Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasukrulahu ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwolli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan pembahasan kita dari kitab Al-Kabair. Ee kita akan masuk dalam bab al-fakhr. tentang membanggakan ee nasab dan yang semisalnya. Tetapi sebelum masih ada satu hadis ya, babun qulu halakan bab tentang perkataan seorang orang-orang telah binasa itu ada orang berkata orang-orang telah binasa. Bagaimana hukumnya? an Abi Huraih radhiallahu anhu marfuan secara marfu Rasul sahu al wasallam bersabda qajuluqas jika ada yang berkata orang-orang semua sudah binasa fahua ahlaquhum maka dia yang paling binasa di antara mereka hadis riwayat Muslim hadis ini ee tentang seorang yang mungkin dia menghadapi kondisi zaman yang sudah di mana penghuninya sudah banyak kemaksiat sudah banyak kerusakan akhirnya dia berkata, "Halakan orang-orang sudah ee binasa ya. Maka ee Rasulullah melarang ucapan seperti ini ya. Karena bisa jadi orang ada yang mengatakan demikian. Halakanas ya orang-orang sudah binasa itu ucapan timbul karena ee ujub yang ada pada dirinya. Ketika orang semua dia mengatakan semua ada binasa seakan-akan dia sendiri yang selamat. Maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam berkata, "Fahua ahlakhum." Maka dia yang paling binasa di antara semuanya. Maka dia yang paling binasa di antara semuanya. Maka tidak boleh seorang ujub kemudian menganggap semua orang sudah binasa. Alkhair maujud. Kebaikan tetap ada. Tetap ada orang-orang yang baik. Di antara orang-orang yang mungkin terjerumus dalam kerusakan, kesesatan. Pasti ada sekelompok yang baik. Apalagi kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, senantiasa akan ada sekelompok dari umatku yang berada di atas kebenaran dan ditolong oleh Allah subhanahu wa taala. Dan dalam sebagian riwayat dibaca dengan mansub. Kalau yang tadi kita baca fahua ahlaqu kafnya dengan dammah fahua ahlaquhum yaitu isim tafdil. Kalau dia bilang semua orang binasa, maka dia yang paling binasa karena dia ujub. Eh, maka datang dalam sebang riwayat dibaca fahua ahlakahum dengan mansub dengan fathah fahua ahlakahum. Maka dia telah memvonis orang-orang binasa padahal tidak demikian. Padahal tidak demikian. Dan ini perkataan yang kurang baik karena menjadikan orang-orang putus asa. Seharusnya seorang tetap berusaha untuk memberi motivasi, tetap optimis, jangan sampai ee pesimis ya. menjadikan orang-orang kayaknya sudahlah semua sudah bunas, sudah rusak sehingga ketika dia rusak pun gak ada masalah. Orang semua sudah rusak, orang semua sudah rusak. Maka jangan ucapkan demikian. Jangan ucapkan demikian. Ya, ini ee satu bab yang kemarin sempat belum kita ee sampaikan. Tib. Babun alfakhar. Ya, ini yang kita bahas pada kesat kali ini bab tentang ee kesombongan ya. Kesombongan ya. yaitu al-fakhr, yaitu seorang merasa lebih tinggi daripada yang lainnya. Sehingga terkadang dia semena-mena ya ee dia ujub terhadap dirinya, dia merasa dirinya hebat sehingga dia merendahkan orang lain. Ya. Maka siapa yang seperti ini sesungguhnya dia telah meniru iblis. Karena Allah telah berfirman tentang iblis, waquullahi taala q ana khairun minhu. Iblis berkata, "Aku lebih baik daripada Adam." Ketika Allah menyeruh malaikat sujud kepada Adam, fasajadu. Para malaikat semuanya sujud illa iblis. Kecuali iblis. Ya. Kenapa? Ketika Allah tanya, "Kenapa kau tidak sujud kepada Adam?" Kata Iblis, "Ana khairun minhu khalaqtani minar waqtahu minin." Aku lebih baik daripada Adam. Kau ciptakan aku dari api, sedangkan kau ciptakan Adam dari tanah. Jadi, iblis merasa tinggi dan dia merasa karena saya dari api, saya lebih utama daripada Adam. Bagaimana engkau menyuruh aku sujud kepada Adam yang terbuat dari tanah? Tentunya ini adalah ee hujah iblis dan hujahnya telah dibantah oleh anak keturunan Adam. Banyak ulama yang membela nenek moyang mereka, Adam, membantah iblis. Ya, dari banyak sisi. Pertama, bahwasanya siapa yang bilang wahai iblis bahwasanya api lebih baik daripada tanah? Ya, api gerakannya ee apa namanya? Khiffah. Yaitu ringan ke sana ke mari dan membakar sana ke mari, merusak ke sana ke mari. Adapun tanah tenang ya. Kemudian di situlah manusia hidup di atas tanah, hewan-hewan di atas tanah, tumbuhan-tumbuh di atas apa? tanah, berbagai macam manfaat tanah. di bawah tanah juga berbagai macam ee kekayaan ya. Sehingga tidak benar bahwasanya api lebih baik daripada tanah ya. Yang kedua bahwasanya kalaupun benar secara unsur bahwasanya ee api lebih baik daripada tanah, maka belum tentu unsur yang baik. Kemudian cabangnya juga baik. Ya, cabangnya juga baik. Betapa banyak orang yang baik, ternyata keturunannya tidak baik. Ya. Dan dan sebaliknya, betapa banyak orang yang mungkin tidak baik ternyata keturunannya baik. Ya, meskipun unsurnya baik bisa jadi dia tidak baik. Ya. Yang berikutnya seandainya pun engkau lebih baik daripada Adam, baik secara unsur dan dari segala perilaku, dari segala sisi kau lebih baik daripada Adam, toh kau telah diperintahkan oleh Tuhan yang menciptakanmu untuk sujud kepada Adam. Ya. Maka harusnya kau tunduk kepada sang pencipta. Kemudian ada yang lebih baik secara unsur daripada api itu cahaya. Mana lebih indah cahaya atau api? Cahaya. Dan malaikat saja yang dari cahaya sujud kepada a Adam. Oleh karenanya kalau siapa yang merasa tinggi, merasa hebat, maka dia telah meniru ee iblis ya yang berkata, "Ana khairun minhu." Ini namanya fakhar. Bab. Kemudian al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala membawakan hadis-hadis di antaranya waan Iyad bin Himar radhiallahu anhu