Syarah Shahih Bukhari #41 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
m9-EycuVFMQ •
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh Alhamdulillahi Al Ihsan
wasyukrahu taufiihi Watin wa asadu Alla
ilahaillallah wahdahu la
syarikahuiman wa Ashadu anna muhammadan
abduhuasul ridw Allahumma shli Alaihi
waa alihi waashabihi wa ikhwani hadirin
hadirat yang dirahmati HH Allah
subhanahu wa taala kita lanjutkan
bahasan kita dari kitab sahih albkhari
kita masuk pada bab
39 bab gol ini Ilal ka'bain bab tentang
mencuci kedua kaki sampai ke kedua mata
kaki
ya Al Imam Al Bukhari rahimahullah
berkata qal haddasana Musa qal haddasana
wuhaib an Amr an abihi qal syahidu Amr
Bin Abi Hasan saala Abdullah bin Zaid
anudin nabi shallallallahu Alaihi
Wasallam Amr Bin Abi Hasan bertanya
kepada Abdullah bin Zaid radhiallahu
Anhu tentang wudunya Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam Fin Min mainum maka dia
pun meminta didatangkan bejana berisi
air kemudian dia pun berwudu di hadapan
mereka wudu Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam Bagaimana cara wudunya Nabi
Sallallahu Alaihi
wasallamak maka dia
tuangkan miringkan bejana tersebut ke
tangannya kemudian dia pun mencuci kedua
tangannya tiga kali setelah dicuci Dan
ini hukumnya sunah ada
setelah dicuci di luar baru kemudian
tangannya dimasukkan dalam
bejana maka beliau berkumur-kumur
istinsak dan beristinsar dengan tiga
kali apa ini cidukan tiga kali cidukan
jadi sekali cidukan langsung
berkumur-kumur sebagian airnya sebagian
airnya dihirup Istin kemudian
dihembuskan ya menghirup air di hidung
namanya mengeluarkannya namanya
istinarah kemudian dia pun masukkan
tangannya lagi maka dia pun muci
eh wajahnya tiga
kali kemudian dia pun mencuci kedua
tangannya sampai ke mirfain dua kali dua
kali kanan dua kali kiri Ini juga saya
sudah pernah sampaikan dalil bahwasanya
boleh sebagian dua sebagian tig Ya
sebagian satu enggak ada masalah yang
penting minimal
kemudian nabi S wasam atau Abdullah bin
Zaid memasukkan tangannya kemudian dia
pun mengusap
kepalanya begini dan begini atau
sebaliknya begini begini namun dalam
sebagian riwayat sudah kita Jelaskan
caranya dari depan dibawa ke belakang
kemudi diembalikan lagi
kemudian dia mencuci kedua kakinya
sampai ke kedua mata kaki ya ini dalil
bahwasanya telinga tidak disebutkan
seandainya mengusap telinga mencuci
telinga disebutkan pasti akan disebutkan
dalam hadis ini ini dalil bahwasanya
mencuci telinga hukumnya sunah tidak
tidak
wajib kemudian ee beliau mencuci kedua
kakinya sampai ke kedua mata Kakinya ini
pendapat yang lebih kuat ya Meskipun
Sebagian ulama seperti ulama syafi'iah
membolehkan untuk di cuci lebih daripada
mata kaki sebagaimana mereka membolehkan
mencuci tangan sampai melebihi
ee kedua apa namanya siku ya namun ini
sudah pernah kita
bahas yang sunah yang lebih Afdal adalah
sampai pada yang dicontohkan oleh Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam itu sampai
siku dan kalau kaki sampai di kedua mata
kaki ini dalil dibawakan oleh Imam
albukhari bahwasanya
ee sunahnya adalah mencuci sampai k duua
mata kaki menyelisihi pendapat ulama
syafiiah yang mengatakan disunahkan
untuk perpanjang tahjil ya Wal gurah
mempanjang apa namanya mencuci sampai ke
adud sampai ke adud sampai lengan atas
demikian juga mencuci kaki sampai ke sak
ke betis ini pendapat ya namun pendapat
ini kurang kuat lebih kuat hadis-hadis
datang ya kebanyakannya hanya sampai ke
siku dan hanya sampai ke kedua mata kaki
dan ini perlu saya Ingatkan Kembali
bahwasanya Al Imam albukhari beliau
tidak bermazhab dengan mazhab tertentu
beliau adalah mujtahid mutlak beliau
adalah seorang mujtahid yang pakar
seluruh bidang agama Sehingga beliau lam
yataqayyat bimadhabin muayyan beliau
tidak terikat dengan mazhab tertentu
wala yuqallidu wahidan Min aimatil mahab
madzahib dan beliau tidak mengikuti dan
tidak taklid kepada seorang pun dari
Imam mazhab oleh karenanya sebagan ulama
menganggap dia bermazhab Syafi'i seperti
assubq dalam kitabnya thaabaqa
Syafi'iyah memasukkan tentang biografi
para ulama
syafi'iah beliau memasukkan Al Imam
al-bukhari dalam
ee apa namanya rentetan ulama
Syafi'iyah bahkan alqadi Ibnu Abi ya'la
alfarra memasukkan Al Imam albukhari
dalam thabaqatul hanabilah ulama-ulama
Hambali Imam Bukhari dimasukkan juga ke
dalam ulama Hambali yang benar dia tidak
bermazhab Syafi'i dan juga tidak
bermazhab apa Hambali oleh karenanya
Beliau memiliki fikih tersendiri waiku
fiarumi dan fikihnya Al Imam albukhari
pada judul-judul bab yang beliau buat
dalam
ee sahih Bukhari oleh karenanya banyak
beliau membuat judul-judul bab contohnya
saya dalam kitab alwudu yang judul-judul
bab tersebut menyelisihi Mazhab Syafi'i
menyelisihi mazhab apa Syafi'i
rahimahullahu taala jadi dalil
bahwasanya beliau ee eh tidak bermazhab
dengan mazhab tertentu meskipun beliau
datang setelah eh Al Imam Syafi'i dan
Imam Ahmad ya rahimahullahu Jamian
eh tib kita
lanjutkan
bab babun isu
was bab tentang menggunakan sisa air
yang digunakan telah digunakan untuk
berwudu oleh orang lain Jadi ada
orang-orang sudah pakai air wudu ters
tbut ada sisanya boleh enggak kita pakai
air sisa tersebut untuk berwudu ya sisa
dari air yang tadi sudah digunakan
berwudu oleh orang
lain Wa Amaro jarir Ibnu Abdillah
radhiallahu Anhu ahlahu an yatawad
bifadli siwakihi Kemudian beliau
membawakan eh arar dari jarir bin
Abdillah radhiallahu taala Anhu di mana
jarir Bin Abdillah memerintahkan
keluarganya untuk berwudu dari sisa air
yang dia gunakan untuk bersiwak
seakan-akan J bin Abdillah memasukkan
siwak nya ya untuk melembutkan siwaknya
di air kemudian dia bersiwak atau
sebaliknya Setelah dia bersiwak dia
celupkan siwaknya di di air bekas ada
air kata dia berwudu dari air ini
berwudu dari air yang sudah di celupkan
Siwak di dalamnya dan ini Al Imam
albukhari menjadikan dalil bahwasanya
Siwak sebagaimana dalam hadis kata Nabi
Sallallahu Ali wasallam
asiwaku matharatun lilam Wun lirab
bahwasanya Siwak itu eh pencuci mulut
pembersih mulut dan mendatangkan
keridaan Allah subhanahu wa taala nah
Siwak yang sudah digunakan untuk
bersihkan mulut Ternyata sisa airnya ya
tidak mengapa digunakan untuk berwudu
maka Beliau mengatakan demikian juga
kalau orang sudah menggunakan air untuk
berwudu sisa airnya masih ada boleh
digunakan untuk berwudu Kenapa karena
ini ada khilaf dalam masalah ini ya Ada
