Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Alhamdulillahi alaniukrinadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim. Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu daila ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, kita masuk pada surah yang lain yaitu surah Al-Furqan. Surah Al-Furqan surah ke-25. Ee disebut surah Al-Furqan karena di awal dari surat ini Allah mengatakan tabarakalladzi nazzal furqan. Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqan. Yang dimaksud Alfurqan maksudnya Al-Qur'anul Karim. Dinamah dengan Alfurqan karena diambil dari kata farq yang maknanya adalah pembeda. Al-Qur'anlah pembeda antara hak dan batil. Pembeda antara kebenaran dan kesalahan, petunjuk dan kesesatan. Dan pembeda antara ahlul haqil, pengikut kebenaran dan pengikut kebatilan. Ya. Sebagaimana Allah menamakan hari perang Badar dengan al-Furqan. Ya wama anzalna ala abadina yaumal furqani yaumal taqal jama'an. Allah menamakan perang Badar dengan hari al-Furqan. Karena perang Badar itu membedakan antara ee pengikut kebenaran dengan pengikut kebatilan. itu antara pasukan kaum muslimin dan juga dengan pasukan Abu Jahal, pasukan kaum kaum musyrikin. Inilah di sebab sebabnya surah Al-Furqan dikenal dengan nama Al-Furqan karena di awal surah disebut ada kata Al-Furqan. Kemudian surah Al-Furqan ini adalah surah Makkiyah. Sering kita sampaikan surat secara ditinjau dari kapan turunnya terbagi menjadi dua. Ada namanya surat Makkiah, namanya surat madaniyah. Kalau surat Makiyah maksudnya surah tersebut turun sebelum Nabi berhijrah. Sebelum Nabi berhijrah. Kalau Nabi setelah berhijrah, maka disebut dengan surat madaniyah atau ayat madaniyah. Tapi kalau turun sebelum nabi berhijrah namanya surah Makkiyah atau ayatnya disebut dengan ayat Makkiah. Kalau Nabi sudah berhijrah meskipun turunnya di Makkah tetap disebut madaniah. Seperti firman Allah Subhanahu wa taala, "Alyaum akmaltu lakum dinakumamtu alikum nikmati waritu lakumul islama." Ini adalah ayat dari surat Almaidah. Dia turunnya di mana? di Makkah ketika Nabi sedang haji ketika di tanggal 9 Zulhijah tahun 10 ee kenabian yaitu ketika Rasulullah sedang haji wada di Padang Arafah tanggal 9 Zulhijah maka turun ayat ini, "Alyyauma akmaltu lakum dinakum." Sehingga ayat ini dalam surat Almada ini turun di Makkah. Tapi ayatnya ayat madaniyah atau ayat Makkiah? Makkiah. Karena turunnya ayatnya Makiah atau madaniah? Madaniah karena turunnya setelah Nabi berhijrah. Jadi ini yang menakjubkan. Penamaan Makkiah dan Madaniyah bukan disandarkan kepada kota tempat turunnya, tapi disandarkan kepada waktu turunnya. Semua yang turun sebelum Nabi berhijrah namanya Makkiah. Yang setelah Nabi berhijrah namanya Mada Madaniah. Dari sini kita tahu apa fungsinya kita mengetahui Makiyah madaniyah? Karena dengan kita tahu Makkiah, kita tahu Rasulullah turun ayat itu atau surat itu sebelum Nabi berhijrah. Sehingga nuansa nuansanya, audiens-nya ketika itu Abu Jahal dan teman-temannya. Sehingga biasanya kalau surat Makkiah atau ayat Makkiah biasanya tentang akidah, tentang hari kebangkitan yang itu yang mereka ingkari, tentang kerasulan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam karena itu mereka ingkari dan juga tentang Al-Qur'an turun dari Allah Subhanahu wa taala. Ini tiga topik utama yang sering dibahas dalam surat-surat Makiyah. Yaitu pertama tentang hari kebangkitan karena mereka ingkari. Yang kedua tentang kerasulan Nabi Muhammad. Mereka mengatakan Muhammad bukan utusan Allah. Yang ketiga tentang Al-Qur'an adalah firman Allah karena mereka mengatakan Allah tidak pernah menurunkan Al-Qur'an. Ya. Dan karenanya kalau kita baca surat Makiyah selalu seperti itu. Dan di antara banyak surat Makia adalah tentang ee di juz amma. Juz Am itu banyak sekali surah Makkiyah. Nuansanya tentang hari kiamat, tentang hari kiamat, tentang kerasulan Nabi Muhammad, tentang Al-Qur'an. Maka surah Al-Furqan juga adalah surah Makkiah. Sehingga kalau kita baca nanti suansannya juga tentang itu kebanyakan tentang ee Al-Qur'an, tentang kerasulan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, tentang tauhid, tentang akidah. Beda ketika madaniah ketika Rasul sahu alaihi wasallam sudah berhijrah biasanya tentang hukum-hukum. Biasanya ayu ayyuhalladzina amanu jangan begini tentang adab, tentang hukum, tentang haram, halal haram itu nuansa surat-surat mada madaniyah. Karena audiens-nya adalah para sahabat. audiens atau tentang peperangan, perang Badar, perang Uhud karena sudah ee perang ketika Rasulullah sudah berhijrah. Jadi ee inilah manfaatnya kita mengenal Makkiah atau madaniyah. Tib di sini Allah buka firmannya, tabarakalladzi nazzalal furqan. Segala maha suci Allah Subhanahu wa taala yang telah menurunkan al-Furqan yaitu Al-Qur'anul Karim ala abdihi kepada hamb-Nya liyakuna lil alamina nadir agar hambanya tersebut menjadi peringatan pemberi peringatan bagi seluruh alam semesta Allah buka dengan tabarak tabarak pendapat yang benar diambil dari kata al albarokah albarokah maknanya adalah kaf ulir atau khairun. Khairun kirsir. Ada yang mengatakan albarokah diambil dari dua makna. Pertama dari albirkah. Bkah maknanya majmaul ma. Tempat kumpulnya air yang banyak. Sehingga tidak disebut dengan barokah kecuali katur khairuhu. Kecuali kebaikannya banyak. Kemudian diambil dari alburuk seperti buruk ibil. Kalau unta menderam dia berburuk dia itu sudah apa? Menderam ya ituu dia duduk menunjukkan makna menetap. menetap. Sehingga kalimat albarokah mengandung dua makna. Itu kebaikan yang banyak yang menetap. Kebaikan yang banyak yang me menetap. Dan Allah Subhanahu wa taala disifati dengan tabarak karena ee tingginya dan kebaikannya yang begitu banyak dan keagungannya. Sehingga biasanya kalau diterjemahkan maha suci sebenarnya maha maha maha banyak baiknya. Kalau kita secara lafaz maha baik banyak baiknya ya. Ya itu maha berkah. Maha berkah tabarak. Tapi kalau kita terjemahkan biasanya kita bilang maha suci. Yang menunjukkan bahwasanya seluruh sifat Allah suci, seluruh perbuatannya suci ya. Seluruh keputusannya suci. Ya, itulah tabarak dan dialah ee makanya disebut wahibul barakah. Yang menentukan ini berkah atau tidak adalah Allah Subhanahu wa taala. Segala sumber kebaikan dari Allah Subhanahu wa taala. Kemudian Allah mengatakan tabarakalladzi nazalal furqan. Segala puji atau maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqan Al-Qur'an. Isyarat bahwasanya di antara konsekuensi atau di antara dampak dari maha baiknya Allah tabarak, maha baiknya Allah turunkan Al-Qur'an. Makanya Al-Qur'an adalah nikmat yang sangat luar