Kitab Riyadush Shalihin #1.35: Pintu-Pintu Kebaikan Itu Banyak (Bagian-1)
AHbO2V8A2IU • 2025-06-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani
wasyukr lahu ala taufqihin ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la
syarikalahuimani wa ashadu anna
muhammadan abduhu wa rasul dail ridwan
allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa
ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Insyaallah mulai kali ini kita lanjutkan
dari kitab Riyadus Shihin dan saya
langsung masuk pada bab ke-13 ya. Bab
tentang bayan katrati turil khair. Yaitu
bab tentang penjelasan bahwasanya
pintu-pintu pahala itu banyak.
Pintu-pintu pahala itu banyak. Ya, ini
bab ini tujuannya agar kita semangat
beramal saleh. Jangan sampai lalai.
Sesungguhnya ee apa namanya? Kesempatan
untuk beramal itu sangat banyak. Setiap
saat kita bisa beramal saleh.
Pintu-pintu kebaikan sangat banyak. Dan
ini dibawakan oleh Imam Nawawi
rahimahullah agar kita tidak membuang
usia kita, membuang umur kita dengan
harapan setiap aktivitas kita bisa
mendatangkan pahala. Toh setelah kita
meninggal kita tidak bisa lagi beramal,
kita
tinggal memanen hasil dari apa yang kita
lakukan aktivisasi selama di selama masa
kita hidup ya. Dan sebagaimana kita
ketahui bahwasanya kalau seorang masuk
surga maka levelnya sesuai dengan amal
salehnya. Sebagaimana perkataan Ibnu
Qayyim rahimahullahu taala. Annajatu
minanar bil magfirah. Seorang selamat
dari neraka karena ampunan Allah.
Wadukhulul jannah birahmatillah. Masuk
surga karena rahmat Allah. Wtisamul
manazil wadarajat bil a'mal. Adapun
level di surga dengan amal.
Ya, kita masuk surga kalau masuk surga
dengan rahmat Allah, tapi level kita
sesuai dengan amal kita dan Allah maha
adil. Makanya Allah mengatakan, "Udulul
jann bimtum tamalun." Masuklah kalian
surga dengan sebab amal yang kalian
kerjakan. Qullu wasruan bima aslaumyamil
khiah. Makanlah dan minumlah kalian
dengan senang di surga dengan sebab apa
yang kalian kerjakan ketika kalian masih
hidup di dunia.
Dari situ bab ini sangat penting bagi
kita semua ya, bagi saya juga sang
pembicara karena banyak hal di zaman
sekarang ini membuat waktu kita terbuang
ya. Adanya metsos, berita-berita yang
tidak habis-habisnya peristiwa ya 1001
malam kisah di tanah air kita ya. Ya
luar biasa ya tidak ada berhenti
berseri-seri lagi satu kisah
berseri-seri. Belum selesai satu kisah
muncul kisah berikut berikutnya.
sutradaranya pintar banget ya sehingga
susah tidak ada penghujungnya sehingga
orang kalau kepo maka dia akan habis
umurnya jenggotnya putih karena ikut
berita, bukan karena baca
Quran. Ibu-ibu sampai keriput bukan
karena diomelin suami tapi karena ikut
berita. Oleh
karenanya kesempatan-kesempatan beramal
saleh jangan kita sia-siakan baik lelaki
maupun wanita. Dar di sinilah pentingnya
bab ini sampai ini termasuk bab yang
sangat panjang. Al Imam Nair
rahimahullah dalam bab ini saya
membawakan sekitar 25 hadis. 25 hadis
ya. Tapi sebagian sudah saya pernah
jelaskan. Kita ee menuju
kepada hadis berikutnya itu hadis ke-15.
Hadis ke-15 ya. Bab tentang bayan
katrati turukil khair. Penjelasan
tentang bahwasanya jalan-jalan kebaikan,
pintu-pintu kebaikan, celah-celah
kesempatan beramal itu sangat banyak.
Maka jangan ee
disia-siakan. Tib eh hadis berikutnya
anhu qa qala Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Rasul wasallam bersabda
ala adullukum alamullahu bihi
alaruh darajat.
Maukah aku tunjukkan kepada kalian
perkara yang bisa menghapuskan dosa-dosa
dan bisa mengangkat derajat itu jika
kalian melakukannya, dosa kalian akan
terampuni,
terhapuskan ee dan derajat kalian akan
diangkat. Q bala ya Rasulullah. Para
sahabat berkata, "Tentu ya Rasulullah."
Q isbagul wudu alal makarih. Sempurnakan
wudu meskipun dalam kondisi yang tidak
menyenangkan. Kemudian khuta masajid
perbanyak langkah menuju masjid.
baati menunggu salat setelah salat
selesai menunggu salat
berikutnya. Dan itulah ribat apa itu
ribat? Nanti kita jelaskan. Hadis ini
riwayat al Imam Muslim. Di sini Rasul
sahu alaihi wasallam membuka hadisnya
dengan memotivasi. Rasulullah tidak
bilang sempurnakan wudu ya perbanyak ke
masjid tunggu salat. Tapi Rasulullah
buka dengan motivasi. Maukah aku
tunjukkan kepada kalian yang bisa
menghapuskan dosa dan mengangkat
derajat? Apa yang kita cari di dunia
ini? Kita cari ingin dosa diampuni,
derajat di dinaikkan, itu yang kita
inginkan. Ya, yang buat kita problem
dalam hidup ini
dosa kita. Masalah di keluarga, masalah
di ekonomi, hidup tidak tenang, hati
gelisah, semuanya karena apa? Karena
dosa, karena jauh dari Allah subhanahu
wa taala. urusan jadi buntu, problem
tidak ada solusi. Ini semua karena dosa
ya. Maka ampunan adalah hal yang sangat
diimpikan oleh seorang hamba yang
beriman. Bukan sekedar ampunan, kita
ingin juga derajat di ditinggikan. Maka
Rasulullah memotivasi dengan dua hal
yang merupakan cita-cita seorang mukmin.
Dosa diampuni, derajat ditinggikan.
Ya, makanya penghuni surga ketika mau
surga kata Allah dalam surat Fatir,
"Alhamdulillahilladzi
alhamdulillahilladzi adhabaal hazan inna
rabbana lagofurun syakur." Segala puji
bagi Allah yang telah
menghilangkan segala kesidihan dari
kami. Sesungguhnya Rabb kami la gfur,
yaitu maha pengampun, yaitu mengampun
dosa-dosa. Syakur, maha
membalas dengan sangat banyak. Yaitu
amal sedikit tapi derajat di
ditinggikan.
Itu dirasakan benar oleh penghuni surga
bahwasanya benar-benar mereka mau surga
itu karena apa? Karena dosa diampuni,
karena derajat di dinaikkan, karena Rabb
kita gfur, syakur. Gfur artinya mudah
maafkan dosa-dosa.
Syakur itu membalas yang sedikit dengan
yang banyak. Dengung ya
Binnya gak
apa-apa. Tib. Ee
kemudian setelah itu para sahabat
berkata, "Bala ya Rasulullah." Tentu
wahai Rasulullah kita ingin tahu amal
amal apakah itu yang bisa menghilangkan
dosa dan mengangkat derajat. Maka
Rasulullah sebutkan tiga amal saleh.
Yang pertama isbagul wudu alal makarih,
yaitu menyempurnakan wudu meskipun dalam
kondisi yang tidak disukai.
Kalau di Indonesia insyaallah sih secara
umum ee di kita letaknya di iklim
tropis, di katolistiwa sehingga tidak
panas dan juga tidak dingin. Tapi kalau
kita bicara di negara-negara lain yang
ada empat musim seperti di Madinah
misalnya, kalau lagi panas air sangat
panas. Kalau lagi dingin air sangat apa?
