File TXT tidak ditemukan.
Transcript
wVQ3JM85yao • Menggapai Derajat Tertinggi Dengan Sabar - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2473_wVQ3JM85yao.txt
Kind: captions Language: id Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu la nabiya ba'dah. Ya aina amahqumlun kitabullahuda Muhammadinallahu alaihi wasallam bidah maasal musliminahqal muttaquun. Sungguhnya di antara ibadah yang sangat agung adalah ibadah bersabar kepada Allah Subhanahu wa taala atas segala keputusan Allah Subhanahu wa taala. Sebagian orang menyangka bahwasanya ibadah hanya sekedar baca Al-Qur'an atau salat atau umrah atau haji atau bersedekah. Ada ibadah yang sangat agung yang bisa kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari, yaitu bersabar atas apa yang diputuskan oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan di antara makna ikrar kita, raditu billahi rabba. Aku rida Allah sebagai Rabbku. Yaitu aku rida dengan segala keputusannya yang ia putuskan kepadaku. Ibadah sabar disebutkan dalam Al-Qur'an lebih dari 90 kali. Jikalau hanya disebutkan sekali saja, maka dia merupakan ibadah yang agung. Apatah lagi jika disebutkan sampai 90 kali. Dan itu menunjukkan ibadah yang sangat agung. Allah berfirman bahwasanya sebab utama masuk surga adalah sabar. Dalam banyak ayat. Di antaranya Allah berfirman, "Wazahum bima sharu jannat wair." Allah membalas mereka karena kesabaran mereka. Allah masukkan mereka ke dalam surga dan Allah pakaikan kain sutra di dalam surga. Allah juga berfirman, mereka itulah para ibadurahman yang mendapatkan algurfa itu surga yang tertinggi. Kenapa? Bimaru karena kesabaran mereka. Mereka itulah yang mendapatkan ganjaran dua kali lipat karena kesabaran mereka. Dalam ayat yang lain Allah juga berfirman perkataan para malaikat ketika mengucapkan salam kepada penghuni surga. Salamun alaikum bima shartum. Keselamatan bagi kalian wahai para penghuni surga karena kesabaran mereka. Allah juga berfirman bahwasanya orang yang bersabar ya akan ditemani oleh Allah subhanahu wa taala. Innallaha mairin. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Allah juga menyatakan bahwasanya Allah mencintai orang yang bersabar. Wallahu yuhibbusirin. Allah mencintai orang-orang yang bersabar. Ketika kita bersabar dan kita menambah sabar kita, maka semakin Allah mencintai kita karena kesabaran kita. Maasyiral muslimin. Sabar merupakan salah satu amal saleh yang menaikkan derajat seorang dengan cepat sekali. Dalam satu hadis kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Inalazil minallahiqahu." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Jika seorang hamba telah tercatat di sisi Allah derajatnya tinggi, kemudian ternyata amalnya tidak bisa mendongkraknya untuk sampai derajat tersebut, itu Allah lihat ternyata dia salat malamnya ada tapi tidak banyak, sedekahnya ada tapi tidak banyak, sementara derajatnya sangat tinggi. Bagaimana cara sang hamba ini agar bisa mencapai derajat yang tinggi?" Maka Allah uji dia. Allah uji dia pada jasadnya. Allah uji dia pada hartanya. Allah uji dia pada anak-anaknya, pada keluarganya. Kemudian dia pun bersabar sampai dengan sabarnya tersebut akhirnya dia mencapai derajat yang telah ditetapkan baginya. Allah berfirman, "Innama yasiruna ajrahumir hisab." "Sungguhnya Allah memberikan ganjaran pahala sabar tanpa hisab." Yaitu sangat banyak sekali ganjaran sabar tersebut. Dalam hadis yang lain, bagaimana agungnya pahala sabar? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ya ahluliah yaumalqiamati ahlulwab laumun." Ketika di hari kiamat kelak ketika Allah membagi-bagikan pahala kepada orang-orang saleh, kepada para penghuni surga. Ternyata para penghuni surga ada yang senantiasa diberi ujian oleh Allah dan ada yang tidak. Ahlul Afiah itu masuk surga tapi ujiannya sedikit. Sementara kelompok yang lain ujiannya banyak. Maka ketika itu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ahlul afiah." Orang yang selama ini nyaman di dunia berangan-angan. Seandainya dikembalikan lagi di dunia, lantas kulit mereka digunting dengan gunting besi karena mereka melihat betapa ganjaran besar yang diberikan kepada orang-orang yang mendapatkan pahala karena bersabar. Sehingga kaidah menyatakan semakin berat ujian semakin besar pahala. Sungguhnya besarnya pahala tergantung besarnya ujian. Semakin sakit hati ini ketika diuji maka semakin besar pahalanya. MaaSyiral muslimin. Hidup ini tidak sesuai dengan yang kita inginkan selalu. Kita berjalan dengan ketentuan-ketentuan Allah Subhanahu wa taala. Jika Allah subhanahu wa taala menguji kita dengan perkara yang tidak kita sukai, yakinlah itu yang terbaik bagi kita. Yakinlah itu saatnya kita meraih pahala sebesar-besarnya. Bersabar dan sabarkan diri sehingga seorang bisa meraih pahala setinggi-tingginya. Ketahuilah dalam sabar tersebut seorang