Transcript
bpFFB7ANzxE • Dari Suka Gambar hingga Jadi Pakar Branding Ribuan Brand Besar, ini Rahasianya..
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0697_bpFFB7ANzxE.txt
Kind: captions Language: id Ya, baru mengenal bisnis saya kebetulan ada Bude saya ngasih contoh kerpik. Loh, kok enak harganya berapa? Waktu itu per kilo harganya 35. Saya kemas rename, repacking, repositioning. Dulu ngambilnya per kilo 35. Kemasan dengan berat 200 gr itu saya jualnya Rp25.000. Jual mahal kok tambah laris. ya pernah menjual 20.000 pie per bulan Rp25.000 kali kali Rp25.000 Kalau klien insyaallah ribuan lebih kayak Mas sampai sekarang masih apa namanya pakai kita itu gembong-gembul mulai dari 0 sampai jadi 300 cabang itu itu makai jasa kita. Klien kedua saya bakran Mas Acis di waktu branding ke saya itu masih dorong gerobak. sekarang sudah punya empat outlet. Omsetnya sudah 12 m per bulan. Berarti Goki ini teman UKM juga ceritanya minta tolong ya datang. Loh kok enak, kok murah, kok enak. Ah ini kan peluang bisnis kan langsung ada. Saya ingat saya 24.000 roti sebulan bulan pertama. Sekarang bisa menjual 120 atau 100 sampai 20 sampai 150 lebih. Orang sekolah itu suka duduk belakang kan. Sebenarnya kan saya sen enggak senang tampil sebenarnya dari awalnya enggak bisa ya. Ya enggak bisa bahkan pemalu lah enggak harus tampil kalau orang bising kan harus tampil. Ya udah niatkan berbagi, niatkan sharing. Insyaallah itu lebih menyentuh. Dan ternyata memang powerful kalau kita bagi jangan sampai mindsetmu karena uang. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Hendrik Bayu Admiko, owner dari markas Desain dan roti koki. Dari Kota Sidoarjo asli Sidoarjo. Dari kecil memang saya suka gambar. Nah, dari situ sewaktu kuliah di Malang, kebetulan saya dikenalkan dengan kakak saya itu duniafe atau desain grafis D1 di Weness. Di situ mulai mengenal namanya desain grafis. Alhamdulillah dari suka gambar ada fasilitas tempat belajar dan sampai sekarang berkembang menjadi jasa desain komunikasi visual. Dulu gambarnya Dragon Bal terus kayak saya seperti mungkin Mas Agung ingat enggak? Iya iya penonton rekor baru. Iya betul di Wellness 1 tahun di kafe terus di STIMIK Asia 3 tahun S1. Setelah kuliah itu kerja dulu Masung kerja dulu buat komik waktu itu. Jadi semester tengah pertengahan habis itu dapat klien pertama itu tahun 2010 teman saya sendiri ya dengan membuat buah brand sego sambal. Dari situ saya mulai mengenal tentang oh pentingnya logo, pentingnya branding untuk apa kemajuan bisnis. Waktu itu namanya Jati advertising masih mindsetnya advertising. Karena waktu itu kebanyakan kan setting, desain, terus cetak belum ada yang fokus di jasa branding. Belum ada. Terpikir mulai ada markah jasa branding itu saat kapan, Mas? Saat mulai saya setelah usaha kripik monster, Mas. Ketika saya usahakan saya terjun di UKM-UKM. Ketika melihat UKM-UKM itu ternyata banyak butuh edukasi tentang desain branding seperti apa dengan tampilan kemasan seperti apa. Di situ saya tergerak untuk membantu mereka. Maka saya membuat markas desain itu tahun 2014. Jadi saya usah dulu saya prakkan di usaha saya bahwa branding itu penting, desain kemasan penting, logo yang baik juga penting. Baru saya aplikasikan atau saya edukasikan ke teman-teman UMKM dengan wadah yang namanya markas. karena bergerak di UKM melihat UKM belum banyak yang dibantu teman-teman desainer karena teman-teman desainer kebanyakan pilih cari uangnya itu di freelancer atau apa namanya dijual di luar negeri atau ke corporate lebih menjanjikan banyak uangnya Oke, usaha kerepik. E usaha kerepik ini kebetulan waktu itu saya juga baru mengenal bisnis ya. Baru mengenal bisnis saya kebetulan ada Pak Bude saya itu