Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu ala taufqih asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa asadu anna muhammadan abduhu waasuluh ridwan allahumma shli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Eh, kita akan masuk pada bab 59. Saya pilihkan bab-bab yang belakang ini merupakan praktik dari hati yang bersih ya. Di awal-awal adalah mukadimah tentang sifat-sifat hati. Tapi kita langsung aja sesekali kita selingi dengan praktik hati yang bersih adalah hati yang mudah untuk memaafkan dan mudah untuk meredam amarah ya. Di sini ada ee pembahasan kazmul ghaid ya. Kazmul ghaid wal afwan aninas. Kadam maksudnya menahan ya. menahan ee alghis maksudnya amarah yang memuncak. Amarah di puncak ya seperti kalau ada apa namanya air sudah mau keluar kemudian kita tutup sehingga dia tidak tidak meluber ya namanya gid puncak. Jadi amarah sudah di puncak tinggal kita lampiaskan tapi kita ikat kita redam kita tahan amarah tersebut. Wal afwanwaninas memaafkan orang lain. Ya, annas maksudnya orang lain. Kapan kita maafkan orang tersebut? Maksudnya ketika dia menzalimi kita. Ketika dia bersalah atau menzalimi kita. Ee dan ini ee dan ini ee apa yang pertama kul ghais amarah di puncak padahal mampu untuk ee melampiaskan. Padahal mampu untuk melampiaskan dan ternyata ini adalah ibadah yang sangat agung. Ya, ibadah ini adalah ibadah yang sangat agung. Akan kita disebut oleh Syekh Abdur Razzaq dalil-dalilnya bahwasanya ibadah ini adalah ibadah yang sangat agung yang mengajarkan kepada kita bahwasanya ibadah itu bukan hanya sekedar baca Quran, salat malam ya, tapi ibadah mengontrol hati itu juga luar biasa. Dan ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang hatinya bersih yang mengharapkan ganjaran dari Allah Subhanahu wa taala. Karena kalau dia punya ego, dia enggak akan bisa melakukan ini. Makanya nilainya besar di sisi Allah Subhanahu wa taala. Kalau ada ego ya maka enggak bakalan bisa. Ya, ini ee tanda hati yang bersih yang hanya mencarai keridaan Allah. Ya, yang mencari keridaan Allah. Ya, kalau ada ego tidak akan bisa. Tib. Kemudian ee Syekh Abdur Razzaq hafidahullah membawakan beberapa dalil ya. Saya bacakan dulu. An Abi Hur radhiallahu anhu rasulah alaihi wasallam q maqatq min bahwasanya sedekah tidak akan mengurangi harta. Wadallahu abdan bin. Izan. Ini jadi perhatian kita. Allah tidak menambah seorang hamba yang memaafkan kecuali dia semakin mulia. W tawadillah illa rafaahullah. Tidak seorang pun tawadu karena Allah, bukan karena penceraan kecuali Allah akan mengangkatnya. Di sini hadis riwayat Muslim sini yang menjadi poin kita. Wada abdun binain illa izzan. Jadi Nabi Nabi bersabda, "Tidaklah seorang hamba dengan sikapnya memaafkan kecuali Allah akan semakin menambah ke muliaannya." Hadis berikutnya Sahal bin Muad bin Sa bin Muad bin Anas Aljuhani an abihi Nabi sallallahu alaihi wasallam manidan perhatikan manidan siapa yang meredam amarah padahal dia mampu untuk melampiaskannya daahullahu yaumalqiamah Allah akan menyerunya pada hari kiamat kelil di depan semua orang Allah akan buat dia tenar Allah akan buat dia tersohora hatta yukirohu ayil sampai Allah suruh dia memilih bida dari mana yang dia sukai Ya. Maka ee ini menunjukkan tentang agungnya ya ee seseorang ketika dia maafkan, dia mendapatkan ee duniawi dan ukhrawi. Jadi perhatian sini mendapatkan keuntungan duniawi, duniawi, dan ukhrawi. Tib. duniawi tadi apa? Ditambah semakin mulia. Kalau dia maafkan dia semakin mulia di di di mata masyarakat, di hadapan masyarakat, di hadapan musuhnya, musuhnya bahkan kemudian di ukhrawi, di akhirat apa? Dapat bidadari. Pilih bidadari yang dia suka. Ini jika laki-laki yang apa? Memaafkan. Perempuan tentunya wanita tentunya akan mendapatkan pahala yang setimpal dengan pahala yang mulia lain. Pilih bidadari. yang dia suka. Tib ini secara umum. Artinya seorang maafkan itu dia akan dapatkan duniawi dan akhrawi. Sekarang kita akan bahas dalil-dalil tentang keutamaan dalam Al-Qur'an ya agar kita sadar bahwasanya tentaranya maafkan ini pahalanya sangat besar. Baik, kita bahas ini sudah ya sudah Win. Ee kita berikutnya keutamaan keutamaan memaafkan. Syekh Abdur Razzaq hafidahullah menyebutkan beberapa dalil. pertama ee seorang kalau maafkan dia termasuk muhsin termasuk derajat al-muhsin yaitu orang-orang berbuat ihsan. Orang-orang yang mencapai derajat ihsan. Dan kita tahu bahwasanya derajat ihsan adalah derajat yang paling tinggi di atas keimanan. Ketika dalam hadis Jibril Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Faakhbirni anil Islam." Kabarkan kepada tentang Islam. Maka Rasulullah menjawab tentang amalan zahir itu rukun Islam. Syahadatain, salat, zakat, puasa, ee haji ya. Ee kemudian eh malaikat J bertanya tentang iman. Kemudian Rasulullah jawab dengan rukun iman yang enam. Kemudian Jibril alaihiam bertanya lagi, lebih tinggi lagi. Maka eh Nabi berkata, "Kau berdoa seakan-akan melihat Allah dan kau tidak bisa melihat, maka yakinilah Allah pasti melihatmu." Jadi orang yang melakukan pemaafan berarti dia telah mencapai derajat ihsan. Karena dia lagi melawan egonya dan dia berbuat baik sama orang yang menzaliminya. Ini tidak mudah. Ini berat sekali. Ini berat sekali. Makanya ee dia telah mencapai derajat lisan. Kata Allah Subhanahu wa taala surat Al-Maidah 13. Kata Allah, "Fau'fu anhum." Fa'fu anhum wasfah. Fafu itu maksudnya maafkan. Maafkan. Fasfah maksudnya berlapang dada. Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala ee innallaha yuhibbul muhsinin. Innallaha yuhibbul muhsinin. Sungguhnya Allah mencintai orang-orang berbuat ihsan. Jadi ini dalil bahwasanya orang yang berlapang dada dia termasuk derajat muhsinin. Yang kedua ee kita ambil juga berarti dia dicintai oleh Allah. Salah satu agar kita dicintai oleh Allah adalah kita memaafkan orang lain. Dalilnya tadi innallaha yuhibbul muhsinin. Sesungguhnya Allah mencintai orang berbuat ihsan. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan. Yang ihsan. Nah, di antara orang ihsan adalah orang yang memaafkan. Maka di antara sebab kita mudah dicintai Allah adalah kita memaafkan. Faufuhum wasfah innallaha yuhibbul muhsinin. Subhanallah. Berat tapi ya jengkel sama orang kita zalimi. Dikata-katain dijatuhkan, dikhianati kita maafin itu berat. Berat sekali. Tapi kita mau dicintai Allah enggak? Kalau mau maafin yang berikutnya Syekh Abdul Razak sebutkan wahua babunimun min abwabil rahmah. walfran ini adalah pintu besar untuk meraih untuk meraih ee ampunan Allah dan kasih sayang Allah. Meraih ampunan Allah dan kasih sayangnya. Sebagaimana disebutkan dalam surat ee attagabun Allah berfirman, "Wain ta'fu watasfahu watagfiru fainnallah gfurur rahim. wain tafu ya kalau kalian memaafkan watasfahu watagfiru fainnallaha gfurur rahim ini ayat terkait dengan keluarga dalam surat atagabun 14. Jadi Allah berfirman, kita bacakan. Ya ayyuhalladzina amanu inna min azwajikum. Ya ayyuhadina amanu in min azwajikum auladikum aduwakumaruhum. Jadi Allah berfirman, "Wahai orang beriman, sesungguhnya di antara istri kalian dan anak kalian ada musuh bagi kalian." Maksudnya musuh apa? Anak istri ini menghalangi kita untuk melakukan ketaatan atau anak istri ini mengajak kita untuk bermaksiat. Misalnya anak istri ngajak kita nonton bioskop, anak istri ngajak kita nonton sinetron misalnya atau anak istri anak istri kita melarang kita untuk berbuat kebaikan. Mau sedekah dilarang-larang. Ini terkait suami terhadap istriist istri dan anaknya. Jadi musuh kata Allah. Tetapi ketika Allah menyebut anak istri musuh, bukan berarti Allah Subhanahu wa taala menyuruh kita membalas permusuhan anak dan istri, tapi ternyata Allah suruh memaafkan. Ini disebut dengan ikhtiras dalam dalam apa namanya? Dalam istilah ee tafsir namanya ikhtiras. Ikhtiras itu untuk menghilangkan ee persangkaan yang persangkaan yang salah. Kenapa? Karena sebelumnya ayat Allah berfirman, perhatikan ibu-ibu ayat surat ayat 14 Allah berfirman, "Ya ayyuhalladzina amanu in azwajikumadikum adakum." Sesungguhnya di antara istri kalian dan anak kalian ada yang musuh. Namanya musuh kan kita disuruh ngelawan. Jadi orang kalau Allah cuma stop sampai di situ disangka kita disuruh melawan, menghukum. Ternyata tidak. Setelah itu Allah berfirman, "Wain tafu watasfahuagfiru." Tapi kalau kalian memaafkan, berlapang dada dan mengampuni, fainnallah gfurur rahim. Kalian akan mendapatkan rahmat Allah dan ampunan Allah. Subhanallah. Memaafkan istri pahalanya besar. Maafkan anak pahalanya besar. Meskipun anak istri cari gara. Sama ibu-ibu maafkan seorang suami pahalanya besar ya. Ee dan dapat ampunan dan rahmat Allah Subhanahu wa taala. Dan ini sama juga dalam surat Annur ee saya carikan dalam surat An-Nur ayat 22 ya. Ibu boleh lihat Quran surah ayat 24. E saya bacakan ayatnya 22 surah 24 22 ya. Waliul fadli minkum wasatiu ulil qurba wal masakin wal muhajirin fibilillah walyafu walasfahu ala tuhibbunaagfirallahu lakum. Kata Allah hendaknya, "Janganlah orang yang punyai kelebihan dan kelapangan di antara kalian bersumpah, mereka tidak akan beri bantuan kepada kaum kerabatnya, orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah. Dan hendaknya mereka maafkan dan berlapang dada. Apa kamu tidak ingin Allah mengampunimu?" Ya, jadi ee bahwasanya ini menunjukkan memaafkan itu pintu ampunan dari Allah. Ayat ini kisahnya bagaimana? Kisahnya ada seorang sahabat namanya Mistah. Mistah ini adalah kerabatnya Abu Bakar Assiddiq. Kerabat jauh ya. Dinya kerabat. Dan Abu Bakar biasa memberi nafkah kepada Mistah. Dikasih uang bulanan