Transcript
yRcwplcGnC4 • Kitab Riyadush Shalihin #2-83: Bab 73 Akhlak Mulia Mampu Menyamai Derajat Berpuasa & Sholat Malam
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2476_yRcwplcGnC4.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi al ihsani wasyukrullahu
ala taufqihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuim
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasul daila ridwan allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwan.
Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala, kita masuk pada
pertemuan ketiga dalam bab yang sama bab
husnul khuluk, bab tentang akhlak yang
mulia sampai pada hadis yang kesembil.
Waan Aisyah radhiallahu taala anha dari
ummul mukminin Aisyah radhiallahu anha
qalat beliau berkata samu Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam yaakul aku
mendengar rasul sahu alaihi wasallam
bersabda innal mukmin sesungguhnya
seorang mukmin layudriku bihusni
khuluqihi darajatimal qoim seorang
mukmin dengan akhlaknya yang mulia akan
mendapati derajat seorang yang
senantiasa berpuasa dan senantiasa salat
malam ruudis
riwayat Abu Daud. Hadis ini ee
menunjukkan tentang bahwasanya akhlak
mulia itu ibadah tersendiri. Seandainya
seorang tidak salat malam dan juga tidak
puasa sunah, tetapi dia memiliki akhlak
yang mulia, maka derajatnya sama dengan
orang yang senantiasa puasa sunah dan
juga senantiasa salat malam. Bagaimana
lagi jika dia menggabungkan keduanya,
dia berinteraksi dengan masyarakat
dengan akhlak yang mulia.
Kemudian dia juga ternyata sering puasa
sunah dan salat malam. Kenapa dikatakan
sama dengan orang yang senantiasa salat
sunah ee puasa sunah dan salat malam?
Seben mengatakan karena ketika seorang
puasa sunah dan salat malam sesungguhnya
dia sedang bermujahadah, sedang berjihad
melawan hal yang sangat lezat. Kita tahu
tidur malam itu suatu yang sangat lezat
apalagi menjelang subuh ya. Maka itu
adalah nikmat yang luar biasa. Lagi di
puncak-puncak mimpi kemudian harus
bangun melawan rasa kantuk. Ini perlu
perjuangan. Apalagi dia tidur agak telat
kemudian dia harus bangun sejam sebelum
azan misalnya atau lebih daripada itu.
Maka ini perjuangan yang sangat berat.
maka dia
melawan nikmat lezatnya tidur demi untuk
bisa bermunajat kepada Allah subhanahu
wa taala sehingga dia melawan hawa
nafsunya yang ingin tidur. Demikian juga
di siang hari tentunya ee kepengin makan
ya kepengin minum
ingin juga melampiaskan syahwatnya
kepada atau menyalurkan syahwatnya
kepada istrinya misalnya tapi karena dia
sedang berpuasa maka dia menahan itu
semua. Dan ini adalah hal-hal kelezatan
yang dirasakan oleh jiwa. Maka untuk
bisa senantiasa salat malam dan puasa
sunah, maka perlu mujahadah, perlu
perjuangan melawan hawa nafsu itu semua.
Kata para ulama sama dengan orang
berakhlak mulia. Orang berakhlak mulia
dia bermujahadah
melawan ya jiwanya yang mungkin pengin
marah, yang tidak sabar ya ee yang
mungkin pelit. Ini hal-hal yang merusak
akhlak yang mulia. Sebagaimana sudah
kita sebutkan, akhlak mulia itu
disebutkan oleh para ulama ee
terkumpulkan pada tiga ciri, yaitu ee
badlun nada
ee yaitu berusaha memberi bantuan kepada
orang lain, kemudian tarkula, tidak
mengganggu orang lain dan juga thaqatul
wajhi yang murah senyum. Ya itu namanya
akhlak yang mudah murah senyum
menunjukkan dia tidak sombong, tidak
angkuh, tidak merendahkan orang di
depannya. Kemudian dia mubah mudah
membantu menunjukkan dia ee tidak pelit
ya, tidak bakhil. Dan ini salah satu
ciri akhlak yang mulia yang tidak
mengganggu orang lain yaitu dia ee tidak
menyakiti hati orang lain, tidak
mengganggu orang lain, yaitu menahan
diri meskipun mungkin dia mampu untuk
mengganggu orang lain. Oleh karenanya
untuk bisa menjadikan
jiwa berakhlak mulia tidak mudah. Perlu
perjuangan. perlu perjuangan sehingga
dia bisa menjadi orang yang sabar, orang
yang dermawan, murah senyum. Ini butuh
perjuangan. Jadi dia melawan
keinginan-keinginan jiwanya. Ya.
Demikian pula dari sisi lain dia
bermujahadah melawan berbagai macam
model orang yang dia hadapi. Dalam
interaksi dihadapi. Ada yang orang model
seperti ini, model seperti anu, yang
begini, yang begitu. dia harus bisa
bermujahadah untuk menghadapi berbagai
macam model manusia sehingga dia bisa
komitmen di atas akhlaknya yang mulia.
Ya. Dan ini butuh perjuangan. Oleh
karenanya sama-sama berjuang terkait
dengan keinginan jiwa, maka Nabi
mengatakan orang yang berakhlak mulia
sama dengan mencapai derajat orang yang
senantiasa puasa sunah dan senantiasa
salat salat malam. Ya. Maka saya bilang
lagi, "Bagaimana kalau dia bisa
menggabungkan keduanya?" Ya, ada
sebagian orang mungkin dia tidak mampu
salat malam, tidak mampu puasa sunah,
berat bagi dia. Itu tidak wajib, tidak
berdosa. Tapi ternyata dia mampu
berakhlak mulia, sabar terhadap orang,
lemah lembut, tidak ada keangkuhan,
tidak ada kedengkian, tidak hasad sama
orang lain. Maka akhlak mulianya ini
membuat dia sederajat dengan orang yang
senantiasa puasa sunah dan salat malam.
Inilah ee rahasianya. Kata sebagian
ulama, kenapa
ee Nabi sallallahu alaihi wasallam
menyamakan derajat orang yang berakhlak
mulia sama dengan sering puasa sunah dan
sering salat malam. Ya.
Tib. Yang berikutnya
hadis berikutnya. W Abi Umamah albahili
radhiallahu taala anhu qala qala
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Rahi wasallam bersabda anaimun biitin
fiadil jannah limanal mirana muhiqan.
Aku menjamin
suatu rumah di raadil jannah. Rabad itu
maksudnya di pelataran taman. Yaitu di
luar taman tapi masih dalam areal taman.
Di pelataran taman. Maksudnya di
pelataran surga.
Bagi siapa yang meninggalkan
perdebatan waqan meskipun dia di dalam
kondisi yang benar.
