File TXT tidak ditemukan.
Transcript
pa5EdqKos9U • FULL DAGING! Cara Jualan Tetap Laris di Shopee 2026 Tanpa Iklan, Diajari dari Nol
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0692_pa5EdqKos9U.txt
Kind: captions Language: id Satu yang paling penting e Mas Agung ya eh yang mungkin teman-teman e ini enggak kepikiran di situ ya kita pahami dulu cara jualan di Shopee dan TikTok. Jadi kalau kita bicara R10 juta, Mas jualan senilai R10 juta. He he. Harga produknya berapa? Katakanlah harga produk Rp50.000. Oke. Artinya kan Mas Agung jualan R10 juta dibagi Rp50.000 itu 200 pisis. Karena ee sumber traffic kita itu dari judul produk. Jadi aku paham nih kerangka berpikirnya. daripada kita riset manual, mending kita riset yang sudah terbukti menghasilkan penjualan ribuan per bulan. Ya sudah, itu aja yang kita kemudian note, gitu ya. Berarti dengan cara yang simpel ini ketika dilakukan dengan benar dan konsisten ini bisa ya, Mas, dapat R juta per bulan tadi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang Kapten Amerika. Iya, terima kasih [tertawa] Kapten Adit ya. Kapten Adit Adit. Nah, ini baru kali ini, Mas, saya ada tamu yang pakai cosplay superhero masuk. Superhero masuk ke sini [tertawa] baru pertama kali. Nah, kenapa Mas kok pakai Captain Amerika? Iya, jadi ini awal mula saya pakai topeng cap E ini ya. Itu tahun 2018, Mas. Oke. Udah lama ya? Udah lama. Sejak itu berarti film apa? Di 2018 sudah ada C Avenger. Avenger. Avenger. Avenger mulai naik-naik yang ada Thanos sih. Avenger end game ya. Iya, iya, ya, ya, ya. I, iya. Nah, waktu itu kan ee saya kan awalnya jualan online, terus dari jualan online saya mulai sharing-sharing ke sosm. Nah, saya mikir ya ee saya harus pakai personal branding apa nih yang yang mudah dikenalin oleh orang ya? Akhirnya lihat Avenger ada Wah, ini pakai topeng A gitu sama Adit ya. Jadi bukan Captain Amerika, Adit ya. Iya. I iya iya iya. Kap Adit ya. Cobalah saya ya. Dulu waktu itu ketika ada ramai-raminya Avenger itu saya juga kan ada tim juga bisnis Mas. Saya sampai bikin kaos juga avengure tim gitu. Jadi memang waktu itu hype banget ya. Hype banget ya waktu itu ya. Siap. Siap. Jadi bukan karena itu ya bukan karena kan kalau Kapten Amerika itu sangat kayak spiritualnya sangat tinggi itu. Bahkan kan ada sebuah slogan yang sangat khas banget itu I can do this all day gitu kan. Nah itu juga karnik mungkin ya. Iya. Jadi ee filosofinya juga berusaha ambil dari situ. Jadi Cap Amerika ini penyelamat ee masyarakat, penyelamat eh society ya, penyelamat bumi. Kalau CA Adit ini mungkin penyelamat. Wih, mantap loh. Teman-teman yang baru memulai bisnis, gimana sih ee kita mengarahkannya supaya mulainya dengan benar ya? Boncosnya enggak terlalu banyak. Kadang kadang gini, Mas. orang ee bisa jualan online, bisa berhasil di bisnis online itu bukan karena mereka enggak tahu caranya. Mungkin mereka butuh teman curhat. Ah, nah dari saya memberikan arahan-arahan seperti itu terkadang ya contohnya misalnya Mas Agung ya sudah tahu oh caranya harus seperti ini, harus ngonten, harus ini, harus ini. Tapi terkadang butuh validasi kita juga ya. Oh, katanya Kep Adit seperti ini. Sini, akhirnya dia jadi yakin. Heeh. Akhirnya bisa berhasil di situ. Melangkah dengan pasti, penuh keyakinan. Betul. Betul. sudahile orang yang pernah menjalan. Betul, [tertawa] Mas. Nah, sebelum ke situ, Mas, saya mau tadi ada diskusi juga kan bahwa dulu pernah jadi pengangguran, Mas, ya? Iya. Oh, [tertawa] masa kelam ya? Masa kelam pengangguran. Enggak ada aktivitas sama sekali. Engak ada aktivitas. Itu bisa 1 tahun hampir 2 tahun. Hampir 2 tahun nganggur. Wah, untunglah masih ada orang tua saya apa? Saya numpang gitu. Saya numpang. Tapi juga malu, Mas. Karena waktu itu ee statusnya sudah S1. Oke, sudah S1. Ee saya nyoba-nyoba bisnis ya, karena memang sejak kuliah saya sudah menetapkan enggak mau jadi ee kerja ikut orang ya, harus jadi bos ya. Wah, sekecil apapun bisnisnya sikat ya. Iya, iya iya. I akhirnya karena terlalu banyak nyikat nyikat nyikat ya. Heeh. Heeh. Jadi kesikat juga. [tertawa] Masih masih apa ya? Masih namanya aja masih muda. Semua dicobain ketipus karena sini rugi. Oh cerita rugi harus nganggur. Nah di masa masa nganggurnya itu saya banyak browsing Facebook ya ikut grup-grup Facebook. Heeh. He ada ee grup internet marketer, bisnis online ya. Apa sih ini ya? Saya lihat kok kok ternyata bisa ya ee dari online dari laptopan itu bisa hasilkan puluhan juta sampai ratusan juta. Nah dari situ saya mulai belajar Mas Agung. di tahun 2014 ya mulai pertama kali ya 13 itu full saya nganggur. He he. Waktu 2014 kan waktu zamannya apa ya Mas? Ee Facebook Ad kali ya sudah mulai ya dropship. Iya juga baru Instagram marketing ya baru baru naik di situ. Baretplace belum ada sama sekali ya. Marketplace belum ada. Nah berarti CAP Adit ini sudah melewati beberapa generasi-generasi dari sudut pandang internet marketing ya. Betul. Betul. Ah, semuanya saya. [tertawa] Oke, oke, oke, oke, oke. Nah, yang paling baru sekarang apa nih? Kalau Mas menurut Mas Adit yang sudah melewati banyak generasi internet marketing. Kalau 2 tahun terakhir ini kita melihat yang pertumbuhannya kencang itu di Shopee dan TikTok, marketplace. Oh, justru ee kita kembalinya ke marketplace. Heeh. Heeh. Heeh. Heh. Dan marketplace ini kembalinya itu bukan bukan soal orang nyari barang langsung beli. He. Tapi sudah mulai social commerce seperti TikTok ya. Heeh. Heeh. Orang nonton video yang awalnya scrolling candu dengan nonton video eh sekarang candu belanja. Hm. Seperti itu. Dan yang menarik, Mas ee tadi saya sempat browsing-browsing lihat datanya ya. Orang belanja di marketplace tahun 2025 itu sampai 100 miliar US dolar. Berapa tuh, Mas? Berarti itu sekitar 16.600-an triliun. Wah, gede banget angkanya, Mas, ya? Gede banget di semua marketplace di Indonesia. Iya. Wow. Nomor satunya itu Shopee. Oh, 46% market share dipegang Shopee. Top of Mine itu ya. Top of M. Yang kedua, TikTok. Oke. TikTok ini juga luar biasa. Pemain baru udah nyusul tuh. Iya. 5 tahun terakhir dia langsung nyusul. Nanjak banget. Kalau head to head marketplace ya, TikTok sama talkpad ya. Meskipun ini satu grup ya. Head to head secara marketplace TikTok sudah ngalahkan ee Tokpad ya. H. H. Jadi tinggal Shopee sama TikTok ini yang salib-salipan nih. Wih, keren, keren, keren. Mas, sebelum ke situ, sebelum mengarah ke TikTok, Mas Adit pernah di sebuah dari ini seorang pengangguran nih ya, seorang pengangguran. Pernah kemudian belajar internet marketing. Saya lihat prestasinya pernah bawa sebuah brand skinc omsetnya bisa R miliar. Betul. Betul. Waktu itu saya barengan sama partner ya. Oke, oke, oke. Ee kita berenam ada yang sebagai ee wajah di depannya ya. Oke. Oke. Oke. Ini salah satu fig ya. Kemudian e ada yang megang produksi, ada yang megang marketing. Saya sebagai marketing CMO marketing. Oke. Oke. Oke. Karena kalau kita seorang diri ya untuk mengembangkan bisnis besar itu ee susah. Pasti enggak bisa. Susahlah ya. Heeh. Karena dan bisa capek ya. Tercapai alhamdulillah. Dalam waktu ee 2 tahun pertama. 