ngasih contoh kerpik. Loh, kok enak harganya berapa? Waktu itu per kilo harganya 35. Karena saya sudah belajar sedikit tentang branding, saya kemas rename, repacking, repositioning, saya kasih nama menarik, kasih kemasan bagus ya dengan target-market yang berbeda sehingga bisa menjual dengan harga mahal dan ternyata laris loh. Tak jual mahal kok tambah laris. Ah, itu Mas dulu ngambilnya per kilo 35 terus saya kemasi harga kemasan dengan berat 200 gr itu saya jualnya Rp25.000. Wah, tapi justru laris. Justru laris. Kenapa? Karena memang jarang waktu itu tahun 2012 ya jarang orang jualan dikemas bagus. Dan waktu itu promosinya lewat Facebook Monster Kipik Usus sama Jarti Perayaman ya. Pernah menjual 20.000 pie per bulan ya dikalikan aja R5.000 kali kali R5.000. Tapi kalau untuk reseller atau agen Rp2.000 sampai Rp15.000. Berarti kali Rp15.000 bisa kripik sampai tahun 2023. Untuk teman-teman yang bisnis ya, bisnek yang dulu dikemas dengan jual harga mahal harusnya ke depanah analisa lagi market, analisa lagi model bisnis biar teman-teman tahu, biar nanti enggak kita beralih itu enggak terlambat seperti itu. Nah, saya termasuk terlambat, Mas Aku waktunya dulu sudah zamannya marketplace. Kan harusnya kita bagaimana model bisnis yang bagus untuk zamannya marketplace. Waktu saya enggak pakai kilon sama idealis kemasan dengan harga mahal ternyata enggak bisa. Akhirnya saya tutup ya. Ya. Ganti usaha roti. Mulai kerasa sepi tahun berapa, Mas? 18 ke atas mulai ada marketplace. itu orang sudah mulai paham branding juga tahu mudah untuk cari yang kiloannya itu mulai menurun. Nah, di saat itu menurun markas naik gitu ya. Iya betul. Markas juga sudah naik. Alhamdulillah. Layanan markas yang pertama konsultasi. Berarti konsultasi di sini konsultasi gratis ya. Saya malah senang ketika mereka datang ke sini ketemu ngobrol masalahnya apa. Kebanyakan dari ngobrol ini saya paham, oh ternyata mindsetnya masih belum, ternyata belum tahu model bisnis, ternyata belum tahu positioning, ternyata produknya belum layak. Oke. Jadi saya enggak enggak langsung butuh desain apa gak seperti itu. Tapi kita konsultasi dulu, ngobrol dulu dan itu gratis. Bahkan saya bisa mengarahkan teman-teman, oh Bu, harusnya gini loh, diperbaiki dulu kemasannya, diperbaiki dulu manajemennya. Kita arahkan itu kan kebanyakan. Oh, ya yang penting closing kita enggak ngurus bisnis teman-teman. Kita fokusnya itu konsultasi dulu, kita arahkan nanti urusan closing atau jadi desain atau dak enggak masalah ya. Kalau saya perkiraan itu 440% itu sosial, Masu kita bantu. Markas alhamdulillah bisa untuk bertahan dan bahkan berkembang. Nah, saya percaya ketika kita berdampak memudahkan orang, insyaallah nanti Allah mencukupi lebih dari enggak mungkin mungkin bukan dari markas tapi dari bisnis yang lain atau dimulakan dengan urusan yang lain seperti itu. Dan ketika kita melihat teman yang kita arahkan itu sukses, itu kita ada senang yang luar biasa yang tak ternilai seperti itu. Kebanyakan masalahnya sebenarnya mereka penjualan. Kalau terlalu banyak kan di sisi penjualan Mas penjualan saya kok menurun. Nah, ternyata setelah dicek lagi kenapa kok penjualan. Nah, balik lagi ke mindset mereka, produk mereka, pelayanan mereka, kemasan mereka. Sebelum ngomong penjualan marketing kan diperbaiki dulu pondasinya ya dari orangnya, dari produknya, dari harganya, positioningnya sudah benar enggak apa sesuai target market enggak. Nah, itu kita arahkan ke situ baru kita ngomong marketing, branding, dan lain-lain. Karena dari sisi manajemen keuangan pun mereka masih belum siap. Ternyata kebanyakan seperti itu. Nata saya percaya ketika pengin marketing bagus, branding bagus, keuangan harus bagus. Kebanyakan dan