Kitab Al-Kabair #47: Amanah Dalam Jual-Beli dan Takaran
KQXWYnIqZio • 2026-02-14
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu
ala taufqihian asadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuim.
Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani.
Hadirin hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Kita lanjutkan
bahasan kita kitab alkabair karya Syekh
Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu
taala. Kita masuk pada bab berikutnya.
Babul amanati fil bai wasyirai wal kaili
wal wazan. amanah terkait dalam menjual,
membeli, dan takaran maupun timbangan.
Alkilil maksudnya takaran berkaitan
dengan volume. Alwazan maksudnya terkait
dengan timbangan, terkait dengan berat.
Ee
kita tahu bahwasanya amanah banyak ya
dalam kemarin sudah kita bahas dalam
beberapa pertemuan tentang amanah
terkait dengan kekuasaan dengan jabatan
sebagaimana telah kita bahas pada
pertemuan-pertemuan berikutnya.
Dan di antara amanah terkait dengan jual
beli. Dengan jual beli ini terkait
dengan hak orang lain. Rasul sahu alaihi
wasallam pernah bersabda, "Albayiani bil
khiar maam yatafarraqo." Sesungguhnya
dua orang yang saling melakukan jual
beli, mereka memiliki khiar majelis.
Selama mereka belum berpisah, mereka
masih boleh membatalkan jual beli. Itu
namanya khiaran majelis. Ya, setelah
masih belum pisah masih tempat itu,
tiba-tiba ber pikiran, "Enggak jadi deh,
boleh aja. itu hak dia. Hak mereka
berdua baik pembeli maupun penjual. Fain
shodqo. Kalau mereka berdua jujur
wabayyana dan mereka menjelaskan aib-aib
barang jualan.
Burika lahuma fi baiihima. Karena dulu
jual beli dengan barter. Bisa jadi
dengan barter ya bisa juga dengan dinar
dan dirham. Kalau mereka berdua
menjelaskan jujur maka diberkahilah jual
beli mereka.
Wain kadaba wa katama muhqat barokatu
baiima. Tapi kalau mereka berdua dusta
dan menyembunyikan aib-aib barang, maka
akan
dihilangkan keberkahan
transaksi mereka berdua.
Maka ini dalil bahwasanya jual beli
harus dibangun di atas amanah.
Jangan berbohong ya. Banyak orang ingin
dapat untung banyak maka dengan
melakukan kedustaan bohong ya.
seperti jual beli yang terjadi sekarang,
baik jual beli barang maupun jual beli
jasa. Jual beli jasa.
Betapa banyak orang jual beli jasa
kemudian tidak amanah. Jasa dalam apapun
ya misalnya jasa dalam sekolah misalnya
diumumkan masuklah sekolah ini dalam 6
bulan hafal 30 juz misalnya. 6 bulan
hafal 30 juz atau maksudnya misalnya ya
bahwasanya sekolah ini begini begini
mengajarkan ternyata tidak sesuai. Ini
namanya tidak amanah ya. Tidak amanah.
Karena masalah kejujuran amanah bukan
cuma jual beli barang, tapi juga jual
beli apa? jasa ya. Sama seperti ee jasa
travel ya. Silakan ikut haji dan umrah
dengan begini begini begini. Fasilitas
ternyata tidak sesuai. Ini juga namanya
tidak tidak amanah. Dan betapa sering
terjadi hal tersebut. Oleh karena
seorang bertakwa kepada Allah agar
melaksanakan amanah dalam ee jual beli.
Siapa yang jujur ya berakhlak mulia,
tidak dusta, ya Rasulullah mengatakan,
"Ma alaika ma fataka minad dunya." Ya,
maka tidak ada urusanmu kalau ada dunia
yang luput darimu. Yang penting kau
jujur, yang penting kau berakhlak mulia.
Pedagang kalau jujur jangan jangan gak
usah peduli dengan mungkin untung
sedikit. Enggak peduli kalau ada yang
enggak ada yang beli, gak usah peduli.
Yang tanggung rezekimu Allah Subhanahu
wa taala. Ya.
Oleh karenanya
yang terjadi sekarang ya banyak orang
kalau terlalu jujur dibilang bodoh.
Jualan kok bodoh sekali? Jujur sekali.
Gimana mau untung kalau jujur? Jangan
jujur-jujur ya. Itu zaman bah ya. Zaman
sekarang jangan jujur. Jujur ya goblok
ya. Tapi kalau dia pintar bohong ah ini
baru pintar beg jualan gitu. Ini kalau
sama penjual pembeli jangan buka-bukaan
nipu dikit ya biar untung banyak.
Akhirnya
dapat untung banyak tapi tidak tidak
berkah. Ini problem besar yang terjadi
di zaman sekarang.
Dan ada orang jual misalnya taruh di
ember ya,
di ember terus kasih plastik. Di ember
taruh plastik isi buah ya pikir penuh
ember ternyata plastiknya apa
gantung dikira satu ember. Ternyata
begitu diangkat lah ternyata kopong di
bawahnya.
Ini ngeri se orang jualannya. Sebagian
orang jualan juga ya timbangannya
dirubah-rubah.
Saya ingin apa?
Bentar.
Saya ingin bacakan sebuah hadis ya.
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda
ya tentang nasihat kepada para
pedagang ya. Arbaun idza kunna fika fala
alaika ma fataka minad dunya. Empat
perkara yang jika ada padamu maka kau
tidak usah risau dengan dunia yang luput
darimu. Ya. Apa empat perkara tersebut
yang hendaknya dimiliki oleh seorang
pedagang? Hifzu amanah. Jaga amanah.
Wasiddiq hadisin. Jujur dalam berkata. W
husnu khuluqin. Akhlak yang mulia.
Ifatun fitmah.
Makan yang halal.
Kalau terpenuhi pada seorang empat
perkara ini, seorang pedagang, maka
tidak usah risau dengan dunia yang luput
darimu. Ya, saya ulangi kata Rasul
wasallam, arbaun kunna fika alaika
maadun. Empat perkara kalau ada ini
berkait dengan seluruh mukmin tapi saya
katakan terutama para pedagang.
Kata Rasul wasallam, "Arbaun kunna fika
maunya." empat perkara, empat perangai
yang kalau ada pada dirimu kau sudah
tidak usah peduli kalau ada dunia yang
luput darimu. Yang pertama, hifduzu
amanah, jaga amanah. Yang kedua, sidin
jujur dalam berkata. Yang ketiga, husnu
khaliqatin, akhlak yang mulia. Yang
keempat, ifatun fi thmah, yaitu makan
yang halal. Makan yang halal. Maka ya
siapa yang memiliki empat perkara ini,
maka tidak usah sedih kalau ternyata ada
luput harta darinya maka Allah akan
berikan Allah yang tanggung jawab dengan
rezekinya. Ya, karena namanya pedagang
sering tidak amanah, sering bohong,
sering akhlak buruk ya teriak-teriak
nipu sana nipu sini ya.
Yang halal apa? Yang sampai di tangan
itu yang halal. Yang haram yang tidak
sampai ke tangan, ya.
Maka seorang berusaha
berpegang teguh dengan empat akhlak ini.
