File TXT tidak ditemukan.
Transcript
pa5EdqKos9U • FULL DAGING! Cara Jualan Tetap Laris di Shopee 2026 Tanpa Iklan, Diajari dari Nol
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0692_pa5EdqKos9U.txt
Kind: captions
Language: id
Satu yang paling penting e Mas Agung ya
eh yang mungkin teman-teman e ini enggak
kepikiran di situ ya kita pahami dulu
cara jualan di Shopee dan TikTok. Jadi
kalau kita bicara R10 juta, Mas jualan
senilai R10 juta.
He he.
Harga produknya berapa? Katakanlah harga
produk Rp50.000.
Oke.
Artinya kan Mas Agung jualan R10 juta
dibagi Rp50.000 itu 200 pisis. Karena ee
sumber traffic kita itu dari judul
produk. Jadi aku paham nih kerangka
berpikirnya. daripada kita riset manual,
mending kita riset yang sudah terbukti
menghasilkan
penjualan ribuan per bulan. Ya sudah,
itu aja yang kita kemudian note, gitu
ya. Berarti dengan cara yang simpel ini
ketika dilakukan dengan benar dan
konsisten ini bisa ya, Mas, dapat R juta
per bulan tadi.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat datang Kapten Amerika.
Iya, terima kasih [tertawa]
Kapten Adit ya.
Kapten Adit Adit. Nah, ini baru kali
ini, Mas, saya ada tamu yang pakai
cosplay superhero masuk.
Superhero masuk ke sini [tertawa] baru
pertama kali.
Nah,
kenapa Mas kok pakai Captain Amerika?
Iya, jadi ini awal mula saya pakai
topeng cap E ini ya. Itu tahun 2018,
Mas.
Oke. Udah lama ya?
Udah lama.
Sejak itu berarti film apa? Di 2018
sudah ada C Avenger. Avenger.
Avenger. Avenger mulai naik-naik yang
ada Thanos sih. Avenger end game ya.
Iya, iya, ya, ya, ya. I, iya.
Nah, waktu itu kan ee saya kan awalnya
jualan online, terus dari jualan online
saya mulai sharing-sharing ke sosm.
Nah, saya mikir ya
ee saya harus pakai personal branding
apa nih yang yang mudah dikenalin oleh
orang ya?
Akhirnya lihat Avenger ada Wah, ini
pakai topeng A gitu sama Adit ya. Jadi
bukan Captain Amerika, Adit ya.
Iya. I iya iya iya.
Kap Adit ya. Cobalah saya ya. Dulu waktu
itu ketika ada ramai-raminya Avenger itu
saya juga kan ada tim juga bisnis Mas.
Saya sampai bikin kaos juga
avengure tim gitu. Jadi
memang waktu itu hype banget ya.
Hype banget ya waktu itu ya.
Siap. Siap.
Jadi bukan karena itu ya bukan karena
kan kalau Kapten Amerika itu sangat
kayak spiritualnya sangat tinggi itu.
Bahkan kan ada sebuah slogan yang sangat
khas banget itu I can do this all day
gitu kan.
Nah itu juga karnik mungkin ya.
Iya. Jadi ee filosofinya juga berusaha
ambil dari situ. Jadi Cap Amerika ini
penyelamat ee masyarakat, penyelamat eh
society ya, penyelamat bumi. Kalau CA
Adit ini mungkin penyelamat.
Wih, mantap loh.
Teman-teman yang baru memulai bisnis,
gimana sih ee kita mengarahkannya supaya
mulainya dengan benar ya? Boncosnya
enggak terlalu banyak.
Kadang kadang gini, Mas. orang ee bisa
jualan online, bisa berhasil di bisnis
online itu bukan karena mereka enggak
tahu caranya. Mungkin mereka butuh teman
curhat.
Ah, nah dari saya memberikan
arahan-arahan seperti itu terkadang ya
contohnya misalnya Mas Agung ya
sudah tahu oh caranya harus seperti ini,
harus ngonten, harus ini, harus ini.
Tapi terkadang butuh validasi kita juga
ya.
Oh, katanya Kep Adit seperti ini. Sini,
akhirnya dia jadi yakin.
Heeh.
Akhirnya bisa berhasil di situ.
Melangkah dengan pasti,
penuh keyakinan.
Betul. Betul. sudahile orang yang pernah
menjalan.
Betul, [tertawa] Mas.
Nah, sebelum ke situ, Mas, saya mau tadi
ada diskusi juga kan bahwa
dulu pernah jadi pengangguran, Mas, ya?
Iya.
Oh, [tertawa]
masa kelam ya?
Masa kelam pengangguran. Enggak ada
aktivitas sama sekali.
Engak ada aktivitas. Itu bisa 1 tahun
hampir 2 tahun.
Hampir 2 tahun nganggur.
Wah,
untunglah masih ada orang tua saya apa?
Saya numpang gitu. Saya numpang.
Tapi juga malu, Mas. Karena waktu itu
ee statusnya sudah S1.
Oke,
sudah S1. Ee saya nyoba-nyoba bisnis ya,
karena memang sejak kuliah saya sudah
menetapkan enggak mau jadi ee kerja ikut
orang ya,
harus jadi bos ya.
Wah,
sekecil apapun bisnisnya sikat ya.
Iya, iya iya. I
akhirnya karena terlalu banyak nyikat
nyikat nyikat ya.
Heeh. Heeh.
Jadi kesikat juga. [tertawa]
Masih masih apa ya? Masih namanya aja
masih muda. Semua dicobain ketipus
karena sini rugi.
Oh cerita rugi harus nganggur. Nah di
masa masa nganggurnya itu saya banyak
browsing Facebook ya
ikut grup-grup Facebook. Heeh. He
ada ee grup internet marketer, bisnis
online ya. Apa sih ini ya? Saya lihat
kok
kok ternyata bisa ya ee dari online dari
laptopan itu bisa hasilkan puluhan juta
sampai ratusan juta.
Nah dari situ saya mulai belajar Mas
Agung.
di tahun 2014 ya mulai pertama kali ya
13 itu full saya nganggur.
He he.
Waktu 2014 kan waktu zamannya apa ya
Mas? Ee Facebook Ad kali ya sudah mulai
ya dropship. Iya juga baru Instagram
marketing ya baru baru naik di situ.
Baretplace belum ada sama sekali ya.
Marketplace belum ada.
Nah berarti CAP Adit ini sudah melewati
beberapa generasi-generasi dari sudut
pandang internet marketing ya.
Betul. Betul. Ah,
semuanya saya. [tertawa]
Oke, oke, oke, oke, oke. Nah, yang
paling baru sekarang apa nih? Kalau Mas
menurut Mas Adit yang sudah melewati
banyak generasi internet marketing.
Kalau 2 tahun terakhir ini kita melihat
yang pertumbuhannya kencang itu di
Shopee dan TikTok, marketplace.
Oh,
justru ee kita kembalinya ke
marketplace.
Heeh. Heeh. Heeh. Heh.
Dan marketplace ini kembalinya itu bukan
bukan soal orang nyari barang langsung
beli.
He.
Tapi sudah mulai social commerce seperti
TikTok ya. Heeh. Heeh.
Orang nonton video yang awalnya
scrolling candu dengan nonton video eh
sekarang candu belanja.
Hm.
Seperti itu. Dan yang menarik, Mas ee
tadi saya sempat browsing-browsing lihat
datanya ya. Orang belanja di marketplace
tahun 2025 itu sampai 100 miliar US
dolar.
Berapa tuh, Mas? Berarti
itu sekitar 16.600-an triliun.
Wah, gede banget angkanya, Mas, ya?
Gede banget
di semua marketplace di Indonesia.
Iya.
Wow. Nomor satunya itu Shopee.
Oh,
46% market share dipegang Shopee.
Top of Mine itu ya.
Top of M. Yang kedua, TikTok.
Oke. TikTok ini juga luar biasa. Pemain
baru udah nyusul tuh.
Iya. 5 tahun terakhir dia langsung
nyusul.
Nanjak banget.
Kalau head to head marketplace ya,
TikTok sama talkpad ya. Meskipun ini
satu grup ya. Head to head secara
marketplace TikTok sudah ngalahkan ee
Tokpad ya.
H. H.
Jadi tinggal Shopee sama TikTok ini yang
salib-salipan nih. Wih, keren, keren,
keren. Mas, sebelum ke situ, sebelum
mengarah ke TikTok,
Mas Adit pernah di sebuah dari ini
seorang pengangguran nih ya, seorang
pengangguran. Pernah kemudian belajar
internet marketing. Saya lihat
prestasinya pernah
bawa sebuah brand skinc omsetnya bisa R
miliar.
Betul. Betul. Waktu itu saya barengan
sama partner ya.
Oke, oke, oke.
Ee kita berenam ada yang sebagai ee
wajah di depannya ya. Oke. Oke. Oke.
Ini salah satu fig ya.
Kemudian e ada yang megang produksi, ada
yang megang marketing. Saya sebagai
marketing CMO
marketing. Oke. Oke. Oke.
Karena kalau kita seorang diri ya untuk
mengembangkan bisnis besar itu ee susah.
Pasti enggak bisa. Susahlah ya. Heeh.
Karena
dan bisa capek ya.
Tercapai alhamdulillah.
Dalam waktu
ee 2 tahun pertama. 2 tahun pertama
sekitar R00 miliar.