ternyata ketika mereka pengin tanya cara penjualan bagus, saya tanya dulu keuangannya gimana. itu yang paling penting karena kuncinya di situ. Mindset yang benar lah. Mereka harus percaya, yakin bahwa bisnisnya bisa besar, bisnisnya bisa manfaat. Itu harus yang dipunya di UKI. Terus yang kedua mindsetnya mereka berani untuk misalkan bayar orang, berani untuk kolaborasi, berani untuk dia mengeluarkan dana untuk branding, marketing, dan lain. Kebanyakan mereka enggak enggak berani seperti itu. Terus yang ketiga berani ya puasa. puasa artinya tunda kesenangan. Tunda kesenangan untuk misalkan beli yang enggak dibutuhkan. Ya udah kita kelola dari uang hasilnya itu untuk pengembangan bisnis. Kadang kebanyakan mereka dikira untung untuk semua untuk apa dompet sem konsumsi semua itu di sisi mental Mas. Jadi secara mindset mental mereka, mental mereka harus apa? Tahan banting, enggak boleh nyerah apa enggak boleh takut gagal ya benar-benar kalau memang salah diperbaiki gagal lanjut lagi ya seperti itu mentalnya memang harus kuat seperti itu. Karena kalau enggak seperti itu ya akan sulit ketika untuk menjadi usaha untuk jangka panjang. Terus habis itu attitude. Nah, kalau di markas saya arahkan ke attitude-nya dalam hati boot owner, boot spiritual dalam itu kuncinya dalam bisnis kan kebanyakan dan menurut saya itu paling penting juga enggak enggak kebanyakan tapi paling penting di attitude tadi good honor, good spiritual pelan-pelan diperbaiki semua ownernya, spiritualnya diperbaiki pelan-pelan insyaallah itu nanti juga memudahkan dalam pengembangan bisnis. Kalau kita baik sama orang, kalau kita baik sama apa orang tua, kalau kita apa menjaga larangan agama kita, kan orang pasti suka. Nah, di situ kan juga memudahkan relasi, dipercaya orang. Nah, itu juga nanti yang membantu kita dalam bisnis. Nah, positioning. Nah, kebanyakan UKM gini, Mas. Mas Agung, mereka itu enggak fokus. Kebanyakan produk bau banyak belum besar. Boleh banyak produk tapi harus satu besarin dulu. Misalkan contoh markas sudah dikenal, sudah ada tim, ada sistem, terus ada uang lebih, baru boleh baru boleh buka bisnis yang baru lagi atau produk baruah. Kebanyakan UKM kan 1 2 3 produk jadi satu. Benar. Enggak sampean mungkin sering melihat ya banyak produk tapi ini enggak ramai jual ini, ini enggak ramai jual ini. Kita harus mengarahkan posisi Soning. Harus punya spesialis apa? Satu dulu besarkan sampai punya tim, sampai pondasinya kuat, manajemennya kuat. ada uang lebih baru buka bisnis baru. Kalau klien ini klien kedua saya, Mas Asis Pak Sogranat itu dari Palembang kenalnya lewat Facebook sekarang jadi saudara. Mungkin bisa dilihat IG-nya bakso masis dulu sorong di waktu dibranding ke saya itu masih dorong gerobak sekarang sudah punya empat outlet omsetnya sudah setengah m per bulan dari Palembang saya diajak ke sana dua kali di Palembang seperti itu. jadi saudara itu yang mungkin juga salah satu kebanggaan prestis ya atau legasi saya untuk senang di dunia branding atau UKM ini waktu itu identitas logonya Mas waktu itu kan belum punya logo. Bakso granat ya. Terus sama ternyata yang paling penting dalam perkembangan usaha selain tampilan menarik, produk bagus ya owner orangnya ini loh orangnya ini juga di beliau pembelajar mau mau kerja keras juga. Ah ini juga saling berkaitan. Jadi enggak hanya logo bagus saja nanti sukses gak. Ini semua berkaitan dari produk L branding sama ownernya ini sangat berkaitan logo gua aja sama identity warna menentukan warna di brand beliau identiti warna itu juga penting ya sangat penting ya nanti biar nanti gampang diingat dan konsisten Mas dan konsisten maksudnya biar orang itu ketika buka di Surabaya buka di Tulungagung orang paham dan langsung