maka saya bilang lagi, "Bagaimana kalau dia bisa menggabungkan keduanya?" Ya, ada sebagian orang mungkin dia tidak mampu salat malam, tidak mampu puasa sunah, berat bagi dia. Itu tidak wajib, tidak berdosa. Tapi ternyata dia mampu berakhlak mulia, sabar terhadap orang, lemah lembut, tidak ada keangkuhan, tidak ada kedengkian, tidak hasad sama orang lain. Maka akhlak mulianya ini membuat dia sederajat dengan orang yang senantiasa puasa sunah dan salat malam. Inilah ee rahasianya. Kata sebagian ulama, kenapa ee Nabi sallallahu alaihi wasallam menyamakan derajat orang yang berakhlak mulia sama dengan sering puasa sunah dan sering salat malam. Ya. Tib. Yang berikutnya hadis berikutnya. W Abi Umamah albahili radhiallahu taala anhu qala qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rahi wasallam bersabda anaimun biitin fiadil jannah limanal mirana muhiqan. Aku menjamin suatu rumah di raadil jannah. Rabad itu maksudnya di pelataran taman. Yaitu di luar taman tapi masih dalam areal taman. Di pelataran taman. Maksudnya di pelataran surga. Bagi siapa yang meninggalkan perdebatan waqan meskipun dia di dalam kondisi yang benar. Dan aku menjamin istana di tengah-tengah surga atau rumah di tengah-tengah surga limanal kadib. Bagi siapa yang meninggalkan dusta wa mazihan meskipun hanya bercanda. Wabaitin fial jannah. Dan aku jamin istana atau rumah di bagian atas surga yang paling tinggi. Liman hasuna khuluquu. Bagi siapa yang akhlaknya baik. Dan dalam sebagian riwayat atau dibaca liman hassana khuluqahu bagi siapa yang memperbaiki akhlaknya. Haditun shahihun rahu Abu Daud bisnadin shah. Hadis yang sahih diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dengan sanad yang sahih. Dan azzaim. Azzaim maknanya adamin yaitu saya yang menjamin. Saya yang menjamin. Tib di sini Rasulullah berbicara tentang ee salah satu sebab seorang meraih rumah di surga. Dan sebagian ulama mengatakan setiap disebut rumah maksudnya qasar, maksudnya istana. Dan diterjemahkan rumah di surga. Setiap rumah di surga pasti apa? Istana. Enggak seperti rumah kita. Setiap rumah di surga pasti apa? Pasti istana. At istana tersebut berbagai macam bentuknya ya. Ada istana yang ee dari labinatun minza dahahab, labinatun min fidah yang batanya terbuat dari emas dan perak. Dan ada istana yang terbuat dari lukluah, yaitu dari mutiara yang besar yang indah dengan berbagai macam istana yang Allah sediakan. Jadi setiap disebutkan rumah maksudnya istana. Maka di sini Nabi menyebutkan tiga perkara. Yang tiga perkara ini semuanya terkait dengan akhlak. Yang pertama saya menjamin bagi orang bagi dengan istana bagi siapa yang ee meninggalkan perdebatan meskipun dia di atas kebenaran. Perdebatan atau disebut dengan jidal ya perdebatan. Maka jika maksudnya adalah kebaikan dan dalam agama maka itu dianjurkan Allah berfirman, "Waadilhum billati hiya ahsan." Dan debatlah mereka dengan cara yang baik. [Musik] Ahsan. Kata Allah, serulah kepada Allah dengan hikmah. Kemudian juga dengan almaidatul hasanah. Almaidah itu wejangan-wujangan. Yang situ ada targhib dan tarhib. Targhib dan tarhib ya. Memberi motivasi dan peringatan. Ternyata terkadang dalam dakwah juga butuh debat. Allah mengatakan wajadilhum billatihi ahsan. Debatlah dengan cara yang baik. Bahkan Allah juga menyeru ee untuk misalnya mendebat ahlul kitab dengan cara yang baik. Wala tujadilu ahl kitabi illa billati hiya ahsanadzinaamu minhum. Janganlah mendebat ahlul kitab kecuali dengan cara yang terbaik kecuali orang zalim di antara mereka. Jadi ee debat itu di diperlukan. Berdebat dengan ahlul batil itu perlu. Allah mengatakan ya eh wal takum minkum umatun ya ya hendaknya di antara ada sebuah sekelompok umat ya yang menyeruh kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran terkadang amar makruf nahi mungkar butuh jidal apalagi jidal tersebut dalam rangka untuk membela kebenaran, maka itu diperlukan dengan cara yang terbaik dan hukumnya adalah fardu kifayah. ini jidal dalam membela ee kebenaran dan ee jidal seperti ini kita tidak boleh mengalah karena kalau mengalah berarti hak jatuh. Berarti hak jatuh. Maka bukan yang dimaksud dalam hadis ini adalah jidal dalam masalah agama. Tapi yang dimaksud adalah jidal almira yaitu perdebatan dalam masalah dunia yang ketika kita mengalah itu kita menggugurkan sebagian ee hak kita. Kita mengugurkan sebagian hak kita. demi persatuan, demi kebaikan meskipun kita yang benar. Maka ini yang dianjurkan. Tinggalkanlah perdebatan meskipun kau yang benar. Ya. Ya. Agar kau mendapatkan istana di pinggiran surga ya. Istana di pinggiran surga sebagaimana jaminan Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Dan almira biasanya orang kalau