Dari brand N0 ya,
brand kosong dibangun 2 tahun 200
miliar.
Iya. Iya.
Wih, mantap.
Jadi memang sebelumnya produknya sudah
ada cuman struggling ya. Struggling.
Terus ee di situ kolaborasi dengan saya
dan juga ada partner saya yang ee megang
marketing ya. He he.
Akhirnya kita rombak, kita ubah
konsepnya. Alhamdulillah bisa naik
bareng-bareng di situ. Itu end user,
Mas, atau kayak distributor atau apa
begitu?
Ee keagenan. Distributor keagenan.
Oh, keagenan. Siap, siap, siap.
Oke, Mas. Kita nyambung yang tadi.
Memang saya juga gitu, Mas. Jadi
mengamati hari ini tuh yang lagi naik
itu ya marketplace. Kalau saya mengamati
terutama di Shopee
menurut saya nih ya.
Iya.
Shopee itu wah kencang tuh.
Nah menurut Mas Adit UMKM hari ini
apakah harus melek ke marketplace itu
hukumnya wajib atau boleh mubah atau
bagaimana itu, Mas?
Menurut saya hukumnya wajib. Wajib.
Wajib. He. He.
Kenapa? Karena gini, kalau dulu ya ee
saya mengalami masa-masa 2014
18 ya
kita posting di Facebook posting produk.
Saya lagi jualan ini nih misalnya jualan
parfum. Saya jualan parfum
ya. Boleh dipegang ya?
Boleh boleh boleh boleh.
Saya jualan parfum. Saya posting nih
parfum Umer.
Parfum Umer ya dengan ee ee notes-nya
ini ini ni bla bla. Ee keharuman yang
mengingatkan Baitullah.
Iya. [tertawa] Sekalian ngiklan nih
saya.
Oke, oke, oke. Parfum. Saya cerita kalau
dulu kan Facebook pakai storyting bla
bla bla bla bla bla.
Orang komen, Heeh. He, he.
Ee, "Kak ee belinya gimana, Kak? Minta
nomor nomor rekeningnya gitu, Kak. Aku
inbox, aku DM." Kalau di Instagram WA
WA seperti itu. Nomor WA-nya apa?
Sekarang sudah ganti komennya.
Oke.
Tahun 2025 2026
begitu saya posting di sosial media,
"Kak, akun Shopee-nya apa?"
Ah, ada linknya enggak, Kak?
Kan gitu kan.
Iya, betul. shoppingnya namanya apa,
Kak?
Ee oke oke oke.
Mereka dikasih WA
atau misalnya Mas Agung upload di ee di
WA
di WA biasanya kan kalau orang tanya
ee aku mau beli nih Mas gitu. He he.
Kita ngasih nomor rekening.
Iya. Iya.
Mereka tanya ada Shopee-nya enggak?
Ah betul betul. Emang kayak gitu ya?
Iya.
Ah ini perkara lain nih. Contoh nih.
Iya.
Tim saya tim saya ini hobi banget modif
mobil Mas.
Ini bukan UMKM aja nih ya. Perkara lain.
Kenapa kita harus juga melek melek
marketplace?
Dia mau beli ban, Mas.
Ban ban yang custom itu loh.
Oh, iya. I
kan yang original itu kan ya menurut dia
wah kurang greget nih.
Dia mau beli custom tapi dia enggak mau
beli yang baru
karena menurut dia mahal. Dia mau beli
yang
aftermket.
Oke.
Yang barang bekas tapi yang baguslah
gitu.
Tapi sudah dicustom sedemikian rupanya.
Iya. Iya. Belinya memang custom ya. He.
Katakanlah belinya di Jogja ataupun
Bogor,
dia carinya di Facebook.
Oke.
Tapi dia mau transaksi di Facebook
enggak berani. Dia kadang-kala angkanya
di R juta atau Rp3 juta.
Iya.
Dia yang dinyanya apa, "Mas, ada enggak
linknya di Shopee?"
Iya,
memang hari ini kan jujukan kita Shopee
ya. Mungkin kalau beberapa tahun yang
lalu kita jujukannya adalah Tokopedia.
Nah, sekarang kita jujukannya kalau
marketlace only itu Shopee. Ada enggak
link di Shopee? Karena apa? Karena kita
yakin kalau di Shopee ini kalau
barangnya enggak dikirim atau
mengecewakan, kita bisa komplain atau
bahkan diretur kan gitu kan. Nah, jadi
kayak ada rugber yang menjamin keamanan
kita bersama.
Jadi sekelas itu pun kita juga harus
pakai marketplace gitu loh, Mas.
Zaman dulu kan kita reber ya 2016
sekarang polisi polisi online gitu.
[tertawa]
Bahkan di zaman kita dulu di 2000
sebelum 2020 ada kayak Rber yang dia
kaya dari Rber.
Oh iya. Iya, dia bikin grup juali dan
nanti dia menyediakannya. Kalau mau aman
pakai ini kan. Iya. Iya. Jadi Shopee
secara enggak langsung ini jadi tempat
yang aman. Jadi reber yang aman
untuk orang transaksi yangak enggak
kenal ya.
Betul. Enggak kenal apalagi UMKM nih.
UMKM harus di Shopee.
Mas, ada enggak ee mumpung Mas Ad juga
di sini pengalamannya luar biasa. Tadi
tak lihat juga ada 24.000 member
[tertawa] yang pernah
belajar online.
Belajar online dengan wih 24.000 loh,
Mas.
24.000 itu banyak loh, Mas. [tertawa]
Nah, mumpung di sini nih,
iya
bisa enggak kasih apa ya semacam
shortcut pendek
yang mungkin ketika teman-teman kita
pendengar UMKM di pecah telur ini
mengalami ee menjalani bisa langsung
naik tuh omsetnya dalam mungkin 1 bulan
pertama. Bisa enggak, Mas?
Oke. Oke. Jadi, shortcut pendek ee dalam
artian ee kita mulai dari kondisi dari
bawah banget ya, dari organik misalnya.
dari organik mau ke Iya, secara gratisan
mau ke online ke marketplace mungkin
dalam waktu jangka pendek dan bisa kita
lihat hasilnya.
Bisa bisa menarik ini.
Bisa bisa ya.
Jadi bahkan Mas Agung pun mungkin ee
belum pernah jualan di Shopee. Ikutin
langkah-langkah saya bulan depan bisa ee
jualan di R10 juta per bulan minimal.
Minimal R10 juta per bulan. Wih
omset ya tapi ya bukan profit ya.
Offset omset. [tertawa]
Ee
tapi lumayan loh omset R juta lumayan
loh bagi orang yang belum pernah
dikatakanlah di Shopee dapat segitu
dalam waktu 1 bulan
lumayan banget.
Belum punya pengalaman apa-apa.
Belum punya pengalaman apa-apa. Oke
silakan Mas
I. Nah sambil saya ini ya supaya enggak
ada yang terlewat langkah-langkahnya.
Oke. [tertawa]
Siap siap siap. Framework-nya gini. Oke.
Jadi kalau kita bicara R10 juta, Mas.
Ee Mas Agung ee jualan senilai R10 juta.
Heeh. Heeh.
Ee harga produknya berapa? Katakanlah
harga produk Rp50.000. Oke.
Artinya kan Mas Agung jualan R10 juta
dibagi Rp50.000 itu 200 pisis dalam 1
bulan.
Dalam 1 bulannya harus jualin 200 pisis.
200 pisis. Kalau dalam 1 hari 200 pis
dibagi 30 hari 7uh pisis per hari.
Oke
ya. Nah kalau kita bicara kita bahas
tentang Shopee dulu ya.
Oke.
Shopee ini kan intinya ee kita buka
toko, kita upload produk. Misalnya ini
harga Rp50.000 kita upload produknya.
ya. Oke,
kita bikin foto foto selesai tayang di
Shopee.
Heeh. Heeh.
Goal kita berikutnya mendatangkan banyak
pendatang.
Pendatang pengunjung.
Pengunjung ke toko kita.
Ke toko kita.
Oke. Nah, jadi kita yang pertama
optimasi toko, foto-fotonya, terus ee
deskripsinya dan lain-lain. Yang kedua
datangkan traffic.
Heeh. Heeh. Heeh.
Nah, kemudian yang ketiga kita lakukan
aktivitas harian.
Hm. He.
Oke, ini sudah datangkan traffic sudah
hariannya harus ngapain.
Nah, sebenarnya kalau kalau kita
simpulkan simpelkan ya
ee tiga aktivitas itu yang kita lakukan
ya, optimasi toko, datangkan traffic,
kemudian ee handling ee lakukan ee daily
activity-nya.
He he.
Nah, bicara tentang optimasi toko.
Kalau misalnya ini contoh parfum.
Oke. Parfum. Heeh.
Saya foto dari jauh.
Heeh.
Menarik enggak?
Kurang ya, Mas ya. Kurang menarik. Heeh.
yang bagus seperti apa?
Agak close up sekarang ya. Close up.
Heeh. Heeh. He.
Ya, bagus apa? Karena ini ee
background-nya wah ini saya harusnya
minta V konsultan branding nih ya.
Siap siap siap.
I.
Jadi kalau di background-nya adalah
keharuman yang mengingatkan Baitullah.
Jadi ada
baitullahnya.