2 tahun pertama sekitar R00 miliar. Dari brand N0 ya, brand kosong dibangun 2 tahun 200 miliar. Iya. Iya. Wih, mantap. Jadi memang sebelumnya produknya sudah ada cuman struggling ya. Struggling. Terus ee di situ kolaborasi dengan saya dan juga ada partner saya yang ee megang marketing ya. He he. Akhirnya kita rombak, kita ubah konsepnya. Alhamdulillah bisa naik bareng-bareng di situ. Itu end user, Mas, atau kayak distributor atau apa begitu? Ee keagenan. Distributor keagenan. Oh, keagenan. Siap, siap, siap. Oke, Mas. Kita nyambung yang tadi. Memang saya juga gitu, Mas. Jadi mengamati hari ini tuh yang lagi naik itu ya marketplace. Kalau saya mengamati terutama di Shopee menurut saya nih ya. Iya. Shopee itu wah kencang tuh. Nah menurut Mas Adit UMKM hari ini apakah harus melek ke marketplace itu hukumnya wajib atau boleh mubah atau bagaimana itu, Mas? Menurut saya hukumnya wajib. Wajib. Wajib. He. He. Kenapa? Karena gini, kalau dulu ya ee saya mengalami masa-masa 2014 18 ya kita posting di Facebook posting produk. Saya lagi jualan ini nih misalnya jualan parfum. Saya jualan parfum ya. Boleh dipegang ya? Boleh boleh boleh boleh. Saya jualan parfum. Saya posting nih parfum Umer. Parfum Umer ya dengan ee ee notes-nya ini ini ni bla bla. Ee keharuman yang mengingatkan Baitullah. Iya. [tertawa] Sekalian ngiklan nih saya. Oke, oke, oke. Parfum. Saya cerita kalau dulu kan Facebook pakai storyting bla bla bla bla bla bla. Orang komen, Heeh. He, he. Ee, "Kak ee belinya gimana, Kak? Minta nomor nomor rekeningnya gitu, Kak. Aku inbox, aku DM." Kalau di Instagram WA WA seperti itu. Nomor WA-nya apa? Sekarang sudah ganti komennya. Oke. Tahun 2025 2026 begitu saya posting di sosial media, "Kak, akun Shopee-nya apa?" Ah, ada linknya enggak, Kak? Kan gitu kan. Iya, betul. shoppingnya namanya apa, Kak? Ee oke oke oke. Mereka dikasih WA atau misalnya Mas Agung upload di ee di WA di WA biasanya kan kalau orang tanya ee aku mau beli nih Mas gitu. He he. Kita ngasih nomor rekening. Iya. Iya. Mereka tanya ada Shopee-nya enggak? Ah betul betul. Emang kayak gitu ya? Iya. Ah ini perkara lain nih. Contoh nih. Iya. Tim saya tim saya ini hobi banget modif mobil Mas. Ini bukan UMKM aja nih ya. Perkara lain. Kenapa kita harus juga melek melek marketplace? Dia mau beli ban, Mas. Ban ban yang custom itu loh. Oh, iya. I kan yang original itu kan ya menurut dia wah kurang greget nih. Dia mau beli custom tapi dia enggak mau beli yang baru karena menurut dia mahal. Dia mau beli yang aftermket. Oke. Yang barang bekas tapi yang baguslah gitu. Tapi sudah dicustom sedemikian rupanya. Iya. Iya. Belinya memang custom ya. He. Katakanlah belinya di Jogja ataupun Bogor, dia carinya di Facebook. Oke. Tapi dia mau transaksi di Facebook enggak berani. Dia kadang-kala angkanya di R juta atau Rp3 juta. Iya. Dia yang dinyanya apa, "Mas, ada enggak linknya di Shopee?" Iya, memang hari ini kan jujukan kita Shopee ya. Mungkin kalau beberapa tahun yang lalu kita jujukannya adalah Tokopedia. Nah, sekarang kita jujukannya kalau marketlace only itu Shopee. Ada enggak link di Shopee? Karena apa? Karena kita yakin kalau di Shopee ini kalau barangnya enggak dikirim atau mengecewakan, kita bisa komplain atau bahkan diretur kan gitu kan. Nah, jadi kayak ada rugber yang menjamin keamanan kita bersama. Jadi sekelas itu pun kita juga harus pakai marketplace gitu loh, Mas. Zaman dulu kan kita reber ya 2016 sekarang polisi polisi online gitu. [tertawa] Bahkan di zaman kita dulu di 2000 sebelum 2020 ada kayak Rber yang dia kaya dari Rber. Oh iya. Iya, dia bikin grup juali dan nanti dia menyediakannya. Kalau mau aman pakai ini kan. Iya. Iya. Jadi Shopee secara enggak langsung ini jadi tempat yang aman. Jadi reber yang aman untuk orang transaksi yangak enggak kenal ya. Betul. Enggak kenal apalagi UMKM nih. UMKM harus di Shopee. Mas, ada enggak ee mumpung Mas Ad juga di sini pengalamannya luar biasa. Tadi tak lihat juga ada 24.000 member [tertawa] yang pernah belajar online. Belajar online dengan wih 24.000 loh, Mas. 24.000 itu banyak loh, Mas. [tertawa] Nah, mumpung di sini nih, iya bisa enggak kasih apa ya semacam shortcut pendek yang mungkin ketika teman-teman kita pendengar UMKM di pecah telur ini mengalami ee menjalani bisa langsung naik tuh omsetnya dalam mungkin 1 bulan pertama. Bisa enggak, Mas? Oke. Oke. Jadi, shortcut pendek ee dalam artian ee kita mulai dari kondisi dari bawah banget ya, dari organik misalnya. dari organik mau ke Iya, secara gratisan mau ke online ke marketplace mungkin dalam waktu jangka pendek dan bisa kita lihat hasilnya. Bisa bisa menarik ini. Bisa bisa ya. Jadi bahkan Mas Agung pun mungkin ee belum pernah jualan di Shopee. Ikutin langkah-langkah saya bulan depan bisa ee jualan di R10 juta per bulan minimal. Minimal R10 juta per bulan. Wih omset ya tapi ya bukan profit ya. Offset omset. [tertawa] Ee tapi lumayan loh omset R juta lumayan loh bagi orang yang belum pernah dikatakanlah di Shopee dapat segitu dalam waktu 1 bulan lumayan banget. Belum punya pengalaman apa-apa. Belum punya pengalaman apa-apa. Oke silakan Mas I. Nah sambil saya ini ya supaya enggak ada yang terlewat langkah-langkahnya. Oke. [tertawa] Siap siap siap. Framework-nya gini. Oke. Jadi kalau kita bicara R10 juta, Mas. Ee Mas Agung ee jualan senilai R10 juta. Heeh. Heeh. Ee harga produknya berapa? Katakanlah harga produk Rp50.000. Oke. Artinya kan Mas Agung jualan R10 juta dibagi Rp50.000 itu 200 pisis dalam 1 bulan. Dalam 1 bulannya harus jualin 200 pisis. 200 pisis. Kalau dalam 1 hari 200 pis dibagi 30 hari 7uh pisis per hari. Oke ya. Nah kalau kita bicara kita bahas tentang Shopee dulu ya. Oke. Shopee ini kan intinya ee kita buka toko, kita upload produk. Misalnya ini harga Rp50.000 kita upload produknya. ya. Oke, kita bikin foto foto selesai tayang di Shopee. Heeh. Heeh. Goal kita berikutnya mendatangkan banyak pendatang. Pendatang pengunjung. Pengunjung ke toko kita. Ke toko kita. Oke. Nah, jadi kita yang pertama optimasi toko, foto-fotonya, terus ee deskripsinya dan lain-lain. Yang kedua datangkan traffic. Heeh. Heeh. Heeh. Nah, kemudian yang ketiga kita lakukan aktivitas harian. Hm. He. Oke, ini sudah datangkan traffic sudah hariannya harus ngapain. Nah, sebenarnya kalau kalau kita simpulkan simpelkan ya ee tiga aktivitas itu yang kita lakukan ya, optimasi toko, datangkan traffic, kemudian ee handling ee lakukan ee daily activity-nya. He he. Nah, bicara tentang optimasi toko. Kalau misalnya ini contoh parfum. Oke. Parfum. Heeh. Saya foto dari jauh. Heeh. Menarik enggak? Kurang ya, Mas ya. Kurang menarik. Heeh. yang bagus seperti apa? Agak close up sekarang ya. Close up. Heeh. Heeh. He. Ya, bagus apa? Karena ini ee background-nya wah ini saya harusnya minta V konsultan branding nih ya. Siap siap siap. I. Jadi kalau di background-nya adalah keharuman yang mengingatkan