Kind: captions Language: id wabihi nastain umur win wasatu wasalamu ala asrofil iya wal mursalin sayyidina wa maulana muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajmain amma ba'du hadratul kiram almuktaramin yang kami hormati ustaz kiai haul faid alfaizin dan yang kami muliakan Para jamiyah Masjid Al-Huda yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Alhamdulillah. Pertama-tama marilah kita selalu senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala atas karunia-Nya kita semua masih diberi kesehatan, diberi kenikmatan, diberi kesempatan sehingga kita bisa melaksanakan jemah salat zuhur sekaligus mengikuti kajian ASN mengaji. Mudah-mudahan amal ibadah panjenengan sedoyo dicatat kalian oleh Allah dan dijadikan Allah sebagai amalan ingkang saleh maslakah fid wadunya wal akhirah. Yang kedua kalinya selawat dan salam tetap kita sanjungkan kepada Nabi Agung Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang telah memberikan bimbingan kepada kita semua yaitu berupa addinil Islam. Para jamiyah Masjid Al-Huda yang dirahmati oleh Allah. untuk kajian ASN pada siang hari ini, fikih munakahat dengan tema mahram yang mana akan disampaikan oleh Ustaz K. H. Abdul Faid Alfaizin. Kepada beliaunya kami persilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala sayyidil mursalin sayyidina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi wabarik wasallim ajmain. Qolu subhanaka la ilma lana illa maamtana innaka antal alimul hakim. Allahumma alaina futuhal arifin waja'al a'malana kholisatan liwajhikal karim. birahmatika ya arhamarahimin. Rabbisrohli sodri waassirli amri wahlul uqdatan min lisani yafqahohu qoli. Amma ba'du. Para jemaah ASN Mengaji Masjid Al-Huda. Alhamdulillah kita oleh Allah masih diberikan nikmat sehat walafiat sehingga kita bisa berkumpul di majelis yang insyaallah penuh barokah ini. Semoga setiap langkah kita menuju majelis ini menjadi penggugur dosa-dosa kita. menjadi peningkat derajat kita. Dan semoga Allah Subhanahu wa taala selalu memudahkan setiap langkah kita menuju surganya Allah Subhanahu wa taala. Amin ya rabbal alamin. Para jemaah, kita hari ini akan membahas tema yang sangat penting terkait tentang masalah mahram. Ini banyak yang salah kaprah di antara kita. Nanti insyaallah akan kita bahas satu persatu. Nah, yang benar mahram atau muhrim? Bukan muhrim atau bukan mahram? [tertawa] Yang sering kita dengar itu bukan bukan muhrim. Itu yang salah kapra. Muhrim itu artinya orang yang ihram. Jenengan kalau umrah, kalau bapak-bapak ke umrah pakai pakaian yang dua lapis itu, pakai pakaian putih yang dua itu, itu namanya muhrim. karena sedang berihram. Jadi muhrim itu artinya adalah orang yang sedang melaksanakan ihram. Tapi kalau orang yang bukan saudara itu namanya apa? Mahram. Jadi yang benar mulai sekarang bukan mahram. Jangan ngomong bukan urib. Satu paham nggih? Di sini pakai apa? Muhrim. Mahram muhim. Ya, benar. Ada ada benarnya, Pak. Tenang, saya bela. Jadi kalau jenengan ngomong bukan muhrim, ada benarnya. Kenapa kok ada benarnya? Karena kan jenengan di Indonesia kan gak sedang ihram. Makanya kalau dikatakan bukan muhrim ono benere gak? Benar. Artinya orang yang belum ihram. Tapi kalau yang dimaksud orang yang haram dinikah itu keliru. Satu. Nomor dua, istri itu mahram atau bukan? Istri mahram atau bukan? Istri mahram. Mahram. Weh, saya tanya mahram itu artinya apa? Perempuan yang haramik dinikah. Pertanyaan saya, istri jenengan haram atau gak? Buktinya enggak haram? Ya, sekarang jadi istri jenengan kan. Berarti istri itu mahram atau bukan? Bukan mahram. Paham? Nggih. Saya ulang lagi. Istri bukan bukan mahram. Nanti di mazhab Syafi'i menyentuh perempuan yang bukan mahram membatalkan wudu. Karena itu kalau dalam mazhab Syafi'i nyentuh istri itu membatalkan wudu. Makanya ibu-ibu kalau dalam mazhab Syafi'i gak usah terlalu shah kat masjid sungkemise loh itu batal kalau Syafi'i. Kenapa? Karena istri bukan bukan mahram. Bersentuhan perempuan yang bukan mahram. Kalau mazhab Syafi'i wudunya batal. Paham nggih? Ada dua yang perlu saya luruskan. Satu, mahram bukan muhrim. Nomor dua, istri itu jangan sekali-kali ngomong mahram karena istri kita bukan mahram. Buktinya bukan mahram sekarang jadi istri kita. Paham nggih? Mahram itu berasal dari kata haram. Kenapa kok berasal dari kata haram? Karena mahram itu adalah orang yang haram dinikah. Jadi perempuan yang haram dinikah itu namanya mahram. Nah, perempuan mahram dinikah itu ada banyak nanti. Ada yang haram selamanya, ada yang haram karena ee dikumpul, ada yang haram karena kerabat atau karena rada atau lain sebagainya. Nanti akan kita bahas satu persatu pun satu, apa saja hal-hal yang terkait dengan mahram? Satu, haram nikah. Menikahi mahram itu haram, tapi kalau selain mahram itu boleh. Nanti ada beberapa yang ingin saya sampaikan nanti banyak hal. Yang kedua, salaman. Salaman dengan mahram boleh. Tapi kalau selain mahram gak boleh. Jenengan salaman sama ibu, sama istri, sama istri boleh. Karena istri itu wanita halal. Paham nggih? Orang lain tapi sudah halal. Salaman sama anak asalkan bukan anak tetangga. [tertawa] Salaman sama anak kandung boleh karena mahram. Tapi kalau jenengan salaman bukan dengan mahram gak boleh. Paham nggih? Khalwat berduaan. Jenengan naik mobil berduaan bareng sama istri boleh. Satu kamar bareng sama anak boleh karena mahram. Sama istri karena halal sama anak karena mahram sama ibu boleh. Tapi kalau berduaan