Background-nya
ada desain seperti itu.
Heeh. Heh.
Desain Baitullah. Terus kemudian ee
ukuran berapa mili? Kadang orang difoto
enggak tahu ini 30 mili atau 100 mili.
Oh,
gitu.
Nah, terus
nanti di situ ditulis gitu, Mas, ya.
Berapa miliya ditulis dengan dengan
jelas gitu ya?
Iya, dengan jelas. Jadi kadang ini kan
kecil ya tulis.
Betul, betul, betul.
Nah, kemudian ada keterangannya ini apa
kah atau ee trade ya?
Ee perlu dijelaskan seperti itu.
Nah, sehingga ketika nanti orang
searching ya parfum Arab misalnya,
parfum Mekah muncul
langsung muncul,
langsung muncul dan menarik
dan menarik. secara gambar pun langsung
i
mengingatkan dia dengan Baitullah gitu
kan.
Betul ya?
Kemudian foto keduanya apa?
Nah, kalau saya di kelas seringkiali
saya ngajarkan sebelum kita jualan riset
dulu, cari contekan dulu
ee foto-foto yang lain yang mirip
produk-produk serupa gitu ya.
Foto. Betul.
Orang yang jualan parfum itu biasanya
setelah foto pertama gambarnya depan
informasi produk, foto keduanya apa?
Oh,
biasanya ada base note, middle note ya.
He
ee note-nya apa saja? Kemudian ee
foto yang ketiga biasanya aromanya
setelah mereka pakai ini
ee feel-nya seperti apa. Nah,
di Shopee itu memberikan kita space
sampai se foto desain dan satu video.
Oh,
termasuk ada videonya kita kita videokan
bentuknya seperti ini.
Kemudian sambil kita spray gitu. Heeh.
Heeh. ya. Sehingga sehingga orang bukan
hanya melihat gambar, jadi yang awalnya
nyari lihat akhirnya tertarik.
Dan itu harus dimaksimalkan semua tuh ya
slide foto dan satu video itu kayak
harus
kalau kita mau optimalkan toko harus
dipakai semua ya Mas ya.
Betul.
Oke.
Betul. Jadi kadang ada yang bingung
tinggal foto ini cekrek selesai.
Akhirnya apa? Besoknya enggak ada enggak
ada yang beli. Krik krik krik krik gitu.
[tertawa]
Enggak meyakinkan.
Enggak meyakinkan. Jadi best practnya
teman-teman silakan tuh lihat produk
sejenis kemudian yang diamati mungkin
penjualannya bagus dilihat tuh dia foto
pertama apa, foto kedua apa, sampai foto
kesembilan apa dan dikasih videonya
seperti apa gitu ya Mas.
Wah itu info menarik daging itu, Mas.
Kalau anak pecah telok, wah daging ini.
[tertawa]
Daging wagyu.
Daging wagiu A5. Oke, lanjut lanjut
lanjut. Contoh misalnya herbal. Herbal
kita misalnya jualan ee susu kambing
etawa. Oke, ketawa enggak cukup hanya
foto aja
ee foto produknya. Yang kedua, kita
jelaskan kandungannya apa saja.
Oke.
Terus foto yang ketiga manfaatnya apa
saja. Setelah dirilis ternyata ada
sampai 10 manfaatnya.
Orang kan jadi tertarik.
Lebih menarik lagi ada before e ada
testimoninya.
Oh, before after-nya ada.
Iya. Kalau skincare kan before after
yang apa mengatasi flek hitam atau
jerawat sebelumnya apa setelahnya apa.
He.
Rekomendasi dokter. Nah, itu harus
muncul semua.
Hm.
Karena toko semakin lengkap informasinya
semakin meyakinkan orang mau beli.
Sem. Ah, siap siap siap siap. Lanjut
lanjut lanjut lanjut. Mas apaagi?
Nah, jadi itu optimasi toko ee mulai
dari
gambarnya dulu itu tadi masih gambar itu
tadi ya.
Iya. Gambar dan lain-lain informasi dan
juga judul produk Mas.
Oke, sekarang masuk ke judul produk.
Nah, bagaimana optimasi judul produknya
Mas?
Iya, karena ee sumber traffic kita itu
dari judul produk
kayak yang kayak diketik biar keluar
gitu ya. Betul. Misalnya contohnya ee
Mas Agung ee lagi cari parfum.
Parfum Umer lagi ini.
UMer.
Wah, banyak kesebut ini Umer ya.
Iya ya. Bisa bisa nanti V endors ya
[tertawa]
Mas. Mas I Vendor Mas.
Nah,
nanti besok-besok saya jadi brand
ambassadoran. [tertawa] Mas
boleh konsultar brandingnya, Mas?
Eh, iya. Nanti misalnya gini ee
ngetiknya bisa parfum Arab,
parfum aroma Arab. Kadang orang nyari
macam-macam ya.
Iya. Iya. Kadang orang nyari parfum 30
mili,
nyarinya parfum random lah, wangi-wangi.
Ternyata ini juga muncul.
Ah, boleh juga sih nyoba gitu.
Jadi, ada beberapa kata kunci dan saya
pernah ee cek ya, satu kata kunci, Mas
itu bisa dicari ribuan orang lebih.
Oh,
misalnya parfum Arab.
Heeh. Heh, heh, heh.
Per hari ya.
Per hari.
Pfum Arab itu yang ngetik bisa segitu?
Ada ya kayak alat untuk ngecek gitu.
Masih ada ya? Oh, nanti juga dikasih
tahu ya sama Mas Sadit kalau ikut kelas
ya. Tap
atau bisa dikasih tahu di sini? Ee bisa
bisa ini cuman gini, kalau kalau dulu
kan kita ngiklan itu kata kunci manual.
Oke. Oke.
Itu bisa ke display.
Heeh. He.
Nah, kalau sekarang yang bisa akses itu
yang sudah tokonya sudah jalan beberapa
bulan itu di iklan toko fiturnya namanya
ya.
Kalau dulu iklan yang umum ya itu
pencarian manual manual ya.
Heeh. Heeh.
Itu bisa langsung muncul. Ini parfum
Arab yang nyari ada sekian
e 100.000 orang dalam 1 bulan. Yang ini
ada 30.000 orang. Parfum laki-laki 30
mili itu ada 30.000 orang seperti itu.
He.
Nah, jadi kalau saya ee cara gampangnya
kembali lagi dari toko-toko yang ee yang
laris yang
saya biasanya klik terlaris ya di situ
ada 1000 plus terjur per bulan 1000 plus
ya.
Saya lihat dia pakai kata kunci apa.
Oh.
Oh. Parfum Arab. Masukkan di catatan.
Parfum 30 mili. Parfum laki-laki.
Ah. ee parfum dengan parfume. Nah, itu
bisa yang nyari beda.
Bisa beda ya.
Bisa beda.
Oke. Oke.
Minyak wangi bisa beda lagi.
He.
Jadi aku paham nih kerangka berpikirnya.
Daripada kita riset manual,
mending kita riset yang sudah terbukti
menghasilkan
penjualan ribuan per bulan. Ya sudah,
itu aja yang kita kemudian note gitu ya.
Iya. Kita note.
Ah, iya. I.
Jadi nanti judul produknya Mas Agung
bisa ee parfum ee aroma Arab.
Heeh. ee minyak wangi, parfumnya 30
mili, terus ada yang lainnya EDP EUD
parfum ya. He
sampai 100 karakter.
Oke.
Jadi katakanlah nih kita menemukan
banyak kata nih, banyak keyword-kiyword,
banyak kunci yang kemudian kita tangkap
dan kita note.
Heeh.
Dan kemudian enggak enggak bisa nih 100
karakter katakannya sudah penuh gitu ya.
Berarti bisa jadi satu produk itu bisa
nanti kita punya banyak
dipajang di beberapa etalase gitu ya
gitu ya. Bisa ya
jadi duplikat
duplikat gitu ya. Oh,
misalnya Mas Agung sudah ngumpulkan ada
20 30 kata kunci nih.
10 kata kunci sudah ada di produk
pertama.
Bisa jadi produk kedua. Produknya sama
produknya sama cuma optimasinya dengan
kata kunci yang berbeda.
Betul. Ee ee narget market yang berbeda.
Wah, sudah cepat nangkap ini. Besok
langsung buka Shopee. Jangan-jangan
[tertawa] ini kayaknya langsung saya
bukakan Shopee nih. Oke. Dia sudah ada
sih.
Iya.
Oke. Oke. Oke.
Jadi ee itu traffic itu pening banget.
Kadang
banyak orang yang enggak melek cuman
nulisnya nulisnya itu parfum 30 mili
parfum Arab sehingga pencariannya itu
sempit orang yang pengunjungnya itu
kecil.
Oh. Jadi harus divariasi ya. Bisa parfum
bisa minyak wangi,
bisa dari berapa gramnya tadi
bisa before after-nya dan sebagainya.
Ataupun yang pengin di katakanlah yang
ini parfum mak yang bisa mengikatkan
Baitullah berarti parfum Baitullah dan
sebagainya.
Iya. Ada juga parfum umrah. Kata
kuncinya macam-macam gitu. bisa. Iya.
Lanjut, Mas. Setelah foto dan juga
judul,
apa yang harus dilakukan biar orang 30
hari bisa omset R juta dari Shopee.
Iya.
