Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukr lahu ala taufiqihi wamtinanih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahu takiman lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwanumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwanih hadirin hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala pada kesempatan kali ini kita akan bahas tentang penyakit-penyakit hati Dan saya juga merasa perlu untuk belajar dan untuk mengingatkan diri sendiri ya. Karena banyak penyakit hati yang secara teori kita paham tetapi tetap kita tertimpa dengan penyakit tersebut. Kenapa? Karena hati ini sulit untuk kita mengkontrolnya. Kalau tidak karena karunia dari Allah dan dengan sebab keinginan yang kuat, keseriusan, maka kita akan sulit terhindar dari penyakit-penyakit hati tersebut. Terlebih lagi penyakit-penyakit hati selalu mengotori. Makanya ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam ditanya, "Ayunasi afdal?" "Wahai Rasulullah, manusia mana yang paling afdal?" Maka rasul sahu al wasallam menjawab, lisanmumilqb. Setiap orang yang lisannya selalu jujur dan selalu disapu hatinya. Sahabat berkata, "Shoduqul lisan narifuhu fama makhmumul qalb." Ya Rasulullah, lisan yang jujur kami tahu apa yang dimaksud dengan makhmum. Kalau makhlum itu maksudnya yang disapu. Apa yang dimaksud dengan hati yang selalu disapu? Maka Rasul alaihi wasallam berkata, "Kullu qolbin qolbi qolbin taqiyin naqi alqalbu taqin naqi. La itma fihi wala hasad walal ghil." Ya, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Itu setiap hati yang bersih, yang bertakwa, yang tidak ada dosa padanya, tidak ada hasad, tidak ada dengki, tidak ada dongkal." Ya, yang ingin saya sampaikan pada hadis ini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyebutkan bahwasanya manusia yang paling afdal, manusia yang terbaik yang selalu menyapu hatinya. Ibarat rumah selalu ada kotoran yang masuk, debu, kotoran atau ada hewan-hewan yang masuk sehingga tiap hari harus dibersihkan. Kalau tidak dibersihkan, maka rumah itu lama-lama kotor. Ini menunjukkan bahwasanya hati selalu datang alwaridat, hal-hal yang selalu datang. Sementara kita berinteraksi setiap hari, ya kita melihat apa yang kita lihat, kita dengar apa yang kita dengar, maka banyak hal-hal yang masuk dan bisa mengotori hati. Maka perlu kita konsentrasi untuk senantiasa membersihkan hati. Dan kita tahu bahwasanya yang menjadi patokan utama Allah Subhanahu wa taala adalah hati kita. Bukan casing kita, bukan penampilan kita, bukan rupa kita, bukan harta kita, bukan banyaknya pujian, bukan banyaknya followers, bukan banyaknya pengikut, bukan. Tapi hati kita bagaimana di sisi Allah Subhanahu wa taala. Ya, makanya rasul sahu al wasallam berkata, "Innallaha lauru ila suarikum w ajsamikum wakin yurubikum waalikum." Allah tidak memandang kepada rupa kalian, kepada paras kalian, kepada fisik kalian, tetapi Allah melihat kepada hati kalian dan amalan kalian. Allah juga berfirman, "Layan yanallaha luhumuha wala dimauha waki yanaluhut taqwa minkum." Sesungguhnya harta yang kalian ee sembelihan yang kalian sembelih, unta atau sapi atau kambing, darahnya tidak akan sampai kepada Allah. Demikian juga dagingnya tidak akan sampai kepada Allah. Walakin yanal taqwa minkum. Tapi yang sampai adalah ketakwaan kalian ketika kalian menyembelih. Itu yang sampai kepada Allah. Yaitu benar seorang ketika menyembelih dia perhatikan secara casing, secara fisik. Cari kambing yang gemuk lebih afdal cari sapi yang gemuk, cari unta yang gemuk. Apalagi kalau dia sapi sendirian, unta sendirian, itu benar. Tapi Allah ingatkan itu darah, itu kambing tidak sampai kepada Allah. Yang sampai adalah apa? Ketak ketakwaan. Yaitu kau memilih sapi yang gemuk karena takwamu. Kau memilih kambing yang gede karena takwamu. Bukan untuk pamer, bukan untuk gagah-gagahan, bukan. Karena itu semua tidak sampai. Yang sampai adalah ket ketakwaan. Lanjut, lanjut, Ustaz. Lanjut. Oleh karenanya ee perhatian terhadap hati harus lebih besar daripada perhatian terhadap penampilan luar. Ya, amal batin harus lebih diperhatikan daripada amal zahir. Nah, kita sekarang banyak penyakit-penyakit hati yang menerpa kita. Banyak. Saya akan sebutkan penyakit-penyakit hati. Kemudian kita akan bahas sedikit demi sedikit secara ringkas tentunya ya. Karena kalau kita mau detail satu penyakit hati butuh satu pengajian ya. Tetapi mengenali secara global ini penting. Makanya di antara doa Nabi sallallahu alaihi wasallam, waslul sakimata qolbi. Ya Allah cabutlah penyakit-penyakit hatiku. Dan Allah mengatakan ya yauma yanfaun wanun illa man atallah biqbin salim. Hari yang di mana anak-anak dan harta tidak bermanfaat kecuali yang bertemu dengan Allah dengan hati yang selamat, hati yang bersih. Allah mensifati Nabi Ibrahim wa inna min syiatihi la Ibrahim id jaab rabbahu biqolbin salim. Di antara pengikut Nabi Nuh adalah Ibrahim Alaih Salam ketika dia bertemu dengan Allah dengan membawa hati yang selamat. Ini perkara bukan sepele ya. Hati ini masalah penting. Lihatlah Uwais al-Qarani siapa? Bukan orang terkenal. Tapi dia miliki hati yang luar biasa. Miliki hati yang luar biasa. Rasulullah bersabda, "Khairut tabiin Uwais al-Qarani." Sebaik-baik tabiin adalah Uwais al-Qarani. Dia tidak terkenal. Kalau bukan Nabi yang membuat dia terkenal dan dia terkenal setelah Nabi wafat, Nabi kasih tahu kepada Umar, "Wahai Umar, akan datang ada pasukan tambahan dari Yaman, amdad min ahlil Yaman. Pasukan tambahan perang dari negeri Yaman. Maka carilah seorang bernama Uwais Al-Qarani, kalau kau ketemu, mintalah agar dia yastagfir lak. Agar dia mohon ampunan kepada Allah untuk engkau." Umar disuruh minta agar Uwais beristigfar untuknya. Maka Umar selalu cari, "Ada enggak orang namanya Uwais? namanya orang namanya Uwais tidak ada yang kenal dia. Bukan orang terkenal. Bahkan di kampungnya dia dituduh yang tidak-tidak. Tetapi ternyata dia punya amalan-amalan yang luar biasa. Dia punya ibu yang dia berbakti kepadanya. Ya, dia punya keikhlasan ya. Sementara tabiin yang lain terkenal. San Al Basri terkenal, Sayid ibn Musayyib terkenal, ya. Ibnu Sirin terkenal. Banyak tabiin-tabiin yang terkenal. Tetapi Nabi berkata khairut tabiin. Sebaik-baik tabiin adalah siapa? Uwais Al-Qurani. Kenapa? Karena hatinya luar biasa. Dia punya ibu dia berbakti kepadanya. Kana laha walidatun hua bihabar. Dia punya ibu, dia berbakti kepadanya. Dan dia dulu punya penyakit baros sekujur tubuhnya. Dan dia berdoa agar disembuhkan kecuali maud qadra maud dirham. Kecuali seukuran sekeping dirham. Kalau enggak salah di pusarnya. agar tidak disembuhkan sehingga dia selalu bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala. Ingat bahwasanya dia dulu pernah berpenyakitan. Dia tidak pengin hilang semuanya. Karena hilang semuanya nanti dia lupa. Maka dia ingin disisakan akhirnya kalau lihat saya dulu pernah punya penyakit. Gak ada yang kenal dia. Tapi Allah mengenalnya ya. Karena kita ini hidup di zaman yang sibuk dengan validasi dari masyarakat sehingga dari netizen, dari kawan-kawan sehingga kita banyak terkena penyakit penyakit hati. Kurang berkhalwat, beribadah, bersendirian dengan Allah Subhanahu wa taala sehingga kita sering terkena penyakitpenyakit hati. Apalagi ibu-ibu lebih potensi terkena penyakit apa? Hati. Bapak-bapak juga, tapi Ibu lebih berpotensi