sama teman kantor gak boleh karena bukan mahram. Kecuali teman kantornya adalah anaknya sendiri. Paham? Ng boleh. Tapi kalau teman kantornya bukan anaknya sendiri kok tek kantor paham nggih berdua gak boleh pun ini mah jadi kholwat berduaan makanya ngapunten ngapunten kalau ibu-ibu naik grab mobil itu kalau naik Grab mobil usahakan yang kacanya terbuka kacanya terbuka itu artinya kan ada kaca itu yang gelap Pak nggih Bu nggih ada yang gelap ya kaca yang ee transparan lah. Satu. Nomor dua, kalau saya kalau istri saya itu kalau enggak pepaksa, saya seingat saya enggak pernah istri saya kalau naik Gojek atau Grab itu pasti mobil bukan sepeda motor. Saya pernah di mana itu saya lupa itu mau gak mau harus naik Grab. Akhirnya saya pesan dua. Saya pesan dua. Saya bilang sama orangnya, "Pak, sampeyan gonceng koncone sampean. Aku tak gonceng bojoku dewe. [tertawa] Aku gak gelem bojoku digonceng sampean." Loh, karena kan bukan mahram. Saya kalau terpaksa itu gitu. Saya kalau terpaksa gojek sepeda motor kan enggak ada enggak jalurnya kan mobil gak bisa masuk. Nah, bisanya pakai motor. Ya sudah, saya akhirnya nyewa dua. Saya bilang sama ininya suruh goncengan sama teman istri saya tak gonceng sendiri. Karena bukan mahram paham nggih. Pun. Nah, nomor dua, batasan aurat. Kalau mahram auratnya enggak terlalu ketat. Jenengan ketemu anak kaosku tangan tok gak apa-apa. Tapi kalau anak tetangga gak boleh. Boleh. Gak boleh, Pak. Jangankan itu, gak pakai kerudung gak boleh. Paham nggih? Nomor dua, teman safar. Jadi kalau kita bepergian jauh itu kalau berduaan dengan mahram boleh. Nah, nomor dua pembatal ee selanjutnya pembatal wudu. Ini hal-hal yang terkait tentang masalah yang berkaitan dengan mahram pun satu. Kita bahas satu persatu. Haram nikah. Nah, haram nikah itu ada haram selamanya, ada haram yang berbatas waktu. Haram selamanya itu seperti nasab, rada, menyusui, pernikahan. Nanti ada beberapa yang selama-lamanya. Artinya selama-lamanya gak bisa kumpul sama sekali. Tapi ada yang haram berbatas waktu. Contoh menikahi saudari boleh apa gak? Ndak boleh kalau jadi satu. Tapi kalau digelir boleh. Awal nikah sama kakaknya, kakaknya meninggal nikah sama adiknya. Boleh kan? Boleh. Atau awal nikah sama kakaknya, setelah itu cerai nikah sama adiknya. Tapi kalau gabung langsung itu gak boleh. Itu namanya haram, berbatas waktu. Artinya haram kalau dikumpulkan, kalau dipisah boleh. Paham nggih? Pun ada yang haram selama-lamanya. Anak itu selama-lamanya haram. Makanya ini yang sering saya ngomong sama bapak-bapak. Jenengan mek buka cabang minimal gawe wasiat. Tahu buka cabang? Jenengan sing rentan iki bapak-bapak. Soalnya [tertawa] loh yang dikhawatirkan begini. Yang dikhawatirkan jenengan ASN kan sering keluar kota kan nang Malang buka cabang, engkok nang Probolinggo buka cabang, nang Banyuwangi buka cabang, maring ngono nang Jakarta buka cabang. Ndak ono sing weruh. Ah yang dikuhawatirkan begini, yang di rumah yang resmi kan punya anak. Nah, yang cabang-cabang 1 2 3 ini kan gak ada yang tahu. Sama-sama punya anak loh. Kok ketemune? Ketemu tek kampus. Ketemu tek kampus seneng nikah. Sampeyan wis mati ndak ono sing weruh. Paham nggih? Wis duwe anak 10 kawit eruh adikku dewe. Loh kan seakan. Kenapa kok seakan? Karena ini haram nikah selama-lamanya. Kalau sudah ketemu wajib bisa gak bisa kumpul lagi. Loh kan seakan Pak kan katanya yang menyakitkan itu adalah berpisah saat senang-senangnya. Bayangkan jenengan suami istri wis duwe anak 10 wis nikah sekian puluh tahun baru ketemu kalau dia punya punya cabang dan ini adalah adiknya sendiri. Maka gak mau gak mau harus pisah selama-lamanya gak bisa kumpul lagi ini lah kan kasihan seperti ini. Makanya ayo yang sudah terlanjur buka cabang buat surat pernyataan atau video klarifikasi. Jenengan-jenengan harus klarifikasi nak hati-hati tek Malang iki ono dulurmu iki. Tek Proinggo ono dulurmu iki. Tek Banyuwangi. Ono dulurmu iki. Itu minimal anak asli harus tahu khawatir kejadian kayak tadi. Paham nggih? pun saya enggak perpanjang itu Pak koy aurane lihat saya beda soalnya [tertawa] pun lanjut haram bersalaman Siti Aisyah mengatakan wallahi ma ak rasulullah alisaq illa bima amarah wat kau rasulillah kafamatin q kata Siti Aisyah demi Allah tidak pernah tangannya Rasulullah menyentuh tangannya nya perempuan yang bukan mahramnya. Kalaupun beliau baiat, beliau baiat lewat lesan. Ada yang satu riwayat Rasulullah itu pernah tapi pakai penghalang. Tapi tidak pernah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam salaman sama orang lain. Perempuan selain mahram, selain istri tidak pernah langsung bertemu kulit. Inilah haramnya bersalaman selain dengan mahram. Paham nggih? Salaman sak koncoan boleh. Teman kantor salaman. Kadang-kadang boleh hukum aslinya ndak boleh gitu aja, Pak. Mbok menowo sampeyan yo salaman wis ngaku salah gitu loh. Nggih. [tertawa] Paham nggih. Loh saya termasuk saya pribadi ya. Monggo kalau ada yang lain monggo. Saya termasuk orang yang pegang ini. Jadi saya meskipun sama santri kalau bukan mahram kalau anaknya dewasa saya enggak mau salaman. kecuali ya santri yang masih kelas TK gitu, kelas SD yang masih tidak layak untuk disenengilah. Itu saya mau salaman. Saya kan di rumah itu ada sekolah SMP, SMA itu saya kalau ada anak-anak siswi-siswi yang mau salaman, saya selalu begini, Pak. Kenapa? Karena saya berpikir saya termasuk orangnya masih normal, Pak. Se ono nyetrumi. Paham ngih? Makanya saya