Nah, dalam artian ini sudah jadi dengan
judul seperti itu ee foto produk ya ee
setidaknya kita ee Mas Agung pasti kalau
sudah ngelis kata kunci ya he
pasti enggak meskipun produknya cuman
satu ya Pak Agung ya pasti enggak cuman
jadi satu produk aja.
Oke.
Bisa sampai lima produk.
Oh. Heeh.
Jadi dengan kita lima produk dengan
market yang beda-beda itu kita jalankan.
Oh, yang duplikat tadi ya.
Duplikat tadi.
Oke. Oke.
Nah, baru lanjut ke ini ya ee aktivitas
harian. Daily activity-nya.
Daily activity tadi kan masuk dalam
preparation gitu ya.
Preparation. Ini kenapa Kapten Abdit?
Kenapa ini?
Keringetan.
Aduh keringetan. [tertawa]
Saya kira ada serangan dari Thanos itu.
Iya iya. Oke. Siap. Siap. Jadi toko
sudah jalan atau misalnya dari satu
produk ee kita posting lagi, ada kata
kunci yang belum kita masukkan bisa
setiap hari setiap hari bisa posting
bisa nambah gitu ya. Oke oke oke.
Karena ini kan ceritanya kita organik
ya.
Kita organik bisa posting.
Kalau di sosmet orang jualannya posting
konten-konten ya. Kalau di Shopee kita
posting produk-produk
produk-produk dengan kata kunci yang
berbeda.
Betul.
Ini sekali lagi dengan pendekatan
organik ya tanpa iklan. Beda lagi nanti
kalau pendekatannya iklan.
Iklan. Oh, ini organik dulu.
Organik dulu.
Oke. Siap.
Jadi dengan ee kata kunci yang berbeda
itu kita bisa posting setiap hari ee
sehingga
contoh ya, satu produk ini ee satu kata
kunci dicari 1000 orang. He he.
Mas Agung punya satu produk yang berisi
lima kata kunci.
Berarti 5.000 orang ee potensi
pengunjung per harinya di situ.
Iya. Iya. Bisa
posting lagi pakai kata kunci yang lain
5.000 lagi yang berbeda.
He he.
Sehingga masing-masing produk ini
meskipun produknya sama-sama parfum
ya. ini dia bisa mendatangkan penjualan
yang beda-beda.
Yang berbeda-beda. Berarti ee fotonya
itu bisa sama atau menurut Mas Adit bisa
beda, Mas? Harus beda. Sama bisa enggak
apa-apa ya?
Info info info produknya dari yang foto
kedua sampai ke videonya sama enggak
apa-apa.
Kalau gambar depannya
gambar depannya diubah-ubah aja.
Angle-nya diubah-ubah.
Betul. Misalnya ini ee kita ee
satu botol kemudian ada yang tiga botol.
Oh.
Ada yang juga ada Baitullahnya.
ada yang mungkin ee menampilkan sisi
elegannya. Heeh.
Ada air segala macam gitu.
Oh, oke. Oke. Variasi aja gitu.
Variasi aja.
Oke. Siap siap siap.
Nah, kemudian di electivity-nya selain
kita posting ee produk di Shopee itu kan
ada fitur bisa naikkan produk.
Hm.
Jadi ee yang ratingnya mungkin produk
baru ratingnya ada di bawah ya. He
ini bisa naik ke agak ke atas
meskipun powerfulnya
enggak sep kalau kita ngiklan.
Hm. Berarti ini bukan iklan.
Ini fitur fitur bawaan toko.
Fiturnya. Iya.
Oh.
Nama fiturnya naikkan produk.
Naikkan produk.
Iya. Dan itu kita bisa naikkan produk
dikasih jata 5 produk ee per 4 jam
sekali.
Oh. 5 produk per 4 jam. Itu kayak kata
cara kerjanya gimana, Mas? Jadi
produknya di
kayak dimunculkan di beranda orang
begitu.
Betul. Oh,
jadi kita masuk ke fitur produk, ada
fitur klik naikkan produk
kan. Ee cara kerjanya gini.
Ketika ketika ada customer ngetik parfum
Arab ya, kata kunyinya teroptimasi nih.
Heh.
Harusnya kalau kita enggak pakai naikan
produk, orang butuh scrolling sampai 10
20 kali baru ketemu kita
di bawah banget gitu ya. Oke.
Itu scrolling beberapa kali mung
sudah nongol.
Oh.
Kita tinggal klik settingan.
Settingannya pun simpel. Kita tinggal
klik naikkan naikkan, naikkan.
naik-naikan sudah tunggu ee per4 jam
tunggu dia bekerja.
Iya.
Dan itu per4 jam turun lagi.
Iya.
Ee kita naikkan yang baru atau naikan
yang sama lagi.
Betul.
Oh.
Dan kita bisa menaikkan itu 5 waktu.
[tertawa]
Lima waktu.
Lima waktu di dalam 1 hari.
Oh ya. Karena tadi 4 jam ya. Jadi 24 jam
dibagi 4 gitu ya.
Iya. Iya.
Misalnya misalnya jam 5.00 pagi. Jam
5.00 pagi kita naikkan produk.
Jam 09.00 pagi nanti naikkan lagi
jam .00 siang.
Kemudian jam 5.00 siang.
Heeh. Heeh.
Jam ee 09.00 siang eh
jam 5.00 sore, jam 09.00 malam ya.
Pokoknya per4 jam itu aja lah ya
dinaikkan.
Iya.
Sisanya ya tidur tidur. Iya.
Bangun subuh naikkan jam 09.00 gitu.
Naik lagi. Siap. Siap. Siap. Oh ada
fitur gitu ya baru tahu saya.
Oke. Oke.
Jadi itu yang organik.
Oke. Nah itu itu aktivitas harian.
Jadi kita tinggal ngecek ya tinggal
ngecek
ee e per hari kita posting dan juga
naikkan per 4 jam.
Terus,
terus itu tadi berapa? Kalau kita
posting ada lima etalase ya misalnya di
awal ya
masing-masing etalase ada satu orderan
itu sudah lima orderan per hari.
Ee
di satu pisis belum lagi kita nambah
terus kan.
Heeh. Heeh. Heeh. Heh.
Jadi gol kita tadi berapa pisis? Tujuh
pis.
Tujuh kan cuma. Wah. Oke. Oke. Oke. Tapi
dengan cap adet ya ini udah atau ada
lain
itu? He.
Ada lagi yang harus dilakukan atau cukup
ini aja?
Cukup itu aja. Oh, berarti dengan cara
yang simpel ini
ketika dilakukan dengan benar dan
konsisten ini bisa ya, Mas, dapat R juta
per bulan tadi.
Iya. Iya.
Oh, tanpa perlu kita sebar link di luar
gitu, sebar di IG atau di Facebook tanpa
perlu hanya memanfaatkan market yang ada
di Shopee aja.
Di Shopee aja tanpa yang itu bisa ya?
Bisa.
Oh, oke. Ya, ya, ya, ya, ya. Wah, keren
ya. [tertawa]
Karena pencarian dari ya itu tadi ya,
orang yang belanja di Shopee kan besar
banget ya. Heeh. Heeh. Heeh.
R600 triliun kali market share-nya 46%
ya itu.
Wih gila berarti sekitar berapa ya?
Ratusan miliar pasti ya.
400 sampai 500
600 miliar.
Iya. Triliun Mas.
Oh iya 600 triliun ya.
600 triliun per tahun.
Nah. Semogalah produk teman-teman ada
yang di situ gitu ya.
Amin. [tertawa]
600 triliun loh.
Iya.
600.000 triliun.
Gila.
600 triliun ya kan? 1600 di ken 600
triliun.
600 triliun ya.
Shopee doang.
Iya juga banyak sih 600 triliun.
[tertawa]
Oke. Nah ee lantas kalau yang di sekolah
kan ada tadi katanya Mas Adit juga
baru-baru ini beberapa tahun terakhir
bikin namanya sekolah seller.
Sekolah seller.
Nah kalau yang di sekolah seller apa
yang diajarin Mas?
Kalau di sekolah seller saya ngebantu ee
teman-teman untuk mencapai R juta
pertamanya.
Oh. Oh,
jadi kalau yang tadi teman-teman ya,
penonton e YouTube pecah telur ini ya
bisa mulai pecah telur
di R juta
30 hari ke depan di R juta per bulan
dengan mengikuti tips yang tadi.
Oke, yang tadi aja tuh. I
tadi. Oh iya, Mas. Saya boleh nambahin
enggak?
Silakan, silakan.
Ada ada kunci percepatannya, ada
lanjutannya tadi.
Yang tadi ya, ini yang masih yang tadi.
Oke. Oke.
Jadi secara gratisan begitu nanti sudah
ada penjualan, penjualanpenjualan mau
digulung bisa. Hm.
Jadi misalnya, "Wah, ini ada profit
nih."
Heeh.
Mulailah iklan.
Oh. Biar enggak capek terus
posting-posting terus ya,
biar enggak per4 jam tadi nge-up itu ya.
Nah, iklan adalah cara otomatis untuk
nge-up sendiri.
Betul. Dan bagi ee bagi Shopee, TikTok
ini ee algoritmanya itu siapa yang beri
iklan akan dinaikkan.
Oh, iya. I ya.