Dan aku menjamin istana di tengah-tengah
surga atau rumah di tengah-tengah surga
limanal kadib. Bagi siapa yang
meninggalkan dusta wa mazihan meskipun
hanya bercanda. Wabaitin fial jannah.
Dan aku jamin istana atau rumah di
bagian atas surga yang paling tinggi.
Liman hasuna khuluquu. Bagi siapa yang
akhlaknya baik. Dan dalam sebagian
riwayat atau dibaca liman hassana
khuluqahu bagi siapa yang memperbaiki
akhlaknya. Haditun shahihun rahu Abu
Daud bisnadin shah. Hadis yang sahih
diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dengan
sanad yang sahih. Dan azzaim. Azzaim
maknanya adamin yaitu saya yang
menjamin. Saya yang menjamin. Tib di
sini Rasulullah berbicara tentang ee
salah satu sebab seorang meraih rumah di
surga. Dan sebagian ulama mengatakan
setiap disebut rumah maksudnya qasar,
maksudnya istana. Dan diterjemahkan
rumah di surga. Setiap rumah di surga
pasti apa? Istana. Enggak seperti rumah
kita. Setiap rumah di surga pasti apa?
Pasti istana. At istana tersebut
berbagai macam bentuknya ya. Ada istana
yang ee dari labinatun minza dahahab,
labinatun min fidah yang batanya terbuat
dari emas dan perak. Dan ada istana yang
terbuat dari lukluah, yaitu dari mutiara
yang besar yang indah dengan berbagai
macam istana yang Allah sediakan. Jadi
setiap disebutkan rumah maksudnya
istana. Maka di sini Nabi menyebutkan
tiga perkara.
Yang tiga perkara ini semuanya terkait
dengan akhlak. Yang pertama saya
menjamin bagi orang bagi dengan istana
bagi siapa yang ee meninggalkan
perdebatan meskipun dia di atas
kebenaran. Perdebatan atau disebut
dengan jidal ya perdebatan.
Maka jika maksudnya adalah kebaikan dan
dalam agama maka itu dianjurkan Allah
berfirman,
"Waadilhum billati hiya ahsan." Dan
debatlah mereka dengan cara yang baik.
[Musik]
Ahsan. Kata Allah, serulah kepada Allah
dengan hikmah. Kemudian juga dengan
almaidatul hasanah. Almaidah itu
wejangan-wujangan. Yang situ ada targhib
dan tarhib. Targhib dan tarhib ya.
Memberi motivasi dan peringatan.
Ternyata terkadang dalam dakwah juga
butuh debat. Allah mengatakan wajadilhum
billatihi ahsan. Debatlah dengan cara
yang baik. Bahkan Allah juga menyeru ee
untuk misalnya mendebat ahlul kitab
dengan cara yang baik. Wala tujadilu ahl
kitabi illa billati hiya ahsanadzinaamu
minhum. Janganlah mendebat ahlul kitab
kecuali dengan cara yang terbaik kecuali
orang zalim di antara mereka. Jadi ee
debat itu di diperlukan. Berdebat dengan
ahlul batil itu perlu. Allah mengatakan
ya eh wal takum minkum umatun ya ya
hendaknya di antara ada sebuah
sekelompok umat ya yang menyeruh kepada
kebaikan dan mencegah dari kemungkaran
terkadang amar makruf nahi mungkar butuh
jidal apalagi jidal tersebut dalam
rangka untuk membela kebenaran, maka itu
diperlukan dengan cara yang terbaik dan
hukumnya adalah fardu kifayah. ini jidal
dalam membela ee kebenaran
dan ee jidal seperti ini kita tidak
boleh mengalah karena kalau mengalah
berarti hak jatuh. Berarti hak jatuh.
Maka bukan yang dimaksud dalam hadis ini
adalah jidal dalam masalah agama. Tapi
yang dimaksud adalah jidal almira yaitu
perdebatan dalam masalah dunia yang
ketika kita mengalah itu kita
menggugurkan sebagian ee hak kita. Kita
mengugurkan sebagian hak kita.
demi persatuan, demi kebaikan meskipun
kita yang benar. Maka ini yang
dianjurkan. Tinggalkanlah perdebatan
meskipun kau yang benar. Ya. Ya. Agar
kau mendapatkan istana di pinggiran
surga ya. Istana di pinggiran surga
sebagaimana jaminan Nabi sallallahu
alaihi wasallam ya. Dan almira biasanya
orang kalau debat kalau tujuannya buruk
misalnya dalam rangka untuk
ee mencari kesalahan orang yang
berbicara dengan dia, maka dia debat
untuk mencari kesalahan orang yang ee
berbicara dengannya atau dia berbicara
terus supaya menunjukkan dia hebat ya
dalam perdebatan tersebut ya. Bahwasanya
dia hebat dalam berbicara bahwasanya dia
unggul menunjukkan dia biarkan temannya
bicara kemudian debat untuk menunjukkan
dia unggul. Ini semua niat-niat yang
buruk.
Ya, meskipun dia benar hendaknya dia
tinggalkan. Ya, oleh karenanya kalau
kita sedang dengan kawan kita sudah ada
ngeyel-ngeyelan berhenti, jangan
dilanjutkan.
Dia sudah angkat suara, kita sudah
angkat suara berhenti. Berarti ini sudah
batasan itu sudah garis merah. Jangan
dilawan. Karena kalau kita lanjutkan
akan masuk ke hati. Kalau sudah masuk ke
hati sudah retak hati sudah susah. Tidak
akan seperti kembali sedia kala. Oleh
karenanya kadang kita bercanda atau
kadang kita ngobrol dia punya pendapat,
kita punya pendapat. Kemudian sudah
sampai angkat suara berhenti, jangan
dilanjutkan. Maka apalagi kalau
perdebatan agama tapi ini ada sisi sudut
pandang maka gak usah dipaksa. Beda
kalau memang itu kebatilan. Kebatilan
kita tidak mengalah tetap kau batil.
Tapi kalau ternyata hanya permasalahan
khilafiah, masalah agama tapi khilafiah,
dia punya sudut pandang, saya sudah
pandang. Sudah tugas kita hanya
menyampaikan, tidak usah sampai angkat
suara, tidak usah ribut. Meskipun kita
merasa benar, kita tinggalkan demi demi
kebenaran. Demikian juga kalau debat
sama istri enggak usah lama-lama
sama istri. Menang sama istri juga
malu-maluin kalah apalagi. Ya sudah ya
udah udahlah ya udah ya. Oke oke oke
sudah selesai. Sudah ana beli bakso
Gojek beli bakso Go Food. Udah jadi
sibukkan dengan yang lain sehingga kita
tidak tersibukkan ribut dengan kawan,
dengan anak dengan istri dengan kakak.