Jika ada pada dirinya, maka gak usah
sedih dengan harta yang luput darimu.
Allah akan tanggung. Ya, enggak usah
pikir dan akan diberkahi.
Tiib. Di sini
ee penulis mengatakan juga amanah pada
jual beli di antaranya walai wal kail
wal wazan. Dalam masalah
ee volume takaran dan juga timbangan
Allah berfirman ya waful kaili kiltum
wafulilum
wainu bilqistil mustaqim. Sempurnakanlah
takaran jika kalian menimbang jika
kalian menakar. Wazinu bilqistil
mustaqim dan timbanglah dengan timbangan
yang benar yang adil. Yaikairu
ahsan takwil ya.
Kemudian juga dalam ayat yang lain eh
kata Allah, "Faful kail wal mizana w
asyaahum." Sempurnakanlah
takaran dan timbangan dan jangan kurangi
hak manusia sedikit pun. Jangan kurangi
hak manusia. Apapun hak mereka jangan
kurangi. Jadi lah itu jangan kurangi
manusia asyaahum perkara-perkara mereka.
Hak mereka jangan kurangi. Apapun
terkait dengan harta, terkait dengan hak
apapun jangan kurangi. Ya, kalau tidak
kau akan dituntut pada hari kiamat
kelak. Di antara hak pembeli adalah
ditakar dengan sempurna dan ditimbang
dengan sempurna. Ya,
dalam ayat yang lain kata Allah, "La
nukallifu nafsan illa wha." Kami tidak
membi luar kemampuan. Ya, maksudnya apa?
Seorang berusaha untuk menimbang dengan
baik, menakar dengan baik. Kalau
ternyata ada kurang-kurang sedikit tidak
jadi masalah. Kau sudah berusaha.
Makanya Allah tutup dengan dalam
sebagian ayat yang lain, Allah
mengatakan la nukallifu nafsan usaha.
Allah tidak m di luar kemampuan. Yang
penting kau sudah berusaha timbang sudah
ini sudah sama ditimbang taruh. Ya,
kalau ternyata ada miss kurang
0,001 gram ya itu enggak ada masalah.
Itu di luar kemampuan manusia ya. Yang
penting kau beru berusaha.
Sekarang orang timbangan dikurangi,
volume dikurangi. Sampai ada kawan dia
berhenti jualan gas. Dia ber jualan gas
zaman-zaman
marak korupsi dahulu. Enggak tahu
sekarang ya. Ketika dia jualan gas taruh
gas berapa? 3 kilo. Tetapi dia enggak
boleh ngisi 3 kilo. Harus dikurang
daripada 3 kilo. Dia ngisi 2,8.
Ketika dia jualan, dia ngisi benar 3
kilo sehingga orang beli terus sama dia.
Ya, karena dia enggak berani ngurangi
tetap 3 kilo apa namanya beratnya.
Kenapa orang beli sama dia? Karena orang
pakai kalau beli sama dia gasnya enggak
cepat habis. Tapi kalau beli dari jualan
orang-orang cepat ha habis. Akhirnya
ditegur, ditegur sama sebagian orang,
enggak boleh kalau gini terus kami
enggak kasih izin. Akhirnya dia bubar.
Dia enggak jadi jualan apa? Gas. Ini gas
ya. Mudah-mudahan sekarang sudah itu
zaman dulu saya bicara sebelum zaman
pandemi ya. Begitu terjadi. Ini gas aja
katanya gas buat orang miskin ya. Orang
miskin juga ditipu dan miskin ditipu
loh. Kasihan
mak kasus kemarin
apa namanya kejam sekali. Masa jualan
apa? Pertamax apa? Pertamax dikasih apa?
Pertalight ya.
Berapa juta orang dibohongin ya
bertahun-tahun? Itu maksudnya apa?
Otaknya di mana gitu loh. Nipu jutaan
orang bertahun-tahun dia dapat
kesenangan apa? Dapat uang misalnya
triliun-triliunnya juga habis juga.
Terus sisanya hisab ngeri. Kita jangan
ngurangi sedikit pun. Bukankah Allah
pernah membinasakan suatu kaum gara-gara
mengurangi takaran dan timbangan? Kaum
apa? Kaum Nabi Syuaib. Ya Allah
binasakan mereka gara-gara mereka
kurangi takaran dan timbangan. Oleh
karenanya mengurangi takaran dan
timbangan termasuk dosa besar. Allah
turunkan ayat khusus tentang ini. Kata
Allah, "Wailul lil mutfifin." Celaka
bagi orang-orang yang mengurangi takaran
meskipun sedikit. Tadfif itu sedikit,
enggak ketahuan.
Misalnya dia 10 liter jadinya 9,9
kurang cuma satu sedikit 100 mili ya
kurangi sedikit.
Misalnya 10 kilo dia kasih 9,8
2 ons enggak ketahuan. Itu namanya
tatfif. Hanya ngurangi sedikit. Dia
enggak ngurangi banyak-banyak. Karena
kalau ngurangi banyak-banyak ketahuan.
Kalaupun kalau kurang cuma satu on
seorang timbang, ah mungkin salah
timbang. Orang husnuzan padahal memang
dia sengaja kurangi timbangan. Allah
turunkan firmannya, wailul lil mutfifin.
Celaka bagi orang-orang yang melakukan
tatfif yang mengurangi sedikit-sedikit.
Kalau dia beli barang dia pengin
dipenuhi takaran timbangannya. Tapi
kalau dia jualan, dia kurangi sedikit,
gak banyak-banyak.
Tidakkah mereka sadar yakin bahwasanya
mereka akan dibangkitkan?
Ya, hari yang sangat dahsyat.
Yaakumbilamin. Hari di mana manusia akan
berdiri menanti kedatangan Allah untuk
memulai persidangan. Kita ngurangi
timbangan sekarang nanti disidang hari
kiamat. sidang hari kiamat. Makanya
ikhwan jujur ya pokoknya jualan jujur.
Jangan bohong-bohong.
Kalau untuk jualan mobil jujur ini mobil
ya bagaimana mobilnya? Jelasin dengan
benar. Ini mobil pernah tabrakan 2 bulan
lalu sudah saya dempul.
Jangan bilang mobil bodinya bagus itu
bohong. Bodinya bagus tapi bekas apa?
Tabrakan. Enggak boleh. Saya sudah
masukkan ke tok magic tapi pernah
tabrakan. Ya, semua sifat yang bisa
mempengaruhi harga harus kita jelaskan,
gak boleh kita sembunyikan. Ini kaidah
dalam jual beli. Semua sifat yang bisa
mempengaruhi harga naik atau turun
apalagi turun harus kita jela jelaskan.
Jual mobil banyak yang ditutupin. Pernah
tabrakan ditutupin, pernah ini
ditutupin. Ya, orang enggak tahu ya.
Dan ini repot. Hari kiamat kelak kita
makan halal.
Jangan sampai makan haram.
Tayib.
Makanya yang jadi masalah sekarang yang
pintar bohong dibilang, "Wah, ini hebat,
penjual hebat." Kalau yang jujur goblok,
polos.