Baitullah. Jadi ada baitullahnya. Background-nya ada desain seperti itu. Heeh. Heh. Desain Baitullah. Terus kemudian ee ukuran berapa mili? Kadang orang difoto enggak tahu ini 30 mili atau 100 mili. Oh, gitu. Nah, terus nanti di situ ditulis gitu, Mas, ya. Berapa miliya ditulis dengan dengan jelas gitu ya? Iya, dengan jelas. Jadi kadang ini kan kecil ya tulis. Betul, betul, betul. Nah, kemudian ada keterangannya ini apa kah atau ee trade ya? Ee perlu dijelaskan seperti itu. Nah, sehingga ketika nanti orang searching ya parfum Arab misalnya, parfum Mekah muncul langsung muncul, langsung muncul dan menarik dan menarik. secara gambar pun langsung i mengingatkan dia dengan Baitullah gitu kan. Betul ya? Kemudian foto keduanya apa? Nah, kalau saya di kelas seringkiali saya ngajarkan sebelum kita jualan riset dulu, cari contekan dulu ee foto-foto yang lain yang mirip produk-produk serupa gitu ya. Foto. Betul. Orang yang jualan parfum itu biasanya setelah foto pertama gambarnya depan informasi produk, foto keduanya apa? Oh, biasanya ada base note, middle note ya. He ee note-nya apa saja? Kemudian ee foto yang ketiga biasanya aromanya setelah mereka pakai ini ee feel-nya seperti apa. Nah, di Shopee itu memberikan kita space sampai se foto desain dan satu video. Oh, termasuk ada videonya kita kita videokan bentuknya seperti ini. Kemudian sambil kita spray gitu. Heeh. Heeh. ya. Sehingga sehingga orang bukan hanya melihat gambar, jadi yang awalnya nyari lihat akhirnya tertarik. Dan itu harus dimaksimalkan semua tuh ya slide foto dan satu video itu kayak harus kalau kita mau optimalkan toko harus dipakai semua ya Mas ya. Betul. Oke. Betul. Jadi kadang ada yang bingung tinggal foto ini cekrek selesai. Akhirnya apa? Besoknya enggak ada enggak ada yang beli. Krik krik krik krik gitu. [tertawa] Enggak meyakinkan. Enggak meyakinkan. Jadi best practnya teman-teman silakan tuh lihat produk sejenis kemudian yang diamati mungkin penjualannya bagus dilihat tuh dia foto pertama apa, foto kedua apa, sampai foto kesembilan apa dan dikasih videonya seperti apa gitu ya Mas. Wah itu info menarik daging itu, Mas. Kalau anak pecah telok, wah daging ini. [tertawa] Daging wagyu. Daging wagiu A5. Oke, lanjut lanjut lanjut. Contoh misalnya herbal. Herbal kita misalnya jualan ee susu kambing etawa. Oke, ketawa enggak cukup hanya foto aja ee foto produknya. Yang kedua, kita jelaskan kandungannya apa saja. Oke. Terus foto yang ketiga manfaatnya apa saja. Setelah dirilis ternyata ada sampai 10 manfaatnya. Orang kan jadi tertarik. Lebih menarik lagi ada before e ada testimoninya. Oh, before after-nya ada. Iya. Kalau skincare kan before after yang apa mengatasi flek hitam atau jerawat sebelumnya apa setelahnya apa. He. Rekomendasi dokter. Nah, itu harus muncul semua. Hm. Karena toko semakin lengkap informasinya semakin meyakinkan orang mau beli. Sem. Ah, siap siap siap siap. Lanjut lanjut lanjut lanjut. Mas apaagi? Nah, jadi itu optimasi toko ee mulai dari gambarnya dulu itu tadi masih gambar itu tadi ya. Iya. Gambar dan lain-lain informasi dan juga judul produk Mas. Oke, sekarang masuk ke judul produk. Nah, bagaimana optimasi judul produknya Mas? Iya, karena ee sumber traffic kita itu dari judul produk kayak yang kayak diketik biar keluar gitu ya. Betul. Misalnya contohnya ee Mas Agung ee lagi cari parfum. Parfum Umer lagi ini. UMer. Wah, banyak kesebut ini Umer ya. Iya ya. Bisa bisa nanti V endors ya [tertawa] Mas. Mas I Vendor Mas. Nah, nanti besok-besok saya jadi brand ambassadoran. [tertawa] Mas boleh konsultar brandingnya, Mas? Eh, iya. Nanti misalnya gini ee ngetiknya bisa parfum Arab, parfum aroma Arab. Kadang orang nyari macam-macam ya. Iya. Iya. Kadang orang nyari parfum 30 mili, nyarinya parfum random lah, wangi-wangi. Ternyata ini juga muncul. Ah, boleh juga sih nyoba gitu. Jadi, ada beberapa kata kunci dan saya pernah ee cek ya, satu kata kunci, Mas itu bisa dicari ribuan orang lebih. Oh, misalnya parfum Arab. Heeh. Heh, heh, heh. Per hari ya. Per hari. Pfum Arab itu yang ngetik bisa segitu? Ada ya kayak alat untuk ngecek gitu. Masih ada ya? Oh, nanti juga dikasih tahu ya sama Mas Sadit kalau ikut kelas ya. Tap atau bisa dikasih tahu di sini? Ee bisa bisa ini cuman gini, kalau kalau dulu kan kita ngiklan itu kata kunci manual. Oke. Oke. Itu bisa ke display. Heeh. He. Nah, kalau sekarang yang bisa akses itu yang sudah tokonya sudah jalan beberapa bulan itu di iklan toko fiturnya namanya ya. Kalau dulu iklan yang umum ya itu pencarian manual manual ya. Heeh. Heeh. Itu bisa langsung muncul. Ini parfum Arab yang nyari ada sekian e 100.000 orang dalam 1 bulan. Yang ini ada 30.000 orang. Parfum laki-laki 30 mili itu ada 30.000 orang seperti itu. He. Nah, jadi kalau saya ee cara gampangnya kembali lagi dari toko-toko yang ee yang laris yang saya biasanya klik terlaris ya di situ ada 1000 plus terjur per bulan 1000 plus ya. Saya lihat dia pakai kata kunci apa. Oh. Oh. Parfum Arab. Masukkan di catatan. Parfum 30 mili. Parfum laki-laki. Ah. ee parfum dengan parfume. Nah, itu bisa yang nyari beda. Bisa beda ya. Bisa beda. Oke. Oke. Minyak wangi bisa beda lagi. He. Jadi aku paham nih kerangka berpikirnya. Daripada kita riset manual, mending kita riset yang sudah terbukti menghasilkan penjualan ribuan per bulan. Ya sudah, itu aja yang kita kemudian note gitu ya. Iya. Kita note. Ah, iya. I. Jadi nanti judul produknya Mas Agung bisa ee parfum ee aroma Arab. Heeh. ee minyak wangi, parfumnya 30 mili, terus ada yang lainnya EDP EUD parfum ya. He sampai 100 karakter. Oke. Jadi katakanlah nih kita menemukan banyak kata nih, banyak keyword-kiyword, banyak kunci yang kemudian kita tangkap dan kita note. Heeh. Dan kemudian enggak enggak bisa nih 100 karakter katakannya sudah penuh gitu ya. Berarti bisa jadi satu produk itu bisa nanti kita punya banyak dipajang di beberapa etalase gitu ya gitu ya. Bisa ya jadi duplikat duplikat gitu ya. Oh, misalnya Mas Agung sudah ngumpulkan ada 20 30 kata kunci nih. 10 kata kunci sudah ada di produk pertama. Bisa jadi produk kedua. Produknya sama produknya sama cuma optimasinya dengan kata kunci yang berbeda. Betul. Ee ee narget market yang berbeda. Wah, sudah cepat nangkap ini. Besok langsung buka Shopee. Jangan-jangan [tertawa] ini kayaknya langsung saya bukakan Shopee nih. Oke. Dia sudah ada sih. Iya. Oke. Oke. Oke. Jadi ee itu traffic itu pening banget. Kadang banyak orang yang enggak melek cuman nulisnya nulisnya itu parfum 30 mili parfum Arab sehingga pencariannya itu sempit orang yang pengunjungnya itu kecil. Oh. Jadi harus divariasi ya. Bisa parfum bisa minyak wangi, bisa dari berapa gramnya tadi bisa before after-nya dan sebagainya. Ataupun yang pengin di katakanlah yang ini parfum mak yang bisa mengikatkan Baitullah berarti parfum Baitullah dan sebagainya. Iya. Ada juga parfum umrah. Kata kuncinya macam-macam gitu. bisa. Iya. Lanjut, Mas. Setelah foto dan juga judul, apa yang harus dilakukan biar orang 30 hari