Gak usahlah kita mengalah. Mengalah
karena Allah Subhanahu wa taala. Ini
akhlak yang mulia. Meskipun kita yang
benar, mampu kita debat di grup, mampu
kita kalahin, tapi ngapain? Ya, terus
mau apa? Mau cari pahala atau mencari
pengakuan anggota grup? Mau di kalauc
pahala pengakuan Allah. Kalau mencari
pengakuan anggota grup berapa orang
mereka sih? Oleh karenanya ee perdebatan
itu agak susah ketika perdebatannya di
medsos. Karena terkadang seorang bukan
lagi cari kebenaran, tapi menjaga harga
diri. Dia enggak boleh apa? kalah. Maka
sering haidah. Haida itu ngeyel apa?
Ngeles. Mbah sini ngeles ke kanan, Mbah
sini ngeles ke kiri karena tidak pengin
terlihat apa? Terlihat kalah. Dan semua
niatnya bukan karena Allah Subhanahu wa
taala, tapi karena untuk menjaga harga
diri. Tapi ini di antara di antara
akhlak yang mulia tidak suka berdebat
ya. Karena perdebatan menimbulkan
permusuhan. Yang berikutnya bibaitin fi
wastil jannah limanal kadiba waana
mazihan. Dan aku menjamin istana di
tengah surga bagi orang yang
meninggalkan dosa meskipun dia bercanda.
Ini juga banyak penyakit. Seorang ingin
bikin lucu tapi dia bikin cerita bohong.
Ya, ini ini tidak boleh ya. Meskipun
bercanda
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam tidak
pernah berdusta meskipun bercanda. Ya
meskipun bercanda seperti Rasulullah
mengatakan ana hamiluka ala waladin
naqah. Ada seorang bilang, "Ya
Rasulullah ihmilni. Ya Rasulullah, saya
minta tunggangan." Misalnya buat jihad
atau yang lainnya, saya minta
tunggangan. Kata Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam, "Inna hamiluka ala walidin
naqah." Kami akan mengangkut engkau pada
anak unta. Kata Rasulullah, "Gimana naik
anak unta? Apa yang bisa dilakukan oleh
anak unta?" Kata Nabi, "Bukankah semua
unta pasti punya mamak?
Unta sudah besar juga pasti anaknya
unta. Benar atau tidak? Enggak lucu ya.
Antum enggak paham berarti.
Jadi orang ini heran dia pikir anak
unta. Maksud Nabi anak unta masih apa?
Kecil. Tapi Nabi bercanda. Unta gede pun
pasti punya mam. Ya. Dia pasti juga a
anak ya. Dia pasti juga anak. Jadi
Rasulullah bercanda tapi tidak ee tidak
tidak dusta. Ya. Adapun dusta maka
tercela meskipun dalam rangka
menyenangkan orang lain. Ya.
Dalam hadis kata Rasul wasam, "Wailun
liman haddasa fayakzib liyuth bihilum
wailun lahu tumma wailun lahu kama qala
Nabi sallallahu alaihi wasallam." Celaka
bagi orang yang bercerita
kemudian dia berdusta dalam rangka untuk
membuat orang yang diajak bicara tertawa
kemudian celaka baginya kemudian celaka
baginya.
Ya. Maka Rasulullah sebutkan dia celaka
sampai tiga kali. Apalagi orang yang
memang kerjaannya buat tertawa orang
terus tidak berhenti-berhenti dengan
canda-candaan yang bohong. Cerita
bohong, cerita bohong, cerita bohong,
cerita bohong. Maka meskipun dusta itu
niatnya menyenangkan orang, maka
hukumnya haram. Hukumnya haram.
Terlebih lagi kalau seperti jadi profesi
sehingga membuat orang ketika menonton
sampai tertawa terbahak-bahak sampai 1
jam sampai 2 jam ini bisa mematikan
hati. Bisa mematikan apa? Hati.
Oleh karena saya sering sampaikan orang
yang sering tertawa berlebih-lebihan dia
sendiri tidak tidak bahagia. Tidak
bahagia karena kebahagiaan bukan sekedar
takwa. Kebahagiaan itu isinya di hati.
Senang ketawa itu senang tapi belum
tentu belum tentu bahagia. Kalau
berlebih-lebihan tidak boleh. Rasulullah
mengatakan la tsiru minadhiq faq tumitul
qulub. Jangan terlalu banyak tertawa.
Karena banyak tertawa mematikan apa?
Memikan hati. Oleh karenanya kalau kita
bercanda jangan bohong. Ya, kalau cerita
lucu ee gak apa-apa. Tapi jangan jangan
bohong. Ya, seperti tadi Nabi
mengatakan, "Sudah kalau gitu karena
enggak ada karena dia minta unta, minta
unta, ya sudah ini ada anak unta naik."
Dipikir gimana naik unta mau jihad baru
naik untanya sudah jatuh. Ternyata
maksudnya unta gede, tapi setiap unta
pasti anaknya mamanya. Pasti anaknya
mamanya ya.
Tib. Eh
kemudian Rasul wasallam bersabda,
"Wabibaitin fi aal jannah liman hasana
khuluqahu." Dan aku jamin istana di
bagian atas surga ini yang paling top
ya, yang paling bagus karena pinggiran
tengah paling atas.
Pinggiran juga karena akhlak tapi salah
satu akhlak. Kemudian yang tengah juga
meninggalkan dusta meskipun bercanda
juga akhlak mulia. Tapi kalau dia sampai
memperbagus akhlaknya ya maka dia
dijamin dengan istana di bagian atas
surga. Wabaitin fi alal jann liman hasan
khuluqahu. Dan aku menjamin istana di
bagian atas surga bagi orang yang
mengindahkan akhlaknya. Ada riwayat
liman hasuna khuluquu yang baik
akhlaknya. Dalam seb riwayat atau dibaca
hasana khuluqahu yang perbaiki
akhlaknya. Ini dalil bahwasanya akhlak
bisa dirubah. Seperti saya pernah
sampaikan di awal pertemuan kita
bahwasanya akhlak itu bisa dirubah.
Makanya adaan untuk berakhlak mulia.
Kalau perangnya tidak bisa dirubah maka
percuma kita berdakwah tentang akhlak.
Percuma Nabi menyuruh orang kepada
akhlak mulia. Ketika Nabi menyuruh orang
untuk berakhlak mulia, berarti akhlak
bisa dirubah dari akhlak buruk menjadi
akhlak mulia. Jadi akhlak sudah mulia,
lebih mulia lagi. Lebih mulia lagi. Ya.
