Kitab Riyadush Shalihin #1.35: Pintu-Pintu Kebaikan Itu Banyak (Bagian-1)
AHbO2V8A2IU • 2025-06-19
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukr lahu ala taufqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuimani wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul dail ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Insyaallah mulai kali ini kita lanjutkan dari kitab Riyadus Shihin dan saya langsung masuk pada bab ke-13 ya. Bab tentang bayan katrati turil khair. Yaitu bab tentang penjelasan bahwasanya pintu-pintu pahala itu banyak. Pintu-pintu pahala itu banyak. Ya, ini bab ini tujuannya agar kita semangat beramal saleh. Jangan sampai lalai. Sesungguhnya ee apa namanya? Kesempatan untuk beramal itu sangat banyak. Setiap saat kita bisa beramal saleh. Pintu-pintu kebaikan sangat banyak. Dan ini dibawakan oleh Imam Nawawi rahimahullah agar kita tidak membuang usia kita, membuang umur kita dengan harapan setiap aktivitas kita bisa mendatangkan pahala. Toh setelah kita meninggal kita tidak bisa lagi beramal, kita tinggal memanen hasil dari apa yang kita lakukan aktivisasi selama di selama masa kita hidup ya. Dan sebagaimana kita ketahui bahwasanya kalau seorang masuk surga maka levelnya sesuai dengan amal salehnya. Sebagaimana perkataan Ibnu Qayyim rahimahullahu taala. Annajatu minanar bil magfirah. Seorang selamat dari neraka karena ampunan Allah. Wadukhulul jannah birahmatillah. Masuk surga karena rahmat Allah. Wtisamul manazil wadarajat bil a'mal. Adapun level di surga dengan amal. Ya, kita masuk surga kalau masuk surga dengan rahmat Allah, tapi level kita sesuai dengan amal kita dan Allah maha adil. Makanya Allah mengatakan, "Udulul jann bimtum tamalun." Masuklah kalian surga dengan sebab amal yang kalian kerjakan. Qullu wasruan bima aslaumyamil khiah. Makanlah dan minumlah kalian dengan senang di surga dengan sebab apa yang kalian kerjakan ketika kalian masih hidup di dunia. Dari situ bab ini sangat penting bagi kita semua ya, bagi saya juga sang pembicara karena banyak hal di zaman sekarang ini membuat waktu kita terbuang ya. Adanya metsos, berita-berita yang tidak habis-habisnya peristiwa ya 1001 malam kisah di tanah air kita ya. Ya luar biasa ya tidak ada berhenti berseri-seri lagi satu kisah berseri-seri. Belum selesai satu kisah muncul kisah berikut berikutnya. sutradaranya pintar banget ya sehingga susah tidak ada penghujungnya sehingga orang kalau kepo maka dia akan habis umurnya jenggotnya putih karena ikut berita, bukan karena baca Quran. Ibu-ibu sampai keriput bukan karena diomelin suami tapi karena ikut berita. Oleh karenanya kesempatan-kesempatan beramal saleh jangan kita sia-siakan baik lelaki maupun wanita. Dar di sinilah pentingnya bab ini sampai ini termasuk bab yang sangat panjang. Al Imam Nair rahimahullah dalam bab ini saya membawakan sekitar 25 hadis. 25 hadis ya. Tapi sebagian sudah saya pernah jelaskan. Kita ee menuju kepada hadis berikutnya itu hadis ke-15. Hadis ke-15 ya. Bab tentang bayan katrati turukil khair. Penjelasan tentang bahwasanya jalan-jalan kebaikan, pintu-pintu kebaikan, celah-celah kesempatan beramal itu sangat banyak. Maka jangan ee disia-siakan. Tib eh hadis berikutnya anhu qa qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasul wasallam bersabda ala adullukum alamullahu bihi alaruh darajat. Maukah aku tunjukkan kepada kalian perkara yang bisa menghapuskan dosa-dosa dan bisa mengangkat derajat itu jika kalian melakukannya, dosa kalian akan terampuni, terhapuskan ee dan derajat kalian akan diangkat. Q bala ya Rasulullah. Para sahabat berkata, "Tentu ya Rasulullah." Q isbagul wudu alal makarih. Sempurnakan wudu meskipun dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Kemudian khuta masajid perbanyak langkah menuju masjid. baati menunggu salat setelah salat selesai menunggu salat berikutnya. Dan itulah ribat apa itu ribat? Nanti kita jelaskan. Hadis ini riwayat al Imam Muslim. Di sini Rasul sahu alaihi wasallam membuka hadisnya dengan memotivasi. Rasulullah tidak bilang sempurnakan wudu ya perbanyak ke masjid tunggu salat. Tapi Rasulullah buka dengan motivasi. Maukah aku tunjukkan kepada kalian yang bisa menghapuskan dosa dan mengangkat derajat? Apa yang kita cari di dunia ini? Kita cari ingin dosa diampuni, derajat di dinaikkan, itu yang kita inginkan. Ya, yang buat kita problem dalam hidup ini dosa kita. Masalah di keluarga, masalah di ekonomi, hidup tidak tenang, hati gelisah, semuanya karena apa? Karena dosa, karena jauh dari Allah subhanahu wa taala. urusan jadi buntu, problem tidak ada solusi. Ini semua karena dosa ya. Maka ampunan adalah hal yang sangat diimpikan oleh seorang hamba yang beriman. Bukan sekedar ampunan, kita ingin juga derajat di ditinggikan. Maka Rasulullah memotivasi dengan dua hal yang merupakan cita-cita seorang mukmin. Dosa diampuni, derajat ditinggikan. Ya, makanya penghuni surga ketika mau surga kata Allah dalam surat Fatir, "Alhamdulillahilladzi alhamdulillahilladzi adhabaal hazan inna rabbana lagofurun syakur." Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan segala kesidihan dari kami. Sesungguhnya Rabb kami la gfur, yaitu maha pengampun, yaitu mengampun dosa-dosa. Syakur, maha membalas dengan sangat banyak. Yaitu amal sedikit tapi derajat di ditinggikan. Itu dirasakan benar oleh penghuni surga bahwasanya benar-benar mereka mau surga itu karena apa? Karena dosa diampuni, karena derajat di dinaikkan, karena Rabb kita gfur, syakur. Gfur artinya mudah maafkan dosa-dosa. Syakur itu membalas yang sedikit dengan yang banyak. Dengung ya Binnya gak apa-apa. Tib. Ee kemudian setelah itu para sahabat berkata, "Bala ya Rasulullah." Tentu wahai Rasulullah kita ingin tahu amal amal apakah itu yang bisa menghilangkan dosa dan mengangkat derajat. Maka Rasulullah sebutkan tiga amal saleh. Yang pertama isbagul wudu alal makarih, yaitu menyempurnakan wudu meskipun dalam kondisi yang tidak disukai. Kalau di Indonesia insyaallah sih secara umum ee di kita letaknya di iklim tropis, di katolistiwa sehingga tidak panas dan juga tidak dingin. Tapi kalau kita bicara di negara-negara lain yang ada empat musim seperti di Madinah misalnya, kalau lagi panas air sangat panas. Kalau lagi dingin air sangat apa? Dingin. Makanya Rasulullah tetap menyuruh bagaimanapun kondisinya