Transcript
MgX-b2KgTYQ • CHINA BERHASIL MEBUAT MESIN PROTOTYPE EUV YANG HANYA ADA 1 DI BUMI MILIK BARAT ! AKAN PERANG DUNIA?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1671_MgX-b2KgTYQ.txt
Kind: captions Language: id Dari informasi yang didapatkan oleh dua orang yang mengetahui proyek tersebut, prototype ini dibangun oleh tim mantan insinyur dari ESML yang melakukan rekayasa balik mesin litografi EUV milik perusahaan tersebut. Wah, jadi ada yang berkhianat akhirnya, ada yang membelot akhirnya dan membantu Cina untuk membuat mesin yang sama. Oke, Geng. Hari ini kita bakal membahas seputar dunia teknologi. Jadi, ada sebuah kabar yang cukup menghebohkan dari Cina karena negara tersebut kembali membuat langkah besar di bidang teknologi semikonduktor. Nah, ini buat kalian yang masih muda-muda wajib dengar nih berita ini. Kenapa? Ini supaya bisa men-rigger kalian untuk lebih sadar bagaimana kemajuan teknologi itu berkembang. Jadi, sebagai anak muda jangan cuma terjebak di dalam hal-hal konyol, berjalan di tempat dan enggak maju-maju. yang ada kita semakin ketinggalan dengan anak muda-anak muda dari negara lain. Jadi, geng ceritanya Cina ini dilaporkan berhasil mengembangkan prototype teknologi EUV, sebuah teknologi kunci yang selama ini menjadi pondasi produksi chip paling canggih di dunia. Designed to replicate extreme ultravolet or EUV lithography machines. EUV systems are critical for making the most powerful chips used in artificial intelligence. advanced weapons and currently. Pencapaian tersebut langsung menarik perhatian global karena EUV ini bukanlah sekedar mesin atau alat produksi biasa, tetapi melainkan ini adalah sebuah simbol dominasi teknologi tingkat tertinggi. Dan selama bertahun-tahun, teknologi EUV ini dikuasai oleh negara-negara barat, Geng. Dan menjadi salah satu alat paling efektif untuk menjaga keunggulan mereka di dalam industri cip. Bayangin tuh dulunya punya barat, sekarang Cina udah bisa pegang kendali. Akses terhadap teknologi ini sangat terbatas dan pembatasan ekspor menjadi bagian penting dari strategi geopolitik untuk menahan laju perkembangan Cina di sektor teknologi tinggi. Tapi dengan munculnya prototype EUV ini yang merupakan buatan Cina, persaingan ini mulai menunjukkan adanya perubahan. Langkah tersebut tentu enggak berdiri sendiri, Geng. Hal ini adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat, memperkuat industri di dalam negeri mereka, serta membangun rantai pasok cip secara mandiri. Jadi, Cina semakin menggila setelah ini, Geng. Nah, di dalam konteks yang lebih luas nih, Geng, ya. Ini adalah bagian dari apa yang disebut sebagai perang teknologi global. di mana cip bukan hanya komponen elektronik biasa, tapi ini adalah aset strategis yang menentukan kekuatan ekonomi, militer, dan juga politik sebuah negara. Keberhasilan membuat prototype memang belum berarti Cina secara langsung menyamai atau melampaui kemampuan produksi cip paling maju saat ini. Tapi pencapaian ini sudah menunjukkan keseriusan dan arah yang jelas dari Cina bahwa mereka enggak cuma mengejar ketertinggalan, tapi mereka berupaya mematahkan dominasi lama yang selama ini dipegang oleh Barat. Gua bakal merangkum fenomena ini kepada kalian agar kalian tahu bahwa Cina yang sekarang jauh melampaui apa yang mungkin kita pernah pikirkan. Jadi mereka ini udah benar-benar di atas awan, Geng. Bukan di atas awan, bahkan udah di luar angkasa sekarang. Nah, langsung aja nih ya kita bahas video ini. Kalian harus mendengar dengan seksama supaya bisa m-trigger kalian untuk mau belajar lebih keras lagi supaya ya siapa tahu generasi Indonesia selanjutnya bisa menyamai Cina. Amin ya. Oke, langsung aja kita bahas. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry Ging King Valentine sebentar lagi. Buat lo semua yang mau merayakan Valentine sama pasangan, gua mau rekomendasiin baket bunga yang cantik banget ini. Ini adalah bunga asli yang dirangkai secantik ini, Geng. Kalau lu ngasih bunga kayak gini ke pasangan lu, dia pasti bakal happy dan makin sayang. Dan hubungan kalian udah pasti makin langgeng. Buat yang mau order baket bunga kayak gua gini, linknya udah gua terahin di bawah. Langsung aja klik dan check out. Harganya cukup affordable. Ramah di kantong tapi kualitasnya enggak main-main. Untuk pembahasan yang pertama, kita bahas dulu soal mesin EUV yang menjadi komponen penting bagi terciptanya chip. Sebelum gua masuk ke dalam inti pembahasan, gua mau menjelaskan sedikit mengenai mesin EUV. Karena lewat pembahasan tersebut, kalian jadi punya gambaran kenapa sih Cina sampai harus buat prototype EUV mereka sendiri. EUV ini ya ini adalah sebuah singkatan dari extreme ultraviolet, yaitu sebuah alat paling kompleks dan mahal di dunia dalam proses fabrikasi chip. Nah, mesin inilah yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan semikonduktor global seperti TSMC, Intel, terus Samsung juga untuk membuat chip berukuran nanometer yang menjadi pondasi bagi revolusi digital di abad ke-21. Yang ibaratnya nih ya kalau enggak ada tuh alat ini handphone ya, ini tab atau PC, komputer, kamera yang kita pakai sekarang itu enggak bakal ada, Geng. Nah, tanpa itu semua gak ada yang namanya chip 7 st2 nanometer dan gak ada prosesor AI dan gak ada teknologi 5G bahkan gak akan ada yang namanya smartphone gadget yang kita pakai hari ini. Yang memproduksinya itu semua adalah advance semiconductor materials litography atau ESML, sebuah perusahaan teknologi asal Belanda yang bergerak dalam bidang manufaktur mesin litografi. Jadi even kita selama ini lihat semuanya made in Cina, made in Cina asal muasal atau akarnya itu ada di Belanda. Tanpa adanya campur tangan advance semikonduktor materials litografi asal Belanda ini ya, maka enggak akan tercipta nih handphone. Perusahaan yang disingkat dengan ESML tadi berdiri dari tahun 1984 dan saat ini menjadi satu-satunya perusahaan di muka bumi ini yang mampu memproduksi mesin litografi EUV, Geng. cuma ada di Belanda tadi. Dan ASML itu berperan sebagai jantung utama di dalam rantai pasokan global untuk teknologi mikroprosesor. Dan mesin yang diproduksi oleh ESML kemudian digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk menciptakan chip yang digunakan di dalam smartphone, komputer, kendaraan listrik, perangkat militer sampai dengan perangkat berbasis AI. Tanpa adanya ESML, maka kemajuan teknologi modern seperti yang kita kenal sekarang hampir enggak akan mungkin ada. ESML ini menggunakan prinsip lografi yaitu proses pemindahan pola sirkuit ke permukaan waver silikon namanya yang menggunakan cahaya. Ya, ribet deh kalau untuk kita pahami dengan pemikiran awam memang agak ribet tapi informasi yang gua dapatkan seperti itu. Dan mesin EUV ESML itu menciptakan pola sirkuit dengan menggunakan cahaya ultraviolet ekstreme yang panjang gelombangnya cuma 13,5 nanm yang bahkan lebih kecil dari ukuran virus. Kebayang enggak tuh? Kita virus aja udah enggak bisa lihat. Nah, tapi mereka bisa menggunakan cahaya ultraviolet ekstreme yang panjang gelombangnya tuh lebih kecil dari virus tadi. Dan prosesnya itu dimulai dari sinar laser berenergi tinggi yang menembakkan tetesan logam timah dan menghasilkan plasma. Plasma ini kemudian memancarkan cahaya EUV yang begitu kuat yang dipantulkan oleh serangkaian cermin ultra presisi hingga mengenai wafer tadi. Nah, waver ini bukan makanan ya, Geng. Bukan roti, bukan. Nah, dia ini merupakan lempengan tipis berbentuk bulat yang terbuat dari silikon murni dan menjadi bahan dasar untuk membuat chip. Kebayang ya kalau alat ini enggak ada, kalau teknologi ini enggak ada, mungkin lu bawa handphone tuh segede-gede gaban segede-gede gini tuh. Halo, halo. Tapi hari ini kita punya handphone segede gini doang bisa digenggam. Jadi ini apa ya? Kinerjanya tuh kayak printer tapi bukan seperti printer biasa. Mesin EUV itu mencetak pola dengan akurasi