Maka kalau orang mengatakan saya memang
begini dari dulu seperti ini, saya tidak
bisa berubah. Itu orang sombong. Orang
yang tidak mau. Kalau dia mau dia bisa
berubah. Makanya Rasul sahu alaihi
wasallam bersabda, "Ya, innamal hilmu
bitahalum." Sesungguhnya alhilm, alhilm
itu sifat ee seorang tidak cepat emosi,
tidak cepat membalas dengan cara
bersabar. Waman yatasabbar
yusabbirhullah. Siapa yang melatih diri
untuk bersabar maka Allah akan
menjadikan dia penyabar. yang
menunjukkan bahwasanya sifat sabar
alhilm ini bisa bisa diusahakan. Bisa
diusahakan. Orang yang pelit bisa jadi
dermawan dengan dilatih, dengan dilawan.
Dilawan rasa pelitnya dia maksakan
dirinya untuk bersedekah. Ya, orang yang
malas bisa menjadi rajin. Dia paksa
dirinya selama-lama terbiasa. Ya, kata
pepatah kita bisa karena terbiasa ya.
Maka akhlak bisa dirubah. Orang yang
pemarah bisa jadi pemaaf. bisa dan dia
pemarah-pemarah kita ketahu dalil-dalil
bahwasanya ee memaafkan pahalanya besar
maka dia jadi pemaaf. Dia jadi pemaaf.
Saya kenal seorang sopir pernah dia
nyeterin saya. Dia bilang, "Ustaz, ini
orang ini, Ustaz, bosnya. Maksudnya dulu
tukang marah, Ustaz. Tukang marah. Kita
semua takut sama dia. Setelah dia ngaji,
dia berubah. Dia berubah. Saya bilang,
"Masa suka marah?" "Iya dulu suka marah,
Ustaz." Subhanallah. Jadi mengaji bisa
merubah apa perangainya.
Karena ikut pengajian, karena dapat ilmu
bisa merubah ee perangainya.
Saya juga pernah cerita ketemu dengan
seorang di undang makan. Orangnya sangat
lembut, halus banget. Ketika saya keluar
dari undangan makan tersebut, teman
bilang, "Ustaz, kenal tadi siapa yang
ngundang?" "Iya lembut enggak?" "Iya
lembut." Ustaz itu orang emosian, suka
marah-marah, suka ngamuk-ngamuk.
Tahu-tahu dia berubah jadi lembut
sekali, Ustaz. Sampai kalau dia beli
beli barang sama saya dengan lembut,
saya dia tawar. Saya tidak bisa nolak
tawarannya saking apa? Lembutnya. Ya.
Jadi maksudnya akhlak bisa bisa berubah.
Akhlak bisa berubah dan siapa yang
berhasil merubah akhlaknya dari buruk
menjadi baik, ganjarannya sangat besar.
Dia akan mendapatkan istana di atas
surga. Karena ini pekerjaan tidak mudah
merubah perangai. Ya, makanya ada
riwayat dari Ibnu Abbas bahwasanya
perangai itu sulit dirubah karena
kenyataan memang sulit. Tapi kalau dia
berusaha dan dia mau bisa. Cuma memang
sangat sulit karena banyak orang tidak
mau merubah perangai. Dia sudah nyaman
dengan perangainya dan banyak orang
tidak mau merasa dirinya salah. Dia
merasa itu oke. Apalagi dia bilang,
"Orang kampung saya seperti ini, nenek
mo saya seperti ini." Sehingga dia
berilal dengan nenek moyang atau berilal
dengan kampung dia. Ya memang kampung
kita seperti ini, memang begini ya. Kau
jangan heran lah. Tidak boleh seperti
itu. Kita sekarang ada parameternya itu
akhlak islami ya. Apa yang kau bawa dari
kampungmu, kebiasaan orang tuamu,
kebiasaan anak moyangmu berubah. Jangan
kau melegalkan ya mentabrir, melegalkan
kebiasaan burungmu dengan mengatakan ini
dari kampung saya sudah dulu seperti
ini. Orang kampung saya juga seperti
ini, nenek mo saya juga seperti ini.
Yaah, ini sama ngikuti nenek moyang yang
salah. Ya, maka seorang ada akhlak Islam
dia berusaha beru berubah. Berusaha
untuk berubah karena Allah subhanahu wa
taala dan jaminannya adalah istana di
bagian atas surga. Khilaf di kalangan
para ulama, mana yang lebih mulia?
Akhlak dari sananya atau perangnya? yang
diusahakan
karena ada akhlak yang dari sananya.
Seperti Rasulullah berkata kepada Asyaj
Abdul Qais kata Rasul alaihi wasallam,
"Inna fika khlataini yuhibbahumullah
yuhibbuhumallah."
Sesungguhnya kau memiliki dua perangai
yang Allah mencintai
mencintai dua perangai tersebut. Alhilmu
wal anat. yaitu sabar, bijak, hikmah,
dan tidak terburu-buru.
Maka dia bertanya, "Ya am jabalaniallahu
alaihima am takallaqtu bihima?" Ya
Rasulullah, ini akhlak dua perangnya
ini. Memang dari sananya Allah sudah
pasang kepada saya, Allah memfitrahkan
saya seperti itu atau saya usahakan?
Kata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam,
"Allah yang telah memasangkan pada
dirimu." Maka dia memuji Allah. Segala
puji bagi Allah telah menjadikan aku
berperangai dengan dua perangai perangai
tersebut. Ada orang bawanya seperti itu.
Mungkin sejak lahir sabar ya ditegur,
diganggu, di apa bully senyum sabar.
Mungkin diinjak kakinya dia bilang,
"Maaf, kaki saya masih dipakai."
Dia dia tidak emosi. Dia tidak emosi.
Sabar. Ada yang seperti sabar. Ada orang
murah senyum. Kalau dia marah diam aja.
Gak gak pernah gak gak pernah
teriak-teriak, gak pernah bikin heboh,
gak pernah. Oh, sabar. Ada seperti gitu
modelnya memang penyabar dari sananya.
Penyabar ya. Nah, mana yang lebi memang
lebih afdal? Akhlak dari sananya atau
dia tadinya pemarah kemudian dia
berjuang akhirnya jadi penyabar.
Kira-kira mana yang lebih lebih baik?
Ya. Hah? Yang pertama atau yang kedua?
Yang dari sananya atau yang dia
usahakan?
Hah? Yang bilang dari sananya angkat
tangan.
Satu, dua. Saya ragu-ragu kebenaran
tidak diukuri dengan jumlah yang banyak.
Coba yang bilang dari sananya mana? 1 2
3 4 5 6. Kalau salah jangan ini ya.
Sedih ya. Itu yang mengatakan lebih
bagus dia usahakan angkat tangan.