terlalu dingin atau terlalu panas berusaha tetap wudu sempurna. Wudu sempurna ya. Tentu kalau wudu sekali itu wajib. Kalau bisa dua sampai tiga kali meskipun kondisi tidak men menyenangkan ya. Kalau mungkin panas kita dinginkan dulu ya. Kalau dingin ya kita pelan-pelan yang penting tiga kali wudu lebih baik. Dan itu pahalanya besar. Seorang berusaha menyempurnakan wudunya meskipun dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Ya, kalau kita lagi misalnya lagi ke gunung, lagi kemping, lagi dingin-dingin atau lagi berlibur ke daerah yang dingin, tetap aja berusaha wudu tiga kali. Ya, wudu tiga kali meskipun tidak menyenangkan. Karena berwudu itu pahalanya sendiri besar. Ketika kita berwudu maka dosa-dosa akan berguguran. Kalau sekali sudah berguguran, bagaimana kalau dua kali? Bagaimana kalau tiga tiga kali? Yang wajib memang sekali. Rasulullah pernah mencontohkan wudu sekali-sekali. Rasulullah pernah mencontohkan wudu dua kali, dua kali. Rasul sahu alaii wasallam pernah mencontohkan w tiga kali untuk menjelaskan bolehnya. Tapi kalau kita bisa tiga kali itu lebih baik karena semakin banyak dosa ber guguran. Meskipun dalam kondisi tidak menyenangkan. Ketika panas air panas kita tampung supaya agak dingin baru kita berwudu. Maka semakin banyak dosa yang berguguran karena kita berusaha menyempurnakan wudu di kondisi yang tidak menyenangkan. Demikian juga kalau musim dingin, kalau tetap kita berusaha berwudu tiga kali ya ee semakin banyak dosa berguguran karena kita berwudu di saat yang tidak menyenangkan. Ini yang pertama menyempurnakan wudu dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Yang kedua, waqatul khut ilal masajid, yaitu perbanyak langkah menuju masjid. Yaitu sering ke masjid. Tentunya ini ee keutamaan para lelaki ya. Kalau wanita salat di rumah lebih apa? lebih baik ya. Sebaik ulam mengatakan sesuai dengan zahir hadis ya Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan la tamna imallahi masajidallahi wutuhun khairun lahun. Janganlah kalian melarang para wanita salat di masjid. Kalau mereka ke masjid ingin salat, ingin pengajian, maka jangan dilarang. Tetapi wabuyutuhun khairun lahun. Tapi rumah mereka lebih baik, yaitu salat di rumah lebih afdal daripada salat di masjid. Nah, kalau seorang wanita ke masjid pahalanya 27 kali lipat seperti lelaki, maka di rumah lebih lebih afdal. Kalau lelaki karena wanita memang asalnya lebih baik lebih lebih baik untuk perbanyak di rumah. Allah berfirman, fi buyutunna. Hendaknya kalian menetap di rumah-rumah kalian. Wanita itu di rumah saja berpahala. Dia di rumah saja dengan kesibukannya di rumah niatkan untuk menjalankan perintah Allah. Waqorna fi buyutikunna. Tetaplah kalian di rumah-rumah kalian. Maka dia mendapatkan argo pahala berjalan jika dia niatkan karena Allah. Ya. Adapun lelaki kalau mau dapat pahala jangan di rumah aja. rumah aja ngapain ya? Kalau mau dapat pahala keluar kerja ke masjid ya. Maka lelaki kalau ingin dapat 2 27 derajat pahala salat hendaknya dia ke masjid. Maka perbanyak langkah kaki ke masjid ke masjid dengan tujuan syari. Apakah untuk salat, apakah untuk pengajian, ya? Apakah ya pokoknya kegiatan syari selama dia langkahkan kakinya menuju masjid karena Allah subhanahu wa taala, maka dia mudah dihilangkan dosa-dosanya dan diangkat apa? Derajatnya. Setiap langkah kaki menghapus dosa dan mengangkat derajatnya. Alhamdulillah kita kalau kajian kalau bisa ke masjid laki-laki ya, maka langkah kakinya semua berpahala. Pergi dan pulang. Pergi dan dan pulang. Ya, semangat ya. Insyaallah ya. Makanya kalau kita ke masjid ya, coba kita misalnya salat Isya, saya sering sampaikan kita kalau salat Isya di rumah 4 rakaat pahalanya 4 rakaat. Tapi kalau kita salat masjid di salat isya di masjid 4 * 27 berapa? Kali 4 * 27 berapa coba? Ayo. Matematika yang benar berapa? 4 * 27 berapa? 108 8 sekolah pagi berarti bukan sekolah sore. 108 coba. Itu sekali salat isya. Salat zuhur juga demikian. 108 apa bandingnya 108 dengan 4? Jauh. Kalau ini tiap hari bayangkan tiap hari bagaimana kita enggak dapat pahala besar di akhirat kelak. Belum lagi, belum lagi langkah-langkah kaki. Setiap langkah ngangkat derajat ngurangi dosa. Setiap langkah pulang pergi. Maka rugi orang kalau tidak ke masjid. Ada ada darurat, ada uzur. Ya. Ya. Okelah. Kalau selama bisa melangkahkan ke masjid, kita langkahkan kaki ke masjid. Rasulullah yang bilang, "Kalau ingin diampuni dosa, diangkat derajat perbanyak ke masjid." Ingat hadis ini kita semangat semangat ke masjid. Jangan semangat ke mall ya, semangat ke masjid. Semangat ke masjid ya. Satu langkah diangkat derajat dihapuskan dosa. Ini pahala luar biasa. Makanya disebut dalam sebagian salaf ada yang berijtihad di antara mereka. Dia berijtihad kalau dia tidak sempat salat, tidak sempat salat di masjid, dia ulangi 27 kali di rumah supaya dia tidak pengin ketinggalan apa? Pahala. Dia ulang lagi ulang. Ini ijtihadiah tentu ini butuh pembahasan. Jangan diikuti. Maksudnya ini masalah fikih. Cuma karena dia saking tidak pengin pahalanya hilang dia kalau ketinggalan salat berjamaah dia kulangi. Ulangi berapa kali? Tambah 26 kali lagi. Ini diriwayatkan oleh sebagian salaf ya. Ya, meskipun tidak disepakati oleh para ulama yang lain tetapi menunjukkan bagaimana dia merasa rugi ketika tidak salat di masjid. Beda dengan sebagian kita biasa tidak biasa-biasa aja biasa biasa masih ada salat berikutnya masih ada salat berikutnya merasa umur masih panjang padahal jenggot sudah putih semua rambut sudah tidak ada yang hitam ya kita lanjutkan yang ketiga. Wartiarus shati ba'da salat menunggu salat setelah salat sebelumnya. Jadi habis salat masih nunggu salat berikutnya. Ini ee ada dua pendapat. Pendat pertama maksudnya dia lakukan di masjid. Dia kalau habis salat di masjid dia nunggu salat berikutnya. Seperti misalnya salat zuhur dia nunggu asar di masjid aja dia nunggu. Atau sering yang kita lakukan habis magrib kita nunggu sampai apa? Isya. Ya. Tapi jangan sumbuh sampai zuhur. Terlalu jauh ya. Ya. Ini ini tentu oke ya. Dan tidak bertentangan dengan kemaslahatan. Atau orang habis asar sampai magrib. Kalau di Madinah kan orang seperti itu. Dia dia pergi masuk masjid asar dia keluar isya. Rata-rata begitu orang masuk asar keluar apa? Isya. Pergi masuk asar tunggu magrib. Habis magrib lanjut