Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasukrulahu ala taufikihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim lnih wa asadu anna muhammadan abduhu rasuluh da ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Kita masih masuk dalam bab eh husnul khuluk akhlak yang mulia. Hadis berikutnya. Wa nawas binan radhiallahu anhu qala saaltu Rasulullah sallallahu alaihi wasallamil birri walmi dari Nawas bin Sam'an semoga Allah meridainya. Beliau berkata, "Aku bertanya kepada rasul sahu alaihi wasallam tentang albir dan alm tentang kebajikan dan dosa." Albir secara bahasa Arab artinya kebajikan. Wal itm maksudnya dosa. Faqala maka rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Albirru husnul khulq." Kebajikan adalah akhlak yang mulia. Walmu mahaka fi nafsika. Adapun dosa apa yang mengganjal di hatimu? Wari ayat alaias dan kau tidak suka jika orang mengetahui perbuatanmu tersebut. Hadis riwayat Muslim. Hadis ini menjelaskan tentang istimewanya husnul khuluk. Karena albir adalah lafal yang mencakup seluruh kebajikan. Ya, seluruh kebajikan masuk dalam kategori albir. Tetapi ketika Nabi menjelaskan tentang albir, dia hanya memilih husnul khuluk. Dia mengatakan kebajikan itu adalah akhlak yang baik. Ya, ini menunjukkan akan agungnya akhlak yang mulia. Sama seperti Rasulullah alaihi wasallam bersabda, "Alhaju arafah." Haji itu wukuf di Padang Arafah. Padahal kegiatan haji banyak ya. Mulai ada wukuf di Arafah, ada tawaf, ada sai, ada mabit di Mina ya banyak kegiatan-kegiatan haji ya, Muzdalifah ya. Tetapi ketika Rasulullah menjelaskan tentang haji, beliau mengkhususkan penyebutan tentang wukuf di Padang Arafah. Menunjukkan bahwasanya wukuf di Padang Arafah adalah kegiatan yang paling terpenting dan dia adalah rukun yang paling rukun. Maka demikian juga ketika Rasulull sahu alaihi wasallam mengatakan albirru husnul khuluk. Kebajikanlah akhlak yang mulia. Menunjukkan bahwasanya kebajikan itu banyak. Tetapi di antara kebajikan yang sangat penting adalah akhlak yang mulia. Ini dalil bahwasanya ee akhlak mulia adalah suatu ibadah yang sangat agung. Setelah itu Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyebutkan tentang definisi dosa. Beliau mengatakan dosa itu apa yang mengganjal di hatimu dan kau tidak ingin orang lain tahu. Ya, tentunya untuk mengenal ee dosa kita berdasarkan dalil ya Al-Qur'an maupun sunah kalau dikatakan haram maka itu haram. Tetapi terkadang kita tidak jelas dan atau kita belum sempat bertanya kepada para ulama atau kita belum sempat untuk mempelajari akan hukum hal yang mau kita lakukan. Tapi ternyata kita gelisah ketika melakukannya. Kita gelisah melakukannya, mengganjal di hati dan tidak pengin orang lain tahu. Ini tanda-tanda bahwasanya itu merupakan doa meskipun belum ketemu dalilnya. Jadi saya sering sampaikan bahwasanya dalam hati ini ada namanya annafsul lawwamah. Nafs ada tiga, jiwa ada tiga dalam manusia ada bersifat berubah-rubah sifatnya. Ada disebut dengan nafs alamaratu bisu. Jiwa yang menyeruh kepada kemaksiatan. Ini hukum asal jiwa menyeruh kepada kemaksiatan. Namun di samping itu dia punya sifat juga ee annafsul lawwamah, jiwa yang suka mencela. Kemudian yang ketiga adalah nafsul mutmainah. Yaitu jika jiwa tersebut telah tertempa maka dia menjadi nafsul mutmainnah. Itu jiwa yang tenang, yang senang dengan kebajikan, senang dengan kebaikan, tentram dengan keimanan. Di antaranya salah satu sifat jiwa adalah annafsul lawamah, jiwa yang suka mencela. Yang Allah bersumpah dengan jiwa tersebut. La uqsimu wqsimu bfsil lawamah. Aku bersumpah dengan jiwa yang suka mencela. Sebagian dalam tafsir mengatakan, yaitu dia mencela. Kalau kita melakukan maksiat, maka dia ada signal dia tegur itu enggak beres, itu enggak benar. Berdebar-debar hati kita. Itu menunjukkan ee fitrah kita menolak bahwa itu enggak enggak benar. Meskipun kita enggak tahu dalilnya, tapi kok saya enggak srek? Sering kita bilang, "Saya enggak srek, saya enggak tahu dalilnya, tapi enggak srek enggak pantas ini." Kayaknya kalau orang lain tahu ya enggak enggak benar. Ah, ini tanda bahwasanya itu merupakan apa? Dosa. Meskipun kau belum menemukan dalilnya atau kau belum membahas tentang perbuatan tersebut. Namun ini tentu berlaku bagi orang yang fitrahnya masih lurus. Ya. Adapun orang yang sudah bergelimang dalam kemaksiatan, terjerumus dalam ee berbagai macam kefasikan, maka maksiat tidak perlu dia malu-malu untuk melakukannya. Bahkan dia mengumbar maksiat di depan umum. Bahkan dia bangga bercerita tentang maksiat yang dia lakukan. Saya telah begini, saya telah begini. Sudah rusak fitrahnya. Rusak fitrahnya. Ini hadis berkaitan dengan orang yang masih lurus. Maka kalau dia ingin melakukan maksiat biasanya ada signal hatinya menegur bahwasanya itu enggak baik sehingga dia berdebar-debar, dia deg-degan atau dia enggak serek atau dia mengganjal dan dia tidak pengin orang lain tahu. Ini signal bahwasanya apa yang kau lakukan itu adalah ee kemaksiatan. Ya, apalagi kalau dia sudah tahu dalilnya tentu dia tidak lebih lebih tidak s lagi hatinya, ya. Adapun para pelaku maksiat yang sudah terbiasa ee melakukan kemaksiatan terang-terangan, maka sudah dia robek tirai malunya. Rasa malunya sudah tidak ada. Bahkan dia memerkan kemaksiatan yang dia lakukan. Ya, almujaharah