bisa omset R juta dari Shopee. Iya. Nah, dalam artian ini sudah jadi dengan judul seperti itu ee foto produk ya ee setidaknya kita ee Mas Agung pasti kalau sudah ngelis kata kunci ya he pasti enggak meskipun produknya cuman satu ya Pak Agung ya pasti enggak cuman jadi satu produk aja. Oke. Bisa sampai lima produk. Oh. Heeh. Jadi dengan kita lima produk dengan market yang beda-beda itu kita jalankan. Oh, yang duplikat tadi ya. Duplikat tadi. Oke. Oke. Nah, baru lanjut ke ini ya ee aktivitas harian. Daily activity-nya. Daily activity tadi kan masuk dalam preparation gitu ya. Preparation. Ini kenapa Kapten Abdit? Kenapa ini? Keringetan. Aduh keringetan. [tertawa] Saya kira ada serangan dari Thanos itu. Iya iya. Oke. Siap. Siap. Jadi toko sudah jalan atau misalnya dari satu produk ee kita posting lagi, ada kata kunci yang belum kita masukkan bisa setiap hari setiap hari bisa posting bisa nambah gitu ya. Oke oke oke. Karena ini kan ceritanya kita organik ya. Kita organik bisa posting. Kalau di sosmet orang jualannya posting konten-konten ya. Kalau di Shopee kita posting produk-produk produk-produk dengan kata kunci yang berbeda. Betul. Ini sekali lagi dengan pendekatan organik ya tanpa iklan. Beda lagi nanti kalau pendekatannya iklan. Iklan. Oh, ini organik dulu. Organik dulu. Oke. Siap. Jadi dengan ee kata kunci yang berbeda itu kita bisa posting setiap hari ee sehingga contoh ya, satu produk ini ee satu kata kunci dicari 1000 orang. He he. Mas Agung punya satu produk yang berisi lima kata kunci. Berarti 5.000 orang ee potensi pengunjung per harinya di situ. Iya. Iya. Bisa posting lagi pakai kata kunci yang lain 5.000 lagi yang berbeda. He he. Sehingga masing-masing produk ini meskipun produknya sama-sama parfum ya. ini dia bisa mendatangkan penjualan yang beda-beda. Yang berbeda-beda. Berarti ee fotonya itu bisa sama atau menurut Mas Adit bisa beda, Mas? Harus beda. Sama bisa enggak apa-apa ya? Info info info produknya dari yang foto kedua sampai ke videonya sama enggak apa-apa. Kalau gambar depannya gambar depannya diubah-ubah aja. Angle-nya diubah-ubah. Betul. Misalnya ini ee kita ee satu botol kemudian ada yang tiga botol. Oh. Ada yang juga ada Baitullahnya. ada yang mungkin ee menampilkan sisi elegannya. Heeh. Ada air segala macam gitu. Oh, oke. Oke. Variasi aja gitu. Variasi aja. Oke. Siap siap siap. Nah, kemudian di electivity-nya selain kita posting ee produk di Shopee itu kan ada fitur bisa naikkan produk. Hm. Jadi ee yang ratingnya mungkin produk baru ratingnya ada di bawah ya. He ini bisa naik ke agak ke atas meskipun powerfulnya enggak sep kalau kita ngiklan. Hm. Berarti ini bukan iklan. Ini fitur fitur bawaan toko. Fiturnya. Iya. Oh. Nama fiturnya naikkan produk. Naikkan produk. Iya. Dan itu kita bisa naikkan produk dikasih jata 5 produk ee per 4 jam sekali. Oh. 5 produk per 4 jam. Itu kayak kata cara kerjanya gimana, Mas? Jadi produknya di kayak dimunculkan di beranda orang begitu. Betul. Oh, jadi kita masuk ke fitur produk, ada fitur klik naikkan produk kan. Ee cara kerjanya gini. Ketika ketika ada customer ngetik parfum Arab ya, kata kunyinya teroptimasi nih. Heh. Harusnya kalau kita enggak pakai naikan produk, orang butuh scrolling sampai 10 20 kali baru ketemu kita di bawah banget gitu ya. Oke. Itu scrolling beberapa kali mung sudah nongol. Oh. Kita tinggal klik settingan. Settingannya pun simpel. Kita tinggal klik naikkan naikkan, naikkan. naik-naikan sudah tunggu ee per4 jam tunggu dia bekerja. Iya. Dan itu per4 jam turun lagi. Iya. Ee kita naikkan yang baru atau naikan yang sama lagi. Betul. Oh. Dan kita bisa menaikkan itu 5 waktu. [tertawa] Lima waktu. Lima waktu di dalam 1 hari. Oh ya. Karena tadi 4 jam ya. Jadi 24 jam dibagi 4 gitu ya. Iya. Iya. Misalnya misalnya jam 5.00 pagi. Jam 5.00 pagi kita naikkan produk. Jam 09.00 pagi nanti naikkan lagi jam .00 siang. Kemudian jam 5.00 siang. Heeh. Heeh. Jam ee 09.00 siang eh jam 5.00 sore, jam 09.00 malam ya. Pokoknya per4 jam itu aja lah ya dinaikkan. Iya. Sisanya ya tidur tidur. Iya. Bangun subuh naikkan jam 09.00 gitu. Naik lagi. Siap. Siap. Siap. Oh ada fitur gitu ya baru tahu saya. Oke. Oke. Jadi itu yang organik. Oke. Nah itu itu aktivitas harian. Jadi kita tinggal ngecek ya tinggal ngecek ee e per hari kita posting dan juga naikkan per 4 jam. Terus, terus itu tadi berapa? Kalau kita posting ada lima etalase ya misalnya di awal ya masing-masing etalase ada satu orderan itu sudah lima orderan per hari. Ee di satu pisis belum lagi kita nambah terus kan. Heeh. Heeh. Heeh. Heh. Jadi gol kita tadi berapa pisis? Tujuh pis. Tujuh kan cuma. Wah. Oke. Oke. Oke. Tapi dengan cap adet ya ini udah atau ada lain itu? He. Ada lagi yang harus dilakukan atau cukup ini aja? Cukup itu aja. Oh, berarti dengan cara yang simpel ini ketika dilakukan dengan benar dan konsisten ini bisa ya, Mas, dapat R juta per bulan tadi. Iya. Iya. Oh, tanpa perlu kita sebar link di luar gitu, sebar di IG atau di Facebook tanpa perlu hanya memanfaatkan market yang ada di Shopee aja. Di Shopee aja tanpa yang itu bisa ya? Bisa. Oh, oke. Ya, ya, ya, ya, ya. Wah, keren ya. [tertawa] Karena pencarian dari ya itu tadi ya, orang yang belanja di Shopee kan besar banget ya. Heeh. Heeh. Heeh. R600 triliun kali market share-nya 46% ya itu. Wih gila berarti sekitar berapa ya? Ratusan miliar pasti ya. 400 sampai 500 600 miliar. Iya. Triliun Mas. Oh iya 600 triliun ya. 600 triliun per tahun. Nah. Semogalah produk teman-teman ada yang di situ gitu ya. Amin. [tertawa] 600 triliun loh. Iya. 600.000 triliun. Gila. 600 triliun ya kan? 1600 di ken 600 triliun. 600 triliun ya. Shopee doang. Iya juga banyak sih 600 triliun. [tertawa] Oke. Nah ee lantas kalau yang di sekolah kan ada tadi katanya Mas Adit juga baru-baru ini beberapa tahun terakhir bikin namanya sekolah seller. Sekolah seller. Nah kalau yang di sekolah seller apa yang diajarin Mas? Kalau di sekolah seller saya ngebantu ee teman-teman untuk mencapai R juta pertamanya. Oh. Oh, jadi kalau yang tadi teman-teman ya, penonton e YouTube pecah telur ini ya bisa mulai pecah telur di R juta 30 hari ke depan di R juta per bulan dengan mengikuti tips yang tadi. Oke, yang tadi aja tuh. I tadi. Oh iya, Mas. Saya boleh nambahin enggak? Silakan, silakan. Ada ada kunci percepatannya, ada lanjutannya tadi. Yang tadi ya, ini yang masih yang tadi. Oke. Oke. Jadi secara gratisan begitu nanti sudah ada penjualan, penjualanpenjualan mau digulung bisa. Hm. Jadi misalnya, "Wah, ini ada profit nih." Heeh. Mulailah iklan. Oh. Biar enggak capek terus posting-posting terus ya, biar enggak per4 jam tadi nge-up itu ya. Nah, iklan adalah cara otomatis untuk nge-up sendiri. Betul. Dan bagi ee bagi Shopee, TikTok ini ee algoritmanya itu siapa yang beri iklan akan dinaikkan. Oh, iya. I ya. Jadi yang kita tadi naikkan itu butuh orang scrolling sampai lima kali, enam kali. ketika iklan bisa di pertama pertama kedua seperti itu. Oke. Oke. Oke. Tapi kalau iklannya banyak juga