lagi isya. Habis isya baru pulang. Itu mungkin karena aktivitas duniawi sudah selesai. Ee ini pendapat dan ini itu lebih lebih jelas lebih pasti. Sebatakan maksud menunggu masjid tidak harus kita di masjid tetapi hati kita senantiasa rindu untuk datang ee salat berikutnya sehingga dia sibuk salat berapa menit lagi, salat berapa jam lagi ee dia selalu memikirkan hal tersebut. Dan ini yang di yang disinggung oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam kisah tujuh orang, tujuh golongan yang dinaungi oleh Allah pada hari kiamat kelak. Orang yang keempat kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Rajulun qolbuhu muallaq bil masajid." Seorang yang jantungnya dia gantung di masjid itu badannya di luar tapi jantungnya selalu di masjid. Ini bahasa kinayah, bahasa kiasan. Artinya hatinya selalu memikirkan apa? Masjid. Dia kerja, dia sibuk, aktivitas, tapi dia pikir kapan azan? Kapan azan? itu panggilan yang selalu dia nantikan kapan azan. Nah, orang seperti ini dia selalu mikir kapan waktu salat, maka dia dapat argo pahalanya jalan. Argo pahalanya apa? Jalan. Allah maha tahu niat seseorang sehingga dia prepare. Prepare untuk salat berikutnya. Prepare untuk salat berikutnya. Ya, dia mungkin ah kita rapat harus selesai jam sekian. Karena waktu dia dia mikirnya itu panggilan yang sangat dia nantikan. Selama dia seperti itu menantikan salat berikutnya, maka argo pahala tetap apa? Ja jalan. Ini luar biasa. Makanya seorang berusaha perhatian sama panggilan azan. Sebisa mungkin kegiatannya dia atur menyesuaikan dengan jadwal apa? Azan. Sehingga ketika datang pang azan dia siap-siap untuk pergi. Kecuali memang kejebak macet, kondisi tidak memungkinkan. Ya, seperti itu ya. Fadalikumur ribat. Maka itulah arribat. Arribat secara makna adalah ikatan. Ee ma yurbatu bihi namanya ribat, tali pengikat. Kalau disebutkan dalam ee syariat maksudnya adalah seorang yang bersiaga di sagar, di daerah perbatasan. Maka dia menetap situ siap untuk ee berjaga-jaga di daerah perbatasan. Itu murabit. Murabit itu orang yang berjaga di daerah perbatasan. Dan ini sangat sulit karena perbatasan antara kaum muslimin dengan kawasan lawan, kawasan musuh dan musuh kadang sering fokus untuk menyerang kawasan tersebut karena kalau kawasan perbatasannya jebol maka mereka akan mudah mudah masuk. Yang berikutnya di daerah perbatasan musuh sering datang tiba-tiba tanpa tidak diketahui. Jadi senantiasa dalam kondisi siap untuk berjihad. Beda kalau menyerang eh menyerang bulan depan ya siap-siap. Bulan depan baru berangkat gak tapi kalau di arah perbatasan kondisi selalu siap siap siaga ya. ini disebut ribat atau ribat maksudnya ada yang mengatakan yaitu dia selalu mengurus kudanya kapan dia siapkan untuk dia ikat untuk siap bertempur sehingga dia perhatian sama kudanya karena sewaktu-waktu yang biasa dipanggil untuk bertempur dan dia gunakan kudanya tersebut untuk bertempur atau secara umum yaitu mujahid yang sedang berjihad dalam peran pertempuran kadang berjihad bisa lama serang mundur lagi serang mundur lagi bisa sampai berbulan-bulan ya ini bisa sampai lama ee seperti Ukraina lawan apa Rusia Iya. Kalau kalau itu jihad syari itu disebut murabit. Kalau itu perang syari disebut apa? Murabit. Karena jihadnya enggak berhenti-berhenti. Tapi itu bukan ee jihad ya. Karena kafir lawan apa? Kafir ya. Jadi kalau jihad syari maka dia menanti itu disebut murabit, bertahan lama. Nah sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Fadzalikumur ribat." Itulah ribat. Itu suatu kinayah yang luar biasa. Karena tiga amal saleh ini bukan jihad. Pertama, isbagul wudu alal makarim. Menyempurnakan wudu ketika dalam kondisi sulit. Ini bukan jihad. Terus katratul khut ilal masajid. Sering ke masjid juga bukan apa? Jihad. Kemudian menunggu salat setelah salat sebelumnya, menunggu salat berikutnya ini juga bukan jihad. Tetapi Rasulullah samakan dengan arribat. Ribad yang menunjukkan ini pahalanya besar. Jadi ini salah satu dalil tentang bahwasanya pintu-pintu kebaikan sangat sangat banyak. Tib. Ee Ustaz, terus ibu-ibu bagaimana? Ibu-ibu mungkin yang bisa dia kerjakan nomor satu sama nomor ti tiga. Kalau sering ke masjid mungkin gak ya, karena ibu-ibu lebih baik di mana? Di di rumah. Tapi kalau ada kesempatan ke masjid ya silakan maskala ada boleh dia ke masjid ya. Dan di antara ee mungkin ibu-ibu juga bisa mengambil kesempatan beramal saleh dengan hal ini adalah memotivasi suami ke masjid. Ayo, Mas, ke masjid, Mas. Pokoknya, Mas, masjid pulang saya siapkan hadiah. Iya. Mau tahu aja apa n tenang aja, usah pulang dulu saya hadiah ya. Istimewa ya. Enggak usah perlu tahu. Pokoknya berangkat dulu. Jadi motivasi suami, bangunkan suami sebelum azan subuh misalnya. Jadi agar suami ke masjid, insyaallah suami berangkat pulang pergi, ibu juga dapat apa? Pahala. Karena ibu salah satu sebab suami pergi ke masjid. Ya, motivasi suami bangunkan dengan cara yang lembut, yang baik. Kita hidup cuma di dunia cuma sebentar ya. Kesempatan kita masih hidup, masih bernafas, masih berusaha beramal saleh, beramal salehlah. Beramal salehlah. Segala segala celah yang bisa kita masuk untuk dapat pahala masuk. Segala kesempatan yang bisa kita lakukan lakukan. Ya, karena tidak selalu ada kesempatan terbuka, tidak selalu celah terbuka. Di sini kata Nabi, "Fadikum ribat, itulah arriba pertahanan ya apa untuk berjihad. Tib kita lanjutkan hadis ke berapa? 