terang-terangan membanggakan maksiat yang dia lakukan. Yang kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Klu umat umati muafan ilal mujahirin." Seluruh umatku akan selamat kecuali yang mujahirin. Yaitu orang-orang yang terang-terangan melakukan apa? maksiat tanpa ada rasa rasa malu sama sama sekali. Orang seperti ini hatinya tidak bisa tidak bisa dijadikan patokan. Adapun orang yang secara umum yang artinya orang secara umum orang yang baik maka hatinya masih bisa jadi patokan. Kalau dia enggak sini tanda bahwasanya itu adalah dosa. Yang menjadi perhatian kita dalam hadis ini adalah sebagaimana saya katakan di awal rasul sahu alaihi wasallam ketika mendefinisikan tentang albir dan albir adalah suatu kalimat suatu kata yang komprehensif mencakup seluruh jenis kebajikan. Tetapi Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam hanya menyebutkan husnul khuluk. Ketika Rasulullah fokus menyebutkan husnul khuluk, berarti inilah kebajikan yang luar luar biasa. Kebajikan luar biasa. Jangan kita sepelekan. Maka hendaknya kita fokuskan diri untuk bisa berakhlak yang mulia. Dan itu butuh perjuangan dan itu butuh perjuangan. Ya, sampai semua orang tahu atau sampai orang bisa merasakan bahwasanya si fulan ini akhlaknya bagus ya. Ya, ini akhlaknya bagus ya. Karena muamalahnya bagus itu butuh perjuangan yang yang panjang, membersihkan penyakit-penyakit hatinya ya. Karena akhlak buruk tuh akhlak yang buruk biasanya diawali dengan penyakit hati yang banyak. Kesombongan, keangkuhan, hasad, dengki, ujub, ya dan macam-macam. Duniawi banget. Akhirnya muncullah akhlak yang buruk. Tib berikutnya. Wa anan Abdillah bin Amr bin Ash radhiallahu anhu qala. Dari sahabat yang mulia Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu taala anhuma. Ini anaknya Abdullah seorang sahabat. Amr bin As ayahnya juga seorang apa? Sahabat. Tapi kakeknya bukan sahabat. Alas bin Wail kafir ya. Makanya dikatakan radhiallahu anhuma. Radhiallahu anhuma ya. Yang satu keluarga sahabat langsung tiga generasi seperti keluarganya Abu Bakar. Abu Bakar ya. ee punya anak misalnya Asma. Asma punya anak Abdullah Ibnu Zubair. Tiga-tiganya sahabat. Abdullah bin Zubair sang cucu sahabat. Asma sahabat. Abu Bakar juga apa? Sahabat. Bahkan bapaknya kakek bapaknya Abu Bakar juga sahabat. Subhanallah. Empat itu Abu Quhafah. Bapaknya Abu Bakar masuk Islam ketika Fatu Makkah. Jadi empat generasi semuanya apa? Sahabat. Adapun ini Abdullah bin Amr, Abdullahnya sahabat. Amr bin Assahabat ayahnya kakek mereka Al-As bin Wail Assahmi tidak sahabat. Qala kata Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu anhuma, semoga Allah meraih keduanya meridai dia dan juga ayahnya. Lam yakun Rasulullah sallahu alaihi wasallam fahisyan wala mutafahisyan. Rasul sahu alaihi wasallam bukanlah orang yang fahisy. Fahis itu berbicara dengan melampaui batas. Ee dalam bahasa Arab disebut dengan misalnya dikatakan khataun fahis yaitu kesalahan yang fatal. dikatakan tulan fahisan yaitu tinggi yang kalau seorang tingginya tidak maksudnya berlebihan dikatakan ini tol yang fahis tinggi yang tidak wajar tinggi yang tidak wajar disebut dengan fuhsy yaitu suatu yang melampaui batas yang tidak tidak wajar maksudnya rasul sahu alaihi wasallam kalau berbicara dia tidak mengucapkan kata-kata yang melampaui batas ya kalau marah ya marah tapi tidak sampai berbicara terlalu berlebihan ya terlalu ber berlebihan wala mutafah dan juga tidak menyengaja untuk mengucapkan kata-kata yang ee seperti itu ya yang ya yang ya yang ya yang kalau orang dengar benar-benar nyelekit memilih kata-kata yang benar-benar menjengkelkan, memilih gelar-gelar yang benar-benar menjatuhkan enggak ya. Rasul sahu alaihi wasallam bicara yang wajar aja kalau marah ada marah tapi tidak sampai tidak ada perkataan yang melampaui batasnya. Sebagian orang kalau bicara perkataannya keji, melampaui batas berlebih-lebihan bahkan dia mutafahis. Bahkan mutafahis itu dia sengaja lil fuhsy, yaitu lil kalamil al fahisy, dia sengaja untuk memilih kata-kata yang benar-benar menjengkelkan ya sehingga dia milih kata-kata yang benar-benar menyelekit, yang menyerang, yang yang akhirnya menjatuhkan orang dengan luar luar biasa. Kita gak usah seperti itu. Kalau bicara wajar-wajar aja. Kalau kita tegur ya tegur, kalau kita nyalahkanyalahkan. Tidak perlu kita memilih kata-kata yang benar-benar nyelekit. Enggak perlu. itu bukan kebiasaan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan masalahnya kalau ada seorang seperti itu diikuti diikuti oleh ee orang-orang yang bersama dia karena namanya apa namanya perangnya itu di difotokopi oleh orang di sekitarnya. Kalau seorang sering bergaul dengan orang seperti ini, dia akan terbawa. Akan terbawa mulutnya keji. Ya, misalnya, misalnya kita kalau ketemu main sama orang, orang itu kalau main sedikit-sedikit buset, kampret misalnya main sering ngomong kampret, buset apalagi bullshit. Sering ngomong gitu, kita ke bawa enggak ke bawah. Akhirnya kita nyeletuk juga seperti apa yang dia nyeletuk ya. Jangkrik apa maksudnya? Karena kita sering dengar dia ngomong seperti itu ke bawa ya ee apa kata-kata yang tidak tidak baik didengar. Maka kalau ada orang seperti kita menghindar karena tabiat itu perang itu kebawa. Mau tidak mau kita ke bawa karena sering