didongkrak ke atas derajat yang sangat tinggi dengan sangat mudah. Alhamdulillah ihukahu Ulaahaillallah wahdahuikahu waadu anna muhammadan abduhu ridahumma shli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Karena sabar adalah ibadah yang sangat agung maka itulah ibadah yang dilakukan oleh orang-orang terbaik di dunia ini. Para rasul yang terbaik disebut dengan ulul azmi yaitu Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, Nabi Nuh, Nabi Adam alaihi salam. Mereka adalah para rasul yang terbaik. Apa kata Allah kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? Ululul azmi minasul. Bersabarlah engkau sebagaimana para ulmi yang telah bersabar. Mereka terpilih. Kenapa? Karena mereka bersabar. Jadilah mereka orang-orang yang hebat. Maka kita kalau perhatikan bahwasanya ujian yang menimba para nabi jauh lebih berat daripada yang kita alami. Semakin tinggi iman seorang, semakin berat ujiannya. Lihatlah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sejak kecil sudah yatim, kemudian yatim piatu, kemudian hidup miskin, kemudian diusir dari kampungnya, dimusuhi oleh kabilahnya sendiri, oleh sukunya sendiri, diserang oleh seluruh penduduk bumi ini, Persia, Romawi, ya, kabilah-kabilah Arab, Yahudi, semua bersatu padu untuk membunuh Muhammad sallallahu alaihi wasallam. anak-anaknya meninggal seluruhnya kecuali Fatimah radhiallahu taala anha. Istri yang paling dia cintai Khadijah pun meninggal dunia. Terlalu banyak ujian dirasakan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kenapa? Karena dia orang yang paling terbaik di dunia ini. Oleh karenanya ini suatu konsekuensi. Semakin tinggi pohon maka semakin banyak angin yang menerpanya. Semakin tinggi iman seorang maka semakin banyak ujian yang akan menimpanya. Namun siapa yang bersabar maka dia akan menjadi pemimpin. Kata Allah Subhanahu wa taala minhumaru wtina yuqinun. Dan kami jadikan di antara mereka pemimpin-pemimpin. Kenapa bimaaru? Karena mereka bersabar dan mereka yakin dengan ayat-ayat kami. Kata Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala, "Bisabr wal yaakin tunalul imamatu fiddin." Dengan sabar dan keyakinan maka akan diraih kepemimpinan dalam agama. Oleh karena jika kita diberi ujian bersabar dan sabar bertingkat-tingkat, sabar yang tertinggi adalah sabrun jamil. Sabrun jamil, sabar yang indah. Apa itu sabar yang indah? Sabar yang tidak disertai dengan mengeluh kepada manusia. Ketika Nabi Yakub Alaih Salam diuji dengan dipisahkan dari anak yang paling dia cintai, yang paling dia sayangi, itu Nabi Yusuf Alaih Salam. Karena dikhianati oleh kakak-kakaknya, dibuang, dipisahkan, maka dia hanya berkata, "Fasobrun jamil, sabar yang indah." Dan dia berkata, "Inama asi wniallah." Aku hanya mengeluhkan kesedihanku, kepayahanku hanya kepada Allah Subhanahu wa taala. Dia tidak mengeluh kepada manusia. Dia tahu semua adalah keputusan Allah Subhanahu wa taala. Sampai ujian tersebut berkepanjangan, sampai ada yang mengatakan belasan tahun, sampai ada yang mengatakan puluhan tahun, baru dia bertemu dengan Nabi Yusuf Alaih Salam. Dan dalam kesabarannya tersebut sampai dia sakit-sakitan, sampai wabad ainahu minal huzni, sampai matanya buta karena kesedihan yang luar biasa. Tetapi dalam kebutaannya dia tetap berkata, "Innama asu bniallah." Aku hanya mengadukan kesidihanku kepada Allah. Waam minallahi laamun. Dan aku tahu apa yang kalian tidak ketahui. Bahkan dia berkata kepada kakak-kakaknya Nabi Yusuf, "Ya bani kafirun." Wahai anak-anakku, carilah Yusuf. Cari kabar-kabar tentang Yusuf dan Benyamin yang hilang dan jangan putus asa. Sesungguhnya yang putus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang kafir. Dan dia ucapkan setelah diuji puluhan tahun dan dia ucapkan hal tersebut setelah matanya buta tetap dia husnuzan kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan selama puluhan tahun tersebut dia tidak pernah mengeluh kepada manusia. Bagaimana endingnya? Endingnya pasti indah jika seorang bersabar. Bagaimana tidak? Allah berfirman, "Innallaha maasobirin." Allah bersama orang-orang yang sabar. Kalau kita sabar ketika diuji Allah bersama kita. Allah tolong kita dengan cara Allah bukan cara kita. Tapi ketika kita tidak bersabar, mulai kita mengeluh, mulai kita curhat-curhat di medsos, maka kita akan ditinggalkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Kenapa? Kita tidak percaya sama Allah Subhanahu wa taala. Bersabar dan berusaha maka akan ada solusi terindah dari Allah subhanahu wa taala. Allah berfirman tentang Bani Israil. kalimatikal husna bani isimaru. Dan sungguh indah ketetapan Allah Subhanahu wa taala kepada Bani Israil, yaitu mereka selamat dari Firaun dan bala tentaranya. Kenapa? Bima shau. Karena mereka bersabar. Semoga Allah Subhanahu wa taala menjadikan kita hamba-hambanya yang bersabar. Inallah ya am alaihi wasallimuaslima