debat kalau tujuannya buruk misalnya dalam rangka untuk ee mencari kesalahan orang yang berbicara dengan dia, maka dia debat untuk mencari kesalahan orang yang ee berbicara dengannya atau dia berbicara terus supaya menunjukkan dia hebat ya dalam perdebatan tersebut ya. Bahwasanya dia hebat dalam berbicara bahwasanya dia unggul menunjukkan dia biarkan temannya bicara kemudian debat untuk menunjukkan dia unggul. Ini semua niat-niat yang buruk. Ya, meskipun dia benar hendaknya dia tinggalkan. Ya, oleh karenanya kalau kita sedang dengan kawan kita sudah ada ngeyel-ngeyelan berhenti, jangan dilanjutkan. Dia sudah angkat suara, kita sudah angkat suara berhenti. Berarti ini sudah batasan itu sudah garis merah. Jangan dilawan. Karena kalau kita lanjutkan akan masuk ke hati. Kalau sudah masuk ke hati sudah retak hati sudah susah. Tidak akan seperti kembali sedia kala. Oleh karenanya kadang kita bercanda atau kadang kita ngobrol dia punya pendapat, kita punya pendapat. Kemudian sudah sampai angkat suara berhenti, jangan dilanjutkan. Maka apalagi kalau perdebatan agama tapi ini ada sisi sudut pandang maka gak usah dipaksa. Beda kalau memang itu kebatilan. Kebatilan kita tidak mengalah tetap kau batil. Tapi kalau ternyata hanya permasalahan khilafiah, masalah agama tapi khilafiah, dia punya sudut pandang, saya sudah pandang. Sudah tugas kita hanya menyampaikan, tidak usah sampai angkat suara, tidak usah ribut. Meskipun kita merasa benar, kita tinggalkan demi demi kebenaran. Demikian juga kalau debat sama istri enggak usah lama-lama sama istri. Menang sama istri juga malu-maluin kalah apalagi. Ya sudah ya udah udahlah ya udah ya. Oke oke oke sudah selesai. Sudah ana beli bakso Gojek beli bakso Go Food. Udah jadi sibukkan dengan yang lain sehingga kita tidak tersibukkan ribut dengan kawan, dengan anak dengan istri dengan kakak. Gak usahlah kita mengalah. Mengalah karena Allah Subhanahu wa taala. Ini akhlak yang mulia. Meskipun kita yang benar, mampu kita debat di grup, mampu kita kalahin, tapi ngapain? Ya, terus mau apa? Mau cari pahala atau mencari pengakuan anggota grup? Mau di kalauc pahala pengakuan Allah. Kalau mencari pengakuan anggota grup berapa orang mereka sih? Oleh karenanya ee perdebatan itu agak susah ketika perdebatannya di medsos. Karena terkadang seorang bukan lagi cari kebenaran, tapi menjaga harga diri. Dia enggak boleh apa? kalah. Maka sering haidah. Haida itu ngeyel apa? Ngeles. Mbah sini ngeles ke kanan, Mbah sini ngeles ke kiri karena tidak pengin terlihat apa? Terlihat kalah. Dan semua niatnya bukan karena Allah Subhanahu wa taala, tapi karena untuk menjaga harga diri. Tapi ini di antara di antara akhlak yang mulia tidak suka berdebat ya. Karena perdebatan menimbulkan permusuhan. Yang berikutnya bibaitin fi wastil jannah limanal kadiba waana mazihan. Dan aku menjamin istana di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dosa meskipun dia bercanda. Ini juga banyak penyakit. Seorang ingin bikin lucu tapi dia bikin cerita bohong. Ya, ini ini tidak boleh ya. Meskipun bercanda Rasul Sallahu Alaihi Wasallam tidak pernah berdusta meskipun bercanda. Ya meskipun bercanda seperti Rasulullah mengatakan ana hamiluka ala waladin naqah. Ada seorang bilang, "Ya Rasulullah ihmilni. Ya Rasulullah, saya minta tunggangan." Misalnya buat jihad atau yang lainnya, saya minta tunggangan. Kata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, "Inna hamiluka ala walidin naqah." Kami akan mengangkut engkau pada anak unta. Kata Rasulullah, "Gimana naik anak unta? Apa yang bisa dilakukan oleh anak unta?" Kata Nabi, "Bukankah semua unta pasti punya mamak? Unta sudah besar juga pasti anaknya unta. Benar atau tidak? Enggak lucu ya. Antum enggak paham berarti. Jadi orang ini heran dia pikir anak unta. Maksud Nabi anak unta masih apa? Kecil. Tapi Nabi bercanda. Unta gede pun pasti punya mam. Ya. Dia pasti juga a anak ya. Dia pasti juga anak. Jadi Rasulullah bercanda tapi tidak ee tidak tidak dusta. Ya. Adapun dusta maka tercela meskipun dalam rangka menyenangkan orang lain. Ya. Dalam hadis kata Rasul wasam, "Wailun liman haddasa fayakzib liyuth bihilum wailun lahu tumma wailun lahu kama qala Nabi sallallahu alaihi wasallam." Celaka bagi orang yang bercerita kemudian dia berdusta dalam rangka untuk membuat orang yang diajak bicara tertawa kemudian celaka baginya kemudian celaka baginya. Ya. Maka Rasulullah sebutkan dia celaka sampai tiga kali. Apalagi orang yang memang kerjaannya buat tertawa orang terus tidak berhenti-berhenti dengan canda-candaan yang bohong. Cerita bohong, cerita bohong, cerita bohong, cerita bohong. Maka meskipun dusta itu niatnya menyenangkan orang, maka hukumnya haram. Hukumnya