gaul sama dia. Akhirnya kita ke bawa sering ngomong seperti itu. Ya kalau orang suka ngomongnya yang begitu-gitu kita gak usahlah ya kebawa ya. Ee sedikit-sedikit ngomong e enggak enggak enggak enggak enggak enak didengar. Bukan kata-kata yang wajar. Bukan kata-kata yang yang wajar ya. Yang tidak seharusnya keluar dari seorang mukmin ya. Kalau dia merasa dirinya sudah kebawa maka dia batisi pergaulan karena tabiat itu menular. Menular. Oleh karenanya kalau ada seorang guru yang seperti itu, biasanya murid-murid juga seperti itu ya. Kalau gurunya sudah mulai bicara dengan kata-kata yang pedis, yang nyelekit, yang tajam, yang ini muridnya juga sama ya. Ya, makanya dikatakan pepatah Indonesia guru apa? kencing berdiri. Ee murid ngencing guru. Ee lama-lama gurunya dikencingin juga sama dia. Ya. Oleh karenanya yang wajar-wajar saja ya. Kalau mengkritik yang wajar-wajar tidak usah milih kata-kata yang tajam, yang berlebihan, yang apa enggak enggak perlu enggak perlu. Rasul sahu alaih wasallam tidaklah fahis, tidak juga mutafahisy tidak mengucapkan kata-kata yang berlebihan dan juga tidak menyengaja untuk mengucapkan kata-kata yang seperti itu. Wana yaakl dan Rasul sahu alaihi wasallam berkata, inna miniarikum ahsanakum akhlaqan. Sesungguhnya yang di antara yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya. muttafaqun alaih. Ya, ini dalil bahwasanya di antara cara menggapai alkhairiyah keterbaikan di sisi Allah adalah dengan akhlak yang yang terbaik. Dengan akhlak yang yang terbaik. Akhlak yang terbaik secara umum terkumpul pada tiga perkara. Apa definisi akhlak yang baik? Banyak definisi. Di antaranya perkataan sebagian salaf, yaitu ee badlun nada wa kaffula, wa thqatul wajhi. Namanya akhlak mulia itu tiga. Mudah untuk membantu, ee tidak mengganggu orang lain, dan murah senyum. Ya, murah senyum insyaallah bisa ya. Suka membantu agak susah. Jadi tiga akhlak mulia itu tiga. Badlun nada suka membantu bahkan senang membantu orang sudah menjadi apa ee perangai dia suka membantu orang lain. Kaful a tidak mau ganggu orang. Tidak mau ganggu orang. Tidak dengan tulisan, tidak dengan perkataan, tidak dengan isyarat, tidak dengan status. Dia kin mengganggu orang. Tapi bukan berarti tidak mengganggu orang tidak beramal nahi mungkar. Tetap beramal nahi mungkar tetapi tidak pengin ganggu orang yang tidak ada kepentingan. Ngapain ganggu orang? Ya. Ya. Kemudian thalaqatul wajhi mudah murah untuk ee tersenyumnya. Siapa yang terkumpul pada dirinya ini dia lakukan karena Allah berarti dia seorang yang berakhlak apa? Mulia. Ya. Ya. Mudah ringan tangan, mudah membantu orang, tidak pernah ganggu orang lain. Murah murah senyum. Maka inilah orang yang akhlaknya terbaik. Jika dia memiliki akhlak terbaik, maka dia akan meraih alkhairiyah keterbaikan di sisi Allah Subhanahu wa taala. Tib. Ee hadis berikutnya wan Abi Darda radhiallahu anhu dari Abuard radhiallahu anhu anan Nabi sallallahu alaihi wasallam q bahwasanya Rasulull sahu alaihi wasallam bersabda. Jadi saya singgung tadi Al-As bin Wail. Jadi Amr bin As ini pernah ingin menunaikan nazar bapaknya. Jadi Al-As bin Wail Assahmi punya nazar dia ingin menyembelih 100 ekor unta kalau tidak salah. Kemudian dia meninggal belum sempat menunaikan nazar. Tapi dia meninggal musyrik. Maka Amr bin Ash datang kepada Nabi. Dia mengatakan, "Ya sesungguhnya ayahku pernah bernazar menyembelih 100 ekor unta sementara saudaraku sudah menyelesaikan 50. Bolehkah saya selesaikan 50-nya lagi? Karena kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Amma abuka laana aq bituhidahik." Adapun ayahmu seandainya dia mengakui tauhid, seandainya dia meninggal dalam kondisi Islam, tentu bermanfaat kalau kau tunaikan nazarnya. Tapi dia meninggal dalam kondisi apa? Musyrik. Maka tidak ada faedahnya. Maka tidak ada faedahnya. Ya, sehingga ee ya mereka tidak meninggal dalam kondisi musyrik. Bab. Hadis berikutnya dari Abu Darda radhiallahu anhu Nabi sallallahu alaihi wasallam q Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Ma minaiinqalu fi mizanil mmin yaumalqiamati min husnil khuluq wa innallaha yubgidu alisya albi." Tidak suatuun yang lebih berat di timbangan seorang mukmin pada hari kiamat seperti akhlak yang mulia. Dan sungguhnya Allah membenci seorang yang alfahisy yang kalau berbicara berlebih-lebihan albadi yang kotor yang kotor mulutnya. yang kotor mulutnya. Maka ee hadis ini menjelaskan tentang keutamaan akhlak yang mulia. Dan kita tahu di hari kiamat kelak akan ada timbangan mawazinqamah minal bihasibin. Kata Allah subhanahu wa taala, "Kami akan meletakkan mizan timbangan yang adil." Ya. Dan detail timbangan yang Allah letakkan pada hari kiamat adil dan detail. Mawazinalqist adil. Dan tidak ada satu amal sedikit pun kecuali akan dihadirkan. Sehingga timbangan di hari kiamat mizan punya dua sifat, dia adil dan dia detail. Ya. Dan ada timbangan yang diletakkan amalan kebajikan dan ada timbangan untuk diletakkan amal maksiat. Kemudian ditimbanglah amal seseorang. Maka di antara hal atau amal saleh yang mempermudah timbangan menjadi sangat berat adalah akhlak yang yang mulia. Di sini Rasul Sallahu Alaihi Wasallam berkata, "Tidak ada yang lebih berat daripada akhlak yang mulia jika diletakkan di timbangan." Tentunya ada yang sama mungkin setara tapi ini