Jadi yang kita tadi naikkan itu butuh
orang scrolling sampai lima kali, enam
kali. ketika iklan bisa di
pertama
pertama kedua seperti itu.
Oke. Oke. Oke. Tapi kalau iklannya
banyak juga yang bisa kayak apa
tender-tenderan gitu ya. Bisa biasanya
kayak gitu ya.
Iya. Saling bersaing seperti itu.
Saling bersaing. Siap.
Nah, iklan itu ee yang paling efektif
sekarang fiturnya namanya GMV Max Roas.
Iya. Iya. Iya.
Secara teknikalnya ya.
Iya. Iya. Iya. Iya.
Selain iklan ada juga Mas ulasan. Eh,
nah kadang ya Mas Agung punya toko
parfum pertama
postingnya sudah banyak sudah 10 produk,
11 produk. Dicek
ulasan toko atau ulasan produknya,
dicek pengunjungnya. Pengunjungnya ini
banyak juga per hari, tapi kenapa
konversinya kecil?
Nah,
kembali lagi ke habit kita. Masyarakat
Indonesia kalau belanja
lihat ulasan.
Lihat ulasan.
Kok kosong?
Saya juga gitu sih, Mas.
Iya.
Iya, iya iya iya.
Nah, ini benar enggak ya?
Iya, iya. Kok masih kosong ini
toko-tokonya? Nah,
jadi supaya traffic enggak terlalu
terbuang ya, kita butuh optimasi ulasan.
Gimana cara optimasi ulasan, Mas?
Jadi optimasi ulasan itu ee kalau saya
sharing ya ke komunitas, kita mulai dari
friend order,
teman-teman kita untuk diminta untuk
order.
Oh, misalnya teman kita si A, si A, saya
lagi jualan parfum nih ya.
Tolong dong diorder di Shopee saya gitu.
Iya. Setelah beli kasih ulasan. Ee
jangan hanya ulasan bintang lima, tapi
difoto terus kasih
apa? Difoto kasih review-nya.
Heeh. Heeh. Heeh.
Seperti itu.
Oh.
Nah, setidaknya 2030 itu cukup
meyakinkan.
Hm.
Orang lihat ada wah benar nih barangnya
memang benar yang seperti yang dipajang
di atas ya.
Heeh. Heeh.
Dan juga review-nya bagus-bagus.
Nah, bisa mulai dari situ.
Ah, daripada kosongan ya.
Daripada kosongan. [tertawa] Kadang
kadang juga ee wah bayarin dong ya.
Kita lihat ya. Enggak apa-apalah awal.
Iya. Iya.
Kita juga nyenengin teman kan. Produk
dikasih teman. Hung-hitung juga sedekah
kan.
Insyaallah kalau sedekah kan rezekinya
bertambah.
Iya. [tertawa] Betul. Betul.
Nah, itu itu banyak digunakan ee
sebenarnya prinsipnya pebisnis coffee
shop.
Oh.
Ya, Mas Agung mungkin ee lagi
jalan-jalan ya atau coffee shop baru
buka.
Baru buka.
Wah, ini baru buka tapi langsung ramai.
Tapi kok ramai gitu ya? Heeh.
Parkirannya penuh.
I iya iya.
Nah, ternyata itu temannya semua.
[tertawa]
Iya iya iya betul betul betul
temannya, saudara, kerabatnya diundangi
semua
supaya kelihatan ramai.
Betul. Kadang-kadang ada juga yang
sampai di list gitu loh, Mas. Hari
pertama temannya, besok temannya istri,
besok temannya siapa? Nah, ini ke depan
saudaranya. Jadi kayak seminggu ke depan
loh keramai terus ya ini. [tertawa]
Tapi kalau seperti itu sampai 1 tahun
boncos
ya. Jangan jangan setahun lah.
Iya. [tertawa] Iya. I.
Nah, artinya apa? Itu
menjadi strategi pebisnis awal untuk
meningkatkan trust. Ah,
ya mungkin dia bayarin awal modal awal.
Iya.
Sama dengan di Shopee.
Iya. Iya.
Kita mungkin bayarin bagi-bagi parfum
ya. Ini ee belanjau di sini nanti tak
ganti.
Heeh. Heeh.
Gitu. Atau diskon besar gitu ya.
Diskon besar gitu
atau Mas Agung sudah punya
ee pelanggan ya di Sosmet ya. Yang beli
di sini saya kasih tambahan diskon tapi
ngasih ulasan ya.
Iya. I
kayak gitu. Jadi misal kayak saya pecah
telur itu follower pecah telur diminta
untuk ayo order-order di produknya pecah
telur gitu.
Iya.
Dan itu yang membuat nanti ngegulungnya
itu ketika ada customer asli dari Shopee
yang kalau misalnya gini perbedaannya
gini
Mas Agung toko ee masih baru kulasan
masih nol. Heeh.
Yang datang ke tokonya 100 orang, yang
ngeklik 100 orang, 100nya enggak beli.
Nah, begitu sudah ada ulasannya, apalagi
sampai 20 30 ada 100 orang yang datang
bisa 10 yang beli, 15 yang beli karena
sudah percaya trust.
Iya. Iya. I jadi sayang juga ya kalau
belum ada ulasan ya. Jadi banyak datang
traffic tapi enggak enggak terkonversi
dengan baik gitu karena kurang percaya.
Iya. I itu kunci percepatan penjualan.
Tadi
pertama iklan, yang kedua ulasan. Oh,
jadi ini pilihan sih kalau misalnya wah
belum ada modal nih seperti itu. Ya udah
jalanin yang gratisan tadi,
yang organik aja.
Oke, oke oke oke.
Ada juga ee kunci maksimalkan income,
Mas.
Ada kunci maksimalkan income. Gimana
lagi tu?
Iya. Tadi kan Mas Agung gini ee cap itu
kan ee R10 juta omset.
Oke.
Kan orang bisa dapat cuman R500.000
netnya bisa R juta,
bisa R juta atau R juta
ya atau bahkan R juta. Mereka jualan R
juta dapatnya R juta.
Nah, yang pertama itu dengan kita cari
ee produk yang marginnya besar.
Hmm. Oke. Oke. Oke.
Jadi cari produk yang marginnya besar.
Banyak camilan ya.
Sekarang kan lagi naik jualan basreng.
Heeh. He he.
Jualan basreng. Ee misalnya kita dan itu
startnya bisa mulai dari ratusan ribu,
Mas.
Hm. Hm.
Mas aku misalnya ee kulaan basreng ee
Rp100.000 dapat
ee mungkin di 3 kilo ya.
3 kil 4 kilo terus dijual 100 gran
difoto foto foto foto
dipacking ulang
dipacking ulang. Nah, itu marginnya bisa
lebih besar tinggi ya
bisa tinggi.
Nah, atau ee kalau saya pribadi di dalam
komunitas saya juga saya banyak
nyediakan produk-produk yang marginnya
50%.
Oh,
jadi orang-orang itu kayak dikasih list
gitu ya atau disediain gimana?
Ya, ini saya ada kosmetik, ada skinc,
ada juga ee produk sabun,
ada juga produk ee paranet. Paranet itu
yang untuk menedukan
tanaman itu kanan itu ya.
Berarti bisa juga misal nih saya
tertarik dengan sekolah seller ini, saya
belum punya produk pun juga bisa jadi
Mas ya.
Bisa jadi
karena di situ juga dikasih beberapa
rekomendasi produk yang marginnya 50%.
Iya, betul. Yang kita juga e bisa
dropship, enggak perlu packing-packing
juga. Oh, karena juga bisa kan kayak
pemilihan gudang bisa di mana gitu kan
bisa ya?
Betul. Betul.
Oh, oke oke oke oke oke. Menarik
menarik.
Jadi ee kembali lagi yang tadi ya, kunci
maksimalkan income.
Kalau kita sudah paham ya intinya kita
punya skill-nya dulu jualannya, tahu
cara main di Shopee-nya, di TikToknya
seperti apa. He he.
Produk apap pun bisa masuk.
Kita jadi lebih sensitif. Oh, ini produk
ini gede nih. Oke. Nah, ini parfum nih
gede nih. Parfum termasuk yang gede juga
bisa gitu.
Oh, iya iya iya. Dan juga kita jualan
tadi kan ee kalau 200 pis harga Rp50.000
itu kan ee
apa ya? Ee
R50.000 itu kan 200 pis ya.
Eh
oh untuk mencapai R juta kalau produknya
Rp50.000 butuh 200 produk laku.
200 produk laku atau 7uh produk per hari
pisis per hari. Oke.
Nah, kita jualan kan bisa sekali jual
langsung bandling.
Iya.
Bisa langsung lagu dua, laku tiga. Misal
kita bikin bundling beli tiga
mungkin di diskon R5.000 atau dapat apa
itu bisa lebih cepat gitu ya.
Bisa lebih cepat mencapai golnya.
Mencapai gol yang R10 juta tadi kalau
kita kontaknya gold R10 juta.
Iya. Apalagi kalau produknya repeat
order-nya tinggi.
Hmm.
Parfum. Itulah kenapa saya ee jualannya
industrinya di skinc, kosmetik, madu
herbal
yang setiap bulan orang pasti beli
karena habis. Habis.
Kalau cocok, habis dipakai pasti beli
lagi.
Betul.
Oh, oke. Siap, siap, siap.