haram. Terlebih lagi kalau seperti jadi profesi sehingga membuat orang ketika menonton sampai tertawa terbahak-bahak sampai 1 jam sampai 2 jam ini bisa mematikan hati. Bisa mematikan apa? Hati. Oleh karena saya sering sampaikan orang yang sering tertawa berlebih-lebihan dia sendiri tidak tidak bahagia. Tidak bahagia karena kebahagiaan bukan sekedar takwa. Kebahagiaan itu isinya di hati. Senang ketawa itu senang tapi belum tentu belum tentu bahagia. Kalau berlebih-lebihan tidak boleh. Rasulullah mengatakan la tsiru minadhiq faq tumitul qulub. Jangan terlalu banyak tertawa. Karena banyak tertawa mematikan apa? Memikan hati. Oleh karenanya kalau kita bercanda jangan bohong. Ya, kalau cerita lucu ee gak apa-apa. Tapi jangan jangan bohong. Ya, seperti tadi Nabi mengatakan, "Sudah kalau gitu karena enggak ada karena dia minta unta, minta unta, ya sudah ini ada anak unta naik." Dipikir gimana naik unta mau jihad baru naik untanya sudah jatuh. Ternyata maksudnya unta gede, tapi setiap unta pasti anaknya mamanya. Pasti anaknya mamanya ya. Tib. Eh kemudian Rasul wasallam bersabda, "Wabibaitin fi aal jannah liman hasana khuluqahu." Dan aku jamin istana di bagian atas surga ini yang paling top ya, yang paling bagus karena pinggiran tengah paling atas. Pinggiran juga karena akhlak tapi salah satu akhlak. Kemudian yang tengah juga meninggalkan dusta meskipun bercanda juga akhlak mulia. Tapi kalau dia sampai memperbagus akhlaknya ya maka dia dijamin dengan istana di bagian atas surga. Wabaitin fi alal jann liman hasan khuluqahu. Dan aku menjamin istana di bagian atas surga bagi orang yang mengindahkan akhlaknya. Ada riwayat liman hasuna khuluquu yang baik akhlaknya. Dalam seb riwayat atau dibaca hasana khuluqahu yang perbaiki akhlaknya. Ini dalil bahwasanya akhlak bisa dirubah. Seperti saya pernah sampaikan di awal pertemuan kita bahwasanya akhlak itu bisa dirubah. Makanya adaan untuk berakhlak mulia. Kalau perangnya tidak bisa dirubah maka percuma kita berdakwah tentang akhlak. Percuma Nabi menyuruh orang kepada akhlak mulia. Ketika Nabi menyuruh orang untuk berakhlak mulia, berarti akhlak bisa dirubah dari akhlak buruk menjadi akhlak mulia. Jadi akhlak sudah mulia, lebih mulia lagi. Lebih mulia lagi. Ya. Maka kalau orang mengatakan saya memang begini dari dulu seperti ini, saya tidak bisa berubah. Itu orang sombong. Orang yang tidak mau. Kalau dia mau dia bisa berubah. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Ya, innamal hilmu bitahalum." Sesungguhnya alhilm, alhilm itu sifat ee seorang tidak cepat emosi, tidak cepat membalas dengan cara bersabar. Waman yatasabbar yusabbirhullah. Siapa yang melatih diri untuk bersabar maka Allah akan menjadikan dia penyabar. yang menunjukkan bahwasanya sifat sabar alhilm ini bisa bisa diusahakan. Bisa diusahakan. Orang yang pelit bisa jadi dermawan dengan dilatih, dengan dilawan. Dilawan rasa pelitnya dia maksakan dirinya untuk bersedekah. Ya, orang yang malas bisa menjadi rajin. Dia paksa dirinya selama-lama terbiasa. Ya, kata pepatah kita bisa karena terbiasa ya. Maka akhlak bisa dirubah. Orang yang pemarah bisa jadi pemaaf. bisa dan dia pemarah-pemarah kita ketahu dalil-dalil bahwasanya ee memaafkan pahalanya besar maka dia jadi pemaaf. Dia jadi pemaaf. Saya kenal seorang sopir pernah dia nyeterin saya. Dia bilang, "Ustaz, ini orang ini, Ustaz, bosnya. Maksudnya dulu tukang marah, Ustaz. Tukang marah. Kita semua takut sama dia. Setelah dia ngaji, dia berubah. Dia berubah. Saya bilang, "Masa suka marah?" "Iya dulu suka marah, Ustaz." Subhanallah. Jadi mengaji bisa merubah apa perangainya. Karena ikut pengajian, karena dapat ilmu bisa merubah ee perangainya. Saya juga pernah cerita ketemu dengan seorang di undang makan. Orangnya sangat lembut, halus banget. Ketika saya keluar dari undangan makan tersebut, teman bilang, "Ustaz, kenal tadi siapa yang ngundang?" "Iya lembut enggak?" "Iya lembut." Ustaz itu orang emosian, suka marah-marah, suka ngamuk-ngamuk. Tahu-tahu dia berubah jadi lembut sekali, Ustaz. Sampai kalau dia beli beli barang sama saya dengan lembut, saya dia tawar. Saya tidak bisa nolak tawarannya saking apa? Lembutnya. Ya. Jadi maksudnya akhlak bisa bisa berubah. Akhlak bisa berubah dan siapa yang berhasil merubah akhlaknya dari buruk menjadi baik, ganjarannya sangat besar. Dia akan mendapatkan istana di atas surga. Karena ini pekerjaan tidak mudah merubah perangai. Ya, makanya ada riwayat dari Ibnu Abbas bahwasanya perangai itu sulit dirubah karena kenyataan memang sulit. Tapi kalau dia berusaha dan dia mau bisa. Cuma memang sangat sulit karena banyak orang tidak mau merubah perangai. Dia sudah nyaman dengan perangainya dan banyak orang