gampangannya kalau bahasa kita. Ternyata ketika orang-orang munafik menuduh Aisyah berzina dengan Safan bin Muatthal Asulami radhiallahu anhuma dalam suatu peristiwa namanya haditatul Ifiq. Peristiwa al-Ifq. Peristiwa kedustaan. Di situ Aisyah dituduh berzina dan akhirnya orang-orang munafik menyebarkan berita tersebut, hoaks tersebut sampai akhirnya sebagian orang Islam terprovokasi ikut-ikutan. Tiga orang Islam yang terikut-ikutan. Pertama Mistah, kemudian Hasan bin Tsabit, kemudian Hamnah bin Jahsy. Tiga orang ini mereka di antara yang ikut-ikutan mur Aisyah berzina adalah Mistah. Padahal dia kerabatnya Abu Bakar. Seharusnya dia radhiallahu anhu dia sahabat mulia tapi dia kebawa. Harusnya dia membela Aisyah. Apalagi Aisyah ini kerabat dia. Apalagi Abu Bakar sering berikan nafkah kepada dia. Malah dia menuduh Aisyah berzina radhiallahu anha. Akhirnya Allah turunkan ayat bela Aisyah. Di situ Abu Bakar jengkel. Wajarlah ini anak ini orang sering sering bantu kasih bulanan tiap bulan gampangannya. Tahu-tahu dia bukannya bela ke saya bukan beda harga diri keluarga saya dia malah menjatuhkan. Maka Abu Bakar bersumpah saya tidak akan maafkan dia. Ini maksudnya ini berkhianat kalau pandangan kita. Maksudnya sudah dibantu malah menyerang, ikut-ikutan menjatuhkan. Maka Allah tegur, subhanallah. Allah turunkan ayat ini. Walyafu walasfahu. Hendaknya mereka memaafkan dan berlapang dada. Ala tuhibbuna yagfirallahu lakum. Tidak kalian ingin diampuni? Ini pintu sangat penting, Ibu-ibu. Karena kita ini banyak dosa. Banyak dosa kita yang mungkin belum diampuni. Belum diampuni Allah. Mungkin kita enggak tahu kenapa belum diampuni Allah. Kenapa? Mungkin kita tidak istigfar. Mungkin kita enggak istigfar. Mungkin kita tidak merasa berdosa saking seringnya kita lakukan. Atau kita sudah beristigfar tapi kurang berkualitas istigfar kita. Sehingga akhirnya Allah punya cara agar kita diampuni oleh Allah. Caranya dengan ada orang zalimi kita terus kita maafkan dia, maka Allah maafin kita. Orang zalimi kita, kita maafin dia. Kemudian dia maafin kita. Ee apa? Dia dialimi kita, kita maafin dia. Ketika kita maafin dia, maka Allah akan maafin maafin kita. Ini cara Allah. Allah yang lebih tahu. Allah yang lebih lebih tahu. Bab ini di antara keutamaan berikutnya. Di antara keutamaan ee memaafkan babun wahua babun linaili adimil ujuri wa jazilwab. Meraih pahala yang terbesar. Meraih pahala sangat besar. Allah sebutkan dalam surah Asyura ayat 40. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Faman afa wa aslaha faajru alallah. Ini dalam Quran surah As-yura ayat 40. Allah berfirman, "Faman afa, siapa yang maafkan wa aslahat buatbuatbaikan, melakukan perbaikan faajruhu alallah, maka pahalanya ditanggung Allah. Ini ini cara uslub Allah untuk mengatakan pahalanya besar. Allah mengatakan faajru allallah pahalanya di sisi Allah subhanahu wa taala. Berarti pahalanya sangat besar. Apalagi kita ketahui bahwasanya memaafkan itu include di dalamnya ada sabar ya. Ya memaafkan itu sabar plus sudah include di dalamnya. Sabar. Dan sabar itu pahalanya tanpa batas. Allah berfirman, "Innama yobiruna ajrahum." Dalam surat Azzumar bighir hisab azzumar ayat Quran surah Az-Zumar ayat 10. Ayat 10. Ya Allah mengatakan sungguhnya orang-orang bersabar itu pahalanya tanpa batas. Nah, orang yang maafkan dia sudah pasti sabar. Jadi dia berajat lebih tinggi daripada sekedar bersabar. Jadi maafkan tu derajat yang lebih tinggi sekedar bersabar. Dia sudah bersabar kemudian maafkan lagi sehingga pahalanya pasti besar. Kalau sabar aja pahalanya besar apalagi memaafkan. Ada orang sabar tapi dia enggak maafin. Sabar deh gua sabar deh. Tapi dia enggak maafin. Ada yang kalau dia memaafkan sudah pasti dia bersabar. Dan kalau sabar pahalanya sangat besar. Innama yirun ajal hisab. Seorang bersabar pahalanya tanpa hisab. Apalagi kalau memaafkan. Jadi sabar plus. Sabar plus bab. Ini di antara ee keutamaan sabar. Yang berikutnya, yang kelima adalah wahua babun rofi lil fauzi bil jinan. Dia adalah pintu yang sangat tinggi untuk meraih surga. Waili ridahman dan untuk meraih keridaan Allah subhanahu wa taala. Lihat dalam surah Ali Imran ayat 133 sampai 34. Ibu-ibu semua sudah ada bukunya kan? Sudah di kirim ya. Dan buku ini sekarang sudah masuk di bekal Islam. Kalau Ibu buka bekal Islam ya bisa di-download e terjemahannya. Coba bekal Islam. Kemudian masuk di bagian ee penuntut ilmu. Kemudian penuntut ilmu masuk ke dalam hadis. Nanti ada hadis ada menjaga QBUbu jilid satu, menjaga QBU jilid dua. Ini ada di menjaga QBU jilid ee dua ya. Ini bab 56 ya. A bab 58. 59. Oh 59. 