harus cari diri. Makanya saya meskipun ke siswi kalau sudah balek saya kalau diajak salawan pasti begini. Istri saya juga sama. Istri saya ngajar juga di SMP. Di SMP itu juga sama. Kalau muridnya yang laki-laki mau salaman pasti begini. Karena sudah rata-rata sudah dewasa semua. Pun di atas riwayat dia katakan lautana fiulin bimikyat min hadidinirun lahu min ayyamroatan laillu lahu. Kata Rasulullah, lebih baik ditusuk kepala dengan besi dibandingkan seseorang. kemudian menyentuh orang lain perempuan yang tidak halal baginya. Ini dalil haramnya bersalaman kecuali kepada mahram pun lanjut. Haram berkhalwat. Khalwat itu artinya apa? Khalwat itu berduaan ndak dilihat orang. Ya, kalau jenengan di masjid sini, di situ ada ibu-ibu, di sini ada laki-laki. Ini enggak kholwat. Kenapa? Karena terbuka. Paham nggih? karena terbuka. Tapi kalau jenengan di kantor tertutup kemudian kacanya gelap loh kok berduaan sama teman kantor itu kholwat. Paham ngih? Kecuali kacanya nih. Makanya saya tadi ee ngomong kalaupun istri jenengan terpaksa naik Grab, naik Gokar, usahakan yang kacanya terlihat yang sekiranya andaikan ada apa-apa dari luar itu kelihatan. Apa fungsinya Rasulullah memerintahkan tidak khalwat? Karena kalau laki-laki perempuan kumpul dua, yang ketiga itu setan. Jenenge api ketemu bensin yo pasti nyetrung nyekabong. Paham nggih? ee jenenge kucing ketemu iwak yo pasti yo ngo [tertawa] makanya saya termasuk yang paling anti di sekolah ada belajar kelompok di rumah salah satu siswa saya paling ganti saya kalau di sekolah saya ada seperti itu saya marahi kecuali didampingi orang tua loh bayangkan, Pak ngapunten nggih jenengan belajar kelomplok tig empat orang kumpul laki perempuan ketepatan Jenengan keluar kota rumahnya sendirian sepi. Wong papat lanang wedok. Alasan kerja kelompok kumpul di kamar. Siapa yang bisa memastikan ini kerja kelompok atau kelompok kerja? Paham nggih? Loh, makanya ini yang penting kita pahami. Makanya saya paling enggak setuju dengan yang namanya kerja kelompok itu. Enggak enggak setuju saya ya. Kenapa sih enggak di sekolah saja? Kenapa? Kalaupun mau kerja kelompok ya ada orang tua atau apa? Saya paling enggak setuju karena banyak kasus, Pak. Banyak kasus. Ibu-ibu juga sama. Kalau dengan punya anak, hati-hati anak jenengan kalau ada kerja kelompok saya lebih baik nentang kebijakannya dibandingkan anak saya yang dikorbankan. Kemudian dia rusak gara-gara seperti itu aja kelompok ini. Paham nggih? Pun. Di hadis dikatakan Rasulullah Imam Ahmad manana yminu billahi wal yaumil akhir fala yaklu bimroatin laisa maaha mahrom. Orang yang punya iman kepada Allah dan hari akhir jangan pernah berkholwat berduaan dengan perempuan yang tidak mahram. Fainnaahuma asyaitan. Karena pasti yang ketiga adalah setan. Jenengan janjian dengan rekan kerja di kafe mari ngono mari tek kafe janjiane tek hotel loh iki pasti sing ketelu ya setan paham ini yang kemudian harusil nahitulwa ijtimaun maahatan bikilafiatan yang dimaksud khwah itu adalah kondisi kumpulnya laki-laki perempuan yang mengundang fitnah tidak tampak berduaan berbeda kalau tidak ada ya seperti di sini kelihatan semuanya itu kan aman paham nggih pun lanjut nah ini kholwat yang diperbolehkan waminal mubah aidon alwah bimam firadi rajulin bimroatin fi wujuhinas tidak termasuk khalwat adalah ada laki-laki perempuan kumpul jadi satu tapi bisa disaksikan banyak orang ya kayak di tadi Saya contohkan masjid jenengan di sini ada yang salat duha di pojok, ada perempuan yang salat duha di pojok kan berduaan tapi kan terbuka semuanya bisa lihat itu tidak khalwat. Jenengan naik Grab, Grab-nya terbuka artinya transparan kacanya semua orang bisa melihat itu bukan khalwat dan jalurnya dalam kota beda dengan di hutan gitu nggih. Itu enggak boleh. Paham nggih? Pun ini yang termasuk terkategori kholwat yang diperbolehkan. Lanjut. Aurat di depan mahram. Aurat di depan mahram itu kalau Syafi'i gak ketat. Syafi'i aurat di depan mahram itu antara pusar sampai lutut. Jadi perempuan itu kalau di depan mahram itu seperti itu. Asalkan tidak menimbulkan fitnah. Jadi seorang yang mahram gak kudungan, kausan tok, dasteran. Kalau ke mahram boleh, tapi kalau bukan mahram gak boleh. Paham nggih? Pun. Ini terkait tentang masalah mahram. Nah, ini tadi saya katakan keturunan mahram ee aurat di depan mahram. Kalau Syafi'i antara pusat dan lutut meskipun ada beberapa perbedaan pendapat, saya gak akan bahas ini karena ini nanti akan ada pembahasan lain ketika membahas tentang masalah aurat pun saya fokusnya ke mahram. Nah, safar tanpa mahram Rasulullah sallallahu alaihi wasallam melarang perempuan melakukan perjalanan jauh sendiri kecuali dengan dengan mahram atau dengan perempuan lain. Pun ayat mahram itu di antaranya ada pada surah An-Nisa ayat 22. Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Wala tankihu ma nakaha abaukum minanisai illa ma qod salaf." Kemudian bisa dibaca di surah An-Nisa 23. Tidak perlu saya baca. Ini dalilnya gak perlu saya baca. Kesimpulannya saja saya baca. Jadi mahram itu ada tiga. Ada yang karena kekerabatan, ada yang karena persusuan. Ada yang karena pernikahan. Ini yang akan kita bahas satu persatu. Yang karena kerabat itu ada tujuh. Satu, ibu ke atas. Ibu, Mbah, Buyut, Cangga. Siapa lagi? Dukune cangga. Udek-udek manten udek-udek sewur. Gantung sewur gantung sewur. Mantun niku tahu [tertawa] sampai dukur. Umpama jenengan ketemu ibunda Hawa boleh salaman gak? Boleh. Boleh. Karena ibunda Hawa itu ibu kita lurus terus. Paham nggih? Ini yang pertama. Yang kedua bintun putri ke bawah anak, cucu, cicit, terus cangga, terus ya sampai nisor itu mahram semua. Pokok sampai ke bawah itu mahram semua. Kemudian saudari, baik saudari kandung. Saudari kandung itu maksudnya bapak ibu podo. Ada saudari sebu ibu podo bapak bedo. Ada saudari seayah ibu bedo bapak siji. Semuanya saudari ini mahram. Kemudian alkhalah bibik dari ibu. Berarti saudarinya ibu itu mahram. Kemudian ammah. Kalau bahasa Arab bibik itu ada dua. Ada bibik ibu namanya khalah. Bibik dari ayah itu namanya amma. Berarti bibik dari ayah itu saudarinya ayah. Kemudian bintul akhi putri saudara ponaan sampai meningsor mahram. Kemudian bintul ukhti ponaan dari saudari perempuan, ada ponaan dari saudari laki pun. Nah, ini yang penting yang ingin saya sampaikan. Maka yang ingin saya sampaikan bukan termasuk mahram adalah satu anak zina. Sik niki penting. Saya dulu pernah jelaskan ngih sekilas nggih. Anak hasil perzinaan itu tidak ada nasab ke ayah, nasabnya ke ibu. Ini naudubillah. Wis pokok hati-hati mandar mugo anak putu kulo selamat dari ini. Ada A zina dengan B. Nah, A zina dengan B hamil. A ini laki-laki. B ini perempuan hamil kan? Hamil artinya ketika ini berhubungan intim belum dinikah. Ketika belum dinikah ini hamil. Hamil punya anak C. Maka C ini statusnya adalah anaknya B, bukan anaknya A. Nasabnya tidak ke Bapak meskipun ayah biologis, nasabnya hanya ke ibu. Paham nggih? Nah, Ustaz boleh gak setelah kejadian, setelah jebol dinikahkan? Nikahkannya boleh. Jangankan dengan A, B ini dinikahkan dengan orang lain, D. Itu boleh meskipun hamil besar. Jadi, orang yang hamil karena zina itu tidak punya iddah. Karena enggak punya iddah, dinikahkan dengan orang yang menzinai boleh, jangankan dengan yang menzinai, dinikahkan dengan orang lain boleh meskipun hamil. Paham nggih? Pun. Cuma karena ini kejadiannya sebelum nikah, maka nasabnya C ini cuma ke B. Jadi kalau dia nikah dengan A, statusnya A itu adalah ayah tiri, suaminya ibu. Sebagaimana B nikah dengan D, D itu statusnya kan bukan ayah nasab, tapi ayah tiri, suaminya ibu. Maka A yang menzinai pun kalau nikah dengan B itu statusnya adalah ayah tiri suaminya ibu. Paham nggih? Pun. Maka begini konsepnya. Kalau umpama ini kan hamil, zina dengan ini hamil, nikah dengan D, maka C ini salaman dengan A boleh gak? Boleh. Haram. Kenapa? Karena bukan mahram. Tapi kalau A nikah dengan B nanti hukumnya mahram. Tapi mahramnya bukan mahram bapak. Mahramnya adalah statusnya ayah tiri. Paham nggih? Yang pertama. Yang kedua, kaitannya dengan mahram. Satu mahram. Nomor dua kaitannya dengan waris. Karena C ini nasabnya hanya ke B, maka kalau A mati dia tidak berhak dapat warisan dari A. Paham nggih? meskipun ana biologis l umpama ustaz wis kadu kejadian y opo-yopo kan anakku dewe dulu pernah saya jelaskan waktu bab waris ya jangan nunggu mati dikasihkan pakai jalur hiba karena enggak bisa dapat waris paham nggih pun nomor tiga dalam hal apa wali ini kalau perempuan maka nanti kalau dia nikah yang berhak menikahkan cuma satu hakim kua Selain KUA gak bisa. A meskipun ayah biologis gak bisa karena tidak nasabnya ke dia. Umpama A dan B nikah punya anak lagi laki-laki gak bisa. Kenapa? Karena wali itu adalah dari jalur laki-laki. Dia enggak punya bapak sudah. Maka satu-satunya walinya C adalah hakim KUA. Kalau kejadian bagaimana? Saya dulu sering ustaz y kadung ustaz iki y nopo? Mbotenonton sing weruh. Ya sudah saya kasih ngini. Ya sudah pokoknya harus hakim. Terus solusinya begini. Gini aja jenengan kan nikah itu kan akadnya kan gak harus di depan orang diak kan bisa. Ya sudah kalau jenengan pengin ini aib sudah kita tutup ya sudah nanti jenengan nikah di KUA. Sampaikan di KUA dengan terus terang Pak ini seperti ini Pak. Jadi yang bisa jadi hakim, yang bisa jadi wali cuma jenengan. Tolong jenengan nikahkan anak saya dengan laki-laki ini. Nanti ketika resepsi ketika ditanya akadnya sudah sudah di mana? Di KUA kan enggak ada yang tanya siapa yang mengakad. Paham nggih? Ini solusi kalau memang jenengan pengin nutup ini. Ini yang yang kait dengan wali pun. Ini yang pertama putri zina bukan mahram. Yang kedua sepupu. Sepupu itu bukan mahram. Meskipun kita ngomongi adik, tapi adik sepupu. Karena adik sepupu bukan mahram, kita nikah dengan adik sepupu. Boleh gak? Boleh. Paham nggih? Nomor dua, salaman dengan adik sepupu gak boleh. Gonceng adik sepupuak boleh. Gak boleh. Berduaan dengan adik sepupu gak boleh. Gak boleh. Karena bukan mahram. Sepupu itu halal. Ini yang sering terjadi pun. Lanjut. Istri paman itu bukan mahram. Kita kan kalau ke istri paman ngomongnya apa? Bibik. Bibik itu ono bibik asli. Ono bebek gawan. Bebek asli itu dulure bapak, dulure ibu. Itu kan bebek asli itu mahram. Ada bebek gawan. Karena saya punya paman, paman saya nikah. Maka kan saya panggil ke istrinya kaman apa? Bebek. Tapi kan bukan bebek asli. Maka saya dengan istrinya paman bukan mahram. Gak boleh salaman. Saya dulu ke istrinya paman saya gak pernah salaman. Saya istrinya paman-paman saya udah udah ngerti ya. Jadi kalau sama saya ngomongnya bebek ya karena istrinya paman saya panggil bebek tapi kalau ketemu saya pasti gak salaman. Paham nggih? Termasuk bebek gawan apa? Bebeknya istri. Saya punya istri. Ibu kan punya suami. Suami jenengan punya paman. Jangan manggilnya nopo? Paman kan kalau perempuan. Kalau saya istri saya punya bibik, adiknya ibu