tidak mau merasa dirinya salah. Dia merasa itu oke. Apalagi dia bilang, "Orang kampung saya seperti ini, nenek mo saya seperti ini." Sehingga dia berilal dengan nenek moyang atau berilal dengan kampung dia. Ya memang kampung kita seperti ini, memang begini ya. Kau jangan heran lah. Tidak boleh seperti itu. Kita sekarang ada parameternya itu akhlak islami ya. Apa yang kau bawa dari kampungmu, kebiasaan orang tuamu, kebiasaan anak moyangmu berubah. Jangan kau melegalkan ya mentabrir, melegalkan kebiasaan burungmu dengan mengatakan ini dari kampung saya sudah dulu seperti ini. Orang kampung saya juga seperti ini, nenek mo saya juga seperti ini. Yaah, ini sama ngikuti nenek moyang yang salah. Ya, maka seorang ada akhlak Islam dia berusaha beru berubah. Berusaha untuk berubah karena Allah subhanahu wa taala dan jaminannya adalah istana di bagian atas surga. Khilaf di kalangan para ulama, mana yang lebih mulia? Akhlak dari sananya atau perangnya? yang diusahakan karena ada akhlak yang dari sananya. Seperti Rasulullah berkata kepada Asyaj Abdul Qais kata Rasul alaihi wasallam, "Inna fika khlataini yuhibbahumullah yuhibbuhumallah." Sesungguhnya kau memiliki dua perangai yang Allah mencintai mencintai dua perangai tersebut. Alhilmu wal anat. yaitu sabar, bijak, hikmah, dan tidak terburu-buru. Maka dia bertanya, "Ya am jabalaniallahu alaihima am takallaqtu bihima?" Ya Rasulullah, ini akhlak dua perangnya ini. Memang dari sananya Allah sudah pasang kepada saya, Allah memfitrahkan saya seperti itu atau saya usahakan? Kata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, "Allah yang telah memasangkan pada dirimu." Maka dia memuji Allah. Segala puji bagi Allah telah menjadikan aku berperangai dengan dua perangai perangai tersebut. Ada orang bawanya seperti itu. Mungkin sejak lahir sabar ya ditegur, diganggu, di apa bully senyum sabar. Mungkin diinjak kakinya dia bilang, "Maaf, kaki saya masih dipakai." Dia dia tidak emosi. Dia tidak emosi. Sabar. Ada yang seperti sabar. Ada orang murah senyum. Kalau dia marah diam aja. Gak gak pernah gak gak pernah teriak-teriak, gak pernah bikin heboh, gak pernah. Oh, sabar. Ada seperti gitu modelnya memang penyabar dari sananya. Penyabar ya. Nah, mana yang lebi memang lebih afdal? Akhlak dari sananya atau dia tadinya pemarah kemudian dia berjuang akhirnya jadi penyabar. Kira-kira mana yang lebih lebih baik? Ya. Hah? Yang pertama atau yang kedua? Yang dari sananya atau yang dia usahakan? Hah? Yang bilang dari sananya angkat tangan. Satu, dua. Saya ragu-ragu kebenaran tidak diukuri dengan jumlah yang banyak. Coba yang bilang dari sananya mana? 1 2 3 4 5 6. Kalau salah jangan ini ya. Sedih ya. Itu yang mengatakan lebih bagus dia usahakan angkat tangan. Masyaallah dua-duanya benar dari sisi. Dari sisi, dari sananya pertama itu anugerah dari Allah Subhanahu wa taala. Ya. Dan Allah mencintai akhlak tersebut. Allah pasang sama kamu. Berarti kamu dapat anugerah luar biasa. Yang kedua, kalau akhlak dari sananya tidak susah berubah, terbawa terus karena dia difitrahkan seperti itu. Adapun yang kedua, dia lebih baik dari sisi dia berusaha sehingga dia bisa berubah karena Allah. Ini perjuangan luar biasa. Perjuangan ini mendapatkan pahala yang besar. Tetapi rawan bisa kembali lagi. Kok belum tahu siapa dulu saya. Sebagian orang marah-marah begitu. Uh, tiba-tiba dia ngamuk. Ternyata dulu bekas bajingan misalnya ya. Ya, oleh karenanya yang kedua ini rawan kalau dia ada apa-apa bisa berubah kembali dia dari sisi masing-masing. Mau saya hadis ini memotivasi kita untuk jangan pernah putus asa untuk merubah akhlak kita dan jangan pernah putus asa mendoakan keluarga kita agar akhlaknya mulia. Anak-anak bisa berubah akhlaknya bisa. Kita doain, doain, doain sampai akhlaknya berubah. Memang kalau sudah perangnya susah. Orang sombong susah tawadu ya. E orang pelit susah jadi apa? Dermawan. Susah banget ya. Susah banget. Sudah dipancing-pancing tetap aja tidak dermawan. Sudah diajak makan sengaja biar dia yang biar dia enggak enak supaya bayar karena dia yang paling kaya. Ini ceritanya atas saya diceritain. Jadi dia ajak ini orang ini paling kaya di antara teman-teman. Dia makan diajak makan terus enggak ada yang mau bayar. Tunggu dia yang bayar. Tapi aduh dompet ketinggalan katanya. Akhirnya yang bayar yang miskin lagi. Pengin jebak dia supaya dermawan. Ternyata dia bilang dompet ketinggalan. Itu zaman dulu belum ada apa seperti sekarang ya. Jadi ya seperti kisah disebut dalam kitab al-bukhala. Kitab al-Bukhala karya Aljahid ya. Jadi ada orang miskin dia geregetan sama si kaya. Si kaya pelit banget ya. Gimana cara buat dia ini sadar kalau kamu itu apa? Kau itu pelit. Maka si