Dingin. Makanya Rasulullah tetap
menyuruh bagaimanapun kondisinya terlalu
dingin atau terlalu panas berusaha tetap
wudu sempurna. Wudu sempurna ya. Tentu
kalau wudu sekali itu wajib. Kalau bisa
dua sampai tiga kali meskipun kondisi
tidak men menyenangkan ya. Kalau mungkin
panas kita dinginkan dulu ya. Kalau
dingin ya kita pelan-pelan yang penting
tiga kali wudu lebih baik. Dan itu
pahalanya besar. Seorang berusaha
menyempurnakan wudunya meskipun dalam
kondisi yang tidak menyenangkan. Ya,
kalau kita lagi misalnya lagi ke gunung,
lagi kemping, lagi dingin-dingin atau
lagi berlibur ke daerah yang dingin,
tetap aja berusaha wudu tiga kali. Ya,
wudu tiga kali meskipun tidak
menyenangkan. Karena berwudu itu
pahalanya sendiri besar. Ketika kita
berwudu maka dosa-dosa akan berguguran.
Kalau sekali sudah berguguran, bagaimana
kalau dua kali? Bagaimana kalau tiga
tiga kali? Yang wajib memang sekali.
Rasulullah pernah mencontohkan wudu
sekali-sekali. Rasulullah pernah
mencontohkan wudu dua kali, dua kali.
Rasul sahu alaii wasallam pernah
mencontohkan w tiga kali untuk
menjelaskan bolehnya. Tapi kalau kita
bisa tiga kali itu lebih baik karena
semakin banyak dosa ber guguran.
Meskipun dalam kondisi tidak
menyenangkan. Ketika panas air panas
kita tampung supaya agak dingin baru
kita berwudu. Maka semakin banyak dosa
yang berguguran karena kita berusaha
menyempurnakan wudu di kondisi yang
tidak menyenangkan. Demikian juga kalau
musim dingin, kalau tetap kita berusaha
berwudu tiga kali ya ee semakin banyak
dosa berguguran karena kita berwudu di
saat yang tidak menyenangkan. Ini yang
pertama menyempurnakan wudu dalam
kondisi yang tidak menyenangkan. Yang
kedua, waqatul khut ilal masajid, yaitu
perbanyak langkah menuju masjid. Yaitu
sering ke masjid. Tentunya ini ee
keutamaan para lelaki ya. Kalau wanita
salat di rumah lebih apa? lebih baik ya.
Sebaik ulam mengatakan sesuai dengan
zahir hadis ya Rasul sahu alaihi
wasallam mengatakan la tamna imallahi
masajidallahi wutuhun khairun lahun.
Janganlah kalian melarang para wanita
salat di masjid. Kalau mereka ke masjid
ingin salat, ingin pengajian, maka
jangan dilarang. Tetapi wabuyutuhun
khairun lahun. Tapi rumah mereka lebih
baik, yaitu salat di rumah lebih afdal
daripada salat di masjid. Nah, kalau
seorang wanita ke masjid pahalanya 27
kali lipat seperti lelaki, maka di rumah
lebih lebih afdal. Kalau lelaki karena
wanita memang asalnya lebih baik lebih
lebih baik untuk perbanyak di rumah.
Allah berfirman, fi buyutunna. Hendaknya
kalian menetap di rumah-rumah kalian.
Wanita itu di rumah saja berpahala. Dia
di rumah saja dengan kesibukannya di
rumah niatkan untuk menjalankan perintah
Allah. Waqorna fi buyutikunna. Tetaplah
kalian di rumah-rumah kalian. Maka dia
mendapatkan argo pahala berjalan jika
dia niatkan karena Allah. Ya. Adapun
lelaki kalau mau dapat pahala jangan di
rumah aja.
rumah aja ngapain ya? Kalau mau dapat
pahala keluar kerja ke masjid ya. Maka
lelaki kalau ingin dapat 2 27 derajat
pahala salat hendaknya dia ke masjid.
Maka perbanyak langkah kaki ke masjid ke
masjid dengan tujuan syari. Apakah untuk
salat, apakah untuk pengajian, ya?
Apakah ya pokoknya kegiatan syari selama
dia langkahkan kakinya menuju masjid
karena Allah subhanahu wa taala,
maka dia mudah dihilangkan dosa-dosanya
dan diangkat apa? Derajatnya. Setiap
langkah kaki menghapus dosa dan
mengangkat derajatnya. Alhamdulillah
kita kalau kajian kalau bisa ke masjid
laki-laki ya, maka langkah kakinya semua
berpahala.
Pergi dan pulang. Pergi dan dan pulang.
Ya, semangat
ya. Insyaallah ya. Makanya kalau kita ke
masjid ya, coba kita misalnya salat
Isya, saya sering sampaikan kita kalau
salat Isya di rumah 4 rakaat pahalanya 4
rakaat. Tapi kalau kita salat masjid di
salat isya di masjid 4 * 27 berapa? Kali
4 *
27 berapa coba? Ayo. Matematika yang
benar
berapa? 4 * 27 berapa?
108 8 sekolah pagi berarti bukan sekolah
sore. 108 coba. Itu sekali salat isya.
Salat zuhur juga demikian. 108 apa
bandingnya 108 dengan 4?
Jauh. Kalau ini tiap hari bayangkan tiap
hari bagaimana kita enggak dapat pahala
besar di akhirat kelak. Belum lagi,
belum lagi langkah-langkah kaki. Setiap
langkah ngangkat derajat ngurangi dosa.
Setiap langkah pulang
pergi. Maka rugi orang kalau tidak ke
masjid. Ada ada darurat,
ada uzur. Ya. Ya. Okelah. Kalau selama
bisa melangkahkan ke masjid, kita
langkahkan kaki ke masjid. Rasulullah
yang bilang, "Kalau ingin diampuni dosa,
diangkat derajat perbanyak ke masjid."
Ingat hadis ini kita semangat semangat
ke masjid. Jangan semangat ke mall ya,
semangat ke
masjid. Semangat ke masjid ya. Satu
langkah diangkat derajat dihapuskan
dosa. Ini pahala luar biasa. Makanya
disebut dalam sebagian salaf ada yang
berijtihad di antara mereka. Dia
berijtihad kalau dia tidak sempat salat,
tidak sempat salat di masjid, dia ulangi
27 kali di
rumah supaya dia tidak pengin
ketinggalan apa?
Pahala. Dia ulang lagi ulang. Ini
ijtihadiah tentu ini butuh pembahasan.
Jangan diikuti. Maksudnya ini masalah
fikih. Cuma karena dia saking tidak
pengin pahalanya hilang dia kalau
ketinggalan salat berjamaah dia kulangi.
Ulangi berapa kali? Tambah 26 kali lagi.
Ini diriwayatkan oleh sebagian salaf ya.
Ya, meskipun tidak disepakati oleh para
ulama yang lain tetapi menunjukkan
bagaimana dia merasa rugi ketika tidak
salat di masjid.
Beda dengan sebagian kita biasa tidak
biasa-biasa aja biasa biasa masih ada
salat berikutnya masih ada salat
berikutnya merasa umur masih panjang
padahal jenggot sudah putih semua rambut
sudah tidak ada yang hitam ya kita
lanjutkan yang ketiga. Wartiarus shati
ba'da salat menunggu salat setelah salat
sebelumnya. Jadi habis salat masih
nunggu salat berikutnya. Ini ee ada dua
pendapat. Pendat pertama maksudnya dia
lakukan di masjid. Dia kalau habis salat
di masjid dia nunggu salat berikutnya.
Seperti misalnya salat zuhur dia nunggu
asar di masjid aja dia nunggu. Atau
sering yang kita lakukan habis magrib
kita nunggu sampai apa? Isya. Ya. Tapi
jangan sumbuh sampai zuhur. Terlalu jauh
ya. Ya. Ini ini tentu oke ya. Dan tidak
bertentangan dengan kemaslahatan. Atau
orang habis asar sampai magrib. Kalau di
Madinah kan orang seperti itu. Dia dia
pergi masuk masjid asar dia keluar isya.
Rata-rata begitu orang masuk asar keluar
apa? Isya. Pergi masuk asar tunggu
magrib. Habis magrib lanjut lagi isya.
Habis isya baru pulang. Itu mungkin
karena aktivitas duniawi sudah selesai.