khilaf dalam masalah
ini kemudian Imam Bukhari berkata
qam AB
aku mendengar Abu juhaiah radhiallahu
Anhu berkata nabi sallu wasallam keluar
menemui kami bilajiritu di siang bolong
panas
trik maka nabi S wasallam didatangkan
air wudu kalau wudu pakai D artinya
perbuatan wudu kalau pakai fathah Wadu
artinya air wudu itu bahasa Arab kalau
pakai D wudu artinya perbuatan wudunya
kalau pakai fathah maftuhah aladu airnya
ya setelah nabi berwudu maka orang-orang
pun mengambil sisa air bekas wudu Nabi
Sallallahu Alaihi
Wasallam maka mereka pun mengusapkan
Sair tersebut ke tubuh mereka mencari
keberkahan
tentunya nabi
was nabi wasam pun salat zuhur du
rakaat nabi J jamak takdim nabi salat
zuhur dua rakaat kemudian nabi salat
asar dua rakaat jamak takdim di qasar
wabaina yadai anazah di depannya ada eh
semacam tongkat Ya sutrah Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam ya hadirin
dan hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala yang dijadikan dalil
oleh Al Imam albukhari rahimahullahu
taala bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam berwudu dengan air tersebut
tentunya airnya berjatuhan kembali di
rudu di atas jatuh kembali dan sisa
airnya diperebutkan oleh para sahabat
diperebutkan oleh para sahabat karena
mereka ingin mencari keberkahan dari
sisa air yang telah mengenai tubuh Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam dan ini
kekhususan Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam Rasul wasallam dicari
keberkahannya dicari
keberkahannya ini juga dalil bahwasanya
ee bahwasanya air bekas wudu
ya tidak najis tidak
najis jadi ada khilaf tentang namanya
Alma
almamal Alma almaal kita tahu dalam
Mazhab Syafi'i Alma almakmal air yang
bekas dipakai untuk bersuci tidak boleh
digunakan lagi untuk bersuci lagi
ya yaitu
Air
bekas
bersuci Apakah bekas
mandi
ee minggu depan baw Rean saya yang bisa
nempel di sini ya Bisa enggak Di Jakarta
ada enggak Jakarta
Utara ini enggak bisa ya
mandi atau wudu ada yang mengatakan
mandi wajib atau wudu wajib nah Apa
hukumnya Apa
hukumnya secara umum ada tiga pendapat
ada yang mengatakan air tersebut
Najis ada yang mengatakan tersebut
thahir Tapi tidak tapi
ur thhir Itu
Suci thhur artinya
mensucikan pendapat yang ketiga
mengatakan air tersebut
tahur suci dan mensucikan tetap
saja yang pertama mengatakan air
tersebut karena sudah dipakai untuk
berwudu maka berubah menjadi najis tapi
ini dibantah dalam terlalu banyak hadis
ya diantaranya tadi bekas nabi berwudu
kalau najis enggak mungkin para sahabat
akan bertabaruk dengan suatu yang najis
paham Ternyata sisa air wudu tersebut
dipakai oleh para sat mencari barokah
yang kedua pendapat mengatakan air
tersebut ini mazhab jumhur ulama ini
jumhur
ulama bahwasanya air tersebut tadinya
thahur tadinya suci dan mensucikan
setelah digunakan untuk bersuci tinggal
sucinya doang
ini tidak najis dia suci Tapi kalau buat
wudu enggak boleh lagi kenapa Karena dia
sudah digunakan untuk apa berwudu atau
dia sudah digunakan untuk mandi maka
tidak boleh digunakan untuk bersuci
kedua kali ya pendapat ketiga air
tersebut tidak berubah ya air tersebut
tetap thahur tetap suci dan
mensucikan dan pendapat yang lebih kuat
adalah pendapat ini Innal Ma thhurun
Sesungguhnya air itu adalah
suci dan mensucikan adapun dalil-dalil
yang mengatakan air berubah dari Suci
mensucikan jadi tinggal Suci saja maka
dalildilnya kurang kuat namun ini khilaf
yang sangat kuat antara pendapat ini dan
pendapat ini ya cuma saya lebih condong
pada pendapat bahwasanya air tersebut
tidak berubah statusnya tetap saja suci
dan mensucikan Kenapa karena tidak ada
tidak ada Dalil yang menunjukkan dia
berubah status dari mensucikan hanya
menjadi Suci saja ya ini khilaf di
kalangan para ulama
Insyaallah nanti mungkin ada pembahasan
ya tib pembahasan
berikutnya
tentang mencari keberkahan mencari
keberkahan
hanya
khusus untuk Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam para sahabat tidak para sahabat
tidak oleh karenanya tidak diriwayatkan
bahwasanya sebagian sahabat mencari
keberkahan dari sahabat yang lain tidak
ada yang
EE mencari keberkahan dari sisa wudunya
Abu Bakar sisa mandinya Abu Bakar dari
baju bekas yang dipakai oleh Abu Bakar
dari keringatnya Abu Bakar enggak ada
Adapun nabi terlalu banyak riwayatnya
nanti akan datang juga Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam bekas wudu maka para
sahabab rebut-rebutan Kadu yaktatilun
sampai disebutkan hampir-hampir mereka
bunuh-bunuhan ini mubalag artinya mereka
benar-benar rebutan sisa wudu Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam waktu Haji
Kemudian beliau mencukur rambutnya nabi
suruh bagi-bagi kepada para sahabat nabi
sengaja suruh bagi-bagi ya ya nanti nabi
juga suruh minum bekas wudunya ya banyak
dalil ya Bahkan nabi kalau membuang
ludah para sahabat
berebut-rebutan untuk mendapatkan ludah
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam demikian
juga para sahabat berusaha memakai baju
bekas Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ka
pernah mengenai jasad Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam dan keringat Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis
tatkala Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
pemakai baju yang lusuh kemudian ada
seorang wanita memberikan hadiah kepada
nabi sebuah baju maka sang prwi berkata
faak nabi shallallallahu Alaihi Wasallam
maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
mengambil baju tersebut
Karena nabi membutuhkan baju tersebut
waktu Nabi setelah pakai tiba-tiba
datang sahabat berkata Ya Rasulullah
ahaha Ya Rasulullah begitu indah baju
barumuuksuniha Berikanlah saya untuk
saya pakai ya Rasulullah Rasul wasam
yaq di antara sifat nabi nabi tidaklah
diminta sesuatu sama sekali nabi tidak
pernah mengatakan tidak kalau dia punya
dia pasti kasih karena sahabat ini
melihat nabi baru pakai baju maka dia
minta baju dan nabi pasti kasih maka
nabi buka baju tersebut nabi kasih
kepada sahabat Ini akhirnya
sahabat-sahabat lain protes kamu ni
gimana ya nabi Kamu tahu Nabi kalau
diminta tidak pernah nolak kamu minta
baju baru nabi baru pakai diminta nabi
pasti kasih kamu pintar sekali kata
sahabat ini bukan apa-apa laalli ukanu
fiha kata dia Saya berharap dikafankan
dengan baju tersebut fanat kafanahu maka
akhirnya baju tersebut menjadi kain
kafan sahabat intinya apa dia ingin