miskin kumpulin uang. Maka dia undang si kaya agar si kaya ngerti. Saya aja miskin bisa ngundang makan. Akhirnya dia undang makan. Dia kasih makanan enak dengan susah payah dia siapkan makanan ini tersebut. Si kaya makan. Si kaya makan karena dia tahu gratis dia makan banyak karena gratis. Makan banyak-banyak sampai kekenyangan dia muntah. Dia muntah terus dia menangis. Si miskin tanya, "Kenapa kau nangis?" "Aduh sayang gratisan saya muntahkan." Jadi kalau perangnya susah berubah. Kalau perang susah berubah. Kalau orang tidak niat berubah, tidak bakalan bisa berubah. Tapi kalau dia niat bisa. Karena Rasulullah yang bilang, "Ana zaimun bitin jannah liman hasana khqahu." Aku menjamin istana di atas surga bagi orang yang merubah akhlaknya. Jadi tidak baik menjadi baik. Maka kita berdoa akhlak kita allahum akah. [Musik] Ya Allah tunjukkanlah aku kepada akhlak yang terbaik. Tidak ada yang bisa menjadikan akhluk aku berakhlak mulia kecuali engkau. Jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk. Tidak ada yang bisa menjauhkan aku dari akhlak yang buruk kecuali ee engkau. Kemudian juga Allahumma janibni munkaratil akhl a'mal wal ahwa wal adwa. Ya Allah jauhkanlah aku dari akhlak yang mungkar, amal yang mungkar, penyakit-penyakit yang mungkar, hawa nafsu yang mungkar. Kemudian juga kita berdoa, "Allahumma ahsanta khalqi fahassin khulqi." Ya Allah, sungguh Engkau telah mengindahkan ee fisikku, ya, maka indahkanlah akhlakku. Ini doa bukan pas bercermin ya, gendak. Kapan saja kita berdoa dengan doa tersebut tidak ada kaitannya dengan cermin ya. Jadi ini di antara tiga doa. Kita juga doakan anak kita misalnya anak kita si fulan, kita bilang Allahummaahdi fulan ibni w anakku liahsanil akhlaqi. Tidak ada yang kepada akhlak yang terbaik. Tidak ada yang beri petunjuk kepadanya akhlak yang baik kecuali engkau. Jauhkanlah dia. Kita doain anak-anak. Kita doain istri kita agar berakhlak mulia. Mungkin bertahun-tahun baru Allah kabulkan. Entah kapan Allah kabulkan. Kita berdoa. Karena akhlak bisa bisa berubah. Akhlak bisa berubah. Ada anak yang tukang marah-marah bisa berubah. Ada akhlak berurhaka sama orang tua bisa berbaik kembali kepada orang orang tuanya karena akhlak bisa berubah. Tib kita lanjutkan. [Musik] Hadis berikutnya, hadis yang terakhir dalam bab ini ya. Nanti di akhir kita buka tanya jawabnya kalau ada waktu. Wa anan Jabir radhiallahu taala anhu anna rasulah sahu alai wasallam qal. Kata Jabir bahwasanya Rasul wasallam bersabda, "Inna min ahabbikum ilaiya waikum waqikum minni majlisan yaumalqiamati ahsanakum aklaq wa inna abgakum ilaiya wa abadakum minni yaumalqiamaharuna wal mutasyaddiquuna wal mutafaihiquuna." Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, "Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat denganku majelisnya pada hari kiamat kalau itu surganya sangat tinggi dekat dengan surgaku." Yaitu siapa? Ahsanukum akhlaqo. Ya, ahsanakum akhlaqo. Yaitu orang yang paling baik akhlaknya. J Rasulullah menyebutkan orang yang paling dia cintai, yang paling dekat dengan dia. Setelah itu Rasulullah menyebutkan lawannya. Wa inna abakum ilaiya. Dan sesungguhnya di yang paling aku benci di antara kalian dari kalian. Waakum minni yaumalqiamah. Dan yang paling jauh dariku pada hari kiamat kelak. Siapa? Atsaruna. Orang yang banyak omong. Wal mutasyaddiquuna. Yang ngomong dengan bersilat lidah. Wal mutafaihiquuna yaitu yang sombong. Mengomong tapi menunjukkan kesombongan. Q ya Rasulullah. Mereka berkata, "Wahai Rasulullah, qod alimnaarsaruna wal mutasyaddi kami telah paham makna atshararun." Yaitu banyak ngomong. Almutasyaddiqun itu berbicara dengan siddiqnya itu apa? dengan mengolah-ngolah lisan ke sana ke mari ngomongnya. Famal mutafahiquun. Apa yang dimaksud dengan almutafahiquun? Qala almutakabbirun. Yaitu orang yang sombong. Rawahu Tirmidzi waqala haditun hasan. Dan dia berhadis yang hasan. Kemudian annawawi berkataar hua katirul kalami takallufan. Orang yang banyak omong, menyengaja untuk banyak omong. Ngomong terus. Wal mutasyaddiq almutatwil alanasi bikalami. Itu mentang-mentang merasa tinggi di atas orang lain dengan pembicaraannya. Dia berbicara dengan memenuhi mulut mulutnya dengan pembicaraan kanan kiri dengan memfasih-fasihkan pembicaraannya mengindah-indahkan pembicaraannya dia agungkan pembicaraan dia. Pembicaraan ini pembicaraan hebat takziman likalamihi dalam rangka mengagungkan apa yang dia bicarakan. Wal mutafaihiq asluhu minal faq fahaq wahual imtila. Alfahaq dan maknanya almtila itu penuh. Wahuadzi yamlahu bilami wawu fihi. Kata Ibnu Na yaitu orang yang memenuhi mulutnya dengan pembicaraan dan dia berlebar-lebar. Wugribu bigi wugribu bihi takabburan wartifaan. Dan