Ee ini pendapat dan ini itu lebih lebih
jelas lebih pasti.
Sebatakan maksud menunggu masjid tidak
harus kita di masjid tetapi hati kita
senantiasa rindu untuk datang ee salat
berikutnya sehingga dia sibuk salat
berapa menit lagi, salat berapa jam lagi
ee dia selalu memikirkan hal tersebut.
Dan ini yang di yang disinggung oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam
kisah tujuh orang, tujuh golongan yang
dinaungi oleh Allah pada hari kiamat
kelak. Orang yang keempat kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Rajulun
qolbuhu muallaq bil masajid." Seorang
yang jantungnya dia gantung di masjid
itu badannya di luar tapi jantungnya
selalu di masjid. Ini bahasa kinayah,
bahasa kiasan. Artinya hatinya selalu
memikirkan apa? Masjid. Dia kerja, dia
sibuk, aktivitas, tapi dia pikir kapan
azan? Kapan azan? itu panggilan yang
selalu dia nantikan kapan azan. Nah,
orang seperti ini dia selalu mikir kapan
waktu salat, maka dia dapat argo
pahalanya jalan. Argo pahalanya apa?
Jalan. Allah maha tahu niat seseorang
sehingga dia prepare. Prepare untuk
salat berikutnya. Prepare untuk salat
berikutnya. Ya, dia mungkin ah kita
rapat harus selesai jam sekian. Karena
waktu dia dia
mikirnya itu panggilan yang sangat dia
nantikan. Selama dia seperti itu
menantikan salat berikutnya, maka argo
pahala tetap apa? Ja jalan. Ini luar
biasa. Makanya seorang berusaha
perhatian sama panggilan azan. Sebisa
mungkin kegiatannya dia atur
menyesuaikan dengan jadwal apa? Azan.
Sehingga ketika datang pang azan dia
siap-siap untuk pergi. Kecuali memang
kejebak macet, kondisi tidak
memungkinkan. Ya, seperti itu ya.
Fadalikumur ribat. Maka itulah arribat.
Arribat secara makna adalah ikatan. Ee
ma yurbatu bihi namanya ribat, tali
pengikat. Kalau disebutkan dalam ee
syariat maksudnya adalah seorang yang
bersiaga di sagar, di daerah perbatasan.
Maka dia menetap situ siap untuk ee
berjaga-jaga di daerah perbatasan. Itu
murabit. Murabit itu orang yang berjaga
di daerah perbatasan. Dan ini sangat
sulit karena perbatasan antara kaum
muslimin dengan kawasan lawan, kawasan
musuh dan musuh kadang sering fokus
untuk menyerang kawasan tersebut karena
kalau kawasan perbatasannya jebol maka
mereka akan mudah mudah masuk. Yang
berikutnya di daerah perbatasan musuh
sering datang tiba-tiba tanpa tidak
diketahui. Jadi senantiasa dalam kondisi
siap untuk berjihad. Beda kalau
menyerang eh menyerang bulan depan ya
siap-siap. Bulan depan baru berangkat
gak tapi kalau di arah perbatasan
kondisi selalu siap siap siaga ya. ini
disebut ribat atau ribat maksudnya ada
yang mengatakan yaitu dia selalu
mengurus kudanya kapan dia siapkan untuk
dia ikat untuk siap bertempur sehingga
dia perhatian sama kudanya karena
sewaktu-waktu yang biasa dipanggil untuk
bertempur dan dia gunakan kudanya
tersebut untuk bertempur atau secara
umum yaitu mujahid yang sedang berjihad
dalam peran pertempuran kadang berjihad
bisa lama serang mundur lagi serang
mundur lagi bisa sampai berbulan-bulan
ya ini bisa sampai lama ee seperti
Ukraina lawan apa Rusia
Iya. Kalau kalau itu jihad syari itu
disebut murabit. Kalau itu perang syari
disebut apa? Murabit. Karena jihadnya
enggak berhenti-berhenti. Tapi itu bukan
ee jihad ya. Karena kafir lawan apa?
Kafir ya. Jadi kalau jihad syari maka
dia menanti itu disebut murabit,
bertahan lama. Nah sabda Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Fadzalikumur ribat."
Itulah ribat. Itu suatu kinayah yang
luar biasa. Karena tiga amal saleh ini
bukan jihad.
Pertama, isbagul wudu alal makarim.
Menyempurnakan wudu ketika dalam kondisi
sulit. Ini bukan jihad. Terus katratul
khut ilal masajid. Sering ke masjid juga
bukan apa? Jihad. Kemudian menunggu
salat setelah salat sebelumnya, menunggu
salat berikutnya ini juga bukan jihad.
Tetapi Rasulullah samakan dengan
arribat. Ribad yang menunjukkan ini
pahalanya besar. Jadi ini salah satu
dalil tentang bahwasanya pintu-pintu
kebaikan sangat sangat banyak.
Tib. Ee Ustaz, terus ibu-ibu
bagaimana? Ibu-ibu mungkin yang bisa dia
kerjakan nomor satu sama nomor ti tiga.
Kalau sering ke masjid mungkin gak ya,
karena ibu-ibu lebih baik di mana? Di di
rumah. Tapi kalau ada kesempatan ke
masjid ya silakan maskala ada boleh dia
ke masjid ya. Dan di antara
ee mungkin ibu-ibu juga bisa mengambil
kesempatan beramal saleh dengan hal ini
adalah memotivasi suami ke masjid. Ayo,
Mas, ke masjid, Mas. Pokoknya, Mas,
masjid pulang saya siapkan hadiah. Iya.
Mau tahu aja apa n tenang aja, usah
pulang dulu saya hadiah ya. Istimewa ya.
Enggak usah perlu tahu. Pokoknya
berangkat dulu. Jadi motivasi suami,
bangunkan suami sebelum azan subuh
misalnya. Jadi agar suami ke masjid,
insyaallah suami berangkat pulang pergi,
ibu juga dapat apa? Pahala. Karena ibu
salah satu sebab suami pergi ke masjid.
Ya, motivasi suami bangunkan dengan cara
yang lembut, yang
baik. Kita hidup cuma di dunia cuma
sebentar ya. Kesempatan kita masih
hidup, masih bernafas, masih berusaha
beramal saleh, beramal salehlah. Beramal
salehlah. Segala segala celah yang bisa
kita masuk untuk dapat pahala masuk.
Segala kesempatan yang bisa kita lakukan
lakukan. Ya, karena tidak selalu ada
kesempatan terbuka, tidak selalu celah
terbuka.
Di sini kata Nabi, "Fadikum ribat,
itulah arriba
pertahanan ya apa untuk
berjihad. Tib kita
lanjutkan hadis
ke berapa? 16. Alhamdulillah.
Hadis berikutnya asadis asyar an Abi
Musa al-Asy'ari dari sahabat yang mulia
Abu Musa
al-Asy'ari radhiallahu
anhu qala qala Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam beliau berkata Rasul
wasallam bersabda man shallal bardaini
dakalal jannah siapa yang
salat dua salat yang dingin maka dia
masuk surga muttafaqun alaih ya
diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan
Muslim Albardani
As salat Albardan kata al Imam Nawawi
rahimahullahu
taala ee atau ditafsirkan oleh para
ulama Albardan maksudnya salat subuh dan
salat apa? Asar. Dikatakan salat subuh
dan salat asar dengan albardan dua salat
yang dingin karena itu adalah dingin
ditinjau dari sebelumnya. Zuhur di
puncak-puncak panas kemudian panas
berkurang berkurang berkurang akhirnya
masuk ee waktu dingin ya itu di waktu
apa? Asar. Ya. Demikian juga subuh
biasanya itu puncak dingin ya. Puncak
dingin ketika apa? Subuh. Ketika subuh
dan ee di itulah orang enak-enaknya
tidur. Enak-enaknya apa? Tidur. Asar pun
demikian. Orang pulang kerja
enak-enaknya apa? Tidur. Ya. Sehingga
banyak orang salat Asar yang lewat ya.
atau dia lagi sibuk-sibuknya sehingga
salat asar akhirnya terlewatkan atau
tertunda. Maka di sini Rasulullah
motivasi para lelaki atau secara umum ya
wanita maupun lelaki untuk jangan lupa
fokus terhadap dua salat ini. Ini dua
salat yang sangat
mulia. Kalau salat fajar ya Allah sampai
bersumpah wal fajar ya demi fa fajar. Di
antara tafsiran para ulama, maksudnya
karena di situ ada salat fajar. Ya. Ya.