Yang aman dibilang goblok. Ya. Kemudian
Syekh Muhammad Abdul Wahab rahimahullah
membawakan firman Allah Subhanahu wa
taala dalam surah Albaqarah ayat 283.
Falyuaddilladzi tumina amanatahu. Yaitu
hendaknya orang yang diberi amanah
menunaikan amanahnya. Ini terkait dengan
utangputang. Kita tahu ayat yang paling
panjang dalam Al-Qur'an adalah surah
Albaqarah 282
tentang masalah hutangputang.
Saking panjangnya ayat ini sampai
sebagian ulama mengatakan ini adalah
ayat yang paling memberi harapan kepada
manusia, kepada kaum muslimin. Karena
para ulama khilaf tentang ayat apa yang
paling memberi harapan kepada kaum
muslimin. Ya, sampai ada sekitar 15
pendapat kalau tidak salah atau lebih
dari 10. Ada yang mengatakan ayat yang
paling beri harapan adalah qul ya
ibadiina asfus
rahmatillah inallahfirun jam itu jangan
putus asa wahai para pendosa.
Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi
maha penyayang. Ini ayat yang paling
berikan harapan. Ada mengatakan yang
paling beri harapan adalah firman Allah
subhanahu wa taala. Waak bidunubihim
khalan akahu
alaihim inallahafurahim.
Dan sebagian orang mencampurkan antara
dosa dan ketaatan. Ya, mereka mengakui
dosa-dosa mereka. Semoga Allah menerima
tobat mereka. Ini ayat yang paling beri
harapan. Ada yang mengatakan ayat yang
paling beri harapan adalah firman Allah
Subhanahu wa taala. Eh, innallaha la
yagfirus bih wagfirunalika lima yasya.
Allah tidak mengampuni dosa syirik dan
Allah mengampuni selain syirik. Selama
orang tidak syirik, berharap masih bisa
diampuni. Ada beberapa pendapat di
antaranya ada yang mengatakan ayat yang
paling berharapan ayat tentang
utang-putang.
Ya ayyuhalladzina amanu id tadayantum
bidin jalil musamar faktuu. Wahai orang
beriman, jika kalian melaksanakan
utang-putang
dengan jatuh tempo tertentu, maka
tulislah.
Walyaktub bainakum katibun bil adil.
Maka hendaknya ada penulis yang adil di
antara kalian.
Maka Allah jelaskan, jelaskan terus
dengan lengkap sampai ayat panjang
sekali begini begini. Ada saksi begini,
peraturan panjang tentang utangputang.
Ini ayat paling panjang. Sebatakan ini
ayat paling memberi harapan. Kenapa
paling beri harapan? Ini masalah sepele
hutang-putih. Tapi Allah turunkan ayat
paling panjang berarti Allah sayang
kepada hamba-hambanya.
agar tidak terjadi pertikaian. Karena
hutang piutang ini masalah yang sangat
memiliki potensi besar, riskan untuk
terjadi
pengkhianatan, tipu-menipu, tidak bayar,
kabur, ganti nomor telepon. Ini sangat
riskan dalam hal ini. Oleh karenanya
Allah turunkan ayat ngajarin, kalau kamu
ada utangputang, jangan lupa tulis.
Kalau perlu pakai saksi.
Subhanallah. Kalau Allah masalah gini
saja perhatian supaya kau tidak salah,
tidak berdosa, berarti Allah sangat
sayang kepada hamba-hambanya. Seb
mengatakan berarti Allah sangat sayang
kepada kita.
Dulu ada kawan pernah pinjam uang sama
saya orang Kuwait. Bayangkan ada orang
Kuwait pinjam uang sama orang Indonesia.
Luar biasa. Padahal saya tiap hari kalau
ke Jamiah numpang sama mobil dia. Luar
biasa. Jadi dia punya mobil kalau ke
Jamiah selalu dia tungguin saya ngantar
ke UIM karena kita satu asrama sama-sama
punya bawa keluarga dia tungguin nanti
pulang juga dia antar orang Kuwait orang
yang baik ya. Suatu hari dia panggil
saya dia bilang, "Firanda, saya butuh
uang sekian ribu riyal." Saya bilang,
"Salah orang nih. Gimana? Saya aja
numpang sama kamu dalam hati." Tapi saya
enggak bilang.
Saya bilang, "Saya enggak punya uang."
Tapi saya carikan orang yang punya uang
buat kau. Saya cari siapa? Saya cari
orang Saudi. Jangan orang Saudi. Teman
saya orang Saudi. Saya bilang, "Yaki ada
gini-gini." Udah kasih. Oke, kasih.
Terus saya kasih dia pinjam kalau enggak
salah 4.000 atau 5.000, saya lupa apa.
6.000 sekitar gitulah. 4.000 atau 5.000
6.000 real. Dia lagi butuh. Terus saya
kasih
dia bilang
kita tulis. Saya bilang, "Enggak perlu.
Enggak perlu." "Ah, enggak, enggak. Ini
sunah, sunah." Tulis. Dia tulis. Saya
telah pinjam uang dari Viranda atas nama
saya kan sekian sekian sekian tanda
tangan tanpa saksi tapi ada apa tulis
saya maksudnya saya kagum ketika dia
bilang saya bilang enggak perlu enggak
perlu saya kenal kau kok enggak bisa
lari ke mana-mana mobilmu di sini cuma
dia gak sunah kita tulis masyaallah
ya kadang-kadang kita enggak pura-pura
sekarang kenal nanti pas pas jatuh tempo
enggak kenal itu masalahnya Ya,
[tertawa]
ti kalau ada itu kan kalau ada kertas
kan kita bisa bikin status, [tertawa]
bisa bikin status kalau macam-macam
bikin status.
Subhanallah. Akhirnya dia bayar sesuai
dengan apa? Sebelum atau pas waktu
pembayaran. Luar biasa ya. Saya masih
ingat tuh. Memang Allah suruh kita
catat. Allah ingin tidak ada keributan,
maka catat. Seang masalah banyak apa?
Tidak ada bukti. Tidak ada bukti itu
masalahnya ya.
Tib. Terus saksi. Allah juga suruh
saksi.
Ya,
wasashidu syahidain mirijalikum. Kata
Allah, bukan cuma tulis. Kalau ada
saksi, hadirkan dua saksi supaya
menyaksikan tentang hutang-putang. Kapan
harus dibayar, berapa jumlahnya
ya. Faam yakun rajula farajulani mimar.
Kalau tidak ada dua orang laki-laki,
satu laki-laki, dua perempuan sampai
detail ya.
Wala tas'amu an taktubu shir au kabiran
il ajali. Jangan kau bosan untuk nulis
kecil maupun besar. Tulis hutang. Jangan
sepelekan. Terkadang menurutmutur kecil
tapi ternyata menurut warisanmu besar
ahli warismu. Orang mungkin triliunan
punya uang banyak uang 2 miliar dia
enggak tulis. Tapi kalau dia mati 2
miliar itu sangat besar bagi
anak-anaknya.
Mungkin puluhan juta enggak tulis. Tapi
kalau dia mati ternyata puluhan juta
sangat berharga bagi anak istrinya, ahli
warisnya. Tulis saja.
