Transcript
bpFFB7ANzxE • Dari Suka Gambar hingga Jadi Pakar Branding Ribuan Brand Besar, ini Rahasianya..
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0697_bpFFB7ANzxE.txt
Kind: captions
Language: id
Ya, baru mengenal bisnis saya kebetulan
ada Bude saya ngasih contoh kerpik. Loh,
kok enak harganya berapa? Waktu itu per
kilo harganya 35. Saya kemas rename,
repacking, repositioning. Dulu
ngambilnya per kilo 35. Kemasan dengan
berat 200 gr itu saya jualnya Rp25.000.
Jual mahal kok tambah laris. ya pernah
menjual 20.000 pie per bulan
Rp25.000 kali
kali Rp25.000
Kalau klien insyaallah ribuan lebih
kayak Mas sampai sekarang masih apa
namanya pakai kita itu gembong-gembul
mulai dari 0 sampai jadi 300 cabang itu
itu makai jasa kita. Klien kedua saya
bakran Mas Acis di waktu branding ke
saya itu masih dorong gerobak. sekarang
sudah punya empat outlet. Omsetnya sudah
12 m per bulan. Berarti Goki ini teman
UKM juga ceritanya minta tolong ya
datang. Loh kok enak, kok murah, kok
enak. Ah ini kan peluang bisnis kan
langsung ada. Saya ingat saya 24.000
roti sebulan bulan pertama. Sekarang
bisa menjual 120
atau 100 sampai 20 sampai 150 lebih.
Orang sekolah itu suka duduk belakang
kan. Sebenarnya kan saya sen enggak
senang tampil sebenarnya
dari awalnya enggak bisa ya.
Ya enggak bisa bahkan pemalu lah enggak
harus tampil kalau orang bising kan
harus tampil. Ya udah niatkan berbagi,
niatkan sharing. Insyaallah itu lebih
menyentuh. Dan ternyata memang powerful
kalau kita bagi jangan sampai mindsetmu
karena uang.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Nama saya Hendrik Bayu
Admiko, owner dari markas Desain dan
roti koki. Dari Kota Sidoarjo asli
Sidoarjo. Dari kecil memang saya suka
gambar. Nah, dari situ sewaktu kuliah di
Malang, kebetulan saya dikenalkan dengan
kakak saya itu duniafe
atau desain grafis D1 di Weness. Di situ
mulai mengenal namanya desain grafis.
Alhamdulillah dari suka gambar ada
fasilitas tempat belajar dan sampai
sekarang berkembang menjadi jasa desain
komunikasi visual. Dulu gambarnya Dragon
Bal terus kayak saya seperti mungkin Mas
Agung ingat enggak?
Iya iya penonton rekor baru.
Iya betul di Wellness 1 tahun di kafe
terus di STIMIK Asia 3 tahun S1. Setelah
kuliah itu kerja dulu Masung kerja dulu
buat komik waktu itu. Jadi semester
tengah pertengahan habis itu dapat klien
pertama itu tahun 2010 teman saya
sendiri ya dengan membuat buah brand
sego sambal. Dari situ saya mulai
mengenal tentang oh pentingnya logo,
pentingnya branding untuk apa kemajuan
bisnis. Waktu itu namanya Jati
advertising masih mindsetnya
advertising. Karena waktu itu kebanyakan
kan setting, desain, terus cetak belum
ada yang fokus di jasa branding. Belum
ada.
Terpikir mulai ada markah jasa branding
itu saat kapan, Mas?
Saat mulai saya setelah usaha kripik
monster, Mas. Ketika saya usahakan saya
terjun di UKM-UKM. Ketika melihat
UKM-UKM itu ternyata banyak butuh
edukasi tentang desain branding seperti
apa dengan tampilan kemasan seperti apa.
Di situ saya tergerak untuk membantu
mereka. Maka saya membuat markas desain
itu tahun
2014. Jadi saya usah dulu saya prakkan
di usaha saya bahwa branding itu
penting, desain kemasan penting, logo
yang baik juga penting. Baru saya
aplikasikan atau saya edukasikan ke
teman-teman UMKM dengan wadah yang
namanya markas. karena bergerak di UKM
melihat UKM belum banyak yang dibantu
teman-teman desainer karena teman-teman
desainer kebanyakan pilih cari uangnya
itu di freelancer atau apa namanya
dijual di luar negeri atau ke corporate
lebih menjanjikan banyak uangnya
Oke,
usaha kerepik. E usaha kerepik ini
kebetulan waktu itu saya juga baru
mengenal bisnis ya. Baru mengenal bisnis
saya kebetulan ada Pak Bude saya itu
ngasih contoh kerpik. Loh, kok enak
harganya berapa? Waktu itu per kilo
harganya 35. Karena saya sudah belajar
sedikit tentang branding, saya kemas
rename, repacking, repositioning, saya
kasih nama menarik, kasih kemasan bagus
ya dengan target-market yang berbeda
sehingga bisa menjual dengan harga mahal
dan ternyata laris loh. Tak jual mahal
kok tambah laris. Ah, itu Mas dulu
ngambilnya per kilo 35 terus saya kemasi
harga kemasan dengan berat 200 gr itu
saya jualnya Rp25.000. Wah,
tapi justru laris.
Justru laris. Kenapa? Karena memang
jarang waktu itu tahun
2012 ya jarang orang jualan dikemas
bagus. Dan waktu itu promosinya lewat
Facebook Monster Kipik Usus sama Jarti
Perayaman ya. Pernah menjual 20.000 pie
per bulan ya dikalikan aja
R5.000 kali
kali R5.000. Tapi kalau untuk reseller
atau agen Rp2.000 sampai Rp15.000.
Berarti kali Rp15.000 bisa kripik sampai
tahun
2023. Untuk teman-teman yang bisnis ya,
bisnek yang dulu dikemas dengan jual
harga mahal harusnya ke depanah analisa
lagi market, analisa lagi model bisnis
biar teman-teman tahu, biar nanti enggak
kita beralih itu enggak terlambat
seperti itu. Nah, saya termasuk
terlambat, Mas Aku waktunya dulu sudah
zamannya marketplace. Kan harusnya kita
bagaimana model bisnis yang bagus untuk
zamannya marketplace. Waktu saya enggak
pakai kilon sama idealis kemasan dengan
harga mahal ternyata enggak bisa.
Akhirnya saya tutup ya. Ya. Ganti usaha
roti.
Mulai kerasa sepi tahun berapa, Mas?
18 ke atas mulai ada marketplace. itu
orang sudah mulai paham branding juga
tahu mudah untuk cari yang kiloannya itu
mulai menurun.
Nah, di saat itu menurun markas naik
gitu ya.
Iya betul. Markas juga sudah naik.
Alhamdulillah. Layanan markas yang
pertama konsultasi. Berarti konsultasi
di sini konsultasi gratis ya. Saya malah
senang ketika mereka datang ke sini
ketemu ngobrol masalahnya apa.
Kebanyakan dari ngobrol ini saya paham,
oh ternyata mindsetnya masih belum,
ternyata belum tahu model bisnis,
ternyata belum tahu positioning,
ternyata produknya belum layak. Oke.
Jadi saya enggak enggak langsung butuh
desain apa gak seperti itu. Tapi kita
konsultasi dulu, ngobrol dulu dan itu
gratis. Bahkan saya bisa mengarahkan
teman-teman, oh Bu, harusnya gini loh,
diperbaiki dulu kemasannya, diperbaiki
dulu manajemennya. Kita arahkan itu kan
kebanyakan. Oh, ya yang penting closing
kita enggak ngurus bisnis teman-teman.
Kita fokusnya itu konsultasi dulu, kita
arahkan nanti urusan closing atau jadi
desain atau dak enggak masalah ya. Kalau
saya perkiraan itu 440%
itu sosial, Masu kita bantu. Markas
alhamdulillah bisa untuk bertahan dan
bahkan berkembang. Nah, saya percaya
ketika kita berdampak memudahkan orang,
insyaallah nanti Allah mencukupi lebih
dari enggak mungkin mungkin bukan dari
markas tapi dari bisnis yang lain atau
dimulakan dengan urusan yang lain
seperti itu. Dan ketika kita melihat
teman yang kita arahkan itu sukses, itu
kita ada senang yang luar biasa yang tak
ternilai seperti itu.
Kebanyakan masalahnya sebenarnya mereka
penjualan. Kalau terlalu banyak kan di
sisi penjualan Mas penjualan saya kok
menurun. Nah, ternyata setelah dicek
lagi kenapa kok penjualan. Nah, balik
lagi ke mindset mereka, produk mereka,
pelayanan mereka, kemasan mereka.
Sebelum ngomong penjualan marketing kan
diperbaiki dulu pondasinya ya dari
orangnya, dari produknya, dari harganya,
positioningnya
sudah benar enggak apa sesuai target
market enggak. Nah, itu kita arahkan ke
situ baru kita ngomong marketing,
branding, dan lain-lain. Karena dari
sisi manajemen keuangan pun mereka masih
belum siap. Ternyata kebanyakan seperti
itu. Nata saya percaya ketika pengin
marketing bagus, branding bagus,
keuangan harus bagus. Kebanyakan dan
ternyata ketika mereka pengin tanya cara
penjualan bagus, saya tanya dulu
keuangannya gimana. itu yang paling
penting karena kuncinya di situ. Mindset
yang benar lah. Mereka harus percaya,
yakin bahwa bisnisnya bisa besar,
bisnisnya bisa manfaat. Itu harus yang
dipunya di UKI. Terus yang kedua
mindsetnya mereka berani untuk misalkan
bayar orang, berani untuk kolaborasi,
berani untuk dia mengeluarkan dana untuk
branding, marketing, dan lain.
Kebanyakan mereka enggak enggak berani
seperti itu. Terus yang ketiga berani ya
puasa. puasa artinya tunda kesenangan.
Tunda kesenangan untuk misalkan beli
yang enggak dibutuhkan. Ya udah kita
kelola dari uang hasilnya itu untuk
pengembangan bisnis. Kadang kebanyakan
mereka dikira untung untuk semua untuk
apa dompet sem konsumsi semua itu di
sisi mental Mas. Jadi secara mindset
mental mereka, mental mereka harus apa?
Tahan banting, enggak boleh nyerah apa
enggak boleh takut gagal ya benar-benar
kalau memang salah diperbaiki gagal
lanjut lagi ya seperti itu mentalnya
memang harus kuat seperti itu. Karena
kalau enggak seperti itu ya akan sulit
ketika untuk menjadi usaha untuk jangka
panjang. Terus habis itu attitude. Nah,
kalau di markas saya arahkan ke
attitude-nya dalam hati boot owner, boot
spiritual dalam itu kuncinya dalam
bisnis kan kebanyakan dan menurut saya
itu paling penting juga enggak enggak
kebanyakan tapi paling penting di
attitude tadi good honor, good spiritual
pelan-pelan diperbaiki semua ownernya,
spiritualnya diperbaiki pelan-pelan
insyaallah itu nanti juga memudahkan
dalam pengembangan bisnis. Kalau kita
baik sama orang, kalau kita baik sama
apa orang tua, kalau kita apa menjaga
larangan agama kita, kan orang pasti
suka. Nah, di situ kan juga memudahkan
relasi, dipercaya orang. Nah, itu juga
nanti yang membantu kita dalam bisnis.
Nah, positioning. Nah, kebanyakan UKM
gini, Mas. Mas Agung, mereka itu enggak
fokus. Kebanyakan produk bau banyak
belum besar. Boleh banyak produk tapi
harus satu besarin dulu. Misalkan contoh
markas sudah dikenal, sudah ada tim, ada
sistem, terus ada uang lebih, baru boleh
baru boleh buka bisnis yang baru lagi
atau produk baruah. Kebanyakan UKM kan 1
2 3 produk jadi satu. Benar. Enggak
sampean mungkin sering melihat ya banyak
produk tapi ini enggak ramai jual ini,
ini enggak ramai jual ini. Kita harus
mengarahkan posisi Soning. Harus punya
spesialis apa? Satu dulu besarkan sampai
punya tim, sampai pondasinya kuat,
manajemennya kuat. ada uang lebih baru
buka bisnis baru.
Kalau klien ini klien kedua saya, Mas
Asis Pak Sogranat itu dari Palembang
kenalnya lewat Facebook sekarang jadi
saudara. Mungkin bisa dilihat IG-nya
bakso masis dulu sorong di waktu
dibranding
ke saya itu masih dorong gerobak
sekarang sudah punya empat outlet
omsetnya sudah setengah m per bulan dari
Palembang saya diajak ke sana dua kali
di Palembang seperti itu. jadi saudara
itu yang mungkin juga salah satu
kebanggaan prestis ya atau legasi saya
untuk senang di dunia branding atau UKM
ini waktu itu identitas logonya Mas
waktu itu kan belum punya logo.
Bakso granat ya. Terus sama ternyata
yang paling penting dalam perkembangan
usaha selain tampilan menarik, produk
bagus ya owner orangnya ini loh orangnya
ini juga di beliau pembelajar mau mau
kerja keras juga. Ah ini juga saling
berkaitan. Jadi enggak hanya logo bagus
saja nanti sukses gak. Ini semua
berkaitan dari produk L branding sama
ownernya ini sangat berkaitan logo gua
aja sama identity warna menentukan warna
di brand beliau
identiti warna itu juga penting ya
sangat penting ya nanti biar nanti
gampang diingat dan konsisten Mas dan
konsisten maksudnya biar orang itu
ketika buka di Surabaya buka di
Tulungagung orang paham dan langsung
ingat
kalau cara pemilihan identiti warna
gimana? Nah, kalau cara pemilihan kalau
di markas ya, Mas. Kalau di markas sih
saya buatnya simpel. Jadi kayak cari
bedanya sama kompetitor itu dulu. Jadi
karena apa? Kalau dulu kan rumusnya DNA
produk ya, cari DNA produk ini sekarang
gak bedanya dulu sama komputer. Karena
kebanyakan lu sudah bisnis bagus-bagus
semua kan gitu. Karena dan DNA-nya sudah
dipakai ya. Contoh air DNA air biru.
Biru sudah dipakai pedas merah sudah
dipakai merah ya kan. Ah saya milihnya
mikirnya itu cari yang beda dulu. Contoh
yang roti ya Masud ya. Cari yang beda.
Warna biru sama pink kan belum ada itu
tak pakai. Cari yang beda. Yang kedua
sesuaikan dengan target marketnya.
Sesuai baru. Yang terakhir sesuai dengan
DNA produk. Gampangnya contoh kalau
jualan roti DNA-nya roti apa warnanya?
kuning, coklat kan itu seperti itu.
Karena DNA produk sudah banyak dipakai
orang, saya lebih milih bedakan sama
kompetitor. Ternyata yang paling penting
setelah kita ketemu logo, ketemu warna
ya, yang paling penting itu adalah
penyampaiannya, aktivasinya Mas ketika
kita aktivasinya ke market, edukasinya
ke market sudah bagus tersampaikan. Ah,
itu yang paling penting.
Berarti Goki ini sama ya, teman UKM juga
ceritanya. Minta tolong ya ke saya untuk
bantu bisnis rotinya. Ketemu di jalan.
Ketemu di jalan ya datang. Loh, kok enak
harganya berapa? Waktu itu harganya 2,5
Mas. Loh, kok murah? Kok enak. Ah, ini
kan peluang bisnis kan langsung ada. Ee
beliau minta tolong ke saya, "Ayo, Nik,
bantu saya." Oke, siap. Ee dari situ
langsung saya riset kompetitor. Saya
beli semua roti-roti yang sejenis. Ada
yang enak memang, tapi harganya mahal.
Ada yang harganya sama tapi roti kita
lebih enak. Wah, akhirnya ayo buka. Nah,
dibuka ini saya butuh orang yang ngurusi
manajemen, Masu. Manajemen keuangan.
Nah, ketemulah Mas Adit kaos-kaos itu
saya suruh apa bantu kolaborasi sama
satu lagi investor di Batu baru buka
beli alat-alat ya. Beli alat-alat
seperti mulai dari mixer 1, open 1 ya,
terus apa namanya prover satu, freezer
satu. Mulai dari situ pelan-pelan ya
dikembangkan untuk apa namanya terjual
waktu itu pertama terjual saya ingat
saya 24.000 roti sebulan-bulan pertama.
Sekarang bisa menjual 120
atau 100 sampai 20 sampai 150 lebih.
Kenapa kita pakai nama Goki terus
warnanya seperti? Nah, itu salah satu
juga di branding di markas. Kita bedakan
sama kompetitor pakai warna yang berbeda
yang enggak umum untuk roti. Terus
posisioningnya, marketnya, harganya. Ini
semua ilmu diterapkan di markah,
diterapkan di kopi terjual Rp24.000 per
bulan. Nah, keuntungannya Mas Aku itu
untuk pengembangan lagi. Jadi puasa
orang empat ini puasa dulu. Jadi untuk
beli alat mesin, beli proof, beli bulan
depan beli apa, bulan depan lagi beli
apa, seperti itu. Nah, kita puasa dulu
selama 1 tahun baru tahun kedua mulai
dibagi. Bagi pun masih gaji, bukan bagi
saham, tapi bagi gaji. Dan di sini apa
pelajarannya? Teman-teman UKM ternyata
bisa loh kolaborasi. Teman-teman UKM
harus wajib manajemen uang atau
manajemen di sebuah bisnis itu penting.
Tahun 1 tahun 10 bulan
sudah punya empat outlet, empat
distributor di kotanya terus ada 40
mitra se-Indonesia.
Ee dari produknya memang bagus ya,
harganya sesuai dengan market nengah
bawah. Tapi tapi brandingnya bagus. ya
dikuatkan lagi dengan keuangan yang
stabil, dikuatkan lagi dengan marketing,
team marketing sama branding yang kuat,
konsisten. Nah, itu yang bikin Goki bisa
stabil dan perlahan naik pelan-pelan.
Seperti teman-teman juga ketahui, kalau
sekarang bisnisnya sampean lihat
pola-polanya, produknya bagus ya,
harganya terjangkau, tempatnya bagus,
teman-teman sampai lihat di Bendang
Raja, Wismi ya. DIY kan sama konsepnya
ya, brandingnya bagus, harga terjangkau
ya, terus distribusinya banyak,
duplikasinya juga banyak tempat. Nah,
seperti itu.
Mas Andri juga tadi menekankan pakai
investor ya, Mas? Ya,
kalau memang orang tuanya mampu ya orang
tuanya. Tapi kalau ketika enggak ada dan
apa memang butuh untuk pengembangan, ya
kalau bisa pakai investor, jangan
hutang. Kalau nyari investor, saran saya
cari yang angel investor istilahnya itu
memang dia uangnya lebih, Mas Agung,
bukan yang mepet. Jadi uangnya lebih
misalkan Mas Agung punya dana R miliar
ya kan itu uang lebih. Jangan nyari yang
investornya kita butuhnya R500 juta,
beliau punyanya R00 juta.
E bagi hasilnya tergantung kesepakatan
nanti. Kesepakatan berapa persen
sahamnya nanti hitam di atas putih ke
notaris. Kalau di sisi kebanyakan
teman-teman ya Masu ya itu 5050 bahkan
ada yang 60 40 untuk kita 60 untuk
investor. Ah nanti kan tergantung
perjanjian mungkin di tahun pertama
sampai balik modal itu banyak investor
sampai modal yang balik bisa nanti
berubah 5050
karena nyenengkan investor dulu. Kita
kan sudah bersyukur ada yang bantuan
istilahnya seperti itu.
Ketika kita niatnya membantu orang ya
kan kita niat membantu orang dan
memudahkan orang nah mereka juga pasti
ya ada rasa aku pernah dibantu, aku
pernah apa dimudahkan sehingga jadi
saudara. Sama kayak satu lagi yang
ownernya Glek John sampai sekarang sudah
masih baik. Ada apa-apa cerita saling
sharing ya juga saling ngasih hadiah
kan. Beliau dulu malah dari resign di
tempat kerjanya beliau dia beliau usaha
risol. Awalnya kan risol banyak orang
enggak tahu bahwa beliau ini dulu awal
itu papa risol. Nah itu kami yang
branding cari investor juga beliau susah
katanya. Ya sudah Mas tak bantu dulu.
Alhamdulillah dari Papar Risol Gobrokjo
sampai sekarang sudah 65 cabang. yang
mungkin yang loyal maksudnya yang loyal
yang loyal itu maksudnya yang sampai
sekarang masih apa namanya pakai kita
itu gembong-gembul
mulai dari 0 sampai jadi 300 cabang itu
itu makai jasa kita dari brand identity
sampai kontennya pakai pakai kita mulai
tahu ceritanya nol sampai beliau sukses
tuh tahu maksudnya progresnya itu. Nah,
itu loh B. Makanya saya ketika saya
melihat teman-teman sebenarnya bisa
semua asal mau tadi mau kerja keras, mau
komitmen, mau belajar. Kalau klien
insyaallah ribuan lebih kayak Maskuo.
Sampean boleh lihat di IG-nya juga ya
jasa desain logonya. Kalau di markas
kalau logo mulai Rp600.000 sampai
Rp1.100. Tapi kalau nanti sampai lengkap
mulai Rp600.000
sampai paling mahal Rp15 juta. Bahkan
nanti ada yang paket UMKM itu harganya
mulai dari R50.000 ya sampai Rp300.000
paling. Ada paket
UMKM ada lagi paket free dalam hati kita
bantu. Kita bantu. Nah, syaratnya dua
kita bantu. Memang orangnya layak
dibantu. Yang kedua produknya potensial
orangnya layak dibantu dan orangnya
sungguh-sungguh. Nah, gitu ketika
gratiskan. Nah, konten esensial ini
winning produk, Mas. Jadi, winning
produknya memang layak. Kalau istilah
kami ngangenin ya, berarti enak itu
orang nanti oh pengin beli lagi terus
sama ini HPP-nya terjangkau, enggak bisa
dijual distribusi atau sistem reseller.
Nah, seperti itu.
Sebenarnya kan saya senang enggak senang
tampil sebenarnya senang juga. Tapi
ternyata harus tampil kalau orang bising
kan harus tampil to dalam mati. Kalau
ngajar kan harus tampil mungkin Mas
Agung juga sama.
Ketika pertama kali saya disuruh ngajar,
saya bilangnya gini, "Kalau saya enggak
siap, bilang enggak siap, enggak bisa.
Saya enggak akan jadi seperti ini. Paham
ya? Saya akan enggak melangkah satu
langkah gitu. Tapi ketika saya siap saya
bisa saya kan melangkah satu langkah
meskipun banyak salahnya tapi sudah
melangkah gitu.
Nah, itu pertama kali ngajar itu gagal
semua.
Gagalnya gimana?
Ya dari presentasi, dari cara ngomong,
dari apa namanya bahasanya. Waduh ya
Allah. Tapi niat saya yang penting
ngajar. Enggak, enggak sing komersil
waktu itu. Ah, setelah itu, Mas Agung
setelah banyak kurangnya itu, ternyata
dimudahkan. Kedua mulai lancar, ketiga
lancar, keempat selanjutnya
menyenangkan. Seperti itu. Paham ya, Mas
ya? Ketika ngomong di depan orang,
ngajal depan orang, niat saya ya sudah
berbagi. Jangan sampai mindsetmu karena
uang. Ya sudah, niatkan berbagi, niatkan
sharing. Insyaallah itu lebih menyentuh.
Dan ternyata memang powerful kalau kita
niatnya itu memang berbagi, Mas. Bahkan
dulu pernah rameai-raminya setiap
sebulan itu bisa 14 kali seminar.
Ramai-raminya branding UKM ya. Ya, itu
enggak bisa bahkan pemaluah. Enggak
orang sekolah itu suka duduk belakang
kan. G kalau susah itu gini sih saya
enggak pernah merasa susah. Pernah
ngontrak, ngekos, ya pernah mungkin
enggak dikirim uang sama. Nah, saya
percaya Allah ada hikmah di balik semua
itu. Makanya saya mindsetnya itu semua
bagian dari proses, itu semua bagian
dari perjalanan. Kita harus senang, kita
harus bersyukur, kita harus bahagia
setiap langkahnya. Itu yang saya tanam
mindset saya seperti itu, Mas Suung.
Jadi ketika tanya pernah jatuh, pernah
sampai titik bawah atau pernah masa
sulit, enggak pernah kayaknya. E karena
saya metsetnya proses saja gitu loh.
Pasti nanti apa namanya berakhir ya di
awal-awal usaha ya. Nah, di awal-awal
saya mungkin banyak yang meremehkan,
banyak yang oh S1 kok jualan kerepik kan
gitu, Mas. Oh, S1 kok apa namanya?
Enggak kerja. Itu awal-awal yang
mungkin. Nah, tapi tetap saya bilang ke
diri saya, mereka enggak tahu, mereka
belum paham. Nah, seperti itu. Yang
penting saya punya tujuan, saya punya
impian. Nah, itu yang saya jalankan.
Awal-awal usaha diremehkan itu normal
itu loh. Paham, ya? Jadi jangan nyerah,
jangan sampai teman-teman gara-gara
omongan tetangga, omongan orang lain,
teman-teman nyerah di situ. Ah, sayang
sekali ke depan fokusnya di markas. Saya
penginnya itu Mas Agung punya sekolah
desain bantu teman-teman yang mungkin
kurang mampu untuk bisa belajar desain
atau digital marketing dan itu cita-cita
saya. Terus yang untuk bisnisnya ke
depan saya fokus memperbaiki
roti goki sama teman-teman ya. Di markas
juga itu Mas Agung buka kesempatan untuk
anak magang. Kenapa? Karena saya
penginnya markas juga wadah mereka untuk
belajar. Jadi saya juga nyarinya anak
yang memang sudah punya tes desain sama
attitude-nya bagus sehingga keluar di
sini mereka jadi bahkan mereka bisa buka
usaha sendiri. Nah, itu yang saya
inginkan. Kalau dunda dulu kan semua
kayak tampung bahkan sampai pindah
tempat kan enggak cukup ternyata oh
kurang efektif. Efektifnya itu ketika
kita benar-benar seleksi ya, kita
kurasi, cari yang benar-benar punya tes
atau potensial sama nanti anaknya
attitude-nya bagus, kita ajarkan
sehingga mereka nanti punya basic ilmu
yang bagus dan mereka keluar bisa buka
usaha sendiri atau kerja ikut orang.
untuk teman-teman pelaku usaha ya. Yang
pertama niatkan bisnis yang baik karena
Allah bermanfaat buat orang banyak ya.
Niatkan itu. Saya yakin dengan niat baik
ya jalan apapun dimudahkan. Terus yang
kedua jangan menyerah. Fokus di
pengembangan bisnis, fokus di perbaikan
di manajemen. Ya, nanti ya tunda
kesenangan, sabar. Saya percaya 2 3
tahun bisnis Anda akan berkembang. Terus
baiki semuanya ibadahnya di sisi
kebaikan sama orang ya. Berbagi sama
orang. Nah, seperti berbagi enggak harus
uang. Sampean jasa, tenaga itu bisa
dibagikan ke orang lain. Intinya hidup
sekali berdampak berkali-kali.
Saya Hendrik Bayu Admiko dari markas
desen dan juga roti koki. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.