yang bisa kayak apa tender-tenderan gitu ya. Bisa biasanya kayak gitu ya. Iya. Saling bersaing seperti itu. Saling bersaing. Siap. Nah, iklan itu ee yang paling efektif sekarang fiturnya namanya GMV Max Roas. Iya. Iya. Iya. Secara teknikalnya ya. Iya. Iya. Iya. Iya. Selain iklan ada juga Mas ulasan. Eh, nah kadang ya Mas Agung punya toko parfum pertama postingnya sudah banyak sudah 10 produk, 11 produk. Dicek ulasan toko atau ulasan produknya, dicek pengunjungnya. Pengunjungnya ini banyak juga per hari, tapi kenapa konversinya kecil? Nah, kembali lagi ke habit kita. Masyarakat Indonesia kalau belanja lihat ulasan. Lihat ulasan. Kok kosong? Saya juga gitu sih, Mas. Iya. Iya, iya iya iya. Nah, ini benar enggak ya? Iya, iya. Kok masih kosong ini toko-tokonya? Nah, jadi supaya traffic enggak terlalu terbuang ya, kita butuh optimasi ulasan. Gimana cara optimasi ulasan, Mas? Jadi optimasi ulasan itu ee kalau saya sharing ya ke komunitas, kita mulai dari friend order, teman-teman kita untuk diminta untuk order. Oh, misalnya teman kita si A, si A, saya lagi jualan parfum nih ya. Tolong dong diorder di Shopee saya gitu. Iya. Setelah beli kasih ulasan. Ee jangan hanya ulasan bintang lima, tapi difoto terus kasih apa? Difoto kasih review-nya. Heeh. Heeh. Heeh. Seperti itu. Oh. Nah, setidaknya 2030 itu cukup meyakinkan. Hm. Orang lihat ada wah benar nih barangnya memang benar yang seperti yang dipajang di atas ya. Heeh. Heeh. Dan juga review-nya bagus-bagus. Nah, bisa mulai dari situ. Ah, daripada kosongan ya. Daripada kosongan. [tertawa] Kadang kadang juga ee wah bayarin dong ya. Kita lihat ya. Enggak apa-apalah awal. Iya. Iya. Kita juga nyenengin teman kan. Produk dikasih teman. Hung-hitung juga sedekah kan. Insyaallah kalau sedekah kan rezekinya bertambah. Iya. [tertawa] Betul. Betul. Nah, itu itu banyak digunakan ee sebenarnya prinsipnya pebisnis coffee shop. Oh. Ya, Mas Agung mungkin ee lagi jalan-jalan ya atau coffee shop baru buka. Baru buka. Wah, ini baru buka tapi langsung ramai. Tapi kok ramai gitu ya? Heeh. Parkirannya penuh. I iya iya. Nah, ternyata itu temannya semua. [tertawa] Iya iya iya betul betul betul temannya, saudara, kerabatnya diundangi semua supaya kelihatan ramai. Betul. Kadang-kadang ada juga yang sampai di list gitu loh, Mas. Hari pertama temannya, besok temannya istri, besok temannya siapa? Nah, ini ke depan saudaranya. Jadi kayak seminggu ke depan loh keramai terus ya ini. [tertawa] Tapi kalau seperti itu sampai 1 tahun boncos ya. Jangan jangan setahun lah. Iya. [tertawa] Iya. I. Nah, artinya apa? Itu menjadi strategi pebisnis awal untuk meningkatkan trust. Ah, ya mungkin dia bayarin awal modal awal. Iya. Sama dengan di Shopee. Iya. Iya. Kita mungkin bayarin bagi-bagi parfum ya. Ini ee belanjau di sini nanti tak ganti. Heeh. Heeh. Gitu. Atau diskon besar gitu ya. Diskon besar gitu atau Mas Agung sudah punya ee pelanggan ya di Sosmet ya. Yang beli di sini saya kasih tambahan diskon tapi ngasih ulasan ya. Iya. I kayak gitu. Jadi misal kayak saya pecah telur itu follower pecah telur diminta untuk ayo order-order di produknya pecah telur gitu. Iya. Dan itu yang membuat nanti ngegulungnya itu ketika ada customer asli dari Shopee yang kalau misalnya gini perbedaannya gini Mas Agung toko ee masih baru kulasan masih nol. Heeh. Yang datang ke tokonya 100 orang, yang ngeklik 100 orang, 100nya enggak beli. Nah, begitu sudah ada ulasannya, apalagi sampai 20 30 ada 100 orang yang datang bisa 10 yang beli, 15 yang beli karena sudah percaya trust. Iya. Iya. I jadi sayang juga ya kalau belum ada ulasan ya. Jadi banyak datang traffic tapi enggak enggak terkonversi dengan baik gitu karena kurang percaya. Iya. I itu kunci percepatan penjualan. Tadi pertama iklan, yang kedua ulasan. Oh, jadi ini pilihan sih kalau misalnya wah belum ada modal nih seperti itu. Ya udah jalanin yang gratisan tadi, yang organik aja. Oke, oke oke oke. Ada juga ee kunci maksimalkan income, Mas. Ada kunci maksimalkan income. Gimana lagi tu? Iya. Tadi kan Mas Agung gini ee cap itu kan ee R10 juta omset. Oke. Kan orang bisa dapat cuman R500.000 netnya bisa R juta, bisa R juta atau R juta ya atau bahkan R juta. Mereka jualan R juta dapatnya R juta. Nah, yang pertama itu dengan kita cari ee produk yang marginnya besar. Hmm. Oke. Oke. Oke. Jadi cari produk yang marginnya besar. Banyak camilan ya. Sekarang kan lagi naik jualan basreng. Heeh. He he. Jualan basreng. Ee misalnya kita dan itu startnya bisa mulai dari ratusan ribu, Mas. Hm. Hm. Mas aku misalnya ee kulaan basreng ee Rp100.000 dapat ee mungkin di 3 kilo ya. 3 kil 4 kilo terus dijual 100 gran difoto foto foto foto dipacking ulang dipacking ulang. Nah, itu marginnya bisa lebih besar tinggi ya bisa tinggi. Nah, atau ee kalau saya pribadi di dalam komunitas saya juga saya banyak nyediakan produk-produk yang marginnya 50%. Oh, jadi orang-orang itu kayak dikasih list gitu ya atau disediain gimana? Ya, ini saya ada kosmetik, ada skinc, ada juga ee produk sabun, ada juga produk ee paranet. Paranet itu yang untuk menedukan tanaman itu kanan itu ya. Berarti bisa juga misal nih saya tertarik dengan sekolah seller ini, saya belum punya produk pun juga bisa jadi Mas ya. Bisa jadi karena di situ juga dikasih beberapa rekomendasi produk yang marginnya 50%. Iya, betul. Yang kita juga e bisa dropship, enggak perlu packing-packing juga. Oh, karena juga bisa kan kayak pemilihan gudang bisa di mana gitu kan bisa ya? Betul. Betul. Oh, oke oke oke oke oke. Menarik menarik. Jadi ee kembali lagi yang tadi ya, kunci maksimalkan income. Kalau kita sudah paham ya intinya kita punya skill-nya dulu jualannya, tahu cara main di Shopee-nya, di TikToknya seperti apa. He he. Produk apap pun bisa masuk. Kita jadi lebih sensitif. Oh, ini produk ini gede nih. Oke. Nah, ini parfum nih gede nih. Parfum termasuk yang gede juga bisa gitu. Oh, iya iya iya. Dan juga kita jualan tadi kan ee kalau 200 pis harga Rp50.000 itu kan ee apa ya? Ee R50.000 itu kan 200 pis ya. Eh oh untuk mencapai R juta kalau produknya Rp50.000 butuh 200 produk laku. 200 produk laku atau 7uh produk per hari pisis per hari. Oke. Nah, kita jualan kan bisa sekali jual langsung bandling. Iya. Bisa langsung lagu dua, laku tiga. Misal kita bikin bundling beli tiga mungkin di diskon R5.000 atau dapat apa itu bisa lebih cepat gitu ya. Bisa lebih cepat mencapai golnya. Mencapai gol yang R10 juta tadi kalau kita kontaknya gold R10 juta. Iya. Apalagi kalau produknya repeat order-nya tinggi. Hmm. Parfum. Itulah kenapa saya ee jualannya industrinya di skinc, kosmetik, madu herbal yang setiap bulan orang pasti beli karena habis. Habis. Kalau cocok, habis dipakai pasti beli lagi. Betul. Oh, oke. Siap, siap, siap. Misalnya apalagi skinc ya. He ee sudah cocok dengan ini jadi glowing. Bulan depan enggak pakai enggak glowing to atau pakai merek yang lain malah bruntusan. Iya. Iya. Bahaya nih. Harus harus pakai tetap yang sudah terbukti glowing. Iya. Jadi produk itu