59. Oke ya. Jadi halaman berapa itu di buku Rasa Malalu 59? [Musik] Ya, maksudnya ibu-ibu kalau enggak punya buku bisa download bekal Islam. Oh, iya di jilid 2 halaman 297. Jilid 2 halaman 297 ya. Jadi bab 59 jilid 2 halaman 297 terjemahan ya. Lihat di bekal Islam. Bekal Islam penuntut ilmu. Kemudian buka lagi hadis. Nah, nanti baru ada buku ini ya. Ini sekedar agar bisa ngikutin ya. Tib kita lanjutkan. Ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Tib. Jadi Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam surat Al Imran, wasariu magfirbikum segeralah menuju kepada ampunan Allah. menuju surga yang seluas langit dan bumi. Ya Allah, siapkan surga yang seluas langit dan bumi tersebut bagi orang yang bertakwa. Siapa orang bertakwa tersebut yang berhak masuk surga? Kata Allah, yaitu orang-orang yang berinfak dalam kondisi lapang mereka berinfak, dalam kondisi sulit mereka berinfak. Kemudian kata Allah, walid, orang yang meredam amarah walina dan memaafkan orang lain menzaliminya. Wallahu yuhibbul muhsin. Allah mencintai orang yang berbuat ihsan. Ini menunjukkan bahwasanya orang yang berbuat ihsan mudah masuk surga. Di antara perbuatan ihsan adalah dengan memaafkan. Ini sekali saya ingatkan bahwasanya ternyata pahala itu bukan cuma sekedar baca Quran, puasa. Di antara pahala yang besar adalah memaafkan. Kemudian yang ee terakhir mungkin yang keenam memaafkan dekat kepada ketakwaan. Memaafkan bukti ketakwaan. Ayat tadi juga menunjukkan kemudian Allah juga berfirman dalam ayat yang lain wa an tafu aqrabuqwa. Wa tafu aqrabu taqwa. Memaafkan lebih dekat pada ketakwaan. Lebih dekat pada ketakwaan. Dalam surah Al-Baqarah 237. Nah, ini semua, Ibu-ibu dirahmati Allah Subhanahu wa taala ee menunjukkan keutamaan takwa kepada Allah Subhanahu wa taala. Kemudian di antara di antara juga mungkin yang dalil menunjukkan akan keutamaan bertakwa kepada Allah disebutkan oleh Syekh Abdur Razak juga kita boleh tambah ini yang ketujuh bahwasanya di antara nama Allah adalah alfu. Di antara nama Allah al-afu. Alafu artinya yang maha memaafkan. Alafu yang maha memaafkan. Dan kita secara umum berusaha berakhlak dengan akhlak yang yang mungkin kita tiru dari Allah Subhanahu wa taala. Ya, seperti kata para ulama yaitu berakhlak seperti yang yang baik yang mungkin ditiru dari Allah seperti memaafkan, seperti kasih sayang, seperti mengampuni, seperti Allah setir menutupi aib orang ee seperti banyak yang yang yang apa namanya yang banyak yang tidak boleh juga ya. Seperti Allah Subhanahu wa taala alaziz. Kemudian ee kita merasa maha perkasa. Kemudian Allah al-Akbar, alkabir yang maha agung. Kita itu enggak boleh. Tapi ada sifat-sifat Allah yang kita dianjurkan untuk ee menirunya seperti memaafkan. Dan kita tahu bahwasanya di antara perkataan Aisyah radhiallahu anha untuk ketika dia tanya kepada Nabi, "Ya Rasulullah, in alimtalila lailatul qadar a fiha." Ya Rasulullah, kalau saya tahu lailatul qadar, apa doa yang harus saya baca yang terindah yang bisa saya panjatkan kepada Allah di malam yang paling diharapkan ampunan? Kata Nabi, "Quli Allahumma innaka afuwun tuhibbul af fafu anni." Ya Allah, Engkau adalah Maha Pengampun. Engkau mencintai pengampunan, maka ampunilah aku. Ya, ampunilah aku. Maka seorang berusaha berakhlak dengan akhlak Allah Subhanahu wa taala seperti maafkan, mengampuni, menutup aib ya kasih sayang ya tentu ee tidak ada bandingannya. Tapi kita meniru-niru karena di antara yang baik dan siapa yang maafkan dia akan dimaafkan oleh Allah subhanahu wa taala. Siapa yang memaafkan dia akan maafkan Allah subhanahu wa taala. Tib. Ee Nabi sallallahu alaihi wasallam juga ya memiliki sifat tersebut. Banyak contoh. Kita akan bacakan bagaimana contoh Nabi sallallahu alaihi wasallam memaafkan. An Abi Abdillah Aljadali qala saaltu Aisyah an khuluqi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam faqala. Aku bertanya kepada Aisyah tentang akhlak Nabi. Maka Aisyah berkata lam yakun fahisan wala mutafahisan. Rasul wasallam tidak pernah keji dan tidak pernah sengaja mengucapkan kata-kata yang keji. Waban fil aswa dan tidak pernah teriak-teriak di pasar. Wah, tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan. Wakin yafah subhanallah. Tapi Rasulullah maafkan dan berlapang dada. Hadis riwayat Tirmizian Albani. Rasulullah tidak pernah balas keburukan-keburukan ya. Kemudian juga dari Abdullah bin Amr bin Ashiallahu anhu ayti Quran ya. Ya, ayat dalam Alquran ada dalam surat Alahzab 45. Wahai Nabi, sesungguhnya kami mengutus engkau sebagai saksi, sebagai pemberi kabar gembira dan sebagai pemberi peringatan. Kata Abdullah bin Abdul Asury inirin anta abdiulit mutawakil win as wadah wakinfahtaqil millahillallah bihaunan umyanan summan gulfan rah bukhari. Jadi kata Abdullah bin Ash, dia pernah menelaah, dia pernah membaca Taurat yang tentu Taurat mengalami perubahan-perubahan. Dia pernah baca Taurat yang isinya maknanya dalam bahasa Arab. Wahai