atomik. Terdapat lebih dari 100.000 rib komponen mekanis di dalam satu mesin EUV dan semua dikendalikan dengan sistem otomatisasi dan kontrol suhu tingkat tinggi. Terus pasti kalian bakal bingung ya, masa sih Bang, cuma orang Belanda doang yang bisa masa sih cuma perusahaan yang bernama ESML doang yang bisa bikin kayak gini. Bukannya Cina itu pintar banget, bukannya Jepang itu pintar banget, Amerika is rewel bukannya pintar, kenapa justru adanya di Belanda? Kenapa mereka yang bisa memproduksi EUV ini? Untuk apa? Apa untuk memonopoli? Jawabannya bukan. Bukan karena monopoli, Geng. Sebenarnya ini semua akibat dari tantangan teknologinya yang super ekstrem. dibutuhkan waktu riset dan pengembangan selama puluhan tahun sampai orang-orangnya berganti-ganti untuk meriset ini. Investasi mereka lebih dari 10 miliar dolar Amerika atau yang setara dengan Rp16 triliun serta kolaborasi dengan lebih dari 5.000 mitra global untuk mengembangkan satu sistem doang yang paling kompleks di muka bumi ini. Beberapa komponen krusial seperti cermin reflektif ultra presisi hanya bisa diproduksi oleh Zeis dari Jerman. Kalau kalian pernah lihat lensa-lensa kamera atau kacamata ya, perusahaan Zeis inilah ahlinya dan ternyata mereka bisa menciptakan salah satu komponen untuk membantu pembuatan EUV tadi yaitu cermin reflectif ultra presisi dan juga ada lagi yang namanya sistem laser plasma yang hanya dikuasai oleh satu perusahaan yaitu Shimer dari Amerika Serikat. Nah, jadi ada tiga perusahaan yang bekerja sama dan mereka ini vital banget yaitu ASML dan Zei serta Shimer. Shimer apa chimer tulisannya kayak gitu deh ya, koreksi gua kalau salah. Kombinasi ini membuat pengembangan sistem serupa sangat sulit untuk bisa ditiru. Jadi, gak ada perusahaan lain yang bisa meniru kolaborasi tiga perusahaan ini. Dan tidak adanya pesaing bukan karena pasar yang tidak menguntungkan, tapi karena hambatan teknologi yang begitu tinggi. Selain itu, ya ESML memiliki perlindungan dari ribuan paten dan sistem hak milik intelektual yang menjadikan teknologi mereka jadi sangat eksklusif. Jadi hak paten. Jadi misalkan nih mereka ya nyiptain remote, remote-nya langsung diha paten. Jadi perusahaan lain gak boleh bikin yang sama. Bakal dituntut bikin misalkan apa baterai handphone jenis apa dihak patenin. Nah perusahaan lain enggak boleh bikin e baterai handphone yang sama dengan teknologi yang sama karena itu sudah dihak patenin. Jadinya apa? Eksklusif cuma mereka yang bisa melakukan itu, Geng. Satu mesin EUV dari ESML itu berukuran 14 * 5 * 4 m dan beratnya bisa mencapai 180 ton. Nah, itu mesinnya gede banget tuh mesin cetakv itu hanya untuk mencetak chip yang kecilnya kecil banget. Pengirimannya nih, Geng, terbagi dalam ratusan modul yang harus melalui perakitan ulang secara presisi. Jadi, misalkan nih ee dipesan nih dari perusahaan ESML tadi mau beli mesin EUV pencetak chip dikirim ke sebuah negara. Pas dikirim itu dia dalam kondisi terbongkar. Nah, nanti bakal dikirim teknisi ke tempat pemasangan mesin EUV tadi. Dan teknisi itu yang akan memasang sampai jadi. Dan kalian tahu apa? Semuanya super ketat. Bahkan teknisinya itu kan ilmuwan hebat ya. Mereka aja udah disumpah, Geng, untuk tidak membocorkan teknologi itu. Dan apabila ada indikasi nih, misalkan kayak e negara pembeli ya atau pihak pembeli mesin itu mencoba membongkar-bongkar dan ingin meniru cara kerjanya, maka si teknisi yang sudah disumpah ini enggak bakal mau mengerjakan hal itu. Enggak bakal mau memperbaiki mesin itu, memasang mesin itu, dan mereka memilih untuk angkat tangan dan mereka memilih untuk melaporkan hal ini. Itu dianggap sebagai pidana. Dan kalian harus tahu, Geng, butuh waktu sekitar 6 bulan sampai 1 tahun loh, Geng, untuk pemasangan penuh oleh tim teknisi khusus dari ESML tadi. Dan harga satu unit mesin EUV ini bisa mencapai 200 hingga 400 juta Do atau sekitar e R sampai Rp triliun. Nah, tapi itu juga tergantung pada tingkat