mencari keberkahan dari dari Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam jadi jasad
Nabi badan Nabi rambut nabi keringat
nabi ludah nabi semuanya berkah dan itu
hanya khusus untuk Nabi Sallallahu alhi
wasallam tidak diriwayatkan dari sahabat
yang lain ya makanya Nabi Sallallahu
wasallam awal dia ludah nabi sengaja
meludah kepada sahabat Karena nabi tahu
ludahnya apa berkah betapa banyak
sahabat yang sakit nabi ludah matanya ya
sembuh ya kalau kita yang tambah sakit
matanya jadi jadi ee ini tidak di tidak
tidak dikiaskan kepada para sahabat yang
yang lain Adapun Sebagian ulama yang
membolehkan mencari keberkahan dari
orang Saleh seperti imam nawawi
rahimahullahu taala dan ulama yang
lainnya maka kita katakan itu pendapat
namun keliru ya karena dalil-dalil
menunjukkan itu khususan Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam seandainya boleh
mengambil keberkahan dari selain nabi
maka para sahabat sudah akan berebutan
dengan mengambil keberkahan dari Abu
Bakar radhiallahu Anhu dari Umar dari
Utsman dari Ali apalagi Abu Bakar Utsman
dan Ali radhiallahu anhum dijamin masuk
surga oleh Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam para sahabat syum dijamin masuk
surga dan tidak ada tabiin mencari
keberkah dari para sahabat ya ini
menunjukkan bahwasanya keberkahan
tersebut hanya khusus buat Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam adapun yang
mereka mengatakan boleh mengambil
keberkahan dari selain Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam maka dalil mereka adalah
iias kita mengatakan iias MA Al Fari
iiasnya tidak bisa disamakan antara iias
seorang dengan Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam tidak bisa ya karena kita tahu
namanya qias harus ada suatu yang sama
antara almaqis Alaihi dan almaqis antara
asal dan Fara kalau ada kesamaan sesama
baru bisa diikutkan hukumnya contoh di
zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
tidak ada beras yang ada kurma dan
kurma bisa digunakan untuk bayar zakat
fitrah atau kena zakat ya Nah kemudian
ee
Bagaimana dengan beras ya beras hukumnya
sama dengan kurma Kenapa ada
kesamaankesamaannya di mana sama-sama
makanan pokok kut sama-sama muddakhar
sama-sama bisa disimpan kemudian
sama-sama bisa makil ditimbang ya atau
diwazan karena kesamaan ini maka para
ulama mengatakan ya berlaku pada kurma
berlaku pada beras apa yang berlaku pada
kurma itu namanya apa iias namanya iias
jadi ada Illah jamiah ada sebab yang
sama antara asal dan cabang antara kurma
dengan beras beras namanya Fara cabang
kurma namanya asal karena zakat terkena
pada kurma maka demikian juga pada beras
Ya sama-sama ilah yang sama Nah kita
bilang hal itu tidak bisa kita terapkan
antara Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
dan ulama misalnya Nabi Nabi Sallallahu
Alaihi
Wasallam ulama atau Pak Kiai misalnya
tiib apa Illah Apa sebab yang sama
antara
keduanya hukumnya nabi apa boleh dicari
keberkahannya boleh
dicari
keberkahan
badannya badannya
liurnya
ludahnya
rambutnya dan lain-lain nah apaah
hukumnya bisa disamakan ulama dalam hal
ini sehingga ulama juga boleh dicari
keberkahan badannya liurnya ludahnya
rambutnya dan lain-lain Nah bagi yang
mengatakan boleh kata mereka ada ah yang
sama ada sebab yang sama Apa sebab yang
sama kata mereka sebab yang sama adalah
kesalehan karena nabi sahu wasallam
adalah Saleh ulama juga Saleh maka bisa
dikiaskan ulama dengan Nabi Sallallahu
Ali wasallam kita bilang kalau maksud
antum kesalehan apa kalau maksudnya
kesan kesalehan yang sama maka mustahil
Kenapa Karena kesalehan nabi tidak bisa
dikiaskan dengan yang lainnya jangankan
nabi Abu Bakar yang dijamin Mas surga
kata Umar Bin Khattab radhiallahu Anhu
walau wuzina imanu Ummah Ma Imani Abi
bakrinjiha imanu Abi bakrin seandainya
imannya umat ditimbang dengan imannya
Abu Bakar maka masih lebih berat imannya
Abu Bakar Abu Bakar tidak bisa
dibandingkan dengan Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam Abu Bakar hanyalah satu
kebaikan dari jutaan kebaikan Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana mau
disamakan Abu Bakar dengan nabi yang
pernah melihat neraka langsung yang
pernah melihat surga langsung yang
pernah melihat malaikat yang pernah
berbicara langsung dengan Allah yang
pernah Isra Mikraj Bagaimana mau
disamakan imannya nabi dengan imannya
Abu Bakar Jadi kesalehan tidak mungkin
sama kalau begitu kalau dikatakan Illah
jamiah sebab yang sama adalah kesalehan
maka kita tidak terima karena kesalehan
nabi tidak sama dengan kesalehan seorang
pun mereka bilang maksud kami bukan
tingkat kesalehan tapi akar kesalehan
Nah kita bilang kalau akar kesalehan
setiap orang punya akar kesalehan setiap
seorang mukmin pasti ada akar kesalehan
Saya punya akar kesalehan Antum punya
akar kesalehan ya Nah kalau sebabnya
adalah akar kesalehan maka kita akan
boleh mencari berkah dari siapapun dari
Mukmin ini
paham ya bukan cuma saya nanti saya
sisakan minum saya ya jangan rebutan ya
ya ya Antum juga bisa sekarang Apa
bedanya mana standar kesalehan mana
standar kesalehan boleh kita ngambil
berkahnya enggak ada Ma standar paling
atas jelas beda antara seorang dengan
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam must
standar paling bawah kita semua punya
akar kesalehan terus mana yang
menjadikan
Illah jamiah sebab untuk
mengkiaskan oleh Kara tidak ada dalil
bahwasanya Abu Bakar dahulu habis cuku
rambut bagi-bagi rambutnya enggak ada
Kalau sa itu boleh dilakukan kepada
seorang
misalnya yang dianggap Saleh maka sudah
kalau dia cukur ut dia Jangan buang ya
ya kemudian dia kumpulkan ya bisa dia
bagi-bagikan kepada orang di jalanan
ya Saya pernah di Masjid Nabawi habis
ceramah ada orang kemudian datang bawa
gelas Ustaz tolong tiup
Ustaz saya bilang buat apa meskipun
Ustaz tidak yakin saya yakin Subhanallah
ini yang yang ngajarin siapa Ustaz apa
dia maksa saya bilang enggak enggak
kata dia yang aneh dia mengatakan
meskipun Ustaz tidak yakin saya yakin
gimana sih saya saja enggak yakin ente
yakin jadi yang benar bahwasanya ee
untuk cari keberkahan hanyalah Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam secara jasad
Adapun keberkahan ulama maka dari
petuah-petuah mereka dari
majelis-majelis mereka dari buku-buku
mereka itulah keberkahan mereka bukan
badan mereka bukan ludah mereka bukan
rambut mereka bukan itu khusus untuk
Nabi Sallahu Alaihi
Wasallam tib di sini juga dalil
bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam eh tatkala sedang nazil jadi
musafir ada dua model ada dalam
perjalanan ada nazil nazil itu sedang
berhenti ya sedang berhenti kalau
seorang dalam perjalanan terutama jadir
perjalanan berat maka dianjurkan dia
untuk menjamak dianjurkan dia untuk apa
menjamak Tetapi
kalau ir Jika ternyata perjalanan tidak
berat maka yang dianjurkan dia hanya
mengqasar tanpa menjamak yang dianjurkan
dia hanya mengqasar tanpa menjamak tapi
Seandainya dia menjamak maka Boleh saya
ulangi
musafir musafir dianjurkan untuk
mengqasar secara
mutlak kapan dianjurkan untuk menjamak
sekalian kalau ternyata safarnya berat
atau dia punya keperluan dia butuh
istirahat yang panjang tidak ingin
terpotong dengan waktu salat maka dia
boleh ee menjamak Ya tapi kalau ternyata
safarnya ringan apalagi dia menginap di
suatu tempat dia tidak letih dia hanya
menunggu hari demi hari maka lebih baik
dia mengqasor tanpa menjamak afdalnya
mengqasor tanpa menjamak tapi Seandainya
dia menjamak tetap aja boleh paham cuma
afdalnya apa bagi orang yang
menetap musafir menetap dan tidak ada
kerepotan tidak ada kebutuhan tertentu
afdalnya dia mengqasar tanpa menjamak
tapi Seandainya dia menjamak juga tetap
dibolehkan dan Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam pernah menjamak meskipun sedang
berhenti ya seperti nabi tatkala ditabuk
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menjamak
Kalau tidak salah 19 hari tidak ada
masalah demikian juga dalam hadis ini
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam jamak
takdim padahal tidak disebutkan mereka
dalam perjalanan tapi sedang singgah
sedang apa singgah wallahu taala alam
bawab
bab kita lanjutkan hadis
berikutnya masih dalam hadis yang sama
tentang boleh
menggunakan sisa air dari wudu orang
lain Imam albukhari
berkata waq Abu
Musa was
dari Abu Musa al-asyari Beliau berkata
Nabi Sallallahu Al wasallam minta
didatangkan gelas atau tempat bejana Fi
Maun di situ ada air fagi wajahu Fi maka
beliau pun mencuci tangannya dan mencuci
wajahnya pada tempat tersebut ya mungkin
begini depan di atas tempat tersebut
jadi cuci tangan kemudian mencuci
wajahnya di tempat tersebut berarti air
nya apa kembali Wi kemudian dia ludahkan
di situ diakumur kemudian dia semprotkan
atau semburkan di mana Di bejana
tersebut
kemudiana nabi berkata kepada dua orang
sahabat tatkala itu isu minumlah dari
air
ini
waum dan tuangkanlah air ini ke wajah
kalian berdua dan ke leher-leher kalian
dada-dada kalian berdua ya ini
menunjukkan nabi suruh mereka untuk
mencari keberkahan dari air yang sudah
di merupakan bekas Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam bahkan nabi men apa
namanya mensemburkan air di ee di qadah
tersebut atau di bejana tersebut ini
dalil bahwasanya bekas nabi mencuci
tangan bekas nabi mencuci wajah tidak
mengapa ya digunakan
lagi Kemudian hadis berikutnya Al Im
alukhari berkata Q haddana Ali bin
Abdillah Q haddana Yaqub bin Ibrahim bin
sa Q haddasana abih IBN syihab azzuhri Q
akbarani Mahmud Ibnu
Rabi Q wahu maj ras wasam Fi Waji wahu
gulamim Mahmud bin Rabi adalah seorang
sahabat waktu dia berumur 4 tahun atau 5
tahun Nabi Sallallahu wasallam pernah
mengambil air dari sumur Mereka kemudian
nabi masukkan dalam mulutnya kem Nabi
semburkan ke wajah Mahmud bin rabi' dan
dia mengingat kisah tersebut dia
mengatakan nabi pernah menyemburkan air
ke wajahku waktu saya masih kecil umur
masih lima ee 5 tahunan ini dalil
bahwasanya apa Yang dia ingat boleh dia
riwayatkan di kemudian hari setelah dia
dewasa waqala urwah Anil miswar
wahairihi yusoddiqu Kullu Wahidin
minhuma
shohibahu ini hadis maksudnya dari
almiswar dan ghairihi selain miswar dan
kata Al Imam albukhari saling menguatkan
di antara almiswar dan yang lainnya ya
hadis ini diriwayatkan dalam beberapa
sanad saling
menguatkan kemudian isinya waid tawad
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Kanu
yaktatiluna ala wuduihi waduihi dan jika
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berwudu
maka para sahabat berebut-rebutan sampai
seakan-akan bertempur dalam
memperebutkan bekas wudu Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam ya sekarang sebagian
orang Demikian Ya misalnya ulama nya
minum dan dia sengaja Sisakan Setelah
dia pergi murid-muridnya bertempur
memperebutkan apa sisa air minum
tersebut dan sebagian mereka sengaja
meninggalkan Mungkin dia berkeyakinan
demikian tapi saya katakan pendapat
tersebut tidak tidak kuat yang benar itu
hanya untuk siapa Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam dalam riwayat yang lain Kadu
yaktatiluna bukan Kanu tapi Kadu Kadu
yaitu hampir mereka bunuh-bunuhan hampir
mereka berperang gara-gara memperebutkan
sisa wudu Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam ya hadis ini datang dalam kisah
urwah bin Mas'ud ataqaofi tatkala beliau
bertemu dengan Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam Kemudian beliau kabarkan kepada
Quraisy Beliau berkata aku tidak pernah
menemukan suatu kaum yang begitu cinta
kepada seorang seperti sahabat Muhammad
kepada Muhammad Sallallahu Alaihi
Wasallam adalah nabi jika membuang Luda
maka mereka menada Luda Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam kalau nabi setelah
berwudu mereka berebut-rebutan hampir
bunuh-bunuhan untuk merebutkan wudu Nabi
Sallallahu alaih wasallam menunjukkan
bagaimana besarnya cinta para sahabat
kepada Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam hadis
berikutnya
babun tanpa judul ya seakanakan dia
adalah cabang daripada bab
sebelumnya kata Imam
albukhariunana Abdurahman bin
Yunus Ibu Isma
Said bin Yazid
berkata wasam Bibiku membawaku bertemu
dengan nabi su wasamqat kemudian Bibiku
berkata Ya Rasulullah in IB
ukun Ya Rasulullah sesungguhnya
Ponakanku ini yaitu anak dari saudari
perempuanku Ponakanku ini sakit dalam
riwayat wajun wajun ya atau ada yang
mengatakan itu ada Sakitnya di di kaki
kakinya Sakitnya di di
kaki dan Ini kata para ulama dalil boleh
seorang mengabarkan tentang rasa
sakitnya Boleh saya lagi sakit tetapi
tidak boleh dalam kondisi mengeluhkan
sakitnya kepada manusia itu tidak boleh
ini namanya mengeluhkan Allah kepada
makhluk Kenapa yang mentakdirkan dia
sakit siapa Allah subhanahu wa taala
kemudian dia mengeluhkan Aduh saya sakit
Enggak sumbuh-sembuh seakan-akan dia
mengeluhkan Allah kepada makhluk tapi