Nabi, sungguhnya kami utus engkau sebagai saksi, sebagai pemberi kabar gembira dan sebagai penjaga bagi al-umiyin, yaitu orang-orang Arab yang dijaga di atas tauhid. Engkau adalah hambaku dan rasulku. Aku menamakan engkau wahai Rasulullah dengan almutawakil. Dan rasul tersebut bukanlah kasar dan juga hatinya keras. Tidak. Dan bukan orang yang suka berteriak-teriak di pasar. Perhatikan sini. W yadfaata bayi dan rasul tersebut tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan. Walakin yafu waasfah. Tapi dia memaafkan dan berapang dada. Ternyata ini sudah ada di Taurat. Bahwasanya sifat nabi yang disebut dari Taurat di antaranya dia mudah memaafkan dan tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam mengamalkan firman Allah, "Idfa billati hiya ahsanusiah." Allah berfirman, "Balaslah ya kebaik apa namanya keburukan dengan yang terbaik." Jadi bukanlah bukanlah akhlak terbaik adalah membalas kebaikan dengan kebaikan, tetapi akhlak terbaik bagaimana bisa membalas keburukan dengan kebaikan. Ini yang butuh perjuangan. Kalau balas keburukan-keburukan itu jelas. Balas kebaikan-kebaikan orang harusnya demikian. Tapi yang menakjubkan bagaimana keburukan dibalas dengan kebaikan. Ini ya ini yang menakjubkan ya. Syekh S'di berkata ya wamin makarimil akhlati amarallahu biha Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Di antara akhlak mulia yang Allah perintahkan kepada Nabi. Jika musuhmu, musuh-musuh membuat berbuat buruk kepadamu dengan perkataan perbuatan maka jangan kau balas dengan keburukan. Meskipun boleh kita balas keburukan-keburukan secara syari boleh tetapi wakin idatika ilaihim tapi balaslah keburukan mereka kepadamu dengan perbuatan baik darimu kepada mereka fadlun min al dan ini adalah karunia engkau kepada orang yang melakukan keburukan masalihiik dan di antara manfaatnya kalau kita balas keburukan dengan kebaikan apa manfaatnya kata Syekh Zaiddi rahimahullah annahu tuhiful isaah angka akan mengurangi keburukan. Kalau dia jahat, dia akan mengurangi karena ya sudahlah kita maafin dia. Akhirnya ni nanti orang yang jahat itu namanya dia akan turun dia tidak dia akan berkurang fil baik sekarang fil mustaqbal atau di kemudian hari. Waahuil haq. Dan ini kalau kita maafkan menjadikan orang yang bersalah tadi lebih mudah untuk menerima kebenaran dia karena dia tidak dendam. Dia tahu orang ini baik kok. Maafkan saya akhi dan buat dia nanti mudah menyesalui bubati am fa'al dan dia akan segera bertobat atas kesalahan yang dilakukan bifatil ihsan dan hendaknya seorang yang memaafkan memiliki sifat alihsan berbuat baik sama orang lain meskipun orang tadi orang tadi berbuat buruk kepada dia. Dengan sifat ihsan tersebut dia bikin jengkel dia tundukkan setan. Setan pengin buat dia marah. Setan pengin dia buat bola sendam tapi dia lawan minallah. Dengan demikian dia akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah. Q taala Allah berfirman, Allah siapa yang maafkan dan berbuat baik maka pahalanya di sisi Allah subhanahu wa taala. Ini ee di antara faedah mungkin kita tambah di sini ee keutamaan maafkan disungguh oleh Syekh Sa'di rahimahullahu taala. Keutamaan yang berikutnya kalau tadi sudah nomor 6 kita tambah ya. Nomor 7 kata Syekh S'di tadi yaitu apa? Menjadikan musuh menjadi lebih baik. Musuh bersikap lebih baik. Di antara sikap lebih baik tersebut akan mengurangi gangguannya karena kita memaafkan dia. Manusia seperti itu. Ketika dia musuh-musuh ternyata musuhnya maaf kan dia kurangi. Ya. Yang kedua tadi bisa jadi bisa membuatnya kepada kebenaran. Membawanya kepada kebenaran. Ya. Kemudian juga bahkan dalam ayat yang lain bisa menjadikan dia teman ya. Ya. Idfa billati hiya ahsan id faalladzi bainakainahu adawatun kaahu waliyun hamim. Saya carikan ayatnya ya. Surat Fussilat ya. W tastil hasanatu wiah id billati ahsan. Surat Assilat Quran surah 41 ayat 34 yaitu musuh bisa jadi kawan. Kata Allah Subhanahu wa taala wala tastawil hasanatu wiah. Tidak sama antara kebaikan dengan keburukan. Idfa billati hiya ahsan. Balaslah dengan yang lebih baik. bisa jadi eh yang orang yang antara engkau dengan dia ada permusuhan, seolah-olah dia telah menjadi teman yang setia. Bisa jadi balik jadi kawan kalau kita maafin dia. Ya. Ee kemudian tadi ee bikin jengkel setan ya tadi delapan bikin jengkel setan. Setan jadi jengkel ya karena dia pengin mengadu domba. Setan apa kata Allah yang hobinya mengadu domba. Yang hobi adu domba. Baik. Kemudian di antara keutamaan menambah kemuliaan. Tadi sudah kita singgung di awal ee kajian. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wama zada Allahu abdan bin illa izzan." Allah tidak menambah seorang hamba yang kecuali semakin mulia. Semakin mulia. Ini di antara keutamaan yang sangat agung ya. Rasul sahu alaihi wasallam tidak pernah membalas kec untuk dirinya. Dia hanya marah ketika syariat dilanggar. Aisyah berkata, "Mair Rasulullah sallallahu alaihi wasallam baina amra illa ak aisaruma." Rasul sahu al wasallam tidak pernah dipilih dua perkara kecuali dipilih yang paling mudahman selama tidak dosa kalau perkara dosa dia akan tinggalkan sejauh-jauhnya rasul wasam rasul wasam tidak pernah marah untuk bela dirinya sini enggak pernah hormatullah kecuali ada kehormatan Allah yaitu yang dilanggar baru dia marah bukan karena untuk diri tapi karena Allah subhanahu wa taala ee demikian juga dalam hadis ini Rasulullah memaafkan ini contoh Contoh Nabi maafkan. Dari Anas bin Malik radhiallahu berkata, "Kuntu amsi ma rasulillah sallallahu alaihi wasallam." "Aku berjalan bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam wa alaihi ridun najroni." Rasulullah pakai rida dibuat dari Najran yaitu selendang. Golidul hasiah yang kasar ujungnya ya mungkin dipilihin dia ujungnya kasar dia pakai di selendang di lehernya. Faadr aiyunajabadahu. Maka tiba-tiba ada orang Arab menuju orang Arab Badwi menuju Nabi. Kemudian dia tarik selendang Nabi. Jabatanidatan unuki rasulah wasallam waqarat biha minid jabatihi. Dia tarik dengan keras sampai ada bekas merah di leher Nabi sallallahu alaihi wasallam. Orang ini Nabi lagi jalan dari belakang dia tarik suruh berhenti ya. Arab Badui. Kemudian dia berkata dengan kasar, "Ya Muhammad, murli minillahilladziak." Ya Muhammad, perintahkanlah anak buahmu untuk berikan harta Allah yang ada pada dirimu. Faltafata ilaihin Rasulullah sallallahu alaihi wasallam fadahik. Rasul sahu alaih wasallam lihat orang Arab Badu Rasul tersenyumma amarahu bi Rasul sahu alaih wasam suruh kasih dan ini memaafkan luar biasa. Siapa di antara kita yang kuat begitu disakiti langsung maafkan? Rasulullah bisa. Disakiti ngelihat langsung tersenyum. Dan Rasulullah bilang kasih. Dan orang ini orang ini kasar. Dia bukan panggil ya Rasul, panggil ya Muhammad namanya langsung. Dia bilang, "Itu harta yang ada pada kamu milik Allah. Berikan aku sebagian." Ini minta tapi kasar. Rasulullah tidak marah. Rasulullah maafkan. Rasulullah mafkan. Dan terlalu banyak Rasulullah memaafkan istri-istrinya. Di antara juga memaafkan seperti ketika perang ee Fatu Makkah, Rasul Sallahu Alaihi Wasallam saatnya marah. Ya, bayangkan beliau diusir 8 tahun yang lalu kemudian harus berhijrah dari Makkah menuju Madinah. 8 tahun kemudian Rasul wasallam bawa 1000 10.000 pasukan menyerang Makkah. Sehingga orang-orang Quraisy yang dulu mengusir Nabi tidak berkutik. Ya. Maka Rasulull sallahu alaihi wasallam bertanya setelah Rasulullah kalahkan mereka, mereka dikumpulkan. Kalau Rasulullah mau bunuh, mau dendam, mudah tinggal dibunuh. Tapi Rasulullah berkata, "Ma tadunnun anni failum bikum?" Menurut kalian, apa yang aku lakukan kepadamu? kepada kalian. Kata mereka, "Anta khairuna wnu kirina maun bika khairan." Engkau adalah orang terbaik kami dan ayahmu juga orang terbaik kami dan kami memandang kau melakukan kebaikan. Dan benar, maka Rasulullah berkata ketika itu, "Maul lakum illa kama qa akhi Yusuf lahriba alaikum alyaum idhabuantumq." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Orang kafir Quraisy, aku tidak berkata kepada kalian kecuali seperti perkataan saudaraku Yusuf alaihi salam ketika memaafkan kakak-kakaknya. Yusuf berkata, "La triba alaikumulum." Aku tidak akan mencela kalian. Jadi, maafkan dengan lapang dada tanpa mencela. Itu Rasulullah lakukan kepada orang-orang kafir Quraisy Makkah. Akhirnya mereka ketika mereka dibebaskan, banyak di antara mereka masuk Islam. Ini contoh. Harusnya Rasulullah balas, Rasulullah bunuh mereka, Rasulullah tidak bunuh. Rasulullah maafkan justru mereka kemudian menjadi ee kaum muslimin bahkan menjadi para mujahidin. Subhanallah. Ini bagaimana maafkannya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sangat mudah, sangat lapang lapang dada ya. Tib. Ee ini di antara keutamaan memaafkan. Kemudian ee Syekh Abdur Razzaq hafidahullahu taala ya membacakan perkataan-perkataan para ulama bahwasanya maafkan itu bisa kalau kita bermujahadah. Apa kita bisa maafkan? Ini kan berat ya. Benar berat. Tapi seorang berusaha dia bisa. Bisa tentu dengan penghayatan. Ingat tentang pahala-pahala. Dan kalau saya mau tambah orang yang maafkan 10 tenang hidupnya. Hidupnya tidak diliputi dendam. Coba kalau seandainya dia tidak memaafkan maka dia akan dendam. Dendam dendam dendam tidak bisa tidur. Ya. Baik. Memaafkan itu bisa dengan belajar. Rasulullah bersabda, "Innamal ilmu b taallum." Ilmu itu diraih dengan belajar. Wa innamalmu bitahalum. bahwasanya hilm yaitu di antaranya sabar itu dengan belajar. Siapa yang berusaha mencari kebaikan dia akan mendapatkannya. Siapa yang berusaha menghindari