Kemudian setelah itu Allah sebutkan pada
ayat berikutnya yang kita bahas ini
masih hutang piutang. Wainkum ala
safarin walam tajidu katiban farihanu
maqbudah. Jika kamu dalam perjalanan
dan kamu ada hutangputang sedang kamu
tidak punya seorang penulis ya, maka
berilah rohan. Yaitu apa? Gadai. Ya,
gadai. Sudah enggak ada saksi gadai.
Sudah barang apa saya pinjam? Ya kau
punya barang saya gadai. Ini gak apa-apa
boleh. Rasulullah meninggal dalam
kondisi punya hutang kepada orang Yahudi
dengan menggadaikan deranya dengan
menggadaikan baju perangnya.
Rasulullah pernah punya hutang. Kenapa
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam berhutang
kepada Yahudi? Kata para ulama, "Karena
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam tidak enak
kalau berhutang kepada para sahabat.
Kalau berhutang sama para sahabat tidak
mau dibayar."
Maka Rasulullah mending di hutang sama
orang Yahudi. Tidak pengin merepotkan
sahabat. Saking tidak punya apa-apa
sampai Rasul sahu alaihi wasallam yang
dia gadaikan baju perangnya.
Baju perang tuh kan senjata seseorang.
Karena kapan-kapan ada perang dia harus
punya baju perang. Tapi karena
Rasulullah tidak punya apa-apa, dia
gadaikan baju perangnya. Sudah. Jadi
kalau kita punya gadai, kita tidak
terhina. Kapan kita tidak bisa bayar,
gadai kita dijual.
Kata Allah, kalau tidak ada yang nulis,
tidak ada saksi, gadai.
Fain amina ba'dukum ba'dan
falyuadilladziina amanatahuqillahabah.
Kalau ternyata
kalian saling percaya, sedang diafar,
tidak ada sarana untuk menulis, zaman
dulu tidak semudah zaman sekarang. Tidak
ada juga gadai, ya sudahlah saling
percaya. Ini terakhir.
Enggak usah tulis, enggak usah apa-apa.
Saling percaya. Kata Allah, "Falyuadill
amanah." Maka orang yang dikasih amanah,
yang punya hutang hendaknya menunaikan
membayar hutangnya. Hendaknya dia
bertakwa kepada Allah. Ya, maka ee di
antara amanah adalah bayar hu hutang.
Bayar hutang.
Jangan pura-pura enggak berhutang ketemu
eh gimana kabar?
Eh, terus ya gimana? Asalamualaikum.
[tertawa]
Terus gitu aja.
Subhanallah.
Rasulullah mengatakan rahimahullahumroan
samhan id. Semoga Allah merahmati orang
yang mudah dalam membayar hutang.
Menunaikan hak orang lain. Menunaikan
hak orang lain. Dia mudah menunaikan hak
anaknya, menunaikan istrinya, menunaikan
hak suaminya. di antaranya menunaikan
hak utang orangor lain. Dia bayar pas
jatuh tempo atau dia bayar bahkan
sebelum jatuh tempo. Bahkan terkadang
dia bayar lebih dan tidak mengapa kalau
memang tidak ada kesepakatan, bukan
riba.
Dia bayar dengan baik. Maka seorang
ketika berhutang ingat hutang itu
amanah. Saking berat hutang sampai
Rasulullah mengatakan kullu nafsin
muallaqatun bidinihi. Setiap jiwa
tertahan dengan hutangnya. Kalaupun dia
sudah meninggal, harusnya dia menikmati
nikmat kubur enggak jadi. Kenapa dia
punya hu hutang? Ngeri. Sampai yang mati
syahid pun diampuni. Kecuali dia punya
hutang. Ada masalah hutang. Ngeri.
Kenapa bisa demikian, Ikhwan? Karena
hutang itu orang kasih kita hutang itu
orang sangat baik. Dia mau pinjamin uang
sama kita, itu orang sangat baik.
Apalagi zaman sekarang karena susahnya
kita cari pinjaman. sampai banyak orang
yang pinjol ya,
pinjol pinjaman apa online ya.
Saking gak ada yang mau kasih pinjaman
syari, akhirnya pinjaman riba. Nah,
kalau ada orang kasih kita pinjaman,
berarti dia baik. Kalau orang baik, maka
harusnya kita bersyukur. Terima kasih
kita balas kebaikannya dengan
kebaikannya. Ini malah kita balas dengan
keburukan. Kita sudah punya uang, kita
tidak mau bayar, kita beli lagi yang
lain. Kita sudah punya uang, kita buka
usaha baru. Ketika dia nagih, jadilah
dia seperti ngemis-ngemis sama kita.
Demi Allah, sebagian orang yang punya
hutang sampai ngemis-ngemis sama yang
dia utangi. Bayar dong, saya lagi butuh,
bayar dong. Subhanallah. Dulu waktu dia
pinjam uang, dia nangis-nangis.
Sekarang yang minjam malah nangis-nangis
sama dia. Kurang ajar enggak itu? Kurang
ajar.
Sebagian marah-marah.
Marah-marah.
Ngeri?
ditagih
ini sudah jatuh tempo marah-marah kamu
gimana hari ini saya enggak punya uang
kau datang kemarin saya punya uang kau
tidak nagihlah
ini kejadian ya waktu kau punya uang
jangan ditunggu ditagih bayarlah
maka hutang adalah amanah
kalau tidak dibayar masalah ingat Rasul
sahu alaihi wasallam pernah tidak mau
salatin orang gara-gara tidak bayar
hutang sampai ada sa mengatakan saya
tanggung hutangnya ya Rasulullah
akhirnya Rasulullah salatin
Dalam riwayat Rasulullah tidak
menyalatkan dua orang. Satu orang mati
bunuh diri. Rasulullah suruh sahabat
yang salatin. Satu orang belum bayar
hutang.
Coba saya tanya sama antum. Yang punya
hutang angkat tangan cepat.
Hah? Coba yang punya hutang angkat
tangan.
Ih kaya semua ini. Enggak punya hutang.
Jujur-jujur yang punya hutang angkat
tangan.
E masih banyak orang kaya. Alhamdulillah
ya.
Bayar-bayar ya.
Sampai ketika setelah itu Rasulullah
salatkan, Rasulullah ketemu sama si
fulan, "Hai fulan, sudah bagaimana
dengan hutangnya?" "Aduh saya lupa ya
Rasulullah sekarang saya bayar." Rasul
mengatakan alan
barat jildatuhu kalau enggak salah.
Sekarang baru dingin kulitnya sebelum
kau bayarkan hutangnya dia bermasalah di
alam barzakh.
Maka ikhwan, jangan pernah meremehkan
apa? Hutang. Kalau enggak perlu, enggak
usah hutang. Ya, jangan hidup dalam
khayalan.
Punya kartu kredit utang ba banyak.
Jangan hidup dalam khayalan. Hidup
semampunya.
Allah akan kasih bahagia sesuai dengan
kemampuan kita.
Tib. Maka ingat hutang adalah amanah
harus dibayar. Allah mengatakan,
"Falyuaddilladzi tumina amanatahu
walyattaqillaha
rbah." Ya,
hendaknya dia bertakwa kepada Rabbnya.