biasa. Nikmat yang sangat agung adalah turunnya Al-Qur'an. Makanya malam terbaik adalah lailatul qadar adalah malam turunnya Al Al-Qur'an. Karena di situlah Allah menurunkan nikmat yang terbesar. Kemudian juga seperti Allah berfirman, "Arrahman alamal Quran." Arrahman yaitu yang maha penyayang dan dia mengajarkan Al-Qur'an. Di antara konsekuensi atau dampak dari Allah yang maha penyayang, Allah ajarkan Al-Qur'an. Maka siapa yang ingin mendapatkan kebaikan yang banyak dan ingin mendapat kasih sayang yang banyak, maka dia harus punya perhatian sama Al-Qur'an. Baik membaca, mentadaburi, ya mengamalkan semua yang terk Al-Qur'an mendatangkan kebaikan. Makanya di sini ketika Allah menyebutkan tabarakalladzi nazal furqan, segala maha maha suci Allah atau maha baik Allah Subhanahu wa taala yang telah menurunkan Al-Qur'an menunjukkan bahwasanya Al-Qur'an adalah salah satu dari kebaikan-kebaikan Allah yang sangat besar. Allah turunkan. Al-Furqan tadi sudah kita singgung. Al-Furqan maknanya pembeda. Pembeda antara kebenaran dan kebatilan ya. Sehingga kalau orang yang mengetahui kebenaran kembali ke Al-Qur'an. Makanya Al-Qur'an adalah standar. Standarum fahukmuallah. Kata Allah apapun yang kalian perselisihkan hukumnya kembali kepada Allah Al-Qur'an. Karena Al-Qur'an bisa membedakan mana benar, mana salah. Allah juga berfirman ya ee apa namanya ee bahwasanya kalau ada perselisihan faruddu ilallahi warasul. Yaanazum fiin faruddu ilallahi warasul. Kalau kalian berselisih, kembalilah kepada Allah, yaitu kepada Al-Qur'an. Jadi, Al-Qur'an adalah standar parameter untuk membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Ya, maka dalam segala urusan harusnya Al-Qur'an sudah cukup. Al-Qur'an sudah cukup ya. Al-Qur'an beserta dengan tafsir itu hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Oleh karenanya umat ini tidak perlu kepada standar kebenaran yang lain. Karena Allah sendiri menamakan Al-Qur'an dengan Al-Furqan. Maka harusnya seluruh perkara mau diketahui kebenaran atau kebatilan kembali kepada Al-Qur'an. Itu Al-Qur'an dengan tafsirnya, dengan ee sunah-sunahnya, hadis-hadis Nabi yang litubayinasi ma nuzila ilaihim. Allah turunkan ee sunah kepada Nabi untuk menjelaskan Al-Qur'an. Untuk menjelaskan Al-Qur'an. Namun lihat sekarang banyak orang menghindar dari Al-Qur'an. Banyak orang mencampakkan Al-Qur'an. tidak menjadikan Al-Qur'an sebagai standar kebenaran, tidak memfungsikan Al-Qur'an sebagai al-Furqan. Al-Qur'an sekedar dibaca doang, dibaca, cari berkah, selesai. Tidak dipelajari, tidak dijadikan standar parameter kebenaran. Gak ya. Gak. Banyak orang tidak mempelajari Al-Qur'an ini sekedar baca dan baca dan baca, hanya sekedar mencari mencari keberkahan bacaannya. Kemudian Allah berfirman, "Ala abdihi yang telah menurunkan al-Furqan Al-Qur'an kepada hambanya." Siapa yang dimaksud hambanya di sini? Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan Rasulullah sahu alaihi wasallam ee disifati oleh Allah dengan dua sifat yang mulia yaitu rasul dan hamba. Makanya ee man syahida alla ilahaillallah wa anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Siapa yang bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Jadi perlu kita ingat Rasul Sallahu Alaihi Wasallam dipuji oleh Allah sebagai rasul dan juga sebagai hamba. Bukan sebagai rasul saja tapi dialah hamba dan rasul. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "La tutruni kama atrin nasara ibna Maryam in abdun faqulu abdullahi waasuluh." Jangan kalian berlebih-lebihan kepadaku sebagaimana Nasra berlebih-lebihan kepada Nabi Isa sehingga diangkat sampai derajat Tuhan. Innama ana abdun. Sesungguhnya aku adalah seorang hamba. Faqulu abdullahi wa rasuluh. Katakanlah Muhammad itu adalah hamba Allah dan rasulnya. Muhammad terpuji bukan sebagai Tuhan. Dia terpuji sebagai hamba. Kenapa? Dia hebat. Dia seorang hamba tapi bisa beribadah luar biasa. Kalau dia malaikat atau dia sampai pada derajat Tuhan maka dia tidak terpuji. Dia terpuji itu kenapa? Dia manusia seperti kita. Tetapi dia bisa ibadah yang sangat luar luar biasa. Ya, makanya ibadah Nabi luar biasa. Ketika Nabi salat sampai kakinya bengkak-bengkak, maka Rasulullah mengatakan, "Afala akunu abdan syakura." Kenapa aku tidak menjadi hamba yang pandai bersyukur? Ya, jadi dia sebagai hamba. Maka siapa yang mencoba mengeluarkan Nabi Muhammad dari sifat kehambaannya, berarti dia mencela Nabi sallallahu alaihi wasallam. Saya ulangi, ada orang bermaksud baik ini memuji Nabi, tapi dia mengeluarkan Nabi dari sifat kehambaannya. Seperti mengatakan Nabi tahu ilmu gaib, nabi begini, Nabi berlebihan. Ya, seperti ada penyair berkata ehun. Di antara kedermawanan engkau wahai Muhammad adalah surga adalah dunia dan surga dan akhirat. Itu kedermawanan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan di antara ilmumu adalah ilmu lauhil mahfud, ilmul qalam. Itu kau engkau tah seluruh ilmu gaib dan seluruh dunia dan isinya adalah kedermawananmu dan akhirat juga kedermawananmu. Ini ini bukan nabi. Kalau begitu. Kalau kita gantikan dengan Allah tentu pas kalau kita bilang wa in judika dunia. Di antara kedermawanan Engkau ya Allah adalah dunia dan akhirat. Benar atau tidak? Dan di ilmumu ya Allah adalah ilmu lauhil mahfud. Benar atau tidak benar? Ini kalau dibuat untuk memuji Allah benar, tapi kalau dibuat untuk memuji Nabi salah. Berarti Nabi seakan-akan Tuhan. Kalau Nabi Tuhan apa? Nabi tidak terpuji. Terpuji kalau dia sebagai hamba, ternyata dia bisa menjalankan ibadah. Tugas yang Allah berikan dia bisa menjalankan luar biasa Nabi. Makanya Nabi sedih, Nabi juga menangis. Ya Allah mengatakan, "Wlamakun, kami tahu engkau dadamu sempit, sedih atas tuduhan-tuduhan mereka." Makanya Nabi manusiawi dia sakit, dia justru dia dipuji karena dia hamba tapi bisa beribadah dengan luar luar biasa. Dan tidak ada yang bisa beribadah seperti ibadahnya Nabi. Oleh karena orang-orang yang ingin mengangkat derajat Nabi sampai darat Tuhan, dia tidak memuji Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, tidak memuji Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karenanya dalam Al-Qur'an Allah memuji Nabi sebagai seorang rasul dan Allah memuji Nabi juga sebagai seorang hamba. Di antaranya beberapa ayat seperti dalam ayat ini, tabarakalladzi nazzalal furqana ala abdihi. Maha suci Allah, maha baik Allah yang menurun Al-Qur'an kepada hamba-Nya. Seperti juga ketika Allah sedang menantang mereka untuk mendatangkan Al-Qur'an. Kata Allah, "Waintum fi mimma nazalna." Kalau kalian ragu tentang Al-Qur'an yang kami turunkan kepada hamba kami, maka datangkanlah yang