berkata tidak ada yang lebih berat. Mungkin yang seimbang ada, tapi yang lebih berat daripada akhlak tidak ada. Sebagian ulama menafsirkan maksudnya di luar tauhid, di luar keimanan adalah ee amal-amal saleh ya, di luar daripada tauhid dan keimanan. Karena tentunya tauhid tidak ada yang mengalahkannya beratnya ya. Seperti hadis sahibul bitaqah yang makruf yang seorang memiliki kartu bitaqah la kemudian ditimbang sangat berat. Maksudnya terkait dengan amal-amal selain tauhid dan keimanan, maka yang di antara yang sangat berat dan tidak ada yang mengunggulinya adalah akhlak yang yang mulia. Maka di sini menyadarkan kita dan mengingatkan kita bahwasanya akhlak ee bahwasanya yang ditimbang pada hari kiamat bukan cuma amal ibadat yang seperti baca Quran, salat malam, ee bukan cuma itu, berzikir itu juga amal saleh luar biasa. Tetapi di antara yang sangat berat adalah akhlak yang mulia. Murah senyum, memaafkan orang lain, membantu orang lain, husnudan sama orang lain, ya. Ee dan akhlak-akhlak seperti itu ya. menyambung silaturahmi ya ee akhlak-akhlak yang mulia baik sama tetangga, baik sama kawan ya baik sama siapa saja ya. Ini tutup bertutur kata yang baik ya, tidak menyakitkan hati orang lain ngomong kalau ngomong tidak nyelekit ya. Ini ini ternyata ee sangat berat timbangannya pada hari kiamat kelak. Akhlak terhadap istri, akhlak terhadap anak, istri terhadap suami ya terhadap orang tua ya. akhlak, interaksi terhadap orang sekitar kita, maka ini ee pahalanya sangat besar. Oleh karenanya ee Syekh Si'di rahimahullah dalam kitabnya Husnul Khuluk menyebutkan bahwasanya akhlak mulia ini luar biasa mendatangkan pahala sangat besar. Di antaranya kenapa? Karena jika seorang sudah berakhlak mulia, maka setiap interaksinya dia akan dapat pahala menuju ke situ memang enggak enggak mudah bagaimana seorang bisa mencapai derajat akhlak yang mulia. Tapi kalau dia sudah sampai derajat akhlak yang mulia, dia selalu dapat pahala. Karena kita dalam kehidupan ini kebanyakan interaksi dengan manusia lain. Iya enggak? Kita interaksi dengan bos, kita, interaksi dengan anak buah kita, interaksi dengan pegawai kita, interaksi dengan konsumen dengan customer, interaksi dengan teman di masjid, interaksi dengan guru, interaksi dengan murid, interaksi dengan istri, interaksi dengan anak-anak, interaksi dengan tetangga. Jadi kehidupan kita kebanyakan interaksi. Nah, kalau kita seorang memiliki akhlak yang mulia, setiap interaksi dia dapat apa? Pahala. Kalau kita timbang dengan kita bandingkan, kita compare dengan waktu kita untuk baca Quran sedikit. Kita baca Quran enggak enggak lama. Kita salat juga tidak lama, kita bangun malam juga tidak lama, kita berzikirang juga tidak lama. Kebanyakan kita adalah untuk apa? Interaksi. Maka ini di antara dalil yang sangat kuat menunjukkan bahwasanya akhlak mulia itu luar biasa efeknya pada hari kiamat kelak. Karena kehidupan kita kebanyakan adalah interaksi. Kalau seorang orangnya mudah layin, sahal, mudah, lembut, tidak memberatin orang, enak diajak ngomong, ya, maka dia interaksi dengan siapa saja menyenangkan orang, istrinya dia, dia menyenangkan istrinya, menyenangkan anaknya, menyenangkan tetangganya, kehadirannya selalu ditunggu-tunggu ya menyenangkan kerabatnya. Di grup selalu ditunggu komentarnya. Tapi coba kalau pelit, kasar, sombong, wis kapan matinya? Kata orang enggak mati-mati. Orang tidak suka ketemu dengan dia. Ya, kehadirannya selalu tidak diharapkan, ketiadaannya selalu diharapkan. Ya, oleh karenanya seorang selain fokus kita tentu sebagaim saya katakan akhlak kepada Allah, akhlak kepada manusia. Dua-duanya kita perhatikan. Dua-duanya penting, enggak ada yang tidak penting, semuanya penting. Nah, kita harus berjuang untuk berakhlak mulia. Karena hidup kita rata-rata adalah interaksi. Interaksi interaksi interaksi rumah interaksi dengan istri, interaksi dengan anak, interaksi dengan tetangga, interaksi dengan satpam, interaksi dengan sopir, interaksi dengan pembantu, interaksi dengan kawan di masjid, interaksi dengan teman main olahraga, interaksi dengan interaksi dengan pegawai, interaksi dengan bos, cari dengan customer, interaksi hidupnya interaksi. Nah, kalau selalu kita berakhlak mulia, maka selama waktu bergulir, maka argo pahala selalu mengalir. Namun untuk mencapai akhlak mulia butuh perjuangan. Butuh perjuangan. Tidak tidak mudah. Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Wa innallaha yubghidul fahisyal badi." Sesungguhnya Allah membenci orang yang bericara berlebih-lebihan. Kalau kita ini orang bicara memang dia orator. Kalau bicara tapi kalau bikin pernyataan terlalu berlebih-lebihan. orator memang orang senang dengan enak ya tapi tidak benar seperti itu. Islam tidak mengajarkan demikian ya. Ya. Tidak tidak mengajarkan demikian ya. Pilih kata-kata yang membuat apa namanya? Gejolak. Pilih kata-kata yang buat menggelegar. Ngapain? Biasa aja ya. Masih-biasa aja. Gak usah berlebih-lebihan dalam apa berbicara. Ya. Kita boleh menilai boleh tapi gak usah berlebih-lebihan. Ini namanya al-fuhsy, kata-kata yang berlebih-lebihan. Apalagi selain berlebih-lebihan ternyata albad qotor. Ya, kata-katanya. Apa? Kotor ya. Ya, kata-katanya kotor. Sebagai orang sedikit-sedikit salah langsung ngumpat. Sedikit-sedikit apa? Ngumpat ya. Kalau