Masyaallah
dua-duanya benar
dari sisi. Dari sisi, dari sananya
pertama itu anugerah dari Allah
Subhanahu wa taala. Ya. Dan Allah
mencintai akhlak tersebut. Allah pasang
sama kamu. Berarti kamu dapat anugerah
luar biasa. Yang kedua, kalau akhlak
dari sananya tidak susah berubah,
terbawa terus karena dia difitrahkan
seperti itu.
Adapun yang kedua, dia lebih baik dari
sisi dia berusaha sehingga dia bisa
berubah karena Allah. Ini perjuangan
luar biasa. Perjuangan ini mendapatkan
pahala yang besar. Tetapi rawan bisa
kembali lagi.
Kok belum tahu siapa dulu saya.
Sebagian orang marah-marah begitu. Uh,
tiba-tiba dia ngamuk. Ternyata dulu
bekas bajingan misalnya ya. Ya, oleh
karenanya yang kedua ini rawan kalau dia
ada apa-apa bisa berubah kembali
dia dari sisi masing-masing. Mau saya
hadis ini memotivasi kita untuk jangan
pernah putus asa untuk merubah akhlak
kita dan jangan pernah putus asa
mendoakan keluarga kita agar akhlaknya
mulia. Anak-anak bisa berubah akhlaknya
bisa. Kita doain, doain, doain sampai
akhlaknya berubah. Memang kalau sudah
perangnya susah. Orang sombong susah
tawadu ya. E orang pelit susah jadi apa?
Dermawan. Susah banget ya. Susah banget.
Sudah dipancing-pancing tetap aja tidak
dermawan. Sudah diajak makan sengaja
biar dia yang biar dia enggak enak
supaya bayar karena dia yang paling
kaya. Ini ceritanya atas saya
diceritain. Jadi dia ajak ini orang ini
paling kaya di antara teman-teman. Dia
makan diajak makan terus enggak ada yang
mau bayar. Tunggu dia yang bayar. Tapi
aduh dompet ketinggalan katanya.
Akhirnya yang bayar yang miskin lagi.
Pengin jebak dia supaya dermawan.
Ternyata dia bilang dompet ketinggalan.
Itu zaman dulu belum ada apa seperti
sekarang ya. Jadi ya
seperti kisah disebut dalam kitab
al-bukhala. Kitab al-Bukhala karya
Aljahid ya. Jadi ada orang miskin dia
geregetan sama si kaya. Si kaya pelit
banget ya. Gimana cara buat dia ini
sadar kalau kamu itu apa? Kau itu pelit.
Maka si miskin kumpulin uang. Maka dia
undang si kaya agar si kaya ngerti. Saya
aja miskin bisa ngundang makan. Akhirnya
dia undang makan. Dia kasih makanan enak
dengan susah payah dia siapkan makanan
ini tersebut. Si kaya makan. Si kaya
makan karena dia tahu gratis dia makan
banyak karena gratis. Makan
banyak-banyak sampai kekenyangan dia
muntah. Dia muntah terus dia menangis.
Si miskin tanya, "Kenapa kau nangis?"
"Aduh sayang gratisan saya muntahkan."
Jadi kalau perangnya susah berubah.
Kalau perang susah berubah. Kalau orang
tidak niat berubah, tidak bakalan bisa
berubah. Tapi kalau dia niat bisa.
Karena Rasulullah yang bilang, "Ana
zaimun bitin jannah liman hasana
khqahu." Aku menjamin istana di atas
surga bagi orang yang merubah akhlaknya.
Jadi tidak baik menjadi baik. Maka kita
berdoa akhlak kita allahum akah.
[Musik]
Ya Allah tunjukkanlah aku kepada akhlak
yang terbaik. Tidak ada yang bisa
menjadikan akhluk aku berakhlak mulia
kecuali engkau. Jauhkanlah aku dari
akhlak yang buruk. Tidak ada yang bisa
menjauhkan aku dari akhlak yang buruk
kecuali ee engkau. Kemudian juga
Allahumma janibni munkaratil akhl a'mal
wal ahwa wal adwa. Ya Allah jauhkanlah
aku dari akhlak yang mungkar, amal yang
mungkar, penyakit-penyakit yang mungkar,
hawa nafsu yang mungkar. Kemudian juga
kita berdoa, "Allahumma ahsanta khalqi
fahassin khulqi." Ya Allah, sungguh
Engkau telah mengindahkan ee fisikku,
ya, maka indahkanlah akhlakku. Ini doa
bukan pas bercermin ya, gendak. Kapan
saja kita berdoa dengan doa tersebut
tidak ada kaitannya dengan cermin ya.
Jadi ini di antara tiga doa. Kita juga
doakan anak kita misalnya anak kita si
fulan, kita bilang Allahummaahdi fulan
ibni w anakku liahsanil akhlaqi. Tidak
ada yang kepada akhlak yang terbaik.
Tidak ada yang beri petunjuk kepadanya
akhlak yang baik kecuali engkau.
Jauhkanlah dia. Kita doain anak-anak.
Kita doain istri kita agar berakhlak
mulia. Mungkin bertahun-tahun baru Allah
kabulkan. Entah kapan Allah kabulkan.
Kita berdoa. Karena akhlak bisa bisa
berubah. Akhlak bisa berubah. Ada anak
yang tukang marah-marah bisa berubah.
Ada akhlak berurhaka sama orang tua bisa
berbaik kembali kepada orang orang
tuanya karena akhlak bisa berubah.
Tib kita lanjutkan.
[Musik]
Hadis berikutnya, hadis yang terakhir
dalam bab ini ya.
Nanti di akhir kita buka tanya jawabnya
kalau ada waktu. Wa anan Jabir
radhiallahu taala anhu anna rasulah sahu
alai wasallam qal. Kata Jabir bahwasanya
Rasul wasallam bersabda, "Inna min
ahabbikum ilaiya waikum waqikum minni
majlisan yaumalqiamati
ahsanakum aklaq
wa inna abgakum ilaiya wa abadakum minni
yaumalqiamaharuna
wal mutasyaddiquuna wal mutafaihiquuna."
Kata Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam, "Sesungguhnya orang yang
paling aku cintai di antara kalian dan
yang paling dekat denganku majelisnya
pada hari kiamat kalau itu surganya
sangat tinggi dekat dengan surgaku."
Yaitu siapa? Ahsanukum akhlaqo. Ya,
ahsanakum akhlaqo. Yaitu orang yang
paling baik akhlaknya.
J Rasulullah menyebutkan orang yang
paling dia cintai, yang paling dekat
dengan dia. Setelah itu Rasulullah
menyebutkan lawannya. Wa inna abakum
ilaiya. Dan sesungguhnya di yang paling
aku benci di antara kalian dari kalian.