Ya.
Ee dan kemudian salat asar Allah sebut
dalam
Al-Qur'an ee wasat wasatil wusta ya. Ee
wasatul wusta maksudnya apa? Eh hafidu
al shawati washatil w. Jagalah salat
lima waktu dan khususnya salat yang
tengah. Banyak ahli tafsir mengatakan
maksudnya adalah salat asar.
Ya. Kemudian inna quranal fajri kana
masyhuda. Bacaan salat di waktu salat
fajar disaksikan oleh malaikat. Ya. Jadi
ini dua salat yang utama tentunya tidak
tidak menyampaing salat-salat yang lain.
Semua salat mulia. Tetapi ini salat ada
spesial karena ada ayat-ayat khusus
ee menyebutkan secara khusus dua salat
ini. Selain itu, dua salat ini penting.
Datang dalam suatu hadis Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam
bersabda
ee laisa ahadun minkum illa eh innakum
sataruna kama tarunal qar lailatal badri
laun fi ryatihi. Sesungguhnya kalian
semua akan melihat Allah ya pada hari
kiamat kalian ya. Sebagaimana kalian
melihat rembulan yaitu melihat Allah
lihatnya ke atas. Lauduna firati. Ketika
kalian melihat Allah kalian tidak
berdesak-desakan. Beda kalau fokusnya di
depan maka yang tinggi akan menghalangi
yang pendek atau yang jauh semakin tidak
kelihatan. Tetapi kalau Allah kalian
lihat mudah maka tidak perlu
berdesak-desakan. Kalian akan melihat
Allah. Allah Rasulullah bercerita
tentang salah satu nikmat ee surga
adalah melihat Allah pada hari apa? Hari
kiamat. Semua penghuni surga akan
melihat Allah Subhanahu wa taala.
Setelah itu di akhir hadis Rasul
wasallam bersabda,
"Faumabu
alhatin
qblaamsi waqiha fa'alu." Kalau kalian
mampu tidak terdominasi atau tidak
ketinggalan salat sebelum terbit
matahari dan sebelum terbena matahari,
maka
lakukanlah. Tib. Salat sebelum terbit
matahari salat apa? Subuh. Salat sebelum
terbena matahari salat apa? Asar. Ini
dalil bahwasanya orang yang perhatian
sama salat subuh sama salat asar sebab
untuk melihat Allah pada hari kiamat. J
Rasulullah sebutkan secara khusus dan
betapa banyak orang yang salat subuh
ketika terbit mata
hari. Betapa banyak salat asar setelah
terbenam apa? Matahari.
Ketiduran. Tadi malam nonton bola sampai
jam .00. Tidur salat subuh jam
09.00 bangun-bangun qadarullah.
Ya Rasulullah juga pernah telat. Iya.
Rasulullah sekali, dua kali, kamu 1000
kali. Ya, jadi
berusaha perhatian terhadap salat ini.
Karena di antara sebab seorang bisa
melihat wajah Allah pada hari kiamat
kelak dan itu merupakan puncak nikmat
surga adalah salat subuh sebelum terbit
matahari dan salat asar sebelum terbenam
apa? Matahari. Makanya Rasulullah
kaitkan dua hal tersebut.
Ya, ini di antara dalil bahwasanya
kenapa dua salat ini sangat-sangat
penting. Dalil lain juga yang
menunjukkan dua salat ini sangat
penting. Rasul wasallam mengatakan dalam
hadis Abu Hurairah yataqabuna fikum
malaikatun bail waaikatun bin nahar.
Sesungguhnya ada malaikat yang menguasi
kalian yang mereka ada sipsipan. Ada
malaikat sip siang dan malaikat sip
malam mengontrol
kalianuna shatil fajar wasatil asar. Dan
kedua sipsip itu, kedua grup ini
ketemuan di salat subuh dan salat apa?
Asar. Fujulladina fikum yang tadi malam
sip
malam ee ketika salat fajar dia naik
lapor kepada Allah subhanahu wa taala.
Maka Allah bertanya setelah mereka naik
ke atas lapur kepada
Allah. Allah bertanya kepada para
malaikat tentang hamba-hambanya. Padahal
Allah sudah tahu. Allah hanya ingin
terucap dari mulut mereka. Maka Allah
berkata, "Kaifa ibadi?" Bagaimana kalian
meninggalkan
hamba-hambaku? Wahai para malaikat sip
malam. Kata malaikat sip malam,
tarokuhum wahum yusun. Kami meninggalkan
mereka ketika salat subuh mereka sedang
apa? Salat. Jadi ini indah. Jadi
malaikat sebelum lapor tentang kita,
kita sedang salat apa? Subuh. Tapi kalau
tanya kamu gimana? Iya saya k tinggal si
fulan, Abu Fulan lagi tidur. Ya Allah
kan repot. Enggak enak kamu tinggalkan
bagaimana dia lagi tidur. Kenapa tidur?
Tadi malam nonton bola sampai jam .00
ya. Ngobrol begadang ya. Nonton berita
sampai jam .00 malam. sebelum tidur
murajaah kasus baca kasus belum
selesai-selesai sampai
ketiduran akhirnya bangun subuh
berat dan kita pengin ketika malaikat
lapor tentang kita, malaikat
meninggalkan kita dalam kondisi apa?
Salat seperti
itu. Ya, mereka sip malam itu dari asar
sampai subuh. Si pagi dari subuh sampai
apa? Asar. Jadi mereka ketemu salat
subuh, mereka ketemu pas salat apa?
Asar. Nanti malaikat yang asar ketika
sipsiang sudah selesai, dia lapor kepada
Allah. Allah tanya, "Kaifa ibadi?"
"Bagaimana kalian dapati hamba-hambaku
kalian tinggalkan mereka?" Kata malaikat
sip
siangum apa? Taroknahum wahum yusallun.
Kami tinggalkan mereka dalam kondisi
apa? Salat. Ya, ini di antara penting
kenapa subuh dan asar.
Karena di situ malaikat sip siang sip
malam saling ber bertemu. Dan kita ingin
ketika mereka lapor kepada Allah, kita
dalam kondisi sedang melakukan ibadah
terindah yaitu ibadah apa?
Salat. Kemudian juga seballah mengatakan
Allah sering mengatakan berzikir di pagi
dan petang, pikir dan petang. Karena di
waktu pagi itu kita masih tidak ada
kegiatan apa-apa, masih fresh. Sehingga
kita kalau zikir kepada Allah, ingat
Allah akan lebih fokus karena kita belum
mulai apa? Peker pekerjaan. Ketika asar
kita sudah selesai dari seluruh kerjaan
harusnya kita sudah kosong sehingga kita
juga bisa lebih lega, lebih bisa fokus
untuk berzikir kepada Allah dalam salat
atau di luar di luar salat. Makanya ada
namanya zikir pagi petang.
Ini semua dalil tentang ee keutamaan
salat subuh dan salat asar. Ya, ada
beberapa sit tadi saya sebutkan
ya. Maka kata Rasul sahu alaihi wasallam
memotivasi, man shallal bardaini dakalal
jannah. Siapa yang salat dengan dua
salat yang dingin, salat subuh maupun
salat asar, maka dia akan masuk surga.
berusaha kita salat subuh ya, salat asar
sebisa mungkin dengan salat yang
terbaik. Dalam riwayat juga Rasulullah
mengatakan, "Lan yalijanar ahadun
shabamsi
waqlubiha." "Tidak akan masuk neraka
orang yang salat sebelum terbit matahari
dan sebelum terbenam matahari." Salat
apa maksudnya? Subuh dan asar. Dalam
riwayat Rasulullah mengatakan, "Man shal
baardinakal jannah." Siapa yang salat
subuh salat surga. Siapa yang salat
subuh, salat asar masuk surga. Dalam
riwayat yang lain, tidak akan masuk
neraka orang yang salat subuh dan salat
apa? Asar. Ya. Adapun salat magrib, isya
insyaallah mudah ya. Insyaallah mudah.