Tib hadis berikutnya. An Hudzaifah
radhiallahu anhu q hadana Rasulullah
sahu alaihi wasallamin biaditu ahaduma
wairul akar. Kata Hudzaifah bin Yaman
radhiallahu anhu, Rasulullah telah
menyampaikan kepadaku dua hadis. Aku
sudah lihat kenyataan salah satunya dan
satunya aku masih nunggu belum terjadi.
Itu Rasulullah nyampaikan dua peristiwa
dalam dua hadis. Yang satu Hudzaifah
sudah lihat telah terjadi. Yang satu
saya masih nunggu. Di antara yang sudah
terjadi kata Hudzaifah, haddasana
Rasulullah pernah menyampaikan kepada
kami suatu hadis. Kata beliau, "Anal
amanata nazalat fi jadri qulubir rijal."
Amanah turun ke e akar hati para lelaki.
Tumma nazilal Quran. Setelah itu Allah
turunkan Al-Qur'an. Faamilu minal Quran.
Karena hati mereka sudah ada amanah,
maka mereka mengamalkan Al-Qur'an. Kata
Nabi, "Wa alimu minas sunah." Dan mereka
faalimu minal Quran. Maka mereka belajar
Al-Qur'an waimu minasunah dan mereka
juga belajar sunah. Ini dalil bahwasanya
Al-Qur'an dipelajari lebih dahulu
daripada sunah dan sunah juga harus
dipelajari.
Rasulullah pernah menyampaikan
Rasulullah memuji bahwasanya dulu di
akan ada orang-orang seperti ini dan itu
mungkin generasi para sahabat di awal
para sahabat amanah mengakar dalam diri
mereka sehingga mereka mempelajari
Al-Qur'an sunah mereka mengamalkannya.
Kemudian kata Hudzaifah hadana amanah.
Kemudian rasul wasallam menyampaikan
kepada kami tentang amanah diangkat.
Faqamu
minqbihi. Ada seorang tidur dengan suatu
tidur tahu-tahu amanah dicabut dari
hatinya. Hilang tidak punya amanah dalam
hatinya.
Sehingga amanah tersebut hilang. Tapi
masih ada sisanya. Masih ada sisanya
sedikit. tinggal sedikit. Summa yanamun
naumah kemudian tidur lagi. Itu dengan
berbagai macam sebab-sebab. Maksudnya
dia melakukan banyak masalah. Akhirnya
amanah dicabut dari hatinya tapi masih
ada sisa. Kemudian dia melakukan hal-hal
yang lain lagi. Dia tidur lagi.
Amanatu minqbihi. Maka dicabut lagi
amanah dari hatinya.
Majalamrin
dah
muntab.
Maka ketika dicabut lagi maka seperti
tersisa arul majal. Majal itu kalau
orang kerja
kerja sampai kadang-kadang kayak melepuh
dikit apa saking angkat pegang misalnya
apa cangkul ya atau apa ya ngapal ya
sampai ngapal dikit ya jadi ada kayak
apa namanya memar dikit ya
kata Nabi seperti bara api yang engkau
jatuhkan
atau jatuh di kakimu kalau dekat k api
dikit kan kayak ada benjol dikit tapi
gak terluka cuma sedikit
lihat dia agak benjol tapi gak ada
apa-apa tidak luka tidak ada darah
alij rasulah mengambil kerikil
Rasulullah jatuhkan ke kakinya maksudnya
Rasulullah praktikkan seperti ini ya
maksudnya amanah sudah tinggal sedikit
tinggal sedikit kelihatan tapi gak ada
Rasulullah mengatakan fatar muntabiran
waisa fiul dia bengkak tapi enggak ada
apa-apa ya, enggak luka, enggak darah
sama seperti amanah dicabut sehingga
seperti tinggal nama ya.
Fayusbihunasu yatabaya. Maka jadilah
orang setelah itu jual beli.
Fala yakadu ahadum yuaddil amanata hatta
yuqal. Sampai salah seorang dari mereka
tidak ada yang menunaikan amanah. Semua
orang tidak ada yang amanah. Hatta yuqal
sampai dikatakan inna fi bani fulan bani
fulanin rajulan aminan. Sampai kalau ada
orang yang amanah terkenal, eh orang itu
di kabilah ini ada orang terkenal
amanah. Saking sedikitnya orang yang
amanah. Akan datang masa seperti itu.
Saking hilangnya amanah dicabut dari
hati-hati manusia sehingga tersisa hanya
sedikit orang yang amanah. Kalau ada
orang amanah terkenal dikatakan
sesungguhnya di kampung itu ada orang
yang amanah.
ma ajahu maahu
maqahu w
sampai ada orang dikatakan kepada
orangor lain sungguh hebat dia, sungguh
cerdas dia. Padahal dalam hatinya tidak
ada iman sedikit pun.
Itu ada orang dipuji, disangka amanah
ternyata tidak apa? Amanah. Dipuji
padahal tidak ada amanah. Kelihatannya
amanah ternyata tidak. WQun
pernah datang kepadaku suatu zaman, aku
tidak peduli harus jual beli sama
siapapun zaman sahabat. Saya tidak
peduli.
Lain muslimanarudannahu
aluhu. Kalau dia muslim, dia pasti tidak
akan mengkhianatiku. Dia akan
mengembalikan amanah kepadaku, agamanya
mendorongnya. Seperti itu. Kalau dia
muslim, saya tidak peduli muslim manaun.
Dia pasti amanah. Kalau saya punya hak
dia pasti kembalikan. Karena agamanya
menyuruh dia untuk itu. Waana nasranian
Yahudian larudannahu alhi. Kalau
seandainya saya berjual beli dengan
Nasrani atau dengan Yahudi di zaman itu,
saya juga tidak peduli. Karena kalau dia
ngibulin saya, maka wali muslim akan
mengembalikan hakku. Jadi saya tidak
peduli mau dagang sama siapa saja, mau
jual beli dengan siapa saja, tidak takut
ditipu sama sekali. Karena kalau tipu
orang muslim enggak menipu. Kalau
Nasrani pun menipu saya akan lapor
kepada waliul amr.
Wa ammal yaum. Adapun sekarang ini
mungkin di akhir-akhir hayatnya. Fama
kuntu liubi minkum illa fulan wa fulan.
Kalau sekarang saya enggak mau jual beli
sama semua orang kecuali si fulan dan si
fulan.
Kemudian Syekh Abdul Wahab menyampaikan
makna dari hadis ini. Aljadr alasl ya
walqt alasul yasir wal majel naftun
yasir minari amalin muntabiran murtafian
alwali alaihi
bab. Ini dalil bahwasanya amanah akan
dicabut ya. Sehingga kita temu orang
yang jujur sangat langka.
Sebenarnya siapa yang orang yang jujur
dia akan dipercaya. Ada orang mungkin
pendidikannya tidak tinggi tapi dia
jujur amanah.
Maka dipercaya sama bosnya. Disuruh bawa
uang, disuruh ngirim ini, disuruh anu.
Meskipun dia tidak pintar, tapi dia
amanah. Orang amanah jarang ya. Orang
amanah ja jarang ya. Pembantu yang
amanah juga ja jarang ya. Kalau dapat
maka bersyukurlah ya. Bersyukurlah.