karena hati mereka yang lemah. Hati mereka yang lemah ya. Mudah terkena syubhat, mudah terkena syahwat ya. Mudah di ya di di ditipu dan yang lainnya. Bab saya akan sebutkan penyakit hati secara umum terbagi menjadi dua. Yang pertama adalah terkait dengan syubhat. Yang kedua terkait dengan syahwat. Syubhat dengan berbagai macam modelnya, syahwat dengan berbagai macam modelnya. Syubhat yaitu lemahnya dalam ilmu sehingga terkena berbagai macam syubhat. Itu kerancuan berpikir yang akhirnya menimbulkan penyakit hati. Di antara penyakit-penyakit yang terkait dengan syubhat misalnya kekufuran. kufur terkena syubhat. Dia ragu dengan Islam dia ragu dengan hadis-hadis Nabi. Jadi dia ingkar sunah yang mengingkari sunah-sunah Nabi. Hanya percaya kepada Al-Qur'an misalnya, maka dia terjerumus dalam kekufuran. Terkena syubhat, dia tidak menerima tafsir yang ada dari para ulama. Maka dia pengin punya tafsir sendiri, tafsir bebas. Dia tidak mau tafsir tekstual. Maunya tafsir kon tekstual dengan syubhat yang terstruktur dipelajari. sehingga dia mengatakan kita tidak usah terpaku dengan tafsir yang ada. Kita boleh tafsir sendiri yang relevan dengan kebutuhan kita. Jadilah timbul namanya tafsir hermeneutika yang produknya adalah homoseksual halal produknya. Saya enggak usah bicara prosesnya nanti kepanjangan produknya. Homoseksual halal semua agama masuk surga. Kenapa? Kita tafsir kontekstual ini syubhat. Dengan syubhat karena lemahnya lemahnya ilmu tidak mendapat petunjuk dari Allah Subhanahu wa taala maka timbullah keraguan dengan syariat. Keraguan dengan syariat. Masa begini sih? Masa begini sih? Sementara Nabi Allah berfirman, "Falaika la yminuna hatta yuhaimuka bainahum tumma la yajidu fi anfusim haj mimma qitaimu taslima." tidaklah mereka beriman ya sampai mereka demi Rabbmu kata Allah demi Rabbmu Allah bersumpah sesungguhnya mereka tidak beriman sampai mereka menjadikan engkau sebagai hakim yaitu hakim dalam keputusan segala perkara pada perkara-perkara yang mereka perselisihkanma la yajidu fi anfusim hara mimqit kemudian mereka tidak mendapati dalam diri mereka grundel ketidaksukaan atas apa yang kau putuskanusallimu taslima dan Mereka pasrah menerima apa yang kau putuskan. Itu baru beriman. Allah berfirman, walamu anna fikum rasulullah. Ketahuilah di antara kalian ada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau Nabi mengikuti keinginan kalian dalam segala urusan, kalian yang akan repot. Ikuti saja nanti Allah akan berikan hiaskan iman dalam hati kalian. Allah jadikan kalian cinta dengan iman. Allah hiasi iman tersebut. Dan Allah yang menjadikan kalian benci kepada kufuran, kemaksiatan, kefasikan. Tapi ketika orang tidak punya ilmu, dia bisa ragu. Kenapa Nabi begitu? Kenapa Nabi begini? Kenapa harus haram? Kenapa tidak boleh begini? Ibu-ibu kadang-kadang begitu. Kenapa enggak boleh sih? Kenapa enggak boleh sih? Ada keraguan ini semua kembali kepada syubhat. Obatnya nuntut ilmu yang benar. Berdoa kepada Allah subhanahu wa taala agar bisa terlepas dari syubhat-syubhat tersebut sehingga terbebaskan dari kekufuran, dari kemunafikan, dari keraguan. Di antaranya jadi waswas. Penyakit hati juga was-was. Was-was ragu. Ini benar atau tidak? Was-was. Was-was tentang akidah, was-was tentang ibadah, was-was tentang thaharah. Ini semua penyakitpenyakit hati. Sekedar saya sebutin secara ringkas. Tib. Penyakit hati yang terkait dengan syahwat juga banyak. Yang terkait dengan syahwat itu tidak sesuai dengan hawa nafsu kita. Kita maunya begini, ternyata begini. Contohnya hasad. Ini penyakit hati syahwat. Maunya kita yang nomor satu, maunya dia di bawah kita. Ternyata Allah mentakdirkan dia sama dengan kita sederajat atau lebih, maka timbul namanya apa? Hasad. Tidak terima dengan takdir Allah Subhanahu wa taala. Protes. Ya. Kenapa dia ganteng? Kenapa saya pas-pasan? Kenapa istrinya lebih cantik? Istri saya kurang cantik. Padahal saya lebih ganteng dari dia. Ya, kamu duitnya enggak ada masalahnya. Jadi hasad syahwat di antara penyakit terkait dengan hasad. Apa riya pengin dipuji publish supaya dipuji publish amal saleh memperlihatkan amal saleh. Sedikit-sedikit posting. Sedik-sedikit apa? Posting. Kemudian di antaranya sumah bercerita. Kalau tadi dengan penglihatan, sekarang cerita. Saya dulu begini, saya dulu begini, saya dulu begini. Supaya dipuji oleh orang. Ini penyakit hati. Ingin validasi dari masyarakat. Bahkan validasi yang berlebihan. Ingin dipuji dengan apa yang tidak dia lakukan. Di antara orang munafik ciri-cirinya kata Allah Subhanahu wa taala, "Wau yuhibbuna an yuhmadu bima lam yaf'alu." Senang dipuji dengan apa yang tidak dia lakukan. Dia tidak lakukan seakan-akan dilakukan. Dia tidak perfect tapi seakan-akan perfect. Sehingga yang ditampilkan selalu kalau orang lihat bayangan orang luar biasa padahal biasa-biasa. Kenapa? Dia senang dipuji atau disangka oleh orang dia hebat daripada yang seharusnya. Ini juga penyakit-penyakitnya orang munafik. Di antara penyakit hati adalah pengin selalu jadi sorotan, narsis, pengin jadi pusat perhatian. Dia senang kalau dijadikan buah bibir oleh masyarakat. ya. Sehingga kecanduan untuk bikin konten selalu bikin konten, bikin konten, bikin konten supaya jadi pusat perhatian. Entah karena hatinya pengin tampil atau karena ada dunia di balik itu. Ini penyakit kena banyak orang. Bahkan mengenai sebagian dai penginnya tampil mulu. Ya, ini penyakit hati. Contoh yang mungkin menimpa sebagian dari kita. Contoh juga penyakit hati adalah dendam yang tidak hilang-hilang. Selalu dendam, dongkol, marah, tidak pernah dia kontrol, tidak bisa dia hentikan. Dendam terus. Penyakit hati ini penyakit hati yang boleh saya katakan banyak menimpa kaum muslimin. Menimpa sebagian kita. Tentu tidak semua tapi sebagian kita. Di antara penyakit hati, irodat dunia biamalil akhirah. Ingin dunia dengan amalan akhirat. Dia beramal saleh, tapi di balik itu dia ingin apa? Ingin dunia, ingin dapat duit. Dia menjadikan agama sebagai industri untuk menghasilkan apa? Menghasilkan duit. Tujuan dia adalah duniawi. Ini juga bahaya. Ini juga bahaya. Dan banyak orang sudah berguguran. Ini penyakit hati yang mungkin kita bilang sepele ternyata juga menimpa banyak orang. Di antara penyakit hati adalah suka dengan maksiat. Menimpa banyak di antara kita. Penginnya kok dengar musik. Pengin rindu. Nostalgia maksiat. Sudah dapat hidayah, sudah hijrah, tapi rindu pengin apa? Pengin nostalgia maksiat. Baik yang maksiat berupa lagu, nyanyi-nyanyian, musik-musikan atau tonton-tontonan. Rindu. Rindu. Berarti hati kita sedang berpenyakit. Orang yang sakit hatinya benar, dia benci dengan maksiat. Iya enggak? Ini bukan benci, dia rindu pengin maksiat. Dia harus lawan. Berarti hatinya sedang apa? Sakit. Buktinya dia kepingin. Hati saya sedang sakit. Dia sadar bahwasanya hatinya sedang sedang sakit. Tolong catat nanti saya lupa juga ya. Berikutnya suka suudon. Ini penyakit apa? Hati. Melampiaskan syahwatnya. Suuzon. Prasangka buruk. Prasangka buruk. Berikutnya penyakit hati. Merendahkan orang lain. Merasa dirinya hebat. Merendahkan orang lain. Ini juga sebabnya banyak. Akhirnya pada kesom kesombongan. Di antara penyakit hati adalah ujub. Yaitu merasa dia sukses karena dirinya bukan karena Allah subhanahu wa taala. hilang bahwasanya ini semua dari Allah hilang dari benaknya. Dia merasa dia