Pulang bangun salat magrib, isya salat
zuhur. Yang rawan itu salat subuh sama
salat
asar. Tib. Kita
lanjutkan hadis berikutnya. Asabi asyar
hadis ke-17.
anhu, yaitu dari Abu Musa al-Asyari
radhiallahu anhu qa qasulullah
sallallahu alaihi wasallam rasuah
wasallam
bersabda marid abdufar kutibahu yaluiman
shahihan jika seorang
hamba sakit atau
bersafar maka tetap dicatat baginya amal
saleh yang biasa dia kerjakan ketika dia
tidak bersafar dan dalam kondisi
sehat. Ini rawahul Bukhari. Hadis
riwayat Bukhari. Ini adalah pintu
kebaikan yang luar biasa, yang mudah,
bonus dari Allah Subhanahu wa
taala. Karena yang Allah nilai adalah
kebiasaan seseorang. Kata Nabi, idza
maridal abdu a safar. Jika seorang sakit
atau sedang bersafar, ketika dia sakit
dia susah beramal saleh. Ketika dia
safar banyak amal saleh yang bisa dia
kerjakan, tidak bisa dikerjakan.
Ternyata apa? Kutiba lahu mlual muqiman
shahan. maka tetap dicatat bagi dia amal
saleh yang biasa dia kerjakan ketika dia
sehat dan ketika dia tidak sedang ber
bersafar. Ini bonus dari Allah Subhanahu
wa taala. Sehingga motivasi kita kalau
kita lagi sedang sehat, sedang tidak
safar, kita banyak amal
saleh. Karena nanti kalau ada uzur kita
sedang sakit atau ada uzur kita sedang
safar, argo pahala amal saleh yang bisa
kita kerjakan tetap berjalan. Contoh,
seorang ketika tidak sedang bersafar,
dia biasa salat malam. Dia biasa puasa
sunah, dia biasa salat rawatib, dia
biasa silaturahmi. Kalau dia tidak
sedang bersafar nih, dia biasa
silaturahmi, dia biasa ikut kajian,
terus dia bersafar, kerja, bersafar
taruhlah jadi apa? Jadi
pelautnya. Ternyata di kapal 2 bulan, 3
bulan. Ini luar biasa. Selama 2 bulan, 3
bulan apa yang dia kerjakan selama
ketika dia tidak bersafar tetap dicatat
oleh Allah subhanahu wa taala. Ketika
dia bersafar dia tidak salat rawatib
karena dia qasar. Jamak ko qasar. tidak
ikut pengajian. Mau pengajian di mana?
Tidak ada ustaz di kapal tersebut. Gak
ada ya? Malah godaan macam-macam ya. Gak
ada. Dia mau silaturahmi bagaimana?
Enggak ada. Silaturahmi biasanya ketemu
ibunya langsung junguk bapaknya. Tidak
bisa dilakukan karena sedang bersafar.
Tapi karena selama ini ketika dia sedang
mukim dia melakukan semua kegiatan, maka
amal saleh terus
mengalir. Ini tidak bersafar. Demikian
juga seorang ketika sedang sehat, sedang
sehat dia mampu beraktivitas. Misalnya
dia apa namanya? Pergi ke masjid, jalan
kaki jauh, dia kuat, dia bangun
malam, bangun malam kuat salat lama ya.
Ya, dia mungkin bantu orang
ngangkatangkat apa karena dia apa? Se
sehat ya. J sehat. Dia puasa sunah
karena dia apa? Se sehat ya. Banyak
aktivitas dia menyenangkan istrinya.
diajak jalan-jalan anaknya karena dia
sehat. Tapi ketika dia sakit itu semua
tidak bisa dia
lakukan. Tidak bisa dia lakukan. Ya.
Orang yang biasa sujud ketika tidak bisa
sujud benar-benar sedih ya. Misalnya
masuk rumah sakit operasi enggak bisa
sujud apalagi operasi terus harus tidur
di di obnama sampai beberapa hari. Mau
rukuk enggak bisa, mau sujud enggak
bisa. Tetapi tetap aja dicatat pahala
karena biasanya dia ketika sehat dia
ibadah ya, dia sujud, dia rukuk
ya. Ya. Kalau kalau sehat kita sering
ajak istri, menyenangkan istri, kita
ajak jalan-jalan misalnya ya. Ya,
mungkin tidak ke Paris tapi ke Tegal
misalnya ya. Jalan-jalan itu jalan-jalan
jalan-jalan naik kereta jalan-jalan
belikan apa namanya nasi goreng
ya. Mau beli pizza susah. Pisang goreng
aja. Pisang goreng. J akhirnya kita
ketika menyenangkan anak istri, kita
mampu ketika sehat karena Allah. Itu
amal saleh tuh bukan amal saleh. Ketika
kita sakit kita enggak bisa. Anak-anak
bilang, "Abi jalan-jalan." "Aduh enggak
bisa Abi lagi sakit." Istri a enggak
bisa. Enggak bisa. Maka pahala terus.
Bayangkan kalau Allah mentakdirkan
seorang sakit 7 tahun. Ada enggak orang
sakit berpanjangan?
Ada. Sungguh rugi kalau ternyata ketika
dia sehat, ya ternyata biasa-biasa aja.
Tapi ketika dia sehat, ternyata dia
aktivitas agamanya kuat. Ketika dia
sakit 7 tahun, 10 tahun sampai mati
akhirnya amal pahala tetap jalan. Kenapa
amal tetap jalan? Karena Allah tahu
kalau dia sehat, dia pasti melakukan.
Itulah di antara dalil ketika
sebagian ateis mengatakan Allah tidak
adil. Kenapa tidak adil? Kenapa kalau
ada orang kafir hidupnya cuma 60 tahun
dia kafir kemudian kalau masuk neraka
abadi? Kenapa bisa demikian? Karena
tidak adil kan amal dia terbatas.
Kafiran dia cuma 60 tahun. Kenapa Allah
balas neraka abadi? 60 tahun tidak
dibandingkan, tidak ada bandingin
keabadian. Keabadian itu triliunan juga
enggak masih lebih panjang abadi. Di
antara bantan para ulama, karena Allah
tahu kalau dia hidup 1 triliun tahun pun
dia begitu-begitu juga.
Paham? Sehingga dia dihukum seperti itu.
Sama seorang mukmin cuma beribadah 60
tahun ternyata diganjari oleh Allah
dengan surga abadi selama-lamanya.
Karena Allah tahu kalau dia hidup sampai
1 triliun tahun, dia pun tetap akan beri
beribadah. Maka ketika kalau ada orang
sehat, dia melakukan amal saleh, dia
sehat 7 tahun, sakitnya 20 tahun. Ada
orang seperti itu.
Subhanallah. Dia balig kemudian dia
sehat, kemudian dia nikah, punya anak
terus sakit. Sakit sampai
bertahun-tahun, 15 tahun s meninggal
dunia. Sakit dia lebih panjang daripada
sehatnya. Selama dia sakit, amal saleh
tetap di dicatat karena itu kebiasaan
dia. Itu kebiasaan kebiasaan dia. Maka
ini benar-benar bonus luar biasa dari
Allah Subhanahu wa
taala. Makanya dalam hadis
ketika Rasulullah berkata tentang apa
namanya? Kun fid dunya kaanaka goribun
abirusil. Jadilah kau di dunia seperti
ee garib orang asing atau sekedar orang
numpang lewat ya. Orang musafir yang
sedang mampir istirahat. Kemudian
lanjutkan perjalanan. Setelah itu Ibnu
Ibnu Umar
berkata, "Ya ee ee kata ee khuz min
sihatika
qobla limaradik khud min sihatika
limaradik wa hayatika limautik."