semisalnya. Ini Allah muji Allah sebut Nabi sebagai seorang hamba ketika sedang menantang bahwasanya Muhammad ini hamba kami. Di antara hamba kami, kami turunkan Al-Qur'an kepadanya dan dia seorang hamba. Bisakah kalian mendatang seperti Al-Qur'an? Contoh lagi, waahu lamma abdullah yaduhu. Allah menyebut Nabi ketika Nabi sedang beribadah, ketika hamba Allah berdiri salat berdoa kepada Allah. Allah lam abdullah. Allah mengatakan hamba Allah. Maksudnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Demikian juga dalam kondisi genting ketika Isra Mikraj Allah berfirman, "Subhanalladzi asra biabdihi lailan minal masjidil haram." Maha suci Allah yang perjalankan hambanya. Allah tidak mengatakan subhanalladzi asro birasulihi, tapi Allah mengatakan biabdihi. Maha suci Allah yang telah perjalankan hambanya biabdihi lailan di malam hari. Minal masjid Aqsa. Minal masjidil Haram Masjidil Aqsa. Dari Masjidil Haram, Masjidil Aqsa. Kemudian setelah itu mikraj. Intinya ketika dalam kondisi genting justru Allah menyebut tentang sifat kehambaan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Makanya ketika orang-orang Nasra mengangkat Nabi Isa pada derajat Tuhan tidak lagi memuji Nabi Isa. Ya, Nabi Isa padahal Isa wa anna Isa abdullahi wa rasuluh. Isa itu hamba Allah dan rasul-Nya. Para nabi mereka terpuji karena mereka hamba Allah, mereka manusia tapi mereka bisa menjalankan tugas yang berat dengan sempurna ya dengan berbagai macam ujian yang mereka hadapi. Kalau mereka Tuhan gak ada ujian. Iya enggak? Nabi paling diuji. Makanya ketika Rasulullah ditanya, "Man asyadunas?" Siapa asyadu nasib balaan? Siapa yang paling banyak orang diuji? Kata Rasul sahu alaih wasallam, "Ayadunasi bala albiya para nabi shihun." Kemudian orang saleh mereka terpuji. Kenapa? Karena mereka diuji. Namun mereka bisa lulus ujian. Tapi kalau mereka Tuhan atau ilmu gaib kemudian bisa ini bisa anu bisa nabi terluka. Perang Uhud terluka. Sujan Nabi sallallahu alaihi wasam mukanya terluka. Wirat rah giginya patah. Ya Rasulullah terluka. Rasulullah sakit. Rasulullah meninggal. Rasulullah memiliki sifat manusia. Oleh karenanya di sini Allah memuji Nabi sebagai seorang hamba. Tabarakalladzi nazal furqana ala abdihi. Maha baik Allah yang telah menurunkan Al-Qur'an kepada hambanya. Buat apa? Liyakuna lil alaminair. Agar hamba tersebut itu Rasul sahu alaihi wasallam menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam semesta. Pertama ini menunjukkan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam diutus untuk seluruh alam semesta dan banyak ayat yang menunjukkan akan hal tersebut seperti firman Allah Subhanahu wa taala wama arsalnaka illa kafah. "Tidaklah kami eh dalam surat Ala'raf kafatan linnas kami tidak tidaklah kami mengutus engkau wahai Muhammad kecuali kafatan linas kecuali untuk seluruh manu manusia." Beda dengan nabi-nabi sebelumnya. Kata Rasul sahu al wasallam, albiya eh nabiun qubi wah. Adapun nabi-nabi sebelumku mereka diutus untuk kaumnya saja. Adapun aku diutus untuk seluruh manu manusia. Dan ini konsekuensi nabi-nabi terakhir. Konsekuensi nabi terakhir dia harus untuk seluruh manu manusia. Karena nabi-nabi sebelumnya bukan nabi terakhir, maka gak apa-apa tidak harus karena ada nabi yang akan datang lagi. Nabi yang akan datang lagi. Ketika ada nabi yang terakhir berarti konsekuensinya apa? Banyak konsekuensi nabi terakhir. Pertama konsekuensi nabi terakhir risalahnya harus untuk seluruh umat manu manusia. Ini pertama. Yang kedua risalahnya tidak boleh expire. Harus sampai selama-lamanya. Paham? Beda dengan nabi sebelumnya. Dia hanya khusus untuk kaumnya. Kemudian kalau ada perubahan kondisi, Allah datangkan nabi yang lain yang kemudian memansuhkan hukum-hukum sebelumnya karena kondisi sudah berubah. Ya, seperti itu ya. Makanya syariat para nabi berubah-rubah sesuai dengan kondisi, sesuai dengan zaman. Adapun Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ketika dia adalah nabi terakhir konsekuensinya syariatnya tidak boleh man mansuk tapi sampai selama-lamanya sampai hari kiamat. Makanya Nabi Isa alaihi salam ketika turun pun di akhir zaman mengikuti syariat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ini di antara konsekuensi Nabi. Kemudian konsekuensi Nabi terakhir syariatnya harus sempurna. Harus sempurna. Tidak ada kekurangan sama sama sekali. Makanya Allah mengatakan, "Alyauma akmaltu lakum dinakum." Pada hari ini aku telah sempurnakan agama kalian untuk kalian karena Nabi Muhammad nabi yang ter terakhir. Dan konsekuensi Nabi Muad nabi terakhir agamanya harus lengkap. Tidak ada yang kurang. Semua harus lengkap. Semua aspek kehidupan harus ada dibahas. Makanya kalau kita baca syarat Islam lengkap semuanya. Enggak ada yang kurang dari urusan rumah tangga, urusan tetangga, urus adab semua ada. Dan antum tidak akan dapatkan di syariat yang lain. Karena ini konsekuensi nabi terakhir. Apa tadi? Saya ulang. Coba ulangi apa kons Nabi Muhammad nabi terakhir? Pertama apa? Tidak boleh mansuh untuk surah al manusia. Terus harus sempur sempurna harus leng lengkap. Nah, ini konsekuensi nabi terakhir karena Nabi mengatakan la nabiya ba'di sayakunu salatuna kadzabun sayakunu min umati kadabunah nabi wana khamun nabiin w nabiya ba'di. Akan ada 30 orang ngaku-ngaku sebagai nabi pendusta semuanya setelahku dan aku adalah penutup para nabi. Tidak ada nabi setelah setelahku. Ini konsekuensi Nabi terakhir. Di antaranya dia diutus untuk seluruh alam semesta. Dan ayat-ayat yang menunjukkan Nabius kepada seluruh alam semesta banyak. Di antaranya ini dalam surat ayat yang lain. Qul ya ayyuhannas inni rasulullahi ilaikum jamian. Ya ayyuhannas inni rasulullah ilaikum jamian. Wahai manusia sekalian, aku diutus kepada kalian seluruhnya. Tadi w arsalnaka illa kafatinas. Tidaklah aku, tidaklah kami mengutus engkau kecuali untuk seluruh umat manusia. Allah juga mengatakan Rasulullah berkata dan diwahyukan kepadaku Alquran ini untuk mengingatkan kalian wahai kaum Quraisy bal dan semua yang sampai kepadanya Alquran. Perkataan Allah wam bal kepada seluruh yang sampai pada Alquran menunjukkan umum. Siapapun sampai Al-Qur'an maka dia ee terkena syariat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya. Kemudian Allah juga berfirman, "Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin." "Tidaklah kimatus engkau kecuali rahmat bagi seluruh alam semesta." Maka inilah keistimewaan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bahwasanya dia satu-satunya nabi yang diutus untuk seluruh alam semesta. Allah mengatakan liyakuna lil alamina nadir. Dan ayat ini juga menunjukkan