marfuan. Dari sahabat Iad bin Himar radhiallahu anhu secara marfu Rasul wasallam bersabda inallaha taala anw sungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku untuk memerintahkan kalian an tawad hendaknya kalian tawadu merendah jangan sombong jangan angkuh dengan kelebihan yang kalian milik jangan ujub jangan gurur terpedaya ya hatta kenapa kalau tawadu apa dampaknya kalau tawadu hatta la yafar ahadun ala ahad sehingga tidak ada seorang pun yang merasa merasa fakr, merasa tinggi di atas yang lainnya. W yab ahadun ala ahad. Dan tidak seorang melakukan bagu di atas yang lain. Ya, fakhar subah membedakan antara fakhr dan bagyu. Kalau fakhr itu ee sombong. Sombong meskipun itu benar adanya. Maksudnya secara nasab-nasab dia lebih tinggi daripada orang itu. Secara ilmu-ilmunya lebih tinggi daripada ee orang tersebut ya. e secara harta mungkin lebih banyak sehingga dia saya lebih banyak, saya lebih kaya, saya lebih pintar, saya lebih dan itu nyata benar tapi itu tidak boleh. Itu tidak boleh. Ada yang mengatakan bagu kalau tidak benar saya lebih pintar daripada dia padahal lebih bahlul misalnya saya lebih kaya daripada dia. Padahal enggak lebih kaya dia. Cuma dia enggak pamer-pamer. Saya lebih kaya ternyata kayak kayak utang ya. Ya, ini namanya bagiun. Ini ada yang membedakan antara fakhr dan bagiu. Fakhr itu nyata benar, tapi tetap tidak boleh seorang merasa sombong. Apalagi kalau tidak tidak benar. Bagu ya zalim ya. Ada yang mengatakan bagi itu zalim. Kalau seorang kalau orang tidak tawadu bawaannya menzalimi orang lain. Bawaannya menzalimi orangor lain. Kalau orang sudah tahu backingannya belakangnya tinggi, di belakang dia ada jenderal bintang tujuh, biasanya dia angkuh. Kemudian bawaannya ingin menzalimi orang lain karena mentang-mentang arogan. Apa? Arogan. Karena backingannya hebat sehingga dia arogan. Ya, kalau kita bahasan kita hendaknya kalian tawadu agar tidak merasa tinggi di atas yang lain dan agar tidak arogan dan menzalimi orang lain. Kuncinya apa? Tawadu. Ketika ada orang zalim semena-mena biasanya kenapa? Karena di belakang dia ada backingan sehingga dia arogan. Ya. Maka di antara ee ibadah yang agung adalah tawadu. Ya Allah mengatakan adillatan adillatin alal mukminin aizzatin al kafirin. Adillah yaitu rendah diri di hadapan kaum mukminin. Ya. Ya. Wagfid janahaka lil mukminin. Rendahkanlah sayapmu di bagi orang-orang beriman. Kalau tahu dia orang beriman, jangan sombong depan dia. Ya sudah beriman sudah sama beriman sama-sama ke masjid. Meskipun kita punya rumah mewah, meskipun kita punya mobil mewah, meskipun kita punya harta berlimpah ruah, saya mukmin, dia mukmin. Sudah enggak usah ya. Sama dengan kita merendah di hadapannya itu berbuat baik, tidak sombong di hadapan dia. Karena Allah Subhanahu wa itu namanya tawadu. Makanya ciri utama penghuni surga yang Allah sebutkan ketika menyebutkan ibadurrahman. Ibadurrahman di antaranya tawadu. Wa ibadurahmanilladina yamsyuna alal ard hauna. Allah ketika menyebutkan tentang ibadurman orang-orang spesial ya Allah sebutkan mereka itu orang yang masuk surga sifat pertama yang Allah sebutkan adalah tawadu wa ibadahmanilladina yamsyuna alal ardhi hauna yaitu ibadurrahman kalau berjalan segala bumi mereka berjalan dengan tawaduk Maka seorang berusaha tawadu karena Allah ya tidak sombong meskipun dia punya kehebatan, dia punya kemampuan tidak usah dia pamer-pamerkan. Kalau dia pamer-pamerkan membawa dia kepada merasa tinggi. Membawa dia merasa tinggi akhirnya dia arogan merendahkan yang yang lain. Ya, kalau orang suka pamer misalnya punya kemewahan nanti lihat ah cuma begitu aja. akhirnya terbawa dengan sendirinya. Ya, kita ingat dia muslim, saya muslim, dia mukmin, saya mukmin. Maka kita tawadu terhadapnya. Hadis berikutnya. Walahu an Abi Malik al-Asy'ari radhiallahu anhu qala qasulah sallallahu alaihi wasallam alaihi wasallam bersabda arbaun fi umati min amril jahiliyah yatrukunahunna. Ada empat perkara dari perkara jahiliah. Empat perangai dari perkara jahiliah yang tidak ditinggalkan oleh umatku. Ya, tidak ditinggalkan oleh umatku. Apa saja empat perkara tersebut sampai umatku tidak meninggalkannya? Padahal itu perkara jahiliah. Yang dimaksud umat di sini umatul ijabah. Umat kalau disebutkan umati atau umatku ada dua kemungkinan. Namanya umatul dakwah yaitu umat yang ada di zaman Nabi yang Nabi dakwahi mereka. Kaum muslimin, Yahudi, Nasra yang majusi semua yang di zaman Nabi namanya umatnya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maksudnya umatul dakwah. Tapi terkadang maksudnya ummatul ijabah. Maksudnya umat yang memenuhi seruan nabi itu yang masuk is Islam. Ya, yang dimaksud dengan umatti di sini adalah umat al-ijabah. Yaitu ada empat perkara perangai dari kaum jahiliah yang sampai di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam, umat Nabi sallallahu alaihi wasallam belum meninggalkannya. Ya, itu masih dilakukan. Yang pertama, alfakhru bil ahsab. Yaitu bangga dengan al-ahsab. Al-ahsab itu manzilah, kedudukan. Apakah karena nasabnya dia bangga, dia merasa tinggi, ataukah karena jabatannya dia merasa tinggi atau karena backingannya dia merasa tinggi. Ya, intinya dia merasa hebat ya, merasa tinggi ya dengan manzilahnya al-ahsab ini yang pertama. Watu fil ansab. Yang kedua yang juga tidak ditinggalkan suka mencela nasab. Suka mencela nasab ya. Yang ketiga, wal istisqa bin nujum. Yang ketiga adalah menyandarkan e hujan kepada bintang ini, bintang anu. Kemudian yang keempat, wiahatu alal mayit, yaitu meratapi mayat. Waqala. Nabi juga bersabda, anhatuam qbla mautiha. Dan wanita yang meratapi mayat jika