Manfaatkanlah sehatmu untuk
sakitmu. Kenapa? Kalau kau manfaatkan
sehatmu nanti ketika kau sakit pahala
tetap berjalan.
Waatika liutik. Dan gunakan kesempatan
hidupmu sebelum matimu. Kalau kau hidup
ya tadi hasilnya kau akan rasakan ketika
sudah meninggal meninggal
dunia. Maka ini
ikhwan jangan apa namanya sia-siakan
ketika lagi sehat. Rasulullah telah
mengatakan nikmatani maqbudun fihima
kirsirun minanas. Dua nikmat yang
manusia
terpedaya tidak dimanfaatkan dengan
sebaik-baiknya. ashatu wal faraq yaitu
sehat dan waktu luang. Nah, Ibu-ibu ini
banyak waktu luang.
Ibu-ibu banyak waktu luang. Bapak-bapak
sih waktu luang sedikit karena suka
nonton berita jadi waktu luang
sedikit. Ibu-ibu Instagram kebanyakan
ya. Ya. Jadi kalau di rumah kan
insyaallah ada waktu. Benar. Sebagian
wanita luar biasa ngurus anak, ngurus
rumah waktunya sedikit. Kita dapati
sebagian wanita luar biasa. Sebagian
wanita masyaallah duduk manis di rumah
ada bibi ada pembantu ya. Mumpung dia
punya waktu luang manfaatkan
sebaik-baiknya ya. Waktu luang sehat ada
waktu luang ngaji, belajar tahsin, baca
Quran, ya silaturahmi, melayani suami
ya. Membantu tetangga, jenguk tetangga,
jenguk orang sakit. Apa saja kegiatan
yang ada faedahnya lakukan. Nanti kalau
kita sakit atau kita sudah enggak bisa
apa-apa, sudah tua, ada sebagian orang
sudah tua sudah mukat hanya terduduk di
kursi roda lama-lama enggak bisa apa-apa
ya. Kalau dia ternyata ketika sehatnya
dia baik, pahala terus menga
mengalir. Makanya ketika Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam perang Tabuk
kalau tidak salah Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam berjalan dengan para sahabat
perang Tabuk itu dari Madinah ke Tabuk
700 kilo jauh ya. Maka Rasulullah
berkata kepada para sahabat, inil
madinatium masirum wadian illau maakum.
Ya habahumul
uzur. Kata sahabat wahum ana kata Rasul
sahu alaihi wasallam.
Sungguhnya sahabat sedang berjalan
berjalan melewati lembah naik gunung
turun gunung. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Sesungguhnya di
Madinah ada sekelompok
orang yang tidaklah kalian berjalan
dengan satu jalan kecuali mereka ikut
jalan bersama kalian. Tidaklah kalian
menempuh suatu lembah, turun lembah naik
gunung, turun lembah naik gunung,
kecuali mereka juga berjalan sama
kalian." Artinya pahalanya persis sama.
Hanya saja mereka tidak bisa bersama
kalian. Habasahumul uzur. Karena mereka
sedang punya uur. Seandainya mereka
tidak punya uzur, mereka akan berangkat
bersama kalian. Ada di antara mereka
yang sakit, ada di antara mereka tidak
punya tunggangan. Karena berjalan ketika
perang dari dari Madinah menuju Tabuk
harus naik tunggangan. Kalau enggak,
enggak bisa. Terlalu jauh 700 kilo. 700
kilo. Tetapi ketika mereka tidak ikut
karena ada uzur, ya, maka pahala mereka
sama dengan yang berjalan. Yang Allah
nilai adalah kebiasaan apa? Sese
seseorang. Kebiasaan seseorang.
kalau kita biasa salat malam kemudian
kita safar capek lagi safar aduh capek
sekali bang enggak bisa salat malam kita
dapat pahala karena kita biasanya salat
salat malam apalagi kalau kita safar
ternyata kita salat malam bonus lagi.
Bonus lagi. Kita enggak salat malam saja
tetap dicatat salat malam. Gimana kalau
kita salat malam bonus lagi. Kita bisa
memanage
waktu. Maka ini penting bagi kita
semua, bagi ibu-ibu sekalian. untuk
memanfaatkan ya ee kesempatan, waktu
kemudian
kesehatan untuk beramal saleh. Nanti
kalau ada uzur yang menghadang kita
tidak bisa melakukannya, argo pahala
tetap berjalan. Ini adalah bonus luar
biasa dari Allah Subhanahu wa taala.
Seandainya ibu-ibu sekarang lagi kaya
raya
misalnya, misalnya ya kenyataan sih ya
wallahualam ya ibunya kan. Maka ibu-ibu
sedekah sana, sedekah sini, sedekah sana
sedekah sini. Tahu-tahu terjadi misal
semisal semisal corona. Tahu-tahu
kemudian usaha suami bangkrut. Ibu-ibu
enggak kaya
lagi. Ibu dulu sempat kaya 10 tahun,
sekarang miskin 20 tahun. Akhirnya
tewas tayib. Selama 20 tahun tetap ibu
dapat pahala. Kenapa? Ketika kaya sening
senang sening apa suka bersedekah.
Senang bersedekah. Kenapa? Karena
sekarang ada uzur syari, ibu enggak bisa
bersedekah ya. Sehingga 20 tahun ibu
enggak bisa bersedekah, mulai harta
mulai habis, ludes, sakit-sakitan,
akhirnya meninggal. Ya, maka semua yang
ibu lakukan ketika punya duit tetap
berjalan. Itulah subhanallah maha
baiknya Allah Subhanahu wa taala. Karena
yang Allah menilai adalah sebagaimana
ibadah seorang ketika potensi dia ada,
dia lagi sehat, lagi punya duit, dia
lakukan ngapa ini? Ketika potensi
tersebut tidak ada lagi berhalangan,
tetap dicatat. Tapi kalau Ibu ketika
kaya ya ternyata nonton bioskop, nonton
ketika miskin enggak bisa nonton
bioskop, tetap dicatat kebiasaan nonton
apa?
Bioskop. Karena Allah tahu kalau punya
duit pasti nonton apa?
Bioskop. Kya seorang karena ini umum ya
dicatat siapa yang dicatat oleh seorang
bicat apa yang biasa dilakukan.
Maka seorang berusaha ketika mendapatkan
kenikmatan
dia beramal saleh dengan sebaik-baiknya.
Bahkan saya katakan misalnya sebagian
kita yang masih muda ya. Muda itu berapa
tahun ke bawah? 40 tahun ke
bawah. 40 tahun ke atas. Coba angkat
tangan coba. 40 tahun ke atas angkat
tangan. Yang 40 tahun ke bawah coba
angkat tangan.
Sedikit sedikit lebih banyak yang tua
tadi. Yang tua tadi pada pada enggak mau
angkat tangan, tidak mau terima
kenyataan. Ya, akhi tua sudahlah sudah
tua. Jangan ngaku aja ya. Seandainya
seorang masih muda kemudian dia rajin
puasa sunah, dia salat malam, ketika dia
sudah mulai tua, mulai susah,
sakit-sakitan, akhirnya tetap dicatat
kebiasaannya. Ketika di masa apa? Mu
muda. Kesempatan buung kita masih sehat,
masih kuat.
Ada saatnya seorang tidak bisa lagi,
tidak kuat lagi. Seorang ketika masih
muda, misalnya seorang dai, dia sering
ke sana berdakwah sana, berdakwah sini,
bawah, ketika tua enggak bisa lagi.
Sudah di masjid aja sudah enggak bisa
safar ke mana-mana, tetap dicatat
pahalanya karena dia dahulu sering
bersafar dakwah ke
mana-mana. Itu nikmat dari Allah
Subhanahu wa taala. Makanya eh salat
malam mumpung masih muda, kalau sudah
tua enggak bisa lagi. Susah, berat.
Tidak seperti muda. Ayo umrah. Umrahmu
masih kuat. Kalau punya duit umrah.
Haji. Maih muda. Jangan haji ketika mau
tewas setengah
mati. Duit masih mudah. Haji masih mudah
kalau bisa. Kalau bisa. Kalau enggak
bisa, ya sudahlah. Masalah. Daftar
enggak daftar enggak dipanggil-panggil.