kemuliaan Nabi karena tugas berat. Seandainya Allah, seandainya ada seorang diutus mendamaikan dua orang, orang bersengketa, dia bisa damaikan. Orang ini hebat atau tidak? Hebat. Kalau dua kabilah bertengkar kemudian dia diutus untuk mendamaikan dua kabilah, hebat atau tidak? Hebat. Apalagi kalau ditugaskan untuk memperbaiki seluruh alam semesta. Hebat atau tidak? Hebat. T rasul sahu alaihi wasallam hebat. Karena dia tugas bukan untuk perbaiki orang Arab saja, tapi untuk perbaiki alam semesta. Makanya sebelum nilai diutus kata dalam hadis dalam hadis eh Rasulullah bersabda inallah ahlil ardah kitab. Allah melihat kepada penghuni bumi, Allah murka kepada mereka seluruhnya. Arab maupun non Arab rusak di puncak-puncak kerusakan. Romawi lagi rusak-rusaknya, Persia lagi rusak-rusaknya dan nabi terakhir diutus sebelum Nabi Nabi Isa 500 tahun yang lalu. Karena Rasul sahu alaihi wasallam lahir 571 yaitu Nabi Isa lahir wafat sekitar 33 Masehi. Jadi 500 tahun lebih sudah vakum tidak ada nabi. Situlah manusia lagi di puncak-puncak apa? Kerusakan. Syirik di mana-mana, Taurat dirubah, Injil dirubah, rusak di mana-mana. Kemudian Nabi diutus untuk minulumur mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju terang benerang. Tugas berat. Tugas berat. Mulai dimulai dari kota Makkah Madinah sampai Islam tersebar ke seluruh alam semesta. Makanya ayat ini menunjukkan kemuliaan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Tidaklah Allah pilihkan manusia yang bisa ee menghadapi problema problematika dunia kecuali orang hebat. Dialah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kata Allah, "Nadira, nadzira maksudnya pemberi peringatan akan bahaya." Ya, jika tidak beriman bahaya. Pemberi peringatan kalau tidak dilakukan akan datang bah namanya nadir. Karena Rasulullah nadir wa basyir. In ana illa nadir basyiru liqu yminun. Ya, aku adalah pemberi peringatan dan juga pemberi kabar kabar gembira. Pemberi peringatan pemberi kabar. Di antara fungsi Nabi adalah pemberi peringatan. Tib. Kemudian ee Allah berfirman, "Alladzi lahu mulkus samawati wal ard." Dan dan ini apa? Nabi sallallahu alaihi wasallam bukan cuma diutus kepada manusia, tapi juga diutus kepada jin. Ya, makanya Rasul sahu alaihi wasallam pernah hilang beberapa kali pergi ke kompleks jin berdakwahnya. Makanya sebagian ulama ada yang ketika dia berdakwah dia mengatakan wahai ya ayyuhannas kemudian ya wahai jin sekalian karena bisa jadi jin hadir dalam apa pengajian karena risalah Rasulullah sahu alaihi wasallam bukan cuma untuk manusia tapi juga kepada kepada jin ya seperti dalam surat alahqaf Allah menjelaskan wafnaika nafar minal jin karena alamin alamin maknanya apa alamin maknanya selain Allah alhamdulillahbil alamin. Segala puji bagi Allah penguasa alamin. Alamin maksudnya apa? Selain Allah. Seluruh makhluk itu namanya alamin. Ya. Oleh karenanya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bukan diutus saja kepada manusia tapi juga diutus kepada jin. Seb dalam surat Alahqaf kata Allah ketika kami giringkan sekelompok jin kepada engkau mereka mendengarkan Alquran yang sedang baca. Itu Rasulullah sedang salat malam. Mereka dengar. Falama hadaruhu. Tatkala mereka hadir, Rasulullah sedang salat malam baca Al-Qur'an. Qolu ansitu kata mereka diam-diam. Tapi Rasulullah enggak dengar bahasa jin. Enggak dengar. Jin ngomong di antara mereka. Subhanallah alam gaib. Ada jin sekitar kita dia ngobrol sama temannya kita enggak dengar. [tertawa] Falam hadaritu kata mereka. Diam-diam dengar simaksimak. Tatk Rasulullah selesai baca Alquranin. Mereka segera balik ke kaumnya memberi peringatan. yaana inaban unz Musa. Kata mereka, "Wahai wahai kaum kami, sesungguhnya kami mendengar ada satu kitab yang diturunkan setelah Nabi Musa istilah Taurat ada kitab baru yaitu kitab Alquran yadai yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya membenarkan Taurat yah mustaqim ya." Alquran tersebut menunjukkan kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Wahai kaumku, kaum kami, sambutlah seruan penyeru Allah, yaitu maksudnya seruan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Wain bih dan berimannya, berimanlah kepadanya. Niscaya kalau kalian beriman kepada Rasulullah, maka Allah akan ampuni dosa-dosa kalian dan Allah akan menyelamatkan kalian dari azab yang pedih. Siapa yang tidak memenuhi seruan Allah, tidak beriman kepada Muhammad sallallahu alaihi wasallam, maka dia tidak akan selamat di atas muka muka bumi. Intinya bahwasanya Rasulullah adalah diutus ilaqalain kepada jin dan manusia. Ya, Ustaz, kalau syariat jin bagaimana, Bu? Jangan kepo. Bukan urusanmu, ya. Jin kalau kawin bagaimana? Jin kalau bersuci bagaimana? Nah, jin kalau mandi junub bagaimana? Emang dia mandi junub? Wallahualam. Makanya syariatnya ada khusus tentu ada perbedaan. Tidak tidak sama seperti kita karena mereka makhluk yang berbeda. Tapi secara umum mereka salat, mereka beribadah tentu ada syariat yang khusus buat mereka. Karena Rasul sahu alaihi wasallam diutus buat jin dan manu manusia. Mungkin ada idai jin juga ada ya. Makanya Allah berfirman, "Kunna thaqoq qidada." Para jin berkata kunna thaqidada. Kami, kami pun bertarekat-tarekat. K macam-macam. Ada jin Sunni, ada jin Syii, Syiah, jin Khawarij mungkin ya. Jin bermacam-macam. Ada jin sufi ya. Ya, [tertawa] macam-macam. Oleh karenanya ee ini menunjukkan kemuliaan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena Nabi diutus untuk alamin. Kita lanjut ayat berikutnya. Alladzi lahu mulkus samawati wal ard walam yattak waladan walam yakun lahu syarikun fil mulk wqin faqadaru taqdir. Dialah Allah yang bagi dia seluruh kerajaan langit dan bumi tidak ada yang memiliki alam semesta ini kecuali Allah. Kenapa? Dia sendiri yang ciptakan. Seandainya ada yang bekerja sama dengan Allah ciptakan bersama Allah tentu dia juga punya saham dalam pemilikan alam semesta. Tapi karena Allah yang ciptakan sendiri, maka seluruh alam semesta milik siapa? Milik Allah. Walam yatt walad. Allah tidak perlu punya anak. Karena Allah maha kaya. Yang punya anak seperti manusia butuh punya anak untuk ngurusin dia, untuk ngobrol-ngobrol sama dia, ya. Untuk melanjutkan pekerjaannya, ya. Ee untuk e apa? Untuk sharing suka dan duka ya anak ya. Kita pengin punya anak tapi Allah maha sempurna. Allah tidak punya anak ya. Dan Allah tidak punya anak. Kalau Allah punya anak berarti Allah tidak sempurna. Yang kedua, anak tersebut akan sama dengan bapaknya. Akan sama dengan bapaknya. Qul inana lirrahmani waladun faana awalul abidin. Di antara tafsir katakanlah Muhammad, kalau Allah punya anak, saya