Waakum minni yaumalqiamah. Dan yang
paling jauh dariku pada hari kiamat
kelak. Siapa? Atsaruna. Orang yang
banyak omong. Wal mutasyaddiquuna. Yang
ngomong dengan bersilat lidah. Wal
mutafaihiquuna yaitu yang sombong.
Mengomong tapi menunjukkan kesombongan.
Q ya Rasulullah. Mereka berkata, "Wahai
Rasulullah, qod alimnaarsaruna
wal mutasyaddi kami telah paham makna
atshararun." Yaitu banyak ngomong.
Almutasyaddiqun itu berbicara dengan
siddiqnya itu apa? dengan
mengolah-ngolah lisan ke sana ke mari
ngomongnya. Famal mutafahiquun. Apa yang
dimaksud dengan almutafahiquun? Qala
almutakabbirun. Yaitu orang yang
sombong. Rawahu Tirmidzi waqala haditun
hasan. Dan dia berhadis yang hasan.
Kemudian annawawi berkataar
hua katirul kalami takallufan. Orang
yang banyak omong, menyengaja untuk
banyak omong. Ngomong terus. Wal
mutasyaddiq almutatwil alanasi bikalami.
Itu mentang-mentang merasa tinggi di
atas orang lain dengan pembicaraannya.
Dia berbicara dengan memenuhi mulut
mulutnya dengan pembicaraan kanan kiri
dengan memfasih-fasihkan pembicaraannya
mengindah-indahkan pembicaraannya dia
agungkan pembicaraan dia. Pembicaraan
ini pembicaraan hebat takziman
likalamihi dalam rangka mengagungkan apa
yang dia bicarakan. Wal mutafaihiq
asluhu minal faq fahaq wahual imtila.
Alfahaq dan maknanya almtila itu penuh.
Wahuadzi yamlahu bilami wawu fihi. Kata
Ibnu Na yaitu orang yang memenuhi
mulutnya dengan pembicaraan dan dia
berlebar-lebar. Wugribu bigi wugribu
bihi takabburan wartifaan. Dan dia
menggunakan lafal-lafal yang
asing-asing, yang aneh-aneh, yang orang
jarang tahu maknanya karena sombong dan
merasa tinggi.
Wahar fadilati dan untuk menunjukkan dia
lebih hebat daripada yang lainnya.
Tib. Ini hadis ee terakhir terkait
dengan ee
bab ini. Rasulullah menyebutkan tentang
orang yang paling dia cintai. Ternyata
di antara orang yang paling dicintai
adalah yang akhlaknya terbaik. Karena
Rasul sahu alaihi wasallam dipuji oleh
Allah. Wa innaka laa khuluqin adim.
Sesungguhnya engkau berada di atas
perangnya yang sangat agung. Ya. Dan
orang yang menyerupai Nabi di antaranya
pada sisi akhlak Nabi. Ya, ittiba kan
banyak ittiba mencontohi Nabi. Banyak
orang hanya fokus pada mungkin
penampilan, pada ibadah itu sudah bagus
luar biasa. Tapi di antara perkara yang
hendaknya kita meniru Nabi bukan cuma
cara beribadah tapi akhlak. Akhlak Nabi.
Akhlak Nabi ini perkara yang di Allah
puji Nabi di antaranya wa innaka
khuqinim. Sesungguhnya engkau berada di
atas perangai yang sangat agung. Nah,
semakin orang meniru akhlak Nabi,
semakin dicintai oleh Nabi dan semakin
dicintai oleh Nabi, berarti dicintai
oleh Allah subhanahu wa taala. Dicintai
oleh Allah subhanahu wa taala. Maka
jangan membatasi
ittiba hanya pada masalah ibadah.
Semuanya kita ittiba kepada Nabi. Akidah
kita ittiba kepada Nabi. Akidah kita di
atas sunah. Cara ibadah juga di atas
sunah. Akhlak juga di atas sunah. Maka
seorang menggabungkan antara agama
dengan akhlak. Karena ada orang yang
memang akhlaknya
ee baik, agamanya enggak baik. Itu ada.
Orang ateis juga ada yang akhlaknya
baik, agamanya kacau. Ya, orang
musyrikin juga ada akhlaknya baik,
agamanya kacau.
Ada sebaliknya, agamanya baik, akhlaknya
kurang baik. Ya, mungkin ee kalau salat
selalu saf pertama, selalu baca Quran
tapi sombong, tapi angkuh. Kalau utang
enggak pernah bayar.
Ada seperti itu. Makanya dalam hadis
jaakumahuqahuijuhu.
[Musik]
Jika datang kepada kalian orang yang
melamar yang kalian ridai agamanya dan
akhlaknya
maka nikahkanlah dia.
Jadi ada perbedaan antara secara secara
istilah ada agama terkait hubungan kita
dengan Allah dan ada akhlak. Kalau bisa
dua-duanya bagus ya. Ittiba kepada Nabi
pada dua-duanya ya. seperti perkataan ee
perkataan Jamilah istrinya
Tsabit bin Qais bin Syammas yang dia
minta khuluk. Ketika dia minta khuluk
kepada Tsabit bin Qais bin Syammas.
Padahal Tsabit bin Qais bin Syammas ini
dijamin oleh Nabi masuk surga.
Sampaikan kepada dia, hua min ahlil
jannah. Dia penghuni surga. Tapi dia
minta dia minta pisah dari suaminya. Dia
mengatai Rasulullah inni la aibu
tsabitan fi khuluqin w dinin. Ya
Rasulullah saya tidak mencela suamiku
ini pada agamanya maupun akhlaknya.
Walakinni akrahul kufro fil islam. Tapi
saya takut kufur. Kufur maksud saya
takut membangkang dia karena saya tidak
suka sama dia. Saya tidak cinta sama
dia. Kalau tidak cinta susah untuk taat.
Maka lebih baik saya pisah. Bukan karena
agamanya jelek. Bukan karena akhlaknya
jelek. Ini orang agamanya bagus bahkan
dijamin surga oleh siapa? Nabi ini
akhlaknya bagus, agamanya bagus,
akhlaknya bagus. Saking akhlaknya bagus
ketika turun firman Allahum.
Wahai orang beriman, janganlah kalian
angkat suara kalian suara Nabi.
Jangan-jangan kalian keraskan suara
kalian ketika ngomong sama Nabi
sebagaimana di antara kalian saling
keras ketika berbicara. Sementara
tsabbit ini kalau ngomong keras. Ketika
turun ayat ini kata Allah, "Antabalukum
tasurun." Jangan sampai kalian suara
keras di hadapan Nabi, amal kalian
gugur. Gara-gara itu dia tidak ke
masjid. Dia tidak ke masjid, dia takut
amalnya gugur. Karena dia kalau ngomong
sama Nabi suaranya keras. Maka Nabi
selesai salat, Nabi tanya, "Mana
tsabit?"