mertua. Saya manggilnya apa? Bibik. Kan? Pertanyaannya boleh gak saya salaman? Gak boleh. Jadi saya salaman dengan bibiknya istri itu gak boleh. Ibu-ibu juga salaman sama pamannya suami juga gak boleh karena bukan mahram. Dan ini harus dari awal. Saya dulu awal nikah, awal nikah itu saya tanya ke istri saya, "Bibik yang saya tahu kan cuma satu mertua, yang lainnya berarti bukan mahram. Saya gitu aja." Jadi ketika kemudian ketemu setelah akad nikah, nggih kan ketemu keluarga itu yang namanya saudarinya mertua itu datang semua perempuan-perempuan. Saya dari awal wis niat pokok aku gak kti salaman gitu. [tertawa] Jadi pokok gak salaman. Jadi ketika ketemu bebeknya istri saya langsung begini. Awalnya canggung Pak mantuara gak gelem salaman. [tertawa] Awalnya canggung tapi saya saya niati akhirnya setelah itu saya jelaskan. Istri saya juga ngerti kan dijelaskan. Alhamdulillah sampai sekarang semua bibitnya istri kalau ketemu saya begini sudah enggak salaman. Sekarang saya dari awal memang enggak mau salaman paham ya. Jadi hati-hati istrinya paman bibik itu yang haram. Yang mahram adalah bibik asli. Bibik gawan bukan mahram. Bibik gawan itu berarti istrinya paman, suaminya bibik atau bibiknya istri, pamannya suami. Itu bukan mahram. Pun dua. Nomor empat, saudari ipar. Ini hati-hati ipar itu maut sampai jadi sampai jadi film kan. Jadi adik ipar, kakak ipar itu wong lio. Paham nggih? Jadi bukan berarti karena jenengan nikah adiknya istri dianggap adik sendiri. Gak bisa. Tetap mahram orang lain. Salaman gak boleh, berduaan dengan dia gak boleh dan semuanya gak boleh. Paham nggih? Istri saya dulu waktu saya ajak ke Pasuruan kan adik saya banyak laki-laki. Meskipun di rumah kalau adik saya laki-laki itu ada di dalam rumah, istri saya keluar keluar kamar. Jangankan keluar rumah, keluar kamar langsung kudungan. Mau ke kamar mandi kudungan. Kenapa? Karena adik saya itu bukan mahramnya dia. Paham nggih? Hati-hati. Makanya memang bahaya ipar maut itu memang benar, Pak. Dari dulu itu ipar maut itu benar. Paham? Nggih. Hati-hati. Jadi bukan dari ini. Pun anak angkat itu bukan mahram kecuali disusoni. Nah, ini penting para jemah yang saya hormati. Jadi kalau jenengan ngangkat anak pengin jenengan mahram, maka syaratnya dua. Anak angkat itu, Pak. Paling enak itu begini, Pak. Anak angkat. Anak angkat itu bukan anak kita. Saya dulu pernah jelaskan anak angkat gak dapat waris. Saya fokus ke mahramnya. Kalau jenengan pengin anak angkat ini jadi mahram, syaratnya satu diadopsi kurang 2 tahun. Eh, kurang 2 tahun ngih. Kurang dua 2 tahun. Adopsi kurang 2 tahun. Paling enak kalau ngadopsi anak gini, Pak. Kalau pengin aman nggih jenengan nggih jenengan pengin ngadopsi anak. Jangan lihat adopsi anak laki-laki atau perempuan. Kalau perempuan berarti yang masalah dengan suami. Karena kan kalau perempuan dengan suami kan kalau enggak mahram kan hati-hati. Kalau jangan ngangkat anak laki-laki berarti nanti masalahnya anak angkat dengan istri. Paham nggih? Sing paling aman jenengan cari anak angkat saudara sendiri bisa ponakan anaknya saudara. Contoh, kalau anak angkatnya laki-laki berarti kan masalahnya sama istri. Ya sudah, jenengan cari anak angkat, cari anak laki-lakinya saudari istri. Paham nggih? Maka kalau jenengan ngangkat anak ini aman. Meskipun diangkat anak usia 3 tahun gak masalah. Karena dia secara fikih sudah mahram. Statusnya adalah ponakan. Kalau jenengan ngangkat anak perempuan, jenengan ngangkat anak perempuan kalau pengin mahram dari awal berarti kan masalahnya dengan suami nanti. Maka cari anak angkat yang perempuan. Cari anak perempuan anaknya saudaranya suami. Bisa saudaranya kakak, bisa anaknya saudara kakak, bisa anaknya adik, terserah. Pokok dari suami. Ini aman. Diangkat anak umur 4 tahun, 5 tahun aman. Karena secara fikih sudah mahram sendiri. Karena statusnya kalau dia perempuan ngambil dari anak perempuannya saudara berar ponakan kan berarti mahram pun. Masalahnya kalau ambil orang luar ngadopsi di panti asuhan, ngadopsi dari orang luar yang bukan mahram maka perlu dihati-hati. Satu usahakan ngambilnya kurang 2 tahun. Nomor dua, pernah disusoni tiga kali susuan. Lima kali susonan. Lima kali susuanan begini, Pak. Nyusu sampai kenyang berhenti, nanti 1 jam nyusu lagi. Itu sudah dua. Paham nggih? Nyusu dapat dua, kenyang berhenti kan. Nanti jam .00 nyusu lagi sudah empat, sudah tiga. Jadi bukan harus 4 hari, yang penting lima kali nyusoni yang terpisah sampai dia kemudian nyusu. Nah, jenengan bisa nanti kalau umpama suaminya eh istrinya ngosi anak laki-laki dari orang luar ya jangan konsultasi ke dokter ya. Opo sekirane metu air asi meskipun gak banyak pokok metu sak sendok rong sendok pokok pernah metu dan cuma lima lima kali. maka akan menjadi anak suson. Kalau anak suson berarti nanti anak angkat jenengan dapat warisan karena bukan bukan anak kandung. Nanti kalau pengin dikasih ya lewat jalur hibah. Tapi enak kalau kumpul dengan jenengan salaman yao oleh kumpul te omah yo oleh jenengan kemudian ndak kerudungan pakai kaos kutang tok yo ndak poo karena sudah mahram. Paham nggih? Karena di hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengatakan yahrumu minar ma yahrumu minan nasab. Semua mahram dari nasab itu juga mahram dari dari rada pun. Ini penting. Nah, ini ngapunten ibu-ibu ini penting. Hati-hati kalau jenengan hamil. Biasanya ada orang hamil itu ketika melahirkan air susunya itu terlalu banyak Pak. anake ndak ngentekno