Ustaz kenapa belum lunas? Ya enggak
dipanggil-panggil. Kalau enggak lunas
enggak dipanggil-panggil lah. Itu uzur
syari. Uzur syari.
Jadi mumpung dikasih kesempatan kita
beramal kapan ada halangan kita tetap
dicatat pahala oleh Allah subhanahu wa
taala. Tib kita lanjutkan Al hadis
atamin asyar hadis ke-18. An Jabir
radhiallahu anhu qala qala Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Dari Jabir
radhiallahu anhu rasul sahu alaihi
wasallam bersabda kullu ma'rufin
shodqah. Setiap kebaikan adalah sedekah.
Rawahul
Bukhari. Hadis riwayat Bukhari. Ini
lebih umum lagi bahwasanya pintu
kebaikan sangat banyak. Semua makruf.
Makruf itu sesuatu yang baik. Baik
secara syar'i maupun secara uruf.
Tradisi. Orang tahu ini baik. Senyum
sama orang baik atau tidak baik? Baik.
Bantu orang baik. Kata-kata baik sama
orang itu juga baik. Ramah kebaikan,
sopan santun kebaikan. Rasa malu
kebaikan. Ini semua kebaikan yang ada
dalilnya. Seandainya tidak ada dalilnya,
tapi tradisi mengatakan itu baik, tidak
bertentangan dengan syariat, maka itu
adalah
kebaikan. Tapi usahakan setiap kebaikan
yang kita lakukan karena Allah subhanahu
wa taala. Semua kebaikan yang kita
lakukan sama orang kita niatkan karena
Allah. Karena secara hukum
asal. La ajro ila an hisbah. Kata Nabi,
"Tidak ada pahala kecuali kalau
diniatkan ihtisab." Diniatkan ihtisab
karena mencari wajah Allah.
Kalau tidak diniatkan ihtisab, tidak
niatkan karena Allah, maka tidak ada
pahalanya. Ini hukum asal. Kecuali nanti
ada beberapa amal yang tidak perlu niat.
Nanti akan kita bahas. Secara umum semua
amal harus ada niatnya. Semua kebaikan
harus ada niatnya. Maka saya sering
sampaikan hal
ini. Sampai ketika Allah berfirman
tentang
perkara yang mesra-mesra ya, yaitu
bagaimana seorang lelaki berhubungan
intim sama istrinya, Allah suruh cari
pahala. Allah
berfirman, "Sungguhnya istri-istri
kalianah sawah ladang bagi kalian.
Datangilah sawah ladang kalian. Ya,
cocok tanam, bercocok tanamlah kepada
istri kalian." Anasum, yaitu kapan
kalian mau dan bagaimanapun cara yang
kalian mau. Yang penting tidak melanggar
apa syariat. Itu Allah memotivasi
laki-laki untuk mendatangi
istrinya. Ini penting ya.
Jangan sawah ladang dibiarin aja kering.
Ini enggak benar. Harus disirami di
didatangi. Jangan juga ladangnya
didatangi kabur ladangnya. Ini juga gak
boleh. Ini problem masalahnya ya. Ladang
didatangi pergi akhirnya yang tukang
ladang tukang petani tidak mau datang
lagi. Itu repot ya. Nah harusnya
bagaimana bisa sinkron ya. Kata Allah
Subhanahu wa
taalaum datangilah sauladan kalian. Itu
gauli istri kalian. Kemudian kata Allah
setelah itu waqimusikum persembahkanlah
pahala buat diri
kalian. Ketahuilah kalian akan bertemu
dengan Allah subhanahu wa taala. Eh para
ahli tafsir membahas
kenapa Allah mengatakan setelah motivasi
untuk berhubungan intim antara suami
dengan istri karena itu menambah kasih
sayang dan itulah di antara tujuan
pernikahan. Allah mengatakan waqaddimu
lianfusikum. persembahkanlah kebaikan
pada dirimu. Maka perembahas apa? Apa
pahala bisa diambil dari berhubungan
intim dengan istri? Mereka mengatakan
jika niatnya karena Allah. Niat karena
Allah banyak. Pertama dia berhubungan
intim untuk menyalurkan hasratnya pada
tempat yang benar. Karena kalau dia
taruhkan pada tempat yang salah dia
dosa. Makanya ketika rasul sahu al
wasallam berkata kepada para sahabat
ahadikumqah sesungguhnya kalian
menggauli istri kalian sedekah. Para sa
bertanya, "Ya Rasulullah, ay ahaduna
syahwatahu walahu ajrun." Ya Rasulullah,
seorang melampiaskan syahwatnya,
mengeluarkan air maninya di rahim
istrinya, dia dapat pahala. Para sahabat
enggak duga kalau ternyata amal yang
penuh kemesraan ini bisa datangkan
pahala. Maka mereka bertanya, "Kita
berhubungan intim, sedekah dapat
pahala." Rasulullah kasih namanya kias
aksi, ya. Bagaimana sebaliknya? Kata
Rasul sahu alaih
wasallam, fil harami alaisa alaihi
wizrun. Seandainya dia letakkan di
tempat yang haram, bukankah dia dapat
dosa? Kalau dia zina, dosa atau tidak
dosa. Maka kalau dia letakkan di tempat
yang benar, dia dapat apa? Pahala. Jadi
kalau seorang berum istri dia, dia d
niatkan untuk menikmati kenikmatan yang
halal, dia dapat
pahala. Sampai Ibnu Qayyim menyebutkan,
di antara kerinduan yang berpahala rindu
sama istri, bukan istri orang. istri
sendiri. Seorang laki rindu sama
istrinya itu
berpahala. Itu berpahala. Karena dia dia
menikmati dengan kenikmatan yang halal.
Dia sering video call istrinya dapat
pahala. Nah, Ikhwan enggak pernah video
call sama istrinya. Ini ada tanda tanya
ini. Tapi kalau video call sama istri
orang semangat luar biasa,
Pak. Ada kerinduan. Seorang bicara sama
istrinya dengan kerinduan dapat pahala.
Karena dia sedang menikmati kenikmatan
yang apa? halal untuk terhindar dari
kenikmatan yang
haram. Orang laki-laki kalau sudah
berbicara dengan bukan mahramnya
benar-benar nikmat. Kenapa? Karena setan
menghiasi. Kata Rasul sahu alaih
wasallam, "La yaklu
bimatinahuma." "Tidaklah laki-laki
berdua dengan perempuan kecuali setan
yang ketiga hadir untuk membuat rasa
nikmat luar biasa lebih daripada
ekspektasi." Ternyata kau luar biasa.
tap istri
orang. Kalau sama istri sendiri tidak
sesuai
ekspektasi. Jadi ketika kita bisa
menikmati dengan nikmat yang halal, kita
dapat pahala. Makanya Rasulullah kasih
logika tadi. Sahabat sampai tanya, "Ya
Rasulullah, kalau saya berhubungan
dengan istri dapat pahala, bagaimana
kalau kau taruh di tempat yang haram?
Dosa enggak?" Dosa. Kenapa? Kau nikmati
nikmat yang haram. Kalau kau nikmati
nikmat halal, dapat pahala. Maka seorang
ketika berubat istrinya, dia niatkan
untuk menikmati yang halal, dia dapat
pahala. Ini satu. Yang kedua, dia
niatkan agar menundukkan pandangannya
dan menjaga kemaluannya. Di antara
sarana untuk menundukkan pandangan yang
kemah berhubungan dengan intim dengan
istri. Makanya Rasulullah mengatakan
tentang pernikahan finnahu agil bas wa
ahsan lil farj. Sungguhnya pernikahan
itu lebih menundukkan pandangan dan
lebih menjaga apa?
Kemaluan. Yang ketiga, dia diniatkan
untuk menjaga istrinya agar di sini juga
menudukkan pandangan. Istrinya juga bisa
menjaga kemaluan. di mana dia melayani
istrinya. Yang keempat, dia niatkan
supaya hasil hubungan ini bisa
mendapatkan anak yang saleh. Maka dapat
pahala. Maka dapat pahala. Banyak bisa
pa didapatkan. Ini perkara duniawi.