dia belum bertobat sebelum meninggal tuqamu yaumalqiamah maka dia akan diberdirikan pada hari kiamat kelak. Wa alaiha sirbalun min qtiran. Maka dia memakai pakaian dari qiran. Ada yang qatiran maksudnya adalah cairan tembaga yang dipanaskan. Ada yang mengatakan ter atau aspal yang panas dijadikan pakaian oleh Allah subhanahu wa taala dan Allah mampu membuat pakaian dari aspal. minar. Ya, dalam ayat Allah mengatakan, "Adapun orang kafir, minar, Allah menjadikan bagi mereka baju dari api." Maha suci Allah yang bisa membuat di neraka jahanam baju dari apa? Api. Jadi, nempel di badan mereka terus bukan kain, tapi apa? api. Di sini ada yang dibuat baju, tapi dari aspal yang panas. Ada yang mengatakan dari cairan tembaga yang panas. Wadirun min jarab. dan juga dijadikan penyakit ee gatal-gatal atau apa namanya ee apa ee dibuat dari mantel yang terbuat mantel dari yang membuat gatal. Jarab itu penyakit ee kudis ya. Ya, penyakit kudis. Tib di sini empat perkara yang yang menjadi poin kita. Yang pertama adalah ee alfakhru bil ahsab. Ini yang dilarang. merasa sombong, merasa bangga dengan nenek moyang. Kakek saya dulu begini, mbah saya dulu begini, ya. Bapak saya dulu begini ya, mau yang saya dulu begini, mau yang kami begini. Bangga-banggaan ya. Saya keturunan darah biru, kamu masih merah ya. Saya sudah biru ya. Ee bangga dengan jabatan ya. Bangga dengan kedudukan ya. bangga karena kenal dengan pejabat, bangga karena jadi tetangga pejabat sehingga akhirnya apa? Sehingga akhirnya merasa rendah yang lain itu namanya alfakhru. Alfakhru. Adapun kalau seorang di dapat kenikmatan kemudian dia tidak bangga-banggaan enggak ada masalah. Min bab tahad bin nikmat. Ini menceritakan nikmat ya. Alhamdulillah ee saya misalnya saya belajar di Madinah. Alhamdulillah bukannya sombong saya alhamdulillah belajar di Madinah. Allah kasih kesempatan. Alhamdulillah saya sudah haji. Alhamdulillah ee alhamdulillah saya sudah umrah. Misalnya seorang mengucapkan bukan karena sombong, enggak ada masalah. Bukan untuk merendahkan orang lain, tapi menceritakan nikmat yang Allah berikan kepadanya. Seperti kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ana sayidu walidi Adam yaumalqiamati wala fakhar." Aku adalah pemimpin seluruh anak Adam pada hari kiamat. Pada hari kiamat. Dan aku tidak sombong. Semua nabi di bawah ya kepemimpinanku pada hari kiamat kalian. Aku tidak sombong. Rasulullah menjelaskan tentang kemuliaan beliau. Jadi kalau seorang diberi nikmat, kebetulan jadi pejabat, kebetulan darahnya biru kata orang ya, kebetulan nasabnya kembali kepada Nabi misalnya, kebetulan Allah berikan dia anugerah berupa banyak kenikmatan. Qadar Allah mentakdirkan dia punya harta yang banyak, punya anyak banyak, punya istri banyak, punya maka tidak perlu dia angkuh, merasa hebat, merasa sombong, enggak. Tapi kalau dia ditanya, dia sebutkan hanya sekedar sebagai tahad bin nikmah, yaitu untuk menceritakan untuk bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada dia. Bukan untuk merendahkan orang lain, memandang orang lain rendah. Ya, karena dia tahu bahwasanya semakin banyak nikmat maka semakin banyak hisab. Semakin banyak nikmat semakin banyak hisab, semakin banyak pertanggungjawaban. Namun ini kata Nabi sebenarnya ini ke tradisi jahiliah tetapi masih ada di zaman ini di zaman umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Yang kedua watu fil ansab. Tunu fil ansab ini bisa dua maknanya itu mencela nasab orang lain. Bisa artinya meragukan orang sudah benar dia adalah ee keturunan si fulan, tapi dia ah kau anak zin lah, kau apalah dia dia mencela nasab seorang. Padahal sudah benar tuh nasab orang. Ini enggak boleh. atau maksudnya fil ansab maksudnya merendahkan nasab ee dasar suku ini, dasar keluarga ini. Ya, ini ini enggak boleh. Enggak boleh ya. Tidak boleh. Ketika Allah Subhanahu wa taala menciptakan manusia berkabilah-kabilah, bersuku-suku, berbangsa-bangsa bukan untuk saling merendahkan tapi untuk saling mengenal. Ya ayyuhanasu inna khaqakum minakari wa unsa walnakum waqilu in akakum. Wahai manusia, kami ciptakan kalian dari laki dan wanita. Kemudian kami jadikan kalian bersuku-suku, berbangsa-bangsa. Buat apa? Lita'ofu. Untuk saling mengenal. Untuk saling mengenal dari jauh, dari suku mana. Saling mengenal maksudnya untuk saling dekat, saling menyayangi. Ya, saling menyayangi ya. Ternyata subhanallah menciptakan alwan berbagai macam warna tubuh manusia, berbagai macam perangai manusia, berbagai macam bahasa untuk apa? Saling mengenal, saling menyayangi, bukan saling merendahkan, saling menjatuhkan. Ya, inna akramakum indallahi atqokum. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa ya. Bukan yang paling biru darahnya, bukan yang paling ya tinggi jabatannya ya, bukan yang paling mancung hidungnya ya, bukan. Bukan yang paling putih kulitnya, bukan yang paling mulia, yang paling bertakwa. Makanya rasul sahu alaih wasallam mengatakan, "Kullukum min adam wa adam min turab." Kalian semua dari Adam dan Adam dari tanah. Ya la fadla li arabiyin ala a'jami illa bittaqwa. Tidak ada keutamaan orang Arab dibanding orang ajam kecuali dengan takwa. Ada orang Arab, ada orang non Arab. Mana yang lebih bertakwa? Kalau bertakwa non Arab, dia yang lebih mulia daripada orang Arab. Tidak ada keutamaan orang berkulit putih di atas orang berkulit hitam atau sebaliknya kecuali dengan takwa. Maka dalam Islam tidak berkenal, tidak mengenal rasis. Gak ada namanya rasisme itu enggak ada. Merasa paling hebat, merasa paling sukunya paling top. Ya, sesombong-sombongnya suku yang ada di dunia ini masih kalah dengan sombongnya