dia menggunakan lafal-lafal yang asing-asing, yang aneh-aneh, yang orang jarang tahu maknanya karena sombong dan merasa tinggi. Wahar fadilati dan untuk menunjukkan dia lebih hebat daripada yang lainnya. Tib. Ini hadis ee terakhir terkait dengan ee bab ini. Rasulullah menyebutkan tentang orang yang paling dia cintai. Ternyata di antara orang yang paling dicintai adalah yang akhlaknya terbaik. Karena Rasul sahu alaihi wasallam dipuji oleh Allah. Wa innaka laa khuluqin adim. Sesungguhnya engkau berada di atas perangnya yang sangat agung. Ya. Dan orang yang menyerupai Nabi di antaranya pada sisi akhlak Nabi. Ya, ittiba kan banyak ittiba mencontohi Nabi. Banyak orang hanya fokus pada mungkin penampilan, pada ibadah itu sudah bagus luar biasa. Tapi di antara perkara yang hendaknya kita meniru Nabi bukan cuma cara beribadah tapi akhlak. Akhlak Nabi. Akhlak Nabi ini perkara yang di Allah puji Nabi di antaranya wa innaka khuqinim. Sesungguhnya engkau berada di atas perangai yang sangat agung. Nah, semakin orang meniru akhlak Nabi, semakin dicintai oleh Nabi dan semakin dicintai oleh Nabi, berarti dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Maka jangan membatasi ittiba hanya pada masalah ibadah. Semuanya kita ittiba kepada Nabi. Akidah kita ittiba kepada Nabi. Akidah kita di atas sunah. Cara ibadah juga di atas sunah. Akhlak juga di atas sunah. Maka seorang menggabungkan antara agama dengan akhlak. Karena ada orang yang memang akhlaknya ee baik, agamanya enggak baik. Itu ada. Orang ateis juga ada yang akhlaknya baik, agamanya kacau. Ya, orang musyrikin juga ada akhlaknya baik, agamanya kacau. Ada sebaliknya, agamanya baik, akhlaknya kurang baik. Ya, mungkin ee kalau salat selalu saf pertama, selalu baca Quran tapi sombong, tapi angkuh. Kalau utang enggak pernah bayar. Ada seperti itu. Makanya dalam hadis jaakumahuqahuijuhu. [Musik] Jika datang kepada kalian orang yang melamar yang kalian ridai agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah dia. Jadi ada perbedaan antara secara secara istilah ada agama terkait hubungan kita dengan Allah dan ada akhlak. Kalau bisa dua-duanya bagus ya. Ittiba kepada Nabi pada dua-duanya ya. seperti perkataan ee perkataan Jamilah istrinya Tsabit bin Qais bin Syammas yang dia minta khuluk. Ketika dia minta khuluk kepada Tsabit bin Qais bin Syammas. Padahal Tsabit bin Qais bin Syammas ini dijamin oleh Nabi masuk surga. Sampaikan kepada dia, hua min ahlil jannah. Dia penghuni surga. Tapi dia minta dia minta pisah dari suaminya. Dia mengatai Rasulullah inni la aibu tsabitan fi khuluqin w dinin. Ya Rasulullah saya tidak mencela suamiku ini pada agamanya maupun akhlaknya. Walakinni akrahul kufro fil islam. Tapi saya takut kufur. Kufur maksud saya takut membangkang dia karena saya tidak suka sama dia. Saya tidak cinta sama dia. Kalau tidak cinta susah untuk taat. Maka lebih baik saya pisah. Bukan karena agamanya jelek. Bukan karena akhlaknya jelek. Ini orang agamanya bagus bahkan dijamin surga oleh siapa? Nabi ini akhlaknya bagus, agamanya bagus, akhlaknya bagus. Saking akhlaknya bagus ketika turun firman Allahum. Wahai orang beriman, janganlah kalian angkat suara kalian suara Nabi. Jangan-jangan kalian keraskan suara kalian ketika ngomong sama Nabi sebagaimana di antara kalian saling keras ketika berbicara. Sementara tsabbit ini kalau ngomong keras. Ketika turun ayat ini kata Allah, "Antabalukum tasurun." Jangan sampai kalian suara keras di hadapan Nabi, amal kalian gugur. Gara-gara itu dia tidak ke masjid. Dia tidak ke masjid, dia takut amalnya gugur. Karena dia kalau ngomong sama Nabi suaranya keras. Maka Nabi selesai salat, Nabi tanya, "Mana tsabit?" Mak cari-cari saya cari dia. Ada sahabat yang cari ketemu di rumah rumahnya. "Kenapa kau tidak ke masjid?" "Ini min ahlinar. Saya ini suaranya keras." Allah telah berfirman demikian. "Saya penghuni neraka. Akhirnya dilapor kepada Nabi. Kata Nabi, "Sampaikan dia penghuni surga." Jadi penghuni surga luar biasa. Akhlaknya baik. Takut ngomong keras di hadapan Nabi. Istrinya mengatakan, "Saya tidak mencela akhlaknya, tidak mencela agamanya, tapi saya enggak suka sama dia." Jadi pisah aja. Akhirnya pisah. Akhirnya pisah. Mungkin kurang apa, kurang apa, akhirnya pisah. Itu khuluk terjadi di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kisahnya Tsabit bin Qais bin Syammas dengan istrinya kalau enggak salah namanya Jamilah. Ya, istri namanya Jamil. Jamil artinya apa? Cantik. Ya, artinya cantik. Oleh karenanya, tapi yang jadi perhatian kita, istrinya mengatakan, "Saya tidak mencela agamanya maupun apa akhlaknya." Jadi, seorang berusaha dua-duanya baik. Ittiba kepada Nabi dari sisi agama. Akidahnya