sering nggih akhirnya dipompa dipompa setelah itu disimpan pertanyaannya boleh gak dijual boleh gak diberikan orang boleh gak diminum suaminya sendiri boleh boleh dijual boleh gak boleh boleh jual ASI itu boleh ya dia cuma hati-hati gini bisa dijual bisa diberikan. Cuma kalau jenengan menjual, jenengan ngasih ASI perlu hati-hati. Kenapa? Karena nanti punya dampak. Apa dampaknya? Yang minum ASI jenengan ini akan menjadi anak susun jenengan. Paham nggih? Makanya kalau mau jual ASI, ngasih ASI, jenengan list sopoan sing tuku. Sing tuku sopo dilis anake sopo sing ngombe iku sopo apa pentingnya kita ndak pernah tahu Pak ibu-ibu juga enggak pernah tahu setelah jenengan ngasih ASI ternyata diminum oleh seorang perempuan jenengan punya anak laki-laki ketemu tek kampus seneng dinikahno diteliti-teliti. Loh kok anak susonku? Sama dengan tadi wajib pisah gak bisa kumpul lagi kan seakan. Paham nggih? Kalau pisah waktu sayang-sayang kan seakan loh. Ini penting. Benar. Niki penting. Di zaman Rasulullah itu pernah terjadi sudah nikah ada perempuan datang Rasul dia anak susonku. Maka oleh Rasulullah dipisah kan seakan. Makanya kalau jangan mau jual ASI istri jenengan ngih yang punya ASI banyak itu biasanya dipompa. Kalau diberikan belikan kalau bisa diberikan jenengan catat sopoan sing ngombe asiku jenengan catat alamate i anake sopo jenenge sopo itu nanti kasih tahu ke anak jenengan nak iki lho sing ngombe asne ibu jenenge iki alamate iki. Hati-hati mek engko dadi koncomu ojo dipeliriki iki. Iki dulur susonmu ndak bisa kumpul. Paham nggih? H ini yang penting terkait tentang masalah suson. Jadi suson itu jenengan boleh menjual ASI, boleh membelikan ASI. Cuma yang perlu dihati-hati punya konsekuensi anak rodo pun ini kalau kita lihat ee gambaran mahram ya. Ini kalau kita lihat laki-laki, maka kalau laki-laki ini yang jadi mahram adalah yang warnanya kuning. Ini mahram. Nah, ini ibu mahram, saudari mahram. Ini istrinya paman bukan mahram. Ini saya katakan paham nggih. Anak bibik sepupu juga mahram. Paham nggih? Ipar juga bukan mahram. Ini yang kemudian perlu dipahami. Kemudian kalau jenengan lihat lagi ini hampir sama. Ini kalau dari jalur ee laki-laki hampir sama. Tadi sudah saya jelaskan tidak perlu saya ulang lagi. Tun lanjut. Nah, sekarang empat mahram karena pernikahan. empat mahram karena pernikahan itu satu ummuzza ibu mertua ke atas. Ibu mertua itu mahram meskipun sekarang bukan mertua lagi. Ibu mertua itu mahram hanya dengan akad. Jadi begini, Pak. Nah, ini sedikit tak jelaskan. Ini ada Fatimah. Fatimah ini punya anak Zainab. Fatimah nikah dengan Ali. Paham nggih? Setelah nikah, qobiltu nikaha wa tazwijaha bil mahlil mazkur. Sah. Setelah sah berarti kan Fatimah ini menjadi istri, ini menjadi anak. Ini kasus pertama. Nah, kalau kasus pertama maka Zainab ini mahramnya statusnya adalah bintzaujah. Bintuz zaujah. Kalau bintza zaujah, maka bint zaujah itu adalah anaknya istri. Bahasa kita apa, Pak? Putri tiri. Nggih. Kalau putri tiri ini bisa mahram kalau sudah berhubungan intim. Jadi umpama begini, Fatimah nikah sama Ali. Fatimah nikah sama Ali ketika nikah, qobiltu nikaha wa tazwija bil mahlir mazkur. Sah kan? Sah. Anake metu loh. Anake kok ayu. Paham nggih? Kawan ibue. Kawin ibue. Setelah nikah sama ibunya sah. Anake kawit metu. Anake ket metu didelok-delok kok ayuan anake. Akhirnya apa? Fatimah dicerai ganti nikah sama anaknya. Boleh apa gak? Boleh. Karena Fatimah sama Ali meskipun sudah akad tapi belum berhubungan intim. Paham? L. Contoh kedua. Fatimah nak sama Ali. Alihakur bojone cek gantengean kenek stroke langsung mati mari mati anake metu jare Ali wis kadung gawe terop kan eman wis ndak kena ibu kawin ambek anak boleh apa ndak boleh karena belum berhubungan intim paham nggih Hun tapi kalau pernah berhubungan intim Fatimah sama Ali nikah anake gak metu maring ngono berhubungan mantan apa malam manten anyar kan berhubungan intim men ketemu anak loh kok ayuan anake sudah ndak bisa ndak ada peluang paham nggih pun beda dengan begini sa tak balik saiki tak balik ini fatimah ini zainab Zainab nikah sama Ali. Ini kan anak kan gini kan, Ibu anak kan. Ali nikah sama Zainab. Sudah qobiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril markur. Sah kan ketok ibu kok lebih ayu, lebih jos malah kesensang ibue. Kalau statusnya nikah sama anak, maka ibu mertua dengan qobiltu nikaha sudah mahram. Gak ada peluang. Paham? Meskipun belum berhubungan intim. Jadi umpama Ali sama Zainab nikah belum berhubungan intim, Zainab wis mati ndak boleh wis eman terope nikah ibu gak bisa karena sudah akad. Ini bedanya kalau nikah dengan ibu dengan nikah dengan anak. Berarti na nikah dengan anak atau ibu? Wah ibu [tertawa] ya tergantung Pak Kay sampeyan ngicer anake yo aduh paham ngih. Tapi beda itu ya. Jadi nek nikah jadi memang beda. Jadi kalau nikah sama ibunya selagi belum berhubungan intim anak masih status belum mahram. Tapi kalau nikah dengan anak setelah sah akad nikahnya ibu mertua langsung mahram. Paham nggih? Pun. Lanjut. Zaujatul Ib. Ah, ini ada satu hal yang ingin saya sampaikan, Pak. Jadi, anak tiri itu mahram baik anak tiri gawan asli atau anak tiri setelahnya. Contoh begini ini penting. Ali nikah sama Fatimah, punya anak Zainab ng punya anak Zainab. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah pun Ali nikah sama Fatimah punya anak Zainab. Nah, Fatimah ini setelah nikah sama Ali, Ali mati atau Ali meninggal? Pokok Ali wis entek duduk bojone wis kan. Akhirnya Fatimah nikah lagi sama Umar. Maka Zainab ini mahram dengan Umar. Gak boleh nikah, boleh salaman. Kasus pertama. Kasus kedua begini. Ali nikah sama Fatimah gak punya anak. Karena gak punya anak, Ali sama Fatimah cerai. Paham nggih? Ali sama Fatimah cerai. Fatimah nikah lagi sama Umar. Nikah sama Umar punya anak Zainab. Maka Zainab ini kan kalau bahasa kita anaknya mantan istri. Anaknya mantan istri itu mahram dengan Ali. Artinya jenengan salaman dengan anaknya mantan istri itu boleh. Umpama ya ada orang nikah gak punya anak kemudian atau punya anak tapi nanti setelah pisah punya anak lagi. Maka anak kedua dari istri mantan istri itu dengan suami pertama itu mahram. Paham nggih? Jadi bisa dua kasusnya bisa seperti ini. Punya anak dulu baru nikah maka ini anak tiri atau anak mantan istri itu juga mahram. Paham nggih? Pun lanjut. Zaujatul ib. Zaujatul ab. Zaujatul ab itu adalah ibu tiri. Berarti istrinya ayah. Kemudian zaujatul ibni, menantu itu juga mahram. Nah, yang bukan mahram saudari tiri tadi sudah. Nenek tiri bukan mahram. Nenek tiri itu adalah ibunya orang tua tiri. Itu bukan mahram cucu tiri. Jenengan duwe mantu. Jenengan duwe mantune jenengan duwe anak. Berarti anak gawane mantu. Jenengan ngomonge opo? Cucu kan. Tapi cucu tiri. Anak gawani mantu itu bukan mahram. Salaman dengan jenengan gak boleh. Karena dia bukan cucu kita tapi cucu gawan pun. Bibnya istri tadi juga sama besan itu bukan mahram. J salaman dengan besa gak boleh karena bukan mahram. Mertua tiri. Ayah tiri mahram tapi mertua tiri bukan mahram tahu. Mertua tiri jenengan gini mertuwa tiri begini tahu mertuwa tiri nggih. Wis gini mertua tiri begini. Istri kita punya ayah ayahnya ini bukan ibunya. Ah, ayahnya ini nikah lagi. Nah, yang namanya istrinya ayah yang kedua itu kan istri kita ngomongnya apa? Ibu tiri. Kita sebagai menantu ngomongnya apa? Mertua tiri. Mertua tiri bukan mahram. Jadi salaman sama mertua tiri itu gak boleh. Tapi kalau orang tua tiri, ayah tiri, ibu tiri boleh. Itu mahram. Paham bedanya? Nggih. Un. Ini yang kemudian perlu dipahami bersama. Nah, terakhir dari saya. Haram ketika dikumpulkan perempuan dengan saudarinya. Tadi kalau dengan saudari jadi satu enggak boleh, tapi kalau digelir boleh. Perempuan dengan bibnya jenengan nikah ponakan ambek BBE dinikah kabeh gak boleh. Tapi kalau digelir nikah ambek BBE mari ngono nikah ambek ponakane itu boleh. Ini namanya mahram kalau dikumpulkan pun. Saya kira cukup. Kalau ada yang mau ditanyakan saya persilakan. Barangkali ada yang ditanyakan. Paham ngih? Mak saya senang ngajar di S ini. Senang cerdas-cerdas, Pak. [tertawa] Dijelaskan sekali itu langsung paham. Alhamdulillah. Ada mau tanya nggih? Monggo, monggo. Monggo. Asalamualaikum, Pak Ustaz. Yang maksud yang dimaksud dengan mahram digilir itu apa? Menunggu meninggal dulu atau masih hidup? Gak apa-apa. Oh, nggih. Mahram digelir itu begini, yang penting gak dikumpulkan. Jadi, contoh ini ada Fatimah. Fatimah ini punya adik Zainab. Nah, jenengan nikah sama Fatimah ini dinikah Ali. Ali nikah dengan Fatimah plus nikah dengan Zainab. Ini gak boleh. Karena dia menikahi saudari kandung satu waktu. Beda dengan begini. Ali nikah dengan Fatimah. Setelah nikah dengan Fatimah satu ada dua setelah nikah dengan Fatimah kok kumpul-kumpul ambil adik ipare se ayuan adik ipare. Akhirnya kasus pertama Ali cerai dengan Fatimah mentelak Fatimah sudah bukan istrinya kan. Maka Ali boleh menikahi Zainab. Paham? Atau kasus kedua Ali nikah sama Fatimah, Fatimah meninggal digantikan posisinya oleh adik ipar itu boleh. Dan ini pernah terjadi di zaman Rasulullah. Siapa? Utsman bin Affan. Utsman bin Affan itu pernah menikahi putrinya Rasulullah dua kali. Makanya gelarnya Utsman bin Affan itu dun nurain. Pemilik dua cahaya. Karena Utsman bin Affan itu pernah menikahi putrinya Rasulullah dua kali tapi digilir menikah dengan putrinya Rasulullah ketika perang Badar sakit wafat. Setelah wafat dinikahkan lagi dengan putrinya Rasulullah yang lain dan wafat. Bahkan Rasulullah mengatakan begini, "Andaikan saya masih punya putri dan belum menikah akan aku nikahkan lagi sama Utsman." Ini Utsman bin Affan salah satunya yang pernah mengalami ini adalah Utsman bin Affan. menikahi dua saudari putrinya Rasulullah tapi bergilir. Jadi bergilir itu ada dua. Bisa karena cerai dulu kemudian nikah atau karena meninggal. Paham nggih? H ada lagi nggih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. Terima kasih atas waktunya. Ee izin bertanya tadi ee terkait anak angkat yang diadopsi di usia di bawah 3 tahun itu sama bapaknya mahram ya. Kalau untuk sama kakak laki-lakinya bagaimana, Ustaz? Itu aja. Terima kasih. Diadopsi kurang 2 tahun nggih. Kurang dari 2 tahun. Disusoni tidak? Oh, nggih. [tertawa] Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nggih. Jadi kalau ada anak adopsi tidak pernah disusoni atau disusoni tapi jadi begini, Pak. Saudara Suson itu berlaku kalau kurang dua tahun lebih 2 tahun tidak menjadi mahram. Makanya dulu saya pernah ditanya, "Ustadz, saya pernah minum asinya istri saya, apakah saya jadi mahram?" Yo dak. Wong sampeyan wis wis buber kelima. Paham ngih? Jadi menyusu air asi itu bisa menjadikan mahram suson kalau di bawah 2 tahun dan 5 kali suson. Nah, kalau jenengan punya anak, anaknya yang diadopsi laki-laki, maka nanti pengaruhnya dengan jenengan yang perempuan. Ibu angkatnya berarti a yang diadopsi perempuan. Berarti nanti