Tiib wali muslim fi hadis syafaah. Dan
Imam Muslim meriwayatkan dalam hadis
syafaah hadis yang panjang. Rasulullah
bersabda, "Tursalulsalul
amanatu warahimuati
yaminanimalan." Maka ketika orang-orang
sedang melewati sirat
dengan ahadu minas yang lebih tajam
daripada pedang, ada kumina sya'ar dan
lebih tipis daripada rambut. Kemudian di
sisinya ada khatif dan kalalib, ada
besi-besi yang mencabik-cabik orang yang
lewat. Maka yang lewat sirat ada tiga
model, yaitu muslim yang najin, muslim
yang selamat,
langsung selamat, tidak terluka sama
sekali. Yang kedua,
tercabik-cabik tapi selamat. Yang
ketiga, tercabik-cabik dan ja jatuh di
neraka. Karena sirat di atas alamatni
jahanam, di atas neraka jahanam. Jadi
tiga model. Satu, muslim dia selamat.
Musalam najin musallam dia selamat tidak
ada luka sama sekali. Yang kedua,
terluka-luka tapi sela selamat. Badannya
terpotong, tangannya terpotong. Kenapa
dia tetap selamat? Karena dia punya
dosa-dosa. Tapi dosa-dosa tersebut tidak
harus masuk membuat dia masuk neraka.
Cukup disiksa di atas sirat. Sudah
menggugurkan dosa-dosanya. Yang ketiga,
tercabik-cabik kemudian masuk terjungkal
dalam apa? Neraka. Dosa-dosanya
mengharuskan dia masuk neraka. Yang
pertama yang najin musalam yang selamat
pun bermodel-model. Ada yang melewati
sirat kal barq seperti ee petir cepat
kilat kilat cepat. Ada yang seperti
angin yang berhembus kencang. Ada
seperti ke ajawidil khail. Seperti
kuda-kuda pilihan yang berali kencang
cepat. Entah berapa jauh sirat jauh tapi
cepat seperti kuda. Ya butuh waktu sirat
jauh karena neraka jahanam luas.
Ada yang seperti kal ibil seperti unta
yang berjalan cepat.
Ada yang berjalan, ada yang merangk, ada
yang dia berhenti ketika apinya redup,
ada yang apa? Cahaya. Ada cahayanya
setinggi pohon kurma, ada cahayanya
setinggi gunung. Sehingga dia jalan
dengan mudah. Ada yang cahayanya seperti
pelita. Kalau mati dia berhenti, dia
tunggu nyala lagi. Kalau nyala dia jalan
lagi. Lama dia baru sampai. Ada yang
kemudian merangkak. Ketika dia merangk
dia mengatakan, "Ya Rabbi lima abi." Ya
Rabbku, kenapa kau buat aku lambat lewat
sirat? Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Abth abika amaluk." Yang bikin kau
lambat amalmu, bukan aku.
Tib. Ketika orang sedang melewat,
sementara ada besi-besi yang
mencabik-cabik. Setiap besi sudah
dicatat akan mencabik si fulan. Orang
enggak bisa. Kalau memang dia bakalan
tercabik, dia tidak bisa selamat. Ketika
sedang lewat, tiba-tiba Allah kirim
amanah dan rahim menghampiri sirat
sebelah kanan sebelah kiri. Buat apa?
Siapa yang suka menyambung silaturahmi
maka dia akan semakin dipermudah lewat.
Siapa yang tidak menyambung silaturahmi
ditahan.
Dia mau lewat ditahan sama rahim. Repot.
Siapa yang amanah maka dia akan mudah
lewat sirat. Bahkan dipercepat oleh
amanah. Siapa yang tidak amanah ditahan
oleh amanah ya karena ditahan maka
seorang kalau ingin lewat sirat dengan
mudah di antaranya sambung silaturahmi
dan amanah.
Hak orang tunaikan amanah terkait jual
beli, terkait utang-putang, terkait hak
istri, hak anak. Amanah amanah sama
istri, amanah sama anak, amanah sama
orang tua. Semua amanah kita tunaikan.
Jangan sampai kita meninggal, amanah
orang kita abaikan. Kalau amanah kita
diabaikan orang, ya biarin aja kita
nuntut hari kiamat. Tapi jangan sampai
kita abaikan hak orang lain. Maka ini
hadis ngeri bagi orang yang tidak
amanah, maka dia akan binasa ketika di
sirat. Makanya Rasulullah bersabda, "La
imana liman la amanata lahu." Tidak ada
iman bagi orang yang tidak amanah.
Searang khianat. Khianat. Manusia penuh
dengan apa? Khianat.
Tib.
Ee kita lanjut bab berikutnya.
Babu quulihi, bab tentang sabda Nabi.
Ini juga terkait dengan amanah. Amanah
dalam bentuk lain. Jadi kita sudah sebut
tadi amanah dalam bentuk jabatan itu
amanah. Terus amanah tentang masalah
uang orang, harta orang, jual beli, ee
timbangan dan takaran. Ya, itu juga apa?
Amanah. Di antara amanah juga utang piu
piutang itu juga amanah. Sekarang amanah
terkait dengan tanggung jawab.
Sekarang mana terkait tanggung jawab?
Kata kata Syekh Muhamad Abdul Wahab
babui bab tentang sabda Nabi sallallahu
alaihi wasallamukumin. Setiap kalian
adalah roin yaitu pengatur atau
penanggung jawabumulatihi.
Dan setiap kalian akan dimintai
pertanggungjawaban atas bawahannya, atas
rakyatnya itu atas bawahannya yang dia
yang dia ee di bawah kekuasaannya.
Kemudian waqulullahi taala dan firman
Allah, "Ya ayyuhalladzina amanu qu
anfusakum waahlikum naro." Wahai orang
yang beriman, jagalah diri kalian dan
keluarga kalian dari neraka. Ini Syekh
ingin menyampaikan di antara amanah
adalah istri dan anak-anak. Kalau kau
menikah berarti istri adalah amanah dari
Allah.
Ya, makanya eh dalam hadis ya,
wattaqulaha finisa fainnakum akumuhunna
biamanatillah
wastahlaltum furujahunna bikalimatillah.
Kata Allah, kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Bertakwalah kepada Allah
terkait dengan istri-istri kalian.
Sesungguhnya kalian
telah mengambil mereka dengan amanah
dari Allah." Jadi istri amanah.
Wastahlaltum furujahun bikalimatillah.
dan kalian menghalalkan kemaluan mereka
dengan akad nikah. Ini Rasulullah
mengatakan bahwasanya
wanita adalah amanah. Kalau begitu kita
para suami akan diminta
pertanggungjawaban terhadap istri kita.
Terkait istri kita. Sudahkah kita
menunaikan amanah? Sudahkah kita didik
istri kita? Sudahkah kita menunaikan
haknya? hak terkait dengan kebutuhan
ee fisik maupun kebutuhan biologis
terkait dengan harta, terkait dengan
pergaulan dengan baik ya sebagai istri
yang kita hargai. Sudahkah kita
menghargai istri kita? Atau kita jadi
seorang yang arogan di rumah tangga?