di Jakarta, mohon maaf apa model-model umpatan? Gue bukan orang Jakarta misalnya, gua orang Papua. Papua beda lagi. Kalau Jakarta kata-kata yang enggak enak didengar apa? Misalnya saya enggak bilang saya antum kan sering dengar saya enggak duk antum sering ngomong ya apa di antaranya coba di Jakarta ya biar dihindari biar apa misalnya apa hah bangkai bangkai enggak ngomong bangkai ngapain itu diucap diucapkan kapan jalan terus bilang orang bangkai innalillah itu terlalu sangar itu bilang bangkai bangkai sudah mati berarti mati busuk enggak benar Mbak bangkai bangkai lu. Wih ngeri. Ada lagi selain itu. Ini saya maksudnya ini contoh berlebihan. Contoh berlebihan apaagi coba? Hah? Apa? Hewan anjing di dunia semuanya sama. Yang khusus di Jakarta. Kalau hewan anjing di dunia saya ujung dunia semuanya sama. Ada pasti dibilang anjing babi itu itu buruk tentunya ya. Itu enggak boleh. Maksudnya ada kata-kata yang subhanallah yang yang tidak pantas dibiasakan lisan kita untuk mengucapkannya. Tapi saya kata, "Hati-hati bergaul. Kalau kita bergaul, ucapan itu menular. Sekiring kita dengar, kita terbawa." Tayib. Hadis berikutnya. An Abi Hurairah radhiallahu taala anhu qala. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, beliau berkata, "Suila Rasulullah sallallahu alaihi wasallam jannah." Rasul sahu al wasallam ditanya, "Perkara apa yang banyak memasukkan orang dalam surga?" Qul bertakwa kepada Allah dan berakhlak mulia. Rasulullah ditanya, "Kemud, perkara apa yang paling banyak memasukkan orang dalam neraka?" Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Alfamu wal farju, yaitu mulut dan kemaluan." Rawahu Tirmidzi waqala haditun hasanun sahih. Hadis riwayat at-Tirmidzi dalam jaminya dalam sunannya. Dan beliau berkata hadis yang hasan sahih. Tib. Di sini ada dua dua penggal hadis ini. Penggal pertama Rasulullah ditanya tentang yang paling banyak masukkan orang dalam surga. Apa sebabnya? Maka Rasulullah berkata, "Takwallah." Bertakwa kepada Allah. Yaitu melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Takwa. Takwa itu anta'ala bainaka wainabillahi wiqayah. Engkau menjadikan ada penghalang wiqayah itu penghalang antara engkau dengan azab Allah. Bagaimana punya penghalang agar tidak masuk neraka? Ya ya ayyuhalladzina amanu eh qu anfusakum wa ahlikum nar. Maknanya wahai orang yang beriman, buatlah takwa antara kalian dan keluarga kalian dari neraka itu. Jadikan penghalang antara neraka dengan dirimu dan keluargamu. Penghalang itu caranya bagaimana? agar kita punya penghalang yang luar biasa dengan melakukan kebajikan, melakukan amal saleh, dan meninggalkan kema kemaksiatan. Setiap amal saleh yang kita lakukan akan memperkuat takwa kita dan setiap kemaksiatan yang kita tinggalkan akan memperkuat takwa kita. Itu penghalang. Setelah itu Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyebutkan w husnul khuluk dan akhlak yang mulia. Ini namanya zikrul khas ba'dal amam. Penyebutan yang khusus setelah penyebutan yang umum. Kita tahu bahwasanya di antara takwa kepada Allah adalah akhlak mulia. Akhlak mulia bagian dari takwa atau bukan? Bagian dari takwa. Tidak sombong takwa. Ee mudah membantu orang lain takwa. Husnudan sama orang takwa. Tidak seuzudon takwa. Ya. Dermawan, takwa. Ya. Ini semua akhlak mulia ya. Memaafkan takwa. Ini semua adalah takwa. Tetapi Rasulullah mengkhususkan akhlak yang mulia itu menyebutkan yang khusus setelah menyebutkan yang umum. Ini disebut dalam kaidah untuk menunjukkan pentingnya yang khusus tersebut. Seperti Allah mengatakan, "Innalladzina wailus shihat." Sesungguhnya orang beriman dan beramal saleh. Kita tahu bahwasanya di antara iman termasuk iman adalah amal saleh. Amal saleh termasuk iman atau bukan? Termasuk iman. Tetapi disebutkan amal saleh setelah iman umum dulu baru disimpan secara khusus untuk menunjukkan pentingnya yang khusus ini. Misalnya saya mengatakan ee datang para ustaz dan al ustaz misalnya ee Yazid misalnya bin Jawwaz misalnya rahimahullah ketika beliau masih saya mengatang para ustaz datang kemudian datang Ustaz Yazid. Saya sebutkan umum dulu para ustaz kemudian saya mengkhususkan penyebutan misalnya Ustaz Yazid. Kenapa? Karena ada keistimewaan misalnya. Jadi penyebutan khusus setelah umum menunjukkan pentingnya khusus terba, seandainya Nabi mengatakan ee yang memasukkan adalah takwa Allah sudah cukup. Tapi Rasulullah kemudian menyebutkan yang spesifik lagi dari yang umum. Padahal dia bagian daripada yang umum tersebut namanya zikrul khas ba'dal am. Penyebutan khusus umum yaitu husnul khuluk menunjukkan pentingnya husnul khuluk. Di antara takwa yang penting adalah husnul khuluk. Husnul khuluk dan ini adalah ketakwaan yang sering dilalaikan. Banyak orang menyangka namanya takwa. Yang penting amal saleh, salat, baca Quran, zikir. Padahal akhlak mulia adalah bagian dari takwa yang sangat luar biasa. Maka ini motivasi kita, Ikhwan, untuk ee selain memperhatikan hubungan kita dengan Allah dengan hubungan yang baik, kita harus tahu hubungan kita dengan Allah baik. Hari ini baca Quran, baca Quran enggak? Tanya pada diri sendiri, "Hari ini saya baca Quran enggak? Hari ini saya salat ee malam enggak. Hari ini saya zikir pagi petang enggak?" Tanya pada diri sendiri. Ini hubungan kita dengan Allah Subhanahu wa taala. Akhlak