bagus untuk mengoptimalkan ee income margin besar. ee kita bisa bandling dan kita juga apalagi repeat order-nya tinggi. Mas, kalau saya penasaran dengan sekolah sellernya, berarti itu juga diajarin bukan misal nih kita UMKM berarti tidak tidak hanya diajarin Shopee dan berarti TikTok juga ya? TikTok juga Shopee dan TikTok kita Shopee dan TikTok karena dua marketplace itu yang populer saat ini ya. Iya. Memang tak tak lihat ya Mas ya tak lihat itu pola teman-teman UMKM saat ini Mas. Jadi ketika dia seller UMKM itu pasti memiliki dua di dua toko itu pasti memiliki Shopee, pasti memiliki TikTok. Nah, itu kayak ya produknya pun juga mirip-mirip kan. Maksudnya fotonya juga udah satu satu foto tinggal ditaruh di dua gitu. Cuma bedanya kalau TikTok kan harus ngonten. I kalau di Shopee tidak harus ngonten. Betul ya Mas ya. Harus ngonten. Cara cara mainnya beda. Behavier orang belinya juga beda. Kalau di Shopee orang buka Shopee sudah niat pengin beli. Sudah ada tujuannya. He. Saya mau beli skinc F hitam, saya mau beli cosmetic e lip cream yang mate. Nah, tapi kalau di TikTok mereka scrolling cari yang viral-viral ya, yang lagi viral gosip-gosip apa nih terbaru. Eh, tiba-tiba ada foto fotonya ada video jualan produk kita. He he he. Mereka tertarik order. Hm. Siap. Kalau yang di sekolah seller itu, Mas, itu seperti apa maksudnya pembelajarannya bagaimana? Apakah selalu tetap muka dengan Cap Adit atau ada videonya atau seperti apa sih sebenarnya? Di sekolah seller kita ada program mini di sekolah seller. Mini itu ada ee bisa belajarnya online lewat Zoom kurang lebih sekitar 3 jam. Oke. Eh heeh heeh. Ee ini bukan hanya daging lagi nih ya sampai bukan hanya tips R juta lagi untuk dapetin Rp100 juta nih ya. Pasti dagingnya lebih enak inil lahir. Iya [tertawa] lebih tebal. Lebih tebal. Nah, bisa juga ee offline e kita ada seminar offline road show ee road show ke kota-kota. Oh, biasanya kalau di Instagram saya misalnya di bulan ini ya ke kota mana saja ada jadwalnya. Oh, Depok, ee Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor. Heeh. Ee Jawa Tengah ya. Ya. Ke Jawa Barat juga Bandung, Cirebon, Tasikmaya. Kemarin kita baru baru saja dari Surabaya. Hm. Sampai keluar pulau Mas. Hmm. Makassar kita sudah tiga kali ee seminar di sana road show terus Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Medan kita juga tiga kali Batam. Wih, jauh-jauh ya, Mas ya. Iya. Itu yang offline itu juga mini course itu tadi mini 3 jaman. Iya. Walaupun offline ya. Walaupun offline. Oh. Jadi yang saya bahas itu ee peta R juta pertama. Oh. bagaimana kita yang dari start dari nol ya belum bahkan belum punya toko sama sekali bisa ngikutin langkah-langkah itu dengan mengikuti peta 100 juta itu. Oh, Mas boleh tahu sampai berapa kayak gitu ngikutin mini itu? Ee beda-beda investasinya untuk masuknya. Investasi untuk ikut kelasnya itu iya R97.000. Oh, sangat terjangkau ya. Iya. Bahkan ee bukan hanya sekali ya, bukan hanya ikut katakanlah ikut zoom-nya zoom 3 jam bukan hanya sekali zoom. He ee besoknya ada rekamannya, kita sharingkan rekamannya dan boleh resit setiap pekannya boleh ikut zoom ulang begitu kecuali yang offline ya. Offline kan jauh nih. Kalau offline boleh juga ikut zoom diomut zoom. Kalau kurang paham tuh mungkin pas waktu diajar masih mikirin banyak hutang begitu ya. Kadang-kadang kan enggak masuk tuh pelajaran. Wah bingung sih kemarin diajarin apa enggak paham. Nah ikut ulang. Ikut ulang enggak apa-apa sampai 1 tahun ikut ulang enggak bayar enggak apa-apa. Oh. Karena saya setiap Senin itu ada Zoom mini sekolah seller. Oh. I. Jadi mereka bisa ikuti ikuti ikuti ikuti he dan ee setiap kali ada yang update saya tambahkan materi di situ. Selesai ee materi tanya jawab bisa bersuara bisa lewat chat gitu. He he betul. Itu kan yang mini Mas. Kalau yang berarti ada lanjutannya juga dong berarti ya. Iya. Oh jadi kita ee lanjutannya itu ke arah pendampingan, Mas. Pendampingan. Oke. Jadi bukan bukan workshop bukan ee yang kalau workshop kan kita belajar 2 hari selesai. Heeh. Heeh. Ee praktiknya sendiri. Praktiknya sendiri ya. Iya. I. Nah, ini saya punya pengalaman ya. Oke. Oke. Tahun 2018191 pertama kali saya ngajar. Saya workshop 2 hari ya. Saya ngajar ya yang diajarkan A sampai Z. Heeh. Heeh. Heh. Wah, gimana ee saya tanya peserta, "Wah, meleduk Pak gitu ini." Wah, semangat semangat semangat semangat gitu gitu kan. Waktu saya validasi lagi belajar A sampai Z, ternyata nyantolnya A sampai D. Oh, banyak tuh yang belum paham berarti E sampai Z. Iya. Artinya apa? Ee ada keterbatasan kita dalam menyerap. Saya sendiri pun sama juga mungkin Mas Agung pernah ikut ee workshop 2 hari. Wah, pematerinya bagus, daging, tapi enggak semuanya bisa keserap. He he he. He. Nah, justru yang paling penting itu kan aplikasi bisnisnya. Betul. Setelah worksh minggu, minggu saya terapkan kok ada case seperti ini, ada case seperti ini. Kita perlu konsultasi, diskusi. Betul. Itu yang enggak bisa diberikan di workshop. Hm. Ya, ada missing link di situ. Nah, akhirnya ini yang ee membuat ee saya di sekolah seller He. Ee membuat kurikulum yang berbeda. Konsepnya pendampingan. Pendampingan. Berarti one on one. Ee ada kelas barengnya seminggu sekali. Oh, jadi setiap pekannya itu kita ada Zoom. Heeh. Heeh. Heeh. Kelas bareng. Kelas bareng. Tapi enggak banyak tapi ya. Dan itu pun saya bagi dua. Oh oke. Ada yang khusus pemula banget ya. Pemula banget belum punya toko. Kalau digabungkan dengan yang sudah intermediate yang sudah intermediate kadang minder gitu. Enggak nyambung kan? Enggak nyambung. Jadi pemula banget di hari ini. Di hari ini yang untuk yang tokonya sudah jalan. Oh. Baik yang omsetnya masih jutaan, bulan juta ya. Yang masalah traffic itu ada di kelasnya sendiri. Oh. Bahkan saya bedah toko. Heeh. Heeh. Heeh. Jadi ee casmu apa nih? Oh, saya sudah jalankan lima iklan cap ya. Coba buka share screen ya. Oh, ini kurang ini. Kurang ini. Wah, ini perlu diganti gambar depannya. H. Oh, ini perlu dinaikkan rolasnya. Kita bedah toko di benda itu di kelompok kecil itu tadi. Iya. Kelompok kecil bedah tokonya. Iya. Berarti enggak apa-apa kayak saling buka-bukaan antar member tahu juga enggak apa-apa berarti. Oh, enggak apa-apa. Enggak apa-apa. Oh, saling untuk pembelajaran juga ya. Pembelajaran juga. Oh, dan kalau memang mereka ee penginnya lebih private ya itu bisa ee chat saya karena saya juga menyediakan layanan ada boleh langsung chat ke WhatsApp saya. Oh, siap. Ada banyak layanan ya di sekolah seller ya. Iya. Itu untuk yang ee konsepnya di pendampingan butuh intens ya. Jadi begitu saya ceritakan ini mini seperti ini petanya gimana bisa jalan sendiri atau butuh pendamping? Hm. Ada juga yang menarik, Mas. Ada yang saya juga kaget, ya. Heeh. He. Waktu itu saya ngadakan seminar di Cikarang. Oke. Mini sekolah seller Cikarang 97.000 beliau ikut. He he. He. Beliau sudah punya produk dan ingin ee dijual produknya. Saya lupa produknya di bidang kategori kecantikan