Sudahkah kita ajarin dia agama? Sudahkah
kita nasihati kalau dia bersalah?
Sudahkah kita ajak dia salat malam?
Sudah kita ajak dia salat lima waktu?
Sudahkah kita motivasi untuk salat
sunah? Sudahkah kita suruh ingatkan dia
baca Al-Qur'an? Karena Allah suruh kita
untuk menjaga diri kita dari neraka dan
juga anak istri. Allah tidak mengatakan
qu anfusakum.
Wahai orang yang beriman, jagalah diri
kalian dari neraka. Tidak. Masih koma.
Tidak. Titik. Allah mengatakan wa
ahlikum. Jagalah keluarga kalian dari
neraka.
Seorang tidak boleh egois. Dia bilang,
"Istri saya jahat. Biarin aja. Saya
masuk surga sendiri, bidadari sendiri.
Nanti ngapain sama ngurusan istri saya?
Biarin aja dia nakal, biarin aja nonton
film Korea, biarin aja enggak salat.
Biarin aja
lu, lu gue-gue.
Enggak ada urusan ya. Enggak boleh.
Kenapa? Karena kalau istrimu brengsek,
kau yang ditanya, sudahkah kau nasihati?
Anakmu brengsek, kau yang ditanya,
"Sudah kau nasihat?" Kalau kau sudah
nasihat, ya sudah enggak ada masalah.
Sudah tunaikan amanah. Nabi Nuh alaihi
salam anaknya kafir, istrinya kafirah.
Dia salah, dia enggak salah. Tapi dia
nasihati anaknya sampai titik darah
penghabisan anaknya mau mati, dia
nasihati. Tidak pernah capek nasihati
anaknya. Dia sudah tunaikan amanah,
hidayah di tangan Allah.
Maka antum yang sudah terlanjur menikah,
ingat istri antum adalah apa? Amanah.
Antum akan diberdirikan di hadapan
Allah. Ditanya, "Sudahkah kau didik
istrimu?
Sudah kau nasihati istrimu atau kau
biarin aja? Lihat istri main Facebook
dibiarin aja. Akunnya yang mana?
Lihat istri Instagram, lihat nonton
Korea, dibiarin aja. Enggak.
Inilah fungsi seorang suami yang
memiliki qawamah. Ya, dia ngatur
istrinya tentu dengan cara yang baik,
kata-kata yang lembut, dengan penuh
perhatian, dengan penuh kasih sayang.
Rumah tangga dibangun di atas saling
menghormati, ihtiram. Seorang suami
tunjukkan penghormatan kepada istri.
Wanita seperti itu suka di dipuji. Kamu
cantik. Masyaallah. Waktu lampu mati.
Kamu manis wahai sayangku. Manisku my
honey. Gituang gombal-gombal dikitlah.
Kalau dia masak masyaallah masakannya
enak. Masyaallah. N kita pijit wanita
senang dihormati. Kalau dia kita hormati
dia, dia melakukan lebih baik daripada
yang kita inginkan.
Jangan bilang, "Eh, perempuan hormat
sama suami." Heh, yang saya kasih kau
makan siapa?
Kalau tahu begini, mending saya sama
bapak saya daripada sama kamu. [tertawa]
Jadi, rumah tangga dibangun atas saling
menghormati. Antum menghormati istri
ingin dapat pahala,
puji istri, kasih kasih apresiasi kalau
dia punya terus ngobrol sama dia, dia
ajak ngobrolcari perhatian, ya kasih
waktu. Jangan dia pengin ngobrol.
Capek, capek, capek.
Dia lagi wawa-wa terus orang lagi kerja.
Bukan pengalaman pribadi ya.
Mungkin sekali-sekali. [tertawa]
Maksud saya ada tunjukkan istri merasa
dihargai. Kalau dia merasa dihargai,
kita mau ngomong juga enak. Tapi kalau
dia merasa, "Ah, suami saya enggak
sayang sama saya." Ya,
saya sering bilang orang bahagia itu
orang bahagia itu orang yang wanita yang
bahagia, wanita yang pengin suaminya
cepat pulang. Mas, kapan pulang, Mas?
Itu berarti dia sayang sama kamu. Tapi
kalau kamu pulang, ngapain pulang cepat?
[tertawa]
Ada problem besar.
Antum juga kalau bahagia pengin cepat
pulang. Kalau pengin pulang ke rumah,
pengin ketemu istri.
Tapi kalau antum sudah enggak mau pulang
ke rumah, maunya main moge terus. Ah,
ini ini antum sedang menderita berarti.
Istri juga enggak pernah bilang, "Mas,
kapan pulang?" Ah, sudah itu rumah
tangga sudah enggak sehat. Ya susah
nasihati kalau sudah seperti itu. Maka
ingat di sini Syekh Abdul Lahab
mengingatkan bahwasanya di antara amanah
adalah anak dan is istri. Anak-anak juga
ingat, jangan cuma kasih duit aja,
senang enggak. Harus telepon, harus
punya hubungan. Tanya gimana belajarmu,
gimana kerjaanmu? Sudah salat belum?
Jangan lupa nasihati J. Doain salat
malam, doain ngobrol sama dia. Karena
kita akan ditanya, "Ya, jangan pengin
punya anak banyak aja, terus pengin ya
terus e punya anak, punya anak, punya
anak enggak diurus, enggak boleh kok.
Punya anak banyak, enggak ada kegiatan
ya? Enggak ada kegiatan di rumah bikin
anak [tertawa]
isi ulang.
Tapi anak banyak semua tanggung jawab
akan ditanya oleh Allah Subhanahu wa
taala.
Tib. Kemudian beliau membawakan hadis an
ibn umar radhiallahu anhuma dari Ibnu
Umar qala qasul sahu alaih
wasallamukumin wukumatihi
semua kalian adalah penanggung jawab dan
setiap kalian akan ditanya itu dihisab
ditanya maksudnya apa? Diisab
diberdirikan di hadapan Allah ditanya
tentang bawahannya. Kemudian Rasul
Sallah al wasallam sebutkan yang dihisab
itu bukan perkara besar aja saya perkara
kecil. Jadi perkara besar amanah kubra,
amanah besar seperti penguasa, presiden,
raja itu pertanyaan sudah jangan tanya
sebanyak-banyak mungkin. Makanya jangan
jadi presiden kalau enggak pengin
ditanya. Kalau pengin ditanya silakan
jadi presiden.
Fal imamu roin bahwasanya pemimpin
penguasa akan ditanya dan dia dia adalah
dia adalah penanggung jawab. Wasulunati
dan dia akan ditanya tentang rakyatnya.
Apa kata Umar bin Khattab radhiallahu
anhu?
Laat baglatun fillaha
sailuni. Liam
ard ya Umar. Kata Umar bin Khattab dalam
satu riwayat atau sema riwayat ini dia
mengatakan seandainya dan dia Umar lagi
di Madinah ibu kota ibu kota Madinah di
zaman Umar adalah di mana? Di di
Madinah. Ibukota Islam di zaman Umar di
mana? Di Madinah. Di zaman Utsman di
Madinah. Di zaman Ali baru pindah ke
Kufah. Ibu kota Islam pindah ke Kufa. Di
zaman Umar di Madinah. Kata Umar,
"Seandainya dan dia di Madinah,
seandainya ada begol, begol tuh
persilangan antara kuda dengan himar.