Perkara duniawi. Dan ini perkara yang
makruf, perkara yang baik. Berhubungan
intim dengan istri, perkara yang baik.
Maka saya katakan banyak perkara makruf
yang baik. Kita bisa meraih pahala di
balik perkara makruf tersebut dengan
syarat kita berniat karena apa? Allah.
Senyum sama tetangga karena Allah.
Ngobrol dengan kata-kata baik sama
teman, menyenangkan hati mereka dapat
pahala. Telepon tante, telepon om,
silaturahmi niatnya dapat pahala. Ketemu
anak kecil, kita usap kepalanya ya dapat
pahala ya. Kita senyum sama anak kecil,
kita main-main, kita ganggu-ganggu biar
dia ketawa dapat pahala. Itu semua
kebaikan. Secara urf semua orang tahu
itu baik.
Semua orang tua baik
ya, tidak buang sampah
sembarangan. Kita ingin bersih-bersih di
rumah, kalau ada sampah kita taruh di
tempat sampah di rumah. Kita sapu-sapu
rumah. Sapu rumah baik atau tidak baik?
Kalau niat karena Allah dapat
pahala. Dan ini kaidah umum. Kullu
ma'rufin shodqah. Setiap perbuatan baik
yang kita lakukan ya apalagi terhadap
orang maka semuanya adalah bernilai
pahala dengan syarat niat karena Allah
bukan untuk ria ada orang baik sama
orang dari
pencitraan pencitraan enggak ada
pahalanya justru ri kita pengin kita
beraktivitas niat kita karena Allah
semuanya berpahala karena Allah
subhanahu wa
taala tapi harus hadirkan niat makanya
rasuah alaihi wasallam
mengatakan nafqan
tidaklah engkau menyuapkan e berinfak
apapun karena mencari wajah Allah, yaitu
karena Allah, kecuali kau dapat pahala
sampai suapan yang kau suapkan ke mulut
istrimu. Kalau kita suap istri kita
karena Allah, kita dapat apa?
Pahala. Ambillah kue, sayangsang. Nah,
gitu. Romantis dapat
pahala. Ayo, ayo. Abi juga, Abi juga.
Hm. Nah, itu enak
itu. Itu cuma
waktu cuma lagi apa awal nikah ya bulan
madu. Sekarang sudah bulan bawang semua
sudah
susah supaya bisa di bisa dihidupkan
kembali ya. Kita niat kalau kalau semua
karena Allah semua bisa ya. Semua bisa
semua bisa.
Tib kita lanjutkan hadis
berikutnya. Hadis alhadis tasi asyar
hadis
ke-29 anhu qala q eh ke hadis
19. Hadis 19 anhu. Sudah tahu bahasa
Arab
ya. Saya bilang Tasik Asyar terjemah 29
salah. Ah sudah ada terjemahannya ya.
Hadis-19.
Rasulullah was bersabda dari Jabir
juga
wq wuhu ahadun lahuqah rawahu
Muslim Rasul sahu alaih wasallam
bersabda tidaklah seorang muslim menanam
sebuah pohon gars itu tanam ya yang
ditanam kalau zar itu yang di yang apa
seperti padi seperti jagung kalau
ditanam pohon Pohon biasanya apa? Pohon.
"Tidaklah seorang menanam sebuah
pohon lantas dimakan darinya," itu ada
hewan yang makan, ada manusia lewat
makan darinya tanpa izin dia kecuali
menjadi sedekah baginya. Bahkan
lebih ekstrem daripada ini. Wiq minhu.
Ternyata dicuri dia sudah bikin mangga,
sudah taruh mangga yang bagus-bagus
sudah ditaruh tak tahu hilang
mangganya kecuali adalah jadi
sedekah. Seperti di kampung sal di
kampung salah satu kerabat ada yang dia
tanah mangga. Nanti orang kampung situ
datang begitu sudah masak diambil ya.
Dia ambil dia bilang ini tumbuh di tanah
nenek moyang kami. Iya tapi kita sudah
beli tanahnya.
Dia asal masuk
ambil. Dia bilang, "Ini kan kamu tinggal
pendatang tinggal
di J ini tumbuh di tanah nenek moyang
kami." Jadi datang ambil dia petik
semua. Ini ini namanya bukan pencuri.
Nah,
perampokan. Kalau pencuri kan tidak
ketahuan ini perampokan di depan mata di
Ab enggak bisa
apa-apa. Atau
sebaliknya ada orang yang gitu ada
tumbuhan diambil ini tanah Tuhan
katanya. Subhanallah. Ada atau tidak
seperti itu? Ada luar biasa. Ambil aja
tanah Tuhan. Iya, tanah Tuhan yang yang
tanam saya tahu. Yang kasih yang kasih
bubuk saya. Terus kau yang
ngambil. Saya juga makhluk Tuhan, bukan
kau
saja. Jadi ini kalau ini kalau
perampokan depan mata ini sekarang
wasuriq minhu w dia curi enggak tahu.
Tahu-tahu hilang, tahu-tahu hilang maka
jadi
sedekah. Warzauhu ahadun. Dan tidak ada
yang mengurangi pohon tersebut itu
diambil ya.
dengan dimakan dengan cara yang benar
atau dicuri kecuali menjadi sedekah
baginya. Ini di antara amal yang kata
para ulama
dikecualikan seorang artinya ini
menunjukkan bahwasanya ee pintu pahala
itu banyak. Kau tanam pohon tidak niat
apa-apa. Ternyata diambil dia ada
burung. Aduh kau usir-usir burung
burungnya tetap aja ngambil. Kok
usir-usir monyet tetap aja monyet ambil
duriannya
misalnya. Ya sudah kau jengkel tapi kau
dapat apa pahala. Itu sedekah. Sampai
kalau dicuri. Ada curi tuh tahu tuh
dapat sedekah. Kalau kita tahu
pencurinya dilapor polisi enggak lapor.
Tapi karena kita enggak tahu tetap jadi
apa?
Sedekah. Jadi sedekah. Sebagian ulama
seperti Syekh Utsim mengatakan ini
hiburan atau sebagian ulama mengatakan
ini hiburan bagi kita. Karena terkadang
kita terkadang musibah atau uang kita
hilang itu dapat itu tidak hilang secara
hilang di dunia di mata kita tidak
hilang secara hakikat akan ada pahalanya
di mana di
akhirat. Aduh hilang sekian aduh uang
sekian
hilang ya sudah itu insyaallah jadi apa?
Sedekah ya. Ini contoh bahwasanya ada
amal yang tidak perlu niat tetap dapat
pahala. Ya wafi riwayatin lahu dalam
riwayat yang
lain fala yagrisil muslimu garsan dengan
syarat dia seorang muslim. Tidaklah
seorang muslim menanam satu tanaman
fakul minhu insanun kemudian ada orang
lewat makan dari pohon tersebut.
Wabatun atau hewan makan. Wala thirun
atau burung yang makan.
yaumilamah kecuali akan menjadi sedekah
baginya sampai hari kiamat.
Saudara-saudara kita yang punya beras
kan sering usir-usir burung
kan mereka pengin burungnya datang atau
pengin burungnya pergi pergilah sampai
dibikin orang-orangan. Wuh. Saya sering
lihat. Seandainya burung-burungnya
berhasil makan, mereka dapat pahala
enggak? Dapat meskipun mereka
jengkel dapat pahala. Ini bonus dari
Allah Subhanahu wa taala. Ya, meskipun
tidak diniatkan ya. Kalau bisa dia
tembak itu semua burung dia tembak. Cuma
enggak bisa. Biaya tembak
mahal. Jadi sudahlah tetap dapat pahala.
Jadi depan mata yang tidak ketahuan
dicuri aja dapat pahala.
Ini menunjukkan bahwasanya pintu pahala
banyak. Seorang sabar dalam menjalani
kehidupan. Ada dan kalau apalagi kata
Syekh Uts
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:19:19 UTC
Categories
Manage