kalau dia Kabarkan bukan dalam rangka
untuk untuk mengeluh tapi mengabarkan
Kamu kenapa enggak ini saya lagi sakit
kenapa kenapa enggak pengajian Saya lagi
sakit enggak ada masalah atau datang
kepada dokter saya sakit ini untuk cari
obat Enggak ada masalah tapi kalau dia
menyampaikan rasa sakitnya dalam bentuk
mengeluh ini tidak diperbolehkan
seakan-akan dia mengeluhkan Allah kepada
makhluk Ya seharusnya seorang
mengeluhkan makhluk kepada
Khali ya kalau dia mengeluh kepada
Khalik Enggak ada masalah Bukan
sebaliknya mengeluhkan Allah kepada
makhluk
kemudian kata Said bin
Yazid bilah maka dia pun mengusap
kepalaku lalu nabi sallahui wasallam
mengusap kepalaku lalu nabi sallallahui
wasallam mendoakan keberkahan
bagiku kemudian dia pun
berwudu maka aku pun minum dari bekas
wudu Nabi Sallallahu Alaihi
wasam Kemudian aku pun berdiri aku pergi
ke belakang Nabi Sallallahu Alaihi
wasallamuamin nubu kaaii maka aku pun
melihat di belakang Nabi Ada cap
kenabian Baina katifaihi di antara dua
belikat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
Mla zirril hajalah bentuknya seperti zir
itu kancing alhajalah alhajalah semacam
kemah-kemah kecil yang di hias dengan
tirai-tirei dan tirai-tirai tersebut
diikat dengan apa semacam kancing
seperti misalnya diletakkan di atas unta
ya kalau ada seorang putri di atas unta
ditutup dengan kemah-kemah kecil ya
dihias dengan tempat tidur misalnya nah
ditutup dengan tirai-tirai tirai
tersebut dikancing dengan apa alhajalah
atau zir alhajalah ini pendapat pendapat
kedua seb disebut oleh Ibnu Hajar
rahimahullahu taala bahwasanya alhajalah
yaitu
thirir burung semacam burung sehingga
maksudnya nya bizirri alhajalah zirnya
burung Maksudnya seperti telur burung
bentuknya o Kara dikuatkan pendapat
keduanya dalam hadis yang lain Mla
baidhotil hamamah Ya seperti Telur
merpati Bunderan daging yang tumbuh di
antara dua pundak Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam itu seperti besarnya seperti
Telur merpati jadi semacam daging yang
tumbuh dan situ ada rambut yang terurai
di daging tumbuh tersebut dan itu adalah
cap kenabian itu bukti bahasanya dia
seorang nabi oleh karena dalam kisah
yang panjang tatkala Salman Alfarisi
berpindah dari satu majikan ke majikan
yang lain sampai dia meninggalkan agama
majusi kemudian dia pergi ke Seorang
rahib pendeta pendeta tersebut
mengatakan saya sudah tidak mengetahui
ada yang baik saya akan meninggal
pergilah engkau ke rahib satunya akirnya
pergi ke rahib satunya sampai akhirnya
rahib tersebut mengatakan pergilah
engkau sudah saatnya Seorang nabi diutus
dan di antara ciri-cirinya dia punya
tanda kenabian di antara dua belikatnya
maka Salman al-farisi waktu ketemu Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam Salman
al-farisi ingin melihat yang pertama
Nabi tersebut tidak terima Sedekah Yang
kedua nabi tersebut punya tanda kenabian
waktu Salman kasih sedekah kepada
nabi-nab tidak terima kata Salman ini
ciri pertama
tinggal ciri kedua dia mau cek yaitu apa
ada tanda kenabian di antara belikat
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka dia
Lihat ke belakang ternyata nabi pakai
selendang tidak kelihatan waktu Nabi
tahu Salman ingin mengecek maka nabi
sengaja melepaskan selendangnya agar
dilihat oleh siapa Salman Alfarisi
radhiallahu Anhu ini jadikan dalil oleh
Syekh utsimin rahimahullahu taala kalau
ada orang ingin tahu sesuatu dari kita
dan itu tidak mengganggu privasi kita
maka tidak mengapa kita ceritakan ya
menyenangkan hatinya Kenapa ada orang
[Tertawa]
kepo apalagi pengetahuan itu bermanfaat
baginya ya Kita kasih tahu tapi kalau
enggak ada manfaat enggak usah kasih
tahu ya ya enggak usah kasih tahu kalau
bermanfaat buat dia Dan kita ceritakan
Mungkin dia pengin tahu pengalaman kita
Dia pengin tahu usaha kita misalnya itu
bermanfaat menurut kita bagi dia
ceritakan aja menyenangi sunah Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam tatkala ee
Salman ingin melihat
ee cap kenabian nabi maka nabi sengaja
membukakannya agar dilihat Bagaimana
Nabi senangnya menyenangkan hati orang
lain ya tapi kalau pengin tahu kita tahu
tidak ada manfaatnya kita ceritakan dia
tambah hasad enggak usah kasihan Dia
menderita kamu rumahnya berapa tiga uh
tiga
istrimu berapa Empat Waduh jelek kayak
kamu istrinya empat Kasihan dia sedih ya
ya Enggak usah enggak usah cerita Enggak
semua k nikmatan yang kita miliki kita
apa
ceritakan
Tayib ini juga dalil bahwasanya Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam bekas wudunya
diminum ya sebagai obat bagi orang yang
sakit ba kita lanjutkan hadis berikutnya
bab was minfatin Wahidah bab tentang
orang yang berwudu bertamadmud yaitu
berkumur-kumur dan istinsyak dengan satu
dengan satu apa
eh satu cidukan saja ya yang Makruf tiga
kali di ini kumur dihirup dilepas
Kemudian yang kedua kemudian yang yang
ketiga tapi sebag ulama berpend at boleh
berdasarkan hadis berikut satu kali
dikumur-kumur tiga kali
boleh satu kali cidukan jadi ngambilnya
sedikit-sedikit ya tiga kali satu satu
begini untuk tiga kali apa e
penggudaan q
musadadid IB Abdillah am bin Yahya AB
Abdillah bin
zaidu Abdullah binid sahabat yangiway
tentang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
beliau memiringkan bejana kemudian dia
tuangkan kepada kedua tangannya untuk
dicuci sunah su gasala matmad
wastansyaqo Min kaffatin Wahidah
fafa'ala dalalika
salatan maka dia pun mencuci kepalanya
eh mencuci wajahnya kemudian
berkumur-kumur beristinsyak Min kaffatin
Wahidah ya tetapi ya dalam hadis ini pun
disebutkan bahwasanya
meskipun disebut kafatan Wahidah kafat
satu begini Tetapi dijelaskan dalam
hadis tersebut
faaalaikaan bahwasanya nabi atau
Abdullah bin Zaid melakukannya tiga kali
maka kembali kepada pendapat yang kedua
bahwasanya kembali kepada hukum asal
bahwasanya tatkala seorang beristinsyak
tetap tiga tiga beginian ya ya ada yang
mengatakan satu tapi dia Gun lakukan
tiga kali ada ihtimal hadis ini sebagai
dipahami oleh Syekh zaimin rahimahullahu
taala tetapi kita bawakan kepada
hadis-hadis yang lain bahwasanya
maksudnya begini artinya tiga kali
cidukan bukan satu kali cidukan tiga
kali penggunaan ya dan itu lebih mudah
Tiga kali Apa
cidukan kemudian dia pun mencuci kedua
tangannya hingga kedua sikunya dua kali
dua
kali dan dia pun mengusap kepalanya yang
depan maupun yang bel
[Musik]
belakang kemudian dia mencuci kedua
kakinya sampai kedua mata kakinya Q hak