di atas sunah, ibadahnya di atas sunah, akhlaknya juga di atas sunah. Maka jangan membatasi diri ittiba hanya kepada agama, tetapi juga kepada akhlak. Bahkan Nabi menjadikan parameter di sini bahwasanya inn ahabbikum ilaiya. Orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat majelisnya kepadaku pada hari kiamat kelak adalah yang paling baik akhlaknya. Berarti ini ittiba dalam sisi akhlak penting. Maka perlu kita belajar tentang akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam. Saya ada buku baru judulnya sisi akhlak Nabi yang jarang diketahui ya. Jadi maksudnya ee kita belajar agar kita bisa meniru Nabi mungkin tidak akan sempurna tapi kita berusaha meniru karena berusaha ittiba karena ini parameter dicintai oleh Nabi dan parameter akhlak dekat dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam pada hari kiamat kelak. Sebaliknya kata Nabi, "Wa inna abgakum ilai orang yang paling aku benci, yang paling jauh kedudukannya pada hari kiamat kelakarun suka ngomong banyak ngomong Rasulullah enggak suka banyak ngomong." Apa kata Imam Nawawi? Wahuairul kalami takfan yang banyak ngomong dengan menyengaja untuk banyak ngomong. Kalau di majelis dia ngomong terus kita tunggu dia berhenti enggak berhenti-berhenti. Mic-nya enggak pindah-pindah. Dia ngomong terus enggak berhenti. Kita god dia ngomong terus enggak berhenti. Saya juga jengkel ketemu orang seperti itu. Jadi pernah ketemuan beberapa kawan-kawan ngomong terus. Saya bilang diam dulu. Gantiannya ngomong. Antum ngomong terus gantian dulu. Oh iya ya. Kalau enggak ditegur enggak berhenti-berhenti. Terus kapan kita mau ngomong? Ayo saya tegur. E antum ngomong terus gantian dulu. Ayo ya. Oleh karenanya kecuali ya memang hadirin pengin kamu ngomong ya sudah kalau hadirin pengin kau ngomong ya silakan yang ngomong ya gak apa-apa mungkin kasih nasihat. Oh jangan. Tapi kalau ada pertemuan ada orang suka ngomong enggak mau berhenti. Ini sarsar orang yang suka ngomong tidak memberi kesempatan kepada orang orang lain. Bahkan kalau orang lain ngomong belum selesai dia patahkan. Belum selesai ngomong dia potong. Ya, orang ngomong dia tidak peduli. Dia maunya dia jadi ee pusat pembicaraan. Kalau konferensi maka konferensi meja sudut. Maunya dia saja yang diomong, bukan meja bundar. Gak boleh orang lain ngomong ya. Repot seperti ini. Tarsar suka ngomong. Habya ngomong di majelis ngomong terus tidak lihat ada yang lebih tua, ada yang lebih alim, ada yang lebih fakih. Ngomong terus. Ada orang seperti begini, "Ini orang gimana ya? Masih lebih muda, ilmu juga cetek." Ngomong melulu. Jadi ini enggak enggak benar. Kita tahu dulu ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bertanya tentang teka-teki kepada para sahabat. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Inna minasyajari lama baratuka barqatil muslim hadituni mah hiya." Ketahuilah ada sebuah pohon yang keberkahannya seperti keberkahan seorang muslim. Kabarkan kepadaku pohon apakah itu? Dalam riwayat kata Rasul, warqu bahwasanya daun-daunnya tidak gugur. Rasulullah jelaskan sifat-sifat pohon tersebut. Akhirnya orang-orang ngomong ngomong terka-terkahabanasuajaril bawadi. Orang pikir ini teka-teki susah. Pohon yang aneh-aneh. Oh pohon ini. Pohon di lembah ini. Lembah ini salah semua. Kata Ibnu Umar, "Fawaqa fi nafsi anahah." Ini pasti pohon kurma. Ini teka-teki enggak susah. Padahal kurma mereka tiap hari makan kurma. Bahkan disebutkan dalam sebagian riwayat Nabi sedang makan jantung kurma. Jumar. Jumar itu bukan bukan jantung kayak jantung pisang. Enggak. Batang kurma di lubangin di bagian atas itu manis. Batangnya itu manis. Namanya jumar. Rasulullah sedang makan jumar. Rasulullah kasih teka-teki pohon apa. Kay ternyata teka-tekinya enggak susah. Para sahabat pergi ke pohon yang aneh-aneh. Kata dia, "Saya merasa itu adalah pohon kurma." Kemudian saya lihat ternyata ada Abu Bakar dan Umar. Ada bapakku Umar bin Khattab. Ada Abu Bakar. Dan keduanya enggak jawab diam aja. Fa ana asarul. Ternyata saya yang paling kecil di antara para hadirin. Mending saya diam saja. Dia beradab. Dia tidak apa? Tidak ngomong karena enggak enak sama yang lainnya. Jadi maksudnya orang jangan ngomong mulu ngomong kasih kesempatan yang lain. Kecuali memang orang senang semua senang kau yang ngomong ya. Tapi jangan merasa disenangi orang. Tanya dulu bagus enggak tadi saya banyak ngomong kan orang merasa dia senang orang padahal orang bosan dengar ngomong dia ngomong mulu ngomong mulu ngomong mulu enggak kasih kesempatan yang lain ada orang ngomong dipotongin orang ngomong dia tidak pandang tidak menghormati orang ini sombong sarsar alutasyaddiq itu merasa tinggi. Jadi dia ngomong dengan