suku Yahudi. Orang paling rasisme rasis dunia itu siapa? Ya, Yahudi bangga saya orang suku ini. Kau sombong masih lebih sombong daripada kau ya. Dari mana kau? Saya suku ini. Hah? Suku ini. Kita orang suku ini begini. Itu sombong masih sedikit. Masih ada yang lebih sombong dari kau. Bilang saya misalnya suku bangsa ini. Oh, kau cuma dalam negeri. Saya luar negeri. Itu luar negeri. Masih lebih sombong. Puncak paling sombong Yahu Yahudi. Puncak paling sombong Yahudi. Maka gak boleh kita mencela ee suku. Enggak boleh ya. Karena tidak ada semuanya dari Adam ya. Yang paling mulia, yang paling bertakwa. Dan ini masih terjadi ya mencela misalnya di antara kabilah-kabilah sesama misalnya sesama ee sesama suku Jawa juga. Jawa apa? Jawa ini ya kadang-kadang mungkin mungkin ya ini seandainya sesama Arab. Arab mana kamu sesama Arab? Kabilah mana? Ah coba misalnya gitu ada a seperti itu ya. Maka harus dihindari karena yang paling mulia yang paling bertakwa. Kemudian di antara perkara jahiliah yang masih ada ketika zaman Nabi Nabi menyampaikan hal ini, alistisqa bin nujum. yaitu menyampaikan bahwasanya hujan ini terjadi hujan karena bintang ini. Ya. Dan ini tidak benar. Yang benar seorang beriman berkata mutirna bifadlillah. Kita dianugerahi Tuhan, dianugerahi hujan karena karunia siapa? Alah subhanahu wa tairna bifadlillah warahmati. Kita dapat hujan karena karunia Allah dan rahmat Allah subhanahu wa taala. Karena kasih sayang Allah subhanahu wa taala. Jangan disandarkan kepada sebab ya. Apalagi bukan sebab ya. Bintang bukan sebab. Kalau dia sebab, kita pun tidak menyandarkan nikmat kepada sebab. Apalagi bintang itu bukanlah sebab. Dia hanya tanda saja pas kebetulan hujan itu menyamai adanya terbitnya bintang tersebut. Ya, yaitu musim biasanya musim hujan ketika muncul bintang ini. Bukan bintang itu sebab hujan. Tetapi biasanya hujan muncul ketika musim bintang ini muncul. Maka sandarkanlah kenikmatan hujan kepada Allah subhanahu wa taala. Bukan kepada sebab apalagi yang bukan sebab. Yang keempat, wiahatu alal mayit. Yaitu meratapi mayat. Meratapi mayat yaitu maksudnya ee tangisan yang menunjukkan protesan kepada Allah. Ngangkat suara. Niah itu maksudnya angkat suara. Angkat suara di antaranya protes. Ya Allah, kenapa kau ambil dia? Kenapa kau ini? atau menyebutkan kebaikan-kebaikannya. Anak ini baik sekali, anak ini. Itu seperti tidak tidak terima. Jadi niah bukan cuma sekedar protes diambil, terkadang menyebut-nyebut kebaikan berlebihan kepada orang yang sudah meninggal sehingga seakan-akan kenapa diambil? Misalnya seorang wanita anaknya meninggal dia bilang, "Anakku ini baik sekali. Anak sangat berbakti, ya Allah anak ini begini." Terus ini juga enggak boleh ya. Karena seakan-akan dia tidak rida ketika anak tersebut diambil oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan banyak yang melakukannya adalah para wanita. Islam mengajarkan seorang bersabar. Dalam agama yang lain, meratapi mayit suatu kebanggaan. Bahkan saya pernah melewati suatu kompleks-kompleks agama lain. Mereka teman-teman di sini kadang-kadang wanita dibayar untuk meratap. Untuk apa? Meratapi. Dibayar supaya meratapi. Nah, seakan-akan ini orang hebat. Kita tidak rida dengan kepergiannya. Kita sangat berdukaita, sangat sedih. Itu suatu kebanggaan. Ketika orang ini pergi banyak yang sedih, banyak yang meratapi, banyak yang menangis satu kebang orang sangat mulia. Jadi kemuliaannya ditunjukin dengan ratapan banyak orang. Dalam Islam enggak. Dalam Islam justru kalau terkena musibah maka rida dengan keputusan Allah. Tidak boleh meratap. Adapun menangis sebagai tanda kasih sayang boleh. Rasul sahu alaihi wasallam ketika seranya Ibrahim meninggalnya Rasulullah menangis. Kata Rasul wasam inal aadma wa innalba yahzan wulu illa bima yardibana. Ibrahimahzunun. Sesungguhnya mata ini bersedih bukan karena protes atas keputusan Allah, tapi karena kasih sayang. Dan sayang kepada anak itu ibadah. Tangisan bukan tangisan apa. Ya Allah, kenapa kau ambil anakku enggak tapi karena rahmat kasih sayang. Hati sedih, ya. Nah, ini ujian hidup. Meninggal meninggal anak yang dicintai. W naquulu illa bima yurdibana. Akan tetapi kami tidak mengucapkan kecuali yang mendatangkan keridaan Rabb kami. Wa inna bifiraqika ya Ibrahim lamahzunun. Sungguh kami sedih dengan kepergian engkau wahai Ibrahim. Nah, wanita yang seperti ini meratap kalau seandainya dia meninggal belum sempat bertobat maka dia akan disiksa pada hari kiamat kelak. Diberdirikan pada hari kiamat kelak dan dia memakai pertama pakaian yang terbuat dari tembaga yang dipanaskan. Yang kedua, dia pakai mantel yang terbuat dari kudis sehingga dia sudah kepanasan dan gatal-gatal. Panas dan gatal-gatal sebagai siksaan karena dia tidak bersabar ketika diuji oleh Allah subhanahu wa taala. Dan di sini Rasulullah mengatakan anaiha wanita karena kebanyakan yang meratapi adalah wani wanita. Kemudian hadis berikutnya war Tirmidzi wahanahu. Hadis riwayat Tirmidzi yang dihasankan oleh Tirmidzi. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Lantahiyanna aqwamun yaftakiruna biihim alladina matu innahum fahmun fahmu jahanam." Hendaknya sebagian kaum berhenti dari membangga-banggakan nenek moyang mereka, membangga-banggakan bapak-bapak mereka yang telah meninggal. Wa innamahum fahmu jahanam. Sesungguhnya bapak-bapak mereka itu adalah bahan bakar arang di neraka jahanam. Ini di zaman Nabi ada sebagian orang bangga-bangga dengan bapak kami dulu begini, kakek kami dulu begini. Padahal yang mereka bangga-banggakan ini orang-orang musyrikin. Bapak-bapak mereka dulu musyrikin yang meninggal di zaman jahiliah. Kata Nabi, "Ngapain bangga-banggakan bapak-bapak nenek moyang? Sesungguhnya mereka adalah fahmu jahanam. Mereka adalah barang apa? Arang atau bahan bakar di neraka jahan jahanam. Mereka dibakar di neraka jahanam. akunun ahwana minal atau mereka kalau tidak berhenti mereka akan lebih hina di sisi Allah daripada aljilan. Aljlan maksudnya adalah kumbang disebut kumbang kotoran. Kumbang kotoran Alji'lan ini kumbang yang dia suka pergi ke kotoran manusia kemudian dia jadikan bola-bola bulat. Pernah lihat enggak? Pernah. Ya, Subhanallah. Saya enggak pernah lihat. Saya cuma baca ada benar ada di di TV ada. E saya enggak pernah lihat. Saya enggak pernah lihat langsung ya. Cuma tadi lihat-lihat di apa di Google ada gambarnya. Tapi enggak pernah lihat langsung. Hah? Dian sapi ada ya. Jadi dia gimana? Dia datang terus dia ambil dia bikin bola-bola. Iya. Buat makanan. Enggak pernah ditanya. Jadi ini namanya kumbang kotoran. Jadi dia pergi kotoran sapi, kotoran manusia dia ambil dia bikin bola sebagai kalau saya baca tadi dia sebagai ee tempat apa namanya ee pasokan apa makanan ya buat makanan simpan makanan yang disimpan kapan perlu dimakan ya disebut dalam bahasa Arab namanya aljiklan ya bahkan dikatakan dia paling tidak kuat kalau ada bau wangi bisa mati kalau cium parfum jadi kalau dia minum yang wangi dia bisa jadi apa namanya ee ee metabolismenya terganggu. Terganggu karena dia tidak biasa minum yang cium yang wangi. Kita manusia sebaliknya kalau mungkin kita cium bau yang tidak enak kan bisa jadi pusing, bisa anu ya hewan ini kebalikannya. Kalau dia mencium bau kotoran dia enjoy ya. Masyaallah nikmat ya. J kalaucium parfum wah enggak ya. Begitu Allah ciptakan berbagai macam manusia, berbagai macam makhluk. Lalat juga senang yang bau-bau. Kalau yang harum-harum mungkin tidak semua harum dia suka ya. Nah, ini Jan ini begitu. Dia suka yang bau-bau busuk. Maka kata Nabi, "Kalau kalian tidak berhenti bangga-banggain bapak-bapak, nenek moyang, bapakku, mbahku mbahku, buyutku buyutku yang padahal mereka semua penghuni neraka jahanam. Mbah-mbah kalian kan musyrikin dulu, penyembah berhala." Itu di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi tegur mereka karena mbah-mbah mereka dulu di zaman jahiliah penyembah penyembah berhala. Kalau kalian tidak berhenti bangga-banggakan nenek moyang, maka bisa jadi kalian lebih hina daripada aljian kumbang kotoran tadi ya di sisi Allah Subhanahu wa taala. Kemudian Nabi ingatkan perbuatan bangga-banggain nenek moyang ini bisa menimbulkan apa namanya permusuhan. Karena kalau sudah sebut nenek moyang apa nenek moyangmu? Wah, itu sudah nenek moyangku nenek moyangmu pelaut dulu enggak tahu ya. Jadi kadang-kadang kalau sudah bicara suku itu kadang-kadang agama hilang ud karena merasa tersinggung darahnya itu sudah apa ya sudah begitu kodrat manusia. Kalau disinggung bapaknya, disinggung dia pasti. Makanya ketika ada bangga-banggaan terhadap ini itu bisa menimbulkan perendahan kepada yang lain dan bisa menimbulkan perpecahan. Maka Rasulullah berkata, "Innallahakumal jahiliyati aba. Sesungguhnya Allah telah menghilangkan dari kalian bangga-banggaan, sikap bangga-banggaan jahiliah dan sikap bangga-banggaan dengan nenek moyang." Innama hua mukminunqi fajirun syaqi. Orang cuma dua, beriman bertakwa atau pelaku maksiat sengsara. Mau mau nasabnya tinggi, tapi kalau tukang maksiat percuma. Mau nasabnya rendah tapi kalau beriman bertakwa maka luar biasa. Mau nenek moyang dulu pahlawan jagoan ternyata dia kurang ajar. Percuma taruhlah nenek moyangnya dulu penjahat tapi dia ternyata bertakwa bermanfaat. Jangan seperti sebagian orang mengatakan, "Kami ini keturunan ya darah biru. Kami di mana pun tetap mulia. Ibarat emas, logam emas mau ditaruh di comberan tetap saja emas." Sebagian orang begitu. Sehingga mereka mau maksiat, mau apa mereka santai aja. Kenapa? Karena kami ini emas. Ibarat emas ditaruh di comberan apa berubah emasnya? Gak. Nah, kami seperti itu bahlul ya. Mana kok seperti emas langsung comberan. Berubah enggak mukamu? berubah mukamu kalau masukin comberan ya. Maka jangan kias yang ngawur. Apa kias yang yang ngawur? Kadang-kadang seperti itu. Jadi merasa kalau sudah nasabnya tinggi dia pasti selamat. Itu yang enggak benar ya. Kata Nabi, manusia cuma dua, beriman bertakwa. Mau nasabnya kayak apapun kalau beriman bertakwa dia mulia. Karena yang jadi patokan si Allah adalah yang paling bertakwa. Ya. Kalau nasabnya tinggi tapi karena fajirun syaqi fajir tukang masjid tidak ada nilainya. Apa kata Nabi? Kata penyairq Islam Salman Alfarisi kufruasi abahabin. Sungguh Islam telah mengangkat derajat Salman alfarisi dan dia bukan Arab. Dia Persia tapi ditinggikan oleh Islam karena dia bertakwa. Sebaliknya Abu Lahab yang nasabnya tinggi dari Ahlul Bait, dari Bani Hasyim, pamannya Nabi jadi hina karena kekufuran. Karena kekufuran. Ya, Bilal yang berkulit hitam tapi mulia. Habasyi. Nabi mendengar suara terompahnya di surga. Bilal Habasyi. Seorang wanita berkulit hitam. Kata kata Ibnu Abbas kepada At, alulamin min ahlil jannah. Mau kau tunjukkan kepada engkau seorang wanita penghuni surga. Hadil maratus sauda. Inilah wanita berkulit hitam. Atatin nabi. Dia datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. berkata, "Ya Rasulullah, saya sakit dan saya kalau sakit kejang-kejang terungkap sebagian aurat saya. Doakan agar Allah sembuhkan saya." Kata Nabi, "Kalau kau mau, saya doakan kau sembuh. Kalau kau mau kau sabar masuk surga." Kata dia, "Saya pilih sabar. Gak usah sembuh gak apa-apa." Kata kata Ibnu Abbas, "Inilah wanita penghuni surga dari si kulit berkulit hitam." Nasab apa? Nasab, nasab bukan nasab ee nasab tinggi, gak. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Anasu min adam wa adam khuliq min turab. Manusia semua dari Adam dan Adam tercipta dari tanah. Apa yang mau dibangga-banggakan dengan tanah? Tanah diinjak-injak. Apa mau dibangga-banggakan? Makanya di antara hikmah kata para ulama kalau ada orang tukang muji-muji, muji kita, "Kau gini, kau gini, kau gini. Agar kita enggak ujip, ambil tanah lempar ke dia." Apa muji-muji saya? Kita semua dari tanah. Seming tanah dari tanah unsur asalnya tercipta dari air mani mim maim mahin dari air yang hina mimmain dafiq yang terpancar terpancar dari mana dari kemaluan yang masuk ke mana masuk kemaluan juga yang keluar dari mana dari kemaluan juga apa yang mau dibanggakan jadi ini menunjukkan bahwasanya bangga-bangga itu dosa besar ya bangga-bangga dosa dosa ya. Karena Rasulullah sebut dengan perangai jahi jahiliah. Perangai jahi jahiliah. Dan Rasulullah mengatakan kalau tidak berhenti maka akan jadi lebih hina daripada aljiklan yaitu kumbang kotoran. Babnya masih terkait dengan ansab. Babun atu fil ansab. Bab mencela nasab. Tadi saya sebutkan mencela nasab ada dua kemungkinan. Pertama meragukan nasab seorang yang sudah benar. Ya. Yang kedua merendahkan nasab ya suku seorang itu merendahkan nasabnya. An Abi Hirat radhiallahu anhu marfuan. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu secara marfu. Kufrun. Dua perkara yang ada pada manusia ya yang merupakan kekufuran pada mereka. Dua perkara ini disebut kekufuran. maksudnya kufur asghar. Jadi, tapi ketika meskipun kufur asghar tapi ketika disebut dengan kufur berarti dosa besar. Dosa besar ya. Apa dua kekufuran? Dua dua hal tersebut. Atu fil ansabyahatu alal mayit. Yaitu mencela nasab. Yang kedua adalah e meratapi mayat. Ya, yang jadi perhatian kita di sini Rasulullah menamakan dua perkara ini adalah keku kekufuran. Kufur ada dua sebagaimana kemunafikan ada dua sebagaimana kefasikan ada dua sebagaimana kesyirikan ada du du dua syirik ada syirik akbar ada syirik as asghar. Ya. Bedanya apa? Kalau syirik akbar mengeluarkan dari Islam kalau syirik asghar tidak mengeluarkan dari Islam. Kefasikan pun demikian. Tapi semuanya dosa besar. Dikatakan syirik kecil bukan berarti dia dosa kecil. Cuma untuk membedakan bahwasanya yang namanya syirik kecil tidak mengeluarkan dari Islam. Tapi dia dosa besar atau dosa kecil? Dosa besar. Sama kefasikan itu tidaklah disebut kefasikan kecuali kepada dosa besar tetapi disebut fasik kecil, fasik besar untuk membedakan kalau fasik besar maksudnya mengeluarkan daripada is Islam. Ya. Sama dengan kufur ada dua kufur kecil, kufur besar. Kufur kecil tidak mengeluarkan dari Islam. Kufur besar mengeluarkan dari Islam. Tetapi meskipun ke, meskipun ee kecil tetap dinamakan kufur. Berarti inilah dosa be besar. Dinamakan kecil besar hanya untuk membedakan ini yang mengeluarkan dari Islam ini tidak. Makanya ketika ditanya apakah mencela nasab orang membuat orang keluar dari Islam? Tidak. Tapi tetap dia kufur, kufur kecil. Apakah meratapi mayat merupakan keluar membuat orang keluar Islam? Jawabannya tidak. Karena bukan kufur akbar tapi dia kufur ke kecil. Tetapi ketika dinamakan kufur berarti dia usaha be besar. Oleh karena sebagian syarahul hadis ketika membahas para pencara pensyarah hadis ketika membahas membahas hadis ee tentang wanita yang kata Nabi sallallahu alaihi wasallam eh wahai para wanita tasadaqna hendaknya kalian banyak bersedekah fainakunna akar jahanam karena kalian banyak penghuni neraka jahanam di antaranya liannakunna takfurnal asir karena kalian kufur kepada suaminya seb mengatakan meskipun pun ee itu ee kufur kecil atau kufur nikmah. Tetapi ketika dinamakan kufur maka dia merupakan dosa dosa besar. Buktinya terancam masuk neraka. Lupa dengan kebaikan apa? Suami. Tetapi dia merupakan dosa besar karena Nabi menamakan dengan kufur. Dengan kalimat apa? Kufur. Maka dua dosa ini adalah dosa besar. Pertama mencela nasab, merendahkan misalnya ya. Sehingga yang kedua adalah me meratapi mayat. Sudah kita bahas tadi ti bab berikutnya babun maniddaan nasaban laisa lahu. Bab kalau tadi mencela nasab ini ngaku-ngaku punya nasab ternyata dia tidak bernasab dengan demikian. Saya keturunan suku ini. Saya keturunan raja ini. Saya darah biru. Ya, saya ini. Padahal gak padahal enggak ya. Saya ada keturunan kiai ini. Padahal enggak. Saya keturunan siapa sih? Padahal enggak dia tahu padahal enggak. Maka ini juga dosa besar. Saat radhiallahu anhu rasul wasam bersabda abi wahuamahu abi jannatu alaihi haram. Siapa yang ngaku-ngaku kepada selain bapaknya padahal dia tahu itu bukan bapaknya itu bukan garis nasabnya. Dia bilang saya di situ. Saya keturunan fulan. Kakek saya adalah kiai fulan, ternyata bukan. Kakek saya adalah Gus fulan, ternyata bukan. Kakek saya adalah wali fulan, ternyata bukan. Kakek saya adalah keturunan ee Ahlul Bait, ternyata bukan. Ya, saya keturunan orang bule padahal bule potan. Ya, pokoknya dia ngaku saya keturunan-keturunan turun padahal tidak benar. Ya, dia tahu padahal bukan. Cuma ngaku-ngaku. Fal jannatu alaihi haram. Maka surga haram baginya. Surga haram baginya. Kita kalau suku bilang aja suka suku ini suku. Enggak usah enggak usah belokan kamu. Suku mana? E suku anu. Padahal bukan namanya suku. Suku bapak atau suku ibu? Sayaating sama antum? Suku ikut bapak atau ibu? Bapak. Kamu sukunya mana? Suku ibu. Malu bilang suku bapak. Kenapa malu? Kenapa malu? Ya, akhi yang yang Allah nilai bukan masalah suku-sukunya. Yang Allah nilai adalah apa? Tak takwa. Nasab tinggi percuma. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Man bat bihi amaluhu lam yusri bihi nasabuh." Siapa yang amalnya lambat maka tidak bisa dipercepat dengan nasabnya. Maksudnya kalau kamu tukang maksiat, nasabmu tinggi, tidak ada faedahnya. Tidak ada faedahnya. Yang berikutnya, walahuma an abi radhiallahu anhu marfuan. Demikian dari dari Abu Hurairah radhiallahu anhuma. Laqobu abikum. Janganlah kalian benci dengan nenek moyang kalian. Tidak suka keturunan bapak seperti itu. Tidak yaak. Gak boleh ya. Ya. Bahkan Ikrimah bapaknya Abu Jahal tetap Ikrimah bin Abi Jahal bapaknya Abu Jahal gak mungkin diganti bapaknya. Bapaknya meskipun bapaknya Abu Jahal anaknya sahabat. Umayyah kafir yang menyiksa Bilal masuk neraka. Anaknya Sufan bin Umayyah masuk Islam. Tetap aja Safan bin Umayyah. Al-Walid ibn Mughirah neraka jahanam. anaknya Khalid ibnul Walid yang enggak mungkin dirubah Khalid bin siapa tetap Khalid ibn Al-Walid meskipun bapaknya penghuni neraka jahanam enggak boleh nasab enggak boleh dirubah meskipun kau benci dengan bapakm tidak boleh dirubah tidak boleh di dirubah tetap binnya tetap nasabnya harus benar maka kata Nabia abaikum jangan kalian akhirnya tidak suka dengan ya nenek moyangnya sehingga tidak mau bernasab kepada nenek moyangnya nya abhi fahua kufrun atau fahua kafar. Siapa yang tidak suka dengan bapaknya, tidak mau bernasab dengan bapaknya, maka dia telah kufur. Maksudnya kufur kufur asghar. Maksudnya kufur apa? As asgar. Walahuma an Ali radhiallahu anhu marfuan. Dari Ali bin Abi Thalib dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Beliau bersabda, "Manidda ghairi abihi." Siapa yang berafiliasi kepada selain bapaknya, dia nisbahkan kepada bukan bapaknya atau kepada bapaknya dipelesetin akhirnya lari ke kakek yang lain padahal bukan keturunan kakek tersebut. Pokoknya nasabnya dia rubah-rubah. Aama giri mawalihi atau dia berafiliasi kepada selain mawalinya. Mulis mis maksudnya ada budak misalnya budak dimerdekakan oleh suatu kabilah maka budak ini setelah merdeka dinisbahkan kepada kabilah tersebut. Si fulan maulahum yaitu e si fulan misalnya aljfi maulahum. Si fulan misalnya ee misalnya alqurasyi maulahum. Si fulan dari Quraisy, tapi bukan asli nasab Quraisy, tetapi maulanya yaitu dia adalah budak yang pernah dimerdekakan oleh orang Quraisy. Cara penyebutannya adalah dari Quraisy maulahum, yaitu dia adalah budak yang pernah dimerdekakan oleh kabilah Quraisy misalnya. Maka siapa yang sudah dimerakan oleh kabilah tertentu kemudian dia menisbahkan berafiliasi kepada kabilah lain seakan-akan dia dimerdekakan oleh kabilah lain maka ini orang yang tidak beres. Tidak mensyukuri bahwasanya dia pernah dimerdekakan oleh satu kabilah. Harusnya dia berisbah kepada kabilah tersebut. Mungkin kabilah tersebut secara nasab rendah, tapi dia enggak boleh mengingkari. Karena kabilah ini yang telah berbuat baik kepadanya, memerdekakan dia. Sama seorang tidak bernasab kepada bapaknya, padahal dia ada di atas muka bumi ini karena bapaknya. Kemudian tidak suka dia mau putar ke bapak yang lain. Enggak boleh. Kata Allah, kata Nabi, "Siapa yang seperti ini? Faalaihi laknatullah wal malaikati wasasi ajmain." Maka atas dia laknat Allah, laknat para malaikat dan laknat seluruh manusia. La yaqbalullahu minhu yaumalqiamfan w adlan. Allah tidak akan terima darinya pada hari kiamat kelak amalan wajibnya maupun amalan sunahnya. Makin dalil bahwasanya berintima berafiliasi bernisbah kepada selain sukunya, selain bapaknya ini dosa dosa besar. Dosa-dosa besar sama al-wala tadi seorang budak dimerdekakan dia harus berintima berafiliasi kepada ee kabilah yang memerdekakannya. Dalam satu hadis Rasul sahu alaih wasallam bersabda, "Alwalau luhmatun kaluhmatin nasab laba wala tuhab." Namanya alwala yaitu ee memerdekakan budak, maka tetap seperti nasab. Maka orang yang dimerdekakan harus bernasab kepada kabilah yang merdekakannya. Tidak boleh diperjual belikan sebagaimana nasab tidak diperjualbikan dan tidak dihadiahkan. Enggak boleh. Saya misalnya ada saya nasab ya, saya ini keturunan Raden misalnya Raden ee Raden ya udah kamu kamu baik sudah kamu Raden aja saya pasang Raden enggak boleh karena nasab tidak bisa di perjual belikan dan tidak bisa dihadiahkan. Nasab itu kan menjelaskan tentang keturunan bagaimana udah kamu jadi radin aja. Enggak boleh. Misalnya saya misalnya ada seorang keturunan Nabi. Kamu mau jadi keturunan Nabi sudah saya bikinkan keturunan. Enggak boleh. Enggak boleh. Keturunan Nabi Nabi Adam gak enggak apa-apa. Kalau enggak boleh bikin nabi ini, nabi ini. Enggak boleh. Enggak boleh ya. Enggak boleh. Karena itu nasab itu keturunan. Gak boleh ya. Ya. Misalnya, misalnya di Aceh misalnya keturunan raja disebut dengan teiku misalnya. Taiko. Enggak boleh. Kalau ada orang bukan teku dipasang apa? Teku. Karena teku itu nasab. dia dari keturunan misalnya bangsawan tertentu sama seperti di Jawa ada Raden misalnya di nam tu bagus ya enggak tu bagus ya enggak boleh kalau orang bukan tu bagus enggak boleh dipasang gelar tu bagus karena ini adalah menjelaskan tentang nasab ya yang penting jangan sombong-sombong itu aja jangan sombong ya tapi intinya tidak boleh dipasangkan, dihadiahkan apalagi suruh bayar mau jadi raden sini bayar enggak boleh gak boleh ya ini haram tidak Dan dosa dosa besar tib berikutnya babun man tabar min nasabihi ya sama mirip juga yaitu seorang yang berlepas diri pada nasabnya an Amr bin Syuaib an abhi an jaddihi marfuan rasul sahu wasam bersabda kafarabq kufur yaitu kufur kecil seorang berlepas diri dari nasabnya meskipun waq meskipun tipis. maksudnya ee sebagian