pertama kali sembah itu anak. Karena namanya anak pasti mirip dengan apa? Bapaknya. Makanya ketika disebut, saya sebutkan di awal waktu tafsir surah Al Imran, di antara sebab turunnya surah Al Imran ada diskusi antara Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dengan Nasrana dan Najran. Nasra Najran. Maka di antaranya bantahan Nabi, kalau memang Isa adalah anak Allah, harusnya mirip dengan bapaknya. Harusnya tidak makan, tidak minum. Harusnya, harusnya, harus harusnya. Tapi ternyata Nabi Isa makan tidur. Kalau tidak mirip sama bapanya, berarti bukan anaknya. Iya. Enggak. Ini sederhana. Tapi Allah tidak bakalan punya anak karena Allah maha esa. Lam yalid walam yulad. Dan kalau Allah punya anak berarti ada yang sama. Tuhan tidak esa lagi. Berarti ada yang sama dengan sang Tuhan. Tapi secara logika kalau Allah punya anak harusnya anaknya mirip dengan apa? Bapaknya. Bahkan Allah Nabi mengatakan Allah mengatakan qul inrahmani waladun fa aalul abidin. Kalau memang Allah punya anak saya yang pertama kali sembah anak tersebut karena dia berhak disembah. Karena dia anaknya Tuhan. Tetapi Allah tidak punya tidak punya anak. Makin di antara bantahan walam yattak waladan. Allah tidak punya anak karena Allah tidak butuh dengan anak dan Allah maha kaya. Ya dia adalah somad. Walam yakahu syarikun fil mulk. Dan dia tidak punya sekutu dalam kerajaannya. Ya wq. Kenapa tidak punya sekutu? Karena semua yang ciptakan cuma Allah sendiri. Dan dia menciptakan segala sesuatu. dan dia menentukan ukurannya dengan serapi-rapinya. Ya, ini di antara rububiyah Allah. Jadi, Allah sedang memuji dirinya tentang rububiyahnya ya. Semua alam semesta milik Allah ya. Kemudian Allah tidak punya anak, Allah tidak punya sekutu, Allah tidak punya pasangan shahibah wala tidak punya pasangan, tidak punya anak ya. Dan kenapa dia menciptakan segala sesuatu dan dia tidak sekedar menciptakan, tapi faqaddarahu takdir semuanya ada ukurannya. Semuanya ada ukurannya. Dan ini dalam ayat seperti sabbihismaabbikal a alladzi khalaq fasawa walladzi qaddaro fahada. Alladzi khalaqo fasawa yang telah menciptakan dan menyempurnakan penciptaannya. Walladzi qaddara fahada. Yang telah mentakdirkan yaitu mengkadarkan. Takdir dari kadar. Semuanya ada kadarnya. Makhluk ada kadarnya. Semua ciptaan Allah enggak ada yang kebetulan. Kalau kebetulan tidak ada kadarnya. Makanya Allah mengatakan faqadarahu takdir. Allah bikin kadar sesuai dengan tak kadar yang tepat. Seperti ketika Firaun berkata kepada Musa, ya Musa ya qbunzi khqma. Rabb kami adalah yang menciptakan segala sesuatu kemudian memberi petunjuk. Menciptakan segala sesuatu kemudian memberi petunjuk. Itu semua ada kadarnya ya. Jadi semua makhluk yang Allah ciptakan ada kadarnya. Matahari ada kadarnya, rembulan ada kadarnya, hewan-hewan ada kadarnya. Benar-benar rapi dan teratur. Benar-benar rapi dan teratur. Lalat saja yang mungkin hewan kotor yang menurut kita, tapi itu sempurna penciptaannya sebagai hewan kotor. Paham? Iblis yang kurang ajar itu sempurna penciptaannya sebagai penjahat. Maksudnya Allah kalau ciptakan sempurna ya. Semua ada kadarnya. Semua ada kadarnya. Makanya fisikawan ngerti alam semesta ini ada rumus-rumusnya. Mereka bisa bikin rumus-rumus. Kenapa? Karena semuanya ada aturannya. Semua ada aturannya. Alam ini banyak sunatullah yang berlaku. Itu disebut aturan. Dengan aturan yang rapi itu maka bisa bikin rumus-rumus yaamal hisab. Allah menjalankan matahari pada waktunya, rembulan pada orbitnya. Kalian bisa hitung tahun dan kalian bisa menghisab. Kalau matahari kadang muncul kadang enggak muncul, kadang jalan kadang berhenti. Kita enggak bakalan bisa namanya hari, bulan tahun kita enggak ada ilmu hisab enggak ada astronomi enggak ada. Ini semua yang rapi luar biasa dengan aturan-aturannya dengan hukum sebab akibat yang Allah turunkan dalam dunia ini menunjukkan ada yang ngatur dialah sang pencipta. Enggak mungkin kebetulan. Kalau kebetulan enggak mungkin rapi seperti ini ya. Makanya orang-orang ateis itu aneh. Mereka bilang semua terjadi dengan apa? Kebetulan tanpa ada yang ngatur. Ya, sampai ada fisikawan yang yang yang ateis, dia mengatakan, "Kita tidak perlu Tuhan karena alam berjalan dengan teratur." Tiib. Yang bikin teratur siapa? Justru akhirnya kan dia tahu, "Oh, ternyata teratur berarti ada yang mengatur." Dia malah bilang terbalik dia itu kalau tidak dikasih hidayah alam ini sudah berjalan dengan sempurna dengan aturannya. Kita enggak butuh Tuhan lagi. Lah harusnya kau berpikir terbalik alam ini berjalan dengan semuanya, dengan rumus yang kau bisa temukan. rumus ini, rumus ini. Kemudian kau bisa menciptakan ilmu temuan-temuan baru karena ada aturan-aturan. Harusnya kau bilang aturan ini tidak mungkin ada terjadi dengan sen sendirinya. Ada aturan berarti ada yang bikin aturan tersebut. Kalau terjadi dengan sendirinya enggak mungkin rapi seperti ini. Makanya kalau kita sering sampaikan kalau kita kasih ada bola bola kaki kemudian di situ dijahit misalnya ada 100 bendera dijahit sedikit-sedikit. Jadi bola 100 bendera rapi teratur. Kalau kita kasih orang ateis ini terjadi sendirinya atau ada yang jahit? Pasti dia bilang apa? Ada yang jahit. Enggak mungkin terjadi sendiri ada 100 bendera dalam bola tersebut. Ini bola saja, bola kaki aja kau bilang pasti ada yang menjahit. Apalagi bola dunia yang isinya luar biasa. Enggak mungkin terjadi dengan apa sendirinya. Oleh karenanya Allah mengatakan walaqo kullai. Allah menciptakan segala sesuatu. faqadarahu taqdir. Dan Allah menutupkan menentukan ukurannya dengan sedetail-detailnya, dengan serapi-rapinya. Bahkan setiap kita pun ketika diciptakan sesuai dengan kadarnya. Kadar nanti kita hidup sampai kapan, rezekinya bagaimana sampai mati sudah ditakdirkan. Menunjukkan detail Allah Subhanahu wa taala ketika mengurusi makhluknya, ketika menciptakan makhluknya. Setelah Allah memuji Allah dirinya dengan rububiyahnya, maka Allah mencela orang-orang yang mengambil Tuhan selain Allah. Kata Allah, "Wataku minunihi alihatan laqu wahum yukun." Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah untuk disembah. La yakluquunain. Padahal tuan-tuan tersebut tidak menciptakan apapun. Wahum yukhlaquun. Dan mereka tidak diciptakan. Dan mereka bahkan diciptakan. Mereka tidak menciptakan, bahkan mereka diciptakan. W yamlikuna lifus w naf'a. Dan mereka tidak bisa tidak kuasa untuk menolak suatu kemudaratan dari dirinya dan tidak pula mengambil suatu kemanfaatan untuk dirinya. Wala yamlikuna mauta. Dan mereka tidak bisa mematikan. Wala hayatan. Mereka tidak bisa menghidupkan wala nusyura dan mereka tidak bisa membangkitkan. Selesai sudah. Gak ada satuun ciri ketuhanan pada sembahan-sembahan tersebut untuk disembah. Mereka tidak bisa mencipta. Bahkan mereka dicipta. Mereka tidak memiliki mudarat. Tidak memiliki kemanfaatan. Mereka tidak bisa menghidupkan. Mereka tidak bisa mematikan. Mereka tidak bisa membangkitkan. Selesai. Ada berapa? Tujuh sifat yang tidak ada pada tuhan-tuhan selain Allah. Coba kita ambil contoh Nabi Isa disembah. Terapkan ini Nabi Isa. Apakah dia memenuhi tujuh persyaratan Tuhan yang Allah sebutkan? La yakluq. Nabi Isa mencipta, dia enggak mencipta. Dia enggak pernah mencipta. Ya. Adapun adapun ketika dia ambil tanah lihat kemudian dia apa namanya? Meniupkan, kata dia, "Biidizni biidni." Kata Allah, dia pun meniupkan kemudian jadi burung yang nyata karena izinku bukan karena dia menciptakan dari tidak ada menjadi a ada. Paham? Kata mereka Nabi Isa bisa mencipta enggak? Itu cuma sekedar salah satu Allah kasih mukjizat itu pun terbatas ya. Nabi Isa tidak pernah menciptakan dari tidak ada menjadi ada. Enggak ada ting keluar gitu enggak ada. Dia ambil tanah kemudian dia tiup kata faanfuku fihi fayakunu thiron biidnillah kata Nabi Isa. Maka aku tiup burung tersebut. Tiba-tiba tanah liha tadi menjadi hewan dengan izin siapa? Izin Allah. Bukan Nabi Isa mencipta. Dia tidak bisa mencipta. Allah mengatakan, "Ya ayyuhanasalun inina di akhir surat Alhj." Kata Allah, "Wahai manusia sekalian, dibuat perumpamaan untuk kalian, maka dengarkanlah perumpamaan tersebut. Sesungguhnya yang kalian sembah selain Allah tidak bisa menciptakan seekor lalat meskipun mereka bersatu padu untuk ciptakan seekor lalat." Enggak akan bisa. Semua malaikat jin semua bikin lalat. Enggak ada. Enggak bisa. Enggak bisa. Malaikat Jibril gabung sama bikin lalat. Enggak bisa. Dari tidak ada menjadi ada. Enggak bisa. Lalat memang hewan Allah contohkan dengan hewan hina. Tapi ini sempurna dengan mata fasetnya, dengan gerakannya, dengan cara dia mencuri makanan. Maka bahkan Allah bahkan kalau mereka lagi taruh ee minuman buat berhala-berhala terus datang lalat ambil minuman tersebut, mereka enggak bisa kembalikan lagi. [tertawa] Enggak bisa ambil lagi minuman tersebut dari yang sudah dicuri oleh lalat. Thbal matlub. Maksudnya Allah menjelaskan bahwasanya yang yang berbuat syirik dan yang disembah sama-sama lemah. Jadi tidak ada yang bisa ciptakan lalat. Dalam hadis kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Ya waman mimmanhaba khalqi, siapa yang lebih zalim daripada orang yang mencoba-coba membuat patung-patung meniru-niru ciptaanku." Falyakluquratakluk syairatan aaklu habbatan. Kata Nabi, "Coba kalau kata Nabi, kata Allah dalam hadis qudsi, coba suruh mereka ciptakan semut. Siapa bisa bikin semut dengan kecilnya, sempurnanya? Enggak ada yang bisa bikin. Siapa yang bisa syaairah habba ee biji? Coba biji bikin biji kalau tanam kemudian tumbuh. Siapa yang bisa bikin? Ada orang bisa ciptakan biji kemudian ditanam apa? Tumbuh. Enggak mungkin. Adaakah yang bisa bikin telur kemudian dia ram menetas? Enggak. Telur Cina cuma buat buat telur celeplok saja. Ceplok ya. Tapi kalau dieram kemudian keluar ayam mana bisa? Yang bisa bikin yang meniupkan ruhnya siapa? Allah Subhanahu wa taala. Maka mereka ini semua tidak berhak untuk disembah. Nabi Isa tidak mencipta. Bahkan wahum yukhlaquun. Bahkan Nabi Isa dicipta. Nabi Isa enggak ada dulu. Nabi Isa dulu enggak ada. Dia proses penciptaan jelas dari dalam perut Maryam kemudian keluar sebelumnya dia enggak ada dan tidak pernah disebut sama sekali. Nabi-nabi sebum enggak pernah sebut memang enggak ada. Dia dicipta dari tidak ada menjadi ada proses kecil menjadi besar. Jelas cipta penciptaan perubahan-perubahan perubahan perubahan sampai menjadi besar. Kemudian ini yang kedua tidak terpenuhi lagi karena dia dicipta. Wala yamlikuna lianfusimon. tidak bisa menguasai menolak kemudaratan dari dirinya wala naf'an dan tidak bisa mendatangkan manfaat buat dirinya. Nabi Isa tidak bisa menolak kemudaratan ketika dikejar dia kabur oleh orang-orang Romawi. Saya berdoa kepada Allah ketika ditangkap. Ditangkap menurut apalagi mereka yakini Nabi Isa ditangkap. Kalau kita Nabi Isa diselamatkan. Yang nyelamatkan Allah. Dia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Barfaahullahu ilaih. Kami angkat wqt wakinum. Mereka tidak pernah Nabi Isa. Mereka tidak pernah menyalib Nabi Isa, tetapi ada orang yang diserupakan dengan Nabi Isa. WQuhu yakina. Mereka sini tidak yakin membunuh Nabi Isa. Mereka bangga, "Inna qatalnal masih Isa bana Maryam." Kami telah berhasil membunuh Isa bin Maryam. Kata orang Rawi yang bekerja sama dengan orang Yahudi. Jadi dia tidak bisa menolak kemunan darinya. Ketika dia lapar dia cari makan. Dia tidak bisa hilang. Ting. Lapar hilang. Dia lapar dia cari makan. Lapar kemudaratan. Dia tidak bisa menolak kemudaratan. Seb tidak bisa menolak diri dari lapar. Makanya Allah mengatakan kana yaakulani thaam. Isa dan ibunya makan makanan tidak berhak menjadi tuhan. Kalau Tuhan tidak begitu tidak butuh makan. Wahua yutim wala yutam. Allah memberi makan dan tidak pernah dikasih makan. Wala naf'an dan tidak bisa beri manfaat pada dirinya. Gak bisa. Dia berdakwah tidak semua beriman. Nabi Isa apakah berdakwah semuanya beriman? Enggak bisa. Hidayah bukan di tangan dia. Hidayah bukan di tangan dia. Kalau dia kasih manfaat semua orang akan berim. Ternyata enggak. Dia malah banyak kejar dia, banyak yang hasad sama dia. Dia mau dibunuh. Nabi Isa alaihi salam. Tidak berak Tuhan. Walau yamlikuna mauta. Dan dia tidak bisa mengatur kematian. Dia tidak bisa mematikan musuh-musuhnya. Ya, dia tidak bisa matikan musuh musuh-musuhnya. Makanya dia ditolong oleh Allah. Kalau dia bisa mematikan seluruh makhluk, tinggal matikan. Wala hayatan dan dia tidak bisa menghidupkan. Tidak bisa menghidupkan. Ya. Ya benar. Nabi Isa menghidupkan mayat karena izin Allah. Terbatas pada yang Allah kasih izin karena hakikatnya Allah yang menghidupkan ya. Tetapi yang lain tidak tidak bisa. Ya. Kemudian kata Allah wala nurao. Ya. Wala nusyur. Dan tidak bisa membangkitkan. Ini yang lebih hebat. Siapa yang bisa bangkitkan? Siapa yang menguasai hari kebangkitan? Wal amru yaumaid lillah. Maka pada hari kebangkitan seluruh urusan adalah milik Allah Subhanahu wa taala. Semua nabi takut. Semua nabi ee tidak ada yang ketika diminta syafaat semuanya enggak berani. Kecuali Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu pun harus sujud di bawah arsy dalam waktu yang lam. Muji-muji Allah. Wal amru yaumaidinillah. Kata Allah, "Anal malik anad dayan." Aina mulqul ard. Saya