bahasa-bahasa yang indah dia ri maksudnya dia riak dengan apa? Dengan cara bicaranya begini begini. fasih ngomong-ngomong seperti ini. Dan yang terakhir kata Nabi, al-mutafahiq. Al-mutafahihiqun yaitu orang-orang yang sombong. Ya. Jadi ketika dia bicara dengan bahasa-bahasa yang indah, dia merasa yang lain rendah. Ya, dia memenuhi mulutnya dengan perkataan-perkataan. Kalau bahasa Arab, dia pakai kata-kata yang asing. Kalau seperti kita pakai kata-kata yang intelek ee hitam telek katanya. intelek orang enggak ngerti apa ini depan ini orang-orang awam enggak ngerti ngomong apa gini gini ini ngomong apa orang ini ada orang sengaja begitu k depan kecuali depanmu orang intelek semua bolehlah di depan orang awam kam pakai bahasa-bahasa yang kayak inggris-inggrisan dikit prancis-perancisan sedikit ya sehingga orang terpeson ini ngomong apa ini maksudnya apa ya pura-pura tahu oh gitu enggak ngerti ngomong apa dia ngomong apa jadi dia sengaja begitu sombong di hebat bicara kemudian menunjukkan kecerdasannya ini Rasulullah sangat benci. Kenapa di balik cara ngomongnya ada ada nampak kesombongan, ada nampak apa? Keangkuan. Ini cuma sekedar sarana. Orang sombong tuh aplikasinya atau terproyeksi dalam banyak hal. Dalam cara geraknya, gestur tubuhnya, cara ngomongnya, cara bahasa-bahasa yang dia pilih. Ini ketika dia sombong maka dibenci oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Meskipun annawa rahimahullah dalam kitabnya Alzkar mengatakan berbeda kalau seorang sedang ceramah atau khotbah dengan memilih kata-kata yang indah supaya orang mudah paham. Bukan bikin orang bingung. Dia susun kata-kata yang bagus, singkat, padat supaya orang lebih paham tidak jadi masalah. Bukan maksudnya untuk sombong, untuk menunjukkan dia hebat dalam bahasa Arab. Bukan. Tapi dia memang memilih kata-kata agar mudah dipahami. Makanya Syekh Utsim melarang kalau kita bicara sama orang awam, kita pakai bahasa fusa, orang awam enggak ngerti. Dia masukkan dalam hadis ini. Ngapain bicara dengan bahasa fusa, gramar dengan gramar-gramar lengkap sama yang kau hadapi orang awam? Ngapain? Sama kalau saya bilang bahasa sekarang kita orang Indonesia mau pakai bahasa-bahasa intelek s depan kita lulusan SD. Enggak ngerti kita ngomong dia ini bicara apa ini? Ya. Ya. Ah, ini khawatirnya karena kesombongan keangkuan ini sangat dibenci oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam karena dia ngomong dengan merasa merasa tinggi. Disebutkan dalam sebagian ada seorang ahli bahasa dia terjatuh kemudian orang-orang pada kumpul pada dia. Ya. Kalau dia pakai bahasa susah, bahasa Arab ada bahasa susah. Orang bingung dia ngomong apa ini? Jangan-jangan dia lagi kemasukan jin. Jadi dia ngomong pakai bahasa Arab yang susah. Apa maakum takum alya apa uan apa bahasa saya lupa dulu saya pernah belajar bahasa Arab saya sudah lupa juga ibaratnya tapi bahasa itu susah jarang orang awam tahu ketika dia orang datang ke ini ngapain orang orang bilang jangan-jangan jin kemasukan jin enggak tahu ngomong apa ini. Padahal dia pakai bahasa Arab yang sangat fusah, tapi jarang kalimatnya dikenal oleh orang awam. Kita bicara haditunasabima y'arifun, ngomong sesuai dengan kemampuan masyarakat. Ee kemudian ee Al Imam Nawawi rahimahullahu taala berkata rawat Tirmidzi an Abdillah ibn Mubarak fi tafsir Husnil khulq. Ini tadi saya sering sebutkan. At-Tirmidzi meriwayatkan dari Imam Abdullah bin Mubarak. Abdullah binb Mubarak ini seorang imam di ahl ahlusunah berakidah ahlusunah dan dia adalah ulama yang mengumpulkan banyak kelebihan yang jarang terkumpulkan pada seorang ya dia ahli ibadah dia mujahid ya kemudian dia juga dermawan ya luar biasa ya ya terkumpul pada dia ilmu ya ada orang mungkin ahli ibadah ilmunya kurang ada orang ahli jihad ilmunya kurang tapi dia semua Quran, hadis ahli jihad dermawan, ahli ibadah lengkap Abdullah ibn Mubarak dan jarang orang seperti beliau. Ketika dia menafsirkan husnul khuluk, dia berkata, dia simpulkan tadi hua thaqatul wajhi. Husnul khuluk itu adalah senyum, murah senyum. Wadlul maruf, suka membantu orang lain. Wafula, tidak ganggu orang lain. Siapa terkumpul pada dirinya tiga perkara ini maka dikatakan dia berakhlak mulia. Tanda-tanda pertama orang akhlak yang mulia. Murah senyum. Kalau murah senyum menunjukkan tidak sombong. Sebagian orang hanya senyum kepada orang kaya sama orang miskin enggak ada senyum. Engak apaleh. Orang miskin kelihatan bajunya ee enggak enggak rapi, kelihatan orang miskinlah, kotor apa, tidak senyum sama pembantunya, tidak senyum sama sopirnya enggak senyum sama pegawainya enggak senyum. Dia mau senyum sama orang semisalnya. Demikian wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.