versinya. Jadi, ada versi yang biasa, menengah, dan paling bagus. Dan tanpa adanya ESML ya perusahaan ini, maka kemajuan chip komputer akan mandek, enggak akan pernah maju. Nah, inovasi di dalam smartphone, kendaraan, AI, perangkat medis canggih, dan jaringan komunikasi global sangat bergantung pada cip yang hanya bisa dibuat dengan mesin ESML ini. Dan ESML EUV ini menjadi penopang dari seluruh perkembangan dunia digital. Seperti yang gua bilang sebelumnya, ini dia ibaratnya tuh jantung dari revolusi teknologi yang saat ini kita rasakan. Dari sektor pertahanan nasional sampai dengan layanan streaming hingga cloud computing sangat membutuhkan nanochip ini. Sehingga keberadaan ESML mendukung terciptanya peradaban digital modern. ESML tidak hanya berdampak secara teknis tapi juga ekonomi. Dan mesin ini menjadi ujung tombak kemajuan negara-negara produsen teknologi dan menopang ekspor teknologi bernilai miliaran dolar dan menciptakan lapangan kerja profesional. Nah, keberhasilan dari ESML ini menunjukkan kepada kita bagaimana kolaborasi ilmiah lintas disiplin ilmu pengetahuan, dan teknologi bakal dapat menghasilkan nilai ekonomi yang luar biasa bagi kemajuan peradaban manusia. Jadi, kehidupan manusia berubah nih gara-gara perusahaan ESML ini, Geng. Nah, tapi ini kita bercerita tentang dulu, ya, Geng. Kalau dulu ya cuma ESML aja yang bisa berkuasa dan membuat EUV. Nah, kalau sekarang ya bukan Cina namanya kalau tidak bisa bersaing di dalam teknologi apapun dan gak ada yang gak mungkin kayaknya buat Cina yang mana sekarang mereka mengumumkan kalau mereka sudah berhasil membuat prototype dari EUV. Apakah ini akan menjadi awal dari kebangkitan Cina sekaligus kejatuhan bagi Barat di industri teknologi? Nah, kita masuk ke dalam pembahasan utamanya. Jadi, Geng, di sebuah laboratorium berkeamanan tinggi di daerah Shenzen, para ilmuwan Cina sudah membangun sesuatu yang selama bertahun-tahun dicegah oleh Amerika, dicegah oleh Barat agar Cina tidak bisa memiliki benda ini, yaitu prototype mesin yang mampu memproduksi chip semikonduktor canggih yang mendukung kecerdasan buatan atau AI, smartphone, dan senjata yang menjadi inti dari dominasi militer Barat. Prototype ini selesai dibangun pada awal tahun 2025 dan saat ini sedang menjalani pengujian. Prototype-nya hampir memenuhi seluruh lantai pabrik, Geng. Dari informasi yang didapatkan oleh dua orang yang mengetahui proyek tersebut, prototype ini dibangun oleh tim mantan insinyur dari ESML yang melakukan rekayasa balik mesin litografi EUV milik perusahaan tersebut. Wah, jadi ada yang berkhianat akhirnya, ada yang membelot akhirnya dan membantu Cina untuk membuat mesin yang sama. Mesin EUV buatan Cina ini sudah beroperasi dan menghasilkan sinar ultraviolet ekstreme. Akan tetapi belum menghasilkan cip yang berfungsi. Kata dua orang tadi, Christop Fukquit selaku CEO dari ESML itu menyebutkan kalau Cina akan membutuhkan bertahun-tahun lagi untuk bisa mengembangkan teknologi yang sama seperti mereka. Lagi-lagi ada yang meremehkan Cina nih ya. Ini udah kayak pas Elon Max mencoba meremehkan mobil listrik Cina yang dibandingkan dengan Tesla miliknya dia. Sekarang kita lihat siapa yang merajai mobil listrik. By cok. Byd. Byd udah ngalahin penjualan Tesla. Sama kayak gini diketawain dulu, terus dikatain, "Ah, butuh bertahun-tahun untuk bisa bersaing." Tahu-tahu kebalap, ke tikung. Tapi geng, walaupun kayak gitu ya, karena keberadaan prototype ini, ini menunjukkan bahwa Cina mungkin bakal lebih dekat untuk mencapai kemandirian semikonduktor mereka dibandingkan yang diperkirakan oleh para analis. Jadi mereka bakal gak butuh barat sama sekali setelah ini. Nah, meskipun begitu, Cina masih menghadapi tantangan teknis utama khususnya dalam meniru sistem optik presisi yang diproduksi oleh pemasok Barat. Ketersediaan suku cadang dari mesin ESML yang lama di pasar sekunder sudah memungkinkan Cina untuk membangun prototype di dalam