Misalnya apalagi skinc ya. He
ee sudah cocok dengan ini jadi glowing.
Bulan depan enggak pakai enggak glowing
to atau pakai merek yang lain malah
bruntusan.
Iya. Iya. Bahaya nih. Harus harus pakai
tetap yang sudah terbukti glowing.
Iya.
Jadi produk itu bagus untuk
mengoptimalkan ee income
margin besar. ee kita bisa bandling dan
kita juga
apalagi repeat order-nya tinggi.
Mas, kalau saya penasaran dengan sekolah
sellernya, berarti itu juga diajarin
bukan misal nih kita UMKM berarti tidak
tidak hanya diajarin Shopee dan berarti
TikTok juga ya?
TikTok juga Shopee dan TikTok kita
Shopee dan TikTok
karena dua marketplace itu yang populer
saat ini ya.
Iya. Memang tak tak lihat ya Mas ya tak
lihat itu pola teman-teman UMKM saat ini
Mas. Jadi ketika dia seller UMKM itu
pasti memiliki dua di dua toko itu
pasti memiliki Shopee, pasti memiliki
TikTok. Nah, itu kayak ya produknya pun
juga mirip-mirip kan. Maksudnya fotonya
juga udah
satu satu foto tinggal ditaruh di dua
gitu. Cuma bedanya kalau TikTok kan
harus ngonten.
I
kalau di Shopee tidak harus ngonten.
Betul ya Mas ya.
Harus ngonten. Cara cara mainnya beda.
Behavier orang belinya juga beda.
Kalau di Shopee orang buka Shopee sudah
niat pengin beli. Sudah ada tujuannya.
He.
Saya mau beli skinc F hitam,
saya mau beli cosmetic e lip cream yang
mate.
Nah, tapi kalau di TikTok mereka
scrolling cari yang viral-viral ya,
yang lagi viral gosip-gosip apa nih
terbaru. Eh, tiba-tiba ada foto fotonya
ada video jualan produk kita. He he he.
Mereka tertarik order.
Hm.
Siap. Kalau yang di sekolah seller itu,
Mas, itu seperti apa maksudnya
pembelajarannya bagaimana? Apakah
selalu tetap muka dengan Cap Adit atau
ada videonya atau seperti apa sih
sebenarnya? Di sekolah seller kita ada
program mini di sekolah seller. Mini itu
ada
ee bisa belajarnya online lewat Zoom
kurang lebih sekitar 3 jam.
Oke. Eh heeh heeh.
Ee ini bukan hanya daging lagi nih ya
sampai bukan hanya tips R juta lagi
untuk dapetin Rp100 juta nih ya.
Pasti dagingnya lebih enak inil lahir.
Iya [tertawa] lebih tebal. Lebih tebal.
Nah, bisa juga ee offline e
kita ada seminar offline road show ee
road show ke kota-kota. Oh,
biasanya kalau di Instagram saya
misalnya di bulan ini ya ke kota mana
saja ada jadwalnya.
Oh,
Depok, ee Jakarta, Depok, Bekasi,
Tangerang, Bogor.
Heeh.
Ee Jawa Tengah ya. Ya.
Ke Jawa Barat juga Bandung, Cirebon,
Tasikmaya.
Kemarin kita baru baru saja dari
Surabaya.
Hm.
Sampai keluar pulau Mas.
Hmm. Makassar kita sudah tiga kali ee
seminar di sana road show terus
Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin,
Medan kita juga tiga kali Batam. Wih,
jauh-jauh ya, Mas ya.
Iya.
Itu yang offline itu juga mini course
itu tadi
mini
3 jaman.
Iya.
Walaupun offline ya.
Walaupun offline.
Oh.
Jadi yang saya bahas itu ee peta R juta
pertama.
Oh. bagaimana kita yang dari start dari
nol ya belum bahkan belum punya toko
sama sekali bisa ngikutin
langkah-langkah itu dengan mengikuti
peta 100 juta itu.
Oh, Mas boleh tahu sampai berapa kayak
gitu ngikutin mini itu?
Ee beda-beda
investasinya untuk masuknya.
Investasi untuk ikut kelasnya itu
iya R97.000.
Oh, sangat terjangkau ya.
Iya.
Bahkan ee bukan hanya sekali ya, bukan
hanya ikut katakanlah ikut zoom-nya zoom
3 jam bukan hanya sekali zoom. He
ee besoknya ada rekamannya, kita
sharingkan rekamannya dan boleh resit
setiap
pekannya
boleh ikut zoom ulang begitu kecuali
yang offline ya.
Offline kan jauh nih.
Kalau offline boleh juga ikut zoom
diomut zoom. Kalau kurang paham tuh
mungkin pas waktu diajar masih mikirin
banyak hutang begitu ya. Kadang-kadang
kan enggak masuk tuh pelajaran. Wah
bingung sih kemarin diajarin apa enggak
paham. Nah
ikut ulang.
Ikut ulang
enggak apa-apa sampai 1 tahun ikut ulang
enggak bayar enggak apa-apa. Oh.
Karena saya setiap Senin itu ada Zoom
mini sekolah seller.
Oh. I.
Jadi mereka bisa ikuti ikuti ikuti ikuti
he
dan ee setiap kali ada yang update saya
tambahkan materi di situ.
Selesai ee materi tanya jawab
bisa bersuara bisa lewat chat gitu. He
he
betul.
Itu kan yang mini Mas. Kalau yang
berarti ada lanjutannya juga dong
berarti ya.
Iya.
Oh
jadi kita ee lanjutannya itu ke arah
pendampingan, Mas.
Pendampingan. Oke.
Jadi bukan bukan workshop bukan ee yang
kalau workshop kan kita belajar 2 hari
selesai. Heeh. Heeh.
Ee
praktiknya sendiri. Praktiknya sendiri
ya.
Iya. I.
Nah, ini saya punya pengalaman ya.
Oke. Oke.
Tahun 2018191 pertama kali saya ngajar.
Saya workshop 2 hari ya. Saya ngajar ya
yang diajarkan A sampai Z.
Heeh. Heeh. Heh.
Wah, gimana ee saya tanya peserta, "Wah,
meleduk Pak gitu ini."
Wah, semangat semangat semangat semangat
gitu gitu kan. Waktu saya validasi lagi
belajar A sampai Z, ternyata nyantolnya
A sampai D.
Oh, banyak tuh yang belum paham berarti
E sampai Z.
Iya. Artinya apa?
Ee ada keterbatasan kita dalam menyerap.
Saya sendiri pun sama juga mungkin Mas
Agung pernah ikut ee workshop
2 hari. Wah, pematerinya bagus, daging,
tapi enggak semuanya bisa keserap. He he
he. He.
Nah, justru yang paling penting itu kan
aplikasi bisnisnya. Betul. Setelah
worksh minggu, minggu saya terapkan kok
ada case seperti ini, ada case seperti
ini. Kita perlu konsultasi, diskusi.
Betul. Itu yang enggak bisa diberikan di
workshop. Hm.
Ya, ada missing link di situ.
Nah, akhirnya ini yang ee membuat ee
saya di sekolah seller
He.
Ee membuat kurikulum yang berbeda.
Konsepnya pendampingan.
Pendampingan. Berarti one on one.
Ee ada kelas barengnya seminggu sekali.
Oh,
jadi setiap pekannya itu kita ada Zoom.
Heeh. Heeh. Heeh. Kelas bareng.
Kelas bareng. Tapi enggak banyak tapi
ya.
Dan itu pun saya bagi dua. Oh
oke.
Ada yang khusus pemula banget ya. Pemula
banget belum punya toko. Kalau
digabungkan dengan yang
sudah intermediate
yang sudah intermediate kadang minder
gitu.
Enggak nyambung kan?
Enggak nyambung.
Jadi pemula banget di hari ini. Di hari
ini yang untuk yang tokonya sudah jalan.
Oh.
Baik yang omsetnya masih jutaan, bulan
juta ya. Yang masalah traffic itu ada di
kelasnya sendiri.
Oh.
Bahkan saya bedah toko.
Heeh. Heeh. Heeh.
Jadi ee casmu apa nih? Oh, saya sudah
jalankan lima iklan cap ya. Coba buka
share screen ya.
Oh, ini kurang ini. Kurang ini. Wah, ini
perlu diganti gambar depannya.
H.
Oh, ini perlu dinaikkan rolasnya. Kita
bedah toko di benda
itu di kelompok kecil itu tadi.
Iya. Kelompok kecil
bedah tokonya.
Iya.
Berarti enggak apa-apa kayak saling
buka-bukaan antar member tahu juga
enggak apa-apa berarti.
Oh, enggak apa-apa. Enggak apa-apa.
Oh, saling untuk pembelajaran juga ya.
Pembelajaran juga. Oh,
dan kalau memang mereka ee penginnya
lebih private ya itu bisa ee chat saya
karena saya juga menyediakan layanan ada
boleh langsung chat ke WhatsApp saya.
Oh, siap. Ada banyak layanan ya di
sekolah seller ya. Iya. Itu untuk yang
ee konsepnya di pendampingan butuh
intens ya.
Jadi begitu saya ceritakan ini mini
seperti ini petanya gimana bisa jalan
sendiri atau butuh pendamping? Hm.
Ada juga yang menarik, Mas. Ada yang
saya juga kaget, ya.
Heeh. He.