berhasil karena dia pintar, karena dia pandai berorasi, karena dia cerdas, karena dia tim yang hebat, karena ini, karena ini. Dia lupa bahwasanya semua itu semata-mata dari siapa? Allah Subhanahu wa itu penyakit penyakit ujub. Di antara penyakit hati adalah ee susah untuk khusyuk, hati hati keras. amrillah minal. Bukankah tiba saatnya hati menjadi khusyuk dengan ayat Allah, dengan mengingat Allah? Jangan seperti orang-orang ahlul kitab. Setelah berlamanya waktu, akhirnya hati mereka menjadi qaswah, jadi keras. Susah mau khusyuk ketika salat. sudah paksa-paksa susah susah baca Quran meng khusyuk jadi makmum imamnya lama banget lama banget padahal imamnya sudah enak imam Madinah imam Makkah dia masih merasa lama hati tidak khusyuk berarti hati sedang apa berpenyakit bukan imamnya yang salah tapi hati anda yang salah kalau Anda bercermin jelek bukan cerminnya yang salah tapi sisirnya yang keliru. Jadi ini penyakit kita alami. Maksudnya kita harus sadar kita ini banyak penyakit. Makanya disuruh sapu tiap tiap hari, tiap saat suruh sapu seperti rumah yang harus disapu setiap hari. Jangan merasa kita hebat, kita hati bersih. Ya, bersih sebagian dari penyakit tapi kotor dengan sebagian apa? Penyakit. Di antaranya putus asa. Putus asa kayaknya sudahlah enggak bisa. Enggak mungkin Allah selamatkan kita lagi. Putus asa. Putus asa rahmat Allah Subhanahu wa taala. putus asa dari kasih sayang Allah Subhanahu wa taala. Tib ini secara global. Coba diulang ada yang catat enggak yang terkait dengan syubah tadi? Apa aja? Satu-satu. Ayo. Hah? Kufur. Terus apa? Ragu. Waswas. Terus apa lagi? Kemunafikan. Terus. I kemunafikan ya seputar itu yang terkait syahwat apa aja? Hasad ri riya sumah terus narsis narsis apaagi dendam terus dan lain-lain dan lain-lain. Bab sekarang kita mau bahas satu-satu. Antum siap duduk sampai asar? Siap. Saya enggak siap. Tib. Penyakit hati yang kena syubhat ini bukan perkara sepele. Dan setan iblis ingin kita terkena syubhat. Makanya dalam hadis disebutkan bagaimana iblis menggoda manusia melemparkan syubhat dalam hati mereka sehingga mereka ragu dengan Allah. Karena syarat iman harus yakin. Namanya iman harus apa? Yakin. Akidah itu suatu ikatan simpul yang kuat. Kalau tidak yakin maka imannya lemah. Bahkan bisa dikatakan imannya tidak sah. Ya. Innamal mukminadzina amanu billahi wa rasulihi tumma lam yartabu. Sesungguhnya orang berimanah yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemudian tidak tidak ragu. Tidak ragu. Kalau ragu berarti imannya bermasalah. Dalam hadis ada sahabat berkata, "Ya Rasulullah, innahu yajidu ahaduna ma yakir minama ahabbu ilaihi minantiq bihi." Ya Rasulullah, sesungguhnya salah seorang dari kami mendapat dalam dirinya ada suatu perkara kalau dia ucapkan sangat buruk. Lebih baik dia jatuh dari langit, jatuh ke bumi lebih baik daripada dia ucapkan perkataan tersebut. Itu ada keraguan, ada was-was. Setan datang menggoda. Maka Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Zaka shihul iman." Itu menunjukkan engkau beriman. Buktinya digoda oleh apa? Setan. Tinggal tugas kau melawan. Ya, tinggal tugas kau kau melawan. Kalau ada was-was jangan kau bilang berarti saya tidak beriman gak. Saya lawan. Saya lawan berarti saya sedang di digoda. Seperti dikatakan kepada Ibnu Abbas, "Wahai Ibnu Abbas, orang-orang Yahudi merasa kalau mereka salat khusyuk." Kata Ibnu Abbas, "Ngapain setan datang goda orang Yahudi?" Kaifa yati setan ila e qolbin kharib. Ngapain setan datang kepada hati yang sudah hancur? Yang digoda itu yang hatinya masih sehat digoda dibuat syubhat dibuat saya. Kalau sudah mati ya sudah saya merasa khusyuk setan enggak perlu ganggu engkau karena sudah khusyuk dalam kekufuran. Dalam kekufuran. Tapi kalau ada bersihan nah itu berarti ada godaan. Tapi bagaimana caranya kita menghadapinya? Perlu tahu. Ini berarti setan sedang memberikan penyakit dalam hati kita. Harus kita lawan. Datang dalam hadis juga Rasul wasallam bersabda, "Laalunas yatasaaluna yaak ahaduhum khalaqallah." Senantiasa orang-orang saling bertanya di antara mereka. Ikuti keingin apa namanya? Keponya sampai kepo pada hal yang di luar dari nalarnya. Akhirnya mereka berkata, "Iblis membisikkan ini Allah menciptakan segala sesuatu." an khalaqallah kalau gitu yang ciptakan Allah siapa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam fa ahadukumikaalyaqul kalau salah seorang dari kalian mendapati ada bisikan seperti itu, dibisikkan sampai hal-hal yang aneh-aneh maka ucapkanlah falyaqul amantu billahi waasulih walid billahi waliyantahi dia hendaknya dia berkata, "Aku beriman kepada Allah dan rasulnya dan hendaknya dia berlindung kepada Allah mengatakanillahirrajim Kemudian dia berhenti, jangan lanjutkan. Dan itu terkadang setan datang padahal di luar ranah kita seperti berpikir tentang zat Allah. Ngapain dipikirin? Otakmu enggak enggak sampai. Suruh mikirin bidadari aja enggak bisa. Gimana mikir Allah Subhanahu wa taala? Ya. Tahu-tahu setan datang suruh berpikir tentang takdir. Kenapa begini Allah? Kenapa begini? Kenapa iblis kafir? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa Adam harus turun ke bumi? Kenapa? supaya kamu lahir. Jadi banyak pertanyaan-pertanyaan macam-macam. Auzubillahiminasyaitanir rajim. Karena setan akan membawa kalau kita ngikutin dia akan bawa terus. Ini kalau enggak punya ilmu bahaya. Akhirnya was-was tentang akidah. Was-was tentang akidah. Bahaya. Kalau enggak punya ilmu. Akhirnya kebawa kebawa perasaan. Akhirnya menolak syariat. Contoh seorang ini banyak kena syubhat ribelal. Dia pergi ke luar negeri, lihat ada orang kafir baik. Terus dia bilang, "Masa orang kafir begini masuk baik kayak gini masa masuk masuk neraka." Enggaklah. Enggak mungkin Allah sejahat itu. Mulai dia pakai perasaan. Sementara jelas Abu Thalib yang super baik masuk neraka. Abu Thalib yang super baik. Tidak ada orang kafir lebih baik daripada Abu Thalib. Tidak ada orang kafir yang punya jasa terbesar se kepada Nabi seperti Abu Thalib. Tapi dia karena punya kurang ilmu apa namanya ee perasaannya bermain sehingga dia mendahulukan perasaan daripada dalil. Akhirnya dia berkata, "Semoga Allah memasukkan sang pastor di surga." Akhirnya begitu engak pakai perasa perasaan pakai perasaan dan ini disebutkan orang liberal kalau enggak punya ilmu kena syubhat tersebut. Karena syubhat tersebut. Sama seperti keraguan. Seorang ragu tentang sunah-sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Maka timbullah golongan namanya al-quraniyun. Tidak mau dengar hadis atau dikenal ingkarus sunah. Tidak punya ilmu. Sehingga menolak seluruh sunah. Atau ada yang menolak hadis-hadis sahih Bukhari dan sahih Muslim. Nolak karena dia baca syubhat. dia tidak punya ilmu tentang ilmu yang benar kena syubhat. Artinya dia ragu tentang hadis-hadis yang datang dalam sahih Bukhari dan sahih Muslim. Ini berbahaya dan in adalah spekulasi tingkat tinggi. Maka seorang ya jangan coba-coba dengar syubhat, belajar yang baik. Dia sudah beriman, sudah bertakwa. Kalau syubhat datang mengenainya tempat dia ingini, maka dia bertanya kepada orang yang berilmu. Tapi kalau dia buka-buka syubhat pengin dengar, pengin dengar, pengin dengar, apa sih kata orang-orang ateis? Orang ateis penuh dengan syubhat. Kalau kita enggak punya ilmu, kita coba-coba dengar terus Allah cabut taufik, sudah kita