ya. Heeh. Heeh. Heeh. Nah, beberapa bulan kemudian nge-chat saya, ng-DM saya di Instagram, Kep saya setelah ikut seminar kemarin mini sekolah seller yang R97.000 ya, saya sudah mulai jualan dan omset saya sekarang R jutaan per bulan gitu. Wow. Itu tanpa pendampingan. Tanpa pendampingan. Wih. Jadi ee kasih saya kasih petanya sudah jalan dia terapkan. Iya. Nah, ini saya pengin scale up. Heeh. Heeh. Heeh. Saya pengin ikut pendampingan. [tertawa] Jadi kalau untuk ke R jutanya ya dia pengin pengin didampingin, pengin tanya, jawab lebih intens. Iya. Langkah yang benar biar enggak biar enggak banyak coba-coba sendiri. Iya. Nah, dari ikut mini itu nyoba-nyoba sendiri pun dia bisa omsetnya R3 juta. R juta. Lumayan ya. Lumayan. Jadi memang kayaknya kembali ke apa ya tingkat keburtalan action dan juga kepintaran penyerap materi itu juga mempengaruhi peserta. Betul. Memang kita enggak bisa enggak bisa menjamin semua peserta yang ikut pelatihan kita. Iya. Menjamin semua sukses kan enggak bisa kan butuh actionnya berbeda, penyerapannya berbeda dan lain sebagainya. Nah, ee kalau Mas Adit nih, Kep Adit sudah apa? Sudah banyak member, kemudian juga sudah banyak murid-muridnya yang sukses. Iya. Next mau ngapain lagi nih, Mas Kitnya? [tertawa] Heeh. Next-nya ingin membuat lebih banyak orang sukses lagi. Oh, jadi lebih banyak sukses. Iya, karena saya ee pengalaman waktu itu mengembangkan brand ya bersama partner Iya. Konsepnya keagenan, distributor itu banyak, Mas, yang awalnya enggak bisa jualan. Mereka jualan cuman posting-posting di WhatsApp, di Instagram. Dan mereka yang postingan story itu di Instagram langsung ngetag ee IG-nya official gitu minta dipost. Iya. Kadang kalau enggak dipost protes gitu. Oh. Jadi official banyak repost, banyak agen tuh banyak jadinya. Iya. Iya. Berawal dari seperti itu ee ada yang sampai akhirnya alhamdulillah saya sudah berangkat umrah. Oh. Bisa renovasi rumah, beli mobil dan lainnya. Nah, perubahan-perubahan seperti itu yang yang ee saya senang liihatnya. Iya, betul, betul, betul. Nah, akhirnya itu yang memicu saya di tahun 2025 ini membuat tempat belajar Oh. ee di sekolah seller itu ee lebih besar lagi. Jadi bukan hanya khusus di produk saya, tapi Anda jualan produk apapun boleh. Heeh. Heeh. Ya. Dengan metode jualan online yang paling terkini saat ini. Heeh. He. Yang paling ramai kan Shopee dan TikTok ya. Kalau saya bahasnya jualan di sosm ya mungkin masih ramai ya tapi bukan yang paling ramai. Yang pasarnya gede, duitnya gede kan di marketplace TikTok. Iya sih bener. Saya juga merasa gitu Mas. Jadi, he ee ketika katakanlah sesimpel memberikan tayangan seperti ini, kemudian ada penonton kita yang komen, "Mas, terima kasih ternyata ilmu ini yang saya butuhkan." Heeh. Kemudian e mungkin kita lihat di postingan yang ke belakang itu, wah ternyata setelah menerapkan ilmu yang di sini ada perubahan di bisnis saya. Wah, itu saya ikut senang gitu loh, Mas. Walaupun juga enggak dapat omset, enggak dapat kecipratan omsetnya, tapi gitu aja sudah senang. meskipun enggak ditraktir gitu ya, [tertawa] enggak tahu juga siapa itu. Tapi pasti kalau yang lebih kalau Capt Adit kan lebih personal itu saya lebih lebih kena lagi gitu perasaannya. Iya. Kadang-kadang orang gini, Mas ee bukan karena kita nyampaikan satu materi ya, framework-nya strukturnya seperti ini. Mereka mereka bisa aja sih ngikutin ya, tapi terkadang ada tanya jawab yang saya jawabnya pakai voice note misalnya, oh seperti ini. Dan itu simpel itu bisa berdampak banget ketika. Iya. Pas kalau pas ngena banget pas lagi dia lagi ngadapin dan mungkin voice note itu yang mencerahkan. Iya paham sih. Dan kita kita kadang ngasihnya itu enteng. Oh ini nih eh sebulan 2 bulan kemudian Mas makasih ya. Makasih ya. [tertawa] Kadang ada ada yang lucu Mas di dalam Zoom yang ee di ee zoom mingguan yang pendampingan ini ya. Iya. Saya lupa ngasih sarannya kapan tapi tiba-tiba ada yang bersuara. Kep terima kasih ya saya ngikutin langkahnya Kep Adit ini yang awalnya sebelum ee jualannya di bawah Ran juta, sekarang sudah R-an juta. Eh, terus ada juga ee beliau kemarin ee namanya Pak Udin dari Jepara ya. Oke. Itu beliau ee bilang, "Wah, lumayan kep 1 bulan, 2 bulan ini ngikutin ee cap Adit ini ya. Yang dulu sih jualannya Senin Kamis ya. Oke. Hari Senin ada orderan. Selasa, Rabu enggak ada. Kamis ada lagi. Oke. Oke. Saya kira tapi tadi sambil puasa sih. Sambil puasa. Lanjut. Lanjut. Ternyata orderannya Senin Kamis. Oderannya Senin Kamis. Nah, kalau sekarang setiap hari rata-rata ada 7 11 orderan gitu. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Produknya sendiri ya. Jadi enggak terbatas dari produk saya produknya dia sendiri. Mas, kalau kita ngomongin marketplace ya, hari ini ada Shopee dan TikTok yang kemudian yang hari ini lagi ngetren. Banyak juga keluhan di yang teman-teman rasakan, Mas. Banyak yang saya dapat, yang saya tangkap itu biaya adminnya. Nah, biaya adminnya makin dari makin naik, Mas. Oke. Oke. Gimana menurut Kep Adit itu? Iya, kembali lagi di kunci ee optimalkan ee apa? Optimalkan profit tadi ya. Ada memang produk-produk yang ee kalau saya bilang non marketplaceable ya. Ada yang produk ini oke sih diupload di marketplace boleh tapi enggak perlu iklan. He he he. Ada yang produk yang bisa digas kenceng-kencengan. Oke. Oke. Ya. Jadi ee di balik dari biaya admin itu ada exposure yang sangat besar yang diberikan oleh Shopee. Dan kadang seringki ee Shopee itu ngasih diskon subsidi tanpa kita tahu. Heeh. He he. Jadi contoh saya jualan harga Rp75.000. He he he he. Harga Rp75.000. Ee Mas Agung ee ngecek produk saya loh, Mas, di sini kok Rp55.000? Hm. Ada subsidi voucher dari Shopee. Heeh. He he. Yang itu enggak dikenakan ke kita. Heeh. He he. Nah, jadi dari Shopee-nya. Dari Shopee-nya. Jadi ee kalau saya lihat sih saya dari sudut pandang sebagai praktisi ya ee juga jualan kita memanage ada 11 toko Shopee dan TikTok saat ini. He menurut saya win-win. Hm. He. Jadi dari biaya admin yang kita keluarkan sekian ya ee dengan apa exposure yang diberikan market yang potensi market yang bisa kita dapatkan, penjualan kita dapatkan tinggal dikontrolnya di kita. Kita mau jualan produknya yang mana nih. Heeh. Heeh. He. Kalau misalnya wah ini margin kita tipis banget cuman 5% 10% enggak usah dijual e enggak usah di-upload di marketplace. Heeh. Heeh. Tapi kalau wah ini marginnya ee 25% 30% ya okelah ee organikan aja. Wah margin ini 40% 50% boleh gas. Boleh gas dengan iklan. Oh berarti kita harus melihat tuh ya berarti berapa harga pasarannya dan marginnya berapa. Betul. Jadi kalau marginnya tadi di saya kalau yang saya tangkap ee mohon dikonfirmasi benar atau salah katakanlah 25% berarti bisa di marketplace tapi organikan. Organikan aja 25 30%. 