16. Alhamdulillah. Hadis berikutnya asadis asyar an Abi Musa al-Asy'ari dari sahabat yang mulia Abu Musa al-Asy'ari radhiallahu anhu qala qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam beliau berkata Rasul wasallam bersabda man shallal bardaini dakalal jannah siapa yang salat dua salat yang dingin maka dia masuk surga muttafaqun alaih ya diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim Albardani As salat Albardan kata al Imam Nawawi rahimahullahu taala ee atau ditafsirkan oleh para ulama Albardan maksudnya salat subuh dan salat apa? Asar. Dikatakan salat subuh dan salat asar dengan albardan dua salat yang dingin karena itu adalah dingin ditinjau dari sebelumnya. Zuhur di puncak-puncak panas kemudian panas berkurang berkurang berkurang akhirnya masuk ee waktu dingin ya itu di waktu apa? Asar. Ya. Demikian juga subuh biasanya itu puncak dingin ya. Puncak dingin ketika apa? Subuh. Ketika subuh dan ee di itulah orang enak-enaknya tidur. Enak-enaknya apa? Tidur. Asar pun demikian. Orang pulang kerja enak-enaknya apa? Tidur. Ya. Sehingga banyak orang salat Asar yang lewat ya. atau dia lagi sibuk-sibuknya sehingga salat asar akhirnya terlewatkan atau tertunda. Maka di sini Rasulullah motivasi para lelaki atau secara umum ya wanita maupun lelaki untuk jangan lupa fokus terhadap dua salat ini. Ini dua salat yang sangat mulia. Kalau salat fajar ya Allah sampai bersumpah wal fajar ya demi fa fajar. Di antara tafsiran para ulama, maksudnya karena di situ ada salat fajar. Ya. Ya. Ya. Ee dan kemudian salat asar Allah sebut dalam Al-Qur'an ee wasat wasatil wusta ya. Ee wasatul wusta maksudnya apa? Eh hafidu al shawati washatil w. Jagalah salat lima waktu dan khususnya salat yang tengah. Banyak ahli tafsir mengatakan maksudnya adalah salat asar. Ya. Kemudian inna quranal fajri kana masyhuda. Bacaan salat di waktu salat fajar disaksikan oleh malaikat. Ya. Jadi ini dua salat yang utama tentunya tidak tidak menyampaing salat-salat yang lain. Semua salat mulia. Tetapi ini salat ada spesial karena ada ayat-ayat khusus ee menyebutkan secara khusus dua salat ini. Selain itu, dua salat ini penting. Datang dalam suatu hadis Rasul Sallahu Alaihi Wasallam bersabda ee laisa ahadun minkum illa eh innakum sataruna kama tarunal qar lailatal badri laun fi ryatihi. Sesungguhnya kalian semua akan melihat Allah ya pada hari kiamat kalian ya. Sebagaimana kalian melihat rembulan yaitu melihat Allah lihatnya ke atas. Lauduna firati. Ketika kalian melihat Allah kalian tidak berdesak-desakan. Beda kalau fokusnya di depan maka yang tinggi akan menghalangi yang pendek atau yang jauh semakin tidak kelihatan. Tetapi kalau Allah kalian lihat mudah maka tidak perlu berdesak-desakan. Kalian akan melihat Allah. Allah Rasulullah bercerita tentang salah satu nikmat ee surga adalah melihat Allah pada hari apa? Hari kiamat. Semua penghuni surga akan melihat Allah Subhanahu wa taala. Setelah itu di akhir hadis Rasul wasallam bersabda, "Faumabu alhatin qblaamsi waqiha fa'alu." Kalau kalian mampu tidak terdominasi atau tidak ketinggalan salat sebelum terbit matahari dan sebelum terbena matahari, maka lakukanlah. Tib. Salat sebelum terbit matahari salat apa? Subuh. Salat sebelum terbena matahari salat apa? Asar. Ini dalil bahwasanya orang yang perhatian sama salat subuh sama salat asar sebab untuk melihat Allah pada hari kiamat. J Rasulullah sebutkan secara khusus dan betapa banyak orang yang salat subuh ketika terbit mata hari. Betapa banyak salat asar setelah terbenam apa? Matahari. Ketiduran. Tadi malam nonton bola sampai jam .00. Tidur salat subuh jam 09.00 bangun-bangun qadarullah. Ya Rasulullah juga pernah telat. Iya. Rasulullah sekali, dua kali, kamu 1000 kali. Ya, jadi berusaha perhatian terhadap salat ini. Karena di antara sebab seorang bisa melihat wajah Allah pada hari kiamat kelak dan itu merupakan puncak nikmat surga adalah salat subuh sebelum terbit matahari dan salat asar sebelum terbenam apa? Matahari. Makanya Rasulullah kaitkan dua hal tersebut. Ya, ini di antara dalil bahwasanya kenapa dua salat ini sangat-sangat penting. Dalil lain juga yang menunjukkan dua salat ini sangat penting. Rasul wasallam mengatakan dalam hadis Abu Hurairah yataqabuna fikum malaikatun bail waaikatun bin nahar. Sesungguhnya ada malaikat yang menguasi kalian yang mereka ada sipsipan. Ada malaikat sip siang dan malaikat sip malam mengontrol kalianuna shatil fajar wasatil asar. Dan kedua sipsip itu, kedua grup ini ketemuan di salat subuh dan salat apa? Asar. Fujulladina fikum yang tadi malam sip malam ee ketika salat fajar dia naik lapor kepada Allah subhanahu wa taala. Maka Allah bertanya setelah mereka naik ke atas lapur kepada Allah. Allah bertanya kepada para malaikat tentang hamba-hambanya. Padahal Allah sudah tahu. Allah hanya ingin terucap dari mulut mereka. Maka Allah berkata, "Kaifa ibadi?" Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hambaku? Wahai para malaikat sip malam. Kata malaikat sip malam, tarokuhum wahum yusun. Kami meninggalkan mereka ketika salat subuh mereka sedang apa? Salat. Jadi ini indah. Jadi malaikat sebelum lapor tentang kita, kita sedang salat apa? Subuh. Tapi kalau tanya kamu gimana? Iya saya k tinggal si fulan, Abu Fulan lagi tidur. Ya Allah kan repot. Enggak enak kamu tinggalkan bagaimana dia lagi tidur. Kenapa tidur? Tadi malam nonton bola sampai jam .00 ya. Ngobrol begadang ya. Nonton berita sampai jam .00 malam. sebelum tidur murajaah kasus baca kasus belum selesai-selesai sampai ketiduran akhirnya bangun subuh berat dan kita pengin ketika malaikat lapor tentang kita, malaikat meninggalkan kita dalam kondisi apa? Salat seperti itu. Ya, mereka sip malam itu dari asar sampai subuh. Si pagi dari subuh sampai apa? Asar. Jadi mereka ketemu salat subuh, mereka ketemu pas salat apa? Asar. Nanti malaikat yang asar ketika sipsiang sudah selesai, dia lapor kepada Allah. Allah tanya, "Kaifa ibadi?" "Bagaimana kalian dapati hamba-hambaku kalian tinggalkan mereka?" Kata malaikat sip siangum apa? Taroknahum wahum yusallun. Kami tinggalkan mereka dalam kondisi apa? Salat. Ya, ini di antara penting kenapa subuh dan asar. Karena di situ malaikat sip siang sip malam saling ber bertemu. Dan kita ingin ketika mereka lapor kepada Allah, kita dalam kondisi sedang melakukan ibadah terindah yaitu ibadah apa? Salat. Kemudian juga seballah mengatakan Allah sering mengatakan berzikir di pagi dan petang, pikir dan petang. Karena di waktu pagi itu kita masih tidak ada kegiatan apa-apa, masih fresh. Sehingga kita kalau zikir kepada Allah, ingat Allah akan lebih fokus karena kita belum mulai apa? Peker pekerjaan. Ketika asar kita sudah selesai dari seluruh kerjaan harusnya kita sudah kosong sehingga kita juga bisa lebih lega, lebih bisa fokus untuk berzikir kepada Allah dalam salat atau di luar di luar salat. Makanya ada namanya zikir pagi petang. Ini semua dalil tentang ee keutamaan salat subuh dan salat asar. Ya, ada beberapa sit tadi saya sebutkan ya. Maka kata Rasul sahu alaihi wasallam memotivasi, man shallal bardaini dakalal jannah. Siapa yang salat dengan dua salat yang dingin, salat subuh maupun salat asar, maka dia akan masuk surga. berusaha kita salat subuh ya, salat asar sebisa mungkin dengan salat yang terbaik. Dalam riwayat juga Rasulullah mengatakan, "Lan yalijanar ahadun shabamsi waqlubiha." "Tidak akan masuk neraka orang yang salat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari." Salat apa maksudnya? Subuh dan asar. Dalam riwayat Rasulullah mengatakan, "Man shal baardinakal jannah." Siapa yang salat subuh salat surga. Siapa yang salat subuh, salat asar masuk surga. Dalam riwayat yang lain, tidak akan masuk neraka orang yang salat subuh dan salat apa? Asar. Ya. Adapun salat magrib, isya insyaallah mudah ya. Insyaallah mudah. Pulang bangun salat magrib, isya salat zuhur. Yang rawan itu salat subuh sama salat asar. Tib. Kita lanjutkan hadis berikutnya. Asabi asyar hadis ke-17. anhu, yaitu dari Abu Musa al-Asyari radhiallahu anhu qa qasulullah sallallahu alaihi wasallam rasuah wasallam bersabda marid abdufar kutibahu yaluiman shahihan jika seorang hamba sakit atau bersafar maka tetap dicatat baginya amal saleh yang biasa dia kerjakan ketika dia tidak bersafar dan dalam kondisi sehat. Ini rawahul Bukhari. Hadis riwayat Bukhari. Ini adalah pintu kebaikan yang luar biasa, yang mudah, bonus dari Allah Subhanahu wa taala. Karena yang Allah nilai adalah kebiasaan seseorang. Kata Nabi, idza maridal abdu a safar. Jika seorang sakit atau sedang bersafar, ketika dia sakit dia susah beramal saleh. Ketika dia safar banyak amal saleh yang bisa dia kerjakan, tidak bisa dikerjakan. Ternyata apa? Kutiba lahu mlual muqiman shahan. maka tetap dicatat bagi dia amal saleh yang biasa dia kerjakan ketika dia sehat dan ketika dia tidak sedang ber bersafar. Ini bonus dari Allah Subhanahu wa taala. Sehingga motivasi kita kalau kita lagi sedang sehat, sedang tidak safar, kita banyak amal saleh. Karena nanti kalau ada uzur kita sedang sakit atau ada uzur kita sedang safar, argo pahala amal saleh yang bisa kita kerjakan tetap berjalan. Contoh, seorang ketika tidak sedang bersafar, dia biasa salat malam. Dia biasa puasa sunah, dia biasa salat rawatib, dia biasa silaturahmi. Kalau dia tidak sedang bersafar nih, dia biasa silaturahmi, dia biasa ikut kajian, terus dia bersafar, kerja, bersafar taruhlah jadi apa? Jadi pelautnya. Ternyata di kapal 2 bulan, 3 bulan. Ini luar biasa. Selama 2 bulan, 3 bulan apa yang dia kerjakan selama ketika dia tidak bersafar tetap dicatat oleh Allah subhanahu wa taala. Ketika dia bersafar dia tidak salat rawatib karena dia qasar. Jamak ko qasar. tidak ikut pengajian. Mau pengajian di mana? Tidak ada ustaz di kapal tersebut. Gak ada ya? Malah godaan macam-macam ya. Gak ada. Dia mau silaturahmi bagaimana? Enggak ada. Silaturahmi biasanya ketemu ibunya langsung junguk bapaknya. Tidak bisa dilakukan karena sedang bersafar. Tapi karena selama ini ketika dia sedang mukim dia melakukan semua kegiatan, maka amal saleh terus mengalir. Ini tidak bersafar. Demikian juga seorang ketika sedang sehat, sedang sehat dia mampu beraktivitas. Misalnya dia apa namanya? Pergi ke masjid, jalan kaki jauh, dia kuat, dia bangun malam, bangun malam kuat salat lama ya. Ya, dia mungkin bantu orang ngangkatangkat apa karena dia apa? Se sehat ya. J sehat. Dia puasa sunah karena dia apa? Se sehat ya. Banyak aktivitas dia menyenangkan istrinya. diajak jalan-jalan anaknya karena dia sehat. Tapi ketika dia sakit itu semua tidak bisa dia lakukan. Tidak bisa dia lakukan. Ya. Orang yang biasa sujud ketika tidak bisa sujud benar-benar sedih ya. Misalnya masuk rumah sakit operasi enggak bisa sujud apalagi operasi terus harus tidur di di obnama sampai beberapa hari. Mau rukuk enggak bisa, mau sujud enggak bisa. Tetapi tetap aja dicatat pahala karena biasanya dia ketika sehat dia ibadah ya, dia sujud, dia rukuk ya. Ya. Kalau kalau sehat kita sering ajak istri, menyenangkan istri, kita ajak jalan-jalan misalnya ya. Ya, mungkin tidak ke Paris tapi ke Tegal misalnya ya. Jalan-jalan itu jalan-jalan jalan-jalan naik kereta jalan-jalan belikan apa namanya nasi goreng ya. Mau beli pizza susah. Pisang goreng aja. Pisang goreng. J akhirnya kita ketika menyenangkan anak istri, kita mampu ketika sehat karena Allah. Itu amal saleh tuh bukan amal saleh. Ketika kita sakit kita enggak bisa. Anak-anak bilang, "Abi jalan-jalan." "Aduh enggak bisa Abi lagi sakit." Istri a enggak bisa. Enggak bisa. Maka pahala terus. Bayangkan kalau Allah mentakdirkan seorang sakit 7 tahun. Ada enggak orang sakit berpanjangan? Ada. Sungguh rugi kalau ternyata ketika dia sehat, ya ternyata biasa-biasa aja. Tapi ketika dia sehat, ternyata dia aktivitas agamanya kuat. Ketika dia sakit 7 tahun, 10 tahun sampai mati akhirnya amal pahala tetap jalan. Kenapa amal tetap jalan? Karena Allah tahu kalau dia sehat, dia pasti melakukan. Itulah di antara dalil ketika sebagian ateis mengatakan Allah tidak adil. Kenapa tidak adil? Kenapa kalau ada orang kafir hidupnya cuma 60 tahun dia kafir kemudian kalau masuk neraka abadi? Kenapa bisa demikian? Karena tidak adil kan amal dia terbatas. Kafiran dia cuma 60 tahun. Kenapa Allah balas neraka abadi? 60 tahun tidak dibandingkan, tidak ada bandingin keabadian. Keabadian itu triliunan juga enggak masih lebih panjang abadi. Di antara bantan para ulama, karena Allah tahu kalau dia hidup 1 triliun tahun pun dia begitu-begitu juga. Paham? Sehingga dia dihukum seperti itu. Sama seorang mukmin cuma beribadah 60 tahun ternyata diganjari oleh Allah dengan surga abadi selama-lamanya. Karena Allah tahu kalau dia hidup sampai 1 triliun tahun, dia pun tetap akan beri beribadah. Maka ketika kalau ada orang sehat, dia melakukan amal saleh, dia sehat 7 tahun, sakitnya 20 tahun. Ada orang seperti itu. Subhanallah. Dia balig kemudian dia sehat, kemudian dia nikah, punya anak terus sakit. Sakit sampai bertahun-tahun, 15 tahun s meninggal dunia. Sakit dia lebih panjang daripada sehatnya. Selama dia sakit, amal saleh tetap di dicatat karena itu kebiasaan dia. Itu kebiasaan kebiasaan dia. Maka ini benar-benar bonus luar biasa dari Allah Subhanahu wa taala. Makanya dalam hadis ketika Rasulullah berkata tentang apa namanya? Kun fid dunya kaanaka goribun abirusil. Jadilah kau di dunia seperti ee garib orang asing atau sekedar orang numpang lewat ya. Orang musafir yang sedang mampir istirahat. Kemudian lanjutkan perjalanan. Setelah itu Ibnu Ibnu Umar berkata, "Ya ee ee kata ee khuz min sihatika qobla limaradik khud min sihatika limaradik wa hayatika limautik." Manfaatkanlah sehatmu untuk sakitmu. Kenapa? Kalau kau manfaatkan sehatmu nanti ketika kau sakit pahala tetap berjalan. Waatika liutik. Dan gunakan kesempatan hidupmu sebelum matimu. Kalau kau hidup ya tadi hasilnya kau akan rasakan ketika sudah meninggal meninggal dunia. Maka ini ikhwan jangan apa namanya sia-siakan ketika lagi sehat. Rasulullah telah mengatakan nikmatani maqbudun fihima kirsirun minanas. Dua nikmat yang manusia terpedaya tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. ashatu wal faraq yaitu sehat dan waktu luang. Nah, Ibu-ibu ini banyak waktu luang. Ibu-ibu banyak waktu luang. Bapak-bapak sih waktu luang sedikit karena suka nonton berita jadi waktu luang sedikit. Ibu-ibu Instagram kebanyakan ya. Ya. Jadi kalau di rumah kan insyaallah ada waktu. Benar. Sebagian wanita luar biasa ngurus anak, ngurus rumah waktunya sedikit. Kita dapati sebagian wanita luar biasa. Sebagian wanita masyaallah duduk manis di rumah ada bibi ada pembantu ya. Mumpung dia punya waktu luang manfaatkan sebaik-baiknya ya. Waktu luang sehat ada waktu luang ngaji, belajar tahsin, baca Quran, ya silaturahmi, melayani suami ya. Membantu tetangga, jenguk tetangga, jenguk orang sakit. Apa saja kegiatan yang ada faedahnya lakukan. Nanti kalau kita sakit atau kita sudah enggak bisa apa-apa, sudah tua, ada sebagian orang sudah tua sudah mukat hanya terduduk di kursi roda lama-lama enggak bisa apa-apa ya. Kalau dia ternyata ketika sehatnya dia baik, pahala terus menga mengalir. Makanya ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam perang Tabuk kalau tidak salah Rasul Sallahu Alaihi Wasallam berjalan dengan para sahabat perang Tabuk itu dari Madinah ke Tabuk 700 kilo jauh ya. Maka Rasulullah berkata kepada para sahabat, inil madinatium masirum wadian illau maakum. Ya habahumul uzur. Kata sahabat wahum ana kata Rasul sahu alaihi wasallam. Sungguhnya sahabat sedang berjalan berjalan melewati lembah naik gunung turun gunung. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Sesungguhnya di Madinah ada sekelompok orang yang tidaklah kalian berjalan dengan satu jalan kecuali mereka ikut jalan bersama kalian. Tidaklah kalian menempuh suatu lembah, turun lembah naik gunung, turun lembah naik gunung, kecuali mereka juga berjalan sama kalian." Artinya pahalanya persis sama. Hanya saja mereka tidak bisa bersama kalian. Habasahumul uzur. Karena mereka sedang punya uur. Seandainya mereka tidak punya uzur, mereka akan berangkat bersama kalian. Ada di antara mereka yang sakit, ada di antara mereka tidak punya tunggangan. Karena berjalan ketika perang dari dari Madinah menuju Tabuk harus naik tunggangan. Kalau enggak, enggak bisa. Terlalu jauh 700 kilo. 700 kilo. Tetapi ketika mereka tidak ikut karena ada uzur, ya, maka pahala mereka sama dengan yang berjalan. Yang Allah nilai adalah kebiasaan apa? Sese seseorang. Kebiasaan seseorang. kalau kita biasa salat malam kemudian kita safar capek lagi safar aduh capek sekali bang enggak bisa salat malam kita dapat pahala karena kita biasanya salat salat malam apalagi kalau kita safar ternyata kita salat malam bonus lagi. Bonus lagi. Kita enggak salat malam saja tetap dicatat salat malam. Gimana kalau kita salat malam bonus lagi. Kita bisa memanage waktu. Maka ini penting bagi kita semua, bagi ibu-ibu sekalian. untuk memanfaatkan ya ee kesempatan, waktu kemudian kesehatan untuk beramal saleh. Nanti kalau ada uzur yang menghadang kita tidak bisa melakukannya, argo pahala tetap berjalan. Ini adalah bonus luar biasa dari Allah Subhanahu wa taala. Seandainya ibu-ibu sekarang lagi kaya raya misalnya, misalnya ya kenyataan sih ya wallahualam ya ibunya kan. Maka ibu-ibu sedekah sana, sedekah sini, sedekah sana sedekah sini. Tahu-tahu terjadi misal semisal semisal corona. Tahu-tahu kemudian usaha suami bangkrut. Ibu-ibu enggak kaya lagi. Ibu dulu sempat kaya 10 tahun, sekarang miskin 20 tahun. Akhirnya tewas tayib. Selama 20 tahun tetap ibu dapat pahala. Kenapa? Ketika kaya sening senang sening apa suka bersedekah. Senang bersedekah. Kenapa? Karena sekarang ada uzur syari, ibu enggak bisa bersedekah ya. Sehingga 20 tahun ibu enggak bisa bersedekah, mulai harta mulai habis, ludes, sakit-sakitan, akhirnya meninggal. Ya, maka semua yang ibu lakukan ketika punya duit tetap berjalan. Itulah subhanallah maha baiknya Allah Subhanahu wa taala. Karena yang Allah menilai adalah sebagaimana ibadah seorang ketika potensi dia ada, dia lagi sehat, lagi punya duit, dia lakukan ngapa ini? Ketika potensi tersebut tidak ada lagi berhalangan, tetap dicatat. Tapi kalau Ibu ketika kaya ya ternyata nonton bioskop, nonton ketika miskin enggak bisa nonton bioskop, tetap dicatat kebiasaan nonton apa? Bioskop. Karena Allah tahu kalau punya duit pasti nonton apa? Bioskop. Kya seorang karena ini umum ya dicatat siapa yang dicatat oleh seorang bicat apa yang biasa dilakukan. Maka seorang berusaha ketika mendapatkan kenikmatan dia beramal saleh dengan sebaik-baiknya. Bahkan saya katakan misalnya sebagian kita yang masih muda ya. Muda itu berapa tahun ke bawah? 40 tahun ke bawah. 40 tahun ke atas. Coba angkat tangan coba. 40 tahun ke atas angkat tangan. Yang 40 tahun ke bawah coba angkat tangan. Sedikit sedikit lebih banyak yang tua tadi. Yang tua tadi pada pada enggak mau angkat tangan, tidak mau terima kenyataan. Ya, akhi tua sudahlah sudah tua. Jangan ngaku aja ya. Seandainya seorang masih muda kemudian dia rajin puasa sunah, dia salat malam, ketika dia sudah mulai tua, mulai susah, sakit-sakitan, akhirnya tetap dicatat kebiasaannya. Ketika di masa apa? Mu muda. Kesempatan buung kita masih sehat, masih kuat. Ada saatnya seorang tidak bisa lagi, tidak kuat lagi. Seorang ketika masih muda, misalnya seorang dai, dia sering ke sana berdakwah sana, berdakwah sini, bawah, ketika tua enggak bisa lagi. Sudah di masjid aja sudah enggak bisa safar ke mana-mana, tetap dicatat pahalanya karena dia dahulu sering bersafar dakwah ke mana-mana. Itu nikmat dari Allah Subhanahu wa taala. Makanya eh salat malam mumpung masih muda, kalau sudah tua enggak bisa lagi. Susah, berat. Tidak seperti muda. Ayo umrah. Umrahmu masih kuat. Kalau punya duit umrah. Haji. Maih muda. Jangan haji ketika mau tewas setengah mati. Duit masih mudah. Haji masih mudah kalau bisa. Kalau bisa. Kalau enggak bisa, ya sudahlah. Masalah. Daftar enggak daftar enggak dipanggil-panggil. Ustaz kenapa belum lunas? Ya enggak dipanggil-panggil. Kalau enggak lunas enggak dipanggil-panggil lah. Itu uzur syari. Uzur syari. Jadi mumpung dikasih kesempatan kita beramal kapan ada halangan kita tetap dicatat pahala oleh Allah subhanahu wa taala. Tib kita lanjutkan Al hadis atamin asyar hadis ke-18. An Jabir radhiallahu anhu qala qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dari Jabir radhiallahu anhu rasul sahu alaihi wasallam bersabda kullu ma'rufin shodqah. Setiap kebaikan adalah sedekah. Rawahul Bukhari. Hadis riwayat Bukhari. Ini lebih umum lagi bahwasanya pintu kebaikan sangat banyak. Semua makruf. Makruf itu sesuatu yang baik. Baik secara syar'i maupun secara uruf. Tradisi. Orang tahu ini baik. Senyum sama orang baik atau tidak baik? Baik. Bantu orang baik. Kata-kata baik sama orang itu juga baik. Ramah kebaikan, sopan santun kebaikan. Rasa malu kebaikan. Ini semua kebaikan yang ada dalilnya. Seandainya tidak ada dalilnya, tapi tradisi mengatakan itu baik, tidak bertentangan dengan syariat, maka itu adalah kebaikan. Tapi usahakan setiap kebaikan yang kita lakukan karena Allah subhanahu wa taala. Semua kebaikan yang kita lakukan sama orang kita niatkan karena Allah. Karena secara hukum asal. La ajro ila an hisbah. Kata Nabi, "Tidak ada pahala kecuali kalau diniatkan ihtisab." Diniatkan ihtisab karena mencari wajah Allah. Kalau tidak diniatkan ihtisab, tidak niatkan karena Allah, maka tidak ada pahalanya. Ini hukum asal. Kecuali nanti ada beberapa amal yang tidak perlu niat. Nanti akan kita bahas. Secara umum semua amal harus ada niatnya. Semua kebaikan harus ada niatnya. Maka saya sering sampaikan hal ini. Sampai ketika Allah berfirman tentang perkara yang mesra-mesra ya, yaitu bagaimana seorang lelaki berhubungan intim sama istrinya, Allah suruh cari pahala. Allah berfirman, "Sungguhnya istri-istri kalianah sawah ladang bagi kalian. Datangilah sawah ladang kalian. Ya, cocok tanam, bercocok tanamlah kepada istri kalian." Anasum, yaitu kapan kalian mau dan bagaimanapun cara yang kalian mau. Yang penting tidak melanggar apa syariat. Itu Allah memotivasi laki-laki untuk mendatangi istrinya. Ini penting ya. Jangan sawah ladang dibiarin aja kering. Ini enggak benar. Harus disirami di didatangi. Jangan juga ladangnya didatangi kabur ladangnya. Ini juga gak boleh. Ini problem masalahnya ya. Ladang didatangi pergi akhirnya yang tukang ladang tukang petani tidak mau datang lagi. Itu repot ya. Nah harusnya bagaimana bisa sinkron ya. Kata Allah Subhanahu wa taalaum datangilah sauladan kalian. Itu gauli istri kalian. Kemudian kata Allah setelah itu waqimusikum persembahkanlah pahala buat diri kalian. Ketahuilah kalian akan bertemu dengan Allah subhanahu wa taala. Eh para ahli tafsir membahas kenapa Allah mengatakan setelah motivasi untuk berhubungan intim antara suami dengan istri karena itu menambah kasih sayang dan itulah di antara tujuan pernikahan. Allah mengatakan waqaddimu lianfusikum. persembahkanlah kebaikan pada dirimu. Maka perembahas apa? Apa pahala bisa diambil dari berhubungan intim dengan istri? Mereka mengatakan jika niatnya karena Allah. Niat karena Allah banyak. Pertama dia berhubungan intim untuk menyalurkan hasratnya pada tempat yang benar. Karena kalau dia taruhkan pada tempat yang salah dia dosa. Makanya ketika rasul sahu al wasallam berkata kepada para sahabat ahadikumqah sesungguhnya kalian menggauli istri kalian sedekah. Para sa bertanya, "Ya Rasulullah, ay ahaduna syahwatahu walahu ajrun." Ya Rasulullah, seorang melampiaskan syahwatnya, mengeluarkan air maninya di rahim istrinya, dia dapat pahala. Para sahabat enggak duga kalau ternyata amal yang penuh kemesraan ini bisa datangkan pahala. Maka mereka bertanya, "Kita berhubungan intim, sedekah dapat pahala." Rasulullah kasih namanya kias aksi, ya. Bagaimana sebaliknya? Kata Rasul sahu alaih wasallam, fil harami alaisa alaihi wizrun. Seandainya dia letakkan di tempat yang haram, bukankah dia dapat dosa? Kalau dia zina, dosa atau tidak dosa. Maka kalau dia letakkan di tempat yang benar, dia dapat apa? Pahala. Jadi kalau seorang berum istri dia, dia d niatkan untuk menikmati kenikmatan yang halal, dia dapat pahala. Sampai Ibnu Qayyim menyebutkan, di antara kerinduan yang berpahala rindu sama istri, bukan istri orang. istri sendiri. Seorang laki rindu sama istrinya itu berpahala. Itu berpahala. Karena dia dia menikmati dengan kenikmatan yang halal. Dia sering video call istrinya dapat pahala. Nah, Ikhwan enggak pernah video call sama istrinya. Ini ada tanda tanya ini. Tapi kalau video call sama istri orang semangat luar biasa, Pak. Ada kerinduan. Seorang bicara sama istrinya dengan kerinduan dapat pahala. Karena dia sedang menikmati kenikmatan yang apa? halal untuk terhindar dari kenikmatan yang haram. Orang laki-laki kalau sudah berbicara dengan bukan mahramnya benar-benar nikmat. Kenapa? Karena setan menghiasi. Kata Rasul sahu alaih wasallam, "La yaklu bimatinahuma." "Tidaklah laki-laki berdua dengan perempuan kecuali setan yang ketiga hadir untuk membuat rasa nikmat luar biasa lebih daripada ekspektasi." Ternyata kau luar biasa. tap istri orang. Kalau sama istri sendiri tidak sesuai ekspektasi. Jadi ketika kita bisa menikmati dengan nikmat yang halal, kita dapat pahala. Makanya Rasulullah kasih logika tadi. Sahabat sampai tanya, "Ya Rasulullah, kalau saya berhubungan dengan istri dapat pahala, bagaimana kalau kau taruh di tempat yang haram? Dosa enggak?" Dosa. Kenapa? Kau nikmati nikmat yang haram. Kalau kau nikmati nikmat halal, dapat pahala. Maka seorang ketika berubat istrinya, dia niatkan untuk menikmati yang halal, dia dapat pahala. Ini satu. Yang kedua, dia niatkan agar menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya. Di antara sarana untuk menundukkan pandangan yang kemah berhubungan dengan intim dengan istri. Makanya Rasulullah mengatakan tentang pernikahan finnahu agil bas wa ahsan lil farj. Sungguhnya pernikahan itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga apa? Kemaluan. Yang ketiga, dia diniatkan untuk menjaga istrinya agar di sini juga menudukkan pandangan. Istrinya juga bisa menjaga kemaluan. di mana dia melayani istrinya. Yang keempat, dia niatkan supaya hasil hubungan ini bisa mendapatkan anak yang saleh. Maka dapat pahala. Maka dapat pahala. Banyak bisa pa didapatkan. Ini perkara duniawi. Perkara duniawi. Dan ini perkara yang makruf, perkara yang baik. Berhubungan intim dengan istri, perkara yang baik. Maka saya katakan banyak perkara makruf yang baik. Kita bisa meraih pahala di balik perkara makruf tersebut dengan syarat kita berniat karena apa? Allah. Senyum sama tetangga karena Allah. Ngobrol dengan kata-kata baik sama teman, menyenangkan hati mereka dapat pahala. Telepon tante, telepon om, silaturahmi niatnya dapat pahala. Ketemu anak kecil, kita usap kepalanya ya dapat pahala ya. Kita senyum sama anak kecil, kita main-main, kita ganggu-ganggu biar dia ketawa dapat pahala. Itu semua kebaikan. Secara urf semua orang tahu itu baik. Semua orang tua baik ya, tidak buang sampah sembarangan. Kita ingin bersih-bersih di rumah, kalau ada sampah kita taruh di tempat sampah di rumah. Kita sapu-sapu rumah. Sapu rumah baik atau tidak baik? Kalau niat karena Allah dapat pahala. Dan ini kaidah umum. Kullu ma'rufin shodqah. Setiap perbuatan baik yang kita lakukan ya apalagi terhadap orang maka semuanya adalah bernilai pahala dengan syarat niat karena Allah bukan untuk ria ada orang baik sama orang dari pencitraan pencitraan enggak ada pahalanya justru ri kita pengin kita beraktivitas niat kita karena Allah semuanya berpahala karena Allah subhanahu wa taala tapi harus hadirkan niat makanya rasuah alaihi wasallam mengatakan nafqan tidaklah engkau menyuapkan e berinfak apapun karena mencari wajah Allah, yaitu karena Allah, kecuali kau dapat pahala sampai suapan yang kau suapkan ke mulut istrimu. Kalau kita suap istri kita karena Allah, kita dapat apa? Pahala. Ambillah kue, sayangsang. Nah, gitu. Romantis dapat pahala. Ayo, ayo. Abi juga, Abi juga. Hm. Nah, itu enak itu. Itu cuma waktu cuma lagi apa awal nikah ya bulan madu. Sekarang sudah bulan bawang semua sudah susah supaya bisa di bisa dihidupkan kembali ya. Kita niat kalau kalau semua karena Allah semua bisa ya. Semua bisa semua bisa. Tib kita lanjutkan hadis berikutnya. Hadis alhadis tasi asyar hadis ke-29 anhu qala q eh ke hadis 19. Hadis 19 anhu. Sudah tahu bahasa Arab ya. Saya bilang Tasik Asyar terjemah 29 salah. Ah sudah ada terjemahannya ya. Hadis-19. Rasulullah was bersabda dari Jabir juga wq wuhu ahadun lahuqah rawahu Muslim Rasul sahu alaih wasallam bersabda tidaklah seorang muslim menanam sebuah pohon gars itu tanam ya yang ditanam kalau zar itu yang di yang apa seperti padi seperti jagung kalau ditanam pohon Pohon biasanya apa? Pohon. "Tidaklah seorang menanam sebuah pohon lantas dimakan darinya," itu ada hewan yang makan, ada manusia lewat makan darinya tanpa izin dia kecuali menjadi sedekah baginya. Bahkan lebih ekstrem daripada ini. Wiq minhu. Ternyata dicuri dia sudah bikin mangga, sudah taruh mangga yang bagus-bagus sudah ditaruh tak tahu hilang mangganya kecuali adalah jadi sedekah. Seperti di kampung sal di kampung salah satu kerabat ada yang dia tanah mangga. Nanti orang kampung situ datang begitu sudah masak diambil ya. Dia ambil dia bilang ini tumbuh di tanah nenek moyang kami. Iya tapi kita sudah beli tanahnya. Dia asal masuk ambil. Dia bilang, "Ini kan kamu tinggal pendatang tinggal di J ini tumbuh di tanah nenek moyang kami." Jadi datang ambil dia petik semua. Ini ini namanya bukan pencuri. Nah, perampokan. Kalau pencuri kan tidak ketahuan ini perampokan di depan mata di Ab enggak bisa apa-apa. Atau sebaliknya ada orang yang gitu ada tumbuhan diambil ini tanah Tuhan katanya. Subhanallah. Ada atau tidak seperti itu? Ada luar biasa. Ambil aja tanah Tuhan. Iya, tanah Tuhan yang yang tanam saya tahu. Yang kasih yang kasih bubuk saya. Terus kau yang ngambil. Saya juga makhluk Tuhan, bukan kau saja. Jadi ini kalau ini kalau perampokan depan mata ini sekarang wasuriq minhu w dia curi enggak tahu. Tahu-tahu hilang, tahu-tahu hilang maka jadi sedekah. Warzauhu ahadun. Dan tidak ada yang mengurangi pohon tersebut itu diambil ya. dengan dimakan dengan cara yang benar atau dicuri kecuali menjadi sedekah baginya. Ini di antara amal yang kata para ulama dikecualikan seorang artinya ini menunjukkan bahwasanya ee pintu pahala itu banyak. Kau tanam pohon tidak niat apa-apa. Ternyata diambil dia ada burung. Aduh kau usir-usir burung burungnya tetap aja ngambil. Kok usir-usir monyet tetap aja monyet ambil duriannya misalnya. Ya sudah kau jengkel tapi kau dapat apa pahala. Itu sedekah. Sampai kalau dicuri. Ada curi tuh tahu tuh dapat sedekah. Kalau kita tahu pencurinya dilapor polisi enggak lapor. Tapi karena kita enggak tahu tetap jadi apa? Sedekah. Jadi sedekah. Sebagian ulama seperti Syekh Utsim mengatakan ini hiburan atau sebagian ulama mengatakan ini hiburan bagi kita. Karena terkadang kita terkadang musibah atau uang kita hilang itu dapat itu tidak hilang secara hilang di dunia di mata kita tidak hilang secara hakikat akan ada pahalanya di mana di akhirat. Aduh hilang sekian aduh uang sekian hilang ya sudah itu insyaallah jadi apa? Sedekah ya. Ini contoh bahwasanya ada amal yang tidak perlu niat tetap dapat pahala. Ya wafi riwayatin lahu dalam riwayat yang lain fala yagrisil muslimu garsan dengan syarat dia seorang muslim. Tidaklah seorang muslim menanam satu tanaman fakul minhu insanun kemudian ada orang lewat makan dari pohon tersebut. Wabatun atau hewan makan. Wala thirun atau burung yang makan. yaumilamah kecuali akan menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat. Saudara-saudara kita yang punya beras kan sering usir-usir burung kan mereka pengin burungnya datang atau pengin burungnya pergi pergilah sampai dibikin orang-orangan. Wuh. Saya sering lihat. Seandainya burung-burungnya berhasil makan, mereka dapat pahala enggak? Dapat meskipun mereka jengkel dapat pahala. Ini bonus dari Allah Subhanahu wa taala. Ya, meskipun tidak diniatkan ya. Kalau bisa dia tembak itu semua burung dia tembak. Cuma enggak bisa. Biaya tembak mahal. Jadi sudahlah tetap dapat pahala. Jadi depan mata yang tidak ketahuan dicuri aja dapat pahala. Ini menunjukkan bahwasanya pintu pahala banyak. Seorang sabar dalam menjalani kehidupan. Ada dan kalau apalagi kata Syekh Uts
Resume
Requeue
Categories