ikut-ikutan ragu Tuhan ada atau tidak. Sudah selesai. Tidak perlu kau bilang kau murtad, gak perlu. Tidak perlu kau bilang kau ateis. Kau ragu Tuhan ada atau tidak, itu sudah kafir dalam Islam. Ada istilah agnostik. Saya saya tidak bilang Tuhan tidak ada, tapi saya belum temukan dalil kepastian Tuhan itu ada. Ya, sama saja. Sama saja. Itu dalam Islam namanya kafir. Karena namanya akidah harus iman yang kuat, bukan ragu-ragu. Sekarang syubah tersebar di mana-mana. Syibah tersebar di mana-mana. Maka seorang menjaga hatinya hidup tentram, pergi ke masjid, ibadah, jalankan kegiatan kesehariannya, cari nafkah, ngaji, sudah, enggak usah sok-sok pintar dengar-dengar apa? Syubhat. Hati ini lemah. Kata para salaf. Asyubhatu khath syubhat menyambar-nyambar walubu diifah dan hati lemah. Semua itu syubhat sudah ada bantahannya. Cuma antum mana waktu mau baca itu semua? Dengar syubhat cuma 1 menit untuk membersihkannya. Butuh baca mungkin 1 jam, 2 jam, 1 hari, 2 hari, 1 bulan. Jadi ngapain kita dengar cari-cari penyakit? Bukan berarti saya bilang begini berarti tidak ada jawabannya. Semua ada jawabannya. Para ulama sudah bahas. Cuma kapan antum mau jawab? Kapan antum mau baca jawabannya? Apalagi kalau ternyata syubhat tersebut sesuai dengan hawa nafsu. Sudah cocok ini cocok kalau saya ini cocok sehingga akhirnya tidak mau cari jawaban yang benar. Karenanya hati-hati hindari semua syubhat. Syubhat menyamar-nyamar sementara hati ini sangat lemah. Berikutnya waswas. Was-was ini juga tadi terkait dengan akidah, kemudian terkait juga dengan taharah. Sebagian orang was-was karena tidak punya ilmu. Baru masuk ke rumah, waduh jangan-jangan ada kotoran di ini. Jangan-jangan. Sehingga sebagian orang pasang keran di depan rumahnya. Setiap masuk rumah dia cuci dulu keran apa. Ya. Sampai ada kawan saya bilang, "Kita dulu was-was, Ustaz. Kalau ada anak main di luar, masukin jeding keluar. Khawatir ada najis di sini, ada najis di sini. Was-was enggak punya ilmu. Sementara Nabi begitu sederhana. Nabi ajarkan kalau kalian mau ke masjid falyanzur, lihatlah kepada khufnya. Kalau ada najis digosokkan di tanah baru masuk selesai. Karena najis bisa dihilangkan dengan air bisa juga dihilangkan dengan apa? Ta tanah. Para sahabiyah dulu roknya panjang-panjang sampai minta izin kepada Nabi ya Rasulullah. Yurkhina ziraan. Ya Rasulullah, bagaimana kalau roh kami panjangkan sepanjang sehasta, yaitu sekitar 40 centti di bawah mata kaki? Tujuannya apa? Supaya laasifu aqdamuhun agar kaki-kaki kita tidak terlihat. Kata Rasul sahu al wasallam, "Yurina syibron w yazidna alalik." Enggak boleh panjang-panjang, cuma cukup sejengkal. Jadi para sahabat dulu semangat memanjangkan roknya supaya kakinya tidak terlihat. bukan malah publish di foto profile ya. Dan ketika mereka jalan, mereka bilang, "Ya Rasulullah, bagaimana kalau kena najis?" Kata Rasulullah, "Dibersihkan dengan tanah selanjutnya." Ya, itu dimaafkan. Ini anak masuk masukin ke jeding lagi. Seperti ada kelompok yang sesat, yang sedikit-sedikit najis. Sedikit najis. Orang masuk di pel di pel. Sampai ada kawan sengaja bapaknya dia cerita bapak saya masuk ke masjid dia kain bapaknya pegang-pegang situ pegang dinding akhir itu mereka kerja bakti bodoh was-was dalam apa ibadah was dalam thahara dan kadang saya tandang karena kebodohan gak punya ilmu. Saya pernah kemarin ditanya juga ada anaknya was-was sudah ngaji tapi kena was-was. Sudah di pendidikan ilmu agama dia merasa kalau sudah wudu seakan-akan belum wudu sehingga wudu lagi. Sehingga wudu kasihan capek. Habis wudu mau salat aduh kayaknya belum wudu lagi. Salat kayaknya masih tiga rakaat. Empat kayaknya masih tiga. Terus kasihan. Ini was-was. Ini penyakit. Ada penyakit hatinya yang membuat dia senantiasa ragu. Semakin dia ikuti setan semakin membawanya. semakin bawahnya maka sembuhnya dengan ilmu. Ada kaidah ya kaidah harus dipelajari di antaranya saya bilang ketahuilah was-was jangan diikuti. Sampai Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan ketika syukiya ilaihi annahu yajiduaian fi shati ada seorang mengeluh kepada Nabi seakan-akan dia mendapati sesuatu dalam salatnya seakan-akan dia buang angin. Dalam hadis Rasulullah mengatakan, "Datang setan, setan mengganggu dengan meniup angin di duburnya sehingga seakan-akan keluar apa? Angin." Setan kurang kerjaan tapi begitu kerjaan setan sehingga uh angin ada keluar setan atau digerakkan sesuatu rambutnya. Dalam hadis disebutkan kata Rasul sahu alaihi wasallam, "La yansorif jangan putuskan salat. Lanjut aja meskipun ada perasaan, cuekin aja." Karena ada kaidah alyakin la yazulu bisyak. Kaidah dalam syariat, keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan keraguan. Kamu yakin kau sudah bersuci tadi, sementara kentut enggak masih ragu? Itu kentut apa? Ragu itu buang aja. Kata Nabi, "Kecuali keyakinanmu dibatalkan dengan keyakinan yang lain." Bagaimana timbul keyakinan yang lain kalau kau kedengar tut? Ah, berarti benar. Bukan tiupan setan. Itu tiupan dari dalam tubuh. Atau tidak ada suara tapi kau cium. Hah? Benar ya? Berarti keyakinan dibatalkan dengan ke keyakinan. Selama belum yakin cuekin aja. Taruhlah ternyata memang kau buang angin salatmu tetap sah karena kau ikut aturan. Paham? Ragu kentut enggak ya? Aduh kentut enggak ya? Kayaknya kentut tapi pasti kentut. Saya enggak bisa memastikan dalam hati. Berarti kalau belum bisa memastikan lanjut apa? Salat. Seandainya kau pun buang angin, tetap salatmu sah. Paham itu lawannya begitu, "Ustaz, saya merasa tadi sudah wudu. Kalau kau sudah wudu, jangan ulang lagi. Kayaknya belum, cuekin aja. Meskipun ternyata kau belum cuci tanganmu, tetap salat musah. Karena obatnya kau harus lawan itu. Itu namanya uzur syar'i. Seperti seorang yang mengalami salasilu arih, senantiasa buang angin, buang angin. Bagaimana? Ya sudah dia wudu, dia salat meskipun buang angin dimaafkan." Kenapa? Karena itu penyakit baginya. Salasilul bol orang bersalat kemudian keluar setetes 5 menit setes lagi. Bagaimana caranya? Azan dia wudu salat meskipun menetes terus enggak ada masalah. Karena ada tujuan syariat engkau harus salat sementara ini uzur uzur syari bagi kamu. Kalau kau ragu-ragu kayaknya saya belum cuci tangan tadi. Itu kenapa basah? Enggak tahu juga kenapa basah. Kenapa kayaknya saya belum ini sampai wudu berulang-ulang kasihan. Dan itu ada orang seperti itu. Caranya kau cuekin, jangan kau ikuti. Kalaupun ternyata kau belum berwudu, tetap salatmu apa? Sah. Jangan diikuti. Maksudnya ini terkadang penyakit-penyakit hati harus dilawan dengan apa? Dengan dengan ilmu. Ada orang datang, "Ustaz, telepon saya. Ustaz, saya kok merasa setiap hari saya merasa mau mati. Jadi saya terus kalau kau mati kenapa?" Saya bilang, "Kalau mati kenapa? Yang penting kau kan beribadah salat. Kalau mati ya sudah setiap kita juga mati. Buktinya kan kau enggak mati-mati. Jadi harus dimarahin supaya dia. Karena kalau dia sudah merasa mati terus mau ngurusin anak susah ngurusin karena takut mati melulu. Iniat penyakit hati. Penyakit was-was was mau mau mati ya sudah mati terus. Kenapa? Kalau kau bertakwa mati ya sudah berarti cepat masuk surga kan? Tayib ini insyaallah mudah mudah menghindarinya. Yang penting jangan dengar syubhat. Ada kajian yang ragu enggak usah didengar. Jangan sok pintar, sok kepos, sok menghakimi, sok ingin tahu. Kau belum