ingat kalau cara pemilihan identiti warna gimana? Nah, kalau cara pemilihan kalau di markas ya, Mas. Kalau di markas sih saya buatnya simpel. Jadi kayak cari bedanya sama kompetitor itu dulu. Jadi karena apa? Kalau dulu kan rumusnya DNA produk ya, cari DNA produk ini sekarang gak bedanya dulu sama komputer. Karena kebanyakan lu sudah bisnis bagus-bagus semua kan gitu. Karena dan DNA-nya sudah dipakai ya. Contoh air DNA air biru. Biru sudah dipakai pedas merah sudah dipakai merah ya kan. Ah saya milihnya mikirnya itu cari yang beda dulu. Contoh yang roti ya Masud ya. Cari yang beda. Warna biru sama pink kan belum ada itu tak pakai. Cari yang beda. Yang kedua sesuaikan dengan target marketnya. Sesuai baru. Yang terakhir sesuai dengan DNA produk. Gampangnya contoh kalau jualan roti DNA-nya roti apa warnanya? kuning, coklat kan itu seperti itu. Karena DNA produk sudah banyak dipakai orang, saya lebih milih bedakan sama kompetitor. Ternyata yang paling penting setelah kita ketemu logo, ketemu warna ya, yang paling penting itu adalah penyampaiannya, aktivasinya Mas ketika kita aktivasinya ke market, edukasinya ke market sudah bagus tersampaikan. Ah, itu yang paling penting. Berarti Goki ini sama ya, teman UKM juga ceritanya. Minta tolong ya ke saya untuk bantu bisnis rotinya. Ketemu di jalan. Ketemu di jalan ya datang. Loh, kok enak harganya berapa? Waktu itu harganya 2,5 Mas. Loh, kok murah? Kok enak. Ah, ini kan peluang bisnis kan langsung ada. Ee beliau minta tolong ke saya, "Ayo, Nik, bantu saya." Oke, siap. Ee dari situ langsung saya riset kompetitor. Saya beli semua roti-roti yang sejenis. Ada yang enak memang, tapi harganya mahal. Ada yang harganya sama tapi roti kita lebih enak. Wah, akhirnya ayo buka. Nah, dibuka ini saya butuh orang yang ngurusi manajemen, Masu. Manajemen keuangan. Nah, ketemulah Mas Adit kaos-kaos itu saya suruh apa bantu kolaborasi sama satu lagi investor di Batu baru buka beli alat-alat ya. Beli alat-alat seperti mulai dari mixer 1, open 1 ya, terus apa namanya prover satu, freezer satu. Mulai dari situ pelan-pelan ya dikembangkan untuk apa namanya terjual waktu itu pertama terjual saya ingat saya 24.000 roti sebulan-bulan pertama. Sekarang bisa menjual 120 atau 100 sampai 20 sampai 150 lebih. Kenapa kita pakai nama Goki terus warnanya seperti? Nah, itu salah satu juga di branding di markas. Kita bedakan sama kompetitor pakai warna yang berbeda yang enggak umum untuk roti. Terus posisioningnya, marketnya, harganya. Ini semua ilmu diterapkan di markah, diterapkan di kopi terjual Rp24.000 per bulan. Nah, keuntungannya Mas Aku itu untuk pengembangan lagi. Jadi puasa orang empat ini puasa dulu. Jadi untuk beli alat mesin, beli proof, beli bulan depan beli apa, bulan depan lagi beli apa, seperti itu. Nah, kita puasa dulu selama 1 tahun baru tahun kedua mulai dibagi. Bagi pun masih gaji, bukan bagi saham, tapi bagi gaji. Dan di sini apa pelajarannya? Teman-teman UKM ternyata bisa loh kolaborasi. Teman-teman UKM harus wajib manajemen uang atau manajemen di sebuah bisnis itu penting. Tahun 1 tahun 10 bulan sudah punya empat outlet, empat distributor di kotanya terus ada 40 mitra se-Indonesia. Ee dari produknya memang bagus ya, harganya sesuai dengan market nengah bawah. Tapi tapi brandingnya bagus. ya dikuatkan lagi dengan keuangan yang stabil, dikuatkan lagi dengan marketing, team marketing sama branding yang kuat, konsisten. Nah, itu yang bikin Goki bisa stabil dan perlahan naik pelan-pelan. Seperti teman-teman juga ketahui, kalau sekarang bisnisnya sampean lihat pola-polanya, produknya bagus ya, harganya terjangkau, tempatnya bagus, teman-teman sampai lihat di Bendang Raja, Wismi ya. DIY kan sama konsepnya