rasulahallahuaii wasallam kemudian dia
berkata demikianlah Ya wudunya
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
tapi Imam Bukhari mengambil istimbat
bahwasanya boleh seorang satu tangan
untuk tiga kali apa istinsyak dan
kumur-kumur boleh namun lebih hati-hati
kita bawa kepada riwayat-riwayat yang
lain yang menjelaskan bahwasanya
maksudnya tiga kali cidukan
bab berikutnya bab Mashur RI marah bab
tentang mengusap kepala cuma sekali
mengusap kepala cuma sekali ini juga
menyelisihi mazhab syafi'iah karena
mazhab syafiiah berpendapat sebagaimana
sudah kita Jelaskan bahwasanya
disunahkan mengusap berapa kali tiga
kali mengusap tiga kali bukan sekali
Imam Al buukhari menjelaskan bahwasanya
mengusap cuma sekali menyelisihi Mazhab
Syafi'i ini menunjukkan Imam Bukhari
bukan bermazhab Syafi'i ahullahu taala
dan subhanallah dalam pembahasan ini
mengusap kepala cuma sekali alhafiz Ibnu
Hajar rahimahullah sependapat dengan Al
Imam albukhari al-hafiz Ibnu Hajar ulama
besar Mazhab Syafi'i tapi dia
menyelisihi Mazhab Syafi'i dalam urusan
ini dalam masalah ini ini menunjukkan
al-hafiz BN hajar tidak fanatik
beliau bisa menyelisihi ulama pendapat
ulama Syafi'iyah sehingga beliau
berpendapat bahwasanya untuk mengusap
kepala cuma berapa kali sekali
meskipun sebelumnya sudah kita bahas
Imam Bukhari berpendapat kalau kepala
harus
seluruhnya alhafiz Ibnu Hajar
menyelisihi Imam Bukhari membela Mazhab
Syafi'i boleh sebagiannya kata Ibnu
Hajar jadi dalam mengusap sebagian
kepala Ibnu Hajar menyelisihi Imam
Bukhari sepakat dengan mazhab apa
Syafi'i tapi dalam masalah mengusap
kepala cuma sekali Saya ulang tadi Ibnu
Hajar menyelisih dan menyepakati
menyelisih di mana
eh Antum sama Ana enggak menyelisih di
mana menyelisihi bahwasanya cukup sekali
tidak perlu dua kali atau tiga kali dan
dia sepakat dengan Mazhab Syafi'i dalam
hal boleh mengusap sebagian apa kepala
tidak harus
seluruhnya sepakat Mazhab Syafi'i
menyelisih Imam
bukhi kita bacakan sulaim Bin
was hadisnya sama Dar Abdullah bin Zaid
ditanya tentang bagaimana cara wudu nabi
was maka beliau pun meminta didatangkan
bejana maka dia pun
berwudu di hadapan
mereka Maka dia pun menuangkan air
tangannya dicuci
kali yang saya katakan menjelaskan hadis
sebelumnya maka beliau pun
berkumur-kumur dan beris dan berar kali
dengan Ali cidukan dengan kukan bukan
[Musik]
seuk ini dia menconkan dia perahkaliukan
perah Menuk dengan saya kat Lebi ha-hati
kitaaliukan lebih mud lebih bersih
KUD dia menci wahnya
[Musik]
UK tangan di
tangan kep
kemudian dia pun mencuci kedua
kakinya dalam riwayat yang lain
Mus riwayat yang lain dia pun mencuci
kepalanya sekali saja sekali saja ya
Ibnu Hajar rahimahullah
berkata bahwasanyausap kepala itu
dibangun di atas
keringanan berbeda dengan mencuci
Seandainya di disyariatkan tiga kali
diusap maka seakan-akan kepala juga
dicuci padahal allah menggunakan kalimat
diusap beda dengan di dicuci makanya
diusap sekali sudah cukup seandainya
disyariatkan tiga kali maka ambil tiga
kali satu lagi maka seakan-akan di
dicuci kata Ibnu Hajar rahimahullahu
taala
muazan habis azan kita lanjutkan yang
bertanya silakan
Ya lanjut ya masih ada Wak
gak bab tentang seorang berwudu bersama
istrinya boleh wudu bareng-bareng
ya
kemudian Bagaimana hukum tentang sisa
bekas wanita wanita sudah berwudu boleh
enggak kita pakai Airnya lagi untuk
berwudu ini Imam Bukhari meng ada khilaf
ini menyelisih pendapat jomur ulama dia
berpendapat bahwasanya boleh wudu
bareng-bareng boleh wudu menggunakan
bekas wudu wanita Enggak ada masalah
berbeda dengan pendapat Sebagian ulama
azan ya silakan Azan
dulu Ini pertanyaan banyak sabar Antum
mendengar
jawaban kita lanjut aja nanti pekan
depan ya Ini pertanyaan Ustaz Apakah
batal ketika salat lalu keluar
ingus
gak keluar ingus Enggak ada
masalah yang batal kalau keluar dari
kubul maupun apa dubur selama ingusnya
dari atas Enggak ada
[Tertawa]
masalah Ustaz Sahkah Jika berwudu dengan
air yang digayungkan air dituangkan
dengan Gayung
enggak ada masalah ya mau digayungkan
mau
Dikan mau digelaskan enggak ada masalah
Bagaimana mengusap kepala baguan itu
yang berambut panjang saat berwudu yang
diusap kepalanya bukan rambutnya
rambutnya sampai di belakang
jangan sampai sini sudah cukup balik
lagi ya ya ingat ya Allah mengatakan ya
wamsahu
birusikum usap usaplah apa kepala kalian
kebetulan di kepala ada rambut maka
rambut yang diusap tapi kalau rambutnya
panjang sampai di belakangnya ada yang
sampai di apa bokongnya Ya enggak
mungkin sampai ke belakang G enggak jadi
cuma sampai di leher balik lagi ke
depan ketika saya selesai berwudu saya
terburuburu dan akhirnya tidak membaca
doa sesudah wudu Apakah wudu saya sah
jelas sah karena membaca doa wudu
hukumnya sunah tidak
wajib apa hukumnya mengucapkan Bismillah
di toilet yang ada wc-nya tempat buang
air besar sedangkan wudu harus
mengucapkan bismillah sudah kita
Jelaskan bahwasanya pendapat yang rajih
jumhur ulama bismillah tidak wajib
bismillah tidak wajib tatkala berwudu
oleh karenanya sahabat-sahabat yang
meriwayatkan wudu nabi tidak ada yang
memulai dengan mengucapkan apa bismillah
oleh karena hukumnya sunah seandainya
orang mengucapkan bismillah dia
mengucapkan sebelum masuk ke dalam WC Ya
kalau dalam WC tidak kurang ada khilaf
juga ada mengatakan boleh mengucapkan
bismillah ya tapi intinya mengucapkan
Bismillah tidak wajib seandainya seorang
berwudu tanpa mengucapkan bismillah
wudunya
Sah apa hukumnya bikin S SIM secara
nembak Siapa yang ditembak
ini karena jika bikin secara normal
sudah pasti tidak lolos jadi harus
dengan tidak normal dengan
ditembak Intinya kalau seorang mengurus
sesuatu ternyata dia berhak tapi
dihalang-halangi dan dia hanya bisa
mengambil haknya dengan mengeluarkan
uang berarti dia statusnya dizalimi maka
itu diperbolehkan yang dosa yang
mengambil yang dilarang dikatakan
risywah menyogok Kalau itu bukan hak dia
kemudian dia berusaha untuk lulus atau
mengambil sesuatu yang bukan hak dia
kemudian dia menyogok Maka itulah Apa
riswah itu tidak diperbolehkan tapi
kalau seorang dia mau ngurus sesuatu gak
mungkin ya kecuali dengan demikian kalau
enggak dia enggak bisa maka yang
mengambil yang zalim saya pengalaman
saya pernah mengurus pada tahun 2001
di salah satu kantor imigrasi di tanah
air ya Ee zaman itu ya Saya ingin
urus
dengan cara normal tidak tembak ya maka
ada yang menawarkan Ah kamu ngurus saja