tentu siap untuk mempelajari jawaban yang terkadang harus panjang. Ya, seperti buku akidah. Buku akidah kalau kita baca akidahnya Imam Bukhari tipis. Akidahnya Alauzai tipis. Rasulullah kasih akidah sudah sederhana. Kenapa sekarang buat akidah tebal-tebal? Dalam rangka membantahta syubhat. Jadi harus bikin kaidah kaidah kaidah kaidah. Kalau syubhat datang begini, bantahnya begini, jadi panjang, jadi rumit. Seharusnya dulu akidah ahlusunah mudah. Rasulullah sampaikan orang Arab Badui ngerti, orang baru masuk Islam juga ngerti. Ya, tapi karena banyak syubhat yang beredar, akhirnya para ulama nulis buku akidah menjadi apa? Tebal. Ya, kalau kita dengar syubhat, kita betul kuat untuk mempelajari landasan untuk membantaas syubhat tersebut, maka kuncinya jangan dengar apa? Syubhat. Jangan dengar syubhat. Tiib. Yang berikutnya, penyakit-penyakit hati terkait dengan syahwat. Di antara syahwat manusia adalah ingin dipuji. Yaitu syahwat yang disebut oleh Ibnu Taimiyah syahwatun kfiyah. syahwat yang tersembunyi ingin diakui. Ingin diakui. Dan cara untuk diakui di antaranya adalah dengan mempublish amal saleh, maka itu namanya riya. Atau menceritakan amal saleh namanya sumah'ah. Kata Alghazali, Imam Alghazali rahimahullah namanya sum atau riya adalah tholabul manzilah fi qulubinas. Dia mempublish amal salehnya. Dia cerita, dia apa namanya? Share tholabul manzila fi qulubbinas dalam rangka untuk mencari kedudukan di hati manusia. Kenapa saya cerita kebaikan saya kepada engkau? Supaya engkau bilang, "Oh, masyaallah ternyata ya." Masyaah, itu maksudnya masyaallah. Wih, saya tidak duga ternyata. Nah, itu itu yang saya tunggu-tunggu kalimat itu. Paham? Saya tidak duga ternyata ya. Ternyata kau riak. Jadi ini ini syahwat. Ini syahwat sampai seorang mengorbankan yang paling dia yang paling dia sayang itu nyawanya hanya untuk terkenal. Sebagaimana Rasulullah sebutkan tentang seorang yang mati syahid tapi masuk neraka. Rajulun ustusyahid. Seorang mati syahid mati dalam medan pertempuran. Fautiya bihi dihadirkan. Faahu niamahufaha. Allah ingatkan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada mujahid ini. Keberanian, kehebatan mainkan pedang dan lain-lainnya. Allah berkata, "Wama amilta f lakukan dengan nikmat-nikmat ini kata dia, qotaltu fika tusit." Aku berperang di jalanmu sampai aku mati syahid. Kata Allah, "Kadzabta, kau dusta. Walakin liuqol annaka jari." Tapi kau berperang supaya kau dikatakan sang pemberani. Bayangkan untuk mendapat gelar pemberani dia rela mati. Siapa kita ini? Paling kita sukai apa? Nyawa kita. Makanya kalau sakit sedikit kita ke rumah sakit. Kalau enggak pikirin nyawa kan enggak usah ke rumah sakit. Mati ya gak apa-apa kan? Enggak ada kita begitu. Kalau sakit ke mana? Ke rumah sakit. Sudah kepala pusing cek kolesterol. Berarti kita kan sayang sama ini. Dia rela mengorbankan nyawanya demi untuk mendapatkan pengakuan. Berarti syahwat atau bukan syahwat? Syahwat. sampai capek-capek bikin konten supaya pencitraan syahwat atau bukan syahwat supaya dipuji, disanjung. Ini hati-hati, ini penyakit bisa menimpa siapa saja bahkan bisa menimpa ustaz. Bukankah orang kedua yang Allah hadirkan pada hari kiamat untuk disiksa? Seorang ustaz. ilma waamahu seorang nuntut ilmu dan mengajarkannya. Waq alquran belajar ilmu Al-Qur'an dan mengajarkannya. Pakar sanad-sanad Al-Qur'an, pakar qiraat Al-Qur'an. Maka Allah hadirkan, Allah ingatkan tentang kenikmatan yang Allah berikan kepadanya. Allah bertanya, f lakukan dengan itu semua kata dia, qikal Quran. Aku baca Quran ngajarin karena engkau. Kata Allah, kadabta, kau dusta. anaka q supaya orang kenal kau sebagai ahli baca Quran. Liuql anaka alim supaya dikatakan engkau orang yang paling apa? Alim orang akui. Ya, akhi. Orang butuh pengakuan sampai sebagian orang ya ee saya ngeri sekali ada orang paksa masang dirinya doktor. Saya tidak bicara politik ya. Ini tidak keluar dari politik ya. Ada orang saya tahu sengaja pasang dirinya dokter padahal dia bukan dokter. Butuh validasi masyarakat. penipuan publik ngeri berarti bukan doktor. Sampai ada yang nekad mau dapat profesor mungkin dari universitas abal-abal nekad buat apa? Untuk validasi. Kenapa itu syahwat? Syahwat untuk diagungkan oleh masyarakat syahwat jangan disepelek karena ini syahwat bahaya. Kalau tidak kita patahkan dari awal akan tumbuh dalam diri kita sedikit demi sedikit. Semakin semakin semakin disanjung semakin ah semakin pengin melayang terbang. Lihat ustaz ini masuk neraka. Kenapa dia ngajarin Quran? Supaya dikatakan dia ahli baca Quran. Kal maksud saya bukan berarti ini bukan penyakit biasa. sampai yang terjatuh di dalamnya adalah juga para dai, para ustaz. Makanya saya agak maksudnya ya itu mungkin ijtihad masing-masing. Tapi sebagian dai manajemennya benar-benar manajemen artis. Jadi semua aktivitasnya diketahui. Karena namanya orang kan pengin tahu artis lagi ngapain, lagi ngapain, lagi perbaiki ini, lagi ini, lagi ini lagi ini, lagi ini, lagi ini. Yang saya tidak tahu itu semua dari guru-guru saya gak pernah melakukan demikian dan saya tidak pernah baca buku dalam salafus saleh seperti itu. Dia bilang, "Ustaz, kan boleh-boleh saja. Iya, tapi hati berat." Sehingga bukan cuma ilmu yang ditampilkan tapi kepribinan ustaz. sehingga dia menjadi tokoh yang wau. Apalagi didukung oleh tim-timnya yang kemudian menjadikan dia wow. Saya hanya sekedar menyampaikan suara hati saya. Semoga kita tidak demikian karena itu penyakit. Sampai kalau dia berjalan lima orang shoting. Subhanallah. yang saya saya cuma khawatir menular kepada audiens. Itu yang saya khawatir sehingga audiens juga hobinya begitu. Maka saya harus sampaikan hal ini. Ini penyakit memang ramai me menyenangkan memang janganlah janganlah kalau artis ya memang mereka begitu. Kita kan dakwah harusnya tidak demikian. Harus tidak demikian dakwah harus elegan. ada marwahnya. Oh, hukum asalnya boleh. Iya, boleh. Kalau bicara boleh-boleh saya enggak bisa mengharamkan. Boleh-boleh aja. Tapi apakah begitu cara para salafus saleh sementara kau mengatakan di atas mandat salaf, apakah begitu diajarkan oleh guru-gurumu dahulu seperti itu? Adakah ustaz-ustaz kita dahulu seperti itu? Ya, kita jaga jaga ya. Jangan cuma terpedaya dengan jumlah audiens, jumlah followers. Enggak. Kita pengin yang berkualitas. Kita ingin berjalan diridai oleh Allah Subhanahu wa taala. Saya pernah umrah, istri saya umrah. Tahu-tahu saya keluar dari hotel, tahu-tahu ada sekelompok orang berbaju hitam pakai sorban ramai-ramai. Ini siapa ini? Sampai saya, "Ih, jangan-jangan ini kelompok sesat yang ee puasa lihat laut itu kan mereka baju hitam kan. Kalau laut sudah pasang puasa, kalau Ramadan lebaran juga lihat apa laut. Eh, ternyata ustaz sunah." La haula wala quata ill ngajarin semua timnya untuk jalan dengan gagahnya ramai jadi pusat perhatian narsis. Saya hati aja sakit, cuma saya enggak bisa apa-apa. Ini saya baru ngomong sekarang. Ya, ikhwan mau saya jangan bilang semua orang bisa kena ini. Ustaz tadi masuk neraka gara-gara apa? Gara-gara ingin dibilang apa? Dibilang ahli baca Quran. Kita tidak masuk dalam hati manusia, tetapi waspada. Hal-hal yang bisa mengarahkan ke sana kita kita putuskan. Sumah cerita sampai ada sebagian orang yang mobilnya kemudian macet mogok, dia ganti ban kemudian disooting. Ini lagi ganti ngapain? Maksudnya ngapain? untuk