negeri. Nah, dengan pemerintah mereka yang menetapkan tujuan untuk memproduksi chip yang berfungsi pada prototype tersebut pada tahun 2028. Tapi geng, pihak yang dekat dengan proyek tersebut bilang target yang lebih realistisnya itu sebenarnya Cina bisa menghasilkan ini semua itu di tahun 2030 yang masih beberapa tahun lebih awal dari dekade yang diprediksi oleh para analis kalau Cina ingin menyamai negara-negara barat di dalam hal cip. Gua curiga nih ya, Geng. Rumor soal perang dunia ketiga atau bubarnya negara-negara kecil gara-gara perang dunia ketiga di tahun 2030 ini adalah sebuah kebenaran. Karena kalau kita lihat dari sini ya, banyak hal yang diprediksi akan terjadi di 2030 ini. Kalau misalkan Cina sudah bisa mandiri dengan teknologi, enggak butuh barat lagi, akan sangat memungkinkan perang dunia ketiga terjadi. Karena Cina udah pegang kendali sendiri, berdiri di kaki mereka sendiri, ya mereka udah bebas. Mau menghabisi Barat ya silakan, udah enggak ada kebutuhan apapun. Makanya nih kayaknya prediksi 2030 adalah perang dunia ketiga nih kayak makin benar aja gitu, makin realistis aja gitu. Nah, sistem EUV tercanggih milik ESML itu berukuran kira-kira sebesar bis sekolah dan beratnya itu 180 ton. Nah, Cina sudah berupaya untuk mereplikasinya, mereplikasi ukuran mesinnya tapi gagal. Untuk itu, prototype yang ada di laboratorium Senzen menjadi berkali-kali lebih besar dibandingkan milik ESML untuk bisa meningkatkan dayanya. Ya, apa ya? Kayak teknologinya udah bisa ditiru tapi kayak ukurannya belum gitu, Geng. Nah, prototype buatan Cina ini masih kasar kalau dibandingkan dengan mesin buatan ESML. Tapi dari informasi yang didapatkan, prototype tersebut masih cukup fungsional untuk pengujian yang namanya juga masih baru kan. Dan prototype buatan Cina bisa dikatakan masih tertinggal jauh sebenarnya dibandingkan mesin-mesin ESML dikarenakan para peneliti yang kesulitan mendapatkan sistem optik seperti yang diproduksi oleh Zeis dari Jerman dan yang menjadi salah satu pemasok utama ESML. Tapi kalian tahu enggak, Geng? Tebakan gua nih ya. ya kan dari ESML udah ada yang membelot ya kan. Masa sih yang dari Zeis gak ada yang membelot? Kayaknya Cina akan menggunakan segala cara untuk bisa mendapatkan teknologi tersebut. Pasti ada salah satu insinyurnya atau desainernya atau siapanya lah gitu ya dari Zeis yang bakal direkrut oleh Cina dengan cara apapun. Nah, dari informasi orang dalam juga nih geng dikatakan bahwa lembaga penelitian terkemuka Cina juga memainkan peran kunci di dalam mengembangkan proyek tersebut. Lembaga yang dimaksud itu adalah The Changsun Institute of Optic Fine Mechanics and Physic yang disingkat dengan XIOM atau COMP yang ada di Chinese Academy of Science. Nah, mereka inilah yang berhasil mengintegrasikan cahaya ultraviolet ekstreme ke dalam sistem optik prototype sehingga memungkinkan prototype tersebut beroperasi di awal tahun 2025. Walaupun juga katanya optiknya itu masih memerlukan penyempurnaan yang signifikan. Dan dikatakan kalau Xiaomi ini melakukan rekrutmen di situs web-nya pada bulan Maret tahun ini dan menawarkan gaji tanpa batas maksimal. Benar kan kata gua tanpa batas. Lu mampu, lu dari mana? Lu dari Zeis. Oke. Lu mampu mencapai keinginan mereka untuk membuat prototype ini. Lu digaji, ah gua gak bisa ngomong deh. Lu minta apapun dikasih. Nah, dan selain gaji mereka juga menawarkan dana riset sampai dengan 4 juta yuan serta tambahan subsidi pribadi sebesar 1 juta yuan. Jadi benar-benar diberikan hak spesial. Dan meskipun ini baru prototype-nya aja, tapi ini sudah menjadi sebuah terobosan yang menandai puncak dari inisiatif pemerintah Cina selama 6 tahun untuk mencapai kemandirian semikonduktor. Hal tersebut menjadi salah satu prioritas tertinggi dari Presiden Sijin Ping. Walaupun tujuan semikonduktor Cina sudah diumumkan kepada publik, proyek EUV yang ada di Shenzen ini sudah dilakukan secara rahasia ya. Dan menurut sumber-sumber tersebut, proyek ini ya termasuk ke dalam strategi semikonduktor negara Cina yang menurut media pemerintah dijalankan oleh orang kepercayaan dari si Jinping. Namanya adalah Ding Suesang yang mengepalai Komisi Sains dan Teknologi Pusat dari Partai Komunis Cina. Nah, emang beda ya kalau presiden negara orang itu kalau udah berhubungan dengan penemuan-penemuan, teknologi-teknologi di-support habis-habisan, ya kan? Nah, kalau di negara lain ya gua enggak tahu deh. Ada mobil listrik dihalangi, ada penemuan bahan bakar dari jerami diremehkan. Ya kan kita enggak tahu. Tapi kalau di negara Cina semuanya di-support. Nah, menurut informasi-informasi orang dalam juga raksasa elektronik Cina yaitu Huawei memiliki peran kunci di dalam mengkoordinasikan jaringan perusahaan dan lembaga penelitian di seluruh negara Cina dengan melibatkan ribuan insinyur mereka. Orang-orang menggambarkan apa yang dilakukan oleh Cina saat ini adalah proyek Manhattan versi Cina. Proyek Manhattan sendiri adalah proyek yang dilakukan oleh Amerika Serikat di dalam Perang Dunia Kedua untuk mengembangkan bom atom yang mana bom atom inilah yang membuat sekutu menjadi menang dan perubahan dunia terjadi ya kan. Nah, itu diibaratkan seperti apa yang saat ini dilakukan oleh Cina, Geng. Makanya disebut dengan proyek Manhattan-nya Cina. Meskipun Cina tidak membuat bom atom, tapi kan secara enggak langsung ini adalah bom atom teknologi gitu. Ketika ini meledak, maka semua teknologi bisa tumbang dengan Cina. Dan tujuannya adalah agar Cina pada akhirnya mampu membuat cip canggih pada mesin yang sepenuhnya. Buatan Cina benar-benar made in Cina to. Dan mereka menginginkan agar Amerika Serikat sepenuhnya dikeluarkan dari rantai pasokan. Gila. Aduh gila. Cina Cina luar biasa ya. Kayak jadi impian gitu. Dan ESML pernah mengeluarkan sebuah pernyataan mengenai Cina yang pada saat itu dituliskan sedang membuat replika dari EUV yang diproduksi oleh ESML. Mereka menyebutkan bahwa masuk akal kalau perusahaan lain ingin meniru teknologi mereka, tapi untuk melakukannya bukanlah hal yang mudah. Nah, kalau bukanlah hal yang mudah berarti kan susah, bukan berarti tidak bisa ya kan. Nah, sistem EUV ASML di saat ini kata mereka tersedia untuk sekutu-sekutunya Amerika, Geng. Di antaranya ada Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang. Mulai tahun 2018, Amerika Serikat mulai menekan Belanda agar ESML tidak menjual sistem EUV ke Cina. Udah mulai panik nih Amerika nih. Udah mulai nekan-nekan Belanda nih mereka. Dan pembatasan tersebut kemudian diperluas pada tahun 2022 ketika pemerintahan Joe Biden memberlakukan kontrol ekspor yang luas dengan tujuan memutuskan akses Cina ke teknologi semikonduktor canggih. Dan kontrol ini tidak hanya menargetkan sistem EUV aja, tetapi juga mesin litografi ultraviolet dalam atau disingkat dengan DUV yang sebenarnya lebih tua dibandingkan EUV. Jadi semuanya tuh gak boleh tuh dijual ke Cina supaya Cina gak bisa tiru. Nah, si DUV ini beda dengan EUV. Dia itu memang dipergunakan untuk membuat chip juga, tapi kurang canggih. Dan di UV ini dipakai oleh Huawei. Nah, kalah dia sama EUV. Dan alasan Amerika juga membatasi DUV agar Cina setidaknya tertinggal satu generasilah di dalam kemampuan pembuatan chip. Dan dari sini timbullah pertanyaan, kalau ESML diminta oleh Amerika untuk tidak menjual sistem EUV ke Cina, jadi gimana bisa Cina membuat prototype-nya? Gimana cara mereka meniru? Nah, ternyata untuk mendapatkan suku cadang yang dibutuhkan, Cina malah mengambil komponen dari mesin ESML yang lebih tua dan mendapatkan suku cadang dari pemasuk ESML melalui pasar barang bekas. Jadi mereka tuh membeli barang-barang bekas yang udah rusak mungkin atau udah tua mungkin diambil sama mereka dibongkar dan demi menghindari pelacakan siapa pembelinya akhirnya digunakanlah jaringan perusahaan perantara atau dari pasar gelap. Perusahaan-perusahaan ini berfungsi sebagai penutup sehingga identitas pembeli yang sebenarnya dari China tidak terlihat secara langsung. Nah, itu cara negara Cina membeli ini. Dan selain menggunakan komponen mesin ESML yang lebih tua dan membeli lewat pasar barang bekas atau pasar gelap, Cina juga menggunakan suku cadang dari Nikon dan Canon, perusahaan asal Jepang. dan Nikon menolak memberikan komentar sementara Canon menyatakan tidak mengetahui laporan tersebut. Mereka gak tahu kalau Cina membeli barang mereka ya untuk merakit kembali sebuah mesin yang sedang mereka tiru dari barat. Dan dari informasi yang mengetahui proyek terkait prototype EUV milik Cina ini juga menyebutkan kalau bank-bank internasional secara rutin melelang peralatan lama untuk pabrik semikonduktor. Berdasarkan penelusuran daftar lelang di Alibaba Auction, sebuah platform milik Alibaba ya, mesin litografi SML lama itu masih dijual di Cina hingga bulan Oktober 2025. Kemudian dikatakan ada sekitar 100 lulusan universitas baru dilibatkan di dalam tim yang fokus melakukan rekayasa balik atau reverse engineering terhadap komponen mesin litografi IUV dan DUV. Setiap meja kerja mereka dipantau oleh kamera khusus untuk merekam proses pembongkaran dan perakitan ulang komponen. Sebegitu seriusnya, Geng. Di dalam mempekerjakan para ilmuwan untuk membuat prototype tersebut, ternyata Cina juga menuai kontroversi nih, Geng. Jadi ada keterangan dari salah satu orang yang mengetahui proses perekrutan anggotanya ini, yaitu seorang insinyur veteran asal Cina yang sebelumnya bekerja di ESML yang direkrut oleh Cina untuk mengerjakan prototype tersebut. katanya dia kaget ketika mengetahui bahwa saat dia menandatangani kontrak, dia juga diberikan kartu identitas menggunakan nama palsu. Dan setelah dia masuk ke dalam laboratorium Shenzen, dia juga mengenali mantan rekan-rekan ESML lainnya yang juga bekerja dengan nama palsu dan diinstruksikan untuk menggunakan nama palsu mereka di tempat kerja untuk menjaga kerahasiaan itu. Dan karena dirahasiakan inilah tidak ada satu orang pun di luar kompleks bangunan laboratorium yang boleh mengetahui apa yang sedang mereka kerjakan di dalam laboratorium. Bahkan tidak boleh ada yang tahu identitas dari para pekerja yang ada di dalam. Dan tim ilmuwan yang bekerja di sana merupakan mantan insinyur dan ilmuwan ESML yang mana mereka semua lahir di Cina dan baru saja pensiun dari ESML. Ya, sama aja kayak membelot kan. Dan hal ini dikarenakan ya mereka memiliki pengetahuan teknis tapi menghadapi lebih sedikit kendala secara profesional karena sudah meninggalkan ESML. Mereka udah enggak terikat kontrak lagi sama ESML. Cuman mereka kan punya sumpah untuk tidak membocorkan semuanya ya. Tapi mereka tetap membelot untuk negara Cina. Dan ada dua karyawan ESML berkewarganegaraan Cina yang bekerja di Belanda yang mengatakan kalau mereka sudah dihubungi oleh perekrut dari Huawei sejak tahun 2020. Nah, karena Undang-Undang Privasi Eropa itu membuat ESML tidak bisa melacak mantan karyawannya secara leluasa. Jadi meskipun sebelum kontrak mereka berakhir, para karyawan diharuskan menandatangani perjanjian kerahasiaan, tapi nyatanya perjanjian itu enggak bisa ditegakkan di berbagai negara seperti Cina. Cina membuat pengecualian kayak apa? Lu udah kontrak sama ya? Katanya lu disumpah untuk enggak boleh ee membelot atau membocorkan rahasia. Udah aman lu membelot aja. Bocorin sini. Kalau lu diapa-apain sama mereka kita perang. Cina sebegitunya ya. Seperti yang gua pernah cerita ke kalian Cina ini dia men-support apapun walaupun sebuah kepintaran untuk kejahatan mereka support. Salah satunya hacker, Geng. Hacker-hacker Cina itu didanai, Geng, sama pemerintahnya. Jadi sebegitunya pemerintah itu pro terhadap orang-orang pintar di negara mereka. Even kepintaran dipakai untuk kriminal. Selama itu enggak untuk menghancurkan Cina. Misalkan hacker nih nge-hack negara lain di luar sana dan e itu tidak merugikan Cina. Cina pemerintahnya bakal support kepada orang itu. Sini lu gua pelihara. Lu hancur-hancurin tuh musuh-musuh negara kita. Gitu, Geng. Gitu cara kerja pemerintah Cina. Keren banget enggak sih? Kalau di negara kita beda. Ada yang maju dikit pajak mane pajak gitulah. Nah, di waktu tahun 2019, ESML pernah menggugat seorang mantan insinyur Cina karena dituduh mencuri rahasia dagang. ESML memenangkan putusan senilai 845 juta Do Amerika. Namun terdakwa mengajukan kebangkrutan dan terus beroperasi di Beijing dengan dukungan dari pemerintah Cina. Enggak bisa dipastikan apakah ada tindakan hukum yang sudah diambil terhadap mantan karyawan ESML yang terlibat di dalam program EUV di China ini. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka melindungi pengetahuan EUV dengan memastikan hanya karyawan tertentu yang bisa mengakses informasi tersebut bahkan di dalam perusahaan. Nah, tapi geng ya dari sumber-sumber yang mengetahui mengenai proyek IUV di Cina semuanya menyebutkan kalau para veteran dari ESML lah yang memungkinkan terciptanya prototype IUV di Senzen. Jadi orang-orang lamanya tuh yang udah pensiun justru yang mana setelah pensiun mereka cabut dari barat balik lagi ke Cina nih. Kalau mereka memang orang Cina misalkan mereka-mereka inilah yang direkrut sama Cina lagi. Nah, tanpa pengetahuan dari para veteran-veteran ini ya tentang teknologi tersebut, mereka yasa mesin EUV hampir enggak mungkin dilakukan karena generasi-generasi selanjutnya atau karyawan dari ESML yang baru-baru yang mereka kan cuma melanjutkan dan perekrutan terhadap pensiunan-pensiunan veteran ESML ini sudah dilakukan oleh Cina sejak tahun 2019 dengan menawarkan bonus penandatanganan mulai dari 3 juta yuan sampai 5 juta yuan disertai dengan subsidi pembelian rumah. Jadi dengan kata lain mereka dijamin masa tuanya sampai anak-anaknya 800 turunan kayak lebai lebai. Enggak enggak sampai tuuh turunannya udah dijamin sama pemerintah Cina. Gimana enggak happy ya kan? Dan meskipun proyek EUV ini dijalankan oleh pemerintah Cina, Huawei terlibat di dalam setiap langkah rantai pasokan. Mulai dari desain chip, peralatan fabrikasi sampai dengan manufaktur dan integrasi akhir ke dalam produk seperti smartphone. Dikatakan CEO Huawei yaitu Ren Zengvei memberikan pengarahan kepada para pemimpin senior Cina tentang kemajuan yang sudah dicapai. Huawei sudah mengerahkan karyawan mereka ke kantor, pabrik fabrikasi, dan pusat penelitian di seluruh Cina untuk proyek tersebut. karyawan yang ditugaskan e ke tim semikonduktor sering tidur di lokasi bahkan menginap di sana dan dilarang pulang ke rumah selama hari bekerja dengan akses telepon yang dibatasi untuk tim yang menangani tugas-tugas yang lebih sensitif. Jadi rahasianya itu benar-benar dijaga. Nah, di dalam Huawei hanya ada sedikit karyawan yang mengetahui cakupan pekerjaan ini. Tim-tim tersebut dipisahkan satu sama lain untuk melindungi kerahasiaan Project sehingga mereka tidak tahu apa yang sedang dikerjakan oleh tim lain. Gila ya, Cina lebih ketat lagi. Dan lagi-lagi, Geng, meskipun prototype Cina masih jauh untuk menyaingi teknologi Barat, tapi dari sini kita sudah bisa lihat bagaimana usaha Cina untuk mewujudkan ambisi mereka tersebut, yaitu menyaingi dominasi Barat, terutama Amerika di dalam hal teknologi. Mungkin kita bisa lihat di dalam beberapa tahun lagi ketika Cina sudah tidak lagi disebut sebagai negara peniru teknologi, tapi justru menjadi negara inovasi teknologi. Sebuah anggapan yang mungkin tidak pernah terpikirkan terkait Cina beberapa tahun lalu yang selalu dituduh sebagai negara pembuat barang-barang enggak berkualitas atau negara pembuat barang-barang tiruan palsu. Sekarang kita bisa lihat siapa Cina. Waduh, gila enggak tuh? Oke, itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai Cina yang berhasil membuat prototype EUV yang menjadi sebuah progres baik untuk menyaingi Barat. Bagaimana menurut kalian tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.