tembak lebih murah Rp300.000 zaman itu
saya bilang Enggaklah Saya ngak mau saya
mau cara yang jujur Harir ini saya
ngurus sendiri saya ngurus begitu mulus
sampai selesai begitu selesai Ketika
saya mau dikasih kepala imigrasinya
bilang itu bagi-bagi uang sama pegawai
saya akhirnya kena r500.000 akhirnya
mending saya tembak dari
awal ya mudah-mudahan sekarang sudah
tidak demikian ya sekarang di era
keterbukaan katanya
ya tapi demikianlah ya kalau intinya
Intinya kalau ada hak kita yang harusnya
bisa kita peroleh tidak bisa kita
peroleh kecuali dengan seperti itu maka
kita tidak tidak dikatakan kita berdosa
tapi masalahnya kalau anda tidak bisa
naik motor terus Anda pengin dapat apa
SIM ya dengan cara apa nembak ya
berani-beraninya Anda
nembak Ustaz apakah sikap yang harus
dilakukan sebagai seorang Muslim Sejati
Untuk menghadapi Pemilu dia bilang kita
berdoa yang pertama berdoa kepada Allah
semoga Allah memberikan pemimpin yang
lebih baik ya ya siapapun pilihannya
siapapun yang terpilih semoga adalah
yang terbaik bagi Islam dan kaum
muslimin ini yang jelas doa jangan
dipandang remeh doa itu sangat kuat
pengaruhnya yang kedua kalau anda
bisa memiliki kemampuan untuk menimbang
antara yang satu dengan yang lainnya
maka Anda silakan memilih yang menurut
anda yang terbaik ya kalau anda tidak
mampu menimbang karena banyak kesibukan
dan tidak sempat untuk menimbang maka
laukahu nafsanaha Allah tidak m di luar
kemampuan
W jangan mengikuti suatu yang tidak
punya ilmu Sungguhnya penglihatan
pendengaran hati akan dimintai
pertanggungjawaban kalau bisa milih
silakan milih Semoga sumbangsing anda ya
bisa memperbaiki kondisi
ee tanah air kita menjadi lebih lebih
baik Saya berencana Ingin Melamar
seorang wanita untuk saya jadikan istri
Ya jelaslah melamar untuk jadikan istri
ini tidak perlu di Jelaskan Ya hanya
nambah-nambah
[Musik]
[Tertawa]
waktu akan tetapi orang tua dari pihak
si Wanita Masih mempercayai perhitungan
weton atau tanggalan Jawa dan hasilnya
kurang baik akhirnya dari pihak wanita
ragu-ragu untuk melanjutkan acara
lamaran ini bagaimana langkah yang harus
saya lakukan Ustaz Jelaskan itu Syirik
Ma sudah ngelamar dihitung-hitung
ternyata menurut calon mertuanya sang
Ikhwan ini enggak beres kalau menurut
hitungan
apa weton apa Waton tadi ya ya Jelaskan
bahwasanya itu hitungan
kesyirikan bilang sini saya Yang
ngitung menurut perhitungan saya namanya
pernikahan itu kebaikan bilang
gitu ini seperti inilah membuat kerugian
orang lain ya gara-gara hitung-hitung
akhirnya entah pakai rumus Apa akhirnya
merugikan apa orang lainnya kalau
ternyata sang calon mertua tetap bersih
keras Ya Sudahlah cari yang lain ya
Daripada nanti urusan panjang maksa
nikah sama wanita tersebut kemudian
nanti setelah ente nikah ada perhitungan
lain lagi repot ya Udahlah cari yang
lain tapi kalau Anda bisa menjelaskan
mengingatkan ini ini kesyirikan ya ya
ini tathayyur dan yang lainnya maka
semoga
bermanfaat Apakah bisa wudu di WC
setelah mandi boleh setelah andum mandi
biasa ingin wudu wudu ya wudu wudu
seperti wudu biasa silakan
Ustaz jika kita batal pada saat berwudu
wudunya belum selesai Apakah harus
mengulang wudunya Iya ulang lagi dari
awal Antum pas usap kepala buang angin
jangan dilanjutkan ulang lagi dari awal
ya pas lagi nyuci kaki kanan buang angin
ah tanggung tinggal kaki kiri enggak
ulang lagi dari
[Musik]
awal saat lagi lagi halangan boleh
enggak berwudu yang benar bahwasanya
yang dianjurkan berwudu sebelum tidur
atau untuk mengurangi hadas adalah junub
lelaki junub maupun wanita junub boleh
dia berwudu ee kalau dia mandi lebih
baik segera hadasnya hilang tapi kalau
dia berwudu meringankan hadasnya
meringankan junubnya dan ini sahih dari
sahih dari Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam Adapun Apakah ini bisa
dikiaskan kepada wanita haid jawabannya
tidak dan dijelas oleh Mazhab Syafi'i
Imam Syafi'i juga menjelaskan Nawawi
rahimahullah dan banyak ulama
menjelaskan bahwasanya wanita haid tidak
bisa dikiaskan dengan junub ya buktinya
wanita haid pun kalau mandi tidak
menghilangkan Apa hadasnya karena Dar
haidnya masih masih keluar kalau dia
mandi saja tidak menghilangkan hadasnya
apalagi hanya sekedar berwudu beda
dengan junub kalau junub dia mandi
hilang apa hadasnya Dan kalau dia
berwudu diperbolehkan meringankan ee
hadasnya maka di sini kias yang tidak
tepat mengkiaskan wanita haid dengan ee
junub ya Dan ini dijelaskan oleh para
ulama saya batal
menikah ini kasesihan
ya padahal sudah tahap khitbah dia
membatalkan dengan alasan yang tidak
jelas tolong beri saya nasihat agar saya
bisa menghadapi semuanya
Masyaallah terutama omongan tetangga
yang sudah tahu syukran Ustaz Sabar ya
hidup ini banyak ujiannya ya ya pertama
kita harus yakin wa Asa an takrahu saian
wahuahairulakum bisa jadi engkau
membenci sesuatu dan itu lebih baik
bagimu ya bisa jadi lebih baik waasa an
takrahuan wajallah fhairan kir bad k
benci suatu dan Allah menjadikan di
balik kebencianmu banyak kebaikan yang
banyak seorang hnutan kepada Allah
subhanahu wa taala dia tidak tahu
kebahagiaannya pada wanita tersebut atau
pada wanita yang lain dia tolak Ya sudah
dia kan sudah
berusaha alkhair khiratullah yang
terbaik adalah pilihan Allah subhanahu
wa taala Nah kalau kita sudah sesuai
dengan prosedur kita sudah berusaha kita
melamar tahu-tahu dia batalkan tanpa
alasan yang jelas pasti ada alasannya
Cuma mungkin dia tidak mau menyampaikan
mungkin ada laki-laki lebih tampan
mungkin laki-laki lebih kaya ya ya yang
Antum datang ngelamar pakai sepeda yang
satunya ngelamar pakai mobil ya zaman
sekarang sudah tidak ada cinta buta
wanita bisa bedakan antara sepeda dengan
[Tertawa]
mobil Ya sudah Yakinlah bahwasanya
Alhamdulillah Antum tidak dapat mertua
yang matre Ya intinya husnudan kepada
Allah dan sekarang mulailah pemburuan
yang baru ya cari lagi akhwat yang lain
masih banyak
ee bunga-bunga yang
bertebaran lebih banyak bunga-bunga
daripada kambing-kambing ya
Ustaz Bagaimana hukumnya jika suami saya
tahun ini sedang menyusun skripsi tetapi
untuk menyusunnya suami minta bantuan
temannya untuk dibuatkan Tapi semua
datanya dari suami saya enggak kalau
maksudnya dibantu itu dalam Sisi eh
layout misalnya atau penataan itu enggak
ada masalah tapi kalau itu berkaitan
dengan ilmiahnya maka ini tidak Bo ini
penipuan kecuali suami belajar sama dia
ini bagaimana kira-kira Dia belajar