25 30 itu bisa organik. Iya. Kalau yang enggak bisa berarti kay berapa? Ee 20% itu sudah mepet. Oh kalau marginnya 20%. Iya, itu ya mepet ya minimal dia bisa untung sih, cuman untungnya tipis banget 5% atau 7% untungnya berarti berarti mulai agak lumayan mengangkat margin dari harga produk 25% iya sampai 30 agak lumayan agak lumayan yang cuan banget 50% iya 50% itu bisa dioptimasi juga dengan iklan iya dan ini banyak loh produk-produk yang margin seperti itu. Banyak harusnya banyak ya. Tinggal kita pintar-pintaran milih. Iya. Nah, satu yang paling penting ee Mas Agung ya ee yang mungkin teman-teman ee ini enggak kepikiran di situ ya. Kita pahami dulu cara jualan di Shopee dan TikTok skill-nya dulu.Oke. Karena itu yang dulu saya awak saya rasakan ketika pertama kali jualan online. Oh. Begitu skill-nya sudah dapat, tahu cara mainnya. Heh. Mau pakai produk apapun ya tinggal ganti angle kan. Ganti angle riset market. Paham. Paham. Mas Agung sudah tahu caranya jualan Shopee, jualan parfum sudah e jago ya. Misalnya jualan ban mobil tinggal riset aja kan yang jual ban mobil seperti apa. Diterapkan polanya di situ. Ee jadi pola pikirnya harus dibalik tuh. Jangan berangkat dari produknya dulu, tapi berangkat dari skill-nya dulu. Skill-nya dulu, cara jualannya dulu. Kalau kamu sudah paham nih cara jualannya, jualan produk apapun nanti bisa jadi cuan gitu. Oh, betul. Udah, udah pasti jago tuh milih produk yang bagaimana, produk yang ada marketnya gimana gitu. Lebih jeli gitu ya. Oke. Oke. Apalagi kalau kita bergaul dengan teman-teman lain ee bergaul dengan komunitas ya. Oke. Ada di dari sekolah seller ini sendiri ee Mas Agung ya, akhirnya saya ketemu dengan banyak pemilik pabrik supplier ya. Jadi produk lokal yang marginnya besar-besar. Oh, salah satunya Paranet itu yang punya pabrik Paranet di Tangerang ya. Iya. Iya. I. Nah, Kep yuk kolaborasi cap ya. Saya siap support, saya siap packingkan ya. Nanti Kep Adit punya member-membernya ini. Silakan dropship boleh. Oh, margin 50%. Wow, gitu. Jadi kayak saling apa ya? Bikin ekosistem jatuhnya ya. Ekosistem. Jadi Kadit juga menjembatani bagi mereka yang belum punya produk untuk praktik dengan beberapa dikasih supplier yang marginnya tebal dan mungkin bisa lebih mudah dijual begitu ya. Iya. Jadi fokusin skillnya dulu. Skillnya dulu. Mantap. Mantap. Kalau Cap Adit nih secara ee Cap Adit kan sudah mengetahui nih ee beberapa pergeseran-pergeseran internet marketing dari 2014 sampai sekarang 2026. Iya. Berarti kan sudah 12 tahun. Betul. Predictable ini kayak memprediksi gitu aja. I marketplace ini sampai berapa lama sih bisa eksis lagi di Indonesia lah terkhususnya? ee kurang lebih 3 tahun 5 tahun ini masih oke-oke aja masih bisa. Iya. Kecuali ada sesuatu yang baru ya. Oke. Nah, kita kan kadang ada sesuatu yang baru seperti ini ya. Ee Shopee, TikTok sih TikTok dengan video pendeknya ini kan hal yang tiba-tiba aja ya setelah COVID kita ter ee apa kita suka dengan video pendek akhirnya ada TikTok Shop akhirnya Shopee juga ngikutin seperti itu. Nah, ini yang disap. Hm. Saya rasakan benar, Mas. tahun 2023 itu yang dulunya kita jualannya di Facebook, Instagram dulu sampai ngiklan Meta Ads itu pernah salah satu e agen saya ya itu ngiklannya itu sampai 1 M per bulan. Wih. Yang K skincare tadi ya 1 M per bulan. Iya. Wih, sekarang Rp100.000 per bulan pun sudah ngos-ngosan. Oh. Karena orang belanjanya sudah berpindah dari sosm ke ekosistemnya berpindah. Heeh. Heeh. Heh. Ke marketplace. Disruption itu ya. Oke. Nah, kecuali nanti kalau ada disruption seperti itu ya mungkin ee ee bisa game changer di situ. Cuman Shopee dan TikTok ini punya ekosistem yang sangat kuat banget. Oke. Sampai 3 tahun 5 tahun ke depan. Artinya 3 sampai 5 tahun ke depan masih oke. Dan kalau kita ngomong tentang internet marketing, iya. Tidak butuh waktu lama untuk merubah hidup. Betul. Betul. Karena yang saya alami di 2017 dulu, Iya. dari awalnya biasa-biasa aja hanya butuh 1 tahun untuk merubah keadaan ekonomi keluarga. Betul. Betul. Itulah jagonya apa kelebihannya internet marketing. Dulu mulai jualan di mana? Sosmet Mas. Iya. Dulu kan zamannya 2017 Facebook ya? Facebook. Facebook mulai kenceng-kencengnya Facebook Ads juga jualan waktu dulu-dulu jualan itu I fashion fashion muslimah agak telat beradaptasi dengan marketplace juga sebenarnya. [tertawa] tergitah gitulah. Jadi masih oke deh kayaknya masih oke. Jadi enggak butuh waktu lama. 1 tahun pun ketika teman-teman fokus insyaallah bisa merubah keadaan keluarga. From zero sampai punya income di 20 30 jutaan per bulan itu bisa banget. Keren, keren, keren. Iya, Kepada terima kasih sudah mampir di pecah telur. Sama-sama. E, Mas Agung. Last statement dari Kep Adit. Eh, the last statement ya. Oke, eh buat teman-teman semuanya ya yang saat ini sedang memulai bis online atau lagi struggling ya eh kok saya enggak menghasilkan atau sekarang sedang mencari-cari peluang ya apakah online ini oke enggak untuk saat ini ya saya sebagai praktisi ee selama 12 tahun ini yang di mana hidup dari jualan online ya online itu worthed banget seperti yang tadi disampaikan oleh Mas Agung dan saya juga sama dulu dalam waktu 1 tahun ketika saya mulai mendalami jualan online he 1 tahun bisa benar-benar merubah hidup. Oke ya. Membantu keluarga dan yang lainnya hingga akhirnya ee makin berkembang-berkembang ee bisa punya aset-aset rumah, mobil dan lain-lain ya. Jadi ee bisnis online ini bisnis yang menjanjikan ya. Apalagi kalau kita jualan online itu marketnya seluruh Indonesia. Heeh. He. Kita tinggal pilih produk yang memang ini bisa dikirim ke seluruh Indonesia. He he. He. Jadi kalau ban mobil ya mohon maaf ya, mungkin masih lokal area ya. Iya. Iya. Ee customer dari Maluku, dari Papua agak susah. Tapi kalau parfum ini bisa ke mana-mana. Oke. Sehingga pembeliannya bisa ee terjualnya bisa sampai puluhan ribu pisis, ratusan ribu pisis. Potensi marketnya lebih besar. Lebih besar. Oke. Nah, saran untuk teman-teman semuanya ya pelajari skill-nya. Yang nomor satu yang paling penting upgrade skill. Heeh. Heeh. ya, belajar secara intens gimana caranya menghasilkan income secara online. Karena kalau skill-nya sudah kita pegang, opportunity itu bakal datang. Heeh. He. Seperti saya tiba-tiba ee dulu sebelum saya jualan skincare ee berkolaborasi sama teman ya, paling awal sendiri saya ketemu owner skincare, Mas. Hm. Owner skincare saya lihat oh ternyata bisa loh jualan seperti ini. H ya. Jadi ada skinc, cosmetik, ada herbal, ada parfum, ada fashion. Kita bisa jualan apun. kita sudah punya skillnya skillnya. Jadi miliki skillnya dulu. Siap. Dan juga buat teman-teman ya Mas Agung ya yang ingin ee memperdalam ilmu jualan online terkini ya yang di mana di market besarnya saat ini di Shopee dan di TikTok ya boleh silakan bisa ikut webinar saya Zoom ataupun di seminar yang ee kota-kota yang saya datangi di Miniourse Scholah Seller ya. Nanti mungkin ee linknya boleh disisipkan ya di deskripsinya Mas ya. nanti saya sisipkan di link di deskripsi i karena di situ saya akan memberikan petanya untuk mencapai 100 juta pertama lewat Shopee dan TikTok. Terima kasih ya. Sampai jumpa di next episode teman-teman. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.