Waktu itu saya ngadakan seminar di
Cikarang.
Oke.
Mini sekolah seller Cikarang 97.000
beliau ikut.
He he. He.
Beliau sudah punya produk dan ingin ee
dijual produknya. Saya lupa produknya di
bidang kategori kecantikan ya. Heeh.
Heeh. Heeh.
Nah, beberapa bulan kemudian nge-chat
saya, ng-DM saya di Instagram, Kep
saya setelah ikut seminar kemarin mini
sekolah seller yang R97.000 ya,
saya sudah mulai jualan dan omset saya
sekarang R jutaan per bulan
gitu. Wow.
Itu tanpa pendampingan.
Tanpa pendampingan.
Wih.
Jadi ee kasih saya kasih petanya sudah
jalan
dia terapkan.
Iya.
Nah, ini saya pengin scale up.
Heeh. Heeh. Heeh. Saya pengin ikut
pendampingan. [tertawa]
Jadi kalau untuk ke R jutanya ya dia
pengin pengin didampingin, pengin tanya,
jawab lebih intens.
Iya. Langkah yang benar biar enggak biar
enggak banyak coba-coba sendiri.
Iya. Nah, dari ikut mini itu nyoba-nyoba
sendiri pun dia bisa omsetnya R3 juta.
R juta. Lumayan ya.
Lumayan.
Jadi memang kayaknya kembali ke apa ya
tingkat keburtalan action dan juga
kepintaran penyerap materi itu juga
mempengaruhi peserta.
Betul. Memang kita enggak bisa
enggak bisa menjamin semua peserta yang
ikut pelatihan kita. Iya.
Menjamin semua sukses kan enggak bisa
kan butuh actionnya berbeda,
penyerapannya berbeda dan lain
sebagainya.
Nah, ee
kalau Mas Adit nih, Kep Adit sudah apa?
Sudah banyak member, kemudian juga sudah
banyak murid-muridnya yang sukses.
Iya.
Next mau ngapain lagi nih, Mas Kitnya?
[tertawa] Heeh.
Next-nya ingin membuat lebih banyak
orang sukses lagi.
Oh, jadi lebih banyak sukses.
Iya, karena saya ee pengalaman waktu itu
mengembangkan brand ya bersama partner
Iya. Konsepnya keagenan, distributor
itu banyak, Mas, yang awalnya enggak
bisa jualan.
Mereka jualan cuman posting-posting di
WhatsApp,
di Instagram.
Dan mereka yang postingan story itu di
Instagram langsung ngetag ee IG-nya
official gitu minta dipost.
Iya. Kadang kalau enggak dipost protes
gitu.
Oh.
Jadi official banyak repost, banyak agen
tuh
banyak jadinya.
Iya. Iya. Berawal dari seperti itu ee
ada yang sampai akhirnya alhamdulillah
saya sudah berangkat umrah.
Oh.
Bisa renovasi rumah, beli mobil dan
lainnya.
Nah, perubahan-perubahan seperti itu
yang yang ee saya senang liihatnya.
Iya, betul, betul, betul.
Nah, akhirnya itu yang memicu saya di
tahun 2025 ini membuat tempat belajar
Oh. ee di sekolah seller itu ee lebih
besar lagi.
Jadi bukan hanya khusus di produk saya,
tapi Anda jualan produk apapun boleh.
Heeh. Heeh.
Ya. Dengan metode jualan online yang
paling terkini saat ini. Heeh. He.
Yang paling ramai kan Shopee dan TikTok
ya. Kalau saya bahasnya jualan di sosm
ya mungkin masih ramai ya tapi bukan
yang paling ramai.
Yang pasarnya gede, duitnya gede kan di
marketplace TikTok.
Iya sih bener. Saya juga merasa gitu
Mas. Jadi, he
ee ketika katakanlah sesimpel memberikan
tayangan seperti ini,
kemudian ada penonton kita yang komen,
"Mas, terima kasih
ternyata ilmu ini yang saya butuhkan."
Heeh.
Kemudian e mungkin kita lihat di
postingan yang ke belakang itu, wah
ternyata setelah menerapkan ilmu yang di
sini ada perubahan di bisnis saya. Wah,
itu saya ikut senang gitu loh, Mas.
Walaupun juga enggak dapat omset, enggak
dapat kecipratan omsetnya, tapi gitu aja
sudah senang. meskipun enggak ditraktir
gitu ya, [tertawa] enggak tahu juga
siapa itu.
Tapi pasti kalau yang lebih kalau Capt
Adit kan lebih personal itu saya lebih
lebih kena lagi gitu perasaannya.
Iya. Kadang-kadang orang gini, Mas ee
bukan karena kita nyampaikan satu materi
ya,
framework-nya strukturnya seperti ini.
Mereka mereka bisa aja sih ngikutin ya,
tapi
terkadang ada tanya jawab yang saya
jawabnya pakai voice note misalnya, oh
seperti ini. Dan itu simpel itu bisa
berdampak banget ketika.
Iya. Pas kalau pas ngena banget
pas lagi dia lagi ngadapin dan mungkin
voice note itu yang mencerahkan.
Iya
paham sih.
Dan kita kita kadang ngasihnya itu
enteng. Oh ini nih
eh sebulan 2 bulan kemudian
Mas makasih ya.
Makasih ya. [tertawa] Kadang ada ada
yang lucu Mas di dalam Zoom yang ee di
ee zoom mingguan yang pendampingan ini
ya.
Iya.
Saya lupa ngasih sarannya kapan tapi
tiba-tiba ada yang bersuara. Kep terima
kasih ya saya ngikutin langkahnya Kep
Adit ini yang awalnya sebelum ee
jualannya di bawah Ran juta, sekarang
sudah R-an juta.
Eh,
terus ada juga ee beliau kemarin ee
namanya Pak Udin dari Jepara ya.
Oke.
Itu beliau ee bilang, "Wah, lumayan kep
1 bulan, 2 bulan ini ngikutin ee cap
Adit ini ya. Yang dulu sih jualannya
Senin Kamis ya. Oke.
Hari Senin ada orderan.
Selasa, Rabu enggak ada. Kamis ada lagi.
Oke. Oke. Saya kira tapi tadi sambil
puasa sih.
Sambil puasa. Lanjut. Lanjut.
Ternyata orderannya Senin Kamis.
Oderannya Senin Kamis.
Nah, kalau sekarang
setiap hari rata-rata ada 7 11 orderan
gitu.
Alhamdulillah. Alhamdulillah.
Produknya sendiri ya. Jadi enggak
terbatas dari produk saya produknya dia
sendiri.
Mas, kalau kita ngomongin marketplace
ya, hari ini ada Shopee dan TikTok yang
kemudian yang hari ini lagi ngetren.
Banyak juga keluhan di yang teman-teman
rasakan, Mas. Banyak yang saya dapat,
yang saya tangkap itu biaya adminnya.
Nah, biaya adminnya makin dari makin
naik, Mas.
Oke. Oke.
Gimana menurut Kep Adit itu?
Iya,
kembali lagi di kunci ee optimalkan ee
apa?
Optimalkan profit tadi ya. Ada memang
produk-produk yang ee kalau saya bilang
non marketplaceable ya.
Ada yang produk ini oke sih diupload di
marketplace boleh tapi enggak perlu
iklan.
He he he.
Ada yang produk yang bisa digas
kenceng-kencengan.
Oke. Oke.
Ya. Jadi ee di balik dari biaya admin
itu ada exposure yang sangat besar yang
diberikan oleh Shopee.
Dan kadang seringki
ee Shopee itu ngasih diskon subsidi
tanpa kita tahu. Heeh. He he.
Jadi contoh saya jualan harga Rp75.000.
He he he he.
Harga Rp75.000. Ee Mas Agung ee ngecek
produk saya loh, Mas, di sini kok
Rp55.000?
Hm.
Ada subsidi voucher dari Shopee.
Heeh. He he.
Yang itu enggak dikenakan ke kita. Heeh.
He he.
Nah, jadi
dari Shopee-nya.
Dari Shopee-nya. Jadi
ee kalau saya lihat sih
saya dari sudut pandang sebagai praktisi
ya ee juga jualan kita memanage ada 11
toko Shopee dan TikTok saat ini.
He
menurut saya win-win.
Hm. He.
Jadi dari biaya admin yang kita
keluarkan sekian ya ee dengan apa
exposure yang diberikan market yang
potensi market yang bisa kita dapatkan,
penjualan kita dapatkan tinggal
dikontrolnya di kita.
Kita mau jualan produknya yang mana nih.
Heeh. Heeh. He.
Kalau misalnya wah ini margin kita tipis
banget cuman 5% 10% enggak usah dijual e
enggak usah di-upload di marketplace.
Heeh. Heeh. Tapi kalau wah ini marginnya
ee 25% 30% ya okelah ee organikan aja.
Wah margin ini 40% 50% boleh gas.
Boleh gas dengan iklan.
Oh berarti kita harus melihat tuh ya
berarti
berapa harga pasarannya dan marginnya
berapa.
Betul. Jadi kalau marginnya tadi di saya
kalau yang saya tangkap ee mohon
dikonfirmasi benar atau salah
katakanlah 25%
berarti bisa di marketplace tapi
organikan.
Organikan aja 25 30%.
25 30 itu bisa organik.
Iya.
Kalau yang enggak bisa berarti kay
berapa?