Enggak ada masalah tapi kalau dia nyusun
kemudian ilmiahnya dia yang nyusun itu
enggak boleh namanya penipuan sehingga
ijazah tersebut ijazah palsu kalau
begitu ya Gak gak boleh tapi kalau yang
l maksudnya layout-nya misalnya atau apa
namanya eh mungkin Tata bahasan atau
yang lainnya tapi kalau ilmiahnya
kesimpulannya teman yang ambil kemudian
kalau diskusi Enggak ada masalah kita
boleh Dis sama orang tapi jangan jangan
sampai teman yang nulis kita yang nulis
diskusi gak ada masalah
Saya seorang mualaf
akhwat saat wudu saya Membaca niat
memakai bahasa Indonesia Apakah itu
menjadi masalah dan setelah wudu saya
tidak pernah membaca doa setelah wudu
apakah wuduah EE tidak usah niat dengan
bahasa Apun niat berwudu dalam hati
dalam hati saya sudah niat berwudu tidak
perlu diucapkan Ya karena Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah
mengucapkan niat wudu nabi tidak pernah
berkata nawaitu Al wudua ya aku berniat
wudu ini tidak pernah dilakukan oleh
Nabi padahal begitu banyak ratusan hadis
tentang wudu Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam dan juga tidak pernah
diriwayatkan oleh para sahabat ketika
mereka hendak berwudu mereka mengatakan
aku berniat untuk wudu jadi anti mualaf
ya yang baru masuk Islam
Ee tidak perlu melafalkan niat niat
berwudu dalam hati kita sudah niat
berwudu maka sudah sah Adapun baca doa
setelah wudu maka tidak dibaca juga
tidak mengapa sambil sedikit-sedikit
anti belajar bagaimana ee cara doa
setelah berwudu tapi hukumnya sunah
sunah itu maksudnya tidak wajib se ini
tidak dilakukan juga tidak mengapa
Semoga Allah ya Ee memperkokoh Iman anti
dan Nti Jangan lupa untuk terus belajar
tentang islam yang begitu indahnya
dan mencari keberkahan kepada
nabi
Apakah tidak menganggap kita
menyungutukan Allah subhanahu wa taala
tidak ya ini Allah ingin menjelaskan
bahwasanya Nabi Muhammad Sallallahu
Alaihi Wasallam adalah orang yang mulia
oleh karenanya nabi tidak pernah
mengajarkan para sahabat untuk menyembah
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan nabi
sangat benci untuk disembah dan oleh
karena dalam banyak hadis nabi Ingatkan
akan hal tersebut bahkan kata Anas bin
Malik Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam W
ahu lam yaakumu lima yamuna Min
karohtihidalik adalah orang yang paling
dicintai oleh para sahabat adalah Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam lebih mereka
cintai daripada orang tua mereka
daripada anak mereka daripada diri
mereka sendiri tetapi kalau mereka
melihat nabi datang mereka tidak berdiri
menghormati nabi Karena nabi karena
mereka tahu Nabi tidak suka digitukan ya
ya oleh karenanya kalau anti belajar
masalah kitab nanti akan tahu bahwasanya
betapa nabi sangat tidak suka disamakan
dengan Allah ada seorang pernah berkata
Masyaallah karena kehendak Allah dan
kehendakMu wahai Rasulullah maka Rasul
wasam marah Kata rasulu
wasallamillah apa kau menjadikan aku
sebagai tandingan bagi Allah subhanahu
wa taala ya Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam sama sekali tidak pernah
mengajarkan untuk beribadah kepada
beliau alaihiatu wasalam Adapun mengenai
keberkahan ini sebagai mukjizat sebagai
bukti Dia adalah seorang nabi makanya
nabi punya mukjizat-mukjizat yang lain
tapi mukjizat tersebut tidak
mengharuskan dia disembah contoh Nabi
Isa Alaihi Salam punya mukjizat ya dia
bisa membuat patung burung kemudian dia
tiupkan burung tersebut terbang dia bisa
Alaihi salatu Wasallam bisa menyembuhkan
orang yang kena ee penyakit baras ya
orang buta bisa melihat bahkan orang
mati bisa dihidupkan Tapi itu tidak
menjadikan Nabi Isa untuk disembah nah
orang-orang nasara tatkala melihat ini
mukjizat luar biasa mengangkat beliau
seperti Tuhan Kara beliau bukan Tuhan
mukjizat itu sebagai bukti Dia seorang
nabi bukan sebagai Tuhan makanya dia
sujud kepada Allah dalam Injil pun
disebutkan Nabi Isa sujud Nabi Isa salat
Nabi Isa berdoa Nah kalau dia Tuhan
ngapain dia sujud sujud kepada siapa
Masa Tuhan sujud masa Tuhan beribadah
kalau dia Tuhan kenapa dia berdoa loh
Tuhan minta Terus siapa yang diminta
kalau Tuhannya minta ya Dan ini
menunjukkan bahwasanya mukjizat yang
dimiliki seorang nabi bukan menunjukkan
dia Tuhan Tetapi dia adalah seorang nabi
karena mukjizat tersebut bukti dia
utusan Allah subhanahu wa taala seb Nabi
Sallallahu Ali wasallam punya mukjizat B
nya di antaranya berkah tubuhnya di
antaranya ludahnya bisa menyembuhkan
orang sakit di antaranya rambutnya bisa
menyembuhkan orang sakit tetapi nabi
mengajarkan kita minta kepada Allah
subhanahu wa taala
Ustaz Ada pendapat yang mengatakan jika
sudah mandi besar mandi wajib tidak
perlu wudu lagi bisa langsung salat itu
benar sudah sudah sering kita Jelaskan
kalau orang mandi junub mandi besar
bukan mandi biasa mandi junub dia lagi
janabah kemudian dia mandi junub
mandinya sah maka dia langsung bisa
salat Adapun kalau mandi biasa gak boleh
harus berwudu lagi karena di antara
syarat wudu adalah tertib atau rukun
wudu adalah tertib tertib Itu harus dari
tangan kemudian ee apa wajah kemudian
tangan kemudian rambut baru kepala baru
kaki itu harus tertib enggak boleh
dibolak-balik sementara kalau kita mandi
memang badan kita semuanya basah lebih
daripada anggota tubuh cuma dia tidak
ada
tertibnya dan di antara rukun wudu
adalah apa apa
tertib Bagaimana kondisi apabila kita
setelah berwudu selalu ingin kentut
melulu Apakah boleh kita tahan karena
terkadang setelah diulang wudu pun masih
ingin kentut lagi ya sudahah ulang
kentut lagi ulang
lagi tapi kalau memang itu pembawaan
wallahu alam bawab mungkin ditahan
tatkala menjelang salat Enggak ada
masalah ya tapi kalau ternyata memang
kebelat ya kentut aja gak apa wudu lagi
kentut lagi wudu lagi gak apa sampai
enggak ingin lagi ya ya sampai enggak
ingin enggak ingin lagi
Bolehkah berwudu dalam keadaan telanjang
boleh karena ee Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam
eh nanti akan datang bagaimana boleh
mandi mandi janabah dalam kondisi
telanjang boleh padahal mandi janabah
juga bersuci ya sama wudu juga apa
bersuci mandi janabah bahkan mengangkat
hadas besar itu boleh dalam kondisi
tidak berpakaian apalagi hanya wudu yang
mengangkat hadas kecil maka boleh juga
dalam kondisi tidak berpakaian wallahu
taala alam bwab asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Read
file updated 2026-02-16 09:54:14 UTC
Categories
Manage