Mak cari-cari saya cari dia. Ada sahabat
yang cari ketemu di rumah rumahnya.
"Kenapa kau tidak ke masjid?" "Ini min
ahlinar. Saya ini suaranya keras." Allah
telah berfirman demikian. "Saya penghuni
neraka. Akhirnya dilapor kepada Nabi.
Kata Nabi, "Sampaikan dia penghuni
surga." Jadi penghuni surga luar biasa.
Akhlaknya baik. Takut ngomong keras di
hadapan Nabi. Istrinya mengatakan, "Saya
tidak mencela akhlaknya, tidak mencela
agamanya, tapi saya enggak suka sama
dia." Jadi pisah aja. Akhirnya pisah.
Akhirnya pisah. Mungkin kurang apa,
kurang apa, akhirnya pisah. Itu khuluk
terjadi di zaman Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Kisahnya Tsabit bin Qais bin
Syammas dengan istrinya kalau enggak
salah namanya Jamilah.
Ya, istri namanya Jamil. Jamil artinya
apa?
Cantik. Ya, artinya cantik. Oleh
karenanya, tapi yang jadi perhatian
kita, istrinya mengatakan, "Saya tidak
mencela agamanya maupun apa akhlaknya."
Jadi, seorang berusaha dua-duanya baik.
Ittiba kepada Nabi dari sisi agama.
Akidahnya di atas sunah, ibadahnya di
atas sunah, akhlaknya juga di atas
sunah. Maka jangan membatasi diri ittiba
hanya kepada agama, tetapi juga kepada
akhlak. Bahkan Nabi menjadikan parameter
di sini bahwasanya inn ahabbikum ilaiya.
Orang yang paling aku cintai di antara
kalian dan yang paling dekat majelisnya
kepadaku pada hari kiamat kelak adalah
yang paling baik akhlaknya. Berarti ini
ittiba dalam sisi akhlak penting. Maka
perlu kita belajar tentang akhlak Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Saya ada
buku baru judulnya sisi akhlak Nabi yang
jarang diketahui ya.
Jadi maksudnya ee kita belajar agar kita
bisa meniru Nabi mungkin tidak akan
sempurna tapi kita berusaha meniru
karena berusaha ittiba karena ini
parameter dicintai oleh Nabi dan
parameter akhlak dekat dengan Nabi
sallallahu alaihi wasallam pada hari
kiamat kelak. Sebaliknya kata Nabi, "Wa
inna abgakum ilai orang yang paling aku
benci, yang paling jauh kedudukannya
pada hari kiamat kelakarun suka ngomong
banyak ngomong Rasulullah enggak suka
banyak ngomong." Apa kata Imam Nawawi?
Wahuairul kalami takfan yang banyak
ngomong dengan menyengaja untuk banyak
ngomong. Kalau di majelis dia ngomong
terus kita tunggu dia berhenti enggak
berhenti-berhenti.
Mic-nya enggak pindah-pindah. Dia
ngomong terus enggak berhenti. Kita god
dia ngomong terus enggak berhenti.
Saya juga jengkel ketemu orang seperti
itu. Jadi pernah ketemuan beberapa
kawan-kawan ngomong terus. Saya bilang
diam dulu. Gantiannya ngomong. Antum
ngomong terus gantian dulu. Oh iya ya.
Kalau enggak ditegur enggak
berhenti-berhenti. Terus kapan kita mau
ngomong?
Ayo saya tegur. E antum ngomong terus
gantian dulu. Ayo ya. Oleh karenanya
kecuali ya memang hadirin pengin kamu
ngomong ya sudah kalau hadirin pengin
kau ngomong ya silakan yang ngomong ya
gak apa-apa mungkin kasih nasihat. Oh
jangan. Tapi kalau ada pertemuan ada
orang suka ngomong enggak mau berhenti.
Ini sarsar orang yang suka ngomong tidak
memberi kesempatan kepada orang orang
lain. Bahkan kalau orang lain ngomong
belum selesai dia patahkan.
Belum selesai ngomong dia potong. Ya,
orang ngomong dia tidak peduli. Dia
maunya dia jadi ee pusat pembicaraan.
Kalau konferensi maka konferensi meja
sudut. Maunya dia saja yang diomong,
bukan meja bundar. Gak boleh orang lain
ngomong ya. Repot seperti ini. Tarsar
suka ngomong. Habya ngomong di majelis
ngomong terus tidak lihat ada yang lebih
tua, ada yang lebih alim, ada yang lebih
fakih. Ngomong terus. Ada orang seperti
begini, "Ini orang gimana ya? Masih
lebih muda, ilmu juga cetek." Ngomong
melulu.
Jadi ini enggak enggak benar. Kita tahu
dulu ketika Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam bertanya tentang teka-teki
kepada para sahabat. Kata Rasul sahu
alaihi wasallam, "Inna minasyajari lama
baratuka barqatil muslim hadituni mah
hiya." Ketahuilah ada sebuah pohon yang
keberkahannya seperti keberkahan seorang
muslim. Kabarkan kepadaku pohon apakah
itu? Dalam riwayat kata Rasul, warqu
bahwasanya daun-daunnya tidak gugur.
Rasulullah jelaskan sifat-sifat pohon
tersebut. Akhirnya orang-orang ngomong
ngomong terka-terkahabanasuajaril
bawadi. Orang pikir ini teka-teki susah.
Pohon yang aneh-aneh. Oh pohon ini.
Pohon di lembah ini. Lembah ini salah
semua. Kata Ibnu Umar, "Fawaqa fi nafsi
anahah."
Ini pasti pohon kurma. Ini teka-teki
enggak susah. Padahal kurma mereka tiap
hari makan kurma. Bahkan disebutkan
dalam sebagian riwayat Nabi sedang makan
jantung kurma. Jumar. Jumar itu bukan
bukan jantung kayak jantung pisang.
Enggak. Batang kurma di lubangin di
bagian atas itu manis. Batangnya itu
manis. Namanya jumar. Rasulullah sedang
makan jumar. Rasulullah kasih teka-teki
pohon apa. Kay ternyata teka-tekinya
enggak susah. Para sahabat pergi ke
pohon yang aneh-aneh. Kata dia, "Saya
merasa itu adalah pohon kurma."
Kemudian saya lihat ternyata ada Abu
Bakar dan Umar. Ada bapakku Umar bin
Khattab. Ada Abu Bakar.
Dan keduanya enggak jawab diam aja. Fa
ana asarul. Ternyata saya yang paling
kecil di antara para hadirin. Mending
saya diam saja. Dia beradab. Dia tidak
apa? Tidak ngomong karena enggak enak
sama yang lainnya.
Jadi maksudnya orang jangan ngomong mulu
ngomong kasih kesempatan yang lain.
Kecuali memang orang senang semua senang
kau yang ngomong ya. Tapi jangan merasa
disenangi orang. Tanya dulu bagus enggak
tadi saya banyak ngomong kan orang
merasa dia senang orang padahal orang
bosan dengar ngomong dia ngomong mulu
ngomong mulu ngomong mulu enggak kasih
kesempatan yang lain ada orang ngomong
dipotongin orang ngomong dia tidak
pandang tidak menghormati orang ini
sombong sarsar
alutasyaddiq itu merasa tinggi. Jadi dia
ngomong dengan bahasa-bahasa yang indah
dia ri maksudnya dia riak dengan apa?
Dengan cara bicaranya begini begini.
fasih ngomong-ngomong seperti ini.
Dan yang terakhir kata Nabi,
al-mutafahiq. Al-mutafahihiqun yaitu
orang-orang yang sombong. Ya. Jadi
ketika dia bicara dengan bahasa-bahasa
yang indah, dia merasa yang lain rendah.
Ya, dia memenuhi mulutnya dengan
perkataan-perkataan. Kalau bahasa Arab,
dia pakai kata-kata yang asing. Kalau
seperti kita pakai kata-kata yang
intelek ee hitam telek katanya. intelek
orang enggak ngerti apa ini depan ini
orang-orang awam enggak ngerti ngomong
apa gini gini ini ngomong apa orang ini
ada orang sengaja begitu k depan kecuali
depanmu orang intelek semua bolehlah di
depan orang awam kam pakai bahasa-bahasa
yang kayak inggris-inggrisan dikit
prancis-perancisan sedikit ya sehingga
orang terpeson ini ngomong apa ini
maksudnya apa ya pura-pura tahu oh gitu
enggak ngerti ngomong apa dia ngomong
apa jadi dia sengaja begitu sombong di
hebat bicara kemudian menunjukkan
kecerdasannya ini Rasulullah sangat
benci. Kenapa di balik cara ngomongnya
ada ada nampak kesombongan, ada nampak
apa? Keangkuan. Ini cuma sekedar sarana.
Orang sombong tuh aplikasinya atau
terproyeksi dalam banyak hal. Dalam cara
geraknya, gestur tubuhnya, cara
ngomongnya, cara bahasa-bahasa yang dia
pilih. Ini ketika dia sombong maka
dibenci oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Meskipun annawa rahimahullah
dalam kitabnya Alzkar mengatakan berbeda
kalau seorang sedang ceramah atau
khotbah dengan memilih kata-kata yang
indah supaya orang mudah paham. Bukan
bikin orang bingung. Dia susun kata-kata
yang bagus, singkat, padat supaya orang
lebih paham tidak jadi masalah. Bukan
maksudnya untuk sombong, untuk
menunjukkan dia hebat dalam bahasa Arab.
Bukan. Tapi dia memang memilih kata-kata
agar mudah dipahami. Makanya Syekh Utsim
melarang kalau kita bicara sama orang
awam, kita pakai bahasa fusa, orang awam
enggak ngerti. Dia masukkan dalam hadis
ini. Ngapain bicara dengan bahasa fusa,
gramar dengan gramar-gramar lengkap sama
yang kau hadapi orang awam? Ngapain?
Sama kalau saya bilang bahasa sekarang
kita orang Indonesia mau pakai
bahasa-bahasa intelek s depan kita
lulusan SD. Enggak ngerti kita ngomong
dia ini bicara apa ini? Ya. Ya. Ah, ini
khawatirnya karena kesombongan keangkuan
ini sangat dibenci oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam karena dia ngomong
dengan merasa merasa tinggi.
Disebutkan dalam sebagian ada seorang
ahli bahasa dia terjatuh kemudian
orang-orang pada kumpul pada dia. Ya.
Kalau dia pakai bahasa susah, bahasa
Arab ada bahasa susah. Orang bingung dia
ngomong apa ini? Jangan-jangan dia lagi
kemasukan jin. Jadi dia ngomong pakai
bahasa Arab yang susah. Apa
maakum takum alya apa
uan apa bahasa saya lupa dulu saya
pernah belajar bahasa Arab saya sudah
lupa juga ibaratnya tapi bahasa itu
susah jarang orang awam tahu ketika dia
orang datang ke ini ngapain orang orang
bilang jangan-jangan jin kemasukan jin
enggak tahu ngomong apa ini. Padahal dia
pakai bahasa Arab yang sangat fusah,
tapi jarang kalimatnya dikenal oleh
orang awam. Kita bicara haditunasabima
y'arifun, ngomong sesuai dengan
kemampuan masyarakat.
Ee kemudian
ee Al Imam Nawawi rahimahullahu taala
berkata rawat Tirmidzi
an Abdillah ibn Mubarak fi tafsir Husnil
khulq. Ini tadi saya sering sebutkan.
At-Tirmidzi meriwayatkan dari Imam
Abdullah bin Mubarak. Abdullah binb
Mubarak ini seorang imam di ahl
ahlusunah berakidah ahlusunah dan dia
adalah ulama yang mengumpulkan banyak
kelebihan yang jarang terkumpulkan pada
seorang ya dia ahli ibadah dia mujahid
ya kemudian dia juga dermawan ya luar
biasa ya ya terkumpul pada dia ilmu ya
ada orang mungkin ahli ibadah ilmunya
kurang ada orang ahli jihad ilmunya
kurang tapi dia semua Quran, hadis
ahli jihad
dermawan, ahli ibadah lengkap Abdullah
ibn Mubarak dan jarang orang seperti
beliau. Ketika dia menafsirkan husnul
khuluk, dia berkata, dia simpulkan tadi
hua thaqatul wajhi. Husnul khuluk itu
adalah senyum, murah senyum. Wadlul
maruf, suka membantu orang lain. Wafula,
tidak ganggu orang lain. Siapa terkumpul
pada dirinya tiga perkara ini maka
dikatakan dia berakhlak mulia.
Tanda-tanda pertama orang akhlak yang
mulia. Murah senyum. Kalau murah senyum
menunjukkan tidak sombong. Sebagian
orang hanya senyum kepada orang kaya
sama orang miskin enggak ada senyum.
Engak apaleh. Orang miskin kelihatan
bajunya ee enggak enggak rapi, kelihatan
orang miskinlah, kotor apa, tidak senyum
sama pembantunya, tidak senyum sama
sopirnya enggak senyum sama pegawainya
enggak senyum. Dia mau senyum sama orang
semisalnya. Demikian wabillahi taufik
hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.