ulama menafsirkan maksudnya ditetapkan dengan nasab dia dalam nasab ini mungkin dalilnya tidak begitu kuat tapi menunjukkan dia dari keluarga ini. Meskipun dalilnya tidak begitu kuat bahwasanya dia menunjuk dia adalah dari nasab ini. Kalau dia tidak ada dalil yang lain menunjukkan dari nasab yang lain, maka jangan berlepas diri sampai ada dalil yang menunjukkan dia bukan dari nasab ini. Waaqah. Maksudnya meskipun jalan penetapan validasinya tidak begitu kuat tapi yang jelas dia keturunan dari nasab tersebut maka dia tidak boleh berlepas diri. Aidan nasaban la yf atau dia bikin nasab yang tidak diketuai bikin sendiri. Saya adalah ee Abdullah bin ee Kiai Fulan bin Kiai Fulan bin Kiai Fulan bin Kiai Fulan sampai ee bin Husein bin Ali bin Abi Thalib misalnya. Ini kiai enggak ada yang tahu nih. Kiai ini kiai ini orang wah bapakmu kia-ki mbah saya kiai. Orang enggak ngerti karena enggak ada biografi tentang kiai-kiai. Dia bikin nasab sendiri terus dia bikin pohon nasab dibikin sendiri. Ini enggak boleh seperti ini. Mau dilarikan ke Ahlul Bait, mau dilarikan ke Raden siapa, mau larikan ke raja siapa, enggak boleh bikin-bikin sini. Enggak boleh. Ini dosa-dosa besar. Bahkan Rasulullah mengatakan kufur ya maksudnya dosa besar. Wali Abi Daud wali Tabbraniu min had Abi Bakar Siddiq radhiallahu anhu. Wali Abi Daud wabni Hibban an Abi Hurairat radhiallahu taala anhu. Dan juga al Imam Abu Daud dan Ibnu Hibban dan dari Abu Hurairah meriwayatkan marfuan dari Nabi secara marfu. Wanita mana saja, perhatikan bahayanya. Wanita mana saja memasukkan seorang anak pada suatu nasab, suatu kaum padahal dia bukan dari kaum tersebut, maka Allah tidak akan masukkan dia dalam surganya. Ya, misalnya, misalnya ini bukan anak suaminya, dia anak haram. Kemudian dia masukkan binnya ke bin kabilahnya. Enggak boleh. Gak boleh. Padahal anak ini bukan dari kabilah. Kabilah tersebut. Wanita seperti ini tidak akan masuk surga. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Wanita seperti ini tidak akan masuk surga karena dia telah memasukkan memasukkan ee anak ke dalam satu kabilah yang bukan dari kabilah tersebut. Maka gak boleh kita angkat anak angkat terus kita bilang bin fulan enggak boleh. Bin kita enggak boleh. Uduhum liabaiim aqallah. Nabi mengatakan, "Sebutkanlah mereka dengan nama-nama bapak mereka." Dulu Rasulullah mengangkat anak. Dulu di zaman dulu ada namanya Taban itu ngangkat anak. Rasulullah angkat seorang anak namanya Zaid ibn Harithah dan sempat disebut Zaid bin Muhammad. Maka Allah larang. Setelah itu Allah rubah aturan. Allah mengatakan udu liabaiim. Sebutkan sesuai dengan bapak nama bapak mereka. Akhirnya dirubah menjadi Zaid ibnul Haritah. Karena bapaknya namanya siapa? Alitah. Hati-hati sebagian orang ambil bayi dari misalnya dari rumah sakit atau ada bayi yang dibuang dia ambil dia. Maksudnya baik tolong tapi jangan disebut bin dia. Enggak boleh. Tulis saja si fulan bin Abdullah karena bapaknya pasti hamba Allah. Tapi jangan bilang binti. Enggak boleh. Enggak boleh ini. Karena dia masukkan dalam suku. Enggak boleh. Ya. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Waalidin jahada wadahu wahua ilaihijaballahu yaumamah." Bapak mana saja yang mengingkari anaknya dan dia lihat anaknya itu anak saya itu anak saya benar tapi dia ingkari ya maka Allah akan terhijab darinya pada hari kiamat. Dan Allah mempermalukan dia pada hari kiamat kelak. Minalin akirin. Akan dipermalukan di seluruh khalayak manusia dari awal sampai akhir. Dia enggak suka anaknya. Ah, bukan anak saya nih. Mirip loh hidungnya. Bukan. Bukan anak saya. Mau tes DNA? Enggaklah. Janganlah. Ngapain tes DNA? Bukan anak saya. Ini enggak boleh. Kalau anakmu yang ngaku saja anak anakmu. Meskipun kamu mancung dia pesek gak apa-apa. Ini anak saya kok pesek. Iya, ibunya pesek memang. Wah. Ada kisah saya pernah dengar kisah dari seorang syekh kisah kisah nyata. Ada seorang seorang lelaki menikah dengan seorang wanita. Kemudian laki ini suka bersafar. Ketika dia pergi istrinya mengandung. Kemudian dia pergi. Istrinya dia pergi. Ketika balik ee suaminya belum balik. Istrinya melahirkan. Ternyata melahirkan, anaknya hitam. Kata kakak-kakaknya, "Bunuh nanti istri suamimu kira kau berzina karena suaminya putih." Akhirnya dia bunuh. Subhanallah. Entah akhirnya melahirkan lagi. Pas dia ada mereka ketakut anehnya hitam lagi. Waduh, mana ini hitam lagi. Maka ketika bapaknya, suaminya lihat anaknya, suaminya senang sekali. Ini persis kakek saya. Jadi kakeknya diberapa? Hitam. Kadang lewat darah kakek yang muncul. Enggak boleh nolak anak. Ya, ada kawan juga cerita dia punya teman juga temannya sekarang mungkin istrinya ada empat dan dia suka kawin. Kawin kemudian cerai, ngawin cerai. Sekarang pun istrinya banyak ya. Suatu hari dia pergi ke luar negeri. Ke luar negeri duduk ngobrolngobrolng ngobrol. Tahu-tahu ada anak mungkin umuran sekitar 2 bulan remaja datang. Bapak Fulan. Iya. Saya anakmu, Pak. Anakmu. Anak saya. Ibumu yang mana? Jadi temanteman saya itu hadir. Teman saya cerita dia hadir lagi sama temannya lagi safar. T-tahu ada anak remaja ngaku sebagai anak temannya itu. Jadi teman saya cerita ke saya tapi dia tenang. Dia kata, "Kak, Pak, saya anak Bapak." Ibu mau yang mana? Ibu saya ini. Oh, iya benar. Sini, sini. Masyaallah. dari kecil sampai besar enggak pernah ketemu. Tapi dia tidak mengingkari langsung dia peluk langsung dia muliakan dia orang kaya. I kasih kasih dulu. Enggak boleh kita mikir itu anak kita. Anak kita harus kita akui ya. Wallahu taala. Demikian saja. Wabillahi taufikah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.