ya, brandingnya bagus, harga terjangkau ya, terus distribusinya banyak, duplikasinya juga banyak tempat. Nah, seperti itu. Mas Andri juga tadi menekankan pakai investor ya, Mas? Ya, kalau memang orang tuanya mampu ya orang tuanya. Tapi kalau ketika enggak ada dan apa memang butuh untuk pengembangan, ya kalau bisa pakai investor, jangan hutang. Kalau nyari investor, saran saya cari yang angel investor istilahnya itu memang dia uangnya lebih, Mas Agung, bukan yang mepet. Jadi uangnya lebih misalkan Mas Agung punya dana R miliar ya kan itu uang lebih. Jangan nyari yang investornya kita butuhnya R500 juta, beliau punyanya R00 juta. E bagi hasilnya tergantung kesepakatan nanti. Kesepakatan berapa persen sahamnya nanti hitam di atas putih ke notaris. Kalau di sisi kebanyakan teman-teman ya Masu ya itu 5050 bahkan ada yang 60 40 untuk kita 60 untuk investor. Ah nanti kan tergantung perjanjian mungkin di tahun pertama sampai balik modal itu banyak investor sampai modal yang balik bisa nanti berubah 5050 karena nyenengkan investor dulu. Kita kan sudah bersyukur ada yang bantuan istilahnya seperti itu. Ketika kita niatnya membantu orang ya kan kita niat membantu orang dan memudahkan orang nah mereka juga pasti ya ada rasa aku pernah dibantu, aku pernah apa dimudahkan sehingga jadi saudara. Sama kayak satu lagi yang ownernya Glek John sampai sekarang sudah masih baik. Ada apa-apa cerita saling sharing ya juga saling ngasih hadiah kan. Beliau dulu malah dari resign di tempat kerjanya beliau dia beliau usaha risol. Awalnya kan risol banyak orang enggak tahu bahwa beliau ini dulu awal itu papa risol. Nah itu kami yang branding cari investor juga beliau susah katanya. Ya sudah Mas tak bantu dulu. Alhamdulillah dari Papar Risol Gobrokjo sampai sekarang sudah 65 cabang. yang mungkin yang loyal maksudnya yang loyal yang loyal itu maksudnya yang sampai sekarang masih apa namanya pakai kita itu gembong-gembul mulai dari 0 sampai jadi 300 cabang itu itu makai jasa kita dari brand identity sampai kontennya pakai pakai kita mulai tahu ceritanya nol sampai beliau sukses tuh tahu maksudnya progresnya itu. Nah, itu loh B. Makanya saya ketika saya melihat teman-teman sebenarnya bisa semua asal mau tadi mau kerja keras, mau komitmen, mau belajar. Kalau klien insyaallah ribuan lebih kayak Maskuo. Sampean boleh lihat di IG-nya juga ya jasa desain logonya. Kalau di markas kalau logo mulai Rp600.000 sampai Rp1.100. Tapi kalau nanti sampai lengkap mulai Rp600.000 sampai paling mahal Rp15 juta. Bahkan nanti ada yang paket UMKM itu harganya mulai dari R50.000 ya sampai Rp300.000 paling. Ada paket UMKM ada lagi paket free dalam hati kita bantu. Kita bantu. Nah, syaratnya dua kita bantu. Memang orangnya layak dibantu. Yang kedua produknya potensial orangnya layak dibantu dan orangnya sungguh-sungguh. Nah, gitu ketika gratiskan. Nah, konten esensial ini winning produk, Mas. Jadi, winning produknya memang layak. Kalau istilah kami ngangenin ya, berarti enak itu orang nanti oh pengin beli lagi terus sama ini HPP-nya terjangkau, enggak bisa dijual distribusi atau sistem reseller. Nah, seperti itu. Sebenarnya kan saya senang enggak senang tampil sebenarnya senang juga. Tapi ternyata harus tampil kalau orang bising kan harus tampil to dalam mati. Kalau ngajar kan harus tampil mungkin Mas Agung juga sama. Ketika pertama kali saya disuruh ngajar, saya bilangnya gini, "Kalau saya enggak siap, bilang enggak siap, enggak bisa. Saya enggak akan jadi seperti ini. Paham ya? Saya akan enggak melangkah satu langkah gitu. Tapi ketika saya siap saya bisa saya kan melangkah satu langkah meskipun banyak salahnya tapi sudah melangkah gitu. Nah, itu pertama kali ngajar itu gagal semua. Gagalnya