Ada begol di Irak jatuh, jalan jatuh
bawa barang jatuh gara-gara jalan tidak
diratakan." Kata Umar, "Seandainya ada
begol yang tersungkur jatuh di Irak,
bukan di Madinah, Madinah dari Irak
jauh. Sementara saya di Madinah dan
begol tersebut di Irak, maka saya yakin
Allah akan bertanya kepadaku, "Kenapa
kau tidak ratakan tanah buat begol
tersebut wahai Umar?" Bagaimana rasa
pertanggungjawaban Umar? Dia tidak
merasa akan ditanya tentang manusia
saja. Bahkan dia merasa akan ditanya
tentang hewan-hewan yang ada di bawah
kekuasaannya.
Kenapa tidak bikin jalan yang baik? Buat
apa? Hewan. Angang enak emang enak jadi
penguasa.
Enak di dunia doang. Di dunia pun tidak
enak. Apalagi di akhirat. Kalau enggak
benar, kalau adil ya benar. Kalau adil
masyaallah luar biasa. Kalau enggak
repot. Apakah seorang penguasa
menghadirkan dalam dirinya perasaan
bahwa dia akan ditanya tentang
rakyatnya? Seperti Umar menghadirkan,
dia akan ditanya bukan rakyatnya doang,
bahkan hewan-hewan rakyatnya. Bukan dia
tanggung jawab.
Kemudian kata Rasul Sallahu Alaih Wasam,
"Ini amanah besar." Warajul roin fi ahli
baitihi. Dan seorang lelaki adalah
penanggung jawab di keluarga di keluarga
yang ada di rumahnya, istrinya, anaknya.
Mas'ulun an ryatin. Dia akan ditanya
tentang anak dan istrinya. Semua anggota
keluarga, kepala rumah tangga suaminya
akan di ditanya istrin bagaimana.
Istri satu ditanya, apalagi istrinya
empat. Oh, satu-satu ditanya. Repot
enggak? Repot. Kalau enggak bertanggung
jawab repot. Tambah banyak musibah.
Anak semakin banyak.
Kalau alhamdulillah antum bertanggung
jawab kemudian anak masyaallah aset luar
biasa. Tapi kalau antum cuek tidak
dipedulikan antum mengertinya setiap
anak akan ditanya
sudah ditanyakan hak. Jadi kecil sampai
yang gede. Jangan sampai yang gede
diperhatikan, kecil diabaikan. Yang
sampai kecil diperhatikan, yang gede
diabaikan.
Istri tanya juga semuanya.
Kemudian bukan cuma suami, kemudian
amanah semakin kecil lingkupannya. Kalau
tadi di penguasa besar, kemudian rumah
tangga, kemudian lebih kecil lagi istri.
Wal maratu ratun al baiti zaujiha.
Bahwasanya wanita adalah penanggung
jawab atas rumah suaminya. Suaminya
keluar kerja, dia bertanggung jawab apa
yang terjadi di rumahnya. Tentang
dapurnya, tentang apa yang terjadi,
ngurus anak-anak. Dia tanggung jawab.
Waaladihi dan dia bertanggung jawab atas
rumah suaminya dan anaknya. Rasulullah
khususkan rumah tanggung jawab masalah
keuangan di rumah. Kalau dia ngurus dia
tanggung jawab masalah dapur dan
anaknya. Karena suaminya cari uang yang
ngurus anaknya ibunya.
Dan dia akan ditanya tentang bawahannya.
Jadi, ibu-ibu yakinlah ibu-ibu akan
diberdirikan oleh Allah dan ditanya oleh
Allah subhanahu wa taala bagaimana
tentang keuangan suami. Kalau suami
kasih uang amanah tidak ngurusin dapur.
Kemudian ibu-ibu pasti akan ditanya
tentang setiap anak ngurus anak baik
atau tidak? Sabar atau tidak? Anaknya
digamprang terus atau tidak?
Dibentak-bentak terus atau tidak? Atau
di sabar menghadapinya atau sibuk main
HP. Anak-anak tidak diajarin. Anak-anak
nangis kasih HP juga. Jama-sama main HP.
Subhanallah. Pintar mendiamkan anak tapi
anak rusak. Tiap nangis minta apa
dikasih. Jadi anak manja, tidak punya
kemandirian. Gebk.
Saya bikin goblok. Ibunya yang goblok.
Bapaknya juga goblok.
Jadi ingat kita semua ditanya
meskipun uang kita banyak bukan anak
bukan cuma kesudit. Dia juga punya hak
untuk dididik, hak untuk disayang, hak
untuk ngobrol. Sudahkah kita ngobrol
sama anak kita dengan penuh perhatian?
Atau kita ngobrol sekedarnya akan
ditanya oleh Allah Subhanahu wa taala.
Terutama ibu-ibu, ibu-ibu sosialita yang
sibuk main HP, main medsos, kasihan
anak-anak terbengkalai
sampai ingusan tidak dilap. Tib kita
lanjutkan.
Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
bersabda, "Wal waladu roin fi mali
abihi." Dan anak adalah penanggung jawab
atas harta ayahnya. Terkadang ayah kasih
anak, kasih anak pertamanya, "Urusin
adik-adikmu, kamu yang paling tua." Dan
ini bagus orang tua ngajarin anak untuk
bertanggung jawab. Ya. Dan kita dalam
didik anak jadikan yang paling tua yang
bertanggung jawab. Meskipun mungkin ada
adiknya lebih pintar gak. Dia kakak
tetap kita ajarin ajarin sehingga ada
namanya kakak adik tetap terjadi. Tapi
kalau kita abaikan dia kasih adiknya ini
bahaya. Kecuali kondisi yang serius ya.
sehingga kakak tidak bisa bertanggung
jawab baru mungkin kita serahkan
adiknya. Tapi hukum asal kakak yang
pegang
sehingga dia adiknya tetap hormat dan
dia diajari tanggung jawab dari
kecil-kecil sampai tanggung jawab besar.
Wal waluduin fi mali abihi dan anak
bertanggung jawab atas harta ayahnya dan
ini akan ditanya atas tanggung jawabnya.
Wal khadim sampai pembantu. Wal khadim
roin fi mali sayyidihi atau atau budak
adalah penanggung jawab atas harta
tuannya. Wasulunati dan akan ditanya
atas pertanggungjawabannya faqulukum
roin. Setiap kalian adalah pemimpin
tidak ada dari kita kecuali penanggung
jawab. Waukum masulunati. Setiap kalian
akan ditanya dihisab oleh Allah atas
pertanggungjawabannya.
Tentu tadi pertanggungjawaban amanah ada
yang besar ada yang ada yang kecil. Tapi
kita semua adalah penanggung jawab. Maka
siaplah dihisab atas amanah yang
dibebankan kepada kita. Wallahu
taalaamab. Demikian saja. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Read
file updated 2026-02-16 11:24:16 UTC
Categories
Manage