menunjukkan bahwasanya kau hebat. Kita enggak tahu tapi enggak ngapain yang kalau kita dakwah itu ilmu yang penting. Bukan saya keren, bukan saya ganteng, bukan saya bikin fitnah nanti yang lainnya. Apakah saya mau tampil saya harus pakai leven misalnya atau pakai bedak? Saya tujuannya ilmu atau supaya ganteng di hadapan ibu-ibu? Saya tidak perlu validasi ibu-ibu. Yang penting validasi dari istri saya. Ilmu yang penting ilmu. Saya dulu pernah mengisi di salah satu stasiun TV beneran. Ustaz pakai enggak enggak ustaz pakai mungkin dia bilang supaya pencahayaan gak saya sudah ganteng. Saya enggak cantik. Saya ganteng. Nanti kalau digitu tambah jadi cantik bukan ganteng lagi. Kan laki-laki ganteng. Engak ada laki-laki cantiknya. Ma saya ya kita bukan artis. Rasulullah bersabda, "Albadatu minal iman." Kesederhanaan biasa. Rasulullah terkadang jalan tidak pakai sendal. Bukan pencitraan untuk menunjukkan agar kita tidak terpesona dengan dunia. Kita ini sedang berdakwah mengingatkan orang kepada akhirat bukan untuk membuat mereka fokus pada dunia. Bukan. Bukan dengan motor mewah, mobil mewah. Kalau kau naik mobil mewah sendiri aja, enggak usah pamer-pamer. Bukan untuk skincare macam itu. Urusan dunia kita bicara bicara agama. Makanya dakwah mulai bergeser. Coba tanya guru-guru kita, masyaikh kita di Madinah atau di Yaman atau di mana, apa mereka begitu? Maka ikhwan maksud saya tidak menganjurkan antum ikut dukungan gak gak usah mendukung ya silakan saya khawatir dakwahnya jadi seperti itu. Jadi pusatnya lagi bukan ilmiahnya lagi tapi keren-kerenan penampilan dan lain-lainnya ya yang di luar daripada esensi dakwah sunah yang kalau di nanti ujung-ujungnya masalah niat bahaya. Niat bahaya. Saya sempat tegur seorang kawan. Dia duduk kemudian dikurungi ibu-ibu pada ketawa-ketawa, pada foto-foto. Saya malu saya bilang malu. Kita ini bukan artis yang dilihat oleh ibu-ibu foto-foto kemudian malu. Ngapain mejeng di depan ibu-ibu? Eh, ibu-ibu ngapain? Ya, mejeng depan antuna sekalian. Apa manfaatnya? Ngapain ngaj? Tidak semua yang kita lakukan ikut selera audiens. Kita ini tugasnya mendidik mereka, bukan mereka mengatur kita supaya sesuai dengan keinginan mereka. Cari keridaan Allah. Bukan kita bukan cari kereda audiens. Tentu dengan elegan, dengan ilmu. Saya takut dakwah bergeser. Tib. Di antara penyakit hati apa lagagi? Ujub. Ujub itu merasa sukses karena diri sendiri. J itulah perkataan Qarun. Innama utitu ala ilmin indi. Saya ini kaya karena saya punya ilmu sehingga saya bisa kaya. Dilupa bahwasanya semua kekayaan dari siapa? Allah Subhanahu wa taala. Maka ini penyakit berbahaya dalam bidang apapun. Jangan kita merasa karena saya hebat, karena saya pandai beroporasi maka saya berhasil. Enggak boleh dalam bidang apapun, dalam dakwah, tim-tim juga enggak boleh gitu. Karena kita tim solid, mak gak kita bilang karena Allah Subhanahu wa taala. Kemudian Allah mudahkan kita untuk salid, maka kita alhamdulillah berhasil. Alhamdulillah. Jangan sampai ketika kita menceritakan sesuatu, kita ingin mengangkat diri kita, Allah tahu kita cara cerita sama orang. Saya begini loh, itu ada di situ enggak disertakan Allah atau ketika kau cerita kau menunjukkan kau hebat? Allah maha tahu. Nabi Sulaiman Alaihi Salam ketika berhasil mendatangkan singgahsana Ratu Bilqis dalam waktu sekejap sebelum mengedipkan mata. Apa kata Nabi Sulaiman? Hadza min fadli rabbi. Ini semua karunia dari siapa? Allah. Li buuani askuru untuk mengujiku apa aku bersyukur atau aku kufur akfur maka seorang jangan uj kapan terbet dalam dirinya dia hebat dia bilang semuanya karena siapa Allah h min fadlib jangan pernah ujub karena ujub kalau dibiarkan nanti sombong ketika merasa hebat ujub ketika kehebatan tadi membuat kita merendahkan orang itu sombong. Jadi timbul pertanyaan, apakah ujub sama dengan sombong? Gak. Ujub tidak sama dengan sombong, tapi ujub selangkah menuju se sombong. Sombong itu kalau kita merendahkan orang. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Alkibr batarul haqamtunas." Kiber adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang. Ujub tidak mesti merendahkan orang. Dia merasa dirinya hebat tapi dia tidak merendahkan orang. Itu namanya ujub. Saya begini karena saya pintar memang IQ saya sudah periksa IQ saya 240. IQ paling tinggi berapa sih? Berapa? Berapa? 200 berapa? 210. Saya gak pernah periksa IQ. Maksudnya orang IQ sekian yang buat dia ujub. Yang kasih kok IQ bagus juga Allah Subhanahu wa taala. Saya hebat karena saya punya pengalaman banyak. Yang bikin kau punya pengalaman juga siapa? Allah. Engkau berkesempatan, berpengalaman dengan si fulan, si fulan yang siapkan semuanya mengkondisikan juga siapa? Allah Subhanahu wa taala. Maka seorang jangan ujub dalam perkara duniawi apalagi dalam perkara agama. Ya, orang yang ujub khawatir dia akan terjungkal suatu hari karena ujub dengan ilmunya, ujub dengan orasinya, ujub dengan ketakwaannya. Maka Allah akan cabut hidayah darinya. Ya, cabut hidayah darinya. Makanya Rasulullah bersabda, "Siapa yang berkata, "Halakanas fahua ahlaquum." Siapa yang mengatakan semua sudah rusak, maka dia yang paling rusak. Kata para ulama, jika dia mengucapkannya dalam kondisi ujub, semua binasa saya yang selamat, enggak. Tapi kalau dia diucapkan untuk menceritakan kejadian untuk menasihati, maka enggak hati-hati. Ujub. Selanjutnya ujub adalah apa? Som sombong. Sombong juga penyakit hati dan sebab sombong sangatlah banyak. Orang bisa sombong karena harta, bisa sombong karena apa? Cantik, karena ganteng. Sombong karena apa lagi? Karena tas branded. Karena tasnya indah, padahal dia enggak indah. Sombong karena mobil bagus, sombong karena jabatan, sombong karena OKB, orang kaya baru. Ya, sombong banyak. Sombong sebabnya banyak. Ciri sederhana sombong merendahkan orang apa dia bisa apa itu sombong. Punya ilmu misalnya ngajar apa? Cuma bisa ngajar TPA, enggak bisa ngajar faraid, gak bisa ngajar ilmu akidah, ngejar apa itu sombong. Akhi, ente ngajar ilmu-ilmu susah, dia ngajar ilmu tajwid, ngajar anak TK Al-Fatihah. Emang yang masuk surga siapa? Belum tentu kamu. Yang pahalanya lebih besar siapa? Belum tentu kamu. Yang imannya lebih baik siapa? Belum tentu kamu. Allah mengatakan, "Inna akramakumallahi atqakum." Yang paling mulia, yang paling bertakwa di antara kalian. Hati-hati jangan sampai kalau ada penyakit merendahkan sudah itu kita sedang ujub atau sedang apa sombong. Maka kita bilang azubillah. Audzubillahi minal kibr. Ya Allah, aku berlindung kepada aidubika minal kibr daripada sifat sombong tib. Yang penyakit berikutnya, Pak dicatat apa? Penyakit berikutnya di catatan apagi? Hah? Susah. Susah khusyuk. Susah khusyuk. Sebab utamanya adalah banyak maksiat. Banyak maksiat. Susah terenyu baca Quran sebab utamanya banyak maksiat. Khusyuk kalau nonton film itu sebabnya maksiat. Nonton film Korea betah khusyuk. Dengar gibah khusyuk. Baca Quran baru sedikit sudah pening. Baca Quran sedikit sudah ngantuk. Masyaallah turun ketenangan langsung ngantuk tidur. Ini penyakit menimpa siapa saja di antara kita. Maksiat yang pertama kali diserang adalah hati. Rasul wasallam mengatakan abdunani jika seorang hamba melakukan maksiat maka hatinya tercoreng dengan noda hitam. Jadi diserang bukan fisik dulu, hati dulu. Jang kalau saya maksiat nanti kemudian anak saya celaka, saya kena penyakit fisik, mungkin kecelakaan, ekonomi saya jatuh, itu belakangan. Belum tentu. Bisa jadi orang semakin ekonominya banyak, tapi hatinya semakin hancur. Semakin terkenal hatinya semakin apa? Hancur. Yang pertama disenang oleh setan dosa dampaknya adalah hati. Kalau sudah hitam mulai susah khusyuk, mulai malas untuk beribadah, bangun malam susah banget. Kenapa? Orientasi akhirat kurang. Kenapa orientasi akhirat kurang? karena terlalu banyak dunia dalam hatinya. Maksiat. Kalau sudah sering nonton, lihat perempuan terbuka auratnya, sering nonton film Korea, udah gimana khusyuk susah. Sering nonton film office, perempuan terbuka auratnya susah. sama perempuan suka nonton film Korea susah mau khusyuk ngomel mulu sama suaminya susah oleh karenanya di antara cara kita untuk khusyuk hindarkan diri dari maksiat jaga pandangan kita susah tapi kita kalau lewat astagfirullah atau kita scroll jangan kita serius apalagi di zoom jangan lewat-lewat aja bisa menghindar astagfirullah istriku lebih cantik astagfirullah ngapain saya lihat lte ini ngapain sini scroll. Tentunya sebab-sebab khusyuk banyak tapi di antara sebab utama adalah karena terlalu goflah. Fa alaihimul amadu faqatub. Terlalu lama waktu tidak ingat Allah maka hati menjadi keras. Oleh karenanya alhamdulillah Allah bikin syariat salat lima waktu sehingga hati kita tidak terlalu lama goflah ter banyak lamai. Kalau lamai lama akhirnya terlalu lama lalai akhirnya jadi keras. Ya inal iman yaklaqulubikum kama yaklaqu. Sesungguhnya iman itu bisa usang dalam hati kalian sebagaimana baju bisa usang. Fasalullah yujadida imanakum. Maka mintalah kepada Allah agar memperbaharu iman kita kembali. disrika kembali, dicuci kembali, jadi segar kembali. Jika tidak maka bisa bisa usang. Maka ini salah satu penyakit. Padahal Allah memuji orang beriman. Q aflahal mukminun alladina fi shatihim khyiun. Sungguh beruntung orang beriman yang mereka khusyuk dalam salat mereka. Ti berikutnya apa? Penyakit hati narsis. Ya, narsis. Ini pengin tampil. Tadi saya sudah disinggung. Pengin tampil. syariat menganjurkan kita untuk menjadi orang yang tidak suka tampil. Tampil kalau perlu aja, kalau enggak perlu, enggak usah tampil. Karena dengan tidak suka tampil, dia bisa fokus kepada privasinya. Dia bisa punya banyak waktu untuk ngurus anak dan istrinya. Ya, tapi kalau sering tampil dia akhirnya sibuk ngurusin netizen dan sibuk dengan komentar nasiidan. Memperbaiki diri sesuai dengan yang disukai oleh netizen. Hidup dengan kepura-puraan. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Innallaha yuhibbul abdqial gani khfi." "Sungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertakwa yang alghani yang cukup tidak minta-minta sama orang lain merasa cukup qanaah." Alkfi yang tidak suka tampil. Kalau saya bisa tidak tampil, saya pengin tidak tampil. Tapi saya harus tampil. Tampil itu repot. J pusat perhatian ya. Akhirnya harus selalu bersandiwara, drama supaya tampil memukau. Jalan sama istri senang-senang dioting lagi mesra sama istrinya. Istrinya di ngomel tidak dipublish. Istrinya ya omelin tidak dipublish. Jadi selalu tampil supaya perfect. Pengin tampil. Ini narsis. Di antaranya syariat melarang kita untuk melakukan memakai pakaian yang syuhrah. Syuh tampil beda sehingga pusat perhatian. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Man labisa siaba syuhrah fid dunya albasahullah libasal madamma yaumalqiamah." Siapa di dunia pakai pakaian ketenaran, maka Allah akan buat dia pakaian kehinaan pada hari kiamat kelak. Pengin tampil beda. Kata para ulama, apa itu pakaian syuhra? Terlalu indah. atau terlalu jelek, baju robek-robek dipakai supaya jadi orang-orang lihat. Atau baju terlalu indah, terlalu indah. Baju mahal sekali. Ibu-ibu pakai jilbab, masyaallah di sini mutiara-mutiara. Di sini ada bunga mawar, di sini ada warna merah, kuning, hijau. Di langit yang biru ada pelangi di tubuhnya. Masyaallah. Semua orang lihat. Rasulullah ketika menceritakan tentang wanita yang masuk neraka, Rasulullah mengatakan, "Rusunahun mailah." Kepala mereka seperti ada punduk unta. Kenapa menarik perhatian? Salah satu contoh menarik perhatian maksudnya kita hidup jangan narsis. Ada orang jalan mundur supaya ada yang naik kemarin saya lihat naik sepeda mundur. Masyaallah belum ada yang naik motor mundur. Ada belum? Sepeda mundur ada kan susah pakai cermin. Susah supaya gak? Jadi orang jangan begitu. Jangan suka cari perhatian. Oleh karenanya hal-hal yang membuat kita tampil bej pat perhatian kita hindari bisa kena ain cepat atau lambat ya lagi pula jadi pusat jadi omongan orang ya dan itu dilarang dilarang ya saya pernah ketemu seorang dai kemudian dias oleh Syekh Abdur Razak dia pakaian dia saya tidak sebul tapi ini pakaian dia tidak biasa kata Syekh ee mohon maaf saya pakaian antum kenal Kalau begitu lah ini ngapa ini adat orang sini ya kata syekh saya tidak apa-apa saya cuma khawatir aja khawatir pakaian tampil beda. Enggak saya enggak gak apa-apa terserah kalau tapi saya khawatir ini cuma saya nasihat khawatir aja kalau kau merasa itu gak apa-apa silakan maksudnya terkadang kita ingin menik perhatian supaya jadi batu perhatian supaya akhirnya apa namanya ee pandangan pertama jatuh hati ya lihat terus dengan cara tampil beda. Yang penting pertama good looking. Setelah setelah itu orang jatuh cinta. Akhirnya jadi tontonan terus. Tapi itu cara yang tidak tidak benar. Karena Rasulullah melarang. Kalau kita ingin berkah, ikutilah cara para dakwah salafus salafus saleh. Kalau tidak maka kita akan nyenempet-nyempet dan yang lainnya. Khawatir. Sehingga narsis sibuk bikin konten melulu. Kalau tidak bikin konten kayaknya ada suatu yang kurang. Kalau kontennya perlu-perlu ilmu saja oke. Tapi ini bukan bukan ilmu terkadang. Tib yang berikutnya apa? Ini yang paling berat buat kita semua ya yang bergerak dalam bidang agama, dalam bidang dakwah. Iradatud dunia biamalil akhirah. Cari dunia dengan amalan apa? Akhirat. Menjadikan dakwah sebagai sumber mencari apa? Dunia. Ini peringatan kita melihat dakwah para nabi ya. Dakwah para nabi ini saya bukan omong kosong. Saya pernah ngisi suatu instansi kemudian ditanya, "Ustadz minta berapa?" Yang ditanya bukan saya, tapi asisten. Kenapa, Mbak tanya begitu? Kemarin ada Ustaz fulan pasang tarif Rp15 juta. Saya bilang kok sedikit. Bayangkan 15 juta cuma kajian 1 jam itu Ustaz sunah ngaku sunah saya ternyata ada. Jadi ini kita bicara bukan mengkhayal ya. Saya pernah ngisi juga di satu instansi mereka ngundang bukan ustaz sunah. Ternyata duit mereka kurang enggak cukup. Akhirnya ya sudah undang Ustaz Firanda aja lebih murah kali. Ternyata pasang tarif mahal sekali. Kalau Ustaz non sunah okelah ya. Kalau ustaz sunah pasang tarif itu ada ternyata. Sekarang saya bacakan dakwah para nabi ya. Saya ini menegur saya diri saya sendiri ya. Menegur diri saya sendiri. Apa kata Nabi Nuh alaihi salam? Nabi Nuh yai la asalukum alaihiala in ajri illa alallah. Wahai kaumku, aku tidak pernah minta harta dari kalian. Pahalaku dari Allah Subhanahu wa taala. Nabi Hud berkata, "Ya asalukum alaihi ajr in ajri illaani. Wahai kaumku, aku tidak minta dari kalian upah. Sesungguhnya upahku di sisi Allah Subhanahu wa taala. W asalukum alaihi min ajrin injli illa albil alamin. Ini perkataan yang sama diucapkan oleh Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Saleh, Nabi