gimana? Ya dari presentasi, dari cara ngomong, dari apa namanya bahasanya. Waduh ya Allah. Tapi niat saya yang penting ngajar. Enggak, enggak sing komersil waktu itu. Ah, setelah itu, Mas Agung setelah banyak kurangnya itu, ternyata dimudahkan. Kedua mulai lancar, ketiga lancar, keempat selanjutnya menyenangkan. Seperti itu. Paham ya, Mas ya? Ketika ngomong di depan orang, ngajal depan orang, niat saya ya sudah berbagi. Jangan sampai mindsetmu karena uang. Ya sudah, niatkan berbagi, niatkan sharing. Insyaallah itu lebih menyentuh. Dan ternyata memang powerful kalau kita niatnya itu memang berbagi, Mas. Bahkan dulu pernah rameai-raminya setiap sebulan itu bisa 14 kali seminar. Ramai-raminya branding UKM ya. Ya, itu enggak bisa bahkan pemaluah. Enggak orang sekolah itu suka duduk belakang kan. G kalau susah itu gini sih saya enggak pernah merasa susah. Pernah ngontrak, ngekos, ya pernah mungkin enggak dikirim uang sama. Nah, saya percaya Allah ada hikmah di balik semua itu. Makanya saya mindsetnya itu semua bagian dari proses, itu semua bagian dari perjalanan. Kita harus senang, kita harus bersyukur, kita harus bahagia setiap langkahnya. Itu yang saya tanam mindset saya seperti itu, Mas Suung. Jadi ketika tanya pernah jatuh, pernah sampai titik bawah atau pernah masa sulit, enggak pernah kayaknya. E karena saya metsetnya proses saja gitu loh. Pasti nanti apa namanya berakhir ya di awal-awal usaha ya. Nah, di awal-awal saya mungkin banyak yang meremehkan, banyak yang oh S1 kok jualan kerepik kan gitu, Mas. Oh, S1 kok apa namanya? Enggak kerja. Itu awal-awal yang mungkin. Nah, tapi tetap saya bilang ke diri saya, mereka enggak tahu, mereka belum paham. Nah, seperti itu. Yang penting saya punya tujuan, saya punya impian. Nah, itu yang saya jalankan. Awal-awal usaha diremehkan itu normal itu loh. Paham, ya? Jadi jangan nyerah, jangan sampai teman-teman gara-gara omongan tetangga, omongan orang lain, teman-teman nyerah di situ. Ah, sayang sekali ke depan fokusnya di markas. Saya penginnya itu Mas Agung punya sekolah desain bantu teman-teman yang mungkin kurang mampu untuk bisa belajar desain atau digital marketing dan itu cita-cita saya. Terus yang untuk bisnisnya ke depan saya fokus memperbaiki roti goki sama teman-teman ya. Di markas juga itu Mas Agung buka kesempatan untuk anak magang. Kenapa? Karena saya penginnya markas juga wadah mereka untuk belajar. Jadi saya juga nyarinya anak yang memang sudah punya tes desain sama attitude-nya bagus sehingga keluar di sini mereka jadi bahkan mereka bisa buka usaha sendiri. Nah, itu yang saya inginkan. Kalau dunda dulu kan semua kayak tampung bahkan sampai pindah tempat kan enggak cukup ternyata oh kurang efektif. Efektifnya itu ketika kita benar-benar seleksi ya, kita kurasi, cari yang benar-benar punya tes atau potensial sama nanti anaknya attitude-nya bagus, kita ajarkan sehingga mereka nanti punya basic ilmu yang bagus dan mereka keluar bisa buka usaha sendiri atau kerja ikut orang. untuk teman-teman pelaku usaha ya. Yang pertama niatkan bisnis yang baik karena Allah bermanfaat buat orang banyak ya. Niatkan itu. Saya yakin dengan niat baik ya jalan apapun dimudahkan. Terus yang kedua jangan menyerah. Fokus di pengembangan bisnis, fokus di perbaikan di manajemen. Ya, nanti ya tunda kesenangan, sabar. Saya percaya 2 3 tahun bisnis Anda akan berkembang. Terus baiki semuanya ibadahnya di sisi kebaikan sama orang ya. Berbagi sama orang. Nah, seperti berbagi enggak harus uang. Sampean jasa, tenaga itu bisa dibagikan ke orang lain. Intinya hidup sekali berdampak berkali-kali. Saya Hendrik Bayu Admiko dari markas desen dan juga roti koki. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam.