Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrullahu ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu lya'nih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Ibu-ibu yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, Bapak-bapak yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan bahasan kita dari surah Az-Zumar sampai pada ayat ke-32. Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Famanlamu mimman kadaba alallahi wadaba bidah alisa fi jahanamawil kafirin." Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang berbuat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka jahanam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir? Di sini Allah menyebutkan ee pertama siapa yang lebih zalim dari orang yang berdusta atas nama Allah Subhanahu wa taala. Dan orang yang berdusta atas nama Allah Subhanahu wa taala ada beberapa bentuk ya. Seperti dijelaskan oleh Syekh S'di rahimahullahu taala, salah satu bentuk dosa asam Allah yaitu pertama menisbahkan apa yang tidak pantas bagi Allah subhanahu wa taala. Seperti mengatakan Allah punya anak misalnya ya. Ini dusta atas nama Allah Subhanahu wa taala. Seperti perkataan orang musyrikin Arab yang mengatakan bahwasanya malaikat-malaikat adalah putri-putri Allah. Seperti perkataan Nasra yang mengatakan Isa adalah putra Allah dan seperti perkataan Yahudi yang mengatakan Uzair ibnullah. Ini tidak pantas bagi Allah. Di antaranya juga yang tidak pantas bagi Allah seperti mereka mengatakan Allah tidak mampu untuk membangkitkan manusia setelah ee manusia menjadi tulang belulang dan tulang-bulang sudah hancur seperti tanah, maka Allah tidak mampu untuk membangkitkan membangkitkannya. Ya, dalam hadis dalam sahih Bukhari Rasul Allah berfirman hadis qudsi kadaban ibnu Adam walam yakun lahu dalik wasataman ibnu Adam walam yakun lahu dalik. Anak Adam telah berdusta atas namaku dan tidak pantas baginya berdusta atas namaku dan dia telah mencaciku dan tidak pantas dia mencaciku. Ammau iyaya adapun dia berdusta namaku, dia berkata, "Aku tidak akan membangkitkannya. i adapun dia mencaciku, dia mengatakan analia waladan. Dia mengatakan aku punya punya anak. Di sini dalam hadis ini ee menyatakan Allah tidak mampu membangkitkan manusia. Itu adalah kedustaan atas nama Allah Subhanahu wa taala. Ini salah satu dusta atas nama Allah Subhanahu wa taala. Demikian juga ee di antara bentuk kudus atas nama atas kepada Allah Subhanahu wa taala seperti kata Syekh Saidi biddia nubuwah mengaku dia adalah e nabi atau diberi wahyu oleh Allah Subhanahu wa taala. Dalam surat Alanam Allah berfirman mimarahi waqamai. Dan siapa yang lebih dusta, lebih zalim daripada orang yang berdusta nama Allah dan dia mengatakan uhiya ilaiya. Aku telah diberi wahyu walam yuha ilaihi. Padahal dia tidak diberi wahyu sama sekali. Dan inilah bentuk dusta at nama Allah seperti nabi-nabi palsu yang mengatakan bahwasanya kami telah diberikan wahyu oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan nabi palsu jumlahnya sangat banyak. Di zaman nabinya sudah muncul beberapa. Nabi masih hidup sudah muncul nabi palsu. Seperti Musailimah alkadzab yang mengatakan, "Ya Rasulullah, kenabian ee bagi dua." Ya, kau separuh, saya separuh ya. Ini ini sudah sudah ada sejak zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian setelah Nabi meninggal akan datang banyak nabi palsu. Dan Rasul sahu alaih wasallam bersabda, "Sayakunu min umtiuna kadzabunaumzumuahun nabi." Akan ada 30 orang dari umatku yang mengatakan mereka adalah apa? Nabi. Wa ana khatamun nabiyin. Aku nabi terakhir wala nabiya ba'di dan tidak ada nabi setelahku. Dan nabi-nabi banyak ya. Makanya ada buku judulnya tentang ee para nabi palsu ya. Ee demikian juga ya termasuk berdusta nama Allah Subhanahu wa taala. Alikhbar bianallaha qala kad akhbaro bikad au hakama bikad wahua kadib. Yaitu dia mengabarkan bahwasanya Allah berfirman demikian atau Allah mengabarkan demikian atau Allah berhukum demikian padahal dia tahu itu dusta. Padahal dia tahu itu dusta. Di antaranya sebenarnya mengatakan seperti menafsirkan Al-Qur'an padahal dia tahu tafsirannya bukan demikian. Orang menafsirkan Al-Qur'an bisa benar bisa salah. Ketika dia berusaha menafsirkan dengan mendatangkan dalil-dalil, dia membandingkan dengan komparasi dengan ayat-ayat yang semisal atau dia menafsirkan sesuai dengan sunah-sunah Nabi atau sesuai dengan konsekuensi bahasa, maka ini mujtahid ya. Makanya dapat pahala kalau dia memang ee berkompeten dalam hal tersebut. Tapi kalau dia sengaja menafsirkan, dia tahu salah, kemudian dia bilang Allah bilang begini. Meskipun dia tidak langsung bilang firman Allah, tapi bilang tafsirannya begini. Padahal dia tahu itu bukan tafsirannya, berarti dia sengaja berdusta atas nama Allah Subhanahu wa taala. Ya. Dan bahkan berfatwa kalau tahu fatwanya tidak demikian, dia sengaja. Karena fatwa kan hukum atas nama Allah. Makanya Ibnu Qayyim membuat buku iklamul muwaqqiin anbil alamin. Ya, almwaqqiun anbil. Maksudnya para orang yang berbicara tentang hukum. Orang yang berbicara tentang hukum Allah itu berarti dia tanda tangan atas nama Allah Subhanahu wa taala. Gantangannya, gampangannya dia mewakili Allah subhanahu wa taala. Maka hendaknya dia bersungguh-sungguh ketika menyampaikan suatu fatwa, suatu hukum. Kalau dia tahu itu salah, dia enggak boleh sampaikan. Kalau dia itu tahu itu salah, tidak benar, kemudian dia sengaja mengatakan hukumnya demikian, berarti dia telah berfatwa dengan sengaja salah atas nama Allah Subhanahu wa taala. Ini juga merupakan dusta atas nama Allah Subhanahu wa taala. Jadi dusta nama Allah, menisbahkan tidak layak bagi Allah, mengaku kenabian dan juga mengabarkan yang tidak benar tentang hukum Allah Subhanahu wa taala. Dan juga ada dusta-dusta yang sebenarnya bersambung kepada dusta atas nama Allah Subhanahu wa taala meskipun secara tidak langsung. Meskipun secara tidak langsung di antaranya berdosa atas nama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Alkadibu alai laisa kal kadib al giri. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Dusa atas namaku tidak sama seperti dosa nama selain selain orang berdusta atas nama Nabi otomatis dusta atas nama Allah atau tidak?" Iya. Karena hukum Nabi adalah hukum siapa? Hukum Allah. Makanya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Man kadaba alya falyq minar." Siapa yang sengaja berusah namaku, siapkan kaplingnya di neraka. Karena orang kalau ngarang ayat enggak berani, tapi kalau ngarang hadis berani. Nabi bilang begini, Nabi bilang begini. Padahal enggak ada hadisnya, hadis palsu atau hadis tidak ada sanadnya. La aslalahu, tidak ada sanadnya. Dengan mudah mengatakan Rasulullah bersabda demikian, demikian, demikian. Diriwayatkan oleh Muslim. Muslim siapa? Muslim. Setiap muslim bukan imam muslim tapi muslim. Seorang muslim yang meriwayatkan ber hadis apa? Hadis palsu. Ini meskipun dusta senama Nabi, tapi secara secara tidak langsung dia dusta atas nama Allah Subhanahu wa taala. Juga di antara dosa besar adalah seorang ngaku-ngaku mimpi sesuatu akan diazab di neraka jahanam. Dia mengatakan, "Saya melihat begini, begini begini." Ee bermimpi, padahal dia tidak bermimpi. Dan kita tahu bahwasanya mimpi itu punya rasa kepercayaan. Karena Rasulullah mengatakan bahwasanya mimpi adalah salah satu dari eh juzun min sittin arbain minan nubuwah. Mimpi yang benar adalah satu dari 1/46 dari bagian kenabian. Dan orang kalau sudah bilang saya mimpi begini, mimpi begitu, maka masyarakat lebih hormat sama dia. Ya, padahal tidak benar dia tidak mimpi demikian. Ya, dia bilang, "Saya mimpi misalnya masuk ke surga ya." Jadi kan uh masyaallah mimpimu luar biasa ini orang saleh gitu. Padahal dia bohong. Saya pergi ke jannah. Jannah. Ya, dipikir surga. Padahal orang namanya Jannah atau ketemu tempat namanya jannah. Jadi maksudnya mengesan hebat. Seperti saya bertemu mimpi Nabi, ketemu Nabi, ketemu sahabat dan dia bohong. P dia enggak ketemu Nabi, dia bohong aja sehingga seakan-akan wow. Ini ini sebenarnya bukan dosa sama Allah, tapi kelazimannya seakan-akan ilham dari Allah atau pertanda dari Allah bahwasanya dia orang muli mulia. Nah, maka gak boleh ee berdusta dengan mimpi-mimpi ee terkait dengan keagamaan ya. Mimpi masuk surga, mimpi apa kayak mimpi kejatuhan bulan, kayak mimpi seakan-akan luar biasa ya. Ini secara tidak langsung seakan-akan dia mengatakan Allah telah memberi tanda kepada saya bahwa saya saya begini begini begini tafsirnya begini begini. Padahal dia tidak bermimpi ee demikian ya. mimpi demikian. Sebu ada seorang dulu mengatakan, "Saya bermimpi ya Rasulullah kemudian dalam kemah tersebut. Setelah itu Rasulullah suruh, intinya kamu keluar dulu kau belum waktunya ke sini." Masyaallah. Dia ceritakan kepada orang kaj orang. Masyaallah luar biasa ini orang ya. Berarti dia rombongan Nabi cuma dia harus berdakwah makanya belum boleh mati sekarang. Begitu gampangnya gitu. mengesankan demikian orang yang wau car lagi mengatakan saya ketemu Nabi. Nabi bilang, "Kau sebelum 40 tahun bakalan meninggal. Ternyata dia meninggal umur 41 kan enggak benar. Berarti mimpinya enggak benar ya." Tapi intinya hati-hati seorang jangan berdusa nama Allah Subhanahu wa taala. Tib. Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala, "Famanlamu mimman kadaba alallah." Siapa yang berdusa lebih zalim dari orang yang berdosa atas nama Allah. Kemudian dosa yang kedua tadi pertama dosa pertama berdusta nama Allah. Yang kedua bidq idah dan mendustakan kebenaran ketika kebenaran tersebut datang kepadanya. Di sini ada khilaf di kalangan para ulama tentang ee kebenaran apa yang dimaksud ya. Kemudian siapa yang membenarkan dan dia mendustakan dosa yang kedua dia mendustakan dia mendustakan kebenaran ketika kebenaran telah datang kepadanya. Ada yang mengatakan bahwasanya ee maksudnya adalah lailahaillallah kemudian di ditolak. Dia mendustakan lailahaillallah. Kebenaran tersebut. Ada yang mengatakan kebenaran tersebut maksudnya Al-Qur'an. Kemudian dia tolak Al-Qur'an tersebut. Ada yang mengatakan asidq maksudnya apa yang dibawa oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kenabian Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Maka orang seperti ini adalah orang yang telah mendustakan kebenaran, maka dia telah kafir. Ya, karena dia mendustakan Al-Qur'an atau mendustakan lailahaillallah atau mendustakan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya, maka dia telah kafir. Dan Allah berkata, "Id jaah." Ketika kepenan tersebut telah datang kepadanya. Ini parah karena sudah di depan mata dia. Beda dengan dia mendosakan sesuatu yang dia cuma dengar-dengar. Tapi ini telah datang di hadapan dia. Telah sampai padanya Al-Qur'an. Bahkan kalau di zaman Nabi, Nabi telah datang menemuinya ya telah menyampaikan lailahaillallah tapi dia dustakan. Maka tidak ada yang lebih zalim daripada orang yang menggabungkan dua dosa ini. Dosa berdusta sama Allah dan dosa menolak apa? Mendustakan kebenaran. Maka orang ini orang kafir. Jelas tidak ada yang lebih kafir dari orang seperti ini. Maka Allah berfirman di akhir ayat, "Alaisallah alaisa fi jahannama matwal lil kafirin." Bukankah di neraka ada tempat tinggal ya bagi orang-orang kafir ya? orang-orang kafir. Maksudnya di sini lebih zalim karena zalim tersebut adalah lebih maksudnya kufur, kezaliman yang kafir. Ini dalil bahwasanya neraka adalah tempat orang-orang kafir. Isyarat bahwasanya kalau ada orang muslim masuk neraka maka tidak akan abadi. Tidak akan abadi. Karena yang abadi di neraka cuma orang-orang kafir. Orang mukmin separah apapun dosanya selama dia tidak membatalkan lailaha maka suatu saat dia akan keluar dari neraka jahanam. Dan Al Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah telah menyebutkan telah banyak hadis mutawatir terlalu banyak hadis mengabarkan bahwasanya sebagian ahli tauhid masuk dalam neraka ya ketika tauhidnya lemah dosanya mendominasi maka bisa masuk neraka. Sudah dalam hadis syafaat kaum mukminin minta izin kepada Allah. Ya Allah izinkan kami untuk beri syafaat kepada teman-teman kami. Kanu yusuna maana. Dulu mereka salat bersama kami. Kanu yasumuna maana dulu puasa sama kami. Kanu yahujuna maana dulu berhaji sama kami. Ya, ternyata mereka di neraka. Ya. Kemudian juga dalam hadis Rasulullah Allah berfirman, "Akriju minanari ya ebuhu fiqbihi minan." keluarkan dari neraka orang dalam hatinya masih ada iman meskipun seberat zarah atau seberat biji sawi jadi berarti dia belum batal tapi imannya lemah. Imannya lemah, maksiatnya mendominasi. Kemudian juga dalam hadis Allah tidak membakar neraka tidak memakan bekas sujud. Jadi ada orang yang salat masuk neraka ya kemudian dibakar tapi bekas sujudnya tidak terbakar tapi badannya semua hangus. Berarti ada orang salat masuk neraka. Ada orang haji masuk neraka. Ada orang ee puasa masuk neraka ada. Kapan? Ketika dosanya maksiatnya mendominasi. Terlalu banyak dosanya. Sebenarnya kan salat p Pak p haji kemudian puasa itu pahalanya besar. Tapi ketika dia zalimnya terlalu, dosanya terlalu banyak melampaui batas maka kalah kebaikan-kebaikannya itu kalah dengan maksiat yang dia lakukan. Sehingga ketika ditimbang kalah, akhirnya masuk masuk neraka jahanam. masuk neraka jahanam ya sayait baca lafal itu kanu yahujuna maana ya Allah diizinkan kami untuk memberi syafaat kepada saudara-saudara kami. Mereka dulu haji bersama kami. Subhanallah. Sudah haji masuk neraka ya. Satu travel lagi padahal mungkin mungkin visanya bermasalah mungkin. Atau haji berbuat zalim. Ada orang haji zalim, ada pergi haji pakai visa umrah tidak pulang-pulang ya akhirnya yang keluarkan provider visanya bayar denda. Dar denda enggak tahu berapa 50.000 riyal atau berapa kan zalim di Padang Arafah. Tapi yang bayar dendanya siapa? Orang lain. Zalim atau tidak? Zalim. Orang haji ngambil jatah antri orang lain zalim atau tidak zalim? Harusnya orang lain yang berangkat dia ngambil jatahnya. Haji tapi zalim. ngeri. Bahkan kita tahu ada orang yang sudah haji tiga kali, ternyata penghujung hayatnya dia bunuh diri. Sudah haji berapa kali? Tiga kali. Ada yang tidak semua. Tapi intinya kalau lailahaillallahnya masih belum batal, kalaupun mereka masuk neraka, suatu-sat mereka akan dikeluarkan. Dikeluarkan dalam bentuk sudah hangus menciut tubuhnya. Karena kalau dibakar kan menyusut menyusut tubuhnya kemudian sudah hanyut hangus seperti faham, seperti arang. Kemudian dimasukkan ke nahrul hayat, sungai kehidupan. Kemudian tumbuh kembali seperti kecambah yang yang tumbuh. Baru kemudian masuk surga. Setelah itu mereka dikenal dengan jahanamiyun, yaitu alumni neraka jahanam. Mudah-mudahan kita bukan alumni. Tapi intinya bakalan masuk surga. Adapun orang kafir kekal di dalam neraka selama-lamanya. Bahkan orang kafir terbaik di alam semesta yaitu Abu Abu Thalib. Orang kafir terbaik mungkin di alam semesta. Siapa yang mengalahkan kebaikan Abu Thalib? Yang waktu kecil ngerawat siapa? Nabi sallallahu alaihi wasallam. Yang pasang badan bela Nabi sallallahu alaihi wasallam. yang Nabi boikot 3 tahun di tempat areal dia disebut Syib Abi Thalib. Dikumpulkan di arealnya milik Abu Thalib. Kemudian diboikot selama 3 tahun. Itu pun tidak bisa keluar dari neraka jahanam. Nabi diizinkan secara khusus dan ini khusus Nabi memohon agar diringankan siksaannya. Orang orang kafir yang lain enggak ada diringankan. Ya w yukafuum minabiha. Kata Allah orang kafir tidak diringankan azab azabnya sama sekali enggak ada. Ya, makanya di antara ayat yang paling ee mereka ee takutkan itu firman Allah, faduqualam nazidakum illaaba walam nazidakum wid apa eh illaab kami tidak memberi tambahan kecuali azab ya dalam surat annaba Kata Allah, "Fadzuquu falam nazidakum falan nazidakum illa adzaba." Maka rasakanlah kami tidak berikan kecuali tambahan. Jadi mereka minta diringankan malah dikasih apa? Tambahan. Dan ini ayat yang paling ditakuti oleh orang kafir khusus Abu Thalib dan dia adalah orang terbaik, mungkin orang kafir terbaik di alam semesta diberi khusus kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam yaitu Nabi boleh minta keringanan. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Laula ana lana fidqil asfali minanar." Kalau bukan karena aku, sungguh dia berada di neraka jahanam yang paling bawah. Dalam riwayat ahwana inna ahwana ahlin inna ahwana ahlinari yaumalqiamah abu thib wag orang yang paling ringan azabnya pada hari kiamat kelak adalah Abu Thalib. Dia memakai sendal dari api dan otaknya mendidih. itu pun dia tidak bisa keluar dari neraka, hanya bisa diringankan khusus dia. Oleh karenanya ketika Allah berfirman, "Alisa fi jahannamail kafirin." Bukankah neraka jahanam tempat bagi orang kafir? Seb berpendapat ini dalil bahwasanya yang abadi di neraka cuma apa? Orang-orang kafir. Adapun kalau tidak kafir masih bisa keluar dari neraka jahanam. Ya sekali lagi tapi jangan bilang yang penting aman. Kan ujungnya juga surga. Eh jangan jangan begitu ujungnya surga. Berapa tahun kok di situ? Setahun aja sudah. Setahun sehari sudah mampus. Ya. Dan ini orang Yahudi, orang Yahudi begitu. Mereka nyaman melakukan maksiat. Mereka lan tamamasananaru illa ayyaman ma'duda kata mereka, "Kami tidak di disiksa neraka cuma beberapa hari aja. Sehingga mereka pede melakukan maksiat." Zalim sana, zalim sini. Masuk neraka cuma berapa hari. Makanya jangan seperti perasaan Yahudi. Oh, tenang sebentar juga lolos akhirnya. Enggak. 1 menit aja kok tidak kuat. Kita aja bakar tangan di lilin 1 menit kita enggak kuat. Itu padahal api dunia bagaimana api neraka. Jangan macam-macam. Jangan coba-coba ya. Jangan coba-coba. Saya sering sampaikan ya seorang berzina mungkin dia berzina 15 menit setengah jam tahu-tahu dia masuk neraka. Masuk nerakanya berapa lama? 1 tahun 1 tahun mungkin. 100 tahun mungkin 1000 tahun mungkin. Gara-gara maksiat cuma sejuk sebentar. Mungkin mungkin kalau berkehendak ingin bakar bakar sama dia makan riba kok mungkin diazab mungkin gara-gara makan riba sekali mungkin. Kenapa tidak mungkin? Semua mbok dosa tahta masyiatillah bisa Allah azab bisa Allah tidak azab. Kalau pas Allah azab Allah tidak ampuni kamu. Coba k disiksa berapa tahun kok gak tahu. Gak gak tahu. Wubillah. Makanya ada nasihat dari guru kita maksudnya terutama orang yang ee tidak menikah atau belum menikah. Jangan sampai dia tidak menikah kemudian dia melihat yang haram gara-gara pandangan haramnya dia masuk neraka. Mending dia nikah. Dia nikah sehingga dia menyalurkan hasratnya pada yang halal. Kemudian kita lanjutkan Allah berfirman, "Walladzi jaa biddiq wasqika humul muttaquun." Dan orang dan orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya ulaika humul muttaquun. Mereka itulah orang-orang yang ee bertakwa. Dan orang yang bawa kebenaran ditafsirkan ada yang menafsirkan itu Muhammad dan membenarkannya. Mereka itulah orang-orang yang bertakwa dan itu yang membenarkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kita bacakan tafsir Ibnu Katsir rahimahullahu taala. Walladzi jaa bisiddiq. Dan orang yang membawa kebenaran maksudnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ada pendapat maksudnya Jibril alaihi salam. Wasadaq bihi maksudnya Muhammad. Muhammad Jibril datang kebenaran Muhammad membenarkan. Ini salah satu tafsiran. Jadi walladzi jaa bisidq yang membawa kebenaran Jibril wasaddaq bihi. Yang membenarkannya adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Perkataan eh Ibnu Abbas ya walladzi jaa bisiddiq. Masih orang yang mendatangkan bahwa lailahaillallah wasodq bihi yaitu Rasulull sallahu alaihi wasallam membenarkan lailahaillallah. Ada yang mengatakan walladzi jaa bisiddiq yang membawa kebenaran. Maksudnya Rasulullah wasodqo bihi a kaum mukminun. orang-orang beriman yang ee membenarkan. Intinya ini beberapa tafsiran. Kemudian Allah mengatakan, "Ulaika humul muttaquun." Yaitu mereka orang-orang yang bertakwa. Mereka adalah orang-orang yang bertakwa. Ini setelah Allah menyebutkan tentang para pendusta yang mendustakan kebenaran, setelah itu Allah menyebutkan orang-orang yang berlawanan dengan mereka yaitu yang membenarkan kebenaran. Kalau yang mendustakan kebenaran tempatnya neraka jahanam kekal abadi. Sebaliknya yang membenarkan kebenaran maka mereka di sur surga. Ini metode Al-Qur'an. Menyebut orang beriman orang kafir. Menyebut surga menyebut neraka. Menyebut pendusta kemudian menyebut dengan yang membenarkan. Ya, walladzi jaa bisiddiq. Ada yang datang Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kemudian dibenarkan oleh kaum mukminin. Maka Allah berkata, "Ulaika humul muttaquun." Yaitu kaum mukminin. Ya, mereka ee adalah orang-orang yang yang bertakwa. Ada yang mengatakan bahwasanya siddiq adalah umum, yaitu kebenaran. Kebenaran apapun kalau datang dibenarkan. Tentang kebenaran, tentang balasannya di akhirat dibenarkan. Sehingga ulaika humul muttaquun itu umum mencakup para nabi, mencakup kaum mukminin. Semua yang membenarkan kebenaran dari Allah Subhanahu wa taala maka mereka termasuk dalam ayat ini. Ulaika humul muttaquun. Mereka adalah orang-orang yang bertakwa. Ini pujian ya dari Allah Subhanahu wa taala. Apa balasannya di akhirat? Lahum ma yasyaunahimika jazaul muhsinin. Maka bagi mereka apa yang mereka sukai di sisi Rabb mereka. Dalika jazaul muhsinin. Ini balasan bagi orang berbuat ihsan. Balasannya kalau mereka membenarkan kebenaran. Dan ini dalil bahwasanya ee di antara amal yang agung adalah amalan hati, yaitu membenarkan berita dari Allah dan berita dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dengan pembenaran yang mantap tanpa keraguan. Walladzi jaa bisiddiq wasdaqo bihi dan membenarkan kebenaran tersebut. Dia membenarkan Rasulullah, membenarkan Al-Qur'an, dia membenarkan apa yang dari Allah Subhanahu wa tanpa ada keraguan sedikit pun. ini butuh belajar, butuh iman ya. Karena membenarkan bertingkat-tingkat. Semakin dia kuat membenarkan berita dari Allah, berita dari Rasulullah sahu alaihi wasallam, maka dia memiliki amal hati yang luar biasa. Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala, "Lahum yasyaunabihim." Bagi mereka apa yang mereka kehendaki di sisi Rabb mereka, yaitu mereka dapatkan pahala di surga di sisi Allah Subhanahu wa taala yang Allah siapkan pahala. tersebut. Dan perkataan indabbihim di sisi Rabb mereka menunjukkan spesialnya pahala tersebut. Karena pahala tersebut di sisi Allah Subhanahu wa taala Allah siapkan buat mereka dan apa yang mereka minta dikabulkan. Seperti dalam ayat yang lain ya. Falakum fiha maahi anfusukum wakum fiha maun. Di surga apa yang kalian hasratkan dan di surga apa yang kalian ee aku-akui. Ya matadaun maksudnya apa yang kalian akui. Jadi apa yang dihasratkan kemudian akan hadir di depan mata. Apa yang kalian aku-akui kemudian akan jadi milik kalian juga. Kalau di dunia banyak orang ngaku-ngaku ya ngaku begini, ngaku begitu, saya punya ini, saya punya ternyata enggak benar ya. Ternyata tidak, tidak benar. Tapi kalau di surga seorang ngaku-ngaku, "Saya punya ini, saya punya ini." Jadi ngaku-ngaku apa saja silakan ngaku apa aja. Kalau di dunia kan ngaku-ngaku belum belum tuh punya. Tapi kalau di surga ngaku apa saja pasti di dikabulkan. Dalam hadis penghuni surga dikatakan oleh Allah Subhanahu wa taala, Allah berkata kepadanya, "Tamanni atau tamanna tamanna." Silakan engkau berangan-angan. Kemudian dia pun berangan-angan pengin punya ini, pengin punya ini, pengin punya itu. Wala yazalu yatamanna. Dia terus berangan. Hatta yangqati tanqati ya al al yaitu umniyatuhu. Dia berangan-angan sampai seluruh angan-angannya habis. Sudah enggak mampu lagi berkhayal. Kau pengin apa coba? Kalau antum dibilang pengin apa coba? Angan-angan. Pengin ini, pengin ini, pengin ini. Terus sampai ini enggak mampu lagi. Saya telah berkata, "Lakalik wa asratu amsalii maahu." Apa yang kau angan-angankan semua itu akan kau dapatkan dan 10 kali lipatnya. J di surga, di luar nalar ya. Di luar nalar kenikmatan di di luar nalar. nya. Selain itu, selain apa yang diangan-angankan namanya orang anak-an itu biasanya apa yang pernah dia lihat, yang pernah dia tahu, itu yang diangan-angankan. Ternyata Allah siapkan lagi di luar angan-angannya. Seperti dalam hadis qudsi kata Allah subhanahu wa taala, aatu liibadi shihin ma ainun roat wunun samiat w k alqbi basyar. Aku siapkan bagi hamba-hambaku yang saleh kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata mereka, tidak pernah didengar oleh telinga mereka dan tidak pernah terbetik dalam hati mereka. Nah, jadi ada kenikmatan spesial yang kita enggak bis yang seorang pengundi di surga tidak bisa bayangkan. Seandainya antum sekarang masuk surga, antum pasti apa? Pengin mobil ini, pengin mobil yang antum pernah lihat. Antum tidak bisa meminta sesuatu yang tidak pernah antum lihat karena gak bisa berangan-angan. Apa yang kita berangan-angan itu sejenis apa yang pernah kita lihat. Ternyata setelah itu ada lagi nikmat lain yang Allah siapkan yang tidak pernah kita terbetik dalam benak kita sama sama sekali. tidak pernah terbetik oleh para penghuni surga sama sekali. Dan kita di dunia kita lihat yang semisal ini mungkin kalau kita kembali ke neneknenek moyang dahulu 1000 tahun lalu atau 500 tahun lalu, mereka tidak terbayangkan ada namanya HP bahwasanya HP tersebut bisa video call. Enggak enggak enggak enggak terbayang benak mereka karena mereka enggak pernah tahu enggak enggak terbetik akan ada seperti itu. Padahal kenikmatan luar biasa. Ini namanya kenikmatan lain jenis. Kenikmatan lain lain jenis. Mereka tidak berpikir akan naik suatu mobil yang mewah, ada AC-nya kemudian jalan. Masyaallah ya. Gak gak terbayang. Karena mereka tidak pernah lihat kenikmatan seperti itu. Kalau kita bicara misalnya 2000 tahun lalu, 3000 tahun belum ada mobil misalnya kita bicara 3.000 tahun lalu orang tak bayang ternyata ada pesawat. Enggak kebayang. Enggak kebayang. Kalau disuruh minta minta apa? Dia pasti minta yang sejenisnya. Paling diminta istana. Istana kan ada zaman dahulu ya seperti itu ya. Minta ee apa kek apa kek yang yang sejenis yang dia lihat. Ternyata banyak kenikmatan kemudian yang muncul yang tidak sejenis. Ya kira-kira demikian kalau di surga demikian. Seorang masuk surga dia minta apa yang diinginkan. kenikmatan yang pernah dia lihat mungkin dia ee apa lebih mewahkan lagi. Tapi ternyata ada kenikmatan-kenikmatan yang di luar nalar dia yang tidak pernah dia lihat, tidak pernah dia dengar, bahkan tidak pernah terbetik dalam hati. Kita aja yang sejenis aja ya. Banyak kenikmatan sejenis di dunia ini yang kita tidak duga ternyata enak sekali. Saya sering contohkan seperti durian. Saya dulu suka makan durian ya. Makan durian. Terus akhirnya ada dikenalkan durian Malaysia musangking. Oh wah ternyata sudah makan musangking durian kok ada durian enak seperti ini gitu. Sebelum pernah terbayang bahwasanya ada durian saya enak apa saya enak ini. Itu contoh nikmat sejenis. Pikiran saya durian cuma gitu-gitu. Ternyata ada yang enak. Akhirnya sekarang kalau ketemu durian kurang selera. Kemudian muncul lagi namanya Black Thor. Lebih enak lagi. Ya Allah mau sangking kalau maksudnya contoh ini kenikmatan sejenis ada yang kita tahu ternyata akhirnya membuat kita lupa kenikmatan yang sebelumnya. Diberi kenikmatan baru, kenikmatan lama jadi sudah tidak rasa lagi. Benar atau tidak? Sejenis ya. Seperti misalnya dulu kalau kita sebelum belum tahu nasi mandi paling enak kita makan nasi apa? Nasi kebuli enak. Begitu sampai di Madinah ada nasi kambing bakar di atas batu. Luar biasa. Saya kalau makan sana saya bilang ini salah satu keajaiban dunia saking enaknya. K makan yang lain sudah kurang. Ya. Ini kenikmatan sejenis. Kenikmatan sejenis. Jadi pengin umrah terus ini. Dulu kita makan namanya dessert paling enak namanya kunafa. Ibuibu mungkin pernah pernah umrah tahu makan. Enak. Luar biasa. Enak ini kayaknya enak. W paling enak. Tahu-tahu kemudian ada produk baru namanya bilaban di Makkah. Enak sekali. Wah kenapa udah enggak pakai kalah. Ada kenikmatan baru yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Tapi kenikmatan sejenis. Paham? Sama-sama desert. Luar biasa. Enak sekali. Baru makan-makan dua kali makan tiga kali umrah makan. Sekarang sudah ditutup tokonya. Ternyata ada yang makan keracunan. Alhamdulillah saya tidak termasuk yang keracunan lagi diinvestigasi. Mudah-mudahan bisa balik lagi ya. Tapi maksudnya ini contoh ada kenikmatan-kenikmatan yang tidak pernah dirasakan apa sebelumnya tapi sejenis. Tapi se sejenis ya. Ya, orang-orang dahulu zaman dahulu sekaya apapun raja-raja dulu mereka enggak ada AC. Mereka kalau kepanasan pasti mungkin ada yang kipas-kipasin. Mungkin yang kipasin cewek-cewek. Okelah cewek-cewek tapi kan lebih enak AC bicara anginnya ya. Mereka tidak bayangkan ternyata di kemudian hari ada AC bisa diatur derajatnya. Kalau dingin diturunkan luar biasa. Tapi itu kenikmatan sejenis. Kenikmatan apa? Sejenis. Nah, di surga Allah siapkan kenikmatan yang tidak sejenis. Kenikmatan yang tidak sejenis. Ya, makanya di antara kenikmatan tidak sejenis yang Allah sebutkan adalah memandang wajah Allah. Makanya Allah mengatakan, "Lilladzina ahsanul husna waziadah." Bagi orang-orang yang ihsan, berbuat ihsan di di dunia mereka akan dapatkan husna itu surga waziadah. Ziadah tafsiran yaitu tambahan tambahan itu nikmat tambahan untuk melihat wajah Allah. Kenapa disebut dengan tambahan? Seb ulama kara ini nikmat bukan nikmat sejenis yang pernah mereka tahu di dunia. Jadi di sini Allah mengatakan lahum ma yasyauna rbihim. Bagi mereka apa yang mereka inginkan di sisi Rabb mereka di surga. Firman Allah indabbihim menunjukkan spesial nikmat yang spesial. Timbul pertanyaan, Ustaz, kalau benar semua orang pengin apa saja dikabulkan, boleh enggak dia ketika di surga pengin surganya sama dengan surganya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam? Kan semua minta dikasih. Iya. Enggak boleh enggak? Boleh enggak? Ya enggak bolehlah. Engak boleh. Rasulullah punya tempat yang tidak boleh disamain oleh siapapun. Apa doa? Doa. Doa dengar azan. Allahumma rabba hadi dawati tamah wasatil qimah ati Muhammadin muhadin wasilah wal fadilah. Ya alwasilah. Alwasilah wal fadilah. Ya. Disebutkan di antaranya itu suatu tempat kedudukan yang hanya boleh untuk satu orang. Wa arju an akuna hua. Dan aku berharap akulah orangnya. Ya, tempat yang paling tinggi yang tidak ada yang bisa menempatinya kecuali siapa? Rasulullah. Ya. Terus bagaimana, Ustaz? Maka para ulama menjawab ya beberapa jawaban. Jawaban pertama kita tahu penghuni surga berlevel-level enggak? Berlevel-level. Orang yang salat malamnya tiap hari misalnya, misalnya dia tiap hari salat 2 jam sama orang salat malamnya cuma 15 menit. Surganya beda enggak? Beda, beda. Terus yang 15 menit bilang, "Ya Allah, saya pengin seperti dia. Enak kali kau di dunia cuma salat 15 menit sekarang mau sama dengan saya." Ya, enggak enggak enggak enggak enggak enggak adil. Makanya Allah maha adil. Walikullin darajatum mima amilu. Setiap orang tergantung apa amalannya. Dua orang sama-sama berbakti tapi satu berbaktinya masih perhitungan. Satunya jor-joran. Kalau sama orang tua dia jor-joran gak peduli. Tentu surganya beda atau sama? Beda, jelas. Kemudian di ketika mau surga, "Ya Allah, saya pengin seperti dia. Enak kali kau dulu pelit sama orang tua, sekarang mau sama dengan dia. Tentu harus beda. Harus beda." Nah, bagaimana? Padahal Allah berkata apa yang dia minta di dikasih. Sebagaimana jawabannya? Jawaban pertama bahwasanya kondisi di surga tidak seperti kondisi di di dunia. Seorang kalau sudah masuk surga dengan levelnya dia sudah nyaman dan dia tidak punya hasad sama sekali. Allah cabut hasad dari dadanya. Makanya eh Allah berfirman inina amanuhatiatahum jannatul firdausi nuzula khidina fihawala. Sesungguhnya orang beriman beramal saleh bagi mereka surga firdaus. Dan firdaus ini maksudnya bukan surga tertinggi yaitu surga secara umum. Karena firdaus terkadang maknanya surga tertinggi terkadang maknanya surga. Nzula Allah berikan hidangan kepada mereka. Kemudian kata Allah khalidina fiha. Mereka berada kekal dalam surga. La yabunaha hiwala. Mereka tidak mau pindah. Sehingga mereka dalam setiap level sudah nyaman. Sudah nya nyaman. Mereka tidak mau pindah. Makanya apakah penghuni surga bisa saling kunjungan? Tentu bisa. Ya. Misalnya seorang ee saudaranya di surga tinggi, dia surga bawah. Main gimana? Ya, urusan Allah lah. Ketemu di mana. Yang jelas tidak ketemu di Starbucks apalagi Kentaki. Enggak. Produk Yahudi apalagi ya. E jadi gak ada yang mengatakan gak ada hadisnya secara spesifik. Ada yang mengatakan kalau ada kunjungan maka yang di atas turun ke bawah. Tengok di bawah. Kalau bawah naik ke atas agak repot. Oh, ternyata bidadarinya beda ya. Repot. Tinya berlevel-level. Intinya mereka akan ketemuan caranya terserah Allah Subhanahu wa taala. Jadi tafsiran pertama tidak ada hasad. Yang kedua, bukankah keinginan yang atur adalah Allah Subhanahu wa taala? Kalau dia tidak kepingin, ya sudah. Di antara hal yang menunjukkan ini, Rasulullah pernah ditanya, "Ya Rasulullah, apakah seorang kalau di surga pengin punya anak? akan dikasih anak. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Innal mukmintaha waladan." Sesungguhnya seorang mukmin kalau pengin punya anak, maka kalau perempuan hamilnya ee besarnya dalam sekejap satu waktu sut. Jadi bukan merangkak dulu ingusan gak langsung langsung cepat. Tapi kata Nabi dengan lafal idastaha waladan kalau dia pengin punya anak. Tapi belum tentu dia pengin punya anak kalau sampai di sana. Tapi kalau dia pengin Allah kasih ya seorang datang sama saya, "Ustaz, kalau kita di surga mau main bola bisa enggak?" Ya bisa aja. Tapi belum tentu kalau di sana kok pengin main bola lagi. Enggak sempat main bola. Banyak permainan di sana ya. Sehingga tidak sempat main apa bola ya. Tapi kalau kok kepopingin mungkin ya. Di antara juga seperti para ulama membahas hadis, manibal kham fid dunya lam yasha fil akhirah. Siapa yang minum khamar di dunia, dia tidak bekalan minum di akhirat. Sampai kata ulama, seandainya dia pun masuk surga, dia tidak berhasrat minum khamar karena dia pernah minum khamar di dunia. Allah akan kasih dia minuman jenis lain. Dia tidak tertarik karena perasaan karena itu salah satu hukuman bagi dia karena dia di dunia pernah minum khamar. Ini pendapat tapi belum tentu benar. Maksudnya ini pendapat sebagian apa? Ulama. Maksudnya di antara tafsiran benar seorang minta apa saja akan dikabulkan tapi dia tidak minta yang lebih daripada yang seharusnya. Misalnya minta punya kedudukan seperti Abu Bakar, surganya sama, kedudukannya seperti Nabi. Tentu tidak. Karena level amal berbeda. Dia tidak terpikir untuk seperti itu. Ya. Jadi meskipun ingin apa saja bisa, tetapi tidak sampai melampaui batas. Ya, nanti dia bilang pengin surganya seperti Rasulullah, bahkan pengin surga lebih tinggi dari surganya Nabi kan ini berlebihan. Itu tidak akan terjadi. Kata Allah, "Dzalika jazaul muhsinin." Itu adalah balasan bagi orang-orang berbuat ihsan. Ihsan ee dengan dua tafsiran. Pertama, ihsan dalam beribadah kepada Allah. Kedua, ihsan kepada sesama kaum mukminin. Ihsan terkait dengan Allah maksudnya seperti sabda Nabi ketika Jibril bertanya, "Faakbirniil ihsan?" Kabarkanlah kepada kepadaku tentang ihsan. Maka Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "An ta'budallaha kaaka tarahu." Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya. Faillam takun tarahu fainnahu yar. Kalau kau tidak melihat Allah, yakinnya Allah melihatmu. Ini ihsan. Ihsan. Ketika kita beribadah, setiap beribadah kita merasa sedang dilihat oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan orang seperti ini dia akan ikhlas karena dia merasa Allah selalu mengawasi. Ketika dia sibuk dengan pengawasan Allah, dengan penilaian Allah, dia tidak dia tidak dia tidak peduli dengan penulian netizen. Dia tidak peduli dengan penilaian apa? Natizan. Orang yang ihsan dia pasti ikhlas karena dia pedulikan bagaimana penilan Allah terhadap saya. Saya begini benar atau enggak? Dia tahu yang yang tahu Allah. Kalau netizen kita bisa bohongin, kita bisa bersandiwara. Bisa kalau netizen, kalau Allah kita enggak bisa. Maka kalau seorang fokus merasa senantiasa dilihat oleh Allah, dinilai oleh Allah, dia akan ikhlas karena hatinya akan fokus terkait dengan penilaian Allah. Dan akhirnya ini berdampak pada kesehariannya, kepada aktivitasnya karena dia ikhlas, dia tidak cepat marah, dia tidak cepat mutung, dia tidak malas ee dan macam-macam ya. Karena dia tahu yang nilai adalah siapa? Allah. Ini ihsan pertama. Ihsan kedua, berbuat ihsan kepada orang lain dengan berbagai macam kebaikan. Memberi memberi apa namanya? Ee sedekah, mengorbankan sebagian harta buat sesama muslim. Di antaranya memaafkan orang berbuat zalim kepada kita. Makanya Allah mengatakan dalam surat Al Imran, mutta allina wallahuin. Kata Allah, "Bersegeralah menuju surga, menuju ampunan Allah dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang Allah siapkan bagi orang bertakwa." Kemudian kata Allah, "Alladinafiqu yang senantiasa berinfak dalam kondisi lapang maupun dalam kondisi sulit selalu berinfak. min yang meredam amarah walinas dan yang memaafkan orang lain. Wallahu yuhibbul muhsin. Allah mencintai orang-orang ihsan. Orang tiga orang ini pelaku tiga amal ini disebut orang muhsin di sisi Allah Subhanahu wa taala. Karena dia senantiasa berinfak maka dia berbuat baik sama orang lain. Dia bisa marah, dia redam amarahnya maka dia berbuat baik sama orang lain. Dia mau membalas tapi dia memaafkan, berlapang dada. ini telah berbuat baik kepada orang orang lain. Maka ini disebut orang-orang yang ihsan. Maka seorang menggabungkan keduanya ihsan ketika beribadah dan berbuat ihsan kepada orang lain dengan berbagai macam kebaikan. dengan tutur kata yang baik, dengan memaafkan, dengan mengajari kebaikan, ya ee dengan menghargai dia ya dengan berbagai kebaikan yang bisa kita lakukan kepada siapapun, kepada kerabat, kepada tetangga, kepada pekerja, kepada kawan, ya kepada siapapun yang kita bisa berbuat baik, kita berbuat berbuat baik. Makanya Sa'di berkata bahwasanya dua landasan kebahagiaan. Pertama, al-ikhlas. Ikhlas kepada Allah ketika beribadah. Yang kedua, berbuat baik kepada orang lain. Dan itu dikumpulkan dengan ihsan. Siapa yang ikhlas dalam ibadahnya dan suka membantu orang lain, dia orang yang paling bahagia. Dia orang paling bahagia. Apapun kondisinya, apapun ee lingkungannya, dia pasti orang yang bahagia. Kata Allah, "Dzalika jazaul muhsinin." Dan itu adalah orang yang berbuat ihsan. Balas orang berbuat ihsan. Ya, terutama para sahabat yang kemudian mereka banyak berkorban di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka harus berhijrah, meninggalkan harta mereka, meninggalkan kampung halaman mereka, ee meninggalkan kerabat mereka, harus ribut dengan kerabat, harus terkadang suami harus pisah dengan istrinya, harus bermusuhan dengan orang tuanya, ya. kemudian harus berjuang dan mereka orang yang muhsinin yang ikhlas kepada Allah Subhanahu wa taala. Tiib. Ee makanya di sini kata Syekh SDI dalika jaza muhsin barasan bagi orang berbuat ihsan yaitu alladzina ya'budunallaha kaannahum yaraunahu. Yaitu orang beribadah kepala seangan-akan mereka melihat Allah. Faillam yakunu yarunahu fainnahu yarahum. Ya, kalau mereka tidak bisa melihat Allah, mereka yakin Allah melihat mereka. Dan almuhsinin ibadillah. Dan yang berbuat baik kepada hamba-hamba Allah yang lain. Kita kalau berbuat baik sama orang apapun berarti kita sedang berbuat apa? Ih ihsan. Dan kita yakin Allah melihat apa yang kita lakukan. Setelah itu Allah berfirman, asilum. Agar Allah menggugurkan dari mereka amal terburuk yang mereka lakukan. Dan Allah balas kebaikan mereka dengan amal terbaik yang mereka lakukan. Di sini di antara eh faedah dari walladzi jaaq bihi humul muttaquun ya yaitu membenarkan membenarkan berita dari Allah membenarkan berita dari Rasulullah sahu alaihi wasallam membenarkan menjalankan perintah Allah menjalankan perintah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya yaitu Allah akan menggugurkan dosa-dosa itu. Siapa yang beramal saleh maka dosa-dosanya akan di digugurkan. Di sini ada dua tafsiran. Allah berkata, "Liyukirallahu anhum aswaadzi amilu." Agar Allah menggugurkan amal terburuk yang mereka lakukan. Di sini aswa dengan isim tafdil. Ada yang menafsirkan dengan amal terburuk yang mereka lakukan. Di antaranya syirik, di kekufuran. Kalau mereka sudah masuk Islam, mereka benarkan Rasulullah, mereka masuk Islam. Maka kesyirikan-ekufuran yang mereka lakukan karena itu amal terburuk akan diampuni oleh Allah. Dan jika yang terburuk saja diampuni, apalagi yang biasa-biasa saja. Ini tafsiran pertama. Aswa diartikan dengan isim tafdil. Tafsiran kedua yang di aswa ini bukan maknanya isim tafdil laisa ala babihi maksudnya su. Apalagi dalam sebagian qiraah ada yang baca liyukirallahu anhum aswa alladzi amilu. Maksudnya agar Allah menghapuskan dosa-dosa mereka umum dosa-dosa mereka. Oleh karena ses dia mengatakan seluruh dia mengatakan amal terbagi tiga. Saya bacakan amalul insan lahuat. Kata Syekh Sedi rahimahullah, amal manusia tiga kondisi. Imma aswa terburuk. Yang kedua ahsan yang terbaik. Yang ketiga la aswa wala ahsan tidak terbaik tidak terburuk. Walqismul akhir qismul mubahat wab. Adapun yang ketiga, tidak tidak terburuk dan tidak terbaik maksudnya yang tidak ada kaitannya dengan dosa maupun pahala. Wal aswa. Adapun yang terburuk, almaasi kulluha, yaitu seluruh maksiat disebut dengan terburuk. Wal ahsan dan amal terbaik maksudnya taat kulluha, seluruh ketaatan. Jadi si dia tidak membagi maksiat ada dua, terburuk dengan yang buruk. Enggak. Yang dimaksud terburuk semua amal maksiat itu disebut terburuk. terburuk dari amal seorang hamba yang disebut al-ahsan terbaik. Bukan ada ada ketaatan yang terbaik dan baik. Semua ketaatan adalah amal hamba yang terbaik. Jadi amal hamba cuma tiga kata beliau. Terburuk eh terbaik terburuk yang enggak terburuk dan terbaik. Yang terbaik apa? Ketaatan seluruhnya. Yang terburuk semua maksiat. Terburuk dari amalnya. Yang tidak terburuk tidak terbaik maksudnya perkara yang mubah. Ini pendapat. Jadi ada dua pendapat ahli tafsir. Maksudnya yang terburuk yaitu yang buruk-buruk semuanya tanpa derajat terburuk maupun buruk sama disebut dengan terburuk. Semua maksiat disebut amal terburuk. Semua kebaikan disebut amal terbaik. Adapun pendapat se tafsir enggak. Aswa maksudnya dosa itu ada yang terburuk ada yang buruk. Sehingga kalau dia melakukan amal saleh, membenarkan Nabi sallallahu alaihi wasallam, masuk Islam misalnya, maka akan diampuni dosa terburuknya dan konsekuensinya yang buruk-buruk juga akan diampuni. Ee khilaf tidak terlalu apanya jika dimaknakan demikian tidak terlalu signifikan perbedaannya. Kemudian wajizum ajrhum bianadzi kanu ya'malun. Dan akan Allah balas mereka dengan ee amal terbaik yang mereka lakukan. Amal terbaik yang mereka lakukan. Ya, Allah akan berikan balasan yang terbaik atas ketaatan yang mereka lakukan. Setelah itu Allah berfirman, "Maka itulah kenapa mereka mau surga. Karena dosa mereka diampuni dan kebaikan mereka dibalas oleh Allah Subhanahu wa taala sehingga mereka masuk surga. Dan masuk surga itu karena dua hal itu diampuni dan diberi balasan. Makanya ketika kemudian di surga mau surga kata Allah subhanahu wa taala mereka berkata, "Alhamdulillahilladzi adhabal hazan inna rbanafurun syakur." Kata penghuni surga, "Ketika masuk surga, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami inbana dari neraka." Syakur maha membalas dengan yang terbaik maka masuk surga. Sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tidak ada kesedihan, tidak khawatir akan dihukum. Karena ketika orang mas tahu dosanya banyak, dia tidak perlu khawatir karena Tuhan maha peng layak mendapatkan surga. Jangan khawatir karena Allah syakur. Amal sedikit dibalas dengan yang banyak. Maka ras mengatakan, "Jangan remehkan amal kebajikan sedikit pun meskipun hanya sekedar tersenyum ketika ketemu saudara." Balasannya berlipat ganda. Bukan kalau kita tersenyum di dunia kemudian balasan cuma disenyumin bidadari. Enggak. Enggak gitu. Disenyumin doang. Senyum bah. Senyum. Enggak. Sifat ganda. Karena rab, karena Allah subhanahu wa taala syakur, maha membalas, maha bersyukur. Maksudnya membalas amal sedikit dengan balasan yang banyak berlipat ganda. Ayat berikutnya ayat 36 Allah berfirman, "Alaisallahu bikafin abda." Bukankah Allah yang ee mencukupi hamba-Nya? Bukankah Allah yang cukup untuk melindungi hambukina sementara mereka menakut-nakuti engkau dengan sembahan-sembahan selain Allah. Siapa yang disaatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa beri petunjuk baginya. Ayat selanjutnya dan siapa yang diberi petunjuk oleh Allah tidak ada yang bisa menyesatkannya. Bukankah Allah Subhanahu wa taala maha perkasa dan dia punya kemampuan untuk bisa membalas yaitu mengazab tib. Ee di sini Allah berkata, "Alaisallahu bikafin abda." Bukankah Allah yang mencukupi hambnya? Ya, seperti fasakfikahumullah. Ya Allah akan menolong engkau dari mereka. ya ee seperti ketika kisah tentang seorang pemuda yang kemudian dia menyembuhkan penyakit yang buta bisa melihat sampai akhirnya raja marah maka raja kirim orang untuk bunuh dia. Ya, setiap raja kirim orang untuk bunuh dia, dia mengatakan, "Allahumaksini, Allahumfini allahumfinihim bim." Ya Allah, cukupkan aku, lindung aku dari mereka dengan yang kau kehendaki. Ya Allahfinihim bimasi. Jadi kafin, yaitu kafini. Ya Allah, jadilah Engkau mencukupiku, yaitu melindungiku ee dengan cara yang kau kehendaki. Akhirnya ketika mereka ajak dia di atas gunung, mereka jatuh. Ketika mereka ajak mereka buang ingin buang di lautan mereka yang tenggelam ya. Sampai akhirnya dia meninggal ketika dipanah dengan pemanahnya berkata bismillahi rabbil gulam. Kisah yang masyhur dalam kisah ashabul ukhdud. Di antara doanya dia mengatakan Allahim bim. Ya Allah eh lindungilah aku dari mereka dengan cara yang kau kehendaki. Allah berfirmisallahu bikafin abda bukankah Allah pelindungmu yang itu mencukupimu meskipun mereka nak-nakkoti engkau dengan sembahan-sembahan mereka. Kebiasaan orang ahlul batil nakut-nakutin dari dulu seperti di zaman Nabi Hud ya mereka kaum Ad berkata, "Inna illa bahatina tidaklah kami berkata kecuali, yaitu wahai Hud, engkau ini agak enggak beres karena kau telah kalalat, telah terkena keburukan dari sembahan-sembahan kami." itu karena kau menentang berhala-berhala kau sekarang enggak beres. Kau telah terkena penyakit. Qala inni ushidullah. Maka Nabi Hud banta ashadu anni bariu mimma tusikuna minuni. Aku menjadikan Allah sebagai saksi. Dan saksikanlah aku berlepas diri dari semua yang kalian sembah selain Allah. Faqiduni jamian tunirun. Kalian silakan buat makar kepadaku, berkumpul kalian semua sembahan-sembahan kalian. Panggil semua penjahat-penjahat bikin makar kepadaku seluruhnya. Faqiduni jamian seluruhnya. La tunzirun jangan tunda-tunda sekarang juga bikin celaka buat saya. Inni tawakallaikum. Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah rabku dan rab kalian. Main dainu akti. Tidak ada satu binatang melata. Tidak satu makhluk hidup pun kecuali Allah pegang ubun-ubunnya. Allah yang ngatur. Inna rabi alaati mustaqim. Sesungguhnya Allah Rabbku di atas jalan yang lurus. Dia tidak peduli. Jadi Nabi Yud sudah ditakut-takuti, "Oh, kau ini kayaknya kalalat ini gara-gara cel-cela Tuhan kami." Kualat. Nabi pun digutan, "Eh, Muhammad, kau celaka gara-gara mencela-cela siapa?" Berhala-berhala kami. Ini kan berhala-berhala lambang dari orang-orang saleh. Kenapa kau cela? Ya, kau akan kualat ya. Celaka, ya. Dan seperti itu ya sejak dahulu mereka menakut-nakuti. Maka Allah mengatakan alaisallahu bikafin abd bukanlah bukankah Allah yang melindungi hambnya? Di sini dalam sebagian qiraat ada yang baca bikafin ibadahu yang melindungi hamba-hambnya yaitu hambanya yang beribadah kepada Allah subhanahu wa taala. Dalil bahwasanya semakin seorang kuat ibadahnya semakin dilindungi oleh Allah, semakin dicukupkan oleh Allah subhanahu wa taala. Ya, semakin orang kuat beribadah kepada Allah, semakin kuat bertawakalnya kepada Allah, maka dia semakin dilindungi oleh Allah Subhanahu jadi kita enggak perlu takut. Kita ibadah tentu kita menjalani ikhtiar, kita cari nafkah, tapi kuatkan ibadah ya. Kuatkan apa? Ibadah. Makanya Rasulullah berkata laakum tatawakallaq tawakumir. Kalau kalian bertawakal dengan tawakal yang benar, Allah kasih mudah rezeki. Sebagaimana Allah beri rezeki pada burung. Kata Ibnu Rajab al-Hambali, usaha yang sedikit dengan tawakal yang tinggi hasilnya maksimal. Usaha tetap harus ada, tapi dengan tawakal yang tinggi hasilnya apa? Mak maksimal. J kita kurang ibadah, kurang tawakal ya. Dalam hadis, "Ya bna Adam ya, wahai anak Adam salatlah di awal hari empat rakaat akfik akfika, maka aku akan mencukupkan engkau di akhir apa? fi akhirin nahar. Siapa yang di pagi hari beribadah yang mengatakan empat rakaat itu maksudnya dua qabliah subuh dan subuh. Ada yang mengatakan empat rakaat duha maka Allah akan cukupkan dia di akhir hari. Maksudnya kita harus yakin kalau kita beribadah kalau dengan ibadah yang benar, tawakal yang benar, ikhlas kepada Allah, urusan kita akan diurusin oleh Allah subhanahu wa taala. Allah berfirman, wahua yatawall shihin. Allah yang mengurusi orang-orang yang saleh. Wallahu waliyul muttaqin. Allah pengurus orang-orang yang bertakwa. Jadi diurusin. Diurusin. Yang penting bertakwa. Yang penting salihin. Ya. Apa kata Nabi Yusuf alaihi salam? Ya eh minam anta wali fid dunya wal akhirat. Antau pengurusku dunia akhirat. Tawafani musliman. Wafakanlah aku dalam kondisi Islam. Jadi semakin bertakwa, semakin ikhlas, semakin ibadah, kuat ibadah karena Allah sifati dengan abdahu alaisallahu bikafin abdah. Bukankah Allah yang akan senantiasa mencukupi? Di sini kafin pakai isim fail, yaitu senantiasa mencukupi. Siapa? Abdahu, hambanya yang senantiasa beribadah kepada Allah. Saya pernah ketemu orang, dia meninggalkan kegiatan-kegiatan yang mungkin bisa mendatangkan uang banyak, tapi dia pengin nuntut ilmu. Saya tanya kamu kenapa? Dia bilang, "Orang kafir aja Allah urusin. Masa saya gara-gara nuntut ilmu tidak diurusin oleh Allah Subhanahu wa taala." Artinya dia dia percaya diri sean mau ibadah. Yang ngurusin siapa? Allah Subhanahu wa taala. Sejauh mana kita kuat ibadah, maka semakin sejauh itu kita akan diurusin Allah. Semakin kita bertawakal kepada Allah, maka semakin diurusin oleh Allah. Tentu dengan ikhtiar, bukan tanpa ikhtiar. Tentu dengan ujian bermacam-macam. Ada ujiannya, bukan enggak ada ujian. Para sahabat ketika berhijrah mereka diuji atau tidak diuji. Tapi ujungnya semuanya indah. Mereka diuji. Wukhaifunaka. Mereka nakut-nakuti engkau dengan sembahan selain Allah. Kemudian kata Allah, min, siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa kasih petunjuk. Kalau sudah sesat enggak bisa ada yang kasih petunjuk. Abu Thalib disesatkan oleh Allah. Siapa yang bisa petunjuk? Enggak ada yang Nabi. Nabi aja enggak bisa dakwahi Abu Thalib. Tidak beriman sampai mati. Ya, orang munafik semua sebab hidayah sudah ada depan mata. Mereka salat sama Nabi, mereka dengar ceramah Nabi, tetap aja mati dalam kondisi apa? Munafik. Ya, Nabi Luth istrinya. Nabi Nuh istrinya. Istrinya sama Nabi Nuh berapa tahun? Mungkin ratus. Ratusan tahun sama Nabi Nuh. Istrinya tidur bareng kemudian lihat keseharian Nabi Nuh. Nabi Nuh pasti ceramah. Enggak mungkin istrinya enggak diceramahin. Pasti diceramahin. Saya tetap aja tidak dapat apa. Tidak. Ya. Nabi Luth tinggal sama istrinya. Sampai terakhir ketika azab masih sama-sama Nabi Luth. Cuma dia bilang, "Jangan kau tengok ke belakang. Kalau kau mau selamat, tapi istrinya nengok-nengok ke belakang. Karena istrinya dari kampung situ, Akamsi, anak kampung situ. Nabi Luth pendatang. Jadi ketika kaumnya di apa? Diazab, dia nengok. Akhirnya dia maksudnya sampai akhir hayat dia masih serumah sama Nabi Nabi Luth. Sampai subuh masih malam masih tidur sama Nabi Luth. Masih bareng maksudnya ya. Tapi hidayah bukan di tangan Nabi Luth, bukan di tangan Nabi Nuh, bukan di tangan Nabi Ibrahim tidak bisa hidayah kepada bapaknya, bukan di tangan Nabi Muhammad bisa beri hidayah kepada pamannya. Gak. Innaka la tahdi man ahbabta. Kau tidak bisa beri petunjuk kepada orang yang kau cintai. Kita cuma bisa berusaha ya. Ada orang istri suaminya kacau, dia doa, doa, doa sampai mati suaminya enggak dapat hidayah gitu. Ya, ya mungkin aja. Bukan berarti kau enggak salehah, bukan. Tapi hidayah di tangan siapa? Allah. Seorang ustaz mungkin doa supaya istrinya salehah. Enggak salehah. Sampai mati pun bukan berarti mungkin ya bukan berarti ustaznya enggak saleh. Ini memang hidayah di tangan siapa? Allah. Apa? Nabi Muhammad kurang salehnya sallallahu alaihi wasallam. Pamannya sendiri tidak bisa dapat hidayah. Wam yahdillahu fama lahu min mudil. Sebaliknya siapa yang Allah kasih hidayah tidak ada yang bisa menye menyesatkan. Sekarang ada Syekh adik kelas saya terkenal namanya Abdullah Suwaidi. Dari Swedia Bay yang tinggal di Swedia penuh dengan ke orang kafir. Orang kafir ateis. Entah bapak ibunya ateis atau pokoknya di tengah-tengah orang kafir tahu-tahu Allah cabut dia. Orang boleh entah gimana caranya. Akhirnya dia sekolah di Madinah jadi doktor. Sekarang punya buku tentang bantahan terhadap ateis. Sekarang ceramah-ceramah bahasa Inggris oke, bahasa Arab oke. Siapa yang duga diambil dari lingkungan jutaan kafirin, Allah ambil satu cret? Siapa yang bisa nolak kalau Allah mau kasih apa? Hidayah. Enggak ada yang bisa. Salman al-Farisi contoh di tengah-tengah kaum Majusi. Bapaknya pun orang top, pembesar majusi. Sampai dia dibelenggu sampai akhirnya dia bisa dapat dia sendiri. cari kebenaran sampai akhirnya jadi sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di luar nalar, tapi kalau Allah kasih kehendak gak ada yang bisa menghalangi. Enggak ada yang bisa menghalangi. Saya ketemu ada orang dia bilang, "Saya paling benci dakwah sunah." Paling benci. Termasuk yang dia benci saya. Ya, dia benci, dia berusaha, berusaha, berusaha. Tapi ternyata dia bilang, "Saya seperti sapi ditarik. Tahu-tahu saya dapat sekarang jadi ustaz." Sekarang jadi ustaz. Ada satu orang juga donator luar biasa ya. Dia paling anti sama dakwah sunah. Kalau ada dakwah dia larang-larang. Dia larang. Ada dakwah dilarang. Pokok gak boleh. Sampai akhirnya satu-satu saya dengar cerita dapat hidayah dia jengkel kemudian naik naik mobil ada iklan yang sudah dirobeh-robek kalau enggak salah kertas tapi tulisan radio roja 5 berapa tuuh ya saya saking enggak pernah dengar radio rojak lagi saya lupa 756 apa am apa sih dia coba coba subhanallah dapat hidayah donator saya pernah ngisi pengajian buka puasa 15 orang dia yang kasih buka puasa. Hidayah mau dia mau kabur dari hidayah kalau Allah berkehendak dapat tetap da. Jadi wam yahdillahu fama lahu mudil. Siapa yang Allah kasih hidayah tidak akan ada yang bisa menyesatkannya. Alaisallahu biizintiqom. Bukanlah Allah adalah laziz yang maha perkasa dan maha untuk membalas. Aziz dari izzun. Dan kalau Allah disebut aziz maka kembali kepada tiga tiga makna. Pertama izzatul quwah. Yang kedua izzatu alqah wal golabah. Yang ketiga izzatul imtina. Izzatul quah maksudnya Allah maha perkasa. Allah punya kekuatan, Allah bisa bikin apa sih yang dia kehendaki. Namanya izzatul quwah. Yang kedua, izzatul qah. Yaitu Allah mendominasi. Tidak ada yang bisa keluar dari keinginan Allah. Ya, siapapun yang Allah kehendaki. Wahualqahiru fauqo ibadi. Maka Allah berkuasa dan Allah menjalankan apa yang diinginkan. tidak ada yang keluar dari keinginan Allah. Yang ketiga, izzatu imtina yaitu tidak ada yang bisa ee mengalahkan Allah. Yaitu seperti seorang yang terlindungi. Kalau manusia disebut mani, yaitu gak ada yang bisa mengganggunya, tidak ada yang bisa mengoreknya. Kalau bahasa kita Allah demikian, makhluknya semua rendah, tidak ada yang bisa mengusiknya. Zintiqam yaitu Allah mampu untuk membalas. Allah mampu untuk membalas. Ya, kalian nakut-nakuti Nabi Muhammad dengan berhala-berhala yang enggak bisa apa-apa. Kalau Allah balas kalian, bahaya. Ya, ya Allah mampu untuk membalas. Babung sampai di sini saja bab demikian saja kajian kita. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.