keburukan, dia akan dihindarkan. Seorang jadi berusaha maafkan. Ada masalah maafkan. Ingat pahala-pahala yang begitu banyak. Ampunan Allah surga yang tinggi. Maafkan lawan ego. Qal Fudhail bin Iyad. Jaaka syaksun yashqu akhar. Kata Fudhail bin Iyad rahimahullah, jika ada seorang datang kepadamu, dia mengeluhkan temannya. Teman saya begini-begini. Katakan pada orang tersebut, maafin temanmuwa. Karena memaafkan itu lebih dekat kepada ketakwaan. Jika dia kemudian berkata, hatiku tidak bisa maafkanu. Tapi saya pengin pengin ngalahin dia. Jadi dia enggak bisa memaafkan dia terlalu jengkel. Saya ingin mengalahkan dia sebagaimana perintah Allah ya. Yaitu boleh ya. inir kalau kau ingin menang sebagaimana perintah Allah ya sesungguhnya kalau kau pengin menang dengan memaafkan itulah kau menang sebagian perintah Allah perintahkan kau untuk maafkan dan maafkan pintunya luar biasa terbuka ya dan ini peringatan dari Fudhail bin Iyad ee bahwasanya seorang terkadang bisa kalau sudah jengkel dia pengin balas dan dia pengin balas lebih supaya tunjukkan bahwasanya dia yang menang. Ya, kalau ada mengatakan saya tidak bisa maafkan bisa karena memang ini perlu perjuangan. Hatimu harus kau lawan, kau harus memaafkan. Jadi intinya maafkan itu butuh butuh perjuangan. Kemudian Syekh menyampaikan perkataan yang indah di beliau berkata, "Wamin asyaddil adalqaba." Di antara gangguan yang paling berat adalah gangguan kerabat orang dekat dengan kita. Seperti min zaujatin istri ganggu menjengkelkan atau kalau perempuan suami menjengkelkan au ibnin atau anak yang menjengkelkan au akhin atau saudara yang ini harusnya orang yang dekat dengan kita tolong kita ini malah bikin jengkel kita atau berbuat zalim kepada kita. Banyak orang yang hatinya tidak bisa maafkan. Karena mereka tahu saya punya hak. Mereka tuh saya punya hak. Saya malah dibalas ee apa dibalas dengan keburukan. Jadi susah untuk memaafkan susah. Ternyata kebaikan saya dibalas dengan kezaliman, permusuhan dan keburukan. Ya faro katir minasal maqam maqun laht. Maka banyak orang memandang kalau sudah seperti ini kayaknya gak usah dimaafkan. Bagaimana istri kurang ajar, suami kurang ajar, anak kurang ajar, tetapi Allah beda. Allah suruh memaafkan. Sebagaimana ayat yang kita sebutkan tadi. Ya ayyuadzina amanu inna min azwajikum wa auladikumakum fahdaruhum wafahuagfiruallahfurahim. Wahai orang beriman, sungguhnya istri kalian, anak kalian di antaranya ada yang jadi musuh bagi kalian. Kata Allah di akhir di akhirnya, "Fahdaruhum." Waspadalah. Allah bilang waspada bukan untuk kalian. balas kalian pukul enggak. Bahkan Allah bilang hanya sekedar waspada tapi Allah bilang maafkan. Wafuagfiru faallah gfur rahim. Ampunilah maafkanlah. Berlapang dadalah. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Kalau hati timbul ingin balas dendam maka lawanlah ya lawanlah hati bahwasanya saya ingin memaafkan. Ingat tentang keutamaan memaafkan. Ya. Siapa yang maafkan akan milih bidadari. Siapa yang maafkan dapat derajat yang tinggi. Siapa yang maafkan dapat pahala yang banyak. Siapa yang maafkan dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Siapa yang maafkan diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. Siapa yang maafkan dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Ya. Dan seterusnya maka seorang berusaha untuk memaafkan. Tib terakhir apakah boleh kita tidak maafkan? Sekedar sekedar apa ee hukum memaafkan, tambahan wawasan. Jadi jika orang lain zalimi kita, maka sikap kita ada beberapa kemungkinan. pertama ee yang pertama adalah ee membalas. Membalas. Membalas ini ada dua kemungkinan. Dua kemungkinan. Yang pertama setimpal. Yang kedua berlebihan. Adapun kalau setimpal ini boleh dalilnya banyak seperti wa jaazau sayiatin sayiatun mluha faman afa wa aslaha fajru alallah innahu la yuhibbudzalimin. dalam surat Asyura ya saya carikan ayatnya ayat surah 40 ya di antaranya Quran surah As-yura Allah mengatakan balasan wazu sayiatin sayiatin sayiatun mluha balasan keburukan adalah seperti yang semisalnya dalam ayat yang juga Allah berfirman, "Wain aqobtum faqibu bimli Surat Annahl ayat 128. Quran surah Annahl ayat 126. Kata Allah, "Jika kalian balas, wain aqobtum faqibu bimli ma uqbitum bihi." Silakan balas sesuai dengan kalian dizalimi. Boleh. Kata Allah, "Walin sabartum, kalau kalian bersabar lebih baik, gak usah dibalas." Tapi boleh membalas. Di antaranya juga firman Allah Subhanahu wa taala surah Al-Baqarah ayat 178. Surah Al-Baqarah surah kedua ayat 178. Kata Allah Subhanahu wa taala ee famani ee oh bukan bukan sebentar salah salah. Ayat 194, mohon maaf. 194. Ayat 194. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Famanada alaikum faadu alaihi alaikum." Barang siapa yang berbuat kezaliman kepada kalian, maka balaslah seperti yang mereka lakukan. Boleh. Namun jika berlebihan seorang mukul sekali, kita balas mukul dua kali, maka ini hukumnya haram. Ini hukumnya zalim. Dalilnya Quran surah Asyura sama seperti yang di sebelum J 40. Karena Allah sebutkan wazau sayatinatun mluha. Siapa yang membalas silakan balas setimpalan asjur Allah. Siapa yang memaafkan lebih baik. Kemudian di akhir Allah mengatakan, "Innahu la yuhibbudzalimin." Innahu la yuhibbuzzalimin. Yaitu Allah tidak tidak menyukai orang zalim jika melampaui batas balasan. Seperti dalam hadis juga Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Al mustabbani maqala faal badi." Kalau ada dua orang saling caci-mencaci maka dosanya semua kepada yang mulai. Illa anyadi almadlum. Kecuali yang dimaki kedua melampaui batas. Jadi kalau si A menzalimi B, dia mengatakan misalnya kamu brengsek atau kamu misalnya mohon maaf hewan anjing. Yang B bilang kamu anjing juga ya itu nak B tidak berdosa. Semuanya kembali kepada A. Tapi kalau si B nambah berlebihan dia mengatakan kamu anjing. Bapakmu anjing. Ini dua dosa. Karena dia membalas kezaliman dengan kezaliman yang lebih. Maka status B yang tadinya terzalimi berubah status menjadi menzalimi. Ya, ini ini apa namanya? ee kemungkinan ya. Yang kedua, tidak memaafkan, tidak membalas tapi tidak memaafkan. Ini harapnya nuntut di akhirat. Ini boleh, boleh juga enggak? Saya gak mau nanti aja di akhirat ini boleh juga saya tidak maafkan saya nt di akhirat. Balas saja boleh apalagi gak saya enggak perlu balas. Saya nuntut di akhirat karena di akhirat lebih baik nuntut di akhirat ganjarannya lebih besar. Bab yang ketiga adalah memaafkan dengan bersabar. Ini yang utama. Tadi keutamaannya banyak pahalanya lebih besar. Kata Allah wama yulaqoha illain illalladina sharu. Hanya orang spesial. yang bisa mendapatkan akhlak seperti ini. Ya, kata Allah wama yulaqoha. Dalam surat Fusilah tadi kita sudah sebutkan eh watu ahli ham. Balaslah keburukan dengan kebaikan. Tiba jadi tiba-tiba musuh bisa jadi kawanmu. Kemudian kata Allah w yqhallinaaru. Tidak ada yang sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang yang sabar. W yulqinim. Tidak diberikan kecuali kepada orang yang memiliki keuntungan yang besar yaitu hanya orang hebat yang bisa. tadi surat Fusilat ayat 35. Ini orang hebat. Allah berfirman tadi eh waqumitum winartum. Yairin kata Allahartum. Kalau kalian bersabar whairul lobirin sabar fahua khairul lobirin. Di antara sabar dengan memaafkan jika kalian maafkan maka itu lebih lebih baik dalam surat Annahl tadi. Dan keuntungannya orang yang memaafkan dan sabar tenang hidupnya. Dia sudah dapat kenikmatan dunia sebelum akhirat. Makanya benar kata Nabi tadi, siapa maafkan maka dia semakin mulia. Dia hidup tenang, dia tidak banyak pikir. Ngapain kita dendam sama orang? Mikir orang dendam jengkel, kita yang hidup susah. Kadang-kadang kita hasad dia, ternyata ini kita jengkel, kita dendam dan ternyata dia jatuhjatuh dia semakin tinggi, kita tambah hasad. Kita yang susah sendiri. Tapi kalau kita maafkan sudahlah kita maafkan. Kalau yang kedua kita tidak membalas tapi minta di akhirat ini kita tidak tenang karena kita jengkel terus. Jadi yang direkomendasi adalah sikap yang ketiga dan ini menunjukkan hati yang bersih, hati yang mulia. Namun tidak mudah menjalankan ini. Maka saya sampaikan diri saya kepada ibu-ibu dalam hidup ini banyak orang menjengkelkan kita, banyak orang zalimi kita, banyak kita tertahan. Latih diri kita untuk maafkan. Maafkan, Ustaz. Kalau ternyata orang tersebut kalau kita maafkan dia tambah rusak, ee kita boleh tetap hati maafkan, tapi kita boleh mengambil sikap agar dia menjadi lebih baik. Kita maafkan tapi kita misalnya ada pencuri misalnya nyuri, kita tidak kita maafkan hati kita mungkin di tapi kita lapor ke polisi supaya dia misalnya cerah misalnya ya. Karena kalau kita biarkan ternyata dia tambah parah, boleh kita ngambil sikap tapi hati tetap memaafkan. Inilah salah satu bukti tentang bersihnya hati. Hati yang bersih yang baik adalah hati yang mudah maafkan. Hati yang mengedepankan akhirat daripada dunia. Hati yang membuang egonya demi menjalankan perintah Allah Subhanahu wa taala. Ya, hati yang mengharapkan ampunan dari Allah subhanahu wa taala dengan mengampuni orang lain dia diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. Hati yang berharap dia bahagia di dunia dengan memaafkan maka dia hidup lebih tenang daripada dia dipenuhi dengan dendam, dengki, dongkol kepada orang yang menzaliminya. Semoga Allah subhanahu wa taala menjadin kita semua hamba-hamba Allah yang mudah memaafkan termasuk dalam firmannya walinaas orang-orang yang memaafkan orang lain. Wallaham. Demikian apa yang saya sampaikan mohon maaf. Wabillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.