kalau ini belum dijadikan anak suson, kalau yang diadopsi ini bukan saudaranya suami dengan suami bukan mahram. Bukan mahram dengan saudaranya. Saudara dengan saudaranya ngih. Jadi umpama jenengan punya anak dengan anak jenengan juga bukan mahram. Tapi kalau dulu pernah disusoni, dulu pernah disusoni maka dengan suami jenengan mahram, dengan anak jenengan mahram. Paham nggih? Jadi ngapunten ngapunten Anda kan ada kasus ngangkat anak adopsi anak di bawah di atas 3 tahun tidak pernah disusoni umpama su istrinya meninggal ayah angkatnya nikah sama anak angkatnya itu boleh bukan mahram paham nggih karena bukan mahram makanya saya kadang-kadang kalau saya kemarin ada ada tetangga saya ngadopsi anak saya peseni. Saya peseni. Karena dia waktu ngadopsinya masih bayi. Saya peseni gini loh sampean biar nanti di ke depan hari gak ada masalah karena ketepatan anak yang diadopsi perempuan ini kan masalahnya nanti dengan suaminya saya bilang ayo jangan konsultasi ke dokter atau solusinya ustaz kan biasanya begini ada yang begini ustaz perempuan kalau gak pernah hamil itu kan gak bisa keluar ASI itu sebenarnya di kedokteran itu ada caranya untuk mengeluarkan nasi ada cara kedu jenengan cari jenengan kan ngadapsi Anak perempuan kan berarti kan nanti yang jadi masalah dengan suami. Kalau istri jenengan gak bisa nyusoni, carikan saudarinya suami yang bisa nyusoni. Istri jenengan gak bisa nyusoni. Kalau istri jenengan bisa menyusoni kan ini nanti jadi anak suson. Kalau nak bisa solusi kedua suami jenengan coba cari mungkin punya saudari kandung yang masih nyusoni susonkan ke saudari kandungnya maka nanti statusnya ini adalah ponaan suson mahram. Paham nggih? Nah kalau tidak ya bukan mahram. Kalau bukan mahram ya dihati-hati mulai sekarang. Artinya di hati-hati jenengan ya kalaupun mau salaman ya tetap tetap anggap salah lah. Yang penting kalau aurat gak boleh jenengan pakai dasteran di depannya anak adopsi anak angkat gak boleh gitu nggih. Itu yang harus dihati-hati. Wis kadung nggih. Wis kadung ya. Makanya saya kadang-kadang saya kadang-kadang kalau iya saya biasanya kalau ada anak yang ada orang ngadopsi anak itu saya langsung dari awal kalau tak lihat masih bayi itu langsung tak kasih tahu Pak Bu sampeyan hati-hati wis iki mek enak wis sampeyan yo opo konsolasi dokter sekirane iso metu asi ping lim wis mari ngono ndak metu maneh ndak poo yang penting kan cuma butuhnya cuma lima kali susonan wis itu tok dan itu kan gak harus 5 hari pokok lima kali susonan sampai dia bayinya itu selesai Minum ya sampai kenyang nggih. Lutotan bukan lima kalian Pak. Bukan Pak lima kali susonan ya. Lima kali susonan itu gak harus satu beda hari bisa sehari gitu nggih. P ada lagi nggih monggo. Waalaikumsalam. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi. Terima kasih, Pak Ustaz. Mohon maaf ini saya masih bingung ini untuk yang masalah antara suami dan istri. Ee tadi Pak Ustaz mengatakan bahwa istri itu bukan mahram gitu ya. Nah, kalau istri bukan mahram tetapi kok boleh digauli terus pakai baju ee pakai baju misalkan yang tidak menutup aurat. Nah, saya bingungnya di situ, Pak Ustaz. Kalau menurut saya kok istri itu mahram ya karena boleh ya boleh digauli, kemudian boleh pakai baju minim atau boleh digonceng kata Pak Ustaz tadi seperti itu. Bingung saya di situ Pak Ustaz. Terima kasih. Satu yang perlu dipahami mahram itu artinya adalah perempuan yang haram di nikah. Pertanyaannya, Ustaz, kalau yang gak haram dinikah apa boleh dilihat? Ya gak boleh. Nah, istri itu bukan mahram. Kalau bahasa benarnya istri itu wanita halal. Karena wanita halal, halal sekabehane paham nggih? Istri itu sebenarnya bahasa yang paling tepat adalah wanita halal, bukan wanita mahram. Karena wanita halal yo halal sak kabehane didelok yo halal, dicekel yo halal, dikapakno yo halal. J bahasa yang benar untuk istri itu adalah wanita halal. Mahram perempuan yang haram dinikah. Pokok jangan eling-eling mahram itu perempuan atau laki-laki. Kalau laki-laki nggih yang haram dinikah. Paham nggih? Nah, istri kita itu bukan yang haram dinikah. Wong buktinya bukan haram dinikah sekarang jadi istri. Maka istilah yang paling tepat untuk istri itu adalah wanita halal kita. Karena wanita halal yo halal sak kabehane gitu nggih. [tertawa] Ngoten nggih. Ada lagi? Cekap cekap nggih. Semoga menjadi ilmu yang manfaat barokah. Semoga kita dijadikan orang yang istikamah, diberikan umur panjang. bisa menikmati indahnya bulan Ramadan. Amin ya rabbal alamin. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahabbilamin. Allahumma shi wasallim ala sayidina Muhammad waa ali sayyidina Muhammad. Rabbanafirlana waliwalidina warhamhum kama rbauna. Allahummanfna bimaamtana waimna ma yanfauna wazidna ilma rabbana la tuzil qulubana ba'da iddaitana. Wahablana minadunka rahma innaka antal wahab. Rabbana hablana min azwajina wurriyatina qurun w'alna lil muttaqina imam. Rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinazabanar. Wasall sayidina Muhammadin wa ala alihi wasbihi wasallam. Subhana rabbika rabbil izzati amma yasifun wasalamun alal mursalin. Walhamdulillahiabbil alamin. Bibarakatil fatihah. Ini yang bisa saya sampaikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wa akran. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillah apa yang disampaikan tadi semoga bisa bermanfaat dan bisa menambah keimanan kita. Akhirul kalam ihdinatal mustaqim. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.