Ee 20% itu sudah mepet.
Oh kalau marginnya 20%. Iya, itu ya
mepet ya minimal dia bisa untung sih,
cuman untungnya tipis banget 5% atau 7%
untungnya berarti
berarti mulai agak lumayan mengangkat
margin dari harga produk 25%
iya
sampai 30 agak lumayan
agak lumayan
yang cuan banget 50%
iya
50% itu bisa dioptimasi juga dengan
iklan
iya dan ini banyak loh produk-produk
yang margin seperti itu. Banyak
harusnya banyak ya. Tinggal kita
pintar-pintaran milih.
Iya. Nah, satu yang paling penting ee
Mas Agung ya
ee yang mungkin teman-teman ee ini
enggak kepikiran di situ ya. Kita pahami
dulu cara jualan di Shopee dan TikTok
skill-nya dulu.Oke.
Karena itu yang dulu saya awak saya
rasakan ketika pertama kali jualan
online.
Oh.
Begitu skill-nya sudah dapat, tahu cara
mainnya.
Heh.
Mau pakai produk apapun ya
tinggal ganti angle kan.
Ganti angle riset market. Paham.
Paham. Mas Agung sudah tahu caranya
jualan Shopee, jualan parfum sudah e
jago ya.
Misalnya jualan ban mobil tinggal riset
aja kan yang jual ban mobil seperti apa.
Diterapkan polanya di situ.
Ee jadi pola pikirnya harus dibalik tuh.
Jangan berangkat dari produknya dulu,
tapi berangkat dari
skill-nya dulu.
Skill-nya dulu, cara jualannya dulu.
Kalau kamu sudah paham nih cara
jualannya,
jualan produk apapun nanti bisa jadi
cuan gitu. Oh, betul.
Udah, udah pasti jago tuh milih produk
yang bagaimana,
produk yang ada marketnya gimana gitu.
Lebih jeli gitu ya. Oke. Oke. Apalagi
kalau kita bergaul dengan teman-teman
lain ee bergaul dengan komunitas ya.
Oke.
Ada di dari sekolah seller ini sendiri
ee Mas Agung ya, akhirnya saya ketemu
dengan banyak
pemilik pabrik supplier ya.
Jadi produk lokal
yang marginnya besar-besar.
Oh,
salah satunya Paranet itu yang punya
pabrik Paranet di Tangerang ya.
Iya. Iya. I. Nah, Kep yuk kolaborasi cap
ya.
Saya siap support, saya siap packingkan
ya. Nanti Kep Adit punya
member-membernya ini. Silakan dropship
boleh.
Oh, margin 50%.
Wow, gitu. Jadi kayak saling apa ya?
Bikin ekosistem jatuhnya ya. Ekosistem.
Jadi Kadit juga menjembatani bagi mereka
yang belum punya produk
untuk praktik dengan
beberapa dikasih supplier yang marginnya
tebal dan mungkin bisa lebih mudah
dijual begitu ya.
Iya. Jadi fokusin skillnya dulu.
Skillnya dulu. Mantap. Mantap.
Kalau Cap Adit nih secara ee Cap Adit
kan sudah mengetahui nih ee beberapa
pergeseran-pergeseran internet marketing
dari 2014
sampai sekarang 2026.
Iya.
Berarti kan sudah 12 tahun.
Betul.
Predictable ini kayak memprediksi gitu
aja.
I
marketplace ini sampai berapa lama sih
bisa eksis lagi di Indonesia lah
terkhususnya? ee kurang lebih 3 tahun 5
tahun ini masih oke-oke aja
masih bisa.
Iya. Kecuali ada sesuatu yang baru ya.
Oke. Nah, kita kan kadang ada sesuatu
yang baru seperti ini ya. Ee Shopee,
TikTok sih TikTok dengan video pendeknya
ini kan hal yang tiba-tiba aja ya
setelah COVID kita ter
ee apa
kita suka dengan video pendek akhirnya
ada TikTok Shop akhirnya Shopee juga
ngikutin seperti itu.
Nah, ini yang disap.
Hm.
Saya rasakan benar, Mas. tahun 2023 itu
yang dulunya kita jualannya di Facebook,
Instagram dulu sampai ngiklan Meta Ads
itu pernah salah satu
e agen saya ya itu ngiklannya itu sampai
1 M per bulan.
Wih. Yang K skincare tadi ya
1 M per bulan.
Iya.
Wih,
sekarang Rp100.000 per bulan pun sudah
ngos-ngosan.
Oh.
Karena orang belanjanya sudah berpindah
dari sosm ke
ekosistemnya berpindah.
Heeh. Heeh. Heh.
Ke marketplace. Disruption itu ya. Oke.
Nah, kecuali nanti kalau ada disruption
seperti itu ya mungkin ee ee bisa game
changer di situ.
Cuman Shopee dan TikTok ini punya
ekosistem yang sangat kuat banget.
Oke.
Sampai 3 tahun 5 tahun ke depan.
Artinya 3 sampai 5 tahun ke depan masih
oke. Dan kalau kita ngomong tentang
internet marketing,
iya.
Tidak butuh waktu lama untuk merubah
hidup.
Betul. Betul.
Karena yang saya alami di 2017 dulu,
Iya. dari awalnya biasa-biasa aja hanya
butuh 1 tahun untuk merubah keadaan
ekonomi keluarga.
Betul. Betul.
Itulah jagonya apa kelebihannya internet
marketing.
Dulu mulai jualan di mana? Sosmet Mas.
Iya. Dulu kan zamannya 2017 Facebook ya?
Facebook.
Facebook mulai kenceng-kencengnya
Facebook Ads juga jualan waktu dulu-dulu
jualan itu
I
fashion fashion muslimah agak telat
beradaptasi dengan marketplace juga
sebenarnya.
[tertawa]
tergitah gitulah. Jadi masih oke deh
kayaknya
masih oke.
Jadi
enggak butuh waktu lama. 1 tahun pun
ketika teman-teman fokus insyaallah bisa
merubah keadaan keluarga.
From zero sampai punya income di 20 30
jutaan per bulan itu bisa banget.
Keren, keren, keren.
Iya,
Kepada terima kasih sudah mampir di
pecah telur.
Sama-sama. E, Mas Agung.
Last statement dari Kep Adit.
Eh, the last statement ya. Oke, eh buat
teman-teman semuanya ya yang saat ini
sedang memulai bis online atau lagi
struggling ya eh kok saya enggak
menghasilkan atau sekarang sedang
mencari-cari peluang ya apakah online
ini oke enggak untuk saat ini ya saya
sebagai praktisi ee selama 12 tahun ini
yang di mana hidup dari jualan online ya
online itu worthed banget
seperti yang tadi disampaikan oleh Mas
Agung dan saya juga sama dulu dalam
waktu 1 tahun ketika saya mulai
mendalami jualan online he
1 tahun bisa benar-benar merubah hidup.
Oke
ya. Membantu keluarga dan yang lainnya
hingga akhirnya ee makin
berkembang-berkembang
ee bisa punya aset-aset rumah, mobil dan
lain-lain ya.
Jadi ee bisnis online ini bisnis yang
menjanjikan ya. Apalagi kalau kita
jualan online itu marketnya seluruh
Indonesia.
Heeh. He.
Kita tinggal pilih produk yang memang
ini bisa dikirim ke seluruh Indonesia.
He he. He.
Jadi kalau ban mobil ya mohon maaf ya,
mungkin masih lokal area ya.
Iya. Iya.
Ee customer dari Maluku, dari Papua agak
susah. Tapi kalau parfum ini bisa ke
mana-mana. Oke.
Sehingga pembeliannya bisa ee terjualnya
bisa sampai puluhan ribu pisis, ratusan
ribu pisis.
Potensi marketnya lebih besar.
Lebih besar.
Oke.
Nah, saran untuk teman-teman semuanya ya
pelajari skill-nya. Yang nomor satu yang
paling penting upgrade skill. Heeh.
Heeh. ya, belajar secara intens gimana
caranya menghasilkan income secara
online. Karena kalau skill-nya sudah
kita pegang,
opportunity itu bakal datang.
Heeh. He.
Seperti saya tiba-tiba ee dulu sebelum
saya jualan skincare ee berkolaborasi
sama teman ya, paling awal sendiri saya
ketemu owner skincare, Mas.
Hm.
Owner skincare saya lihat oh ternyata
bisa loh jualan seperti ini. H
ya. Jadi ada skinc, cosmetik, ada
herbal, ada parfum, ada fashion.
Kita bisa jualan apun. kita sudah punya
skillnya skillnya.
Jadi miliki skillnya dulu.
Siap.
Dan juga buat teman-teman ya Mas Agung
ya yang ingin ee memperdalam ilmu jualan
online terkini ya
yang di mana di market besarnya saat ini
di Shopee dan di TikTok
ya boleh silakan bisa ikut webinar saya
Zoom ataupun di seminar yang
ee kota-kota yang saya datangi di
Miniourse Scholah Seller
ya. Nanti mungkin ee linknya boleh
disisipkan ya di deskripsinya Mas ya.
nanti saya sisipkan di link di deskripsi
i karena di situ saya akan memberikan
petanya untuk mencapai 100 juta pertama
lewat Shopee dan TikTok.
Terima kasih ya. Sampai jumpa di next
episode teman-teman. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.