Syuaib. Ya kaumku, aku tidak minta upah dari kalian. Sesungguhnya upahku di sisi Allah Subhanahu wa taala. Fama asal ma asalukum min ajrin fahua lakum. Katakanlah, qul ma as'alukum min ajrin fahua lakum. Katakanlah wahai Muhammad dalam surat Saba kalau tidak salah. Kalau aku minta harta dari kalian, saya kembalikan kepada kalian. Aku tidak pernah minta dari kalian. Sampaikan kepada mereka terang-terangan. Kalau aku pernah minta, aku kembalikan kepada kalian. Enggak pernah minta. Rasulullah dikasih hadiah, tapi Rasulullah tidak pernah apa minta. Apa kata dalam surat Yasin? Yaul mursalin. Wahai kaumku, ikutilah para rasul. Mintalah kepada ikutlah kepada para rasul yang tidak pernah minta upah kepada kalian dan mereka mendapat hidayah. Jadi kita sebagai panitia juga menjaga marwah ini agar kita berjalan di atas jalan para rasul. Jangan kemudian dakwah ini seperti industri. Jangan, Ikhwan. Benar. Di balik itu ada orang-orang IO-iwo yang mencari duit. yang mungkin juga diarahkan oleh sebagian ustaznya. Kalau ada saudara kita, ustaz kita yang salah, kita tegur. Jangan kita malah mendukung. Jangan kita mendukung. Jangan terpesona dengan oh ramai, oh ini mewah. Enggak. Kita cari rida Allah Subhanahu wa taala. K ustaz saya sampai ditanya kemarin di sekolah, "Ustaz, ini kemarin undang ustaz, saya mau tanya ustaz ini kemarin kita undang ustaz." Dia kasih tarik. Saya bilang, "Jangan undang lagi. Jangan undang lagi." Suka minta tarif di mana-mana. La haula wala quwata illa billah. Saya terlalu banyak bicara ya. Cuma ya bagaimana lagi ya? Saya menegur dirinya sendiri supaya saya juga tidak terbawa ya, Ikhwan. Jadi kalau para sahabat saja pernah terjatuh, para sahabat ketika mereka berjihad dalam perang Uhud kemudian mereka menang di awal peperangan. Akhirnya banyak gonima di bawa. Padahal Rasul sudah bilang, "Jangan turun. Akhirnya mereka turun." Kenapa? Mereka ingin ambil apa? Goniman. Kenapa? Karena cari dunia. Yang bilang begitu bukan saya. Allah Subhanahu wa taala. Kata Allah subhanahu wa taala. Jadi sebelum turun ayat ini, apa kata Ibnu Mas'ud? Ma kun ana ahad min asin nabi sallahu alaihi wasallam yid dunya hatta nazala mazala. Aku tidak pernah menduga ada seorang sahabat pun dari dari sahabat Nabi yang ingin dunia sampai turun ayat tentang kami bahwasanya di antara kami ada yang ingin dunia. Kapan? Ketika perang Uhud ketika mereka melanggar. Allah berfirman, wqquakumullahu waahuusunahumidnih fasiltum watanaum amri ya wa asitum min ba'di ma arakum tuhibbun minkum yuridud dunya winkumil akhirah kata Allah kalian bermaksiat setelah Allah menampakkan apa yang kalian sukai itu kemenangan di antara kalian ada yang suka dunia mencari dunia di antara kalian ada yang mencari apa akhirat sahabat aja ada yang mencari apa dunia tapi kata Allah walaq Allah telah mengampuni kalian. Tapi bagi kita, kita harus hati-hati ya. Para sahabat sudah diampuni. Mereka diberi uzur, diampuni. Jangan bilang saya akhirat, saya ikhlas. Jangan kita merekomendasi diri kita semua perlu hati-hati. Dan ini banyak seperti misalnya bikin yayasan ternyata untuk cari duit kemudian menerima sumbangan akhirnya jadi milik pribadi. Ini namanya dunia. Orang kasih wakaf untuk milik umat ternyata jadi milik apa? Pribadi. Bahkan jadi warisan. Terjadi atau tidak terjadi? Maka saya ingatkan pada IO IO sampai ada kawan saya ini kawan ada kawan kawan dekat baik bilang ustaz ee saya dia diskusi sama saya saya bilang gimana saya bikin kajian berbayar ini saya bicara pribadi berbayar kata di ustaz bisa enggak enggak berbayar ya agak sulit karena harus tempat yang ini, ini. Ee bisa kalau enggak berbar kita pasang sponsor. Latihlah para sponsor itu untuk ikhlas. Duit sumbang tapi jangan pasang nama. Saya usahakan. Saya bilang gitu sponsors-sponsor aja. Kasih duit gak usah pasang apa merek. Akhirnya jadi dakwah jadi saran untuk apa? Berdagang. Dakwah-dakwah. Kamu cari uang sebanyak-banyaknya uang yang buat dakwah. Jangan kamu manfaatkan dakwah untuk apa? Untuk dagang. Ini nasihat buat saya pribadi ya. Akhirnya saya pernah kajian sekali bayar. Saya di sama panitia bilang tidak boleh ambil untung ya gak ustaz gak ada. Iya saya gak ambil untung. Kamu tidak saya tidak perlu Rp1 rupiah pun tidak ada yang sama-sama ngambil untung. Pokoknya ini buat kepentingan ini semua. Oke. Sekali itu saja saya pernah lakukan itu karena istri yang suruh dan saya kadang taat sama istri. Setelah itu saya mulai berubah. Saya bilang, "Janganlah coba saya buat panitia-panitia. Kita kan banyak donatur ya. Mereka juga duit ngapain disimpan banyak-banyak." Sudah kalau ada semua ini bikin aja. Enggak. Kalau enggak bisa di tempat eksklusif di masjid juga luar biasa ya. Kalau mau ada tempat ada yang bayarin gak apa-apa. Alhamdulillah. Ternyata bisa berjalan. Saya sudah di empat kota gratis semua di tempat yang eksklusif ada yang mau mereka senang tidak ada sponsor sedikit pun. sponsor keluar duit gak ada pasang label. Kita ajarin audiens kita untuk ikhlas. Ajarin mereka untuk apa? Ikhlas. Jangan kita ngajarin mereka semakin jauh daripada keikhlasan. Jadi kena penyakit hati. Contoh misalnya ada audiens kita yang mungkin ee punya amal saleh yang luar biasa. Gak usah kita bikin konten. Lihat si fulan bangun ini untuk janda anak yatim. Kasihan dia kan. Kasihan enggak? Kasihan dia. Hatinya belum tentu kuat. Kita aja sudah ustaz belum tentu ikhlas masih pengin dipuji ini apalagi baru hijrah. Kasihan dia. Jangan jadikan dia korban. Ternyata kita juga numpang tenar dengan konten dia. Repot. Maksudnya dakwah harus kita perhatikan ya. Kalau ada hal-hal yang meragukan yang bisa tidak pas, bisa merusak hati kita, menghadi kita, mending kita kita jauhi. Kita susah ikut salafus salat, tapi kita berusaha. Dulu para salaf kalau dia beli barang terus ketahuan sama orangnya, "Kamu si fulan, saya kasih korting." Dia enggak jadi beli. Bukan kalau sebagian kita harga ustaz ya. dulu dikasih kting dia tidak mau sampai sebagian mengatakan kita dakwah ya ke mana-mana aja bayar masa mau donasi terus sementara dia pun bisa berhasil karena donasi dia aja bisa sukses karena donasi dahulu sekarang dia bilang anti donasi ya kalau donasi baik terarah yang penting amanah daripada minta-minta uang sama audiens jualan. Ustaz jadi jualan. Saya pernah diundang juga ya. Saya terlalu banyak bicara ya. Mohon maaf ya. Jadi intinya saya ingin sampaikan kita ini hidup cuma sebentar hati-hati. Hal-hal yang bisa merusak hati kita, kita introspeksi diri, kita evaluasi. Jangan ikut dengan tren-tren yang ada. Hati-hati ya. Jangan dukung tren-tren yang ada yang bisa mengganggu ketulusan hati, yang membuat kita cinta dunia, yang buat kita ya pikirnya ketenaran aja. Jangan ya. Kita berusaha untuk dekat dengan Allah, membersihkan hati kita ini masih banyak dosa, masih banyak maksiat ya. Ya, ini yang saya sampaikan hanya sekedar nasihat ya. Bukan saya merasa lebih baik daripada yang lain. Tidak. Saya juga penuh dengan kekurangan. Tapi sekedar beban di hati ingin saya sampaikan karena tren-tren seperti itu akhirnya jadi ditiru oleh yang lain ya. Akhirnya bisa menggeser dakwah yang biasanya sudah kita kenal dari para ulama yang marwahnya dijaga jauh daripada hal-hal yang bisa mengganggu hati seseorang. Ya. Wabillahi taufik wal hiidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.