adalah maha raja. Mana raja-raja yang? Siapa yang meniupkan sangkakala? Menyuruh malaikat kala kemudian manusia bangkit. Siapa yang bisa membangkitkan manusia yang sudah ditulang-belulang jadi sudah jadi lumat jadi tanah jadi debu kemudian tiba-tiba jadi manusia lagi hidup lagi dikumpulkan, disidang. Siapa yang bisa seperti itu? Siapa yang bisa mendirikan seluruh menghadirkan seluruh catatan amal yang tidak terluputkan satu amal sedikit pun? La yodir w kabirana ahsaha. Tidak ada satu amal kecil maupun besar kecuali tampil ketika itu. Wajdu maamil hadir. Semua yang dilakukan akan nampak terlihat pada hari kiamat. K. Siapa yang bisa seperti itu? Siapa yang bisa membentangkan neraka yang besar kemudian dibentangkan di atasnya sirat untuk dilewati? Siapa yang bisa? Siapa yang bisa masukkan? Enggak ada. Semuanya siapa yang mau jadi Tuhan? Kalau gitu, kalau Tuhan tidak bisa membangkitkan, tak pantas jadi Tuhan. Kalau Tuhan tidak bisa membangkitkan, Tuhan enggak becus. Orang bunuh-bunuhan Tuhan cuma nonton kemudian mati, selesai. Tuhan bahlul. Kalau begitu, maka syarat Tuhan harus bisa membangkitkan. Syarat Tuhan harus bisa membangkitkan untuk meminta pertanggung jawaban sehingga ada hukuman masuk surga atau masuk neraka. Kalau Tuhan tidak bisa membangkitkan maka bukan tu Tuhan. Terus gimana kita menyembah kepada selain Allah? Menyembah Nabi Isa bisa membangkitkan manusia dia enggak bisa. Malaikat Jibril bisa membangkitkan tidak bisa. Wali-wali yang kita yang orang minta-minta bisa apa dia wali-wali tersebut? Terus kita minta-minta tawakal kepada dia nangis nangis. Sebagian orang kalau sudah ke kuburan minta kepada wali lebih khusyuk daripada kalau di masjid ketika beribadah kepada Allah. Lebih khusyuk minta kepada penghuni kubur daripada Allah subhanahu wa taala. Tipuan setan. Sebagian orang mungkin sujud kepada gurunya, sujud lebih khusyuk daripada ketika sujud kepada Allah. Rasa pengagungan luar biasa. Yang mungkin dia salat, dia tidak merasakan hal tersebut. Gimana ya, Akhi? Oleh karenanya ee maka Allah mengatakan bagaimana mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah sementara tidak memenuhi tujuh persyaratan. Semua persyaratan mereka tidak terpenuhi. Mereka tidak mencipta bahkan mereka dipta mencipta dan mereka bukan qadim azali. Tapi mereka diciptakan dari tidak ada menjadi ada. Jadi saya ulangi syarat pertama harusnya bisa mencipta ternyata mereka tidak mencipta. Yang kedua harusnya mereka azali qadim, tidak terciptakan sejak azali sudah. Tapi ternyata mereka dari tidak ada menjadi ada. Berarti mereka dicip ciptakan. Yang ketiga tadi apa? Tidak memberi menguasai kemudaratan, tidak bisa menolak kemudaratan dari diri mereka dan tidak bisa memberi manfaat bagi diri mereka dan mereka tidak bisa mematikan, tidak bisa menghidupkan, dan tidak bisa membangkitkan. Ini semua yang bisa cuma siapa? Allah Subhanahu wa taala. Maka tidak pantas mereka menyambah selain Allah Subhanahu wa taala. Tib. Setelah itu ya ee Allah berfirman tentang cercaan orang-orang kafir Quraisy kepada Al-Qur'an. Waqina kafaru in illa ifun ifaru waahu alaihi akunqulma wkata orang-orang kafir, "Sesungguhnya Al-Qur'an ini hanyalah kebohongan dan Muhammad dibantu oleh sebuah kaum ya yang lain dibantu untuk nulis Al-Qur'an." Kata Allah, "Faqad ja dulma wur." Sesungguhnya mereka telah mendatangkan zulman wazuro, yaitu mereka berbuat zalim dan mereka telah berdusta dengan dusta yang besar. Kenapa Allah mengata kenapa mereka mengatakan demikian? Karena mereka tahu Muhammad sallallahu alaihi wasallam tidak pernah berdusta. Muhammad tuh sallallahu alaihi wasallam adalah dari mereka. Allah mengathibukum bimajnun kawan kalian Muhammad bukan orang gila. Kalian kenal mereka kenal Muhammad sejak kecil kalian dulu pernah menjulukinya dengan shoddiqul amin. Orang yang jujur dan amanah. Kalian bahkan menitipkan barang-barang berhala kalian kepada Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kapan kalian menuduh dia sebagai pendusta, penyihir dan berbagai rentetan dusta e tuduhan dusta sejak dia memproklamirkan bahwasanya adalah seorang nabi. Dan kalian tahu Muhammad tidak bisa baca, tidak bisa tulis karena Muhammad teman main kalian. Abu Jahal tahu Muhammad dulu teman mainnya Abu Jahal. Mereka pernah dorong-dorongan ya. Dan mereka pernah makan bareng. Tahu Muhammad tidak bisa tidak tulis. Allah mengatakan kau tidak pernah membaca satu buku pun dan kau tidak pernah menulis sedikit pun. Kalau kau dahulu pernah bisa baca, pernah bisa tulis, tentu mereka akan ragu. Mereka bilang, "Quran karangan kamu karena kau pandai baca. Mungkin kau baca Taurat, baca Injil, kau jalan ke mana-mana baca cerita-cerita raja-raja." Tapi Muhammad sejak kecil tidak bisa baca, tidak bisa tu tulis. Dan mereka tahu itu ya. Sehingga ketika datang Al-Qur'an ini yakin bukan karangan Muha Muhammad. Makanya saya sering bilang bahwasanya Rasulullah tidak bisa baca, tidak bisa tulis adalah keistimewaan Nabi sebagai bukti dia seorang rasul. Adapun kita kalau tidak bisa baca, tidak bisa tulis, bahlul. Makanya Al-Qur'an pertama kali iqra ya. Rasulullah ee kita adalah umat iqra, umat untuk membaca. Kita suruh baca. Tapi Rasulullah memang tidak boleh bisa baca dalam rangka untuk membantah syubhat. Kalau Rasulullah bisa baca, mereka bilang, "Rasulullah Muhammad ambil cerita dari mana-mana." Ya, tapi Rasulullah tidak bisa baca. Tahu-tahu dalam Al-Qur'an cerita tentang kisah Nabi Nuh, kisah Firaun secara detail, kisah Yusuf Alaih Salam, kisah Nabi-nabi Bani Israil, kisah di langit, kisah iblis. Ini dari mana semua? Tentang masa depan, dari mana semua? Ini bukan karangan Muhammad. Oleh karenanya mereka dengan nekad mengatakan ifun inilah kedustaan yang Muhammad bikin-bikin. Wau alaihi dibantu oleh suatu kaum. Karena mereka tahu Muhammad tidak bisa baca. Muhammad ya kalau ada yang bilang Muhammad tidak bisa baca bisa tulis kata mereka dibantu. Ada yang bantu. Bantu nyusun. Bantu nyusun. Mana kaum tersebut yang bisa nyusun? Begini bantainnya gampang. Kalau ada kaum yang bisa bantu dia, kalian bisa bikin dong. Kalian kan lebih jago bahasa Arab. Kan gampang. Ini karangan Muhammad bukan memang Muhammad gak bisa baca, tidak bisa tulis. Tapi ini karangan teman-temannya. Tiib. Kalau teman-temannya ngarang, kalian kan temannya banyak. Abu Jahal, Abu Abu kan banyak. Bikin seperti ini. Faqad jau dululman wuro kata Allah, mereka berbuat telah berbuat mendatangkan kezaliman dan kedustaan. Mereka tahu mereka dosa dan mereka zalim. Mensifati Nabi dengan yang tidak Nabi lakukan. Zalim. Kemudian mereka bikin syubhat lagi. Makanya saya pernah