kita dengan Allah sekarang. Selain itu akhlak kita dengan manu manusia. Interaksi ini juga salah satu sebab utama untuk masuk surga. Untuk masuk surga. Ya. Kemudian setelah itu Rasulullah ditanya tentang penggalan kedua. Apa yang paling banyak memasukkan orang dalam neraka? Rasulah mengatakan wal farj yaitu mulut dan kemaluan. Mulut yaitu lisan yang tidak terjaga. Lisan yang tidak terjaga. makanan dua seorang hidup apa tidak jaga lisan, tidak jaga makanan cari uang yang haram ribut sana ribut sini makan haram sampai saya bilang ada orang misalnya korupsi 1 triliun emang dia hidup dia enggak makan-makan 1 triliun enggak makan dia makan 1 triliun gimana cara makannya 1 triliun terlalu banyak tapi tamak ya tamak yang dia makan haram tidak sampai banyak sebanyak itu. Ya. Ya. terus dia mati. Dia mati kemudian dihisab semuanya. Ya, makanya jat manusia lahir tak membawa apa-apa kemudian ketika hidup mencari apa yang dia mau. Ya, padahal yang dia manfaatkan cuma tidak semua yang dia da ketika dia dihisab, semua yang dia dapatkan akan dihisab. Akan dihisab. Ya, masalahnya dia ya cari dengan cara yang yang haram. Maka terkait dengan mulut ini dua hal. Hati-hati dalam berbicara. Kedua, hati-hati memasukkan sesuatu dalam mulut mulut kita. Usahakan halal. Usahakan yang halal. Kalau tidak halal, tinggalkan. Allah akan berikan jalan yang lain yang yang halal. Ya, Allah akan bukakan jalan yang lain yang yang halal. Hidup cuma sebentar, kalau tidak halal sudah tinggalkan. Tidak mampu tinggalkan sekarang, usaha menuju pada meninggalkan ya sumber yang haram tersebut ya. Cepat atau lambat harus ditinggalkan. Semakin cepat semakin baik. Sekarang terkadang seorang tidak mampu langsung meninggalkannya gak apa-apa proses. Tapi ada proses ya bukan melakukan praktik riba, kamu enggak ninggalkan riba nanti insyaallah ustaz kalau sudah pensiun. Itu namanya bukan itu bukan proses. Itu namanya puas-puasin kita ada target tahun depan kek 6 bulan lagi kek ada target ya. Ya sudah hidup cuma sekali ya. Ada rezeki ada aja yang penting bertakwa kepada Allah Subhanahu wa taala. Hati-hati juga lisan berbicara jangan sampai salah berbicara karena di antara yang memasukkan banyak orang dalam neraka adalah lisan. Sebagaimana perkataan Muad ya inna bimaamu bih. Ya Rasulullah apa kita akan dihukum gara-gara ucapan kita? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Um, ya Muah yang menjerumuskan manusia digeret dalam neraka jahanam, digeret di atas wajahnya atau digeret atas hidungnya, tidak lain akibat ulah perbuatan lisan. Lisannya ya, dampak dari lisannya." Ini menunjukkan lisannya sangat berbahaya. Yang kedua, alfarj ini zaman sekarang juga alfarj luar biasa ya. Alfars itu maksudnya zina dan seluruh mukadimah yang menuju pada zina. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Kataballah bini adamahu minzina mudrik la mahala." Sesungguhnya Allah menetapkan e bagian zina kepada anak Adam, dia akan kecipratan dan tidak bisa dia hindari. Arti semua mukadimah zina tidak ada yang dari kita bisa menghindari. Tapi seorang berusaha menghindarkan diri semaksimal mungkin. Kemudian Rasulullah jelaskan alayinani tazinian wazina humanar. Mata berzina dan zinanya memandang. Memandang memandang yang haram untuk dilihat. Memandang lawan jenis yang menimbulkan syahwat itu namanya zina mata. Zina mata. Melihat wanita terbuka auratnya, melihat wanita seksi tubuhnya di metsos itu zina mata. Zina. Zina mata. Rasulullah mengatakan, "Sebab paling banyak manusia masuk neraka di antaranya alfarj ya kemaluan ya. yaitu kemaluan zina itu inti daripada zina dan ada mukadimah-mukadimah juga yang berbahaya ya. Kemudian kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Wal uzunani taznian wazinahuma alistima." Bahwasanya telinga juga berzina dan zinanya adalah mendengar ya mendengar rayuan-rayuan, mendengar musik-musikan yang menimbulkan bergejolaknya syahwat ya menimbulkan khayalan-khayalan bagi jomblo dan jomblowati. Mikir macam-macam kerinduan cinta apa tentang keindahan-keindahan maksiat ya. dari mendengar atau rayuan-rayuan dengar. Kemudian tangan juga berzina dengan sentuhan-sentuhan ya. Kaki berzina menuju tempat perzinaan ya. Pembicaraan berzina kata-kata yang merayu ya. Terakhir kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, wal farju yusodik yukadzibu. Tinggal kemaluan melanjutkan atau berhenti. Tapi tidak ada zina kecuali dimulai dengan pandangan. Gak ada zina kecuali dimulai dengan apa? Pandangan. Yaul hawad mabda minar wamunar min mustarar. Seluruh peristiwa dimulai dari pandangan dan api yang besar dimulai dari percikan api. Kalau seorang ditundukkan pandangan maka dia tidak terjunmus dalam dalam zina. Jadi zina pandangan lirikan. Ee pandangan pertama, pandangan kedua cinta lokasi kemudian cinta interlokal kemudian akhirnya lanjut dengan pembicaraan akhirnya melangkah kemudian janji ketemu. Akhirnya setan datang menghiasi akhirnya dan akhirnya. Makanya Rasulullah menamakan wanita yang pakai parfum untuk dicium lelaki wanita pezina. Wanita mana saja yang pakai parfum kemudian sengaja lewat di depan lelaki supaya mencium aroma wanginya maka wanita pzina. Bukan dia berzina bukan. Tapi dia penyebab zina. Kenapa dengan parfumnya tersebut membuat gejolak syahwat? Maka Rasulullah bilang dia pezina. Maksudnya dia salah satu sebab terjadinya apa? Zina. Ini saja baru parfum. Bagaimana yang buka aurat? Ini mungkin pakai jilbab pakai parfum. Jadi Rasulullah bilang pada zina. Bagaimana kalau buka aurat? terbuka aurat kemudian menampilkan keindahan tubuhnya. Ini lebih lagi cepat membuat syahwat bergejolak. Dan betapa banyak orang binasa gara-gara ini. Bukan Rasulullah mengatakan sinfani min ahlinar lam arahuma. Dua kelompok manusia yang masuk neraka dan sekarang saya belum lihat. Yang satu yaitu orang-orang yang menyiksa maahum asatunabil baqadribuna bihanas. Orang-orang meniksa orang dengan dengan cemeti dia pukul orang. Di zaman Nabi Nabi belum lihat. Tapi Nabi bilang akan ada kaum seperti ini dan mereka penghuni neraka jahanam. Yang yang kedua, nisaun kasiyatun ariyatun, mailatun mumilatun. Wanita yang berpakaian tapi telanjang. Kasiatun ariat. Pakaian tapi telanjang. Maksudnya apa? Dia berpakaian tapi seperti telanjang. Ya, pakaiannya kekecilan. Pakaian anak SD dia pakai. Akhirnya kelihatan betisnya, kelihatan ininya, kelihatan dadanya. Anak kecil pakaiannya dipakai. Ya, begitu. Enggak cukup pakaian tapi apa? telanjang atau berpakaian tapi tembus pandang atau berpakaian lengkap pakai jilbab tetapi kelihatan lekukan-lekukan stalak mid dan stalakt ya semua kelihatan ini sama berpakaian tapi telanjang kata nabi penghuni neraka jahanam ya mailatun mumilat mailat dia berjalan berlenggak-lenggok rasulullah sebutkan e ruusuhun kaasimatil mailah rambutnya kepalanya ada sanggul besar kemudian berlenggak-lenggok menjadi pusat perhatian. Ini contoh sehingga dia berjalan berlenggak-lenggok mumilat dan membuat laki-laki terpikat kepada dia dengan gerakannya. Sekarang orang TikTok joget-joget apa segala ya jualan baju yang tampil apa perempuan joget-joget dengan gerakan dengan sensual ini sama seperti yang disebut oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Makanya wajar jika Nabi mengatakan paling banyak bikin masuk neraka masalah kemaluan. baik secara langsung zina maupun hal-hal yang mengantarkan kepada perzinaan. Banyak sekali zamannya orang bebas melakukan hal-hal tersebut, mengakses hal-hal tersebut sangat sangat mudah ya. Tian seorang waspada ya jadikan bahwasanya dia ikut pengajian punya pengaruh dalam hidupnya ya. Jangan ikut pengajian tapi kemudian dia bebas melihat, dia bebas mendengar. Saya dengar sekarang wallahu alam kemarin saya baru cerita ada ada aplikasi katanya cewek muncul situ tinggal bayar berapa subhanallah ini zina mata zina semuanya cuma kemaluannya a enggak berzina akhirnya dia melakukan hal yang buruk dengan lihat tampilan cewek di sit aplikasinya enggak ada enggak ada kan saya bilang dengar katanya ada ya tu dan subhanallah saya dengar juga zina murah Rp300.000, Rp200.000 Subhanallah. Subhan semudah itu orang berzina sekarang. Semudah itu orang berzina. Tontonan yang membuat gejolak syahwat kemudian tinggal berzina, tinggal bayar sedikit kemudian orang muda untuk berzina. Waliyadzubillah. Oleh karenanya ee hati-hati di antara ketika Nabi ditanya apa yang paling banyak masukkan manusia dalam neraka? Alfamu wal farju yaitu mulut dan kemaluan. Kemudian hadis berikutnya wa anhu dari Abu Hurairah radhiallahu anhu qa q Rasulullah sallallahu alaihi wasallam rasul sahu alaih wasallam bersabda akmalul mukminina imanan ahsanuhum khuluq kata rasul sahu al wasallam sebaik orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya warukum khiarukum linisaihim dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istri-istrinya hadis riwayat Tirmidzi dan dia berkata, "Haditun hasan sahih." Di sini juga tentang agungnya akhlak yang mulia. Karena Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menjadikan parameter level keimanan dengan level akhlak. Level keimanan berbanding lurus dengan level akhlak. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Aqmalul mukminina imanan ahsanuhum khuluqo." Orang yang paling imannya levelnya paling tinggi adalah yang paling level akhlaknya yang paling baik. Ini merupakan dalil bahwasanya akhlak mul itu sangat besar. Efek dalam meningkatkan keimanan seorang, dalam meningkatkan kedudukan seorang di sisi Allah Subhanahu wa taala. Maka seorang perlu berjuang agar memiliki akhlak yang mulia. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam gandengkan di antara praktik akhlak adalah akhlak terhadap istri. Kata Nabi, whiyarukum khiarukum linisaihim. Dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya. Dan Rasul sahu alaih wasallam hadisnya mengatakan, "Khairukum khairukum liahli wa khairukum liahli." Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah suami yang terbaik. Timbul pertanyaan, kenapa syariat menjadikan terbaiknya seorang di sisi Allah dengan terbaik kepada istrinya? Karena akhlak sesungguhnya adalah akhlak seorang terhadap istrinya. Kalau akhlak sama teman, sama teman sejawat, apalagi sama yang lebih kaya, apalagi mungkin seorang bisa bersandiwara karena ketemu dengan mereka cuma sekali-sekali, tidak ketahuan aslinya. Tapi kalau sama istri pasti ketahuan aslinya. Iya enggak? Apalagi wanita lemah. Maksudnya kalau seorang lelaki ingin zalimi istri itu sangat mudah. Kalau ingin berbuat buruk sama istri sangat mudah. Ketika dia berbuat buruk sama istri, kata-kata kasar dia menghina, enggak ada yang lihat. Enggak ada yang lihat. Kecuali pakai live sama istrinya. Ya, mungkin ngamuk dia malu pasti indah-indah senyum. Kalau jalan gandeng bikin konten, tapi di rumah dia ngamuk-ngamuk. Maalnya kalau dalam rumah enggak ada yang tahu. Sehingga ketika dia berakhlak buruk, dia bebas aja karena enggak ada yang tahu. Yang kedua, wanita lemah. Mau tinggal digampar. macam-macam. Pulang sana ke rumah orang tua. Selesai. Orang tua sudah mati, Bi. Sudah mati. Ya sudah, enggak ada rumah lagi. Ya sudah, sini aja kalau gitu. Maksud saya sehingga kenapa dijadikan barometer akhlak terbaik bagi istri menjadikan seorang terbaik di sisi Allah? Pertama, itulah akhlak dia yang sesungguhnya. Kedua, dia berhadapan dengan seorang sosok yang lemah ya yang dia bisa apa namanya? lakukan seenaknya, semena-mena terhadap di terhadap orang tersebut itu adalah wa wanita. Maka ketika ternyata dia di rumah akhlaknya baik, menunjukkan memang orang ini sejatinya aslinya memang akhlaknya indah. Dan ini sebagai peringatan bagi kita dalam skala prioritas. Kita lebih utama berakhlak baik kepada istri daripada orang lain. Karena jadi parameter akhlak kita dengan istri. Jangan kebalik. Banyak orang sama temannya luar biasa, akhlaknya mulia. Tapi sama pasakannya akhlaknya buruk. Ini laki-laki maupun perempuan. Sebagai laki-laki masyaallah sama teman-temannya baik ngobrol lama kasih waktu mau korban waktu sama istrinya dia enggak mau korban waktu. Sok sibuk ya. Enggak mau ngobrol sama istrinya ya. Tapi sama teman-temannya luar biasa. Ada waktu ada pengorbanan ada. Masyaallah pergi jauh-jauh nemani kawan-kawannya, tapi sama istrinya enggak ada waktu. Ini salah besar ya. Kalau sama kawan-kawannya perkataan selalu menyenangkan. Candaan sama teman-temannya. Sama istri enggak ada bercanda sama sekali. Ya, istilah sekedarnya tidak diperhatikan, tidak diperhatikan perasaannya. Sama perempuan juga begitu sama temannya. Masyaallah, barakallahu fik kalau telepon. Barakallahu fik. Ahsanallah ilaik. Tapi sama suami enggak ada. Barakallah fik. Enggak ada. Enggak ada. Ahullah ilai enggak ada. Jazakallah khair. Enggak pernah teruncap. Enggak ada. Kalau sama teman-temannya, jazakillah khairan ukhti ahsanallah ilaiki. Masyaallah bahasa Arabnya kental ya. Kalau sama suami enggak ada gitu-gituan ya, Mas. Ini loh ini, Mas. Itu aduh luar biasa. Jadi kalau kita ternyata baik sama istri, kemudian istri kita ditanya sama orang, "Eh, suami bagaimana?" Masyaallah, suami saya masyaallah luar biasa. Insyaallah penghuni surga. Insyaallah. Makanya saya sering sampaikan bagaimana para sahabiat ya. Sampai Ummu Salamah radhiallahu anha ketika suaminya Abu Salamah meninggal, dia sampai mau berdoa, "Gantikanlah aku lebih baik." Dia sampai tidak bisa mengucapkan sampai dia tunda pengucapannya. Ya Allah gantikanlah aku dengan yang lebih baik. Kemudian dia berkata, dia bergumam dalam dirinya, ayyul musliminir min abi salamah. Laki-laki mana yang lebih baik daripada suamiku? J dia benar-benar merasakan suaminya sangat baik. Sampai ketika Nabi melamar dia, dia bilang, "Ya Rasulullah, saya sudah tua, anak saya banyak dan saya pencemburu. Benar mau nikah sama saya?" Kata Rasulullah, "Tetap iya. Kau tua, saya lebih tua." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Kau punya anak, saya ngurus. Engkau pencemburu, saya doain kau tidak cemburu lagi. Akhirnya Rasulullah nikahi. Tapi maksud saya ketika dia mau nikah dengan Nabi pun ketika mau berdoa dia masih pikir siapa yang lebih baik daripada suamiku? Abu Salamah. Kenapa saking baiknya Abu Salamah? Makanya kalau bapak-bapak di istrinya ditanya, "Gimana suami anti?" Terus istri antum bilang, "Masyaallah, suami saya luar biasa. Siapa yang lebih baik dari suamiku?" Wah, langsung surga. Insyaallah. Itu surga. Insyaallah insyaallah. Tapi kalau sesuai bagaimana? Waduh. Amit-amit. Masyaallah. Luar biasa. Apa yang tersembunyi lebih dahsyat daripada yang terlihat. Aduh ini aduh bahaya. Kisah menakjubkan Nailah bintul Farfisah. Wanita cantik luar biasa. Saking cantiknya dia terlihat di giginya ada celah dan itu kecantikan wanita Arab ketika itu. Sampai orang-orang kalau lihat lihat giginya dia kalau tersenyum memuji memuji giginya. Mulailah orang dengar kecantikannya ketika suaminya Utsman bin Affan. Padahal usia dia dengan Utsman jauh. Utsman tua, dia masih muda, masih remaja dinikahi Utsman. Utsman sudah tua. Utsman meninggal dunia, dibunuh di depan dia. Ketika dia mau dilamar, orang-orang mulai isu bahwasanya dia sangat cantik jelita. Maka dia ambil batu, dia pukul giginya tersebut agar tanggal. Dia bilang, "Cukup suamiku Utsman yang melihat indahnya gigiku. Tidak mau nikah lagi sama yang." Kenapa? Karena Utsman suami yang terbaik. Bahkan ketika menikah dengan Utsman datang masuk ke kamar, Utsman buka sorban ternyata botak sini. sudah tua. Kata Utsman bin Affan, "Jangan khawatir wahai istriku. Apa yang ini jangan menyedihkanmu, botakku ini. Sesungguhnya dalam botakku ini, kepalaku ini ada yang menyenangkanmu." Artinya saya punya ilmu. Apa kata Nailah bintul Farfisah? "Wahai suamiku, sesungguhnya aku termasuk wanita suka yang lelaki botak." Luar biasa. Sudah sampai sini saja. Insyaallah kita lanjutkan pada pertemuan ee berikutnya. Demikian. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.