nonton klip ada seorang Yahudi. Dia mengakui bahwasanya Muhammad utusan Tuhan. Dia bilang Muhammad tinggal di Makkah tidak pernah ke mana-mana. Tahu-tahu bisa cerita tentang kisah-kisah nabi-nabi Bani Israil secara detail. Nabi Yusuf dengan 100 ayat lebih tentang Nabi Yusuf. Ini enggak mungkin kecuali dari tu Tuhan meskipun dia tidak masuk Islam. Karena menurut orang Yahudi Muhammad adalah nabinya Arab. Kami nabinya beda. Ya. Tapi dia mengakui Muhammad utusan siapa? Allah. Karena secara logi enggak mungkin tinggal di kampung, di Makkah, kota kecil yang jauh dari peradaban, ketinggalan zaman. Ya, tahu-tahu bisa Al-Qur'an luar biasa dengan enggak mungkin. Ini pasti Tuhan yang mendikt kepada Muhammad lewat malaikat Jibril alaih salam. Kemudian mereka berkata, "Astirulahi mereka berkata dongeng-dongengan yang orang orang-orang dahulu dimintanya supaya dituliskan tumla alaihi dibacakan dengan itu kepadanya setiap pagi dan petang." Muhammad itu pagi-pagi ada yang bacain dongeng Nabi Nuh, dongeng dongengnya Nabi Musa, dongeng Nabi Saleh, dongeng Nabi Hud. Al-Qur'an isinya dongeng. Asatir jamak dari ustura. Subhanallah. Ini perkataan orang-orang musyrikin Arab. Para ulama mengatakan ini yang mengungkapkan syubhat ini ada seorang namanya Nadar bin Harit. Nadar ibn Harit. Seorang dia ini seorang pandai cerita di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam sebelum Nabi diutus jadi seorang nabi, dia pandai cerita dan dia sering pergi ke Persia. Kemudian dia cerita tentang kisah-kisah ee kisah-kisah raja-raja Persia. Ya, ini adalah Nadar bin Harit al-Abdari ya. Dia dulu suka pergi ke raja-raja Persia. Kemudian dia cerita tentang kisah Rustum, kisah Isfindiar. Ya. Dan dia mengatakan, "Saya punya cerita hebat. Saya punya cerita hebat. Ternyata Rasulullah datang Al-Qur'an, orang tertarik dengan Al-Qur'an." Maka dia bilang, "Itu dongeng." Kalau cerita saya benar. Itu yang Al-Qur'an apa? Do dongeng. Cerita kisah-kisah dulu. Cerita saya benar tentang raja Persia, raja ini hebat. Bagaimana? Dia kalah cerita. Dia kalah cerita. Makanya dia bikin syubhat. Dia bilang Al-Qur'an itu do dongeng ceritanya dem. Tapi di sini Allah menisbahkan kepada mereka bukan kepada 1 2 3 orang. Kata Allah waqalu mereka berkata dinisbahkan kepada orang-orang Quraisy seluruhnya. Kenapa? Karena Nadar bin Harit meskipun dia dia meskipun dia yang menuduh Al-Qur'an adalah dongeng tapi dibenarkan oleh orang-orang Quraisy. Sehingga perkataan tersebut dinisbahkan kepada mereka seluruhnya. Karena mereka setuju dengan tuduhan tersebut. Paham? Seperti kisah ee Qudar bin Salf. Qudar bin Salif yang membunuh untanya Nabi Saleh. Kata Allah baata asqaha. Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka kemudian dia membunuh unta Nabi Saleh. Yang bunuh unta Nabi Saleh cuma satu orang. Tapi kata Allah Subhanahu wa taala faqaruha. Mereka membunuh unta Nabi Saleh. Allah menggunakan kata mereka karena meskipun yang eksekutornya cuma satu orang, tetapi disetujui oleh seluruh kabilah. Paham? Maka perbuatan tersebut dinisbahkan kepada seluruh kabilah. Maka mereka pun menyembelih unta Nabi Shih. Sama seperti ini. Waqalu asatirul awalin. Yang menyatakan asatirul awalin cuma satu atau dua orang itu Nad bin Harit al-Abdari. Dia yang menuduh Al-Qur'an adalah dongeng-dongeng. Tapi karena disetuju oleh yang lainnya maka Allah nisbahkan kepada mereka seluruhnya. Mereka mengatakan Al-Qur'an adalah dongeng-dongeng orang terdahulu. Dan subhanallah sebagian orang liberal juga mengatakan demikian. Saya dulu pernah bantah yaak, saya enggak pengin sebut nama. Tapi dulu ada salah seorang liberal ya, sekarang juga masih terkenal ya, dia mengatakan bahwasanya kisah Nabi Nuh tidak ada ya. Mana ada paksaan dalam beragama. Jadi mereka mengatakan gak ada kata mereka bahwasanya perkara yang paling esensi dalam diri seorang adalah masalah keyakinan yang paling super privasi keyakinan. Maka tidak boleh mas maksa-maksa. Maka masa-masa ada cerita Allah kirim Nabi Nuh. Nabi Nuh ceramah-ceramah kemudian tidak mau didengar kirim kirim apa? Banjir mati semua. Ini mengesankan Tuhan kayaknya sadis atau bagaimana ya. Jadi cerita ini enggak ada sehingga dia mengatakan kisah Nabi cuma dongeng. sampai dia samakan dengan kisah Spider-Man. Ini benar. Ini saya bantah dalam tesis saya apa disertai saya. Ini diucapkan oleh seorang liberalis ya, pluraris. Dan ini pernyataan sama seperti perkataannya orang musyrikin. Tidak ada bedanya. Berani-berani mengatakan kisah dalam Al-Qur'an adalah apa? Kisah do dongeng. Ngeri ngeri. Padahal libal otaknya sudah konslet, gua ngomong apa aja terserah dia ya. Konslet terus kobong ya. [tertawa] Saya ngomong seenaknya. Seenak apa? Udw ngacau. Ngeri kita kalau baca ini. Ngeri nih orang ini ngeri. Min bilang kisah Nabi Nuh cuma dongeng itu enggak ada. Enggak mesti terjadi katanya. Ibarat apa? Ibarat kita mau kenapa Allah bikin cerita-cerita dongeng ini supaya orang tuh baik. Ibarat kita kalau mau nidurin anak supaya anak itu baik, kita cerita tentang kancil dan buaya. Padahal enggak ada kisahnya. Cuma cerita aja supaya mereka ada filosofi yang mau diambil dari kisah tersebut bahwasanya begini-begini meskipun tidak ada diskusi antara kancil dan buaya. J ini ngeri ya. Ya. Kata Allah laqana fi qbrulil albab had. Sungguh pada kisah-kisah mereka itu kisah orang terdahulu ya ada pelajaran bagi orang-orang cerdas. Makana hadar ini semua bukan kisah fiksi semuanya nyata. semuanya nyata. Kata Allah, bacakanlah kisah-kisah orang-orang terdahulu agar mereka bisa mengambil pelajaran. Semuanya kisah ada. Nabi Nuh, Nabi Saleh, Nabi Hud, Nabi Musa, Firaun, Haman, semuanya ada. Dan bukti-bunya juga masih ada. Oleh karenanya ini tuduhannya Nadal bin Harit yang mengatakan Al-Qur'an asatirul awalin iktatabaha. Ya, dia diminta untuk dituliskan karena dia tahu Rasulullah tidak bisa baca tulis. Tuliskan tuliskan. N Haris ngerti. Orang Quraisy tahu Nabi Muhammad tidak bisa baca. Makanya dia bilang ini dongeng Nabi suruh orang bayar orang untuk apa? Nulis. Fahiya tumla alaihi bukr wa asila. Maka dia didiktekan setiap pagi dan setiap sore. Makanya Muhammad besok ayat baru, ayat baru, ayat baru. Karena ada yang ada yang ada yang diktekan, ada yang WhatsApp tiap pagi dan sore, ada yang kirim email. [tertawa] Ini ngacau ya ngacau, ngacau. Tib. Sampai sini aja. Insyaallah kita lanjutkan nanti ayat berikutnya pada pertemuan berikutnya insyaallah. Karena ayat berikutnya ini panjang ya, panjang. Insyaallah nanti kita bahas pada pertemuan berikutnya. Wallahu taalaam bawab. Demikian wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.